>> Something Precious Chapter 6 <<

Gambar

>> Something Precious Chapter 6 <<

 5 4 3 2 1    

–      Authoress/Script Writer  >  Muriza  a.k.a Cho Yaegi (Namkor)

–    Main Cast >>

Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

Cho Yaegi (Official OC😀 )

Wu Geum Chan/Geum Sha (Twins Wu)

EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin)

EXO’s Real Manager (Seunghwan Jaehyuk Yongmin Minwook Yongjun)

–      CAMEO/ OC  >> Other BB/GB/OC

–      Genre            >> Romance,Comedy,Family,Brothership,Kris Marriage Life

–      Rating                   >> PG 17

–      Length         >> Chaptered

DISCLAIMER >> 1st.. PLAGIAT  IS NOT ALLOWED > OUT > KOJIKARAGU !! 2nd ..THIS STORY ABSOLUTELY BELONG TO MY BRAIN~ 3rd .. TYPO WILL BOTHER YOU ANYTIME KEKEKE😀

LI JIAHENG >> WU YI FAN >> K.LI >> K.WU >> KEVIN LI >> KEVIN WU >> KRIS >> DUIZANG >> COWBOY >> ANGRY BIRD >> FANFAN >> BEN BEN = M.I.N.E😀 (Reader : CHUGOLLAE? WANNA  DIE??) KEKEKE😀

–      OFFICIAL WORDPRESS  >> EXO & Prince WuFan

–      OFFICIAL  FANPAGE     >> Fan Fiction Exo Kris

 

 

 

OoO JUNE  7th, 10 A.M KST OoO

          Pagi yang cukup berbeda dari biasanya untuk seorang yeoja yang belum genap berusia 21 tahun Cho Yaegi. Jika biasanya ia hanya bangun lalu membuat sarapan ataupun mencari kesibukan didalam apartement,tetapi pagi ini ia sudah rapi mendress up dirinya dengan skinny jeans berwarna navy dan blazer merah muda dengan blouse tanpa lengan didalamnya. Yaegi sudah selesai menata rambutnya yang sengaja ia sisipkan agar terlihat lebih pendek dari biasanya, dan tak lupa topi rajut andalannya yang sering ia kenakan jika ia bepergian.

CEKLEK~ terdengar seseorang  membuka pintu kamar dari arah luar.

‘Wah putri ku cantik sekali..’ Ibu Kris sengaja menyembulkan kepalanya dan melihat Yaegi yang sedang memilih tas didalam lemari.

‘Eoh Ibu.. ‘ Yaegi menoleh sesaat lalu tersenyum. Pagi ini Yaegi akan mengurus surat aktif kuliahnya. Karena masa cuti yang dibuat setahun lalu sudah berakhir,ia harus segera melapor pada pihak administrasi kampus agar tidak didrop out begitu saja. Beruntungnya, sang mertua sama sekali tidak melarangnya,bahkan justru mendukungnya untuk itu.

‘Kau tidak sarapan dulu? ‘

‘Tidak apa apa. Aku bisa sarapan di Kampus bu.’ Yaegi melihat sekali lagi penampilannya didepan cermin.

‘Ibu isi sandwich dikotak bekal saja ya? kau harus makan. Meskipun sudah tidak menyusui lagi.’ Ibu masuk kedalam kamar dan menghampiri baby box.

‘Eumm..’ Yaegi mengangguk dan berjalan mendekat pada baby box.

‘Yasudah, tunggu sebentar. Akan Ibu siapkan..’ Ibu kembali pergi keluar kamar menuju dapur.

‘Cha~ Geum Channa.. Geum Sha~a.. Omma khalgae (Omma pergi dulu).. Kau tinggal dengan halmoeni dulu eo? Omma tidak akan lama. Kita akan pergi bersama ketika Appa mu sudah selesai bekerja nanti, ara? Chup ~ chup~’ Yaegi mengangkat satu persatu buah hatinya dan mengecup pipi mereka.

Geum Sha dan Geum Chan tampak sedang bermain main dengan mainan yang sengaja digantungkan diatas baby box. Dengan begitu mereka menjadi tidak mudah untuk menangis jika terbangun.

Yaegi pun keluar dari kamarnya dan kembali mencari sosok Ibu mertua yang sepertinya  masih berkutat didapur.

‘Sayang.. ini..’ tak lama Ibu Kris keluar dari dapur dengan sebuah kotak bekal, dan ia memberikannya pada Yaegi.

‘Xie Xie Ma..’ Yaegi memasukkan kotak bekal itu ke dalam backpack bermotif polkadot miliknya.

Ibu yang baru kali itu melihat Yaegi berdandan, menatapnya hingga dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.

‘Ibu, ada apa?’ Yaegi merasa tidak nyaman, mungkin saja ada yang tidak cocok.

