EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 3

Gambar

chapter 1 | 2

Written By  : Authoress – Yaegi Cho a.k.a Muriza

 

Cast         : Kris EXO-M (Wu Yi Fan), Cho Yaegi, Wu Geum Sha, Wu Geum Chan 

  (Official Cast), EXO members, Kris’s Mom, Wang Lian & another supported cast that you’ll find in my story.

Rating : 17-

Comedy, Romance , Marriage Life, family..  

Ideas, inspiration, characterization, casts, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ but EXO may yours kkk. Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ Typo everywhere. We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

 

xxx

*Background Song – EXO K –  PETERPAN*

neol chaja-ganda chu-eo-gi bonaen tinggeobel ttaranaseot-deon Neverland
keu kose nae-ga neowah parabomyeo utko isseo
nan yeongwonhan neoye piteopaen. keu shi-gane meomchun ne namja
seotul-jiman neomu sarang-haet-deon naye neo-ye-ge danyeo-ga

  I’ll go looking for you to Neverland by following Tinkerbell, who was sent by the memories
At that place, you and I are looking at each other, smiling
I’m am your eternal Peter Pan, your man who has stopped in time
I may be clumsy but I loved you so much and I will run to you

***

 “Ibu harus menjelaskan pada ku tentang semua ini, apa yang terjadi? Siapa yang mau menikah?” Kris masih memandang heran  suasana disekelilingnya yang sudah disulap menjadi layaknya sebuah pernikahan berkonsep wedding garden.

“Bukankah Ibu penuh kejutan? Surprise .. “ Ibu-nya yang sedang menata anggrek putih pada sebuah vas kaca mengedipkan sebelah matanya.

“Ibu aku bisa jantungan jika Ibu terus menerus memberi  kejutan. Lalu apa yang akan Ibu lakukan pada ku dan Yaegi setelah ini?” Kris tak kunjung berhenti mendengus kesal, didukung dengan kondisinya yang baru saja bangun dari istirahat siangnya.

“Kalian belum memiliki foto pernikahan kan?”

“Ibuuu.. Ya Tuhan.. “ Kris mengusap dahinya pelan, ia meringis sesaat setelah tahu apa tujuan Ibunya.

Ibunya tidak mempermasalahkan atau memperdulikan Kris menyukainya atau tidak, tapi yang jelas kini semua kejutannya berjalan lancar.

“Ayo, kau duduk disini. Ibu akan mendandani mu sedikit, lalu segeralah berganti pakaian mu dengan tuxedo. Ayo.. “ Perlahan tangan Ibu Kris menuntun putranya itu untuk duduk pada sebuah bangku.

Sementara itu diteras sana..

“Ahh, uhmm.. Aih bagaimana ini? Aku tidak bisa berbicara mandarin.” Yaegi hendak mengatakan sesuatu pada penata rias yang kini tengah mendandaninya.

Yaegi memutar bola matanya kesekitar, ia berusaha menemukan seseorang yang bisa membantunya, tetapi nihil..  Suster Park sepertinya masih didalam. Hanya ada seorang penata rias dan dua orang fotografer yang dibayar untuk semua ini, Yaegi tidak akan bisa untuk mengatakan ‘tidak’ atau sejenisnya, karena ia mengenal sosok sang mertua yang tidak suka jika dibantah atau diabaikan keinginannya.

“Kriukk – kriuukk –kriuukk.. “

“Eung?” Yaegi memicingkan matanya ke samping kanan, terlihat dari ujung matanya seseorang yang sedari tadi hanya berjalan keluar masuk taman dengan bungkusan makanan ringan beraneka macam ditangannya, yaitu Lian .

 Lian yang lebih dulu sudah rapi dengan setelan tuxedonya tampak sedang mengunyah keripik kentang sambil berjalan menuju sebuah bangku.

“Ssshh, ku panggil atau tidak? Ahh tapi — ah tapi dandanan ku akan mencolok jika tidak ku beritahu.. “ Yaegi kini sedang menahan bibirnya yang sedang dipolesi lipstick.

“Uhm —  Lian — ssi  ~ “

DEG ! Sepasang telinga diujung sana langsung menoleh pada sumber suara, “Apa – apaan dia ? Kenapa memanggil bocah itu? Aish Cho Yaegi awas kau !”

“Yi Fan, kepala mu jangan dimiringkan. Kita harus segera menyelesaikannya, malam nanti akan ramai orang yang datang.” Ibunya menggeser kembali kepala Kris ke posisi semula.

“Sudah tahu akan ada BBQ nanti malam, kenapa Ibu masih membuat kejutan konyol seperti ini! Ck – “

“Menurutlah pada Ibu! Jangan membantah !”

“Auuwhh Ibu! “

“Jika masa debut mu genap 5 tahun, kita harus melangsungkan pesta pernikahan kalian.”

“Ibuuu.. “ Kris melengos pasrah, ia meraih cermin yang ada diatas meja, ia menatap sang Ibu dari cermin dengan tatapan kesal.

“Pernikahan itu hanya satu kali seumur hidup Yi Fan, bagaimana pun Ibu ingin putra Ibu memiliki kehidupan yang normal, kau itu putra ku satu – satunya.. “ Ibu Kris menjelaskan panjang lebar sembari menyemprotkan hair wax pada rambut Kris.

“Lalu jika aku satu – satunya, yang disana itu siapa? Raja satu – satunya? Cih ! “ Kris menunjuk Lian dengan ujung bibirnya.

“Yi Fan, dia kakak mu.. “ suara sang Ibu acapkali melemah setiap mengatakan hal itu.

“Aku putra kandung Daddy Ibu! Kenapa harus dia yang membuat semuanya berantakan!”

“YiFan!” reflek sang Ibu menarik telinganya hingga telinga Kris memerah.

“Akh ~ IBU SAKIT!”

Pekikan Kris membuat semua mata yang ada ditaman mengarah pada mereka. Fotografer dan asistennya, penata rias, beserta Lian dan Yaegi juga ikut menatap heran ke arah Kris dan Ibunya..

