You’re My Only Present Chapter 5 END

Gambar

Title  :: You’re My Only Present Chapter  5 END ( 2 3 )

Script Writer  :: Muriza  a.k.a Cho Yaegi (Namkor)

All Cast::

*  Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

*  Cho Yaegi (OC > Kris’s Wife)

* Wu Geum Chan/Geum Sha (Twins Wu)

* EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin) 

*  EXO’s Real Manager (Im Seunghwan Jaehyuk Yongmin Minwook Yongjun)

* Other Cast xxx

CAMEO     ::  BB/GB  (you will  find in the FF)

Genre       ::  Romance, Comedy, Family,Friendship,Kris Marriage Life

Rating              ::  PG 17

Length      ::  Chaptered

Disclaimer  ::  Typo Bertebaran ! This FF originally born from my absolute brain~ No Plagiat, Don’t plagiat, Don’t take it without my permission and don’t  do something same as like plagiat !! PLAGIAT OUT !

EXO for you, Kris for me only *digebukin😀

Personal  Blog            : EXO & Prince WuFan

Fan Page Facebook      : Fan Fiction Exo Kris

***

Recommended Song : K.Will _ Present

Nae saengae gajang areumdaun sunganeun
neol manna nunbusige saranghaetdeon sungandeul
ije na ara neoraneun saram
nae saengae gajang keun seonmul

The most beautiful moment of my life is
When I loved you after meeting you
Now I know that you’re the biggest gift of my life

-Kris-

***

Seusai rehearsal untuk comeback stage esok hari Kris dan memberdeul bergegas untuk kembali ke Dorm. Energi mereka benar-benar terkuras hari ini.

Ketika diruang ganti EXO, Kris masuk dan memakai kembali jaket yang ia kenakan tadi dan tiba-tiba saja sebuah cincin yang selama ini tersimpan rapat didompetnya .. TING ~ jatuh kelantai. DEG !! Mata Kris menatap lekat cincin tepat didekat kakinya.

Semua memberdeul dan Coordi Noona juga ikut melihat mimik wajah Kris yang tidak seperti biasanya meskipun dihari harinya pun ia bukan member yang begitu ceria.

‘Hyung..’ Sehun berdiri disebelahnya.

Kris membuyarkan lamunannya dan mencari manager Hyung yang sedang berbicara didepan pintu waiting room.

‘Kris kalian sudah siap? Kaj~’

‘Hyung aku pinjam mobil mu..’

‘Mwo? Buat apa? ‘ YongMin tak mengerti.

‘Hyung berikan aku kunci mobilmu..’ Kris terus memohon pada Yong Min.

‘Kris kau mau kemana?’ Im manager mulai merasa tidak suka dengan sikap Kris yang aneh dari biasanya.

‘Dia baik-baik saja. Tidak perlu khawatir’ Jae berbicara dalam bahasa mandarin,agar beberapa crew dan Coordi Noona tidak mengetahuinya.

‘Nugu?’ Minwook yang juga paham mandarin bertanya balik.

Jae hanya menatap dengan tatapan yang seolah mengatakan siapa yang ia maksud.

‘Tidak bisa. Aku harus kesana sekarang’

‘Kris.’

‘AKU HARUS KESANA GE !’ Kris menggunakan mandarinnya dengan skala suara yang cukup membuat orang disekitar terheran-heran.

‘Hahaha.. Lucu sekali Ge, Haha Gege hanya bercanda..’ Tao mencairkan suasana dengan berpura-pura tertawa didepan crew dan Coordi Noona.

‘Mereka suka bercanda seperti itu diDorm.. Hey Duizang’ Luhan mengiyakan dan menghampiri mereka yang ada didepan pintu.

‘Kajja~ kajja.. kita pulang.. aigo aigo aku lapar’ Baekhyun dan Chanyeol membuat kegaduhan agar perhatian mereka yang tak mengerti permasalahan tidak curiga.

Kris yang tadinya emosi kini diam dan berjalan lurus menuju parkiran MNET.

‘Ini..’ Yong Min benar-benar memberikan kunci mobilnya.

‘Tapi kau harus pulang malam ini, esok jam 2 siang kita sudah standby disini’ Im mengangguk setuju.

‘Aku ikut’ Lay dan Suho menyahut bersamaan.

‘Lay, kita harus melihat Geum ChanSha’ D.o menyambangi.

‘Mereka sudah dibawa ke Busan oleh Ahra saudara perempuannya Kyuhyun. Kebetulan tadi mereka ke apartement.’ Jae menengahkan.

‘Syukurlah’ Tao menghembuskan nafas lega.

‘Ck~ kau ini’ Kai menyikut perut Tao pelan dengan sikunya.

‘Sudah sudah kajja~’ Minwook menyuruh mereka masuk kedalam Van.

‘Aku ikut Kris Hyung..’ Sehun tetap diposisinya.

‘Jangan. Pulang sekarang.’ Im manager menolak keras.

‘Ahhh ~ shireo ..’ Sehun merengek.

‘Luhan..’ Minwook menyuruh Luhan untuk membujuk Sehun.

‘Sehunni kita pulang saja. Biar Suho dan Kris saja yang pergi.’ Luhan membujuk pelan.

‘SHIREO !’

‘NAIK !!’ Manager Im lebih meninggikan nada suaranya.

Alhasil,Sehun menurut -_-

‘Hyung kami pergi dulu..’ Lay dan Kris masuk ke mobil yang terparkit tepat didebelah Van mereka. Suho memilih untuk tinggal,karena Kai dan Sehun sewaktu waktu akan ……. (isi sendiri yak :D)

Mereka melihat sekitar sesaat lalu masuk kedalam mobil, untunglah hari sudah gelap dan MNET benar-benar dijaga ketat hingga stalker tidak akan bisa menyusup kedalam.

20 Menit kemudian.. Suho dan Kris tiba dirumah sakit.

‘Masuk lewat mana? Aih aku lupa memakai topiku..’ Lay mencari cari benda didalam dashboard yang bisa ia kenakan sebagai penutup.

‘Sudah ikut aku, Seunghwan Hyung ada didalam. Kita aman.’ Kris membuka pintu mobil dan turun.

