EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 3 |

Gambar 

Chapter 1 |

Author             : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast in this part      :

– EXO  Huang Zhi Tao | Kai | Suho | Sehun | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |  D.o | Luhan | Lay |Chen |

– Jung Ji Ah ( OC )

– Kris  (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– Lee Jae Jin ( FT Island)

– EXO’s Real manager

Genre                      :  Romance – Comedy – Family  – Brothership – Kris Married Life

Rating              :  PG – 17

Length              : Chaptered

Disclaimer          : Don’t copy paste / plagiat My Story.  All of in this Fan Fiction is Mine.  From my brain purely.  TYPO EVERYWHERE ! PLEASE LEAVE YOUR COMMENT & HIT LIKE BUTTON. Happy reading ^o^

 

xxx

Recommended Song  _ EXO – M PETERPAN


qi fu ni de ren dou bei wo da bai gan pao

The ones who bullied you were all defeated by me

 

zai ni de shen bian xin jiu xiang fei shang yun cai
wo wei yi de gong zhu ni bi wen di geng ke ai

 When I’m beside you my heart flies up to the clouds
My only princess, you’re cuter than Wendy

xxx

 

“Fuuhh – fhhh.. tahan, kaki mu jangan digerakkan. Fuuhhh.. “

 

“Auuwh! Apha (sakit),  hiks  mommy.  Yaaa!  pelan – pelan! “

 

Tao mengusap perlahan bagian kaki & tangan Ji Ah yang terluka akibat selokan yang ada di basement. Yeoja itu terus melangkah mundur ketika Min  Wook mencoba menemukan sosoknya, dan tanpa ia sadari kakinya masuk kedalam salah satu  sisi selokan lalu membuat sepedanya ikut jatuh menimpanya, semuanya terjadi begitu saja.

 

Minwook manager  & Tao segera membawa gadis itu kembali ke apartement Yaegi untuk diobati.

 

“Jiji, bagaimana bisa? Kau ini ceroboh sekali.” Nana memegang sebuah kotak p3k ditangannya.

“Ini tidak akan sakit lagi jika sudah diberi plester. Tahan .. “ Tao masih fokus mengobati luka – luka yang ada dibagian kaki yeoja itu, wajahnya sedikitpun tak bergeming ke arah lain.

 

Sementara Minwook manager hanya berdiri kosong dengan terus memperhatikan keduanya.

“Mianhaesseoyo Agasshi, aku tidak tahu jika kau juga tinggal diapartement ini. ” Min Wook membuka suaranya.

 

“Ssshh.. nde, gwenchana Tuan. Aku baik – baik saja. Aaah ahh.. perih ! “ Ji Ah reflek menarik kakinya dari genggaman Tao yang masih berjongkok dibawahnya.

 

Tao mendongakkan wajahnya, menatap lurus Ji Ah yang duduk diatas sofa , “Tidak akan sakit, bersabarlah, aku akan meniupnya agar tidak terasa perih.” Tatapan & suaranya begitu intense.

 

GULP ~ Seolah Ji Ah mengalami kesulitan ketika menelan salivanya, tatapan yang begitu mencolok dari seorang namja dan untuk pertama kalinya bagi Ji Ah. “Eo.” Ji Ah nyaris tidak tahu harus memberikan respon seperti apa.

 

“Tao-ssi, biar aku saja yang melakukannya. Sepertinya kau memiliki jadwal diluar. Kemarikan.. “ Nana menarik senyum tipisnya hingga membuat kedua lesung pipinya merekah.

 

“Nde? Ah ye, ini.. “ Tao bangkit dari posisinya, memberikan obat dan alkohol pada Nana.

“Hanbammal (sekali lagi).. aku sungguh minta maaf nona. “ Minwook masih merasa tidak enak.

 

“Gwenchanayo ahjussi, kalian bisa pergi sekarang.” Nana menengahkan.

Sekilas Min Wook melirik jam tangannya, “Tao.. “

Tao menoleh padanya .. “Hmm?”

“Kita sudah terlambat, shoot nya akan segera dimulai.”

Tao beralih lagi memandangi Ji Ah yang masih meringis kesakitan itu , “Nona Jung, maafkan aku. Ini salah ku, aku permisi dulu. Annyeonghaseyo.” Tao membungkukkan badannya, ia sangat merasa bersalah atas kejadian ini, jika bukan ia yang berpikir bahwa Ji Ah adalah orang asing, maka Ji Ah tidak akan terluka karena menghindari sang manager.

 

“Sssh, eo.. gwenchana.” Ji Ah menjawab seadanya.

“Tao.. Tao? Huang Zhi Tao?” Min Wook menyikut lengan Tao berkali – kali.

“Eh? Ah maksud ku .. ayo kita pergi hyung. “ Tao tidak menyadari jika Minwook terus memperhatikan gerak – geriknya yang cukup mencurigakan terhadap Ji Ah.

 

“Kim Nana-ssi, kami permisi.” Min Wook untuk kesekian kalinya pamit.

“Jiji, aku kedepan sebentar.  Gidarilkkae (tunggu ya) .” Nana menaruh semua peralatan p3k diatas meja lalu mengantar mereka menuju pintu keluar apartement, “Nde, neomu gamsahaeyo kalian sudah mengantarnya  hingga apartement. Maaf telah merepotkan.” Nana bersikap sangat lembut & sopan.

 

Setelah pintu ia bukakan, Tao & Minwook manager keluar dari apartement..

 

“Tao ! “ Dalam saat yang sama, seseorang yang baru saja keluar dari dalam lift berlarian memanggil dan menuju arah mereka.

 

“Xiao Lu ge.. “ Tao menoleh pada sosok Luhan yang ternyata menyusulnya hingga lantai 20.

“Luhan? “ Minwook sedikit mengernyit.

“Tadi Tao membalas pesan singkat ku, katanya disini. Siapa yang terluka? Bukankah Yaegi sudah ke Kanada?  Kris baru saja menelfon ku.” Nafas Luhan sedikit terengah – engah, dan yang terpenting ia tidak menyadari jika sosok Nana ada didepannya saat ini.

“Amuriddeo eobsetjo (tidak terjadi apapun).” Nana memotong pembicaraan mereka.

“Nana-ssi, jadi kau yang terluka?” Luhan bertanya tanpa rasa segan, karena itu murni rasa keprimanusiaan.

 

“Anyu.” Nana menjawab singkat.