 

“Paman Tong, jangan terlalu mencolok dia tidak suka.” Lian kini sudah  berpindah duduk disamping Yaegi, demi menjadi penerjemah dadakan sang adik ipar.

“Gomawoyo Lian-ssi.” Rambut Yaegi kini digulung lalu dikaitkan dengan sebuah tusukan sumpit.

“Eo, tapi kau sungguh tidak bisa berbahasa mandarin?” Lian masih menikmati makanan ringannya.

“Bahasa mandarin ku aneh , sangat aneh.” Yaegi mengukur dengan tangannya.

“Tuan muda, apakah istri mu bagus dengan tatanan rambut seperti ini?”

“Hmmmfft ! UHUK _- UHUK ! Akh ~ ahh iya – iya, bagus. Uhuk – uhukk .. “ Lian tiba – tiba tersedak hebat.

“Tuan muda kau tidak apa – apa? Ayyooh~  dimana air?” Paman Tong mulai kebingungan.

“Eoh, ini.. minumlah.” Yaegi membuka penutup botol air mineral miliknya, dan langsung memberikan pada Lian.

“Ahh.. ini jauh lebih baik.” Puk puk puk.. Lian menepuk – nepuk pelan dadanya.

“Ayyooh~ sepertinya kau gugup sekali Tuan muda, tapi kenapa disini sepi sekali? Apa ini hanya prewedding?”

“Hmm, ini hanya prewedding. Lagipula istri ku ini tidak menyukai keramaian hahaha.. “ Lian seketika berubah konyol, ia tertawa bodoh dengan sesekali mencuri pandang pada Kris yang masih menatapnya tajam dari ujung sana.

“Lian-ssi, ahjussi ini memangnya dia mengatakan apa? Kenapa kalian tertawa?” Yaegi merasa penasaran.

“Ahh, itu.. uhm— dia mengatakan kenapa kau mau menikah dengannya? Apa dia memaksa mu.” Lian menunjuk Kris diujung sana.

“Jinjjayo? Memangnya ahjussi ini tidak menyukai suami ku ? “ Tatapan Yaegi semakin miris.

“Anyiranikka (bukan begitu). Eo, maskara mu luntur.. “

“Omo! Ah—biarkan aku — “ Yaegi menahan tangan Lian yang hendak menyentuh pelupuk matanya.

“Ayyooh~ kalian ini memang mesra sekali, sewaktu aku muda aku juga seperti ini. Ckckck.” Paman Tong kembali salah berspekulasi. -_-

“Ahh Paman, aku berbohong. Dia adik Ipar ku. Suaminya itu yang sedang bersama Ibu, dia—“ Pletak ! “ Awooohh Paman ! Sssssh.. “ Lian memegangi kepalanya yang terasa nyeri akibat ketukan sisir yang dilayangkan oleh Paman Tong.

“Kau ini selalu saja membohongi ku! Wu Lian kau tidak pernah berubah, dasar anak nakal!”

“Akh paman! Aku hanya bercanda.” Lian menjauhkan kepalanya agar tidak terkena ketukan kedua kalinya.

“LIAN, SEGERA BUKA TUXEDO-nya, ADIK MU SUDAH SELESAI .. “ teriakan Ibu Kris membuat Paman Tong semakin murka pada Lian, “Ayyoh~ jadi kau juga memakai tuxedo milik adik mu? Cepat ganti sekarang! Itu sakral kau tahu itu! CEPAT !!” Paman Tong berani membentaknya karena mereka sudah layaknya family sejak lama.

“Paman, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi pengantin pria. Tidak perlu memarahi ku. Ibu saja tidak mempermasalahkannya. “ Lian masih bisa bersikap tidak berdosa, ia melenggang santai masuk kedalam rumah untuk membuka tuxedo milik Kris yang sengaja ia pakai lebih dulu dengan alasan untuk mengetesnya, agar sesuai dengan ukuran tubuh Kris karena tinggi mereka yang tidak jauh berbeda.

“NYONYA WU PUTRA MU INI TERNYATA MASIH MEMELIHARA KENAKALANNYA YA.. “

“HAHAHA.. Wu Lian ada – ada saja.” Ibu Kris yang diujung sana hanya terkekeh mendengar sahutan Paman Tong.

“Kekeke. Rasakan kau Wang Lian.” Kris tersenyum evil, “Ibu, aku tidak mau tuxedo yang sudah dipakai olehnya.”  Pletak ! “AKH! IBUUU !!” Kris kembali berteriak melengking.

“Jangan bertingkah yang tidak – tidak. Apa disana mereka  mengajarkan mu itu menjadi artis yang sombong? Begitukah!! “

“Ck— Ibu, kenapa memukul ku. Sakiitt .. “ Kris mengusap – ngusap dahinya pelan.

“Masuk kedalam, pakai tuxedo mu. Kita tidak punya banyak waktu.”

“Ck!” Brak ! Kris sengaja menendang bangku kayu yang ada disampingya.

“WU YI FAN !!”

Kris berjalan masuk kembali ke rumahnya dengan wajah yang tertekuk, tatanan rambutnya yang sudah rapi ingin sekali ia mengacaknya hingga berantakan. Ketika ia melewati teras dimana Yaegi masih terduduk dengan gaun pengantin yang sudah bertengger manis pada tubuhnya.. “APA YANG KAU LIHAT ! DASAR GENIT !!”

“Eoh!” Yaegi memundurkan kepalanya ketika  Kris juga ikut berteriak padanya yang sama sekali tidak tahu menahu titik permasalahan..

“Cih.. omongannya memang tidak bisa dipegang, baru beberapa jam yang lalu dia berjanji sekarang dia membentak ku lagi. Naga sinting !!” Yaegi berteriak dalam hatinya, ia menatap Kris yang berjalan memasuki pintu rumah dengan sesekali mendengus kesal.

 

***

Tiga orang yang dipakai jasanya oleh Nyonya besar Wu kini sudah menyelesaikan tugas – tugasnya, satu persatu perlengkapan yang tadi digunakan pada pengambilan gambar foto pernikahan Kris & Yaegi  sudah  tersusun  rapi pada sebuah mobil pengangkut yang terparkir lurus pada garasi rumah.

