You’re My Only Present Chapter 4

Gambar

Title  :: You’re My Only Present Chapter 4 ( 1 2 3 )

Script Writer  :: Muriza  a.k.a Cho Yaegi (Namkor)

All Cast::

*  Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

*  Cho Yaegi (OC > Kris’s Wife)

* Wu Geum Chan/Geum Sha (Twins Wu)

*Cho Kyubin (OC)

* EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin) 

*  EXO’s Real Manager (Im Seunghwan Jaehyuk Yongmin Minwook Yongjun)

CAMEO       ::  BB/GB  (you will  find in the FF)

Genre          ::  Romance, Comedy, Family,Friendship,Kris Marriage Life

Rating                   ::  PG 17

Length         ::  Chaptered

Disclaimer   ::  Typo Bertebaran ! This FF originally born from my absolute brain~ No Plagiat, Don’t plagiat, Don’t take it without my permission and don’t  do something same as like plagiat !! PLAGIAT OUT !

EXO for you, Kris for me only *digebukin😀

Personal  Blog            : EXO & Prince WuFan

Fan Page Facebook      : Fan Fiction Exo Kris

***

Recommended Song : K.Will _ Present

Nae saengae gajang areumdaun sunganeun
neol manna nunbusige saranghaetdeon sungandeul
ije na ara neoraneun saram
nae saengae gajang keun seonmul

The most beautiful moment of my life is
When I loved you after meeting you
Now I know that you’re the biggest gift of my life

-Kris-

_xxx_

 

‘Oaahh.. aku kenyang’

‘Yak yak mau kemana? Piring mu !!’ Baekhyun menarik kaki Chanyeol yang hendak melarikan diri kekamarnya.

‘Anya. Aku mau cuci tangan..’ Chanyeol tertawa.

‘Kaummmhhnym jangnyam curangnyamhh Hyunhgmmm..’

‘Kunyah dulu Sehunni..’ Lay menyuapkan nasi terakhir kemulutnya.

‘KYYAAA!! ‘

‘Kenapa lagi? Aih suka sekali berteriak..’ Chen tidak jadi meneguk air karena teriakan Baekhyun.

‘Ini sumpit siapa? Aku tidak memakainya !!’ Baekhyun begitu histeris melihat sepasang sumpit yang terdapat diatas kotak bekas makan siangnya.

‘Punya ku. Kenapa cerewet sekali..’ Tao yang keluar dari kamar mandi mengambil sumpitnya seraya mendesis kesal.

‘Kau bilang apa barusan?’ Baekhyun layaknya yeoja yang sedang datang PMS -_-

‘Aish sudah sudah.. Eeehh Kai ! mau kemana !!’ D.o beralih pada Kai yang melenggang masuk kekamar.

‘Aku ganti baju dulu sebentar..’ Kai beralasan.

‘Eoh mana Luhan? Aish ! ‘ Xiumin lagi lagi kehilangan sang rusa yang sebenarnya mendapat giliran mencuci piring -_-

‘Itu masih ada isinya. Kris Hyung belum makan..’ Suho menghentikan Sehun yang hendak membuang kotak makan siang diatas meja makan.

‘Eoh yeol tadi terbeli tidak?’ Chen mengingatkan sesuatu.

‘Mmm isseo.’ Chanyeol mengangguk dan mengambil sesuatu dari dalam kamar.

Ia keluar dengan sebuah kotak yang bertuliskan sebuah branded ternama.

‘Eeehh sebentar. Seunghwan hyung mana?’ D.o melihat kesemu sudut ruangan.

‘Dia sudah pulang.’ Luhan muncul dari pintu masuk.

‘Kau kemana? mau melarikan diri lagi !’ Xiumin langsung sesungutan.

‘Anyi. Apa apaan kau ini. Tadi aku mengambil ponselku tertinggal di Van. Eoh eoh ige mwoyeyo?’ Luhan mengerucutkan bibirnya, lalu merapat pada Chanyeol yang memegang sebuah kotak.

‘Ini mahal sekali.. aku harus meminta uang ganti pada Kris Hyung..’ Chanyeol membuka kota tersebut dan…..

Seolah terpancar sinar dari benda yang ada didalam kotak tersebut.

‘Woooooahhhh…’

‘Ini cantik sekali..’

‘Hmm Yaegi~ssi pasti suka..’

‘Ini cocok sekali buat kakak ipar..’ mereka semua berkomentar.

‘Yak yak apa itu?’ Kai berhamburan dari dalam kamar dengan menepuk keras bahu Sehun.

‘AAAA KAMJONG !’

‘Eyyhh kau kenapa? aku tidak sengaja’ Kai tersenyum evil.

‘Aih sini..’ D.o menarik Kai agar terpisah oleh Sehun.

