Sequel Part 2 END : Explosive Magnae ( 4)

exo-k_sehun_cute_on_stage-99431

Chapter 3

Author                            : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast in this part        :

– EXO  Sehun | Kai | Suho | Tao | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |  D.o | Luhan | Lay | Chen |

– Kris  (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– Jung Ji Ah ( OC )

– Kim Nana (OC)

– Park Soo Rim (OC)

– EXO’s Real manager  Seunghwan | Im  Jaehyuk

Genre                             :  Kris Married Life – Romance – Family – Comedy – Brothership-Sad

Rating                             :  PG – 17

Length                            : Short Story

Disclaimer                       : Don’t copy paste / plagiat My Story.  Alur, ide, penokohan, semuanya milik Author. That’s all MINE.  EXO milik bersama, Kris milik saya😀

TYPO EVERYWHERE ! Happy reading ^o^

xxx

Tit – tit – titit –tiit .. “Y-G-C-H-O-61393” Kris menekan  tombol  yang terdapata pada pintu apartement Yaegi sambil mengucapkan serial password yang ia masukkan.

 

CEKLEK ~ Ia membuka knop pintu dan kini melangkah masuk kedalam apartement dengan sebuah goddie bag ditangannya.  Kris mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan apartement.

 

“Eo? Nuguchi (ini siapa) ?” Kris melihat seseorang yang sudah tergeletak tak berdaya persis didepan TV. Kris mengernyit sesaat untuk memastikan apakah itu adalah Yaegi.

 

“Kris-ah, wasseo (kau pulang) ?” Suara Yaegi membuyarkan fokusnya yang tengah memandang pada yeoja yang kini tertidur pulas dengan sebuah  buku komik  menutupi wajahnya serta earphone yang masih melekat dikedua telinganya.

 

“Ah nde. Yaegi-ah, nuguchi?” Kris masih penasaran dengan sosok tersebut. Ia menunjuk ke arah yeoja itu.

 

“Dia Jung Ji Ah, Woo Yeon yeodongsaeng (adik perempuan) .. “ Yaegi berbisik ditelinga Kris dengan sedikit menjinjitkan kakinya.

 

“Dia yeoja yang disembunyikan Tao dari ku.. “ Kris mendesis pelan.

 

Musseunmarhaeyo (kau bilang apa barusan) ? Kajja — “ Yaegi menarik lengan Kris untuk menjauh daru ruang TV. Kini mereka  duduk pada ruang utama apartement.

 

“Cha — seonmul-ryaa (ini ada hadiah) .. “ Kris menaruh goodie bag yang ia bawa dipangkuan Yaegi.

 

“Eo —- mwolyo (apa) ?” Yaegi membuka isi goodie bag tersebut yang ternyata isinya  berbagai macam mainan bayi.

 

“Aku tidak mungkin masuk kedalam shop yang menjual pakaian wanita ataupun yang berhubungan dengan wanita. Jadi aku hanya masuk ke baby store bersama Chanyeol, ini semua dia yang memilihnya.” Kris tersenyum puas.

 

Jinjjayo (sungguh) ? Lalu Chanyeol-ssi gga — juga yang membayarnya?” Yaegi mulai melihat satu persatu mainan buah hatinya itu.

 

“Anyia! Tentu saja aku yang membayarnya. Pertanyaan mu bodoh Nyonya Wu.. “ Kris menolak dahi Yaegi dengan satu telunjuknya.

 

“Aish ! Mana tahu saja, kau itu perhitungan.”

“MWO!!”

“Yak yak.. pelankan suara mu. Nanti Ji Ah akan terbangun. “ Yaegi cepat – cepat menarik Kris dan membekap mulutnya.

 

“Sssh, kau tega sekali mengatai ku seperti itu. Arasseo aku tidak pernah membelikan mu apapun.” Kris berdecak kesal.

“Eyyhhh —- gyahaha.. kau marah eum? yyyaaa —- Wu Yi Fan .. “ Yaegi mencolek dagu Kris, dan menyandarkan dagunya dibahu namja itu.

 

“Ck ! “ Kris mencoba menggeser bahunya.

“Kya—- bogoshiptaaa (aku merindukan mu).. hmmm.. “ Yaegi kini justru melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kris, ia memeluk namja beralis tebal itu dari arah samping.

 

“Lepas.”

“Tidak mau.”

“Lepas. Aku marah.”

“Tidak mau. Aku merindukanmu.”

“Cho Yaegi.”

“Wu Yi Fan.”

“Ku bilang lepas!”

“Tidak mau! Ku bilang tidak mau!” Yaegi yang kini tengah menyandarkan kepalanya tepat didada Kris, ia hanya menggelengkan kepalanya ketika Kris memintanya untuk melepaskan rengkuhannya.

 

“Lepas atau ku cium kau Nyonya Wu?!!” Kris mengeluarkan smirknya.

“Cium saja.. “ Yaegi menjawab enteng, ia  masih dalam posisi yang sama.

“Lalu aku akan berbuat lebih jauuhh .. “

“Eum, lebih jauh dari yang kau katakan juga tidak apa – apa.. “ Respon Yaegi begitu membuat Kris tidak percaya.

“Dan lebih jauhhhh lagi .. “ Kris belum juga menyerah.

Nde. Arasseo Tuan Wu.” Yaegi masih bersandar nyaman didalam dekapan Kris.

Kris kini tersenyum  evil dan mengangguk mantap. “Haoa (baiklah)— cha! Mari kita lakukan sekarang —- “

Yaegi langsung bangun dari sandarannya.  GULP —- terdengar jelas salivanya yang ia telan secara paksa.

“Anyi Kris-ah. Bukankah kau sedang merasa sangat lelah hmm?” Yaegi memutar otaknya yang kini terus dirundung rasa takut.

Kris mendekatkan wajahnya sedekat mungkin pada yeoja bertubuh mungil itu .. “Kenapa harus merasakan lelah jika kau ada dihadapan ku? Hmm?” Sorot mata Kris begitu mematikan.

 

GULP! “Kris-ah.. “ keringat dingin perlahan mengucur dari dahi Yaegi.

Kris masih bertahan diposisinya, ia nyaris tidak mengedipkan matanya sedikitpun.. hingga.. “Hmmmpppftt — “ Kini ia tidak mampu lagi menahan rasa untuk ingin tertawa.

 

“Apa yang kau tertawakan?” Mimik wajah Yaegi seperti orang yang ingin segera menangis saat itu juga.

“Gyahahaha… neo eolgul (wajah mu) Yaegi-ah, gyahaha.. “ Kris masih berusaha mengontrol tawanya.

 

Pletak ! Sebuah pukulan mendarat dilengan Kris. Yaegi memukulnya hingga meninggalkan bekas merah ditangannya.

“Gyahahaha.. “ Kris juga  tak kunjung  berhenti tertawa.

Keumanhae (hentikan) ! Suara mu bisa membangunkan Ji Ah yang sedang tidur.” Yaegi mengerucutkan bibirnya.

“Hmmpp.. hmm, aro.” Kris perlahan berhenti tertawa.

 

“Kau bilang tadi Tao menyukai Ji Ah??” Yaegi mengingat kembali hal yang semula ingin ia tanyakan.

“Nde? Eo, sepertinya begitu. Tapi aku tidak tahu pasti, Tao sekarang suka sekali menyembunyikan sesuatu dari ku. Awas saja jika dia berani mendekati —- siapa namanya?” Kris menunjuk kea rah  Ji Ah  yang sedang tertidur.

 

“Jung Ji Ah. Ji –  Ah. “ Yaegi mengulanginya dengan raut wajah yang cengo.

“Ahh itu Jung-ssi maksud ku.” Kris masih juga susah menyebutkan nama yeoja itu.

 

“Aih kau ini kenapa? Biarkan saja. Tao itu sudah dewasa, jadi wajar  jika dia sudah mulai menyukai lawan jenisnya. Geundae, mereka  kenal dimana? Omo! Ji Ah & Tao sudah lebih dulu saling mengenal? Begitu?” Yaegi semakin antusias.

 

Nan jinjja molla (aku sunggu tidak tahu apa – apa) . Tidak ada satupun yang memberi tahu ku! Hanya aku yang tidak mengetahuinya. “ Kris menghempaskan dirinya pada badan sofa.

Oryeopta (sulit juga). Ah ne, lusa aku sudah mulai masuk kuliah—- “

Mworagu? (kau bilang apa) ? ” Kris langsung berbalik memotong kalimat Yaegi.

“Aku sudah pernah mengatakannya pada mu Kris-ah.”

“Secepat itu? Lalu bagaimana ChanSha?”

“Sepertinya aku akan membayar baby sitter untuk menjaga mereka.”

Andwae (tidak bisa) !” Kris menolak.

“Ah waeyo? Kris-ah … “ Yaegi memegang lengan Kris, ia kini mulai merengek karena penolakan Kris.

“Tidak bisakah kau menunggu 1 atau 2 tahun lagi untuk melanjutkan study mu? Mereka —- mereka masih terlalu kecil Cho Yaegi. “

Micheosseo (kau sudah tidak waras) ? Aku akan segera didrop out! “ Yaegi juga tidak bisa menerima argumen Kris.

