EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 1

Gambar

EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 1

Written By  : Authoress – Yaegi Cho a.k.a Muriza

 

Cast         : Kris EXO-M (Wu Yi Fan), Cho Yaegi, Wu Geum Sha, Wu Geum Chan 

  (Official Cast), EXO members, Kris’s Mom, Wang Lian & Shin Na Mi (New Cast), & another supported cast that you’ll find in my story.

ONLY 17+, 17- not allowed. WARNING !!

–      Comedy, Romance , Marriage Life, family..  

 

Ideas, inspiration, characterization, casts, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ but EXO may yours kkk. Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ Typo everywhere. We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

OoOoO

Annyeong ~ Muriza is back😀

Apa kabar kalian semua? Setelah bergaje – gaje ria di FANTASTIC RUSSIA, kali ini author nepatin janji untuk berpindah FANTASTIC, cajaaaa ~ kita terbang ke KANADA bersama Wu Family, cerita ini author kemas dalam bentuk recount kali ya kali bahasa kece nya, kkk ~

As always, banyak clue yang author selpin diketek Ace eh maksdunyah diceritanya, yang entar bakalan jadi jawaban teka – teki untuk next series. Readerdeul EXO & PRINCE WUFAN semuanya, R – C – L adalah wajib ! Itu semua demi kebaikan bersama, maka coblos no 1 EXO ! *Ace naik kursi pejabat*

Sekian, Capppcuuuussssss ~

OoOoO

*Background Song – EXO K –  PETERPAN*

neol chaja-ganda chu-eo-gi bonaen tinggeobel ttaranaseot-deon Neverland
keu kose nae-ga neowah parabomyeo utko isseo
nan yeongwonhan neoye piteopaen. keu shi-gane meomchun ne namja
seotul-jiman neomu sarang-haet-deon naye neo-ye-ge danyeo-ga

  I’ll go looking for you to Neverland by following Tinkerbell, who was sent by the memories
At that place, you and I are looking at each other, smiling
I’m am your eternal Peter Pan, your man who has stopped in time
I may be clumsy but I loved you so much and I will run to you

 

 

~ 130910 – Vancouver Airport 11:00 A.M ~

 

Hiruk pikuk bandara internasional Vancouver – Kanada hari itu lebih padat dari jadwal penerbangan biasanya. Bukan karena penumpang yang membludak ataupun jadwal penerbangan yang tertunda sehingga membuat orang beramai – ramai berdiri membentuk barisan memanjang disekitar pembatas kedatangan internasional, melainkan karena mereka menunggu seseorang yang ber-notabene sebagai salah satu pentolan Rookie Group SMEnt  yang saat ini tengah dipuncak kesuksesannya, Kris.  Namja itu keluar dari pintu kedatangan internasional dengan kacamata hitam yang bertengger pada kedua matanya untuk menutupi matanya yang masih membengkak karena istirahatnya yang lumayan panjang ketika didalam pesawat. Perlahan tapi pasti, Kris mendorong koper dan memegang passport nya menuju parkiran bandara. Tidak ada kericuhan ataupun sejenisnya yang terjadi, blitz kamera disana – sini tidak membuat namja bernama asli Wu Yi Fan itu terganggu, ia justru sesekali tersenyum dan melambaikan tangannya pada kamera disekitarnya.  Tak jauh dari pandangannya, sebuah mobil LEXUS putih sudah terparkir manis menunggunya. Meskipun kaca mobil tersebut sedikit gelap tetapi dapat jelas terlihat jika didalamnya ada beberapa orang yang tentunya juga sedang menunggunya.

“Kriisss ~ “

“Wu Yi Fan !”

“Hi Kriiisss ~ “

Teriakan Fans semakin membahana ketika Kris hendak masuk kedalam mobil dan duduk pada kursi pengemudi. Sebelum ia menurunkan rem tangan pada mobilnya, ia memberikan waktu untuk Fans berdiri disekitar mobilnya.

“Bagaimana kabar mu sayang? “ Seseorang berbisik dari bangku belakang mobil yang Kris naiki.

“I’m good mom. Ibu, aku lelah sekali, kita langsung pulang saja ya? Aku ingin istirahat.” Kris melihat sosok yang selama ini sangat ia rindukan itu dari kaca spion mobil,  ia tidak sempat untuk segera melepas kerinduan bersama sang Ibu karena lautan kamera masih mengambang dihadapannya, bagi Kris keluarga sangatlah privasi.

“Baiklah. Kita pulang.” Sang Ibu mengangguk setuju.

Ketika Kris hendak menghidupkan mesin mobilnya, tiba – tiba..

“Hiikk.. Papppaa papa papa.. Hikk.. papa .. “

“Wu Geum Sha uljimma (jangan menangis).  Sssttt.. “ Seorang wanita paruh baya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil dengan dua bayi lucu yang kini juga duduk bersebelahan dengan Ibu Kris.

Kris menggeser sedikit spionnya agar ia bisa melihat malaikat kecil yang sepertinya menujukan panggilan padanya, “Wu Geum Sha, ini Appa sayang.. sebentar lagi kita sampai dirumah. Geum Sha.. “ Kris melambaikan tangannya melalui spion.

“Suster Park kemarikan, biar aku yang menggendongnya. “  Ibu  Kris mengambil Geum Sha dari gendongan Suster Park, sementara  Geum Chan saat ini tengah terlelap dengan damainya dipangkuan Suster Park.

“Hikk.. Apppaaa.. Hoooa Appa.. APPA ! “ Geum Sha masih juga menunjuk – nunjuk Kris, ia seperti ingin mengatakan  ‘Aku mau ikut Appa’.

“Sssttt, Wu Geum Sha.. kita pulang sekarang hmm?” Kris membunyikan klakson mobilnya beberapa kali, lalu ia meluncur keluar dari bandara dan menuju kediamannya.