“Nyonya, kami tunggu panggilan mu berikutnya.  Kami permisi.”

“Xie – xie.  Semoga usaha kalian terus berjalan sukses. Tentu saja, aku pasti akan segera menghubungi kalian jika putra ku akan melangsungkan pesta pernikahannya, tapi seperti yang aku katakan sebelumnya— “

“Tenang saja Kakak Wu, kita sebagai saudara sangat mengerti akan hal itu. Kapan kau akan kembali ke Guangzhou? Kita bisa kembali bersama – sama.” Salah satu dari tiga orang yang berada didepan Ibu Kris tersenyum hangat.

“Aku akan mengabari kalian segera. Ah iya, ini.. “ Ibu Kris memberikan satu persatu amplop coklat yang ada ditangannya pada ketiga kerabatnya itu.

“Xie xie .. xie xie.. “

“Sayang sekali ya, karena aku memakai jasa orang yang begitu terkenal jadi tidak bisa menjamu dengan makan malam.. “ Ibu Kris berbasa – basi.

“Hahaha, tidak begitu Kak. Ini bukanlah apa – apa, kami hanya ingin membuat pelanggan puas dengan hasil kerja kami. Baiklah, kalau  begitu kami pamit sekarang. “

“Baiklah, berkunjunglah kemari jika memiliki waktu kosong.”

“Tentu.” Tin ~ suara mesin mobil dan klakson yang beriringan serta lambaian tangan Ibu Kris mengantar mobil itu keluar dari halaman rumah kediaman keluarga Wu hingga lambat laun menghilang dari pandangan.

“A Mei tutup pintunya.. “

“Baik Nyonya.. “

***

 “Kris-ah, kenapa wajah ku aneh sekali?”

“Sudah ku katakan, ini karena kita baru saja bangun tidur. Ck ~ aigoo .. “

“Yang ini bagus, tapi —- “ tatapan Yaegi mengacu pada Lian yang tengah  berbaring  santai  pada sebuah sofa didepan mereka, namja itu sedang menikmati acara TV kesayangannya.

“Dimana Fan bobo mu itu Wang Lian? Kau lihat! Hasil gambarnya jadi tidak bagus karena puppy mu  yang diam – diam ada dibelakang kami!” Kris membalikkan layar laptop yang ada didepannya, ia menunjukkan salah satu hasil potret pernikahan dirinya dan Yaegi tetapi ada seekor puppy dibelakangnya.

“Sudah, nanti kan bisa di edit. Kriuk – kriuk.. “ Lian melahap keripik  kentangnya.

“Aih Kris-ah, ireojimma (jangan seperti itu). Gwenchana. Nanti kita bisa mengeditnya, kita bisa mengubah latarnya menjadi seperti di studio.” Meskipun Yaegi tidak tahu apa yag mereka bicarakan, ia memahami gerak tubuh Kris serta intonasi namja itu yang meninggi.

“Menyebalkan sekali.” Kris masih sesungutan.

“Anak – anak, tidak mau bersiap – siap untuk acara nanti malam? Ibu akan keluar sebentar untuk membeli daging segar.” Sosok sang mertua muncul dari ruang utama.

“Ibu, aku ikut.. “ Yaegi bangun dari duduknya.

“Kau dirumah saja sayang, kau pasti lelah karena perjalanan mu tadi siang. Ibu akan pergi bersama A Mei dan Lian.”

“Aku akan pergi bersama Billy Ibu.” Kris menyambangi.

“Kau mau kemana Yi Fan? Bukankah nanti malam teman – teman mu beserta Billy juga akan kerumah?” Ibu Kris mengernyit tertahan.

“Aku mau membelikannya beberapa baju.” Kris menunjuk Yaegi yang masih berlapiskan sebuah T-Shirt yang tampak kebesaran ditubuhnya .

“Baju? Untuk apa? Ibu sudah membeli semuanya.”

“Tapi didalam lemari semuanya—-“ Kris tidak melanjutkan kalimatnya, ia tidak ingin Lian mendengar akan hal itu.

“Hahahaha, ah iya Ibu lupa sayang. Ibu akan menyuruh A Mei untuk membawa koper mu ke kamar, jjjaaa ~ pergilah mandi. Lian, ikut Ibu .. “

Lian menutup toples makanannya, ia bangun dan segera menyusul sang Ibu yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan ruang keluarga.

“Bawa laptopnya.” Kris mengangkat laptop dan membawanya ke kamar.

“Eoh anak – anak dimana? Kenapa  sepi sekali?” Yaegi mengedarkan pandangannya pada seisi rumah, “mereka mungkin diatas, sudah ayo. “ Kris merangkul Yaegi berjalan hingga menuju kamar.

***

“Kris-ah, baju ku sudah ada. Kau mau pergi kemana lagi?” Yaegi melipat kembali tabloid yang semula ia baca sembari menunggu Kris selesai dari kamar mandi.

Kris menatap Yaegi dari pantulan cermin, ia masih sibuk menata penampilannya… “Tidak enak jika aku mengatakan tidak jadi. Billy itu teman akrab ku selama aku aku sekolah disini.” Kris kini sudah selesai, ia berbalik dan menghampiri Yaegi yang masih duduk pada sisi ranjang.

“Uhm, geureukuna. Sssh, gerah sekali. Aku juga ingin mandi.. “ Yaegi mengibaskan – ngibaskan tangannya.

“Yaegi-ah, marhae julkka isseo (ada yang ingin ku bicarakan).” Kris menahan yeoja itu untuk turun dari ranjang.

“Waeyo? “ Yaegi menatap tepat pada kedua manik mata Kris.

“Nanti malam Billy dan beberapa chingu ku yang menetap disini akan datang.”

“Kkeuresseo (lalu)?”

“Bisakah kau melakukan sesuatu untuk ku?”

“Mwoejyo (apa) ?” Yaegi masih menunggu kalimat lanjutannya.

