Don’t Lie, Get Love,& Be My Last Chapter 3

Gambar

Title  :: Don’t Lie, Get Love,& Be My Last  Chapter 3 (1 2 )

Script Writer  :: Muriza  (Follow > @Queen_yiFan93)

All Cast ::

*  Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

*  Cho Yaegi (OC > Kris’s Wife)

*  Kim Nana (OC)

* Park Soo Rim (OC)

* Cho Kyuhyun (SJ)

* EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin) 

*  EXO’s Real Manager (Im Seunghwan Jaehyuk Yongmin Minwook Yongjun)

CAMEO       ::  BB/GB  (you will  find in the FF)

Genre          ::  Romance, Comedy, Family,Friendship,Kris Marriage Life

Rating                   ::  PG 16

Length         ::  Chaptered

Disclaimer   ::  Typo Bertebaran ! This FF originally born from my absolute brain~ No Plagiat, Don’t plagiat, Don’t take it without my permission and don’t  do something same as like plagiat !!

I love my reader , I Love my Kris too *plaaaak😀

Read,Comment,Like .. jadikan itu budaya ya ~ Don’t be silent reader. oKAI 😀

Personal  Blog            : EXO & Prince WuFan

Fan Page Facebook      : Fan Fiction Exo Kris

_***_

Pagi menjelang, burung-burung terdengar berkicauan dan hinggap kesana kemari dari satu pohon bonsai ke pohon yang lain. Begitulah suasana pagi yang asri di kediaman  apartement Yaegi. Meski terlihat semi minimalis dari designnya tetapi banyak keindahan yang disajikan oleh PongPyu untuk setiap pemiliknya.

‘Soorim~a.. Park Soorim ireonasseo (bangunlah)’ Yaegi membangunkan sahabatnya yang masih terlelap.

‘Eungg.. Sudah jam berapa Yaegi~a?’ Soorim menggosok-gosok matanya sembari bangun dari tidurnya.

‘Pukul 7. Kau tidak bekerja? Ini handuk mu, segeralah mandi. Suho sebentar lagi akan kemari.’

‘Mwo?’ Soorim seolah tidak percaya apa yang ia dengar.

‘Suho. Kim Joon Myun namja chingu mu. Apa kau hanya mengingat nama Cho Kyuhyun saja eoh?’ DEG ! kalimat Yaegi membuat mata Soorim terbuka sempurna. Ia memang seorang Sparkyu, bahkan dari sebelum Yaegi dan Kyuhyun berpacaran. Dan ketika mendengar mereka berpacaran, Soorim sangat bahagia dan melompat kegirangan.

Soorim buru-buru mengecek ponselnya dan .. kali ini ia tahu apa maksud dari perkataan Yaegi.

Kini ia kembali menatap Yaegi perlahan setelah ia mengecek ponselnya.

‘Yaegi~a..’

Yaegi tak bergeming, ia justru melihat kesisi kamar yang lain.

‘Yaegi~a, aku..’

‘Kau sudah dewasa Soorim~a, aku tidak akan ikut campur.’ Yaegi hendak melangkah pergi tetapi dengan sigap tangan Soorim merengkuhnya, Soorim memeluk lengan Yaegi lekat-lekat.

‘Yaegi~a jebalyo jebal.. Suho tidak boleh tau tentang hal ini, aku.. aku tidak ada hubungan apapun dengan Cho Kyuhyun, dia hanya sebatas teman..’ Soorim terus memohon pada Yaegi agar mau mendengarkannya.

‘Sudah ku katakan, aku tidak akan ikut campur. Jadi kau tidak perlu khawatir, pergilah mandi.’ Yaegi masih bersikap dingin, disatu sisi ia kecewa karena Soorim dan Suho sama-sama hal penting baginya.

‘Ah Yaegi~a aku belum sele~’

‘Park Soo  Rim !’ emosi Yaegi tiba-tiba memuncak. Ia lalu benar-benar melangkah keluar kamar  tetapi perkataan Soorim menghentikannya..

‘Mereka menyukai ku karena mu. apa itu adil eoh?’

Yaegi berbalik ..’Mwo?’

‘Suho~ga, Cho Kyuhyun~ga.. menyukaiku karena aku mirip dengan mu, mereka tidak menyukai ku karena diriku sendiri ARO !’ emosi Soorim kini memuncak, suaranya bergetar.

‘Park Soo Rim..’ Yaegi seakan mengerti apa yang Soorim rasakan.

‘Hiks..’

Tetapi Yaegi mencoba menahan dirinya, ia kembali bersikap tak acuh.

‘Kau sudah dewasa, kau harus bisa menentukan pilihan mu.’

‘Aku mencintai Suho, tapi aku juga tidak tau apa perasaan ku terhadap Kyuhyun sama seperti itu. Aku takut jika mengatakan pada Kyuhyun bahwa aku lebih dulu bersama Suho. Hiks..’ Soorim mencoba menahan air matanya yang tumpah.

‘Jika kau meninggalkan yang terbaik, maka kau tidak akan menemukan yang lebih baik darinya.’ Yaegi kini benar-benar melangkah pergi, dan tinggalah Soorim dengan sejuta kekalutan didalam dirinya.

Jauh didalam lubuk hati Yaegi, ia masih teringat akan ucapan Soorim yang mengatakan bahwa Suho dan Kyuhyun menyukainya karena dirinya.