Lay ikut turun mereka melewati tangga darurat, meskipun ini sudah pukul 10 malam tetapi pintu utama masih ramai orang yang berlalu lalang.

‘Dilantai berapa?’

‘3..’

‘Tau darimana?’

Kris berhenti sejenak dan memandang  tajam ke arah Lay yang sedari tadi terus bertanya.

‘Debuqi (maaf)’ Lay mengerti arti tatapan itu.

Kini mereka tiba dilantai 3, dan mencari letak ruang ICCU.

Kris menarik nafas perlahan dan mulai memberanikan diri membuka pintu ~

Terlihat Seunghwan yang tertidur disofa yang ada diruang tersebut.

‘Aku tunggu diluar saja’ Lay merasa ragu jika terlalu ramai orang didalam.

‘Hmm’ Kris tidak begitu menggubris dan langsung masuk.

Tit Tit Tit.. EKG terus berbunyi .. Tatapan Kris berubah semakin memanas ketika melihat banyaknya alat yang terpasang dibagian kepala Yaegi.Ia tak menyangka akan separah ini.

Seunghwan terbangun ketika bayangan Kris melewatinya.

‘Eoh wasseo? Dengan siapa kau kemari?’ Seunghwan terlihat sangat lelah.

‘YiXing..’ Kris sama sekali tak menoleh ke arah Seunghwan.

‘Dia baik-baik saja.’

‘Kenapa harus selalu mengatakan itu didepanku?’ Kris berkata dingin.

‘Kris..’

‘Aku suaminya Hyung’ mata Kris berkaca-kaca menatap wajah Seunghwan.

Seunghwan berusaha untuk tenang dan mendekat pada Kris.

‘Dia koma saat ini. Hanya keajaiban yang membuatnya terbangun tanpa serum itu.’ DEG !! Jantung Kris nyaris berhenti berdetak, rasa sakit yang tak dapat terlukiskan dari dalam hatinya.

‘Apa maksudmu Hyung?’

‘Kita tunggu hingga esok siang, serum itu akan sampai.’ Kris baru mengingat bahwa Ha Sun Ahjumma pernah bercerita tentang sakit masa kecil Yaegi.

‘Hyung aku mau bertemu dengan dokter yang menanganinya.’ Kris memegang lengan Seughwan.

‘Esok hari saja setelah kau selesai dengan jadwal mu’

Kris tertunduk lemah, ingin sekali rasanya ia mengatakan ia tidak ingin ketika comeback stage esok hari di MCOUNTDOWN.

‘Geuresso. Aku keluar dulu, kasihan YiXing..’ Seunghwan menatap Yaegi sekilas dan keluar kamar.

Tit tit tit tit.. hanya alat itu yang mendominasi ruang tersebut.

Kris menyeret pelan bangku disisi tempat tidur dan duduk.

Ia mengusap kening yeoja itu dan terduduk dengan tatapan sendunya, ia sama sekali tak tau harus melakukan apa.

‘Yaegi~a..’

‘Nyonya Wu.. esok hari comeback stage kami..’

Hening.. bibir mungil itu hanya terkatup kaku tak bersuara.

‘Geum Sha rang Chan Sha Rang Kyubin do.. mereka semua diBusan’ Kris meraih tangan Yaegi yang tersalip selang infus.

‘Yaegi~a..’ Kris mulai terbawa suasan hatinya.

‘Apa semua ini karena ku? hmm?’ Kris menadahkan kepalanya ke atas agar cairan bening itu tak jatuh.

‘Nattemune (karenaku).. hidupmu tidak pernah bahagia. Aku selalu menyakitimu, benarkah begitu? Kau benar, aku jahat..’

‘Yaegi~a ireona..’ suara bass Kris mulai bergetar.

‘Kau mempunyai banyak hutang dengan ku eoh! Kau bilang kau akan pergi ke MNET esok hari eoh? Cho Yaegi ..’

‘Cho Yaegi ireona..’ Kris memaksakan suaranya.

‘Kau benar, jika bukan karena aku.. Joon tidak akan pergi, kau tidak akan tinggal disini.. jebalyo ireona palli..’ Kris tak dapat menahan bulir bulir bening dimatanya.

‘Napeunna.. naega nappeun namja.. Yaegi~a ireona PALLI !!’

‘Hiks.. hh Yaegi~a.. kau hidup untukku bukan untuk serum itu. Kenapa kau menyamakan ku dengan serum itu !! Kau bodoh ! Ya! Yeoja babo ireona ! CHO YAEGI! ‘ Kris terisak sejadi-jadinya, ia menutup wajahnya dengan tangan Yaegi yang didalam genggamannya.

‘Cho Yaegi..ku mohon..’ Kris tak sanggup mengotrol kesedihannya.

‘Jika kau memperlakukan ku dengan cara seperti ini,KENAPA MAU MENIKAH DENGAN KU!! ‘ Kris lagi lagi terlihat sesak sendirinya.

‘Kenapa tidak pernah mengatakannya padaku jika kau sakit eoh? Cho Yaegi ireona palli..’ Kris sama sekali tidak memperlihatkan wajahnya.

Ternyata dibalik itu semua sepasang mata melihat mereka dari sela pintu yang sedikit terbuka.

Lay yang mendengar itu merasakan gejolak dihatinya.

Seunghwan pergi menemui bagian administrasi untuk segera memindahkan Yaegi keruangan yang lebih nyaman.

‘Ku pikir dulu aku bisa merebut mu dari bocah bodoh itu, tapi ternyata tidak. Dia benar-benar mencintai mu Yaegi~ssi’ Lay membatin, airmatanya mulai menetes.

Ia tak menyadari bahwa sedari tadi juga seseorang berdiri dibelakangnya.

‘Chogiyo ~’ suara itu terdengar lembut.

Lay terhenyak melihat sosok yeoja cantik berambut sebahu memakai jas putih dan stetoskop dilehernya.

‘Ah ye’ Lay merasa sedikit was was jika yeoja itu mengenalnya.

‘Kau temannya Yaegi?’

‘Yee?’ Lay teperangah.

