EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 5 |

Gambar

 

Chapter 1 | 2 | 3 | 4

Author                    : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast in this part     :

– EXO  Huang Zhi Tao | Kai | Suho | Sehun | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |  D.o | Luhan | Lay |Chen |

– Jung Ji Ah ( OC )

– Kris  (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– EXO’s Real manager

Genre              :  Romance – Comedy – Family  – Brothership – Kris Married Life

Rating              :  PG – 17

Length             : Chaptered

Disclaimer         : Don’t copy paste / plagiat My Story.  All of in this Fan Fiction is Mine.  From my brain purely.  TYPO EVERYWHERE ! PLEASE LEAVE YOUR COMMENT & HIT LIKE BUTTON. Happy reading ^o^

 

xxx

Recommended Song  _ EXO – M PETERPAN


qi fu ni de ren dou bei wo da bai gan pao

The ones who bullied you were all defeated by me

 

zai ni de shen bian xin jiu xiang fei shang yun cai
wo wei yi de gong zhu ni bi wen di geng ke ai

When I’m beside you my heart flies up to the clouds
My only princess, you’re cuter than Wendy

OoOoO

 “ Aaaaakkk ! Yak ! Kyaaaa – aaaa .. Lepaskan! Yak ! “ Puk – puk – puk – puk.

“Ya ! Tao Huang ! AISH ! KYAAAAAAA !! “ Ji Ah berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Tao yang sudah sejak dari lantai 13 hingga ke lantai teratas kini masih menggenggam erat pergelangan tangannya.

BRAK ! Tao membuka paksa pintu jeruji menuju atap apartement.

 

“LEPAS ! “ Ji Ah akhirnya berhasil menghentakkan tangan Tao dan terlepas dari lengannya.

“Apa kau bodoh? “ Tao menatap lekat kedua manik mata Ji Ah.

“MWOANEONGEOYA (apa yang kau lakukan) !! ” Ji Ah mendorong kasar tubuh Tao dari hadapannya.

“Neo ! “ Tao kembali menarik lengan Ji Ah dan meregamnya kuat. “Neo — neo ireokhae andwaeyo (kau tidak boleh melakukan ini). “ Intonasi namja itu mulai kembali normal.

“Mwora?? Mworagu?” Ji Ah mengernyitkan dahinya, ia sama sekali tidak memahami apa yang sedang dilakukan oleh namja itu.

 

“Neo — Xing Ge rang (dengan) — bukan begini cara mu jika menyukai seorang namja. Tidak kah kau juga memiliki harga diri ?”

“MWO? Gezzhh. Hahaha.. gezzzh jinjja.  Hahaha.. “ Ji Ah justru spontan tertawa frustasi setelah mendengar apa yang Tao katakan.

“Hahaha.. YA ! NUGUYA ?? NIGA MWONDE (kau pikir kau siapa) ? NIGA MWOYA? EOH !!” Nada suara Ji Ah kian meninggi, ia menolak kasar bahu Tao.

 

“Kau itu yeoja ! “ Tao balik membentaknya.

“MEMANGNYA ADA URUSAN APA DENGAN MU JIKA AKU —“

“KAU TIDAK BOLEH MEMPERTARUHKAN HARGA DIRI MU SEKALIPUN KAU MENYUKAINYA !! “  Suara Tao lebih dulu menenggelamkan suara tinggi Ji Ah.

Emosi keduanya mulai meluap – luap.

 

“Pikyeo (minggir)! Aku tidak punya waktu untuk berhadapan dengan orang asing seperti mu.” Ji Ah mendorong Tao agar menyingkir dari hadapannya.

“Anhae (tidak akan).” Tao masih tetap pada posisinya.

Ji Ah mengedarkan pandangannya ke arah lain sejenak, ia kembali mengerang frustasi, “Sssh.. Tuan Huang, aku sama sekali tidak memiliki urusan apapun dengan mu. Dan aku tidak pernah berdoa pada Tuhan untuk mimpi buruk yang berkepanjangan.. “

“Mimpi buruk kata mu?” Sorot mata Tao berubah skeptis.

“Eo. Bertemu dengan mu adalah MIMPI BURUK ARANYA !!” Teriakan yeoja itu  membuat urat – urat lehernya menegang.

 

BLESH ~ Seperti benda tajam yang menancap tepat pada denyut jantung Tao saat ini, perkataan yeoja itu sungguh mimpi terburuk baginya. Tao masih mematung menatap Ji Ah yang juga menatapnya tajam ..

 

Amarah yang terpendam kian memuncak dari benak namja bermarga Huang itu, bayang – bayang kristal bening mulai memupuk dikedua bola matanya. “Ck ! “ Tao membuang tatapannya ke arah lain, ia memalingkan wajahnya dari sisi Ji Ah. Lidahnya terasa kelu, hatinya mulai berkedut pelan, tidak ada satu katapun yang bisa ia ucapkan setelah ini.

 

“Mianata, aku sudah bersikap tidak sopan terhadap mu. Tapi aku sama sekali tidak tertarik pada mu, aku tidak memiliki ingatan apapun tentang mu. Kau hanya orang asing bagi ku.” Lambat laun Ji Ah mampu mengusai dirinya lagi.

 

Tao masih berdiri menatap atap – atap bangunan yang terlihat dari tempat dimana mereka berpijak kini. Sepoi – sepoi angin membuat rambut mereka tergerai kesana kemari.

“Aku permisi.” Ji Ah hendak melangkahkan kakinya melewati Tao .

“Chamkamman.. “ Suara lemah namja itu menahannya, Tao menarik pelan tangan Ji Ah untuk kesekian kalinya.

Ji Ah menatap Tao jengah , “Nde?”

“Takdir itu salah, jika kau disini bukan untuk ku.”  Tao setengah berbisik.

“Mworagu?” Ji Ah memperjelas pendengarannya.

“Fantastic Russia.. Russia-gga .. hmm.. kau benar, ini semua mimpi buruk. “ Tao sedikit mengeraskan rahangnya agar ia tidak memangis konyol karena bagaimanaupun ia adalah seorang namja, ia berusaha keras untuk menahan kedutan yang kini semakin berpacu memenuhi rongga pernafasannya.

 “Tao Huang-ssi, lepaskan. Aku permisi.” Demikian pula yeoja itu, ia berusaha menutupi gejolak yang ada saat ini, baginya takdir tidak selamanya benar.

 

GREK ~ Pintu jeruji didorong oleh seseorang yang baru saja tiba dari dalam apartement.