Ketika didalam perjalanan, Wu Geum Sha yang rewel akhirnya diam karena  halmoeni (nenek) telah menyiapkan  beberapa mainan yang memang sengaja ia bawa ketika pergi menjemput dua cucu kesayangannya dibandara.

“Kyaaa ~ Cucu ku.. ” entah sudah beberapa kali Ibu Kris mencubit pipi cucu perempuan satu – satunya itu.

“Aaaaa — buulshi.. Kyaaammma abullshhii .. “ Geum Sha merasa gemas dengan boneka puppy kecil yang diberikan oleh halmoeni-nya itu, ia meremas – remas  boneka puppy itu sekuat tenaganya.

“Hahaha. Yi Fan, lihatlah.. dia sepertinya sangat menyukai puppy. Jjjjaa ~ sayang kau menyukainya ya?”  Chupp ~ Ibu Kris  membalikkan badan Geum Sha agar ia dapat melihat cucu nya lebih jelas.

“Eo, dia akan meremas semua hal yang didekatnya. Dia sedikit cengeng, tidak bisa jauh dari ku Ibu. Kekeke.. “ Kris terkekeh sembari matanya yang masih terfokus pada jalan yang terbentang didepannya.

“Yang tampan ini lebih mirip dengan mu, bisa  tidur dimana saja. Bukankah begitu Suster Park? Hahaha.. “ Ibu Kris tertawa renyah, ia mencibir putra tunggalnya yang sedang mengemudi itu.

“Ah iya Nyonya, hahaha.. “ Suster Park ikut tertawa, ia sangat baik dalam berbahasa mandarin, oleh karena itu Yaegi & Kris setuju untuk membawanya berlibur bersama keluarga kecil mereka, sembari menunggu Yaegi yang baru akan tiba esok hari.

“Yaegi akan tiba esok hari kan? Ibu sudah menyuruh Lian untuk menjemputnya.”

“Apa?  Lian ? Ibu ! Aku sudah mengatakan Lian tidak perlu tahu !” Kris merujuk kesal. “Kau istirahat saja nak.. “

“Tidak mau, Aku akan menjemput Yaegi sendirian.” Kris memandang kesal Ibunya dari kaca spion.

“Itu alasan mu saja. Lian itu Kakak mu Yi Fan, kau tidak boleh —  “

“Ahh aku bilang tidak mau Ibu!” Kris semakin mengerang kesal, ia memotong cepat perkataan sang Ibu.

“Yi Fan!” Perang dingin nyaris terjadi pada waktu itu Ibunya ikut memanggil nama Kris dengan nada meninggi.

“Hkkk… Hoooaa — Mama hooooaaa – hoaa – hooaa .. “ Suara rengekan dari bocah mungil yang tadinya terlelap kini memecah.

“Lihat ! Ini semua karena mu Yi Fan ! Sayang, cup – cup.. Geum Chan.. “ Ibu Kris mendengus kesal sesaat pada putranya, ia segera menukarkan posisi cucu perempuannya dan cucu laki – laki nya.

“OMMAAA… HOOOOAAAHMMM.. “ Geum Chan semakin menggelegar.

“Wu Geum Chan, Appa yeogisseo (disini)..  Appa.. “ Kris mencuri – curi pandang dari kaca spion untuk meredakan tangis putra kecilnya.

“Apppa.. Wo wo wo Appa uwooooo.. “ Geum Sha berbicara pada boneka puppynya, bibirnya terlihat seperti maju – mundur ketika ia sedang berceloteh.

“Hmm, Daddy mu memang  payah sekali ..” Ibu Kris seakan mengerti apa yang baru saja Geum Sha katakan secara tiba – tiba.

“Ssshh ..  cucu siapa kau ini hmm? Wu Geum Sha, kau tinggal bersama granny saja eum?“ Lagi – lagi Nyonya Wu besar mencubit pelan pipi Geum Sha.

“Yi Fan, kenapa kau menyetir seperti kura – kura? Kita mau sampai jam berapa?”

“Ahh Ibu ! Ck ! “ Kris menatap kesal sang Ibu yang terus menerus berulah untuk membuat tempramen nya memuncak, ia menambahkan laju kecepatannya dan..

“Yi Fan ! Hati – hati ! “

“KYAAAA ~ “ ChanSha bersorak bersamaan, mereka tampak menyukai kendaraan yang melaju cepat .

 

xxx

Sekitar 20 menit berselang ..

 

CKIIT ~ LEXUS putih milik keluarga Wu kini memasuki sebuah pintu gerbang pada salah satu rumah yang terdapat disebuah komplek perumahan mewah Distrik Vancouver Utara.

Usai si pengemudi mematikan mesin dan memarkirkan mobil pada garasi, kini semua penumpang yang ada didalam mobil satu persatu mulai turun..

“Suster Park, tinggalkan saja semua perlengkapan cucu ku disini, biarkan A Mei yang membawanya masuk kedalam. Bawa cucu ku kedalam sekarang, cuaca diluar terik sekali.” Ibu Kris yang menggendong Geum Chan perlahan menutup pintu mobil, disusul oleh Suster Park yang keluar melalui pintu satunya lagi.

Tap ! Begitu suara dentuman pintu pengemudi ditutup oleh Kris yang baru saja turun, “Appa.” Geum Sha kecil langsung mengarahkan tangannya pada Kris, pipi chubby nya sesekali ia gembungkan hingga membuat lesung pipinya terlihat.

“Cha ~ Appa.. “ Kris memasukkan kunci mobil kedalam saku celananya, agar lebih mudah untuk menggendong Geum Sha kecil yang selalu bersikap manja jika didekatnya.

Mereka kini berjalan menuju pintu utama kediaman keluarga Wu. “Tuan Muda, selamat datang. Lama tidak berjumpa dengan mu.. “ seorang wanita paruh baya  membukakan pintu dengan membungkukkan badannya.

“Bibi A Mei, bagaimana kabar mu? Aku sungguh merindukan mu.” Kris memeluk wanita paruh baya yang sudah tinggal bersama keluarganya sejak belasan tahun yang lalu, A Mei salah satu orang kepercayaan yang menetap pada kediaman keluarga Wu. “Aku baik – baik saja. Eoh, Tuan Muda ini mereka yang selalu diceritakan oleh Nyonya besar kan? “ Bibi A Mei berdecak tak percaya ketika ia melihat sosok kecil Geum Sha dan Geum Chan.

Kris melihat putri kecilnya sekilas yang tengah asik memainkan kalung yang tersemat dilehernya,  “Geum Sha, ayo beri salam pada Bibi A Mei hmm? “ Kris memegang salah satu tangan Geum Sha.

Geum Sha hanya melihat Bibi A Mei sekilas, “Uhm.. “ malaikat kecil itu hanya mendeham sesaat, lalu ia kembali menarik – narik kalung yang ada pada leher Kris.

“Wu Geum Sha, dan yang itu Wu Geum Chan. Mereka anak – anak ku.. “ Kris menunjuk Geum Chan yang masih bingung dengan keberadaannya saat ini.

“Ya Tuhan.. aku tidak percaya, mereka sungguh putra – putri mu Tuan ? Mereka menggemaskan sekali, boleh aku menggendongnya?” Bibi A Mei memberikan tangannya pada Geum Sha.

“Chiyya Ppapa! Uhm chiyoo ! ” Geum Sha spontan membalikkan badannya dengan kalimat lucu yang keluar begitu saja dari bibir mungilnya, lalu ia memeluk leher Kris.

“Hahaha. Dia bilang tidak mau, Geum Sha kau tidak boleh nakal sayang? “ tidak hanya Kris yang tertawa geli karena ulah lucu Geum Sha, mereka yang ada disitu pun ikut tertawa.

“Ah bagaimana kalau yang ini ?” Bibi A Mei maju beberapa langkah mendekati Geum Chan.

“Mma gga aishtaaaa anyoooo… anyoooo.. “ Geum Chan  menggeleng sambil mengatakan ‘anyo’ berulang kali.

Chup ~ “ Granny ingin sekali menggigit pipi mu. Kyaa ~ ayo kita masuk – ayooo .. Suster Park ayo.” Ibu Kris kembali berdecak gemas melihat tingkah dua cucu nya itu, ia kini lebih dulu melewati Kris dan Suster Park dengan menggendong Geum Chan masuk kedalam.

“A Mei, semua barang yang ada dimobil tolong kau bawa kedalam.” Teriakan Ibu Kris terdengar.

“Baik Nyonya.”

“Bibi, kami masuk dulu. “ Kris berpamitan untuk masuk kedalam.

“Iya Tuan muda. Ah silahkan masuk.. “ Bibi A Mei tak lupa mempersilahkan Suster Park untuk ikut masuk.

 

Setibanya didalam..

 

“FAN FAAAAN … “ Gadis kecil berparas Western – Asian berhamburan memeluk kaki Kris, karena badannya yang terlalu mungil untuk menggapai Kris.

“Yeahhh.. Shin  Na Mi  ku,  apa kabar mu ?” Kris berjongkok merangkul gadis kecil itu dan menarik kedalam pangkuannya.

“Aku merindukan mu, kau kemana saja Fan Fan? Apa kau tidak merindukan ku Fan Fan? ”  Gadis kecil bernama western  Emily itu mengusap lembut pipi Kris, ia berceloteh tanpa memperhatikan Geum Sha sebelumnya. Emily a.k.a Shin Na Mi adalah putri  tunggal dari kakak sepupu perempuan Kris, Shin Na Mi sudah sejak lahir menetap di Korea, dan baru beberapa waktu terakhir ia tinggal dan menetap di Kanada dikarenakan sang Appa berpindah tempat dan bekerja pada kedutaan besar Korea yang ada diKanada.

“Ouu.. aku bahkan lebih merindukan mu gadis kecil, kau tidak mau memeluk ku hmm?  “ Kris melebarkan tangannya yang terbuka.

Na Mi  justru tidak menggubris permintaan Kris, tatapannya kini beralih pada Geum Sha yang masih duduk manis dalam gendongan Kris, “Fan Fan.. Siapa dia? Apa kau membelikan ku boneka baru? ” Tatapan Na Mi  semakin berubah heran.

“Menurut mu ? “ Kris balik bertanya pada gadis kecilnya itu.

“Dia mirip dengan mu Fan Fan, ahh.. granny Wu, kau juga punya pasangannya?” Na Mi  beralih pada Ibu Kris dengan bahasa mandarinnya, ia mendongak melihat Geum Chan.

“They are Fan Fan’s babies. They are twins .” Ibu Kris tersenyum hangat pada Na Mi sambil mengasah kemampuan bahasa native gadis kecil itu.

“Sungguh ?  “ Nada Na Mi  yang berubah terkejut membuat kedua bola matanya membulat sempurna.

“Hahaha. Hey kenapa kau terkejut seperti itu?  “ Kris mengacak – ngacak pelan puncak kepala Emily.

“Cepat katakan ! Marhaebwa ! YA ! “

“Omo ! Bahasa Koreanya bagus sekali? “ Tanpa sengaja Suster Park bergeming.

Kris yang mendengar itu berbalik, “Kkeu-Appaneun Hangguk saramiya (Ayahnya orang Korea). Ibu nya Chinese.”

“Mungkin karena sudah lama menetap disana sejak ia lahir, dia lebih sering menggunakan bahasa Koreanya.“ Ibu Kris ikut menjelaskan.

“Aku sempat berpikir Ayah atau Ibu nya adalah penduduk tetap disini. Dia tidak seperti orang Asia.” Suster Park berdecak kagum memandang Na Mi.

“Appa ! “ Geum Sha mulai berang, ia mulai bosan berdiam lama disana.

“Mwo? Appa? Fan Fan, dia memanggil mu ‘Appa’ ? Dia orang Korea? “ Na Mi menunjuk Geum Sha.

“Uhm, mereka sama seperti mu. Mereka orang Korea, kau menyukainya?”

“Joaheyo.. Wooahh ..  “ sorot mata Na Mi berubah berbinar, ia bertepuk tangan.

“Kkeuireumi mwoyeyo? (namanya siapa?)” Na Mi perlahan ingin menyentuh tangan Geum Sha.

“Wu Geum Sha, dan yang itu .. Wu Geum Chan.. “ Kris  memperkenalkan satu persatu buah hatinya.

“Geum Sha, annyeong.. Naneun, niga eonni-yya (aku ini kakak mu), Shin Na Mi imnida (nama ku Shin Na Mi), bwangapseumnida (senang berkenalan dengan mu).. “ Na Mi memperkenalkan dirinya.

“Annyeong Na Mi eonni, Wu Geum Sha imnida.. “ Kris mewakili Geum Sha untuk mengucapkan salam.

“Apa dia bisa berjalan? “ Na Mi  mulai tertarik pada Geum Sha kecil.

“Aaaakkk.. “ Geum Chan tiba – tiba berteriak.

“Geum Chan-ah.. panggil aku Na Mi noona. Arasseo?” Na Mi  berjalan mendekati Ibu Kris dan Geum Chan.

“Jiyooo.. jiyoo jiyoo.. “ Geum Chan menepuk – nepuk tangan Na Mi  yang hendak berjabat tangan dengannya.

“Hahaha. Mereka masih belum mengerti. Geure, apa kau sudah makan siang? Mulai sekarang, temani  mereka bermain. Kau mau kan?” Kris mengganti target bahasanya menjadi Korea.

“Geurotji (tentu saja) Fan Fan-ah. OK “Na Mi mengacungkan kedua jempolnya, gadis kecil berusia 5 tahun itu tampak antusias terhadapa ChanSha.

Kris melihat sekeliling rumahnya, “Ibu, kenapa sepi sekali? “

“Lian sedang tidur dikamarnya, Ayah dan Ibu Na Mi akan kemari esok hari karena urusan di Ottawa belum selesai. Ayah nya baru saja mulai bekerja dua hari yang lalu.”

“Jadi mereka menetap di Ottawa? Lalu Na Mi bagaimana?”

“Na Mi akan bersekolah disini, dia akan tinggal bersama Ibu dan Lian.”

 

BRUK !

“Akh ~ “ sesuatu menghujam tengkuk Kris sedikit keras.

“Lian.. “ Ibu Kris mengedarkan pandangannya ke arah tangga, seseorang namja bertubuh tinggi nan tampan kini berdiri disana dengan smirk yang masih melekat pada senyumannya.

“Jaljinasseoyo (bagaimana kabar mu)? Uri — namdongsaengiya (adik laki – laki ku) ?” sosok yang dipanggil Lian itu menuruni satu persatu anak tangga dengan apel ditangannya.

“Ibu, apa – apaan dia?” Kris balik melempar bantal angry bird ke arah Lian.

“Dia mengambil kursus bahasa Korea agar bisa ke Korea dan bertemu teman – teman EXO mu.” Ibu Kris hanya bisa melengos pasrah jika kedua putranya itu telah bertemu layaknya anjing dan kucing.

“Aigo.. ini siapa? Ya.. come on, ahjussi.. cha – cha.. “

“Kau mau apa ? YA ! “ Kris tidak mengizinkan Lian untuk menyentuh Geum Sha.

“Ibu, pangeran es ini sepertinya sudah mengidap star syndrome. Boooo.. “ Plak ~ Lian melemparkan apel yang baru sekali digigit oleh nya ke  wajah Kris.

“AKH ! WANG LIAN !!”

“HOOOOAA – HOAAAAA… “ Teriakan Kris diiringi oleh tangisan kedua buah hatinya.

“Yi Fan ! Lian ! Hentikan !”  Nyonya Wu besar segera mengambil Geum Sha dari gendongan Kris.

“Hik.. hhmmoooa.. –hoooa.. “ Geum Sha masih menangis tersedu.

“Suster Park, ayo kita ke kamar. Cucu ku akan terus menangis jika kita berada disini.. “

“Ah ye, baik Nyonya.” Suster Park mengikuti Nyonya Wu besar menaiki tangga menuju kamar mereka diatas.

 

Sementara itu..

“Lian, kau kenapa melempar Fan Fan ku?” Na Mi yang masih berdiri ditengah – tengah mereka mendongakkan kepalanya.

“SHIN NA MI , KEMARI.. “ teriakan Ibu Kris memanggilnya.

“Mi Mi, kau dipanggil granny. Hush – hush.. pergilah.. “ Lian mengusir Na Mi kecil seperti seekor kucing.

“Fan Fan aku ke kamar dulu, Fan Fan bye – bye.. “ Na Mi melambaikan tangannya, ia berlari – lari kecil menyusul Chan Sha yang lebih dulu masuk kedalam kamar.

 

“My bro — “

“Ck ! “ Belum sempat Lian menaruh tangannya pada pundak Kris, namja itu sudah lebih dulu menggeser pundaknya.

Lian masih bersikap biasa saja, “Bagaimana kabar mu? Chuk—kkae –yo, EXO jjang ~ “ Lian melafalkan bahasa koreanya.

“Menyingkir dari hadapan ku, aku ingin istirahat.” Kris menatap jengah Kakak angkat nya itu.

“Kamar kita di atas, kamar yang disana Ibu mendekorasinya untuk adik Ipar ku yang akan tiba esok hari.. “ Lian bergeming santai.