‘Annyeonghaseyo Jung Woo Yeon imnida. Aku dokter yang menangani Yaegi’ Woo Yeon membungkukkan badannya sopan.

‘Cantik ah tidak maksudku  mana ada dokter semuda itu?’ Lay membatin dengan sendirinya.

‘Hokshi.. kau kekas~’

‘Anya, aku ~’ Ucapn Lay terpotong.

‘Ah maksudku suami~’

‘Anya, sudah ku bilang bukan. Suaminya didalam.’ Lay sedikit merasa dongkol -_-

‘Ah mianhaeyo.. aku hanya memastikan bahwa ada yang menunggunya malam ini. Serum akan tiba esok hari’

‘Yee? Eoh ye ye’ Lay mengangguk saja, padahal ia tak tau menau soal apapun.

‘Aku kedalam dulu..’ Woo Yeon  melewati Lay dan masuk kedalam ICCU.

~GLUP bunyi saliva Lay yangg seolah tersangkut dikerongkongannya ‘Sepertinya aku tidak menyukai kau lagi Yaegi~ssi’

Sementara itu didalam.

‘Permisi..’ Woo Yeon menginterupsi Kris yang masih menyandarkan kepalanya disisi tempat tidur dengan tangan Yaegi yang masih ia genggam.

‘Ah ye..’ Kris terhenyak dari kesedihannya.

‘Hokshi kau suami Yaegi?’ Woo Yeon memanggil nama Yaegi terlihat sangat akrab.

Kris yang baru menoleh, matanya terbuka lebar seketika..

‘Kau..’ Meskipun hanya beberapa kali bertemu dengan Woo Joon Kris dapat merekam dengan baik setiap inci wajah seorang Cho Woo Joon.

‘Anyi, aku Jung Woo Yeon. Aku dan Oppa saudara kembar’

‘Oppa?’ Kris masih tidak mengerti.

‘Hmm. Ah serumnya akan tiba esok hari. Dan kemungkinan besar operasi akan berlangsung setelahnya’ Woo Yeon kembali pada topik pembicaraan.

Kris bangkit dari duduknya ‘Dia akan baik baik saja kan?’

‘Hmm. Istri mu gadis yang kuat. Walaupun ia sedang koma saat ini tapi ia tidak perlu tindakan resusitasi’ Woo Yeon mengangguk mantap.

‘Ah maaf, siapa namamu Tuan?’ Woo Yeon profesional.

‘Wu. marga ku Wu.’

‘Tuan Wu.. bisa kita bicara sebentar’ Woo Yeon menunjuk tempat yang berada dibalik gorden pembatas dimana Yaegi berada.

Mereka berbicara dibaliknya.

‘Bagaimana Uisanim?’ Kris masih dengan wajah seriusnya.

‘Yaegi baru saja melahirkan?’

‘Hmm. Sebulan yang lalu’ Kris mengangguk.

‘Anak mu diberi ASI ?’

‘Eoh, hanya ASI saja.’

‘Setelah penyuntikkan serum ini, anak mu jangan diberikan ASI lagi. Itu akan berpengaruh pada daya pikir buah hati mu jika ia besar nanti.’  DEG ~ lagi lagi darah Kris berdesir pelan.

‘Kim Uisanim akan merekomendasikan susu formula yang baik untuk bayi mu. Tidak perlu khawatir’ Woo Yeon langsung melontarkan kalimat yang membuat Kris tidak begitu risau.

‘Tidak bisakah ia sadar dalam keadaan saat sekarang?’

‘Butuh keajaiban. Ia masih dapat bernafas karena bantuan alat-alat itu. Berdoa saja yang terbaik’

‘Jadi~’

‘Ye, majayo. Istri mu sedang melawan masa kritisnya.’ Woo Yeon tersenyum getir.

Kris terasa seperti ditusuk oleh ribuan pedang, dadanya terasa sangat sesak. Ia terduduk lemah disebuah sofa yang ada.

Woo Yeon yang menyaksikan pemandangan itu..’ Oppa, aku akan melakukan semuanya dengan baik. Kau benar, namja ini memiliki perasaan yang tulus untuk gadis hujan mu..’ Woo Yeon membatin pelan lalu ia permisi untuk meninggalkan tempat tersebut.

Kris kembali melangkah mendekat ke arah Yaegi..

Tangannya mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuh gelang yang bermotif angel.

Kris perlahan memakaikan gelang itu disisi kiri kanan Yaegi.

‘Kau suka? Ini satu satunya didunia ..’ Kris berusaha  layaknya sedang bercanda seperti biasa didepan Yaegi.

‘Yaegi~a kajja kita pergi, bukankah kita belum pernah menghabiskan malam bersama? bangunlah, besok aku tidak punya waktu lagi. Kau tau tidak aku namja yang sibuk..’ suara Kris kembali parau seperti hendak menangis.

‘Yaegi~a ku mohon..Hiks’

‘Yaegi~a kajja kita menjemput malaikat kecil kita disana, mereka sudah sangat merindukan mu.. ‘

‘Kau kenapa seperti orang bisu? apa kau tuli? jawab aku !!’ Kris menggoyangkan tangan Yaegi yang masih terbalut infus itu.

‘Duizang..’ suara itu..

Kris mendongakkan wajahnya ..’Yi Xing~a..’

‘Jangan cengeng. Kau laki laki’ mereka berbicara menggunakan mandarin.

‘Aku takut YiXing.. aku takut~’

‘Yaegi akan melihat kita esok ketika comeback stage..’ Lay mengusap punggung Kris pelan.

‘Itu tidak mungkin. Alat ini saja tidak bisa menjaminnya YiXing~a..’ Kris menggeleng pasrah.

‘Baby Twins kekuatan mu. Kau masih punya mereka.. jangan cengeng’ Lay ikut terenyuh hatinya.

‘Aku hanya ingin Yaegi terus disamping ku Zhang YiXing..’ Kris tak menghiraukan jika ia disebut namja cengeng ataupun lemah, ia kembali terisak.

‘Yaegi akan terus disamping mu, ia akan selalu mendampingi mu hingga kau sendiri lupa bahwa ada dia didekat mu..’

