EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 4 |

Gambar

 

Chapter 1 | 2 | 3

 

Author             : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast in this part     :

– EXO  Huang Zhi Tao | Kai | Suho | Sehun | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |  D.o | Luhan | Lay |Chen |

– Jung Ji Ah ( OC )

– Kris  (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– Kim Nana (OC)

– EXO’s Real manager

Genre                     :  Romance – Comedy – Family  – Brothership – Kris Married Life

Rating              :  PG – 17

Length             : Chaptered

Disclaimer         : Don’t copy paste / plagiat My Story.  All of in this Fan Fiction is Mine.  From my brain purely.  TYPO EVERYWHERE ! PLEASE LEAVE YOUR COMMENT & HIT LIKE BUTTON. Happy reading ^o^

 

xxx

Recommended Song  _ EXO – M PETERPAN


qi fu ni de ren dou bei wo da bai gan pao

The ones who bullied you were all defeated by me

 

zai ni de shen bian xin jiu xiang fei shang yun cai
wo wei yi de gong zhu ni bi wen di geng ke ai

When I’m beside you my heart flies up to the clouds
My only princess, you’re cuter than Wendy

xxx

 

“. . . . . . . . . .”

 

“ . . . . . . . . . . “

 

“Sluurpppph  ~ “

“Sliuuupphh ~ “

 

Hening ..

Tidak ada satupun diantara Ji Ah maupun Tao mengeluarkan suara satu sama lain. Mereka terhanyut dalam pikiran & aktifitas masing – masing. Jika Ji Ah hanya termangu menatap rembulan yang saat ini sedang bersinar sangat terang kala menyambut Mid-autumn festival esok hari, maka Tao saat ini sedang menjilati ice cream corn serta 2 porsi big burger yang ia delivery dari sebuah restaurant Fast Food 24 jama beberapa saat yang lalu.

 

Leher Ji Ah mulai terasa kaku karena sedari tadi terus mendongak menatap bulan purnama yang bulat bersinar, kini ia menoleh pada namja yang telah menyanderanya tanpa alasan dan membawanya ke sebuah beranda yang terdapat disisi utara apartement, sebuah tempat yang cukup privasi untuk penghuni apartement bersantai kala mengisi waktu kosong. Di tempat ini jarang terlihat penghuni PongPyu, dikarenakan semua penghuni memiliki kesibukan yang demikian padat setiap harinya.

 

“Waeyo? Kau mau?” Tao berhenti mengunyah burger yang ada ditangannya, ia menyodorkannya pada yeoja  yang sedari tadi terus bergidik aneh memandangnya.

 

Ji Ah menggeleng kaku, “Anyio. Shireoyo.”

“Geure.” Tao mengangguk, ia melanjutkan kembali untuk menikmati Mozza Burger favoritnya.

 

“Kau tadi darimana? “ Tao memulai percakapan.

“Aku pergi bersama chingu ku.” Ji Ah mengayun – ayunkan kakinya.

“Tadi aku menunggu delivery yang datang.” Tao ikut menjelaskan aktifitasnya tanpa pertanyaan yang Ji Ah lontarkan.

 

“Kenapa mengajak ku kemari?” Ji Ah melihat sekitar, baru kali pertama ia pergi ke tempat ini.

 

“Hyungdeul semuanya sudah tidur, aku belum mengantuk. Membosankan.. “ Sluuurppp ~ Tao juga menikmati se-cup cola dingin dengan sedotan yang ada.

 

“Lalu tadi itu siapa?” Tidak tahu dari mana asal mula dan bagaimana bisa untuk memulainya, mereka seolah sudah pernah mengenal dan bercengkrama satu sama lain. Rasa canggung nyaris tertutupi oleh keduanya.

 

“Dia yeoja yang pernah ku sukai.”

DEG ! Mata Ji Ah reflek membulat sempurna, “Ye?”

Ekspresi Tao begitu santai ketika mengutarakan kalimat tersebut, ia sesekali bergantian melahap burger dan ice cream cone nya. “Dia Song San A, aku pernah menyukainya.”

 

Dug dug dug dug dug .. lagi – lagi degupan itu …

“Mommy, kenapa suara ini lagi?” Ji Ah tanpa sengaja meraba dadanya, ia mencoba menutup suara yang mungkin bisa terdengar oleh indera pendengar Tao.

 

“Nona Jung, bagaimana luka mu? Kau sudah sembuh?” Tao memperhatikan kaki Ji Ah yang tertutup oleh boots coklatnya.

