Sequel Part 2 END : Explosive Magnae ( 3)

exo-k_sehun_cute_on_stage-99431

 

Chapter 2 

Author                            : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast in this part        :

– EXO  Sehun | Kai | Suho | Tao | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |  D.o | Luhan | Lay | Chen |

– Kris  (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– Krystal Jung F(x)

– Jung Ji Ah ( OC )

– Jung Woo Yeon (OC)

– Kim Nana (OC)

– Goo Moon Ri (OC)

– Park Soo Rim (OC)

– Amber F(x)

– Han Jae Rin ( OC )

Genre                             :  Kris Married Life – Romance – Family – Comedy – Brothership-Sad

Rating                             :  PG – 17

Length                            : Short Story

Disclaimer                       : Don’t copy paste / plagiat My Story.  Alur, ide, penokohan, semuanya milik Author. That’s all MINE.  EXO milik bersama, Kris milik saya😀

TYPO EVERYWHERE ! Happy reading ^o^

 

OoOoO

xxx

Rintik hujan kini berubah semakin deras, Suho & Soo Rim  yang berlindung dibawah atap sebuah tempat yang dulunya adalah paviliun tua. Mereka  sedang termenung menyaksikan rinai hujan yang turun.

 

Sesekali terpaan angin membuat air hujan mengenai keduanya, hingga membuat mereka tampak sedikit basah kuyup.

Sudah cukup lama mereka berdiri disana tanpa mengucapkan satu patah kata pun.

 

Hingga, suara Suho  memecah keheningan..

Etteokhae jinesseoyo (bagaimana kabar mu?)” Suho sepertinya benar – benar merangkai intonasi yang tepat.

 

“……….” Soo Rim sama sekali tidak menjawabnya, bahkan ia tidak menoleh pada Suho. Yeoja itu masih menatap rerumputan yang sedang diguyur hujan. Sorot matanya jelas memancarkan pilu yang masih menderanya hingga saat ini.

 

“Soo-ah ..” Suho memberanikan dirinya untuk sedikit melihat Soo Rim lebih jelas.

Earphone yang tertutup oleh rambutnya yang tergerai, mungkin itulah yang membuatnya tidak mendengar apa yang Suho katakan.

 

Soo Rim sepertinya terhanyut oleh suara musik  yang sedang ia dengarkan saat ini, hingga ia tidak menyadari bahwa Suho menanyakan sesuatu padanya.

Melihat akan hal itu, Suho memilih untuk kembali diam dan menunggu hujan reda.

 

Neo  — neo nuguya? (kau siapa) ” Suara indah nan lembut yang dahulunya selalu ingin didengarkan oleh namja itu. Tetapi suara itu kini berubah menyayat Suho ..

DEG! Jantung Suho seolah terbelah menjadi dua, Soo Rim tiba – tiba bergeming dengan suara yang terdengar cukup dingin.

“Ye? “ Suho tertegun menoleh pada Soo Rim yang masih menatap lurus rintik hujan yang juga membasahi sepedanya.

 

Soo Rim ikut menoleh pada namja yang sebenarnya sangat berpengaruh dalam hidupnya itu, namja yang membuatnya tidak bisa hidup dengan baik, tidak dapat membuatnya tertidur nyenyak setelah Suho memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Neo nuguya? Kenapa mengikuti ku?” sorot mata Soo Rim tampak redup, ia seperti menahan sesuatu yang tersangkut ditenggorokannya, rasa pahit yang mungkin tidak sanggup untuk ia telan lagi ketika ia masih harus berhadapan dengan namja yang sudah mengambil separuh jiwa nya itu.

 

Suho terdiam sesaat, ia mengatur detak jantungnya yang sempat berdetak diluar kendalinya.

“Uhm .. arasseoyo.” Suho mengangguk mengerti atas apa yang membuat Soo Rim menjadi seperti ini.

 

Soo Rim sepertinya tidak ingin berteduh lebih lama lagi ditempat itu, ia menatap sekilas langit yang masih mendung, lalu ia menutup kepalanya dengan penutup kepala yang terdapat pada jaketnya. Soo Rim melangkahkan kakinya dibawah hujan yang masih begitu deras..

 

“Soo-ah .. —- “ Suho sempat menahan pergelangan yeoja berparas anggun itu, tetapi..

Anha (lepas)  ! “ Soo Rim menghentakkannya tanpa melihat ke arah Suho sama sekali.

 

Suho semakin terheran – heran dengan sikap yeoja berambut sebahu itu, dia bukan Soo Rim yang lembut seperti yang ia kenal dulu..  “Aku tahu, hati mu pasti masih sakit sekali Soo-ah..”

 

Soo Rim membalikkan arah sepedanya, lalu menghilang dibalik hujan yang masih terus mengguyur kota Seoul saat ini.

Suho hanya bisa menatap sosok itu dari kejauhan hingga benar – benar menghilang dari pandangannya.

“Kesempatan ketiga — uhm .. nan babosaramiya (aku memang orang bodoh). “Suho menggumam dalam hatinya.

 

Sementara itu, tanpa terasa air mata Soo Rim terus mengalir bercampur dengan hujan yang kini membuatnya basah kuyup.

“Kenapa harus berbohong jika kau mau menikah dengan gadis itu? Kim Joon Myun .. kau pembohong.. “

 

xxx

 

Sehun menarik yeoja bernama Han Jae Rin yang sangat ia kenal sebagai teman sebangkunya ketika ia sekolah dulu ke arah basement dimana ia meletakkan sepedanya beberapa  saat lalu.

 

Anja (Duduklah) .” Sehun menarik tangan Jae Rin agar duduk tepat dibelakang Van EXO, mereka duduk beralaskan sebuah terpal bekas yang ada di basement tersebut.

 

“Oh Se, disini gelap.. “ Jae Rin melihat sekelilingnya.

“Lalu aku harus membawa mu kemana? Jika security sampai melihat mu melalui CCTV, itu bisa bahaya!” Sehun  bernada ketus.

 

“Eo.” Jae Rin akhirnya menurut.

“Ya! Etteokhae yeoginne (bagaimana kau bisa disini) ? Huh?” Sehun langsung mengintrogasi yeoja yang berstatus sebagai Trainee YG tersebut.

 

“Aku ingin bertemu Jong In Oh Se .. “ Yeoja itu menjawab polos.

“Eeh? Kai maksud mu? “ Sehun memastikan.

“Eo.” Jae Rin mengangguk sambil sesekali mengecek layar ponselnya, ia menunggu balasan pesan singkat dari Kai.

“Kalian sungguhan berpacaran?”

Waeyo? Kai tidak pernah bercerita pada mu?” Suara Jae Rin berhembus lembut.

“Eo . Ahh dwesseoyo.” Sehun mengibaskan tangannya, ia tidak ambil pusing akan hal itu.

 

Sehun beranjak bangun dari duduknya. “Katakan padanya kau menunggu disini, aku harus kembali ke dorm ku.”

“Ya ! Oh Se —- kita baru saja bertemu. Neo chingu-yya, wae geureseyo (aku teman mu. Kenapa kau seperti itu) ?” Jae Rin menahan tangan Sehun.

 

Tiba – tiba sebuah dehaman menginterupsi mereka berdua. “Hmmm .. “ Sosok Kai terlihat dari balik pintu basement, ia kini sudah berdiri tepat didepan mereka. Matanya masih tampak seperti bangun dari tidur yang dipaksakan.

 

“Jong In-ah.. “ Jae Ri reflek berdiri, dan langsung berhamburan ke arah Kai.

Sehun yang melihat itu, ia memilih untuk segera kembali ke dorm. Sehun melewati dua temannya itu. Tetapi —-

Eodi?” Kali ini Kai yang menahannya.

Nan ajik junbisseoseo. Geurom bonjo. (Aku belum menyiapkan apapun, aku duluan) “ Sehun menjawab santai.

“Oh Se, gomawoyo .. “ Jae Rin menepuk – nepuk pelan bahu Sehun.

Nde. Cheomaneyo (sama – sama) .” Bisa dikatakan senyuman baby magnae yang langka, Sehun menjawabnya dengan senyuman.

 

“Tunggu aku. Kita kembali bersama – sama.” Kai langsung menarik Jae Rin pada sisi basement yang sedikit jauh dari Sehun.

“Tapi aku — “

“Tidak akan lama.” Kai memotong cepat kalimat Sehun.

Mau tidak mau Sehun akhirnya berdiri disana menunggu partnernya itu yang kini berada beberapa meter darinya.

 

Dari kejauhan tampak Kai maupun Jae Rin seperti sedang memperdebatkan sesuatu hal. Dari gestur  tubuh keduanya, mereka seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius.

Sehun sedikit menyipitkan matanya ke arah Kai & Jae Rin ..

“Sedang apa mereka? Ternyata kali ini benar, mereka semua yang sinting. Auuwhh nekat sekali bertemu dikawasan apartement seperti ini. Ckckck ~” Sehun hanya bisa berkomentar dalam hatinya. -__-

 

“Sehunni?” Sebuah suara kali ini muncul dari belakangnya.

“Eoh Suho hyung? Kau cepat sekali kembali.” Sehun menoleh pada Suho yang baru saja kembali dari bersepedanya, ia tampak sedikit basah kuyup.

Anyu, aku tadi menunggu hujan reda. Mwoeyo (sedang apa disini) ?” Suho memarkirkan sepedanya tepat disebelah sepeda Sehun.

 

Suho tampak merapikan rambutnya yang terlihat basah kuyup itu. “Eoh? Itu Kai? Sedang apa dia?” Suho menangkap sosok Kai dan yeoja disana.

Molla. Yeoja itu teman ku, dia daging sapi — anyi maksud ku Han Jae Rin.” Sehun sudah kebiasaan memanggil Jae Rin dengan sebutan Daging Sapi.

“Daging Sapi?” Suho mengernyit sesaat.

“Tidak hyung. Dia Han Jae Rin, teman sekolah ku.” Sehun menggeleng pelan.

 

“Itu —- itu Jae Rin yang selalu dia katakan?” Suho kini berubah penasaran.

“Eo.” Sehun mengangguk seadanya.

“Kau menjodohkan mereka Sehunni?” Suho bersugesti yang tidak – tidak.