“Tidak bisa. Aku tidak mau kau meninggalkan anak – anak dalam kondisi yang seperti ini.

“Tapi baby sitter itu Suster Park Kris-ah.. “

Andwae. No way!“ Kris sudah matang dengan penolakan yang ia utarakan.

“Kenapa kau menjadi egois!” Yaegi berdecak kesal.

“Wae? Kau menyesal?” Kris melipat kedua tangannya.

Yaegi terdiam sesaat, ia tahu bahwa Kris sangat sensitif jika ia sudah bertanya demikian. “A—-any—anyia.. arasseo, aku akan mengambil home schooling saja.” Yaegi mengutarakan alternatif  lainnya.

 

“Maksud mu kau mau membawa namja ke apartement ini?”

“Astaga Wu Yi Fan, Li Jia  Heng, Ben Ben, Kevin Wu, Kevin Li, K.Wu, K.Li, Duizang, Cowboy, atau apapun itu nama mu. Aku hanya ingin menyelesaikan study ku! Kenapa pikiran mu dangkal sekali!” Yaegi kini terlihat geram pada suaminya itu.

 

“Omo.. kau tahu semua nama ku..  “Kris justru tertarik pada nickname nya yang Yaegi ucapkan barusan dalam satu tarikan nafas.

 

Dwesseo! Aku akan tetap masuk kuliah lusa ini. Ck ! “ Yaegi beranjak bangun dari duduknya.

“Aish aku belum selesai bicara —- “ perkataan Kris tergantung karena seseorang kini berdiri dihadapan mereka.

 

“Jiji-ah.. “ Yaegi sedikit shock dengan keberadaan Ji Ah yang bangun dari tidurnya.

“Eonni..  tadi kau bilang kamar ku yang mana? Aku melupakannya.. hoooaammmhh.. “ Ji Ah berbicara setengah sadar pada Yaegi tanpa menghiraukan keberadaan Kris.

 

“Ah kamar mu disana, tapi jika kau tidak berani tidur sendiri kau bisa tidur bersama Soo Rim disebelahnya. Kajja ku antar.. “ Yaegi hendak menarik tangan Ji Ah untuk mengantarkannya ke kemar.

 

“Aku bisa tidur dimana saja Eonni. Hoooamhh jaljjayyo (selamat tidur) eonni.. “ Ji Ah membungkukkan badannya sopan,lalu memboyong bantal panda, buku komik, serta gadget miliknya untuk berpindah ke dalam kamar.

 

Bamm !

“Dia mengerikan.  “ Kris bergidik ngeri pada Ji Ah yang baru saja menghilang dibalik pintu kamar Soo Rim.

“Aish suara mu!” Yaegi menyikut tubuh Kris pelan.

 

“Dia pelajar atau bagaimana?” Kris  terus bertanya soal Ji Ah.

“Dia sudah selesai, kini tinggal menyelesaikan researchnya.” Yaegi berjalan menuju dapur, dengan Kris dibelakangnya.

 

Kris terus membuntutinya .. “Research? Dia kuliah di Seoul?”

“ Anyu, dia lulusan Toronto University (Kanada) . “ Yaegi berbicara sembari membersihkan meja dapur yang masih berantakan.

“MWO ? Bocah —- bocah itu mengambil bidang apa? “ Kris tampak shock dengan apa yang Yaegi katakan barusan.

Faculty of Education. Dia sama seperti  Woo Joon, sepertinya dia juga akan menjadi dosen muda. Hufh ~ itu menyenangkan sekali.. “ Yaegi bersandar pada dinding meja makan.

 

“Toronto? Pendidikan? Sekolah nya saja sudah sangat tinggi seperti itu. Tidak bisa, Tao tidak boleh mendekati  gadis itu. “ Kris bergelut dalam batinnya.

 

“ Yaegi-ah, dia— dia akan lama disini?”

PLAK ! Yaegi memukul Kris dengan kain yang ia gunakan untuk mengelap meja makan. “Apa maksud mu terus bertanya tentang nya!” Yaegi mendadak emosi.

 

“Aih perih Cho Yaegi. Ssshh —- aku hanya bertanya..” Kris mengusap – ngusap bahunya.

“Wae? Ceminya (apa itu menyenangkan) !!” Yaegi berkacak pinggang.

“Anya! Micheosseo? Aku bertanya karena Tao. Tao tidak boleh sampai berhubungan dengan Jung itu.” Kris mulai berlebihan.

Wae geuraeyo?” Perlahan emosi Yaegi kembali stabil.

Ireokhae (Seperti ini). Aku juga tidak tahu mereka saling mengenal dari mana, tapi jika Tao sampai menyukai yeoja itu lebih jauh, Tao akan patah hati karenanya. Aku tidak mau itu terjadi, jadi kau bantu aku untuk mengawasi mereka aro? Hmm jagiya?” Kris memegang kedua sisi bahu Yaegi.

 

“Aish, kau kenapa Tuan Wu? Kau seperti Ibunya saja. Tidak mau. Aku tidak mau menjadi cerewet seperti itu.” Yaegi menolak mentah – mentah.

“Ah jebalyo Nyonya Wu.. “ Kris merengek tertahan..

“Kenapa aku harus melakukannya? Shireo. Na mothae (aku tidak akan melakukannya) . “ Yaegi kembali melanjutkan pekerjaannya.

 

“Nyonya Wu—– “ Drrrttt  – drttt .. drrttt —  Sebuah panggilan dari ponsel Kris menginterupsi keduanya..

 

“Chen? Kenapa dia?” Kris melihat layar ponselnya yang tertera nama “Chen Chen”.

FLIP —- “Nde. Waeyo?” Kris segera menjawabnya.

 

“Hyung, kau turun sekarang. Sehun — ah palli .. “ Bip.

“Chen Chen ! Yeobseyo? Aih kenapa dimatikan. “

 

Waeyo?” Yaegi juga ikut bertanya.

“Molla. Aku turun dulu hmm? Aku tidur didorm malam ini. Chup ~.. “

“Ah Kris, chamkamman (sebentar)— “ Yaegi menahan tangan Kris.

Waeyo?” Kris kembali menoleh padanya.

 

“Tadi aku dengar Chen berteriak menyebut nama Sehun? Sehun kenapa?”

Kris menggeleng cepat “Aku juga tidak tahu.”

“Aku ikut.”

“Eh?”

“Aku ikut, sudah ayo—- “ Yaegi kini berada didepan, ia menarik Kris agar segera keluar dan turun ke lantai 13.

“Yaegi-ah, tapi anak – anak?”

Palli! Mereka sudah tidur, tidak apa – apa.” Yaegi berjalan cepat menuju pintu.

 

xxx

 

EXO’s DORM

 

TUNG ! “Aku hanya meminta dibuatkan ramyun!”

TRUNG ! “Tapi tidak ada yang membuatkannya.!”

DUNG ! “Aku lapar hyung !”

 

Sehun sedari tadi mengetukkan panci pada meja makan yang ada didapur, ia kini dikelilingi oleh memberdeul yang masih terheran – heran akan tingkahnya.

 

“Sehunni, itu panci ku —- “ D.o mencoba menengahkan.

DUNG ! TUNG ! “ Biarkan saja. Panci ini jelek ! “ TRING ! Sehun melemparkannya kesembarang tempat.

“Sehunni, keumanhae. Hyung akan memasaknya untuk mu hmm? Wajah mu hitam – hitam semua, mendekatlah agar  hyung bisa membersihkannya.” Suho melangkah maju, mendekati Sehun yang masih berdiri didekat kompor yang ada didapur.

 

“ByunBaek, apa yang kau lakukan? Kenapa Sehun bisa brutal seperti itu eoh?” Chanyeol menyikut Baekhyun yang masih mematung menyaksikan baby magnae yang berubah  buas itu.

 

“Aih memangnya apa yang ku lakukan? Aku benar. Mana boleh memakan ramyun malam – malam begini, nanti  wajahnya akan membngkak. Aku hanya mengatakan itu saja.” Baekhyun membela dirinya.

 

Dalam waktu yang bersamaan, sosok Kris tiba dan menghampiri mereka.. “Sehunni, kau kenapa?” Kris langsung mendekat ke arah Sehun yang wajahnya sedang dibersihkan oleh Suho.

 

“CK! PIKYEO (minggir) !!” Sehun menepis kasar tangan Suho, ia menerobos memberdeul yang berdiri dihadapannya.

 

“Sehun-ah.. “ sosok Yaegi kini juga berada dihadapannya. Sehun terdiam sesaat menatap sosok Yaegi yang ada didepannya.. “Aish! “ Tapi kali ini ia juga tidak menghiraukan Yaegi. Sehun terus berjalan menuju kamar dan —- BRAK ! ia membanting pintu cukup keras.

 

“Sehunnii .. “

“Oh Sehun.. “

“Sehun-ah.. “

Magnae-yya.. buka pintunya.”

“Kita bisa membicarakannya baik – baik eoh? Oh Sehun buka pintunya juseyo.. “

 

Satu persatu memberdeul mencoba untuk menggedor pintu kamar HunHan, tetapi tidak ada sahutan dari dalam kamar.