Kris berhenti menangis dan kembali menatap Lay ..’Apa maksdumu?’

‘Kita pulang sekarang. Kita harus menyiapkan semuanya untuk esok hari, OK?’ Lay menyemangati.

Tak lama Seunghwan kembali masuk kedalam. Seunghwan dapat melihat mata Kris yang sembab.

‘Pulanglah. Biar aku yang menjaganya. Ini..’ Seunghwan memberikan secarik kertas pada Kris. Kris menerimannya.

‘Itu nama susu formula untuk bayi mu. Segera beli malam ini, di Busan tidak ada. Mereka terus menangis sejak tadi sore’

‘Jadi kami ke Busan sekarang?’ Lay memastikan.

‘Tidak. Jae menunggu kalian diDorm, ia yang akan bertolak ke Busan. Kris kompres mata mu sesampai diDorm. ’ Seunghwan mengingatkan kembali.

‘Hmm’ Kris hanya mendeham singkat. Mereka pun pergi, meskipun dengan  sangat berat hati Kris melangkahkan kakinya ia harus bisa kuat seperti ia pernah ditinggal oleh sosok ayah yang begitu berpengaruh dalam hidupnya. History will go on..

***

30 May 2013_MCD_ 6 PM KST

TARRRR TARRR TARRR !! KYAAA KYAAAA.. EXO K EXO M EXO EXO..

Teriakan membahana dengan lautan manusia yang terus meneriakkan nama mereka, EXO is back. Wolf mulai menghinoptis semua EXOTICS yang sudah menunggu sekian lama kembalinya 12 alien dari MAMA ERA bumi mereka EXO PLANET.

‘Naego wolf, naega wolf.. Awooooo Saranghaeyo.. Sarangiyo..’

KYAAA !! KRIS ! LUHAAAANNNN…. KAI KAI KAI..

CHEN OPPA… LUHANNI .. KYAAAAHH OH SEHUN OH SEHUN..

Teriakan fans masih membahana setelah pertunjukan mereka selesai.

Di belakang panggung..’Woohh ! sshhh ini lebih dari sekedar menengangkan..’

‘Hooahh jantung ku masih berdetak sangat cepat..’ mereka masih membahas pertunjukan mereka barusan.

‘Annyeonghaseyo..’

‘Eoh Annyeongseyo ..’

‘Ye ye annyeonghaseyo..’ mereka sesekali membungkukkan badan ketika hendak menuju waiting room dan bertemu beberapa BB/GB yang hendak perform di stage .

Kris sedari tadi pagi tidak menelan atau memakan satu apapun, kini matanya terus jalan lurus kedepan.. ia sudah mengoptimalkan sandiwaranya beberapa menit yang lalu ketika sorot lampu fokus ke arahnya.

‘Kasihan Kris Hyung..’ Baekhyun mendesis pelan. Mereka melihat Kris yang berjalan sendiri lebih dulu menuju waiting room sembari memegang ponselnya.

‘Noona bagaimana?’ Kai teringat akan apa yang mereka ketahui malam tadi.

‘Seharusnya ini sudah selesai operasi..’ Suho ternyata memakai jam yang Soo Rim berikan.

‘Seunghwan Hyung tidak mengabari apapun?’ Chanyeol berbisik.

‘Sudah nanti saja diwaiting room.’ Lay menginterupsi.

Mereka msih mempunyai 1 jadwal lagi yang akan selesai pukul 12 malam nanti,mereka akan pergi ke Sukira.

***

 

Seoul International Hospital_12 AM KST

Seunghwan tiba didepan sebuah ruang rawat inap yang bertuliskan ‘HaNa Room’. Ia masuk kedalamnya dan ia melihat Soo Rim dan satu orangnya lagi disebelahnya..

‘Ahjumma tidak jadi kemari?’ Seunghwan tidak langsung menyapa sosok wanita paruh baya disamping SooRim.

‘Ahjumma sudah pulang setelah operasinya selesai..’ Soo Rim bangun dari duduknya.

‘Eoh Kakak Wu kapan kau tiba? Kenapa tidak mengabari ku?’ Seunghwan akhirnya menyapa seseorang itu, yang berstatus sebagai mertua Yaegi.

‘Aku tiba pukul  pukul 8 tadi pagi. Jae yang menjemputku. Dia tidak memberitahu mu? ‘Ibu Kris dengan setelah casualnya dan wajah yang masih terlihat lelah akibat perjalanan jauh.

‘Ah tadi aku sedang memantau anak anak dibelakang stage’ Seunghwan meminta maaf.

‘Hmm. Tidak apa apa. Busan itu dimana? Aku mau menjemput cucuku.’ Ibu Kris kini beralih pada Soo Rim.

‘Eoh tidak begitu jauh dari kota Seoul, besok akan ku antarkan kau kesana~’ Soo Rim tidak tau mau memanggil apa.

‘Ibu, panggil saja begitu’ Ibu Kris tersenyum ramah.

Kini fokus Seunghwan kembali menatap sesuatu dibalik gorden pembatas kamar tersebut.

‘Operasinya berjalan lancar. Kris dimana? Semuanya sudah siap?’ Soo Rim menjelaskan.

‘Hmm. Kalian ada ada saja’ Seunghwan dan Soo Rim seperti mengetahui sesuatu.

‘Kyubin sudah dijemput Ahra? Bawa pulang saja dia dari Busan.’ Seunghwan mengingat bocah kecil itu.

‘Hmm. Sudah..’

Diwaktu yang bersamaan..

CEKLEK ~ seseorang datang menginterupsi.. sosok yang memakai serba hitam dengan topi yang sedikit menutupi wajahnya.

‘Kris..’ Seunghwan sedikit menyipitkan matanya.

‘Eoh Kakak Wu..’ Jae muncul dari balik pintu, seusai dari Sukira Kris segera melesat kerumah sakit bersama Jae.

‘Yi Fan..’ Tatapan Ibu Kris langsung menatap sosok yang sangat ia rindukan itu.

Kris berjalan tanpa ekspresi sedikitpun, ia tidak terlihat surprise ataupun tak percaya dengan kedatangan Ibunya. Ia justru perlahan jalan mendekat menghampiri wanita yang melahirkannya itu dan..

