Daddy, Where are you? Chapter 3 END

Gambar

Title  :: Daddy, Where are you? Chapter 3 END ( 1 2 )

Script Writer  :: Muriza  (Follow > @Queen_yiFan93)

Main  Cast & OC ::

*  Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

*  Cho Yaegi (OC > Kris’s Wife)

* Wu Geum Chan/Geum Sha (Twins Wu)

Support Cast & OC ::

* Park Soo Rim (OC)

* Lee Soo Man

* EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin)

*  EXO’s Real Manager (Im Seunghwan Jaehyuk Yongmin Minwook Yongjun)

CAMEO       ::  BB/GB  (you will  find in the FF)

Genre          ::  Romance, Comedy, Family,Friendship,Kris Marriage Life

Rating                   ::  PG 17

Length         ::  Chaptered

Disclaimer   ::  Typo Bertebaran ! This FF originally born from my absolute brain~ No Plagiat, Don’t plagiat, Don’t take it without my permission and don’t  do something same as like plagiat !!

EXO for you, Kris for me only *digebukin😀

Personal  Blog            : EXO & Prince WuFan

Fan Page Facebook      : Fan Fiction Exo Kris

_xxx_

01 : 00 A.M KST

Tampak beberapa orang keluar dari sebuah ruang staff dan berjalan menuju lantai satu dengan menekan papan tombol lift. Kris,Suho,Jae,Seunghwan,Minwook dan 2 orang produser yang juga staff SM dari Cina.

Mereka baru saja selesai membahas tentang Showcase yang sebenarnya tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya dikarenakan staff tertinggi SM belum mengkonfirmasi apapun.

Kini mereka sudah tiba dilantai satu, 2 staff tersebut lebih dulu pamit meninggalkan mereka.

‘Kalian pulang bersama Jae saja. Aku akan pergi dengan Minwook.’ Seunghwan berangkulan dengan MinWook.

‘Ye Hyung.’ Kris dan Suho menurut saja.

‘OK. Kami duluan ne..’ Seunghwan dan MinWook berlalu menuju basement. Dikarenakan mereka sudah sejak tadi pagi di SM jadi mobil pun mereka parkirkan disana.

‘Kajja~’ Jae membuka kunci Van dan mereka pulang ke Dorm.

Didalam perjalanan..

Suho sudah mulai menutup matanya perlahan, rasa kantuk mulai menyerangnya. Sedangkan Kris masih terjaga, ia menatap lampu dan cahaya temaran kota Seoul dimalam hari yang berjejer disetiap sudut jalan.

‘Yaegi sudah memberitahu mu?’ Jae membuka percakapan.

‘Eeung? Tentang apa Hyung?’ Kris yang semula termenung,kini menoleh pada Jae.

‘Mana hasil lab itu? Astaga. Aku lupa.. ini..’ Jae memeriksa dashboard dan menemukan selembar amplop coklat yang berstempelkan ‘SEOUL INTERNATIONAL HOSPITAL’. Lalu Jae menyerahkannya pada Kris.

‘Apa ini Hyung?’ Kris membolak – balikkan amplop tersebut.

‘Itu hasil lab terakhir sebelum Yaegi pulang dari rumah sakit. Aku lupa menaruhnya diapartement.’ Jae terus menyetir.

Kris membukanya lalu membaca setiap poin yang tertera.

‘Hyung?’

‘Mmm?’

‘Ini apa? ‘ Kris menunjuk kolom yang diberi garis hijau.

‘Syndrome yang dideritanya kembali berjangkit. Dia akan mudah melupakan sesuatu yang membuatnya tertekan.’ Jae menjelaskan karena ia yang tadi bertemu dengan Kim Uisanim.

‘Lalu bagaimana Hyung?’ Kris masih belum bisa mengerti.

‘Aku belum mengatakan ini pada Yaegi. Lagipula jika serum itu kembali disuntikkan, akan berpengaruh pada Geum  Sha & Geum Chan. Karena mereka menyusui kan?’

‘Mm. Yaegi akan baik-baik saja Hyung?’ Kris mulai was was. Ia kembali diliputi rasa takut.

