EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 4

Gambar

Chapter 1 | 2 | 3

Written By  : Authoress – Yaegi Cho a.k.a Muriza

 

Cast         : Kris EXO-M (Wu Yi Fan), Cho Yaegi, Wu Geum Sha, Wu Geum Chan 

  (Official Cast), EXO members, Kris’s Mom, Wang Lian & Shin Na Mi (New Cast), & another supported cast that you’ll find in my story.

ONLY 17+, 17- not allowed. WARNING !!

–      Comedy, Romance , Marriage Life, family..  

Ideas, inspiration, characterization, casts, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ but EXO may yours kkk. Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ Typo everywhere. We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

 

xxx

*Background Song – EXO K –  PETERPAN*

neol chaja-ganda chu-eo-gi bonaen tinggeobel ttaranaseot-deon Neverland
keu kose nae-ga neowah parabomyeo utko isseo
nan yeongwonhan neoye piteopaen. keu shi-gane meomchun ne namja
seotul-jiman neomu sarang-haet-deon naye neo-ye-ge danyeo-ga

  I’ll go looking for you to Neverland by following Tinkerbell, who was sent by the memories
At that place, you and I are looking at each other, smiling
I’m am your eternal Peter Pan, your man who has stopped in time
I may be clumsy but I loved you so much and I will run to you

***

xxx

“Yaegi, biarkan itu menjadi urusan mereka. Biarkan mereka yang membersihkannya.”

“Tapi Ibu — “

“Sudah masuklah ke kamar mu, Geum Sha akan terbangun dari tidurnya.”

“Uhm baiklah.” Mau tidak mau Yaegi menuruti perkataan mertuanya, ia kembali masuk ke kamar  setelah apa yang terjadi dalam sepersekian detik sebelumnya. Kris tidak sengaja menyenggol Lian yang sedang membawa sebuah bingkai kaca besar, hingga bingkai itu terpelanting jatuh ke lantai.

“Suster Park, A Mei. Kembalilah beristirahat.. “ Ibu Kris juga menyuruh kedua wanita paruh baya itu untuk kembali ke kamar mereka masing – masing.

“Ah — “ A Mei tampak ragu, ia melihat dua Tuan mudanya sekilas.

“Sudah, tidak apa – apa. Istirahatlah, kau sudah terlalu lelah bekerja hari ini. Suster Park kembali ke kamar mu, nanti cucu ku Geum Chan tidak ada yang melihatnya.”

“Baik Nyonya. A Mei, ayo.” Suster Park dan A Mei pun berlalu dari ruang keluarga.

Kini Nyonya Wu besar beserta kedua putranya tinggal disana..

Kris dan Lian saling bertatapan satu sama lain, tetapi mereka tidak berani menatap mata sang Ibu..

“Ini akibat kalian tidak pernah mau akur..” suara Ibu Kris bergumam dingin.

“. . . . . . .” Lian dan Kris masih berdiri kaku, mereka menundukkan kepalanya.

“Ayo cepat dibersihkan.”

“IBU??” Lian dan Kris mendongak bersamaan.

“Tidak mau?”  aura Nyonya Wu besar saat ini amat sangat menyeramkan bagi dua namja yang beberapa saat lalu membuat seisi rumah gempar itu.

“Ck —  ini semua karena mu.. “ Kris menyikut siku Lian sambil mengeraskan rahangnya.

“Aku kan tidak sengaja – “ Lian merespon polos, ia sama sekali tidak tampak marah ataupun kesal.

“Yi Fan! Lian ! “

“Ck — iya Ibu, baiklah – baiklah. Aish ~ “ Kris melengos kesal, ia tidak punya pilihan lain.

Sementara Lian berjalan ke dapur mengambil dua buah sapu untuk membersihkan pecahan kaca yang berserakan dilantai..

“Ini .. “ Lian menyodorkan satu buah sapu pada Kris tanpa rasa berdosa.

“Ibu ke kamar sebentar, ketika Ibu kembali kesini semuanya sudah bersih. Mengertikan?”

“IYA IBUUUU.. “ hanya Kris yang berteriak bersemangat.

“Good sons.” Sang Ibu kini berbalik pergi dan kembali masuk kedalam kamarnya.

SRING ~ SRING  .. bunyi pecahan kaca yang di sapu dan dikumpulkan menjadi satu bergema memenuhi ruangan yang terasa hening itu ..

“Ini, kau tampung seperti ini.. “ Lian menahan dengan sapu satunya lagi.

“Aish ada – ada saja. Kau sungguh seperti perampok! Kau tahu tidak!” Kris tak henti – hentinya menyalahkan Lian.

“Daerah ini aman, tidak ada yang namanya perampok. Eoh itu, hati – hati nanti kaki mu bisa berdarah.. “ Lian menanggapi perkataan Kris seraya mengutip sisa sisa pecahan kaca disekitar kaki Kris.

“Memangnya apa yang kau bawa malam – malam seperti ini? Auuwh menyusahkan saja. Aish! Aku bisa mati terkena serangan jantung jika terus seperti ini. “ Kris juga menjangkau semua pecahan beling yang ada dibawah meja dan sofa.

“Itu.. “ Lian menunjuk sebuah benda yang berukuran persegi, benda yang lumayan besar.

“Apa?” Kris membalikkan benda yang berwujud bingkai itu, “Wang Lian — “ Kris sesaat tidak dapat berkata – kata setelah ia mengetahui jika itu adalah foto pernikahannya yang diambil sore tadi.