‘Jeongmal hyega andwae (aku sama sekali tidak mengerti). Tapi bagaimana bisa Soorim berkenalan dengan Kyuhyun?’ Yaegi berbicara sendiri dibalik pintu kamar.

‘Eoh matta ~ Kyuhyun pasti pernah ke Busan membawa Kyubin dan bertemu Soorim.’ Yaegi kini mengetahui asal muasal cinta itu bersemi.

Disatu sisi juga, ada rasa syukur dibenaknya. Kyuhyun telah menemukan penggantinya. Meskipun Kyuhyun berulang kali mencoba menyakiti dan membuat dirinya dan Kris terpisah tetapi ia tidak bisa membenci sosok itu.

‘Kasihan Soorim, tapi Suho.. Ahhh ! Jinjja !’ Yaegi menjambak pelan rambutnya frustasi. Ia merasa serba salah saat ini.

TING TONG TING TONG ~

Yaegi masih berdiri terpaku. TING TONG ~ TING TONG~

‘Eoh ne chamkamman’ setelah bell yang kesekian kali ia baru menyadari bahwa ada orang yang datang.

CEKLEK~

‘Kenapa lama sekali?’ Cho Seunghwan yang tidak lain dan tidak bukan adalah paman kandungnya sekaligus adik semata wayang dari Appa Yaegi kini berdiri dengan pose layaknya seorang model didepan pintu apartement.

‘Mian. Bussiirisseochi ? (ada apa)’ Yaegi mulai bergidik ngeri.

‘Bagaimana cucu ku eoh? Ku dengar dari suami mu, anak mu kembar. Aigo..’ Seunghwan mengacak-ngacak rambut Yaegi.

‘Aih Samchon waedaeyo !’ Yaegi tak suka dengan perlakuan Seunghwan.

‘Cih kau ini, ara ara.. kau sudah dewasa sekarang, dan akan menjadi Omma. Tapi jika mereka lahir jangan pernah merepotkan ku aro?’ Seunghwan mencibir Yaegi.

‘Eo tentu saja. Aku menyanyangi anak ku.’

‘Apa maskud mu?’ Seunghwan mulai sesungutan.

‘Samchon, Kris mana?’ Yaegi justru celingukan melihat arah luar.

‘Mereka sudah berangkat untuk rehearsal, aku tidak mengijinkannya kemari karena pasti akan lama.’ Seunghwan masih bersandar pada tiang pintu.

‘Lalu kau buat apa kemari?’ Yaegi tak kalah sewot.

‘Aish bocah busuk! Aku hanya ingin melihat keadaan ponakan yang cantik ini. Apa itu salah hmmmmm?’ Seunghwan mencubit pipi Yaegi dengan sekeras-kerasnya.

‘SAMCHON ! ‘ Yaegi menepis kasar tangan Seunghwan.

‘Hahaha. Kau kalah.’ Seunghwan bertingkah seperti bocah -_-

‘Aigo sepertinya seru sekali..’ terliht  Jae yang datang ke arah mereka.

‘Oppa..’

‘Seunghwan~a kajja. Yongjun sudah lama menunggu.’ Jae ternyata menyusul Seunghwan karena mereka tidak punya waktu banyak.

Dalam waktu yang bersamaan..

‘Yaegi~a aku  sudah terlambat, aku ke kantor dulu’ Soorim terlihat sudah rapi dengan pakaian seragamnya. Ia bekerja pada salah satu perusahaan swasta yang berpusat diSeoul saat ini.

‘Eo Ya~ Park Soo Rim..’ Jae tidak mengetahui bahwa ada Soorim disini.

‘Ne Oppa annyeong ..’ Soorim mengucapkan salam pada keduanya.

‘Kau tinggal disini?’ Seunghwan ikut menyapa.

‘Anya. Aku hanya menginap tadi malam, aku ada  menyewa apartement didekat kantorku.’

‘Geurekuna. Eoh Ahjumma kapan kemari? Aku belum sempat pulang ke Busan.’ Jae teringat akan janjinya tempo hari yang akan menjemput mereka untuk pergi ke Seoul.

‘Minggu depan. Di Busan sedang ada acara dirumah Ra Mi Ahjumma, mungkin Hasun Ahjumma sedang disana.’ Soorim menjelaskan.

‘Eoh geure. Ah ne kau berangkat dengan apa? Ayo sekalian saja’ Jae menawarkan.

‘Ah Oppa tidak usah, aku bisa naik bis. Arah kita  pasti berlawanan.’ Soorim tau bahwa mereka menuju Dream Concert.

‘OK. Berhati-hatilah.’ Jae mangangguk.

‘Yaegi~a, aku pamit dulu. Nanti jika tidak ada lembur aku akan kemari lagi. jika butuh sesuatu telfon aku eo?’ Soorim mengecup kedua pipi Yaegi dan memeluknya sesaat. Mereka memang akan selalu seperti itu jika hendak berpisah.

Meskipun tadi terjadi sedikit peramg dingin diantara keduanya, tetapi Soorim dan Yaegi bersikap seperti baik-baik saja.

‘Ne. Kau berhati-hatilah. Geurigo mianhae ~’ Yaegi sempat meminta maaf atas sikapnya tadi.

‘Anya aegy ~a. Guere, na khaba (aku pergi). Anyyeong ~’ Soorim keluar dari apartement dan menghilang dibali pintu lift.

Jae dan Seunghwan melihat hingga Soorim benar-benar sudah masuk dan turun kebawah dengan lift.