‘Ah tidak apa apa. Hanya saja kau terlihat seperti gadis yang belum menikah’ Suara Yaegi membuyarkan pandangan Ibu Kris.

‘Ahhh Ibu… Ibu, kenapa? Apa dandanan ku tidak bagus? Aku tidak pandai berdandan ..’ Yaegi kini merengek ditempat.

‘Hahaha. Tidak sayang, kau cantik. Ibu lebih suka seperti ini, So Cool’ Ibu mengacungkan kedua jempolnya.

‘Benarkah? Wooahhh ..’ Yaegi memeluk mertuanya dan melompat kegirangan. Karena berat badan yang selama ini ia khawatirkan akan naik ketika ia sudah melahirkan tidak terjadi.

‘Hmm. Yasudah,kau berhati hatilah. Kau yakin naik bis? Ingat, tidak boleh lebih dari pukul 6 sore..’

‘Yee? Ibu tapi aku..’ wajah Yaegi seketika mendadak kecewa.

‘Kau memiliki dua bayi Yaegi.’

‘Shi, aku mengingatnya, Ibu tapi aku mau pergi ke acara musik..’ Yaegi memasang wajah memelasnya.

‘Untuk apa?’ Ibu Kris balik bertanya.

‘Ahhh Ibu.. Kris sore nanti akan muncul di Musik Bank..’

‘Kau bisa menontonnya melalui pesawat televisi..’ Ibu Kris menunjuk arah Tv.

‘Ahhhh Ibu.. ku mohon.. Ibu ayolah,ku mohon.. ‘ Yaegi kini bergelayut dilengan mertuanya mencoba merayu.

‘Hmm.. yasudah. Tapi pulang pukul berapa? kepala mu belum begitu pulih nak..’ Ibu Kris lambat laun mulai luluh.

‘Setelah EXO perform, aku akan segera pulang. Aku janji !’ Yaegi membuat tanda V sign.

‘Iya, pukul berapa? Ibu belum berbelanja untuk keperluan nanti malam sayang..’

‘Eoh biar aku saja yang membelinya sekalian aku pulang nanti. OK Ibu?’ Yaegi menghalalkan segala cara agar bisa mewujudkan keinginannya yang ingin melihat EXO serta namja yang ia cintai perform secara langsung.

‘Yasudah. Terserah kau saja. Ingat, jangan mendekat pada hal hal yang berbahaya. Yi Fan tau kau akan pergi?’

‘Ibu jangan mengatakan apapun padanya eo? Ini surprise.’ Yaegi memerkan sederetan giginya yang rapi.

‘Baiklah. Ahh kalian ini ada ada saja. ‘ Ibu Kris akhirnya mengangguk pasrah dan mengijinkan menantunya untuk pergi.

‘Ibu, aku pergi sekarang .. Ibu Bye bye..’ Yaegi berlarian keluar apartement.

‘Hmm.. Bye bye.. hati hati dijalan..’ Ibu Kris berteriak dari arah dalam .

TRING ~ Yaegi kini tiba dilantai dasar. Sudah lama sekali rasanya ia tidak melihat pemandangan luar PongPyu apartement ini.

TRING ~ 2 lift disampingnya ikut terbuka dan ~

‘Aigo..’

‘Hahaha… ya ya tadi malam itu seru sekali..’

‘Eoh Noona !’ Segerombolan OT12 keluar dari dalam lift dengan pakaina mereka yang serba hitam. Sehun orang pertama yang menyadari bahwa itu adalah sosok Yaegi.

‘Aigo Yaegi-ssi eodiya?’ Chanyeol ikut menyapanya.

‘Eoh annyeong .. aku mau ke kampus..’ Yaegi menyapa mereka semua.

‘Eeeh? Kau kuliah lagi?’ Baekhyun mengira bahwa Yaegi sepenuhnya tidak lagi berkuliah.

‘Hmm tentu saja.’ Yaegi mengangguk.

Terlihat sosok Kris yang berada dibelakang mereka, dan mata mereka saling bertemu. Kris menatap Yaegi dengan sedikit tatapan yang aneh.

‘Noona.. kami akan ke Musik Bank. Kau tidak ikut?’ Sehun menggandeng tangan Yaegi.

‘Yee? Ah ne nanti jika cepat pulang aku akan ke KBS’ Yaegi mengangguk pelan.

‘Eorini ~’ suara Yongjun Manager berteriak dari arah parkiran.

‘Eoh eoh itu manager Hyung, kajja kajja..’

‘Yaegi-ssi annyeong..’

‘Bye bye..’ satu persatu dari mereka berjalan menuju arah parkiran.

‘Yaegi-a.. OUT OUT’ Luhan melewati Yaegi dengan kalimat bodohnya.

