This Marriage, Neomu na joaheyo ~

Gambar

This Marriage, Neomu na joaheyo ~

–      Authoress/Script Writer  >  Muriza  a.k.a Cho Yaegi (Namkor)

–    Main Cast :

Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

Cho Yaegi (Official OC😀 )

Wu Geum Chan/Geum Sha (Twins Wu)

EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin)

– Support Cast  : EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin)

–      Genre                             >> Romance,Comedy,Kris Marriage Life,Family

–      Rating                                      >> PG 17

–      Length                            >> ONE SHOOT

DISCLAIMER >> 1st.. PLAGIAT  IS NOT ALLOWED > OUT OUT !! 2nd ..THIS STORY ABSOLUTELY BELONG TO MY BRAIN~ 3rd .. TYPO WILL BOTHER YOU ANYTIME KEKEKE😀

LI JIAHENG >> WU YI FAN >> K.LI >> K.WU >> KEVIN LI >> KEVIN WU >> KRIS >> DUIZANG >> COWBOY >> ANGRY BIRD >> FANFAN >> BEN BEN = M.I.N.E😀 (Reader : CHUGOLLAE? WANNA  DIE??) KEKEKE😀

–      OFFICIAL WORDPRESS  >> EXO & Prince WuFan

–      OFFICIAL  FANPAGE     >> Fan Fiction Exo Kris

Yihaaa…. Author is back😀

Nape? Ngaret yak? EXO aja comeback ngaret kagak dipelototiin -_-

kekekek mianhae.. author lagi sibuk ngurusin baby Geum Sha dan Baby Geum Chan.

Kalo Ace mah udah mandiri sekarang, uda punya kerjaan tetap. Motong rumput tetangga😀

* Ace yang merana, dulu ditendang sekarang juga ditendang*

OKEHHHH… di mari kita ga make mikir keras, ga make negang urat yak.. soalnya ini Cuma FF ringan untuk yang kesekian kalinya yang mencoba menceritakan kehidupan YaeKris yang uda jadi ortu .

Langsung aja.. CHECK IT OUT ^o^

XXX

SM BUILDING _ 10 A.M KST

Ini sudah memasuki minggu pertama yang telah Yaegi lewati dengan menempati bangku CEO I. Sementara menunggu Kim Young Min yang akan kembali ke Korea dua minggu mendatang.

Meskipun masih merasa sedikit amatir dengan posisi tersebut, Yaegi berusaha profesional dan menjalaskan tugasnya dengan sebaik mungkin. Sekretaris  Park dari KK Grup yang diutus langsung oleh Tuan Hwang untuk mendampingi Yaegi di perusahaan SM,sangat membantu Yaegi dalam mengatasi semuanya.

‘Nona Cho.. ini agenda anda selanjutnya. Kita akan mengadakan meeting tahapan dengan bagian pemasaran. ‘ Sekretaris Park memperlihat kan sebuah buku agenda.

‘Ah ye, geundayeo.. bisakah aku kembali ke ruangan ku sebentar? Aku ingin mengecek keadaan anak-anak ku.’ Ya, sesuai kesepakatannya dengan Lee Soo Man. Yaegi benar – benar membawa Geum Sha & Geum Chan ke kantor. Meskipun ada Suster Park yang menjaga Baby Twins, tetapi Yaegi tetap membawa mereka ke kantor bersama Suster Park. Dan kini mereka sedang berada diruangan khusus yang terdapat diruang CEO.

‘Ah ye, silahkan Nona.. ‘ Sekretaris Park mengangguk  dan membungkukkan badannya. Sekretaris Park adalah seorang namja yang berusia sekitar 30 tahunan. Ia termasuk salah satu kepercayaan KK Grup.

‘Kamsaeyo.. aku akan segera kembali Tuan..’ Yaegi berbalik membungkukkan badannya, sikapnya sama sekali tak tampak seperti CEO. Hanya outfit dan name tag yang ia kenakan yang mencerminkan bahwa ia adalah pejabat tinggi SM saat ini.

Yaegi berjalan lurus menuju lift …

TRING ~ Lift disampingnya lebih dulu terbuka..

‘Eoh annyeonghaseyo CEO-nim..’ Seunghwan dan Jae serentak membungkukkan badannya dan bersuara tinggi setelah melihat sosok Yaegi.

‘Samchon mwoya..’ Yaegi merasa tidak nyaman jika Seunghwan selalu meledeknya dengan cara seperti itu.

‘Eyyhhh.. panggil aku manager Lee, kau akan atasan ku..’ Seunghwan dengan gamblang nya mencolek dagu Yaegi.

‘Aish..’ Yaegi menepisnya -_-

‘Eyyhh ponakan ku yang busuk ini sudah menjadi CEO sekarang..’ Seunghwan tidak berhenti.

‘Kekeke. Ceminya (kau senang)?’ Jae terkekeh pelan.

‘Ingat. Aku hanya bersedia satu bulan. Hanya 1 bulan. Sesuai perjanjian yang kau paksakan itu.’ Yaegi mengangkat telunjuknya.

‘Geezhh.. tidak perlu besar-besar’ Seunghwan nyaris mendidih.

‘Aku mau kembali keruangan ku.’ Yaegi segera ingin menyudahi pertemuan konyol itu.

‘Eeeh? Kau mau kemana? Kita akan meeting.’ Jae manahannya.

‘Aku mau melihat aegi ku dulu.’ Yaegi merapikan blazer nya.

‘Eoh mereka baik baik saja. Aku baru saja dari ruangan mu. Suster Park menjaga mereka dengan baik.’ Jae menyambangi.

‘Ck~ apa tidak bisa ditunda? Tangan ku pegal sekali,banyak berkas yang baru saja aku tanda tangani.’ Yaegi mulai mengeluh.

‘CEO tidak boleh manja. Kau lihat itu Sekretaris Park saja tidak seperti mu, padahal tugas dia itu lebih berat dari mu.’ Seunghwan berkacak pinggang.

‘Ini bukan mau ku !’ Yaegi tak menyadari bahwa dibelakangnya ada sosok Kris yang baru saja tiba dari studio KBS bersama memberdeul yang lainnya.

‘Hyeong.. ini’ Suara Kris membuat Yaegi segera berbalik.

Kris menatapnya sedikit intense, terlebih ketika tiba  dibagian outfit Yaegi. Yaegi memakai blazer coklat muda dan ‘mini skirt’ selutut. Serta rambut yang tergerai.

Yaegi merasa tidak nyaman dengan tatapan itu, ia tau Kris tidak menyukai dengan ‘mini skirt’ yang ia kenakan.

‘Kris, apa yang kau  lihat?’ Jae menepuk pundak Kris.

‘Ah ye Hyeong. Anya keugon..’ Kris tak mampu beralasan.

‘Ingat,ini kantor. Berhati hatilah, disini banyak CCTV’ Seunghwan berbisik jelas.

‘Araa..’ Yaegi mengerucutkan bibirnya,sementara Kris hanya mengangguk polos.

‘Yasudah kami duluan.’ Jae dan Seunghwan hilang dibalik pintu lift.

Tak lama kemudian Suho dan Chanyeol masuk kedalam dan menghampiri mereka.

‘Anyyeonghaseyo..’ Yaegi menyapa mereka lebih dulu.

‘Yee?’ Chanyeol terhenyak.

‘Waeyo?’ Yaegi membulatkan matanya tak mengerti apapun.

‘Mana ada CEO yang membungkukkan badan seperti mu..’ Chanyeol merasa aneh.

‘Geureyo? Ku rasa itu bukan masalah. Eoh jadwal kalian sudah selesai?’ Yaegi kembali berbasa basi.

‘Ye isseumida. Kami mau kembali ke ruangan kami. Untuk sedikit briefing.’ Suho menyahut tenang.

Tiba – tiba seorang staff SM ikut muncul dari balik pintu kaca SM.

‘Annyeonghaseyo.. CEO-nim..’ staff tersebut memberi salam dengan sopan pada Yaegi.

‘Ah ye annyeonghaseyo..’ Yaegi dan memberdeul ikut membalasnya.

‘Aigo.. apa dewi fortuna mendatangi kalian pagi ini hmm? Kalian bisa bertemu langsung dengan CEO baru kita..’ Staff tersebut sama sekali tidak tau menau soal latar belakang Yaegi dan EXO yang sebenarnya.

‘Ah ye ..’ memberdeul tersenyum ramah bercampur kaku.

‘Nona Cho kau juga menuju ruang meeting?’ name tag staff tersebut bertuliskan dari managemen pemasaran.

‘Ye.. aku juga akan kesana. Tapi aku harus melihat aegi ku sebentar saja.’

‘Mwolyeo? Aegiyeo? Aegi? Anak maksud mu?’ Staff tersebut ternyata juga belum mengetahui akan hal itu.

‘Ye, uri aegi. Aku membawa mereka ke kantor.’ Yaegi menjawab dengan sneyuman polosnya.

‘Kka kkau sudah menikah? Kyeoro?’ Staff namja itu terbata.

‘Ye,kyeorojeosseo (sudah menikah). Geurom.. bonjosseoyo(aku duluan).’ Yaegi pamit lebih dulu, ia tak memiliki waktu banyak.

Kini tinggalah memberdeul dan staff pemasaran yang masih termangu kaku itu.

‘Goo Na Hyun Hyeong..’ Chanyeol memanggil pelan staff itu.

‘Ah ye.. ah kalian duluan saja, aku mau ke kantin sebentar. Geurom..’  Staff Goo berlalu mengarah menuju kantin.

Suho Chanyeol dan Kris kini memasuki lift. Ada yang sedikit berubah dari Kris …

‘Eyyyh..’ Chanyeol menyolek dagu Kris.

‘Senang sekali rasanya bila  ternyata CEO nim mengakuinya..’ Suho melemparkan cibirannya pada Kris.

‘Aih jangan bicara yang tidak tidak.’ Kris menampik cepat.

‘Hahaha..’ Suho tertawa renyah menyaksikan itu, ia tahu pasti jika Yaegi mengatakan yang sebenarnya pada siapapun bahwa ia telah menikah, maka Kris adalah orang yang sangat bahagia akan hal itu.

XXX

Tepat pukul 5.30  sore, semua karyawan beserta staff sudah bergegas untuk pulang. Karena ini memang sudah jadwal berakhirnya  jam kantor.

Yaegi dan Sekretaris Park baru saja keluar dari ruang administrasi untuk beberapa keperluan. Dan kebetulan, itu  terletak di sisi ruangan rekaman bagi para artis SM.

Yaegi bertemu dengan beberapa member SJ yang juga mengenalnya, terutama Sungmin, Ryeowook, Zhoumi, Henry, dan Kyuhyun.

Mereka saling bertatapan dan sesekali tersenyum karena melihat name tag Yaegi.

‘Tuan Park, kau sudah bisa pulang sekarang. Aku juga akan kembali ke ruangan ku.’ Yaegi berhenti didepan lift.

‘Ah ye Nona Cho. Kau sudah ditunggu dibawah, Lee Soo Man nim mengata~’

‘Anyimida. Aku akan pulang dengan kendaraan pribadiku saja.’ Yaegi menolak cepat.

‘Ye? Jeongmalyo? Anyi, bukankah kau tadi pagi dijemput oleh supir? ’ Sekretaris Park merasa tidak yakin.

‘Eum, Khabayo (pergilah). Aku pulang dengan Samchon.’ Yaegi membungkukkan badannya.

‘Ah ye Nona Cho. Geurom..’ Sekretaris Park lebih dulu memasuki lift.

Terlihat Yaegi celingukan kesana kemari, lalu ia merogoh ponselnya yang sedari tadi bergetar.