Tao & Ji Ah menoleh bersamaan ..

 

Sosok Lay berjalan menuju arah mereka, ia terus berjalan lurus dengan kedua tangan yang ia masukkan pada dua saku jaketnya.

 “Apa yang ingin kau bicarakan? “ Lay bersikap begitu santai.

“Ge.. “ Tao terperangah melihat sosok Lay yang tiba – tiba muncul dan entah bagaimana caranya namja itu mengetahui jika mereka sedang berada di atap apartement.

 

Lay menepuk bahu Tao pelan sambil mengukir senyum lembutnya , “Sehun sedang membongkar lemari mu, kau tidak mau terlambat kan?”

GULP .. Tao menahan rasa peratnya saliva yang tersangkut pada tenggorokannya. Tanpa sepatah katapun ia melenggang pergi dari hadapan Lay & Ji Ah ..

BRAK ! Suara pintu jeruji yang ditendang oleh Tao.

 

Lay maupun Ji Ah sama – sama melihat sosok Tao hingga ia menghilang dari pandangan mereka. Lalu sepersekian detik  setelahnya, Lay berpaling lagi menatap Ji Ah.

“Apa yang ingin kau bicarakan Nona?”

“Ye?” Deru nafas Ji Ah perlahan berubah parau, ia seperti menahan sesuatu yang sebentar lagi akan membludak, garis wajahnya mulai memerah.

“Aku Zhang Yi Xing. Bukankah kau mencari ku?” Lay berkata sopan.

Ji Ah memutar bola matanya, ia gagal untuk menetralisir kembali fokus nya saat ini, “Anyu, obdago. Tidak ada yang ingin ku katakan. Geurom na kha bonjo (aku duluan). Silyehamnida (permisi).” Ji Ah membungkuk cepat, lalu ia berlarian  ke arah pintu jeruji disana dan kembali kedalam apartement dengan meninggalkan Lay seorang diri.

 

OoOoO

 

“Fantastic? Fantastic Russia? Dia bilang Fantastic Russia? Mommy.. hiks.. “ Konsentrasi Ji Ah terberai sempurna. Misinya bisa dikatakan tidak berjalan sesuai rencana karena bayang – bayang Tao, setiap patah kata Tao, serta sorot mata namja itu yang terus berkelebat memenuhi  seluruh ruang kosong pada dirinya saat ini. Semua hal yang ingin ia katakan pada Lay sirna begitu saja dari memorinya.

 

TING ! Ia sudah tiba pada lantai 20, ia berlarian untuk segera tiba diapartement Yaegi.

“Takdir itu salah, jika kau disini bukan untuk ku.” FLASH ~

FLASH ~ “Russia-gga.. hmm.. kau benar, itu mimpi buruk.”

 

“Hosh – hosh – hosh.. “ Nafas Ji Ah terengah – engah, ia berkali – kali memejamkan matanya agar suara itu lenyap dan tidak lagi terngiang – ngiang dalam ingatannya.

 

Ting tong ting tong ting tong ting tong..  Ji Ah memencet bell apartement berkali – kali, pikirannya saat ini kacau balau. “EONNI ! YAEGI EONNI BUKA PINTUNYA !” TOK TOK TOK. Bell tidak mendapat respon, kini Ji Ah beralih mengetuk pintu berlapis stainless itu sedikit keras.

 

“BUKA PINTUNYA ! hosh hosh hosh .. “ Ji Ah sudah tidak dapat menahan lagi bendungan sungai kecil yang sudah menumpuk pada pelupuk matanya.

 

CEKLEK ~ “Ji— “

“Hiks.. “ Ji Ah langsung menerobos masuk tanpa menyapa Soo Rim yang ada didepannya.

“Dia kenapa? Ji ji? Jiji kau kenapa? “ Soo Rim segera menutup pintu untuk menyusul Ji Ah kedalam.

 

OoOoO

EXO’s Dorm

 

Semua memberdeul kini tengah disibukkan untuk menyiapkan perlengkapan pribadi yang akan mereka bawa selama mereka menetap di Jerman untuk satu minggu kedepan.

“Ini apa? Yaa ! Gyahaha. Yaa ! Lihat Chen hyung, gyahahaha.. “ Kai mengangkat sebuah miniatur bebek dari dalam tas ransel yang akan dibawa oleh Chen.

“Kim Jeong Dae michokunnaaa.. “ Baekhyun berkomentar sembari sibuk dengan barang – barang bawaannya.

“KAI ! JONG IN ! MEMANGNYA KAU SIAPA EOH? KENAPA AKU SEMUA YANG MEMBERESKANNYA !! “ Teriakan D.o dari kamar sebelah membuat Kai langsung kalang kabut berlarian keluar dari kamar BaekYeol.

 

Tao mulai memasukkan bajunya satu persatu, wajahnya masih tertekuk.

Tiba – tiba .. “Eoh! YAK ! MENGEJUTKAN SAJA !” Tao reflek mengibaskan T-Shirt yang akan ia masukkan kedalam ranselnya pada sosok yang tiba – tiba menyembulkan wajahnya tepat dihadapannya saat ini.

“Tao? Kau kenapa?” Sehun menatap Tao dengan wajah polosnya -_-

“Ck ! Oh Sehun ireojimma. Aku sedang tidak ingin bercanda.“ Tao menggeser kepala Sehun agar menyingkir dari hadapannya.

“Booooo.. jatuh cinta itu merepotkan sekali.. cih … “ Sehun berbicara masa bodoh, ia kembali melanjutkan aktifitasnya dengan memasukkan semua barang bawaannya.

 

“YAK ! KIM JONG APA – APAAN KAU ! KENAPA RANSEL KU ISINYA SEMUA HANYA PAKAIAN DALAM ! AAAAAAAARRRRRRRRGGHHH ! “ Sehun shock berat ketika mengecek kembali apa saja yang sudah ia masukkan kedalam ranselnya.

 

“Yaks! Suara mu !” Baekhyun & Chanyeol serentak menutup telinga mereka bersamaan.

“Kkamjong itu harus diberi pelajaran. “ Sehun mengabaikan kedua hyungdeulnya itu, ia langsung bergegas keluar kamar untuk membuat perhitungan dengan sang tersangka kejahatan -_-

 

“Oh Sehun .. kita sebentar lagi akan pergi, jangan diributkan lagi .. “ Baekhyun berteriak.

Tetapi .. “SHIREO ! “ BRAK ! Sehun menutup keras pintu kamar.