“Sehunni, buka pintunya. Kau di apakan oleh Baekhyun? Biar hyung bisa memberinya pelajaran..“

“Yak Luhan hyung kau apa – apaan ! “ Baekhyun menolak bahu Luhan.

“Aish sudah, itu hanya trik saja.” Luhan merespon cepat.

 

“TIDAK MAU! LUHAN HYUNG, D.O HYUNG KALIAN TIDUR SAJA DIKAMAR YANG LAIN! AKU TIDAK MAU !!”

 

“SEHUNNI.. HYUNG AKAN MEMASAKNYA UNTUK MU. AYO BUKA PINTUNYA.. “ Suho mencoba untuk kesekian kalinya.”

“Sudah biarkan saja, mungkin dia masih kesal. Besok kita bisa menanyakannya lagi. “ Xiumin mencoba memberikan argumennya.

 

“Hoooammmhh .. ada – ada saja.” Kai berbalik hendak kembali masuk ke kamarnya.

“Eo Yaegi-ssi, kau disini..” D.o dan yang lainnya baru menyadari keberadaan Yaegi.

“Nde, aku mengira terjadi sesuatu yang buruk pada Sehunni. Ternyata tidak. “ Yaegi sesekali melihat pada pintu kamar Sehun.

 

“Yasudah. Kita kembali ke kamar masing —- “ belum habis Kris berbicara..

 

“HYUNGDEUL KALIAN PAYAH !! KALIAN PAYAH !! MIWEOYO !! “ Sehun memekik dari dalam kamar.

Memberdeul & Yaegi sejenak saling bertatapan satu sama lain, mereka sama sekali tidak bersuara.

“Sudah, biarkan saja. Sebentar lagi manager hyung akan pulang.” Kai  tampak tidak begitu memperdulikan musuh bebuyutannya itu.

 

“BAEKHYUN HYUNG !”

“EOH  !! “ Baekhyun terhentak ketika Sehun meneriakkan namanya.

 

“MEMBUAT RAMYUN ITU HANYA 5 MENIT, TAPI KAU BISA BERBICARA DENGAN KEKASIH MU ITU HINGGA BERJAM – JAM LAMANYA !!”

 

“OMO ! Yaaaa Byunbaek.. “ Memberdeul kini menunjuk  Baekhyun.

Baekhyun mulai bercucuran keringat dingin, ia mati – matian merangkai kata agar dapat  memberikan alasan yang tepat. “Anyia, anyia..  igeon —- “

 

“LUHAN HYUNG !!”

 

“JEOYO? (AKU) ? “ Luhan menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi yang polos.

 

“KIM NANA — KIM NANA — KAU SELALU MENYEBUT NAMA ITU DAN SELALU MENIMPA  KU !! JIKA MEMANG MASIH MENYUKAINYA KENAPA TIDAK MENGATAKAN SECARA LANGSUNG ! KAU NAMJA ATAU BUKAN !!”

 

“OMO Luhan hyung.. “ kini memberdeul beralih pada Luhan (=_=)

 

“Aih anyia,  aku bukan bermimpi Kim Nana yang dia maksud..” Luhan menjelaskannya dalam  kepanikan.

“Kkeuresseo (lalu) ?” Memberdeul serentak balik bertanya padanya.

“Keuge —- itu—- ah Kim Nana yang ada di mimpi ku itu seekor gajah. Dia mau menginjak ku. Nde, gajah yang besarrr .. “ Luhan menganguk mantap -__-

 

“KKAMJONG !! KAU JUGA MENYEBALKAN !! KAU SUDAH MENODAI  CHINGU KU !!”

 

NGEK !! mata memberdeul seolah ingin keluar dari tempatnya. “MWOHAE ???!! YA KIM JONG IN.. “

Kai menelan salivanya dengan susah payah, matanya yang semula enggan untuk terbuka kini terbuka lebar.. “A— aanyinde hyung ! Keuge anyira — bukan, sama sekali tidak seperti itu. Sungguh. YAK CADEL APA YANG KAU COBA KATAKAN EOH !! JANGAN SEMBARANGAN !! “  BRAK ! BRAK ! Kai mengetuk pintu kamar Sehun secara paksa.

 

“SUHO HYUNG ! LAY HYUNG DO (juga) !”

 

GULP —- “Kenapa aku juga terlibat?” jauh dari wajahnya yang selalu tampak tenang, kini Lay merasa was – was dalam hatinya.

Sementara Suho, hanya memasang wajah pasrah untuk menyiapkan diri untuk mendengarkan  apa yang akan baby magnae beberkan sepersekian detik lagi. -_-

 

“LAY HYUNG, SUHO HYUNG !! APA KARENA WAJAH KALIAN TAMPAN LALU KALIAN BISA BERKENCAN DENGAN BANYAK YEOJA EOH !! SAENGAKHAEJO (pikirkanlah) ! MANA ADA NAMJA SEPERTI ITU!”

 

“Eh? Suho hyung? Omo.. otak bocah itu sepertinya sudah terbentur.” Chen mengusap – ngusap dadanya.

 

“HMMMFFTTT .. “ Kris tiba – tiba tersedak akibat menahan tawanya cukup lama.

 

“KRIS HYUNG NEO !!”

 

WUUSHH ~ seketika wajah Kris berubah pucat pasi -___-

 

“Yaegi-ah, kajja kita pulang hmm?” Kris cepat – cepat menarik Yaegi agar kembali ke apartement.

Yaegi tidak semudah  itu “Shireo. “ Yaegi ingin mendengarkan apa yang Sehun akan katakan selanjutnya..

“KAU SUKA SEKALI TEBAR PESONA DENGAN BANYAK GADIS ! MAU BAGAIMANAPUN AMBER ITU TETAP SAJA SEORANG YEOJA !  “

 

DEG ! Yaegi memicingkan matanya pada Kris.

“Yaegi-ah, kita kembali ke apartement nde?” Kris semakin panik, dia merasa was – was jika Sehun memiliki lanjutannya.

 

“Dwesseo. Aku bisa kembali sendiri. Semuanya, aku pulang dulu.” Yaegi menepis tangan Kris dari bahunya.

“Nde Yaegi-ssi, annyeong~ “ memberdeul sedang tidak begitu fokus dikarenakan Sehun yang sedang meledak – ledak saat ini.

 

“KALIAN SEMUANYA EGOIS! HANYA MEMIKIRKAN DIRI KALIAN SAJA ! EXO  TIDAK SEPERTI DULU LAGI ! HHHUUUAAAAA… “

 

“Aish bocah ini, apa yang dilakukan. Kampungan sekali.” Kai berjalan ke arah laci yang ada didekat TV, ia membongkarnya lalu mengambil seikat kunci yang merupakan kunci cadangan untuk semua kamar yang ada didorm.

 

“Hyungdeul, menyingkirlah. Bocah ini suka berlebihan jika marah. “ Kai mencari kunci yang sesuai dan .. BRAK !

“YAK OH SEHUN !” Kai langsung berhamburan ke tempat tidur, ia menarik  celana tidur Sehun secara paksa.

 

“AHH KKAMJONG WAEIRAE (apa – apaan kau) !! LEPAS ! YAK LEPAS ! “ Kini duo magnae mulai bertempur.

 

“Kau ini apa – apaan eoh? Chugoshippo (mau mati) ? Eoh !!” Kai terus menarik celananya.

“LEPAS ! JANGAN SEPERTI  ITU ! KKAMJONG KAU — “

“APA? KAU ITU BERLEBIHAN !!” Emosi Kai sudah diubun – ubun.

 

“Kris, Suho ! kenapa diam saja? Lerai mereka. Auwhhh jinjja !” Xiumin tidak tahu harus berbuat apa.

“Hey sudah jangan bertengkar!” Tao memberanikan diri untuk terlibat -__-

 

“Panci ku— panci ku saja sudah tidak seperti bentuk pada umumnya.. “ Entah apa yang D.o coba katakan.

“Kau ini, panci itu bisa diganti dengan yang baru!” Lay menyenggol tubuh D.o

 

“Sehunni, Kai.. sudah – sudah jangan diteruskan. Kita akan mengganggu tetangga yang lain. Sudah cukup !” Suho & Luhan mencoba menarik Kai.

 

“Sehunni, kemari.. “ Kris menarik Sehun, dan memasangkan kembali celananya yang sempat ditarik oleh Kai -_-

 

“Hiks.. hhhmmkkks..” Sehun  sudah sesenggukan.

“KAU ITU SUDAH DEWASA ! BERSIKAPLAH SEWAJARNYA SAJA ! AISHHHH !” Kai masih begitu berang.

 

“GEZZH sudah cukup !!” Chanyeol ikut memekik.

 

“Hiks.. hmmkks.. hhhhpmmkksss huks.. “ Sehun semakin sesenggukan menahan tangisnya, wajahnya kini memerah. Ia terus menggosok – gosok wajahnya.

 

“Sehunni, sebenarnya ada apa? Kita bisa membicarakannya baik – baik.Hmm?” Luhan mencoba membujuknya.

“Hiks.. “ Sehun menggeser posisinya agar Luhan tidak dapat meraihnya.

 

“Sehun-ah, gwenchana?” Kris mencoba bersikap hangat pada namdongsaengnya itu.

“Aku —-  hiks.. aku — aku —- mi—mianahaeyo .. hiks.. hhmmks.. “ Sehun mengucapkan setiap kalimat dengan terputus – putus.