Mereka berdua seperti sudah mengetahui sesuatu.

‘Suho berpacaran dengannya?’ Seunghwan setengah berbisik.

‘Ne.’ Yaegi mengangguk.

‘Tapi bukankah dia selama ini berkencan dengan Kyuhyun? Bahkan Ahjumma bilang pada ku Ahra pernah meceritakan pada Ahjumma bahwa kini Kyuhyun sudah dapat pengganti mu.’ Jae menyambung.

‘Mwo? Eonje (kapan)?’ Yaegi tidak tau menau hingga sejauh itu.

‘Kyubin dan Ahra sering ke Busan. Tapi Kyuhyun juga terlihat sering kesana ketika Soorim masih bekerja di Incheon. Aih kau ini payah sekali, bagaimana bisa tidak tau?’ Jae menolak kening Yaegi dengan telunjuknya.

Mereka seperti 3 bersaudara yang gemar bergosip -_-

‘Ah Oppa!’  Yaegi sedikit terhentak kepalanya.

‘Apa Suho bertepuk sebelah tangan? Aigo kasihan sekali bocah itu.’ Seunghwan berpikir sejenak.

‘Eoh Samchon, Oppa.. apapun itu, kalian tidak usah mengatakan apapun pada Suho. Kalian janji? Biar ini menjadi urusan mereka. OK?’ mereka saling mendekatkan diri masing-masing.

‘Tapi jika itu bisa merusak konsentrasi Suho akan karirnya, itu  jelas tidak bisa.’ Jae membantah.

‘Ara. Tapi sejauh ini, lebih baik diam saja. Aro?’ Yaegi memberikan kelingkingnya.

‘Aku bukan anak kecil.’ Seunghwan lagi-lagi mencibir Yaegi.

‘Eeyyhh yasudah. Jae Oppa hmm?’ Yaegi menatap sinis pada Seunghwan dan beralih tersenyum pada Jae seraya menyodorkan kelingkingnya.

‘Arasseo.’ Jae menautkan kelingkingnya.

‘Cukup suami mu saja yang melanggar kontrak kerja.’ Seunghwan menyebut tentang Kris.

‘Aih Samchon, itu yang ingin aku tanyakan. Bagaimana jika SM tau aku dan Kris menikah?’

‘Soo Man sudah mengetahuinya.’ Seunghwan menjawab santai.

‘Mwo?’ Yaegi terlihat panik.

‘Kau punya kendali akan SM Yaegi~a, kau tidak perlu khawatir.’ Jae manmbahkan.

‘Aih tapi bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak mau ikut campur terhadap saham itu?’ Yaegi mulai protes.

‘Nama CEO sementara diganti dengan nama mu, sebelum Soo Man mencari penggantinya. Tetapi memang seharusnya itu kau yang menjdai CEO SM karena Appa mu tidak ada.’ Jae lagi-lagi menambahkan.

‘Aku tidak mengerti. ‘ Yaegi melengos.

‘Kau jangan sekali-kali menampakkan dirimu sebagai Cho Yaegi jika kau nanti akan ke SM. Sekarang dikalangan Trainee dan member SM nama mu sedak marak-maraknya.’ Seunghwan mengingatkan.

‘Lagipula bagaimana aku bisa kesana dengan kondisiku yang sekarang?’ Yaegi mendadak sewot.

‘Omo sudah berapa bulan?’ Seunghwan baru menyadarinya -_-

‘Tujuh. ‘ Yaegi sukses dibuat cengo oleh Seunghwan.

‘Aigo 2 bulan lagi. Ah ne, Soo Man ingin sekali bertemu dengan mu, nanti setelah persalinan mu selesai,pergilah menemuinya.’ Jae kembali menyarankan.

‘Kalian kenapa terlihat jadi membelanya?’ Yaegi menatapa Oppa dan Samchonnya bergantian.

‘Eyyyhh kau tidak tau? Kami manager special dikantor saat ini.’ Jae merangkul Seunghwan dengan bangga.

‘Ini semua berkat keponakan ku yang cantik ini. Aih tapi kau tidak perlu menceritakan hal ini pada siapapun, bahkan pada Soorim pun tidak usah. Aro?’ Seunghwan mencubit pipi Yaegi untuk kesekian kalinya.

‘Samchon. Jira, kau mendengar kabar tentangnya?’

Pertanyaan Yaegi membuat Jae dan Seunghwan saling bertatapan.

‘Kau tidak usah memikirkan hal itu. Kau fokuslah pada kandungan mu. setelah persalinan mu selesai kita lanjutkan yang kemarin tertunda.’ Jae mengelak dari pertanyaan Yaegi.

‘Eoh masalah rumah kita yang akan dilelang oleh perusahaan perancis. ‘

‘Kenapa dilelang?’ Yaegi mengerutka alisnya.

‘Kau tidak mau ditempatinya, Tuan Hwang menyarankan untuk dilelang saja. lalu uangnya bisa diberikan pada panti Asuhan dan separuhnya lagi terserah pada mu.’ tak terasa mereka sudah memakan waktu lama berbicara didepan pintu apartement.

Drttt Drttt ..

‘Eoh Yongjun sudah menelfon. Jae~a kajja’ ponsel Seunghwan mendapat panggilan dari anggota manager lain yang sudah lama menunggu dibawah.

‘Geurom. Kami pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik ne? Suami mu akan pulang malam.’ Jae mengusap kepala Yaegi, dan mereka berlalu.

