EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 7 | END

Gambar

 

1 2 3 4 5 6

Author                    : Muriza (Yaegi Cho)

All Cast in this part     :

– EXO  Huang Zhi Tao | Kai | Suho | Sehun | Xiumin | Baekhyun | Chanyeol |  D.o | Luhan | Lay |Chen |

– Jung Ji Ah ( OC )

– Kris  (Wu Yi Fan)

– Cho Yaegi (OC as Kris Wife )

– Wu Geum Chan / Wu Geum Sha ( OC as  Kris Children )

– EXO’s Real manager

Genre              :Romance – Comedy – Family  – Sad – Brothership – Kris Married Life

Rating              :  PG – 17

Length             : Chaptered

Disclaimer         : Don’t copy paste / plagiat My Story.  All of in this Fan Fiction is Mine.  From my brain purely.  TYPO EVERYWHERE ! PLEASE LEAVE YOUR COMMENT & HIT LIKE BUTTON. Happy reading ^o^

 

xxx

Recommended Song  _ EXO – M PETERPAN


qi fu ni de ren dou bei wo da bai gan pao

The ones who bullied you were all defeated by me

 

zai ni de shen bian xin jiu xiang fei shang yun cai
wo wei yi de gong zhu ni bi wen di geng ke ai

When I’m beside you my heart flies up to the clouds
My only princess, you’re cuter than Wendy

 

OoOoO

 “ Jung Ji Ah-ssi.. Jung Ji Ah-ssi.. Jung Ji Ah-ssi !! YA !”

“Jangan mengikuti ku !! Hiks.. “

“Jiji-ssi, chamkammanyo ! Yaaa! “

“ KU BILANG JANGAN MENGIKUTI KU !! “

“Tapi kau mau pergi kemana?”

 

Ji Ah menggunakan langkah seribunya setelah melihat Tao dengan seorang yeoja diberanda apartement. Pikiran dan cahaya matanya kini terasa gelap dan buram karena air mata serta gemuruh yang ia rasakan..

 

“Jiji-ssi !! “ Tao terus mengikutinya dari belakang, ia sesekali melihat sekitarnya karena tidak menutup kemungkinan jika banyak mata yang sedang mengintainya saat ini.

Ji Ah berbelok menuju tangga darurat, ia menarik pintu besar menuju tangga darurat sekuat tenaganya. “Jung Ji Ah !Aish.. “ Tao terus mengikutinya.

 

“Jiji-ssi.. Jiji-ssi.. “ Tao masih memanggilnya tanpa henti sambil menaiki satu persatu anak tangga.

“KYAA ! KHAYO (pergi) ! KHAYO !! “ Ji Ah mempercepat langkahnya, yang ia tahu saat ini hanyalah cara untuk menghindari Tao  agar namja itu tidak melihat air mata yang sudah mengucur deras dari kedua pelupuk matanya.

 

“Hosh – hosh – hosh .. hosh .. Jiji-ssi, tunggu aku.. Jiji-ssi .. hosh – hosh – hosh ..” Tao mulai terengah – engah ketika menaiki tangga yang tanpa ia sadari akan berpijak pada lantai kelima.

“Hosh – hosh – hosh .. “ Ji Ah ikut berhenti, ia memegangi palang tangga, ia setengah membungkuk karena energi nya benar – benar terkuras.

“Hosh – hosh – hosh – Jiji-ssi.. “ Tao tampak mengatur nafasnya.

 

SIGH ~ Ji Ah menutup matanya sejenak, lalu ia berbalik memandang Tao yang berada pada dua anak tangga dibawahnya.

CRIIGGG ~ Segenggam permen tiba – tiba berserakan dilantai setelah sempat mengenai wajah namja Chinese itu. Ji Ah melemparkan semua permen yang selalu ia bawa ketika bepergian tepat pada wajah Tao.

“Aku membenci mu.” Mata Ji Ah berkaca – kaca.

 

“Jung Ji Ah-ssi.. “ Tao tampak pasrah dengan apa yang kini terjadi padanya.

“Jangan berpikir jika aku kembali karena mu.” Meskipun yeoja itu tampak berpura – pura  untuk tegar, tapi suara paraunya tidak bisa berbohong.

“Kita bicara sebentar uhm?” Tao menarik pelan lengan Ji Ah.

Ji Ah sekilas melihat genggaman tangan Tao pada pergelangan tangannya, “Ck !” Ji Ah menepis keras sentuhan tangan Tao.

 

“Dia San A. Dia—“

“Yeoja yang pernah kau sukai !! “ Ji Ah memotong kalimat Tao.

Tao semakin mengernyit .. “Jung Ji Ah-ssi.. “

“Pikyeo (menyingkir). Aku mau pulang.” Ji Ah menuruni satu anak tangga.

“Aku meminta waktu mu sebentar sebagai orang asing.” Tao sama sekali tidak memberinya jalan.

Ji Ah kembali menatap Tao sejenak, “10 detik.”

“Anja (duduklah).” Tao duduk pada salah satu anak tangga.

“Shireo.”

“Anjuseyo agasshi (duduklah Nona).. “ Tao berkata dengan lembut.

“Ck ~” Ji Ah menggerutu sesaat, ia ikut duduk disamping Tao.

 

“Bukankah seharusnya kau sudah di Kanada?” Suasana tangga darurat begitu senyap sehingga membuat suara Tao menggema.

“Bukan urusan mu.”

“Kau menyukai ku?” Suara lembut Tao nyaris membuat Ji Ah terhentak hebat.

DEG ! Ji Ah spontan berbalik menatap Tao, jantungnya kembali berdebar keras.. “Micheosseo (apa kau gila)?” Ji Ah tidak ingin kegugupannya terlihat.

“Ayo katakan, kau menyukai kan?” Tao memiringkan sedikit posisi duduknya.

“Ya! Neo micheosseo? Niga mwol? NIGA MWOYAGU (kau pikir kau siapa)  !! “ Ji Ah memekik tertahan.

“Algaesso. “Tao mengangguk, ia perlahan bangkit dari duduknya.

 

Ji Ah kembali tertunduk lemah, rambutnya yang tergerai membuat wajahnya ikut tertutup..

“Aku menyukai mu. Jinjja joaheyo.” Sikap Tao saat itu sangat berbanding terbalik dengan kesehariannya, ia mengutarakan perasaannya seperti sebuah lelucon.

“. . . . .” Ji Ah tidak memiliki keberanian untuk mendongakkan wajahnya, apalagi menyahut perkataan Tao.

“Hajiman (tapi)..  dwesseoyo (sudahlah), aku hanya ingin mengatakannya saja. Pulanglah, ini sudah larut malam.” Tao sengaja memutar lamban posisinya, ia sangat berharap jika Ji Ah mengatakan sesuatu atau bahkan menahannya untuk pergi.

 

“. . . . . . . . “ hingga hitungan kesepersekian detik lamanya, Ji Ah tak kunjung bergeming.

“Kau menyukai ku atau tidak ! Cepat katakan ! “ Tao tiba – tiba membentaknya dengan nada kesal.

Ji Ah reflek mendongakkan wajahnya, “APA KAU TULI ? TENTU SAJA TIDAK ! KU BILANG TIDAK ! SHIREO ! ANDWAE ! COLTERO ANDWAE ! NEVER EVER !”