‘Dia akan baik-baik saja. Mungkin itu dampak dari proses persalinannya yang cukup beresiko. Dia sampai diberikan tindakan resusitasi.’

‘MWO? Resusitasi?’ Kris terkejut seketika.

‘Hmm. Kau belum tahu? Aigo.. aku kira kau sudah mengetahuinya.’ Jae menatap Kris sesekali.

‘Tidak ada yang memberi tahu ku.’ Kris merasa sedikit kesal dengan keadaan.

‘Minggu ini akan ku berikann kau waktu kosong untuk bertemu dengan Kim Uisanim. Kau akan mendengarkan penjelasan darinya. ‘ Jae memberikan argumen positif.

Kris hanya mengangguk dan kembali terhanyut pada pikirannya.

‘Resusitasi? Sesulit itukah kau melewatinya?’ Kris terus membatin.

Hingga tak terasa kini mereka sudah tiba diPongPyu apartemet.

‘Suho~a.. ireona..’ Kris membangunkan Suho yang tertidur dengan earphone ditelinganya.

‘Eoh..’ Suho terbangun seraya mengusap ngusap matanya.

‘Hyung gomapta. Kami turun..’ Kris membuka pintu Van dan keluar.

‘Ne. Besok pagi ku jemput eoh? Beristirahatlah. Vitamin jangan lupa diminum’ Jae mengingatkan kembali.

‘Ye Hyung’

Jae memutar balik arah Van dan berlalu menuju apartement bersama manager yang lain dikawasan Apgujeong.

Kris & Suho berjalan memasuki apartement ..

‘Geum Sha putri mu, dia cengeng sekali Hyung..’ Suho membuka percakapan disela rasa kantuknya.

‘Eeeh? Ah ne.’ Kris kembali merasa terenyuh, dia yang Appa nya saja belum mengetahui bagaimana perkembangan dua malaikat kecil itu.

‘Geum Chan dia Oppa yang baik, jika Geum  Sha menangis.. Geum Chan pasti akan lebih dulu diam. Haha, terkadang aku lucu melihatnya..’ Suho tersenyum membayangkan Twins Wu.

‘Hmm.’ Kris tersenyum kaku dan mereka masuk kedalam lift.

TRING ~ pintu lift terbuka dilantai 13.

‘Suho~a aku ke atas ne?’

‘Kau tidak tidur diDorm?’ Suho memastikan.

‘Anya. Aku ingin melihat mereka sebentar’ Kris menggeleng.

‘Geure.’  Suho hanya mengangguk singkat dan melangkah masuk kedorm.

TRING ~

Kris tiba dilantai 20..

Ia menekan tombol password apartement..

Kris kembali menutup pintu,membuka sepatu yang ia kenakan dirak depan dan melangkah kedalam.

Kris melihat sosok Soo Rim yang baru saja kembali dari arah dapur.

‘Soo Rim..’

‘Eoh Kris neo wasseo? Tidak jadi tidur diSM?’ Soo Rim mengikat rambutnya yang tergerai.

‘Tidak jadi.’ Kris berjalan mendekat dan hendak masuk kekamar.

‘Yaegi, hidungnya berdarah. Dia seperti mimisan..’

‘Mwo? Kapan? Sekarang  dia dimana?’ Kris berubah panik.

‘Dia sudah kembali beristirahat. Dia sering seperti itu?’

‘Belum. Yasudah,kau tidurlah. Kau besok akan pergi bekerja kan? Yaegi, biar aku yang menjaganya. Soo Rim gomapta.’ Kris berbicara seadanya layaknya seorang teman.

‘Kau tidur disini?’ Soo Rim masih memastikan.

‘Hmm. Aku akan tidur disini.’ Kris mengangguk.

‘Geure.’ Soo Rim berbalik dan menuju kamar Yaegi yang semula .

Kris masuk kekamar dengan berhati hati agar tak menimbulkan suara yang dapat membangunkan mereka yang sudah terlelap.

Yaegi tertidur pulas dengan kapas yang masih menyumbat salah satu hidungnya..