Gambar

“Tadi aku menelfon studio foto itu, agar Fan Bobo ku diganti dengan latar yang lebih bagus. Bukankah hanya foto ini yang terlihat bagus?” Lian membantu mengangkat bingkai foto besar itu dan menyandarkannya pada buffet yang ada didekatnya.

Kris melirik Hyungnya itu sekilas.. “Uhm — ya.”

“Ini sudah beres, pergilah tidur. Aku akan mengambil plastik dulu.” Lian melenggang ke dapur dan kembali dengan sebuah kantung plastik berwarna hitam ditangannya, “Awas, nanti tangan mu bisa terluka jika terkena serpihan kaca.” Lian menggeser pelan tubuh Kris dari hadapannya, namja itu mulai memasukkan pecahan kaca kedalam plastik yang ia bawa barusan.

“Tidak perlu melakukan ini untuk ku.” Kris masih berdiri dihadapan Lian yang tengah berjongkok mengumpulkan sisa – sisa pecahan kaca.

“Nanti aku akan menyuruh orang distudio itu untuk kembali membingkainya.” Lian justru menjawab lain.

“Wang Lian aku tidak suka dengan semua sikap mu. “

“Aku juga meminta pertinggalnya, jadi kau bisa mencetaknya sendiri di Korea.” Lian lagi – lagi mengalihkan pembicaraan.

“Wang Lian hentikan.”

“Cha ~ semuanya sudah beres.” Lian berdiri dan menepuk – nepukkan tangannya.

“Wang Lian .. “ Kris menggenggam kuat lengan Lian.

Lian akhirnya menatap mata Kris , “Kenapa? Kau tidak suka latarnya?”

“Aku bisa melakukan semuanya sendiri.” Perkataan Kris kian menusuk.

“Hmm, aku mengerti. Yasudah, aku mengantuk. Selamat malam — “ Lian mengira bahwa Kris dengan mudah melepaskan tangannya, “Kau bukan kakak ku.”

“Aku tahu.” Lian mengangguk mengerti, sorot matanya memancarkan ketenangan..

“Cukup aku bersama Ibu.” Kris menghentakkan tangan Lian, lalu ia  berbalik pergi.

“Aku sungguh tidak tahu apa yang menyebabkan mereka berpisah, demi Tuhan aku—“

“Hentikan.. “ Kris berkata sambil membelakangi Lian.

“Li Jia Heng .. “

“Nama ku Wu Yi Fan!” Suara Kris sedikit meninggi, ia berbalik menatap tajam Lian didepannya.

“Aku Wang Lian, aku anak panti asuhan yang didatangi Daddy dan Ibu.”

“ . . . . . . “ Kris hanya diam menatap Lian.

“Daddy tidak pernah menghianati Ibu, mereka berpisah karena sesuatu yang menurut mereka itu terbaik.”

“Begitukah? Lalu Daddy hanya membawa mu pergi? Daddy hanya memikirkan bagaimana kau harus hidup bahagia dan mengangkat derajat mu hingga kau jadi seperti saat— “

“Apa kau berpikir aku merebut orang tua mu? Kau berpikir aku bangga karena Daddy selalu melihat pada ku?  Jika aku bisa melakukannya aku akan melakukan itu pada orang yang sudah membuang ku. Kau sudah hidup dalam kesalahpahaman   Jjiaheng.”

“Nama ku Wu Yi Fan, apa kau tuli?”

“Tidak perduli siapapun nama mu.” Lian menatap Kris tenang, terlihat dari sorot matanya ia memiliki kadar kesebaran yang begitu baik.

“Bisakah kau mengembalikan semuanya ? Bisakah kau mengembalikan kebanggaan ku untuk memakai nama Li lagi? Jika kau bisa melakukannya aku akan memanggil mu Kakak.”

“Kau hidup untuk melangkah mundur? Kenapa tidak mati saja? “ Lian balik mencerca Kris.

Sorot mata Kris mulai meredup.. “Wang Lian kau — “

“Daddy yang menyuruh Ibu untuk mengganti marga dan nama mu.”

DEG ! Bulir – bulir kristal dimata Kris perlahan menumpuk, “Sudah ku duga, aku sudah mengetahui akan hal itu.” Kris tersenyum miris.

“Kau mau menjadi boneka seperti ku? Jika kau bersedia, maka gunakan kembali marga Li itu.”
“Apa?” Kris merasa mendengar sesuatu yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.

“Daddy selalu berpikir akan masa depan mu, kau cucu tunggal dari keluarga diktator Li, kau tidak akan bisa memilih jalan hidup mu jika keluarga Li tahu bahwa kau adalah anak kandung Daddy yang sebenarnya.”

“DEG ! Lagi – lagi .. “Wang Lian, apa yang sedang kau coba katakan?”

“Daddy menukarkan keberadaan mu dengan ku, aku adalah cucu tunggal dari keluarga Li, dengan begitu kau tidak akan menjadi boneka hidup sepanjang hidup mu, Daddy menginginkan kau tumbuh layaknya laki – laki normal tanpa kekangan dari manapun.”

“Jadi Li Jia Heng itu — “ Kris menajamkan sorot matanya, “Hmm, Li Jia Heng akan tetap hidup pada keluarga Li, aku, aku Li Jia Heng.”  Lian perlahan merasa beban berat pada pundaknya selama ini sedikit berkurang..

