Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (2)

tumblr_mqwg82N3DT1rp3seoo1_400Preview : 1

Author                         : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast                       : – Kris Wu (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– EXO  | Suho | Kai | Sehun | Tao | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |

D.o | Luhan | Lay | Chen |

– Song San A ( as Trainee SM )

–  Yoon Na Jin (as Kris Ex. Girlfriend)

 

Support Cast               :   – Park Soo Rim

– Kim Nana

 

Genre                          :  Kris Married – Life – Romance – Family – Comedy – Sad

Rating                                     :  PG – 17

Length                         : Short Story

Disclaimer                   : Don’t copy paste / plagiat My Story.  Alur, ide, penokohan, semuanya milik Author. That’s all MINE.  EXO milik bersama, Kris milik saya😀

+++++

            Mata San A kian memanas setelah sebuah tamparan menyentuh wajahnya. Tatapannya tak kunjung berlalih pada yeoja yang telah menamparnya itu, Cho Yaegi.

Kkeuwoneun, kyeoro ije (Dia itu sudah menikah). Naekkoya (dia milikku).” Meskipun suara Yaegi mulai bergetar,tetapi sorot matanya sangat melukiskan amarah yang meluap.

Neo— Cho Yaegi jinjja neo?!! Kau — kau tidak boleh melakukan ini padaku !! KYAA —–“ San A hendak melayangkan tamparan yang sama,tetapi sebuah tangan menahannya. Yaegi yang semula sudah menutup matanya  merasakan ada seseorang yang datang. “Nana-ah ..”

“Akhh —- “ San A mengerang kesakitan.

Mwoaneongoya (apa yang kau lakukan) ? ” Nana menjambak rambut San A  dengan rahangnya yang mengeras.

“Akhh— lepaskan !” San A mencoba meraih tangan Nana yang masih menarik rambutnya.

“Aish !” Nana akhirnya melepaskan tarikannya.

“Ssshh — “ San A masih meringis kesakitan, ia masih menatap tajam ke arah Yaegi.

“Ck — !” Sementara Yaegi tak sanggup lagi berkata – kata, ia langsung melangkah pergi menuju basement.

“Eoh! Yaegi-ah !” Nana mencoba memanggil Yaegi, tetapi Yaegi sama sekali tak menoleh.

“Aish! Yak urusan kita belum selesai bocah Song ! Awas kau!” Nana melemparkan death glare nya pada San A sejenak, lalu ia berlari menyusul Yaegi.

Wae —- wae? Kenapa semua orang membelanya! Wae—- wae! Kenapa dia bisa mendapatkan semuanya. WAE WAE !!!! “ amarah San A kian memuncak, ia meraba pelan bekas tamparan yang masih terasa nyeri dibagian pipi kirinya.

“Cho Yaegi neo —- “

xxxxx

“Hiks ..”

“Hhhmmppkkkhiks.. “

Nana yang sedang menyetir mobil sesekali melirik Yaegi yang duduk disampingnya. Tanpa sepatah kata yang terucap, Yaegi masuk kedalam mobilnya sendiri dan duduk dibangku yang ada disamping bangku pengemudi. Nana langsung berinisiatif, bahwa Yaegi sedang dalam kondisi yang tidak baik saat ini jika ia menyetir sendirian.

“Hiks..”

“Kau kenapa? Marhaebwa (ceritakan pada ku).” Nana masih memutar otaknya, ia sama sekali tak mendapatkan jawaban dari Yaegi.

“Hiks.. hhhuuukks.” Yaegi masih menangis tersedu.

“Cho Yaegi? Song itu memukul mu? Dimana yang sakit?” Nana masih penasaran.

“Hiks..” Yaegi menggeleng, ia nyaris menghabiskan semua tisu yang ada di dashboard.

“Lalu kau kenapa? Aih.. kau datang bulan? Perut mu sakit eoh?”

“Hiks —-anyia,hiks..”

Aigo .. terserah kau saja. Aish !” Nana mendengus karena melihat sikap Yaegi yang kekanak – kanakan itu. Yaegi terus menangis tanpa memberitahu sebab mengapa ia menangis.

“Hiks.. Nana-ah..” Yaegi membuka resleting tas dark brown miliknya dan mengeluarkan sebuah notebook usang berwarna violet.   “Hmmm?” Nana enggan untuk menoleh lagi.

Igeon — ini ..” Yaegi melempar notebook tersebut ke pangkuan Nana.

Mwoga (apa ini) ?” Nana mencoba menyeimbangkan konsentrasinya dalam mengemudi.

“Hiks.. Kris— Kris ku— hiks.. “

“Omo! Jadi kau menangis karena tiang listrik itu eoh ! Auuwwhh sudah ku duga, dasar tiang listrik !” Nana tiba – tiba sesungutan.

“Hiks — anyia, Kris —- Kris hiks.. ahhh mollayo! Huuuaaaa..” Yaegi membenamkan wajahnya dikedua telapak tangannya, telinganya kian memerah akibat tangisannya yang terus menjadi.

Nana membalikkan posisi notebook yang terbalik itu, lalu ia membaca tulisan yang ada dihalaman depan notebook tersebut. Penggalan kata dalam bahasa mandarin.

“ Ha —nya ki—ta—Hanya kita?” Nana masih belum begitu lancar berbahasa mandarin, tetapi setidaknya mandarinnya lebih baik dari Yaegi.

“Hiks.. itu semua tentang Kris dan yeoja itu. Hiks — yeoja itu mantan kekasihnya! Hkkss ..”

“Eehh?” Nana semakin tidak mengerti.

“Aku tadi ke kantor untuk menerjemahkan semua yang ada dibuku itu kedalam bahasa Korea, dan ternyata —- HUAAAAAAA.. “

“Yak Cho Yaegi !”

*FLASHBACK*

Raut wajah Yaegi kini semakin tegang ketika ia sudah mengetahui siapa client yang sangat berniat menjadi investor dan bernaung dibawahnya itu. Yoon Na Jin —- ya, yeoja itu. Yeoja yang sangat dikenal oleh Yaegi karena yeoja itu adalah orang yang nyaris membuatnya harus melepaskan Kris karena sebuah pernikahan diantara mereka. Yeoja yang membuat nya menangis dan nyaris tidak waras ketika sepucuk undangan pernikahan datang mengetuk pintu apartemennya beberapa waktu silam.