‘YAK ! EODI ! AKU SUDAH SATU JAM MENUNGGU MU !’ teriakan itu membuat Yaegi menjauhkan ponsel dari telinganya.

‘Sssh, ara ! Tidak perlu berteriak seperti itu.’ Yaegi berdecak kesal.

BIP~ sambungan terputus.

Yaegi kini berbelok menuju lorong dimana ruangannya berada, ia membuka pintu perlahan dan terlihat lah kedua buah hatinya yang sedang bermain bersama Suster Park.

‘Aegiya.. Kyaa.. Omma bogoshipo eum? Chup~’ Yaegi menggendong Geum Sha dan Geum Chan bergantian.

Geum Sha dan Geum Chan bermain di atas kasur kecil yang memang sudah disiapkan untuk mereka jika sedang berada dikantor.

‘Omo  mo..’ Suster Park tiba tiba terkejut.

‘Wa waeyo..~ ‘ ucapan Yaegi juga terhenti,ketika melihat putri kecil nya tiba tiba berbalik dengan sendirinya. Geum Sha menelungkupkan tubuhnya.

‘Aigo.. Uri Geum Sha sudah pintar. Nyonya Wu, dia sudah memasuki usia berapa bulan? ’ Suster Park bertepuk tangan pelan.

‘beberapa hari lagi 4 bulan. Waeyo? Apa itu sedikit terlambat?’ Yaegi balik bertanya.

‘Anya.. ini memang usia normal aegi sudah dapat menelungkupkan badannya.’ Suster Park mengibaskan tangannya.

‘Eo uri adul mau mencobanya juga hmm?’ Yaegi melihat Geum Chan yang terus berlompat lompat kecil dipangkuannya.

Yaegi menaruh keduanya, dan mereka sama sama sudah bisa berbalik.

‘Kya~ ‘ Geum Sha tersenyum lebar, memperlihatkan sederet gusinya.

‘Kyaaaa~ kyeopta..’ Yaegi tak bisa menahan kegemasannya.

‘Mereka anak anak yang penurut. Tetapi Geum Sha sedikit rewel Nyonya..’ Suster Park menata kereta bayi agar mereka segera pulang.

‘Ne, majayo. Geum Sha lebih dekat dengan Appa nya.’ Yaegi mengangguk pelan.

‘Eo Geum Chan sepertinya mudah beradaptasi dengan sekitar. Ah keuge.. Nyonya Wu, aku dijemput oleh mobil rumah sakit, tidak apa apakah bila seperti itu?’

‘Yee? Aih jangan,aku akan mengantar mu.’ Yaegi menolak.

‘Gwenchanayo Wu-ssa (Nyonya Wu)..  hari mulai gelap, tidak baik untuk mereka jika terus terkena udara malam.’ Suster Park tetap menolak.

‘Jinjjayo? Kau sungguh tidak apa apa? Suster Park mianhae.. aku selalu pulang terlambat.’ Yaegi merasa tidak enak.

‘Anya, jinjja gwenchanayo Wu-ssa..’ Suster Park tertawa renyah.

‘Geure. Kajja kajja.. kita pulang, kya~ chup chup..’ Yaegi untuk kesekian kalinya mengecup pipi Twins Wu dan menaruh mereka dikereta bayi satu persatu.

Mereka keluar dari ruangan dan menuju arah lift. TRING ~ Mereka tiba dilantai dasar.

Yaegi melihat sekitarnya, ia tak menemukan sosok Seunghwan yang tadi mengatakan bahwa ia menunggu Yaegi di sisi dekat kantin.

‘Eoh Suster Park, kau pergilah duluan. Aku menunggu disini saja.’

‘Kau tidak apa – apa Wu-ssa?’ Suster Park enggan beranjak lebih dulu.

‘Gwencahana. Aku menunggu Samchon ku. Khabayo ..’ Yaegi tersenyum ramah.

‘Geurom. Silyehamida (aku permisi).’ Suster Park pamit dan menuju luar parkiran SM.

Yaegi mendorong kereta bayinya menuju kursi yang terletak dikawasan Lobby SM.

TRING ~ terdengar suara lift terbuka.  Dua orang staff keluar dari dalam lift,mereka juga menuju lobby.

‘CEO-nim..’ mereka membungkukkan badannya.

‘Ah ye.. annyeonghaseyo’ Yaegi membalasnya.

‘Kau menunggu supir mu?’

‘Yee? Anya.. Uri Samchon.’ Yaegi tersenyum dan mempelihatkan lesung pipinya.

‘Ahh Samchonikka?’

‘Eo Manager  Lee adalah Samchon Nona Cho.’ salah satu staff memberitahu.

‘Jinjja? Lee Seunghwan animyeon (atau) Lee Ji Hoon?’

‘Lee Seunghwan..’ Yaegi tersenyum ramah.

‘Ahh.. geurekuna. ‘ staff tersebut mengangguk.

Dalam waktu yang bersamaan,pintu kaca SM yang terbuka otomatis kini terbuka lebar.  EXO Suho,Chanyeol,Kris dan Minwook  manager menuju arah mereka.

‘Annyeonghaseyo..’ memberdeul langsung memberikan salam.

‘Ye ye annyeonghaseyo..’

‘Eoh Yaegi-a kenapa masih disini? Seunghwan ada diparkiran belakang.’ Minwook manager langsung menyapa Yaegi.

‘Yee? Ah ne ne..’ Yaegi memutar kereta bayi hendak menuju parkiran.

‘Aigo.. ini bayi mu Nona? Anyi maksudku Nyonya. Wooah mereka lucu sekali..’ Staff tersebut melihat arah dalam kereta bayi.

‘Ye.. Uri aegi gga’ Yaegi lagi lagi hanya tersenyum.

‘Cha~ aigo aigo..’ staff nya yang satu lagi mengambil Geum Sha dan menggendongnya.

‘Aigo.. yaepponji..’ Staff bermarga Kim tersebut terlihat menyukai Geum Sha.

‘Cha~ ini satu lagi.. aigo aigo, mereka sehat sekali Nyonya Cho..’ staff bermarga  Li menggendong Geum Chan yang sedang mengisap jemarinya.

Memberdeul hanya bisa berpura pura belum mengenal Twins Wu.

‘Cha.. ada tiga Oppa yang tampan disini, ahh ireumi mwoeyo (namanya siapa?)’ Staff Kim bertanya.

‘Wu Geum Sha..’

‘Wu?’

‘Ahh ye ye Wu Geum Sha..’ Yaegi kelepasan.

‘Appa mereka chinese?’ Staff Li ikut bertanya.

‘Ah ye.. Chinese’ Yaegi melirik memberdeul sekilas.

‘Wu.. eoh kalian ada yang bermarga Wu?’ Staff Li bertanya pada Suho Chanyeol dan Kris.

‘Yee? Eoh.. Kris Hyeong gga..’ Suho dengan polosnya menujuk Kris.

‘Ah ye ye, kau Wu Yi Fan Cho?’ Staff Li yang juga berasal dari Cina itu menunjuk Kris.

‘Ye masseumida.’ Kris mengangguk singkat.

‘Aigo aigo. Kau kenapa Wu Geum Sha?’ Staff Kim melihat Geum Sha yang memberi penolakan, dan justru terus melihat ke arah memberdeul.

‘Ppppaaa..’Geum Sha memekik tertahan.

Minwook membulatkan matanya sempurna setelah melirik arah samping kirinya yang terdapat sosok Kris. Geum Sha tau bahwa itu adalah Appanya.

‘Omo.. kau merindukan Appa mu? Appa eodigga hmm?’ Staff Kim melihat sekitar.

‘Pppppaaa~’ kali ini suara Geum Sha lebih keras.

Chanyeol yang berdiri dibelakang Kris, menyikut lengan Kris pelan. Tapi Kris harus menahannya..

‘Ne, Appa yeogi..’ Kris hanya membatin pelan.

‘Hhhmm..hkk..pppaaa..’ Geum Sha mulai memberi respon buruk, ia hendak menangis dengan terus memandang Kris.

‘Aigo aigo.. Nyonya Wu.. ige eotteokhae?’ Staff Kim mulai takut jika Geum Sha benar akan menangis.

‘Ahh kemarikan..’ Yaegi mengambil Geum Sha.

‘Hkkk.. ‘ Geum Sha merengek pelan.

‘Ssstt, geure geure kita pulang sekarang ne? Kita segera bertemu Appa’ Yaegi memeluk Geum Sha agar ia merasa nyaman. Tetapi Geum Sha masih saja berusaha membalikkan badannya agar bisa melihat arah memberdeul.

‘Nyonya, putra mu seperti nya lebih santai ne hahaha’ Staff Li tertawa renyah.

‘Ye .. dia tidak begitu rewel.’ Yaegi ikut tertawa pelan. Geum Chan memang tidak terang terangan seperti Geum Sha, tetapi sorot matanya juga terus menatap Kris.

‘Eoh kau melihat Hyeong hmm anak manis?’ Staff Li menyadarinya.

Mereka semua saling bertatapan satu sama lain.

‘Ahh jwesongeyo.. aku harus segera pergi..’ Yaegi menginterupsi,sebelum Twins Wu membuat banyak kecurigaan terlebih wajah Geum Sha yang begitu mirip dengan Kris.

‘Apppaaaaa… hkkk hoaa..’ DEG ~ mata mereka semua membulat sempurna ketika Geum Sha dengan spontannya memekik dan menangis dengan menyebut ‘Appa’.

Tangisan Geum Sha semakin menjadi didalam kereta bayi.

‘Ssstt.. aegi uljimma, geure geure Appa..’ Yaegi sedikit panik, karena Geum Sha tidak pernah mengenal situasi jika sudah menangis.

‘Jwesongeyo Nyonya.. kami merepotkan mu’ staff Kim menjadi tidak enak.

‘Ah anya, gwencahayo. Geurom.. aku permisi.’ Yaegi cepat cepat meninggalkan lobby dan menuju parkiran. Ia melewati Kris Suho Chanyeol dan Minwook manager.

Mata Kris melihat jelas kedalam kereta bayi, Geum Sha masih menangis. Ada perasaan mencelos dihati Kris saat ini.

‘Geure, kami juga harus pulang. Sampai jumpa..’ Kedua staff itu membungkukkan badannya dan berlalu.

‘Kris, sepulang ini kau harus meminta maaf pada putri mu hmm?’ Minwook mengetahui bahwa Geum Sha menangis karena ingin Kris menggendongnya.

‘Ah ye Hyeong..’ Kris tersenyum kaku.

‘Kajja kajja.. kita berkumpul dulu di atas.’ Mereka kini masuk kedalam lift dan berkumpul dengan memberdeul yang lebih dulu sudah tiba diruang latihan. Kris Suho dan Chanyeol menyusul karena mereka harus melakukan recording untuk acara TV KBS yang berjudul ‘Hello Counselor’.

XXX

Pong Pyu apartement

‘Cha~ sayang, chamkamman.. Omma buka pintunya dulu ne?’ Yaegi berbicara pada Twins Wu yang juga belum terlelap.

Tit Tit.. Tit.. pintu terbuka..

‘Yaegi-a..’

‘Ne?’  Yaegi menoleh ke sumber suara, Kris yang baru saja keluar dari lift langsung memanggilnya.

‘Eoh kau cepat sekali pulang? Tidak ada FanSigning?’ Yaegi membenarkan posisi tasnya.

‘Sudah selesai. Hari ini hanya sampai pukul 8 malam. Kau darimana saja? kenapa baru pulang?’ Kris masih melihat Yaegi memakai pakaian kantornya.