Yaegi kembali menutup pintu apartement dan kembali terngiang-ngiang akan apa yang dikatakan oleh Jae dan Seunghwan barusan.

Saham SM, Soo Man yang sudah mengetahui pernikahannya, rumah yang akan dilelang dan tentang hubungan Kyuhyun dan Soorim yang ternyata benar adanya.

Jae dan Seunghwan tidak akan berbohong hanya untuk hal konyol, jadi tidak akan ada alasan untuk Yaegi tidak mempercayai keduanya.

‘Ssshh, ada ada saja mereka. Sssh, aih .. Aegy~a kau jangan terus bergerak. Omma sendirian dirumah, aro ? kasihanilah Omma anak manis’ Yaegi kembali merasakan sedikit nyeri akibat kontraksi yang diberikan  oleh kedua malaikat kecilnya itu.

Terdengar ponselnya berdering dari dalam kamar, ia bergegas mengambilnya..

Dan ternyata sebuah video call dan terlihat nomor luar negeri.

‘Siapa? Ah Ibu.’ FLIP~ Yaegi segera mengangkatnya dan terlihat jelas kini sosok mertua tercinta. Ya, yang menghubunginya adalah wanita yang melahirkan namja yang kini menjadi suaminya, Ibunya Kris.

(anggap aja mereka ngemengnya bahasa Inggris yak :D)

‘Yaegi~a..’ terlihat Ibu Kris melambaikna tangannya dari layar ponsel android milik Yaegi.

‘Ibu.. Aku sangat merindukan Ibu’ Yaegi tak tau harus bagaimana cara menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini, ia justru hanya bisa terduduk diatas kasur dengan ponsel yang ia arahkan sedikit ke depannya agar dapat melihat wajah mertuanya dengan jelas.

‘Benarkah? Tapi tidak satupun ada telfon ataupun pesan masuk dari mu. ‘ Ibu Kris berpura-pura memasang wajah kecewa.

‘Ibu. Aku sungguhan, aku tidak berbohong.’ Yaegi berkata dengan nadanya yang manja.

‘Iya, Ibu mengerti. Bagaimana kandungan mu nak? Kalian baik-baik saja? Kris juga tidak pernah lagi menghubungi ku. ‘

‘Iya, kami baik-baik saja. Kris sedang sangat sibuk karena comebacknya. Ibu apa kau baik-baik saja?’  Yaegi balik bertanya.

‘Kau lihat? Apa Ibu semakin cantik?’ terlihat Ibu sedang mengibaskan rambutnya layaknya iklan shampoo.

‘Eum tentu saja. Ibu yang paling cantik.’ Yaegi mengacungkan jempolnya.

‘Benarkah? Tetapi kenapa putraku menikahi mu? bukan aku?’ Ibu Kris kembali membuat leluconnya.

‘Aah Ibu.’ Yaegi merengek pelan.

‘Cucuku kembar. Benarkah?’

‘Ibu tau darimana?’ Yaegi sedikit bertanya-tanya, karena hampir beberapa bulan ini ia tidak pernah menghubungi mertuanya.

‘Dokter Kim. Dokter Kim yang menangani mu. Ibu sering berkirim  email dengannya. ‘ Ibu Kris pernah sekali menemani Yaegi untuk mengecek kehamilannya dan bertemu dokter Kim.

‘Eoh, aku juga baru saja tau beberapa hari yang lalu.’ Yaegi akhirnya mengaku.

‘Itu bagus. Ibu senang sekali mendengarnya. Kalian sudah mempersiapkan apa saja?’

‘Eeuung? Belum’ Yaegi melihat seisi kamarnya sekilas.

‘Bagaiaman bisa? Kau sebentar lagi akan melahirkan, ah iya baby box nya sudah ku kirimkan yang baru,yang khusus untuk 2 orang dan kereta bayi nya juga.’

‘Ibu kenapa harus repot seperti  itu? Ibu tenang saja, aku dan Kris akan segera mengurusnya.’ Yaegi merasa tidak enak.

‘Putraku tidak akan punya waktu untuk itu. Kau juga tidak boleh menyiapkannya sendirian. Dan sekarang waktunya memilih..’ seketika yang tadinya Ibu Kris terlihat  duduk membelakangi sebuah tembok putih, kini berubah menjadi seperti disebuah  toko.

‘Ibu. Ibu sedang berada dimana?’ Yaegi baru menyadarinya.

‘Ini pusat perbelanjaan bayi terlengkap diKanada. Kau mau mulai dari mana?’ kini terlihat Ibu membelakangi sejenis wallpaper, bisa jadi design untuk kamar bayi.

‘Itu apa?’ Yaegi masih terlihat bingung.

‘Baiklah. Kalau begitu, kita mulai dari sini saja ..’ kini Ibu Kris terlihat dikelilingi dengan aneka popok dan perlengkapan pakaian dalam bayi.

‘Sayang. Kau mau motif yang mana?’ Ibu Kris mengarahkan kamera ke jajaran aneka barang tersebut.

Yaegi tersenyum , hatinya sangat senang saat ini. Ia seperti mimpi saja bisa memiliki mertua yang begitu  perhatian  padanya.

‘Sayang.’

‘Neee? Ah iya Ibu ..’ lamunan Yaegi terbuyar.

‘Ibu itu, yang itu saja.’

‘Ini?’

‘Iya.’