“Anyia! Anyigodeun! Tadi aku bertemu dia diluar, tidak tahu bagaimana ceritanya Kai juga berada disini. Boooo— apa wajah ku seperti penjaga biro jodoh? Aish .” Sehun menyembur Suho dalam satu tarikan nafas.

“Hyung hanya bertanya, kenapa kau begitu sensitif?” Suho menatap heran baby magnae nya itu.

“Ck ! Mollayo ! Khanda!” Sehun mengentakkan kakinya, ia langsung berbalik pergi.

“Sehunniiii ..  Oh Sehun.. Aih dia marah lagi.. “ Suho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu ikut berlarian menyusul Sehun.

 

Sementara  itu disudut basement ..

 

Kai hanya menatap yeoja didepannya itu tanpa mengucapkan satu patah katapun. Tatapan yang terkesan dingin, membuat kharisma dari seorang main dancer semakin menyeruak.

 

“Jong In-ah.. “ Jae Rin memberanikan diri untuk menatapnya.

“Lain kali jangan seperti ini, terlalu beresiko.” Suara Kai terdengar begitu lembut menelusuk telinga Jae Rin.

GULP — Jae Rin tampak kesulitan mengatur nafasnya saat ini, itu terlihat dari pipinya yang perlahan memerah.

Mi—mianata (ma —af).. “ Jae Rin mengucapkan satu kata itu dengan susah payah.

Gwenchana.” Satu kata yang menegaskan sesuatu terucap dari bibir namja bermarga Kim itu.

 

“Jong In-ah.. “ Mimik wajah Jae Rin kini berubah takut, ia menarik pelan T-Shirt yang Kai kenakan, hatinya mulai kembali merasakan gejolak yang membuatnya tidak nyaman.

“Kekasih mu aku atau Ray?” DEG ! pertanyaan yang cukup menyayat bagi Jae Rin, hingga membuat bulir – bulir hangat dari pelupuk matanya kini perlahan menetes.

“Hiks .. Anyia Jong In-ah. Dia—- dia sepupu ku Jong In-ah. Ige keuge anyiranikka  (ini semua tidak seperti yang kau pikirkan) hiks.. “ Yeoja berponi itu menyeka pelan air matanya, suaranya kini bergetar.

 

“Aku —- aku sungguh menyukai mu Han Jae Rin. Aku menyakiti mu karena tuntutan pekerjaan ku, geundae wae geurae shikka (tapi kenapa harus melakukan semua ini pada ku ) uh?” Tatapan Kai semakin menusuk.

 

“Hiks. Anyia Jong In-ah, kau—- kau bisa menanyakan hal ini pada Oh Sehun. Sehun juga mengenal Ray— “

Dwesseo. Kau bisa pergi sekarang. “ Kai hendak berbalik pergi.

Dengan cepat Jae Rin menarik tangan Kai “Hiks.. hmmmpphks ya~ Kim Jong In .. jjaldeurohaeyo, jebalyo (ku mohon dengarkanlah aku).. hiks.. “

Kai sama sekali tidak berbalik. “Aku akan ke L.A hari ini.”

“Hiks. Aku dan Sehun adalah teman dekat, bahkan sangat dekat. Kau bisa bertanya padanya, Ray sungguh sepupuku.  Jong In-ah, mianhaesseo.. aku— aku sungguh bersalah atas perkataan ku waktu itu, aku tidak seharusnya cemburu karena adegan kiss scenes itu hiks.. “ Jae Rin memeluk tangan kanan Kai begitu erat.

 

Kai terdiam sejenak, hatinya masih terasa berkedut ketika mengingat perkataan Jae Rin waktu itu, yang sama sekali tidak mempercayainya tentang adegan kiss scenes yang ia lakukan bersama model SM yang bernama Soo Hee.

“Kau — kau lebih mempercayainya dibandingkan aku Rin-ah..”

“Anyia hiks.. Kim Jong In itu tidak benar hiks.. “ Jae Rin memeluk lengan Kai semakin erat.

 

Dwesseoyo (sudahlah) . Aku tidak mengatakan kita putus Rin-ah. Geundae, berikan aku sedikit waktu.” Kai menggeser tangan Jae Rin perlahan dari tangannya.

Andwae Jong In-ah, hiks.. “ Jae Rin semakin tersedu.

“Uljimma. Berlatihlah dengan baik, agar kau segera didebutkan. Khanda.” Kai akhirnya melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Jae Rin.

 

“Kim Jong In! Ya! “

Kai terus melangkah hingga sosoknya menghilang dari pandangan Jae Rin.

“Ya Tuhan.. aku bisa apa saat ini? Hiks.. “ Jae Rin menarik pelan rambutnya, ia merasa begitu frustasi. Jae Rin tidak bisa berbuat apapun saat ini, karena ia tidak mungkin mengejar Kai hingga dormnya.

“Kenapa dia tidak bisa mendengarkan ku. Hiks. Etteokhae ije (bagaimana ini sekarang) ?! Argghh — “ Jae Rin masih larut dalam kegalauannya.

Hingga .. “Oh Se!” Jae Rin teringat akan sosok Sehun dalam pikirannya, ia segera meraih ponselnya dan menekan sebuah nama.. FLIP ~ tersambung

“Oh Se-ah.. “

 xxx

EXO’s DORM

 BLAM ~

“Yak yak mwoneongeoya (apa yang kau lakukan) ! Aku sedang memakai celana babo!” Kai sontak terkejut ketika Sehun masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.

 

Sehun menghampiri Kai yang masih bersusah payah memakai celananya. “Neo! Apa yang kau lakukan ada teman ku eoh?” Sehun berbicara tanpa basa – basi.

 

“Bukan urusan mu.” Kai kembali bersikap biasa saja.

“Dia itu chingu ku! Kau apakan dia? Ray itu sepupunya! Yang benar saja yang cemburu pada bocah itu!” Suara Sehun semakin meninggi, ia sudah mendengar semuanya dari Jae Rin.

 

“Kau tidak mengetahui apapun Sehun-ah. Palli nawa (cepat keluar) , aku mau bersiap-siap untuk check – in pagi ini.”

“Yak Kkamjjong ! “ Sehun menarik baju Kai.

“YAK MWOANYA ! LEPAS !”

“SHIREO ! SUDAH KU KATAKAN JANGAN BERHUBUNGAN DENGANNYA ! KAU ITU DINGIN! KAU ITU ES ARO !!” Suara Sehun memekik seisi kamar.

 

(FAKTA = Kai adalah member yang memiliki sikap super dingin, dia satu – satunya member yang jarang berbasa – basi dan selalu akan berbicara to the point pada setiap memberdeul)

 

“KAU MAGNAE TAHU APA TENTANG HAL ITU EOH! LEPAS !”

 

“LALU KENAPA JIKA AKU MAGNAE? KAU HANYA LEBIH TUA BEBERAPA BULAN DARI KU !! “

 

“KAU ITU CENGENG ! KAU TIDAK AKAN MENGERTI TENTANG HUBUNGAN SEPERTI ITU!”

 

“SETIDAKNYA AKU SELALU MENDENGAR ORANG YANG ADA DIDEKAT KU. TIDAK SEPERTI MU!!”

 

“YA OH SEHUN !!”

 

“MWO!! APA!! AKU TIDAK TAKUT DENGAN MU!!”

 

“YAK !” BRUK ! Kai mendorong Sehun hingga ia terduduk diatas ranjang D.o

 

“Hosh hosh..” terdengar deru  nafas Sehun yang bergetar.

 

“Aku tahu Jae Rin teman mu. Tapi aku tidak suka jika kau ikut campur akan hubungan ku dan dia. Dia kekasih ku.” Suara Kai mulai normal kembali.

“Hosh hosh ..” Sehun masih tertunduk diposisinya.

“Palli nawa. Aku tidak ingin manager hyung dan hyungdeul mendengar akan hal ini. Mianata.” Kai mengulurkan tangannya ke arah Sehun.

 

Plak ! “Piryeopkho (tidak perlu) .” Sehun menepis tangan Kai kasar, ia kini bangun dari duduknya dan kembali menatap Kai tajam..

“Bukankah —-  bersama itu untuk saling melengkapi, anyotjo (begitu kan) ?” Wajah Sehun kini berubah serius.

 

“………….” Kai masih mempertahankan ekspresi dinginnnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Keuromgeon neo saenghakhae do (jika kau juga berpikir demikian) , neo Hanwoo rang (kau dan Daging sapi/Jae Rin) —- jika pendengarannya buta, maka kau juga tidak harus menjadi tuli. Saenggakhaejo (pikirkanlah) — untuk apa kalian bersama huh? Midweoji ttemune (itu karena rasa percaya).”

 

“Oh Sehun, kau tidak mengerti masalah diantara —- “

Sehun segera menyambar apa yang hendak Kai katakan. “Algaetjo (aku sangat mengerti), nan magnae-yya. Nan sarangoebseoseotjo, yeoja eobneunde, (aku tidak memiliki cinta, juga kekasih).  Geundaeneun, telinga ku akan selalu ku pergunakan untuk mendengar hal yang ku anggap salah yang pada kenyataannya itu adalah sebuah kebenaran. ”

 

“Untuk apa aku mendengarkannya jika dia saja tidak mendengar kan ku! “ Kai masih tetap membantah.

 

“Kau tidak akan pernah mendapatkan emas jika kau hanya bertanding seorang diri, semua itu butuh keberadaaan orang lain. Ya!  Kim Jong In neo — jika kau tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain itu artinya kau kalah. Kkeronikka (maka itu) .. gunakan pendengaran mu dengan baik. Mendengar itu akan membuat mu mengerti bahwa begitu banyak orang menyayangi mu  Kai —- hyung.. “

Sehun segera berbalik pergi dan BLAM ~ ia membanting pintu cukup keras.

DEG ~ Perkataan Sehun membuat Kai tidak dapat berkata – kata. Hatinya seakan mencelos mendengar Sehun memanggilnya dengan sebutan “Hyung”.

 

“Oh Sehun. Aka — jinjja neo (Tadi itu sungguhan diri mu)??”

 

Diluar kamar  ~

 

“Anak – anak sudah selesai? Palli – palli .. kita akan ke bandara sebentar lagi.” Seunghwan sudah siap berdiri didepan pintu.