 

“Sudah, tidak apa – apa. Tidak masalah. Istirahat lah. “ Luhan membawanya untuk tidur diranjang.

“Kekakanak – kanakkan sekali !!” Kai masih belum berhenti.

“Kai sudah !”

Sehun yang semula sudah perlahan membaik kembali mendidih akibat perkataan Kai, kini kembali meradang ..

“MEMANGNYA KENAPA JIKA AKU KEKANAK – KANAKAN !! APA KAU SUDAH MERASA DEWASA KARENA KAU BISA MENGENCANI SEORANG YEOJA EOH !! “

 

“YAK KAU ITU TIDAK TAHU APA – APA TENTANG KU !! KAU ITU HANYA NAMJA CADEL YANG TIDAK MENGERTI APAPUN !!”

 

“ARATJO ! NAN MOLLA EOBSEO (aku tidak tahu apapun)  ! AMOGATTASSEOYO (sama sekali tidak)  ! AKU TIDAK MENGERTI APAPUN ! AKU CENGENG ! AKU SUKA MEMAKSA KALIAN, MEREPOTKAN KALIAN ! HIKS.. “

 

“JOAHE ! BAGUS JIKA KAU MENYADARINYA !”

 

“KAI !!” D.o membentak Kai.

 

“MWO !! OH SEHUN ITU MEMANG MENYEBAL—-“

 

“ NAN HYUNGDEUL-GGA .. NEOMU SARANGHAETJI (AKU BEGITU MENYAYANGI KALIAN)  HUH !! SETIAP HARI KEINGINAN KU HANYA SATU, AGAR SETERUSNYA AKU AKAN SELALU BERSAMA – SAMA KALIAN.. HIKS.. HHKKKMPPKS.. AGAR SETIAP PAGI AKU DAPAT MENGHITUNG JUMLAH KALIAN YANG BANYAK !!  “ Sehun tidak sanggup lagi untuk berkata – kata, tubunya meringsut, ia berjongkK  dan menangis sejadi – jadinya.

 

“Hosh – hosh.. “ nafas Kai terengah – engah. Mereka kini semuanya terdiam, masih belum bisa mencerna apa maksud ucapan dari Sehun.

 

“Urineun—- namjahae (kita ini namja) . Apakah itu salah jika kita mulai menyukai lawan jenis? Huh? Kau tidak boleh egois Oh Sehun..” suara Kai perlahan stabil.

 

Sehun masih terus menangis, ia tidak memiliki kekuatan untuk meneruskan sejuta kalimat yang hendak ia utarakan..

 

“Hiks.. “ Sehun mendongakkan kepalanya perlahan, mencoba mengatur nafasnya.. ia tampak ingin mengatakan sesuatu..

 

“Apa yang kalian maksud aku iri pada kalian hmm? Aku marah karena kalian kini sudah tumbuh dewasa dan mengenal seorang yeoja, irekhaetji (seperti itu) ? Ije aratjo (sekarang aku mengetahuinya) . Sekarang aku tahu apa yang ada dipikiran kalian semua hyung.”

 

“Sehunni.. “ Luhan mencoba menenangkannya.

 

“Ck !” Sehun lagi – lagi tidak ingin siapapun menyentuhnya.

 

“Bersikaplah untuk tidak selalu manja, kau memang magnae tapi cobalah untuk menjadi seseorang yang masuk akal.” Kai kembali menyambangi.

 

Sehun bangit dari posisinya, ia menyeka air matanya yang sedari tadi terus tumpah membentuk sungai kecil dikedua pipinya.. “ Marhaebwa (katakan pada ku). Apakah ada cara lain selain aku mengusik kalian, membuat kalian kesal, membantah apa yang kalian katakan, apakah ada cara lain agar kita bisa saling berkomunikasi eoh? Ketika kita pertama kali didebutkan, lalu M & K terpisah, ketika kita bertemu.. apakah ada hal yang lain yang kita lakukan selain bermain gadget masing – masing diwaiting romm eoh ? Hening, semuanya kaku! Kalian menyukai hal yang seperti itu? Jinjja mamedeuroyo  (kalian menyukai hal seperti itu)  ? Anyi.. aku tidak mengatakan bahwa aku tidak suka jika kalian mulai menyukai lawan jenis, bahkan hyungdeul-gga.. kini satu persatu dari kalian sudah mulai berkencan..” Suara Sehun kembali bergetar, ia tampak menelan keras seuatu yang pahit ditenggorokannya..

 

“Sehunni, kau akan mengerti jika kau nanti juga menemukan—- “

 

“Anyu .. tidak perlu menunggu nanti. “ Sehun memotong perkataan Kai.

“Nan neomu haengbokhagae (aku sangat bahagia), ketika Kris hyung-gga.. menemukan sosok gadis yang bisa membuatnya menjadi orang tidak kekuarangan satu apapun didunia ini, yeoja yang selalu menunggunya, menangis karena mengkhawtairkan keselamatannya, yeoja yang sudah berkorban banyak untuk mu hyung.. hajiman (akan tetapi)  —- “ Mata Sehun kembali berkaca – kaca..

 

“Aku akan terluka ketika mengingat Suho hyung-gga selalu termenung karena menyesali sebuah keputusannya untuk berpisah dengan yeoja yang sebenarnya sangat ia kasihi.. Suho hyung neo, kau masih sangat menyukai gadis itu.. Neo… palli — palli katakan padanya jika kau selalu mengingatnya, wajah mu dikamera tidak terlihat begitu baik setelah kau berpisah dengannya hyung.. “

 

DEG ! Hati Suho seolah mengisyaratkan agar air matanya juga ikut tumpah..

 

“Lay hyung neo..  kau sungguh namja yang baik hati, aku selalu takut jika kau jatuh sakit karena cidera kaki mu yang belum pulih sepenuhnya.. geundae, bagi ku lebih menakutkan jika hyung yang selalu ku banggakan ini—- tidak mampu memilih sesuatu untuk hidupnya..

Lay hyung —- hidup ini sebuah pilihan, bertahan atau menyerah, kalah atau menang, bangga atau malu, lapar atau kenyang, cerdik atau licik, curang atau payah.. pendek atau tinggi.. “

 

“HMMFFT —- “ tanpa sengaja, Chanyeol tertawa..

 

“Hyung.. “ Tao menepuk butt Chanyeol, agar ia segera menghentikannya.

“Sehun— Sehun sepertinya salah mengucapkan sesuatu hhmmfttt ..” Chanyeol menutup mulutnya rapat – rapat.

“Aish yeol !”  Baekhyun menarik telinga Chanyeol sedikit keras.

“Ahh apho ByunBaek!”

 

“Park Chanyeol.” Kris melemparkan death glarenya.

 

“Waeyo? Ucapan ku terdengar bodoh? Gwenchana. Kau yeol hyung, aku tidak apa – apa jika kau selalu menertawakan ku.. geundae, jangan pernah murung lagi jika kau tanpa sengaja melihatnya diruang Trainee.. Aku yakin, kau juga namja yang akan selalu diingat olehnya.. “

 

“EEH?” Perkataan Sehun sontak membuat semua memberdeul terperangah.

 

“Ye Jin? “

“Maksud nya Ye Jin?”

“Yeol,  Ye Jin? “

“Omo mo mo.. aku sama sekali tidak tahu jika Ye Jin masih menjadi trainee.. “

 

“Mianhae hyung, ku rasa diantara kita tidak perlu ada yang dirahasiakan lagi. We are one, anyitji? “ Sehun melihat wajah Chanyeol yang berubah tidak enak.

 

“Sehunni.. “ Luhan masih berusaha mencoba membujuknya.

 

“Luhan hyung do.. aku tidak mengerti bagaimana rasanya memiliki, tapi —- jika aku telah memilikinya, maka aku tidak akan mudah untuk melepaskannya.”

 

NYESS —- Kalimat Sehun begitu menohok bagi Luhan.. Ia memahami inti pembicaraan Sehun saat ini.

 

“Hyungdeul, kalian semua namja yang baik hati yang pernah ku kenal.. jika saja aku berubah menjadi seorang yeoja, mungkin aku akan bunuh diri karena tidak dapat memilih salah satu diantara kalian.. “

 

“Kai, sampai kapan pun akan tetap hitam dimata ku. Kau namja es yang begitu beku.. tapi —- nan saranghanda.. jinjja saranghandago (aku sangat mencintau mu) .. “ Sehun menarik seulas senyumannya.

 

Seketika seisi Dorm menjadi hening, begitu terasa suasana haru biru yang kini tengah menyelimuti mereka..

 

“D.o hyung —- “

 

“Ye?” mata D.o membulat ketika Sehun memanggilnya..  O_O

 

“Aku akan mengganti panci mu.. mianhae, sudah membuat panci kesayangan mu begitu menderita.. “

 

“Ah.. hahaha gwenchana, jinjja gwenchaneunde.. “ D.o tertawa aneh, ia tidak mungkin memarahi Sehun disitusai genting saat ini.

 

“Baek hyung.. “Sehun berjalan menghampiri Baekhyun, lalu memeluknya..

“Nde?” Baekhyun masih merasa bersalah terhadap bocah itu.

