Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (1)

Gambar

Author                         : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast                       : – Kris Wu (Wu Yi Fan)

                                      – Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

                                      – Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

                                      – EXO  | Suho | Kai | Sehun | Tao | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |   

                                        D.o | Luhan | Lay | Chen |

                                      – Song San A ( as Trainee SM )

                                     –  Yoon Na Jin (as Kris Ex. Girlfriend)

 

Support Cast               :   – Park Soo Rim

 

Genre                          :  Kris Married – Life – Romance – Family – Comedy – Sad

Rating                                     :  PG – 17

Length                         : Short Story

Disclaimer                   : Don’t copy paste / plagiat My Story.  Alur, ide, penokohan, semuanya milik Author. That’s all MINE.  EXO milik bersama, Kris milik saya😀

xxxxx

“Yoon Na Jin cinta pertama ku..”

“Aku jelas lebih memilihnya..”

Kata – kata itu terus terngiang ditelinga dan pikiran Yaegi. Mimpi yang terburuk sepanjang pernikahannya bersama Kris.

Cheotssarang (cinta pertama)..”

Yaegi masih terduduk disisi tempat tidur, bayang – bayang itu seolah menjelma menjadi sesuatu yang nyata saat ini dalam pikirannya.

“Kris? Na Jin? Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? Aiiihh.. “ Yaegi mengetuk – ngetuk pelan tulang kepalanya, agar ia bisa merasa lebih baik.

Yaegi menarik nafas , lalu menghembuskannya perlahan. Ketika ia hendak bangun dari duduknya, sebuah tangan melingkar tepat dibagian lehernya.

“Aish, kau ini. Jangan mengejutkan ku! Ini masih pagi.” Yaegi memukul lengan Kris yang sudah bergelayut dilehernya.

Waeyo? Begini lebih nyaman..” Kris berpindah melingkarkan tangannya dipinggang Yaegi, dan menyandarkan kepalanya dipunggung  Yaegi.

“Kris-ah..” Yaegi kembali teringat akan mimpi itu.

“Hmm. Wae?” Kris masih berdiam diposisi yang sama, sembari memejamkan matanya.

Tetapi Yaegi mengurungkan niatnya untuk bercerita tentang mimpi tersebut. “Hari ini comeback pertama mu..”

Kris menyudahi morning hug nya, dan membalikkan posisi Yaegi agar berhadapan dengannya. “Eum, aku tunggu kau disana pukul 4 sore. Kau harus menyaksikan mulai dari rehearsal hingga live perform. Kau sudah berjanji dengan ku? Kau tidak lupa kan?” Chuuuupp ~ sebuah kecupan dikening.

“Eum, aratta.” Yaegi melemparkan pandangannya ke arah baby box.

“Eunng—- kau bermimpi buruk?”.   Pertanyaan Kris tiba – tiba membuat Yaegi terhenyak. “Nde?

“Tadi malam kau seperti mengucapkan sesuatu. Memangnya apa yang kau mimpikan jagi?” Kris mengusap lembut setiap inci wajah istrinya itu.

Anyia. Naega —- anyia, aku tidak bermimpi apapun ahh — maksud ku —-“ perkataan Yaegi seketika terhenti, ketika sepasang mata Kris menatapnya intense. Manik mata Kris seolah tak bergerak, dan terus menatapnya.

Waw—-aewaeyo? “ Yaegi mulai gugup.

“Kau percaya pada ku geutji ?”

Nde?” lagi – lagi kata yang terucap dari bibir namja itu membuatnya semakin  tak mengerti.

“Kau hanya harus percaya pada ku. Apapun yang kau dengar diluar sana, semuanya tidak benar. Kau harus menunggu ku pulang hingga aku mengatakan yang sebenarnya. Aratji? hmm?” Kris menempelkan keningnya dikening Yaegi, hingga ujung hidung mereka saling bertemu.

Keuge musseonmarhaeyo (apa maksud dari perkataan mu), Kris-ah?” Yaegi masih tak dapat mencernanya.

Saranghae..” Kris berbisik jelas.

“Kris-ah..”

Saranghandago (ku bilang, aku mencintai mu) .. “ Kris mengulangi kalimatnya.

“Eum…” Yaegi mengangguk pelan, ia memutuskan untuk membuang mimpi buruk itu sejauh yang ia mampu.

“Buatkan aku sereal pagi ini, OK?”

“Eum, geure.” Yaegi hendak bangkit dari posisinya yang membuatnya cukup terasa pegal.

“Eoh mau kemana?” Tangan Kris kali ini menahannya.

“Aku mau mandi, lalu membuatkan mu sarapan. Jika tidak sekarang, maka ChanSha akan segera bangun. Aku tidak mau Geum Sha ikut memasak dengan ku.”

“Hahaha..” Kris hanya bisa tergelak melihat sekaligus mendengar apa yang Yaegi katakan.

“Baju mu ..” Yaegi mengambil baju Kris yang terjatuh dibawah ranjang.

“Eoh.. itu sudah kotor, tadi malam setelah pulang  latihan aku langsung kemari.”

“Jadi kau tidak mandi?” Yaegi bergidik ngeri.