‘Wooah jadi memberikan sepatu? kapan kau membelinya Hyung? Aku tadi tidak melihat mu pergi kemana mana ketika dibandara’ D.o masih takjub.

‘Coba kemarikan..’ TUK ~

‘Eehhh buat apa?’

Baekhyun mengambil sepatu tersebut lalu mengetesnya -_-

‘Ah Baekhyunna.. nanti jadi kebesaran.. lepas!’ Chen frustasi.

‘Gyahaha.. annyeonghaseyo anak anak tampan..’ Baekhyun mencoba berjalan dengan flat shoes bermotif pasir tersebut  dan bergaya seperti seorang wanita genit -_-

‘BWAHAHA.. Aigo Baekhyunni kau pantas memakainya..’ Luhan mulai tertawa.

‘Coba coba sini aku yang pakai..’ Sehun tak mau kalah -_-

‘Gyahahah…’ Tak tik tuk .. bunyi sepatu tersebut dikaki Sehun.

‘Hyung bagaimana? Gyahaha..’ Sehun dengan bangga meminta pendapat Luhan.

‘Astaga..’ Suho hanya bisa mengusap dadanya.

‘Duizang akan membayarnya setengah harga’

‘EEHHH?’ Chanyeol terperangah dengan kalimat Lay.

‘Tentu saja. Itu sudah dipakai, jadi sepatu bekas.’ Kai berada dipihak Lay.

‘Anyi. Sehunni kemarikan.. palli palli..’ Chanyeol menarik sepatu tersebut dari kaki Sehun.

‘Andwae~ tidak bisa itu tetap bekas..’ Lay mengatakan dengan telunjuknya lalu masuk kekamar.

‘Ahhh Lay Hyung …’ Chanyeol kini mulai khawatir.

‘Sepatu bekas ‘ Lay mengucapkan kalimat terakhir dan menutup pintu kamar.

‘Ck~’ Chanyeol terdiam.

‘Yeol..’ Baekhyun merasa bersalah .

‘Jangan menyentuhku.’ Chanyeol menepis tangan Baekhyun dari bahunya.

‘Kau Hyung, genit sekali..’ D.o mengumpat Baekhyun.

‘NAEGA WAE !! SEHUNNI DO !! (kenapa cuma aku, Sehunni juga)’ Baekhyun memekik menunjuk Sehun.

‘Sudah sudah. Kris  pasti menggantinya. Kajja tidur siang.. kya~ besok perform pertama di MNET..’ Xiumin menyusul masuk kekamar.

‘Kekeke aigo Sehunni.. kena kau ! ‘ Kai menunjuk Sehun yang muali takut.

‘Aih jangan menggangunya !’ Luhan reflek menepis tangan Kai.

‘Aigo HUNHAN..’ Kai bersorak.

‘SELU SELU..’ Baekhyun menyahut lantang.

‘Apanya yang SELU? ini sepatu bekas !!’ Chanyeol masih sesungutan terhadap Baekhyun.

Baekhyun yang mulanya tertawa kembali terdiam pucat -_-

‘Sshhh ada ada saja. Hyung aku tidur eo? Kajja Kai..’ Kai Soo pun pergi.

‘Sudah, simpan saja dulu sepatunya. Jika Kris Hyung tidak mau membayarnya. Biar aku saja.’ Suho memberi jalan keluar.

‘Eo’ Chanyeol mengangguk lemah dan menyusul masuk kekamr diikuti Baekhyun dibelakangnya.

‘Yeol..’

‘Tidak ada! ‘

‘Ah Yeol mianhae..’ BaekYeol terkena prahara -_-

‘Aku juga mau tidur, nanti sore kita akan ke MNET cho? Hoooaammm’ Chen menguap lebar.

Kini tinggal HunHan Tao & Suho.

Drrttt Drrrtt ..

‘Eoh sebentar..’ Suho mengangkat ponselnya yang tertera nama si pemanggil ‘Soo Rim’

‘Ne, waeyo?’

‘…………….’

‘Mwo?’

‘………..’

‘Eoh arasseo’ Bip

‘Ada apa Hyung?’ Tao melihat raut wajah Suho yang berubah panik.

‘Yaegi.. Yaegi sakit ..’

‘MWO?’

***

Yaegi’s Apartement.

‘Yaegi~a..’

‘ANDWAE !! BAWA BENDA ITU PERGI JAUH DARI SINI ! HIKS.. !! ‘ Yaegi terus berteriak histeris dan sesekali menjambak rambutnya sendiri.

‘Hyung dia kenapa?’ Kris ikut panik.

Jae merasa heran, Yaegi seketika berteriak histeris ketika  ia membawa sebuah sepeda  yang Jae & Seunghwan belikan untuk Yaegi. Yaegi pernah minta dibelikan sepeda tersebut,tetapi karena Jae maupun Seunghwan sangat sibuk mereka baru mengahadiahinya sekarang.