“Mianhaesseo, aku tidak seharusnya marah – marah pada mu hiks.. aku — aku — hiks.. “ Sehun kembali menangis dipelukan Baekhyun.

 

“Sehunni, dwesseyo. Hyung gwenchana. Hyung do mianata (hyung juga minta maaf)  eoh? Uljimmarayo (jangan menangis lagi).. “ Suara Baekhyun ikut bergetar, ia dengan segera menyeka setitik kristal kecil yang hendak keluar dari pelupuk matanya, ia kini terbawa akan suasana..

“Sehunni..  hiks.. “ Tao ternyata sudah sedari tadi menahan rasa sedihnya, ia ikut memeluk Sehun dan Baekhyun, lalu disusul oleh Chen, Xiumin, dan juga Chanyeol..

 

“Chen hyung, mianhae.. Sehunni-gga, selalu merusak stik PS mu.. hiks.. “ Sehun masih sesenggukan.

 

“Eyyhh —- waeirayo Sehunni? Apapun milik hyung, itu juga menjadi milik mu. Hmm?” Chen mengukir senyuman terbaiknya, sembari mengusap – ngusap pelan punggung Sehun.

 

“Xiumin hyung, aku berjanji tidak akan membuat kamar mu berantakan lagi.. hiks.. “

“Eyyhh sudah, kau tidak perlu membuat janji yang nantinya juga akan kau ingkari, lakukan sesuka mu. Hyung dengan senang hati akan selalu membersihkannya.. “

“Gyahaha.. “Sehun terawa karena ucapan Xiumin.

 

“Aku —- aku menyayangi hyung ku semua — hiks.. aku —- aku hiks.. “  Sehun mengeratkan pelukannya pada Baekhyun.

 

“Hufh .. “ Luhan mengela nafasnya, ia seorang namja.. maka adalah pantangan baginya jika ia dikalahkan oleh emosinya saat ini..

 

Sementara itu Kai, masih berdiri mematung. Ia juga mati – matian menahan air matanya yang akan tumpah jika ia kedipkan kedua matanya..

 

“Cadel!”

 

Sehun mendengar jelas panggilan busuk itu, ia perlahan melepaskan pelukannya dan menoleh ke belakang..

 

GREP ~~~ Kai menariknya cepat, lalu memeluk bocah menggemaskan itu dengan sekuat tenaganya.

 

“HUAAAAAA…. “ Tangis Sehun memecah..

“Mianhae..  aku selalu membentak mu. Aku selalu kasar pada mu Sehunni.. “ Kai berbicara layaknya seorang namja.

“HUAAA—- HMMPKS HIKS.. KAI…” Tangis Sehun tak kunjung reda.

 

Semua memberdeul mengerti akan hal itu tetapi —-

“HUAAAA.. KAI… HIKS.. HUKS HHHHPMMKKS HUAAAAA.. “ Wajah Sehun sudah tidak berbentuk lagi -__-

 

“Eh? Sehunni, kau kenapa?” Luhan melihat sesuatu yang aneh.

 

“Sehunni?” Kris juga merasakannya.

 

“Sehunni, waeyo? Uljimma, hyungdeul tidak marah pada mu, kami semua juga menyayangi mu. Uljimma eoh?” Suho mengusap – ngusap pipi Sehun.

 

“HIKS.. Anyinde— keugeon —- bukan itu.. tapi  hiks … tapi —- PELUKAN MU SANGAT KERAS KAI ! AKU TIDAK BISA BERNAFAS.. UHUK UHUK HUAAA… HOEK UHUK UHUK.. “ Sehun kini tersedak..

 

“OMONA ! AIGO !” Kai segera melepaskan pelukannya.

 

“Sehunni, gwenchana?”

“Hiks, gwenchana.. uhuk uhuk uhuk.. “ Sehun kini terbatuk sambil memegang dadanya.

 

Sontak semua member berubah cengo -___________-

 

“Sehunni, mianhae.. eoh?” Kai ikut mengusap – ngusap dada si baby magnae.

 

“Gwenchana.. gwenchasseo.. “ Sehun menggeleng sembari berjalan menuju luar kamar.

 

“Sehunni, eodokhagae (kau mau kemana) ?” Tao menahannya.

 

“Hiks.. Lay hyung, kau tidur saja disini. Aku — aku akan tidur bersama Im hyung.. dan YongMin hyung.. hiks.. “

 

“Sehunni, andwae.. “ Luhan menyusulnya.

 

“Shireo. Aku —- aku  hanya tidur dengan mereka .. “ Sehun berjalan masuk kedalam kamar managerdeul sambil menyeret selimut dan bantal pororo nya..

 

BLAM ! Suara pintu yang tertutup rapat.

 

Beberapa saat kemudian ….

 

“Hmmmmffttt !”

“EMMMFFTT .. “

“HAHA..”

“GYAHAHAHA.. “

 

“Aku tidak tahu harus tertawa atau harus tersenyum anyi maksud ku atau harus menangis gyahaha.. Sehunni-gga.. jinjja HMMMFFTT.. “ Chanyeol kini terguling dilantai, ia sudah tidak sanggup lagi menahan tawanya.

 

“Jinjja kyeowo (dia menggemaskan) .. “ Xiumin membayangkan wajah Sehun yang menggemaskan.

 

“Aih sudah – sudah, nanti dia akan mendengarnya. Sudah cukup.. “ Kris hanya tertawa seadanya.

 

“Aku kasihan melihatnya menangis seperti itu ..” Tao masih merasa bersedih.

 

“Dia itu sudah dewasa, bahkan apa yang ia katakan semuanya benar. Anyijti?”

 

“Nde, majayo.. banyak yang ia katakan adalah benar, aku nyaris tidak percaya jika dia Oh Sehun.” Memberdeul mengiyakan pernyataan Chen.

 

“Geure, kajja kembali tidur.  Jika manager hyung tahu, akan tidak enak. Kajja – kajja.. “ Xiumin membubarkan mereka semua.

 

“Aish Park Chanyeol ! Sampai kapan kau akan berguling – guling seperti itu ! “ Baekhyun berkacak pinggang, ia menendang butt Chanyeol yang masih tergeletak dilantai -_-

 

“Arasseo, Hahaha.. “ Chanyeol menarik tangan Baekhyun.

 

Luhan melihat sekitarnya .. “ CK ! Tidak ada Sehun, aku tidak bisa tidur..  eotteokhae?”

 

“Yeobo.. “ tiba – tiba suara yang ingin membuatnya muntah bergema ditelinganya.

 

“Yak Yi Xing !” Luhan bergidik ngeri ketika Lay dengan tiba – tiba berdiri disampingnya.

 

“Mau menghabiskan malam bersama ku?” Lay berdiri didepan pintu, mengedipkan sebelah matanya pada Luhan.

 

“Hahaha..  kalian itu cocok, menikah saja.” Kris yang baru mengambil minum dari dapur, menertawakan mereka.

 

“-__- Duizang kau jangan gila.” Luhan memasang wajah datar, menerobos masuk kedalam kamar.

 

“Suami ku..  malam ini, relakan aku bersamanya. Hmm? Mmuah – “ Lay melemparkan kiss bye nya pada Kris dan menghilang dibalik pintu.

 

Kris yang sedang meneguk segelas air langsung tersedak hebat.. “UHUK .. HPPFTT .. UHUK ..  Dia itu terkadang mengerikan.. “ wajah Kris memerah.

 

“GYAHAHAHA.. Kalian itu cocok, menikah saja.”  Chen melewati Kris dengan menirukan apa yang tadi Kris katakan.

 

“CHEN CHEN sudah berani eoh ?!”

 

BLAM ! Chen langsung menutup pintu kamarnya -__-

 

Kini ia tinggal seorang diri diluar kamar, Suho dan yang lain sudah menghilang sejak beberapa saat yang lalu..

 

Drrrtt  Drrrttt .. sebuah pesan singkat menghiasi layar ponselnya.

 

“From : Wife ~

“Jotha ! KAU GENIT !!”

 

GULP —- Kris mematung sesaat, setelah membaca pesan singkat dari Yaegi.

 

“Oh Sehun..  kau bilang, kau bahagia karena hyung mu ini, tapi kenapa kau begitu  blak – blakan?! Ya Tuhan .. apa lagi yang akan terjadi pada ku setelah ini. ”

 

xxx

Sementara itu didalam sebuah kamar yang terdapat dilantai 20 ..

 

“Yi Xing? Waktu ku tidak banyak. Bagaimana caranya aku segera bisa bertemu dengan namja itu? Omo! Tadi itu yang berdiri disamping Yaegi eonni nugunikka (siapa) ? “ Ji Ah yang sebenarnya sudah terlelap, kini ia tidak dapat memejamkan matanya lagi karena tiba – tiba sosok Lay kembali terlintas  didalam pikirannya.

Ia  bangkit dari rebahannya.. “Kris? Suami Yaegi eonni Kris? Yang diluar itu tadi —- OMO! Dia namja yang waktu itu juga bersama EXO. Aih.. tapi —- tapi mana mungkin EXO itu ada yang sudah menikah? Andwae – andwae. Ahh jinjja ! Bagaimana caranya aku bisa segera bertemu Lay Xing itu? Mommmmmmyyyyy  tolong aku mommmyyyy ..” Ji Ah menggerutu, ia mengacak – ngacak selimutnya ..