“Geure, kita pergi sekarang. Kim Nana-ssi, aku sangat berterima kasih pada mu. Sekali lagi, aku mohon maaf.” Min Wook menyuruh Luhan & Tao segera melangkah lebih dulu.

“Ah ye ye Tuan.” Nana mengangguk – ngangguk dengan kedua matanya yang melengkung membentuk senyuman.

 

Tanpa sengaja, mata Nana & Luhan saling bertemu ketika Luhan hendak berbalik pergi.

Nana menatapnya sesaat, “Apa? Mau apa kau?” Nana tiba – tiba berubah layaknya monster pemangsa manusia -_- , ia mengepalkan tangannya seperti hendak melayangkan tinju ke arah Luhan.

Untunglah Tao & Manager Minwook tidak melihatnya. “Aku permisi.” Luhan bergidik ngeri memandang yeoja itu.

“Out out !” Nana berbisik sambil mengeraskan rahangnya, ia masih memperlihatkan kepalan tangannya pada Luhan -_-

“Nana .. kau tidak juga berubah.  “ Luhan membatin kuat dalam hatinya, lalu melangkah pergi.

 

“Luhan ! “ suara manager membuat Luhan mempercepat langkahnya.

 

“Hufh ~ “ Nana menepuk – nepuk keras dadanya sendiri, lalu menutup pintu dan masuk kedalam.

 

Sementara itu didalam lift ..

“Kenapa aku terus membuatnya sial? Gadis Russia.. debuqi (maafkan aku). “ Tao masih sangat merasa bersalah, ia sedari tadi terus menggumam dalam batinnya.

 

“Aku tidak ingin mendengar jika diantara kalian masih terdapat skandal ataupun cinta lokasi dan sejenisnya.” Perkataan Minwook manager menancap pada diri Tao.

 

Tao berusaha bersikap sebiasa mungkin. “Tadi itu salah ku hyung. Lagi pula dia tamu dari kakak ipar, aku sama sekali tidak mengenalnya hyung.”

“Eum, geuereyo. Itu bagus, tapi kalian juga sudah dewasa. Aku tidak terlalu mempermasalahkannya.”

“YE?” Luhan  & Tao sontak terkejut dengan pernyataan sang manager.

“Ahh dwesseo – dwesseo ! Aku hanya memperingatkan, kalian harus lebih fokus pada karir.” Min Wook tidak ingin menjelaskan panjang lebar.

 

xxx

Several days later ..

EXO’s Dorm

 

Hari ini memberdeul sudah kembali berkumpul, satu persatu dari mereka sudah kembali ke dorm untuk mempersiapkan comeback mendatang serta serangkaian jadwal yang telah menanti.

 

Begitu pula dengan Kris, sejak kemarin ia hanya menghabiskan waktu didorm dengan bermasker ria dan serangkaian perawatan wajah yang ia lakukan  paska setelah perjalanan jauh Vancouver menuju Korea.

 

“Kyaaaaa ! HAHAHA.. “ BRAK !

“AHHH ! IREOJIMMAAAA !! “  Kris terhentak dari ranjangnya ketika seseorang  melompat ke atasnya, hingga membuat masker yang sedang ia pakai saat ini berantakan mengotori kerah T-Shirt yang ia kenakan.

 

“Chanyeol hyung mengejar ku Ge ! “ Tao membela dirinya, ia menunjuk pintu kamar Kris.

“Rambut ku – rambut ku ! Yak ! “ Kris berusaha menggeser tubuh Tao yang sedikit menduduki rambutnya -_-

 

BRAK ! “ TAO ! GYAHAHAH.. kau sembunnyikan dimana?” BRUK ! Kali ini baby magnae Oh Sehun juga ikut melompat hingga membuat wajah Kris merah padam.

 

“Apa tidak bisa main diluar saja? ” Kris bangun dengan wajah jengahnya menatap dua magnae yang kini ada dihadapannya. Ingin  sekali rasanya Kris menelan mereka hidup – hidup disaat seperti ini.

 

BRAK ! Lagi – lagi ..

“HUANG ZHI TAO ! OH SEHUN !! DIMANA KALIAN SEMBUNYIKAN TOPI KU !! “ Chanyeol sudah berdiri didepan pintu kamar Kris.

 

“KYAAA.. Tao.. Tao dimana? Gyahahaha.. “ Sehun berloncat dari kasur Kris menuju kasur manager, mereka mengelilingi seisi kamar sesaat lalu berlarian lagi ke arah luar.

 

“Whewhh ~ “ Kris hanya bisa melengos pasrah, ia berpindah ke depan cermin untuk membenarkan masker wajahnya.

 

“Menyebalkan jika harus menaruh masker sendirian ! “ Kris membetulkan posisi headband yang ia pakai, ia tampak sesungutan saat ini. Jika dihari – hari biasa setelah menikah, ia akan meminta Yaegi untuk mengoles krim wajah, masker atau apapun itu.

 

“Aish ! “ Kris menarik facial mask yang ia pakai baru beberapa saat lalu.

“CK ! “ Ia kini meraih ponselnya .

 

“Eo, wae?” Seseorang disana mengangkatnya.

“Kau dimana? Pakaikan aku masker.” Kris merapikan poni – poninya didepan cermin.

“Wu Yi Fan..  aku lelah sekali, badan ku remuk semuanya..” suara itu tedengar serak.

“Aku ke atas sekarang.” Bip. Kris memutuskan sambungan telfonnya, lalu mengambil handuk basah yang didekatnya, ia menyeka semua sisa – sisa cleanser yang ada diwajahnya. Lalu, ia bergegas keluar kamar.

 

“Hyung, mau kemana?” D.o membawa sepiring omelet buatannya dari arah dapur.

“Aku ke atas sebentar.” Kris menunjuk dengan tangannya yang memegang ponsel.

“Pukul 5 nanti kita aka nada FanSigning.. “ Suho mengingatkannya lagi.

 

“Ge, mau kemana? Ikut.. “ Tao mencampakkan  marker yang ia gunakan untuk menggambar, lalu berhamburan ke  arah Kris.

“Tidak boleh.” Kris menggeleng cepat.

“Ahh ge ! “

“Aku mau berkencan dengan istri ku ! “ Kris spontan mengeluarkan perkataan konyolnya, hingga membuat semua mata memberdeul menatapnya heran..