“Aih ada ada saja. Eoh, Tao-ah? Kau kenapa?” Baekhyun tanpa sengaja berbalik melihat Tao yang masih membereskan barang – barangnya.

“Gwenchaneunde.” Tao menjawab singkat.

“Jika sudah selesai langsung dibawa keluar saja, agar bisa langsung dimasukkan ke bagasi.” Chanyeol sepertinya sudah selesai, ia membawa ranselnya keluar kamar disusul oleh Baekhyun dibelakangnya.

“Tao-ah, berbenahlah segera. Kita akan pergi sebentar lagi. Hmm?” Baekhyun menepuk pelan pundak Tao, lalu mereka pun menghilang dibalik pintu kamar.

Tao menghentikan pekerjaannya sejenak, ia memandangi ranjangnya yang masih berserakan. “Ck!” Tao melempar T-Shirt yang hendak ia masukkan kedalam ranselnya.

“Hufh ~ ck .. “ Ia berbalik sambil menghempaskan dirinya diatas ranjang, ia terduduk seraya menopang wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang besar itu. Tao mengusap – ngusap wajahnya, sepertinya pikirannya masih bercampur aduk saat ini.

“Ssshh.. “ Tao merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Ia mengklik icon “image” dan kini jelas terpampang sebuah selca pada layar ponselnya. Namja yang sangat jago dalam bermain wushu itu terus memandangi layar ponselnya..

 

FLASH ~” Eo. Bertemu dengan mu adalah MIMPI BURUK ARANYA !!” Kalimat itu lagi …

“Aku sama sekali tidak tertarik pada mu, aku tidak memiliki ingatan apapun tentang mu.” FLASH ~ suara itu masih terasa jelas melekat pada memori Tao.

 

SIGH .. Tao menghembuskan nafasnya perlahan. Hatinya tidak karuan, ia merasa serba tidak nyaman setelah kejadian beberapa saat yang lalu ..

CEKLEK ~ Suara pintu yang dibuka oleh seseorang membuat fokus Tao terberai , ia melihat ke arah pintu kamarnya ..

“Sudah selesai?” Lay memasuki kamarnya,  perlahan menghampiri Magnae M itu.

Tao bangkit dari duduknya, ia memasukkan ponselnya begitu saja kedalam ransel bawaannya, “Sudah Ge.”

“Kalian  memiliki hubungan ?” Lay bertanya sedikit berhati – hati.

Tao yang hendak menarik resleting ranselnya menatap Lay yang berdiri disampingnya, “Tidak ge.”

Lay menjilati bibirnya sendiri agar tidak terlihat begitu kering, “Hmm, dia adik Jung Woo Yeon.”

SIGH ~ Lagi – lagi hembusan nafas Tao tedengar berat , “Hmm.” Tao tidak memiliki hal yang ingin ia katakan.

“Mari aku bawakan ransel mu.” Tangan Lay segera ditahan olehnya, “Apa kau melakukan ini karena kau berpikir aku marah pada mu ? Sama sekali tidak. Aku bisa membawanya sendiri Ge.” Tao memakai ranselnya, lalu tangan sebelahnya lagi ia rangkulkan pada  pundak Lay. Mereka berjalan keluar kamar tanpa ada masalah apapun, Tao sama sekali tidak memiliki pemikiran buruk apapun terhadap hyung nya itu.

 

“Kalian menyembunyikan sesuatu dari ku?” Kris tiba – tiba sudah berdiri tepat didepan pintu kamar Tao. Ia melipat kedua tangannya dan menatap dua partner chinesenya itu penuh kecurigaan. Tao dan Lay sama – sama menatap Kris dengan tatapan heran, “Apa yang kau lakukan disini?” Lay ,bersikap biasa saja.

“Berhubungan dengan siapa? Siapa yang kau maksud? “ Kris masih berdiri diposisinya, ia tidak ingin langsung menerka.

“Tidak dengan siapa – siapa Ge. Kita sudah terlambat, aku mau turun ke basement dulu.” Tao menggeser pelan bahu Kris agar memberikan jalan untuknya, ia melewati Kris dan Lay begitu saja.

 

“Yi Xing.. “ Kris masih memiliki satu sandera lagi -_-

“Apa? Dia itu sudah dewasa, berhenti ikut campur dengan masalah pribadinya.” Lay berbicara ketus.

“Lalu jika yeoja yang ia sukai kembali menolaknya, kau bersedia menemaninya tidur hingga berhari – hari eoh?” Kris mendekatkan wajahnya pada Lay.

“Bilang saja kau tidak ingin menemaninya karena istri mu. Bukankah begitu?” Lay sama sekali tidak ciut jika berhadapan dengan Kris.

“Cukup San A saja. Apa dugaan ku benar? Jung Ji Ah eoh?” Dua bola mata Kris seolah ikut berbicara. Lay menatap Kris sedikit lama sebelum menjawab pertanyaan namja itu , “Aku sama sekali tidak tahu menahu tentang itu. Menyingkir, aku mau membawa ransel ku ke bawah.”

“Yak Yi Xing!” Kris menahan Lay yang hendak pergi dari hadapannya.

“Duizang kau berlebihan. “ Lay menepis tangan Kris dari bahunya.

“Aku tidak suka jika dia berhubungan dengan Nona Jung itu. Atau ini kau — “

“Atau apa? WO (aku) ?? Kau mau mengataiku? EOH?” Suara Lay meninggi, ia menunjuk dirinya sendiri.

“Aish! Lupakan !” Kris merasa frustasi menghadapi Lay yang memang tidak pernah akan bisa ia kalahkan dalam hal perdebatan. Kris memilih untuk lebih dulu melangkah pergi meninggalkan Lay.

 

Lay yang masih berdiri didepan pintu kamar tiba – tiba mengingat sosok yang pernah memiliki hubungan dengannya, “Woo Yeon.. gadis itu, bagaimana dia sekarang?”.

 

OoOoO

 

“Semuanya sudah siap? Tidak ada yang tertinggal lagi kan?”

“Nde hyung… “

“Geure, kita berangkat sekarang. Go go go.. “

Satu persatu memberdeul kini naik kedalam Van yang akan mengantarkan mereka menuju bandara Incheon. Minwook, Jae, Im, dan Seunghwan mengomando mereka agar mereka tiba tepat waktu sesuai dengan jadwal penerbangan yang telah ditentukan.

 

Samar – samar Tao mengedarkan pandangannya ke salah satu tempat yang masih berlokasi pada sekitar basement. Tao melihat jelas dari kaca mobil, dua orang yang sama yang beberapa hari lalu juga bertemu disini ..