‘Yeee..’ Yaegi terkekeh pelan melihatnya.

‘Yaegi, aku pergi dulu eoh? Bye bye..’ Suho mengacak ngacak sekilas puncak kepala Yaegi dan berlalu.

‘Aih..’ Hingga topi Yaegi turun menutupi matanya.

‘Kakak Ip.. ah Noona… kami pergi ne…’

‘Noona saranghae..’

‘Saranhanda..’ Sehun dan Kai membuat tanda hati yang mereka tautakan dengan tangan mereka.

‘Hahaha.. ne  ne nado..’ Yaegi melambaikan tangannya. Yaegi tak menyadari ada satu wolf lagi yang masih berdiam dibelakangnya -_-

‘Eoh .. aih mengejutkan saja’ Yaegi menepuk lengan Kris.

‘Kau mau kemana? Kenapa aku tidak tau?’ Kris yang saat itu sudah lengkap dengan semua aksesoris untuk perform nanti masih sempat protes.

‘Aku mau ke kampus. Aku sudah meminta izin pada Ibu.’ Yaegi sengaka menjaga jaraknya agar tak terlalu dekat dengan Kris.

‘Ganti baju mu..’

‘Yeee?’ Yaegi terperangah.

‘Itu terlalu cantik. Kau mau digoda oleh Ahjussi ahjussi genit diluar sana eoh? palli palli ganti bajumu..’ Kris menariknya kedalam lift.

Tetapi Yaegi bertahan dengan posisinya, ‘ Aigo suami ku mengatakan aku cantik eo? Hihihi.. Aih jangan khawatir, Oppa bakku obseo (Oppa satu satunya untukku)..’ Yaegi mengedipkan sebelah matanya.

‘Mengerikan. Sepertinya kau senang sekali tadi malam aku tidak datang ke apartement?’ Kris semakin terpancing.

‘Yee? Anya.. aku bahkan menunggu mu hingga matahari terbit, tapi suami ku tak kunjung datang..’ Yaegi membuat mimik wajah yang menggemaskan.

‘Kau kenapa jadi genit seperti itu? sebenarnya kau mau kemana?’

‘HYEONG ….’ mereka memanggil Kris.

Kris memberikan respon dengan tangannya mengatakan ‘sebentar’

‘Eoh kau sudah dipanggil. Palli kha.. nanti manager akan memarahimu. Aku sungguh mau pergi ke kampus Kris~a..’

‘Geure. ‘ Kris mengangguk tetapi kakinya tak kunjung mau melangkah.

Yaegi mengerti arti dari bahasa tubuh Kris saat ini.

‘Mwol? Ini bukan didalam apartement. Sudah cepat pergi, palli..’ Yaegi membulatkan matanya.

‘Jika aku pergi bekerja dan kau juga bekerja dengan namja lain,kau akan mati.’ Kris  yang masih merasa sulit memberikan izin pada Yaegi untuk keluar, terpaksa harus segera pergi karena mereka telah menunggu.

Sesaat setelah Kris masuk kedalam Van..

FLIP ~ 1 pesan masuk menghiasi layar ponsel Yaegi. Ia merogoh saku celananya.

Dan ..

‘From : ChanSha De Papa

Naekkeoya (kau milikku)..’

Yaegi melihat Van didepan apartement yang baru saja meluncur keluar. Lalu ia menyunggingkan segaris senyuman setelah melihat pesan singkat dari Kris.

Kini ia bergegas untuk pergi ke halte depan apartement dan menunggu bis. Ketika bis  tiba Yaegi langsung naik ke dalamnya tetapi ..

~FLASH

‘Kau pulang kemana?’

‘Boleh aku duduk disamping mu?’

‘Apa kau memilki namja chingu?’

~FLASH

‘Gadis Hujannn… anyyeong~’

Seketika tubuh Yaegi menegang, ia memegangi kepalanya yang tiba tiba mengelebati bayangan itu lagi. Ia pernah menaiki bis yang sama bersama Joon.

Yaegi berusaha menahan rasa takutnya dan perlahan menuju bangku penumpang,ia duduk dipinggiran menghadap jendela luar bis.

‘Boleh aku duduk disini haksaeng?’ DEG ! Yaegi spontan menoleh ke arah suara yang ada disampingnya.

‘Woo Joona..’ suara Yaegi bergetar menatap sosok namja yang duduk disebelahnya.

‘Yee? ‘ Namja itu menarik  sedikit topinya agar jelas terlihat wajahnya.

‘Ah jwesonghago,aku salah orang..’ Yaegi meminta maaf,ternyata itu hanya halusinasinya saja, namja itu bukan Joon. Ia kembali menatap luar jendela dan memasang headset kedua telinganya agar bayangan itu dapat hilang dengan sendirinya.