‘Yaegi~a ini aku Oppamu..’

‘PERGIIIII !! KHAAA !! AAAA !! HIKS.. Joon.. Woo Joonna..’

Kris dapat mendengar apa yang Yaegi katakan, Jae dan Kris kini saling berpandangan.

‘Aku sudah menelfon Soo Rim, dia masih di GangNam. Sebentar lagi akan pulang.’ Jae ikut terlihat panik, Yaegi nyaris seperti orang yang terganggu jiwanya.

‘Yaegi~a..’ Kris mencoba mendekat menyentuh tangan Yaegi.

‘MAU APA KAU!! PERGI. BAWA PERGI BENDA ITU !! AKU TIDAK  MAU MELIHATNYA. ARRRGGGGGHHHH..’

‘hoaaa hoaaa. hooaa..’ teriakan Yaegi beriringan dengan suara tangis dari dalam kamar.

Kris menjadi semakin bingung apa yang harus ia lakukan.

‘Andwae! Woo Joonna.. CHO WOO JOON …. HIKS..’ Yaegi terus menangis terisak sembari menatap sepeda baru miliknya.

~FLASH

‘Haksaeng ~’

‘Kita mau kemana?’

‘Ah palli ~’

Bayangan itu terus menghantui Yaegi ketika ia menaiki sepeda bersama Joon menuju ke apartement Ji Ra.

~FLASH

‘Kau sungguh tidak bisa mengingatku gadis hujan?’

‘Andwae.. andwae hiks.. Joon Woo Joonna. kkkau dimana?’ Yaegi terus mengeluarkan air matanya. Bayangan kelam itu terus merasukinya.

~FLASH

‘Kau mengingatku?’

‘Sudah ku katakan, jika kita akan bepisah dan tidak akan bertemu lagi maka ingatlah hari itu. Hari dimana kita dan hujan.. kau masih ingat kan?’

‘Hey gadis hujan..’

‘Hiks… tidak tidak aku tidak MAU !! AAAAAAAAA !!’ Yaegi terus meronta dan terisak.

‘Yaegi~a..’

‘Kris.. anakmu menangis..’ Jae tak tau mau berbuat apa.

Kris berhasil merengkuh tubuh Yaegi. Sekujur tubuh Yaegi dibasahi oleh keringat dingin. Tangannya memeluk tubuh Kris erat..

‘Hiks.. Kris~a bawa pergi sepeda itu hiks..’ Yaegi memendamkan wajahnya didada Kris.

Dalam waktu yang bersamaan..

‘Eoh Hyung.. hosh hosh..’ Suho,Luhan, Sehun dan Tao tiba.

‘Suho~a tolong kau kekamar..’ Kris langsung meminta pertolongan Suho.

‘Ah ne Hyung..’ Suho dan Sehun berlari masuk kedalam kamar untuk mengambil Geum Sha ataupun Geum Chan yang menangis.

‘Hyung sepedanya..’

‘AKU TIDAK MAU MELIHATNYA !!’

‘Ara ara, arasseo sepedanya kita buang hmm?’ Kris kembali mengusap kepala Yaegi yang tampak ketakutan.

Tao dengan segera memindahkan sepeda tersebut keluar pintu apartement.

‘Sshh sebentar ku hubungi Kim uisanim..’ Jae ikut keluar dan menghubungi seseorang.

‘Hiks.. museowo (aku takut)..’ Yaegi masih terisak.

Sehun yang melihat itu sedikit merasa takut,ia sedari tadi hanya berdiri mematung.

‘Omma..’ Kyubin muncul dari balik pintu kamar,

Tangisan Yaegi berhenti sejenak, ia melepaskan sandarannya didada Kris dan memandang Kyubin.

‘Omma wae geurae?’ Kyubin dengan polosnya mendekat pada Yaegi.

‘Hiks.. Kyubinna, Cho Kyubin. ’ Yaegi seketika memeluk Kyubin dengan sangat erat.

‘HUUUUUAAAA..’ tangis Kyubin memecah mungkin ia merasa takut.

‘Yaegi~a… Kyubin kesakitan, kemarikan..’ Kris membujuk Yaegi perlahan.

‘Hiks.. Kris~a dia dia ada disini.. Hiks..’ Yaegi melepaskan pelukannya dari Kyubin.

‘Sini sama Hyung..’ Sehun segera mengambil Kyubin dan ikut masuk kedalam kamar.

‘Dia siapa ?’ Kris berusaha untuk setenang mungkin.

‘Dia.. dia sudah membunuh Joon ku.. Joon Woo Joon.. CHO WOO JOON !!’ Yaegi kembali berteriak.

‘Ssshhh.. tidak ada siapa siapa disini. Tenanglah..’ Kris kembali memeluk Yaegi.