Jelas terlihat sosok Ji Ah dengan seorang namja yang bernotabene seoarng gitaris dari sebuah grup band terkenal FT Island. Disana Ji Ah tampak menerima sesuatu dari namja tersebut, ia menerima sebuah bingkisan dengan senyumannya yang mengembang ..

 

“Aku mengira kau sengaja membuang cup minum ku malam itu karena kau juga menyukai ku. Aku sempat berpikir bahwa antara kau & dia hanyalah bualan mu agar aku akan terlihat cemburu. Cih .. Huang Zhi Tao, apa yang ada dipikiran mu?” Tanpa Tao sadari tatapan nanarnya kini juga ikut membuat bibir tipisnya tersenyum miris dengan apa yang terjadi padanya saat ini.

 

“Kau lihat? Dia sudah memiliki kekasih, sudah lupakan saja.” Suara Kris tiba – tiba menginterupsi dari sisi sampingnya.

“Nde? Eoh hmm.. “ Tao sedikit terkejut ketika mendengar perkataan Kris, kini ia memilih untuk memasang headphonenya dan mendengarkan music sembari memejamkan kedua matanya.

 

Sementara itu disana..

Tatapan Ji Ah seolah mengikuti laju Van EXO yang kini mulai keluar dari pintu basement, lambat laun dua Van itu menghilang dari pandangannya..

“Jiji? Jiji-ah? Hey?”

Ji Ah nyaris melupakan sosok yang masih ada didepannya saat ini, “Ah ye Oppa.. “

“Aku pulang dulu, sore ini jika kau punya waktu datanglah untuk rehearsal kami. Eo? Semoga kau menyukai semua lagunya.” Jae Jin berjalan membuka pintu mobilnya.

“Ah ye, aku akan langsung memutar album ini Oppa. Gomawo..” Ji Ah mengangkat bingkisan yang didalamnya terdapat album FT Island pemberian Jae Jin.

 

“Hmm, segera kirimkan aku komentar mu setelah kau mendengarkannya. Hahaha.. “ Jae Jin perlahan masuk kedalam mobil.

“Arasseo. OK OK.. “ Ji Ah mengacungkan jempolnya.

TIN ~ “Annyeong.. “ Jae Jin mulai melajukan mobil yang ia kendarai.

“Nde, anyyeong ~ jalgayo .. “ Ji Ah ikut melambaikan tangannya, hingga Audy sport itu melesat jauh dari pandangannya.

Ji Ah masih berdiri mematung setelah Jae Jin pergi, ia memeluk bingkisan album tersebut tetapi bukan karena ia bahagia karena Jae Jin mengantarkannya langsung untuknya atau apapun itu. Akan tetapi, Tao.. Pikirannya terus menerawang jauh setelah kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka pagi tadi..

 

 “Satu minggu setelah ini, ketika kau kembali dan saatnya aku pergi..” Ji Ah berusaha untuk tetap menyemangati dirinya sendiri meski dengan senyum getir yang kini terukir diwajahnya. Kedutan demi kedutan kini merambah pada rongga dadanya.. SIGH ~ tidak ada sepatah katapun yang dapat ia ucapkan, ia memutuskan untuk berbalik pergi dan kembali ke apartement.

 

OoOoO

One Week Later _ 130927

 

Yaegi’s Apartement

 

“Mammma..albushiii.. “

“Aaaaa.. ainjiyya.. “

“Igeoh.. “

“Eoh? Gomawo.. “ Ji Ah mengusap sayang kepala Geum Chan yang menyodorkan ikat rambutnya. Ia kini  sedang bersiap – siap untuk keberangkatannya siang nanti, hari ini ia akan bertolak menuju Kanada.

 

“Itchhjja.. “

“Auuubbuurmm ..eomma.. “ ChanSha merangkak kesana kemari menjelejahi seisi apartement mereka yang cukup luas untuk mereka bermain.

 

“Nde? Dimana eomma mu hmm?” Ji Ah sesekali mengajak mereka berbicara, meskipun ChanSha masih menggunakan bahasa burung.

“Jiji-ah, sudah selesai?” Dalam waktu yang bersamaan, Yaegi masuk kedalam kamarnya.

“Ah ye eonni, aku sudah hampir selesai. “ Ji Ah mulai menutup kopernya.

“Kau tidak ingin membeli sesuatu untuk Daddy mu & Woo Yeon?” Yaegi duduk ditepi tempat tidur.

“Kkeurom eobseo (tidak perlu). Lagipula aku langsung ke Ottawa, jadi tidak akan bertemu dengan Daddy & Yeon.” Ji Ah menggeleng pelan.

“Ah geurekuna. Hmm.. sayang sekali, padahal aku ingin kau berlama – lama disini. Apa tidak bisa diundur lagi? Bukankah acara kelulusan mu tahun depan hmm?” Yaegi berbicara sambil mencubit – cubit pelan pipi ChanSha yang masih lalai bermain dibawah tempat tidur.

“Hmm, aku rasa aku harus menyelesaikannya lebih cepat eonni. Gheopjeongmal (jangan khawatir), jika aku memiliki waktu luang aku pasti akan kemari lagi..” Ji Ah ikut duduk disamping Yaegi.

 

“Eomma.. eomma.. “ Geum Sha mulai rewel, ia menarik – narik kain celana yang Yaegi kenakan.

“Uri ttal (putri ku) .. “ Chup ~ Yaegi menarik Geum Sha kedalam gendongannya.

“Kyaaahhhhakk.. “ Geum Sha nyaris tertawa cekikikan, ia memamerkan sederet gusinya.

“Kyaaa ~ Eonni, dia menggemaskan sekali.. “Ji Ah & Yaegi kini beralih pada tingkah lucu ChanSha. Geum Sha seperti sedang menertawakan sang Oppa yang masih duduk dilantai.

“Mmmmaeomma.. “ Geum Sha menggoyang – goyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seperti orang yang sedang bernyanyi.

“Eommagom.. Appagom.. “ Yaegi mengangkat Geum Sha agar menghadapnya, ia menyanyikan lagu 3bears. ChanSha sedang sangat menyukai lagu tersebut.

“Mmmgoommppa pa.. Kyaaaahakkk.. “ Geum Sha kembali tertawa cekikikan.

“Gyahahaha.. tashi – tashi (lagi = lagi ), Appagom.. “ Yaegi tertawa lepas melihat kelucuan Geum Sha.