 

Kris melihat sekitarnya sejenak, sebelum wajahnya berubah bodoh & memerah ia segera melangkah keluar dari pintu dorm. BLAM ! Suara pintu yang tertutup berdentum.

 

 “Gyhahaha… Tao, lanjutkan saja gambar mu.” Sehun mengayunkan lollipop yang sedari tadi ia hisap ke arah Tao.

“Eo.” Tao mengerucutkan bibirnya.

 

“Omo mo mo.. Kris hyung.. “

“Berkencan?”

“Aigooo..  4 hari Yaegi-ssi di Kanada itu tidak cukup? Ck ck ck.. Kris hyung..” Memberdeul mulai berargumen.

 

“Aku masih tidak menyangka jika Kris hyung sungguhan sudah menikah. Gyahaha.. dia sudah berani berbicara terang – terangan sekarang.” Chen berbicara tanpa melihat pada memberdeul disekitarnya, ia sibuk berkutat pada PSP biru milik Lay yang ia pinjam lebih tepatnya meminjam tanpa izin -_-

 

“Prosesnya terjadi sangat cepat, ketika kita menutup mata lalu membukanya .. CHA ! ChanSha sudah berbentuk anak manusia .. Kris hyung express namja .. “ Kai mendengkur disisi paha D.o yang sedang menikmati omeletnya.

 

“Gyahahah.. express namja, laundry express namja..  Kris hyung laundry namja.. “ Chanyeol tertawa sambil mendaur ulang kalimat Kai -_-

 

“Aih .. tidak baik seperti itu, jika Kris hyung mendengarnya akan tidak enak.” Suho berhenti mengutak – atik ponsel nya.

“Kekeke. Kris itu termasuk pengantin baru, aku rasa ChanSha itu faktor keberuntungan.. “

BLAM ! Sebuah bantal pokemon mendarat mulus diwajah Luhan yang mendengkur dengan rubik ditangannya.

“Yak MINSEOK ! “ Luhan melemparnya lagi pada Xiumin.

“Kau jika bicara hati – hati, anak itu titipan Tuhan.. “ Xiumin berbicara dengan mulut yang berisi omelet buatan D.o

 

“Eyyhhh Xiumin hyung.. “ mereka justru menyoraki Xiumin.

“Tidak ada yang berminat untuk menyusul ? “

“Euung?” Pertanyaan aneh nan singkat dari Lay membuat tanda tanya muncul dikepala memberdeul.

“Ahhh Suho hyung ! Suho hyung ! “ Sehun begitu antusias menunjuk Suho.

“Eoh? Naega wae (kenapa aku) ?!” Suho bangun dari rebahannya.

“Hyung, kau dan Nona Park itu. Apa tidak berniat untuk berkencan lagi? Ku rasa dia nyaris menjadi milik manager hyung.”

 

“MWOHAE ?!” Bukan hanya Suho, tetapi semua memberdeul terhentak hebat ketika mendengar apa yang D.o katakan.

 

“Bukankan  Seunghwan hyung mau menikah? Aku juga pernah mendengar Nona Park pergi bersama Seunghwan hyung untuk fitting baju pengantin.” D.o berceloteh sambil menjilati mayonnaise yang tersisa pada piring bundarnya.

 

BUFH ~ Seolah asap keluar dari kesepuluh  pasang lubang hidung namja tampan yang ada disekitar namja bermarga Do itu..

D.o menatap mereka satu persatu dengan tatapan innocentnya .. “Wae?”

 

1 detik, 2 detik, 3 —– “ITU PARK SO RA BUKAN PARK SOO RIM !! MEREKA KAKAK BERADIK !! YAK KAU DO KYUNGSOO ! GOSIP MU TIDAK PERNAH AKURATTTTTTTTT !

 

“YAKS! TIDAK PERLU MEMBANJIRI WAJAH KU DENGAN AIR LIUR KALIAAAANNN ! “

 

XXX

 

Tiiiitt – titt..  bunyi tombol pintu yang menandakan kode apartement telah sesuai.

CEKLEK ~ Kris melangkahkan kakinya kedalam apartement istrinya, hampir satu minggu Kris tidak melihat ruangan yang memunculkan kenyamanan tersendiri baginya itu.

 

“Baby Sha.. Aaaaa’ .. Baby Sha ini apel mu.. ayo dimakan .. “

“Heumm.. chiyo (shireo) .” Geum Sha menutup kedua matanya, seolah mencium sesuatu yang busuk -_-

 

“Chan.. Aaaaa.. “ Ji Ah beralih pada Geum Chan.

“Aaaaaaa.. “ Geum Chan membuka mulutnya lebar – lebar, menikmati sesendok demi sesendok sereal apel yang dibuat khusus oleh Yaegi untuk snack siang mereka.

 

“Ahhpppaaa.. “ Geum Sha membuang mainan dari tangannya,  ia langsung merangkak cepat ke arah dimana Kris sudah berdiri.

 

Ji Ah ikut menoleh .. “Eoh?”

 

“Appa.” Geum Sha memeluk erat leher Kris, ketika Kris menggendongnya.

Chup .. Kris mengecup pipi putri kecilnya “Eomma mu dimana sayang ? “ Chup .. Kris berkali – kali mencium pipi Geum Sha.

 

Geum Sha tidak meresponnya, ia kini terlihat asik memegangi kalung yang ada dileher Kris.

 

“Eonni sedang istirahat dikamar, mereka belum mau tidur siang Opp—ahjus— ah ye apapun itu nama mu.” Ji Ah takut jika kali ini ia akan keceplosan lagi.

 

“Kau line berapa?” Kris masih berdiri menggendong Geum Sha.

“94.. “ Ji Ah menjawab seadanya.

“Gunakan panggilan yang sesuai saja. “

“Dasar monster ! “ Ji Ah mendengus dalam hatinya.

 

“Aaaaaa.. Aaaaaaa..  AAAAAA !” Ji Ah tidak menyadari jika Geum Chan sudah membuka mulutnya begitu lebar untuk kembali melahap sereal yang ada ditangan Ji Ah.

 

“Eoh.. kau mau lagi? Ini.. Aaaa.. “ Ji Ah menyuapkannya lagi pada jagoan kecil itu.

 

“Geum Chan, Appa.. “ Kris memberikan tangan kananya agar Geum Chan datang ke arahnya.

Geum Chan melirik Kris sekilas, sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya..