“Wang Lian — “

“Orang mengenal ku dengan nama Wu Lian, setelah nanti aku mampu menata hidup ku lebih baik, aku akan membawa Daddy pergi jauh dari keluarga Li.”

“Jadi rumah ini — “ Kris semakin tercengang.

“Hmm, ini rumah yang aku beli untuk Ibu setahun yang lalu. Aku hanya ingin dua orang yang telah mengangkat  derajat ku dapat hidup tenang tanpa harta kekayaan keluarga Li yang hanya akan membuat Daddy menderita seumur hidupnya.”  Lian berjalan mendekati Kris.

“Wang Lian, katakan siapa kau sebenarnya?” Kris memundurkan satu langkahnya.

“Aku anak yang diadopsi oleh Daddy dan Ibu mu 28 tahun lalu, aku hanya ingin kita semua hidup dijalan yang benar Jjiaheng.”

“Maksud mu keluarga Li — “

“Daddy harus meninggalkan keluarga Li, aku bisa menjadi tulang punggung bagi Daddy dan Ibu tanpa harta kekayaan keluarga Li. Kau  hiduplah dengan baik, tidak perduli apapun yang terjadi, aku orang yang akan selalu berdiri dibelakang mu, tidak perlu takut jika suatu saat nanti mereka mengenali jati diri mu yang sebenarnya — aku — aku Wang Lian yang akan selalu melindungi mu, hiduplah dengan baik Wu Yi Fan.” Lian memindahkan tangannya pada pundak Kris.

GULP ~ Kris menelan salivanya yang teramat pahit, “ . . . . . “ tidak ada satu katapun yang bisa ia ucapkan saat ini.

“Ibu sudah menepati janjinya untuk tidak memanggil mu dengan nama Jjiaheng kan? Kau Wu Yi Fan, putra  satu – satunya. Jangan membuat Ibu kembali bersedih atas semua ini Yi—Fan. “ Lian masih merasa aneh untuk memanggil Kris dengan nama lainnya itu, karena meskipun Kris sudah berganti nama dan marga, akan tetapi banyak keluarga mereka yang mengenali Kris serta memanggilnya dengan ‘Jjiaheng’ nama kecilnya, bahkan Kris pernah menangis kesal pada sang Ibu karena sang Ibu selalu lupa untuk memanggil namanya dengan ‘Wu Yi Fan’,  nama Li Jia Heng masih sangat melekat pada sosok Kris dibelakang kamera dan publik.

“Kau hanya perlu menjaga nama baik keluarga Wu saja, selelebih nya bairkan aku yang melindungi kalian.. keluarga yang sudah membesarkan ku hingga aku menjadi sosok yang dihargai. Jiayou ~ “ Lian tersenyum hangat.

“Katakan siapa kau sebenarnya.. “ ekspresi wajah Kris masih tetap sama.

“Aku bukan teroris, aku seorang karyawan yang berkerja pada sebuah perusahaan. Tenang saja, aku bukan penjahat.” Lian tertawa tertahan.

“Kau — kau bukan — maf—mafia? “

“AKU MAFIA! KAU MAU APA? “ Lian tiba – tiba mengubah posisinya seperti sedang memegang sebuah senjata ditangannya, ia sengaja berteriak..

“AHHH MENGEJUTKAN SAJA!” Kris berteriak frustasi.

“HAHAHAHA.. “ Lian berhasil membuat Kris berolahraga jantung pada malam hari.

“Aish ! “ DUG ! Kris meninju bahu Lian sedikit keras, “YAK! “ Lian bersiap melayangkan kepalan tangannya..

Akan tetapi, “AAA IBUUUU ! “  Kris lebih dulu berteriak sambil menyilangkan kedua tangannya.

“HAHAHA KAU TAKUT .. “ Lian menunjuk – nunjuk wajah Kris.

“Ayysh aku bukan takut, aku ini ayah yang baik. Jika anak – anak ku melihat aku berkelahi itu tidak baik.”

“Begitukah?” Lian menolak dahi Kris dengan satu telunjuknya.

“WANG LIAN !”

“Hahaha, hmm ayo balas .. ayo cepat.” Lian kini balik menunjuk dahinya sendiri.

“Besok aku tidak mau tahu, kau harus sudah mengganti bingkai fotonya. Kau mengerti? Ini segera bawa ke belakang, nanti kaki Ibu bisa terkena pecahan kaca.” Kris berkacak pinggang, ia berusaha untuk menutupi kegugupannya.

“Arasseoyo Kris-goon.” Lian segera mengangkat sekantung plastik yang berisi pecahan kaca ke arah dapur.

Mereka tidak menyadari jika sedari tadi sepasang mata ikut menyaksikan dan mendengarkan mereka dari kejauhan.. “Jjiaheng, Kevin, Yi Fan atau siapapun nama mu,  kau tetap putra kebangggan ku.. pangeran es ku Li Jia Heng.. “

***

BAM ~

Kris menutup rapat pintu kamar, ia berjalan menuju tempat tidur, “Kau belum tidur?”

Yaegi yang sedang melakukan sesuatu pada Geum Sha menggeleng pelan, “Hmm, kuku Geum Sha sudah mulai panjang, wajah nya bisa terluka jika dia sedang menangis seperti tadi, jadi aku memotongnya.” Yaegi menggenggam lembut tangan mungil Geum Sha, ia menjepitkan pemotong kuku pada kuku – kuku kecil Geum Sha yang mulai tumbuh panjang.