“AMOOOOOOOTTATTA !! “ Prang ! Bunyi benda yang dilempar keras.

 

“Geum Chan-ah? Jiji, pegang Geum Sha.. “ Yaegi memberikan Geum Sha pada Jiji, ia segera menggendong putranya yang sepertinya mulai bosan bermain, Geum Chan lebih sedikit tempramen dibandingkan Geum Sha.

“Aigo.. putra ku kenapa hmm? “

“Eomma.. “ Geum Chan reflek memeluk Yaegi lalu menyandarkan kepalanya pada salah satu bahu Yaegi.

“Wu Geum Chan-gga.. dia sepertinya sangat menyayangi mu eonni.” Ji Ah tersenyum melihat Geum Chan yang masih melingkarkan tangan mungilnya pada leher Yaegi.

“Eum.. sepertinya begitu haha.” Yaegi tertawa renyah sembari menepuk – nepuk pelan punggung putra kecilnya.

“Eonni.. “ Seketika raut wajah Ji Ah berubah muram.

“Nde?” Yaegi menoleh padanya.

“Kris Oppa-gga, anyi maksdu ku EXO-gga.. eonje deorowasseyo (kapan pulang)?”

“Oneulyo (hari ini). Sepertinya mereka sudah didalam perjalanan pulang, tadi Kris mengirim pesan singkat, mereka baru saja tiba di Incheon. Waeyo?” Yaegi tidak memiliki sugesti apapun tentang pertanyaan Ji Ah.

“Ahh.. anyia, keunyang (bertanya saja). “ Ji Ah menggeleng, ia berusaha menutupi kegusarannya dengan senyum yang ia paksakan.

 

“Andwae, naneun ireokhae andwae jinjja. (Aku tidak boleh seperti ini). Jung Jiji ireojimmara..” Ji Ah mengucapkan hal itu berkali – kali dalam hatinya.

“Jiji-ah, Soo Rim menitipkan sesuatu untuk mu. Dia tidak bisa pulang sekarang, aku ambilkan sebentar nde?” Yaegi bergegas bangun.

“Ah eonni..”

“Hmm?”

“Aku ingin keluar sebentar saja. Bolehkan?” Ji Ah menunjuk arah pintu.

“Kau mau pergi kemana? Apa kau tidak akan terlambat nanti hmm?”

“Anyu, aku akan pergi ke bandara jam 2 siang. Aku pergi sebentar eoh? Cha ~ Wu Geum Sha duduk disini nde. Annyeong eonni, aku akan segera pulang.. “ Ji Ah menaruh Geum Sha di atas tempat tidurnya, lalu berhamburan keluar kamar.

 

Yaegi yang melihat itu hanya bisa menatap heran sejenak, dan kembali bermain dengan dua malaikat kecilnya. “Cha ~ kajja – kajja.. nawayo – nawayo .. “ Suara lembut Yaegi membuat ChanSha mengikuti langkahnya.

“Eomma.. “

“Kyaa ~ Appa wasseo – Appa wasseyo.. “ Yaegi berlari – lari kecil disusul oleh Chan Sha yang merangkak dari dibelakangnya.

 

OoOoO

Ji Ah mendorong pintu kaca yang mengarah pada beranda PongPyu apartement, yeoja  bertubuh semampai itu menggenakan T-Shirt putih dan hot pants hitam kini  berjalan sambil mengedarkan pandangannya pada setiap sudut beranda yang ditumbuhi banyak bunga disetiap sisinya. Yeoja itu perlahan menyusuri jalan rerumputan, ia menuju sebuah bangku dimana ia pernah singgahi sebelumnya..

 

“Wae naega ireoneonji? Ige mwoyagu? (kenapa aku jadi seperti ini? Sebenarnya ada apa dengan semua ini?) ” Ji Ah itu mendesis pelan, hatinya kini terasa sangat kosong.

Perlahan ia meraba setiap sisi bangku yang pada malam itu juga diduduki oleh seseorang yang kini terus merasuki pikirannya, Huang Zhi Tao.

“Memangnya dia siapa? Kenapa aku terus memikirkannya? Bahkan aku tidak mengenalnya dengan baik. Mommy.. bagaimana ini?” Ji Ah yang sedang duduk pada bangku kayu itu mendongakkan wajahnya, ia berusaha menahan rasa pahit yang tersangkut ditenggorokannya.

“Andwae. Untuk apa aku menangis? Aku sama sekali tidak mengenalnya.” Ji Ah terus menggumam dalam hatinya, ia berusaha menghapus bayangan tentang Tao dalam ilusinya.

 

Yeoja itu beralih menatap jam tangan Gucci yang bertengger manis pada lengan kirinya, “Pukul 10 .. “ itu artinya, ia hanya memiliki beberapa jam lagi untuk bisa menghirup udara musim semi diKorea saat ini.

Tanpa terasa waktu berlalu begitu saja, ia menghabiskan waktunya diberanda itu dalam waktu yang lama.

SIGH ~ Ia menghembuskan nafasnya yang terasa kian berat, “Fantastic Russia.. “ Dua penggalan kata itu kembali muncul dalam ingatannya.

“Eoh matta ! “ Ji Ah teringat akan sesuatu hal, ia membuka sebuah homepage official EXO melalui ponselnya.

Dug dug dug .. jantunganya kembali berdebar ketika melihat postingan terbaru dari homepage tersebut. Sebuah gambar seseorang yang bertuliskan “Tao back to Korea from Berlin”.

Masih banyak lagi hasil potret Fans yang kini sudah diposting pada homepage tersebut.

 “Eoh?” Dia kembali melihat layar ponselnya,  DEG ! “Satu jam yang lalu? Itu artinya dia sudah — “ Ji Ah menggantungkan kalimatnya, ia segera bangkit dari duduknya dan berlarian masuk kedalam apartement.

 

Dalam waktu yang sama..

Tampak segerombolan namja tampan memenuhi lobby apartement, dengan 4 manager didepannya. Mereka adalah EXO yang baru saja tiba dari Jerman untuk beberapa sesi photoshoot disana.

“Malam ini kita akan makan diluar, eotteo?” Im manager menekan tombol lift.

“Eo hyung. Hoooammhh ..” Beberapa diantara mereka sengaja memakai kaca mata hitam untuk menutupi mata mereka yang masih terlihat kelelahan.

Satu persatu memberdeul memasuki lift, hingga pada lift terakhir Tao, Kris, Suho, Luhan dan Seunghwan menaikinya.