‘Hiks.. Kris~a aku benci.. aku benci.. aku tidak suka sepeda, aku tidak suka hujan MIWEOYEO HUUAAAA !!’ Yaegi kembali memekik histeris,

‘Kris..’ Seunghwan pun tiba.

‘Kris kenapa dia?’ Seunghwan melihat posisi Kris dan Yaegi yang sama sama mendekat lantai.

‘Aku tidak tau Hyung.’ Kris menjawab pelan.

‘Yaegi~a..’ Seunghwan mencoba menyapanya.

‘Samchon.. Sammm choon..’ Yaegi menatap Seunghwan dengan mata yang memerah.

‘Kau kenapa  eoh? apa ada yang sakit?’ Seunghwan sudah menerka pasti ini akan terjadi, syndrome Yaegi suatu waktu akan berefek fatal.

‘Hiks.. hiks..’ Yaegi menggeleng, ia kembali tampak ketakutan.

‘Yaegi~a..’ Kris meraih tangan Yaegi yang hendak berdiri.

‘Hoooaaa hoaaaa..’ Yaegi mendengar suara tangisan itu..

‘Ah itu itu anak kita Kris~a.. Kris~a.. dimana mereka? MEREKA DIMANA !!! JANGAN BIARKAN DIA JUGA MENGAMBILNYA AAAAAA!!’ Yaegi semakin meradang.

‘SStttt… mereka dikamar bersama Suho, kau tenanglah..’ Kris meraih wajah Yaegi dan mengusap pipinya.

‘Jae, bagaimana?’ Seunghwan melihat Jae yang kembali masuk kedalam.

‘Sshh itu efek syndromenya..’ Jae tertunduk lemah.

‘Tapi kenapa dengan sepeda?’ Kris yang sedang memeluk Yaegi masih bertanya tanya.

‘Sebelum Joon tewas, bukankah mereka pergi menyusulmu dengan sepeda ?’ Jae menyimpulkan kronologi kejadian beberapa bulan silam.

‘Menyusul ku?’ DEG ~ darah Kris berdesir … ia tau apa maksud semua ini. Yaegi terjangkit syndromenya. Ia sewaktu waktu akan histeris ketika melihat sesuatu yang membuatnya mengingat kejadian buruk yang pernah ia lalui dimasa lalu.

‘Hiks..’ Yaegi mulai tenang, tinggal sisa sisa isakannya yang membasahi T-SHIRT putih Kris.

‘Lalu bagaimana? kita bawa saja ia kerumah sakit’ Seunghwan menyarankan.

Tiba-tiba..

‘Yaegi~a.. Yaegi~a.. Cho Yaegi..’ Kris merasakan tubuh Yaegi melemah dan seketika lunglai dipelukannya.

‘YAEGI~A!!’ Seunghwan seketika shock melihat Yaegi yang jatuh pingsan.

‘Ssshh kita bawa dia sekarang.’ Jae tak punya pilihan lain.

CEKLEK ~ Suho keluar dari kamar dengan Geum Sha ditangannya.

‘Suho~a kau disini saja dulu eoh? Kami kerumah sakit sekarang’ Jae bergegas pergi.

‘Yaegi kenapa Hyung?’

‘Kami pergi dulu’ Seunghwan mengambil Yaegi yang sudah digendong oleh Kris sebelumnya.

‘Biar aku saja Hyung’ Kris nyaris melupakan situasi.

‘Sudah kemarikan dia..’ Seunghwam membopong Yaegi menuju lantai bawah dan mereka bertiga  menuju rumah sakit.

Selang beberapa saat mereka pergi, Soo Rim pulang dengan wajah yang sangat panik.

‘Myunnie..’

‘Eoh Soa~a..’ Suho terlihat sedang memberikan Geum Sha susu formula, karena tak ada pilihan lain.

‘Yaegi mana?’ Soo Rim melihat seisi apartement.

‘Dia sudah dibawa kerumah sakit. Aku juga tidak mengerti. Eoh Geum Sha tidak mau meminum susu..’

‘Kemarikan. Ssst ssstt Wu Geum Sha..’ Soo Rim mengambil Geum Sha dari gendingan Suho.

‘Geum Chan mana?’ Soo Rim melihat pintu kamar yang terbuka.

‘Geum Chan & Kyubin ada didalam bersama Tao dan Sehun juga Luhan’ Tao juga ikut masuk kekamar.

‘Sssh, bagaimana ini? Geum Sha & Geum Chan tidak biasa meminum susu formula’ raut wajah Soo Rim mulai berubah susah.

‘Imo..’ Kyubin kecil kembali terlihat dari luar kamar.

‘Sayang.. kau baik baik saja hmm?’ Soo Rim berjongkok mengusap pipi Kyubin seklias.

‘Omma kenapa Imo? Ommaneun..’

