R.E.V.E.N.G.E Chapter 6 END

Gambar

Title  :: R.E.V.E.N.G.E   Chapter  6 END ( 1 2 3 4 5 )

Author :: Quin Wu  (Follow > @Queen_yiFan93)

Main  Cast       :: Kris (Wu Yi Fan)

                        ::   Cho Yaegi (OC > Kris’s Wife)

Other Cast       ::  EXO MEMBER

                        ::  Hwang Jira (OC

                        :: Cho Woo Joon (OC)

                        :: EXO Manager

CAMEO         ::  BB/GB  (you will  find in the FF)

Genre              ::  Romance, Comedy, Family, Friendship,Kris Marriage Life

Rating             ::  PG 17

Length             ::  Chaptered

Disclaimer       ::   Fiuuhhhh ~ akhirnya😀

Kekekek .. mian buat para readerdeul banyak yang ngenes dan dag dig dug dengan FF ku kali ini. Kan kemarin katanya mau langsung yang klimaksnya? Ayo? *nunjuk bareng Kai

Eh Kai ga nongol di chap ini, gpp ya? Kekek😀

Haks haks😀 *ketawa sarap -_-

Yukkkk capcus .. *hug reader atu atu wuuuushhhhhhhhhhhhh

WARNING !!TYPO BERTEBARAN !! PLAGIAT OUT !! DON’T TAKE IT WITHOUT MY PERMISSION !! It is BELONG TO ME !!  HAPPY READING.

THIS  IS MINE .. KRIS MINE TOO *PLAAAAK

>Yang ga ninggalin jejak Author cubit (eh?), So RCL <

Blog  :  EXODEUL “EXO & Prince WuFan”

Like  FANPAGE : Fan Fiction EXO KRIS

***

Tit.. tit .. alat yang bernama EKG  terus berbunyi sesuai dengan denyut jantung dan nadi seorang namja yang saat ini terbaring lemah disebuah ruang ICCU.

Woo Joon dengan reflek melindungi bahu Yaegi, hingga pisau itu tertancap dibahu kanannya. Ia banyak menghabiskan darah selama perjalanan ke rumah sakit.

Setelah ia dibawa keluar dari IGD, tim dokter yang menanganinya hanya bisa menunggu jika ada keajaiban yang membuatnya bertahan hidup, karena luka tusukan itu terlalu dalam hingga mengenai tulang sumsumnya.

Joon  bernafas dengan oksigen yang dipasangkan dihidungnya, ia masih melawan masa kritisnya saat ini.

Sementara itu, yeoja yang ia selamat kan .. ada disini juga bersamanya.

Sejak kejadian terkutuk itu beberapa jam yang lalu, Yaegi ikut tak sadarkan diri ketika dibawa kerumah sakit terdekat, tapi syukurlah ia tidak sampai kaguguran..

Setelah siuman, Yaegi segera meminta perawat untuk mengantarnya untuk menemui Joon.

Yaegi terus duduk memandang kosong ke arah Joon yang sedang terbaring lemah.. ia terus mengeluarkan air mata, tak kuasa menahan tangisnya.

Kris,atau siapapun itu mungkin juga masih tidak bisa menenangkannya saat ini, dipikirannya hanya ada Joon dan Joon.

‘Woo Joon..’ suara Yaegi bergetar, ia sesenggukan ..

‘Songsaenim..’ Yaegi menutup mulutnya, agar tangisnya tak bersuara. Ia merasakan hal yang sakitnya luar biasa, ketika melihat Joon terluka karenanya..

Tangan Joon memberikan respon kecil ..

‘Cho Woo Joon..’ Yaegi sedikit tak percaya.

‘Eunghh..’ terdengar deru nafasnya, perlahan Joon membuka matanya .. ia menoleh kesamping..

‘Joon. Ireonasseo? (kau siuman)’ Yaegi tersenyum dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

‘Yaegi~a.. Shhhh..’ Joon hendak bergerak untuk bangun.

‘Ah Joonie~’ Yaegi menghentikan kalimatnya, ia sangat akrab dengan panggilan yang barusan yang ia ucapkan.

‘Kenap tidak melanjutkannya?’ Joon membuka alat bantu pernafasannya.

‘Yee?’ Yaegi tertegun sesaat .. ia seperti pernah melihat senyuman dihadapannya itu ..