 

“KyungSoo-ah, palli .. “

“Kyaa—- sebentar ! Sepatu ku dimana?”

“Eyeliner – eyeliner. Yeol pakaikan eyeliner ku .. “

“Aih kita sudah terlambat !”

“Lay Gege aku pinjam earphone mu.. “

 

“Sehunnii.. Sehuniiii .. “

“Aku sudah selesai hyung..”

 

Kini semua memberdeul sudah berkumpul, mereka sudah siap dengan perlengkapannya masing – masing.

 

“Sudah selesai semuanya?”

“NDE HYUNGGG.. “

“Geure, kajja ~ Yong Min sudah menunggu dibawah.”

 

“Anyi, chamkamman .. “ Xiumin berlarian  ke arah dapur.

“Yak yak Min Seok-gga ! Tidak perlu membawa semua yang ada dikulkas ! “ Luhan berteriak ke arahnya.

 

“Go go.. yeay L.A L.A.. “ Chanyeol bersorak kegirangan.

“Tidak usah kampungan!” D.o menutup telinganya.

“L.A L.A L.A !! “ Chen membantu Chanyeol dengan berteriak tepat ditelinga D.o

“YAK !! “

“Gyahahahahahaha.. “

 

“Sehunni.. “ Suho menyamakan langkahnya dengan Sehun yang berjalan bersama Luhan.

“Eum wae hyung?” Sehun tampak lebih baik saat ini.

“Kau tidak marah lagi kan?” Suho merangkul pundak Sehun.

Luhan yang mendengarkan itu ikut menyambangi .. “Sehunni akhir – akhir ini suka sekali marah eum? Wae geureseyo uri dongsaeng-yya hmm (adik kita ini kenapa) ?” Luhan ikut merangkulnya.

 

“Sehunnii .. “ Suara Kris memanggilnya dari belakang.

“Nde?” Sehun berbalik menoleh pada Kris.

“Ini, ini untuk mu. Hyung memakainya satu dan yang satu ini untuk mu.. “ Kris memberikannya sebuah gelang.

“Gomawo hyung.. “ Sehun menerimanya dan langsung meminta Luhan untuk memakaikannya.

 

“Kyaaa aku hari ini berhasil mandi bersama Lay gege gyahahaha..” Tao tiba – tiba datang dan menarik – narik bahu Kris.

“Aih bocah ini,  jangan seperti itu!” Kris memukul – mukul tangan Tao agar tidak menarik bajunya.

 

“Hey! Cepatlah sedikit, kita akan terlambat. Aigo Tuan – Tuan tampan ini kenapa seperti kura – kura ?? “Seunghwan yang sudah tiba didepan lift kembali berkacak pinggang.

 

“YEE HYUNNNNGGGG.. “

Sehun berada satu lift bersama Kai, Baekhyun,Kris,Luhan, Chen, Tao dan Seunghwan. Sesekali Kai melihat ke arah Sehun yang sama sekali tidak melihat Kai yang berdiri disampingnya.

 

“Kalian bertengkar lagi?” Seunghwan dapat melihat gerak – gerik keduanya.

“Nde?” Kai maupun Sehun terhenyak bersamaan.

“Eo, tadi aku mendengar kalian seperti meributkan sesuatu.” Baekhyun si pembeber rahasia -_-

 

“Ye? Anyia hyung. Keuge anyira. Aku dan Kai baik – baik saja. Anyitji uri Kai (bukan kah begitu Kai ku) ? Hmm?” PLAK ! Sehun tersenyum ke arah Kai sembari menepuk pundaknya sangat keras.

 

“Ahhaha nde hyung nde. “ Kai menahan rasa nyeri , ia mengeraskan rahangya seraya berbisik ditelinga Sehun. “Tidak perlu memukul ku sekeras itu cadel!”

“Sudah jangan banyak protes hitam!” Sehun berbalik merangkul Kai hingga ia merasa tercekik.

“Yak yak.. “ Kai memberontak perlahan.

“Ahahaha.. Aku dan Kai akhir – akhir ini sering bersama hyung. Nde, anyitji Kai-ssi euung?” Sehun mengeraskan rangkulannya.

 

Tao, Kris,Luhan, Chen  dan Baekhyun yang melihat itu hanya bergidik aneh memandang duo magnae tersebut.

Drrtt drttt ..

Tiba – tiba suara ponsel Kris berbunyi.

Drrrtt Drttt .. sebuah panggilan masuk. “Wife ~ “ Kris melirik wajah sang manager sejenak, ia enggan untuk mengangkatnya.

 

“Sudah diangkat saja.” Seunghwan yang berdiri bak gaya preman didekat pintu lift, mengetahuinya.

 

“Nde hyung.”

FLIP ~ “ Nde?” Kris mengangkatnya.

“…………”

“Eoh Daegu? “

“………….”

“Jung Ji Ah? Nugu?”

“………….”

“Anyi Yaegi-ah, igeon.. ah arasseo. Eum, berhati – hatilah.”

“…………”

“Eo.”  Bip . Kris memutuskan sambungannya.

 

“Adik dokter Jung jadi tinggal bersama Yaegi?” Ternyata Seunghwan sang Samchon lebih dulu mengetahui akan hal tersebut.

 

“Nde hyung. Yaegi akan menjemputnya hari ini.” Kris mengangguk seadanya.

“Eum geurae. Dokter Jung juga sudah menelfon ku langsung, menurutku itu lebih baik , dengan begitu dia akan tetap ada yang menemani jika Soo Rim pergi bekerja.” Seunghwan menjelaskan panjang lebar.

 

Tiba – tiba Seunghwan melihat wajah Luhan, Tao & Chen  sedikit berbinar..

“Wae? Apa yang kalian pikirkan?”

 

“Anyi hyung. Dokter Jung itu yaepponji, kkeuronikka (jadi).. “ Chen tersenyum penuh arti -_-

“Andwae! Tidak baik mengikuti jejak Kris .” Seunghwan mengetahui inti dari pembicaraan itu.

“-_____- aku sudah menikah, kenapa masih dibawa – bawa.” Kris menggumam dalam hatinya.

 

“Kekeke. Teman Yaegi-ssi semuanya cantik hyung.. “ Luhan menambahkan.

“Urineun namjaeyo hyung (kami juga namja hyung) .. “ Tao ikut – ikutan.

“Yak ! Mana ada idol yang seperti kalian. Seharusnya yeoja yang mengejar – ngejar kalian! ”

“Gyahahaha.. “

 

xxx

CKITTT ~ Sebuah mobil audy berwarna putih memasuki kawasan PongPyu apartement. Mereka tidak langsung  masuk ke area basement, melainkan hanya memarkirkan mobil tepat disamping pintu masuk apartement. Mobil tersebut juga  berpas – pasan dengan dua mobil Van EXO yang sudah stand bye sejak pukul 6 pagi tadi.

 

Dua orang yeoja cantik berada didalamnya, seorang yeoja yang duduk dikursi pengemudi kini melepaskan sitbeltnya. Tetapi tidak dengan yang satunya lagi.

 

“Jiji, buka sitbelt mu..” Yeoja yang memiliki rambut sebahu itu membuyarkan fokus yeoja disampingnya yang bernama Jung Ji Ah .

“Ck~ Yeon! Kau itu berlebihan! Kau hanya kemari untuk memaksa ku? Ahh ck ~ jeongmal shiresseo. I hate it !” Yeoja yang memiliki rambut panjang sedikit bergelombang itu masih saja melakukan pemberontakannya.

 

“Ji Ah, menurutlah. Sudah ayo turun, dibelakang kita ada Van yang mau keluar. Palli, Eonni mau memarkirkan mobil di basement.” Yeoja bernama lengkap Jung Woo Yeon itu, sangat sabar menghadapi Ji Ah.

 

“Ahh jinjja ! Aish ! “ Ji Ah membuka sitbeltnya dengan sedikit kasar, ia meraih topi yang ada didashboard lalu memakainya. “BLAM !” Ji Ah turun dari mobil dan menutup pintu begitu keras.

 

Woo Yeon kemudian melajukan mobilnya menuju basement, meninggalkan Ji Ah didepan pintu masuk apartement.

“Ssshh, ini apartement apa? Sepi sekali. Pasti yang menempatinya orang kaya sombong semuanya. Ck~ Daddy kampungan sekali. Mana ada yang mau menculik yeoja seperti ku? Auuuwh jinjja ! Jung Woo Yeon itu ~ Aish !” Ji Ah terus – terusan menggerutu sembari menunggu  Woo Yeon.

 

Beberapa saat kemudian, ia mendengar suara gaduh dari arah pintu masuk. Ji Ah yang masih berada diluar, menoleh ..

 

“Hahaha. Kemarin yang kita beli itu warna hitam Ge! “

“Tidak, putih !”

 

“Kyungsoo, punya Kyungsso yang berwarna putih.”

“Jinjja? Anyi, Xiumin hyung juga berwarna putih.”

 

Sosok Tao yang berjalan mundur didepan memberdeul dan Seunghwan manager sama sekali tidak melihat sosok dibelakanya.

 

“Duizang, aku mau yang warna hitam sa—-“

“Eo Tao dibelakang mu —-“

BRAK !

 

“AKH ~”

 

“OMO ! “ Memberdeul sedikit shock setelah memastikan Tao menabrak sesuatu dibelakangnya.

“Eoh? Jwesonghamnida, jwesonghamnida.. “ Tao yang menyadarinya langsung berkali – kali membungkukkan badannya.

 

“Nde, gwenchamseumnida. Gwenchaseoyo.” Ji Ah sosok yang ditabrak bahunya itu, ikut membungkuk pelan.

 

“Hyung, nuguya? Coordi Noona yang baru?” Chanyeol melihat ke arah Ji Ah.

Seunghwan menyipitkan pandangannya dan berjalan melewati memberdeul untuk memastikan.

 

“Permisi, Nona kau siapa?” Seunghwan langsung menghampiri Ji Ah yang ada disana, keamanan EXOdeul adalah prioritas utama, akhir –akhir ini banyak sekali saesangdeul yang mulai mengetahui keberadaaan dorm EXO.