‘Ma..’ Kris secepat kilat memeluk Ibunya erat dan membenamkan wajahnya dipundak Ibunya.

‘Sshh, jangan menangis. Ibu disini..’ Ibu Kris tampak tersenyum dan saling melemparkan tatapan pada Jae Soo Rim dan Seunghwan yang dibelakangi oelh Kris/

Mereka yang melihat itu seolah mengerti dan memutuskan untuk meninggalkan mereka bertiga saja didalam ruangan.

‘Hiks..’

‘Yi Fan..’ Ibu menepuk nepuk punggung anaknya itu dengan penuh kasih sayang.

‘Ma.. Wo (aku)..’

‘Bagaimana comeback mu? Ibu menonton melalui streaming ketika dibandara. Putra ku terlihat sangat tampan.’ Ibu langsung mengalihkan pembicaraan dengan melepaskan pelukannya agar Kris tidak larut dalam kesedihan dan rasa harunya.

‘Hehh.. sudah kenapa putra Ibu jadi cengeng seperti ini? Apa kau terlalu merindukan Ibu hmm?’ semakin terlihat mencurigakan, Ibu Kris terlihat baik baik saja.

Kris menyekat tetesan dipipinya dan berjalan menuju seseorang disana, ia menyibakkan gorden perlahan ..

Yaegi masih terkulai lemah dengan lilitan perban dikepalanya, oksigen masih membantunya untuk bernafas. EKG masih terpasang dan mengeluarkan bunyi setiap detiknya.. sedikit ada perasaan lega dihati Kris karena alat-alat yang tadi malam memenuhi kepala Yaegi sudah tidak ada satupun.

‘Hey.. apa kau akan terus tidur? ‘ Kris berdiri menatap yeoja didepannya.

‘Yaegi~a.. na wasseo..’ Kris menarik kursi lalu duduk ditepian ranjang.

‘Kau melewatinya dengan baik? hmm?’  Kris mengusap pelan puncak kepala Yaegi.

‘Kenapa kau diam saja? Apa kau marah padaku? Palli ireonayo..’

‘Permisi Tuan..’ suara itu membuat air mata Kris tertahan dipelupuk matanya.

Kris menoleh melihat Kim Uisanim dan seorang perawat yang membawa semacam nampan berisi obat obatan.

‘Yi Fan.. bangunlah sebentar nak, suster itu akan mengecek keadaan istri mu’ Ibu Kris datang menyambangi.

Kris bangun perlahan dan sedikit menjauh dari sisi tempat tidur.

‘Chukkae.. operasinya berjalan lancar. Aku kemari hanya untuk menyerahkan ini..’ Kim Uisanim memberikan sebuah note kecil pada Kris.

‘Ige mwolyo?’

‘Naega mollaseoyo. Jung Woo Yeon menitipkannya untuk Nyonya Wu. Kalian berteman baik? Ah maksudku istri mu dan Jung Woo Yeon.’

‘Hmm. Majayo’ Kris mengiyakan saja.

‘Geure, aku pamit lebih dulu. Kita hanya tinggal menunggu Nyonya Wu  siuman, ia sudah lebih dari 5 jam terkontaminasi obat bius.’ Kim Uisanim memasukkan tangannya dikantung jubah putih yang ia kenakan.

‘Mrs. Kim, Is She already heading back to Canada? So what’s going on with my sister in law? Who will treat her later on? (Dokter Kim.. apakah dokter Jung itu sudah bertolak ke Kanada? Lalu bagaimana menantu ku? siapa yang menanganinya?)’

‘Ah yes, she go back for another purpose. You don’t have to worry. Mrs. Wu will be fine after her surgery. I’ll take care of her also. (benar ia kembali kesana untuk beberapa keperluan, kau tidak perlu merasa khawatir, Nyonya Wu akan baik baik saja setelah operasi ini.)’

‘Alright (baiklah)’ Ibu Kris tersenyum ramah.

‘Geure Tuan Wu aku permisi. Suster Park tolong dicek semua alat yang sedang bekerja ye.’

‘Ye Uisanim..’

‘Permisi.’ Kim Uisanim berlalu.

Kini Suster Park pun sudah selesai mengecek perkembangan Yaegi yang kian membaik.

‘Kapan dia akan sadar?’  Kris terus bertanya hal yang sama.

‘Bersabarlah Tuan, Nyonya sedang berjuang keras untuk itu. Tetapi kondisinya sudah melewati masa kritis. Ia akan segera siuman.’

‘Kapan?’ Kris kini menekankah kata katanya.

‘Secepatnya.’ Suster tersebut mulai gugup berhadapan dengan Kris yang wajahnya terlihat tidak suka dengan jawabannya.

‘Baiklah aku permisi’ Suster itu pun segera meninggalkan Kris & Ibunya beserta Yaegi.

‘Yi Fan, Ibu keluar dulu.. Tidak enak dengan mereka yang menunggu diluar, jangan terus meratap seperti itu. Yaegi akan baik baik saja, kau ingat apa yang dokter itu katakan eum?’

‘Shi Ma’ Kris mengangguk singkat. Ia tidak menyadari bahwa sedari tadi pagi banyak hal aneh disekelilingnya. Sepertinya hanya ia saja yang merasa sangat buruk hari ini.

Kini ia hanya berdua saja dengan Yaegi yang masih tak kunjung sadar, ini bahkan sudah hampir pukul 1 malam..

‘Yaegi~a.. ‘ Kris menyandarkan kepalanya didekat tangan Yaegi.. Kris mulai memejamkan matanya.

Selang beberapa saat .. DEG !! Mata Kris terbuka lebar, ia merasakan sesuatu menyentuh rambutnya. Sebuah sentuhan yang sangat ia kenal, tapi yang pasti hanya dua wanita yang pernah menyentuhnya seperti ini..

‘Ibu baru saja keluar, lalu sia~’ Kris segera mendongakkan wajahnya.

Terlihat yeoja yang Kris tau bahwa sedang terkulai lemah kini terduduk diatas ranjang dan tersenyum ke arahnya.