‘Kau sungguh tidak bisa mengingatku gadis hujan?’ akhirnya Joon mengatakan secercah cerita masa lalu.

‘Joon Oppa..’ Yaegi dengan sigap memanggilnya .. ternyata selama ini Yaegi mengingat tentangnya~

‘Kau mengingatku?’ Joon masih berusaha tersenyum, dengan lukanya yang terus berdenyut luar biasa.

‘Hmm.’ Yaegi mengangguk mantap, dengan air mata yang kembali mengalir.

‘Kau ingat? Kita pernah tinggal dirumah sakit ini dalam waktu yang lama’ Joon perlahan duduk dengan bantal yang menumpunya.

‘Kenapa tidak mengatakannya dari awal !! Huuaaaa..’ seketika tangis Yaegi memecah, ia memeluk tubuh Joon sekuat tenaganya.

‘Akh Yaegi~a..’ Yaegi mengenai luka dibahunya.

‘Hiks hiks’ Yaegi masih terisak.

‘Aku takut membuat mu sakit, jika harus berusaha keras mengingat masa kecil mu’ Joon mengusap rambut Yaegi.

‘Kau lupa? Aku sudah mengatakan, aku hanya mengenal Cho Woo Joon. Hiks..’ Yaegi menggenggam tangan Joon erat.

‘Yaegi~a.. ini sudah pukul berapa?’

‘Sepertinya akan subuh. Waeyo? Hiks ..’ Yaegi masih sangat terharu.

‘Apa musim hujan masih akan lama untuk tiba? Aku tidak punya waktu banyak’ Joon menatap jendela luar yang langsung menghadap luar rumah sakit.

‘Andwae ! kau tidak boleh pergi kemanapun, kau sudah lama meninggalkan ku. Hiks..’

‘Yaegi~a, kajja kita keluar..’Joon perlahan menuruni tempat tidurnya.

‘Eehh? Joonie, tidak akan diizinkan. Kau masih sangat lemah..’ Yaegi melarangnya, karena sebenarnya ia pun tidak sanggup untuk berjalan, karena perutnya masih terasa nyeri akibat guncangan yang terlalu hebat.

Bagaimana tidak, ia tanpa sadar menuruni tangga dari lantai 21 hingga ke lantai 13. Dan menaiki sepeda dari Seoul ke kawasan Gangnam, itu termasuk sebuah keajaiban jika malaikat kecilnya masih dapat bertahan.

‘Naiklah.’ Joon benar-benar nekat, ia membuka imfusnya dan berjongkok memberikan piggy backnya.

‘Joonie..’ Yaegi masih ragu.

‘Palli, kita keluar lewat jendela itu ..’ Joon terlihat seperti orang yang tidak sakit sama sekali.

‘Tapi .. ‘ Yaegi melirik infus  yang masih melekat ditangannya, ya Yaegi pergi dengan gagang infus karena dokter  tidak mengizinkannya untuk melepas benda tersebut.

‘Kemarikan, biar aku yang memegangnnya. Kau naiklah..’ Joon menarik botol infus Yaegi.

‘Sudah?’

‘Hmm’  Yaegi menaiki punggung Joon, dan mereka benar-benar keluar lewat jendela besar yang ada diruangan ICCU itu.

****

‘Aigo. Bocah ini kenapa lama sekali siuman..’ Kyuhyun sedari tadi duduk didalam mobilnya, tetapi bersama Kris yang masih tidak sadarkan diri.

Kyuhyun sesekali mendengus kesal, karena setelah kejadian naas itu ia disuruh Seunghwan untuk segera pergi dari apartement Ji Ra, dikarenakan pastinya petugas akan datang  karena ambulan yang mereka panggil.

Kini Kyuhyun dan Kris masih didalam mobil, didepan rumah sakit.

‘Yak ! Yak !’ Kyuhyun menoel noel pipi Kris, ia merasa geram. Ia sangatlah khawatir dengan kondisi Yaegi saat ini. Tapi apalah daya, inilah kenaifan seorang publik figur, SJ dan EXO akan tercoreng jika media mengetahui mereka terlibat dalam peristiwa itu.