 

“Seunghwan-ssi.. “ tiba – tiba sebuah suara memanggil nama pria itu.

“Ahh Jung Uisanim..  “

 

DEG ~ Lay yang masih berada disitu, merasakan jantungnya berdetak begitu keras. “Jung?” Detak jantungnya semakin cepat.

 

“Seunghwan –ssi annyeonghaseyo.. “ Woo Yeon sedikit berlarian kecil untuk dapat segera menghampiri Seunghwan yang berada ditengah – tengah Tao & Ji Ah.

 

“Aigo.. kapan kau kembali dari Kanada? Yaa—- ku pikir hanya adik mu saja yang akan datang.” Seunghwan menyambut Woo Yeon dengan begitu ramah.

 

DEG ~ GULP .. “Tidak salah lagi.” Lay masih bergelut dalam batinnya..

“Ah ye, Ji Ah buka topi mu. Ji Ah ~ “ Woo Yeon menyikut siku Ji Ah yang masih bungkam.

 

“Sssh aish eo arasseo.” Ji Ah berbisik ketus pada Woo Yeon.

 

“Annyeonghaseyo Jung Ji Ah imnida..” Ji Ah membuka topinya dan.. SLASH ~ Aliran darah Tao seketika berhenti, seakan saat ini kakinya tidak lagi menginjak dataran bumi.

“Eo ~ kau.. “ Tao reflek menunjuk Ji Ah dengan intonasi yang sulit ditebak.

 

“EO !!” Semua memberdeul ikut memberi  respon yang sama, kecuali Kris. Semua memberdeul mengenal sosok Ji Ah yang ada didalam ponsel Tao. Tao memberitahukan semuanya pada setiap memberdeul tetapi tidak dengan Kris -_-

 

“Kalian kenapa? Ada apa?” Kris melihat sekitarnya.

“Anyi Duizang.. jinjja mollaseyo? Dia —- dia itu yeojachingunya Tao.. “

“MWOHAE !!” Suara Kris mengejutkan semua yang berada disitu.

 

“Kris. Kau kenapa?” Seunghwan yang sedikit terhentak oleh nada suara Kris, menoleh padanya.

“Anyi, gwenchana hyung. Gwenchanayo.” Kris tersenyum aneh.

 

“Yi Xing. Jelaskan pada ku, apanya yang yeojachingu eoh?” Kris berbisik pada Lay sambil menarik baju namja itu.

“Aih mana aku tahu.” Lay enggan untuk memperlihatkan wujudnya didepan Woo Yeon.

 

“Kau —- namja Selca ! “ Ji Ah memberi  respon yang sama. Kini Ji Ah & Tao saling menunjuk satu sama lain.

 

“Ye?  apa kalian saling mengenal?” Seunghwan dan Woo Yeon sedikit kebingungan.

“Anyimida. Tidak kenal.” Tao menjawab cepat.

Sementara Ji Ah, hanya menatap aneh pada Tao..

 

“Eoh geurae, kalian segera masuk kedalam Van. Kita akan terlambat.” Seunghwan melihat jam tangannya.

 

“Ye Hyung..” satu persatu memberdeul melewati Ji Ah & Woo Yeon. Sesekali mereka saling menyapa satu sama lain.

“Annyeonghaseyo.. “ Annyeonghaseyo.. “

“Nde annyeonghaseyo nde.. “

 

Hingga saat Lay yang bertatap muka dengan mantan kekasihnya itu ..

Mata Woo Yeon maupun Lay saling bertemu. “A—an—anyeongahaseyo.. “ Lay begitu gugup.

“Ah ye annyeonghaseyo..” Terukir senyuman getir diwajah Woo Yeon.

 

“Jung Uisanim, aku akan bertolak ke L.A hari ini. EXO akan perform disana.”

DEG ! Perkataan Seunghwan membuat Ji Ah mendongak seketika. “EXO?” Suara Ji Ah sedikit meninggi.

 

“Nde, waeyo? ” Seunghwan meresponnya dengan cukup baik.

“Ahh — keugeyo— ah —- aku YI XING FANS ! “ Ji Ah berpikir cukup lama, dan ia menemukan sebuah nama yang sulit untuk ia temukan.

 

“Ahh Lay maksud mu?  LAY disini ada Fans mu..” Seunghwan berteriak ke arah Van hitam.

Lay kembali menyembulkan kepalanya. “Kamsahamnida.. “

 

“Ahh jadi itu LAY itu YI XING? YI XING itu LAY? Ahh geurekuna.. “ Ji Ah tidak menyadari jika perkataannya membuat Seunghwan, Tao dan Woo Yeon memandang heran padanya.

 

“Ji Ah, bersikaplah yang sopan.” Woo Yeon lagi – lagi menyikut sikut Ji Ah.

“Aish Yeon kau ini apa – apaan! Apho! “ Ji Ah balas berbisik.

 

“Tao? Kau kenapa belum masuk kedalam mobil?” Seunghwan baru  menyadari jika Tao masih disampingnya.

“Ye? Ahh hahaha, ah ye hyung ye, aku baru saja mau masuk haha. Jung Ji Ah-ssi annyeonghaseyo. “ Tao tertawa bodoh, dan hanya berpamitan  pada Ji Ah.

 

“Ah ye ye.” Ji Ah masih bergidik aneh menatap punggung Tao yang menghilang dibalik pintu Van.

 

Tao memasuki Van hitam dimana Lay, Kris, Chanyeol, Sehun,Luhan, D.o  serta  Jae manager ada didalamnya.

 

“EYYHHHH ~~~ “ memberdeul bersamaan menyoraki Tao.

“Euungg? Kalian kenapa?” Jae manager melihat dari kaca spion.

 

“Tao bertemu dengan gadis selca nya hyung gyahahaha.. “ Baekhyun tertawa disusul oleh memberdeul yang lain.

“Mwo? Nugu?”  Jae mengernyit.

 

“Itu, yang diluar sana. “ Sehun yang duduk didepan menunjuk arah luar Van.

“Eoh? Kau menyukai Nona Jung itu Tao? Aigo —- itu Noona mu Tao.. “ Jae hanya melihat Woo Yeon.

 

“Aih bukan yang itu hyung! Yang disebelahnya.. “ Chanyeol menepuk dahinya sendiri.

“Ahh yang itu. Lalu mau diapakan?” Jae hanya mengangguk datar.

Mereka semuanya kembali terdiam, mereka paham akan reaksi yang diberikan oleh sang manager.

 

“Xiao Lu, Kris Ge tidak disini kan?” Tao berbisik pada Luhan yang ada disampingnya.

Tiba – tiba .. “ Eo. Kris Ge isseumnida (ada disini).. “ Suara bass yang berbisik tepat dibelakang tengkuk Tao terdengar begitu menyeramkan.

 

“Eoh Gege!” Tao reflek menoleh arah belakang, ia tidak menyadari bahwa Kris duduk ditengah – tengah Baekhyun dan Chanyeol dikursi paling belakang.

“Aku belum selesai dengan mu Huang Zhi Tao.. “

“Hmmmfttt !” Suara bisikan Kris membuat BaekYeol tertawa tertahan.

 

“Gege.. “ wajah Tao berubah pucat, ia sengaja tidak memberitahu Kris karena Kris adalah satu – satunya hyung nya yang tidak mengizinkannya untuk menjalin hubungan  dengan gadis manapun.

 

“Sehunni, kau tidak memiliki yeoja selca, atau yeoja yang kau sukai eum?” Jae melihat Sehun yang dengan santainya menyendiri dengan earphone ditelinganya.

 

“Aku tidak tertarik hyung.” Sehun menjawab singkat sambil mengotak – atik ponsel miliknya.

 

“Itu bagus. Jadikan magnae kalian panutan eoh? Jangan melihat yeoja cantik sedikit saja sudah .. “ Aigo.. “ “Omona! Omona! “ “ Jae memperagakan gaya konyolnya.

“Gyahahahaha.. “ Mereka kembali tertawa bersamaan. Kedekatan managerdeul bersama mereka semakin hari semakin terlihat, mereka akan bercanda satu sama lain ketika waktunya untuk bercanda.

 

Tin Tin Tinnnnn~

“Eoh mereka sudah mau jalan hyung.. “

 

“OK. INCHEON … “  Jae manager mulai menginjak pedal gas, dan melajukan mobil yang ia kendarai setelah Van putih lebih dulu melewati mereka.

 

xxx

 

Ting tong ting tong ~

“Nde nuguseyo? Chamkammanyo .. “ Yaegi berlarian kecil membuka pintu.

 

CEKLEK ~

“Kyaaaa—- Woo Yeon-ah.. “ Yaegi langsung berhamburan memeluk Woo Yeon, tepancar rasa bahagia yang tidak dapat dilukiskan diwajahnya.

 

“Mianhaeyo, aku pagi – pagi sudah merepotkan mu.” Woo Yeon tersenyum hangat padanya.

“Anyio, jinjja anyinde. Seharusnya aku yang meminta maaf, karena kau, aku tidak perlu menjemput adik mu ke Daegu.  Kyyaaa—- neomu na bogoshipta Jung Woo Yeon-ah.. “ Yaegi kembali memeluk Woo Yeon.

 

“Hahaha, aku su—sah bernafas Yaegi-ah..” Woo Yeon menahan pelukan Yaegi yang begitu erat.

“Ah mianhae, aku terlalu senang. Eoh ini—- “ Yaegi baru menyadari sosok Ji Ah yang ada disamping Woo Yeon.

 

“Annyeonghaseyo Jung Ji Ah imnida.. “ Yeoja yang memakai blazer dongker itu membungkukkan badannya sopan.

“Nde annyeonghaseyo, ahh deorowa gaseyo (silahkan masuk).. “ Yaegi nyaris  melupakan untuk menyuruh tamunya itu untuk masuk.

 

“JiJi, ini Yaegi eonni yang pernah ku ceritakan pada mu. Kau akan tinggal bersamanya selama kau diKorea, tapi ingat tidak lebih dari satu bulan, aro?” Woo Yeon langsung berbicara tegas.

“Arasseo, kau sudah mengulanginya lebih dari 10 kali Yeon.” Ji Ah masih berdecak kesal pada saudara angkat nya itu.