‘Ah Kyubinna,, cha~ ‘ Suho mengangkatnya.

‘Hyung.. dia terus menangis bagaimana ini?’ Tao dan Sehun keluar dari dalam kamar beserta Luhan yang menggendong Geum Chan.

‘Coba kau ambil Geum Sha..’ Soo Rim menghampiri mereka dan memberikan Geum Sha pada Tao.

‘Eehh? aku takut Noona..’ Tao merasa ngeri menggendong bayi.

‘Sudah tidak apa apa’

‘Kemarikan..’ Soo Rim mengambil Geum Chan dari tangan Luhan.

‘Hyung.. Kris Appaga eodisseo?’ Kyubin masih tidak menau tentang apapun.

‘Hyung Noona baik baik saja?’ Sehun kini mulai khawatir,

‘Eum kita doakan saja.’ Suho mengangguk.

‘Ssshh.. aku ingin menyusul kerumah sakit.’ Soo Rim berhasil mambuat Geum Chan kembali tertidur.

‘Hyung..’ Tao menatap Luhan agar mau menggendong Geum Sha.

‘Yasudah, pergilah. Biar mereka kami yang menjaganya’ Luhan membuka suara.

‘Kau yakin?’ Suho merasa tidak yakin.

‘Aku pernah menjaga 9 orang keponakan ku yang masih balita ketika aku diBeijing’ Luhan tak mau diremehkan.

‘Kita tidak mungkin membawa mereka kedorm..’ Sehun menyikut siku Luhan.

‘Sudah, serahkan pada ku dan D.o .’ Luhan mengangguk mantap.

***

Seoul International Hospital

Jae.Seunghwan & Kris baru saja tiba diparkiran rumah sakit. Kris yang semula lebih dulu mau membuka pintu mobil ditahan oleh Jae.

‘Kau disini saja.’

‘MWO?’ Kris terlonjak dengan perkataan Jae.

‘Biar aku dan Jae saja yang membawanya. Kau pulanglah. Pukul 6 sore nanti kita akan rehearsal untuk MNET. ‘Seunghwan membuka sittbeltnya.

‘Ah tapi Hyung..’

‘Jangan membantah’ Jae menarik pintu Van,ia keluar lebih dulu dan memapah Yaegi yang masih terkulai lemah.

‘Minwook sedang menuju Dorm. Berhati – hatilah menyetir..’DUK Seunghwan menutup pintu.

Kris melihat istrinya yang digendong oleh Seunghwan hingga kedepan Rumah sakit dan disambut oleh beberapa petugas rumah sakit.

Kris menatap nanar pemandangan didepannya, hatinya terasa sangat dilema saat ini. Jam 4 sore kawasan rumah sakit masih terlalu ramai orang berlalu lalang, ia tak mungkin bisa keluar.

‘DAMN!’ Kris memukul dashboard mobil frustasi.

Ia menarik nafas perlahan memejamkan matanya sejenak lalu mulai berpindah kekursi pengemudi.

Sebelum ia menghidupkan mesin mobil ia memandang sekilas kedalam rumah sakit. Sesaat setelahnya ia benar-benar meninggalkan tempat itu.

Yaegi dibawa oleh tandu (apasih namanya itu yang tempat tidur didorong -_-).

Ia dibawa menuju UGD untuk segera ditangani, disana Kim Uisanim sudah menunggu mereka.

‘Sudah lama dia pingsan?’ Kim Uisanim dengan persiapan kedokterannya.

‘Ketika ia jatuh pingsan kami langsung mmebawanya kemari Uisanim..’ Seunghwan menyahut cepat.

‘Geuresseo. Kalian tunggulah disini..’ Kim Uisanim masuk kedalam ruang UGD sementara Seunghwan dan Jae menunggu diluar.

Tak sampai 30 menit Kim Uisanim kembali keluar.. TREEEKK ~ terdengar rel pintu terbuka.

‘Eoh Uisanim..’ Seunghwan yang terduduk dibangku ruang tunggu segera bangun  menghampiri bersama Jae.

‘Siapa dokter yang menanganinya dahulu?’

Seunghwan dan Jae saling bertatapan. ‘Jung Uisanim. Tapi saat ini ia sudah diKanada dan mungkin sudah pensiun.’

‘Hmm.. kau punya identitas Nyonya Wu? Agar lebih mudah  mengetahui jenis serum yang pernah disuntikkan padanya.’ Kim Uisanim berpikir sejenak.

‘Obta.  Jadi bagaimana?’ Tentu saja mereka tidak membawa kartu identitas Yaegi, karena semuanya serba tiba tiba.

‘Dia dulu dirumah sakit yang sama? Aku tidak berani mengdiagnosa, karena ini bukan bidangku. Siapa nama lengkap dokter itu?’ Kim Uisanim adalah ahli kandungan .