Kris mendekat pada Baby Box dan kembali menatap kedua makhluk kecil yang belum sekalipun bisa ia melihatnya dengan jelas.

Terukir seulas senyum dari wajah lelahnya.. jemarinya perlahan mendarat dipipi Geum Sha.. lalu berpindah pada Geum Chan.

‘Appa wasseo..’ Kris berbisik pelan

Matanya tak dapat berpindah sedikitpun dari Geum Sha & Geum Chan.

‘Appa mianhae..’ Kris kembali berbisik,dan saat ini suaranya mulai bergetar..

‘Kalian tidak menyusahkan Omma kan?’

‘Geum Sha~a.. Appa yeogisseo.. ‘ Kris teringat akan perkataan Suho yang menyatakan bahwa Geum Sha sedikit lebih rewel dari sang Oppa.

Kris tak menyadari.. bulir bulir telah menumpuk dipelupuk matanya.. dan ketika matanya berkedip, bulir bulir itu jatuh dengan sempurna diwajah tampannya.

‘Appa neomu haengbokhage (Appa sangat bahagia)…’ Kris menahan harunya sembari membelai rambut Geum Sha & Geum Chan bergantian.

Dan ia berbalik berjalan ke tepi ranjang. Kris naik ke atas kasur dan berbaring menghadap Yaegi yang juga tidur menyamping.

Tiba tiba mata Yaegi terbuka.. ‘Wasseo? (kau sudah pulang)’ suaranya terdengar parau.

‘Hmm. Aku membuat mu terbangun?’ Kris menarik senyumannya sembari tangannya yang mengusap halus wajah Yaegi.

‘Anya.’ Yaegi menggeleng.

‘Kau sakit?’

‘Anyi. Ini kebetulan saja..’ Yaegi menunjuk kapas yang ada dihidungnya lalu mencabutnya dan masih membekas darah.

‘Kau melewatinya sendiri. Mianhae..’ Suara Kris terdengar lirih.

Yaegi tersenyum dengan matanya yang sedikit membengkak.. ‘Hmm.’

‘Sesulit itukah?’ perkataan Jae kembali terngiang dibenak Kris.

‘Anyi. Tidak ada yang sulit, Geum Chan & Geum Sha anak yang baik.’

‘Chup ~ ‘ Kris mendekatkan wajahnya lalu mengecup lama kening Yaegi..

‘Gomawo.’ Kris berbisik seduktif..

‘Hmm.’ Yaegi mengangguk.

‘Kemari..’ Kris membawa Yaegi kedalam pelukannya, lalu memeluk tubuh mungil itu.

Yaegi menautkan tangannya diatas tubuh Kris dan dapat mendengar detak jantung namja itu.

‘Aku akan menemani mu.’

‘Pemotretannya sudah selesai?’ Yaegi menghirup aroma tubuh yang beberapa hari ini ia rindukan.

‘Sudah. Tidurlah, ini sudah menjelang pagi.’ Kris mengeratkan pelukannya dan menutup mata perlahan.

‘Hmm.’ Yaegi ikut menutup matanya.

Tetapi sepertinya Wu bersaudara tak membiarkan itu begitu saja..

‘hooaa hoaaa..’ (begitu ya suara baby? Kekekek)

Putri kecil Geum Sha kembalu bersuara, lalu Guem Chan ikut menangis..

Yaegi dan Kris bangun bersamaan.

Yaegi bangun dengan sedikit susah payah.. karena luka caesarnya belum sepenuhnya mengering.

‘Sssttt.. aegy~a..’ Yaegi lebih dulu menggendong Geum Sha.

Kris yang berdiri disamping Yaegi hanya terpaku menatap Geum Chan yang menangis.

Yaegi menatapnya heran ..’Kris, Geum Chan..’

‘Aku apakan?’ Kris mendadak linglung.

‘Ambil Geum Chan agar ia diam.’

‘Aku takut Yaegi~a, nanti Geum Chan akan jatuh,,’ Kris masih diposisinya.

Kamar mereka dipenuhi tangis suara bayi.

Hingga..  Soo Rim muncul dari balik pintu dengan mata yang setengah tertutup.

‘Mereka kenapa?’