Gomawoyo kau sudah mau datang menemuiku.” Na Jin tersenyum manis. Jauh dilubuk hati Yaegi yang terdalam, sosok Na Jin adalah sosok yeoja  tercantik yang pernah ia lihat. Anggun, memiliki mata yang indah, senyum tipis yang manis, yeoja itu mendekati kata sempurna.

Nde, cheonmaneyo (iya, sama – sama/terima kasih kembali)”. Yaegi sedikit  kikuk menghadapi client nya itu.

“Kau bisa mandarin? Bahasa Korea ku buruk.” Na Jin lagi – lagi tersenyum.

“Kau bisa English? Mandarin ku lebih buruk dari mu.”

“Hahaha. Alright.” Na Jin tertawa ringan menanggapi celotehan Yaegi yang tedengar  lucu.

Ye. Mianhamnida.” Yaegi tesenyum canggung.

“Cho Yaegi-ssi..” Na Jin langsung menyodorkan secarik kertas pada Yaegi.

Ye? “

“Ini— ini semua persyaratan untuk menjadi investor. Aku sudah menerima konfirmasi dari pihak pasara saham. Mohon dilihat dan ditanda tangani.” sangat jelas terlihat bahwa Na Jin adalah yeoja yang memiliki latar pendidikan yang cukup baik.

Yaegi sama sekali tak berpikiran bahwa yeoja Chinese itu memiliki tujuan lain. Ia kini sudah selesai menggoreskan tanda tangannya.

Gamsahamnida.” Na Jin membungkukkan sedikit kepalanya.

Ye, sama – sama Yoon Na Jin-ssi.”

“Kau tidak membawa anak mu?”

Ye? Anyia, mereka tinggal bersama saudara perempuan ku.”

Chukkaeyo – EXO comeback untuk kedua kalinya. Wu Fan — ah maksud ku Kris, Kris dan teman – temannya semakin berkembang begitu baik.”

“Hmm nde.” Yaegi mengangguk pelan.

“Kau — kau gadis yang berada diacara pertunangan ku waktu itu. Benarkah?”

Nde?” Yaegi sedikit terperangah dengan pertanyaan Na Jin.

“Ketika aku dan Wu Fan—ahh Kris akan melangsungkan pertunangan kami di Guangzhou. Benarkah?”

Perasaan Yaegi perlahan berubah tidak enak. “Ye, masseumnida.” Ia mengangguk seadanya.

“Kris hanya akan mati konyol untuk mu.. “

Nde?” Yaegi lagi – lagi termangu sesaat.

“Kris  tidak pernah bercerita pada mu? Kami nyaris meneguk wine serangga.” Na Jin seperti pembunuh berdarah dingin.

~GULP .. Yaegi susah untuk mengatur nafasnya, ia tak memiliki jawaban untuk menjawabnya.

“Kris cinta pertama ku.. “                   “_______” Yaegi diam tak bergeming.

“Aku cinta pertama bagi Oppa, hmm .. Kris mengatakan bahwa aku cinta pertamanya.” DEG! Entah kenapa hati Yaegi mencelos ketika mendengar kalimat akhir itu. Seolah bayang – bayang mimpinya malam tadi kembali terulang dan bahkan semakin nyata.

“Kami selalu menghabiskan waktu bersama, hingga ia lolos audisi global itu. Teman-temannya selalu mengejeknya, bahwa ia tidak akan bisa menjadi seorang artis karena badannya yang begitu tinggi. Mereka mengatakan bahwa Kris sudah terlahir sebagai atlet basket. ”

Yaegi bahkan tidak mengetahui tentang hal tersebut, Kris hampir tidak pernah menceritakan masa sekolahnya pada Yaegi.

Oppa — Kris Oppa dia sangat mencintai musik, tetapi  ia sering mengatakan bahwa tanpa earphone ditelinganya ia masih bisa bernyanyi. Tetapi — Oppa tidak akan bisa bernyanyi lagi jika aku tidak ada didekatnya.”

Telinga Yaegi seolah ingin mengatakan “Aku kepanasan”, tetapi ia masih harus menjaga sikapnya. Yaegi menguatkan hati dan batinnya.

“Kami juga tidak pernah melewati hari terpenting walau satu waktu sekalipun. Dia namja yang begitu  hangat.”

“4 tahun. Aku bersama dengannya selama 4 tahun, lalu berpisah juga 4 tahun. Oppa tidak pernah menganggap kami telah putus, sepanjang masa trainee nya ia selalu mengirimkan ku notebook kecil yang berisi semua tentang kehidupannya selama menjadi trainee. Aku tempat Oppa bercerita, dia juga menganggap pundak ku sebagai tempat ia menangis. Ketika Daddy nya memutuskan untuk pergi, Oppa saat itu sedih sekali.” Na Jin bercerita dengan bahasa Koreanya yang sedikit terbalik disetiap penggalan kata.

Yaegi masih tertegun mendengar cerita masa lalu dari seorang namja yang kini sudah menjadi Appa untuk dua malaikat mungilnya.

“Hingga — aku yang memutuskan hubungan kami. Aku tidak sanggup jika harus selalu menangis karena merindukannya. “

“ _____” Yaegi masih bungkam, dengan sesekali meneguk Ice Coffee yang ia pesan.

“Meskipun aku bertemu yeoja lain yang ku sukai, maka aku akan tetap memilih mu dan hanya menjadi sosok yang hangat ketika kau bersedia kembali bersama ku. Kris selalu menuliskan itu disetiap e-mail ulang tahun yang ia kirimkan padaku.”

“Seharusnya pernikahan itu —-“

Mianhamnida, aku memiliki keperluan lain. Jika ada yang ingin kau tanyakan mengenai pasar saham aku akan mengirim nya melalui e-mail saja. Ini, ini alamat e-mail mu kan?” Yaegi sepertinya sudah tidak sanggup mendengar semua itu. Ia  berpura – pura mengalihkan topik pembicaraan.

Na Jin menatap Yaegi sendu “Apa kau tidak merasa cemburu?”

Ye?”

“Benarkah kau gadis yang telah dinikahi oleh nya? Wu Yi Fan ..” Suara Na Jin tampak bergetar.

Anyi, mianhae. Kau dan Mochi Oppa —“ kalimat Yaegi terpotong ..

“Aku mencintai Wu Fan. Sulit dipercaya, tapi aku mencintainya.”