 

“Hahaha. Kalian lucu sekali.” Yaegi dapat mendengar cek – cok diantara kakak-beradik itu.

“Yaegi-ah, aku sebenarnya sangat merasa tidak enak pada mu & Seunghwan-ssi. Tapi Daddy ku menyuruh ku seperti itu. Gomapseumnida Yaegi-ah..” Woo Yeon lagi – lagi mengucapkan terimakasih.

 

Yaegi tidak menyadari jika sedari tadi Ji Ah terus memandangnya, sudah sangat lama ia penasaran akan sosok Yaegi yang selalu diceritakan oleh Woo Joon semasa hidupnya.

 

“Ternyata benar, dia yeoja yang ada diacara musik itu. Jadi ini gadis yang disukai Oppa ku.. “ Ji Ah bergumam dalam hatinya dengan manik  mata yang belum berpindah dari sosok Yaegi.

 

“Tadi aku berjumpa mereka & suami mu dibawah—- “

“MWO? SUAMI?” Ji Ah sontak terkejut mendengar perkataan Woo Yeon.

“Ji Ah, pelankan suara mu. Kau bisa membangunkan Twins Baby.” Woo Yeon mencubit lengan Ji Ah.

“EH? BABY? Anyi maksud ku anak. Anak siapa Yeon?” Ji Ah semakin kebingungan.

“Mereka anak – anak ku.” Yaegi tersenyum ramah.

“Ka—kkau su—dah menikah ?” Ji Ah terbata.

Yaegi mengangguk sambil tersenyum. “Nde, aku sudah menikah.”

 

“Yeon kau bilang dia gadis yang disukai oppa, tapi kenapa dia menikah dengan orang lain? Lalu bayi kembar? Yeon, kau jangan mencoba mengelabuiku!” Ji Ah berpindah mendekat ke sisi Woo Yeon dan berbisik jelas.

“Ji Ah, jaga sikap mu. Nanti akan ku ceritakan, sudah duduk lah yang benar.”Woo Yeon meremas tangan Ji Ah agar kembali bersikap normal.

 

Ji Ah masih menekuk wajahnya, ia sama sekali tidak mengerti dengan semua ini.

“Ahh matta, kalian sudah sarapan? Soo Rim sedang menyiapkannya, kajja.. “ Yaegi mengajak mereka menuju dapur.

“Ah tidak usah, aku harus check pukul 8 pagi ini Yaegi-ah. Aku ke Korea hanya untuk mengantar Ji Ah ke rumah mu. Aku tidak mengambil cuti, karena pasien ku membutuh kan ku 24 jam.” Woo Yeon meraih handbag miliknya dan bergegas untuk berpamitan.

 

“Nde? Benarkah begitu? Woo Yeon-ah, kenapa tidak membiarkan ku saja menjemput adik mu? Kau sudah banyak membuang waktu mu.” Yaegi semakin merasa tidak enak.

“Gwenchana. Aku sudah terbiasa Yaegi-ah.  Mungkin aku akan kemari lagi untuk menjemput Ji Ah bulan depan. Aku harus pamit sekarang, karena jadwal penerbangan ku tepat pukul 8.”

“Yeon.. kartu kredit ku.. “ Ji Ah menyambangi.

“Pakailah dulu ATM mu. Aku terburu – buru, aku meninggalkannya dihotel. Ji Ah, kau jangan nakal disini. Kau sudah dewasa, jangan membuat tingkah yang tidak – tidak ara? Bulan depan eonni akan menjemput mu dan pulang ke Kanada.” Chuppp ~ Woo Yeon mengecup kening adik semata wayang nya itu.

 

“Arasseo.” Ji Ah melengos pasrah, dia harus menjadi orang yang super hemat selama satu bulan ini.

“Ji Ah-ssi, kau duluan saja ke dapur. Disana ada Soo Rim, anggap saja rumah sendiri. Aku mengantar eonni mu sebentar.. “

 

“Nde? Ah tidak usah— “ Ji Ah menolak cepat.

“Gwenchana. Pergilah.. “ Yaegi mendorong Ji Ah agar berbalik menuju dapur.

 

Kini Yaegi sudah mengantar Woo Yeon hingga kedepan pintunya.

“Yaegi-ah, sekali lagi gomawoyo. Kau sudah baik sekali pada ku.”

 

Yaegi menggeleng cepat. “Anyi, aku sama sekali tidak melakukan apapun Yeon-ah. Aku senang bisa membantu mu seperti ini. Ku rasa Ji Ah anak yang penurut.”

“Dia mau tinggal disini karena aku mengatakan padanya bahwa kau teman baik Woo Joon semasa kecil.”

“Nde? “

“Dia sangat menyayangi Woo Joon seperti oppa kandungnya sendiri. Dia sangat terpukul ketika kepergian Woo Joon. Ku harap kau bisa mengerti jika nanti dia akan banyak bertanya tentang Woo Joon pada mu.”

“Ah nde nde Woo Yeon-ah.. “ Yaegi mengangguk pelan.

“Ah ye, bagaimana kepala mu? Apakah  kau masih sering merasakan nyeri?”

“Anyi, aku merasa sudah sangat baik. “ Yaegi memegang kepalanya.

“Syukurlah. Aku juga memiliki kasus yang sama dengan pasien ku di Ausi. Tetapi dia berbeda dengan mu, dia menderita radang otak. Terkadang aku merasa kasihan padanya, dia masih terlalu kecil untuk menanggung penyakitnya itu. Dia anak yang begitu lucu.” Woo Yeon sedikit menceritakan pengalamannya saat ini.

 

“Jinjjayo?” sorot mata Yaegi seolah mengingat seseorang yang juga sangat dekat dengannya.

“Nde, umurnya baru menginjak 4 tahun. Dia memiliki marga yang sama dengan mu. Tapi dia tidak memiliki orang tua Yaegi-ah.. “

DEG ! Mata Yaegi seketika membulat sempurna. “Ma— marga—marga nya Cho?” Yaegi memastikan.

 

“Nde, Cho Kyu — “ Drrrrtttt Drrrttt .. kalimat Woo Yeon terputus karena suara getar ponsel nya yang menginterupsi.

“Ah Yaegi-ah, mianhasseo. Lain kali kita bisa berbicara lebih banyak lagi melalui skype. Supir yang mengantarkan ku ke bandara sudah menelfon. Aku harus pergi sekarang.”

“Woo Yeon-ah.. “ Yaegi masih sangat penasaran dengan pasien itu.

 

“Yaegi-ah, hanmbammal gomapseumnida (sekali lagi terima kasih).. Aku permisi.” Woo Yeon tidak memiliki banyak waktu, atau ia akan tertinggal pesawat pagi ini.

 