‘Yae Yaegi~a..’

‘Kenapa kau yang tidur? Aahhh aku sudah tidur dari pukul 2 siang tadi, sshh badanku pegal sekali..’Yaegi meregankan otot otot badannya, ia tidak tampak seperti orang yang habis tersadar dari koma.

Kris masih tidak percaya dengan semua ini, ia menatap Yaegi sangat lekat..

‘Waeyo? Kau tidak senang aku bangun? Kenapa menatap ku seperti itu?’ Yaegi mengerucutkan bibirnya.

Kris melihat alat pernafasan yang sudah dibuka oleh Yaegi..

‘Cho Yaegi kau.. ‘

Yaegi menangkupakan kedua tangannya diwajah Kris.. ‘Chukkae.. suami ku berhasil melewati semuanya dengan baik. Happy comeback stage ~ Chup’ Yaegi juga mengecup kening Kris.

‘Jadi kau ..’ Kris mulai berbalik mencurigai Yaegi.

‘Mwol? Aku sakit sungguhan.. ini perban sungguhan ! Mwol? kau pikir aku berpura-pura?’

‘Tapi kau~’

‘Aku sudah selesai operasi pukul 10 tadi pagi, hiii mian..’ Yaegi menyengir kuda.

CIIITT ~

‘AH APPO !! Ssshh Kris~a perih ..’ Yaegi berteriak seketika, setelah tangan Kris berhasil mencubit lengannya dengan lumayan keras.

‘Kau membodohiku lagi?’ Kris kini berdiri dan menatap Yaegi tajam.

‘Eehh? Membodohi apanya? Aku tidak melakukan apapun. Ini hanya sebagian dari rencana mereka..’ Yaegi berbicara dengan santai.

‘Mereka?’

‘Eo, mereka..’ Yaegi menunjuk arah belakang punggung Kris yang ternyata sudah ramai dengan 11 wolf,mereka adalah EXO. Jae, Seunghwan, Soo Rim ,Ibu Kris serta Woo Yeon juga ada disana. Mereka semua telah mengatur skenario sedemikian rupa sejak Soo Rim mengabari Suho & Jae bahwa operasi Yaegi berjalan lancar dan serum itu akan selamanya bertahan.

‘HAPPY ANNIVERSARY ~’ TAR TAR TAR.. suara konfeti yang dilepaskan memenuhi ruangan.

‘Kris Hyung, Yaegi~ssi chukkae ..’

‘Aigo Hyung ku sudah tua..’

‘Eoh eoh palli palli ..’ Baekhyun mendorong D.o yang memegang cake untuk mendekat ke arah Yaegi & Kris.

Kris masih terdiam mematung, tak sedikitpun aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya.

‘Hh hhyung..’  perasaan D.o menjadi tidak enak, karena dia lah yang paling dekat dengan posisi Wolf yang bisa saja tiba tiba datang menerkam -_-

‘Ahh palli.. kita mau memakan cakenya..’

‘Eo Hyung palli..’ mereka kembali gaduh.

‘Kris cepat kau tidak punya waktu banyak, kita harus pulang’ Seunghwan berpura pura berkacak pinggang.

Kris masih tak bergeming, ia bergantian menatap Yaegi.

‘Kau pembohong..’ Kris mendesis pelan.

‘Yee? Anya .. demi tuhan hanya hari ini, tadi malam aku sungguhan~’ kalimat Yaegi terpotong karena Kris lebih dulu memeluknya erat.

PROOOK PROOOK PROOK..’AIGO…’

‘KYAAA CHUKKAE..’ PROOK PROOK.. mereka bertepuk tangan.

‘Maafkan aku Tuan, aku sudah berbohong’ Kim Uisanim membuka suara.

‘EYYYYHHH ~’  mereka kini bersorak tidak jelas.

‘Kalian menyoraki siapa?’ Jae terlihat bingung.

‘LAY HYUNGGA~HMMPPHH’ Suara Sehun tertahan akibat tangan Lay yang membekap mulutnya.

‘AHHHH.. aku tau sekarang..’ Jae dengan gaya khasnya.

‘MWO? Astaga, aku bisa mati sekarang juga jika kalian satu persatu mulai berkencan.’ Seunghwan menepuk jidadnya pelan.

‘ANYA. Kami hanya teman’ Woo Yeon dan Lay menyahut bersamaan.

‘AUUUWHHHH.. Lihat itu Hyung, ku bilang juga apa..’

‘Aigo Lay Hyung..’

‘Kya~ ‘

‘Ah tapi kau dokter kan? Ah tidak apa apa. Aku merestuinya, karena EXO sering terjangkit wabah tidak waras’ Jae menambahkan. -_-

‘YAK HYUNG !!’ Memberdeul protes keras.

‘AH sudah berani ternyata eoh !!’ Seunghwan ikut membela Jae dengan berpura-pura marah pada mereka.

‘Ini yang paling akut..’ Lay menunjuk Baekyeol -_-

‘Aigo.. sudah berani berbicara sekarang Yi Xing kami heuum..’ Luhan membuka suara.

‘Ah dia yang paling parah..’kini Lay menunjuk Luhan.

‘YAK !!’ Luhan tidak terima -_-

‘Hmm.. apa akan terus berpelukan hingga esok pagi? ‘ Soo Rim mendeham.

‘Aih lepas..’ Yaegi mendengar perkataan Soo Rim.

‘Tidak mau.’ Kris masih terus memeluk Yaegi.

‘Eorini.. waktunya pulang..’ terdengar suara dari depan pintu. Im,Minwook, YongMin dan Yong Jun manager juga hadir disana. Mereka merencanakan ini sejak subuh tadi ketika Kris masih terlelap. Mereka sepakat untuk melangsungkan surprise kecil nan beresiko ini ditengah tengah jadwal mereka yang mulai padat.

‘Ah Hyung, aku belum memakan cakenya..’ Chen menggeleng.

‘Besok kita harus ke Music Bank’ Salah satu manager menimpali.

‘D.o ~a apa kau akan terus berdiri disitu memegang cake?’ Tao melihat D.o yang masih memegang cake didekat Kris.