“Uri kyeoroneun (pernikahan kita) — “

Sebelum Kris menyempurnakan kalimatnya, Yaegi memotongnya dengan sebuah senyuman simpul, “arasseo, na kkeurolkkae (Aku akan melakukannya). Ada lagi yang ingin kau katakan?”

“Yaegi-ah wae geureyoo (kenapa seperti itu).. “ respon Yaegi membuat Kris merasa bersalah.

“Waeyo? Nan gwenchana. Aku sudah terbiasa dengan situasi seperti ini Kris-ah.. “

“Marhae hajimma (jangan bicara seperti itu) Cho Yaegi ~ aku hanya — “

“Dwesseoyo, aku sungguh tidak keberatan. Sudah kan? Aku ingin mandi, gerah sekali.. “

“Na Jin —”DEG! Yaegi mengurungkan niatnya untuk  turun dari ranjang, “Nde?”

“Semua chingu ku masih menganggap aku dan Na Jin masih memiliki hubungan meskipun bukan sebagai kekasih, mereka semua teman lama ku semasa sekolah, begitu juga — Na—Jin.” Kris menyebut penggalan nama itu sedikit berhati – hati.

“. . . . “ Yaegi merasakan salivanya yang terasa teramat getir, ia terdiam sesaat.. “Eo, gwenchana.” Hingga akhirnya ia mengangguk tanda memenuhi permintaan Kris.

“Jinjja gwenchana? Aku sudah mengatakan hal ini pada Ibu, kau tidak perlu khawatir.”

“Apa yang harus ku khawatirkan?”

“Yaegi-ah.. “ Kris menarik tangan Yaegi, ia semakin merasa terjepit pada kondisi seperti saat ini.

“Gwenchana, jinjja gwenchana. Kau mau pergi jam berapa? Ini sudah jam 7 Kris-ah.. “

Kris justru tidak menjawab perkataan Yaegi, ia terus saja memandangi yeoja yang ada didepannya kini, “Jika orang tua Na Jin juga ikut pergi, kau tidak perlu menyapa mereka. Arasseo?”

Tatapan Yaegi berubah tajam, “Tanpa kau mengatakannya aku juga sudah tahu. Uhm — khayo — “

“Kau sungguh tidak apa – apa Yaegi-ah?” Kris tidak melepaskan lengan Yaegi pada genggamannya.

“Menurut mu? Apa yang sedang ku rasakan saat ini? Jangan membuat ku berubah pikiran Kris-ah .. “

Kris menempelkan kedua telapak tangannya pada wajah Yaegi dan menuntunnya agar menatap lurus padanya. “ Cho Yaegi lihat aku .. “

“Ck — Kris-ah.. “ Yaegi berupaya mencoba memalingkan wajahnya.

“Ini tidak akan lama, bersabarlah.. “ GULP ~ Yaegi tak mampu lagi untuk berkata – kata, ia terkadang jengah dengan situasi seperti ini, sesungguhnya ia telah bersedia untuk melakukannya, akan tetapi Kris selalu membuatnya bimbang..

“Jangan mengatakan apapun lagi, pergilah. “ Yaegi tidak berani menatap Kris.

“Cho Yaegi — “

“ . . . . . . “ Yaegi enggan untuk memandangi wajah namja didepannya.

“Kau istri ku, kau — kau Ibu dari anak – anak ku, seorang yeoja yang akan tumbuh menjadi sosok wanita dewasa, yang akan merawat ChanSha ku dengan kasih sayang, mendampingi ku  hingga mati bersama ku. Cheoeumbuteo geudaeneun, yeongweontorok geudaeneun (kau pertama dan terakhir untukku, dari awal hingga akhir.. selamanya hanya kau). Arasseotji?” suara berat Kris yang berbisik lembut dihadapannya, membuat Yaegi menutup keras kedua rahangnya, ia merapatkan rahangnya agar getaran itu tidak muncul..

Kris mendekatkan wajahnya, “Kisseuhaedo — dwaeyo? (boleh aku mencium mu) ”

“Uhm?” Yaegi mendeham, kini hembusan nafas Kris semakin dapat ia rasakan..

CEKLEK !

“HMMH ! “ Yaegi reflek menolak Kris dari sisinya.

“Ibu, kenapa tidak mengetuk pintu dulu?” Kris mengerang frustasi.

“Kenapa tidak mengunci pintunya? Eyh cepat, Billy sudah menunggu mu diluar. Yaegi, kau jangan keluar dulu ya sayang. Yi Fan, ayo cepat.. sebelum Billy menyusul mu kemari.”

“Ck – Uhm, iya aku segera keluar.”

“Yaegi, setelah ini kita akan membuat saus BBQ.. “ Sebelum menutup kembali pintu kamar, Ibu Kris mengedipkan matanya padanya.

“Iya Ibu, aku mandi dulu.”

BLAM ~

Chup — satu kecupan di pipi, “Aku pergi dulu, kau ingin sesuatu?”

Yaegi mengggeleng, “Tidak, pergilah. Hati – hati.”

“Neol marhae isseo? (Ada yang ingin kau katakan) ” Kris melihat raut wajah Yaegi yang banyak menyimpan tanya, “Kris-ah.. “

“Hmm, wae?” Kris berjongkok didepan yeoja itu.

“Sashireun — Lian-ssi gga nuguchi? (sebenarnya, siapa Lian?)”

Seketika itu juga raut wajah Kris berubah berbeda, “Waeyo?”

“Miweoneongeoya wae? (kenapa kau tampak membencinya) ”

Kris memalingkan wajahnya ke arah lain, “Aku akan mengatakannya nanti. Bisa kan?” Kris balik memandang Yaegi.

“Najongae wae? (kenapa harus nanti)  Kenapa tidak sekarang? Kris-ah aku hanya— “

“Aku akan mengatakan semuanya, bahkan semua tentang hidup ku pada mu Yaegi-ah, tapi tidak saat ini. Jebalyo.. “ Kris merengkuh kedua tangan gadisnya itu, ia menggenggamnya hangat.

“Eonje? Hingga aku mengetahuinya sendiri seperti pernikahan mu dengan Nona— “

“Cho Yaegi keumanhae (hentikan).” Kris menaruh telunjuknya pada bibir Yaegi.