Teriakan Ji Ah membuat Tao termangu cukup lama memandangnya, sorot mata namja itu terkesan menusuk .. “Aku menyesal. Aku menyesalkan semua ini. Ije aratjo, aku permisi.”

Tao kini benar – benar berbalik pergi,  ketika sampai pada pijakan anak tangga kelima..

“JIKA TAKDIR ITU TIDAK SELAMANYA BENAR, LALU KENAPA TUHAN TERUS MEMPERTEMUKAN KITA !! “

Tao langsung membalikkan kepalanya, ia menyipitkan matanya dan juga mempertajam pendengarannya untuk memastikan apa yang ia dengar semua itu adalah kenyataan..

“EO. TAO HUANG JOAHEYO ! JINJJA ! JEONGMAL ! NEOMU ! AKU SANGAT MENYUKAI MU ! AKU BAHKAN TIDAK SUKA JIKA MELIHAT MU DENGAN YEOJA ITU ! SHIREO ! MIWEO ! TAO HUANG KU BILANG AKU MENYUKAI MU !! NEON JEOKHA (apa kau puas)  ?? HIKS.. “ Ji Ah segera menutupi wajahnya seusai ia meneriakkan semua isi hatinya, kini ia menangis tersedu.. “Hiks.. hiks.. hmmpks.. “ Sudut wajahnya kian memerah, ia terus menangis dalam tangkupan kedua tangannya.

 

Sementara itu Tao masih mematung kaku dihadapannya, seolah kakinya kini tidak lagi berpijak pada anak tangga..

Dug dug dug dug dug dug.. bahkan detak jantungnya terdengar jelas memenuhi ruang tangga darurat tersebut.

“Hiks.. Tao Huang-gga.. Tao Huang-gga, hiks.. aku—  aku hiks.. aku menyukai mu sebagai seorang namja hiks.. “ Ji Ah memperjelas perasaannya disela – sela tangisannya yang masih memecah.

 

Tao menelan keras salivanya, ia sesaat memandang seluruh isi ruangan.. “Jiji-ssi”

“Hiks.. “

“Jiji-ssi uljimma..” Tao kembali menaiki lima anak tangga yang telah ia turuni sebelumnya, ia kembali mendekat pada sosok Ji Ah.

“Hiks.. Mo—momm—y Mommy.. “ Ji Ah sesenggukan.

“Hey? Jiji-ssi?” Tao mencoba menarik salah satu tangkupan tangan yeoja itu.

“Jangan. Jangan lakukan itu pada ku. Hiks.. “ Ji Ah mengeraskan kedua tangannya, ia enggan untuk memperlihatkan wajahnya.

“Hentikan tangisan mu, jangan menangis lagi.. Jiji-ssi?” Tao perlahan duduk disampingnya.

“Hiks.. kau bisa pergi sekarang. Aku juga hanya ingin mengatakannya saja. Hiks.. “

Tao menarik nafasnya, lalu menghembuskannya dengan kasar, ia tidak memiliki hal yang bisa ia katakan untuk membuat gadisnya itu berhenti menangis..

 

Sementara itu dikediaman dorm EXO..

 

“Yak! Ireona palli ! Jangan berpura – pura tidur ! YAK JONG IN ! OH SEHUN ! YAAKK !! “ D.o sedari tadi menarik – narik selimut KaiHun.

“Aish Kyungsoo hentikan ! Suara mu membuat kami tuli ! “ Xiumin berteriak dari arah luar.

“Minseok hyung, kau lihat mereka.. mereka hanya berpura – pura tidur. YAK JONG IN ! SEHUN ! “ D.o kembali berteriak.

 

“D.o-ah, nawayo (keluarlah). Biarkan saja mereka.. “ Suho memanggilnya dari ruang TV.

“Geezh ! “ D.o mendengus kesal, ia menhentakkan kakinya melangkah keluar kamar.

 

“Auuwhh Sehunni, eotteokhae? “ Kai dan Sehun saling berbisik dibalik selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka.

“Sssh, aku juga tidak tahu Kai. Aish.. Tao itu menyusahkan saja.” Mereka berbisik dengan sesekali mengintip melalui celah selimut untuk memastikan D.o benar – benar sudah keluar dari kamar.

Kai menyikut pelan tangan Sehun, “Palli kau telfon dia. Katakan padanya hyungdeul mencarinya.”

“Aish ponsel ku ada di dapur. Ponsel mu mana?”

“Diatas aquarium.” Kai menjawab putus asa.

Seketika itu juga wajah Sehun berubah cengo, “-__-“

 

“Kris hyung, kau sudah menghubunginya?”

“Eum, tapi dia tidak mengangkatnya.” Kris mencoba menghubungi Tao berkali – kali, tetapi sama sekali tidak ada jawaban.

“Aku yakin, dua bocah itu pasti menyimpan sesuatu.” D.o kembali menunjuk pintu kamar dimana KaiHun ada didalamnya.

“Kyungsoo,keumanhae (hentikan).. “ Baekhyun menggelengkan kepalanya.

“Hooammmhh.. mungkin Tao hanya keluar sebentar untuk mencari angin.” Chen tidak sanggup lagi menahan rasa kantuknya.

“Manager hyung sebentar lagi pulang, eotteokhanya?” raut wajah Luhan berubah khawatir.

Chanyeol mengambil sesuatu dari dekat pintu kamar mandi, ia mengambil handuk yang tergeletak bggitu saja dilantai, “Dia meninggalkan handuknya dilantai, lalu dia pergi tanpa busana? Jelas itu tidak mungkin.”

“Anak itu sudah besar, biarkan saja dia.” Lay terlihat begitu santai.

“Aish, kenapa tidak mengangkatnya. Dasar kungfu panda !” Kris kembali menggerutu.

“Hyung, aku akan mencoba dengan ponsel ku.. “ Suho mulai mencoba menghubung orang yang dimaksud.

“Bagaimana?” Memberdeul serentak bertanya setelah Suho memutuskan sambungannya. “Tidak diangkat juga.” Suho menggeleng pasif.

 

Ting tong ting tong ~

“Eoh ! Itu Tao ! “ Luhan sontak bangun dari duduknya.

“Eyhhh ~ hyung mana mungkin, jika itu Tao untuk apa dia memencet bell?” Chanyeol menampik sugesti Luhan.

“Biar aku saja.” Kris berjalan menuju pintu, ia melihat dari layar monitor dan…

CEKLEK ~ Tanpa ragu ia langsung membuka pintu dorm.

“Tao hilang? Hilang dimana?”

“Nyonya Wu ! Sedang apa kau disini?” Kris menatap aneh sosok istrinya yang tiba-tiba muncul.

“Aku dengar Tao menghilang, memangnya dia pergi kemana? “ Yaegi hanya menggenakan sebuah jaket untuk menutupi piyamanya.

“Siapa yang mengatakannya pada mu?”

“Suho. “ Yaegi menjawab polos.

 

“Kris hyung, nuguya?” suara Baekhyun memekik dari ruang TV.

“Eoh, ige —- “ Kris menggantungkan kalimatnya.

“AKU .. AKU CHO YAEGI.. “ Yaegi menyahut lantang.

“YAEGI-SSI DEOROWAGASEYO (silahkan masuk).. “ teriakan D.o ikut menggema.