‘GYAHAHHAHA..’ seketika tawa mereka memecah seisi ruangan.

‘Aih jangan keras keras, nanti akan ketahuan..’ Kai mengingatkan mereka.

‘Tidak perlu khawatir. Kamar ini terletak paling ujung dan CCTV nya tidak aktif. Semuanya sudah ku atur’ Woo Yeon menyambangi.

‘Sudah sudah.. kajja kajja kita pulang..’ Managerdeul menggiring mereka keluar.

‘Hyung kita party ne ne eoh?’ Sehun berloncat loncat.

‘Geure.’ Minwook mengangguk.

‘Aih jangan malam ini..’ Suho menolak karena teman sedompetnya pastilah akan memilih untuk menemani istri tercinta. -_-

‘Ibu akan mentraktir kalian..’ Ibu Kris menginterupsi.

Seketika member K terdiam tak mengerti..

‘Kita akan ditraktir’ Luhan menterjemah.

‘KYAAAA !! WOHHHOOOO AZAAA..’ mereka berteriak kegirangan. Soo Rim,Kim Uisanim berserta Woo Yeon juga ikut.

Mereka semua keluar dan mencari restoran  24 jam demi merayakan comeback mereka tanpa Kris.

‘Yak yak !! Lepas..’ Yaegi sudah mulai kehabisan nafas.

‘Tidak mau.’

‘Aku bisa mati Kris~a..’ Yaegi benar-benar susah bernafas.

‘Kau membohongi ku’ Kris masih bertahan dengan posisinya.

‘Aku tidak bohong. Hanya saja tadi ..’

‘Cho Yaegi babo..’

‘Eehh? Yak yak lepas,ku bilang lepas !’ Yaegi terus meronta.

Kris akhirnya melepaskan pelukannya. Ia masih tak habis pikir dengan semua ini, jika ia dilahirkan sebagai sosok yang tau cara mengekspresikan sesuatu mungkin tadi ia akan berteriak kegirangan ataupun panik didepan mereka semua layaknya seseorang yang dikerjai. Tapi Kris justru sebaliknya, ia sejujurnya merasa sangat malu ketika mereka semua melakukan hal itu padanya. Satu satunya cara agar bisa menyembunyikan rasa itu adalah dengan memeluk yeoja yang ada didekatnya itu.

‘Hmm.. Wolf..’ Yaegi mengacungkan dua jempolnya.

‘Kau tidak menontonnya.’

‘Cha~ ige.. Wolf saranghaeyo saranghaeyo.. ireokhae?(begitu kan)’ Yaegi menyibakkan selimutnya dan terdapat sebuah Ipad disana. Ia menyaksikan perform mereka melalui streaming MNET tadi sore.

‘Kenapa kau melakukan ini?’ Kris masih terlihat bodoh.

‘Naega? Anya, ini bukan ide ku. Tapi memberdeul. Kau tidak percaya? ‘ Yaegi berkata polos.

‘Lalu bagaimana Ibu bisa~’

‘Ibu sudah sejak tadi pagi disini. Kau itu bodoh atau apa? Mana ada pesawat internasional malam malam. Auuwhh suamiku..’ Yaegi mencubit pipi Kris gemas.

‘Lalu itu?’ Kris menunjuk perban dikepala Yaegi.

‘Ini sungguhan ! pukul 10 tadi pagi semuanya selesai, aku ingin sekali menyusul mu keMNET tapi apakah mungkin dengan perban seperti ini? Woo Yeon itu baik sekali, ia meminjamiku IPAD nya..’ Yaegi tersenyum sumringah.

‘Kau baik baik saja?’ Kris kini teringat akan kronologi kejadian yang membuat Yaegi kritis.

‘Waeyo? Woo Yeon maksudmu? Eoh dia mirip sekali dengan ~’

‘Ah Yaegi~a tidak perlu mengingatnya!’ Kris menutup mulut Yaegi dengan telapak tangannya.

‘Aih akks.. tangan mu pahit’ Yaegi merasakan keringat yang ada ditangan Kris.

‘Jangan mengingat apapun lagi yang akan membuatmu seperti ini. Jangan sakit lagi. Jangan membuatku takut..’ nada suara Kris melemah.

‘Kau takut kenapa? Kau tidak bisa merawat mereka  jika aku per~’

‘KEUMANHAE ! (hentikan)’ Kris cepat cepat menghentikan kalimat Yaegi.

Yaegi menarik senyum simpulnya dan kembali menyentuh wajah Kris.. ‘Ghopjeongmalgu.. na anthae kallaeyo..Uri yaksho cho? (jangan takut,aku tidak akan penah meninggalkan mu. Bukankah kita sudah berjanji?’)

Kris memegang tangan Yaegi hangat ..’Hmm. Na jeongmal piryeotagu (aku sungguh membutuhkanmu Yaegi~a . Neo eobsi moessaratjji Cho Yaegi (aku tidak bisa hidup tanpa ada kau disini)..’ Kris berbisik pelan, wajah mereka berjarak begitu dekat.

Chu~ Kris mengecup bibir Yaegi singkat lalu berkata ‘Ini terakhir kalinya aku mencium mu dirumah sakit’

‘Chu~ kecupan kedua ‘Jika mau meminta sesuatu, mintalah padaku. Jangan seperti anak kecil yang minta dibelikan sepeda’

Chu~’Aku tidak mau punya bayi lagi. Kau tidak perlu hamil lagi’

‘Aih chamkamman..’ Yaegi menahan Kris yang hendak mengecupnya untuk kesekian kalinya.

‘Yang terakhir itu apa maksudmu?’

‘Geum Sha & Geum Chan sudah lebih dari cukup bagi ku. Jika kau hamil lagi, maka aku akan kembali menciummu dirumah sakit. Aku tidak suka melihat mu disini ‘ Kris sungguh menggemaskan.

‘Ah syukurlah..’ Yaegi melepaskan nafas lega.

‘Maksudmu?’ Kris merasakan  sesutu yang mencurigakan.

‘Ah anyi maksudku keuge.. ah keuge ah dua anak itu sudah cukup, itu maksudku’ Yaegi kelimpungan mencari alasan yang tepat.