 

“Jiji? Kau belum tidur?” Soo Rim berbalik ke arahnya.

 

“Eh? Soo Eonni.. mianhae, suara ku membangun kan mu eoh? Mianhae.. “ Ji Ah kembali merebahkan badannya.

Kini mereka berdua menatap langit – langit kamar tanpa saling bersuara satu sama lain ..

 

Berbeda dengan Ji Ah, Soo Rim sedari tadi tidak lah benar – benar tertidur. Semenjak hari itu, menangis adalah obat agar rasa kantuk bisa membawanya segera ke alam mimpi .. “

 

xxx

SM Building _ 130902 _ 07 P.M KST

“ Five six seven eigth – five six seven eigth .. five six—– “

 

“Sehunni.. “ suara manager Im menginterupsi Sehun yang sejak siang tadi sangat giat berlatih di dalam practice room EXO.

Ia mereview semua gerakan, mulai dari History, Mama, Wolf, Growl, hingga dance lainnya yang ia gemari.

 

“Nde hyung?” keringat tampak bercucuran didahinya.

“Kau mau pulang pukul berapa?”  Manager Im dan Seunghwan sedari tadi menemaninya diruang latihan.

 

“Jika pukul 9 saja bagaimana hyung?”

“Nanti kau akan dehidrasi, kau memiliki masalah ? Bicarakan pada kami.” Manager Im mendekat pada Sehun yang masih berdiri didepan cermin besar.

 

Sehun menggeleng pelan. “Anyu. Aku hanya sedang ingin berlatih keras.”

“Tapi besok jadwal kalian padat Sehunni..   lagipula kita tidak bisa pulang terlalu larut, sasaeng fans ada dimana – mana. Jalan utama menuju apartement tidak akan bisa dilewati jika sudah pukul 9 malam.. “ Manager Im berusaha untuk membujuknya.

 

“Pukul 8 hyung. Bisakan? Jebalyo hyung.. aku sedang sangat bersemangat. Seharusnya kau mendukung ku. Kau dan Seunghwan hyung selalu mengatai ku pemalas, lalu sekarang kenapa tidak memuji ku karena usaha ku? “ Sehun mengerucutkan bibirnya, ia secara tidak langsung sedang beraegyo untuk mendapatkan izin dari sang manager.

 

“Cih .. kau mau mencoba merayu ku? Aku bukan Jae ataupun Min Wook yang akan luluh dengan aegyo mu.” Manager Im mengusap – ngusap sayang kepala Sehun.

 

“Ahh hyung.. “ Sehun mulai merengek.

 

“Ada apa ini? Sehunni, kita harus pulang sekarang kau sudah sejak tadi siang disini, gunakan waktu kosong untuk beristirahat, kau ini bagaimana?! “ Seunghwan sudah berdiri didepan pintu.

 

“Magnae yang satu ini sedang memiliki masalah sepertinya, tapi dia tidak mau mengatakannya.” Manager Im berbicara pada Seunghwan.

 

“Apa benar Sehunni? “ Seunghwan memicingkan matanya.

“Anyu, jinjja obttago . Aku sedang ingin berlatih keras hyung. Hyung, aku lapar .. aku mau ayam panggang saus madu dan irisan jamur diatasnya, juga taro bubble tea.”  Sehun mengalihkan pembicaraan.

 

“Banyak sekali makan mu ? Aih Sehunni kau – ck.” Seunghwan segera menelfon delivery.

 

“Hyung, aku ke ruang ganti sebentar. Ahh Seunghwan hyung, ice cream satu saja.. “

 

“Aish bocah ini. Arasseo.” Seunghwan harus kembali memesan ulang daftar pesanannya.

 

“Oh Sehun.. setelah ini segera kembali. Kita makan dikantin saja aro?” Manager Im berteriak pada Sehun yang sudah berlarian keluar practice room.

 

“ARO HYUNG.. “

 

xxx

Setelah selesai mengganti pakaiaannya, dan delivery sudah tiba, Sehun berjalan menuju kantin SM bersama dua manager yang terus mendampinginya sejak  tadi.

 

“Ini semua pesanan mu.. duduklah. Makan, lalu kita  pulang.” Seunghwan menarikkan bangku untuk Sehun.

 

“Wooahh — masheketta.. “ mata Sehun begitu berbinar,  taro bubble tea menjadi sasaran utamanya.

 

“Seunghwan, kau memesan berapa porsi? “ Im melihat ada 3 kotak makanan di atas meja.

“Kau tidak lapar? Aku lapar.. “ Seunghwan ternyata juga memesan untuknya dan Im manager.

 

“Cha—- ayo kita makan.  Selamat makan.. “ Sehun sudah bersiap dengan sendok ditangannya.

 

“Pelan – pelan saja, kau akan tersedak. “ Seunghwan melihat Sehun makan begitu lahap, ia tampak menikmatinya.

 

“Hyung, irisan jamurnya ini woooahh mashttaaa.. “ Sehun sesekali juga menjilati ice cream nya.

“Ya magnae-yya, jangan dicampur – campur seperti itu, habiskan dulu makanan mu. Nanti kau sakit perut.” Manager Im menarik cup ice cream dari hadapan Sehun.

 

“Ahh hyung.. itu menyenangkan. Ahh kembalikan .. “ Sehun menariknya kembali.

 

Tiba – tiba pandangan Seunghwan menangkap seseorang yang baru saja keluar dari pintu dapur kantin.

 

“Kamsahamnida ahjussi.. “ Kim Nana adalah sosok itu. Ia membawa sebuah nampan yang berisi makan malamnya.

“Nana-ah ! “ Seunghwan reflek memanggil yeoja itu, ia melambaikan tangannya.

 

Nana yang merasa terpanggil menoleh .. “ Eo? Ahjussi ! “ Nana mempercepat langkahnya ke arah  mereka.

 

“Aigo … super model Kim Nana. Yaaa aku tunggu undangan peresmian debut mu eoh? Cha — anja anja (duduk – duduk) .. “ Nana adalah satu – satunya teman Yaegi yang bisa akrab dengan Seunghwan baru – baru ini  -_- .

 

“Ah, ahjussi. Aku duduk disana saja. Aku —- “ Nana melihat sosok Sehun yang sama sekali tidak bergeming, bocah itu sedang sibuk dengan makanannya.

 

“Duduklah disini, kantor sudah sep, tidak perlu sungkan. Lagipula kau adalah temannya ponakan manager Lee (Seunghwan) . Sudah duduk saja.” Manager Im tampak tidak keberatan, ia juga masih terbiasa menyebut marga palsu Seunghwan.

 

“Ah nde.” Nana menarik kursi yang ada disamping Seunghwan. Ia duduk berhadapan dengan Sehun.

 

Manager Im mengecek ponselnya, ia mendapatkan sebuah pesan singkat .. “Seunghwan-ah, Arum menunggu kita diruang staff.  Sepertinya penting. ”

 

“Ye? Begitukah? Lalu ini bagaimana?” Seunghwan menunjuk Sehun yang masih menyantap makanannya.

 

“Sehunni, kau sudah selesai?” Manager Im memastikan.

Sehun menggeleng cepat. “Hyung, aku tunggu disini saja. “

 

“Jangan pergi kemana – mana aro?  Nana-ah, aku mempercayai mu. Aku titip anak ini nde?” Seunghwan menepuk bahu Nana.

 

“Arasseo. Tapi kau jangan lama ahjussi, aku juga harus pulang.” Nana  begitu  blak – blakan.

“Auuuwh bocah busuk ini. Arasseo.  Nanti aku akan mengantar mu.” Seunghwan mengacak – ngacak rambut Nana.

 

“Sehunni, hyung pergi sebentar.”

 

“Nde hyung.”

 

Setelah kedua manager berlalu, Sehun masih tetap asik dengan ayam panggang saus madu miliknya serta satu cup besar ice cream miliknya.

 

Sementara Nana, juga menikmati santap malamnya bersama dua mangkuk nasi putih, kimchi, jamur bakar , sup kacang merah, serta aneka lauk lainnya yang ia ambil sendiri dari dapur Yun Ahjussi.

 

Sehun menghentikan aktifitas makannya ketika melihat isi nampan Nana yang penuh dengan sayuran.

 

“Ini untuk mu.. “ Sehun mengambil satu potongan ayam nya dan menaruh nya dimangkuk nasi Nana.

 

“Eh? Eo, gomapta. Kau baik sekali.” Nana mencoba mencairkan suasana.

“Aku hanya memberi  mu sepotong, tapi kau sudah menganggap ku baik.” Sehun berbicara tanpa melihat wajah Nana.

Nana dengan cepat mengembalikan potongan ayam tersebut. “Ku kembalikan.”

 

Sehun mendongak.. “Kau kenapa? Aku hanya mengatakan yang sejujurnya.” Wajah Sehun terkesan polos.

 

“Kau rusa kecil, habiskanlah segera makanan mu.” Aura Nana yang mengerikan mulai terlihat, ia kembali melahap sesendok besar nasinya.

 

Sehun terus menatap pada bagian dada yeoja itu, ia melihat sesuatu yang ia kenal..