‘Auuuwwhh~ apa Yaegi tidak salah memilih suami? Aish’ Kyuhyun mulai merasa jengah, ia sudah lebih dari 2 jam duduk didalam mobil, dan ini sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

‘Shh.. nggg..’ erangan dari mulut Kris terdengar jelas..

Kyuhyun membetulkan duduknya, ‘Omo mo kau sudah sadar?’

‘Eung.. kau siapa?’ Kris mengusap-ngusap matanya.

PLAAAK ‘AKH ! APPO !!’ Kyuhyun  mendaratkan sebuah pukulan keras dengan topi yang ia pakai ke arah kepala Kris.

‘Dasar tidak sopan. Aku Hyung mu!!’ Kyuhyun masih berdecak kesal.

‘EOH ! OMO !! Kyuhyun Hyung !! kenapa kau yang ada disini?’ Kris segera sembuh dari amnesianya -_-

Keuresseo (lalu?) Siapa yang kau harapkan ada disini eo? Hwang Ji Ra eoh ?’ Kyuhyun mendekatkan wajahnya.

‘Omo !! apa yang telah ku lakukan Hyung? Jaket ku, syal ku!!’ Kris kembali mengingat kejadian itu, ia melihat tubuhnya hanya menggenaka kaos tipis.

‘Kau diperkosa habis-habisan dengan yeoja itu. Aigo.. kau sungguh menikmatinya eo? hingga kau lupa.’ Kris  sangatlah malang, karena saat ini ia sedang dikelabui oleh King of evil SJ.

‘Hyung..’ Kris masih linglung, ia merasa apa yang Kyuhyun katakan itu benar.

‘Eoh, kau pasti sangat menikmatinya.’ Kyuhyun mengangguk meyakinkan Kris.

‘Hyung, Yaegi ku … Aish !! Kris kau!! ARRGGHHH!!!’ Kris membanting-banting badannya sendiri pada kursi mobil, ia mengerang frustasi.

‘Kekekeke’ Kyuhyun tertawa evil.

Kris menghentikan aktifitasnya dan menatap Kyuhyun ..

Wajah Kyuhyun sangat memerah saat ini, ia sungguh tak dapat menahan tawanya lagi.

‘Hyung. YA KYUHYUN HYUNG !!!’ Kris berteriak.

‘YAK !! beraninya kau pada ku eo EOH !!’ PLAAAKK

‘APHO !!’ mereka tak menyadari mereka mulai akrab satu sama lain.

‘Istri mu pendarahan.’ Kyuhyun kembali menjadi serius.

‘Mwo? Yae yae gi kenapa? kau barusan mengatakan apa?’ Kris mulai bergetar.

‘Dia pendarahan hebat, sekarang dia dirumah sakit.’ Kyuhyun menatap lurus kedepan.

‘Lalu kenapa kita masih disini? Aku mau kesana Hyung ‘ Kris mulai panik.

‘Turunlah. Dan ini ..’ Kyuhyun memberikan topi dan kacamatanya.

‘Mwo? Kyuhyuh Hyung kau ..’ Kris tidak percaya..

‘Ku bilang turun ya turun, manager ku sudah berkali-kali menghubungiku !!’ Kyuhyun sesungutan.

‘KENAPA KAU TEGA SEKALI, TOLONG ANTARKAN  AKU!!’ Kris kembali berteriak,dan kali ini dengan emosi yang serius.

‘INI  PARKIRAN  RUMAH SAKIT  BODOH !!’ *ngek =.=

~Wuuusshhhhh angin berlalu membuat Kris merasa konyol -_-

****

‘Cho Seunghwan~ssi aku sungguh berterima kasih kau tidak mengusut ini hingga ke meja hijau’ seorang tangan kanan Tuan Hwang segera datang untuk menjemput Jira setelah Seunghwan menghubungi Tuan Hwang di Cina.

‘Ye.’ Seunghwan menjawab singkat.

Sementara itu Jira sudah lebih dulu dibawa kekantor polisi, karena hal yang ia perbuat. Untungnya Seunghwan tidak melaporkan apapun, hanya saja petugas yang datang ke TKP menangkap Jira sebagai jaminan.

‘Baiklah kalau begitu aku hendak menebus Nona Hwang sekarang.’ Namja itu hendak berdiri dan kembali masuk ke ruangan investigasi, saat ini mereka sedang berada dikantor polisi.