“Jadi memotongnya ketika dia sedang tidur?” Kris membuka kemeja bermotif kotak hitam & merahnya, ia kini hanya menanggalkan Sleeveless T-shirt berwarna soft orangenya.

“Uhm, aku selalu melakukannya ketika mereka sedang terlelap, jika tidak akan susah sekali. “ Yaegi mengerutkan bibirnya untuk merespon pertanyaan Kris.

Kris memperhatikannya sesaat, “Kenapa tidak memakai penjepit rambut? Poni mu jadi berjatuhan.. “ jemari – jemari lentik Kris menyibakkan deretan poni Yaegi yang tampak menutupi matanya.

“Aku lupa menaruhnya dimana, aku cuma membawa satu. Ssstt .. ssstt..”  Yaegi menepuk – bepuk pelan badan Geum Sha yang mulai memberikan respon.

“Dia tidak akan sakit kan ?” Kris memiringkan posisi tubuhnya, ia menumpukan kepalanya pada tangannya, matanya kini terfokus pada putri kecil nya itu..

“Semoga saja tidak. Kau sudah menyelesaikan apa yang disuruh oleh Ibu?”

“Uhm, isseo. Lian sudah membersihkannya.” Kris mengangguk santai.

“Kenapa bisa sampai seperti itu? Aku mengira kau tadi jatuh dari tangga ketika menggendong Geum Chan..”

“Aku sangat terkejut Yaegi-ah, langkah kakinya sama sekali tidak terdengar, seperti perampok.” Kris beralasan.

“Kau ini ada – ada saja. Kau tidak membantunya?”

“Tentu saja, aku juga menyapu semua pecahan kaca yang berserakan.”

“Hmm, geurekuna.” Yaegi melanjutkan memotong kuku Geum Sha.

“Ck ~ Kris-ah.. “ tiba – tiba Yaegi berdecak kesal ketika Kris mencoba mencolek dagunya.

Kris menahan tawanya, “Besok ikut aku eo?”

“Eodi?”

“Ikut saja. Ara?” Kris lagi – lagi mencolek dagunya, “Ahhh Kris-ah, mwoaneongeoya.. “ Yaegi ikut tersenyum geli.

“Kekeke. Astaga! Aku lupa membawa Geum Chan kemari, aish ~ “ Kris terburu – buru untuk bangun dari tempat tidur.

“Aih hati – hati Geum Sha bisa bangun. Eoh tolong kau bawa pampers mereka juga, aku mau menggantinya.”

Kris berhenti sesaat, “Pampers itu yang bagaimana?”

Yaegi melengos pelan, “Tanyakan saja pada Suster Park.”

“Eo arasseo.” Kris mengangguk mantap, ia melenggang keluar kamar.

Selang beberapa saat..

“Yaegi-ah, aihh ini kau ambil Geum Chan, omo – omo.. aih palli, dia bisa jatuh.. “ Kris sedikit kesusahan untuk menutup pintu karena Geum Chan dan pampers yang ia bawa.

“Aih kau ini bagaimana.. “ Yaegi berlari kecil menghampiri Kris, “Ssst, aigo – aigo.. ssstt..” Yaegi perlahan mengambil Geum Chan dari gendongan Kris, ia membawa putranya juga untuk tidur bersamanya.

BAM ~ “Geum Chan berat badannya sudah bertambah.. “ Kris akhirnya bisa menutup rapat pintu kamar mereka.

“Ibu mau mengajak kita kemana esok hari?” Yaegi menaruh Geum Chan perlahan disamping Geum Sha.

Kris sesaat berhenti didepan cermin, ia tampak memperhatikan setiap inci wajahnya, “Bukan Ibu, tapi aku. Kita berdua saja.”

“Uri? Eodigga?”

“Keunyang ttarawa (sudah ikut saja). “

“Lalu anak – anak bagaimana?”

“Untuk apa ada Suster Park? Hooamhhh… Auuwh badan ku pegal .. “ Kris kembali naik ke atas ranjang.

“Tapi besok Suster Park harus sudah berada di Korea, dia bukan baby sitter tetap Kris-ah.. “

“Itu bisa diatur, keep calm dear..” Kris merapikan selimutnya, ia juga  menarik selimut untuk Geum Chan & Geum Sha.

“Membuat penasaran saja.. “ Yaegi tidak menyadari jika desisannya dapat didengar oleh Kris, “Kau akan melihatnya besok. Sudah ayo kita tidur, jjaljayoo .. aih aku tidak bisa mencium mu.. “ Kris menyadari jika ada ChanSha menjadi pembatas mereka saat ini.

“Kau bisa mencium mereka Tuan Wu.. “ Yaegi menunjuk satu persatu wajah Twins Wu.

“Tidak bisakah aku mencium Eomma nya dulu?” Kris memasang puppy eyesnya.

“Kau mengerikan.. “ Yaegi bergidik ngeri menatap puppy eyes Kris.

Kris berubah cengo, “-__- tidak romantis.”

“Eo, hanya Nona Yoon mu yang bisa seperti itu.. “

SLAP ~ Kris spontan membuka selimutnya, “Apa saat ini kau sedang cemburu Nyonya Wu?”

“Menurut mu?” Yaegi tak kalah ketus.

“Eyyh ~ begitu saja marah. Cho Yaegi apa yang kau khawatirkan terhadapnya? Aku sepenuhnya milik mu hmm?” Kris mengedipkan sebelah matanya.