‘Ah ige.. aku membeli susu dan beberapa perlengkapan mandi.’ Yaegi menunjuk 2 kantong plastik besar yang ia taruh didekat pintu.

‘Bagaimana bisa kau membawa semua ini?’

‘Sudah jangan cerewet, mollasseo? Pekerjaan ku dulu juga seperti ini.’ Yaegi membuka pintu dan mendorong kereta bayi masuk kedalam.

Kris membawa 2 kantong belanjaan Yaegi masuk ke dalam.

‘Kau sudah makan malam?’ Yaegi membentangkan sebuah alas khusus untuk Geum Sha dan Geum Chan berbaring diruang tengah lalu mengambil mereka satu persatu dari dalam kereta bayi.

‘Eo sudah. Wae? Kau belum makan?’ Kris ikut duduk dibawah bersama Geum Sha dan Geum Chan.

‘Sudah juga. Tadi aku makan ditenda depan bersama Samchon. ‘Yaegi membawa belanjaannya kedapur.

‘Ini buat apa?’ Kris melihat Yaegi yang kembali dengan sebuah ember untuk mandi bayi.

‘Mereka belum mandi. Aku mau membasuh badan mereka. Bergeser sedikit..’ Yaegi menyuruh Kris memberikan sedikit tempat.

‘Kau ganti baju dulu. ‘

‘Andwae. Jika terlalu malam mereka bisa sakit. Cha~ Geum Chan Oppa giliran mu yang pertama ne..’ Yaegi mulai membuka baju Geum Chan satu persatu.

‘Kenapa air dingin? Mereka masih kecil Yaegi-a..’ Kris mencelupkan telunjuknya kedalam ember.

‘Aku hanya membasuhnya saja. Kris-a, bisa kau ambilkan baju dan perlengkapan lainnya dikamar?’

‘Eo, kau taruh dimana?’ Kris bergegas bangun.

‘Dibawah meja rias. Kau lihat saja keranjang yang banyak perlengkapan bayinya..’

‘Eo.’ Kris mengangguk dan masuk kedalam kamar.

‘Ppppaaa..’

‘Geum Sha chamkamman.. Appa ke kamar sebentar..’ Yaegi melihat Geum Sha yang lagi lagi mulai meredup setelah melihat Kris bangun.

‘Ini kan?’ beberapa detik kemudian Kris kembali dengan sebuah keranjang yang didalamnya terdapat bedak,baby oil dan berbagai macam peralatan mandi Twins Wu.

‘Eum, ChanSha Appa  gomawo..’ Yaegi membuat aegyonya.

‘Ne, ChanSha Omma cheomaneyo (sama sama)..’ Kris mencoba membuat gaya bicara  yang   mirip seperti Yaegi, tetapi..

‘Hahaha. Kau tidak akan bisa meniru ku..’ Yaegi tergelak melihat aegyo gagal yang Kris lakukan.

‘Ara.. aku memang buruk dalam hal itu.’ Kris mengalah.

‘Hmmm..pppa..’ Geum Sha mencoba meraih Kris yang baru saja mau duduk kembali.

‘Ne, ini Appa.. ‘ Kris menggendong Geum Sha dan mengangkatnya tinggi.

‘Kyaa~’ Geum Sha tidak jadi menangis, ia justru merasa menyukai permainan sang Appa.

‘Aigo.. Uri Geum Sha senang sekali bermain dengan Appa eum..’ Yaegi yang sedang mengusapkan baby oil pada telapak kaki Geum Chan sesekali melihat Kris & Geum Sha yang sedang bermain bersama.

‘Brrrrmmm..’

‘Eoh Geum Channa..’ Yaegi melihat Geum Chan yang seperti sedang menyemburkan sesuatu dari mulutnya.

‘Geum Chan Oppa pakai baju dulu, setelah itu baru bermain dengan Appa aro? Kyeowo..’

‘Aih Kris-a, jangan mencubit pipinya..’ Yaegi cepat cepat menepis tangan Kris dari pipi Geum Chan.

‘Ah waeyo.. aku mencubitnya dengan pelan. Kau lihat dia saja tidak menangis.’ Kris membela dirinya.

‘Dia nanti tidak mau makan.’

‘Aku sering mencubit pipi Tao dan Sehun, tapi mereka lahap sekali..’ Kris berargumen asal.

‘Aku serius.’ Yaegi sedang tak ingin berdebat panjang.

‘Kekeke. Yasudah kalau begitu pipi istri ku saja eum.. ‘ tangan Kris kini berpindah ke pipi Yaegi dan mencubitnya gemas.

‘Ah Kris-a waeirae! Apho !’ pipi Yaegi benar memerah.

‘Cih.. apanya yang sakit, Manja sekali. Kalian lihat? Omma itu manja sekali..’ Kris mengajak bicara Geum Sha & Geum Chan.

‘Sudah kemarikan dia. Ini ambil Geum Chan..’ Kini giliran Geum Sha yang dibasuh badannya.

‘Cha~ ow my little prince.. tampan sekali. Kau anak siapa? Tentu saja putra ku cho? Hmm.. chup~’ Kris berbicara dengan dirinya sendiri. Dan itu membuat Yaegi tersenyum geli, karena baginya Kris masih sedikit aneh jika berbicara dengan Geum Sha maupun Geum Chan.

‘Bagaimana perform mu hari ini? Aku lihat SISTAR terus menjadi juara.’

‘Eo, mereka memang bagus. Kalah menang itu biasa.’ Kris menanggapi nya santai.

‘Eum matji. Ku rasa juga begitu. Suami ku fighting !’ Yaegi tersenyum ke arah Kris sembari membuka baju Geum Sha satu persatu.

Tanpa Yaegi sadari setelah ia kembali fokus pada putri kecilnya, sorot mata Kris terus menatapnya sedikit lama.

‘Uri tal..  (putriku) Uljimma, setelah ini kita tidur ne..’ Yaegi berbicara  pada Geum Sha dan perlahan membasuh wajah Geum Sha,lalu tubuh mungilnya dengan handuk basah.

Yaegi masih tak menyadari tatapan mata Kris, hingga..

‘Kau tidak lelah ?’ Kris membuka suaranya.

‘Yee? Anya, memangnya aku lelah kenapa?’ Yaegi balik bertanya.

‘Kau seharian bekerja lalu mengurus rumah dan mereka.’ Kris kini duduk dengan memangku Geum Chan dipangkuannya.

‘Eo terasa sedikit,tetapi jika sudah seperti ini tidak akan terasa sama sekali. Kkeronikka (makanya).. aku membawa mereka ke kantor, penat ku akan hilang jika sudah melihat Geum Chan & Geum Sha..’ Yaegi masih berkutik dengan Geum Sha yang sedikit susah untuk diurus, keran ia terus berbalik kesana kemari.

‘Geureyo? Eum, jika saja aku bisa dengan mudah bertemu mereka jika di SM..’ Kris berasumsi sama.

‘Yee? Kau kenapa? Kau masih bisa bertemu mereka jika kau pulang kerumah. Jangan dramatik seperti itu.’ Yaegi melemparkan cibirannya.

‘Eoh Yaegi-a, kau kenal Goo Na Hyun Hyeong dari mana?’

‘Goo Na Hyun? Nugu?’ Yaegi sama sekali tak menghafal nama nama staff SM.

‘Yang tadi pagi bertemu dengan mu, dia manager pemasaran. ‘

‘Ahhh.. anyo, aku hanya mengenalnya begitu saja. Waeyo?’ Yaegi menggeleng polos.

‘Dia terlihat shock sekali mengetahui bahwa kau sudah memiliki bayi.’ Kris sedikit tertarik membahas soal itu.

‘Lalu? Apa hubungannya dengan ku?’ Yaegi lagi lagi balik bertanya.

‘Anya.. dia itu mata keranjang.’ Kris memasang wajah serius.

‘Sejak kapan suami ku bergabung dengan Fans Klub Ahjumma yang suka bergosip?’ -____-

‘Ahh anya, keuge anyiragu.. Tapi Amber yang mengatakannya pada ku. Kau berhati hati lah. ‘ Kris mengibaskan tangannya.

‘Geurekuna? Eoh, keurolkkae (aku akan berhati hati).’ Yaegi mengangguk singkat.

‘Rok mu.. rok mu pendek sekali.’ Kris menambahkan.

‘Arasseo. Mulai Senin nanti aku akan memakai jamsuit saja.’ Yaegi menuruti permintaan Kris.

‘Jangan terlalu sering, nanti kau akan terlihat tua.’ Kris masih protes, ia sangat kritis terhadap fashion.

‘Geure, aku akan memakai legging saja.’ Yaegi mencari alternatif lain.

‘Tapi blouse atau blazer mu jangn diatas lutut.’

Yaegi dengan spontan menatap ke arah Kris yang sedari tadi terus membuatnya gerah.

‘Mwol? Shireoyo? Aku hanya menyarankan..’ Kris memasang wajah angry birdnya.

‘Itu pemaksaaan. Mana ada saran seperti itu.’ Yaegi kini yang balik protes.

‘Tidak mau mendengarkan ku juga tidak apa apa. Tidak perlu menekuk wajah seperti itu.’ Kris akhirnya mundur.

‘Ye.. akan ku lakukan semua seperti yang kau katakan Tuan Wu. Neon jokha? (kau puas)’ Yaegi menjawab tegas.

‘Eo gomapta..’ aura angry bird masih sedikit melekat.

‘OMO.. ‘ Yaegi terkejut melihat Geum Chan yang sudah tertidur dipangkuan Kris, ia berkali kali menahan kepalanya yang lagi lagi tertunduk karena rasa kantuknya.

‘Ya tuhan.. Wu Geum Chan, kenapa tidak bilang kau mau tidur?’ Kris menahan tawanya melihat wajah Geum Chan yang benar benar lucu, layaknya orang dewasa yang menahan kantuknya.

‘Kris-a.. hati hati, kau pegang punggungnya..’

Kris menggendong Geum Chan dan membawanya ke kamar. Sesaat kemudian ia kembali keluar.

‘Kris-a, Geum Chan belum minum susu..’ Yaegi melupakan sesuatu.

‘Jadi bagaimana? Tunggu dia terbangun saja.’ Kris kembali duduk.

‘Geure, begitu saja.’ Yaegi sudah selesai memakaikan piyama merah muda Geum Sha dan kini menggendongnya.

‘Wooahh.. Wu Geum Sha.. Appa..’ Kris mencoba mengalihkan perhatian Geum Sha.

Geum Sha langsung memberikan tangannya pada Kris tanda ia bersedia digendong oleh sang Appa.

‘Aku  buatkan susu nya dulu. Omma tinggal sebentar ne..’ Yaegi bangun dan menuju dapur.

‘Kau mirip siapa? Kenapa tidak mirip Omma mu?’ Kris memiringkan tubuh Geum Sha dan melihat setiap inci wajah mungil itu.

Drrrttt Drttt..

‘Eoh, chamkamman..’ Kris memeluk Geum Sha dengan satu tangannya dan tangan yang satunya lagi merogoh saku celananya.

‘Ne waeyo?’

‘Hyeong.. begopha (lapar) ~’ suara Sehun yang berkolaborasi dengan beberapa memberdeul dibelakangnya.

‘Delivery saja. Nanti Hyeong  yang membayar nya..’

‘Shireo. Noona eodi?’

‘Ada. Waeyo?’

‘Kami ingin makan masakan Noona.. kami kesana ne Hyeong~’ kini suara Sehun berganti menjadi suara Kai.

‘Ah chamkamm~’ bip. sambungan langsung diputuskan.

‘Nuguseyo?’ Yaegi keluar dari dapur dengan sebotol susu ditangannya.