Geurom, aku harus kembali sekarang.” Yaegi bergegas bangun dari kursinya, ia sengaja berpura – pura tak menggubris serangkaian curahan hati yang Na Jin ucapkan.

“Cho Yaegi-ssi ..” Na Jin menahan tangan Yaegi pelan.

Nde?”

Igeon —  kau bawa ini.” Na Jin mengeluarkan sebuah notebook kecil berwarna vilolet dari dalam tas Vincci miliknya.

“Ini apa?” Yaegi sama sekali tak bisa membaca semua huruf kanji dalam bahasa mandarin itu.

“Dibawa saja.” Na Jin tersenyum lembut.

Meskipun terasa janggal, mau tidak mau Yaegi harus menerima pemberian client nya itu. Ia harus profesional. “Baiklah. Aku permisi.” Yaegi keluar meninggalkan Na Jin yang masih berada didalam Coffee Shop. Yaegi masih memegang notebook kecil itu, rasa penasarannya sedikit menyeruak. Ia perlahan membuka kancing notebook tersebut..  DEG ! Matanya terbuka lebar…

*FLASHBACK END*

xxxxx

CKKIIIITTT —-  bunyi rem mobil yang diberhentikan paksa. Nana dan Yaegi kini telah sampai didepan apartement Yaegi.

“Kau bawa saja mobil ku, besok bukankah kau latihan dari pagi eum?” Yaegi mengambil tasnya yang ada dibangku belakang, matanya masih sembab.

“Eo, geurae.” Nana mengangguk.

Gomapta Kim Nana ..” Yaegi perlahan turun dari mobil. Ia melambaikan tangannya pada Nana yang hendak berlalu.

Tiin tinnn —  Nana membunyikan klakson beberapa kali, dan melesat keluar dari area apartement.

Yaegi dengan langkah gontai masuk melewati lobby. Tiba – tiba ..

“Dari mana saja kau?” Sebuah suara menginterupsi.

Yaegi menoleh, dan sosok Kris ada dibelakangnya. Kris berjalan melewati basement.

“Aku bertemu client.” Yaegi menjawab pasrah. Rasanya ia tak sanggup untuk menatap wajah Kris saat ini. Hatinya terasa sangat berkedut. Tak dapat ia bayangkan jelmaan Kris dimasa lalu bahkan lebih baik dari sosok Kris dimasa sekarang yang sudah menjadi suaminya.

“Ini sudah tengah malam. Apa client mu tidak tahu waktu?” Mereka masuk kedala lift bersama – sama.

Yaegi mengarahkan poninya kedepan agar mata sembabnya tertutup dan tak begitu kelihatan.

“Kau mengingkari janji mu lagi.” Kris menoleh melihat Yaegi.

Mianhae, aku tidak bisa menolaknya.” Yaegi masih tertunduk lemah.

Client mu yeoja atau namja? “          “Dia yeoja. Dia— dia cantik sekali.” Yaegi mengiris hatinya sendiri.

“Kenapa jauh sekali berdirinya? Mendekat—-“ tangan Kris menarik lengan Yaegi, tetapi Yaegi mengeraskan posisinya, ia tak mau mendekat.

TRING ! Mereka tiba dilantai 20. Yaegi keluar mendahului Kris dan langsung masuk kedalam apartement.

Yaegi mencampak tasnya disofa. Ketika ia hendak masuk kedalam kamarnya, tak sengaja ia melihat sosok Suho yang tergeletak  didepan TV. Suho sudah tertidur pulas. Yaegi juga melihat lampu kamar Soo Rim menyala. Ia memutuskan untuk ke kamar tesebut..

CEKLEK ~ Yaegi hanya melihat sebentar kedalam kamar. Ia melihat kedua buah hatinya tidur dengan damai bersama Soo Rim . Yaegi tak mau membangunkan mereka, ia pun  kembali  masuk kedalam kamarnya sendiri.

Ternyata Kris sudah lebih dulu masuk kedalam kamar.

“Mata mu — “

“Aku mau mandi.” Yaegi menepis pelan tangan Kris yang hendak menyentuh wajahnya.

“Cho Yaegi kau kenapa hmm?” Kris menarik jemari tangan Yaegi.

“Kris .. aku sedang tidak ingin bercanda. Lepaskan, aku gerah sekali.” Yaegi masih tidak mampu untuk menatap wajah Kris. Ia berjalan lurus masuk kedalam kamar mandi.

Beberap menit setelahnya, ia melihat Kris yang sedang mengganti baju didepan cermin. Sepertinya Kris mandi dikamar mandi luar.

Yaegi terus menatap punggung Kris, dan lagi – lagi..

“Meskipun aku bertemu yeoja lain yang ku sukai, maka aku akan tetap memilih mu dan hanya menjadi sosok yang hangat ketika kau bersedia kembali bersama ku”.

“ Oppa tidak akan bisa bernyanyi lagi jika aku tidak ada didekatnya”. Ucapan Na Jin kembali terngiang, ditambah dengan isi notebook yang merupakan milik Kris sewaktu masa ia trainee dahulu. Yaegi sudah membaca semuanya dengan menerjemahkannya pada aplikasi khusus yang hanya terdapat ditempat tertentu. Ia pergi ke kantor hanya untuk menerjemahkan isi notebook tersebut.

Kris masih mengancing piyama yang ia kenakan, lalu tak lupa juga ia menata rambut blonde nya yang basah agar terlihat lebih rapi.

Yaegi perlahan melangkahkan kakinya untuk mendekat pada Kris. HUG —- Yaegi reflek memeluk tubuh jangkung itu  dari sisi belakang dan merengkuhnya erat. Yaegi menghirup dalam aroma gel mandi yang masih menempel ditubuh namja itu..

“Euung? Yaegi-ah..” Kris sedikit terkejut. Ia memegang kedua tangan Yaegi dan hendak berbalik tetapi —- “Biarkan seperti ini..” Yaegi memejamkan matanya, berkata lirih.

“Nyonya Wu neo wae geurae (ada apa dengan mu) ?” Kris bertanya dengan suara yang sangat lembut.

Anyi. Aku sedang ingin seperti ini saja.” Yaegi tak kuasa menahan air matanya yang mulai menetes.

Jagiya.. “ Kris mulai merasa ada yang lain.