‘Ye. Tolong ucapkan maaf ku pada Tuan Hwang, aku tidak bermaksud mencoreng nama baik putrinya.’ Seunghwan membungkukkan badannya sopan

‘Ah itu bukan masalah. Dan soal saham SM, Tuan Hwang sudah berbicara langsung pada Lee Soo Man. Kim Young Min~ssi segera digeser dari posisinya. Lalu mengenai rumah diSuwon, ini sertifikatnya. Kau,Nona Yaegi dan keluarga  mu kembali bisa menempatinya.’ Namja itu mengeluarkan berkas dari dalam tasnya.

‘Jeongmalyo?’ Seunghwan tidak percaya.

‘Ye. Baiklah, aku kembali kedalam dulu. Terimakasih atas kerja samanya.’ Mereka berjabat tangan.

****

Sementara itu .. disisi belakang rumah sakit ..

‘Yaegi~a.. ‘

‘Hmm?’ Yaegi menoleh ke arah Joon yang sedang menghirup udara subuh yang menyegarkan.

‘Kau ingat ini?’ Joon memperlihatkan boneka salju itu.

‘Wooah kau masih menyimpannya? Kau sungguhan Woo Joon itu .. ‘ Yaegi tersenyum lebar melihat kalung boneka itu.

‘Bukankah aku menepati janji ku eo?’ Joon memakaikannya dileher Yaegi.

‘Hmm.’ Yaegi lagi-lagi mengangguk mantap.

‘Tapi justru kau lah yang mengingkari janji mu..’ Joon menodong Yaegi.

‘Maksudmu?’

‘Aku  tidak bisa menikahi gadis hujanku, karena dia sudah menikah ..’ Joon mencubit pipi Yaegi.

‘Joonie ..’ Yaegi merasa bersalah.. karena ia dapat melihat aura kekecewaan dari sorot mata Joon.

‘Anyi. Gwenchana, aku ikut bahagia untuk itu. Kris namja yang tepat untukmu.’ Joon mengacungkan jempolnya.

‘Joonie.. bagaiman bisa kau menemukan~’

‘Sudah ku katakan, jika kita akan bepisah dan tidak akan bertemu lagi maka ingatlah hari itu. Hari dimana kita dan hujan.. kau masih ingat kan?’ Joon menatap lurus kedepan, dengan senyuman manisnya.

‘Hmm. Aku akan selalu mengingat itu.’ Yaegi bersandar dibahu Joon, ini semua terasa seperti mimpi bagi mereka.

‘Yaegi~a..’

‘Hmm..’ Yaegi memejamkan matanya, ia merasa sangat tentram bersandar dipundak namja itu.

‘Jika hari ini adalah akhir, maka tidak perlu mengingatnya.’

Yaegi sontak mendongakkan kepalanya .. ‘Cho Woo Joon..’

‘Wae? jangan memasang wajah seperti itu. Tenanglah aku tidak akan pergi kemanapun’ Joon mengacak-ngacak rambut Yaegi.

‘Jika kita akan berpisah, maka ingatlah hari ini.’ Yaegi mengulang kalimat mereka dahulu.

‘Anyo. Jangan pernah mengingat hari ini. Tapi ingatlah hari itu, hari dimana kita akan berpisah dan berjanji akan saling mengingat satu sama lain ..’ Joon memegang boneka salju yang   kini sudah dipakai oleh Yaegi.

‘Eo arasseo Joon Oppa..’ Yaegi tersenyum tenang.

‘Eo. Aigo sudah 13 tahun tidak terasa. Kau selalu tidur dipangkuan ku. Jika sekarang aku, apa suami mu tidak akan marah?’ Joon melihat sekitar, ia terlihat konyol.

‘Hmm. Tidurlah ..’ Yaegi menepuk –nepuk pangkuannya agar Joon bisa bersandar.

Joon perlahan tidur dipangkuan Yaegi ..

‘Yaegi~a..’ suara Joon tedengar lembut.

‘Hmm. Waeyo?’ Yaegi mengusap pelan rambut Joon.

‘Aku mengantuk sekali. Jika nanti matahari mulai terlihat, maka bangunkan aku eo?’

‘Eum..’ Yaegi mengangguk. Tetapi .. tangan  Joon tiba-tiba merosot dengan sendirinya.. DEG!