‘Anak anak. Mereka akan kemari. Eotteokhae?’ Kris meminta persetujuan Yaegi.

‘Memangnya kenapa? Geum Sha dan Geum Chan tidak akan terganggu,kamar kita kedap suara.’ Yaegi merasa tak keberatan.

‘Anya, bukan itu. Tapi mereka meminta mu untuk memasakkan sesuatu..’

‘Mwo?’ Ekspresi Yaegi sedikit susah ditebak.

‘Jika kau lelah tidak apa apa, aku juga mau mengatakan begitu. Nanti jika mereka tiba  aku akan delivery saja. Kau masuklah kekamar, kau butuh istrihat.’ Kris menjawab cepat.

‘Anya, maksud ku mereka mau makan apa malam malam begini? Aku tadi tidak belanja peralatan dapur sama sekali.’

‘Gwenchana. Nanti akan ku katakan pada mereka. Eoh Geum Sha juga sudah terlihat mengantuk.. ini’ Kris bangun dan memberikan Geum Sha pada Yaegi.

‘Aigo aigo.. kau mengantuk sayang?  Appa good night ..’ Yaegi melambaikan tangan Geum Sha.

‘Have a nice dream daughter, chup~’ Kris sedikit membungkukkan badannya agar bisa mengecup pipi Geum Sha.

‘Hkkk.. hmmmhh..’ Geum Sha sudah menggosok gosok matanya.

‘Kau tidak tidur disini?’

‘Eum aku tidur disini. Kau duluan lah, aku menunggu mereka. ‘ Kris tak dapat mencegah trio magnae jika mereka sudah beraksi.

‘Geure. Aku ke kamar dulu.’ Yaegi dan Geum Sha berlalu ke kamar.

Beberapa saat  kemudian..

Yaegi kembali keluar kamar dengan kostum rumahan nya. Ia baru saja selesai mandi. ‘Eoh mereka belum datang juga?’ Yaegi melihat Kris yang tiduran sembari menonton TV.

‘Tidak jadi datang. Aku sudah memesan delivery untuk mereka.’ Kris masih menatap layar TV.

‘Aih kau kenapa seperti itu? Sehun kan sudah mengatakan tidak mau.’ Yaegi memukul pundak Kris pelan.

‘Sudah biarkan saja. Ini sudah malam, kau juga butuh istirahat.’ Kris menguatkan argumennya.

‘Yasudah, aku kebelakang dulu.’

‘Kau mau melakukan apa lagi?’ Tangan Kris menahan Yaegi.

‘Aku belum mencuci pakaian. Itu sudah banyak sekali.’  Yaegi mengikat rambutnya.

‘Kenapa malam – malam? Sudah besok saja. Besok bukankah kantor libur?’ Kris melarangnya.

‘Aih tidak bisa. Besok aku harus membawa Geum Sha dan Geum Chan kerumah sakit. Mereka akan di imunisasi.’

‘Pulangnya saja. Tidak baik menyuci malam-malam.’ Kris masih tidak setuju.

‘Aku menggunakan mesin. Sudah lepas, apa kau mau memegang tangan ku terus sampai besok pagi eoh?’ Yaegi menarik pergelangan tangannya.

‘Cih.. kenapa marah marah !’ Kris mendengus kesal.

‘Eyyyhh siapa yang marah? Aigo suami ku ini menggemaskan sekali..’ Yaegi balik menjadi menggoda Kris dengan menarik pipinya.

‘Jangan sentuh aku.’ Kris berpura pura marah dengan menggeser posisi duduknya.

‘Aigo mengerikan ..’ Yaegi membulatkan matanya, ia ingin tertawa.

‘Aih kau siapa? Kenapa dekat dekat ! Aku sudah memiliki istri !’ Kris memulai drama konyolnya.

‘Aku juga sama Tuan, aku sudah memiliki suami. Kita sama sama sudah menikah.. ayolah Tuan..’ Yaegi mengedipkan matanya seraya mencolek dagu Kris layaknya yeoja yeoja genit.

‘Aish yak Cho Yaegi hentikan.. aku ingin muntah. Hmmpphh..’ Kris menahan tawanya.

‘Ayolah Tuan.. semuanya gratis..’ Yaegi semakin liar.

‘Nyonya Wu ! Hentikan !’ Kris kalah telak. Yaegi membuatnya tak dapat berkutik.

‘Gyahahaha.. kau kalah. ‘ Yaegi tertawa puas.

‘Aish.. siapa yang kalah? Kau itu sama sekali tidak tau cara menggoda.’ Kris  tak mau kalah.

‘Ahh geurekuna (begitukah?) ‘ Yaegi mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat didepan wajah Kris.

‘Ku bilang hentikan.’ Kris mendorong wajah Yaegi menjauh.

‘Cih.. siapa yang mau menggoda mu? Dwesseo. Aku mau mencuci sekarang.’ Yaegi sudah tidak ingin bermain-main lagi, ia kini benar benar bangkit dan berjalan menuju dapur.

‘Hahaha.. aigo istri ku marah eoh? JAGIYA..’ Kris kini balik menggoda Yaegi dengan berteriak ‘JAGIYA’.

‘ANHAE !’

‘HAHAHAHA..’ sahutan Yaegi membuat Kris tergelak hebat, ia tertawa keras diruang TV,

Kris menyusul Yaegi kebelakang, Kris melihat sosok Yaegi yang sedang membelakanginya dengan T-shirt hitam pas ditubuhnya,hotpants serta rambut yang terkuncir rapi.

‘Jangan kemari. Pekerjaan ku akan lama selesai.’ Yaegi tau bahwa Kris ada dibelakangnya.

‘Aku mau menemani mu. Apa tidak boleh hmm? Chup~’ Kris dengan sigap langsung memeluk Yaegi dari belakang.

‘Ahh Kris-a, ireojima. Nanti pekerjaan ku tidak selesai.’ Yaegi yang sedang memegang bungkusan detergent kesusahan untuk menuangkannya kedalam mesin cuci.

‘Sudah ku katakan jangan menyuci malam malam.’ Kri menaruh dagunya dipundak Yaegi.

‘Jika harus menunda besok, akan semakin banyak Kris-a. Geum Sha & Geum Chan suka terbangun jika tidur disiang hari.’ Yaegi beralasan.

‘Lalu jika bukan malam hari, waktu untuk ku kapan?’

‘Mmw mwolyo? Mworagu? ’ Yaegi membalikkan posisinya karena mendengar  kalimat Kris.

‘Eum.. Selama kau bekerja, kita hanya bisa bertemu malam hari, bahkan sebelum kami berangkat kau sudah pergi lebih dulu. ‘ Kris menumpukan tangannya disisi mesin cuci.

‘Tunggulah sebentar lagi, Kim Young Min-ssi akan segera kembali ke Korea. ‘ Yaegi berusaha meyakinkan.

Tetapi Kris justru tak berpindah dari posisinya yang mengunci area Yaegi,hingga Yaegi tak dapat bergerak.

‘Kkr Kris-a..’ Yaegi mendorong pelan tubuh suaminya itu agar menjauh.

‘Hmm?’ Tatapan mata Kris nyaris mematikan.

~GLUP .. Yaegi berusaha untuk tidak terus fokus menatap mata Kris.

‘Aku mau melanjutkannya sedikit lagi.’

‘Mau melanjutkan apa?’ Suara Kris setengah berbisik.

‘Pakaian.. jika tidak segera dibilas,akan lama mengeringnya.’ Yaegi kembali memutar otaknya.

‘Bukankan itu otomatis?’ Kris tak mudah dikelabui.

‘Ah keugon..’

‘Mwoe?’ Kris sedikit memajukan lagi wajahnya.

‘Kris-a.. kkeurojima.’ Yaegi semakin takut untuk menghirup oksigennya, karena aura namja itu terlalu menusuk.

DUG DUG DUG ~ seolah detak jantung Yaegi terdengar hingga telinga Kris.

Kris mengeluarkan smirk nya  ‘Berisik sekali..

‘Yee?’ Mata Yaegi

‘Jantung mu..’ Telunjuk Kris mengarah pada dada Yaegi yang berpas pasan dengan detak jantungnya.

‘Kris-a..’ darah Yaegi mulai berdesir pelan..

Tetapi tiba tiba Kris kembali ke posisinya semula ‘Lanjutkan pekerjaan mu, aku mau mandi sekarang. Gerah sekali..’  Kris mengibaskan T-Shirt yang ia kenakan, wajahnya kembali menjadi seorang Kris yang polos -_-‘

‘Eo..’ Meskipun lega, tetapi ada juga rasa kecewa yang terselip dalam benak Yaegi. Entah apa itu,Yaegi juga tak mengetahuinya.

Chu~ Kris mendaratkan ‘ppopo’ kilatnya dibibir Yaegi, lalu melenggang masuk  kedalam kamar.

‘Kenapa suami ku aneh sekali..’ Yaegi mendesis pelan dan kembali melanjutkan aktifitas mencucinya.

Ting Tong Ting Tong…

‘Nugu?’ Yaegi mendengar suara bell yang terus ditekan.

Ting Tong Ting Tong..

‘Yee.. NUGUSEYO?’ Yaegi berlari kecil ke arah pintu dan melihat dari layar monitor…

Terpampang jelas lubang hidung seseorang yang seperti disengajai ditaruh didepan sisi kamera pintu.

‘Nuguseyo?’ Yaegi bertanya pada si tamu sebelum membuka kan pintu.

‘KYAA~ Kakak Ipar..’ Jelas terlihat wajah ‘Romantic KungFu Panda AB Style Tao’ -_-

‘Eoh.. ‘ CEKLEK ~

‘Noona..’ ternyata Oh Thehun & Dancing Evil Machine Kai jug ada disana. Ini kali keduanya trio magnae lepas dari kandangnya. (😀 )

‘Nideul.. deorowa (kalian? masuklah)..’ Yaegi langsung menyuruh mereka masuk.

‘Noona.. Kris Hyeong eodisseoyo?’ Sehun celingukan melihat TV yang masih menyala.

‘Wooahh.. ini kartun nya. Di Dorm tidak ada siarannya sama sekali. Manager Hyeong payah..’ Kai langsung berloncat ke atas sofa dengan remote ditangannya.

Ting Tong Ting Tong..

‘EOH !!’ Kai Tao dan Sehun berdeham bersamaan setelah mendengar bunyi bell.

‘Apa yang lain juga kemari?’ Tanya Yaegi.

‘Noona, jangan dibuka. Itu pasti jika bukan Baekhyun Hyeong, bisa jadi D.o Hyeong.. gyahaha..’ Kai sudah lebih dulu tertawa sebelum berbicara -_-

‘Oh Sehun duduk lah.’ Tao menarik tangan Sehun untuk duduk.

‘Ah Tao waeirae !’ Sehun berdecak kesal.

‘Memangnya kalian kenapa?’ Yaegi bertanya polos.

‘Gyahahaha.. tadi kami menaruh wasabi pada gimbab yang D.o Hyeong buat, gyahaha’ Kai lagi lagi tertawa geli.

‘Kita? Kau saja.’ Tao mendorong pundak Kai.

‘Tapi itu ide mu !’ Kai menodong Tao.

Ting Tong Ting Tong…

‘Eoh eoh etteokhae? Kyaaaaa~’ Sehun dan Tao berhamburan menutup wajah dengan bantal yang ada.

‘Aish yak yak.. jangan menimpaku !’ Kai memukul Tao dan Sehun yang senonohnya menghimpitnya.

Drrrttt Drtttt.. ponsel Yaegi yang ada diatas buffet bergetar.

‘Eoh ! Omo !’ Trio magnae lagi lagi histeris bersamaan.