‘Eoh tidak apa apa, kau pergilah tidur.’ Kris menjawab lugas.

‘Kalian yakin?’

‘Eoh’ Kris mengangguk mantap, Soo Rim pun kembali kekamarnya.

‘Sssshh Kris~a Geum Sha tidak mau diam. Dia juga tidak mau minum susu.’

‘Mungkin dia buang air?’

‘Anya. Tidak basah.’ Yaegi meraba bagian celana Geum Sha.

Geum Chan semakin memekik ..

‘Ssshh ini kau ambil Geum Sha dulu..’ Yaegi dengan spontan menaruh Geum Sha pada Kris.

Mau tidak mau Kris menggendongnya dengan sedikit aneh. Tetapi ada yang lebih menganehkan.. Geum Sha langsung berhenti menangis ketika ia berpindah pada gendongan Kris.

Kini tinggal Geum Chan saja. Yaegi kembali mengecek popoknya.. lalu mencoba memberikan ASI.

Ternyata Geum Chan yang haus, dan Geum Sha.. mungkin ia merindukan sosok Appa tersayang.

‘Dia tidak menangis lagi Yaegi~a..’ wajah Kris sumringah.

‘Hmm. Dia sedikit rewel.’ Yaegi berjalan ke tepi ranjang lalu duduk seraya menyusui Geum Chan.

Kris hendak menaruh Geum Sha kembali tetapi .. Geum Sha memberi penolakan.

Ia kembali menangis.. ‘Eoh anhae.. anhae.. Appa tte (ini Appa)..’ Kris mengurungkan niatnya lalu kembali menepuk nepuk agar Geum Sha tenang.

‘Stttt.. uljimma.. Wu Geum Sha uljimma..’ Kris terus menepuk nepuk pelan punggung putrinya itu.

Yaegi yang melihatnya merasa sedikit terharu dengan apa yang ada didepannya. Kris Appa  yang baik.

‘Hmm. Kau kenapa tidak tidur ? Tidur lah sekarang, Ni De Papa juga mengantuk’ Kris berbahasa mandarin dengan Geum Sha.

‘Kris. Apa yang kau katakan?’ Yaegi mengerutkan alisnya.

‘Eoh aku bilang padanya.. Geum Sha itu lebih cantik dari mu. Kekeke’ Kris menggoda Yaegi.

Yaegi menatapnya sinis dan tak mau kalah.

‘Geum Channa.. putra Omma yang paling tampan, bahkan Appa mu saja kalah dari mu..’

‘YAK!’ Kris terpancing -_-

‘Hooa hooa..’ Geum Sha sepertinya terkejut -_-

‘Sssttt.. jangan menangis. Wu Geum Sha.. sssstt.. ‘ Kris tetap menggunakan mandarinnya.

Geum Sha kembali tenang.

‘Cih .. ini anak mu kenapa harus marah?’ Yaegi mencibir.

‘Aku  Appanya. Jika aku tidak tampan, maka Geum Chan juga tidak. Geum Chan bisa seperti itu karena aku. Kau pernah sekolah tidak? Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya.’ Kris menceramahi Yaegi .

‘Eoh tapi semoga saja Geum Chan tidak mengasihani semua yeoja.’

‘Cho Yaegi neo jinjja ..’ Kris menggigit giginya keras.

‘Apa? Apa lihat lihat?’ Yaegi menantang.

Kris bergidik ngeri menatap Yaegi ..’ Aku tidak mau Geum Sha menjadi seperti mu Nyonya Wu. Suka berteriak, ceroboh. ‘

‘Eoh geure. OK.’ Yaegi mulai emosi.

Tetapi … Kris merasakan cairan hangat yang mengalir dibajunya ..

‘Omo.. Yaegi~a..’ mata Kris membulat sempurna.

‘Wae?’ Yaegi masih menatap sinis.

‘Geum Sha.. Geum Sha.. dia pipis.. ‘ Kris melihat arah bajunya.

‘Omo ! Kris~a..’ Yaegi ikut bangun dan melihat dari dekat.

‘Yaegi~a bagaimana ini?’ Kris mulai panik.