‘Jung Woo Ram. Dia dulu ~’ belum habis Seunghwan menjawab.

‘Ah kepala yayasan? Geure, mohon bersabar. Aku akan menghubungi tangan kanannya yang juga spesialis penyakit dalam.’ Kim Uisanim segera beranjak pergi menyusuri koridor rumah sakit.

Suster yang berada didalam UGD pun menyusul keluar..

‘Ah Suster bagaimana ponakan ku?’

‘Dia masih dibantu oleh alat pernafasan. Denyut nadinya sangat lemah. Geurom’ Suster tersebut tampak terburu-buru.

Seunghwan kembali terduduk lemah.. Jae ikut duduk sembari menyentuh punggung Seunghwan.

‘Jae~a..’ suara Seunghwan terdengar lemah.

‘Hmm. Dia akan baik-baik saja’ Jae berusaha menenangkan.

‘Eotteokhae, nan eotteokhae Jaehyuk~a.. serum itu akhhh~’ Seunghwan menjambak rambutnya frustasi.

‘Yaegi anak yang kuat. Ia pasti bisa bertahan.’ Jae tau apa yang Seunghwan maksud.

‘Aku seharusnya tidak menyetujui ketika serum itu masuk kedalam tubuhnya selama bertahun-tahun..’ Seunghwan mulai bergetar.

‘Ya~Cho Seunghwan.. ireojimara, kita doakan yang terbaik.’

Ternyata serum yang pernah disuntikkan pada Yaegi 13 tahun silam memiliki efek dimasa mendatang. Jung Uisanim pernah memberitahu tentang konsekuensi terhadap serum otak tersebut. Sewaktu-waktu jika Yaegi pernah mengalami tekanan ataupun kejadian yang membuatnya tertekan secara kontinyu.. cairan diotaknya perlahan mencair dan bisa mengakibatkan kematian.. karena sistim limbik dikepalanya tidak sepenuhnya berfungsi setelah kecelakaan 15 tahun silam.

‘Kenapa dia meminta untuk dibelikan sepeda jika dia tidak suka? Dasar bocah busuk’ Seunghwan merasa kesal dengan sendirinya.

Tak lama kemudian Kim Uisanim kembali bersama seorang suster dan seorang yang berpakaian sama dengannya.

‘Eoh Uisanim..’ Jae & Seunghwan kembali berdiri.

‘Ini putri tunggal dari Jung Woo Ram.  Jung Woo Yeon..’ Uisanim memperkenalkan singkat yeoja berambut pendek sisebelahnya. Jung Woo Joon & Jung Woo Yeon adalah anak yang diadopsi oleh kepala yayasan rumah sakit sekaligus juga dokter yang menangani Yaegi ketika kecil dulu.

‘Annyeonghaseyo Ahjussi..’ Woo Yeon membungkuk sopan.

‘Kau..’ Seunghwan dan Jae seperti pernah melihatnya.

‘Ye, majayo aku adik dari Jung Woo Joon.’ Woo Yeon dengan spontan menjawab.

‘Geure,kami masuk sekarang..’ Kim Uisanim beserta  Woo Yeon dan suster kembali masuk kedalam ruangan UGD. 

Seunghwan dan Jae masih menatap sosok Woo Yeon begitu lekat..

‘Dia kembar Jae~a..’ Jung/Cho Woo Joon memiliki kembaran. Mereka diadopsi oleh kepala yayasan rumah sakit dan besar di Kanada. (SERIES REVENGE).

Woo Joon menjadi seorang profesor muda sedangkan Woo Yeon menjadi seorang dokter spesialis muda dibidang Radiologi.

 ‘Dia mirip sekali dengan Woo Joon, versi yeojanya..’ Jae mengangguk.

‘Tapi Yaegi tidak pernah bertemu si Woo Yeon itu kan?’ Seunghwan dan Jae kini kembali duduk dan menunggu perkembangan Yaegi yang sedang ditangani didalam sana.

***

EXO’s Dorm

Semua memberdeul berkumpul diruang TV dan terus menatap 2 bocah kecil yang ada dikasur kecil dia atas meja.

Dan seorang balita yang duduk seraya mengisap loliop.

‘Sshhh.. bagaimana ini? ‘ Tao menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Kita jam 6 harus sudah diMNET. Ini sudah pukul 4.. Kris Hyung tidak pulang dulu?’ Kai melirik jam dinding.

‘Molla. Ini bagaimana? Mereka tidak biasa meminum susu formula.’ Lay ikut bingung.

‘Eoh kau sudah mandi belum?’ D.o teralih pada Kyubin yang bajunya masih banyak terdapat bercak coklat.

‘hmm’ Kyubin menggeleng seraya mengayunkan kakinya yang duduk diatas sofa, ia tampak sangat polos.

‘D.o~a kau mandikan dulu dia, dia belum mandi pagi.’ Luhan menyuruh D.o

‘Hmm. Cha~ Kyubinna.. kajja mandi dengan Hyung..’ D.o hendak menggendong Kyubin.

‘Shireo. Aku jalan saja. kamar mandinya dimana?’ Kyubin turun dari sofa dan berjalan didepan D.o dengan gaya seperti orang dewasa -_-

‘Aegyo~’ D.o tak kuasa menahan rasa gemasnya terhadap Kyubin.

‘Sssttt.. Wu Geum Sha.. Cha~..’ Soo Rim terus menepuk nepuk tubuh Geum Sha agar mau diam.

‘Kau tidak jadi kerumah sakit?’ Suho menyambangi.

‘Geum Sha & Geum Chan tidak mungkin ditinggal..’ Soo Rim menggeleng, ia terus berjalan kesana kemari agar Geum Sha mau diam.

Terdengar seseorang yang datang dari arah pintu..

‘Eoh Hyung..’ Chen melihat Kris yang baru saja kembali dari rumah sakit.

‘Yaegi bagaimana?’ Soo Rim orang pertama yang menanyakan akan hal itu.

‘Tidak tau’ Kris berkata dingin lalu segera mengambil Geum Sha dari gendongan Soo Rim.

‘Appa tte.. uljimma..’ Geum Sha mulai berhenti menangis.

‘Aigoo.. Dia memang putri mu Hyung.’ Chanyeol ikut tersentuh -_-

‘Kris aku kerumah sakit sekarang eoh?’

‘Andwae. Tidak ada yang menjaga mereka. Kau disini saja Soo~a..’ Suho menahannya. Suho tidak akan pernah setuju jika Twins Wu ditinggal bersama memberdeul -_-

‘Sshhh..’ Soo Rim terduduk lemah.

‘KYYAAA~ Aih Kyubinni jangan seperti itu..’ terdengar suara D.o dari dalam kamar mandi.

‘Biar ku lihat..’ Lay menyusul D.o kekamar mandi.

‘Hyung..’ Suho melihat raut wajah Kris yang sama sekali tidak bergeming, ia terus terpaku menatap Geum Sha.

‘Bersiaplah. Kita akan ke MNET untuk rehearsal’  Kris pergi membawa Geum Sha kekamarnya.

Mereka yang ada disitu merasakan apa yang Kris rasakan saat ini.

‘Kasihan Kris hyung..’ Baekhyun membuka suara.

‘Hyung nanti aku mau melihat Noona..’ Sehun mulai merengek pada Suho.

Suho tak menjawab apapun, karena jauh dilubuk hatinya yang paling dalam Suho merasakan hal yang sama dengan Kris. Pikirannya terus terberai karena keadaan Yaegi saat ini.

Sementara itu dikamar..

‘Kau tidur disini ne, Appa ganti baju dulu.’ Kris menaruh Geum Sha dikasurnya.

Geum Sha menatap langit-langit kamar dan sesekali melihat arah Kris sembari tangannya yang bergerak-gerak.

‘Wu Geum Sha..’ Kris mengajak bicara Geum Sha agar ia tak menangis.

Fokus Kris masih terpecah saat ini, menjelang comebacknya esok hari dan berniat untuk mmeberikan Yaegi kejutan malam ini sepertinya itu hanya khayalan belaka.

Kris membuka jaket yang ia pakai dan tak sengaja merogoh sesuatu dari saku jaketnya.

Sebuah gelang batu berbentuk sayap angel dan satu buah batu yang memang berbentuk angel. Ia memutusakan untuk memberikan gelang yang banyak mengandung arti tersebut pada yeoja yang saat ini ia sendiripun belum tau bagaimana keadaannya.

Kris menatap benda itu sesaat lalu menaruhnya diatas meja. Ia mulai mengganti pakaiannya dan kembali memasukkan gelang tersebut disaku celananya.

‘Chup~ kau jangan cengeng, Appa hanya pergi sebentar..’ Kris mengangkat Geum Sha dan mengecup pipi yeoja mungil itu.

Kris keluar dari dalam kamar.. terlihat semua member juga sudah berbenah.

‘Eo Kris kau sudah siap kajja~’ Minwook yang sedang membaca majalah bangun dari sofa, ia sudah sedari tadi menunggu.

‘Soo~a kami pergi dulu..’ Suho meenyentuh bahu Soo Rim pelan.

‘Appaaa..’ Kyubin yang baru selesai disisir rambutnya oleh Lay berlarian ke arah Kris.

‘Appa pergi dulu eoh, kau disini saja dengan Imo..’ Kris masih tak sanggup menyunggingkan senyumnya.

‘Aku mau bertemu Omma.. Yaegi Ommaneun eodisseoyo?’ Kyubin melihat semua orang dewasa yang berdiri disekitarnya.

Memberdeul,Minwook dan Soo Rim semua saling beratatapan satu sama  lain.

‘Ah Kyubinni sini sayang..’ Soo Rim menarik Kyubin mendekat.

‘Kajja~ ‘ Minwook melirik jam tangannya sekilas dan merekapun meninggalkan dorm.

‘Hyung annyeong~’ Kyubin melambaikan tangannya.

‘Eoh annyeong ~’ mereka menjaawab serempak.

‘Bye Bye..’ D.o mencubit pipi Kyubin sebelum pergi.

Kini Soo Rim, Geum Seum Sha & Geum Chan tinggal didrom EXO. Soo Rim mulanya ingin menyusul kerumah sakit dan menitipkan ketiga bocah itu diDorm tetapi Suho melupakan sesuatu bahwa mereka memiliki jadwal.

‘Kyubin kau jaga adik mu sebentar ne .. Imo mau kembali ke atas sebentar saja eoh?’ Soo Rim hendak mengambil ponselnya yang tertinggal diatas.

‘Hmm’ Kyubin mengangguk singkat. Ia duduk manis diatas sofa dengan Geum Sha & Geum Chan yang ada diatas meja beralaskan kasur kecil.

***

Sudah lebih dari dua jam Yaegi diruang UGD, dan hingga saat ini dokter belum menampakkan batang hidungnya sekalipun.

‘Jae, kau pergilah menyusul mereka biar aku yang menunggu Yaegi..’

‘Aku~’

TREEEKKK  Woo Yeon  dan suster Park keluar dari dalam ruangan ..

‘Uisanim..uisanim.. bagaimana keadaannya?’

‘Dia harus dibawa ke ruang ICCU. Keadaannya masih kritis.. cairan itu sudah menutupi sistim limbik dikepalanya’ Woo Yeon dengn sedikit wajah yang prihatin.

‘Apa tidak bisa melakukan sesuatu?’ Seunghwan masih terlihat panik.

‘Operasi. Kita bisa membedahnya dan mengeluarkan serum yang sudah mencair itu. Tapi ..’

‘Tapi apa?’ Jae tak ingin menunggu lama.

‘Kita belum bisa menemukan serum itu diKorea. Dulu Jung Uisanim mendapatkannya khusus dari Kanada’

‘Tidak ada cara lain?’ Seunghwan melontarkan kalimat yang sama.

‘Jwesonghamida..’ Woo Yeon dan perawat itu membungkukkan badannya, dan tak lama Yaegi dibawa keluar oleh beberapa petugas rumah sakit menuju ruang ICCU.

Setibanya diruang  ICCU … EKG segera dipasang agar dapat terus memantau denyut jantung Yaegi.

‘Kalian bisa menjenguknya, tetapi jangan sampai membuatnya merasa terganggu. Kami masih mengusahakan serum itu tiba esok hari.’ Woo Yeon kembali menjelaskan.

Jae & Seunghwan tidak bisa menjawab apapun.

‘Geurom. Kami tinggal dulu’ Woo Yeon  dan suster Park keluar dari ICCU.

Dibalik pintu ICCU.. Woo Yeon berdiri sesaat..

‘Oppa.. aku melakukan yang terbaik. Woo Joon Oppa.’ Jessy mendesis pelan lalu ia meninggalkan ICCU menuju lantai dasar.

‘Jae kau ke MNET sekarang..’ Seunghwan duduk kursi menghadap Yaegi.

‘Geure. Segera kabari aku jika terjadi sesuatu ..’

‘Eo. Katakan pada Kris bahwa Yaegi baik baik saja. Esok ia akan comeback’ Seunghwan mengingatkan Jae.

‘Hmm…’ Jae mengangguk dan beregegas melangkah keluar.

tetapi langkah nya terhenti bersamaan dengan EKG yang berhenti mengeluarkan suara denyut jantung itu….

Tiiiiittttt~~ DEG !!

-Jika esok kita tidak dapat bertemu satu sama lain,maka ingatlah hari ini

Cho Yaegi-

ToBeCo

Pemirsaaaahhh ..😀

nantikan next chap yak, author mah deg deg an ini tungguin EXO comeback ,, FIGHTING !! RCL Please ~ *deep bow ^_^

NOTE : Mianhae, jika ada komen yang engga kebalas, auhtor masih mengejar deadline agar tugas akhir cepat kelar jadi bisa main main lagi dengan reader semua. Overall SARANGHAEYO ,.

 

 

58 thoughts on “You’re My Only Present Chapter 4

  1. Ksian yaegi….Jgn ambil nyawanya….
    Kris ma twins wu n kyubin jgn ditinggalin……
    Kris kasian,,g bisa nemenin yaegi,,,krna dy artis…psti dy kesel ma dirinya sendiri…:(😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s