“Tentu saja aku mandi, tapi seusai mandi aku langsung tidur. Kekeke.” Kris bangun dari tempat tidur dengan masih bertelanjang dada, ia berjalan ke arah baby box.

“Jangan bangunkan mereka dulu,aku belum menyiapkan apapun.”

Anyia, aku hanya ingin melihat mereka saja.” tangan Kris secara bergantian mengusap kepala dan wajah ChanSha.

“Hmm, yasudah. Aku mandi dulu.” Yaegi mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.

~ ~ ~ ~ ~

Tring ~ Tring ~ Tring ~ “Kyaa~bbrrrmmmmamaakyyaa..” Geum Sha memegang sebuah sendok dan mengetuk – ngetuk kan  dipiring yang ada didepannya.

“Geum Sha ireojimma aegi (jangan seperti itu nak)”. Yaegi berkali – kali menggeser tangan putri semata wayangnya itu , tetapi..

TRING ! “Wu Geum Sha !” 

“Kyaaa ~”  Geum Chan justru reflek  tertawa melihat Yaegi yang memarahi Geum Sha.

“Aaaaa..”

“Kris-ah, andwae ~ dia tidak bisa minum susu sapi.”

Kris hendak menyuapkan susu yang ada didalam mangkuk serealnya untuk Geum Chan, tetapi sang Eomma melarangnya.

“Ahh —- mianhae, Appa mollasseo (Appa lupa). Hahaha.. kyeowo (lucu sekali), dia sudah membuka mulutnya Yaegi-ah..” Kris menertawakan ekspresi wajah Geum Chan . Baru beberapa hari ini ChanSha belajar duduk, dan kini mereka berdua didudukkan diatas meja makan ditengah – tengah Yaegi dan Kris.

Ummmmaa..” Geum  Chan mengarahkan tangannya pada Yaegi.

Nde? Waeyo adul? (kenapa putra ku) ..”

Appa.. coba bilang Appa.. A-P-P-A..” Kris tidak mau kalah.

Tetapi,  respon yang ia dapatkan justru sebaliknya. Geum Chan & Geum Sha hanya terus menatapnya dengan tatapan heran.

A-P-P-A..”

“Aih palli, katakan APPA.. “ Kris melirik jam dinding, ia enggan beranjak sebelum dua malaikat kecilnya mengatakan apa yang ingin ia dengar.

Say Appa.. “ Kris terus mencobanya.

“……………….” ChanSha sesekali mengedipkan matanya dengan terus memandang Kris, mereka merasa heran dengan rambut Kris yang hari demi hari terus berubah.

“Ahhh — chamkamman (sebentar)..” Kris mengambil topi hitam miliknya yang ia taruh  didekatnya. Lalu,ia memakainya dan ..

“Ppaaaaaa..” Geum Sha langsung menunjuknya. Mungkin putri kecil itu berpikir bahwa topi tersebut adalah rambut hitam sang Appa yang ia kenal.

“YEAAAYY ~~ “ Kris bertepuk tangan. Ia mengacak – ngacak pelan rambut Geum Sha.

Yaegi yang melihat itu juga tak kuasa menahan tawanya. “Hahaha… “

“Uppaa..” Pengucapan Geum Chan  terdengar sedikit aneh.

“Gyahaha, Uri Geum Chan  ..” Kris juga mengusap lembut kepala Geum Chan.

“Kau tidak pergi sekarang? Sudah jam 8 ..”

“Eum —- aku akan pergi sekarang. Jagi, jangan lupa pukul 4 sore. Aro?”

Yaegi menatap Kris heran .. “Kenapa dia tiba – tiba romantis sekali?” Yaegi masih bertanya – tanya dalam hatinya.

“Nyonya Wu ! Nyonya Wu ..” Kris melambaikan tangannya didepan wajah Yaegi.

“Ah ne— ne. Eum, nanti sore pukul 4.” Yaegi membuyarkan lamunannya.

Chuupp ~ chuppp ~ “Appa khalgae (Appa pergi dulu) .. “ Kris mencium ChanSha satu persatu.

Appa bye – bye.. “ Yaegi mengangkat tangan Geum Sha.

“ChanSha annyeong ~ “ Kris juga ikut melambaikan tangannya sebelum ia melangkah menuju pintu keluar apartement.

“Chhaa ~ kalian disini dulu ne, Eomma mau mengantarkan Appa. Chamkamman ..” Yaegi menaruh mereka didepan TV, dan menyusul Kris ke arah depan.

“Jika terjadi sesuatu segera beritahu aku, hmm? “ ~chuupp .. 

“Eum.” Yaegi mengangguk singkat.

“Kau memikirkan sesuatu?” Kris melihat lekuk wajah Yaegi yang tidak seperti biasanya.

Anyia, geurom obtta (Tidak, sama sekali tidak).” Yaegi menggeleng.

Kris masih berdiri menatap Yaegi, sikap yang selalu membuat Yaegi nyaris susah bernafas jika didekatnya.

Khayo (pergilah). kau akan terlambat. Hwaiting ! “ Yaegi mencoba mengubah suasana hatinya agar sedikit lebih baik.