‘Aih jangan seperti itu, nanti dia jatuh.’ Yaegi menyudahi menyusui Geum Chan lalu menaruhnya di Baby Box.

‘Ssshh kenapa tidak memakaikannya pampers?’ Kris menaruh Geum Sha dibaby box.

‘OMO.. Geum Chan juga pipis..’ Kris kembali tercengang.

‘Mereka kembar identik Kris~a..’ Yaegi mengambil dua buah popok lalu bersiap untuk menggantinya.

‘Ini diapakan?’ Kris mengangkat popok itu.

‘Lihat aku..’ Yaegi perlahan membuka popok Geum Sha dan menggantinya.

Kris mulai mengikuti perlahan dengan Geum Chan..

‘Aih itu salah. Hahaha ini terbalik Tuan Wu..’ Yaegi merasa geli melihat tali yang dililitkan Kris ternyata salah.

‘Aih jadi bagaimana? ‘ Kris menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Ini kau lihat..’ Yaegi masih tertawa .. dan kembali mempraktekkan hal yang sama.

‘Ah aku tau sekarang..’ Kris kembali membuka popok Geum Chan lalu mengulanginya -_-

‘Kau payah Kris~a..’ Yaegi melipat kedua tangannya.

‘Ini pertama kalinya untukku. Berbeda dengan mu..’

‘Maksud mu?’ Yaegi tak mengerti.

‘Kyubin. Kau sudah berpengalaman dengan Kyubin.’ Kris membenarkan posisi Geum Chan yang miring.

‘Lalu?’ Yaegi memicingkan matanya.

‘Tidak ada. Kajja kita  tidur .. ‘ Kris menggeleng polos dan membuka jaket hitam yang ia kenakan karena sudah basah oleh pipis Geum Sha -_-

Kris lalu menarik Yaegi menuju tempat tidur.

‘Ganti dulu baju mu..’

‘Cuma jaket ku saja. Sudah palli…’ Kris merangkul Yaegi..

‘Aaa.. Kris~a. !’ Yaegi yang terduduk dikasur memukul pelang pinggang Kris.

‘Waeyo?’

‘Apho !’ Yaegi memegang perutnya.

‘Eoh mian, aku tidak tahu. Masih sakit tidak?’ Kris lupa bahwa Yaegi menjalani operasi caesar.

‘Ssshh dwesseo (sudahlah) tidak apa apa’ Yaegi merebahkan badannya.

Kris masih menatap Yaegi dan tersenyum .. lalu ikut merebahkan dirinya disamping Yaegi.

‘Kau tidak merindukan ku? Hmm?’ Kris menarik pelan hidung Yaegi.

‘Euuumm neomu bogoshiptaaaa ..’ Yaegi mengeluarkan aegyonya.

‘Eyyhh.. kau ini..’ Kris semakin gemas dan menarik pipi Yaegi.

‘Kisseu..’

‘…….’ Yaegi tak bergeming.

‘Kisseu ..’ Kris masih menunjuk bibirnya.

‘Cih .. kau ini..Chu ~’ meskipun begitu, Yaegi tetap mengecup bibir suaminya itu.

‘Gomaptaaa..’ Kris menirukan suara Yaegi semula.

‘Hhaha hmmph.. konyol sekali..’ Yaegi tak dapat menahan tawanya melihat ekspresi wajah Kris.

‘Sekarang giliran ku.. Ch~’

‘Eeeh kau mau apa?’ Yaegi menahan aksi Kris.

‘Tentu saja mencium istriku..’ Kris kembali melanjutkan.

‘Andwae !’ Yaegi menolak wajah Kris.

‘Ah waeyo?!!’

‘Kau tidak peka.’ Yaegi berhasil mengutarakan apa yang menjadi kekesalannya beberapa hari ini.

‘Eeunng?’ Kris tak mengerti.

‘Kau tidak peka. Bahkan Suho~..’

‘Suho lebih peka dari ku? Lalu kenapa tidak menikah dengan nya saja?’ wajah Kris berubah tegang.

‘Kris~a..’ Yaegi tak percaya apa yang ia dengar.