‘Lalu ini?’

‘Bukan, itu yang biru ~’

Kini Yaegi benar-benar terbawa oleh suasana, mereka seperti berbelanja bersama ditempat yang sama tanpa perantara.

Sementara  itu diwaktu bersamaan …

‘Kau kenapa diam saja?’ namja yang sedang mengemudikan mobilnya, mengusap hangat pipi yeoja disampingnya.

‘Ne? Eoh anya..’ yeoja itu terlonjak kaget.

‘Kau sudah sarapan?’ Namja itu tersenyum sumringah.

‘Eo sudah.’

‘Soo~a, nanti malam kita makan malam dirumahku. Aku akan mengenalkan mu pada keluarga ku. Ah ne, Appa dan Omma mu kapan aku bisa bertemu dengan mereka?’

DEG ! darah Soorim kembali berdesir, ia kembali merasakan dilema yang berkelanjutan.

‘Kyu..’

‘Hmm waeyo?’ Namja itu Cho Kyuhyun.

‘Kau.. kk kau serius dengan semua ini?’ Soorim bertanya ragu. Kini mereka sednag dalam perjalanan menuju kantor Soorim.

‘Kenapa? apa aku belum membuat mu yakin? Hmm, buat kata-kataku tempo hari aku sungguh tidak bermaksud demikian.’ Kyuhyun masih fokus menyetir.

‘Anya. Aku sungguh tidak mempermasalahkan hal itu. Yaegi memang lebih sempurna dari ku.’

‘Soo~a..’  Kyuhyun merasa tidak suka dengan kalimat yang Soorim lontarkan barusan. Itu memang salahnya, ia pernah mengatakan pada Soorim bahwa ia akan mencari sosok Yeoja yang terlihat mirip dengan Yaegi.

‘Anya. Nan jinjja gwenchasseo (aku sungguh tidak apa apa)’ Soorim tersenyum miris.

‘Cincin nya akan segera ku pesan. Mian tidak meminta pendapatmu. Tapi ku yakin kau akan suka.’ Kyuhyun kembali tersenyum dan memegang tangan Soorim dengan tangan kirinya yang bebas dari stir.

Soorim hanya bisa mengangguk pasrah dan matanya menerawang keluar kaca jendela mobil.

#FLASHBACK

‘Soo~a.. kau sedang apa?’ terdengar suara hangat nan lembut menyapa telinga Soorim yang baru saja pulang dari tempat kerjanya. Suho melefonnya.

‘Aku baru saja pulang Myunnie.’

Mianhae, aku tidak bisa menjemputmu. Aku tidak punya alasan untuk itu.’ Suho kedengarannya merasa bersalah pada Soorim.

‘Anya, gwenchana. Aku sudah terbiasa pulang dengan bis. Ah ne, lusa aku sudah pindah ke Seoul.’

‘Jinjja? Syukurlah.’

‘Euung? Kenapa ?’ Soorim tak mengerti.

Dengan begitu aku bisa lebih dekat dengan kekasih ku. Park Soo Rim’ sepertinya Suho sedang tersenyum lebar saat itu.

‘Ne. Uri Myunnie..’ Soorim ikut tersenyum.

‘Soo~a.. apa kau tidak akan jenuh dengan hubungan kita? Biarkan aku mengatakan ini pada keluarga dan memberdeul. Mereka pasti senang’

‘Anya Myunnie, ini terlalu cepat. Tunggulah sebentar lagi..’

‘Eum, arasseo’

‘Myunnie ..’ Soorim memanggil nama Suho dengan Myunnie,karena menurutnya itu terdengar lucu.

‘Ne, waeyo?’

‘Apa kita akan menikah?’ Suara Soorim terdengar ragu untuk mengatakan hal itu.

Bersabarlah untuk itu. Meski itu mungkin, tapi aku belum bisa bertindak seperti Kris Hyung. Tetapi aku sungguh menyayangi mu Soo~a.. kajimara (jangan pernah meninggalkan ku)’

Pipi Soorim langsung bersemburat merah ketika mendengar kalimat itu.

‘Ne Myunnie. Aku tidak akan pernah melakukannya. Kau berjanjilah untuk tidak melihat yeoja yang ada disekitar mu, meski mereka lebih cantik dari ku.’

Ara.  aku berjanji, anyi aku bersumpah. Saranghae ~’

BLUSH ~ lagi-lagi pipi Soorim bersemu merah.

‘Kau istirahatlah. Jangan terlalu lelah, jika minggu ini aku diberikan libur. Aku akan meminjam mobil Appa, dan kita akan pergi bersama eo?’

‘Ne Myunnie. Myunnie nado saranghae..’

‘Ne, annyeong. Nanti malam ku telfon lagi. sepertinya mereka sudah bangun dari tidur siang. Park Soo Rim annyeong~’

‘Ne Myunnie annyeong ~’ Bip

Rasa yang semula hanya bermodalkan ketulusan, tiba-tiba berbuah kembimbangan karena sosok yang selama ini menjadi idolanya, datang tanpa ia meminta dan perlahan membuat hatinya terbagi.

#FLASHBACKEND

‘Soo~a , Soo~a..’ Kyuhyun menyentuh pundak Soorim berulang kali.

Tetapi tak ada jawaban ~

‘Soo~a, Soo~a..’

‘Ah ye ! wae Kyu?’ Soorim terhentak, ia benar-benar larut dalam kalbunya.