“Dia sama sekali tidak mirip dengan mu.”

“Dia bukan hyung kandung ku.”

“Lalu?”

“ . . . . . “ Kris terdiam sejenak, “Aku harus segera pergi, sebelum Billy menyusul ku ke kamar.” Kris bergegas bangun.

“Geure, kasseuseyo (pergilah).” Yaegi menunjuk arah pintu dengan tangan kanannya.

Kris memandangnya sebentar sebelum ia melangkah pergi, “Saranghae.. “ Kris mengusap sayang puncak kepala Yaegi, ia berbalik dan benar – benar menghilang dibalik pintu kamar.

“Fiuh ~ “ Yaegi meniup poninya, kalimat yang tidak bisa mentolerir perasaannya untuk tidak tesentuh, kembali ia dengar beberapa detik yang lalu, ‘saranghae’ hanya dari bibir seorang Wu Yi Fan.

***

“Hoooa — hiik.. Aaa-eomma.. eomma — hikk kyaaakk .. “

“Ssstt, Geum Sha.. ayo kita tidur nak, ini sudah malam.  Suster Park bagaimana ini?” Yaegi menggendong buah hatinya itu yang tak kunjung mau terlelap.

“Aku sudah memberinya susu Nyonya, tapi dia tetap tidak mau.” Suster Park berjaga – jaga agar Twin Geum Chan tidak terganggu tidurnya.

“Hoommmhikk.. Papa – papa.. hoooa-hhooa.. “ Geum Sha menarik – narik badannya sambil menunjuk pintu kamar.

“Ssshhh, Wu Geum Sha.. menurut lah pada eomma nak, kita tidur hmm? Kyaa ~ omo! Lihat, itu ada apa disana? Eoh, Pororo .. ada Pororo.. “ Yaegi mencoba membujuk Geum Sha yang sudah sesenggukan menangis.

“Aaakkk hooa – hoaa.. mmama.. “ Geum Sha menggeleng – gelengkan kepalanya, ia menarik – narik baju Yaegi.

“Nyonya mungkin dia ingin keluar, seharian mereka hanya bermain dikamar.”

“Tapi diluar sedang ramai orang Suster Park, aku tidak mungkin membawanya ke taman.”

“Hmmkk.. APPPAAA!! KYAAA !! AAAK !! Papa – papa – papa ” Geum Sha berteriak memekik, air matanya terus mengalir deras membuat matanya nyaris membengkak.

“Wu Geum Sha  nanti suara mu habis nak.  Ya Tuhan bagaimana ini? “ Yaegi menjauhkan Geum Sha dari Geum Chan.

“APAA! APPA ! PAPAAAA.. Hoooa – hoaaaa .. hoooappapa.. hikkk.. “ Wajah Geum Sha kian memerah, ia terus berontak kesana kemari.

Yaegi melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9 malam, “Aku akan membawanya ke kamar ku saja, Suster Park tolong kau lihat putra ku nde? Aku keluar dulu.”

“Nde Wu-ssa (nyonya Wu).” Suster Park membungkuk sopan.

“Appa – hikk appa .. papa apa papa.. “ Geum Sha semakin  sesenggukan.

“Arasseo – arasseo kita pergi bersama Appa hmm? Uljimma, Wu Geum Sha uljimma.. “ Yaegi memeluk hangat putri kecilnya, membawa Geum Sha untuk tidur dikamarnya.

“Appa – ppa.. hik – hik.. “ Geum Sha masih saja tersedu.

“Appa, kita cari Appa.. Geum Sha appa eodi— “ suara dan langkah Yaegi terhenti ketika ia melewati ruang keluarga, belasan pasang mata kini sedang mengarah padanya..

“Hik — Appa – papa kyaaaakkk hhhooooaa.. “

“Sssst, Wu Geum Sha. Hmm, permisi.. “ Kedua kaki Yaegi terasa kaku untuk melangkah pergi dari hadapan mereka, ini semua sungguh diluar perkiraan Yaegi, ia berpikir  bahwa semuanya sedang berada ditaman belakang untuk menikmati BBQ, tetapi pada kenyataannya..

“Yaegi, Geum Sha kenapa nak? Kemarikan.. “ Ibu Kris yang berada ditengah – tengah beberapa kaum muda disana bangun dan hendak menghampiri Yaegi dan Geum Sha.

“Ah Ibu — dia tidak apa— “

“PAPAAAA !! AAAKKK PAPA !! HOOOOAAAA.. “ tangis Geum Sha kian memecah, ia berteriak, mata kecilnya menemukan sosok yang ia cari.

“Dia memanggil ayahnya.. “

“Eungg.. “

“Siapa? “

“Kevin, itu saudara mu?”

“Kasihan sekali bayi kecil itu .. “

“Iya kasihan sekali, wajahnya memerah.. “

“Dia bisa jatuh sakit jika terus menangis.”

“Dimana suaminya?”

Beberapa teman Kris yang sedang menikmati BBQ mereka saling berkomentar  sambil  menatap Yaegi dan Geum Sha bergantian. Sementara itu Kris yang duduk bersebelahan dengan sosok yang sangat Yaegi kenal .. Yoon Na Jin.

Kris yang hendak menyantap daging  pada garpunya terdiam cukup lama, ia sama sekali tidak berani untuk menatap Yaegi & Geum Sha..

“APPA ! KYAAAKKK APPPAAAAAAAAA !! Hhhomm hhooa.. “ Geum Sha terisak hebat, ia memekik kesal karena mungkin sosok yang ia cari sama sekali tidak menggubrisnya.

GULP ~ ribuan pedang seolah menusuk hatinya yang paling dalam saat ini, tangisan Geum Sha lebih dari kata  menyakitkan baginya tetapi sekali lagi ini adalah konsekuensi.

“Ibu, aku ke kamar dulu. Ibu, Ibu duduk saja, Geum Sha tidak apa – apa. “ Yaegi hendak melangkahkan kakinya —- “CIYAAAAKKK !! APPAAA!”

“WU GEUM SHA!” Yaegi reflek terkejut karena Geum Sha menghentak – hentakkan badannya ke belakang, ia nyaris terpelanting dari gendongan Yaegi.

GREK ~ terdengar dua kursi yang tergeser bersamaan..

“Yi Fan, Lian.. “ Sang Ibu menatap heran kedua putranya itu,  Kris  dan Lian bangkit dari duduknya masing – masing.

“Kevin, kau mau kemana?”

“Oppa, kau mau pergi kemana?” Na Jin juga ikut bertanya padanya.  

“Tunggu!”

DEG ! Suasana sesaat menegang ketika Lian berteriak pelan ke arah Yaegi yang ingin melangkah pergi dari sana..

SIGH ~ Lian menepikan poninya dengan kelingkingnya, ia menarik nafas lalu menghembuskannya kembali..

“Lian kau mau — “

“Anak ku menangis Ibu.” DEG !! Mata Kris kian memanas, kelopak matanya terbuka lebar ketika Lian berkata demikian sembari berjalan ke arah dua orang disana..

“Eung? Jadi itu anak Kak Lian?”

“Lian sudah menikah?”

“Waahh iya dia sudah menikah.. “  beberapa teman Kris kembali berkomentar.

“Appa.. “ Lian mencoba menyembunyikan tangannya yang bergetar, karena ini untuk pertama kalinya ia akan menggendong seorang bayi.

Yaegi menatap heran Lian yang juga menatapnya seperti ingin mengatakan ‘sudah, ikuti saja aku’.

“Hikk — Appa.. “ Geum Sha langsung memeluk Lian dan menyandarkan kepalanya pada bahu Lian, malaikat kecil itu perlahan berhenti menangis.

“Jangan menangis lagi, maafkan Appa.” Lian berupaya keras menahan getaran tangannya, ia menepuk – nepuk punggung Geum Sha pelan.

“Hik – hik.. “ sisa – sisa tangis Geum Sha berangsur hilang..

“Kak Lian, kapan kau menikah? Kenapa kami tidak tahu?”

“Iya, Kevin kenapa kau tidak  memberi tahu kami jika Kakak mu menikah? Bayinya cantik sekali.. “

“. . . . . . “ Kris masih diam seribu bahasa, ia bukanlah seseorang yang handal dalam berakting untuk menyembunyikan  gejolak hatinya saat ini.

“Sepertinya dia orang Korea ya?”

“Hii.. “ salah satu teman Kris melambaikan tangannya pada Yaegi.

“Uhm — ahh iya, Kak Lian menikah di Guangzho—u .. “ Na Jin melirik Kris yang masih berdiri mematung.

“Kevin, kau kenapa? Kenapa berdiri? Ponakan mu kan sudah berhenti menangis.. “ Billy menarik tangannya.

“Ahh hmm, iya.” Kepala Kris terasa amat berat karena semua kepenatan yang ia tahan.

Ibunya yang melihat semua itu hanya bisa tersenyum getir, seorang Ibu pasti dapat merasakan apa yang putra nya rasakan saat ini..

“Ibu, aku ke kamar dulu. Semuanya, nikmati BBQ kalian.. “ Lian  tersenyum ramah pada mereka semua.

“Ah baik Kak. Selamat tidur.. “

“Hmm, Yaegi ayo.. “ Lian juga menguasai perannya, ia  menaruh tangannya pada bahu Yaegi, ia merangkul adik iparnya itu dan masuk kedalam kamar.

“AARRGGHHH !!” Kris berteriak dalam hatinya, sekujur tubuhnya membeku saat ini.

***

CEKLEK ~

“Sssstt, jangan menangis lagi putri kecil. Kau anak pintar kan?” Lian membawa Geum Sha ke atas ranjang, ia masih menggendong Geum Sha sambil mengusap – ngusap lembut rambut malaikat kecil itu.

“Mammmaa.. “  

“Iya, Eomma mu juga disini. Tidurlah, tidak boleh menyusahkan eomma.. “ Lian menghapus sisa – sisa air mata Geum Sha, kini Geum Sha sudah ia baringkan di atas tempat tidur.

“Lian-ssi.. “ Yaegi masih berdiri kaku disisi ranjang.

“Hmm? Sudah tidak usah terlalu dipikirkan, istirahatlah.” Lian menaruh guling pada semua sisi agar Geum Sha tidak akan menggelinding ke bawah.

“Gomawoyo.. “ Yaegi masih merasa sungkan, tindakan Lian sangatlah membantunya terutama Kris.

“Don’t mention it. Tidak ada obat penurun panas? Badannya hangat.” Lian merasakan hawa tubuh Geum Sha.

“Sebentar aku ambil— “

“Tidak usah, biar aku saja. Kau tunggulah disini, pemandangan diluar akan menjadi penyakit untuk rumah tangga mu.” Lian beranjak dari atas ranjang, ia berjalan keluar kamar.

Beberapa menit setelahnya, Lian kembali masuk..

“Ini obatnya, anyitjo?” Lian membawa sebotol  obat sirup penurun panas.

“ Ku rasa dia tidak perlu diberikan obat. Suhu badannya terasa hangat karena dia sejak tadi terus menangis. “

“Geureyo? Hmm, aku juga tidak mengerti. “ Lian menaruh botol  sirup tersebut pada sebuah meja disamping tempat tidur.

Yaegi masih duduk disamping Geum Sha, ia mengusap – ngusap lembut kepala Geum Sha hingga ia benar – benar tertidur pulas.

“Dia mirip sekali dengan —-  kau memanggilnya siapa? “

“Kris.”

“Eum, Geum Sha mirip sekali dengan Kris.” Lian memilih untuk duduk dilantai.

“Nde, banyak yang berkata seperti itu.”

“Kau sudah makan malam? Mau menyicipi BBQ?” Lian berbalik menoleh pada Yaegi.

“Anyio, aku sudah kenyang. “ Yaegi tersenyum kecut.

“Tidak perlu dipikirkan, Yoon Na Jin itu hanya teman lamanya.” Lian mulai membuka ponsel yang ia ambil dari saku celananya.