‘Noona, kemarikan biar aku yang mengangkatnya.’ Sehun bangun mengikuti Yaegi ke arah buffet.

‘Eo ige..’ Yaegi memberikannya langsung.

FLIP ~

‘Yaegi-ssi.. buka pintunya. Tao Kai dan Oh Sehun ada didalam kan?’

‘Hyeong, Yaegi Noona sudah tidur.’

PLAAKKK ! Tao dan Kai menepuk dahi mereka bersamaan. Kebodohan apa yang sudah dilakukan oleh magnae cadel tersebut -____-

‘YAK KALIAN SUNGGUHAN ADA DIDALAM EOH !’ Suara Baekhyun memekik.

Sehun menjauhkan ponsel dari telinganya.

‘PALLI NAWA !’ Kini suara Baekhyun semakin brutal.

‘Kai..’ wajah Sehun menatap Kai dan Tao dengan wajah pucat.

‘Babo ! Salah mu sendiri !’ Kai mengerang geram.

‘Kenapa mengangkatnya? Aish ~’ Tao mengacak rambutnya frustasi.

‘Nideul wae geuraeyo?’  Yaegi masih tak mengerti sama sekali.

‘Sssh, Noona.. ‘ Sehun kini beralih pada Yaegi.

‘Memangnya siapa yang menelfon?’ Yaegi memastikan.

‘Baek Hyeong..’ Sehun pucat pasi.

‘Yasudah biar aku yang membukanya.’ Yaegi hendak berjalan menuju pintu, tetapi tangan Sehun menahannya..

‘Ahh Noona..’

‘Waeyo? kalian tenang saja. Amuri eopseo (tidak akan terjadi apapun).’ Yaegi berusaha meyakinkan.

CEKLEK ~

‘Eoh Yaegi-ssi apa narapidana wasabi ada disini?’ Baekhyun langsung mengintrogasi.

‘Tao Kai dan Sehun maksud mu?’

‘Ne Yaegi-ssi. Mereka keterlaluan sekali.’ D.o ikut menyambangi. Mereka datang berdua.

‘Kyaa~ eotteokhae eotteokhae..’ Kai Sehun dan Tao bersembunyi dibalik sofa.

‘Memangnya mereka melakukan apa?’ Yaegi bertanya dengan tenang.

‘Tadi Sehun ada menelfon Kris Hyeong, mereka bertiga lapar tetapi tidak mau delivery. Sehun memaksa ingin makan diapartement mu. Tapi kami tidak mengizinkannya, ini sudah malam.’ Baekhyun menjelaskan panjang lebar.

‘Lalu aku dan Lay membuat gimbab dengan persediaan yang masih ada di Dorm. Tetapi kau lihat ini.. mereka sengaja menaruh wasabi didalamnya agar tidak bisa dimakan.’ D.o memegang sekotak gimbab yang ia buat bersama Lay.

GIMBAB >> Sejenis sushi. Rumput laut kering, nasi dan macam macam sayuran/ikan/pelengkap lainnya lalu digulung. Snack yang cukup mengenyangkan.

‘Aaah mashiketta (kelihatannya enak)..’ mata Yaegi berbinar melihat gulungan nasi, nori, ikan tuna dan sayuran segar yang terlihat  nikmat itu.

‘Ini pedas sekali Yaegi-ssi. Tidak akan sanggup dimakan.’ wajah D.o berubah murung.

Kruyyuukk kruyuk~

‘Omo !’ Yaegi mendengar suara perut yang berbunyi,

Baekhyun dan D.o saling bertatapan satu sama lain. Ternyata perut mereka sama sama berbunyi.

‘Geure, masuklah. Aku akan membuatkan sesuatu.’ Yaegi mengambil kotak gimbab dari tangan D.o.

‘Aih Yaegi-ssi tidak us~’ Kruyuuk kruyuukk.. pipi Baekhyun memerah sempurna.

‘Hihihi. Anya, gwenchana. Masuklah. Kalian tenang saja. ‘ Yaegi tertawa geli melihat ekspresi mereka berdua.

Sembari menunggu cucian nya selesai dibilas secara otomatis. Yaegi berinisiatif untuk mengolah gimbab wasabi memberdeul agar menjadi makanan yang enak untuk disantap  pada malam hari seperti saat ini.

Yaegi memotong motong gimbab dengan ukuran dadu, lalu ia mengambil  satu sendok teh bubuk kari yang ia larutkan dengan air.

‘Kakak Ipar..’ dalam waktu yang bersamaan Tao mendatanginya didapur.

‘Tao.. chamkamman, membuatnya tidak akan lama. Apa kau sudah lapar hmm?’

‘Anya, aku hanya ingin tau apa yang kau masak ..’Tao berdiri disamping Yaegi yang sedang memanaskan pan.

‘Eoh itu gimbab wasabi nya kan?’ Tao melihat tumpukan nasi gulung yang sudah dipotong potong kecil.

‘Ne, majayo. Setelah dicampur dengan ini, tidak akan pedas lagi. ‘ Yaegi mengaduk ngaduk bubuk kari agar sepenuhnya larut dengan air.

‘Lalu diapakan?’ Tao melihat dengan seksama.

‘HAHAHA Hmmmphh..’

‘GYAHAHAH AIGO .. HAHA’ sesekali terdengar tawa memecah dari ruang TV.

‘Mereka berisik sekali. Apa Twins Wu tidak akan bangun ?’ Tao melihat raut wajah Yaegi yang biasa saja.

‘Tidak akan. Kamar ku kedap suara. Sepertinya ramai sekali, yang lain juga ada ?’ Yaegi mendengar suara gaduh yang tidak seperti hanya terdiri dari 5 orang saja.

‘Anya, hanya Luhan dan Chanyeol Hyeong saja.‘ ternyata  memberdeul kini bertambah di ruang TV Yaegi.

‘Eotteokhae? di kulkas tidak ada makanan apapun.’ Yaegi membatin pelan.

‘Tao.. bisa kau panggilkan Kris kemari?’

‘Ah ne, sebentar ..’  Tao mengangguk dan keluar dari dapur.

Selang beberapa saat Kris masuk kedapur..

‘Waeyo?’ Kris sudah selesai mandi dengan tatanan rambutnya yang masih basah.

‘Kris-a.. eotteokhae? Di kulkas tidak ada makanan apapun. Gimbab ini tidak mungkin cukup.’ Yaegi merasa khawatir.

‘Sudah tidak apa apa. Aku akan mengajak mereka pulang sebentar lagi.’ Kris tak mempermasalahkannya sama sekali.

‘Aih mana bisa seperti itu. Kau tidak lihat? Baekhyun dan D.o perutnya terus berbunyi.’

‘Jinjjayo?’ Kris tertawa tertahan.

‘Eo jinjja.’

‘Hmm. Aku sudah menyuruh mereka untuk duduk ditaman saja. Agar suara mereka tidak begitu terdengar.’ Kris masih merasa tidak enak dengan Yaegi.

‘OK. Kau kembalilah kesana, sepertinya ini cukup.’ Yaegi tampak berpikir keras.

‘Mianhae..’

‘Mianhae wae?’ Yaegi menatap Kris heran.

‘Mianhae,wajah mu terlihat lelah sekali..’ Kris mengusap dahi Yaegi yang sedikit berkeringat.

‘Kau kenapa jadi aneh seperti itu? Aku sama sekalu tidak merasa direpotkan. Mamedeuroyo (aku menyukai nya)..’ Yaegi mengukir senyuman terbaiknya.

‘Hmm, gomapta..’ Kris bersyukur karena Yaegi tidak pernah mengeluh ataupun marah,kesal dan sebagainya jika memberdeul datang mengacau diapartementnya.

‘Geure, kau kembalilah keluar. Aku mau memasak.’

‘Perlu bantuan ku hmm?’ Kris melingkarkan tangannya dipinggang Yaegi.

‘Ehemm.. ‘

Dehaman seseorang membuat Kris terkejut dan melepaskan tangannya.

‘Kekeke’  ternyata seorang Xi Luhan datang menginterupsi.

‘Ada apa kau kemari?’ Kris berkata ketus.

‘Awuuhhh.. kenapa kejam sekali? Aku haus duizang..’ Luhan yang semula berdiri dipintu dapur, kini berjalan mendekat.

‘Eoh disitu gelasnya, dan itu .. itu disana minumnya.’ Yaegi langusng menunjukkan tempatnya.

‘Yaegi-ssi, apa kami sungguh merepotkan?’ Luhan mulai mengambil gelas dan menuangkan minum.

‘Anya,, sama sekali tidak.’ Yaegi menggeleng.

‘Selesai minum segeralah keluar.’ Kris menyambangi, ia takut jika Yaegi akan kembali terkena karangan bebas Luhan.

‘Aigo.. arasseo. Yaegi-ssi, ceret ini ku bawa saja eoh? Suami mu sepertinya takut sekali jika aku berada disini.’

‘Eum, dibawa saja.’ Yaegi yang menjawabnya.

‘Berhati hatilah, jangan bermain main didapur.. nanti bi~’ BRAKK!

‘AA LUHAN HYEONG !’

‘OMO !’

Mata Luhan yang tak menjurus kedepan,membuat gelas yang ia pegang menyemburkan air pada wajah D.o yang waktu itu juga hendak masuk kedapur.

‘Eoh mian.. gwenchana?’ Luhan kelabakan mengelap wajah D.o

‘Kenapa menyiram ku !’ D.o masih berasap asap paska gimbab wasabi ulah Kai Sehun dan Tao.

‘Aih mian.. aku tidak sengaja.’ Luhan masih mengelap wajah D.o

‘Ahh dwesseo dwesseo. Auhhh jinjja~’ D.o menggeser tangan Luhan dari wajahnya.

‘Hyeong, aku pinjam charger mu.. Baekhyun terus meminjam ponsel ku hingga low bat.’ D.o menadahkan tangan ke arah Kris.

‘Punya ku di Dorm..’

‘Eoh pakai punya ku saja. Kris-a, tolong ambilkan charger ku diatas meja kamar. Punya mu S4 juga kan?’ Yaegi bertanya pada D.o

‘Eum’ D.o mengangguk.

‘Eyyhh kalian sudah mulai berkencan semuanya ..’ Luhan memulai.

‘Eo, geure gatheyo (ku rasa begitu). Baekhyun sekarang sering mengutak atik ponselnya.’ D.o menambahkan.

‘D.o ~a ikut aku..’ Kris berjalan keluar dapur.

‘Kau kenapa masih disini?’ Kris juga bertanya pada Luhan.

‘Aku juga mau keluar. Kenapa marah marah !’ Luhan sesungutan.

Yaegi yang menyaksikan pemandangan itu hanya menatap heran satu persatu termasuk suaminya sendiri.

Setelah suasana dapur kembali tenang, Yaegi kembali melanjutkan aktifitas memasaknya.

Ia memasukkan potongan gimbab kedalam pan yang sudah diolesi dengan sedikit butter, mengaduknya perlahan.. lalu ia menuangkan larutan bubuk kari kedalamnya.

Tak sampai hitungan menit, gimbab kari sudah siap untuk disantap.

‘Wooahh.. Noona.. kau memasak apa? Harum sekali..’ Baby Oh Sehun muncul karena aroma masakan yang tercium hingga pekarangan belakang.

‘Eoh Sehunni.. kemari lah. Aaaa..’ Yaegi yang hendak mencicipi masakannya kini ia beralih mengarahkan sendok ke mulut Sehun.

Sehun melahapnya dengan satu suapan. ‘Hoasshh.. panas..’ Sehun mengipas ngipas mulutnya.

‘Hahaha. Eotteoeyo?’ Yaegi tertawa melihat itu.

‘Wooahhh.. MASHISEOYO ! Jinjja, daebakk..’ Sehun yang semula hanya merasakan api dimulutnya, kini mendadak berbinar.

‘Jinjja? ‘ Yaegi juga ikut merasakannya.

‘Eummm… masheketta. Joaheyo?’ Yaegi berloncat loncat kecil setelah ikut mencicipinya.

‘Neomu joahe. Jinnja mashisseoyo. Noona, ige nwondeyo?’ Sehun tidak tau bahwa itu adalah gimbab wasabi.

‘Ini gimbab yang tadi D.o bawa. Aku hanya menambahkan bubuk kari saja.’ Yaegi tersenyum sumringah.

‘Mwogayo? Aku juga mau..’ tiba tiba Tao kembali menampakkan batang hidungnya, mereka memang tidak bisa diam.

‘Eoh Tao, kau coba ini.. Aaaa..’ Yaegi juga menyuapi adik iparnya Huang Zhi Tao.

Yaegi dan Sehun sama sama menunggu respon Tao yang sedang mengunyah…

‘Etteo?’  Yaegi was was jika Tao tidak menyukainya.

‘Hmmm.. delicious. delicious.. Wooahh…’ Tao mengancungkan jempolnya.

‘Jinjja? Kyaa~’ Yaegi lagi lagi berloncat kegirangan.

‘Anyi, geundae Noona.. jika hanya segini tidak akan cukup.’ Sehun melihat hanya semangkuk  kecil  gimbab kari.

‘Kheopjeongmal. Aku punya satu lagi, cha~ ini bawalah ke belakang. Selanjutnya akan menyusul.’ Yaegi memberikan mangkuk tersebut pada Tao dan Sehun.

Yaegi membuka kulkasnya. Ia mengeluarkan sekotak kimchi yang memang ia siapkan untuk stok dimusim panas, lalu beberapa butir telur dan..

‘Sssh, jika nasi dan kimchi saja tidak akan enak..’ Yaegi tidak menemukan bahan lain.

Ia beralih pada lemari gantung yang ada didapur, dan mencoba mencari bahan pelengkap lain yang dapat ia olah menjadi pengganan nikmat untuk disantap dimalam hari.

‘Aih kenapa ramyun semuanya..’ Yaegi menggeser bungkusan ramyun yang ada,dan ia menemukan sekaleng kecil tuna instan..

‘Eoh.. ini saja..’

‘Nyonya Wu, apa yang kau lakukan!’ suara Kris tiba tiba menginterupsi.

‘Eoh Kris-a.. ige..’ Yaegi memegang tuna kaleng tersebut.

‘Aih turun, nanti kau jatuh. Kenapa tidak memanggilku? turun ! Palli !’ Kris sangat phobia jika Yaegi terlihat diketinggian.

‘Ara, aku hanya mengambil ini..’ Yaegi perlahan turun dari sisi dekat westafel lalu turun lagi kekursi dan kelantai.

‘Apa yang kau lakukan? Nanti luka caesar mu bagaimana?’ Kris menyemburnya dalam satu nafas.

‘Ck~ tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku mau memasak ini dengan nasi dan kimchi.’

‘Itu apa? Kenapa sudah habis?’ Kris melihat pan bekas memasak gimbab.

‘Ahh itu gimbab, kau darimana saja? Bukankah Sehun membawanya kebelakang?’

‘Tadi Geum Chan terbangun, dia haus. Tapi sudah ku berikan susunya.’ Kris mengaduk ngaduk sisa gimbab yang ada.

‘Susu yang mana?’

‘Susu Geum Sha yang tadi tidak habis diminum. Wae?’ Kris menjawab santai.

‘Kenapa kau berikan susu dingin? Aigo Kris-a.. perutnya bisa sakit. Kau ini.. aish’ Yaegi meregang frustasi.

‘Aih itu kan tidak basi, lagipula ia meminumnya sampai habis.’ Kris masih berusaha membela diri,

‘Tapi itu sudah beberapa jam yang lalu. Geum Chan bisa sakit. Aish jinjja..’

‘Mianhae.. aku mana tau hal semacam itu.’ Kris masih dengan wajah innocent nya.

‘Lain kali bertanya lah pada ku. ‘ Yaegi masih merasa kesal.

‘Arasseo. Kau jelek seperti itu..’ Kris menggelayutkan tangannya dipinggang Yaegi.

‘Aih sudah lepas. Jangan menggangu konsntrasiku.’ Yaegi melanjutkan kembali acara memasaknya.

‘Perlu bantuan ku? hmm? Chup~’ Kris mengecup pipi Yaegi dengan nada manja.

‘Ahh Kris-a.. lepas, nanti jika mereka melihatnya tidak enak.’ Yaegi masih berusaha melepaskan diri.

‘Aahh shireo shireo…’ Kris membuat nada suara yang semakin menggemaskan.

‘Yak.. hahaha.. Kris-a, lepaskan. ‘ Yaegi merasa geli akibat dagu Kris yang bersentuhan dengan bahunya.

‘Bogoshiptaaa..’ Kris akan selalu mengatakan itu ketika ia sedang memeluk Yaegi.

‘Ara, tapi sekarang aku harus memasak Kris-a.. Tao Sehun dan~hmmp’ belum habis Yaegi berbicara, dengan cepat Kris membalikkan posisi tubuh mungil Yaegi dan langsung mengunci bibirnya..

‘Kris~’ Kris hanya melepaskannya sesaat lalu menempelkannya lagi..

Kris yang membelakangi pintu dapur tidak tau jika Kai dan Sehun sudah berdiri disana.

‘Sehunni, tutup matamu..’ Kai berbisik.

‘Eoh OK’ Sehun dengan polosnya mengangguk dan menutup matanya.

Dicelah celah telapak tangannya Sehun melirik Kai yang sama sekali tak menutup matanya.

‘Yak Kkamjong kau curang ~’ Sehun balik berbisik. Kris dan Yaegi sama sekali  belum menyadari keberadaan mereka.

‘Curang bagaimana? Terlihat saja tidak.’ Kai menjawab enteng. Mereka hanya melihat punggung Kris yang membelakangi mereka dan tidak dapat melihat detailnya -___-

‘Kris Hyeong..’

‘Aish yak Oh Sehun ! ‘ Kai ingin menahan Sehun yang sudah terlanjur dengan polosnya memanggil Kris yang sedang bercumbu…

‘EOH ! Sehunni..’ Yaegi dengan cepat menolak tubuh Kris menjauh dan menghapus bekas  kisseu dibibirnya.

‘Kai ada apa?’ Kris mencoba bersikap seperti biasa saja.

‘Aku haus, mau minum..’ Kai sedikit salah tingkah, ia langsung  mengambil minum dan keluar dari dapur.

‘Eum, Sehunni kajja~’Kris mengajak Sehun keluar dari dapur.

‘Ah shireo.. aku disini saja menunggu masakan Noona selesai.’ Sehun menggeser bahunya yang mau dirangkul oleh Kris.

Yaegi menatap Kris dengan isyarat biarkan Sehun disini. Setelah Kris pergi, suasana masih tampak canggung..

Sehun hanya duduk dimeja dapur dengan sesekali menggelindingkan bawang bombay yang ada.

‘Noona.. kau memasak apa lagi? Yang tadi itu tidak cukup.’ Sehun bangun dan menghampiri Yaegi.

‘Eum, tunggu saja ne. Tidak akan lama. ‘ Yaegi mulai membuka keratan kaleng tuna,lalu menuangkan isi tuna beserta minyak tuna kedalam pan yang sudah dipanaskan.

‘Sehunni.. ambilkan kimchinya..’

‘Ige..’ Sehun memberikan sekotak kimchi yang ada didekatnya.

‘Cha~ sekarang kita masukkan semuanya.’ Yaegi kembali mengaduk ngaduk tuna dan kimchi hingga tercampur rata.

‘Woohh harum sekali.. seperti kimchi jjigae..’ Sehun menghirup aroma yang begitu menggoda.

‘Kakak Ipar..’ Tao sudah tak mampu menunggu lama, ia adalah member yang paling kuat dalam hal menyantap makanan.

‘Tao kemarilah.. kau mencium aroma kimchi jjigae tidak? Hmmm..’ Sehun mengipas ngipaskan tangannya.

‘Hmmm… eo majayo.. kimchi jjigae..’ Tao mengangguk cepat.

‘Wooahh harum sekali..’ Kai juga tiba tiba menyempil.

‘Cha~ ini sudah siap.’ Yaegi meniriskannya disebuah piring lengkung.

‘Lalu ini dimakan begitu saja? Tidak asam Noona?’ Kai menunjuk tumisan tuna dan kimchi.

‘Anya.. ini dimakan dengan nasi, tapi sebentar.. telurnya belum.’ Yaegi mulai menggoreng telur satu persatu.

‘Aku setengah matang saja..’ Tao bersemangat.

‘Kyaa~ hahaha..’ Sehun berloncat akibat letupan dari pan penggorengan.

‘Gyahaha.. kau takut eoh?’ Tao dan Kai ikut tertawa.

‘Hahaha, ini tidak apa apa.’ Yaegi merasa lucu melihat tingkah mereka bertiga.

‘Noona, ini kami bawa pulang saja boleh tidak? Baek,D.o Chanyeol dan Lu Hyeong sudah pulang.’ Kai sudah bersiap dengan kotak bekas gimbab yang tadi D.o bawa.

‘Umm.. boleh. Chamkamman..’ Yaegi menaruh tumisan kimchi dan tuna. Lalu menaruh nasi dan telur diatasnya.

‘Cha~ sudah jadi.’

‘WOOAHHH..’ Proook proookkk.. Tao Kai dan Sehun bertepuk tangan layaknya acara TV.

‘Mau mencobanya?’ Yaegi menaruh sebagian dipiring.

‘Eo naeyo naeyo (aku aku)..’ Sehun sudah memegang sendok.

‘Na do na do..’ Tao tidak mau kalah.

‘Etteosseoyo?’ Yaegi menunggu reaksi ketiganya.

‘Woah.. jinjja mashiseoyo.. wooahh jjang ! Jjangeyo, Noona kau mau mencobanya? Aaaa..’ Kai kini balik menyuapi Yaegi.

‘Hmmm.. masheketta,,’ Yaegi berbicara dengan mulut yang penuh.

Mereka berempat menikmatinya bersama dan melupakan Kris begitu saja yang sebenarnya sejak tadi memperhatikan mereka dari sisi pembatas dapur dan ruang tengah..

Bukan raut wajah kekecewaan ataupun sejenisnya yang terpancar dari wajah Kris,melainkan segores senyuman diwajah lelahnya..

Dalam diam, ia menyadari bahwa apa yang selama ini Ibunya katakan itu benar.

‘Jika kau ingin melihat ketulusan dari seorang gadis, maka lihat lah ketika ia masih dapat tersenyum didepan orang yang kau kasihi meski dalam keadaaan apapun.’

EXO, memberdeul sudah tentu termasuk dari urutan orang orang yang berarti bagi Kris setelah ia menginjakkan kaki di Korea untuk mengejar mimpinya..

‘Hahaha.. Noona.. kau makan banyak sekali..’

‘Ahh Kai itu punya ku !’

‘Cha ~ ini punya ku saja.. Aaaa’

‘Hmm.. Noona, kau mau tidak selalu memasakkan untuk kami seperti dulu lagi?’

‘Eum, tentu saja. Call call …’

‘HAHAHA..’ tawa mereka memecah.

Kris memutuskan untuk ikut bergabung dengan mereka yang kini tengah bercengkrama satu sama lain.