“Tidak mau. Diamlah disitu.” Yaegi mengeraskan tangannya.

“Hey.. kau kenapa hmm?” Kris masih berusaha untuk membalikkan badannya, ia ingin sekali melihat wajah Yaegi saat ini.

“Aku mencintai mu..” sebuah kalimat yang terasa asing ditelinga Kris. Ya, Yaegi nyaris tidak pernah mengucapkan kalimat seperti itu.

Ne?” Kris merasa salah mendengar.

“Aku mencintai mu Kris. Aku berjanji, mulai esok dan seterusnya aku akan selalu menonton secara langsung comeback stage kali—an..” Suara Yaegi jelas terdengar bergetar.

“Ssshhh.. Cho Yae—gi..” Kris kini berbalik, kalimatnya terputus ketika melihat gadisnya itu sudah berurai air mata. Hal yang paling ia tidak sukai.

“Hey, kau kenapa sayang?” Kris sedikit membungkukkan badannya, agar dapat sejajar dengan posisi Yaegi.

“Hiks..” Yaegi menyeka air matanya.

“ChanSha  eomma..” Kris semakin mendekatkan wajahnya.

“Aku tidak apa – apa.” Yaegi berhasil menghapus air matanya, meski sisa – sisa tangisan masih ada.

“Apa yang terjadi pada mu? Siapa yang menyakiti mu hmm?” manik mata Kris begitu membius.

“Tidak, tidak ada Kris-ah. Aku —- aku hanya sedikt merindukan mu.”

“Eunng?”

Bogoshiptago  (ku bilang aku merindukan mu)..” Yaegi kembali memeluk Kris, ia membenamkan wajahnya didada namja berdarah Chinese-Kanadian itu.

“Ssstt.. apa harus menangis hmm? Aku disini. Kapan saja kau bisa memeluk ku. Cho Yaegi? Hey..” Kris menaruh dagunya dipuncak kepala Yaegi, serta mengusap lembut rambut yeoja itu.

Andwae. Kris milik ku. Aku tidak ingin Kris kembali mengingat masa lalunya. Aku harus bisa mempertahankan apa yang sudah menjadi milik ku.”

xxxxx

Keesokan harinya _ Pukul 03 Sore KST.

“Soo Rim-ah. Kajja kita pergi sekarang eoh?” Yaegi baru keluar dari kamar. Sesuai janjinya pada Kris,Yaegi akan pergi ke studio Music Core hari ini,.

“Aih Yaegi-ah, kau saja yang pergi. Biarkan aku dan ChanSha tinggal dirumah eoh? Mereka masih kecil, untuk apa dibawa ketempat seperti itu?” Soo Rim masih enggan untuk pergi.

“Lalu bagaimana mungkin aku hanya pergi sendirian? Ahhh—Park Soo Rim kajja ..” Yaegi mulai memelas, ia menarik – narik tangan Soo Rim.

Shireoyo. Aku sedang malas bepergian Yaegi-ah, sudah palli. Nanti kau akan melewatkan perform mereka.” Soo Rim sedikit susah untuk dipaksa.

“Jika kau ku bayar untuk pergi bagaimana? Hmm?” Yaegi tidak menyerah begitu saja.

Mwol? Kau mau membayarku dengan apa eoh?”

“Kekeke.” Yaegi justru terkekeh.

“Aish kenapa tertawa?”

“Hahaha. Anyia. Aku tidak tau harus membayar mu dengan apa, kau sudah memiliki semuanya. Dwesseo (yasudah), aku pergi sendiri sa— Ahhh ! Matta ! Kim Nana ! “ Yaegi baru mengingat bahwa mobilnya ada pada Nana.

“Nana? Kim Nana yang yeojachingu Luhan itu?” Soo Rim mengingat Nana samar –samar.

“Bukankah mereka sudah OUT OUT?” Yaegi menirukan gaya Luhan.

“OUT bagaimana maksud mu? Mollayo, terakhir kali aku skype dengannya. Dia memasang foto Luhan.”

“Eum, mollayo. Aku tidak pernah lagi menanyakan tentang itu padanya.” Yaegi menmepelkan ponselnya ditelinga nya, ia sedang mencoba menelfon Nana saat ini.

“Kau pulang jam berapa?”

“Seusai itu aku langsung pulang.” Yaegi menjepit ponselnya dengan sisi bahunya, ia kini sedang memakai sepatu.

“Semua perlengkapan mereka jangan disembunyikan.”

“Eo, semuanya ada dikamar. Khanda (aku pergi)..” Blaam ~ Yaegi keluar dari apartement.

20 menit kemudian, Nana akhirnya tiba diparkiran apartementnya.

“Kau akan menemaniku kan?” Yaegi langsung masuk kedalam mobil.

Anyi, aku akan mengantar mu saja.” Nana sepertinya baru saja bangun tidur.

“Ahhh Kim Nana.. “

Mwol? Shireo. “ Nana menolak cepat.

“Kim Nana jebalyo (ku mohon). Aish kenapa kau dengan Soo Rim sama saja? Menyebalkan ! “ Yaegi mengerucutkan bibirnya, ia mulai merasa jengkel.

“Mau ku antarkan atau tidak? Jika kau tidak mau, aku akan pulang dengan taksi sekarang. Hoooaammm ..” Nana menguap lebar.

Yaegi tak punya pilihan lain, ia tidak mungkin membiarkan Nana pulang dengan taksi. “Ck— araaa!”

xxxxx

MUSIC CORE STUDIO

            Fan  Girls & Fan Boys semuanya sudah mengerumuni halaman studio Music Core. Berbagai banner dan stuff untuk mendukung idola  mereka sudah mereka siapkan. Sesekali terdengar teriakan histeris ketika sang idola baru saja tiba dan turun dari Van mereka.

Nana & Yaegi juga baru saja tiba. “Turun.” Nana berkata ketus.

Mworagu ! “ Yaegi tidak suka dengan nada bicara Nana.

“Aku mengantuk Cho Yaegi ! Hoooaammm ..” Nana lagi – lagi menguap lebar.

“Ck — ! “ Yaegi membuka sitbeltnya.  “Ku jemput pukul berapa?” Nana menyibakkan poninya yang berjatuhan.

“Tidak perlu. Nanti aku akan kerumah mu untuk mengambil mobil.” Yaegi merapikan kembali tatanan tambutnya, ia kini sangat mirip dengan Fan Girls sungguhan.