 

Hidung Ji Ah mulai memerah , “Ah ye, sudah lebih baik. “

“Eum, itu bagus.” Tao mengangguk mengiyakan.

 

“ . . . . . “ Kembali terasa  hening ..

 

“Lalu untuk apa kau bertemu dengannya?” Ji Ah gagal mengendalikan rasa ingin tahunya yang nyaris mengalahkan egonya saat ini.

 

“Bukan apa – apa.” Tao bersikap demikian apatis saat ini.

“ . . . . . “ Ji Ah tidak bergeming.

“Dia akan kembali ke Cina, dia telah mengundurkan diri dari agensi.” Tao dapat  menerka apa maksud dari pertanyaan yeoja berambut ikal itu.

 

“Geurekunna.. “ Meskipun tidak mengerti apa yang sedang Tao bicarakan saat ini, Ji Ah hanya mengangguk pelan.

“Aku merasa kasihan pada nya .. “ Tao melanjutkan kalimatnya.

“Aku tadi pergi bersama teman lama ku.” Pertanyaan yang membingungkan keluar dari bibir mungil Ji Ah.

 

“Eh?” Tao tidak dapat mencernanya sama sekali. Ia merasa tidak menanyakan apapun.

Ji Ah kembali menoleh pada namja Chinese itu .. “Tadi aku pergi bersama seorang namja, dia Lee Jae Jin member grup FT Island.”

“Eo, isseo ttae (aku sudah tau).” Mimik wajah Tao terlihat begitu santai.

“Aku mengira kita —- “ DEG ! Ji Ah menghentikan kalimatnya, lagi – lagi ia nyaris mengucapkan hal aneh nan konyol diluar kendalinya.

Tao semakin mengernyit memperhatikan yeoja yang saat ini ada dihadapannya itu , “Memangnya kau berpikir kita kenapa?” Tao adalah sosok yang sangat penasaran terhadap suatu hal yang menggantung.

“Ye? Ahhh— igeon..  aku — kita itu —- aku berpikir.. aku — “ Seolah ribuan batu menimpa dada Ji Ah, rasa panik tak teratasi lagi. Ia sendiri justru tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini.

 

“Namjachingu mu neomu meotjinne .. aku tidak begitu mengenal musik  mereka, tapi aku menyukai permainan gitarnya. Jinjja meotjinne~ “ Tao mencoba menetralisir keadaan.

“Ah ye gamsahabnida.. “ Lidah yeoja itu terasa kelu, ia sudah membiarkan fakta yang salah terpatri pada pikiran Tao.

“Song San A itu — “

BLUK ~ Ji Ah menepis  cup cola dingin  milik Tao yang berada tepat ditengah – tengah mereka hingga minuman itu jatuh & tumpah membasahi rerumputan, seperti sesuatu hal yang  memang disengajakan.

Kalimat Tao terputus .. “Apa – apaan kau ini? “ sikap Ji Ah semakin terlihat aneh.

Ji Ah merosot dari bangku dimana ia duduk, ia menyapu bagian belakang jeansnya , “Sudah malam, aku duluan.” Ji Ah sama sekali tidak menoleh lagi pada Tao.

 

Sepersekian detik setelahnya.. GREP ~ Tangan Tao kembali menahannya.

“Shhh lepas— “ Pita suara Ji Ah  membeku ketika tatapan itu  saling bertemu.

Dug dug dug dug dug dug .. kali ini entah degupan perut siapa  lagi yang berpacu -_-

 

4 detik, 8 detik, 10 detik .. mereka masih mematung  serta saling bertatapan.

Hingga …

“Ikkh ! “ Kaki Ji Ah dengan cekatan menginjak keras kaki namja yang masih memegang lengannya itu.

“AAAAAAKKKK ! “ Tao spontan berteriak tertahan, ia meringis keras.

“DASAR NAMJA MESUM ! “ Suara Ji Ah menggema memenuhi isi taman, ia melangkah pergi meninggalkan Tao yang masih memegangi kakinya yang terasa berkedut itu.

 

Ji Ah berjalan menuju lobby, wajahnya terlihat merah padam. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya saat ini.

“Jung Jiji fokus .. fokus..  fokus.. You have to focus OK? Jung Ji Ah, ingat tujuanmu kemari untuk apa. Hufh ~ “ Puk puk puk puk .. Ji Ah melangkah masuk kedalam lift, ia sedari tadi berbicara pada dirinya sendiri dengan sesekali menepuk – nepuk dadanya yang masih merasakan sisa – sisa getaran aneh itu.