“Apa kata mu? Adik Ipar?” Kris tergagap, Ibu nya sudah berjanji merahasiakan pernikahannya pada Lian sekalipun yang saat itu sedang berada di Ausi.

“Come on brotha —  tega sekali kau tidak memberitahu ku jika kau sudah menikah hmm? Yaaa ~ Li Jia –“

“Na ma ku Wu Fan, Wu – Yi – Fan. Marga ku Wu ! “ Kris menyahut ketus.

Lian tersenyum tipis melihat setiap respon dari adik semata wayangnya itu, “aku tidak memaksa Ibu untuk memberi tahu ku, well .. congrats  bro.. “  Puk – puk.. Lian menepukkan tangannya pada pundak Kris.

“Ck ! “ Kris menolak pelan tubuh Lian, ia melenggang pergi untuk menuju lantai atas. BLAM ! Suara pintu kamar dibanting oleh Kris terdengar hingga seisi rumah.

Lian yang melihat itu hanya bisa tersenyum …

 

xxx

Kris melemparkan  topi yang ia pakai ketika dibandara pada sebuah meja, ia kini menghempaskan badannya pada sebuah kasur empuk yang ada dikamarnya, lebih tepatnya itu adalah kamar Lian.

“Arrghh ~ “ Kris memejamkan matanya sesaat, ia mengusap – ngusap wajah lelahnya.

Matanya menerawang jelas langit – langit kamar , “Ibu apa – apaan ini? Kenapa kamar ku dan Yaegi terpisah? Aku dan Yaegi sudah menikah ! Aish ~ “ Kris memiringkan posisi tidurnya.

“Ck ! Wang Lian busuk ! “ kekesalannya semakin memuncak ketika ia melihat seisi kamar tersebut yang dipenuhi oleh potret Lian.

Kris merogoh saku celananya, ia memperhatikan jam digital yang ada pada ponsel miliknya, “Pukul 3 siang? Ahh disana pasti belum terlalu larut malam.. “

Kris kini berbalik menelungkupkan badannya, ia tampak menekan papan tombol panggilan pada layar ponselnya..

FLIP ~ tersambung..

“Nde yeobsseyo?” sebuah suara sudah terhafal diluar kepala Kris terdengar dari seberang sana..

“Aku sudah dirumah .. Hoaammhhh.. “

“. . . . . . “

“Segeralah menyusul, aku merindukan mu.. “ Kris mengambil sebuah bantal untuk merebahkan kepalanya.

“. . . . .”

“Eum, geure. Semua keluarga ku sedang berkumpul disini, mereka ingin sekali bertemu dengan mu.” Kris tampak menahan rasa kantuknya.

“. . . . . . . “

“Mereka sepertinya sedang di atas bersama suster Park dan ponakan ku.”

“. . . . . . “

“Hmm, ibu baik – baik saja. Jika sudah tiba tunggu saja pada pintu kedatangan internasional, nanti kau tersesat.” Kris tampak menahan tawanya ketika ia hendak melanjutkan kalimat akhirnya.

“. . . . . !!“

Kris sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya ketika suara itu memecah, “Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada istri ku. Jika istri ku banyak itu tidak masalah. “Namja itu tak kuasa menahan rasa gelinya ketika ia mencoba kemampuannya untuk menggombali seorang yeoja yang berstatus istrinya itu.

“Segeralah berkemas, lalu mendarat di Vancouver malam ini juga, apa tidak bisa?”

“. . . . . “

“Gyahahahaha.. “ Kris tiba – tiba tergelak ketika percakapan antara dirinya dan Yaegi masih berlangsung.

“. . . . . .”

DEG ! Sepersekian detik setelahnya, tawa Kris memudar, “Yaegi? Cho Yaegi kau kenapa?” Kris bangkit dari tempat tidur,wajahnya berubah menegang.

“. . . . “

“Kau datang bulan? Soo Rim dimana?”

“ . . . . –“

“Shireo, biarkan saja seperti ini, sambungannya jangan diputus.”

“. . . –“

“Panggil Soo Rim sekarang, palli ..  “ semburat kekhawatiran semakin terlihat pada wajah namja berdagu runcing itu.

“. . . . “

“Ku bilang jangan ditutup!”

“ . . . . !!” tut – tut – tut

“YAEGI ! CHO YAEGI, YA ! “ Kris berteriak tertahan, ia melihat sambungannya yang ternyata sudah lebih dulu terputus.

“Sssh, yeoja itu keras kepala. Dia pasti sedang datang bulan. Bagaimana ini?” Kris menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.

CEKLEK ~

“Eoh?” Kris melihat ke  arah pintu kamar.

“Kau kenapa?” Wang Lian masuk kedalam kamar dengan sebungkus makanan ringan ditangannya.

“Ibu, Ibu dimana?” Kris berjalan mendekat pada Lian.

“Ibu dibawah, kau kenapa? Wajah mu — “

“Ah minggir kau ! IBU – IBU – IBU ~~~ “ BLAM ! Kris berlalu begitu saja dari hadapan Lian dengan segenap kepanikannya, ia membanting pintu dan menghilang.

“Dasar bocah berkepribadian ganda.. “ Lian hanya mengenyit sesaat lalu kembali menikmati makanan ringannya.

xxx

–      Keesokan harinya di kediaman keluarga Wu –

“IBU – IBU IBUUUU… “

“IBUUUU… IB—U.. “ Kris mengentikan langkahnya ketika ia berpas – pas dengan Lian diruang TV.

“Ibu sedang ditaman belakang, anak – anak mu sedang berenang bersama Na Mi.” Lian menikmati setoples  keripik kentang sambil menatap layar TV.

“Dasar pemalas, apa kau tidak punya pekerjaan lain?”  TRING  ! Lagi – lagi..

“YA WANG LIAN !! “ Kris berteriak ketika tutup toples terlempar kehadapannya.