“Jangan lupa pukul 4 sore.. “ Kris berjalan mundur memasuki lift.

“OK..” Yaegi mengacungkan jempolnya.

Hingga Kris masuk dan menghilang dibalik pintu lift ..

“Ini comeback stage yang pertama, sudah pasti dia bersemangat karena itu. “ Yaegi berusaha berfikir positif, serta mencoba untuk tidak mengaitkannya dengan mimpinya tadi malam.

OoOoO

03 P.M KST

“Yaegi-ah, Yaegi-ah ..” Soo Rim baru saja tiba, ia membawa beberapa goodie bag ditangannya.

“Kyyaa~ Park Soo Rim kau memang chingu ku yang paling bisa ku andalkan.” Yaegi langsung berhamburan memeluk Soo Rim.

“Aih apa yang kau lakukan? Eoh, ini ..” Soo Rim menyerahkan dua kantung goodie bag yang ia bawa.

Mwoga (ini apa)?”

“Aku tadi tidak sengaja melewati toko baby stuff. Lalu ada sepasang sweater untuk bayi kembar ..”

“Untuk ku kenapa tidak ada?” Yaegi membuka goodie bag tersebut.

“Kau bisa meminta Kris untuk membelikannya. Auuuwhh diluar panas sekali. Kau harus membelikan ku Ice cream sepulang dari MCD. “ Soo Rim melemparkan tas nya kesembarang tempat, dan menghempaskan dirinya diatas sofa.

“Eyyhh ~ kau juga bisa meminta —“ Yaegi tak menyambung kalimatnya.

Soo Rim bangun dari sandarannya, ia menatap Yaegi dengan tatapan malas. “Nugu (siapa)? “

Anyia, eyyhh Park Soo Rim ku jika sedang marah keriput mu hilang.” Yaegi mencoba merayu. “Yak yak !!  mworagu (kau bilang apa) ? Keriput? Aish aku pulang saja!!“ Soo Rim berpura – pura kesal.

“Gyahahaha.. “ Yaegi tertawa.

“Dimana keponakan ku? Ahh — sebentar, aku kemari hanya untuk bersantai dan menjaga ChanSha. Aku tidak akan mencuci piring atau melakukan perkerjaan rumah lainnya. Jika kau mau pergi, maka selesaikan semuanya dulu.” Soo Rim berceloteh ria.

“Aish — aroooo !” Yaegi mendengus kesal, menanggapi perkataan Soo Rim.

Drrrtt Drttt Drttt —- dalam waktu yang bersamaan ponsel Yaegi berkedap – kedip. Tertera sebuah nomor yang tidak dikenal memanggil..

“+768800999999”

Nugu?” Soo Rim melihat Yaegi yang hanya memandang layar ponselnya.

Yaegi menggeleng pelan. “Aku tidak tahu. Kau kenal?” Ia mengarahkan pada Soo Rim.

“99? Mollayo..” Soo Rim mengernyitkan alisnya.

Drrttt .. drrtt ..

“Sudah kau angkat saja, mungkin itu penting.” Soo Rim membuyarkan tatapan Yaegi.

“Eo.” Yaegi menekan tombol hijau dan —- FLIP —- tersambung ..

Yeobseyo?” Suara seorang yeoja menyapa diseberang sana.

Ye, yeobseyo..” Yaegi sesekali melirik ke arah Soo Rim.

“Cho Yaegi-ssi?”

“Nde? Ah ye, masseumnida (benar /formal). Nugusseyo?” Yaegi sama sekali tidak mengenal suara tersebut.

“Aku client yang akan menjadi investor SM. Kim Young Min-ssi mengatakan padaku, bahwa aku harus bertemu langsung dengan mu. Apakah kau memiliki waktu luang?”

Ye? Kim Young Min-ssi berkata seperti itu?” Yaegi memutar bola matanya, sejenak berpikir.

Ye, etteosseyo (bagaimana)? Jika kau bisa datang, hari ini pukul 4 sore Star Coffee kawasan Hongdae.”

Nde? Jwesonghago (maaf/formal), apa tidak bisa lain waktu saja? Aku sore ini tidak bisa.” Yaegi berkata begitu polos, ia tidak begitu paham bagaimana cara berbicara dengan client.

“Aku akan menunggu hingga jadwal mu selesai. Aku tutup. “ Bip.

“Aaaa—- yeob—-yeobseyo? Yeobseyo?” Yaegi mencoba bernegosiasi, tetapi gagal, sambungan sudah lebih dulu terputus.

Nugu?” Soo Rim nyaris terhanyut dalam rasa ingin tahunya.

Mollayo. Dia yeoja, dia mengatakan dia client SM. Mau bertemu pukul 4 sore, michi anya (bukankah itu gila) ? Aish, Young Min Ahjussi itu juga ada – ada saja. Aku ini hanya Co-CEO !! Auuuwhh jinjja !” Yaegi mencampakkan ponselnya ke atas sofa.

Yeoja? Wooahh jarang sekali ada client yeoja. Kkeuireum  mwoyeyo (namanya siapa) ?”

“Ahhh—– matta ! Aku lupa menanyakannya .” Yaegi yang semula menepuk tangannya, kini tertunduk lemah.