“Eo geurae.” Nana mengangguk. Setelah Yaegi turun dari mobil, Nana langsung melajukan kembali mobilnya, meninggalkan halaman parkir Music Core.

Yaegi sebenarnya sedikit ragu untuk masuk kedalam hanya seorang diri saja, ia juga tak melihat batang hidung sang Oppa ataupun Samchonnya disana. Tak ada sosok yang ia kenal. Sementara mereka yang ada disana, banyak datang bersama teman – temannya.

“Sssh ramai sekali ..” Yaegi enggan untuk menerobos kerumunan tersebut.

Hingga muncul dua orang yeoja disampingnya.  “Min Ji-ah. Apa kau yakin EXO akan ada disini?”

Geurooomm. Eoh kau lihat ini, hari ini jadwal mereka perform Music Core.” yeoja yang bernama Min Ji  itu memperlihatkan catatan tentang serangkaian jadwal EXO yang ada diponselnya pada chingu yang ada disebelahnya itu.

Geure, kajja kita mas—uk ..” langkah yeoja bernama Ji Ah itu terhenti, ia merasa seperti melihat sesuatu yang tidak asing dengan ujung matanya.

“Ji Ah, kenapa berhenti?” Min Ji melihat Ji Ah  yang terus memandang ke arah Yaegi.

Mata Ji Ah terus memandang Yaegi. “Eoh .. “

*FLASH ..

“Joon ! Ayo beritahu aku siapa pacar mu itu eoh ! Yak kau pelit sekali !” Ji Ah terus berkejar – kejar an dengan Oppanya itu.

“Aih kau masih terlalu kecil. Untuk apa mengetahui hal semacam itu?” Woo Joon tidak mau memberitahunya.

“Ahh Yeon-ah! Kau lihat Joon, dia pelit sekali ! Hosh .. hosh ..” Ji Ah tak sanggup lagi mengejar Joon yang sudah masuk kedalam rumah.

“Cho Yaegi. Nama nya Cho Yaegi. Jika Oppa sedang tidak dirumah, kau bisa masuk kekamarnya dan menemukan banyak fotonya disana.. “

*FLASH END

“Cho — Yae—Gi..?” Ji Ah tak dapat berkutik.

“Ji Ah! Ya Jung Ji Ah ! “ Min Ji menolak bahunya pelan. “Eoh! Min Ji-ah, chamkamman ..” Ji Ah merogoh saku celananya, ia mengeluarkan ponselnya. Ponsel Joon yang sekarang menjadi miliknya. Disana banyak tersimpan semua memory Joon selama hidupnya.

Ji Ah membuka gallery dan .. “Dia yeoja itu.. “ Ji Ah terus bergantian menatap layar ponsel nya dan Yaegi yang berdiri beberapa jarak darinya.

“Ji Ji-ah, kau tunggu apa lagi? Nanti kita tidak akan dapat tempat duduk ! “ Min Ji mulai kesal.

“KYYYYAAAAAAAA — “ tiba – tiba suara Fans kembali terdengar histeris.

“Kyyyaaaa— itu Oppadeul, EXO  kyyaaa..” Min Ji tak kalah histeris. Ia langsung menarik Ji Ah.

“Aish kenapa kampungan sekali? Mana Yi Xing itu?” Ji Ah sedari tadi berusaha dapat melihat satu persatu member EXO yang turun dari Van. Ia hanya bertujuan mencari namja yang bernama Yi Xing. Hingga mereka kini dapat berada diposisi paling depan.

“Beri jalan ne, gamsahamnida ..” Managerdeul yang dibantu oleh security menyuruh Fans untuk memberikan jalan.

“Kyyyaaa — Chen Oppa! KRISSSSS..”

“Yak Goo Min Ji! Yi Xing yang mana? “ Ji Ah masih celingukan.

Ketika sosok Kris turun dari dalam Van, Kris melambaikan tangannya dan melemparkan senyuman  mautnya . “KYAAAAA !! “ Semua Fans kembali berteriak.

“Aih sudah berapa kali ku katakan, jangan tersenyum seperti itu ! “ Yaegi mendengus dalam hatinya.

Tao yang berjalan dibelakang Kris tiba – tiba berhenti didepan kerumunan Fans. DEG ! Tao melihat seseorang . “Eoh gadis Russia — “                     “Tao, cepat ..” Xiumin berbisik dibelakangnya.

“Omo mo mo dia—- ” Ji Ah ternyata juga masih mengenali Tao.

Acara musik sebentar lagi akan dimulai, semua fans satu persatu masuk kedalam studio.

xxxx

Drrrtt — Drttt. Yaegi baru saja keluar dari toilet seusai acara Music Core berakhir. Tadi Jae mengirimnya pesan singkat, bahwa ia akan pulang bersama Jae.

“From : Suami ku ^^

Kau dimana sekarang? “

Yaegi melirik sekitar, ia berpikir untuk membalas pesan singkat Kris nanti saja.

Drrrttt — Drrttt ..

“From : Suami ku ^^

Kau sedang melihat apa eum?”

“Ehh?” Yaegi terperanjat, ia kembali melemparkan tatapannya ke sekitar.

“From : Suami ku ^^

Berbalik sekarang.”

“Eunng?” Yaegi berbalik arah dan  — “Wahh ada istri ku disini. Cho – Yae —Gi istri ku. Jeongmalyo?” Kris berbisik dari depan  pintu toilet namja.

“Kris-ah?”

Gomawo. Kau sudah datang ..” Kris masih berdiri bersandar didepan pintu toilet, ia tersenyum ke arah Yaegi.

“Kau sedang apa disitu?” -___- Yaegi tidak mengerti arti “romantis”. Ia merusak adegan drama tersebut dengan kepolosannya.

“Menurut mu apa yang ku lakukan jika didalam toilet ?” Kris melangkah mendekatinya.

“Eehh kau mau apa?” Yaegi mundur beberapa langkah.

“Mau kembali ke waiting room.” Wajah Kris tidak berekspresi sama sekali.

“Ahh, ne. Aku mau pulang sekarang.” Yaegi mengangguk lega.

“Kyahmmpp! “ Yaegi tiba – tiba menjerit tertahan . DUK ! “Apa yang kau lakukan! “ Yaegi memukul pelan bahu Kris.  Karena Kris sengaja menjahilinya dengan mencolek pinggang yeoja itu.