‘Kita sudah sampai. Kau tidak bekerja?’ Kyuhyun menunjuk kantor Soorim yang sudah ada dihadapan mereka.

‘Ah ne. Gomawo. Aku pergi du~’

CHUP ~ sebuh kecupan hangat mendarat dikening Soorim..

Tubuh Soorim seketika membeku, matanya hanya dapat berkedip, oksigennya mulai habis ~

‘Aku tidak ingin kita terus seperti ini. Kita harus segera menikah. Kau mengerti?’ Kyuhyun berbisik seduktif  tepat ditelinga yeoja itu.

GLUP ~ Soorim benar-benar susah untuk menelan salivanya saat ini.

“N N Ne Kyu..’ Ia mengangguk pasrah dan secepatnya turun dari dalam mobil.

Tit … Kyuhyun mengklakson tanda ia akan berlalu.

Soorim melambaikan tangannya sesaat lalu ia berbalik, airmatanya mengucur pelan.. hatinya terasa sangat pedih saat ini ..

****

_Waiting Room Dream Concert –EXO_

‘Wooahh tadi itu menegangkan sekali..’

‘Eoh kau benar. Aigo rambutku ..’ Chanyeol tampak merapikan rambutnya didepan cermin.

EXOdeul baru saja selesai perform dengan lagu andalan mereka History dan Mama. Mereka dapat urutan ketiga, dan beruntung bisa pulang lebih awal dari pada GB dan BB lainnya.

‘Kai mana permenku tadi?’ Sehun menghampiri Kai yang sedang asik dengan PSP nya.

‘Mana ada padaku. Kau sudah pikun.’ Kai menjawab asal.

‘Aih Kai, cepat. Itu hadiah dari Fans ku.’ Sehun menyentakkan kakinya.

‘Eyyhhh ada apa lagi ini? Kai berikan punya Sehun.’ Baekhyun datang menengahkan.

‘Memberikan apa? Aku sama sekali tidak mengantonginya. ‘ Kai menjawab santai.

‘Dia bohong Hyung ! Suho Hyung liat itu Kamjong !’ Sehun mulai rusuh sendiri -_-

‘Kai berikan.’ Suho bersuara nan halus.

‘Mwoga? (apanya). Sungguh tidak ada’ Kai seperti menahan tawanya.

‘Eoh eoh liat itu dia tertawa. Kamjong ! ‘ Sehun menangkap sinyal buruk dari Kai.

‘Gigi mu nanti busuk..’ Kai mulai terkekeh.

‘Kai, jangan membuatnya menangis lagi. sudah berikan saja’ Tao datang menghampiri dan duduk disebelah Kai.

‘Hmmphh, bocah gigi busuk. Kekeke menggelikan bukan?’ Kai justru mulai tergelak pada Tao.

Tao tak kuasa menahan tawanya, karena gaya Kai berbicara memang sungguh menggelikan.

Mereka akhirnya cekikian bersama.

Sehun mulai meredup.

‘Sehunna. Kemari, nanti aku belikan yang baru eoh? Tadi permennya seperti apa?’ Kris memanggil Sehun dan merangkulnya.

‘Permen lolipop Hyung. Itu hanya ada di Daegu. Itu permen tradisional, aku suka itu.’ Sehun mengerucutkan bibirnya.

‘Eoh nanti pulang  dari sini kita ke Daegu. Sudah duduk disini saja dengan Lay dan yang lain, aku ke Toilet sebentar’

‘Jinjja? Kyyya! Kris Hyung gomawo. Kai wuuueekk :p ’ Sehun berloncat girang dan memeletkan lidahnya ke arah Kai.

‘Cih .. kampungan.’ Kai mencibir dari jauh.

‘Kai, mulut mu perlu ku jahit tidak?’ D.o yang sedang bercermin dengan cermin doraemonnya merasa mulai gerah.

‘Jahit saja. ‘ Kai menantang.

‘Eoh geure, kemari ..’ D.o ternyata benar-benar berjalan ke arah Kai dan Tao lalu dengan cekatan mencubit serta meremas remas bibir Kai.

‘Aihh auuuuwww awww yak D.o Hyung !! yaak !’ Kai kini kelabakan mengelak tangan D.o dari bibirnya.

‘Rasakan ini,eoh rasakan ..’ D.o benar-benar layaknya seperti Ibu tiri sungguhan

-_-

Tao mulai merinding dan berpindah tempat ke tempat Suho Lay Xiumin Chen dan Baekyeol berada.

‘Eeeh? Luhan Ge mana?’ Tao menyadari ada yang kurang satu.

Sehun sedari tadi terus tertawa hingga tak merasa kehilangan Luhannya itu.

‘Eoh diluar.’ Chen memberitahu.

‘Eeh?’ Baekyeol bersamaan.

‘Na na datang menonton Dream concert’ Lay menjawab tenang.

Tak lama kemudian Kris kembali dari toilet dan kini dengan Luhan dibelakangnya.

‘Kris, Suho. Apa aku boleh pulang duluan?’ Luhan masuk menyelonong.

‘Eeehh? Mau kemana?’

‘Nana sudah menungguku dipintu belakang’ Luhan menyengir kuda.

‘Nanti kau dimarahi Hyung.’ Sehun berdiri.

‘Bilang saja aku sakit perut’ Luhan memberikan alasan bodoh.