 

xxx

 

Keesokan harinya..

 

“MWO? JERMAN? 1 MINGGU?” Yaegi nyaris membuat telinga kedua buah hatinya tuli akibat suaranya yang mendadak meninggi itu.

“Aih Nyonya Wu ! Suara mu bisa membuat mereka tuli ! “ Kris ikut berjengit menutup kedua telinganya.

“Kris-ah, photoshoot apa disana? Kenapa aku tidak tahu sama sekali? Apa – apaan ini? “ Yaegi yang semula akan memakai kan baju ChanSha kini justru membiarkan ChanSha dalam keadaan tanpa busana sama sekali -_-

 

“Mollayo. Itu jadwal yang aku lihat dibuku agenda kami. Siang ini akan check ini. Memangnya kenapa? Bukankah biasanya juga seperti itu?” Kris memutar – mutar bantal mungil ChanSha.

 

“Ahh ye, anyia, maksud ku.. “

“Satu minggu tidak akan lama sayang.. “ Kris mengedipkan sebelah matanya pada Yaegi yang masih berdiri disisi tempat tidur.

Blam ~ Yaegi melempar baju Geum Chan ke arah wajah Kris. “Aku serius Wu Yi Fan ! “

“Aish ~ Aku juga serius! Aku pergi bekerja?!!” Kris menekuk wajahnya.

“Anyi, igeon.. itu kan — “ Yaegi merasa bersalah.

Kris bangkit dari duduknya, ia melangkah mendekat ke sisi ranjang.

“Pppappaa.. “ Geum Sha mengarahkan tangan mungilnya pada Kris yang mau duduk ditepi ranjang.

“Kisseu .. mumumu.. “ Kris mendekatkan wajahnya pada Geum Sha.

“Muah –“ suara halus Geum Sha bersamaan dengan bibir mungilnya yang ia tempelkan pada bibir sang Appa.

“Chan son.. come here  ~ “ Kris menarik pelan kaki Geum Chan yang sedang berusaha menarik – narik bantal yang telah disusun rapi.

 

“Jerman itu jauh Kris-ah.. “ Yaegi melanjutkan untuk memakaikan baju kedua buah hatinya.

 

Mata sayu Kris kini menatap Yaegi yang sedang fokus pada ChanSha saat ini.

“Geum Sha, jangan bergerak ,pakai dulu pampersnya, Wu Geum Sha tidak boleh nakal.. “ Yaegi sedikit kerepotan untuk membuat Geum Sha bertahan diposisinya.

“Kyaaa ~ Kyaa .. “ Geum Sha justru tertawa kegirangan menarik – narik kaki Geum Chan.

“Wu Geum Sha!” Yaegi sering kali nyaris merah padam jika menghadapi tingkah Geum Sha yang terlihat sedikit bebal dibandingkan sang Oppa Geum Chan.

 

“Cho Yaegi kenapa kau memarahinya seperti itu?” Tatapan Kris berubah tidak suka.

“Itu karena kau selalu memanjakannya, Geum Sha tidak pernah mau mendengarkan aku.” Suara Yaegi terdengar ketus.

“Ck. Kemarikan !” Kris menarik paksa pampers Geum Sha.

 

“Eeh kau mau apa? Sudah kembalikan, kau tidak akan bisa memakaikannya. Kemarikan.. “ Yaegi merampas balik pampers itu.

“Jika marah pada ku jangan melampiskannya pada mereka, aku hanya seminggu disana.” Kris tahu yang ada dipikiran Yaegi saat ini. Tidak terhitung waktu,tanpa terasa kini Kris kembali mulai disibukkan oleh segudang aktifitasnya bersama memberdeul.

 

“Tidak, aku tidak apa – apa.” Yaegi mengusapkan baby oil pada telapak kaki kedua buah hatinya.

 

“Kau menginginkan sesuatu hmm?” Kris bergeser mendekat pada posisi Yaegi.

Yaegi menggeleng pelan, “Tidak.”

“Yaegi-ah.. Hey.. “ Kris mencoba merayunya, ia mencolek dagu Yaegi agar rasa kesal yeoja itu perlahan menghilang.

“Ck !” Yaegi menepisnya.

“Cho Yaegi.. “ Kris menaruh dagunya pada bahu Yaegi. Suara Kris berubah manja saat.