 

“Wu Geum Chan? Wu Geum Chan, Appa.. sayang, Appa.. “ Kris mencoba mengalihkan perhatian putra kecilnya.

 

“Ayyshhyiooo..syioo..” Geum Chan menggeser tangan Kris dari bajunya, ia seolah jengkel jika Kris terus menganggunya.

“Mmmaama!” Geum Sha melihat arah pintu kamar.

“Eonni.. kau sudah bangun?” Ji Ah dan Kris juga ikut menoleh.

 

“Nde. Eoh, Kris-ah wanni (kau datang) ?” Yaegi menguncir rambutnya agar terlihat rapi.

“Eomma., eomma.. eomma.. eomma.. “ Geum Sha berloncat – loncat didalam gendongan Kris, ia berharap Yaegi segera mengambilnya.

“Kyaaa putri ku senang sekali, kau senang bermain dengan Jiji eonni hmm?” Yaegi menepuk – nepuk tangannya dan memberikannya pada Geum Sha.

 

“Geum Chan sepertinya marah pada ku.” Kris melihat Geum Chan yang asik bermain dengan boneka – boneka kecilnya.

“Geum Chan, Appa mu.. Appa mu disana.. “ Ji Ah menarik baju Geum Chan pelan, agar ia mau melihat.

“Appa.. “ Geum Chan mengangkat boneka angry bird berwarna ungu, lagi – lagi ia menyebut itu adalah jelmaan Kris -_-

 

“Gyahaha.. kau lihat? Anak mu saja tahu jika kau memiliki kembaran Kris-ah, gyahaha..” Yaegi menepuk punggung Kris, ia nyaris terbahak karena tingkah polos dari malaikat kecilnya.

 

“Wu Geum Chan, kemari.. “ Kris mendekat perlahan pada Geum Chan, ia langsung menggendong Geum Chan.

“KYAAAAAA JIYAAA CIYYYAAAA.. HIK… HHHKK.. CIYAA JJJIYYA ~ “  Geum Chan sontak histeris , ia terus melakukan pemberontakan ketika Kris mencoba memeluknya.

 

“Eommaa hoooaaaaa ..eommmaaa.. “ Geum Chan akhirnya menangis tersedu memohon agar Yaegi segera menyelamatkannya.

 

“Jiji. Sebentar.. “ Yaegi memberikan Geum Sha pada Ji Ah yang masih duduk dengan dikelilingi oleh mainan ChanSha.

 

“Sssttt, aga.. eomma.. “ Yaegi mengambil Geum Chan dari gendongan Kris, ia menepuk – nepuk pelan punggung Geum Chan agar putra kecil itu kembali tenang.

“Hiks..hhmmmaa… “ Geum Chan menunjuk pintu kamar.

“Arasseo – arasseo, ssstt.. uljimma.. “ Yaegi mendekapnya penu kasih sayang.

 

“Cih ! Rasakan, anak mu saja tidak mau digendong oleh mu. Dasar angry bird hidup !” Ji Ah tertawa iblis didalam hatinya, ia sedari tadi menertawakan Kris -_-

 

“Jiji, sudah mengganti plester mu lagi hmm?” Yaegi bergeming pada Ji Ah.

Ji Ah mendongakkan wajahnya , “Luka ku semuanya sudah kering eonni, hanya luka kecil saja. “

 

“Syukurlah, sudah ku katakan Tao itu namja yang baik.”

“Mwo?” Perkataan Yaegi sontak membuat Kris mengernyit.

“Dia jatuh di basement ketika kita di Kanada, Tao yang membantunya untuk mengobati luka – lukanya.” Yaegi masih menepuk – nepuk punggung Geum Chan yang sudah menyandarkan kepalanya dibahu Yaegi.

 

Kris menatap dua yeoja didepannya itu secara bergantian , “Ternyata, mereka semakin leluasa ketika aku tidak ada. Tidak bisa dibiarkan!” Batin Kris menggumam.

 

“Yaegi-ah, kajja kita masuk ~ “ Kris mengajak Yaegi menuju kamar.

“Eh? Kris-ah.. “ Yaegi yang sudah ditarik oleh Kris hanya bisa mengikuti langkah Kris.

“Hik Appppaaa” Geum Sha yang terlupakan masih berada dipangkuan Ji Ah.

“Eoh.. “ Kris kembali untuk mengambil putri  kecilnya.

 

“Jiji, sebentar lagi kita pergi nde— “ BLAM ! Suara Yaegi terputus oleh dentuman pintu yang berdebam akibat dorongan tangan Kris. Ji Ah terhentak sesaat ketika pintu kamar  ditutup dengan keras.

 

“Sssshh, aku bisa gila jika lama – lama tinggal disini. Monster pengganggu itu, auuwhh.. “

Drrrt – drrrrtt .. “ Eung?” Ji Ah yang semula berubah kusut, kini meraih ponselnya yang baru saja menandakan sebuah pesan masuk.

 

FLIP.

“From : JJ Oppa ~

Jiji-ahhhhhh ~ apa kau masih di Korea? Mannayo bolkka (bisakah kita kita bertemu) ? Akan ku jemput pukul 5 sore ^_^”

 

Ji Ah terpana sesaat membaca pesan singkat tersebut , “Kya~ mereka akan comeback.. kya ~ “ Ji Ah berbisik histeris pada dirinya sendiri.

Lalu ia cepat – cepat membalasnya..

 

“To : JJ Oppa ~

Opppaaaaaaaa.. aku disisi selatan Apgujeong, Pongpyu apartement. Ok, I’ll ~ “

 

FLIP.

“From : JJ Oppa ~

Call call ~ kekeke. Gidarikkae ~ “

 

“Kya ~ Mommy ~~~ Jae Jin akan menjemput ku jam 5 sore, kyaaa ! “ Ji Ah memeluk – meluk ponselnya, hatinya kini berubah senang.

 

Tetapi, “Uh? Aku harus meminta izin dulu pada Yaegi eonni, aihh.. ssshh, diberikan izin atau tidak?” Ji Ah melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 4 sore.

 

“Tapi — angry bird itu ada didalam, bagaimana caranya? “ Ji Ah mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam kamar Yaegi.

 

CEKLEK ~

“Eoh! “ Ji Ah berbalik membelakangi pintu kamar Yaegi yang sedang dibuka oleh seseorang.