‘Kasihan sekali tempat ini tidak mempunyai toilet. Apa perlu kita mendatangi kantor presiden untuk berdemo agar dibangun toilet?’ Lay menyindir dengan cara yang amat sangat sopan.

‘Yak YiXing !’ Luhan sesungutan.

‘Lu, nanti saja. sebentar lagi akan pulang.’ Xiumin ikut menyarankan.

‘Tapi Na na sudah menunggu ku.’ Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Duizang. Besok suruhlah istri mu untuk menunggu mu didepan bersama dua anak mu eoh?’ Lay lagi lagi menyindir Luhan.

Kris hanya bisa tertawa renyah mendengar itu.

‘Hyung, suruhlah Nana menungguh sebentar lagi’ Chen angkat bicara.

Sementara itu Suho dengan sendirinya membatin …

‘Apa dia ada menonton ku? Ah dia kan bekerja. Tapi ..’

‘Eorini. Kajja. Kita sudah bisa pulang ‘ tiba tiba suara manager Im menginterupsi.

‘YEEE HYUNG ~’

****

_PUKUL 08 MALAM KST_

‘Yaegi~a.. istri ku kau dimana?’ Kris baru saja pulang dari Dream concert, ia tidak berhenti dulu diDorm melainkan langsung menuju lantai 20.

‘Eoh Kris~a wasseo (kau sudah pulang)’ suara Yaegi seperti dari arah dapur.

‘Yaegi~a kau se~ Ya tuhan Cho Yaegi !!’ Kris terlonjak kaget melihat Yaegi yang sedang menaiki sebuh kursi dan kini sedang mencoba menaiki sebuah sisi kulkas untuk meraih sesuatu diatas lemari dapur.

‘Aih Kris~a jangan ditarik nanti aku jatuh’ Yaegi merasa takut karena Kris memegang kursi yang ia naiki.

‘Aish. Turun sekarang. Kau ini, sudah ku katakan jangan melakukan hal aneh’ Kris mencoba meraih tangan Yaegi.

‘Tunggu ini bukunya sudah dapat ku raba’ Yaegi justru berjinjit dan membuat Kris semakin  merasa ngilu.

‘Cho Yaegi ku mohon turunlah.’ Kris mengerang frustasi.

‘Eoh arasseo. Tapi jangan kau menggoyangnya, aku akan jatuh sungguhan.’ Yaegi turun dengan perasaan was was.

‘Kau mau mengambil apa? Kenapa tidak menunggu ku pulang saja?’ Kris akhirnya bisa bernafas lega setelah Yaegi benar-benar menginjak lantai lagi saat ini.

‘Buku resep masakan. Aku ingin sekali membuat pancake blueberry tapi aku lupa caranya’

‘Kau ini ada ada saja. jika kau jatuh bagaimana? lalu tidak ada yang tahu, bagaimana ? bagaimana eoh?’ Kris berdecak kesal.

‘Eyyyhhh suami ku khawatir eum?’ Yaegi justru membuat banyolan dengan mencubit pipi Kris yang kurus itu.

‘Kau ini..’

‘Kau sudah makan? Ah bagaimana tadi? Mian aku tidak bisa menonton’ Yaegi kini melingkarkan kedua tangannya tepat didepan leher Kris.

‘Chup~ semuanya berjalan lancar. Kau sudah makan?’ Kris mengecup mesra kening istrinya.

‘Eum sudah. Kau sudah belum?’ Yaegi menyandarkan kepalanya didada bidang Kris.

‘Sudah. Managerdeul takkan membiarkan kami kelaparan Nyonya Wu.’ Kris merangkul Yaegi untuk berjalan keluar dapur.

‘Ah ne, tadi aku berbelanja dengan Ibu. Cemisseo (itu menyenangkan)’ Yaegi bercerita dengan antusias.

‘Ehh? Belanja? Dengan Ibu? Ibu ku yang kau maksud?’ Kris masih berpikir sesaat.

‘Eoh, chamkamman ..’ Yaegi berlari kecil ke arah meja TV dan meraih ponselnya.

‘Nyonya Wu, ssshh jangan berlari seperti itu. Astaga kau ini.’ Kris menepuk jidadnya pelan.

‘Mian’ Yaegi menyengir tanpa dosa. Ia mengutak atik ponselnya sesaat lalu memperlihatkannya pada Kris.

‘Euung? Ige mwoya?’ Kris melihat aneka macam gambar perlengkapan bayi.

‘Igeneun, semua perlengkapan untuk Twins Wu.’ Yaegi memberi nama sementara untuk kedua buah hatinya dengan Twins Wu.

‘Ini kau yang memilihnya?’ Kris kini duduk disofa.

‘Eum. Ibu yang menyuruh ku memilih semua ini. Ah ne, Baby box, dekorasi dan kereta bayi sedang dikirim kemari.’

‘Sebentar, ini semua dari Kanada?’ Kris memastikan.

‘Eo. Ibu tadi sedang berada diBaby Center’ Yaegi mengangguk seraya kembali melihat-lihat capture baby stuff yang sudah ia pesan.

Kris mengambil ponselnya dan membuka aplikasi M-Banking melalui koneksi internet.

Yaegi ikut mengintip ..’Habis berapa?’

‘Maksudmu?’ Kris masih menunggu loading servernya.

‘Tadi semula itu semua Ibu yang hendak membayarnya, tapi aku menolak. Lalu aku memberikan nomor kartu kreditmu. Kasihan Ibu, karena itu terlalu banyak’ Yaegi memeluk bantal yang ada didepannya.