“Eyyhh kau ini bagaimana, sama sekali tidak profesional. Lalu, bagaimana? Kris atau client itu?” Soo Rim melengos frustasi melihat tingkah chingu nya itu.

“Tentu saja Kris ku !! Eoh, aku harus menghubungi Soo Man Ahjussi .. “ Yaegi kembali meraih ponselnya.

FLIP —– tersambung —

Ye.. ”

Ye, Ahjussi na-ya ..”

Ye..”

“Ah keuge, tadi ada client yang ingin menjadi investor SM. Tapi aku tidak bisa bertemu sore ini.”

“Lalu apa kau sudah menghubungi Young Min? ”

A—jik (be—lum). “ Yaegi menjawab ragu.

“Hubungin Young Min sekarang.”

“Tapi Nona itu mengatakan bahwa Young Min Ahjussi menyuruhnya untuk bertemu dengan ku. “

“Lalu? ”

Anyi, Ahjussi.. aku —- aku ada keperluan lain.”

“Aku bisa meminta pihak MNET untuk mengirimkan video rehearsal dan perform mereka nantinya. ” Soo Man seolah dapat membaca isi pikiran Yaegi

 “Ye? Hahaha anyia, keugeanyiranikka Ahjussi (tidak seperti itu paman)..” tawa yang ia paksakan.

Ahjussi mempercayai mu. ”

“Ye. “ Bip.

“Bagaimana? “ Soo Rim masih mematung dihadapannya.

Yaegi lagi – lagi menggeleng, kali ini tampak lebih menyedihkan. “Ini tanggung jawab ku Soo Rim-ah. Soo Man Ahjussi mengetahui bahwa aku hanya pergi menonton comeback stage EXO.”

Jinjja? Aigo.. “ Soo Rim ikut merasakan kekecewaan yang terpancar dari mimik wajah Yaegi.

“Ah ! Tuan Park ! —-Aish ! Dia di Cina .. “ Yaegi tidak mempunyai pilihan lain. Kris adalah EXO, EXO berasal dari SM, dan SM adalah management yang menaungi Kris serta memberdeul dan GB/BB lainnya. Yaegi kini adalah bagian dari SM, investor adalah tambang emas bagi mereka yang bermain dalam pasar saham. Yaegi memiliki wewenang penuh karena saham KK Grup milik peninggalan sang Appa adalah yang tertinggi saat ini.

xxxxx

Dua mobil van EXO tiba didepan pintu basement PongPyu Apartement. Seusai dari M-NET dan menyelesaikan serangkaian jadwal yang sudah tertulis rapi pada buku agenda managerdeul, mereka kembali ke Dorm. Tidak ada keributan, karena semuanya sudah setengahnya tertidur dalam perjalanan pulang menuju dorm beberapa waktu lalu.

“Tidak ada yang keluar lagi, jaga kondisi. Jangan tidur larut aro !”

“YEE HYEONG —– “

“Kris, Suho.. awasi mereka ne.”

“Ye hyeong..”

Setelah manager Im dan YoungMin berlalu dengan van yang mereka kendarai, kini memberdeul berjalan masuk ke apartement.

“Kakak Ipar payah. Dia bilang dia akan datang, tapi aku tidak melihatnya sama sekali di M-NET.” sepanjang  perjalanan pulang menuju dorm, Tao terus membahas tentang Yaegi.

“Eo. Hyeong, sebenarnya Noona tahu atau tidak kita comeback hari ini? “ Sehun menyambangi.

“Eum, isseo tte (dia tahu). Mian, mungkin dia lupa.” Kris hanya bisa menjawab seadanya, ia juga tidak mungkin menyalahkan Yaegi dengan satu dugaan yang belum ia tahu dengan pasti. Mungkin saja ChanSha tidak mau ditinggal olehnya.

Kris,Luhan,dan Suho member yang  selalu terakhir menaiki lift.

“Tadi aku menginjak kaki Sehun lagi..” Suho melengos pelan.

“Gyahaha.. adegan yang di MV kembali terulang.”  Luhan tertawa geli.

|FACT : Ada scene dimana Suho tidak sengaja menginjak kaki Sehun pada MV Growl|

“Eoh, kalian turunlah duluan. Aku akan ke atas.” Kris menekan tombol  20, agar setelah lift terbuka dilantai 13,ia bisa langsung ke apartement Yaegi.

TRING —- Pintu lift terbuka, mereka tiba dilantai dimana dorm mereka berada.

Hyeong, aku ikut dengan mu.”  Suho tiba – tiba berubah pikiran.

“Ehh? Suho-ah, tadi kau berjanji mau mandi bersama Tao..” Luhan menarik tangan Suho.

“Sebentar saja hyeong. Aku mau mengambil sesuatu.. “

Luhan yang semula sudah keluar dari dalam lift, secepat kilat melompat masuk kembali kedalam lift. “Aku juga ikut.”

“Sssh, aih kenapa semuanya? Xiao Lu, kau keluar sekarang.” Kris mendorong Luhan.

Shireo ! Kalian menyembunyikan apa dari ku?” Luhan berkacak pinggang.