Lift yang semula mau tertutup terhenti karena seseorang kembali memencet tombol nya.

“Eoh Nona Jung annyeonghaseyo.. “

“Ah ye annyeonghaseyo.. “ Ji Ah sama sekali tidak menyangka akan semua ini.

“Nona Jung deorowayo (ayo masuk). “ Seunghwan menggeser sedikit posisinya agar Ji Ah bisa ikut masuk.

“Ah ye gamshahabnida..” Ji Ah melangkahkan kakinya masuk kedalam lift, jika ia menghindar itu akan terlihat konyol baginya, ia hanya berusaha untuk bersikap sebiasa mungkin serta seprofesional mungkin layakya seorang Jung Ji Ah.

“Kau darimana saja? Ah ye, Dokter Jung tidak jadi menjemput mu?” Seunghwan berbasa- basi pada Ji Ah. “Anyi, eonni sedang di Ausi saat ini. Aku akan pulang sendiri.”

“Ahh geurekunna.. “ Seunghwan mengangguk – ngangguk mengiyakan.

TING ! Tanpa terasa mereka telah tiba dilantai 13.

“Nona Jung, kamu duluan nde.. “ Seunghwan hendak berpamitan.

“Annyeonghaseyo.. “ Luhan & Suho juga ikut mengucapkan salam pada Ji Ah.

“Nde annyeonghaseyo.. “ Ji Ah membalas dengan membungkuk sopan.

Sementara itu Kris.. “ Jiji.. “

“Nde?” Ji Ah sedikit shock mendengar panggilan itu.

“Tolong bawakan ini ke atas eoh? Aku tidak bisa langsung kesana. Kau mau kan?” Kris memperlihatkan sikap langkanya.

“Ye? Ah ye.. ye Kris-ssi.. “ Ji Ah hanya mengangguk mengiyakan apa yang Kris pinta padanya.

“Gomawo.”  Kris tersenyum tipis seraya mengacungkan jempolnya.

 

“Nona Jung, sampai bertemu nanti. “ Seunghwan yang akan mengantarkan Ji Ah menuju bandara siang nanti.

Sementara itu, Tao masih berdiri dibelakang Ji Ah, ia mendorong koper kecilnya ..

Ji Ah yang menyadari itu berbalik menoleh pada namja yang memakai outfit bernuansa dongker tersebut ..

“Beri aku jalan.” Suara lembut Tao serasa menusuk hulu hatinya, namja itu hanya memintanya untuk sedikit bergeser agar tidak menghalangi jalannya.

“Ah Tao-ssi.. “ Ji Ah memanggil nama itu diluar kendalinya.

“Nde?” Tao baru saja melangkahkan kakinya keluar lift.

Ji Ah ikut keluar dari dalam lift, ia melihat arah koridor sejenak untuk memastikan mereka yang lain sudah lebih dulu pergi.

 

“Ada apa?” Tao bertanya untuk kedua kalinya dengan kalimat yang lebih jelas.

“Ahh keugeon.. ahh—anyi.. — ige— mianhae.” Ji Ah bersusah payah menggunakan kata yang tepat.

“Uhm?” Ekspresi Tao terlihat datar.

 “Mianhaesseoyo. Aku — aku tidak bermaksud seperti itu. Aku sudah bersikap tidak sopan dengan mu Tao-ssi.”

“Dwesseoyo, gwenchana. Jung Ji Ah-ssi, masih banyak yang harus aku kerjakan. Geurom.” Tao membungkukkan badannya sopan, lalu bergegas pergi dari hadapan Ji Ah.

 

Untuk kesekian kalinya yeoja itu kini memegangi lagi dadanya, “Ssshh.. “ mata Ji Ah memanas, hidungnya mulai memerah seperti menahan sesuatu.

Ia kembali melihat jam tangannya yang telah menunjukkan pukul 12 siang, itu artinya dia tidak memiliki waktu banyak sebelum keberangkatannya menuju  Kanada siang ini.

“Geure, aku yakin ini hanya sebentar. Tao Huang dan aku bukan lah apa – apa. Jiji hwaiting ! “ Ji Ah hendak berbalik untuk masuk kembali kedalam lift, akan tetapi …

 

“Eoh?” Ji Ah seperti sedang mencari sesuatu disekitarnya, intro sebuah lagu yang tidak asing pada indera pendengarannya. “Punya ku? Aih bukan. Lalu dari mana?” Ji Ah mengecek ponselnya untuk memastikan jika itu adalah ringtone ponsel yang ia gunakan.

Hingga intro itu perlahan berubah menjadi suara …

 

jo-geuman nal-kaetjis neol hyang-han ikkeu-llim nae-ge ttaraora sonjishan geot kataseo

aejeorhan nunbit-kwah mu-eonye iyagi gaseume hwehori-ga mo-rachideon geunal bam

omyohan geudaeye moseube neokseul nohko hanappunin yeong-honeul ppaetgigo

keudaeye momjise wahnjeonhi chwiihaeseo sum shwiineun geotjocha ijeobeorin na-inde

 

 

Ringtone  itu terus berbunyi .. “Dimana? Darimana?” Ji Ah berputar beberapa kali pada posisinya untuk memastikan sumber ringtone yang persis dengan yang ia gunakan pada panggilan masuknya. Ia merasakan suara itu sangat dekat pada posisi dimana ia berpijak saat ini.

wahlcheucheoreom sappunhi anja nuneul ttel su eop-seo shiseoni jayeonseure keo-reummada neol ttara-gajanha..

 

“EOH ?” Ji Ah melihat sesuatu yang berkedap – kedip pada sudut luar pintu lift, ia menemukan sebuah ponsel berwarna biru muda yang masih terus berdering..

Ji Ah masih menatap layar ponsel itu yang bertuliskan nama si pemanggil “Duizang”.

“Ini ponsel siapa?” Ji Ah mengernyit pelan melihat ponsel yang sama sekali tidak ia kenal itu, hingga …

 

“Eoh, Ge! Kris Ge ! Suaranya disekitar sini —- “ Suara itu terputus ketika melihat sosok Ji Ah dengan benda yang ada ditangannya. DEG ! Mata Ji Ah juga kembali membulat sempurna ketika sosok yang baru saja pergi dari hadapannya kini kembali muncul dan sepertinya mencari benda yang ada padanya saat ini..