‘Joon..’ Yaegi memanggil Joon..

‘Joonie~a..’ Yaegi menggoyangkan perlahan tubuh Joon.

‘Cho Woo Joon.. Joon Oppa !!’ Yaego mulai menangis ..

‘JOON !! CHO WOO JOON !! Hiks ..’ Yaegi mengetahui bahwa Joon tidak bernafas lagi ..

‘Hiks .. Joonie ..’

Joon kali ini meninggalkannya untuk selamanya.. kenangan terakhir setelah sekian lama tidak bertemu.. Joon pergi dengan tertidur dipangkuan gadis hujannya ..

‘Joon. Kau membohongi ku.. YA CHO WOO JOON BANGUN !!! ‘ Yaegi menangis histeris, Joon benar-benar sudah tidak bernyawa.

Ternyata Kris sedari tadi berdiri dibelakang mereka, menyaksikan dua sahabat kecil itu bercengkrama satu sama lain dan hingga  .. salah satunya memilih untuk pergi ..

Kris tak kuasa menahan suasana haru itu .. ia berjalan mendekat pada bangku yang istri dan Joon duduki.

‘Yaegi~a …’

****

*hening* tak ada satu katapun yang keluar dari bibir mungil Yaegi …

Setelah  jasad Joon sepakat untuk dikremasi oleh keluarga angkatnya yang ada di Kanada, kini Seunghwan Jae Suho dan Kris berada diruang rawat inap Yaegi.

 

Suho tadi diajak oleh Jae untuk menemaninya ke RS, untungnya mereka tidak memilki jadwal dalam 2 hari itu.

‘Yaegi~a..’ Kris berusaha untuk menenangkan istrinya itu.

‘Ck~’ Yaegi menolak sentuhan tangan Kris, matanya masih terus nanar.

‘Kau tidak perlu terus terusan seperti ini, Joon sudah tenang disana. Kau juga harus memikirkan bayi mu’ Seunghwan angkat bicara.

Tatapan Yaegi beralih membunuh tatapan Seunghwan .. ‘Mwo? Bayi ku? Apa kau manusia eo? EOH !!’ Yaegi kembali meradang.

‘Ya neo jinjja ..’ Seunghwan tak kalah sengit  tetapi Jae segera menahannya ..

‘Seunghwan, kita keluar eo? kajja ~  Kris jaga istri mu. Suho kajja ‘ Jae mencoba menetralisir keadaan.

Kini tinggalah Yaegi dan Kris ….

‘Hiks..’

‘Yaegi~a…’ Kris kembali berusaha mencoba menarik Yaegi dalam pelukannya tetapi .. PLAAKK ! sebuah tamparan keras mendarat dipipi Kris..

‘Ceraikan aku.’ DEG !

‘Yaegi~a..’ rasanya mata Kris hendak melompat keluar saat itu.

‘Ceraikan aku.’ Yaegi memperjelas..

‘Nyonya Wu  Aku ~’

‘BERHENTI MEMANGGILKU  DENGAN SEBUTAN ITU !! HIKS..’ Yaegi tak tau cara lagi untuk menangis.

‘Yaegi~a..’

‘Wae? wae Kris~a? kenapa kau datang kesana? SUDAH KU KATAKAN JANGAN BERHUBUNGAN DENGANNYA !! KYAAAA!!! ‘ Yaegi memukul tubuh Kris bertubi-tubi.

‘Yaegi~a, ierojimalgu.. arayo, ini salah ku. Ingat bayi kita Yaegi~a..’ Kris berusaha menggenggam tangan Yaegi.

‘Kau lihat? Kau lihat itu? KARENA MU JOON PERGI, DIA MATI. ARO!!’

‘Cho Yaegi.. ‘ Kris tak menyangka Yaegi bisa mencercanya seperti itu.

‘KHA ! KHA !! KOJIKARAGU  (enyahlah kau)!!’ Yaegi menolak tubuh Kris agar menjauh darinya.

‘Cho Yaegi dengarkan ak~’

‘SEGERA URUS PERCERAIAN KIT~’

‘ARASSEO !!! KITA BERCERAI !! KAU PUAS !!’ Kris tak bisa lagi menahan emosinya, ia keluar dari ruangan tersebut dengan amarah yang memuncak.

‘HIKS.. HHHH..HIKS..’