Selang 20 menit kemudian kini Yaegi tiba didepan gerbang kampusnya yang sudah lebih dari satu tahun ini tak pernah lagi terjamah oleh sosoknya yang masih berstatus sebagai haksaeng disini.

Dan lagi lagi..

~FLASH

‘Haksaeng ! Ireumi Mwoyeyo?’

‘Wooahh ternyata kau juga berkuliah disini?’

‘YAEGI ~ A.. !!’

~FLASH

‘Ssshh andwae..’ Yaegi menutup matanya sejenak, menarik nafas pelan dan kembali berusaha melawan semua itu. Ia perlahan menapaki tangga kampus dan masuk kedalamnya mencari ruangan yang ia tuju. Hari pertama tanpa suara yang selalu memanggilnya ketika ia turun dari bis. Hari pertama setelah Joon mengakui bahwa ia adalah pangeran gadis hujanya 13 tahun silam. Dan hari pertama Yaegi berjalan sendiri dikampus tanpa Dosen tidak waras yang selalu membuntutinya.

****

KBS BUILDING _ 06 P.M

Seusai dari kampusnya Yaegi bergegas menuju KBS building, dimana satu jam lagi akan tayang KBS Musik Bank secara live. Sudah hampir 2 tahun Yaegi tak pernah lagi menyambangi tempat tempat seperti ini, ia pergi dengan maksud tujuan tertentu. Melihat namja,suami sekaligus Appa dari dua malaikat kecilnya diatas stage dengan timbunan yeoja yang akan berteriak histeris ketika melihat idolanya yang akan beraksi.

Yaegi melewati security dan kini ia menaiki tribun dan mencari bangku yang nyaman agar dapat melihat EXO dan Kris secara jelas.

‘Wooahh Kya~ itu MBLAQ ..’ Yaegi tiba tiba berteriak tertahan ketika melihat sosok Mir MBLAQ yang baru saja turun dari panggung. Sepertinya mereka habis melakukan reheasal.

‘Ck~ aku seperti orang bodoh saja jika seperti ini..’ Yaegi menyadari semua haksaeng disekitarnya pergi bersama teman teman mereka. Sedangkan dia, ia hanya sendiri bertemankan Ice Coffee ditangannya. Keempat teman akrabnya sedang berlibur semua ke luar kota, karena liburan semester sudah mulai tiba.

Sementara itu diwaiting room EXO..

‘EXO bersiaplah. Kalian akan perform sebentar lagi..’ salah seorang crew membuka pintu waiting room EXO.

‘Ye.. Kamsamida..’ Memberdeul bergegas keluar satu persatu dan menuju backstage.

‘Kau baik baik saja?’ Manager Im melihat Lay terlihat sedikit pucat.

‘Ye Hyeong.. aku baik baik saja..’ Lay mengangguk, matanya terlihat sedikit berkantung.

‘Kau kemana tadi malam Xing Xing?’ Luhan yang berjalan disamping Lay berbisik ketelinganya.

‘Anyimida..’ Lay menggeleng dari berjalan mendahului Luhan.

‘Dia sepertinya ada masalah..’ Luhan menyambangi lagi ketika Kris berjalan disampingnya.

‘Aih sudah sudah, jangan berbicara lagi.. palli palli’ Seunghwan yang berdiri dibelakang mereka menginterupsi.

Sementara itu Lay terus berjalan lurus menuju backstage tanpa melihat kiri kanan. Ia masih terus mengingat kejadian malam tadi yang membuatnya kembali sedikit merasakan sakit yang sebenarnya tidak ia harapkan.

#FLASHBACK

‘Keluar sekarang, aku didepan apartement mu’ Lay berdiri didepan apartement yang jaraknya tidak begitu jauh dari Dorm mereka. Woo Yeon tinggal diapartement tempat dimana dulu Woo Joon berdiam.

‘Eoh Yi Xing-ssi.’ Woo Yeon mengintip arah luar jendela.

Lay berdiri dilobby apartement dengan kepala yang sengaja ia tutupi dengan topi dan topi jaketnya lagi.

Woo Yeon yang saat itu menggenakan piyama turun dengan berbalutkan cardigan putih polos.

‘Yi Xing-ssi..’ Woo Yeon terlihat sangat alami tanpa polesan make up sedikit pun.

‘Kajima (jangan pergi)..’ kalimat itu spontan keluar dari mulut Lay.

‘Yi Xing-ssi..’ Woo Yeon terbata, ia baru saja mengatakan bahwa ia akan kembali ke Kanada esok hari melalui pesan singkat. Tapi dalam hitungan menit kini Lay sudah ada didepannya.

‘Kajimalgu (jangan pergi)..’ Lay mengulangi kata katanya.

Woo Yeon diam tak bergeming, lalu beberapa saat kemudian..