‘Eoh Kris Hyeong.. kau kemana saja? Ige.. Aaaa..’ Sehun langsung memberikan sesuap nasi kimchi dan tuna pada Kris.

‘Enak tidak? Ini Kakak Ipar yang membuatnya..’ Tao sudah menghabiskan setengah porsinya.

‘Mmm… mashta..’ Kris hanya mengangguk ringan.

‘Noona, kami mau pulang sekarang.’ Kai melirik jam yang ada diponselnya.

‘Ah geure, ini.. jangan lupa dibawa..’ Yaegi memberikan kotak berisi nasi kimchi.

‘Kenapa dibawa pulang?’ Kris menunjuk kotak tersebut yang sudah dipeluk oleh Kai.

‘Ahh waeyo? Kau Hyeong jika ingin makan lagi minta saja Noona untuk membuatkannya lagi.’ Sehun membela Kai, mereka sudah tampak akur akhir akhir ini.

‘Kajja~ kajja.. Gege kami pulang. Kakak Ipar.. Xie Xie..’

‘Eum, tidak perlu diantar kan?’

‘Aih Kris-a..’ Yaegi menyikut perut Kris.

‘Eoh tidak usah. Karena mungkin saja kami akan kembali setelah beberapa saat.’ Kai menirukan acara di TV.

‘YAA!’  Kris meneriaki mereka dengan wajah yang nyaris ingin tertawa.

‘GYAHAHA.. Hyeong Noona.. bye bye.. Gomawo..’

‘Gomapta..’

‘Aih palli.. palli..’

‘Ini akan ku makan dikamar saja.’

‘Eo jangan sampai Xiumin Hyeong tau.. ‘

‘Hoooahh aku kenyang..’

‘Noona Annyeong~’

‘Ye anyyeong ..’ Yaegi ikut melambaikan tangannya.

Ketiga bocah tersebut berlarian menuju pintu apartement dengan bekal yang sudah Yaegi buatkan.

‘Mereka lucu sekali.. kyeowo..’ Yaegi kini bersiap untuk merapikan kembali dapurnya.

‘Ini sudah pukul 10 malam. Kau mau melakukan apa lagi?’

‘Aku mau menjemur kain yang sudah dibilas, jadi ketika esok pagi sudah kering dan Cha jjaa.. aku tinggal menyetrikanya.. ‘ Yaegi  masih bersemangat.

‘Aih Nyonya Wu,besok saja. Ini sudah malam. Ayo tidur sekarang..’ Kris menarik tangan Yaegi.

‘Aish kau ini, jika sudah mengantuk tidurlah duluan.. ‘ Yaegi tak mendengarkan kata kata Kris.

‘Yasudah aku temani..’ Kris akhirnya mengalah.

‘Jinjja? Wooah uri yeobogga meotjinne (suamiku keren sekali)..’ Yaegi memeluk Kris  sambil berloncat – loncat kecil.

‘Aih palli palli..’

‘HAOA (siap) .. !’

‘Cih mandarin mu bodoh..’

‘Biarkan saja. Hangul mu juga jelek..’

‘Kau jelek.’

‘Kau juga.’

‘Kau bodoh..’

‘Neo do neo do neo do..’

‘Tapi kau istriku.. yeobo saranghae..’

‘HMMMPPFFFF.. GYAHAHAHA..’

‘YAK  CHO YAEGI !’

XXX

Yaegi mulai menjemur pakaiannya pada hanger yang terdapat pada sisi halaman belakang.

‘Kenapa kau lamban sekali ! Ini tidak membantu sama sekali..’ Yaegi sudah berkacak pinggang menunggu Kris yang masih berjalan membawa ember berisi pakaian yang akan dijemur.

‘Aish ini berat Nyonya Wu ! Sudah ku katakan jangan mencuci malam malam !’ Kris balik menyembur Yaegi dengan tampang susah payah.

‘Ck~ kau memang payah.’ Yaegi akhirnya turun tangan untuk membantu Kris membawa ember tersebut.

‘Ini musim panas, kenapa bisa banyak sekali pakaian?’

‘Justru  musim panas, maka itu banyak mengganti baju ! ‘ Yaegi mulai frustasi.

‘Kekeke. Aku terbalik mengatakannya..’ Kris menertawakan dirinya sendiri -_-

‘Disini saja, sudah cukup..’ Yaegi kini mulai menjemur semua kain yang sudah ia bilas, mulai dari baju Kris, Geum Sha ,Geum Chan hingga bajunya sendiri.

‘Nyonya Wu, kenapa tidak memakai jasa laundry saja? Kau akan sakit jika harus mencuci begitu banyak setiap harinya.’ Kris hanya duduk dibalkon yang ada sesekali mengintip kedalam ember cucian untuk memastikan apakah masih banyak kain yang tersissa untuk dijemur.

‘Cemisseo.. jinjja. Aku lebih suka seperti ini, aku bisa merasakan menjadi seorang Ibu rumah tangga serta Omma yang sesungguhnya.. ‘ Yaegi masih fokus dengan kain  yang ia jemur.

‘Cih.. apa kau sakit? Bukankah biasanya kau lebih suka bebas seperti yeoja seumuran dengan mu.’ Kris mencibir Yaegi dengan melemparkan selembar kaos kecil milik malaikat kecilnya.

‘Yak nanti kotor lagi ! Astaga kau ini..’

‘Kekeke bukankah itu menyenangkan? menjadi Ibu rumah tangga yang sesungguhnya..’ Kris meledek Yaegi persis seperti apa yang Yaegi katakan sebelumnya.

‘Aish. ada ada saja.’ Yaegi melanjutkan menjemur kain hingga memenuhi semua hanger.

‘Yaegi-a.. sudah selesai belum? hhoammm…’ Kris kini sudah berbaring diatas balkon.

‘Sedikit lagi, eoh gantungannya tertinggal didalam.’ Yaegi berlari kedalam sesaat dan keluar lagi dengan hanger khusus untuk pakaian bayi.

‘Kris-a kau~’ kalimat Yaegi terhenti ketika sudah melihat Kris tergeletak diatas balkon dengan mata yang tertutup, Kris  sudah terlelap.

‘Cih apanya yang mau membantu,payah.. ‘ melihat wajah Kris yang kian damai, amarah Yaegi serasa tertahan tak bisa meluap. Ia justru tersenyum kecil melihat Kris yang sudah terlelap itu.

Seusai menjemur semua kain dihanger, Yaegi kini mendekat ke arah balkon.

‘Kris-a.. Kris-a.. ireona, kita tidur didalam.’ Yaegi menyolek pelan bahu Kris.

Kris tak bergeming, ia masih terlelap dengan nyenyaknya.

‘Kris.. diluar banyak sekali nyamuk. Kajja kita masuk..’ tak ada respon.

‘Sssh.. Wu Yi~’  dengan sigap tiba tiba tangan Kris menarik Yaegi ke arah tubuhnya yang berbaring.

‘Aih Kris-a !’ Yaegi menarik kembali tubuhnya, dan kini ia dalam posisi duduk.

‘Sudah selesai? Hoaammm..’ Kris akhirnya bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Yaegi.

‘Eo, kajja kita tidur..’

‘Nyonya Wu..’ Tangan Kris menahan Yaegi yang ingin segera  bangun dari posisinya.

‘Waeyo? Ini sudah malam, kita bicara didalam saja eum? Cha~’ Yaegi memberikan tangannya pada Kris.

‘Besok aku akan ke Beijing..’ Kris masih diposisinya.

‘Jinjja? Omo.. kenapa tidak mengatakan apapun?’ Kalimat Kris berhasil membuat Yaegi kembali duduk disampingnya.

‘Eo, kami akan perform disana. Kau mau ikut dengan ku?’ Kris berbicara sembari sesekali menyisir rambut panjaang Yaegi dengan jemari lentiknya.

‘Yee? Ikut? Yang benar saja, tentu saja tidak.’ Yaegi menggeleng.

‘Yaegi-a..’

‘Eum wae?’

‘Kau tidak pernah merasa takut jika aku sedang bepergian jauh?’

‘Takut bagaimana? Selama itu karena pekerjaan mu, aku tidak akan takut. Mollasseo? Samchon dan Oppa selalu bersama mu..’ Yaegi membuat leluconnya.

‘Ireokhae (seperti itu kah?)’ Kris menekankan.

‘Hmm, memangnya kenapa? Kau sungguh ke Beijing kan? Bukan ke tempat lain?’

‘Ne, tentu saja. Cho Yaegi neo haengbokhage (apa kau bahagia?)’ entah berapa kali sudah setelah menikah Kris selalu menanyakan hal yang sama.

‘Ini sudah hampir 2 tahun Kris-a, aku ingin kau menggantinya dengan pertanyaan yang lain..’

‘Obseo. Nan jinjja ebseo (aku tidak memiliki pertanyaan yang lain).’ garis wajah Kris terlihat sedikit berbeda saat ini.

‘Mma mmaksud mu?’ Yaegi melihat wajah Kris dari jarak dekat.

‘Hingga 100 tahun mendatang pun aku akan tetap menanyakan hal yang sama. Karena bagi ku kebahagiaan itu sangat penting.’

‘Kris-a..’

‘Ketidak bahagiaan mu disamping ku itu lebih menakutkan daripada kau pergi meninggalkan ku demi kebahagiaan mu..’

‘Kau bicara apa?’ Yaegi menempelkan telapak tangannya diwajah Kris.

‘Nyonya Wu.. haengbokhagae?’ Kris menarik kedua tangan Yaegi lalu menempatkannya disatu tangkupan tangannya.

‘Aku akan tertawa ketika aku merasa bahagia, dan aku akan menangis ketika aku merasa sedih. Wu Yi Fan neo.. naega midweo .. naneun, neomu gaseumi haengbokhagae. Neo rang.. uri aegi rang, geurigo uri kyeoronae (Wu Yi Fan kau harus percaya padaku, aku sungguh merasa bahagia bersama mu, bayi kitda dan juga pernikahan ini). Ini hal yang luar biasa dalam hidup ku.’ Yaegi berusaha meyakinkan perasaan Kris yang sedang gusar.

‘Apa menikah dengan seorang seperti ku menakutkan?’

‘Eum, sangat menakutkan.’ Yaegi mengangguk mantap.

‘Tadi katamu ~’ Kris tak percaya dengan pengakuan Yaegi.

‘Menakutkan jika mengingat banyak sekali diluar sana yeoja yang juga menyukaimu, anyi bahkan lebih dari itu..’

‘Mereka Fans ku, tentu saja mereka menyayangi ku seperti itu.’ Kris sedikit tersenyum lega.

‘Neo Kris gga arayo? Uri Oppa gga, Uri Samchon gga.. mereka selalu memperingatkan ku agar tidak berhubungan apalagi menikah dengan namja yang berasal dari dunia seperti mu. Mereka mengatakan bahwa itu sangatlah beresiko dan menakutkan. Apalagi pernikahan kita yang sama sekali dirahasiakan dari publik..’ Yaegi berbicara panjang lebar.

Kris hanya mendengarnya kata demi kata..

‘Menunggu,mengalah lalu menangis.. eum, hanya itu. Geundae~’

‘Kau mau membahas masa lalu mu?’ Kris langsung memotong kalimat Yaegi.

‘Mwoe? Aku belum selesai bicara.’ Yaegi mengembangkan senyumannya setelah melihat lekuk wajah Kris yang berubah tidak suka.

‘Tapi itu tidak benar. Aku menyukai pernikahan yang seperti ini, aku menyukai semua apa yang kita jalani pada saat ini bahkan hingga nanti.. bukankah tantangan itu menyenangkan hmm?’ Yaegi menoel hidung mancung Kris dengan telunjuknya.