‘JOON.. CHO WOO JOON !! HUUUAAA HIKS ..’Yaegi mengerang frustasi, ia masih sangat terpukul dengan kepergian Woo Joon.

Hingga akhirnya Suho kembali memasuki kamarnya ..

Suho perlahan berjalan mendekat ..

‘Yaegi~ssi …’ Suho membawa sebuah kotak besar.

‘Mwoeyo?’ Yaegi bertanya disela-sela tangisnya.

‘Keluarga Joon ada sebagian yang sudah tiba, dan ini katanya dari Appa angkatnya.. dia bilang marganya Jung .. ’ Suho menaruh  kotal bermotif boneka salju itu dihadapan Yaegi, tepatnya dia atas tempat tidurnya.

Yaegi mulai membuka perlahan …

Ada banyak benda yang disematkan pita didalam sana, ya sejenis hadiah ulang tahun…

Yaegi melihat isi dalam kotak besar tersebut, dan menemukan sebuah buku ..

“ Hadiah payung untuk ulang tahun gadis hujan yang kedelapan tahun. Huffh .. tapi sayang, aku tidak lagi bisa bertemu dengannya.”

Sungai kecil kembali terbentuk  dipipi Yaegi, ia membaca baris berikutnya ..

“ Karena dia gadis hujan maka aku akan selalu menghadiahkannya payung disetiap hari ulang tahunnya ^_^”

Cho Yaegi, sebentar lagi sekolah ku selesai.. tunggu aku Haksaeng!’

‘Ternyata tidak mudah untuk mencari mu. bahkan Jung Ahjusii menentang ku untuk kerja diKorea, Gadis Hujan.. tunggulah sebentar lagi T_T”

“Hari ini kau berulang tahun yang ke 19, wooahh .. aku penasaran dengan wajah mu.. apa kau masih meminta ku untuk menikahi mu?”

‘Hiks ..’ Yaegi terisak berat…

“CHO YAEGI, INI AKU ~ sepertinya kau tidak mengenaliku >hari pertama kita didalam bis yang sama<”

“Ternyata itu sungguhan kau … mianhae tidak langsung memberitahumu.. aku tidak ingin kau merasakan sakit dikepala mu itu gadis hujan. Ahjussi Jung memang Appa angkat ku yang terbaik yang pernah aku temukan. Ia mengutus orang untuk mencari tau tentang mu dan mengizinkanku untuk hidup sebagai Cho Woo Joon yang bergelar profesor muda ^_^”

Dan bait yang terakhir …

‘Ini memang terlalu cepat, tapi aku merasa ini memang harus segera disiapkan ..

Cha ~ apa hadiah dariku di ulang tahun mu yang genap 21 tahun ini terkesan konyol? Sepatu bayi berwarna merah muda kekeke

Yaegi~a, jangan menertawan kan ku aro jika kelak kau  menerimanya😀

Setelah bertemu dengan Kris dan ia mengatakan bahwa ia adalah suaminya, aku lebih dulu pulang dari kedai itu .. untuk mencarikan mu kado dihari ulang tahun mu.

Aku menemukan sepasang sepatu malaikat kecil yang lucu. Kau sedang mengandung bukan? Chukkae ~  prokk proook  ^o^

Aku sangatlah kecewa, tapi aku juga orang yang pertama kali tersenyum untuk kebahagianmu.

Aku berjanji, dihari ulang tahun mu nanti, aku akan mengatakan bahwa akulah ‘Joonie’ mu. aih tapi apa kau tidak akan sakit? Yaegi~a, siapapun yang akan memberikan hadiah hadiah ini, yang kau harus ingat adalah pemberinya. C H O W O O  J O O N . aro?

Gomapta, berkat marga yang kau berikan untuk ku. Aku bisa tumbuh menjadi namja tampan dan hebat ..

Dan jangan pernah lupa .. JIKA KITA BERPISAH DAN TAK AKAN PERNAH BERTEMU LAGI, MAKA INGATLAH HARI  INI ..

Hari ini yang ku maksud, adalah hari dimana kita bersama dan saling berjanji untuk saling mengingat satu sama lain. Hari yang ku maksud adalah hari dimana kau tersenyum padaku, bukan tangis yang kau perlihatkan.