Kris dan Suho saling berpandangan satu sama lain. “Anyia, aku hanya mengambil majalah.” Suho beralasan.

“Majalah? Boooo.. majalah eyyyhh —- “ Luhan tersenyum dengan smirknya.

“Aish anyia hyeong ! Anyigodeun (aku tidak membaca majalah seperti itu) !” Suho dapat membaca apa yang Luhan terka.

“Kekeke. Kita sudah dewasa, begitu juga dengan ku. Ayolah, kita berbagi eoh eoh?” Luhan merangkul Suho dan Kris bersamaan.

“Aish kau ini apa – apaan? Bukan majalah dewasa !” Kris menepis tangan Luhan. Mereka berdebat cukup lama didalam lift yang pintunya terbuka karena Luhan berdiri tepat diantara pintunya -___-

Hyeong !!”

Gege !!” Trio magnae berlarian keluar dorm.

“Eoh Xi Luhan itu disana !! “ Kris menunjuk arah luar lift.

Luhan menoleh kebelakang ..”Mwol?”

Braak ! “YAK !! “

“Gyahaha..” Suho dan Kris tertawa didalam lift, mereka berhasil mengelabui Luhan dan mendorongnya keluar lift.

TRING —– mereka tiba dilantai 20.

Suho-ah, kau sebenarnya ada apa mengikuti ku?” Kris kini merasa bingung.

“Aku ingin menceritakan sesuatu padamu hyeong. Ku rasa diapartement mu lebih baik.” Suho dengan wajah memelasnya.

“Soal apa? Krystal?” Kris dapat menebaknya dengan tepat.

“Eum.” Suho mengangguk singkat.

“Kau sudah berpacaran dengannya?”

“Ye? Anyia, anyia hyeong .. bukan seperti itu. Justru aku ingin bercerita sebaliknya, keugon.. tidak bisakah didalam saja?” Suho mendorong tubuh Kris agar memepercepat langkahnya.

Tiittt — tittt.. kombinasi password sesuai. Suho dan Kris melangkah masuk kedalam apartement.

“Sssh, pergi kemana dia?” Kris melihat seluruh isi apartement gelap tanpa cahaya lampu.

“Mungkin sudah tidur.” Suho mencoba menyalakan lampu ruang tengah.

“Yaegi-ah, Cho Yaegi .. “ Kris berjalan menuju kamar yang juga gelap gulita, tak ada siapapun disana.”

“Tidak ada juga hyeong?”

“Eum, tidak ada. Dia suka sekali pergi tanpa mengabariku.” raut wajah Kris mulai kesal.

CEKLEK —-  suara pintu kamar yang terbuka.

DEG ! Jantung Suho bergemuruh. Melihat sosok yang keluar dari sebuah kamar yang bersebrangan dengan kamar Yaegi & Kris.

“Eoh Kris, kau sudah pulang?” Soo Rim menggosok-gosok matanya, ia sepertinya sudah setengah tertidur.

“Soo Rim-ssi, Yaegi belum pulang?” Kris langsung dapat menyimpulkan bahwa Yaegi tidak ada dirumah.

“Eunng.. belum. Tadi dia pergi menemui  client nya. Hoooaamm ..” Soo Rim tak sengaja menguap, ia masih tak menyadari keberadaan Suho.

Client? Client apa ? “ Kris susah mencerna kalimat Soo Rim.

“Sepertinya berhubungan dengan perusahaan. Aku juga tidak tahu pasti, dia pergi sejak pukul 4 sore —– omo! Ini sudah pukul 9 malam..” Soo Rim melirik jam dinding.

“Ck — Cho Yaegi apa lagi yang kau perbuat?” Kris membatin.

“Kau tahu dia pergi kemana? Aku terus menghubunginya tetapi tidak diangkat sama sekali.” Kris mulai khawatir.

“Ahh— Star Coffee, ye majayo itu nama tempatnya. Jika aku tidak salah, itu dikawasan Hongdae.” Soo Rim mengangguk mantap.

Jinjja? Eoh, anak – anak sudah tidur? “

“Eum, sudah. Aku tidak tahu dimana remote AC yang ada dikamar kalian, jadi aku bawa mereka ke kamar itu saja.” Soo Rim menunjuk kamar yang biasanya ia tempati jika ia sedang bermalam diapartement Yaegi.

Geure. Suho-ah, aku pergi sebentar. Kau disini saja..”

“Ah hyeong —- “

Entah sengaja atau memang tidak peka terhadap keadaan, dalam hitungan detik Kris berhamburan keluar apartement. Ia meninggalkan Suho.

DEG ! Mata mereka saling bertemu. Soo Rim dan Suho saling menatap satu sama lain dari jarak yang sedikit berjauhan.

“Hooooaaaa.. hooooaaaa..” tiba – tiba tangisan memecah.

“Eoh..” Soo Rim spontan berlari masuk kedalam kamar, namun selang beberapa saat ia kembali keluar dari dalam kamar dengan Geum Sha dalam gendongannya. Geum Sha memiliki kebiasaan buruk, suka menangis dan terbangun dimalam hari.

“Ssstt, sayang.. jangan menangis ne? Ada Imo disini..”

“Hkkk..hoooaaa…” Geum Sha tak kunjung diam.

“Eoh eoh, ne ne —- Imo akan membuatkan susu mu ne? Uljimma (jangan menangis)..” Soo Rim berjalan ke arah dapur dengan tetap menggendong Geum Sha.

Tetapi .. “HOOOOAAAA..” satu tangisan lagi memecah.

“Wu Geum Chan ..” Soo Rim buru – buru keluar dari dapur, tetapi Geum Chan sudah lebih dulu berhenti menangis. Suho berinisiatif untuk langsung mengambil Geum Chan didalam kamar.

Mian, dia terus menangis,jadi aku memutuskan untuk menggendongnya dan membawanya keluar..” Suho tersenyum kaku, ingatan perpisahan itu masih membekas dibenaknya.

“Hooooaaaa.. hhooooaaa..” Kini twins Wu saling berkolaborasi membuat seisi dorm penuh dengan tangisan mereka.

“Sssh, Soo-ah.. aku —- Geum Chan pi—-pis.. “ Suho berkata dengan pasrahnya.

“Omo !, aih aku tidak tau diaper mereka dimana, jadi kupakaikan celana saja.” Soo Rim mulai kebingungan.

“Hooooaaa.. hkkk hoooaaa..” mereka terus menangis.

“Sssh, Joon Myun.. Geum Sha—- kau ambil dia sebentar.”

“Tapi ini Geum Chan — “

“Sudah, sebentar saja. Aku mau mengambil kasur mereka, agar bisa ku taruh diluar.” Soo Rim langsung memberikan Geum Sha pada Suho.

“Soo-ah ! “ Suho menggendong dua sekaligus, ia tampak panik seketika.

“HHOOAAA..”

“Ssst, anak manis.. uljimma.. “

“MMMAAAAA..HOOOAAA..”

Ne ne, Omma —- Omma eodisseo ..” kini badan Geum Chan mulai merosot dari gendongan Suho.

“Soo-ah palli .. Geum Chan hampir jatuh, palli ..” dalam sekejap suasana  mencair tanpa ada kecanggungan diantara mereka.

“Aih sebentar. Cha cha — taruh disini ..” Soo Rim keluar dengan kasur kecil dan selimut ditangannya.

“Ambil Geum Chan dulu ..”

“Eoh, aigo aigo anak Imo.. cup cup cup ..”Soo Rim menaruh Geum Chan diatas kasurnya.

“Ssstt Geum Sha uljimma..”

“Hooooahhh hoooaaaaaa.. “

“Soo-ah, aku sama sekali tidak tahu tentang bayi..” keringat Suho perlahan mengalir dari keningnya, ia kebingungan melihat Twins Wu yang tak kunjung diam.

“Ini karena celana mereka basah. Ssssttt, aegi .. aegi ..” Soo Rim menggantikan celana Twins Wu dengan popok yang ia temukan dikamar Yaegi.

“Cha —- ini susu kalian..” Soo Rim meneteskan sedikit susu Twins Wu ditangannya, sebelum ia berikan pada dua malaikat kecil itu. Agar lidah mereka tidak terbakat,jika susu tersebut memang masih cukup panas.

“Joon Myun, ini ..” Soo Rim memberikan satu botol susu milik Geum Sha pada Suho.

“Eoh ne.” Suho mulai mengarahkan ke bibir mungil putri kecil  itu.

Kyeowo.. “ Soo Rim sesekali menoel pipi Geum Chan, mereka terlihat begitu lucu ketika sedang meminum susu. Pipi mereka adalah yang paling menggemaskan.

Selang beberapa waktu..

“Eunngg .. “ Soo Rim terjaga dari tidurnya, ia melihat sekitar, Kris dan Yaegi belum juga kembali. Ia tak sengaja tertidur disisi Geum Chan.

“Eoh ..” Soo Rim sedikit tak percaya melihat sosok yang ada disisi Geum Sha, Suho juga terlelap disana dengan botol susu yang masih dalam genggamannya. Wajah namja itu terlihat begitu lelah.

Soo Rim menatapnya cukup lama hingga..  Drrrttt Drrtttt .. sebuah getar ponsel membuyarkan lamunannya.

Drrrttt —- drrrttt .. Soo Rim bangun, mencoba mencari sumber suara tersebut. Hingga ia menemukan ponsel milik Suho yang tergeletak didekat kepalanya.

Soo Rim melihat jelas nama si pemanggil. Drrrtt Drrrttt .. “Baby Soo Jung”.

xxxxx

Yaegi baru saja keluar dari ruang CEO. Raut wajahnya tampak begitu lesu. Sorot matanya meredup, dan tampak sembab.

Yaegi berjalan gontai menuju arah lift, ia sama sekali tak menghiraukan ponselnya yang terus berdering sedari tadi. Fokusnya saat ini terpecah.

“Na Jin cinta pertama ku ..”

“Tentu saja aku memilihnya.. “

Kata – kata itu lagi, mulai kembali terngiang ditelinganya. Hingga membuatnya tak menyadari jika pintu lift sudah lama terbuka didepannya.

Yaegi melangkahkan kakinya masuk kedalam lift. TRING — lift berhenti dan terbuka dilantai dua. Seseorang memasuki lift yang sama dengan Yaegi.

Yaegi sama sekali tidak berkonstrasi saat ini, jika ia tahu siapa client itu sebelumnya, mungkin ia memilih untuk melanggar wewenang nya sebagai seorang Co-CEO.

Eonni ..” Suara itu membuat Yaegi menoleh. “Eoh, San A-ah.. “ Yaegi mengenali sosok San A.

Eonni kau sedang apa malam – malam disini? Kau lembur?” San A bertanya padanya.

“Eum ne.” Yaegi menjawab seadanya.

“Kau tidak menonton MNET eonni?” pertanyaan San A membuat Yaegi mendongakkan wajahnya.

Anyi, aku tidak menontonnya. “

“Apa kau begitu sibuk ?”

“Eum.” Yaegi lagi – lagi hanya mengangguk .

Hingga mereka tiba dilantai dasar. “Aku duluan.” Yaegi berpamitan pada San A, wajahnya sama sekali tak berekspresi seperti biasanya.

Eonni ..” Ucapan San A membuat langkah Yaegi terhenti.  “Waeyo?” Yaegi menoleh.

San A berjalan mendekati Yaegi, ia membuka ransel yang ia bawa, lalu mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.

“Ini..” San A menyerahkan sapu tangan yang bertuliskan sebuah inisial “Fan”.

Mwogayo?” Yaegi tak langsung menerimanya.

“Ini sapu tangan Kris Oppa, sudah lama sekali aku ingin mengembalikannya. Tapi, aku baru menemukannya sekarang, maka aku menitipkannya pada mu saja. Bisakah kau memberikannya pada Oppa, eonni?” San A tersenyum tanpa dosa.

“Sapu tangan? “ Yaegi mengernyitkan alisnya.

Nde. Kris Oppa memberikan ini pada ku ketika tangan ku terluka karena tidak sengaja terkena benda tajam. Ini ..” aura San A berubah licik.

Geure, halkkaeyo (baiklah, akan ku berikan padanya).” Yaegi sedang malas untuk berpikir lama, ia segera ingin menyudahi dan pulang.

“Kris Oppa namja yang begitu perhatian — oopppss shhh mianhae eonni ..” sikap yang seperti disengaja.

“San A –ah..” Yaegi menatapnya dingin, San A muncul disaat Yaegi tak memiliki stok kesabaran.

Nde?” San A memasang wajah polosnya yang sama sekali tidak pantas.

“Berlatihlah dengan giat, agar kau segera didebutkan. Bukan hanya bakat mu, tetapi etika juga menunjang semua hal itu.” JEBLEB !

“Mwo? Apa maksud mu berkata seperti itu eonni?” San A memicingkan matanya.

“Berhenti memanggil ku dengan sebutan eonni. Kau lebih tua dari ku.”

San A tak bergeming, ia masih terdiam menatap Yaegi.

Na geurom bonjo nagakhaesseo (aku duluan). “Yaegi berbalik hendak pergi, tetapi ..

“Yaa Cho Yaegi neo —- “ San A menarik kasar tangan Yaegi.

“Akh — sshhh apa yang kau lakukan ?!” Yaegi berusaha melepaskan tangannya.

Wae? Miweoyo? Apa kau merasa terganggu? Apa kau tidak suka jika aku menyukai Oppa? SHIREOSSEO !!” San A berubah menjadi yeoja yang menakutkan.

“Song San A ku bilang lepaaass —- “ Yaegi semakin meringis kesakitan, San A mengcengkram pergelangan tangan Yaegi dengan kuku tajamnya.

“Kris Oppa gga, siapapun berhak menyukainya. Termasuk aku. Naega —- jika aku tidak bisa memilikinya, maka seumur hidup aku akan menjadi orang yang terus berada didekatnya.”

“Sssh lepaskan kata ku — Eo, ara. Kau fans— akh !”  San A semakin menguatkan cengkramannya, ketika mendengar kalimat akhir Yaegi. “Anyu, nan fans anyia. Aku menyukainya sebagai namja, wae? Kau tidak suka? Miweoyo? EOH !!”

PLAKKKK !  Sebuah tamparan mendarat diwajah yeoja yang berstatus sebagai Trainee SM itu.

“Cho Yaegi neo —- “

TBC

Hai – hai .. *kibas poni Ace*. Wooahh udah lama yak? Ahh belum satu minggu kan kekeke.

Tarraaa ! Sesuai janji ku ama semua uri XONJI/XONAM deul, aku bakal comeback dengan sequel sekaligus series terbaru ini😀

Mianhae, aku ngaret karena punya alasan lho *ga ada yang nanya*

Ehheemm.. yah—- kan itu suami kambek, jadi yahhh— sibuk ngurus ini itu, buat nyemangatin Kris biar semangat comeback stage nya kekeke *reader lempar golok*

Hahaha, anyia.. bukan itu kok😀. Aku masih sibuk kul ini huhuhuhu. Makanya ngaret, tapi untuk seterusnya aku usahakan engga deh ya.

Dan … ahayyyy —- series ini juga aku isi dengan “hint/clues” untuk next series yak. Kan udah dibilangin, tetep YaeKris yang punya lapak *Bahasanya -___-

Keep stay as always yaahhhh, karena bakal banyak SERIES yang bermain-CAST YaeKris & Member EXO. Mau tau kan Couple nya mereka siapa – siapa aja  & siapa aja yang bener – bener udah nemuin couple sejati? Kekeke.. KEEP  STAY !!

EIITTTSSS.. R C L juga dooongggsss ~ Silent reader dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengupdate loh hahahaha *ketawa setan di pundak Kyu* #dijambak Kris.

See u soon ^o^. Cium dong authornya? Kan udah banyak ngasih bocoran ekekekeke😀

WUUUUSSHHHH *NGILANG

157 thoughts on “Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (1)

  1. ahh baru buka blog ini lagi dan tada sudah ada sequel berikutnya eo?
    ckckck san-a udah dong, aduh aku jadi ikut geregetan gini nih gr” dia.
    wah wah suho-soorim jadi ga canggung lagi ne gara” ngurusin chansha kkk~ tapi itu bagus😀
    kok yaegi bisa mimpi najin ya? duh jangan smp deh ada apa” ;~;
    hwaiting yaegi-ahh buat kuliahnya ^^

  2. sorim’nya ntar knap lagi itu eon??trus suho oppa’nya jadi ama krystal??Auuwh ribet eonni,
    San A ama Yaegi….aaaaa jambak2an g eonni itu nantinya *gyahahaha
    Next chapter ya eon,
    Hwaiting ^^
    *buing buing bareng sehun

  3. Ish… Song San A itu pengen tak sobek-sobek!!!! Kurang ajar!!! Eonni!! Aku nyari page ini pengen baca ffnya buat nenangin diri eeeeeh malah makin panes T_T….
    Pokoknya janji yah, yaekris tetep bersama… Ga ada yg namanya Najin atau San A… Kalo sampe ada kenapa-kenapa.. Author tak sobek-sobek!!! Huahahahahahahahahahaha….

  4. eish eish eish nama kontaknya apa? baby soo jung? unyu dah-__-
    san a ternyata kejem juga yah eonni ya-__- kudoain aja buat pasangan kekasih dan suami istri diatas supaya masalahnya bisa cepet kelar(?)
    next chap eonni😀

  5. Aissssh itu klien apa sih?? Apa yaegy hnya di bohongi?

    Trz itu san A, kok licik bner, tdi yg manggil yaegi kris yah…?? Atau spaaa?? Auuu penasaran…

    Jgn Lma” ya eon, aku penasaran bgt ma kelanjutan’a nihh..

    Fighting eon..

  6. Wuhuuu akhirnya muncul lg,udh ditungguin sampai keriput begini *enggak lagi*
    Itu san a bawa pulang aja,depak dr SM ganggu rumah tangga orang aja
    Trus juga suho soorim kyaaaaaa aku emng restu klw mereka berdua,,, Krystalnya kasih orng lain aja.Ok?
    Lanjut terus,Fighting ><"

  7. clientnya siapa sih?*penasaran* wuaah main tampar tamparan tuh hehe :p eon, ditunggu ya chapter selanjutnya. Hwaitting!!

  8. eonni lanjuuut , kalo bisa suho balik sama soorim lagi dong heheh : )
    San A bikin naik darah ye? -_-
    daebak lah pokoknya..
    ditunggu ya part selanjutnya ^^

  9. Huah……
    susoo sweet bgt….
    hah lg2 kris di rebutin banyak cwe….
    biar imbang yaegi juga dong di bwt banyak yg suka secra terang2an eon….
    biar kris tahu rasanya jadi yaegi….

  10. san a gilaaaaa! >,<
    get out from yaekris!
    deg*an bacanya, bakal panjang ini, ditunggu selalu kelanjutannya ya thor^^
    jjang!!

  11. Ping-balik: Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (2) | EXO & Prince WuFan

  12. Yaegi eonnie daebbak akhirnya tangannya melayang jg je wajah san a wkwk *tawaevil
    itu jg knpa ada najin lg tambah rumit aja tuh hidup yaekris
    next eon🙂

  13. Kenapa harus
    muncul lagI na jin?
    Tapi muncul konflik di keluarga wu yi fan
    tambah seru😀

    SuSoo jadi ortU sementara
    itung2 belajar sebelum jadi beneran

    wah…San A menjijikan!
    Yaegi eonni galak juga!

  14. Eonni akuuu baruu bacaaa
    Aaaa akhirnyaa sakuelnya keluarrrrrr
    Hahhaaaa lucuuu rempongnya suho sma soorim, lebih suka kopel mreka dari pda sma krystal .-. Heheee
    Ituu luhann kyakk kepo bngett pngen tau ajhaa
    Investornya pasti najin yyak ? Hhe
    Gak suka ddah sama san A, udahh ditolakk msih ajha ngotottt
    ˚☺k˚ aq bca part slanjutnya eonn ^^

  15. Ping-balik: Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (4 END) | EXO & Prince WuFan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s