‘Neo do arayo? Igeubeunyo (semua ini).. tidak semengerikan yang aku bayangkan. Kau akan  selalu menunggu ku karena jadwal ku yang padat, hanya bisa bertemu  sebentar lalu pergi lagi.. keuromgeon anyinde (tidak seperti itu). Na do mamedeuroyo (aku juga menyukai ini).. ‘ Kris mengusap puncak kepala Yaegi dengan penuh kasih sayang.

‘Yaegi-a..’

‘Hmm?’

‘Apa kau juga akan melakukan semuanya ini sendiri hingga kau tua?’ Kalimat Kris lebih mirip seorang anak yang menghawatirkan orang tuanya.

‘Sudah ku katakan. Ini menyenangkan.. aku dan Soo Rim sering membuat khayalan bersama. Jika suatu saat nanti kami menikah. aku ingin memiliki suami yang tampan.. baik hati, dan tentu saja yang menyayangi ku..’

‘Geurigo.. dua aegi kembar..’ Yaegi membuat angka dua dengan jarinya.

‘Jinjjayo?’

‘Eo, dan kyaaa~ Tuhan mengabulkan doa ku. Geum Channa Geum Sha rang.. mereka benar benar malaikat kecil yang dikirimkan tuhan untuk ku.. ‘

‘Kau mengatakan aku tampan? Yeah.. you make a confession just now..’ Kris merasa senang dengan apa yang Yaegi ucapkan.

‘Eo, tapi aku tidak pernah berdoa untuk mendapatkan sosok suami yang mesum. Tampan tapi tidak yadong.’  Yaegi memeletkan lidah nya kepada Kris.

‘Kau mengatakan aku yadong?’ Kris menunjuk dirinya sendiri.

‘Lalu siapa lagi ? Sudah ku katakan NAMPYEON , siapa lagi jika bukan dirimu?  babo..’

‘Ahh geurecho? Lalu jika aku tidak yadong seperti yang kau katakan itu, Geum Sha dan Geum Chan itu darimana? Eoh darimana? Darimana?!!’ Kris terus mendesak Yaegi dengan menyikut nyikut pelan siku Yaegi.

‘Sudah berapa kali ku katakan jangan suka tersenyum ke arah kamera !’ Yaegi kini mengalihkan pembicaraan.

‘Eeeh? Kenapa bisa kesitu?’ Kris terheran heran.

‘Geutcho. Kau itu suka sekali tebar pesona, ku lihat hanya gambar mu saja yang seperti itu..’

‘Aratta..Tapi kau garis bawahi, ke kamera bukan pada sipemilik kamera.’ Kris menyiasatinya dengan sangat lihai.

‘Shireoyo.’ Yaegi mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit ditekuk.

‘Eyyhh istri ku cemburu. Eo, sering sering lah seperti ini. Neomu joahhhhhh..’ Kris menghembuskan nafasnya kearah wajah Yaegi.

‘Yeoja mana yang tidak merasa seperti ku jika memiliki kekasih yang selalu menjadi konsumsi publik? ‘

‘Eyyhh istri ku marah.. cantik sekali’ Kris masih berlelucon ria.

‘Na jinjja bak-ke epseo?’ Yaegi spontan mengeluarkan pertanyaan tersebut. Jujur dari hati kecilnya, ia selalu merasa takut jika Kris akan pergi jauh.. meskipun ia menyadari itu adalah tuntutan pekerjaan.

‘Jika kau satu satu nya lalu EXO FANS ku taruh dimana?’ Kris menjawab santai.

‘Wu Yi Fan…’ Yaegi melengos pasrah.

‘Ada tidak obat penghilang ‘BABO’? Jika ada yang menjualnya berapapun harganya aku akan membelinya. Tapi kau harus meminumnya secara teratur aro?’ Kris menolak dahi Yaegi dengan ujung telunjuknya.

‘Babo itu pemberian Tuhan. Cih.. dwesseo, aku mengantuk.’ Yaegi bangun dan menenteng ember cuciannya masuk kedalam apartement.

Kris yang semula ditinggal oleh Yaegi kini ikut bangun melangkah masuk dan menutup pintu.

‘Nyonya Wu..’

Yaegi terus berjalan lurus menuju dapur.

‘Yaegi.. Cho Yaegi.. My Wife.. yoohooo..’ Kris terus saja menggoda Yaegi yang sama sekali tak berbalik  padanya.

‘Jagiya.. yeobo.. My darling, hmmmppff..’ bahkan Kris sendiri yang mengucapkannya ingin segera buang air ketika ia mendengar kata ‘Darling/yeobo’ -____-

Yaegi keluar dari dapur dan masih tak menghiraukan Kris.. ia berjalan membuka pintu kamar.

‘Sssh apa dia sungguhan marah? Kenapa seperti itu..’ Kris menjadi semakin penasaran.

Kris perlahan membuka pintu kamar, dan mendapati Yaegi yang sedang berdiri dibalik pintu lemari..

‘Yaegi~’

‘Eoh~’  mereka saling terlihat shock satu sama lain.

‘Ah ye, anyi maksud ku.. eoh gantilah bajumu ye begitu.’ Kris tiba tiba tak dapat menelan salivanya dengan mudah.

Yaegi yang tadinya hendak mengganti pakaiannya dan hanya memakai kaos tipis tanpa lengan yang menerawang bagian dalamnya ,kini hanya bisa berdiri mematung…

Kris langsung merebahkan tubunya diatas ranjang dan menarik selimut. Atmosfer canggung mulai tercipta..

‘Sshh , apa yang dia lihat barusan?’ Yaegi menggumam dalam hatinya,lalu dengan cepat mengganti bajunya.

Setelah mengganti pakaiannya menjadi piyama dan membersihkan wajahnya.. Yaegi ikut naik ke atas ranjang.

SRAAP ~ Kris membuka selimutnya dengan sedikit kasar.

‘Eoh mengagetkan saja.’ Yaegi masih merasa shock.

‘Eum.. jaljjayo..’ Hanya kalimat itu yang terlantun dari bibir mungil namja bermarga Wu itu.

‘Ye, jaljjayo..’ Yaegi mengangguk.

Mereka berdiam dan tidur saling membelakangi cukup lama.

Hingga..

‘Aih kenapa jadi seperti ini?’ Kris berbalik menghadap Yaegi yang ternyata juga menghadapnya dengan mata yang sudah terpejam.

‘Yaegi-a..’ Kris tak percaya bahwa Yaegi sudah benar benar tertidur.

‘Yaa Nyonya Wu..’ Kris menggoyang goyangkan tubuh Yaegi,tetapi Yaegi tak memberikan respon apapun.

‘Sssh, aish.. kenapa dia tidur. Menyebalkan.. ‘ Kris menahan rasa kesalnya dan kembali berbalik membelakangi Yaegi.

‘Jika tau seperti ini aku tidur di dorm saja. Ini sama saja seperti tidur dengan Tao..’ Kris masih mendengus kesal.

Tetapi tiba tiba.. GREPP ~ sebuah tangan melingkar sempurna ditubuhnya.

Yaegi ternyata hanya berpura pura terlelap ‘ Pernikahan ini, semua jalan hidup kita.. eo, neomu jinjja joaheyo. ‘

Kris merasakan jantung nya berhenti berdetak akibat shock yang melandanya, ia benar benar percaya bahwa Yaegi sudah tertidur pulas.

‘Kau membohongiku?’ Kris ikut berbalik.

‘Hahaha. Miwoeyo?’ Yaegi tertawa kecil, ia harus bisa mengendalikan suaranya. Karena kedua malaikat kecil akan terbangun.

‘Anya, nan joaheyo.. I really love this  marriage.. ‘ Kris mengedipkan sebelah matanya.

‘Eum, I really love Kris..’

– Aku tidak lagi mempercayai sebuah hal yang menakutkan jika kau selalu menggenggam tangan ku dan mengatakan ‘Aku mencintai semua hal yang kita jalani’ karena hidup itu hanya untuk sebuah kebahagiaan yang nyata

YaeKris’s Quote-

END

Cihuyyyy… * Ace dilambung Dino*😀

yeahhh.. XONJI / XONAM, neon jokha? kalian puas dengan long shoot ini?

Ahhh ~ ini juga permintaan terbanyak dari readerdeul yang requst Full Of YaeKris  Moment ~ kikikikiki noh ambil .. eneg kagak bacanya? *Ace meriang*

Yah seperti biasa, ga keceh tapi gaje.. ga okeh tapi lenjeh.. tapi itu lah karya ku, dan lagi lagi NEOMU NEOMU NEOMU KAMSA ~ :*

buat kalian semua yang selalu mengsupport author, selalu sms nanyai FF kekeke.

Lope you pull pull dah .. muah muah muah😀

Semoga beberapa kalimat yang dibilang ama YaeKris bisa menginspirasi kalian yak. *kagak ada tuh -__-

Tapi tapi apa yang si YaeKris bilang itu ada benernya loh chingudeul, hidup ini utk sebuah kebahagiaan yang nyata.

Kayak si Yaegi noh, dia ga Cuma ngayal.. tapi berdoa dan berusaha kekeke

Lanjut? R C L dan  doain Author panjang umur yakkkkk….

Bye bye… ~ *lempar Baekhyun…

148 thoughts on “This Marriage, Neomu na joaheyo ~

  1. sukaaaaaaa buanget nunggu2 moment yaegi jd CEO n sekaligus ngurus rumah tangga y n baby y pa lg hamoir separuh ni ff ceritain kris yaegi yg dirumah
    ini selalu dinanti kebersamaan kris ma keluarga kecil y…

  2. Aku suka pas adegan sehun n kai lihat kris n yaegi lagi kissing. Sehun polos bgt ngikut perkataan kai…:D mereka akur bgt ya sekarang. Sequelnya slalu bgs n ga pernah bosen baca ff ini.

  3. keraguan dalam pernikahan dan juga kecemburuan itu wajar asal tidak berlebihan.
    dan terimakasih karna ff nya yang kakak buat ada pembelajarannya juga🙂

  4. Ping-balik: Update Link Fan Fiction ‘YaeKRIS’ For All Story ~ Click juseyo ^^ | EXO and Prince WuFan ^_^

  5. keren thor~!!!
    eng. . author udah nikah apa thor? kok ceritanya bisa kaya REAL bgt si?? keke~^^
    oh ya, mian thor, aq sebenernya udah baca beberapa FF elu yg lain thor, tapi susah bgt komen disana..
    tp alhamdulillah, bisa komen disini😀
    keep Writing~!!

  6. kyyaa!~ Lucu bgt pas partnya trio magnae, sampai tertawa terpingkal-pingkal…
    this story is awesome!! DAEBAK!
    rindu bgt baca cerita kaya gini…
    Kris oppa dan Yaegi eonni so sweet bgt!! iri aku liat nya hehe..
    DAEBAK!

  7. Keren2 deh ff nya,kayak nano2 smua rasa ada,pokoknya bagus bgt deh…mian br komen di part ini padahal da baca dari awal,makin kesini tulisannya makin bagus,sukses deh ya…

  8. kykny prnah bca cerita ff ni sbelumny..ternyata bner,,,
    komen lgi aj dehh,,, uri saeng jjang…ngikutin crta ttg kris n yaegi d wp ni kgak pernah bosan…
    Gomawo saeng…🙂

  9. huwaaa…..kereeen banget nih ff nya…kata2 bisa jdi inspirasi juga kok chingu *prok prok prok bareng baekhyun hehe
    Ijin baca chapt selanjutnya yah say….

    Klo gtu mnta id ato nope deh…biar bisa curhat2an….*yaelah hehehe
    gomawoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s