“Kau pergi bersama siapa?” Kris menahan tawanya, ekspresi wajah Yaegi terlihat lucu.

“Nana. Dia mengantar ku.” Yaegi masih sesungutan, ia masih sedikit shock.

“Eum, Jae hyeong sepertinya sudah menunggu mu diluar.”

Nde. Kau habis ini ada jadwal lagi?” perasaannya tiba – tiba menjadi gusar, setelah mengingat bahwa hari ini Na Jin akan ke SM untuk menandatangani semuanya dan resmi menjadi investor SM.

“Seperti biasa. SM lalu dorm. Wae?” DEG! Kegusaran Yaegi semakin menjadi.

Anyi. Eoh aku juga akan ke SM. Aku mau bertemu dengan Sekretaris Park.”

“Bukankah dia di Cina?” Kris mengernyitkan alisnya.

“Ahh maksduku Young Min ahjussi.”

“Malam – malam?”

“Ehmmm ..” sebuah suara menginterupsi. Yaegi dan Kris sama – sama  terlonjak panik, jika itu adalah crew ataupun fans yang datang, maka tamat lah riwayat mereka.

“Eyhh — jauh sekali toilet mu Duizang ?” Ternyata sosok itu adalah Luhan -_-

“Aih mengejutkan saja! Kau sedang apa disini?” Kris mengusap dadanya pelan.

“Menurut mu apa yang ku lakukan jika ditoilet?”

Kris memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Luhan -__-

“Eoh gege ..” Tao datang menyusulnya.

“Aku duluan,tidak enak jika ada orang yang melihat.” Yaegi langsung keluar dari arah pintu toilet.

“Ck — menganggu saja.” Kris menekuk wajahnya dan kembali ke waiting room.

“Gyahaha, gege marah.” Tao dan Luhan  tertawa bersamaan.

“Eoh Tao, ini toilet umum. Kajja kita keluar.” Luhan baru menyadarinya.

“Ahh kau benar ge.” Ketika mereka hendak keluar dari pintu, mereka berpas-pasan dengan dua orang yeoja yang ada disana.

“Min Ji kau pegang ini. Aku mau buang air.”

DUK ! Min Ji menjatuhkan ponsel Ji Ah karena melihat sosok Luhan dan Tao dibelakang Ji Ah.

“Yak ponsel ku!” Ji Ah ikut berbalik ..

“Eoh kau —“ Tao reflek menunjuk Ji Ah. Ji Ah tidak  merespon, ia hanya mengangguk pelan dan langsung masuk kedalam toilet.

“Tao, kau mengenalnya?” Luhan menyambangi.

“Tidak ge, tapi —- “

Sosok Min Ji menghentikan kalimat Tao. “Annyeonghaseyo..” Luhan lebih dulu menyapa yeoja yang ia sendiri tidak mengenalnya.

Min Ji tak dapat berkutik sama sekali. Tubuhnya membeku, seperti mimpi.

“Tao, kajja..” hingga Luhan dan Tao berlalu melewatinya.

“Ji Ah.. Jung Ji Ah.. KYAAAAAA !! “ Min Ji berteriak histeris dan ikut masuk kedalam toilet.

xxxx

            Yaegi sedari tadi tidak bisa tenang. Ia terus berjalan kesana kemari dengan ponsel ditangannya.

“Yaegi-ah, makan nasi mu. Nanti tidak akan enak jika disantap dingin.” Soo Rim yang sedang makan malam melihat Yaegi yang masih tampak linglung.

“Aku tidak lapar Soo Rim-ah. “ Yaegi masih mondar – mandir didepan meja makan.

“Kau bertengkar lagi dengan Kris?”

“Tidak. Bukan itu.” Yaegi menggeleng cepat.

“Lalu? Aku pusing melihat mu seperti itu. “ Soo Rim menyudahi makan malamnya.

“Ahh Soo Rim-ah eotteokhae? Apa aku batalkan saja kerja sama antara SM dan Nona Yoon itu eung?” Yaegi menggeser bangku dan duduk didekat Soo Rim.

“Nona Yoon siapa? Anyi—- jangan katakan jika dia mantan kekasih Kris ketika diKana— astaga kau Cho Yaegi! “ Soo Rim menepuk dahinya pelan.

“Ahh eotteokhae?  Jika aku membatalkannya maka aku yang harus mengganti semuanya. Nominal mereka besar sekali. Nona Yoon itu akan sering ke SM jika sudah resmi menjadi investor. “ raut wajah Yaegi semakin gusar.

“Tapi bukankah ruang disana semuanya terpisah? Investor hanya akan datang dipagi hari. Sementara Kris akan kembali ke SM sore ataupun malam hari geutji?” Soo Rim mencoba memberi sugesti positifnya.

“Mereka bisa saja bertemu diam – diam dimalam hari. Ahhh aku tidak mau jika benar sampai seperti itu. Miweoyo! “ Yaegi mulai membayangkan hal yang tidak – tidak.

“Kau kenapa menjadi cemburu seperti itu? Kau tidak mempercayai suami mu eoh?”

Anyi, keugeanyiranikka (bukan seperti itu). Mereka dulunya sepasang kekasih Soo Rim-ah. Ahh—ne aku belum menceritakan pada mu. Chamkamman..” Yaegi berlarian masuk kedalam kamar, lalu ia kembali ke meja makan dengan beberapa lembar kertas dan notebook berwarna violet yang diberikan oleh yeoja Chinese itu kemarin.

Mwoejo (Apa ini)?” Soo Rim membuka setiap lembar notebook itu.

“Ini terjemahannya.” Yaegi memberikan gulungan kertas pada Soo Rim, yang isinya adalah semua tulisan yang sudah ia terjemahkan ke dalam bahasa Korea.

Mereka hening sesaat, menunggu Soo Rim membaca sekilas tulisan tersebut.

“Yaegi-ah. I-ige jinjin ja yo? Kris?” Soo Rim terperangah tak percaya.

Yaegi hanya mengangguk pasrah. “Nde. Itu semua Kris yang menulisnya. Kau lihat? Betapa romantisnya dia dengan Nona Yoon itu. Dan kau lihat ini .. “ Yaegi menunjuk sebuah tulisan.

Aigo… aku tidak percaya Kris bisa semanis ini. Yaaa— apa dia pernah memberikan mu sesuatu yang manis seperti yang dia tuliskan eoh? Ahh ulang tahun mu, dia memberikan apa?”