 

Mata mereka saling bertatapan dengan iringan ringtone yang masih menggema..

nal annae-haejwo

yeah keudae-ga sal-go i-nneun gose nado hamkke deryeo-gajwo

oh, sesangye kkeuchirado dwiittara-gal teni

budi nae shiyaeseo beoseonaji marajwo achimi wahdo sarajiji marajwo oh

kkumeul kkuneun geo-reum keudaen namani areumda-un nabi..

 

FLIP. Ringtone tersebut berhenti , “Tao sudah ketemu?” Sebuah suara menginterupsi Tao & Ji Ah yang masih saling termangu satu sama lain.

 

“Ah ini ponsel mu?” Ji Ah membuyarkan lamunannya ketika suara berat itu muncul dari belakang Tao.

 

“Ah iya Ge, sudah .. “ Tao melihat arah Kris yang tadinya ia minta untuk menelfon ponselnya yang tiba – tiba jatuh entah dimana.

 

“Tadi aku menemukannya disana. Ini.. “ Ji Ah menunjuk sudut pintu lift.

“Ah ye gomawo.” Tao mengambil ponselnya.

 

“Jiji-ssi kau masih disana?” Kris melihat mereka berdua yang masih diselimuti oleh rasa canggung.

 

“Ah ye Kris-ssi, aku — aku mau kembali ke atas sekarang. Geurom, aku permisi. Annyeonghaseyo.” Ji Ah kalang kabut menutupi getaran yang mulai merambat layaknya aliran listrik pada tubuhnya, ia membungkuk cepat lalu menekan tombol lift dan segera melesat masuk kedalamnya.

 

Sementara itu Tao masih mematung diposisinya.

“Tao?”

“Ah ye Ge?” Tepukan tangan Kris pada bahunya membuat Tao kembali tersadar.

“Ponsel mu sudah ketemu, lain kali jangan menaruhnya disaku belakang. Ayo kita masuk.” Kris merangkulnya masuk kedalam dorm.

OoOoO

TING ! Ji Ah melangkah keluar dari dalam lift dengan goddie bag yang Kris titipkan padanya. Pikirannya kembali teringat akan ringtone pada ponsel Tao yang sama persis dengan yang ia gunakan..

 

“Itu lagu siapa? Kenapa dia juga memakai lagu yang sama dengan ku?” Ji Ah meraih ponselnya yang ada pada saku celana yang ia kenakan, ia mencoba melihat judul track mp3 tersebut tetapi ia tidak menemukan judul dan bahkan penyanyinya sekalipun, hanya tulisan – tulisan berupa angka yang tertera. Lagu itu ia dapatkan dari ponsel Yaegi, karena menurutnya lagu itu begitu akrab ditelinganya,lalu ia pun memutuskan untuk  menggunakannya menjadi ringtone pada ponselnya hingga kini.

 

“Kenapa dia juga menggunakan ringtone itu? Itu lagu siapa? Kyaa ~ Mommy aku bisa gila jika lama – lama disini.. “ Ting tong ting tong, ia menekan bell apartement ..

 

CEKLEK ~ “Eoh kau sudah pulang?” Yaegi muncul dari balik pintu.

“Eo, eonni … “

“Nde? Eo wajah mu kenapa?” Yaegi melihat wajah Ji Ah berubah pucat saat itu.

“Aku ingin bercerita sesuatu pada mu.. “ Ji Ah melenggang masuk kedalam dengan raut wajahnya yang sama sekali tidak memancarkan aura kebahagiaan.

 

“Jiji, kau kenapa hmm?” Yaegi ikut duduk pada sofa yang sama dengan Ji Ah.

Ji Ah menggeser posisinya agar ia bisa berhadapan dengan Yaegi, “Eonni.. “

“Nde, waeyo?” Yaegi masih menunggu kalimat Ji Ah berikutnya.

“Eonni aku menyukai seseorang .. “

“YE? MWO? “ Ekspresi wajah Yaegi berubah terkejut.

“Hmm, aku menyukai seorang namja. Sepertinya begitu.. “  Ji Ah mengangguk lemah.

“Nu— nuguchi?” Yaegi terbata.

 “Kau pasti mengenalnya eonni.. “ Ji Ah perlahan mengeluarkan rengekannya, pipinya perlahan berubah merah merona.

 “Nuguya Jiji-ah?” Yaegi masih tidak dapat mencerna perkataan Ji Ah sepenuhnya.

“. . . . .” Ji Ah justru bungkam sesaat.

“Jiji? Nuguya?” Yaegi bersikap sedikit lebih tenang agar Ji Ah segera mengatakannya.

“Eonni.. “ Ji Ah enggan untuk mengatakannya, raut wajahnya semakin tidak karuan.

 

Yaegi menatapnya seolah berkata “Tidak apa – apa, katakan saja.”

Ji Ah memejamkan matanya  sejenak lalu .. “Igeoyo.. “ Ia menunjuk gelang panda yang ia pakai pada tangan kirinya.

“Eungg?” Yaegi masih tidak mengerti.

“Ahhh eonni jebalyo !” Ji Ah mulai frustasi, rasa malu mulai menyelimutinya ..

“Hahaha. Marhaeyo palli.. gheopjeongmal, eonni bisa menjaga rahasia. Nugu? Lee Jae Jin eoh?” Yaegi berusaha untuk membuat suasana tidak terlalu tegang.

Ji Ah kembali menatap kosong Yaegi tanpa menjawab sepatah katapun..

“Gwenchana. Eonni yakshokhae (Eonni berjanji). eum? Marhaeyo (katakan saja). “ Yaegi mengangkat kelingkingnya.

“Tao Huang.” Ji Ah mengatakan nama itu dalam sepersekian detik.

“YE? MWORAGU??” Suara Yaegi reflek meninggi, bayang – bayang wajah suaminya mulai berkelebat pada pikirannya. Kekhawartiran Kris selama ini ternyata menjadi sebuah kenyataan..

 

“Huaaaa Eonni.. aku tahu ini tidak waras..  tapi aku harus apa? KYAAA ~ Michikanda!“ Ji Ah menhentak – hentakan kakinya ke atas lantai sambil mengacak – ngacak rambutnya frustasi.

“Anyi Jiji-ah, ahhh bukan begitu maksud ku. Tapi— bagaimana bisa? Bukankah kalian tidak saling mengenal?”

“Nan mollayo…  Hiks Mommy.. “ Ji Ah menangkupkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang masih merah seperti kepiting rebus.

 

“Gwenchana. Memang banyak yeoja yang menyukainya, mulai sekarang kau resmi menjadi EXO Fans.” Yaegi bertepuk tangan.