“NDEEE.. “ tanpa pikir panjang Yaegi langsung berlari kecil melewati Kris dan masuk kedalam dorm.

 

“Aihh yeoja itu kenapa kemari? Aish, Cho Yaegi!” Kris gagal untuk menahan Yaegi yang sudah lebih dulu melenggang masuk kedalam dorm.

“Annyeonghaseyo.. “ Yaegi menyapa memberdeul yang kini tengah berkumpul.

“Yaegi-ssi mwoyaeyo?” Chen yang semula tiduran dilantai kini duduk bersandar pada kaki Suho.

“Tao pergi kemana? Sudah dihubungi uhm?”

“Sudah, tapi tidak ada jawaban.” Suho masih terus mencoba menghubunginya.

“Dia akan baik – baik saja. Wushu itu bukan hanya tipu daya kamera, ayo kembali tidur.. “ Lay mengusap – ngusap wajahnya, ia mulai mengantuk.

“Hoooammhhh …  hyungdeul, aku tidak akan berdosa kan jika aku tidur lebih dulu? Hoommhhh.. “ Chen menyeret bantal bebek kesayangannya masuk kedalam kamar.

 

“Cih.. dasar siluman bebek! “

“Bakpao busuk .. “

“YAK !”

BLAM !  Chen menutup pintu dengan keras setelah mendengar Xiumin berteriak padanya.

 

“Aih Minseok hyung ! “ Baekhyun berjengit menutup telinganya.

“Cho Yaegi! Kemari !” Kris sedari tadi memelototi Yaegi yang masih berdiri ditengah – tengah memberdeul.

Yaegi berpura – pura tidak melihatnya, “Eoh, Kai dan Sehun dimana? Mereka pergi bersama Tao?”

“Anyu, mereka sudah tidur. Lebih tepatnya berpura – pura tidur.” D.o menekankan kata – katanya.

“Yak! Cho Yaegi ! Ku bilang kemari .. “ Kris berbisik pada Yaegi dengan mengeraskan rahangnya, ia memberikan kode pada Yaegi agar yeoja itu mendengarkannya.

 

Yaegi meliriknya sekilas, “Aish.. “

“Pulang sekarang! Ku bilang P-U-L-A-N-G.. “ Kris masih berbisik tertahan, ia seolah sedang melakukan pemanasan pada wajahnya sebelum latihan vocal -_-

Ia tidak menyadari jika sedari tadi Suho memperhatikan mereka, “Kris hyung, kau kenapa?”

“Ah anyu, tidak apa – apa.” Kris memalingkan wajahnya pada Suho.

“Yaegi-ssi, anak mu tinggal bersama siapa? “ Chanyeol mengingat bahwa mereka tidak memiliki baby sitter.

“Ah ada Soo Rim, makanya aku bisa kemari.”

Wqjah Suho tiba – tiba menegang, telinganya memerah ketika mendengar nama itu..

 

“Aish bocah itu pergi kemana? Manager hyung sedang dalam perjalanan pulang.” Baekhyun ikut mencoba menghubungi Tao.

“Kenapa tidak dicari saja?”

“MAU DICARI KEMANA?” Kris berteriak lantang pada Yaegi.

“YAK DUIZANG !” Seketika memberdeul balik berteriak padanya.

“Hmmmpppfff.. “

Yaegi menutup mulutnya, ia ingin sekali tertawa ketika memberdeul membentak Kris karena lebih dulu berteriak padanya.

 

“Kenapa kalian membentak ku !” Kris tidak terima.

“Wajar saja kau semakin kurus Yaegi-ssi, ternyata dia selalu berbuat kekerasan pada mu.”

“Yak Yi Xing ! “ Kris mulai merah padam.

“Ah jinjjayo? Aku terlihat kurus?” Yaegi memegangi kedua pipinya.

“Anyu, kau cantik.” Luhan menunjuk Yaegi lalu mengangguk pasti.

 

Tap ! Yaegi menepuk pundak Kris, “Kau dengar? Aku cantiiikk.. “ Yaegi senang bukan kepalang.

“Cih.. Luhan itu sudah berapa kali mengelabui mu? Babo.. “ Kris mencibirnya.

“Kris hyung, kenapa kau begitu kejam pada istri mu? Auuuwhhh aku baru tahu sekarang.. “ D.o ikut berkomentar.

“Yaegi-ssi, duduklah disini.” Xiumin menggeser posisi duduknya.

“Ah tidak usah Xiumin-ssi, aku juga akan kembali ke atas sekarang. “ Yaegi mendengus kesal menatap suaminya itu.

“Palli kha kha.. kha.. “ Kris membalikkan badan Yaegi dan mendorongnya untuk keluar dari dorm.

 

Suho bangun dari duduknya, “Yaegi-ah, ayo .. aku akan mengantar— “

“Ahhh tidak usah – tidak usah. Biar aku saja. Kajja ! “ Kris menarik paksa lengan Yaegi hingga langkah yeoja itu terseret.

“Ahh semuanya aku pulang dulu, annyeong ~ “

“Yaegi-ssi annyeong ~ “

BLAM ! Dentuman suara pintu keluar dorm.

 

“Ckckckc. Kris kekanak – kanakan sekali.. “ Xiumin menggeleng – geleng tidak percaya akan sikap Kris yang selama ini terkesan ‘manly’.

“Lalu bagaimana sekarang?”  Mereka kembali ke inti permasalahan.

Dalam waktu yang bersamaan..

CEKLEK ~ “Na wasseoyo.. “ suara seseorang beriringan dengan pintu yang terbuka.

“OMO! Itu manager hyung.. EOTTEOKHAE !! “

 

OoOoO

Sudah lebih dari satu jam ruang tangga darurat terasa hening tak berpenghuni meskipun disana ada dua orang yang masih terduduk pada salah satu anak tangga.

Sejak pukul 10 tadi Tao menunggui Ji Ah yang masih menutup wajahnya, entah yeoja itu masih menangis atau tidak, ia tidak tahu pasti karena kepala Tao mulai berat, rasa kantuk lambat laun menyerangnya. Tao terduduk menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya, mungkin kini ia mulai terlelap.

 

“Huks.. “ Ji Ah perlahan membuka dua tangkupan tangannya, ia melihat sosok Tao yang masih duduk disampingnya.

Mata yeoja itu terlihat sangat sembab, ia memperhatikan Tao sedikit lama..

“Sssh.. Ji Ah-ssi apa kau sudah — “ Nada Tao terhenti ketika ia melihat Ji Ah yang kini sudah membuka wajahnya.

“Kenapa masih disini?” Suara parau Ji Ah menggema.

“Hoooaammhh .. aku menunggu mu.. “ Tao berbicara sembari menguap lebar.

“Deorowajyo (pulanglah).. “

“Lalu bagaimana dengan mu?”

“Nan gwenchana. “

 

jo-geuman nal-kaetjis neol hyang-han ikkeu-llim ..

Tao melihat ponselnya yang  berdering untuk kesekian kalinya.

“Ponsel mu terus berbunyi sejak tadi.. “ Ji Ah juga melihat galaxy S4 yang tergeletak tepat ditengah – tengah mereka.

“Manager hyung mencari ku.” Tao hanya melihat nama si pemanggil.

“Palli khayo, kau pasti akan dimarahi.” Ji Ah mengambil ponsel itu lalu memberikannya pada Tao.