 

“Aih jangan seperti itu , anak – anak melihatnya.” Yaegi juga menggeser bahunya.

GREP ~ “Yak!” Yaegi sontak berteriak ketika Kris sengaja melingkarkan kedua tangannya erat pada tubuhnya.

 

“Kris lepas!, sshhh… Wu Yi Fan.. “ Yaegi berusaha membuka lingkaran tangan Kris.

 

“Kyaa ~ “ ChanSha yang saat itu dalam posisi duduk tiba – tiba reflek tersenyum sambil menutup wajah dengan tangan mungil mereka.

 

“Eoh.. kau lihat? Mereka juga menyukainya.” Kris seolah mendapatkan dukungan penuh dari Chan Sha -_-

“Kris-ah, lepas.. tidak baik seperti ini didepan mereka. Lepas.. “

“Pappapa.. “ Geum Sha menunjuk Kris dengan telunjuknya.

 

“Eoh poppo? Poppo eomma? Yaegi-ah, mereka bilang poppo.. ” Mata Kris berbinar.

“Anhae anhae.. anyia, kkeuromgeon anyitji.. hahaha yaaa Kris-ah.. “ Yaegi tertawa geli karena tingkah lucu ketiganya.

“Poppo cho?” Kris kembali bertanya pada dua malaikat kecilnya.

“Poppo.” Geum Chan hanya mengulangi apa yang ia dengar.

“Kau dengar? Geu Chan bilang poppo.. “ Kris mendekatkan wajahnya pada telinga Yaegi.

“Anyia anyia.. yak Wu Yi Fan gyahahaha.. “ Yaegi mendorong wajah Kris agar menjauh darinya, lingkaran tangan Kris membuatnya merasa geli.

“MAMMMAAAAAA… “

“Yaegi eomma, Geum Sha sudah tidak sabar — “

CEKLEK ! Dalam waktu yang bersamaan suara pintu yang dibuka membuat Kris segera melepaskan tangannya.

“EOH !! “

“Jiji-ah?” Yaegi segera bangkit dari duduknya.

 

“Ye eonni, ahh igeon.. apa aku menganggu?” Ji Ah hanya menyembulkan kepalanya.

“Tentu saja!” Kris berkata ketus.

“Anyi, waeyo? Kau membutuhkan sesuatu?” Yaegi menggeleng cepat.

Ji Ah melirik sekilas pada Kris, “Ah nde, nanti saja eonni.. haha.. mianhae, aku tutup lagi pintunya.. nde eonni.. “ Ji Ah mengurungkan niatnya untuk bertanya akan suatu hal. Ia kembali menutup pintu kamar Yaegi, dan kembali ke kamarnya.

 

“Ssshhh.. EXO .. EXO.. Tao Huang .. Aih namanya siapa? Tao Huang? Kenapa aku tidak bisa mengingat nama lengkapnya? Eoohh.. “ Ji Ah berlarian ke arah meja belajar, ia meraih galaxy notenya.

 

“Kenapa aku tidak browsing saja? Jiji Jung, how stupid you are .. booo..” Ji Ah mendengus pada dirinya sendiri.

Tug tug tug tug .. “Tao Huang EXO.. “ Jemari – jemari lentiknya mulai menari pada screen gadget canggih itu.

 

“Omo.. wooahh.. apa mereka tidak memiliki fanbase? Eoh.. EXO Canada.. “ Ji Ah mengklik sebuah homepage sebuah Fanbase resmi EXO yang berasal dari Kanada.

Ia juga memilih opsi “Image” dan..

“Woooahh banyak sekali selcanya.. “ Ji Ah melihat satu persatu foto Tao pada layar notenya.

 

Tiba – tiba..

“EOH ! Apa yang aku lakukan? Aish! Jiji kau kenapa babo sekali. Seharusnya aku mencari Yi Xing bukan namja mesum ini. Yaks!” Ji Ah berguling – guling diatas ranjangnya  -_-

“Zhang Yi Xing EXO. “ Ji Ah membuka tab baru.

“Tapi apa lagi yang harus aku cari tahu tentangnya? Bukankah semuanya sudah jelas? Kyaaa ~ “ Ji Ah berteriak frustasi, ia kini mengubah posisinya menjadi terlentang.

 

Beberapa saat ia menatap langit – langit kamar ..

“Waktu ku hanya tinggal 1 minggu lagi, eotteokhaeji? Aish angry bird itu kenapa ada didalam kamar eonni? Aku ingin menanyakan mereka tinggal dilantai berapa! Aish kenapa aku bisa lupa!“ Ji Ah semakin brutal, ia berbalik kesana – kemari sambil menunggu Kris enyah dari kamar Yaegi.