‘Apa kau menyangka bahwa tidak punya bayi lagi artinya tidak melakukannya lagi? Jangan takut Nyonya Wu, kita punya pemikirian yang sama.Hmm? Chu~’ Kris berbisik pelan.

‘Aih sudah cukup ini rumah sakit.’ Yaegi menepuk pelan dada Kris.

‘Biarkan saja. CCTV nya sudah dimatikan.’

‘Tau darimana?’

‘Lampu hijaunya tak menyala’ Kris menunjuk arah CCTV.

‘Kris~a..’ Yaegi kembali memeluk Kris erat.

‘Hmm. Kau begitu merindukanku?’

‘Eoh, aku bertemu Joon..’

Kris dengan spontan melepaskan pelukan Yaegi ‘ Apa maksudmu? Jangan gila’

Yaegi terkekeh pelan..’Didalam mimpi saja. ‘

Chu~ kini bergantian Yaegi melakukan hal yang sama ‘Jangan takut. Aku akan selalu disampingmu’

‘Chu~’Kau harus menemani ku ketika aku bersepeda’

Chu ~’ Kau juga harus bersama ku ketika hujan turun’

Chu ~ ‘ Aku bisa melewati semuanya karena namja ini mencintai ku. Namja ini hadiah terbaik yang pernah Tuhan kirimkan untukku. Wu Yi Fan..’ Yaegi menunjuk Kris dan mengeja nama nya perkata.

Dan yang terkahir Kris.. Chu~ ‘Setelah bertemu dengan mu, aku~’

Tiba tiba sebuah suara menginterupsi mereka yang berasal dari Ipad milik Woo Yeon.. seperti sebuah kesengaajaan..

Nae saengae gajang areumdaun sunganeun
neol manna nunbusige saranghaetdeon sungandeul
ije na ara neoraneun saram
nae saengae gajang keun seonmul

The most beautiful moment of my life is
When I loved you after meeting you
Now I know that you’re the biggest gift of my life

Kris dan Yaegi terdiam sejenak, lalu..’ Eum seperti lagu itu.. Chu~’ Kris kini menautkan bibirnya dengan penuh perasaan.. mereka terlarut dan semakin dalam.. mereka terhanyut satu sama lain, hingga Yaegi lebih dulu menyudahinya karena ia membutuhkan oksigen..

‘Aku sengaja memutarnya..’ Yaegi tersenyum.

‘Euung?’ Kris tak mengerti.

‘Aku tau dimenit ini kau akan menciumku ..’ Yaegi kembali tersenyum bodoh.

‘Cih..’ Kris kembali melanjutkan french kiss mereka hingga..

‘BRAAKKK !’

‘AH HYUNG !! PALLI KITA PULANG !’

‘Aigo senang sekali sepertinya..’  Tiba tiba Kai dan Im manager menerobos masuk.

Yaegi dan Kris terhentak satu sama lain, bibir mereka jelas terlihat seperti habis melakukan..

‘Yaegi~a aku pulang dulu eoh? besok comeback stage pertama dimusic bank. Besok aku kembali lagi kemari..Chup~’ entah sadar atau terlalu bahagia Kris mengecup kening Yaegi didepan Im manager yang terkenal dengan keganasannya -_-

‘OMO kau sudah berani didepan ku bocah busuk..’ Manager Im berkacak pinggang.

‘Eoh kau pasti belajar dari Samchon ku !’ Yaegi menunjuk Manager Im dengan wajah polos.

Kris hanya bisa tersenyum tertahan..’Geum ChanSha Omma annyeong ~’

‘Uri seonmul Bye Bye.. FIGHTING !!’ Yaegi menyemangati Kris.

‘Eoh, jam 6 sore..’ Kris berjalan mundur.

‘Noona.. jangan lupa WOLF ne? Awooo.. Noona annyeong’ Kai ikut melambaikan tangannya.

‘Ne, HWAITING !’

– Aku percaya bahwa maut akan berpikir ribuan kali sebelum benar benar ingin memisahkan kita. Aku bukan serigala didunia nyata yang bisa hidup berpindah tempat, dan bahkan jika memang aku terlahir sebagai serigala aku hanya bertempat dihati mu yang berhiaskan pita melambangkan sebuah kado pemberian tuhan. Jung Woo Joon atau siapapun nama mu, gomapta telah begitu tulus terhadap aku dan Yaegi.. aku yakin kau juga sedang berbahagia disana,dan aku akan meminta YiXing untuk menjaga Woo Yeon untuk mu. We Are One ^_^

Kris-

Cha~ END😀

Nah nah.. pasti udah pada kepo lagi ini ama Lay & Woo Yeon yak? entaran yak kita kupas, buat sementara ini biarkan Lay & Woo Yeon yang tau kekeke

Bagaimana? sudah saya katakan diawal,lecek blenyek kumel itu hal biasa *halah

 -_-

Author lagi napsu banget ini download download my baebeh Kris kekkeke, si Daddy kan baru comeback jadi butuh perhatian ekstra gitu deh *dilempar batu ama reader

Geuer, see u soon in the next chapter.. Pai Pai *Deep BOW ^^

RCL Please ~ * Ace megang pistol air

 

116 thoughts on “You’re My Only Present Chapter 5 END

  1. Eonn..Keren banget
    Eonni Daebakk

    Sweet banget Endingnya
    saya lagi Kepo banget nih ama Lay and Woo Yeon

    Saya nggak panjang2 ya Komennya
    Mau Lanjut dulu..
    *Ppyong

  2. Ping-balik: Update Link Fan Fiction ‘YaeKRIS’ For All Story ~ Click juseyo ^^ | EXO and Prince WuFan ^_^

  3. Sediiiih… 😦😦
    Sempet netes air mata….😦😦
    Tp finally,, berakhir bahagia…
    hehe…keereen bgnet ni critanya Saeng…🙂

  4. wah..wah..untung yaegi cpt sadar..kalo ga kasian twin wu..tp aku seneng lay akhirnya nemu pengganti yaegi..dokter pula..hehe..
    Ff ini buat aku ketawa tiap part yg ada interaksi member exo..keren..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s