“Geure, aku kembali —- “

“Ah Tao Huang chamkammanyo!” Ji Ah menahan pergelangan tangan Tao yang sudah bangun dari duduknya.

“Waeyo?” Tao melihat tangan yeoja itu yang masih menggenggam tangannya.

“Aku —  aku ..  Ssshh..  sashireunyo (sebenarnya).. Aku—- “

“Gwenchana, aku sama sekali tidak menganggap ini sebuah masalah. Jinjja gwenchana, gheopjeongmalhaseyo.”

Ji Ah perlahan mendongakkan wajahnya, “Tao Huang aku —- “

“Dalam waktu 10 detik kau harus mengatakan yang sebenarnya, hmm?” Tao mendekatkan wajahnya dan berjongkok pada satu anak tangga dibawah Ji Ah, ia menopangkan wajahnya pada kedua tangannya.

GULP ~ Ji Ah semakin sulit bernafas karena tatapan namja itu sangat intense..

“10, 9 , 8 .. “

“Tao Huang, aku—  aku.. “ dug dug dug dug.. “Ahh aku— “ Detak jantungnya menghambat laju otak kirinya yang sedang bekerja.

 

“Hmm?” Tao masih menatapnya.

“5, 4 , 3 , 2 , 1.. waktu mu habis.”

“Tao Huang.. “

“Nama ku Huang Zhi Tao. Panggil aku Tao.”

“Tao-ssi.. “

“Aku besok akan ke Beijing. “

“. . . . . . . “ Ji Ah tertunduk lemah, lidahnya terasa begitu kelu.

 

Tao meraih ponselnya, ia membuka sebuah shortcut dan.. “Ini, kau ingat ini?” Tao memperlihatkan layar ponselnya.

“Nde?” Ji Ah kembali mendongak.

“Selca ini.. “

“Itu aku.. Ru—Russ—Russia?” Ji Ah terbata.

“Umm.. aku masih menyimpannya. “ Tao merasa pegal pada posisinya, ia kembali berpindah duduk disamping Ji Ah.

 

“Aku berpikir dunia ini besar, dunia ini luas.. “ Tao menatap lurus layar ponselnya.

“Eo ye.” Ji Ah menundukkan kepalanya.

“Kau adik dari Dokter Jung yang menangani Kakak Ipar ku. Lalu Eonni mu memaksa mu untuk menatap bersama Kakak Ipar ku. Bukankah itu hanya ada didalam naskah sutradara? Lucu sekali.. “ Tao menarik senyum simpulnya.

“. . . . . . . “ Ji Ah tetap bungkam seribu bahasa.

 

“Mianhae telah membuat mu menangis, tapi itu salah mu. Kau tidak memberitahu ku jika kau tidak suka ketika aku bersama San A.”

“Uh?” Ji Ah lagi – lagi mendongak sekilas.

“Aku pernah menyukainya, hingga kini pernah menyukainya.” Tao menggaris bawahi kata ‘pernah’.

“Aku dan Jae Jin hanya berteman, hingga saat ini akan terus berteman.. “

“Kkeuresseo (lalu)?” Tao menunggu perkataan Ji Ah selanjutnya.

“Aku tidak jadi pulang karena —- “

“Nattemunya (karena ku)?” Tao dengan percaya dirinya memotong kalimat Ji Ah.

“Cinta pertama itu hanya terjadi satu kali.. “

“Aku cinta pertama mu? Kau mau bilang begitu?” Mata Tao perlahan berubah berbinar.

“. . . . . . . . “ Seketika hawa hening kembali menyelimuti, Ji Ah tidak mampu berucap untuk kesekian kalinya.

 

Tao melihat jam digital yang ada pada layar ponselnya, sudah pukul 11 malam. Ia sudah hampir dua jam berada disana..

“Ssshhh.. Jung Ji Ah-ssi, kau harus menikahi ku jika manager hyung menendang ku dari EXO.”

“YE?”

“Eo, kau harus menghidupi ku.. memenuhi semua kebutuhan hidupku, menafkahi ku karena kau merusak masa depan ku.. “

“Pergilah, aku sudah menyuruh mu pergi sejak tadi.” Ji Ah mendorong pelan lengan Tao.

Tao menatap yeoja itu heran, betapa gemasnya ia melihat kelakukan Ji Ah.. “Jika wajah mu seperti Sehun atau Kai mungkin aku sudah menendang mu.” Tao bergidik gemas dalam hatinya.

“Kajja.. kita pergi—“

“Piryeopchana (tidak perlu). Khalkkaeyo (aku akan pergi).  Tao akhirnya mendahului Ji Ah untuk bangun dari duduknya, sementara itu Ji Ah tidak jadi bangkit dari posisinya.

“Jaga diri mu baik – baik. Mannasseo bangapta (senang berkenalan dengan mu), Jung — Ji Ah-ssi.. “ Meskipun pahit untuk mengatakannya, tapi Tao adalah seorang namja, ia tahu apa yang harus ia lakukan.

“Hiks.. “ Satu isakan kembali terdengar, “Hiks..  hmm, palli khayo.. “ Ji Ah hanya mengangguk tanpa melihat sosok Tao.

Tao menatap gadis itu dengan tatapannya yang putus asa, ~SIGH.. ia memberikan ruang bagi oksigen yang akan masuk pada rongga dadanya, ia kini berbalik pergi menuruni satu persatu anak tangga.

“Hiks.. Hmmpkkks.. hhiks.. “ tangisan itu semakin menjadi.

 

Tao mengepalkan salah satu tangannya sembari terus menuruni anak tangga demi anak tangga.. “Andwae.. andwae.. aku tidak boleh berbalik, andwaeyo.. Huang Zhi Tao, neo namjagaa.. andwae.. “ walaupun langkah itu terasa berat baginya, tapi ia tidak akan pernah berbalik lagi ke belakang.

 

“APA HARUS AKU YANG MENGATAKANNYA ! EO, GEURE ! AKU TIDAK JADI KEMBALI KARENA MU, NATTEMUNYA !! INI SEMUA KARENA MU, KARENA KAU AKU TIDAK BISA LAGI HIDUP DENGAN BAIK ARAAAAA ! “ Pita suara Ji Ah sudah mencapai tingkatan oktaf terakhir.

“JANGAN KATAKAN APAPUN LAGI JIKA HANYA MEMBUANG WAKTU KU !!” Tao membalas teriakan Ji Ah secara lugas, tetapi ia tetap tidak berbalik sedikitpun.

 

“LALU MENURUT MU APA YANG HARUS KATAKAN TAO-SSI ! NEO .. NEORUL CHEOSSARANGTTEMUNAE (karena kau cinta pertama ku)!! KYAAAA !! HIKS.. HHHKS.. “ Dada Ji Ah semakin terasa sesak, ia berhasil meluapkan apa yang sejak satu minggu ini bergumul didasar hatinya, tangisannya berubah menyesakkan bagi siapa saja yang menyaksikan atau mendengarnya.

“NANEUN.. NANEUNYO.. JINJJA SARANGHAEYO HUANG — HIKS.. HUANG ZHI TAO.. HMMMPP.. HIKS“ Ji Ah meluruskan ucapannya disela – sela isakannya yang tak kunjung henti.

 

Tao yang berdiri beberapa jarak didepannya masih mengeras pada posisinya, ia masih enggan untuk kembali..

Satu tetes bulir hangat jatuh membasahi pipinya kini, “Eotteokhae? Kris ge, Lay ge.. Suho hyung..  aku — aku ingin menangis, Ibuu.. “ Tao berteriak dalam hatinya, ia sengaja tidak mengedipkan matanya agar cairan bening itu tidak terus mengucur dari pelupuk matanya.

 

“Hiks.. hkks.. “ Ji Ah memegangi dadanya yang terasa kian bergemuruh..

“Sedang apa kau disitu? Sudah ku bilang pergilah sekarang ! PALLI !! Hiks.. “ Ji Ah melempar Tao dengan bungkusan permen yang berserakan dilantai tangga.

“Palli ! Kharagu ! Karaguyo ! YAA ! APA KAU TULI !! ARGHHH ! Hhhhkks.. “

 

Wajah Tao perlahan memerah, ia menggigiti bibirnya.. dalam satu hentakan ia langsung berbalik ..

Tap – tap – tap.. Ia melangkahkan kakinya dengan kasar menaiki anak tangga dan..

GREP ~ Ia menarik kasar tangan yeoja itu..

“Hiks.. mwoanya ! Palli khayo hiks.. KU BILANG PERGI ! PERGIIIII—- “ Pekikan Ji Ah tiba – tiba tertahan karena ia merasakan sesuatu yang bersentuhan dengannya..

Tao memeluk Ji Ah dan berbisik..  “Nae yeojahae (jadilah kekasih ku)..”

“Yak ! MWOANYA (apa yang sedang kau lakukan) ! Lepas ! Apa yang kau lakukan? YAK NAMJA MESUM ! KYAAAKKKK.. “ Ji Ah berusaha memberontak dari dekapan namja itu.

“Nae yeojahae.. tidak, aku tidak sedang meminta mu tapi aku memaksa mu. Jung Ji Ah kau harus menjadi milikku. Hanya ada dua jawaban, ‘Ya, aku mau’ atau ‘Ya, aku bersedia’. Palli jawab aku.. “ Tao mengatakannya secara cepat, entah tata bahasa yang ia gunakan itu benar atau salah, ia sama sekali tidak memperdulikannya lagi.

“Hiks.. “ Tangisan Ji Ah lambat laun mereda, ia masih menumpukan wajahnya pada bahu Tao.

 

“Ji Ah-ssi, palli jawab aku.. “

“Hiks.. “ Ji Ah hanya menjawabnya dengan satu isakan.

“Kau mau atau kau bersedia?”

“Tidak ada jawaban lain? Hiks.. “

“Tentu saja tidak.”

“HUAAAAAAAA….. “

“Eeh? Ji Ah-ssi ! “ Tao melepaskan pelukannya, ia sontak terkejut ketika Ji Ah kembali menangis histeris.

“Jung Ji Ah-ssi? “ Tao memegangi kedua bahu yeoja itu, ia memperhatikan wajah yeoja itu yang memerah. “Hiks.. hiks.. aku — aku — HUAAAAAA.. mollayo mommy.. HUAAAA.. “ Disengaja ataupun tidak, kini Ji Ah kembali memeluk Tao seerat mungkin.

Tao menyunggingkan senyum tipisnya, “Oke, kau sekarang milik ku.”

“Hiks.. Aku— hiks — aku ..  “

“Ssstt, sudah jangan menangis lagi, uhm?” Tao kembali melepaskan pelukannya, ia mengusap pelan pipi sembab yeoja itu.

“Hiks.. hiks.. “ Ji Ah masih tidak berani untuk menatap Tao yang kini menatap setiap inci wajahnya dengan sinar mata yang tersenyum.

 

“Mianhaesseo, aku sudah membuat mu menangis. Uljimma.. “ Tao masih bertahan pada satu anak tangga dibawah Ji Ah.

“Hiks.. “

“Hey..  katakan sesuatu.. “ Tao menyisipkan helaian rambut Ji Ah yang berantakan menutupi wajahnya.

“Aku belum menjawab apapun Tao Huang hiks.. “

“Tidak perlu, aku sudah tahu jawabannya.”

“Kenapa kau begitu yakin?”

“Lalu untuk apa kau kembali kemari?”

“Aku salah melihat jadwal penerbangan ku, seharusnya itu besok.”

“-____- “ Tao tidak bisa berkata – kata, kepercayaan dirinya yang semula memuncak kini seolah menendangnya jauh.

“Gyahahaha.. anyia, aku berbohong. Eo, aku kembali karena mu. Fantastic Russia ttemune.. ceminya (kau senang)? Uhm?” Ji Ah tertawa geli melihat raut wajah Tao yang mendadak cengo karena bualannya.

 

Tatapan Tao seketika berubah tajam, ia menatap Ji Ah dengan tatapan yang sulit diartikan..

“Tao Huang.. ?”

“. . . . . . “ Tatapan Tao seolah akan menerkamnya.

“Tao Huang .. k—kkau— kau marah eoh? Mi—mian— mianhae.. “ Ji Ah berubah takut.

“Aku bukan namja yang setia.”

“Nde?” Perkataan Tao membuatnya terperangah.

“Eo, aku bukan namja yang setia. Setiap saat aku akan melihat banyak yeoja cantik disekitar ku, bahkan kau akan tenggelam diantara mereka.. “

“Tao Huang.. “ mata Ji Ah mulai berkaca – kaca.

“Kau tidak tahu? EXO FANS itu cantik .. mereka semuanya terlihat cantik.”

“Apa — apa maksud mu?” Hidung Ji Ah mulai kembang kempis karena menahan tangisnya.

“Aku bisa saja mengencani banyak yeoja dalam 1 waktu. Kau tidak takut?”

“Hiks.. hmmm.. hiks.. “

“GYAHAHAHAHAHA…  YA! Anyia, itu tidak benar. Aku berbohong. GYAHAHAHA..  YA! Jung Ji Ah-ssi.. Gyahahahaha..  apa wajahku begitu meyakinkan hmm? “ Tao tertawa puas, ia mengacak – ngacak pelan puncak kepala Ji Ah.

 

“Geotjimal (jangan bohong) !  hiks.. “ Suara Ji Ah bergetar menahan tangisnya.

“Jinjjayo, itu tidak benar. Aku namja yang baik hati, kau akan bahagia jika bersama ku.. TRUST ME MY QUEEN.. “

Plak !

“Aawh ! Kenapa memukul ku !” Tao mengusap – ngusap pipinya.

“Apa kau diciptakan hanya untuk memuji diri mu sendiri? Kau tidak menyadari jika ada yang lebih dari mu eo?” Ji Ah mencibirnya.

“Mwo? Ma—maksud mu?” kali ini Tao terdiam.

“Tentu saja aku. Gyahahaha..  aku yeoja yang baik hati. “

“Cih..  percaya diri sekali.. memalukan.. “ Tao balik mencibirnya.

“Apa kau tidak seperti itu eoh? Kita sama saja.. “

“Eum, kita memang berjodoh.” Tao kini berpindah duduk disampingnya.

“Boooo… aku tidak mau menikah dengan mu.” Ji Ah menyikut lengan Tao pelan.

“Aku hanya meminta mu menjadi kekasih ku, bukan istri ku. Hahaha.. Ya Tuhan kau percaya diri sekali.. “ Tao kembali menertawakannya.

“Yak ! “ Ji Ah mencoba mendorong tubuh Tao.

“Gyahaha.. eoh ini apa? Ige mwoya? Panda? Booo.. kau ternyata diam – diam menjadi Fans ku.. “ Tao menarik gelang panda pada pergelangan Ji Ah.

“ANYA! Ini AB style ..” Ji Ah menepis tangan Tao untuk melindungi gelang panda kesayangannya.

“Mwo? Kau bilang apa? AB style kata mu? YA! Itu nickname ku !“

“Mwoya ! Panda sangat cocok untuk orang bergolongan darah AB, memangnya golongan darah mu apa? Jangan sembarangan menyebut AB style ! “ Ji Ah membantah perkataan Tao.

“Aku juga AB! AB stlye ! “ Tao tidak mau kalah.

“Cih..  tidak mungkin.. “ Ji Ah mencibirnya keras.

“Dimana – mana  zodiak Taurus itu AB style ! “

“YA! Taurus zodiak ku ! “ Ji Ah dengan cepat menampik.

“MWOHAE? “ Tao semakin terbelalak, ia terdiam sejenak untuk perpikir. Tao  mencoba mencari unsur perbedaan lain sebisa mungkin.

 

“Uhmm .. aku bulan Mei.. “ Tao memicingkan matanya.

“Na do ! “

“Tanggal kedua dibulan Mei.. “

“Aku pertama. Omooo kau harus memanggil ku Noona gyaha—-“

“Aku 93 line ! “

“Ah ye, jwesonghago.” Ji Ah kalah telak.

“Hahaha.. apa semuanya kebetulan? Sulit dipercaya.. “ Tao tertawa renyah sembari menggeleng – gelengkan kepalanya.

Ji Ah menoleh pada Tao , ia menggembungkan pipinya.. “Mollayo, mungkin ini yang dikatakan takdi—r.. “ Ji Ah lagi – lagi berkata diluar kendalinya.

“Takdir kata mu? Takdir yang begitu banyak menghabiskan biaya.. “

“Eh?”

“Eo tentu saja. Russia – Korea – Kanada. Bukankah itu akan menghabiskan banyak uang? Itu bisa membeli beberapa barang brand Gucci.”

“Aku suka Gucci ! “

“Berhenti menyukai hal yang sama dengan ku ! Aish ! “ Tao mulai kesal, ia mendorong bahu Ji Ah pelan.

 

Dalam waktu yang bersamaan, ponsel Tao kembali berdering..

Bip. Tao langsung mereject panggilan yang baru saja masuk pada ponselnya, “Manager hyung.. “ Tao memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.

“Aku juga memakai ringtone yang sama dengan mu.. “ Ji Ah menunjuk saku celana Tao, lebih tepatnya ponsel namja itu.

“Itu lagu kami, Don’t Go.. meotjin, anyitji (keren kan) ? ”

“Eo, jinjja moshtaa (keren sekali). Joaheyo. Kau bisa menyanyikannya?” Sisa – sisa air mata Ji Ah perlahan mengering.

“Geurom, tapi dalam mandarin. Aku sub grup M. “

“Eh? Kenapa seperti itu?” pada dasarnya Ji Ah bukanlah seorang EXO FANS.

“Aihh yang jelas seperti itu, kau lihat saja di internet. Sulit untuk menjelaskannya. Hoammmhh.. ” Tao menggaruk kepalanya yang tidak gatal, diiringi dengan mulutnya yang menguap lebar.

 

“Aku mau kau bernyanyi..“ Ji Ah menyenggol lengan Tao.

“Anyu, aku tidak suka Don’t go.” Tao menggeleng dengan matanya yang mulai sendu karena rasa kantuk yang kian merambah.

“Lalu kenapa memakai lagu itu?”

“Aku tidak menyukai Don’t go lagi karena kau juga menyukainya. Aku menyukai peterpan.. “

“Auuuwhhh kau itu namja, seharusnya kau menyukai Wendy atau Tinker bell. Kenapa menyukai peterpan? Ckckck.. jinjja.. “ Ji Ah bergidik ngeri menatap Tao.

“ITU JUDUL LAGUNYA ! JUDUL NYA PETERPAN ! ARRGGHH KAU INI !” Tao berteriak frustasi.

Sementara Ji Ah hanya menanggapinya dengan membulatkan bibirnya, “Eo, kenapa tidak bilang dari tadi? Mana aku tahu.”

“Kau itu sok tahu sekali ! “

“Sudah ayo nyanyikan aku sebuah lagu, aku ingin melihat apa kau sungguh berbakat atau hanya karena —- “ Ji Ah menggantungkan kalimatnya, ia lagi – lagi lepas kendali.

Tao tersenyum menggoda, ia mendekatkan wajahnya pada telinga Ji Ah.. “Karena aku tampan? Begitu kan?”

“Eyyyhhssshh.. ireojimma.. “ Ji Ah menahan nafasnya, ia mendorong kepala Tao agar menjauh darinya.

“Gyahaha.. wajah mu memerah.. gyahahaha lucu sekali.. “ Tao menunjuk – nunjuk wajah Ji Ah.

“Ck ! Tao Huang ireomjimmarayo.. “ Ji Ah menggeser telunjuk Tao yang masih menunjuk – nunjuk wajahnya.

Tao berusaha berhenti tertawa,”arassseo, cha ~ jaldeuro (dengarkan).. “ Ia sedang mengambil ancang – ancang untuk mengambil nada yang tepat.

Ji Ah menumpukan wajahnya pada kedua lutut yang ia lipat, kini ia memiringkan posisinya agar dapat melihat dengan  jelas sosok Tao..

 

Tao melirik sekilas padanya, “tapi aku rapper.. “ Ia terlihat ragu.

“Palli.. “ Ji Ah tidak menerima negosiasi apapun.

“Jika kau menertawakan ku, kita putus ! “

“OMO ! Ya Tao Huang.. “ Ji Ah mendongak ke posisinya semula.

“Geurommm..  aku kekasih mu, hanya aku dan harus aku yang selalu terlihat sempurna dimata mu. Ara?”

“Cih..  shireo ! Joon ku yang paling sempurna anyi mendekati sempurna.. “ Ji Ah menolak spontan.

“Joon? Siapa itu Joon? Aigoo baru saja beberapa menit yang lalu kita resmi berpacaran tetapi kau sudah terang – terangan mengumbar kekasih gelap mu eoh ! Neo jinjja ! “

“Dia Oppa ku ! Oppa-gga toragashikeo (Oppa sudah meninggal dunia) araaa !! “

“Ah mian.” Tao merasa tidak enak.

“Gwenchana, cha ~.. “ Ji Ah masih menunggu Tao untuk menunjukkan bahwa ia benar adalah seorang idol yang berbakat.

 

“Ehmm.. hem – hem.. “ Tao menjadi sedikit gugup saat ini, karena untuk kali pertamanya ia menyanyikan sebuah lagu yang sebenarnya sulit untuk ia jangkau karena itu bukan lah bagiannya.

 

“ni de bi de pan, li kai ni you yi dian gu dan, hui dao wo men de Neverland
hui yi dou hai zai, wo men bi ci ni wang wei xiao dou hai zai
wo yong yuan shi ni de bi de pan, wo hai liu zai shi jian li qi pan
chuan yue yun cai fei guo ji yi de hai, qu kan wu ke ti dai de ai.. “

 

Ji Ah masih terpaku menatap setiap inci wajah Tao hingga ia tidak menyadari jika Tao sudah selesai bernyanyi..

“Ji Ah-ssi? Ji Ah-ssi?” Tao melambai – lambaikan tangannya didepan wajah Ji Ah.

“Eoh ! Ah ye, nde.. “ prok prok prok.. “Wooo.. bagus sekali, joahe ! Jjang ! Jinjja moshtaaaa.. “ Ji Ah bertepuk tangan lalu mengacungkan kedua jempolnya.

“Aku mengantuk, tidak bisakah kita pulang sekarang? Besok aku akan ke Beijing.. Hoaaammhh.. “ Mata Tao terasa semakin berat.

“Eoh ye ye, kajja.. mianhae, aku sudah lupa waktu. Kajja kita pulang.. “ Ji Ah segera bangun dari duduknya, ia tak lupa menarik tangan Tao dan menyeret namja itu agar cepat menuruni anak tangga.

 

“Kenapa tidak naik lift saja? Kita bisa segera tiba diatas.. hoaammhhh.. “ Tao menguap lebar untuk kesekian kalinya.

“Aihh ini sudah dilantai satu, kajja.. jangan seperti siput!” Ji Ah menarik Tao menuju pintu keluar.

“Rrrghhhh… kenapa berat sekali?” Ji Ah mengerahkan segenap tenaganya untuk menarik pintu tersebut.

“Chamkammanyo.. “

“Ye?”

“Aku bilang tunggu sebentar.. “ Tao tiba – tiba menahan pintu yang akan ditarik oleh Ji Ah.

 

~GULP ..  dug dug dug.. jantung Ji Ah mulai berpacu, jaraknya dan kungfu panda EXO itu hanya tinggal sejengkal dari wajahnya..

“T—Ta—Tao Hu—ang.. “ Ruang gerak Ji Ah sudah terkunci oleh tangan Tao yang menempelkan tangannya pada dinding pintu keluar tangga darurat.

“Ji Ah-ssi.. “ hembusan nafas namja itu dapat dirasakan oleh Ji Ah.

“P—ppang—panggil aku Ji—Ji.. “ semua kuda – kuda yang pernah Daddy nya ajarkan selama ini sama sekali tidak berfungsi lagi, seluruh otot – otot kakinya terasa lemas untuk menendang namja didepannya itu..

“Jiji-ah.. “ suara lembut Tao sangat menelusuk..

“Yyy—yye.. “ Ji Ah berusaha untuk memundurkan posisinya, tetapi nihil.. tubuhnya sudah menempel sempurna pada dinding pintu tersebut.

 

“Kanada itu jauh.. “

“Ye.”

“Kita tidak akan mudah untuk berkomunikasi.. “

“Gwenchana.”

“Jangan mengeluh setelah nanti kau mengetahui semuanya.. “

“Arasseo.”

“Kau janji?”

“Eo.”

Chhuuuupp  ~ seakan kini dunia berhenti berputar..

GLEK ~ Ji Ah dapat merasakan bahwa dia nyaris tidak bernafas lagi setelah bibir Tao menempel lembut pada keningnya..

“Kau harus selalu mengingat ku.. “

Chuupp  ~ Chup  .. Tao beralih mengecup kedua mata Ji Ah.. “Kau harus selalu melihat ku.. “

Chuup  ~ Tao mengecup ujung hidungnya, “Kau harus selalu bernafas untuk ku.. “

Chup ~ chup .. Kedua pipi yang saat ini layaknya tomat merah itu juga sudah tersapu lembut oleh bibir namja itu.. “Pertemuan yang singkat itu, semoga akan menjadi keabadian.. “ Chuuu  ~

“MOMMYYYYYY ! “ Ji Ah berteriak keras dalam hatinya ketika ia menyadari bahwa bibir Tao kini tengah menyapu lembut bibirnya..

“Kau milik ku Jung Ji Ah..  “

OoOoO

Yaegi’s Apartement

 

“Yeobo.. ayo aku pakaikan masker hmm? Ini masker teh hijau, kaya akan anti oksidan. Kau mau kan?” Yaegi membawa cawan yang masih ia sisakan masker yang sudah selesai ia gunakan ke sisi sofa dimana Kris masih memegang ponselnya untuk menghubungi Tao.

“Aish  Cho Yaegi keumanhae.. aku tidak mau.” Kris sudah berkali – kali menolaknya.

“Ayolah.. jagiya.. Aigoooo wajah mu sudah terlihat keriput eoh? Aigo ..” Yaegi memegang wajah Kris dan melihat wajahnya dari jarak dekat.

“Aish yak! Apho ! “ Kris memukul tangan Yaegi yang terlalu keras memegang wajahnya.

“Kau besok akan ke Beijing, kajja kita tidur? Hmm? Suami ku.. “ Yaegi merebahkan kepalanya pada dada bidang Kris.

“Nyonya Wu, palli katakan pada ku apa yang kau sembunyikan eoh?” Kris tidak tinggal diam begitu saja, ia merasakan banyak kejanggalan yang terjadi pada diri Yaegi malam ini.

“Ahh wae geuraeyo jagiya? Aku sungguh tidak menyembunyikan apapun. Aku hanya ingin—- “

“Mwol? Khusus malam ini, aku tidak akan termakan rayuan mu ! Aro !” Kris menggeser posisi duduknya.

“Yeoboooo.. “

“Jangan mendekat ! “ Kris menahan Yaegi yang hendak mendekat padanya.

“Kris-ah wae geuraeyo? Aku istri mu.. apa kau tidak mencintai ku lagi—“

“Eo, geure! Aku tidak mencintai mu lagi, karena kau sangat mencurigakan ! “ Kris menolak batang hidung Yaegi dengan gemas.

“Kau jahat.. “

“Eo, aku memang jahat. Kau baru mengetahuinya? Cih.. sayang sekali.. “ Kris benar – benar antagonis saat ini.

“Wu Yi Fan neo.. “ Mata Yaegi mulai berkaca – kaca.

“Mwol? Kau mau menangis? Tidak akan mempan..  No No No.. “ Kris menggerakkan telunjukknya.

“Aku sungguh tidak menyembunyikan apapun Kris-ah.. “ Suara Yaegi berubah parau.

“Akting mu dapat diperhitungkan Nyonya Wu.. “ Kris menatapnya sebal.

“Ah jeongmalyo ! Aku tidak sedang berbohong, WU YI FAN !! “

“MWOL? DIMANA KAU SEMBUNYIKAN MEREKA EOH !! NONA JUNG ITU MASIH BERADA DISINI KAN !! EOH !!  KENAPA KOPER PANDA ITU MASIH ADA DISINI !! “

GULP ~ Saliva Yaegi tersangkut pada kerongkongannya, “Jiji cepatlah kembali.. “ Yaegi berdoa dalam hatinya.

 

“Cho Yaegi neo jinjja.. “ Kris menatapnya penuh amarah.

“Kris-ah.. “

“Aish jangan menyentuh ku ! “ Kris menolak tangan Yaegi.

“Kris-ah.. aku—“

Ting tong ting tong ..

Mereka berdua bangkit dari duduknya bersamaan, “Awas kau Nyonya Wu.. “ Kris mendahului Yaegi untuk membukakan pintu.

 

CEKLEK ~ Reaksi Kris begitu datar ketika ia mengetahui siapa yang berada didepannya saat ini..

“Ge.. “

Kris melihat dua sosok didepannya itu bergantian..

“Kris-ah.. eoh kalian.. “ Yaegi muncul dari belakang Kris, ia melihat Tao dan Ji Ah yang kini hanya menunduk tanpa berani berkata – kata.

“Tao.. kita pulang sekarang.”

“Ah ge.. “ Tao memundurkan tangannya yang hendak ditarik oleh Kris.

“Zhi Tao.. “ Kris menatapnya tajam.

 

Tao melihat Yaegi sekilas, lalu ia juga menatap Ji Ah yang masih menunduk ..

GREP ~ “Eoh!” Ji Ah reflek mendongak ketika Tao menggenggam tangannya erat.

“Dia kekasih ku Ge, aku dan Jiji sekarang adalah sepasang kekasih. Bukankah tahun ini akan segera berakhir? Hanya beberapa bulan lagi aku akan genap berusia 22 tahun (umur Korea). “

Kepala Kris semakin berkedut .. “Huang Zhi Tao— “

“Tidak bisakah ini menjadi bonus untuk ku karena aku selalu mendengarkan semua perkataan mu Ge? Jam Gucci, T-Shirt Emillio Pucci, topi Versace, dan gelang Dior.. aku tidak akan memintanya lagi ketika hari ulang tahun ku.. “

Yaegi maupun Ji Ah saling termangu melihat kedua namja yang sedang berperang dingin saat ini..

“Tao ayo kita pulang, kita besok akan ke Beijing. “

“Tidak mau. Kau harus menjawab nya dulu.” Tao mengeras diposisinya.

Kris memijit – mijit pelan pelipisnya, ia menatap sekilas pada Yaegi yang masih berlapiskan masker teh hijau -_-

Tatapan Yaegi seolah mengatakan .. “Sudahlah.”

“Eo. Ayo kita pulang.. “ Kris melengos pasrah.

“Ah tidak mau, kau belum menjawab— “

“IYA!! APA KAU TULI !! “ Kris sontak berteriak.

“KYAAA ! GYAHAHAHA..  GEGE XIE XIE GEGE XIE XIE.. KYAAHAHAHA.. “ Tao melepaskan tangan Ji Ah begitu saja, ia kini memeluk Kris sembari berloncat – loncat kegirangan.

“Aish apa – apaan kau ini, yak Huang Zhi Tao ! “ Kris mencoba melepaskan pelukannya.

“Jiji-ah, sampai berjumpa dibandara esok hari eoh? Ge, ayo kita pulang..  Gyahahaha.. “ Tao nyaris melupakan Yaegi dan Ji Ah, ia hanya mengucapkan salam seadanya lalu menyeret Kris pergi menuju lift.

 

“Ge, T-shirt Emillio Pucci itu bukankah jarang kau pakai?”

“Aku akan memakainya besok.”

“Ge, ku dengar jam tangan Versace itu limited edition.. “

“Tidak, masih banyak keluaran terbaru.”

“Ge, aku boleh memilih salah satu dari— “

“YA ! “

“GYAHAHAHAHA.. “

 

TING ! Pintu lift tertutup rapat bersama Tao & Kris didalamnya.

 “Jiji, ayo kita masuk. Kau harus check in pukul 6 pagi esok hari.. “ Yaegi membuyarkan lamunan Ji Ah.

“Ah ye eonni.. ye.. “ Ji Ah buru – buru masuk kedalam, ia tampak menutupi bagian bibirnya yang terasa kering setelah apa yang dilakukan oleh bocah panda itu beberapa saat lalu.

“Chukkaeyo.. “ Yaegi merangkulnya sambil menutup pintu apartement.

“Gomawoyo eonni.. setelah ini aku harus menepati janji ku pada Daddy untuk dapat menyelesaikan research ku akhir tahun ini.”

“Caresseo (kerja bagus). Jiji go go go hwaiting ! “

“Yeay HWAITING ! FANTASTIC RUSSIA HWAITING !! “

“MWO?”

“Hahahaha.. anyia eonni.. “

 

#FLASHBACK

 

Ckiiit ~ Tap ! “Ahjussi gamshaeyo.. “ Ji Ah memberikan beberapa lembar won pada supir taxi yang telah mengantarnya kembali ke Pong Pyu apartement.

 

“Hosh hosh hosh.. “ Ji Ah berlari menarik koper berbentuk panda miliknya untuk masuk kedalam PongPyu apartement.

Tanpa melihat kanan – kiri halaman apartement yang terdapat beberapa orang dengan sebuah kamera pada masing – masing tangan mereka, Ji Ah terus berlarian masuk melalui pintu utama.

 

“Hosh – hosh – hosh..  Eoh, koper ku.. aku harus menaruh — “ perkataannya terhenti ketika ia melihat sosok Tao yang berlarian keluar dari dalam lift dan berbelok mengarah pada beranda belakang apartement.

“Tao Huang.. “ Ji Ah berlari kecil untuk masuk kedalam lift.

 

TING ! Ia kini tiba dilantai 13, ia menuju sebuah pintu yang baru saja ia tinggalkan beberapa jam yang lalu..

Ting tong ting tong !  “YAEGI EONNI ! YAEGI EONNI ! CHO YAEGI EONNI !! BUKA PINTUNYA ! “ TOK TOK TOK !

 

CEKLEK ~ “Jiji-ah.. “ Sosok Yaegi sama sekali tidak percaya jika itu adalah dirinya.

“Eonni, jangan tanyakan bagaimana caranya aku bisa kembali kemari. Ige.. “ Ji Ah memberikan koper dan backpack yang ia kenakan.

“Eh? Jiji-ah, tapi tadi eonni mu menelfon ku— “

“Eonni, aku harus memperjuang kan hidupku. Eonni HWAITING ! AKU AKAN SEGERA KEMBALI.. “ Ji Ah tidak memiliki waktu untuk menjelaskan panjang lebar, ia berhamburan kembali masuk kedalam lift dengan memencet tombol lantai dasar.

 

“Apapun yang aku dapatkan pada akhirnya nanti, maka itulah kebahagiaan ku. Jika takdir itu tidak selamanya benar, kenapa Tuhan terus mempertemukan kita? Fantastic Russia aku tidak ingin menyesal karena mu.. “

#FLASHBACK END

 

–      Jika takdir itu tidak selamanya benar, kenapa Tuhan terus mempertemukan kita? (YaeKris_Jitao’s Quote) –

END

 

JiTao  finish … ^o^

Disini kita hanya memfokuskan Fantastic Russia, nahhh antara Ji Ah dan Lay.. nantikan pada Series series berikutnya. Namanya juga sequel.. pastinya terus bersambung kekeke

Annyeong ~ see u soon ^^ *deep bow ..

See u ini FANTASTIC CANADA😀

Lov u XONJI /XONAMDEUL..  Muaaahhh ..

  

 

 

 

 

107 thoughts on “EXO SERIES : JITAO _ FANTASTIC RUSSIA | Chapter 7 | END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s