“Nde, berhati – hatilah.” Yaegi pun tidak mungkin menahan yeoja yang super sibuk itu. Meskipun bayang – bayang Kyubin berkelebat, ia masih merasa tidak yakin jika pasien yang dimaksud oleh Woo Yeon adalah putra angkatnya yang bernama Cho Kyubin.

~~~

Setelah Woo Yeon pulang dari apartementnya, kini Yaegi, Ji Ah dan Soo Rim sedang sarapan bersama. Masih tampak suasana canggung yang tercipta, ditambah kondisi Soo Rim yang terlihat tidak begitu baik setelah pertemuan pagi tadi bersama Suho.

 

“Ji Ah-ssi, mani mogo (makan lah yang banyak).. anggap saja rumah mu sendiri. Kau menyukai sup ayam?” Yaegi hendak mengambil semangkuk sup ayam untuk yeoja yang memiliki lesung pipi itu.

“Ah nde. Aku bisa makan apa saja eonni. Ah ye, panggil aku JiJi.” Ji Ah berbicara sedikit malu – malu.

 

“JiJi? Kyeopta..” Soo Rim menyambanginya.

“Itu nama panggilan yang Joon berikan untuk ku.” Ji Ah tersenyum lebar sembari melahap sarapannya.

 

“Geureyo? Joaheyo.” Yaegi menaggapinya dengan sumringah, agar tidak mengecewakan JiJi.

 

“Hkkkkkhhhooooaaaa.. hooooaaa.. “

“Eoh mereka sudah bangun —- “ Yaegi mendengar suara tangisan kedua buah hatinya dari dalam kamar.

 

“Biar aku saja Yaegi-ah. “ Soo Rim juga ikut bangun dari kursi makannya.

“Sepertinya dua – duanya bangun Soo Rim-ah.” Yaegi beralih pada Ji Ah .. “JiJi-ah, kau tunggu disini sebentar ne? Aku mengambil mereka didalam kamar.

“Ah ye ye eonni-yya. “ Ji Ah hanya mengangguk mengiyakan.

 

Selang beberapa saat…

“Cha —- annyeonghaseyo … “ Yaegi membawa Geum Sha dalam gendongannya, dan Geum Chan bersama Soo Rim.

 

“Hhmmmkkk.. “ Ji Ah nyaris tersedak setelah melihat twins baby yang hanya menggenakan kaos putih tanpa lengan dan celana panjang bermotif winni the pooh.

 

“Me— me re—ka mereka hidup eonni?” Ji Ah menunjuk Twins Baby dengan sumpit yang ada ditangannya.

 

“gyahaha.. tentu saja. Mereka ini bayi sungguhan, bukan boneka.” Soo Rim tergelak mendengar pertanyaan Ji Ah.

 

“Eooommmaa.. “ Geum Chan mengeluarkan suaranya.

“Ya Tuhan, seperti boneka..  ini anak mu eonni?” Ji Ah kini melihat ChanSha dari arah dekat.

“Nde, yang ini Geum Sha & yang itu Geum Chan. Mereka kembar.” Yaegi mengubah posisi Geum Sha yang ada didalam gendongannya.

 

Ji Ah masih terheran – heran menatap dua bayi menggemaskan itu. “Eonni, suami mu western?”

 

“Ye? Ahh anyi, dia penduduk Cina asli, tapi pernah lama menetap di Kanada. Ah ye, ayo lanjutkan sarapan mu.” Yaegi berjalan menuju kursi makannya.

Ji Ah masih menatap ChanSha bergantian. “Suami mu Seunghwan-ssi itu?”

 

“HMMMFFTT ~ “ Soo Rim nyaris tertawa terbahak.

“Ah anyu. Itu samchon ku JiJi-ah, hahaha.. Suami ku —-“ kalimat Yaegi tertahan.

“Suami mu siapa eonni? Mianhae, aku mengira bahwa Seunghwan-ssi itu adalah suami mu. Karena tadi kami bertemu dengannya bersama EXO.”

 

“Eung, suami ku— suami ku Kris.”  Yaegi mengatakannya ragu.

“Eo geureyo? Eoh eonni, EXO juga tinggal disini?”

“Yee? Nde. Waeyo?” Yaegi mengangguk singkat.

Ji Ah meneguk segelas air terlebih dahulu .. “Tidak. Aku bertanya saja.” Ji Ah mengurungkan niatnya untuk mengatakan yang sebenarnya.

 

“Aku harus bisa bertemu dengan namja Yi Xing itu. Eum, aku harus bertemu dengannya.” Ji Ah lagi – lagi bergumam dalam hatinya.

 

xxx

130827 _ 6 P.M KST

SM Building

Hari ini EXO sudah kembali di Bumi Seoul,Korea. Setelah berhasil memukau seluruh Fans yang berada di L.A melalui KCON 2013, kini mereka sudah mulai menjalankan aktifitas seperti biasa. Tepat pukul 9 pagi tadi, EXO sudah tiba di Incheon. Mereka memiliki waktu untuk istirahat beberapa waktu, tetapi tidak di Dorm. Mereka masih harus melakukan pertemuan rutin bersama jajaran staff yang juga ikut terlibat dalam penyusunan jadwal, acara,outfit, hingga segala hal yang berhubungan untuk membuat EXO menjadi labih baik dari hari ke hari – hari berikutnya.

 

Mereka kini memasuki ruang latihan, setelah mengganti pakaian mereka dan kembali segar seperti saat sekarang.

 

“Hyung. Aku lapar, aku mau ke kantin sebentar.” Sehun memegangi perutnya.

“Tadi Im membelikan banyak paket ayam goreng. Sudah habis semuanya?” Yong Jun manager tidak percaya.

 

“Nde hyung. Sudah habis semuanya. Sehunni, disana masih ada kentang goreng dan beef steak milik ku. Dimakan saja.” Lay menunjuk meja yang ada dipractice room.

 

“Aku ingin makan jajangmyun.” Sehun menggeleng.

“Sssh, yasudah. Setelah makan, langsung naik lagi. Sebentar lagi Shim Jae Won dan yang lainnya akan tiba. Ahh Tony  juga sedang berada di Korea.” Yong Jun mengizinkan Sehun untuk turun ke kantin.

 

“Aku juga haus.” Kris  ikut  bangun dari sandarannya.

“Aku ikut —- “

“Tao. Kau mau makan apa lagi? Nanti perut mu meletus.” Yong Jun menahan Tao yang juga hendak bangun.

 

“Gyahahaha.. “ memberdeul terbahak karena perkataan sang manager.

xxx

Setiba dikantin, Sehun langsung berhamburan memesan jajangmyun pada Yun Ahjussi, salah satu penjaga kantin SM yang sudah melegenda.

 

Kantin disore ini tampak sepi, tidak seperti biasanya, mungkin dikarenakan trainee SM masih berada diruang practice mereka masing – masing, dan sebagian lagi berlatih pada cabang SM lainnya. Sementara bagi mereka yang sudah didebutkan, akan sangat sulit untuk didapati makan dan duduk dikantin .

 

“Hyung. Kau mau tidak?” Sehun berteriak pada Kris yang sedang membuka lemari es untuk mengambil sebotol  guava juice.

 

“Tidak. Aku sudah kenyang.” Kris melambaikan tangannya, lalu memilih tempat untuk duduk.

“Ahjussi, aku pesan dua nde? Gomapseumnida.. “ Sehun membungkuk sopan lalu menyusul Kris yang sudah lebih dulu duduk.

 

Selang beberapa waktu mereka menunggu jajangmyun yang sedang dimasak. Seorang sunbae besar mereka terlihat memasuki kantin.

“Eo? Itu KiBum sunbaenim.. “ Sehun melihat ke  arah KiBum yang memakai earphone ditelinganya, ia membuka lemari es dan mengambil sebuah minuman kaleng.

KiBum menoleh pada Kris & Sehun .. “Annyeonghaseyo.. “

“Ah ye annyeonghaseyo KiBum sunbaenim.. “ Kris & Sehun segera bangkit dari duduknya.

 

KiBum jalan mendekat .. “EXO matnayo (kan)?” KiBum tersenyum ramah.

“Ye masseunida KiBum sunbaenim.” Mereka kembali membungkuk sopan.

“Kalian begitu bekerja keras. GROWL itu sangat keren.” KiBum menepuk bahu Sehun & Kris bergantian.

“Gamsahamnida sunbaenim.. “

“Eum. Aku tinggal kesana. Hwating! “ KiBum kembali ke meja sudut dimana ia menaruh minumannya, ini untuk kali pertanya EXO bertatapan langsung dengan KiBum SJ setelah mereka didebutkan sebagai EXO.

 

“Kau pernah menonton dramanya Sehunni? Jinjja daebak.. “ Kris salah satu penggemar drama yang diperankan oleh KiBum.

“Anyu. Aku tertinggal 18 episode pororo karena jadwal kita hyung.”Sehun menggeleng polos.

“Gyahaha. Wajah mu menjadi mirip pororo.. “ Kris terkekeh geli melihat wajah polos Sehun.

“Geuroom, pororo jjangeyo hyung, JJANG!” Sehun mengangkat kedua jempolnya.

 

“Nde nde. ChanSha juga suka menonton pororo.” Kris mengangguk mengiyakan perkataan Sehun.

“Jinjja? Woaaahh.. aku bisa membuka Fans Club pororo jika mereka besar nanti. “ Sehun semakin bersemangat.

“Eum lakukan sesuka mu.. “ Kris kembali meneguk guava juice miliknya.

“Ssshh, aih jajangmyun nya kenapa lama sekali? “ Sehun menoleh ke dapur kantin.

“Bersabar lah. Ini minum punya ku.. “ Kris menyodorkan minuman miliknya.

“Shireo. Aku tidak haus hyung. Eoh Suho hyung! Lay hyung!” Sehun melambaikan tangannya.

 

“Kalian kenapa ikut turun?” Kris melihat Lay & Suho juga masuk ke area kantin.

“Aku haus. “ Lay langsung mengambil minuman milik Kris lalu meneguknya.

“Sehunni, mana jajangmyun mu?” Suho menarik kursi yang ada disebelah Sehun.

“Belum datang hyung. Ah chamkamman, aku menemui Yun Ahjussi lagi .. “ Sehun berlarian menuju Yun Ahjussi.

 

Pada waktu yang bersamaan, tampak Amber & Krystal datang menghampiri mereka yang sedang duduk menunggu baby magnae Oh Sehun & jajangmyunnya.

 

“A-yo.. kalian baru saja tiba hmm?” Amber merangkul Kris begitu dekat.

“Tidak. Sudah tadi pagi. Anjuseyo .. “ Suho menarik bangku yang ada disebelahnya.

 

“Kris, mana jam tangan pesanan ku?” Amber memilih duduk tepat disamping Kris.

“Ahh ada. Besok akan ku bawa.”

“Thanks million brotha.. hahaha.. “ Amber dengan lepasnya menggelayut dileher Kris.

 

“Krys sunbaenim anjuseyo.. “ Lay juga ikut menyuruh Krsytal untuk duduk. Krystal memiliki dua pilihan yang sangat sulit, ada dua bangku yang tersisa yaitu disisi kanan Suho & disisi kiri Lay.

 

Krystal merasakan gugup yang luar biasa, tidak itu dengan Suho tetapi  juga dengan Lay. “Nde, gomawoyo. Tapi aku mau kesana seben—- “

PRANG !! Krystal berbalik dan tanpa sengaja menabrak sesuatu.

“AUUUUH PANAS !! NENEK SIHIR !!” ternyata Sehun & jajangmyun nya. Sehun spontan berteriak .

“Ahh maaf, sungguh maaf. Maakfkan aku Oh Sehun.. “ Krystal tampak pucat saat ini, ia berusaha membersihkan tangan Sehun dengan tisu yang ada diatas meja.

Jajangmyun yang baru saja siap untuk disantap itu kini bertumpahan dilantai kantin.

“Jajangmyun ku.. “ Sehun masih menatap Jajangmyunnya yang tumpah.

“Mianhae,aku sungguh tidak sengaja Sehun-ah.. “Krystal lagi – lagi membungkukkan badannya.

“Aish sudah – sudah ! KU BILANG SUDAH !!”

 

“Oh Sehun suara mu!” Suho reflek membentak Sehun dengan suara yang tidak begitu tinggi.

“Mianata, jeongmal mianata.. hiks.. “

“Huh? Baby Soo Jung?” Amber mendengar sebuah isakan.

“Hiks. Eonni, aku mau ke toilet sebentar. Sekali lagi mianhae Sehun-ah. Hiks.. “ Krystal berlarian keluar dari kantin.

 

“Eoh Baby Soo Jung ! Semuanya, ku tinggal dulu.” Amber berlarian menyusul Krystal.

“Sehunni, kau tadi tidak sopan. Lain kali jangan seperti itu.”  Suho kembali mengingatkannya.

“Tapi aku lapar hyung.. “ Sehun masih membersihkan dirinya.

“Nde, tapi suara mu itu terlalu besar. Jika ada orang lain yang melihat, itu tidak baik.” Lay ikut menambahkan.

“Untung saja KiBum sunbaenim sudah pergi. Kenapa tidak menyuruh Ahjussi yang membawanya?” Kris membantu Sehun membersihkan bajunya yang tumpah oleh jajangmyun.

 

“Ahjussi sedang ke kamar mandi. Kalian sudah ku panggil berkali – kali untuk membawa nampan ku tapi tidak ada yang mendengarnya.”  Wajah Sehun masih tertekuk.

“Nde, tapi lain kali jangan seperti itu. “ Suho kembali mengingatkan.

“Tapi aku lapar hyung. Nenek sihir itu— “

“Ku bilang sudah!” Kris berdecak kesal.

“Sudah- sudah, pesan saja lagi. Sehunni, pergilah memesan lagi. Hyung akan mentraktir mu..” Suho tidak ingin ada keributan yang panjang.

“SHIREO ! Hyungdeul kalian payah ! “ BRAK ! Sehun menaruh nampan yang masih ada ditangannya, lalu meletakkan secara kasar diatas meja, dan ia pun berhamburan keluar kantin.

“Sehun.. Oh Sehun.. “

“Astaga bocah itu.. “

“Duizang kau kenapa memarahinya! “ Lay kini menyalahkan Kris.

“Tidak, maksud ku bukan begitu.”

“Anak itu, kenapa jadi sensitif sekali? “

 

xxx

TRING ~ Sehun keluar dari dalam lift, ia tidak langsung kembali ke practice room EXO, melainkan ia turun dilantai 4 dan terlihat mencari sebuah ruangan..

 

“Annyeonghaseyo.. “ Sehun mengintip kedalam sebuah ruangan.

 

4  orang yang ada didalam bangkit dari duduknya “Nde annyeonghaseyo.. “

“Oh Sehun-ah.. “ Salah seorang diantara mereka berjalan menghampiri Sehun.

Mata Sehun teralih pada sosok yang masih berjongkok menutup wajahnya.

“Sul Sul .. Soo Jung — aku mau bertemu Soo Jung.. “ Sehun memanggil Sulli sesukanya.

 

“Baby Soo Jung, itu Sehun datang menemui mu.. “Victoria yang sudah mengetahui kronologi yang sebenarnya bersikap biasa saja.

 

Sehun berjalan mendekati Krystal yang masih sesenggukan menangis karena Sehun membentaknya.

 

“Soo Jung .. “ Sehun ikut berjongkok, wajahnya berubah khawatir.

“Hiks.. nanti aku akan mengganti jajangmyun mu.. hiks aku sungguh tidak sengaja gigi busuk..” Krystal berbicara disela – sela tangisannya.

 

“Aih bukan begitu nenek sihir, aku —- aku yang salah. Mianhae.. “ Sehun mencoba menarik tangan Krsytal yang masih menutupi wajahnya.

“Ahh tidak mau. Mata ku sembab.” Krsytal enggan membuak wajahnya.

“Aih tidak apa- apa, ini aku. Aku hanya ingin meminta maaf, bukan mau melihat wajahmu.”

“Shireo! Wajah ku jelek saat ini.

“Kau memang selalu jelek. Aih palli.. “

 

“HMMfffttt ~ “ ulah mereka berdua membuat Sulli, Vic, Luna & Amber nyaris terbahak.

Sehun mendongak melihat keempat sunbaenya itu .” Sunbaenim, sebentar saja .. “ Sehun tersenyum aneh, lalu kembali membujuk Krystal.

 

“Nenek sihir, palli.. “

“Mwoe?!!” Akhirnya Krystal membuka tangkupan tangannya.

“Mianhae, aku tadi sudah kasar pada mu. Sudah mempermalukan mu. Mianata.. “ Sehun memberikan tangannya pada krystal.

Plak ~ Krystal hanya menempelkan tangannya sesaat. “Sudah.”

“Gomapta. Tapi, kau tetap harus mengganti jajangmyun ku. Eoh? Sunbaenimdeul gomapseumnida.. “ Sehun tidak membuang –buang waktu, ia adalah orang yang begitu to the point.

 

“Yak GIGI BUSUK ! NAEGA WAE  !!”

“Tadi kau sendiri yang mengatakannya ingin menggantinya.”

“YAK OH SEHUN !!”

 

“Aku permisi. Annyeonghaseyo.. “ Sehun tidak memperdulikan teriakan Krystal, ia justru membungkukkan badan dan kembali menghilang dibalik pintu practice room f(x).

 

xxx

Pong Pyu Apartement

Tepat pukul  7 malam, memberdeul sudah tiba didorm mereka tercinta. Mereka sudah selesai mandi, dan tujuan utama malam ini adalah langsung menghempaskan diri ke atas ranjang yang empuk.

Perjalanan jauh, dan latihan ekstra membuat lelah sudah mengrogoti  namja – namja tampan itu.

 

“Byun Baek, kau mau kemana lagi?” Chanyeol melihat Baekhyun membawa laptop miliknya keluar kamar.

“Sudah kau tidur saja. Jangan mengunci pintu.” Baekhyun tidak begitu menghiraukan Chanyeol yang selalu cerewet terhadapnya.

 

“Aku ke atas sebentar. Aku tidur di dorm. Katakan pada manager hyung, aku mengantar sesuatu sebentar saja.” Kris membawa sebuah goddie bag yang cukup besar, ia bergegas untuk naik ke lantai 20.

 

“Aigoooo Duizang..  sepertinya sudah tidak sabar eyyyhhh —- “ Luhan berteriak dari darah dapur.

BLAM ! Kris menjawabnya dengan dentuman pintu -___-

 

Satu persatu kini lampu kamar memberdeul sudah padam, tampaknya mereka kini sudah mulai terlelap ke alam mimpi.

 

Sehun  yang baru saja selesai keluar dari kamar mandi, melihat Baekhyun yang masih berkutat dengan laptop yang ada didepannya dan ponsel yang ia arahkan ke telinganya.

 

“Moon Ri-ah, Oppa wasseo. Aktifkan  Kakao mu sekarang nde? “

“………..”

“Nde jagiya.. oppa gidarilke.. annyeong           ~ “ bip. Baekhyun berbicara sangat mesra dengan seseorang diseberang sana. Kini senyuman diwajahnya merekah setelah ia memutuskan sambungan telfonnya.

 

“Hyung, kau berkencan malam – malam begini?” Sehun mendengar jelas percakapan singkat antara Baekhyun dan yeoja yang ia panggil Moon Ri itu.

 

“Eo Sehunni.. anyi, tadi itu teman ku. Kau pergilah tidur, jaljjayo Sehunni .. “ Baekhyun tampak sangat berbinar malam ini.
“Baekhyun hyung juga sinting.. “ Sehun mendesis pelan, lalu masuk ke kamarnya.

 

xxx

Tik tok tik tok .. dentuman jarum jam terus berbunyi, dan kini sudah tepat pukul 9  malam. Sehun masih  terjaga, karena sesuatu yang terus menganggu fokusnya untuk tidur.

 

Kriyuuuk kriyuukk .. “Aih berisik. Besok pagi aku akan mengisi mu dengan banyak makanan.” Sehun berkali – kali berbicara pada perutnya yang sedari tadi terus berbunyi.

 

“Nana-ah.. Kim Nana.. ahh jangan menginjak ku.. Ahh tidak ! Ahh “ Plak ! Tangan Luhan jatuh tepat diwajah Sehun.

“Auuhh sssh, Luhan hyung bergeserlah sedikit.” Luhan memiliki kebiasaaan buruk, ia suka berguling dari ranjangnya dan jatuh ke ranjang Sehun.

 

“Kim Nana, jangan menginjak ku.. tidak — tidak.. “ Luhan tampaknya sedang mengingau.

“Sssh, kenapa setiap malam dia memanggil Kim Nana? Aih Luhan hyung tangan mu!” Sehun menolak Luhan agar menjauh darinya.

 

“Aku seperti itu Sehunni anyammmnyamguuushhh ..” entah apa yang diucapkan oleh namja chinese itu, dia terus berbicara dalam bahasa planetnya.

“Aish Luhan hyung. Jika saja Fans mu tahu kau tidur seperti ini, aigo…  memalukan.. “ Sehun memilih untuk bangun.

 

Ia berjalan keluar kamar, membuka satu persatu kamar para hyungdeulnya. “Eoh manager hyung belum juga pulang?”

 

Sehun beralih pada kamar D.o, ia melihat D.o dan Kai tidur dengan posisi berpelukan tanpa menggenakan baju.

“D.o hyung sepertinya lelah sekali.. “ Sehun kembali mengurungkan niatnya.

 

“Suho hyung, kasihan jika aku bangunkan. Dia selalu mendapatkan tugas yang berat oleh manager hyung..”

 

“Lay hyung! Ah Lay hyung! Tapi — aku takut jika dia salah mengambil panci, dia itu pelupa berat.. “

 

“Xiumin hyung —- ah tidak mau, nanti akan memaksa ku memakan snack bakpao nya.”

 

“Tao — aih ricecooker saja dia tidak tahu yang mana. Aish ~”

 

“Kris hyung.. aku tidak mungkin pergi ke lantai atas malam – malam begini.” Sehun kali ini benar – benar harus turun ke dapur sendirian, ia berjalan gontai melewati ruang TV..

 

“Oppa..  kau baik – baik saja? Jaga kesehatan mu. “

“Gwenchana. Jika aku sudah melihat wajah Moon Ri ku, maka aku akan selalu tersenyum seperti ini..  SMILE ~”

“Hahaha. Oppa gomawoyo.. aku tidak sedih lagi sekarang.”

“Moon Ri-ah.. “

“Nde?”

“Meskipun kita masih harus berkencan dengan cara yang seperti ini, tapi aku menyukainya. Goo Moon Ri saranghaeyo.. “