 

“Ck ! Yeon juga babo, kenapa dia mau dengan namja plin plan seperti itu? Cih .. “ Ji Ah kembali pada tab semula, ia melihat satu persatu foto serta tentang Tao yang juga terdapat pada home page fanbase tersebut.

 

Dug dug dug dug .. Ji Ah langsung memegangi dadanya lagi. “Jantung ku berdegup lagi..” Ji Ah mulai merasa tidak nyaman. Ia mencoba kembali berpindah pada tab bertuliskan tentang Lay.

“Eung? Biasa saja.. “ Ji Ah kembali lagi pada tab Tao, dug dug dug .. “Mommy.. apa yang terjadi pada ku? Mommy.. “ Mata yeoja itu seolah tidak dapat berpindah dari potret namja bermarga Huang yang saat ini terpampang jelas pada layar gadgetnya.

 

“Aku dan panda mesum ini ada apa? “ Dug dug dug .. Ji Ah masih memegangi dadanya, “Apa karena aku terlalu gugup jika berhadapan dengan seorang namja?”

“Tapi kenapa tidak dengan Jae Jin—-“ DEG ! Ji Ah sontak bangun dari rebahannya, ia menatap cermin rias yang kini tepat berada didepannya.. “Aku menyukainya? Aku menyukai Tao Huang? Namja itu? Namja mesum? “ GULP ~ Ji Ah mencoba menghapus sugesti yang yang dianggapnya hanyalah lelucon semata.

Ia kembali melanjutkan melihat – lihat semua tentang EXO yang terdapat pada homepage tersebut, hingga ia menemukan sebuah postingan terbaru dari home page tersebut.

 

“MWO? JERMAN? 1 MINGGU !!  ANDWAE !”

 

“EXO akan ke Jerman? Siang ini? Auuuwhh .. lalu bagaimana dengan misi ku? Aish jinjja! Etteokhae – eotteokhae.. “ Ji Ah kembali meringsut kesana kemari.

“Andwae, tidak bisa. Aku harus bertemu dengan Yi Xing sekarang juga. Eo harus!” Ji Ah memantapkan tekadnya, ia membuka lemari dan langsung memakai cardigan yang ia pakai malam tadi ketika bepergian bersama Jae Jin, menguncir rambutnya dan melesat keluar kamar.

 

CEKLEK ~

“Eoh Nana eonni.. “ Ji Ah melihat Nana yang baru saja tiba.

“Jiji Jung, kenapa sepi sekali? Soo Yae dimana?” Nana membuka topinya.

“Yaegi eonni sedang dikamar, Soo eonni sedang ada pekerjaan diluar kota.”

“Ah geure.. “ Nana berbalik hendak melangkah masuk kedalam kamar Yaegi.

“Eonni chamkamman!”

“Eh?” Nana mengernyit memandang Ji Ah yang menahannya.

“Didalam ada Kris Oppa. Kau tidak boleh masuk.. “ Ji Ah menyilangkan kedua tangannya.

 

“Eo.” Nana mengangguk pelan, ia menyeret tas ranselnya masuk kedalam kamar Ji Ah.

“Eonni, kajja ikut aku eoh?” Ji Ah menahan langkah Nana.

“Eodi?” Nana kini berubah heran.

“Sudah ikut saja, ayolah? Eoh?” Ji Ah tidak memiliki waktu banyak untuk menjelaskan.

“Aku hanya memakai training dan baju kaos ini, tidak mau. Aku tidak mungkin pergi ke taman seperti ini.” Nana menolak ajakan Ji Ah mentah – mentah.

“Aihhh siapa yang mau ke taman? Sudah.. ayo! Eonni !” Ji Ah menarik paksa tangan Nana agar yeoja itu mau menyeret langkahnya keluar dari apartement.

 

“Yak yak Jiji Jung, yak yak tapi aku —-“

BLAM ! Tanpa sepengetahun sang pemiliki apartement, kedua yeoja itu sudah menghilang dibalik pintu apartement.

 

xxx

 

TING ! Pintu lift terbuka.

 

“Eonni palli.. “ Ji Ah terus menyeret langkah Nana agar yeoja itu terus keluar dari dalam lift dengan segera.