 

“Jiji, kita jadi pergi kan?” Yaegi dan Ji Ah berjanji untuk pergi membeli kebutuhan dapur bersama – sama sore ini.

“Eonni.. “ Ji Ah berbalik, ia menatap Yaegi sedikit tidak enak.

“Hmm, wae?” Yaegi melengkungkan bibirnya dengan alis yang sedikit terangkat.

“Anyi.. jeogi..— aku — aku mau pergi — aku & teman ku — “ Ji Ah susah untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Chingu? Siapa chingu mu? “ Yaegi mengernyit pelan.

“Ah igeo — dia teman ku yang juga tinggal di Korea , kami sudah lama tidak bertemu. Kkeuresseo (jadi) —“

“Namjaeyo? Yeojaeyo?” Kris memotong pembicaraan diantara mereka berdua.

“Nde?” Ji Ah terperangah.

“Teman mu namja atau yeoja? “ Kris melipat kedua tangannya.

 

“Nam—mmjja. “ Ji Ah menjawabnya begitu hati – hati.

Yaegi memandang suaminya sesaat, “Eum, tapi teman mu itu harus menjemput mu kemari, agar aku tahu dan juga mengenalnya.”

“Nyonya Wu!” Kris menyikut lengan Yaegi.

“Aish, mwol?!” Yaegi balik menyikutnya.

“Ck. Kau ini.” Entah apa yang ada dipikiran Kris, ia menjadi serba salah.

 

“Jinjja eonni? Gyaa~ eonni gomawoyo. Nde, aku sudah menyuruh JaeJin untuk menjemput ku dirumah.Gya~ “ Ji Ah berlompat kegirangan.

“Jae Jin? Eyhh ~ namjachingu?” Yaegi menatap Ji Ah dengan tatapan menggoda.

“Ye? Anyia.. Jae Jin oppa-gga, dia teman ku ketika aku pertukaran pelajar  ke Jepang. Kami bertemu disana, keunyang chingu, nan namjachingu ebseo, ebdago (hanya teman, aku tidak memiliki kekasih, tidak punya) .” Ji Ah menjelaskan sedikit panjang lebar.

 

“Lalu, apa kau sedang menyukai seseorang hingga kau tidak menyukai teman mu itu hmm?” pertanyaan Kris sangat menyelidik.

Plak ! “Wu Yi Fan!” Yaegi menepuk bahu Kris.

 

“Anyu, waeyo?” Ji Ah menggeleng, tatapannya begitu polos.

“Eo, itu bagus. “ Kris berbalik kembali masuk kedalam kamar.

 

Blam ~

 

“Jiji, suami ku memang suka seperti itu.” Yaegi memastikan hingga Kris menghilang dibalik pintu kamar.

“Eo, gwenchana eonni. Aku sudah terbiasa dengan satpam penjaga pintu gerbang kampus ku yang— op!” Ji Ah menutup mulutnya tak sengaja.

 

“Anyi eonni, maksudku.. “ Ji Ah segera meralat kata – katanya, jangan sampai Yaegi berpikir jika gadis itu ingin menyamakan Kris dan satpam penjaga gerbang kampusnya -_-

 

“Gwenchana~ Bersiap – siaplah, kau akan pergi pukul berapa?” Yaegi tidak mengambil pusing akan hal itu.

“Jam 5 eonni.”

“Geure, berbenahlah mulai dari sekarang. Aku ke dapur dulu.” Yaegi berlalu melewati Ji Ah.

 

“Andai saja, Yaegi eonni itu menikah Joon ku. Cih ! “ Ji Ah masih saja mendengus kesal karena sikap Kris yang begitu acuh terhadapnya.

 

xxx

Ting tong ~ ting tong ~

 

“Eonni! Itu  pasti Jaejin kyaa ~ “ Ji Ah sedari tadi tidak bisa duduk tenang menunggu Jae Jin yang notabene adalah pentolan dari sebuah grup band ternama  Korea, FT Island.

Mereka saling mengenal ketika Ji Ah mengikuti pertukaran pelajar dijepang, dimana FT Island juga dipadati oleh serangkaian aktifitas mereka dinegeri sakura tersebut beberapa waktu terakhir.

 

“Eum, buka pintunya sekarang.” Yaegi menata  poni Ji Ah agar terlihat lebih rapi.

 

Ji Ah berlarian membuka pintu tanpa melihat pada layar monitor , CEKLEK ~

“Jiji-ah ..” seseorang diluar sana langsung menyapa akrab Ji Ah yang malam ini menggunakan cardigan soft pink dipadu T-Shirt “Versace” berwarna cream susu serta skinny jeans berwarna denim yang melekat sempurna dengan boots coklat tua yang ia pakai.

 

“Jae Jin Oppa !” Senyuman yeoja itu mengembang sempurna, rambutnya yang ia biarkan tergerai begitu saja membuat kharisma dari seorang calon ilmuwan muda jelas terlihat.

 

Jae Jin sedikit melirik ke arah dalam apartement , “Kita pergi sekarang?”

“Ah chamkamman. Eonni …. Yaegi eonni… “ Ji Ah memanggil keluar Yaegi.

 

“Annyeonghaseyo.. “

“Eoh ye annyeonghaseyo.. “ Jae Jin langsung memerikan salam sopan ketika Yaegi muncul dihadapan mereka.

 

“Eonni, ini Jae Jin, Lee Jae Jin yang  tadi aku ceritakan. “ Ji Ah memperkenalkannya lagi.

“Eoh? Kau.. ~ FT Island? “ Ternyata Yaegi dapat mengenalinya, meski bagaimanapun juga Yaegi  adalah seorang fangirl.

 

“ Ah ye masseumnida, Lee Jae Jin imnida.. “ Jae Jin lagi – lagi membungkuk sopan.

“Tidak masuk dulu?” Yaegi berbasa – basi.

“Nde? Anyia Noona, aku — sepertinya hmmm.. “ Jae Jin susah untuk berkata – kata.

“Eonni, jika pergi sekarang maka aku tidak akan terlambat pulang. Kami akan ke HongDae.” Ji Ah menjelaskan.

 

Tiba – tiba sosok Kris ikut muncul dibelakang Yaegi, hal itu sontak membuat gitaris handal FT Island itu terperangah kaku .. “Eoh!! “ mata Jae Jin membulat sempurna, ia reflek menunjuk sosok Kris.  Meskipun  sangat disibukkan dengan segudang aktifitas grup di Jepang, tapi dia juga tentu mengkuti perkembangan musik tanah airnya.