 

“Apa yang kau lihat !” Nana yang baru menyadarinya langsungg menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.

 

“Anyia, itu — itu kalung Luhan hyung.. “ Sehun menunjuknya dengan sumpit.

 

“Eo? Enak saja.. ini kalung ku!” Nana segera memasukkan kembali kalung itu kedalam bajunya.

 

“Tidak. Hanya Luhan hyung yang memilikinya, dia memakai itu selama masa trainee nya. Tapi sekarang aku tidak pernah melihatnya lagi, ah omo! Kau —- “

 

“Aku tidak mencurinya !” Nana tahu apa yang akan diucapkan oleh Sehun.

 

“Lalu dari mana kau mendapatkannya? Kau — kau mantan kekasih Luhan, matjo?” Sehun mengingat akan sesuatu hal ketika ia melihat Nana, ia merasakan seperti sangat mengenal sosoknya.

 

“O-U-T .. “ Nana mengejanya.

“OUT? Mwoga (apa itu) ?” Sehun tidak mengerti.

“OUT OUT.  Urineun (kami) OUT. “

“Putus maksud mu?”

“Menurut mu ? “ Nana memelototi Sehun.

“Aku hanya bertanya kenapa marah – marah.” Sehun mendengus kesal.

 

Nana tidak merespon Sehun, ia melanjutkan menyantap makanannya.

 

“Dia  sepertinya mengerikan. Pantas saja Luhan hyung memutuskannya.” Sehun berdecak dalam hatinya.

 

“Apa kau lihat – lihat? Apa? “ Nana kembali menggertak Sehun.

 

“Kau yeoja atau preman ! “ Sehun memekik.

“Jika aku preman kau mau apa !” Nana tidak mau kalah, pekikannya lebih tinggi dari suara Sehun.

“Tidak. Aku hanya bertanya saja.” Seketika nyali Sehun kembali ciut -_-

 

Sehun menunduk, dan menghabiskan makananya lebih cepat.

 

“Huks.. “ suara yang lebih mirip seperti tangisan.

 

“Eoh?” Sehun kembali mendongak, ia mendengar sesuatu seperti menahan isakan.

 

“Kim Nana-ssi.. “ Sehun melihat Nana yang sedang menyeka matanya dengan selembar tisu.

“Pedas. Aku minta  ice cream mu.” Nana langsung menarik Ice cream milik Sehun lalu memakannya sesendok demi sesendok.

 

“Yak! Itu punya ku! Ya!”

“Aish kau pelit sekali. Uang mu banyak, kau bisa membelinya lagi.” Kini mereka saling tarik menarik cup ice cream.

 

“Kyaa—- ini enak sekali. Ini rasa apa?” Nana menghisap ice cream yang tertinggal disendoknya.

 

Sehun mengambil sedikit setiap lauk yang ada dinampan Nana, lalu  mencicipinya..

“Manis semua, tidak ada yang pedas. Lalu kenapa dia seperti orang menangis?” Sehun menggumam dalam hatinya.

 

“Rusa kecil. Ini, ku sisakan sedikit untuk mu. Gomapta.. “ Nana menyodorkan ice cream Sehun yang tinggal setengahnya lagi.

 

“Nana-ssi, nama ku Oh Sehun.”

 

“Aratjo. Sehun – Luhan – Lay – Kai – Suho – Tao – Baekhyun – Chanyeol – Kris – Xiumin – D.o – Chen – matjo?”

“Eo kau —- “ Sehun tidak percaya jika Nana bisa menyebutkan nama mereka satu persatu.

 

“Kkeurotjii (tentu saja)  .. aku ini seorang fans. Lebih tepatnya aku fans yang beruntung, aku bisa masuk kesini dan menciptakan fans  untuk ku kelak.. “ Nana menyeringai.

 

“Kau pasti sasaeng! “

“Anyigodeun ! Aku ini terlalu cantik jika menjadi seorang sasaeng, cih..  “ Nana mengibaskan rambutnya.

 

“Aku ingin muntah.” Sehun menatap Nana cengo.

“Muntah saja disini.” Nana menunjuk cup ice cream.

“Hmmmftt .. “ Sehun tanpa sengaja tertawa, ia merasa Nana adalah sosok yang lucu.

“Mwol? Jika mau tertawa, tertawa saja.” Nana juga tampak ingin tertawa.

 

“Gyahaha.. “

“Hahaha.. “ Kini mereka tertawa bersama akibat kekonyolan yang tercipta.

 

“Dia gadis yang periang.. “ Sehun kembali membatin.

 

“Sehun-ah, bangapta (senang berkenalan dengan mu) .. “ Nana memberikan tangannya pada Sehun.

Sehun menjabat tangan Nana .. “ Na do bangapta, Kim Nana-ssi.. “ Terukir senyuman cerah diwajah Sehun.

 

“Berlatihlah yang keras. Meskipun aku disibukkan dengan persiapan debut ku, tapi aku tetap membeli album kalian. Hwaiting ! “ Nana mengangkat tangannya.

 

“Nde, hwaiting ! “ Sehun ikut mengangkat tangannya.

“Aza aza hwaiting ! “ Nana berteriak.

 

“HWAITING ! “ Sehun juga berteriak.

“GO GO HWAITING ! “ Nana lebih keras.

 

“HAHAHAHA.. “ tawa kembali memecah.

 

 

xxx

EXO’s Dorm

 

Mungkin malam ini adalah malam yang bersejarah bagi orang – orang yang menempati apartement yang sama dengan EXOdeul. Sunyi senyap .. tidak ada kegaduhan sama sekali, benar – benar kondisi yang langka.

 

Sejak sore tadi setelah mandi dan makan malam, memberdeul hanya bermalas – malasan diruang TV dan sebagian didalam kamar, bahkan ada yang tidak tahu harus melakukan apa dan hanya masuk keluar kamar tanpa tujuan.

 

“Membosankan.. “ Chen yang biasanya adalah maniak PS, kini mencampakkan stik PS miliknya ke sembarang tempat. Tidak ada satupun memberdeul yang mau bermain dengannya.

 

“Tidak ada Sehunni.. “ Chen mendesis pelan,  Sehun adalah satu – satunya orang yang akan luluh dengan  pemaksaan Chen. Ia selalu bersedia bertanding melawan Chen meskipun ia sedang merasa kesal, dan ia akan melampiaskannya dengan cara membanting stik PS milik Chen.

 

“Bocah itu kemana? Kenapa lama sekali pulang?” Kai yang berguling – guling didepan TV terus menatap layar ponselnya, ia sedari tadi hanya melihat – lihat gambar selca nya bersama EXOdeul. Untuk pertama kalinya, tidak ada pertengkaran konyol yang terjadi.

 

Xiumin masuk kedalam kamarnya, ia melihat semua masih tertata dengan rapi, tidak ada satupun barang yang berserakan.

“Kamar ku kenapa jadi rapi seperti ini? Sehunni .. “ Tidak ada Sehun yang selalu keluar masuk dari dalam kamarnya dan menarik semua barang miliknya.

 

Sementara itu didapur..

Baekhyun membuka lemari es dan melihat strawberry favoritnya masih terbungkus rapi .. “Bocah itu.. jika ada Sehunni pasti strawberry tinggal satu. Aku tidak akan sanggup menghabiskannya sendirian.. “

 

D.o & Suho sedang mencuci piring bersama. Senyap .. tidak ada yang terdengar kecuali hanya air yang mengalir dari kran air, serta dentuman piring yang sesekali berbenturan.

 

“Sepi hyung.. “ D.o membuka suaranya.

Jika biasanya akan ada seorang pemberontak, setiap kali D.o ataupun Suho menyuruhnya untuk mencuci piring ataupun membuang sampah.

 

“Tidak ada yang menentang ku .. Sehunni.. “ Suho berkata pelan.

 

“Biasanya apel yang sudah ku kupas pasti akan habis jika Sehun ada dirumah.. “ D.o melihat sepiring apel yang baru saja ia kupas.

 

Luhan memainkan rubiknya diatas sofa .. “Aish kenapa aku bisa melakukannya dengan cepat ! Tidak ada yang menyoraki ku.. Sehunni.. “ ya, biasanya akan selalu ada Sehun yang akan membuat Luhan kebingungan ketika menyusun rubik.

 

Lay termenung menatap layar TV dengan sebungkus snack ditangannya.. “Kau mau?”

 

“Tidak. Aku kenyang.”

“Kau mau tidak?”

“Tidak hyung.”

 

Tidak ada yang menyentuh snack nya. Sehun akan selalu mengusikaya dan menyisakan Lay hanya beberapa keping keripik kentang.

“Ku simpan saja, untuk Sehunni.. “ Lay beranjak dari duduknya.

 

Tao sedari tadi menelungkupkan badannya disamping Kai, ia sudah mencoret lebih dari puluhan kertas.  “Tidak ada yang mencoret – coret gambar ku. Semuanya menjadi bagus, ah menyebalkan!” Tao akhirnya mencoret – coret gambarnya sendiri, karena mala mini tidak ada Sehun yang selalu akan mencoret hasil karyanya.