 

Setelah Nana melihat tulisan yang tertera pada monitor “13th Floor”, “Aish yak, mau apa kau menyeret ku kemari? Aku mengantuk. Hooammh.. pergilah sendiri.” Nana bersikeras tidak ingin keluar dari pintu lift.

 

“Aaa eonni.. Nana eonni, aku harus menyelesaikan misi ku sekarang juga, waktu ku tidak banyak lagi.” Ji Ah menarik lengan Nana agar ia mau keluar dari dalam lift.

“Shireo! Anhae ! Aku tidak akan keluar! Yak yak yak.” Nana menempelkan badannya pada dinding lift dengan memegang erat palang yna terdapat pada dinding lift.

“Nana eonni .. jebalyo.. “ Ji Ah masih memaksa.

“Ahh aku tidak mau. Tidak mau . Tidak mau. Tidak mau.” Nana menggeleng sambil berbicara dalam satu tarikan nafas.

 

SIGH ~ Hembusan nafas putus asa terdengar, Ji Ah merasa sepertinya ia tidak akan mungkin bisa menyelesaikan misinya itu.

 

“Memangnya dilantai ini kau mau bertemu siapa?” Nana mengubah mimik wajahnya sebiasa mungkin.

“Zhang Yi Xing. Dia mantan kekasih Eonni ku.”

“MWOHAE ?! Hmmm.. anyi maksud mu E-X-O ? Boy Grup itu? Kekasih eonni mu? Yaaa kau jangan bercanda Jiji Jung.. Eyyhh ~ “ Nana terhentak hebat mendengar pernyataan dari bibir Ji Ah.

Ji Ah mengangguk lemah, “Eo. Untuk apa aku berbohong? Aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada namja itu. Seenaknya saja pada Yeon ku! Apa hatinya terbuat dari baja? Apa dia tidak memiliki adik perempuan atau seorang kakak?!” Ji Ah meremas kepalan tangannya.

 

“Mereka itu sudah terlalu sibuk Jiji-ah, jadi tidak akan sempat untuk mengerjakan pelajaran yang kau berikan. Memangnya kau akan memberikan pelajaran tentang apa?” Entah itu sebuah lelucon ataupun kepolosan dari seorang Kim Nana, tetapi yang pasti perkataan Nana membuat Ji Ah ingin sekali menendangnya dari lantai  atas hingga terjun ke lantai dasar saat ini juga -_-

 

“Sssh ya Kim Nana eonni! Bukan seperti itu.. “ Ji Ah  mengacak – acek rambutnya.

“Ahh mollayo. Aku tidak akan ikut campur, kha – kha.. “ Nana membuat gerakan tangannya untuk mengisyaratkan Ji Ah agar segera pergi.

“Tapi aku tidak tahu yang mana dorm mereka eonni.” Kini kedua yeoja itu masih berdiri didepan pintu lift, Ji Ah berdiri tepat pada dinding koridor, ia  melihat sekilas deretan pintu – pintu apartement yang ada disepanjang jalan koridor.

 

Nana ikut mengintip, “Nomor 3 dari sini, itu.. yang itu.. “ Nana menunjuk sebuah pintu yang bertuliskan angka “1306”.

“Lalu apa mereka ada didalam ?” Mereka kini sama – sama berdiri pada posisi layaknya stalker atau pengintai -_-

“Sssh, sepertinya ada. Mereka akan ke Jerman siang ini.” Nana mengernyit sesaat.

Ji Ah menoleh pada Nana yang berada diatasnya , “Eonni, apa kau juga seorang Fans dari mereka? Kau sepertinya tahu banyak.. “

“Bisa dibilang seperti itu.. “ Nana menggembungkan pipinya.

“Gyahaha.. eyyhhh eonni-yya..” tawa Ji Ah mulai menggoda Nana.

“Out out, sudah out.. “ Nana menjawab asal.

“Eh?” Ji Ah tidak tahu apa yang Nana ucapkan.

“Aih palli. Aku akan menunggu disini sa—“

 

TING ! Sebuah pintu lift kembali terbuka..

“Eoh!” Nana & Ji Ah langsung berbalik melihat ke arah pintu lift.

 

“Kim Nana.. “ Salah satu dari penumpang lift itu spontan menunjuk Nana.

“Eo, Im ahjussi.. “ Nana membungkukkan badannya sopan.

“Mwoanya (sedang apa disini)?” Manager Im menepuk pundak Nana. Yeoja itu seperti memiliki daya tarik yag kuat setelah ia resmi menjadi seorang trainee SM yang sebentar lagi akan didebutkan.