‘Mianhae.. ..’ Woo Yeon tertunduk lemah.

‘Joaheyo.. Woo Yeon-ssi neomu joaheyo..’ Lay berbicara dengan hangul nya yang terbatas.

‘Yi Xing-ssi..’ Woo Yeon mendongakkan wajahnya tak percaya menatap Lay.

‘Pertama kali ketika dirumah sakit itu~’

‘Ku mohon jangan dilanjutkan..’ Woo Yeon dengan cepat memotong kalimat Lay.

‘Nae  yeojahae (jadilah kekasihku)..’  lagi lagi Lay berkata spontan.

‘Yi Xing-ssi..’

‘Nae yeojahae.. maka aku akan pergi kesana menyusul mu.’ Lay mengulangi kalimatnya secara lengkap.

‘Mianhae..’ DEG ~ darah Lay berdesir pelan.. ia tau apa maksud kaliamt awal yang Woo Yeon ucapkan itu.

‘Jung Woo Yeon –ssiga..’

‘Eo, kau akan terbebani jika kau bersama ku.. ‘ Woo Yeon menahan air matanya.

‘Maksudmu?’

‘Masih banyak hal harus ku lakukan. Geurom, berteman itu lebih baik. Na do Yi Xing-ssiga neomu joaheyo..’

‘Anmidwo (aku tidak percaya)..’ Lay menatap tajam lekuk wajah Woo Yeon.

‘Oppa menginngikan ku menjadi seorang professor muda sepertinya. Aku harus mengambil S3 ku segera dan bersekolah di Belanda.’

‘Geundae Woo Yeon-ssi..’

‘Hammida.. mianhaesseo (tidak bisa maafkan aku).Yi Xing –ssi.. untuk semuanya,neomu gomapta. Aku akan mengirimkan mu ID skype ku agar kita bisa selalu terhubung. Selamat malam.’ Woo Yeon berbalik hendak pergi.

‘Na caresso isseoyo (aku akan melakukan yang terbaik)..’ Lay menahan tangan Woo Yeon.

Woo Yeon melepaskan secara perlahan.. ia berbalik menatap Lay dengan air mata yang sudah menetes ‘Kheopjeongmakhaseyo (jangan khawatir).. kau akan baik baik saja setelah aku pergi. Rasa sakit ini hanya akan datang sebentar.. Yi Xing –ssi na midwo chi(percayalah pada ku) ?’

‘Anmido.. na obsineun midweoyo (tidak, aku tidak percaya sama sekali)..’ Lay masih teguh dengan perasaannya.

‘Yi Xing-ssi jebalyo jebal..’emosi Woo Yeon mulai meluap.

‘Halssuisseoineunde (aku bisa melakukannya)..’ Lay kembali meyakinkan.

‘Andwaegetta. Maldo andwae. Coltero andwaeyo. Na khalgae (tidak bisa. Tidak mungkin, tidak akan pernah bisa. Aku harus pergi)..’ Woo Yeo berlari masuk kedalam lift dengan menutup mulutnya yang segera akan terisak.

Lay ditinggalkan sendiri dilobby apartemen termangu menatap Woo Yeon yang perlahan hilang dibalik pintu lift.

‘Kkusarangneun, ireokhamyeon? (apa cinta harus selalu seperti ini?)’ Lay mendesis pelan lalu berbalik pergi kembali ke Dorm. Lay menaiki sepeda Tao.. ia menggayuh sepeda tersebut hingga menghilang dari sisi apartement tersebut.

TRING ~ pintu lift kembali terbuka. Ternyata Woo Yeon tidak benar benar kembali masuk ke apartemennya. Ia berlari keluar apartement dan mencari sosok Lay yang sudah menghilang digelapnya malam.

Woo Yeon meringkuk didepan pekarangan apartemennya sembari terisak menahan tangisnya.

‘Hiks.. Yi Xing-ssi, saranghae.. ‘

#FLASHABACK END

Awoooo…

KYAAAAAAAAAAA !! teriakan penonton mulai membahana ketika intro lagu Wolf mulai bergema..

Chanyeol,Baekhyun,Lay,Kai,D.o,Suho,Kris,Sehun,Luhan,Chen,Xiumin,Tao.. KYAAAA !! Nama mereka disebut satu persatu oleh Fans lalu.. muncul Wolf Chanyeol ..

Chogiwa danbeone neukkyeo
Neol hanibe chijeucheoreom jibeoneoheulteda..

KYAAAA !! Dan ketika  part Kris…

Hyanggimatgo saekkkal eummihago
Wainboda uahage jabameogeulteda….

Mata Kris tak sengaja menangkap sosok Yeoja yang duduk tepat searah dengan kamera yang mengshootnya… konsentrasinya nyaris terberai ketika melihat sosok Yaegi yang menonton mereka dengan wajah datar -__-

Yaegi tak menyadari bahwa Kris juga melihatnya..

Kris sedikit mengeluarkan smirknya ketika  Kai mulai mengambil alih part selanjutnya..

Tenyata bukan hanya Kris saja yang menyadari akan hal itu, Chanyeol Suho Baekhyun,Sehun dan mmeberdeul lain juga dapat melihat Yaegi yang duduk dibarisan paling depan bangku penonton dengan jelas. Dan ketika bagian part dimana mereka terbagi dua ..

Suho,Tao,Xiumin,Chen, D.o, Lay.. berada dipinggir stage.

‘HEY !! KYAAHAHA..’ Yaegi melambaikan tangannya ke arah mereka. Tetapi karena itu adalah acara live, Suho hanya melihat sekilas dan tersenyum.

‘KYAAAAA SUHO OPPA KYA…’ Fans yang duduk disekitar Yaegi berteriak histeris ketika melihat Suho yang tersenyum sangat manis ke arah mereka.

‘Hihihi… moshine (keren sekali)..’ Yaegi kembali tertawa dengan sendirinya lalu mengacungkan jempolnya ke arah mereka dan berbisik ‘Moshine’.

Dan ketika part dimana mereka bersatu, Yaegi masih berdiri agar dapat melihat mereka dengan jelas…

‘Ya Haksaeng, kami tidak bisa melihat Oppadeul. Duduklah. Kau mengganggu sekali..’

‘Eoh jwesongmida.. jwesongmida..’ Yaegi terkena semburan dari EXOTICS lainnya -_-

‘Eonni..’ seseorang memanggil Yaegi..

‘Eoh?’ Yaegi melihat arah bangku belakang, ia sedikit menyipitkan matanya.

‘Eonni, na ya San A.. Song San A..’ San A sedikit berteriak karena suara musik sangatlah keras.

‘Ahhh.. San A? Kyaaaa~ Apa kabar mu?’ Yaegi berloncat kegirangan. Mereka memilih untuk turun dari tribun setelah performance wolf berakhir.

‘Kau dengan siapa kemari?’ Yaegi tidak melihat siapaun bersama San A.

‘Sendiri. Eonniga?’

‘Ah na do..’

San A memperhatikan Yaegi dari ujung rabut hingga ke ujung kakinya.

‘Waegeuraeyo?’ pertanyaan Yaegi membuyarkan lamunan San A.

‘Ah.. anyi, ah Eonniga.. kau sudah melahirkan?’ San A sedikit terhentak mencari bahan pembicaraan yang tepat.

Yaegi memandang sekilas arah perutnya. ‘Eoh ne, sudah. Waeyo? Aku terlihat gendut huh?’

‘Hahaha. Anya.. Eonni yappeunji..’ San A tergelak melihat ekspresi wajah Yaegi yang sangat susah jika ada yang menganggpnya gendut.

‘Geure gathe matji (aku juga merasa begitu)  Eyhhh~’ Yaegi melontarkan candaannya.

‘Eoh eonniga.. kau kemari khusus untuk Oppa?’

‘Yee? Hahaha anya.. MBLAQe.. mereka hari ini comeback cho? Kyaa~ aku suka Mir..’ Yaegi mengibaskan tangannya.

‘Jadi kau bukan menonton Oppa?’

‘Aih ssstt.. ini tempat umum..’ Yaegi menarik San A lebih  jauh dari keramaian.

‘Ah eonni.. mianhae..’ San A menyadarinya.

‘Eoh kau mau pulang sekarang?’ Yaegi melirik jam tangannya.

‘Anyi aku~’

‘Drrrtt Drrttt ponsel Yaegi tiba tiba bergetar.

‘Eo Oppa Na ya..’

‘Eodi?’

‘Yee? Ah Keuge.. Musik core..’ Yaegi mencoba mengelabui Jae yang menelfonnya.

‘Musik Bank. Kemarilah, aku dibelakangmu’

‘Eeeh?’ Yaegi berbalik dan melihat Jae yang melambaikan tangannya dari pintu yang menuju waiting room.

‘Aih Oppa, tidak usah.’ Yaegi masih berbicara melalui telfon.

‘Oppa ada sedikit uang saku untuk mu..’

‘Ah Oppa..’ Yaegi tak tergoda.

‘Palli..’ Bip. Jae mematikan ponselnya.

‘San A.. kajja~’ Yaegi menarik tangan San A.

‘Ah Eonni, shieroyeo. Aku disini saja..’ San A enggan untuk ikut bersama Yaegi.

‘Wae? Kita tidak akan diusir. Jae Oppa menunggu didepan pintu.’ Yaegi mengira bahwa San A takut jika security melarang mereka masuk.

‘Ah aku tidak mau. Aku disini saja..’  Entah masih mengingat atau tidak bahwa San A adalah yeoja yang menyukai suaminya.

‘Aih palli.. kau bisa melihat~’ kalimat Yaegi terpotong setelah menyadari bahwa San A adalah yeoja yang menyukai Kris suaminya. Pastilah San A kemari hanya untuk mellihat soosk Kris.

San A hanya menatap Yaegi dengan tatapan polos. ‘Ne Eonni.. halkkaeyo’ San A terlanjur mengiyakannya. Akhirnya mereka masuk bersama kebelakang backstage.

‘Aigo uri yodongsaeng. Kau sudah pulih? Mian Oppa tidak bisa melihat mu dalam beberapa minggu ini..’ Jae langsung mengacak ngacak rambut Yaegi ketika mereka datang.

‘Aish Oppa!’ Yaegi berdecak kesal.

‘Eoh San A~a…’ Jae baru menyadari bahwa San A ada bersama Yaegi.

‘Eo tadi kami bertemu di bangku penonton. Oppa mana uang saku ku?’ Yaegi segera menadahkan tangannya.

‘Eyyyhh kau ini, jinjja. Itu kau minta disana..’ Jae menunjuk Seunghwan yang sedang berbicara dengan beberapa PDnim dan crew lainnya sembari mengunyah roti dimulutnya.

‘Eo ponakan ku ! Kemari ..’ Seunghwan nyaris seperti orang yang memekik.

Yaegi menyiapkan stok kesabaran dan menghampiri Seughnwan dengan tetap menggandeng tangan San A.

‘Aigo.. eorimanna (aku sudah lama tidak melihat mu)..eo? Eyyhh..’

‘Aish Samchon neo waeirae!’ Yaegi menepis tangan Seunghwan yang mencubit pipinya sangat keras.

‘Kekeke. Eoh mana ponsel ku?’ Seunghwan meminta ponselnya yang dulu pernah ia tukarkan dengan ponsel Yaegi.

‘Eeeh? Tidak mau. Kau beli saja yang baru..’

‘Kemarikan..’

Aaa~ shireo shireo..’ Yaegi tidak menyadari bahwa itu adalah tempat umum.

‘Aigo ini ponakan mu managernim? Yappeunji..’ seorang Coordi Noona menghampri mereka.

‘Ye, dia ponakan ku.. namanya Cho Yaegi..’

‘Annyeonghaseyo.. Cho Yaegi imnida..’ Yaegi membungkukkan badannya sopan.

‘Aigo cantik sekali. Kau Trainee dimana?’

‘Yee?’ Yaegi tak mengerti dengan pertanyaan Coordi Noona tersebut.

‘Ahhh ponakan ku memiliki cacat mental,jadi dia tidak bisa menjadi Trainee manapun. Hahaha.. kajja~’ Seunghwan merangkul Yaegi menuju waiting room.

‘Aish yak yak Samchon!’ Yaegi terseret langkahnya akibat tenaga Seunghwan lebih besar darinya.

‘Eoh Nona Song, kau kenapa bisa disini?’ San A yang mengikuti mereka dari belakang hanya diam sedari tadi.

‘Eoh tadi bertemu didepan. Ini ponsel mu. Aku mau pulang’ Yaegi membuka ponselnya dan mengeluarkan sim card miliknya.

Sementara itu mata San A terus melihat keseluruh penjuru ruangan yang terdapat dibelakang stage tersebut. Banyak ruangan yang bertuliskan masing masing nama Grup BB/GB. Jantung nya berdetak kencang ketika melihat tulisan EXO yang terpampang jelas dihadapannya saat ini.

‘Kris Oppaga.. ada didalam..’ San A membatin pelan.

‘San A~a kajja..’ Yaegi menarik tangan San A agar mereka segera pergi dari sana.

Tetapi tiba tiba seseorang keluar dan berhadapan dengan mereka..

‘Oppa..’ San A reflek memanggil sosok tersebut yang keluar dari dalam waiting room EXO.

‘Eoh wasseo?’ Kris melihat Yaegi dan San A yang saling bergandengan tangan.

‘Eo aku mau pulang..’ Yaegi berbicara dengan gigi yang dirapatkan, mereka tidak bisa leluasa saat ini.. dan harus bersikap layaknya tidak mengenal satu sama lain.

Entah atau disengaja atau tidak, Kris mendekatkan sedikit bahunya dengan bahu Yaegi,agar dapat berbisik jelas didekat telinga Yaegi..

‘Moshine? (aku keren kan)  Gomawo..’ bisikan itu dapat didengar jelas oleh San A yang berdiri disamping Yaegi.

Setelah mengatakan itu Kris berjalan menghampiri managerdeul dan berbicara sesuatu.

Mata San A kian memanas, Kris sama sekali tak menggubrisnya ataupun menyapanya secara pribadi. Ia justru membisikkan sesuatu yang jelas dapat San A dengar..

‘Apho..’ San A lagi lagi membatin.

‘Oppa.. na khalgae..’

‘Eo berhati hati lah. Uang saku nanti saja..’ Jae berteriak dari sisi pintu ruang ganti.

‘Cih uang saku apanya. San A kajja..’ Yaegi dan San A keluar dari ruang backstage dengan perasaan yang berbeda.

Sementara itu diruang ganti EXO.

‘Eoh tadi kau lihat Noona tidak? GYAHAHA Noona menonton kita..’ Sehun sedari tadi terus membahas hal yang sama.

‘Hmm, aku melihatnya..’ Suho yang sedang meneguk air menyambangi.

‘Hahha.. Kau Suho Hyung.. Fans mengira kau tersenyum ke arah mereka.’ D.o ternyata juga melhat hal itu.

‘Lay Hyeong.. kau kenapa?’ Kai duduk disamping Lay yang terlihat tidak begitu baik hari ini.

‘Anyo. Gwenchana..’ Lay menggeleng.

‘D.o.. D.o~a kemari cepat..’ Baekhyun dan Chanyeol yang berdiri didekat meja rias memanggil D.o ke arah mereka.

‘Mwol?’ D.o membawa cermin doraemon miliknya.

‘Nanti malam bagaimana? OK?’

‘Kalian sedang membicarakan apa?’ Suho tiba tiba datang menginterupsi.

‘Ah anyaa.. eoh keuge, nanti malam akan ada bola kaki..’ Chanyeol beralasan.

‘Sejak kapan kau menyukai bola kaki?’ Luhan tidak mengerti kondisi -_-

‘YAKKK !!’

‘HAHAHA KAI KAU JELEK SEKALI !!’

PLAAKKK !’

‘APHO KKAMJONG !!’ ternyata keajaiban tidak berlangsung lama. SeKai kembali berulah.

‘YAK YAK kemarikan.’ Sehun berlari mengitari waiting room dengan sepasang kaos kaki yang ia bawa dengan rasa bangga.

‘Oh Sehun.. Cadel.. Gigi busuk kemarikan !!’

‘HAHAHA.. KYAA LUHAN HYUNG TOLONG AKU..’

‘Sehunni..’ Suho dan Luhan hanya dapat mengusap dada melihat pemandangan itu.

***

Tepat pukul 9 malam, mereka tiba di Dorm. Baekhyun adalah member pertama yang membuka pintu Dorm. Ia mencium bau harum dari arah dapur..

Dan kemudian disusul member lain…

‘KYAAAA AKU AKU..’  BRUK BRUK mereka melempar sepatu kesana kemari dan berlari ke arah kamar.

‘YEOL !! SEPATU MU !!’

‘AHH PERUT KU SAKIT. KAU SAJA..’ Chanyeol tak menggubrik perkataan Baekhyu ndan berlari ke arah kamar mandi.

Tetapi ‘AAAAAAAAAAAAA…. ‘

‘KYAAAAAA’ dua teriakan memenuhi seisi ruangan dorm.

‘ADA MALING DILUAR..!!’ D.o yang berjalan ke dekat rak sepatu yang berhadapan dengan jendela yang menembus taman berteriak lepas.

ToBeCo

Nantikan part end nya ya, dan kalian akan segera menemukan inti dari series kali ini. Mian jika part YaeKris terkikis disini.. karena author pengen mengangkat genre yang banyak mengandung’ Brothership’ diseries kali ini ^_^

R C L yah ~ dan lagi lagi maaf banget, belum bisa ngebalas komen kalian satu persatu. Author masih ada beberapa UAS lagi yang juga harus kejar kejaran ama deadline. Overall.. Uri Readerdeul DAEBAKKK ^^

Buat yang mau chit chat ama author bisa text kemari yah ^^ 089617137172 / juga bisa mention author ditwitter ^^

Sekian chap gaje kali ini, semoga masih banyak yang mencintai EXO YAEKRIS DAN FF INI.. FIGHTING !! Awoooo *deep bow

 

 

85 thoughts on “>> Something Precious Chapter 6 <<

  1. Ping-balik: Update Link Fan Fiction ‘YaeKRIS’ For All Story ~ Click juseyo ^^ | EXO and Prince WuFan ^_^

  2. yaaah..sehun-kai balik lg k awal..ribut lagi..tp lay kasian..dtolak woo yeon..ada lucu, seneng, sedih n kesel..lengkap..tp seruuu..:)

  3. Yah yah yah yah
    itu mulai lagi kaihun berantem
    aigooo
    udah lah san a knp masih saja suka sama kris udah tau kris g ngerespon
    hmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s