Sepatu rajut itu, ku berikan untuk ponakan ku tersayang.. aku berharap dia seorang yeoja, agar bisa ku nikahkan dengan putraku kelak jika aku menikah😀

CHO YAEGI …. CHO WOO JOON ‘

‘Hiks.. Woo Joon~a ..’ air mata Yaegi tak dapat terbendung .. ia menangis sejadi-jadinya, perasaan ini seperti perasaan ketika ia menyadari bahwa Appa dan Ommanya pergi ..

‘Yaegi~ssi uljima ..’ Suho mengusap punggungnya pelan.

‘Huaaa..’ Yaegi jatuh kedalam pelukan Suho, ia memeluk erat tubuh Suho.

‘Sssttt.. tenanglah ..’ Suho ikut berkaca-kaca.

‘Wae? Suho~ssi waeyo? Kenapa mereka yang pernah bahkan yang aku cintai saat ini , selalu menjadi penyebab kematian orang – orang yang aku cintai? Hiks ..’

Suho paham apa yang dimaksud oleh Yaegi .. jika dulu karena Appa dan Omma Kyuhyun orang tuanya tewas, kini akibat keteledoran Kris yang bertemu Hwang Jira.. Joon pergi.

‘Anyi. Kau tidak boleh berbicara seperti itu. Kita semua pasti mati Yaegi~ssi ..’ Suho mengusap rambut Yaegi pelan.

‘Hiks ..’ Yaegi melepaskan pelukannya, ia teringat akan sepatu rajut merah muda yang dikatakan oleh Joon.

Yaegi meraba-raba isi kotak itu dan menemukannya ..

‘Sepatu ini ..’

‘kenapa sepatu ini Yaegi~ssi?’ Suho mendadak bingung.

‘Aku pernah melihatnya disalah satu toko di Myeongdong. Aku pernah memegangnya.. ne, Suho~ssi. Benar, sepatu ini aku pernah melihatnya sebelum aku dinyatakan hamil .. ‘ Yaegi sangat mengingat rupa sepatu bayi itu. ( Di Chap 1 Series ghopjeongmalgu. Masih ingatkan chingu?)

‘Eum, Joon memilki selera yang sama dengan mu ‘ Suho mengiyakan.

‘Suho~ssi, Kris. Kris dimana?’ Yaegi kini teringat kembali akan Appa dari bayinya.

‘Kulihat tadi dia mengarah ke pint~’ belum habis Suho berbicara.

Yaegi dengan spontan mencabut selang infusnya dan berlari keluar ruangan … dan sepatu rajut itu dibawa olehnya ..

‘YAEGI~ssi ..’ Suho tak dapat mencegahnya.

Yaegi terus berlari  .. ia tau dimana Kris berada .. ya.. Kris pasti berada ditempat tadi dia dan Joon bersama didetik detik  terakhir  Joon ..

‘Hosh hosh ..’ Yaego terengah-engah. Itu tidak sia sia ..

Kris benar-benar berada disana .. ia terduduk dibangku dan menghadap  matahari yang perlahan terbit ..

‘Kris~a..’ Yaegi perlahan mendekat.

Kris menoleh kebelakang .. ia sontak berdiri ..

Tanpa menunggu lagi, Yaegi langsung berhamburan ke pelukan Kris.

‘Mi mi mianhae.. jebal jangan ceraikan aku Kris~a, jeongmal mianhae ..’ air matanya sangat terkuras, matanya sudah membentuk garisan tipis saat ini karena sangatlah sembab.

‘Hmm. Arasseo. ‘ Kris mengerti bahwa tadi Yaegi sedang dirundung kekalutan.

‘Kris~a.. saranghae. Aku sangan mencintaimu.. Hiks ..’

‘Na do. Uljimarayo Yaegi~a ..’ Kris ikut bergetar.. perasaannya seolah bisa merasakan apa yang Yaegi rasakan saat ini.

‘Ah Kris~a ige ..’ Yaegi melepaskan pelukannya dan menunjukkan benda mungil itu ..

‘Ige Mwoji?’ Kris tidak mengerti.

‘Ini hadiah  yang Joon  berikan untuk ultah ku yang ke 21. Kyeowo cho?’ Yaegi membuka bungkusan itu.

‘Eo, kyeowo .. ‘ Kris memegang benda mungil itu.