“Haha, anyia. Aku juga mengenal Nona Yoon itu .”

“Hmm, ah ye.. coba lihat ini.. “ Lian mengangguk seadanya,lalu  ia bangun dari duduknya, namja itu mengarahkan layar ponselnya pada Yaegi.

“Mwolyo?” Yaegi menyipitkan matanya.

“Tadi aku berselca ketika memakai tuxedo Kris kekeke. Aku ingin menjadikan ‘Display Picture’ weibo ku, menurut mu yang mana?”

Gambar

 

Gambar

“Uuummm.. igeoyo.. “ Yaegi menunjuk salah satu yang menurutnya bagus.

“Jeongmalyo? Oke, yang ini saja.” Lian kembali duduk, ia sibuk berkutat untuk mengganti DP pada weibonya.

“Adik Ipar kau tidak memiliki weibo?”

“Obneunde (tidak). Aku hanya memakai twitter.”

“Username mu apa?”

“Akun mu saja , biar aku yang meng -follow nya. “ Yaegi menyeringai, ia juga ikut mengeluarkan ponselnya.

“Eo.  Kemarikan ponsel mu.. “ Lian meminta ponsel yang dipegang oleh Yaegi.

“Eo, ige.” Yaegi turun dari tempat tidur, ia berjalan menghampiri Lian dan berjongkok didepannya.

“Arasseo, I’ll follow back soon. Ini ponsel mu.. ” Lian membuka aplikasi twitter pada ponselnya.

“Eum.. waahh followers mu banyak juga gyahaha.. “ Yaegi melihatpada  layar ponselnya.

“Aku juga tidak tahu mereka datangnya dari mana.” Lian mengedarkan pandangannya kesetiap sudut kamar, “Adik Ipar, jika aku membuka  pintu disana boleh tidak? Udara kamar ini terasa pengap untuk ku.. “ Lian merasa bosan berada dikamar tersebut, kamar yang tertata rapi membuat pikirannya buntu -_-

“Ah nde, dibuka saja. Geum Sha tidak akan terbangun.” Yaegi mengikuti Lian dari belakang.

TREK ~ Lian mendorong pelan pintu kaca yang menghadap taman kecil itu, ia hanya membuka sedikit saja.. “Cha ~ duduklah disini.. “ Lian duduk pada sisi pintu, ia juga mengajak Yaegi untuk duduk.

“Uhm.. “ Yaegi ikut duduk disampingnya. Sesaat mereka duduk dalam keheningan, sesekali hanya menatap langit yang terasa kian meredup ..

“Tidak ada bulan malam ini.. “ Lian mendongakkan kepalanya.

“Mungkin besok akan turun hujan.. “ Yaegi ikut mendongakkan kepalanya.

“Jinjjayo? Setiap kali aku pulang ke Kanada itu pasti sedang musim panas kekeke.” Lian mengubah posisi duduknya, ia melipat kedua kakinya agar tidak terasa pegal.

“Aku bahkan baru kali ini keluar negeri setelah Cina.. “ Yaegi menoleh pada namja disampingnya itu, lagi – lagi ingatannya kembali berpikir tentang lekuk wajah Lian, “Dia siapa? Aku yakin aku pernah melihatnya — anyi orang yang mirip dengannya.. “ mata Yaegi masih terus memandangi Lian..

“Kami tidak memiliki  keluarga disini.. “

“Nde?” Yaegi terhenyak ketika Lian bersuara.. 

“Ibu bisa menetap disini karena Daddy yang membawa kami kemari.. “

“Ah ye, hokshi (apakah) — kau dan Kris — “

“Nde, majayo. Aku dan Kris bukan saudara kandung, kau bisa membedakannya kan? Aku sepenuhnya berwajah oriental, jika  Jia —  maksud ku Kris, dia memiliki darah campuran, karena Daddy Chinese-Kanadian. Dia tidak pernah bercerita pada mu?” Lian memastikan.

“Nde? Cerita? Cerita yang mana?” Yaegi mengernyit sesaat, ia tersenyum kaku.

Lian kembali menatap lurus kedepan.. “Ketika aku berusia 6 tahun, Kris lahir.  Aku sudah di adopsi oleh Daddy dan Ibu sejak aku masih bayi, Wang itu nama panti asuhan tempat aku dititipkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab hahaha.. “ Lian tampak tertawa getir.

“Ahh ye.. “ Yaegi tidak berani berkomentar apapun, baginya Lian masih terasa teramat asing.

“Aku tidak pernah menganggap nya selalu ingin menyamai ku, justru aku sangat senang jika Kris selalu memiliki keinginan dan kesukaan yang sama dengan ku. Daddy orang yang disiplin, Ibu akan selalu bertengkar dengan Daddy hanya karena Kris tidak bisa di didik seperti ku.. “

“ . . . . . . “ Yaegi memilih untuk menjadi pendengar yang baik.

“Apa dia juga bersikap dingin terhadap mu? Dia memiliki hati yang hangat, kau pernah melihatnya tersenyum? Aku sempat berpikir bahwa adik ku itu jelmaan malaikat.. “ terlihat dari nada bicaranya, Lian sesungguhnya adalah sosok yang penyayang.

“Eo, dia selalu memperlakukan ku dengan baik .” Yaegi mengangguk pelan.

“Himanaeyo (sayang sekali) ,  dia tidak tahu bagaimana Daddy selalu memikirkannya, dia beranggapan bahwa Daddy hanya akan melihat ku. Aku terkadang ingin sekali membantah Daddy, tapi dia orang yang sudah mengangkat derajat ku.. “

 “Aku menceritakannya pada mu karena kau  sudah menjadi bagian dari keluarga ini, untuk lebih jelasnya  kau bisa menunggu suami mu untuk menceritakannya nanti..”

“Haha, nde Lian-ssi.” Yaegi sedari tadi hanya mengangguk serta tersenyum bergantian.

Selamat datang di keluarga Wu.. mannasseo bangapta  adik ipar. “ Lian tersenyum lembut.