“Kau teman ku atau bukan ! Kenapa mengomporiku ! “ Yaegi semakin memanas.

“Kekeke. Aih pelankan suara mu. ChanSha sudah tidur.” Soo Rim kembali menarik tangan Yaegi untuk duduk.

“Ssshh ahhh— Soo Rim-ah eotteokhae? Kris —- Kris tidak pernah mau terbuka mengenai masa lalunya dengan yeoja itu. Jika mereka bertemu lagi bagaimana dengan ku? Aku nyaris menyaksikan mereka mengucap sumpah pernikahan. Kyaaaaa—- michinkanda (aku bisa gila.” Yaegi mengacak – ngacak rambutnya sendiri.

“Jadi dia ingin menjadi investor karena suami mu? Aigo, jika aku menjadi Kris aku akan senang sekali. Banyak yeoja didekat ku. Cantik,kaya raya.. aigooo..”

PLETAK ! “Auuhh..!” Soo Rim meringis akibat tangan Yaegi yang menyentil dahinya.

“Apa kau terlalu banyak minum obat karena Suho meninggalkan  mu eoh ! “

“Kenapa membawa- bawa masalah ku !!”

“ Lalu kenapa kau terus membuat ku cemburu !”

“Kau saja yang berlebihan! Itu artinya kau tidak percaya pada nya !”

“Apa kau pernah mempercayai Suho ? EOH !”

“Sudah ku bilang jangan bawa – bawa Suho !”

“Bukan urusan mu!”

“Itu urusan ku!”

“Kau menyebalkan !”

Mwo? Kau yang menyebalkan ! Kau cengeng – kau manja – tidak tau cara memperlakukan suami dengan baik ! Wajar saja jika Kris nanti akan berpaling dari mu dan lebih memilih Nona Yoon itu !”

“Park Soo Rim neo —“

“Mwol? Apa ? Apa? Kau mau marah pada ku?”

“KYAAAAAA SHIKEURO (diam) !! Hiks.. “ Yaegi tak mampu lagi melawan Soo Rim, kini ia terduduk lemas dilantai.

“Hiks..”

“Eoh Yaegi-ah.. “ Soo Rim mulai takut, hal yang paling menakutkan adalah ketika Yaegi menangis dan susah untuk berhenti.

“Hiks.. “

“Yaegi-ah..”                “Jangan sentuh aku !!” Yaegi menepis kasar tangan Soo Rim. Mereka sudah bersahabat sangat lama, pertengkaran dan cek cok itu menjadi hal yang lumrah sekalipun pada situasi genting seperti ini.

Mianhae. Hey cengeng!” Soo Rim berusaha menarik tangan Yaegi yang sedang menutupi wajahnya.

“JESSICA !! HWANG JI RA, SONG SAN A, YOON NA JIN!! KYAAAA !! HUAAAAAA..” Tangis Yaegi memecah.

“Aih— yak sudah jangan keras- keras. Kau kenapa jadi protektif seperti ini? Kemari—-Ssshhh.” Soo Rim menarik Yaegi kedalam pelukannya.

“Hiks. Aku baru menyadarinya Soo Rim-ah— hikss – Kris.. Kris itu —- hiks..”

“Sudah sudah, jangan menangis lagi.” Soo Rim mengusap – ngusap pelan puncak kepala Yaegi.

“Aku baru menyadari — aku — aku sangat menyayanginya Soo Rim-ah huuuaaaaaa hkkkmmphiks..”

“Aishh jangan keras – keras. Jika ChanSha bangun bagaimana? Sudah sini ikut aku.” Soo Rim menarik Yaegi dan duduk diruang tamu.

“Hiks hkkmmphiks hhhks..” isakan yeoja itu semakin membuat Soo Rim merasa kasihan padanya.

“Yaegi-ah.. “               “Hiks..”

“Ssshhh — Kris. Aku yakin dia tidak seperti itu. Dia namja yang bertanggung jawab. Apalagi sekarang kalian sudah menikah cho? Dia milik mu seutuhnya.”

“Tapi Nona Yoon itu cantik sekali — hiks..”

“Memangnya kau tidak cantik?”

“Kris belum pernah mengatakan hal itu hiks.. dia— dia bahkan selalu mengataiku—-hiks aku jelek! HUUAAAA..”

“Aih Cho Yaegi !” Soo Rim membekap mulut Yaegi agar berhenti menangis.

“Hmmmppphhhiks..”

“Kris tidak akan meninggalkan mu hanya karena yeoja itu. Percaya pada ku. Lagi pula kenapa kau tidak jujur saja padanya? Jika investor itu Nona Yoon.”

Micheosseo (apa kau gila)? Lalu mereka akan sering bertemu eoh? Begitu maksud mu?” Yaegi kembali berang.

Anyia. Kau lihat saja. Trainee yang menyukainya itu, San A. Dia bahkan sama sekali tidak memperdulikan San A itu. “ Soo Rim terus berargumen postif.

“Tapi kau tidak tahu jika suami ku itu tidak bisa tegas jika dengan yeoja! Terlebih —- hiks Nona Yoon  itu — hiks —dia sungguh cantik Soo Rim-ah..”

“Jika dia lebih cantik dari mu mengapa Kris mau meninggalkannya dan memilih mu? Kau pernah berpikir seperti itu tidak? Huh?”

“Mungkin saja waktu itu dia tidak sengaja hiks..”

“Tidak sengaja bagaimana? Lalu ChanSha lahir juga tidak sengaja ? Aigoo.. Kau sudah dewasa Yaegi-ah. Berhenti bertingkah kekanak-kanakan.” Soo Rim sangat bisa diandalkan jika menjadi penengah masalah orang lain.

“Hiks— Kris dimana? Dia lama sekali pulang.” Yaegi mulai tenang, ia menyeka air matanya.

“Sepengetahuan ku mereka akan selesai pukul 10 malam.” Soo Rim seperti melihat sesuatu dari dalam ponselnya.

“Aku mau menelfon Oppa..” Yaegi menekan kontak yang bertuliskan “Jae Oppa”.

FLIP—-Tersambung ..

“Eo wae?”

Oppa, eodisseo?”

“Aku masih diSM. Waeyo?”

“Pukul berapa akan pulang?”