“Kau bocah ingusan tidak sopan. Aku kakak mu.” Lian  masih terus mengunyah keripik kentangnya tanpa melihat Kris yang saat ini sudah merah padam.

“KAU BILANG APA !!”

“Wu Yi Fan ..  Wu Lian.. ada apa ini? Apa yang terjadi? Ya Tuhan ! “ Dalam waktu yang bersamaan sang Ibu datang tergesa – gesa dari pintu halaman belakang.

“Wang Lian busuk melempar ku dengan tutup toples itu Ibu ! “ Kris menunjuk wajah Lian.

“Ibu, aku hanya mengajarinya sopan santun. Pangeran es Ibu sudah dewasa.. “ Lian memasukkan kepingan demi kepingan keripik kentang kedalam mulutnya.

“Sssh ! “ Kris mengalihkan tatapan geramnya pada Lian, ia kini beralih pada Ibunya.. “Ibu, aku akan ke bandara sekarang. Yaegi sudah tiba disana.”

“Yi Fan tapi kau belum makan siang — “

“Tidak apa – apa, Yaegi terlalu lama menunggu ku.”

“Ibu, bawakan dia bekal agar dia bisa berpikinik ria dengan adik ipar ku hahaha.. “ Lian tertawa puas.

“WANG LIAN !”

“Yi Fan cukup ! Wu Lian ! Matikan TV, masuk ke kamar mu !” Nyonya Wu besar kembali meradang.

“Tidak mau. Aku  ingin  berenang.” Lian mencampakkan remote TV ke atas sofa, ia melenggang pergi menuju taman belakang.

“Ibu, kenapa menyuruh nya pulang kemari? Jika aku tahu seperti ini, Yaegi tidak perlu ikut.” Kris masih sesungutan.

“Yi Fan, dia kakak mu. Bersikaplah baik padanya, ayo Ibu buatkan kau roti dan daging asap, perjalanan menuju bandara akan membuat makan siang mu terlambat nak.. “ Ibu Kris berusaha untuk membujuknya.

“Tidak bisa Ibu, Yaegi akan tersesat. “ Kris merengek, ia menolak ajakan sang Ibu.

“Berikan kunci mobil pada Lian, biar dia yang menjemput –“

“IBU ! Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak mau ! “

“YI FAN !”

“Ini semua salah Daddy ! “

“WU YI FAN KU BILANG HENTIKAN !” Pekikan sang Ibu membuat namja tunggal di keluarga Wu itu terhenyak sesaat. Sorot mata Kris yang terlihat sayu kini menatap sang Ibu yang baru saja membentaknya..

“Sayang, maafkan Ibu. I’m so sorry dear. Maafkan Ibu nak.. “ Ibu-nya menyadari akan kekhilafannya, Ibu Kris mengusap – ngusap lembut wajah Kris , ia telah melakukan kesalahan karena telah membentak putra semata wayang nya itu.

“Tidak apa – apa Ibu. Yasudah, aku pergi dulu.” Chup ~ Kris tidak ingin terlihat mencelos dimata Ibunya, ia segera melayangkan kecupan singkat pada pipi sang Ibu dan bergegas pergi untuk menjemput seseorang disana.

 

~ Vancouver Airport, 11 A.M ~

“Kris-ah, dimana mobilnya? Eodi? Eodi eoh?” sudah lebih dari setengah jam lamanya yeoja bermarga Cho itu masih mengelilingi parkiran bandara yang terlihat ramai, ia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut basement untuk mencari sebuah mobil LEXUS RX450H yang dikatakan oleh si penelfon yang kini tengah berbicara  dengannya melalui ponsel.

“Cho Yaegi, aku disini. Yak ! Cho Yaegi dibelakang mu !” suara itu sudah beberapa kali berteriak geram.

“Eoh? Aah – aah .. Kris-ah, kepala ku pusing.. Kris-ah, kau dimana? Tidak ada mobil pu— Ah ! OK ~ “ Bip. Yaegi langsung memutuskan sambungan pada layar ponselnya, senyumannya mengembang sembari menyeret koper merah hati miliknya ke arah sebuah mobil yang berada didepannya.

Tok – tok – tok .. Yaegi mengetuk pintu kaca mobil tersebut karena pintunya masih terkunci.

Tic ~ bunyi kunci mobil yang dibuka oleh orang yang ada didalamnya.

“Kekeke. Annyeong ~ “ Yaegi menyeringai bodoh setelah ia berhasil mengangkat kopernya ke bangku belakang.

“Aish kepala ku ! “ Kris melindungi kepalanya yang nyaris terkena roda koper Yaegi.

“Huffh ~ taenghida (syukurlah).. ahh ~ “ Yaegi bersandar melepas kepenatannya setelah beberapa jam mendarat menuju Vancouver.

“Ku bilang juga apa, kau nyaris tersesat.” Kris membenarkan kaca mata hitam yang ia kenakan.

“Kau memarkirkan mobil mu jauh sekali Tuan Wu! Aku berjalan dari pintu kedatangan internasional dan itu sangat jauh !”

“Lalu aku harus turun, menjemput mu di pintu kedatangan dan berteriak ‘AKU SEDANG MENJEMPUT ISTRI KU ~~ ‘ begitu?” Kris memperagakan kekonyolannya.

“Ah mollayo. Palli, aku sudah tidak sabar ingin bertemu anak – anak ku. Kyaaa ~ “ Yaegi menepuk pelan lengan Kris, ia tidak memiliki energi saat ini.

Kris justru tidak langsung melepas rem tangannya, ia tampak memperhatikan Yaegi yang saat ini menatap lurus kedepan, “Apa – apaan ini?” Kris memegangi rambut Yaegi yang tergerai.

“Eo? Waeyo? “ Yaegi tidak mengerti apa yang terjadi pada rambutnya.