“Na Do Baekhyun oppa.. “

“Moon Ri-ah, pergilah tidur sekarang. Oppa juga akan tidur.”

“Eoh oppa.—- “ seketika wajah yeoja yang kini terlihat pada layar monitor laptop Baekhyun, menunjuk arah belakang Baekhyun.

 

“Wae jagiya?” Baekhyun mengernyit, lalu ia juga melihat arah belakangnya.. “Eo Sehunni.. “

Sehun berdiri dengan memegang sebungkus ramyun ditangannya.

 

“Hyung, buatkan aku ramyun.. aku lapar..” wajah Sehun terlihat sangat pasrah.

“Sehunni, wajah mu akan membengkak jika memakan ramyun malam – malam begini. Minum lah air putih yang banyak lalu pergilah tidur nde?” Baekhyun mengambil bungkusan ramyun dari tangan Sehun.

 

“Hyung, jebalyo.. begophayo (aku lapar) .. “ Sehun masih bertahan diposisinya.

“Sssh, Moon Ri-ah.. chamkamman nde?” Baekhyun tersenyum pada yeojachingunya yang masih bervideo dengannya itu.

Lalu ia kini bangkit dari duduknya untuk membujuk Sehun agar kembali masuk ke kamar.

 

“Sehunni, teguk lah air putih yang banyak.”

“Shireo. Aku lapar hyung, aku tidak haus.”

“Sehunni.. “

“Katakan pada kekasih mu, kau mau membuatkan ramyun sebentar saja.” Sehun melihat layar laptop Baekhyun.

“Aih, kau ini.. Tidak mau. Hyung tidak akan membuatkannya untuk mu.”

“Baekhyun hyung.. “

“Shireo! Masuklah ke kamar sekarang eum? Besok pagi hyung akan membuatkan ramyun sebanyak yang kau ingin. Algaetjo (mengerti) ? “ Baekhyun terus membujuk Sehun.

 

“SHIREO ! AKU AKAN MEMASAKNYA SENDIRI SAJA !!” Sehun mengambil ramyun yang ada diatas meja dan berjalan ke dapur.

 

“Oppa, kenapa dia?” Moon Ri ikut melihat Sehun.

“Ah anyi jagiya, dia —- “

PRANG ! TRING TRANG .. BRAKKK ! TRRRRRRUUUNG TRIIINK !!

“OMO! Moon Ri, besok oppa akan menghubungi lagi eoh? Jagiya, bye – bye.” Tut. Baekhyun segera menutup  paksa laptopnya, dan berlarian ke arah sumber suara.

 

CEKLEK ~ Memberdeul juga ikut terbangun karena suara dentuman yang begitu keras itu.

“Hooooammm … ini ada apa?”

“Aih siapa yang ada didapur malam – malam begini ? Hoaammm ..”

“Ada apa ini?”

 

Memberdeul kini berjalan gontai mengerumuni dapur..

PRANG !!! TING ! BRUK !

“ASTAGA OH SEHUN !! “

To Be Co

 

Annyeong ~ akhirnya kita ketemu lagi dipart 3 nde? Mian, selalu telat untuk memposting, kesibukan mulai menghampiri huhuhu *bow

Yahhh kali ini part YaeKris emang OUT OUT yak hahaha. Yah kan soalnya ini porsi besar untuk uri magnae, jadi yah banyak Sehunnya. Entar YaeKris nya nyelip – nyelip yah.

 

Ah iya, ngingetin lagi ini buat reader – reader ku tercintahhhh *biasa aja kale thor -_-

Untuk semua konflik yang bercouple – couple ria yang muncul, itu hanya sebagai clue/hint untuk EXO LIVE SERIES. Jadi jangan heran kalo cerita – cerita coupledeul itu kepotong – kepotong disini.  Ehhmm iyah, itu part nya Jung Ji Ah sedikit banyak, karena yang punya namkor Jung Ji Ah itu kemarin dia ultah, dia minta dibuatin epep hahaha. *puk puk Jiji

Yahhh harus dibuatin, entar dia ngamuk lagi ama aku hahaha. Dia sahabat ku. Ayo sama – sama ngucapin SAENGIL CHUKKAE  JIJI ^o^

Nahhh.. udah nyampe part ini? Udah pada mudeng belum Series ini gambarannya gimanah gituuu? Kekekeke.

Buat SIDERS semuanya, entar aku detect terus kalian bukanya pake password  yah kekek* ketawa evil

Tetap stay, dan LOVE EXO yahhhh ..  see u soon in the next chap ^o^ annyeong ~ Keep health, keep fighting !!

 

 

 

 

 

 

 

174 thoughts on “Sequel Part 2 END : Explosive Magnae ( 3)

  1. Akhirnya kluar juga lanjutannya eon -____- tapi seru jg sih ada part khusus buat sehunnie aja akakak #plak dia marah2 mlulu nih, cariin cewe aja eon tp OC aja jgn sama soojung, sbagai sehun stans aku ga ngeship -,- *sok ngatur hahaha ditunggu next chap, fighting !😀

  2. sorry aku baru bisa comment skrg, aigoo kemaren malem baca ini ngakak bener dah -_- itu si sehun acak” dapur yaa? buahahaha~
    lagian si bacon gamau buatin dia ramyun sihhh wkwkwk~
    gpp kl porsi yaerisnya dkid yaegi-ahh, its ok😀

  3. Emang amber bisa ngerángkul kris ??? Dia kan pendek (?) #Uppss😀 sehun makin cucok aja sama krystal🙂 Jung ji ah adiknya Jung woo yeon ?? Dua kakak adik yang mencintai orang yang sama . Kasihan😦 si Tao cinta sepihak lagi ?? HAHA!!!! Miris ya hidupnya . YaeKris jdi dikit T_T wait for the next eonni!

  4. SAENGIL CHUKKAE Jiji eonni
    dan buaf eunni jgn di proteck dong eun h
    kalau buat kai teryta udah puny pcar *jdipatahhatideh*
    untuk baby magnae klo ngak ada yg mau buatin rmen sam aq aja aq batin yang spesial dan untuk yeakrisnya agx bykin eunni
    untk next chapnya cepet yha eunni udh engk sbar

  5. aigoo sehun kenapa jadi suka marah na….
    kai udah ada masalah lagi ma jaerin -__-
    LUHAN TENANG NANA GAK NGINJEK KAMU KOK…hahaha ngakak deh eon pas baca bagian itu…
    itu kenapa di dapur banyak suara pecah begitu…
    jangan jangan mau ngerusak dapur…jangan rusak nanti dimarah D.O #D.Olagimelotot O.O

  6. Sehunnnnn rah marah muluuuu kayak ace kalo lagi dapet nihhh/dibakar ace/
    Nah lohhhh kakak adek sama sama suka lay.. Kiw kiwwwww
    JJANG!!!

  7. bener bener sedih lihat Soorim-Suho couple ini. apalagi Soorim yg keliatannya bener bener tersakiti😦 *soorim fighting*
    hahaha jiji lucu deh ya iyalah chansha itu hidup mereka kan bayi bukan boneka kkkk

    next chap ditunggu…

  8. Hiiiyaaak…!!Wattaau..#kungfupandanyasar,wah..Udah laaaaaamaaa engga baca sampai ketinggalan bnyak Part…Hehehe, ini aku lagi mau berangkat karnaval aja mampir dulu baca..Hohoho uri sehunoppagga~ telah dewasa..,aku kapan?-_- #pelukpikachu , lanjut..

  9. Annyeong ak pembaca baru disini ^^ . iseng2 bikin blog baru + iseng nyari blog fanfiction dan ketemu dengan blog EXO & Prince WuFan #prokprokprok😀 . ak udah baca sedikit banyak ceritanya,, bagus semua.. lanjutkan ^o^

  10. ngakak itu pas baca Luhan ngigau namanya Nana…XD LOL.. aih sehunnie galau ye, abang2nya semua udah menjalin cinta tapi dia belom….. wkwkwkwkwk,, sini hun ama aku aja… #huek yah,sbenernya aku belum mudeng ama ceritanya tapi yah aku nikmatin aja…. oh iya, twins wu disini partnya dikit.. ngambek niiiy -__-

  11. seneng deh sama author yg satu ini selalu nyempetin bales komen hehe jd aku seneng komen nya juga hihihi jangan bosen liat aku di bagian komentar yah thor.. fighting buat lanjutannya!!!

  12. Huwaaa..mian bru sempet comment unn..
    Bnr2 part khusus buat sehun..wlaupun ada couple lainny yg nyempil..k k k
    Sehun kasian amat unn…lg sensitif bgt…gemes deh..mgkn dy ny jg gemes kali ya ma hyung2 ny…
    Tp kata-katany sehun itu lho unn..dwasa alias bijak..k k k
    next dtunggu unn…

  13. Baby EXO lagi PMS ya? ._.v *ditendang Sehun
    Perasaan marah-marah mulu..
    Jangan gitu ah, ntar cepet tua loh.. mending senyum kaya bang happy virus😀
    Ceria~ gak gampang tua..
    *ngebahas tua mulu dari tadi -,-

    O iya 1 lagi..
    Mian eon, aku baru komen padahal bacanya udah tadi malem ._.V gara” laptop aku masih dipake sama sepupu -_- *curcol -.-

    Ok eon, nextnya ditunggu ya😉😀

  14. Ping-balik: Sequel Part 2 END : Explosive Magnae ( 4) | EXO & Prince WuFan

  15. sehuunn.. dirimu kenapa??
    marah marah mulu, hehehehe..
    ceritanya tambah lama tambah seru.. jempol deh buat author..
    next ya tor, di tunggu..🙂

  16. Hey heyy eonn aku ga comen di chap 2 di karenakan sinyal yg tba2 ilang…*katanya mau mudik dlu* *lebarannya kan udahan(?)* *tau deh ya(!)*

    hiraukan saja comment ini sungguh melenceng dr ff -_-

  17. annyeong yuyun imnida:))))
    aku reader baru. bangapta!!!

    eonni mianhae aku baru komen kemarin serius banget baca ffnya dari awal. seru banget sih. aku butuh 3 hari loh eon *ga ada yang nanya*

    kasih dio part juga dong. jangancuma marahin kai aja. kesannya dio kayak ibu tiri yang kejam banget gitu-_- tapi kalo mau dipairing jangan sama minah. jebal.

    eonni hwaiting!!!!! we are one!!!

  18. sehun knp itu??
    ada bencana kyk y setelah ngak ad yg mau buatin ramyeun oh sehun bereksperimen sendiri…
    suho n lay gmn sih sebener y perasaan y penasaran bgt pa bne mereka pindah ke Krystal…
    tunghu ff couole y deh…
    yah yg di omongin dokter woo yeon itu pasti cho kyubin kasian bgt dia sakit parah…
    kangen sama.kyubin…

  19. aigoo..baekhyun tega bgt..sehun laper masa dsuruh minum air putih yg bnyk..kasian kn..blm lg smw member cuma anggap sehun msh kecil g tw apa2..pdhl sehun kn pemikirannya lebih dewasa dr usianya..

  20. Itu masak ramyun apa perang n ngamuk d dapur oh se???
    itu jiji kaya’a mah bkn fans lay
    tp ada sesuatu
    g mungkin kan kalo fans g ngenalin idola’a…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s