‘Aku seperti ini bukan atas keinginanku. Benar,ini cita cita ku.. SM adalah mimpiku selama ini tetapi sungguh aku tidak pernah sengaja mengabai kan mu Nyonya Wu.. ku mohon mengertilah posisiku saat ini. Aku ditempatkan posisi yang bahkan lebih dari Suho yang juga seorang Leader, aku member yang dituakan. ‘ Kris menjelaskan panjang lebar dengan suara yang pelan.

‘Tapi kau sama sekali tidak menghiraukan mereka ketika kau pergi ..’

‘Geum Chan & Geum Sha maksudmu?’

‘Eo.’ Yaegi membulatkan mulutnya.

‘Aku tidak akan bisa melangkah pergi jika sudah berada disini Yaegi~a.. jika aku sudah menatap Geum Chan ataupun Geum Sha aku tidak bisa pergi kemana-mana..’

Yaegi hanya mengedip ngedipkan matanya memandang Kris yang berbaring didepannya.

‘Aku lebih dari sekedar sadar bahwa aku sekarang adalah seorang Appa. Appa dari darah daging ku sendiri. Wae? kau pikir aku tidak berpikir tentang kalian sama sekali? Hmm?’ Kris menautkan tangannya ditubuh Yaegi.

Yaegi merasa gugup dengan tatapan Kris yang sama sekali tidak perpindah darinya.

‘Aku memiliki sebuah keinginan Yaegi~a.. aku ingin keluarga kita seperti keluarga pada umumnya. Aku ingin semua orang tau bahwa aku adalah seorang Appa. Tunggulah sebentar lagi..’ Kris berbisik.

‘Ara.. tapi jangan lakukan hal seperti tadi. Aku tidak ingin ada namja lain yang lebih baik dari mu.’ Yaegi memeluk Kris erat.

‘Suho maksud mu?’

‘Hmm.’

‘Bukankah dia Guardian Oppa mu?’ Kris menyindir…

Yaegi justru menguatkan lagi pelukannya ..’Kau harus lebih baik dari namja manapun. Tapi tidak lebih baik dari Appa ku..’

‘Aku ingin seperti Appa mu..’

‘Kau harus bisa menjawab mereka ketika mereka mencari mu..’

‘Ne. Appa eodiiseo?  Appa Yeogisseo (Daddy, where are you? Daddy is here) ..begitukan? Chup ~~’ Kris menutup matanya dan merasakan kehangatan yang sudah beberapa waktu ini terkikis oleh keadaan.

-Jika kau terlalu sempurna, maka apa yang harus ku lengkapi lagi? bukankah cinta itu saling melengkapi? Gomapta.. telah hadir dengan segudang keburukan serta kekurangan mu ..  dengan begitu  Tuhan akan memberikan waktu yang lebih lama lagi untuk hidup bersama mu. ^-^

Cho Yaegi-

-Cho Yaegi, Wu Geum Chan & Wu Geum Sha.. tiga kelebihan yang ku miliki. Daddy.. always be here ^_^

Kris-

END

Wheeew selesai juga kkkkk ~ SEQUEL SOON >>

Tamu istimewanya kita simpan dinext aja ya, bareng HaNna  Kyubin dan ultah si Suho *ditabok krn ga sopan -_-

Kan uda author bilang,ini hanya konflik kerupuk alias ringan😀

Cuma  tentang si Daddy geblek*Kris lempar barbel*  yang ga peka,, dan nyatanya tuh si gembul digendong Daddnya diem kan?😀

Kekkeke

APPA EODIGGAAA?  APPA YEOGISSEO .. ^o^

Annyeong ~ *deep bow

*hug Readerdeul >> PAI PAI …😀

Ace : *gantung diri*

 

90 thoughts on “Daddy, Where are you? Chapter 3 END

  1. huwaaa….impian yg akan mnjdi kenyataan..hanya menunggu waktu aja lagi….annyeong chingu….lagi2 dan lagi2 aku hanya bisa memberikan koment di chapt2 terakhir…hahaha *nggak ada yg nanya
    Mianheyo chingu~ya.. Tapi ff nya keren kok aku suka…gomawoyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s