“Ikat rambut mu.”

“Eh? Memangnya kenapa? Kris-ah aku— “

“Jangan cerewet, kuncir sekarang ! “

“SHIREO !” Yaegi menyembur Kris dalam satu tarikan nafasnya.

“KUNCIR ! “

“TIDAK ! “

“CHO YAEGI !”

“IKAT !”

“TIDAK MAU !”

“IKAT  RAMBUT MU ! “

“TIDAK MAU !”

“KU BIL— “ tok – tok – tok ..

“OMO ! Eotteokhae?” Yaegi menutup mulutnya sendiri, setelah mengetahui siapa yang baru saja mengetuk pintu kaca mobil mereka.

Tok – tok – tok..

“Security? Astaga bagaimana ini?” Kris ikut kelimpungan.

“Kris-ah, palli kau berpindah ke belakang sekarang. Palli ! “

“Aih susah Nyonya Wu !”

Tok – tok..

“Palli! “ Mata Yaegi membulat lebar.

“Eoh, kemarikan !” Kris menarik syal yang Yaegi kenakan, dan..

“Yes, sir?” Kris menurunkan kaca mobil dan melayani security itu setenang mungkin.

“Maaf Tuan, bisakah kau berpindah dari sisi parkiran ini? Kau bisa menghalangi mobil yang akan masuk..” Security itu tidak menyadari jika itu adalah sosok Kris, lebih tepatnya laki – laki tua itu memang tidak mengenal siapa Kris.

“Iya, baiklah.” Kris mengangguk sekejap, dan langsung menaikkan kembali pintu kacanya.

“Ini semua karena mu! “ Yaegi menunjuk batang hidung Kris.

“Aish jinjja ! “ Kris melepas rem tangannya, dan langsung melesat keluar dari area parkiran bandara.

 

“Waaahh .. diujung sana laut? Itu pantai Kris-ah.. Waaahh .. “ Yaegi menempelkan wajahnya pada kaca mobil melihat setiap sisi kota Vancouver yang memang dikelilingi oleh perairan.

“Eo.” Kris menumpukan sebelah tangannya pada pintu mobil, ia masih fokus dalam menyetir.

“Waahh.. nama pantai yang bagus disini apa? Jiji bercerita pada ku Jericho Beach itu indah sekali Kris-ah, benar begitu?” Yaegi tampak sangat antusias.

“Nyonya Wu, kuncir rambut mu.” Kris ternyata masih memiliki permintaan yang sama.

“Aih memangnya kenapa? Ah tidak mau.” Yaegi menolak  lugas.

“Mungkin sekarang sepupu ku dan istrinya sudah tiba dirumah, kau harus mengingat satu hal .. “

“Mwoyeyo?” Yaegi mendengarkan Kris dengan seksama.

“Kau harus berhati – hati dengan Wang Lian.”

“Wang Lian? Wang Lian kata mu?” Yaegi mengenyit setelah mendengar nama tersebut.

“Eo, wae? Kau mengenal nya? Apa kau memiliki teman chatting bernama Wang Lian eoh !” Kris kembali sengit.

Yaegi memundurkan sedikit wajahnya, “Anyo, nama awalnya seperti nama dosen home-schooling ku. Aish ! Aku benci samchon ! Tega – tega nya dia menukarkan bidang ku  dengan pelajaran bisnis intensif !!” Yaegi mengerang kesal.

“Eo, nama Lian memang pasaran. Kau istri ku, menurutlah pada ku. Sekarang, kuncir rambut mu Yaegi-ah.. “ intonasi Kris berubah lembut.

“Eo geure.” Yaegi menurut begitu saja, ia mengeluarkan sebuah karet rambut berwarna orange soft dari dalam saku cardigannya.

Beberap detik setelahnya.. “Selesai ~ Eungg.. Kris-ah, memangnya Wang Lian itu siapa?”

“Dia orang gila yang ada dirumah ku”

“EOH ! Jinjjayo?” Yaegi mendadak histeris.

“Eo, kau harus waspada.” Kris meyakinkan Yaegi.

“Anyi ~ lalu ChanSha bagaimana Kris-ah? Apa dia tidak akan menyerang anak kita? Eotteokhae.. “ Yaegi berubah panik.

“Anyia, kau tenang saja. Dia tidak suka anak kecil. Ah nde, aku memiliki ponakan perempuan, namanya Shin Na Mi. Dia saat ini sedang berenang bersama ChanSha dirumah.” Kris mengalihkan pembicaraan.

“Jinjja? Kyaaa ~ Itu pasti Na Mi yang sering berselca bersama Ibu. Kyaaa ~ kyeopta..” Yaegi berteriak kegirangan.

“Selca kata mu? Kau lihat dimana?” Kris menoleh pada Yaegi sesaat.

“Ibu membagikan selca nya melalui instagram.. “ Yaegi menggerak – gerakkan kepalanya kesana kemari.

“Instagram??” Kris sontak tak percaya.

“Eo, waeyo? Aku dan Ibu sering berbagi selca melalui instagram. Kau payah, tidak memiliki satu apapun. Booo.. “

“Yak ! Itu ketentuan dari agensi ! “

“Wu Yi Fan kau payah sekali ~ “

“Cho Yaegi ! “

“Suami ku payah ~ uwoooww.. “

“Cho Yaegi keumanhae ! “ Kris mulai tidak fokus menyetir, ia sangat mudah terpancing oleh hal – hal semacam itu.

“Suami ku tampan.. Lalala ~ gyahahaha..  Ya ~ menyetirlah dengan baik, kau belum membawa ku berjalan – jalan Kris-ah.. “ Yaegi tertawa geli melihat wajah Kris yang sudah tertekuk hingga berlapis – lapis.

“Shireo. Aku tidak mau menemani mu kemanapun.”