“Ah ye, deo bangaptta.. “ Yaegi masih merasa kikuk.

“Aku sangat menyayangi Ibu, meskipun aku tidak tahu apa yang menyebabkan Daddy dan Ibu berpisah tapi aku menyayangi semua keluarga ini, baik Wu ataupun Li. Kita memang tampak asing di mata orang banyak, tapi keluarga ini keluarga yang hangat.. Hanbammal esseosseoyo (sekali lagi aku ucapkan selamat datang). “ Lian menepuk pelan bahu Yaegi.

“Nde, gomawoyo.. aku senang bisa memiliki Eomma  seperti Ibu, dia sosok Eomma yang nyata bagi ku.”

“Daddy juga sosok Appa yang baik jika kau bertemu dengannya nanti.”

“Huh?” Yaegi mendeham menatap Lian.

“ Kris yang akan mengajak mu untuk bertemu Daddy kelak, karena kau sekarang sepenuhnya tanggung jawab adik ku, kau istrinya.”

“Lian-ssi kau bekerja?” Yaegi reflek melontarkan pertanyaan tersebut, ia sudah tidak tahan lagi untuk memendamnya lebih lama.

“Eum, aku bekerja pada sebuah perusahaan. Waeyo? “ Lian menjawab lugas.

“Bolehkah aku —- “

CEKLEK ~

“Kris-ah.. “ Yaegi segera bangun dari duduknya ketika sosok Kris melangkah masuk ke kamar.  Hal  pertama yang ingin ia lihat adalah putri semata wayangnya , Kris mengusap lembut dahi Geum Sha yang saat ini sudah terlelap dengan damainya..

“Kris-ah, semua tamu sudah pulang?” Yaegi datang menghampirinya.

“Eum, sudah.” Kris terduduk lemah pada sisi ranjang, matanya masih menatap nanar Geum Sha yang beberapa saat lalu menangis histeris karenanya, “Badannya hangat“ Suara Kris melemah.

“Itu karena dia terlalu lelah menangis, kau istrirahatlah  sekarang. Aku akan  membantu Ibu didapur.”  Yaegi menaruh tangannya pada pundak Kris.

Kris meraih kedua tangan Yaegi, “Kau belum makan kan? Ingin makan sesuatu?”

“Anyu, aku sudah kenyang.”

“Mianhae.. “ Kris kembali memandangi Geum Sha, “Geum Chan eodiya?”

“Dia dikamarnya bersama suster Park.”

“Uhm, aku akan membawanya kemari. Anak – anak biarkan disini.” Kris bangkit dari duduknya, ia melihat Lian sekilas yang masih terduduk bodoh pada sudut pintu..

“Adik Ipar, aku kembali ke kamar ku dulu. Daebayo.” Lian bergegas melangkah pergi, ia memilih untuk melewati taman.

TREK ~ suara pintu kaca yang sudah tertutup rapat menandakan Lian sudah pergi dari sana, “Dia mengatakan apa pada mu?”

“Ye? Obtta. “ Yaegi menggeleng cepat.

“Jinjjayo?”

“Eo, jeongmalyo. Nona Yoon mu sudah pulang?” Yaegi mengalihkan pembicaraan.

“kkeurojimma, miweoyo (jangan seperti itu, aku tidak suka). Aku ke kamar Geum Chan sekarang, tunggulah disini.” Kris melangkah pergi keluar kamar. BLAM ~

Chuup ~ Yaegi mengecup kening buah hatinya, sesaat ia memandangi wajah mungil itu sebelum ia membersihkan wajahnya. “Hoooammmhh .. omo! Sudah pukul 11 malam, sshh. “ Yaegi mengusap – ngusap tengkuknya, ia berjalan gontai menuju kamar mandi.

BRAK ! “Astaga!” Yaegi  berbalik melihat menatap pintu  kamar, sesuatu yang terdengar jelas pada kedua telinganya, “Itu suara apa?  “ Yaegi memastikan suara tersebut dari arah ruang keluarga yang ada dirumah itu.

“AAAAAAA !! “ disusul oleh suara teriakan yang kini menjadi dua pita suara.

“Ya tuhan—  Kris? KRIISSS.. !! KRIS ..   “

TBC

Yuhuuu .. banyak yang bertanya – tanya tentang sosok Wang Lian / Wu Lian ya?😀

Uhmm— itu hanya tokoh fiksi dalam imaginasi ku, tapi semoga didunia nyata entar Kris beneran publikasikan yak dia punya kakak laki – laki kekekek *ngaco*

Keep stay ! ^o^

 

232 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 3

  1. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 4 | EXO & Prince WuFan

  2. hello yaegi-ahh ^^
    baru buka blog ini lagi dan udah ada 2 updet cerita terbaru ni hehehe.
    sampe segitunya kah kris ga suka sm lian? aku penasaran banget sbnrnya kenapa bisa begituu hmmm.
    itu kris kenapa??
    nyesek dan miris banget waktu geumsha nangis tapi kris ga bisa brbuat apa” T____T

  3. aaaakkk posisinya kris serba salah banget… ksian deh..😦 eh btw aku pnasaran banget lian itu siapa koq yaegi kaya yg kenal gt… heuheuheu ihh suka bete kalo dger nama na jin… na jin udah punya tunangan juga masih gt sm kriss… huuuhh.. kasian henry… hehe

  4. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 5 END | EXO & Prince WuFan

  5. Kris knp???? pingsan atau Kris ngelakuin sesuatu????
    kasian pas Yaegi lewat itu ma geum sha y n samoe nangis kejer gt geum sha y krn nyari appa y n kris yg ngak bisa ngelakuin hal yg seharus y… miris…
    jd Lian itu kakak angkat y kris toh…..
    Yaegi pasti sedikit sakit hati deh walaupun dia coba.mahamin situasi tp pasti y agak myakitim disuruh sembunyi gt nutupin identitas asli y istri siapa n dia siapa itu???

  6. aku jd greget sama kris…lian kn baik bgt sama dia..tp knp dia g bisa ngerubah sikapnya k lian..
    Kasian yaegi..serasa bukan siapa2..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s