 

“Nde? Ah ige.. “ Nana menunjuk Ji Ah yang sudah sejak dari tadi mematung dengan mata yang melebar.

 

Dug dug dug .. dug dug dug.. TAP! Ji Ah lagi – lagi reflek  memegangi dadanya ketika sosok Tao yang berada disamping manager Im beralih menatapnya.

 

Dug dug dug.. GULP ~ “ Kenapa aku justru bertemu dengannya lagi? Jiji Jung fokus ! Fokus! Fokus!” Kedua manik mata Ji Ah masih tidak dapat berpindah dari Tao yang mulai memandanganya dengan tatapan heran.

 

“Sebenarnya yang mesum itu aku atau dia? Kenapa selalu memegangi dadanya jika didepan ku? Sssh.. aneh.” Dalam hatinya Tao menggumam, semakin lama ia merasakan keanehan dari dalam diri sosok yang ia beri nama Gadis Russia itu.

 

“Jiji? Jiji.. “ TAP ! “JUNG JIJI !” Tepukan tangan Nana membuat Ji Ah kembali tersadar, “Ah ye ??”

 

“Jadi tidak? Jika tidak kita pulang sekarang.” Nana berbisik sambil mengeraskan rahangnya.

“Luhan dimana dia? kenapa lama sekali? “ Manager Im mencoba menghubungi seseorang.

DEG! Nama yang akan membuat telinga Nana kian berasap.

 

 “Mommy.. Tao Huang ini.. dia – dia .. dia tampan Mommy.. “  Ji Ah masih berdiri mematung.

 

“Jiji, ayo kita pulang. Perut ku sakit.. “ Nana menarik Ji Ah kedalam lift.

“Ah andwae! “ Ji Ah menolak lugas.

“Ye? Eo, geure aku duluan. Manager Im, aku kembali ke atas du—“

 

TING! Pintu lift yang hendak dinaiki Nana terbuka dan 2 orang namja yang keluar dari dalamnya.

 

“Kenapa lama sekali? Luhan, segera berbenah. Kita akan check ini menuju Berlin siang ini.” Manager Im tidak jadi menelfon seseorang yang ia maksud, karena sosok itu kini sudah ada didepannya.

“Mianhae hyung, tadi tas ku tersangkut pada bagasi mobil.” Luhan baru saja tiba  dari Beijing setelah menghabiskan waktu satu hari bersama keluarganya disana.

Lay, Tao, dan manager Im pergi untuk menjemputnya di bandara.

 

BRAK ! “Minggir!” TING ! Nana menolak Luhan yang ada didepannya hingga namja itu nyaris terpental ke sisi pot bunga besar yang ada disamping pintu lift.

Lay tidak dapat menahan tubuh Luhan karena mereka berdiri berseberangan.

“Ge!” Tao yang berdiri pada sisi pot bunga langsung menarik lengan Luhan agar namja itu tidak jatuh kedalam pajangan pohon  bonsai itu -_-

“Eo aku tidak apa – apa. Tidak apa – apa.” Luhan mengibaskan tangannya, mengisyaratkan ia baik – baik saja.

 

Sesaat mereka yang ada disitu terdiam melihat sosok Nana yang sudah menghilang sejak tadi dibalik pintu lift.

 

“Luhan, kau mengenal Nana?” Pertanyaan manager Im membuat Luhan memandangi partner nya satu persatu.

 

“Aahh.. aaa.. itu.. “

“Mungkin dia terburu – buru. “ Lay cepat – cepat  menengahkan.

“Yasudah.. ayo masuk semuanya. Ah ye, kau nona Jung?” Manager Im nyaris melupakan keberadaan Ji Ah.

 

“Nde?” Ji Ah masih shock melihat aksi brutal Nana yang nyaris saja membuat Luhan terluka meskipun itu kecelakaan kecil sekalipun.

 

“Kau mau kemana? “ Manager Im bertanya memastikan.

“Ahh aku… —- aku.. “  Ji Ah menatap  Lay , Luhan & Tao secara bergantian.

 

“Bocah ini mau apa lagi?” Lay menatap skeptis sosok Ji Ah, ia begitu was was sejak ia mengetahui jika Ji Ah adalah adik dari Jung Woo Yeon, yeoja yang pernah memiliki skandal dengannya.

“Ye? Hmm?” Manager Im menyikapi sikap Ji Ah dengan sangat ramah.

 

“Aku — aku.. DIA !!” Ji Ah spontan menunjuk Lay yang berdiri paling ujung.

 

DEG ! Mata Lay membulat sempurna .. “Jeo— jeoyo—jeoyo?” Lay menujuk wajahnya sendiri dengan ekspresi tidak percaya.

 

“Eo. Kau.. Yi Xing-ssi marhae julkkae isseoyo (ada yang ingin ku katakan). Ttarawatjo (ikut aku).” Ji Ah sudah mengeluarkan segenap keberaniannya kali ini, ia berbicara lugas tanpa tersendat sedikitpun.

“Anyi, jwaesonghabnida Jung Agassi, tapi ada keperluan apa kau dengannya?” Sebagai manager bertanggung jawab, manager Im juga harus mengetahuinya.

Ji Ah langsung menarik lengan Lay dan menggenggamnya, “Manager-nim, bolehkah aku dan Yi Xing-ssi berbicara sebentar? Tidak akan membuat penerbangan kalian terlambat. Jullaeyo (bisa kan)?”

 

“Nona Jung tapi — “

“Manager-nim kali ini maafkan aku. Hanya sebentar saja. Jwaesonghago.” Ji Ah membungkukkan badannya cepat, dalam satu tarikan ia membawa Lay masuk kedalam lift yang sudah menunggu mereka.

 

“Hyung.. “ Luhan mengisyaratkan agar manager Im menahannya.

“Chamkamman!” DEG ! pintu lift yang semula hendak tertutup kini kembali terbuka lebar ketika sebuah tangan menyelip masuk dan menarik lengan yeoja berstatus pelajar itu.

Ji Ah berbalik ketika merasa seseorang menarik tangannya..

 

“Anyu, kau yang harus ikut dengan ku.” Tatapan Tao menyiratkan sesuatu yang tajam.

“MWO? Yaa! Aku tidak ada urusan— “ belum sempat Ji Ah menepis tangan Tao yang sudah mengcengkramnya erat ..

 “Xing ge, nawayo (keluar).” Tao mendorong Lay untuk keluar dari dalam lift.

 

“Tao ! “ Manager Im & Luhan memanggilnya secara bersamaan.

“Ya! Huang Zhi Tao !! “ Baru kali ini suara manager Im meninggi ketika berhadapan dengan Tao.

“Maafkan aku hyung. Hanya kali ini saja.”  Tao membungkuk dari dalam lift.

“KYAA ! LEPASKAN AKU ! NAMJA MESUM  YAKKKK !!” Duk duk duk ! Sementara itu Ji Ah terus melakukan pemberontakan. Tetapi Tao sama sekali tidak menggubrisnya.

“Hyung, menyingkirlah.” Tao menepis lengan manager Im yang menahan pintu lift yang akan tertutup.

 

“Yak yak ! Yak kau mau kemana ! YA HUANG ZHI TAO !!“

TBC

Annyeong ~ mianhae, sekarang ini jadwal kampus ku memang lagi padet2 nya jadi I’m so sorry untuk reader ku semuanya, tapi.. gheopjeongmal.. kalo lagi senggang pasti aku update 1 hari sekali dah😀

 

Huhuhu belum bisa bales commentnya reader diblog hiks T_T

 

Keep stay Keep health all, saranghaeyooo .. sampe EXO pulang dari Jerman & comeback lagi.. Muaaahhhhhh *tebar kisseu bareng Tao ..

Annyeong ~ Jalgayoooooooo yeorobun :*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

63 thoughts on “EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 4 |

  1. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 5 | | EXO & Prince WuFan

  2. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 6 | | EXO & Prince WuFan

  3. wah…jiji sama tao sama sama cemburu…
    padahal kalau ktemu tao jiji dag dig dug gitu….
    wkwkwkwkw..tao salah faham sama jiji dan lay…

  4. Nah bener kan itu san a. Penasaran apa yang dibilang san a ke tao. Jiji sih motong-motong mulu*timpuk pake ace*

    Itu si panda mau nyatain perasaannya ke jiji? Omona panda oppa hwaiting!!

  5. Sebelumnya mianhe thor baru komentar hehe.. baru baca yang magnae sehun.. ff nya seru thor.. ditunggu chapter selanjutnya

  6. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 7 | END | EXO & Prince WuFan

  7. knp jd adegan tarik menarik y..hehehe..
    Jd penasaran..sbnrnya apa yg mw tao omongin k ji ji y,..
    Twins wu makin ngegemesin aja..huhuhu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s