“ANYIA EONNI ! Aku menyukainya sebagai seorang namja? Fans anyiranikka ! “ Ji Ah membantah perkataan Yaegi secara terang – terangan, rasa malu dan emosinya kini menjadi satu.

 

“Jinjjayo? Neo jinshimneyo (jadi kau serius) ?” Wajah Yaegi ikut berubah khawatir.

“Eo. Aku menyukainya bukan seperti aku menyukai GD atau TOP..  ini lebih dari perasaan ku terhadap Jae Jin eonni ! Eonni.. eotteokhanya? Huks.. “

 

“Andwae ! “

DEG ! Sontak Yaegi dan Ji Ah melihat pada sumber suara yang tiba – tiba datang menginterupsi mereka.

 

“Kris-ah .. “ Yaegi segera bangun dari duduknya, ia melihat Kris sudah berdiri tepat didepan pintu apartement mereka.

 

“Andwaeyo. Aku tidak setuju.” Kris melanjutkan kalimatnya dan kali ini secara blak – blakan.

“Kris-ssi.. “ Ji Ah ikut bangkut dari sofa yang ia duduki.

“Jung Ji Ah-ssi bukankah kau mau menyelesaikan research mu? Fokus lah pada karir mu, Tao akan baik – baik saja.”

“Kris –ah,apa maksud mu ?! “ Yaegi menatap Kris dengan setengah berbisik.

“SHIREO ! “ Tiba – tiba saja kalimat itu terlontar mulus dari bibir yeoja bermarga  Jung itu.

“Jiji-ah.. “ Yaegi memandang Kris & Ji Ah bergantian, ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Jung Ji Ah-ssi.. “ Kris tidak menyangka bahwa Ji Ah akan bereaksi begitu cepat.

“Aku mau menyukai siapapun itu bukan urusan mu.” Ji Ah menatap Kris sengit.

“Mwo?” Kris membalas menatap yeoja yang lebih muda 4 tahun darinya itu sedikit lebih sengit.

“Eo. Tao Huang-gga joaeheyo. Jinjja joahanda. JOAHANDAGUYO !!  (aku menyukainya, sangat menyukainya, aku bilang aku menyukainya! )“ Ji Ah mengeluarkan apa yang telah ia pendam beberapa waktu kemarin.

 

 “Mwohaeyo?”

DEG ! Sebuah suara yang tiba – tiba membuat 3 pasang mata yang berada disana membulat seketika..

“Tao-ssi.. “

 

TBC

 

Untuk series YaeKris & Family mohon bersabar ya ^_^ karena kemarin kan kita udah sepakat dengan adanya EXO SERIES. Keep stay .. Lov u all (^o^) *deep bow

 

 

 

76 thoughts on “EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 5 |

  1. jijiii tuuuhkan galau sebenernya suka apa ngga sama tao. walaupun akhirnya jujur kalo kamu suka sama tao~
    kris plis deh ngga usah ikut campur urusan percintaan (?) jiji sama tao, mereka sudah dewasa kris-_-

    ditunggu next chap eonni🙂

  2. Jiji labil =_=
    Emang tujuan jiji ke Korea untuk apa??
    Kris kelihatan sensi banget sama Jiji, emangnya kenapa sih kalau Jiji suka sama Tao? Kan gak ngaruh gitu *plakk

    Selesai brp chapter eon?? Ngepost nya jangan kelamaan ya!:3

    Next Chapter~~~

  3. ih bete deh sm TAO, pengganggu aja nihhhhhh, kepedean banget dia, orang JIJI mau nyari LAY, sumpah aku ga suka banget sm TAO di series ini. dia itu penganggu! kalo TAO g ganggu siJIJI, urusan JIJI mau marah2 sm LAY kan bisa cepet kelar, aku pengen tau adegan marah2nya JIJI ke LAY! :@

  4. Knapa TBC itu muncul sihh ???? Aishghh gk tau apa lagi seru baca,, みaみaみa

    Eommmmaaa kerennnn keerreennn seeerrruuuuu (◦’ںˉ◦)

    みaみaみa kris appa ciut klo bedebat sma layge,, wkwkkwkw
    BangKai usillll bgt dah, みaみaみa
    Jiji eonni awal2nya gengsi sih,, maluu tapii mauu みaみaみa
    Aku suka suka suka suka,, kekekekekekekek
    Di tunggu chap slnjutnya eomma ˆ⌣ˆ
    Fighting (҂’̀O’́)9

  5. tuhkan suka knp g lgsg blg aj jiji., tao eih.. bahagia yh dgr yg disuka juga suka.,. kekeke.,
    min., kmarin kn aq ketmpat teman ku trus dia itu px keponakan twins jdi ingat chansha kekeke…

  6. maaf yak eon, aku baru sempet komen, aku jarang aktif diblog.
    tapi aku udah komen kok di page facebook eon.
    kyaaaa aku suka series ini, chansa menggemaskan sekali xD
    kris kenapa overprotektif gitu sih? hadeh tao kan udah dewasa appa xD
    yasudahlah next eon hwaiting ^^

  7. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 6 | | EXO & Prince WuFan

  8. paca part ini ketara bangt kris sebel sama jiji …padahal jiji kan g salah.. dia aja binggung wkwkwkwkw.. jiji polos bangt bilang suka sama tao… kira kira tau terima g y??? ah..tambah penasaran…

  9. Setelah salah paham ke jiji akhirnya si panda tau kalo jiji ternyata sukanya sama dia. Itu kris appa kok ngalang-ngalangin sih-,- mestinya kan didukung aja. Penasaran banget mereka bakal happy ending atau sebaliknya.
    Lanjut ke nexxt chap

  10. wahhhh baru baca ff ini lagi -_- maklum aku disibukan dengan ujian tengah smstr -_-
    makin seru aja ffnya e. tao udah tau deh kl jiji suka sm dia, jahh kris kenapa situ ngelarang jiji buad suka sm tao? jangan bgitu -_- *eh

  11. Ping-balik: EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 7 | END | EXO & Prince WuFan

  12. Wah bener-bener daebak aurthor kita ini, ngga nyesel jadiin FF exodeul yg paling keren. Aurthor lanjutan dan postingan sebelumnya di jadiin novel aja. Aku bakal jadi orang pertama yang beli. Serius ini postingan ff terbaik exo!!

  13. jd ikut deg2an kaya ji ji…kris keras kepala bgt…bnr kata lay kalo tao udh dewasa jd g perlu d atur percintaannya..
    Geum chansha lucu bgt..kyaaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s