‘Semoga dia yeoja Kris~a.. ‘

‘Eo, aku akan meyukai keduanya ..’ Kris mengusap sayang kepala istrinya itu.

‘Jika dia namja maka  Yaegi’s Prince.. ‘ Yaegi kembali tersenyum.

‘Eum, dan jika yeoja .. They are my Queen ..’ Kris merengkuh tubuh Yaegi kembali kepelukannya ..

‘Mwo? Mereka? Maksudmu?’ Yaegi mengerutkan alisnya.

‘Tadi aku bertemu langsung dengan dokter yang menanganimu. Sepertinya kita mempunyai dua malaikat kecil Yaegi~a’

‘Jinjja?’ Yaegi menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kris, ia mulai merasa tenang kini .. Joon adalah sahabat terbaiknya ..

 ‘Akh~’ tiba-tiba Yaegi meringis pelan ..

‘Omo kau kenapa?’

‘Apho ..’ Yaegi memegang perutnya.

‘Sudah ku katakan berapa kali, jangan berlari-lari. Kau nyaris keguguran ..’ Kris merasa sangat  khawatir.

‘Mianhae.. kau kenapa memarahiku? Jika aku tidak kesana kau mungkin sudah~’

‘Anya. With you only. Kajja ‘Kris mengedipkan matanya dan menggenggam tangan Yaegi untuk masuk kedalam.

‘Gendong aku’ Yaegi mengerucutkan bibirnya.

‘Arasseo .. ‘

Yaegi memandang langit yang mulai diterangi oleh mentari ..

‘Yaegi~a, ketika hujan turun .. maka aku akan berada disana ..’ seolah terpancar jelas wajah Joon dilangit nan biru ..

‘Joonie~a.. kala hujan turun kau satu-satunya orang pertama yang ku ingat, anyo bahkan selalu. Cho Woo Joon annyeong ..~’

END

Aigo … menurut kalian begimana ini? Kalian puas? Aegy bang naga kagak jadi author renggut *plaaaak dilempar popok ama Ace -_-

Yiiihhiiiyy Adek Ace asem2 nya yeoja tu kayaknya😀

Buat semua dongsaeng, eonni, dan semmmmuaaaaaaaaaa reader setia YaeKris, neomu neomu neomu kamsaeyo ..

Semoga kita cepat bertemu dinext series yang pastinya, ngocol bareng EXO dan Ace Wu😀

Pai pai .. see u soon ^^

NOTE :: Jika ada kesalahan dalam penulisan romaji BAKOR ataupun artinya, kita sama sama koreksi ya Chingu. Author ngambil sumber dari media visual (Nonton Drakor, dengar lagu,nonton Pit A Pat Korean diKBS World , test listening, dan baca lirik lagu), dan juga dari internet. Dalam Bakor juga ada banmal (bahasa informal). Contoh :  banmal aku (na, naega, naneun),  formal saya (jo,jaega, joneun)

*Pit A Pat sebuah acara tentang pengucapan serta penulisan Bakor (romaji).

Jadi kita sama sama belajar disini, Bakor itu jika kita uda tau dasarnya, maka uda mudah buat ngebolak balik kata, kayak belajar english juga, walaupun grammar agak berantakan tapi kalo kita ke Korea mereka cukup ngerti kok apa yang kita ucapkan ^_^

Dalam Bakor = S. O. P (e.g :  aku  kamu  suka = na neoreul chuayo = aku suka sama kamu)

Eiits tapi harus belajar juga grammar yang benernya, biar lebih bagus . #Deep bow buat Readerdeul semua ^o^

115 thoughts on “R.E.V.E.N.G.E Chapter 6 END

  1. Iihhhhh kenapa sih jira menyebalkan–” rasanya pen turun tangan sendiri buat nabok .-. Kasihan kan yaeris…
    Woaahhhh anaknya kembar? Hahaha pasti lucuuu :3 dan kyuhyun evilnyaaaa xD

  2. Hahhhhhh
    akhirnya bisa bernapas lega
    jira’a udah ketangkep n youngmin jg udah d lengserkan
    hmmm
    pastinya yae n kris ttp bersama uri aegy…

  3. huwaa…kasian joonie chingu malah meninggal gara2 jira pabo jahat itu….huwaaa..menyayat hati eoh……ijin baca chapt slnjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s