“Terserah, ada Ibu yang menemaniku. Lalala ~ “ Yaegi tidak mempan dengan ancaman renyah Kris.

“Yoon Na Jin juga — “

“YA WU YI FAN !!”

“Hahahaha.. Kau cemburu ~ Gyahahaha.. “

 

Tak lama kemudian.. sepasang suami istri konyol itu kini tiba dikediaman keluarga Wu, lingkungan yang jauh dari kesibukan kota dan tampak begitu asri penuh kenyamanan.

“Yaegi-ah, kita sudah sampai. Kajja ~ “ Kris melepas sitt-beltnya.

“Ini rumah mu?” Yaegi mengintip dari balik pintu kaca.

“Eo, ini rumah yang Ibu beli setahun yang lalu. Cha ~ ayo.. koper mu biarkan disini saja, nanti Bibi A Mei akan membawanya kedalam.”

Tap ! Mereka berdua turun bersamaan, dan melangkah masuk kedalam rumah..

“IBUUUU ~ IBUUU ~ “ Kris berteriak memanggil sang Ibu yang sepertinya masih asik bermain bersama ChanSha dan Na Mi beserta Suster Park.

Yaegi melihat seisi rumah yang terkesan mewah itu, banyak miniatur berkelas dunia tertata pada ruang utama ketika siapa saja yang melangkahkan kaki kedalamnya..

“Ibu sepertinya dibelakang. Yaegi-ah, kajja ~ anak – anak sedang bermain dibelakang.” Kris menggandeng tangan Yaegi, ia mengajak istrinya itu menuju halaman belakang.

Tetapi, sesaat langkah Kris terhenti  ketika melihat Kakak laki – lakinya yang baru saja selesai berenang berbelok menuju dapur..

“Kris-ah kenapa berhenti disini?” Yaegi mencoba mengintip.

“Dia orang gila Yaegi-ah.. “ Kris menggenggam kuat tangan Yaegi.

“BIBI A MEI ~ BAJU HANDUK KU DIMANA ? “ Lian yang duduk pada meja makan menuangkan segelas air seraya berteriak memanggil nama pekerja rumah tangga mereka.

“Ahh jadi itu yang kau maksud orang gila? Hmm, yasudah ayo.. “ Yaegi tampak berekspresi datar ketika melihat Lian sekilas.

Kris dan Lian bertatap muka ketika Kris hendak melewati dapur . Lian mencoba menemukan sosok sang adik ipar yang selama ini  mengundang rasa penasarannya, ia memicingkan matanya dari gelas yang sedang ia arahkan ke mulutnya..

DEG ! Yaegi seperti melihat sesuatu, “Kris-ah.. “ Yaegi menahan tangan Kris yang hendak menyeretnya pergi dari sana.

“Yaegi-ah waeyo?” Kris menatap aneh Yaegi yang berada disampingnya.

Yaegi berbalik menoleh ada Lian yang berjarak hanya beberapa meter darinya, DEG ! “Eoh? Namja itu — “ Batin Yaegi bersuara..

“Cho Yaegi? Cho Yaegi?” Kris mencoba menyadarkan tatapan istrinya yang masih terkunci pada sosok Lian.

Sementara itu Lian hanya menatap heran dua adik nya itu, ia menatap Kris dan Yaegi bergantian seolah mengatakan ‘Ada apa dengan ku?’ ~

To Be Co

FACT >>

– Mobil yang Kris kendarai di Vancouver Airport adalah LEXUS RX450h

– Vancouver adalah daerah Kanada yang dikelilingi oleh perairan

– Jericho Beach adalah satu nama pantai terkenal di Vancouver

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

263 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 1

  1. eonni annyeong😀
    maaf yaa aku sider sebelumnya ._.
    aku ngikutin ff eonni dari awal. aku suka sama ceritanya. malah aku nganggep OCnya nyata semua😀
    eonni keep writing yaa. aku nggak bakal ngumpet2 lagi dah ^^v

    • nah ini lagi ada sider ku yang nongol hhihi, gpp aku seneng akhirnya kamu muncul. aku sll tunggu komentar kamu berikutnya ya dear *kiss & hug
      wahh jinjja? Kalo Yaegi itu nyata nangis darah entar EXO fans😀
      nde, janji yah? See u soon dearrrr :*

      • mian yaa eonni. aku mesti telat updatenya. tugasku banyak.
        jadi nggak enak kalo commentnya telat2 dan akhirnya aku nggak ngoment :p
        wkwk waktu pertama kali baca be my fate aku beneran nyari orang yang namanya cho yaegi di google. kirain bener2 ada *hehe malu ngerasa bodoh
        iya eon janji ^^

  2. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 2 | EXO & Prince WuFan

  3. wah ada hubungan apa ya yaegi sm lian? jangan-jangan itu beneran guru homeschooling yaegi kah? :O
    yifan lucu ya kl udah tengkar sm lian wkwkwk

  4. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 3 | EXO & Prince WuFan

  5. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 4 | EXO & Prince WuFan

  6. outhor annnyyyyyeeoooonngggg…. mian aku baru comment… baru baca seri ini… dan semua serinya daebak parah… aku ikut gabung ya … asli suka banget sama ff kamu… aku mulai aktif comment mulai dar seri ini yaa… miaann juga kalo g bisa comment di series sebelum2nyaaa… harap maklum … baru gabung… hehehe😀

  7. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 5 END | EXO & Prince WuFan

  8. Hahaha, jinjja daebakk.. Sbner’y aku udh lma pngen bc ini cma blm ada waktu.. Dan skrng, stlh aq bc.. Wow~ the story is amazing..

  9. akhrnya bisa baca jg ff ini..udh lama ga baca..bogoshipo saeeeeengg….
    mian ya aku lama absen dr ff ini. kangen bgt sama cerita kris. Lian siapa? dateng dr mana dia? kepo…lanjut baca dulu ah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s