Tiba-tiba mata Kris membulat sempurna menatap layar ponselnya ..

‘Cho Cho Yae Yae Gi..’

‘Eumm waeyo?’ Yaegi merespon dengan ekspresi polosnya.

‘Apa semuanya dengan kartu kreditku?’ Kris masih terlihat gugup.

‘Eo. Aku mengatakan pada Ibu semuanya. Baby box, dan semuanya. Waeyo Kris~a?’

‘Astaga kau Nyonya Wu. Kita akan segera jatuh miskin.’ Kris meringsut sempurna.

‘Yee? memangnya kena~’ ucapan Yaegi terpotong setelah ikut melihat apa yang tertera di layar ponsel Kris

‘YOUR CREDIT CARD OVERLIMIT GBP200000’ (Poundsterling)

Keduanya hening sesaat …

‘Kris~a mianhae..’ Yaegi tau ini sangat fatal.

‘Ini gaji ku hampir satu tahun diSM. ‘ wajah Kris tampak pucat.

‘Itu yang ku habiskan atau overlimitnya?’  Yaegi bertanya dengan sangat hati-hati.

‘Yang kau habiskan itu gaji ku selama debut dan tabunganku.’

‘Yang overlimit itu?’

‘Sudahlah tidak perlu dibahas lagi’ Kris menutup aplikasi tersebut dan kini terduduk diam.

‘Kris~a..’ Yaegi mulai merasa bersalah.

‘Eum gwenchana.’ Raut wajah Kris sangat sulit diartikan saat ini.

‘Lagi pula kenapa kau tidak bilang jika disana itu menggunakan pound?’ Yaegi menepuk bahu Kris.

‘Aih kenapa tidak bertanya dulu pada ku !’ yang membuat Kris kesal adalah pukulan Yaegi yang membuatnya terkejut.

‘ Yasudah, nanti biaya persalinan ku pakai tabunganku saja.’ Yaegi bersandar dipundak Kris dengan segenap rasa bersalah.

‘Semoga saja album kami nanti sukses dipasaran’ Kris tertunduk pasrah, ia tak pernah membayangkan akan menghabiskan seluruh uangnya dengan cara sepetyi ini, kepolosan dari seorang Cho Yaegi berpotensi membuat Kris hidup melarat

-__-

 

‘Eo.’ Yaegi tak bisa mengatakan apapun lagi.

‘Ayo kita tidur saja’ Kris bergegas kekamar.

‘Eeeh kau mau kemana?’ Yaegi menarik ujung baju Kris.

‘Ke kamar.. waeyo?’

‘Itu kamar mandi. Itu kamar kita suami ku..’ Yaegi berkata miris seraya menuntun Kris yang sedang terkena kanker kronis akibat dirinya (a.k.a Kantong kering kekkeke :D)

***

Disisi lain distrik kota Seoul ~

‘Soo~a kau senang ? ‘ dua sejoli yang sedang bersuka cita. Kyuhyun baru saja selesai makan malam bersama Soorim dan keluarganya.

Kelurga Kyuhyun sangat baik terhadap Soorim, mereka semua merestuinya.

‘Hmm. Kyu~a gomawo.’ Soorim masih berbunga-bunga..

‘Hey kau kemari !!’  Kyuhyun tampak memanggil seseorang yang berdiri didepan rumahnya.

‘Siapa Kyu?’ Soorim yang masih menggandeng lengan Kyuhyun sedikit menyipitkan matanya.

Sosok itu berlari kecil ke arah Kyu dan Soorim..

‘Aigo kenapa terlambat sekali..’

DEG !! mata Soorim membulat sempurna ..

****

Diwaktu yang serupa.. Nana dan Luhan kembali menikmati semilir angin malam ditepi sungai Han ..

Mereka bergandengan tangan sembari menatap kerlap kerlip keindahan kota Seoul.

Luhan segera menepati janjinya untuk bertemu dengan Nana sehabis pulang dari performnya.

‘Nana~a..’ Luhan memanggil nama yeoja itu perlahan.

‘Ne  ..’Nana menoleh pada wajah Luhan yang masih menatap lurus kedepan.

‘Kajja~’

‘Mwo?’ Nana mulai gugup.

‘Kajja kita memulainya ~’ DEG !! ToBeCo

Kekeke kali ini partnya panjang kan😀

R C L yah ..

Masih pada belum ngerti ya jalan ceritanya ? T_T

#nari bareng Ace

See u soon *bow ^_^

105 thoughts on “Don’t Lie, Get Love,& Be My Last Chapter 3

  1. Ping-balik: Update Link Fan Fiction ‘YaeKRIS’ For All Story ~ Click juseyo ^^ | EXO and Prince WuFan ^_^

  2. Suho kasian,,,,gmana kelanjutan hubungannya y???
    Han mw ngapain tu ma nana???
    Uri DuiZhang yg malang,,kekeke…
    nabung lagi wat biaya persalinan…kekekeke🙂🙂🙂

  3. yaegi polos bgt..sampe g sadar udh nguras smw uang kris..hehehe..
    Knp soorim g mw jujur k suho atw kyu..pdhl keduanya udh serius sama soorim…jd greget..

  4. suho kasian banget….author jangan gitu kesuho kasian.. ah ini semakin membuat aku frustasi… kris sma yaegi emang lagi bahagia… tapi suho, sehun, sma lay gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s