Yaegi tidak lagi merespon perkataan Kris, ia meraih ponselnya yang ada dimeja dan mengeceknya sejenak, “Hoammmhhh — eoh! “ ia berhenti menguap setelah melihat sesuatu dari layar ponselnya.

“Kris-ah.. “

“Eo wae? “ Kris ikut memajukan kepalanya.

“Igeo — igeo—ini kode Ausi kan?” Yaegi menunjuk layar ponselnya.

Kris menyipitkan matanya melihat layar bercahaya tersebut, “Nde, majayo. Eo — “

“KYUBIN !!” Mereka saling menunjuk satu sama lain.

“Aish suara mu!” Kris menyadarkan Yaegi akan keberadaan ChanSha.

“Kris-ah, ini pasti Ah Ra eonni. Eotteokhae? Aku sama sekali tidak melihat ponsel ku tadi. Uri Kyubin — aku sudah lama tidak mendengar kabarnya.” Yaegi mulai kebingungan.

“Coba kau telfon lagi, mungkin saja itu tentang Kyubin.”

Yaegi segera mencobanya, akan tetapi.. “Tidak bisa dihubungi Kris-ah.. “

“Mana kemarikan, coba pakai ponsel ku.” Kris menekan nomor pada ponselnya.

Sesaat kemudian, “Eo, kau benar, tidak bisa.”

“Eotteokhae? Aku khawatir terjadi sesuatu padanya, eoh Kyuhyun! Aku akan mencoba menghubungi Kyuhyun saja— “ Suara Yaegi terhenti ketika ia menyadari sosok Kris yang kini ada didepannya, “Kau bisa menelfon Eomma atau Appa nya.” Suara dan mimic  wajah Kris meredup.

“Arasseo.” Yaegi mau tidak mau menurut saja.

“Kenapa tidak jadi?”

“Besok saja, aku akan kerumah mereka ketika pulang dari sini.” Yaegi kembali menaruh ponselnya.

“Mwo? Kerumah ? Kerumah Kyuhyun hyung kata mu?” mata Kris membulat sempurna.

“Konabeans, kedai kopi Eommanya. Aigoo kenapa kau cemburuan sekali. Dwesseo, kita tidur. Ck ~ “ Yaegi mulai merebahkan dirinya pada bantal yang sudah sedari tadi menantinya.

“Besok kita kerumah Na Jin.”

“MWO?” Yaegi spontan berbalik menghadap Kris.

“Kekeke. Kau juga cemburu.. “ Kris menyeringai bodoh, ia hanya ingin melihat reaksi Yaegi.

“Aish. Jinjja! Menyebalkan sekali.. “ Yaegi bergidik gemas menatapnya, lalu ia kembali berbalik dan tidur membelakangi Kris.

“Uri jagiya jaljjayooo.. “ Kris melemparkan bisikan mautnya.

“Sssshh !” SLAP ~ Yaegi menarik habis selimutnya.

“Gyahaha.. “

“Hiikk — “ tawa Kris ternyata merusak kenyamanan sang buah hati.

“Eoh Geum Chan-ah. Anya- anya, Appa tidak bersuara lagi. Sst ssst ssst.. tidurlah.”

xxx

Keesokan harinya..

Sinar matahari pagi menyemburatkan cahayanya hingga membuat seseorang yang belum juga terjaga perlahan menggeliat dari alam bawah sadarnya..

Suasan pagi yang kian damai serta udara sejuk yang masuk melalui sebuah pintu yang saat ini tengah terbuka lebar membuat yeoja bernama Cho Yaegi kini benar – benar membuka matanya..

Gambar

“Ssshh … Eungghh.. “ Yaegi berusaha untuk membuka matanya yang masih terasa  berat, ia melihat sekitarnya, tidak ada seorang pun disampingnya.

“Ya Tuhan jam 7!” Yaegi reflek bangun dari tidurnya ketika ia melirik jam dinding kamarnya, “Ahh mollasseo, aku bukan dirumah.” Yaegi mengetuk – ngetuk pelan tulang kepalanya dengan satu telunjuknya. Ia lagi  – lagi tampak mencari sesuatu yang tidak ada disekitarnya, “Eung? ChanSha — Kris.. mereka dimana?” Yaegi menyibakkan selimut dan turun dari ranjang empuknya.

“Eoh pintunya terbuka.. “ Yaegi melihat pintu yang mengarah ke sebuah taman kecil terbuka lebar, ia bersugesti bahwa yang sedang ia cari – cari ada disana..

“Kris-ah kau kah it— u” langkah Yaegi terhenti ketika ia melihat jelas pemandangan didepan matanya kini.

“Sayang..  ayo lihat kemari, Geum Sha..  Wu Geum Chan.. “

“Kyaakk Appa! Appa.. hahakk .. “

“Caresseo – caresseo, hana dul set – “ FLIP ~ “Woooah hanbammal, hanbammal (sekali lagi).. ayo tertawa seperti tadi, S-M-I-L-E.. “

“Humm ciyaa hum.. “ Geum Sha mengendus – ngenduskan hidungnya, ia memberi penolakan.

“Aih Geum Chan-ah palli.. Geum Sha smile ~ “

“APPA!”  FLIP ~

“Gyahaha.. wajah mu lucu sekali, kyeowo — eung ? “ fokus Kris teralihkan ketika ia merasakan seseorang yang berdiri disana.. “Ireonasseoyo (kau sudah bangun) ?” Kris memberikan senyuman terbaiknya.

“Eum, mwoeji (apa yang kau lakukan) ?” Yaegi mengangguk sambil tersenyum, ia melangkah mendekati suami dan buah hatinya yang kini tengah bermain disebuah kolam renang buatan yang didalamnya penuh dengan bola – bola yang mengapung diatas air.

“Mereka lucu sekali, hahaha. Setiap gambar yang ada  mereka pasti berpose bermacam – macam.. coba kau lihat yang ini.. “ Kris memperlihatkan semua foto – foto ChanSha yang ia ambil dengan kamera Polaroid.

“Kyeowo.. Kyaa— aku suka yang ini. Hahah,omo! Kenapa wajah Geum Sha seperti ini? Gyahaha.. “ Yaegi melihat satu persatu gambar ChanSha, ia sesekali tertawa geli karena semua gambarnya sangat menggemaskan.

“Eommaaaaaaa.. “

“Ndeeee.. “ Yaegi membalas teriakan Geum Chan yang memanggilnya.

“Kris-ah, kapan kau membelinya?” Yaegi memegangi kolam kecil yang kini tengah diduduki oleh dua malaikat kecil didalamnya.

“Ibu yang membelinya, tadi aku berencana untuk berenang dibelakang tapi airnya dingin sekali, mereka bisa masuk angin.”

“Kyaaa— papa papa.. “ Geum Sha kembali tampak ceria seperti biasanya, ia menepuk – nepuk air hingga mengenai wajahnya sendiri.

“Hahaakkk.. Amooo .. “ Geum Chan memberikan bola plastik pada saudara perempuannya itu.

“Cha ~ ayo berselca.. “ Kris tiba – tiba menarik Yaegi kesampingnya.

“Kris-ah aku belum membasuh wajah ku – “ FLIP ~ selembar foto keluar dari kamera.

“Aigo neo nuguya? Gyahaha.. “ Kris menertawakan selca Yaegi yang terkesan aneh.

PUK ! “Sudah ku bilang aku belum membasuh wajah ku!” Yaegi memukul pelan bahu Kris.

“Gwenchana, yappeo.. “ Kris mengacungkan jempolnya.

“Kris-ah, kenapa sepi sekali? Memangnya jika pagi hari seperti ini mereka semua pergi kemana?” Yaegi melihat sekelilingnya, ia memperhatikan setiap sudut halaman, serta taman yang teradapat di kediaman keluarga Wu.

“Ibu mungkin sedang mandi dikamar, bibi A Mei pergi berbelanja bersama Suster Park.” Kris mencubit – cubit lembut pipi ChanSha bergantian.

“Hmm, lalu Hyung mu?”

Kris menoleh ketika Yaegi menyinggung akan hal itu, “Hyung ku belum bangun.”

“Nde?” Yaegi merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar baru saja.

“Kau tadi menanyakannya kan? Lian Hyung tidak akan bangun jika Ibu belum menendang pintu kamarnya.”

“Jeongmalyo?” Yaegi menutup mulutnya tak percaya.

“Anyu, itu hanya karangan ku saja. Gyahaha.. “ Kris kembali tertawa.

Yaegi merasakan ada sesuatu yang berbeda dari sosok Kris saat ini, setiap senyum dan tawa serta sorot matanya memberikan energy  positif tersendiri untuknya..

“Tidak mau berbagi dengan ku? “

“Eh?” Kris mendadak bingung, “Tidak mau berbagi atas apa yang sedang kau rasakan saat ini?” Yaegi berjongkok menatap Kris dengan dua bola matanya yang membulat sempurna.

Kris masih mengerutkan alisnya, ia justru balik menatap heran gadisnya itu ..

“Cho Yaegi kau kenapa?”

“Naega wae? Niga wae? (Aku? Kau yang kenapa?) ” Yaegi balik bertanya.

“Naega? Naneunyo? Eobneunde, wae? (Aku? Aku kan? Tidak ada apa – apa, kenapa?) ” Kris menggeleng pasif.

“Jinjja obdago? Geotjimara (sungguh? Jangan membohongiku).. “ Yaegi menumpukan dagunya pada kedua tangan yang ia taruh pada kedua sisi lututnya yang ia rapatkan.

Chup  ~ sebuah kecupan tiba – tiba menyentuh kening Yaegi, “Itu yang ingin aku bagi kan kekeke.. “

Chup ~ “Palli marhaebwa (cepat katakan).. “ Yaegi dengan mulusnya mengecup balik Kris pada ujung hidung namja itu.

“Nyonya Wu.. “ Kris menaruh telapak tangannya pada dahi Yaegi, “Tidak panas.. “ Kris merasakan suhu tubuh Yaegi yang menurutnya jauh diatas normal.

“Wu Yi Fan jebalyo.. nan jinshimneyo jjigeumm (aku saat ini sedang serius).. “ Yaegi mulai merengek, Kris membuatnya kesal..

“Amogatasseo. Memangnya aku kenapa? Kau ini ada – ada saja.”

“Anyia, kau kelihatan senang sekali.”

“Gyahaha, anyia.. Eyhh ~ neo wae geurae.. “ Kris menaruh asal telapak tangannya pada wajah Yaegi.

“ Palli marhaebwa.. “

“Jinjjayo, berada dirumah ku sendiri bagaimana aku tidak bahagia? Geurigo.. Kau juga disini, ChanSha deo.. bukankah itu Fantastic? Fantastic Kanada.. anyitji?”

“Eo, tapi besok kita akan segera pulang. Himnaeyo (sayang sekali).. “ Yaegi mengerucutkan bibirnya.

“Kheopjeongmal (jangan khawatir) .. kita masih punya belasan jam lagi dimulai dari sekarang, kau mau melakukan sesuatu yang menyenangkan setelah ini? “ Kris bertanya antusias.

Yaegi memutar bola matanya sesaat, “Hmm ..  manii (banyak sekali) .. “ lalu disusul oleh anggukannya.

“Arasseo. Wu Geum Chan Wu Geum Sha it’s time to go bath..  kajja  – kajja ~ “ Kris mengangkat Geum Chan lebih dulu.

Sedangkan Yaegi mengangkat putri kecilnya Geum Sha, “Gyahaha.. ini baju renang siapa? Apa Ibu membelikan Geum Sha banyak baju renang? Kyeowo.. “ Baju renang yang tampak pas ditubuh mungil Geum Sha membuat Yaegi bergidik gemas.

“Mamama .. muah muah muah.. “ Geum Sha menempelkan tangannya berkali – kali pada bibirnya.

Chup ~ “ Geum Sha saranghaeyo.. “

“Neyoo eommaa ..  hahahakkk .. “ Geum Chan  tiba – tiba tertawa cekikikan.

“Aigo saranghaeyo eomma.. “ Kris mencubit pipi Geum Chan.

“Aigo chuptta – chuptta (dingin) … kya ~ hahaha.. “ Yaegi lebih dulu berlarian masuk kedalam bersama Geum Sha, lalu disusul oleh Kris dan Geum Chan dibelakangnya.

***

Suasana kediaman keluarga Wu masih tampak tenang, sepi tanpa penghuni. Tidak ada batang hidung siapapun yang terlihat kecuali keluarga kecil yang kini tengah menikmati masa liburannya itu, Kris dan keluarga kecilnya. Sudah lebih dari  dua jam Yaegi, Kris dan ChanSha duduk diruang TV, mereka turut menyaksikan program TV kesayangan Twins Baby, pororo.

“Yaegi-ah.. “ Kris mencolek siku Yaegi yang duduk disisi Geum Sha.

“Hmm?” Yaegi mengalihkan perhatiannya dari layar kaca.

“Coba ganti dengan siaran yang lain, aihh  aku tidak mengerti Pororo, kenapa Cuma bernyanyi – nyanyi seperti itu? Itu pinguin nya juga aneh .. “ Kris memang sudah protes sejak tadi, tetapi  ChanSha yang sedang dalam masa pertumbuhannya kini perlahan sudah mengerti untuk menolak sesuatu yang mereka tidak sukai termasuk melawan sang Appa.

“Kau saja. Ini.. “ Yaegi memberikan remote TV pada Kris.

Seketika itu juga mata Geum Chan seperti mengikuti arah gerak remote TV yang berpindah ke tangan Kris.

Kris menyadari akan hal itu, ia juga ikut menatap putra nya itu sejenak, “Nonton yang lain saja nde?” FIP ~ tanpa menunggu persetujuan, Kris langsung mengganti channel TV.

DUG ~ “KYAAAAK .. HIIIK — CIYAAKK HIKKK MAMAAA ! CIYA AAA! HMMHHOOAA.. ” Geum Sha menghentakkan badannya hingga ia terpelanting ke belakang.

“KRIS !” Yaegi sempat menahan kepala  Geum Sha, “Ssst, anyia – anyia. Appa mana pororo nya, cha ~ pororo pororo.. “ Yaegi merampas kembali remote TV dari tangan Kris.

“Huum.. “ Geum Sha menghentikan isakannya, dalam hitungan detik ia kembali diam.

“Cih .. itu hanya air mata buaya.. “ Kris menoel pipi Geum Sha dengan satu telunjuknya.

“Aku sudah terlalu sering mendengar mereka menangis, jangan berbuat yang tidak – tidak. Kepala ku pusing Kris-ah.. “

“Kekeke. Mianhae.. “ Kris tersenyum evil.

“Kris-ah, Ibu dimana? Yang lain juga tidak ada.. “ Yaegi mengedarkan pandangannya keseluruh isi rumah.

“Ibu ternyata sudah pergi bersama teman – temannya.”

“Eodi?”

“Menurut mu jika bukan berbelanja lantas apa?” Kris balik bertanya.

“Bukankah Suster Park dan Bibi A Mei juga pergi berbelanja?”

“Anyo, bukan itu. Ibu berbelanja pada pusat perbelanjaan, itu aktifitas rutinnya.” Kris mengeluarkan ponselnya.

“Umm geurekuna. Lalu Lian-ssi dimana? Dia juga tidak kelihatan.” Yaegi melihat kamar atas.

“Yeogisseo  (disini).. “

“Eung?” Kris & Yaegi bersamaan menoleh pada arah tangga dimana sosok Lian sedang turun dengan menggendong seekor puppy.

“Lian-ssi selamat pagi.. “ Yaegi menyapanya lebih dulu.

“Kalian tidak sarapan? Suster Park dan Bibi A Mei diajak oleh Ibu, mereka seharian tidak akan pulang kerumah.” Lian akhirnya tiba dilantai dasar.

Kris yang mendengar itu berhenti berkutat dengan ponselnya, “Mworagu? Ibu mengajak mereka?”

“Eo. Waeyo? Bukankah kau bisa memasak adik ipar?” Lian menunjuk Yaegi. Dua kakak beradik itu sengaja berbicara dalam bahasa Korea agar lebih mudah dimengerti oleh Yaegi.

“Nde? Ja—jaegayo?” Yaegi terkejut, ia menunjuk dirinya sendiri.

“Um, Ibu bilang kau bisa memasak.” Lian menurunkan puppy dari gendongannya.

“Wang Lian, apa – apaan ini?” Kris menjauhi puppy yang ada didepannya itu.

Lian berjongkok sambil mengelus – ngelus kepala Fan Bobonya, “Aku ingin pergi sebentar. Tolong jaga Fan Bobo ku.. “

“Mwohae? Andwae, jika kau mau pergi kau juga harus membawanya. Andwae, puppy ini pasti akan menyusahkan.” Kris langsung menolaknya.

Lian memandangi ChanSha yang tengah membelakanginya, “Wu Chan, Wu Sha..”, saat itu juga ChanSha yang mengerti namanya dipanggil, menoleh..

“Cha ~ “ Lian melambaikan tangannya sambil menunjuk Fan Bobo pada ChanSha.

“Momo.. momo.. “ Geum Chan lebih dulu berbalik, ia merangkak cepat mendekati Lian dan Fan Bobo.

“Wu Sha.. Wu Sha.. Hey Wu Sha lihat ini.. “ Lian mendekati Geum Sha, ia mencolek Geum Sha yang masih terpaku menonton pororo.

Geum Sha akhirnya menoleh, pipi chubby dan mata bulatnya sesaat hanya berekspresi datar memandang Lian .. “ Lihat itu.. “ Lian menunjuk Fan Bobonya.

“Tittamool ~ hum..ciya.” Geum Sha mengedip – ngedipkan matanya, ia juga mengendus pelan menyatakan penolakan, “Humm ciya huum.. “

“Kyeowo.. “ Yaegi tersenyum geli melihat wajah Geum Sha yang kian lucu itu.

“Adik Ipar, dia barusan mengatakan apa?” Lian berpikir keras.

“Dia bilang kau itu menyebalkan, dia tidak suka.” Kris menekankan kata – katanya.

Lian beralih menoleh Kris, “Ahh geurekuna? Arasseo, aku titip Fan Bobo ku. Dia tidak akan menyusahkan. Aku pergi dulu.” Lian kini berdiri hendak melenggang pergi.

“Mwo? Kan sudah ku bilang tidak bisa, kau bawa atau tidak? Lian, bawa Fan Bobo mu ini pergi!” Kris mulai sesungutan, ia menarik pelan tali yang melingkar pada leher Fan Bobo.

“Aih Kris-ah, sudah tidak apa – apa. Kau ini tidak sopan sekali.” Yaegi berbisik padanya.

“Adik Ipar, aku pergi dulu. Nikmati bulan madu kalian. Annyeong ~ Wu Sha Wu Chan bye – bye.. “Lian tersenyum puas atas pembelaan yang dipihakkan kepadanya, ia merapikan blazer soft pink yang ia kenakan, menyisipkan sedikit rambutnya yang telah ia tata rapi dan berbalik pergi..

“Yak Wang Lian! WANG LIAN! “ Lian sama sekali tidak memperdulikan Kris yang masih meneriakkan namanya hingga ia benar – benar menghilang dibalik pintu.

“Auuuwhh jinjja! Bocah itu geezhh… “ Kris berdecak kesal.

“Kyaaa~ hahakk.. “

“Momo – MOMOOO.. “ Sementara ChanSha tampak menyukai Fan Bobo, mereka bergantian memeluk gemas puppy berbulu putih itu.

“Mereka menyukai Fan Bobo Kris-ah, Ppffftt ~ “ Yaegi menahan tawanya, “Apa yang kau tertawakan?” Wajah Kris kian tertekuk.

“Nde? Ah anyia, gyahaha.. Fan Bobo. Yaa ~ ige mwoya? Kenapa ada nama mu? Fan lalu Bobo itu apa? Gyaha— “ BLAM ~ sebuah bantal mendarat mulus diawajah Yaegi, “Neon jeokha (kau puas) ? “

“Eyyy~ wae geuraeyo, begitu saja marah.” BLAM ~ Yaegi mengembalikan bantal tersebut pada wajah Kris.

“Yaegi-ah, aku lapar. “ Kris memegangi perutnya.

“Eh? Tadi kan kau sudah makan sereal? Ini masih jam 10 pagi Tuan Wu.” Yaegi menunjuk arah jam dinding.

“Ahh shireo, aku lapar.” Kris mulai menyebalkan,  “Yasudah delivery saja.” Yaegi menyahut santai, ia mengganti channel TV dengan acara musik.

“Cho Yaegi!”

“Aish mwoanya~ kembalikan ! “ Yaegi merampas kembali remote TV dari tangan Kris.

“Cho Yaegi aku lapar~ “ BIP. Kris balik merampas remote TV lalu menekan tombol off.

“Kris-ah.. “ Yaegi menatap Kris miris.

Kris menyeringai sesaat, “Kekeke. Ayo buatkan sesuatu yang enak untuk makan siang. Aku akan membantu mu.”

“Nde? Ck ~ arasseo. