Please Don’t : ‘EXO VERSION’ Chapter 7

Gambar

Please Don’t : ‘EXO VERSION’ Chapter 7

1 2 3 4 5 6

 

Authoress/Script Writer  >  Muriza  a.k.a Cho Yaegi (Namkor)

All Cast >>

Kris EXO-M  (Wu Yi Fan)

Cho Yaegi (Official OC😀 )

Wu Geum Chan/Geum Sha (Twins Wu)

EXO / OT12 (Suho Sehun Baekhyun Chanyeol D.o  Kai Lay Luhan Chen Tao Xiumin)

Support Cast/ CAMEO/ OC    >>

Krystal f(x)

Jung Woo Yeon

Park Soo Rim

Other BB/GB/OC/ EXO’s Real Manager

Genre                     >> Romance,Comedy,Kris Marriage Life,Family

Rating                    >> PG 17

Length                    >>  Chaptered

‘SEMUA ISI CERITA INI  MILIK SAYA, NAMA OC, ALUR, IDE, DAN KRIS JUGA MILIK SAYA *dan yang terakhir itu maksa*

TYPO BERTEBARAN😀

PLAGIAT OUT OUT ! HAPPY READING XONJI/XONAMDEUL ^O^

RCL KALIAN SELALU DINANTI ~ WE ARE ONE !!

WORDPRESS      >> EXO & Prince WuFan

LIKE FANPGAE   >> Fan Fiction Exo Kris

OoOo

Recomended Song : ‘K.Will _ Please Don’t

Ireojima jebal tteonajima jebal

Don’t know why don’t know why

Bido an oneun yurichang neomeo

Ppuyeoke meoreojineun neo

 

– Harus membiarkanmu pergi bukanlah hal yang semudah ucapan
Aku berbalik sehingga tak dapat melihatmu meninggalkanku dan
Air matakupun menetes, saat ini aku harus menghapus tangisanku –

OoOoO

          Yaegi mendongakkan wajahnya yang semula tertutup oleh geraian rambut.

‘Eoh Soo Rim~a..’ Yaegi yang semula terduduk dilantai, segera bangun tetapi..

‘Akh ~ Ssshh..’

‘Yaegi-a gwenchana?’ Kris berubah panik setelah melihat istrinya yang benar-benar merasa kesakitan itu.

PLAK ! ‘Kau terlalu keras. Kaki ku sakit. Ssshh .. ‘ Yaegi memukul bahu Kris.

Soo Rim yang semula masuk dan menangis memanggil nama Yaegi,kini berubah aneh..

‘Keugon, apa aku mengganggu kalian?’

‘Yee? Anya. Yaegi-a bangunlah. Mianhae aku tidak sengaja melakukannya. Eodi apho?’ Kris masih berjongkok didepan Yaegi.

‘Kau jahat sekali. Akh~ tidak bisa. Apho ! ‘ Yaegi tidak bisa meluruskan kaki kirinya.

‘Ku gendong saja. Kemarikan tangan mu..’ Kris menaruh tangan Yaegi dilehernya.

‘Aih tidak usah’ Yaegi melirik Soo Rim sekilas, ia merasa malu.

‘Soo Rim-ssi. apa kau boleh menggendong chingu mu ini huh?’ Kris bertanya pada Soo Rim untuk menyindir Yaegi.

‘Yee? Ah geurom, gendong saja. Memangnya kenapa? Mari ku bantu..’ air mata Soo Rim selalu cepat surut jika berada dikediaman YaeKris.

‘Tidak apa apa. Biar aku saja. ‘ Kris mulai mengangkat dan menggendong tubuh Yaegi.

‘Aaaa Kris-a ..’ Yaegi meringis kesakitan.

‘Aku tidak sengaja. Mianhae.’ Kris masih merasa bersalah.

‘Sudah palli.’ Yaegi lagi lagi melirik Soo Rim yang masih melihat mereka.

‘Eoh, Soo Rim-ssi bisakah kau membuka pintu kamar?’

‘Anyi, igeon (itu).. tidak diobati dulu?’ Soo Rim menunjuk kaki Yaegi.

‘Kkeurokka (begitukah)? Eum, geure. ‘ Kris membawa Yaegi ke atas sofa dan mendudukkannya disana.

‘Ssshh.. auuw..’ Yaegi masih merasakan nyeri yang luar biasa.

‘Akan ku ambilkan kotak obat.’ Kris berjalan ke belakang dan kembali dengan kotak obat.

‘Eodi apho?’ Soo Rim membuka penutup gel untuk penghilang rasa nyeri akibat cidera dan memoleskannya dibagian lutut Yaegi.

Sementara Kris masih berdiri bodoh disamping Yaegi, ia merasa bingung ingin melakukan apa.

Ting Tong ~ Ting Tong ~

Wajah Soo Rim berubah panik.

‘Nugunde? Kris-a bukakan pintu..’ Yaegi menyolek lengan Kris.

‘Eoh seben~’

‘Aih Kris chamkamman.. jika itu Jun Myun bilang aku tidak ada disini ye? Obtta ..’ Soo Rim berkata seraya menyilangkan kedua tangannya.

Drrrtt Drtttt.. Ponsel Kris bergetar..

‘Eum wae?’

‘…………’

Kris menatap Soo Rim sesaat ..

‘Eo.’ Bip. Tanpa pemberitahuan atau apapun Kris langsung membuka pintu.

Dan…

‘Soo ~ a..’ tebakan Soo Rim sama sekali tidak meleset. Suho masih mengejarnya.

‘Aish naga sialan~ ‘ Soo Rim mengutuk Kris dalam hatinya -_-

‘Eehh? Kau mau bawa aku kemana?’ Kris tiba – tiba mengangkat Yaegi dari sofa.

‘Sudah jangan cerewet.’ Kris langsung membawa Yaegi masuk ke kamar.

Kini suasana hening .. Suho dan Soo Rim masih tidak bersuara.

Hingga, Soo Rim bangkit memakai tasnya dan hendak pergi lagi.

‘Tunggu .. kau salah paham.’ Suho menahan tangannya.

‘Lepas ! ‘ Soo Rim menghentakkan tangan Suho.

‘Park Soo Rim..’ Suho untuk kedua kalinya menarik lengan Soo Rim.

‘Uhk ! Ku bilang lepas ~ lepas.’ DUK DUK DUK ~ Soo Rim mengambil tasnya dan memukul tubuh Suho.

‘Kau boleh pergi setelah mendengar kan ku.’ Suho masih bertahan diposisinya.

‘Tidak akan. Aku tidak mau lagi mendengarkan apapun. Lepas ! ‘ Soo Rim menarik baju Suho agar menjauh darinya.

‘Jebalyo… Soo~a..’ Suho masih dengan suara lembutnya.

‘Uri kkeunnesseo  (kita sudah selesai) ! Lepassss !’ Suara Soo Rim sedikit meninggi.

CEKLEK ~ Kris menyembulkan kepalanya dari dalam kamar.

Suho dan Soo Rim menoleh..

‘Kesana saja. Anak ku akan  bangun. OK’ Kris menunjuk arah pintu menembus taman lalu kembali menutup pintu.

‘Kajja ~ ‘ Suho menarik tangan Soo Rim pelan.

‘Ck ~ !’ Soo Rim lagi lagi menepisnya kasar.

Suho menatap wajah yeoja itu  begitu lekat, betapa keras kepalanya yeoja dihadapannya saat ini. Yang lebih membuatnya mencelos, betapa ia sangat menyayangi yeoja itu.

‘Soo, aku esok akan ke Rusia.’

‘……………….’ Tak ada respon dari Soo Rim.

‘Ige.. ini untuk mu. Mianhae, aku terlambat memberikannya.’ Suho mengeluarkan kotak kecil dari saku jaketnya.

‘Ck ~ ‘ Soo Rim menepisnya hingga kado kecil itu jatuh ke lantai.

Suho melihat kado kecil itu yang terbuka isinya.. Lalu kembali menatap Soo Rim yang menatap ke arah lain.

‘Jika kau memang mennginginkan hubungan kita benar – benar berakhir, geure akan ku kabulkan..’ DEG ~ Mata Soo Rim membulat sempurna mendengarkan kalimat lirih yang baru saja diucapkan oleh Suho.

‘Krystal hanya mengambil helaian daun yang jatuh dari rambut ku. Dia.. dia sudah seperti yeodongsaeng ku sendiri. Kami semua bersaudara. Sunbaenimdeul ku di SM, kami semuanya terlihat akrab. Tidak ada perasaan apapun. Krystal berdiri disana karena sedang menunggu Lay. Mereka sedang dalam sebuah hubungan. ‘

‘…………………’ Soo Rim masih bungkam mempertahankan egonya.

‘Soo~a..’

‘Sudah ku bilang jangn menyentuh ku ! ‘ Soo Rim menepis kasar  tangan Suho yang hendak meraih tangannya.

‘Ini untuk ketiga kalinya. Eo, kali ini aku tidak tahu siapa yang patut disalahkan. Tetapi jika aku adalah Tuhan, maka aku akan menyalahkan takdir.’

‘Mwo?’ Soo Rim akhirnya merespon Suho.

‘Saranghae. Neomu na saranghae. Aku tidak bisa melihat yeoja manapun karena Park Soo Rim. Park Soo Rim ttemune.’

‘Geotjimal (Kau pembohong) .’ DEG ! Jantung Suho terus berpacu cepat mendengarkan ucapan Soo Rim. Ini sudah lebih dari rasa sakit ..

‘Kau bisa tanyakan pada Kris Hyeong jika kau memang tidak percaya pada ku.’ Suho terus berusaha untuk meyakinkan gadisnya itu.

‘Tidak perlu. Kalian semua sama saja. Menyingkirlah ! ‘ Soo Rim mendorong bahu Suho dan keluar dari apartement.

‘Soo .. Soo Rim.. Park Soo Rim..’ BLAAM ~ Soo Rim tak menghiraukannya. Ia terus berjalan hingga menghilang dibalik pintu apartement.

Suho mengusap – ngusap wajahnya dan terduduk disofa. Ia menyibakkan rambutnya dan menjambaknya geram..

Namun ia tetap sadar untuk mengendalikan emosinya. Sekilas ia menatap sebuah cincin bermatakan permata yang sengaja ia ingin berikan untuk yeoja pilihannya itu, tetapi sepertinya itu sia sia..

‘Dia sudah pulang?’ tiba – tiba sosok Kris muncul entah darimana.

‘Sudah Hyeong.’ Suho masih menutup kedua wajahnya.

‘Sudah, jangan kau pikirkan. Lupakan saja.’ Kris menaruh secangkir minuman didepan Suho.

‘Mwo? Mworagu?’ Suho terhenyak menatap Kris yang dengan santainya duduk dan menghidupkan layar TV.

‘ Dia terlalu keras kepala. Sedangkan kau berhati malaikat. Kalian tidak berjodoh. OUT OUT.. Luhan sering berkata begitu kekeke.’ Kris membawa dengan candaan.

‘Shipchianhaesseo (itu tidak mudah) .’ Suho menyandarkan tubuhnya disofa.

‘Semua tidak ada yang mudah. Omma mu melahirkan mu ke dunia ini juga tidak mudah. Saenghakhae (pikirkanlah).’ Kris menunjuk dengan remote TV yang ia pegang.

‘Dia keras kepala sekali Hyeong.’

‘Ku bilang juga apa.’ Kris lagi – lagi seperti mengompori.

‘Aku menyayanginya Hyeong .. ‘ Suho masih berfrustasi ria.

‘Cih.. cinta itu konsosten. Kau ingat baik – baik, cinta itu k-o-n-s-i-s-t-e-n. Wajah mu tidak jelek.’

‘Apa maksud mu berkata seperti itu  Hyeong?’ Suho mulai sebal.

‘Jangan membiarkan yeoja menginjak – nginjak harga diri kita. Ketika  kita meminta mereka, kita sudah mengatakan semuanya bahwa bersedia memberi segalanya, tapi tidak dengan harga diri. Setelah kau mendapatkan yeoja yang kau cintai, maka satu satu yang kau miliki hanyalah harga diri.’ Kris mengoceh panjang lebar.

‘Aku tidak setuju dengan mu Hyeong. ‘ Suho membantah cepat.

‘Park Soo Rim itu keras kepala. Bahkan.. ehhm, itu melebihkan yang didalam sana.’ Kris mengecilkan suaranya.

‘Maksud mu Yaegi keras kepala?’

‘Aish yak suara mu pelankan sedikit ~ ‘ Kris menutup mulut Suho dengan satu tangannya.

CEKLEK ~

‘Eoh Yaegi-a..’ Kris langsung terlonjak kaget melihat Yaegi yang membuka pintu kamar.

‘Ada yang datang, kenapa tidak membuka pintu? Ssshh..’ Yaegi berjalan dengan sedikit tertatih dan memegang ponselnya.

‘Mwo? Siapa yang datang? Dari tadi aku dan Suho duduk disini tidak ada bunyi bell.’ Kris menghampiri Yaegi.

‘Woo Yeon, dia menelfon ku. Dia ada didepan.  Eoh Soo Rim ku dimana?’ Yaegi tak melihat sosok Soo Rim.

‘Sudah pulang.’ Suho menjawab lemah.

‘Aih jagiya.. kau duduk disini saja. Biar aku yang membukakan pintu ne..’ Kris bersikap manis.

‘Bahkan aku juga keras kepala seperti Soo Rim, begitu maksud mu?’

‘Hhmmff..’ Suho menahan tawanya mati – matian melihat ekspresi wajah Kris yang seketika pucat setelah ia tahu bahwa Yaegi mendengar apa yang baru saja ia ucapkan.

‘Eyyh anya.. kapan aku pernah berkata seperti itu?’ Kris menutupi ketakutannya dengan mencubit pipi Yaegi.

‘Aih apa yang lakukan?! Buka pintunya palli.. auwwhh menyebalkan sekali.’ Yaegi sedikit lebih galak paska Kris menjatuhkannya beberapa saat yang lalu.

‘Hahahahmmmf..’ Suho sedikit bisa tertawa sementara Kris sedang membuka pintu.

‘Wae? Dia memang suka sekali mengatakan yang tidak tidak tentang ku jika aku tidak ada. Cho?’ Yaegi kini menodong Suho.

‘Yee? Anya. Kris Hyeong tadi bercanda saja. Tapi hahaha.. kalian lucu sekali.’ Suho masih ingin tertawa.

‘Lucu bagaimana? Hyeong mu itu menjatuhkan ku..’ Yaegi mengadu pada Suho.

‘Jinjja? Eoh kau jatuh dimana?’ wajah Suho berubah khawatir.

‘Dilantai. Dia melemparku dari gendongannya.’ Yaegi berlebihan -_-

‘Jinjja? Omo.. eoh matta, lutut mu memar Yaegi-a..’ Suho melihat lutut Yaegi yang masih membekas sisa sisa gel yang Soo Rim oleskan.

‘Silahkan duduk.’ Kris datang bersama Woo Yeon dan mempersilahkan tamunya untuk duduk.

‘Yee gomapseumida.’ Woo Yeon membungkuk sopan.

Suho yang melihat keberadaan Woo Yeon terheran –heran, ia teringat akan Lay.

‘Woo Yeonna.. ada apa? Kau baik – baik saja?’ Yaegi melirik wajah Woo Yeon sesaat.

‘Anyimida. Aku kesini hanya untuk berkunjung. Aku sudah beberapa minggu menetap di Korea tetapi belum sekalipun melihat mu.’ Woo Yeon membawa sebuah parcel.

‘Eo geureyo? Eoh kau menginap kan? Eyyh ku dengar kau sudah bertugas diKorea eum? Chukkae ~ ‘ Yaegi bertepuk tangan.

‘Ye. Geundae, aku akan kembali ke Kanada esok hari.’

‘Mwo? Apa sekolah mu belum selesai?’ Yaegi berubah kecewa.

‘Anyimida. Aku sudah menyelesaikan study ku. Tapi, aku akan menetap diKanada dan bertugas disana.’

‘Jinjja? Anyi, maksud ku Lay gga ~’ kata kata Yaegi terpotong oleh Kris.

‘Yaegi-a, aku dan Suho kembali ke Dorm dulu. Banyak yang harus aku persiapkan.’ Kris berpamitan bersama Suho.

‘Eoh ne ne, nanti bawa tas mu kemari. Aku akan membantu mu. OK?’ Yaegi berusaha untuk berdiri.

‘Eum, sudah kau tenang saja. Geure aku pergi dulu.’ Kris menngusap puncak kepala Yaegi lembut dan ia juga berpamitan pada Woo Yeon.

‘Permisi.’ Suho ikut membungkukkan sedikit kepalanya.

Drrrrtt Drrrtt 1 pesan masuk menghiasa layar ponsel Yaegi.

‘From : Tn. Wu

Ingat, jangan seperti Ahjummadeul aro !’

Yaegi sedikit menyelengit membaca pesan singkat dari suaminya tersebut.

‘Yaegi-a.. ada apa?’ Woo Yeon yang melihat ekspresi aneh Yaegi langsung membuyarkannya.

‘Yee? Ah anya. Eoh lalu bagaimana bisa kau kembali lagi ke Kanada?’ Yaegi menyambung rasa penasarannya.

‘Aku hanya ingin saja. Disana  ilmu spesialis yang aku geluti lebih dibutuhkan.’ Woo Yeon beralasan.

‘Woo Yeonna.. mianhae, tapi apa kau tidak sedang habis menangis?’ Yaegi memperhatikan wajah Woo Yeon lebih dekat.

‘Yee? Anyimida. Aku tidak menangis.’ Woo Yeon menghapus sisa sisa sembab diwajahnya.

‘Jeongmalyo? Kau bisa bercerita pada~’

Woo Yeon langsung berpindah duduk ke sisi Yaegi, ia tak sanggup membendungnya lagi .. ‘Hiks .. Yaegi-a..’

OoOoO

EXO’s Dorm

‘Aigo dua pangeran wolf darimana saja hmm?’ Seunghwan manager sudah berkacak pinggang menunggu Suho dan Kris kembali ke Dorm.

‘Eoh Hyeong, aku dari tempat Kris Hyeong.’ Suho menunjuk lantai atas.

‘Tempat Kris disini. Tidak ada yang di atas. Sudah mempersiapkan semuanya untuk besok?’ Seunghwan memasang wajah sangarnya.

‘Segera Hyeong.’ Kris menjawab pelan.

‘Aku akan tidur disini malam ini. Siapa yang akan berbagi kamar?’ Seunghwan melihat semua memberdeul.

Tetapi respon memberdeul sebaliknya, mereka berpura – pura tidak mendengar dan tetap menonton TV.

‘Dengan ku saja Hyeong.’ Kris menjawab pasrah.

‘TAENGIDAAAAA (syukurlah)..’

‘MWO?’ Seunghwan menatap memberdeul dengan kalapnya.

‘Eoh anya Hyeong, igeon.. filmnya menegangkan, ternyata dia tidak jadi dibunuh wooah syukurlah’ Chen menyiasati.

‘Siapa yang tidak jadi dibunuh? Itu film Doraemon.’ NGEEKKK ~ serempak semua wajah memberdeul membeku.

‘Itu ayam nya Hyeong..’ Luhan beralasan konyol.

‘Rusa nya yang akan dibunuh ~ ‘

GLEEKK ~ perkataan Seunghwan membuat Luhan menelan keras salivanya.

‘Hmmmfff..’ wajah Tao dan Baekhyun kian memerah akibat  menahan tawa.

Tiba – tiba dalam waktu yang bersamaan .. BRAAKKK !

‘Eoh !’

‘OMO ! ‘

‘Aih mengejutkan saja !’

‘Hyeong ..’ memberdeul semua melihat Lay yang baru saja pulang dengan membuka pintu paksa. Wajahnya kian memerah seperti menahan sesuatu yang akan meledak seketika.

‘Yi Xing kau kena~’

Lay tak menghiraukan managernya dan langsung berlalu masuk ke kamar. BRAK ! Ia juga membanting pintu kamar.

‘Bocah itu kenapa?’ Seunghwan meminta penjelasan Suho sebagai leader.

‘Yee? Hyeong..’ Suho menyikut siku Kris.

‘Mungkin sakit perut Hyeong.’ Chanyeol membenarkan.

‘Coba lihat apa yang terjadi pada Lay. Aku ke atas sebentar.’ Seunghwan hendak memakai sepatunya.

‘Eeh? Ke atas? Hyeong kau mau ke atas?’ Kris menahan Seunghwan.

‘Eo, wae? Aku mau melihat ponakan ku.’ Seunghwan mengangguk.

‘Tamat lah kau Kris bodoh. Aih bagaimana ini jika Seunghwan Hyeong tau Yaegi terjatuh karena ku..’ Keringat sedikit tampak dari kening Kris.

‘Kris.. Kris..’

‘Ah ye Hyeong?’ Kris tersadar dari lamunannya.

‘Anak mu sudah berapa bulan?’

‘Yee? Sepertinya  5 bulan  Hyeong.’ Kris masih bingung bila ditanya umur dua buah hatinya -_-

‘OK. Aku hanya sebentar saja. Anak anak kalian segeralah pergi tidur. TV dimatikan.’

‘YEE HYEONG ~ ‘

Setelah Seunghwan pergi, memberdeul berdiri mengerumuni kamar Lay.

‘Yi Xing kau kenapa? Yaa Yi Xing buka pintunya..’ Luhan paling semangat mengetuk pintu.

‘AKU INGIN TIDUR SENDIRI MALAM INI.. TINGGALKAN AKU SENDIRI ~ ‘ Suara Lay terdengar.

‘Eehh? Kenapa dia?’ mereka saling bertanya-tanya.

‘Sehunni kau apakan Soo Jung? Kenapa Lay Hyeong jadi seperti itu?’ Kai menyikut bahu Sehun.

‘Memangnya aku apakan? Aku tidak melakukan apapun. Tadi mereka baik baik saja.’ Sehun menggeleng.

‘HYEONG.. APA KAU BERTENGKAR LAGI DENGAN SOO ~’

‘KU BILANG TINGGALKAN AKU SENDIRI !’ Lay berteriak dari arah dalam.

‘Eoh? Aneh sekali dia. Bukankah sehabis berkencan itu kita bahagia? Dasar aneh.’ Chanyeol berkomentar.

Semuanya aneh.’ Tao ikut berkomentar.

‘Serba aneh.’ D.o menyambung.

‘Agar tidak aneh mari kita tidur, gyahahaha..’ Luhan dengan santainya melenggang masuk kedalam kamar -___-

‘Malam ini aneh.’  Chen masih belum berhenti.

‘Tetapi tidak seaneh wajah Oh Sehun .. HAHAHAHA..’ Kai tiba tiba tertawa parah.

‘Kai, jangan berbuat yang aneh aneh .’ Xiumin mewakili Suho untuk menjadi wasit antara KaiHun -_-

‘Sudah sudah. masuk kekamar masing masing.’ Kris menyuruh mereka bubar.

‘Ge, kau tidur disini kan?’ Tao mendekat pada Kris.

‘Ye? Eo, aku tidur disini.’ Kris terpaksa mengangguk.

‘Yihhhaaaaaa…. go go go. Ge,  gege besok aku pinjam anting mu eoh? Shi shi? ‘ Tao berteriak kegirangan.

‘Eo terserah apa kata mu.’ Kris hanya mengangguk datar seperti biasa.

Sementara itu dikamar …

          Lay duduk disisi tempat tidurnya dengan menghadap keluar jendela. Ia menatap nanar cahaya lampu apartement yang memantulkan sinarnya..

‘Wae naega ireoneonji (kenapa aku jadi seperti ini) ?’ Sebuah kalimat meluncur dari mulutnya.

Lay menarik lengan jaketnya dan ia melihat gelang pemberian Krystal beberapa hari yang lalu. Lay membuka gelang itu dengan terus memandangnya..

#FLASHBACK

          Hampir satu jam lebih Lay dan Krystal berjalan menyusuri jalan setapak yang disetiap pinggirnya ditumbuhi pohon mapel. Tanpa melepaskan genggamannya, Lay terus merengkuh tangan Krystal dengan hangat..

‘Kita duduk disini saja..’ Krystal menunjuk bangku panjang yang baru saja mereka temukan.

‘Guere.’ Lay mengangguk dan ikut duduk.

Mereka hanya saling tersenyum satu sama lain layaknya insan yang sedang berbunga – bunga. Tak ada sepatah kata pun yang keluar selain senyuman yang merekah.

‘Kau suka tempat ini?’ Hingga Lay memulainya.

‘Eum, joaheyo. Bagaimana dengan Xing Xing?’ Krystal balik bertanya.

‘Na do.’

‘Xing Xing. Boleh kan aku memanggil mu seperti itu?’

‘Ne, boleh. Kau tadi kemari bersama siapa?’ Lay mulai mencoba mencari bahan pembicaraan.

‘Eonni ku. Sica Eonni.’

‘Ahhh ye’ Lay mengangguk saja.

‘Eum.’ Krystal ikut mengangguk.

‘Ah keugon, yang tadi itu ~’

‘Aku juga ingin menanyakan hal yang sama.’ Mereka bersamaan bersuara.

‘Kau duluan.’ Lay mempersilahkan.

‘Anyi, kau saja ..’ Krystal menolak.

‘Dia itu Jung Woo Yeon. Keunyoneun (dia)..’ Lay sedikit lama untuk berpikir.

‘Orang yang pernah kau suka?’

‘Yee? Anya, keugon. ah maksud ku..’ Lay susah untuk berbohong.

‘Dia yeoja yang pernah kau suka matji? Tenang saja, aku tidak apa apa.’ Krystal tersenyum simpul.

‘Tapi itu dulu..’ Lay mencoba memperbaiki suasana.

‘Anyi, bahkan hingga saat ini kau masih menyukai nya. Angeureyo (bukankah seperti itu) ?’ Krystal membantahnya.

‘Soo Jung-a..’ Lay terperangah dengan pernyataan Krystal.

‘Aku sangat yakin. Jung Woo Yeon-ssi gga, neo maeum isseonna (masih ada dihatimu). Yeogi (disini)..’ Krystal menunjuk arah dada Lay.

‘Keuge anyira, keugae anyiragu. Naneun.. nan Soo Jung-ssi joaheyo..’ Lay terbata untuk mengatakannya.

‘Nan gwenchana. Igeontteo saranganhae (ini bukan cinta) . Dia sepertinya sangat menyukai mu Xing Xing.’

‘Soo Jung apa maksud mu?’ Lay mulai tak mengerti.

‘Semenjak pertama kali kalian diperkenalkan ketika menjelang debut, aku sudah menyukai Xing Xing. Aku membiarkan semua orang menganggap ku mempunyai hubungan dengan Minho Oppa agar tidak ada yang tau bahwa aku menyukai Xing Xing. Tapi seperti nya gadis itu lebih membutuhkan mu dari ku..’ Krystal berusaha untuk tersenyum.

‘Yaa Soo Jung-a..’

‘Nan gwenchana. Kau mengabaikan ku karena gadis itu, dan kini kau mengabaikannya karena ku. Apa itu tidak keterlaluan? Xing Xing namja yang baik hati, tapi ku rasa kau namja yang plin plan. Anyi mian, aku tidak bermaksud mengatai mu..’ Krystal menahan kalimatnya.

‘Sehun mengatakan sesuatu pada mu?’ Lay mengerutkan alisnya.

‘Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan gigi busuk. Tanpa sengaja aku melihat sorot mata gadis itu ketika dia mengejar mu, dia sangat membutuhkan mu. Eoh ige.. ‘ Krystal merogoh saku celananya.

‘Ige mwoya?’

‘Coklat yang besarnya aku jatuhkan didepan apartement, ini tinggal bungkusan yang kecil saja. Ini coklat sepasang kekasih, tadinya aku mau memberikannya pada mu.. tapi ku rasa kau harus memberikannya pada nya.’ Krystal memberikan 3 bungkus kecil permen coklat pada Lay.

‘Shireo. Aku tidak mau melakukannya.’ Lay menaruh permen tersebut ditengah tengah tempat duduk mereka.

‘Waeyo? Kau jangan suka menyakiti hati seorang yeoja, aku berubah pikiran.’ Krystal  kali ini lebih serius.

‘Aku tidak akan menemuinya. Aku menyukai mu ..’

‘Tapi aku tidak ingin menjadi yeojachingu mu. Aku berubah pikiran.’  Krystal mengulangi kalimatnya.

‘Soo Jung-a, kau tidak mengerti apa yang terjadi antara aku dan dia. Jung Woo Yeon dia.. dia meninggalkan ku dan memilih pergi.’

‘Anyi, aku disini bukan untuk mendengarkan cerita mu. ‘ Krystal menaruh tangannya didepan wajah Lay.

‘Kau.. kau ternyata sama saja dengan yeoja lainnya.’ Lay bangun dan bergegas pergi.

‘Yaa Zhang Yi Xing..’ Krystal memekik tertahan.

Lay tak menghiraukannya, ia terus berjalan hingga menghilang dibalik gelapnya malam.

‘Hiks.. Soo Jung babo, apa yang kau lakukan? Hiks..’ Krystal mulai tersedu, ia tak mengerti dengan apa yang ia katakan barusan pada Lay.

Sementara itu Lay yang terus berjalan lurus menuju Dorm nya, berhenti setelah melihat sosok Woo Yeon yang masih ada disana.

Woo Yeon baru saja keluar dari mobilnya dengan sebuah parcel besar yang ia bawa. Woo Yeon memilih untuk tidak menyapa namja bermarga Zhang tersebut..

Tetapi sebaliknya, Lay menghampirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

‘Eum?’ Woo Yeon bertanya ada apa.

‘Jung Woo Yeon ssi neo, berhenti menemui ku. Berhenti mengusik ku, kita tidak memiliki hubungan apapun, kita tidak pernah mengenal satu sama lain.’ BLESSHH~ bagaikan tersayat pedang tajam..

Woo Yeon mencoba mengatur emosinya yang seketika bisa saja membuncah.

‘Algeseummida  Zhang Yi Xing ssi. Geurom.’  Woo Yeon menundukkan kepalanya dan lebih dulu melangkah masuk ke dalam apartement untuk menemui Yaegi.

‘Jung Woo Yeon kau yeoja yang kuat, Oppa.. aku bukan gadis cengeng. Oppa, air mata ku sama sekali tidak tumpah. Oppa tolong aku..’ batin Woo Yeon terus bergelut, ia berjalan tanpa melihat ke arah belakangnya sedikitpun.. ia berusaha menahan air matanya yang akan tumpah dengan terus mengingat sumber kekuatannya selama ini, kembarannya Jung Woo Joon.

#FLASHBACK END

Keesokan harinya

          Tiing tong ting tong ~

‘Yee nuguseyoooo..’ Yaegi berjalan dengan sedikit susah payah untuk membuka pintu dan CEKLEK ~

‘Eoh neo..’

CHUPP ~ sebuah kecupan hangat langsung menyentuh kening Yaegi yang ditutupi oleh poni poni nya yang rapi.

‘Kenapa memencet bell?’ Yaegi merasa heran dengan tingkah Kris pagi ini.

‘Aku tidak bisa berlama – lama. Mian, aku telat bangun. Kami akan segera ke bandara sekarang.’ Kris merapikan helai demi helai rambut Yaegi.

‘Jinjjayo? Kau sungguhan pergi kesana?’ Yaegi susah untuk mengatakan negeri yang cukup kau jauh itu.

‘Eum, tiga hari saja. ChanSha belum bangun?’

‘Sudah, mereka masih dikamar. Yasudah berhati – hatilah, jaga kesehatan mu. Jangan lupa vitamin mu harus selalu diminum. Jangan tidur terlalu larut, juga jangan sampai tersesat.’ kalimat Yaegi yang terakhir membuat wajah Kris cengo seketika -_-

‘Staff SM juga akan ikut Nyonya Wu, mana mungkin aku akan tersesat.’ -___-

‘Kekeke. Aku hanya mengingatkan. Yasudah, bye bye.. ‘ Yaegi hendak menutup pintunya.

‘Eehhh? Mau kemana? Kenapa ditutup?’ Kris menahan pintu yang akan segera ditutup.

‘Waeyo? Kau akan terlambat..’ Yaegi dengan wajah polosnya.

Kris melangkah kakinya selangkah masuk kedalam apartement..

‘Aih kau jangan masuk..’

‘Waeyo?’ Kris merasa heran dengan sikap Yaegi.

‘Kau akan lalai, nanti manager mu akan marah. Rusia itu jauh.. lekaslah pergi. Jangan sampai anak anak melihat mu..’ Yaegi mendorong tubuh Kris keluar.

‘Ck ~ kau menyembunyikan apa dari ku?’ Kris merasa sebal.

‘Anya, aku tidak menyembunyikan apapun. Waeyo?’

‘Woo Yeon eodi?’

‘Sudah pulang, dia langsung pulang.’ Yaegi menyandarkan wajahnya disisi pintu.

‘Yi Xing terlihat aneh sekali tadi malam.’ Kris teringat akan Lay.

‘Eo.’ Yaegi hanya membulatkan bibirnya.

‘Kaki mu bagaimana?’ Kris beralih pada lutut Yaegi.

‘Sudah tidak apa apa. Aih kau banyak sekali bertanya, palli khayo..’ Yaegi begitu semangat menyuruh Kris pergi.

‘Ahhh WAEYO? Aku hanya ingin melihat istri ku lebih lama, kau ini kenapa?!’ Kris protes keras.

‘Aih jangan seperti itu, aku belum mandi.’ Yaegi menggeser tangan Kris yang menggelayut dibahunya.

‘Eoh tadi malam Seunghwan Hyeong ~’

‘Eo, aku tidak mengatakan apapun. Ku bilang aku terpleset dikamar mandi.’ Yaegi langsung mengetahui arah pertanyaan Kris.

‘Aish kenapa masih berdiri ? Sudah cepat pergi..’ wajah Yaegi berubah nanar.

Kris tak mau pindah dari posisinya, ia terus menatap Yaegi semakin lekat..

‘Mwol? Menyingkirlah, aku harus memandikan anak anak..’ Yaegi tak berani menatap wajah Kris.

‘Cho Yaegi lihat aku..’

‘Aih Kris-a kau akan dimarahi..’ Yaegi masih berpura – pura melihat arah dalam apartement.

‘Ku bilang lihat ak~’ kata kata Kris terhenti ketika Yaegi langsung memeluknya erat.

‘Hiks.. aku tidak apa apa. Palli khayo..’ Yaegi menyandarkan kepalanya di dada Kris, air matanya mulai menetes.

Kris mengetahui pasti apa penyebabnya, ia menarik nafas perlahan..

‘Cho Yaegi..’ Kris memanggil lirih namanya.

‘Hmm..’ Yaegi masih merengkuh tubuh jangkung Kris.

‘Aku hanya pergi sebentar, ireojimma jebal.. miweoyo.’ Kris berusaha mengangkat bahu Yaegi agar dapat melihat wajah yeoja nya itu.

‘Hiks.. hmm anya, nan gwenchana. Fighting ! ‘ Yaegi menghapus air matanya dan mencoba tersenyum dengan wajahnya yang masih memerah.

‘Na kkeusaram anya (aku bukan orang yang seperti itu). You have trust me baby..’ Kris memegang wajah oval Yaegi dengan kedua tangannya.

‘Hmm, kassuseyo. Nan gwechaneunde.’ Yaegi ikut memegang tangan Kris, merasakan kehangatan yang luar biasa.

‘Usseoyo (senyum)..’

‘Huh?’ Yaegi mendongak menatap Kris.

‘Smile.. ku minta tersenyumlah. Kau jelek jika seperti ini..’ Kris menarik pelan hidung Yaegi.

‘Bukankah aku selalu terlihat jelek dimata mu!’

‘Haha. Anya, aku bercanda mengatakannya.’ Kris kembali menarik Yaegi kedalam pelukannya.

‘Hmm.. ‘ Yaegi kini lebih baik dari sebelumnya.

‘Geure, aku pergi sekarang. Jika terjadi apapun segera kabari aku.’ Chuup~

‘Eum..’ Yaegi mengangguk.

‘Jika kau menangis lagi dibelakang ku, maka aku akan menghukum mu.’ Kris memasang wajah seriusnya.

‘Mwoe? (hukuman apa?)’

‘Rahasia, kekeke.’ Kris mengeluarkan smirknya.

‘Terserah apa kata mu.’

‘Yasudah, aku pergi ne. Jaga diri mu baik baik.’ Chuupp ~ kecupan untuk terakhir kalinya sebelum Kris melangkah pergi.

‘Ne, jangan lupa vitamin mu..’  Yaegi terus melambaikan tangannya hingga Kris masuk kedalam lift.

‘OK. Bye bye..’ Kris berjalan mundur menuju lift.

Yaegi setidaknya bisa sedikit tenang saat ini, jujur dari lubuk hatinya.. Ia sangat takut jika gadis seperti San A akan selalu ada disekitar Kris. Meskipun ia terlihat biasa saja dihadapan Kris  menanggapi rekaman  CCTV itu, tetapi ia hanyalah seorang yeoja yang sudah terlanjur menitipkan hatinya pada seorang namja yang baru saja pergi dari hadapannya..

Yaegi menutup pintu dengan senyuman yang lega, tetapi.. sangat disayangkan, ia tak mengetahui jika sedari tadi sepasang mata terus melihat ke arahnya..

‘Andwae. Kris Oppa gga.. naekkoya (adalah milikku)..’

To Be Co

Tan tan taaannn😀 Kumen like dan read juseyooooo ^o^

Nantikan chap chap akhirnya yak  ~ bye bye

 

 

 

119 thoughts on “Please Don’t : ‘EXO VERSION’ Chapter 7

  1. pasti itu si San A deh , ckckck gk tw malu tu orang
    woo yeon beneran mau blik lgi ke kanada?
    nyesek bget wktu lay bentak woo yeon kyk gitu…
    aku suka lay ama woo yeon aja eon , biar kystal ama sehun , biar tu sehun bisa lupain yaegi , lay kejam banget sumpah… tapi San A lebih kejam …
    huft … lanjut eon😀

  2. Eonnie~ Itu kenapa lagi Suho Soorim -_-” Aishhh itu menyebalkan sekali!!! Suho udah baik sama Soorim sekarang Soorim yang bermasalah -.-” Aduh Aduh –”
    Lay juga awal nya jual mahal sama Kristal -_-” Ehh akhirnya sakit hati sendiri pake nyalahin Woo Yeon segala lagi /.\
    Udah Kristal sama Sehun aja!!! ^^ cocok itu cocok….
    Part selanjutnya di tunggu ya Eonnie ^^ Fighting!!!!

  3. No coment no coment…kkkk
    Tuh si lay emg plin plan ato gmn sih?sukanya ma sp cba?sigh…
    San a jg knp g sdr2 sih klo kris g suka ma dia..mdh2 rmh tangga yaekris baik2 sj wlopun ad org2 yg g suka..yaekris fighting!!suho jg..fighting!!

  4. hishhh itu pasti San A …
    Auhhh kenapa San A sekarang licik bgt sih …

    Yaegi sama Kris sweet bgt tadi ..
    Aih Yaegi gk mw ni ditinggal sama Kris …

    Lay kenapa sekarang gt ….
    Dulu aku setuju bgt waktu sama Wooyeon ..
    Tapi sekarang kykx nggak deh …
    Abis bang Lay nyakitin perasaannya dya mulu …
    Kan kasian ya ….

    Next chap eon ^^

  5. wahhh aku telat -_- telat banget yaa akuu, ternyata chap selanjutnya udah ada yaaa hmmm~
    kisah cinta lay makin complicated yaa, duhhh ;~;
    itu pasti san a kan yg liad yaeris? duh kenapa sih dia harus begitu? jadi keki gitu sm dia e -_-

  6. aci itu siapa mom? plis deh jangan jodoh2in ace sm kambing ga jelas! ace punya kehidupan! ace udah punya pilihan sendiri! *ace kambing tengil sok gede*

  7. itu San A ya??

    hbungan lay, krystal sma woo yeon rumit deh -___-

    dtunggu chapter slanjutnya, kak😉
    maaf ya bru sempet komen skrg.. hehe

  8. Ndaree comeback mw comment
    v^^v

    Haeyo…eoN
    kenapa park soo rim keras kepala!
    Guardian angel ku eon..terlalu baik kenapa harus disakiti,,,

    aku ga ngerti dch eon hub.antara suho n soo rim.. –”

    hohoho..
    YAEKRIS❤
    #buing2dah gua eon

    Siapa lagI tuch yeoja ?
    Mantanx kris kah?

  9. San A masih blm.juga ngelepasin kris ya ampun nih satu org bikin geregetan n ikut mikir jd y nyingkirin dr kris biar ngak.ganggu gmn,,,, pasti yg merhatiin itu San A
    Lay pa bener hati y udah k krystal or dia berbuat gt krn parah hati??? kasian woo yeon patah hati n hati y sakit denger kata2 Lay T.T
    Lay knp jd gitu…

  10. san a kpn sadarnya y..makin k sini makin egois aja…
    Suho lg marah2n sama soorim..lay bingung sama perasaannya sndiri..harusnya mereka ikutin gaya luhan..out..out..hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s