 

“Eoh Ji Ah ! Jung Ji Ah gadis itu ada disini .. aku akan mengajak Sehun untuk ke atas —- “ Seketika senyuman yang mula – mula sudah mengembang diwajah Tao, kini kembali meredup. Tidak ada Sehunni yang akan selalu bersedia untuk menemaninya, dan akan selalu menyimpan rahasia diantara mereka berdua.

 

“Ace ..  Dino .. kalian bahagia malam ini? Sehun tidak menjadikan kalian bantalnya untuk menonton TV.. tapi Daddy tidak, Daddy tidak menyukai ini ..” Kris duduk dihadapan kedua anak jadi – jadiannya itu -_-

 

“Kaca mata ku — kenapa kau tidak hilang malam ini? Sehunni selalu menyembunyikan kaca mata ku. Sehunni.. “ Chanyeol membolak – balikkan kaca mata miliknya yang akan selalu ia cari – cari ketika ia baru selesai mandi. Sehun sering menjahilinya dengan menyembunyikan kaca mata Chanyeol didalam laci pakaian dalam milik Baekhyun -_-

 

Malam ini memberdeul semua tampak murung .. Karena Sehunni belum juga pulang dari latihannya. Mereka merasakan kekosongan yang luar biasa, bahkan BaekYeol sang mood maker pun tidak mampu memecah keheningan tanpa agen peperangan nan tangguh baby magnae Oh Sehun.

xxx

CKIT ~ mobil pribadi milik Seunghwan kini terparkir rapi diparkiran apartement. Mereka sengaja tidak menggunakan Van agar tidak mudah dikenali oleh para Fans yang ternyata sudah berjejer disepanjang gerbang utama apartement.

 

“Cha— sudah sampai. “

 

“Nde hyung.” Sehun membuka sitbeltnya, ia memakai kembali topinya dan turun dari mobil. Ia melihat ada 22  pesan masuk menghiasi layar ponselnya.. dan juga 22 missed calls. Semua itu dari para hyungdeulnya.

 

“Eung? Hyungdeul ku sungguh tidak waras.” Sehun tidak pernah mendapati memberdeul  mengirimkan pesan singkat yang begitu panjang padanya.

 

“Sehunni, setelah ini langsung istirahat aro? “ Seunghwan merangkulnya berjalan menuju lobby utama.

 

Tetapi, seseorang sudah menunggu mereka tepat didepan pintu basement ..

 

“Annyeong ~ “ seseorang dengan sebuah kotak ditangannya.

 

“Kau —- ada apa disini? “Seunghwan menunjuk sosok itu .

 

“Noona.. “

 

TBC

 

Annyeong ~ nantikan part akhir dari magnae meletus ini ya kkkk ~ *apadah

 

Keep on fighting ! *tebar bulu ace

 

DEEP BOW…  ^^

RCL juseyo ~~~~~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

154 thoughts on “Sequel Part 2 END : Explosive Magnae ( 4)

  1. dorm jadi sepi gaada sehun jadi gimana gitu ya wkwk ._. btw itu noona noona yang terakhir siapa deh. penasaran. lanjutkan thor. author jjang!

  2. itu siapa?-_____-
    hyungdeul nya lebay ih(?) sehun keluar sebentar aja tu nah hahaha xD
    semoga aja setelah sehun meledak ledak kan amarah nya denga blak blakan, hyungdeul nya semua pada baikan sama kekasih masing-masing😀

    okeh lanjuutttt unnn😀

  3. Sehun lucu ya kl marah ._. Aduh..gemes sm Sehun~ Bs nasihatin hyung”nya yg dibutakan oleh cinta -_- Dan akhirnya para hyung kesepian ._. Makanya, jgn ribet sm yeojanya trs, Sehun ngambek tuh ( ‾▿‾)-σ itu Nana kah? Yg di lift. Pny firasat itu Nana ._.

  4. sehun kalo ngamuk ngeri juga ya-__- semuanya kena semprot (?) sang baby magnae. sampe pancinya kyungsoo aja ikut rusak gitu kkkk

    ditunggu kelanjutannya~~

  5. adduuhhh…
    gimna sich..
    giliran sehun buat keributan dimrahi..
    skrag giliran sehun’a g’ ada mlah sepiii….
    begitu trsa prbedaan’a ya…

    mangkanya hyeungdeul jgan buad sehun mrah lgie…
    qn semua’a jdie rindu dgan sehunnn…….

    jeongmal jeongmal daebak…
    author jjhaannnnnggggg…….(y)

  6. sehun kalau ngamuk, ngeri jg yaa -___- semuanya jadi kena amuk (?)
    wkwkwk tumben itu dorm sepi dan sunyi senyap, trnyata sehun sgt brpengaruh yaa diexo~~
    aigoo si kris makin waras aja tuh die *pletak

  7. lanjutanya dong plis… liat sehun ngambek nakutin kaya naga ..tp seru biar hyungnya sadar… hebat nich authornya mantap semngat y thor….

  8. hahahhhahahhahahaha, sumpah bagian lay sama luhan bikin ngakak thor =D
    tapi mewek waktu liat tuh bocah cadel nangis,:’)
    akhirnya nana comeback, chap selanjutnya nana comeback bareng xiao lu ya thor^^
    yaekris udahan lah ributnya-____- udah tua.
    noona? nuguya?
    ditunggu next nya thor, jjang! hwaiting!!!

  9. Bnr ga sehun spt itu, manja n ngemesin. dari face ga ktahuan heheh. krystal hanya sedikit munculnya, hmm…saeng di perbanyak donk moment krystal n suho heheh. Lay byk bgt ya senang sama dy, kasihan tao..next part ditunggu ya

  10. uwaaaa magnae kyeowo~ Lucu sekali kamu Oh Sehun! x)

    eh btw, sorry dolly ya telat bgt commentnya, padahal aku udah baca 2 hari yang lalu. Abisnya handphone ku ketinggalan di tempat si mommy sih -.- cih ma bad memory >< *eh jadi curcol -_-

    aaaaah, aku seneng eonni ngebikin Jiji's personality nya sama kaya aku, jadi berasa gimanaaa gitu bacanya xD
    jeo~ngmal gomawoyo eonni-ah ^^

    Sehun sehun sehun! aku tau sekali begimana perasaan sebagai seorang magnae karna aku juga seorang magnae *ga ada yg mau taupun -.-
    tapi tapi, Oh Sehun hebat syekali~ membongkar semua rahasia hyung2 nya, kaya silet investigasi aja gyhahaha

    overall, ff eonni selalu keren dah. Jitao moment nya dibanyakin please~ *puppy eyes brg yeol

    Jia you uri yaegi eonni (^-^)9
    Love You always :*

  11. Neomu joahae

    Kgk tau lah eoN
    campur aduk dah rasax liat suasana pasukan ot12!

    Romance,sad,happy menyatu !
    Ah..lay go itU sebenernya cinta krystal or woo yeon
    #bingung

  12. Aigoo, Sehun ngamuk -_- ckck, Sehun-aa, i’m here /lambai2/?
    Kkkkk~ Sampe nangis masa pas ngeliat part sehun yang ngamuk u_u

    Gatau mau ngomong apa lagi :3 Just hope, supaya Sehun stay single disini ,_, kkk, eonnie fighting! ^_^

  13. Daebak !!! SEHUNIE UDH DEWASA YA
    Eonn msh ada exo series nya ga ??aku jdi suka yg exo series ‘-‘
    Next chapter ny jgn lama ya nae gidariyo !!!
    Hwaiting !!!

  14. Aaaa sehun~ di unyu bgt sih hahaha. Waaah bener2 pada kehilangan yaak pas sehun ngilang hehe😀 ceritanya bagus banget😉 gatau hrs ngomong apa lagi. Fighting! Aku tunggu chap selanjutnyaaa :))

  15. ngeliat sehun ngamuk serem juga ya…..semua rahasia terbongkar….
    tapi dorm terasa sepi kalau sehun gak ada….
    ini gak tau perasaan aku aja atau memang benar kalo nana sma sehun keliatan akur banget deh……
    ji ah bener kok kris itu suaminya yaegi jadi jangan bingung nde……..
    itu siapa ya?? aaa penasaran eonn next part palli juseo ^o^//…

    maaf eonn komennya telat…..
    biasa sibuk eonn *sok sibuk lo ^o^v

  16. Ping-balik: Sequel Part 2 END : Explosive Magnae ( 5 END ) | EXO & Prince WuFan

  17. Di part ini sungguh luar biasa..
    Romance, sedih, comedy jadi satu kesatuan..*apadeh*

    ini part yg paling aku sukaa…pertahankan ya eon…*lah(?)*

  18. yaampun sehunie yaampun bikin saya nangis huks
    itu pada ngegalauin sehun lah ada-ada aja
    lucunya ada, galaunya ada, sedihnya ada, complicated ya thor n_n

  19. Kata-katanya sehun T^T jadi ikutan terharu *peluk ace* *tapi ace ga mau*
    Itu yang nunggu yaegi bukan? Tapi kalo yaegi kok nunggunya dibawah-__-
    ahhh mollasso. LANJUT terus!!!

  20. smw member ngerasa kehilangan baby magnae..pdhl sehun lg berusaha bersikap dewasa..tp nana n sehun cepet akrab jg..cuma mereka sama2 stres..hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s