 

Kris yang semula dengan penuh percaya diri memperlihatkan batang hidungnya, kini perlahan bersembunyi tepat dibelakang tubuh Yaegi yang lebih pendek darinya itu.

 

“Oppa, kajja ~ Eonni.. aku pergi, bye ~ “

“Nde annyeong ~ berhati – hatilah.” Ji Ah sangat cepat membaca situasi, ia mendorong Jae Jin dari sisi pintu, segera berpamitan lalu menarik Jae Jin untuk segera masuk kedalam lift.

 

TING ! Terdengar suara pintu lift yang tertutup. Yaegi menutup pintu dan kembali kedalam.

 

“Nyonya Wu ! Tadi itu siapa? Dia kenapa bisa mengenalku?” Kris dengan sejuta kehebohannya

 -_-

 

“Dia itu sama seperti mu, dia idol. Lee Jae Jin FT Island.” Yaegi bersikap tenang.

“MWOHAE? “ Kris shock mendengar apa yang Yaegi katakan.

“Wae? Aku saja tidak menyangka jika itu sungguh Lee Jae Jin, andai saja itu Seunghyunn.. “ Yaegi menaruh kedua tangannya menempel diwajah mungilnya.

Seketika tatapan Kris berubah menusuk .. “Joahanda (kau suka) ?”

“Ahh wae?! Aku hanya menyukainya, mollayo? Seunghyun itu memiliki dagu yang sangat indah… kyaa ~ dia lebih manis dari pada kembang gula .. aigooo.. “ Yaegi masih berandai – andai membayangkan sosok biasnya di FT Island.

 

Tuing ~ Kris menolak pelan dahi Yaegi dengan satu telunjuknya , “Lalu aku kau anggap apa? “

Yaegi justru tersenyum simpul menerima perlakuan Kris , lalu sedetik kemudian …  HUG ~

“Wu Yi Fan-gga, kau itu namja yang tidak akan pernah ku tukar dengan semua kembang gula yang ada didunia ini.. Wu Yi Fan kembang gula ku satu – satunya, tidak ada yang boleh memilikinya.. Bakke epseo (tidak ada yang lain)..” Yaegi menaruh kepalanya didalam dada Kris yang terasa begitu nyaman, ia juga melingkarkan kedua tangannya pada pinggang namja itu.

 

“Tidak romantis.” Kris berpura – pura jual mahal.

Chup ~ “Ireokhae (seperti ini)?” Yaegi mengecup dagu Kris yang tepat berada dibawah wajahnya.

Kris masih tidak merespon ..

“Kris-ah.. begitu saja marah, yaaa ChanSha Appa.. “ Yaegi menggoyang – goyangkan tubuh Kris.

“Ck ! “ Kris akhirnya melihat padanya..  dan ~ Chu —- “Jika seperti ini.. bagaimana? Hmm?” Kris mengecup lembut bibir Yaegi dengan smirk yang terpatri pada wajah cool nya itu.

“Kau mesum.” Yaegi tersenyum tertahan , ia masih dalam posisi yang sama.

 

“Bulan mu sudah pergi?”

“Ajik (belum) .. “ Yaegi kembali menyandarkan kepalanya pada dada Kris sambil menggeleng.

“Huuufh ~ padahal ketika kita disana, itu kesempatan langka Yaegi-ah.. “ Kris kembali teringat akan liburan singkatnya bersama keluarga kecilnya untuk kali pertama selama usia pernikahan mereka yang akan genap berjalan  2 tahun.

 

“Lalu aku harus apa? Aku juga tidak merencanakannya.” Yaegi memasang wajah memelasnya.

Chup ~ “It’s Okay, setelah ini aku meminta mu untuk membayar ganti rugi 8x lipat.” Kris mengecup kening Yaegi singkat.

 

“Mwo?” Yaegi melepaskan pelukannya.

“Geurooomm.. 4 hari kita mengisi liburan, tapi karena bulan mu yang menyebalkan itu membuatku hanya bisa pergi bermain digame center & karaoke bersama Billy ! “ Kris menarik hidung Yaegi.

 

Fact : Selama diKanada, Kris tertangkap kamera sedang berada disebuah game center & tempat karaoke bersama seorang temannya.

 

“8x lipat itu berlebihan Kris-ah.. “ Wajah Yaegi mulai berdecak takut.

Smirk Kris berubah menjadi senyuman mautnya yang akan menghanyutkan bagi gadis manapun yang melihatnya .. “Bukan kah aku hanya kembang gula bagi Cho Yaegi, hmm?” Kris mendekatkan wajahnya perlahan, deru nafasnya terasa hangat.

 

“Kkk—-kr—kri—Kris-ah.. “ GULP ~ Yaegi mulai susah mengatur ruang oksigen yang terdapat pada rongga pernafasannya.

 

“Kau ini bagaimana ! Kita sudah lama menikah kenapa masih selalu saja gugup seperti itu ! “ tiba – tiba Kris berubah kesal.

 

“KENAPA MARAH – MARAH ! PIKYO (minggir ) !!” Suara Yaegi 4 oktaf  diatas main rapper EXO itu, Yaegi mendorong Kris dari hadapannya.

 

BLAM ! Dentuman pintu kamar yang sangat keras.

“Eh? Kenapa jadi dia yang marah? NYONYA WUUUU… “

 

xxx

 

TING ! Pintu lift terbuka dilantai dasar, Ji Ah & Jae Jin berputar mengelilingi koridor menuju basement.

 

“Ini dorm artis? Ku lihat diluar banyak sekali fans.” Jae Jin memakai lagi kaca mata hitamnya.

“Eo. EXO.” Ji Ah menjawab santai.

 

CKIT ~ pada waktu yang bersamaan, sebuah mobil Van putih memasuki basement, sinar lampu dari Van tersebut sedikit menyilaukan pandangan Ji Ah & Jae Jin yang baru saja menuruni anak tangga basement.

 

“Hyuunnng .. “ Seseorang berlarian dari arah lobby..

“Tao? Mana yang lain? Kita sudah terlambat untuk acara FanSigning.” Manager Im keluar dari Van yang ia kendarai.

 

“Mereka semuanya masih diatas hyung. Ah ye, Luhan ge & Yi Xing ge akan pulang ke Cina besok, matjo?” Tao berlari melewati Ji Ah & Jae Jin tanpa menoleh sama sekali.

 

“Ehmm.. kau kenapa tidak pulang? Aku bisa menemani mu.”

“Tidak Hyung. Aku disini saja.”

“Kau tidak rindu pada keluarga mu?”

“Tentu saja. Tapi ku rasa jika aku pulang sekarang, terlalu singkat.”

“Eo, nikmati liburan chuseok mu bersama member yang lainnya. Atau kau bisa ikut pulang ke rumah ku hmm?”

“Gyahahahaha.. nde hyung.. “

 

Tao yang asik bercengkrama bersama sanga menager sembari menunggu memberdeul yang lainnya untuk menuju acara FanSigning hari ini, sama sekali tidak mengekspos keberadaan Ji Ah disana.

Apa itu disengaja atau tidak, Tao benar – benar tidak menoleh bahkan mencuri pandang sedikitpun ke arah yeoja yang gambarnya masih ada pada gallery ponselnya, atau bahkan memang tidak menyadari jika Ji Ah berdiri disana. Manager Im yang hanya melirik sekilas, tidak terlalu memperhatikan dua sosok yang ada beberapa jarak didepannya itu, ia mengira itu hanya penghuni apartement yang sama seperti EXO.

 

“Jiji-ah? Jiji-ah? Jiji.. “

“Ah nde? Ye kau bilang Appa oppa?” Seketika Ji Ah sontak terkejut, Jae Jin berhasil membuyarkan lamunannya yang tanpa ia sadar berfokus pada namja yang beberapa hari lalu mengobati bekas lukanya.

 

“Kita jadi pergi sekarang eum?” Jae Jin kembali memastikan.

Ji Ah tidak bisa fokus pada Jae Jin saat ini, langkahnya begitu berat untuk berpindah dari sosok Tao yang berada sekitar 2 meter darinya.

“Ah ye kita pergi sekarang.. “ Ji Ah masih tetap mencuri pandang ke arah namja yang memiliki lingkar hitam pada kedua matanya itu, hingga sosok Tao & Im manager terhalang oleh mobil – mobil penghuni apartement lainnya yang juga terparkir rapi di basement.

 

“Apa – apaan dia? Kenapa tidak menyapa ku? Apa Tao Huang memiliki saudara kembar? Namja mesum itu —- apa itu sungguh kembarannya? “ Ji Ah terus bergelut dalam batinnya, ada perasaan kecewa ketika Tao melewatinya begitu saja.

 

“Jiji? Naik disebelah sana.. “ Jae Jin lagi – lagi menyadarkan Ji Ah dari lamunannya, Ji Ah tanpa sengaja  berjalan mengikuti Jae Jin hingga pintu sisi pengemudi.

 

“Nde? Ah ye hahaha.. aku kira aku yang menyetir Oppa.. “ Ji Ah mencoba berdalih.

“Eh? Kau sudah bisa menyetir?” Jae Jin mengerutkan dahinya.

“Ye? Ahh eo tentu sajaa..  hahahaha.. “ Ji Ah berlari ke sisi satunya lagi, untuk terakhir kalinya ia dapat melihat sosok Tao dari kejauhan hingga menghilang ketika ia masuk kedalam mobil Sedan Hyundai milik manager Jae Jin.

 

DUG DUG DUG ~ “Mommy, apa – apaan ini? Ini suara jantung atau perutku yang lapar?”  Ji Ah memegangi perutnya.

 

“Jiji, pakai sitbelt mu.. “ suara lembut Jae Jin kesekian kalinya membuatnya terhenyak.

“Ah ye Oppa, sitbelt .. cha ~ selesai. Go go go.. “ Ji Ah berusaha sebisa mungkin untuk menutup gejolak yang saat ini terjadi padanya.

 

Kini Sedan Hyundai Hitam itu melintas keluar dari pintu apartement ~

Tao melihat mobil itu hingga hilang dari pandangan matanya .. “Jadi— dia sudah memiliki kekasih..  “

 

xxx

 

CKIT ~ Tepat pukul 9 malam Sedan Hyundai hitam yang beberapa jam yang lalu pergi kini terparkir manis tepat didepan pintu gerbang apartement.

 

“Oppa, kenapa mengajak ku bermain di game center? Aku jadi lupa waktu, ssshh aku jadi tidak enak pada Yaegi eonni .. “ Ji Ah membuka sitbeltnya sedikit terburu – buru.

 

“Ayo, aku akan ikut mengantar mu kedalam .. “

“Ah tidak usah! “ Ji Ah spontan menolak.

“Waeyo?” Jae Jin tidak jadi membuka sitbeltnya.

“Yaegi eonni sudah tidur. Sudah tidak apa – apa, Oppa.. oneulyo gomawo (terimakasih untuk hari ini) .. sampaikan salam ku pada Hong Ki Oppa, Seunghyunni, Jonghyunppa, geurigo minhwannie. Oppa hwaiting ! Aku sudah sangat lama menunggu comeback mu.. “ Ji Ah memakai tas Vincci miliknya.

 

“Jiji-ah chamkamman ~ “ Jae Jin tiba – tiba menahan tangannya.

“Nde?” Ji Ah berbalik menoleh.

“Ini.. kuncir rambutmu, kau lebih cantik seperti itu.. “ Jae Jin memberikan Ji Ah sebuah ikat rambut berwarna kuning dari dalam dashboardnya.

 

“Ah ye, kamsahmnida Oppa. Aku turun dulu. Kyaa~ anyyeong ~ “ Ji Ah dengan segala kerusuhan yang ada didalam dirinya.

 

“Nde annyeong ~ Jiji Annyeong ~ “ Jae Jin melambaikan tangannya hingga Jiji keluar dan menutup kembali pintu mobil.

 

TIN ~ Klakson mobil terdengar bersamaan dengan melajunya sedan Hyundai hitam itu ..

“Annyeong ~ “ Ji Ah melambaikan tangannya hingga Jae Jin keluar dari pintu gerbang apartement.

 

Ji Ah bisa tersenyum lebar hari ini, karena sudah bertemu dengan sosok yang telah lama ia anggap sebagai seorang teman sekaligus Oppa baginya.

“Kya ~ aku tidak sabar.. aku akan membeli semua album mereka nanti.” Ji Ah berdecak kagum bercampur histeris bila mengingat akhir September  ini adalah comeback  dari grup band ternama Korea, FT Island. Disamping VIP, dia juga adalah seorang primadona sejati.

 

Ji Ah menyusuri jalan untuk melangkah masuk menuju apartement. “Auuwh jinjja~ kenapa pintu utama selalu ada mereka? “ Sejak Ji Ah tingga disini, ia selalu memperhatikan jika selalu ada pelajar ataupun yeoja yang berdiri dengan sebuah kamera yang bergelayut dileher mereka, apakah itu siang, atau malam sekalipun, pintu utama apartement selalu dikerumuni oleh beberapa EXO sasaeng.

 

Ji Ah memutar arahnya dan memilih untuk melewati basement yang terhitung tidak begitu jauh untuk segera tiba di apartement.

Satu persatu anak tangga dituruni oleh yeoja bermarga Jung itu ..

 

“Berhati – hatilah, jangan melewati pintu utama. Debuqi, aku tidak bisa mengantar mu pulang.”

“Shi. Mei guan xi . Aku pulang dulu Tao-yya. “

 

Percakapan singkat sekaligus membingungkan bagi Ji Ah yang kini berada tepat dipintu basement, langkahnya terhenti ketika menangkap sosok namja yang sempat membuat perutnya berdegup kelaparan -_-

 

“Dia Chinese? “ Ji Ah melangkahkan kakinya perlahan.

 

“Jika sudah tiba segera hubungi aku. Bye ~ “

“Eum.. Jiayou ! “ sosok yeoja yang tadinya berbicara dalam bahasa mandarin bersama Tao yang berada diujung sana semakin mendekat ke arah Ji Ah.

Ji Ah menggeser posisinya agar tidak terlihat oleh yeoja itu yang sedang melangkah keluar dari basement apartement.

 

“Wooahh dia ternyata juga berkencan diam – diam..  ckk ck ck.. “ Ji Ah berdecak tak percaya.

DUG ~ “Eoh? Mommy..  ige mwoji? Ige mwoya? Ige mwoya? “ Lagi – lagi satu degupan yang membuat Ji Ah reflek memegang dadanya.

“Ige mwoya ? Ige mwoeji? Mwojeoyo? Apa ini? Tadi aku sudah makan malam, kenapa perutku masih berbunyi.. Mommy… lambungku sudah berpindah kesini … Mommyyy ah tidak – tidak.. “ Ji Ah masih memegang kuat dadanya.

 

Ji Ah masih tetap berdiri disana, ia memandangi sosok Tao dari kejauhan.

“Aku yakin itu pasti kembarannya. Tao Huang memiliki kembaran.. namja mesum itu tidak mungkin akan menyia – nyiakan kesempatan begitu saja ditempat yang remang – remang seperti ini.. “ Ji Ah menguatkan sugestinya.

 

Duk duk duk .. Ji Ah memukul dadanya agar tidak terasa disumbat oleh sesuatu. “Dia kembar atau tidak apa urusannya dengan ku? Dasar namja mesum ! Tidak tahu diri seenaknya saja masuk kedalam mimpi ku lalu memelukku didunia nyata, aish .. panda mesum ! “ Ji Ah berbalik pergi dan berjalan menuju lobby.

Sedikit lagi akan tiba dilobby .. GREP sebuah tangan menyentuh lengannya ~ “KYAAAAAAAAAAAAAAAAA !! NUGUYAAA !! MOMMMYYYYYYY ~~~~ “

 

TBC

 

Annyeong ~ woohh aku ngaret lagi.. mianhae, ada kegiatan diluar jadwal huhuhu…

Hope yout enjoy this series dan nantikan rangkaian perjalan Wu Family di Kanada serta EXO Series lainnya kekeke..

RCL ~ Siders … saranghaeyoooooo :*

Comment nyah author rapel dinext chapter ya, mau pegi kuliaaahhhh dullu😀

Untuk semua pembaca setia YaeKris, I love you guys… Keep stay & Keep health ! *bow

 

 

 

 

 

 

 

 

78 thoughts on “EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 3 |

  1. Yeoja yg bicara sama Tao itu siapa?? =_=

    Sejak kapan suara detak jantung jadi suara perut sih Jiji?
    Huaaa! Kris Ahjussi? Gyahahaha xD

    Daebak!! Lanjut thor~~ jangan lama-lama yaaa :3

  2. gyaaa!! mianhae eon baru sempet komen :3
    jadi jiji udah mulai suka sama tao ? tapi ko tao malah cuek sih?
    gyahahah chansa makin hari makin lucu + gemesin.
    emang mereka udah umur brp eon? bsa lancar gitu -__-
    seruu, jebal nextnya jgn lma” ff ka muriza makin hari makin berasa nyata -_-

  3. kyaaa~ chua eonni chuaaaaa~ chuahae ^^
    aku sampe dagdigdug duar gitu ngebacanya >-<
    gomawoyo masih ngelanjutin Jitao's story ini. Jeoo~ngmal khamsahaeyo ^^
    eonni dae~bak deh! Jia you ne~ (^-^9

  4. woahh ada biasku jaman dlu e, jaejin ftisland.
    hahaha jiji mulai suka nie sama tao eaaa eaaa😀
    yg trakhr itu tao kah? penasaran, ditunggu slanjutnyaa~ hwaiting yaegi-ahh!

  5. ciye ciye,,, jiji udah mulai suka ama tao😀
    kyaaa… YaeKris dah mulai romantis2san. Hehe…
    Di tunggu eon klanjutan’y, tpi jngan lupa eon yaekris nya di selapin di series ini😀 ia walaupun sdikit , jngan smpe ga ada eon yaekris moment’y! Gtu aja ah,,,
    dan di tunggu juga ff wu family’y eon!

  6. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 4 | | EXO & Prince WuFan

  7. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 5 | | EXO & Prince WuFan

  8. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 6 | | EXO & Prince WuFan

  9. hahahaha… jiji saking terpukau sama tao mlh celaka..tau di perhatiin jiji malah jd parno… tp pas liat tao ngobatin jiji hmmmm sweet bangt,,,
    #buat umma author semangat selalu y
    baca ff yg ada disini serasa ngalamin kehidupan exo ….

  10. Itu yang ngomong sama tao siapa? San a bukan? Tapi tao kan ga suka lagi sama san a.

    Jiji ini anaknya polos banget yah. Kyeowo~~^^

    Lanjut ke next chap

  11. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 7 | END | EXO & Prince WuFan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s