“Kris mu masih disini bersama ku dan manager yang lain.” Jae tau pasti apa tujuan Yaegi menghubunginya.

“Tidak ada yeoja?”

“Arum Noona.”

“Yang lainnya?”

Obtta. Waeyo? Eoh kau kenapa? Suara mu parau..”  Jae dapat mengenali perbedaan suara Yaegi.

“Aku terserang flu.” Dan tiba – tiba suara itu berubah menjadi suara yang busuk -_-

“Yak yak ! Sudah ku bilang jangan banyak memakan Ice Cream ! Kau keras kepala ! Kenapa belum tidur eoh !” Seunghwan merampas ponsel milik Jae.

Samchon aku tidak tuli !”

“Ku tutup.” BIP .

“Ahhh Sam—- “ tut tut .

“Aish !” Yaegi mengerang kesal.

“Bagaimana ? Kris ada disana kan?” Soo Rim masih duduk disamping Yaegi.

Yaegi mengangguk “Eo.”

“Mereka terlalu sibuk. Wajar saja ponsel Kris tidak bisa dihubungi. Kajja kita tidur.” Soo Rim menarik lengan Yaegi untuk bangkit dari sofa.

“Eumm—“ Drrtt Drrtttt .. ketika ia hendak bangun, sebuah panggilan masuk pada ponselnya.

“Eoh—Kris .. ” Yaegi cepat – cepat menjawab panggilan itu.

“Kris-ah ..”

Yeobseyo?” DEG !! Air mata Yaegi kembali membasahi pipinya, bibirnya bergetar.

“Yaegi-ah..” Soo Rim ikut menegang melihat ekspresi wajah Yaegi.

“Cho Yaegi-ssi yeobseyo?” Seperti suara seorang yeoja..

TBC

Yeay ! udah nyampe chap 2 nih heu heu😀 . Hadew itu siapa lagi yang nongol? Ayo ayo siapa yang bisa nebak author kasih seperangkat Ace & Dino dah kekeke. Song San A ato si Nona cantik Yoon Na Jin? *manas – manasin*

Lanjut? R C L Juseyooooo ^o^

See u soon ~ Mian kalo entar kelamaan ngeupdate. kan author mau bikin ketupat kekeke. Itu Kris doyan makan lontong sayur *OK abaikan*

Pai pai .. *deep bow ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

77 thoughts on “Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (2)

  1. aigoooo-__-
    kasian yaegi eonni😦, jangan dibuat menderita gtu dong thor.
    jadi ikutan sedih ni,
    najin udah ada henry kan, mengganggu saja.
    san a buang aja thor, sungai han nunggu najin sama san a tu. hehe
    ditunggu lanjutannya, ini kira* sampai chap berapa?
    jjang! hwaiting.

  2. Oo nugu yeojasimnikka? Omo wae wae wae cobaan selalu sma keluarga yaegi,huh dari mslah yoon najin,hwang ji ra,song san a,jessica. Aigo kalau aku jdi yaegi bsa” cmburu stngah mati. Hiks sbar ya yaegi. Fighting.!😀

  3. penasaran sma isi note’y :3
    yaegi hrz’y tau kalau dlu kris hmpir mnum racun seranga it krn ingin mempertahankan hub mrka >_<
    aist.. siapa lg it yg mau gangu khdupan mrka br'2.. Yaegi-ya bersabarlah.. :')
    next chap d tnggu y eon ^^

  4. kyaaa, kq tbc gitu aja, padahal kan lagi seru,
    moga aja yeoja yang pegang hpnya kris bukan san a atau najin,
    tapi kq itu si kris gak bisa bersikap manis sama yaegi kyak pas dulu samq najin ya, itu kira2 kris punya alasan pa gak?
    lanjuuut ya thor,

  5. huaaa kasian yaeginy,thor km kok jahat sih..jahatt.-,- nah lhoo knpa it,siapa it??hayo dag dig dug deg :p lanjuttt..😀

  6. Mau komen apa ya._.
    Pasti itu najin yakann~ yang manggil cho yaegi-sshi itukan cm najinn~hihi*soktau
    Lebih suka ttg kehidupan member exo eonn._. Capek sama yaekris-_- intinya pasti bertengkar-balik lagi-___-
    Sehun-krystal maunyaa._. Sustal itu, waduh bagaikan putri salju dengan kurcacinya-_-
    Ihihi lanjutt eonn’-‘)/

  7. Eoh?! Sudah Update😄 huhuhu…. Makin lama makin seru ya😉
    Sekarang member EXO lagi pada deket ama cewek ya -_-”
    Yaegi cemburu lagi -_-” Udah gak puasa gini banyak setan bermunculan lagi ya… menggangu Abang Kris dan Kakak Yaegi ‘-‘
    Oh iya Selamat Hari Raya Idul Fitri ya Eonnie… :* {} Mohon maaf lahir batin😉😀
    Next ya… Lama juga gk papa kok hehehehe Eonnie kan biar mudik dulu kekekeke~ See you~

  8. yaegi dilanda rasa was2 n galau dia…
    mana yg ngangkat ho kris cwe lg??? siapa ya??? tp pas tlpn Jae oppa bilang merwka di SM n ma kris ada y cwe Areum Noona doang,,, yg ngangkat areum noona pa Na jin??
    lg Najin knp gt sih masihaja ngejar2 n ngak teruma padahal kris dah punya anak kembar masih aja mau direbut…
    San A aja.blm selesai n blm mau ngelepasin kris srkarang Nambah Najin yg bikin was2…

  9. Hiksss yaegi mengenaskan, sapa juga yg gak cemburu kalo mntan suaminya dateng langsung ke istrinyaa nyeritain msa lalu mreka hikss
    Tpi aq yakin kriss ge ttp setiaa! Aaaaa krisss lopyu pull ddahhhh
    Lanjutt lanjutt ddahh eonn!!^^

  10. Ping-balik: Sequel Part 1 : – Don’t Need to Explain – (4 END) | EXO & Prince WuFan

  11. kepercayaan..itu kunci utama suatu hubungan..itu yg aku dpt dr ff ini..walaupun msh part 2, tp aku rasa itu bener..hehehe..

  12. Ga tau aja soo rim kalo chansha tercipta ga sengaja,wkwkwkwkwkk
    itu knp cwe yg nlp pake no kris…???
    or yaegi salah ngira itu no kris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s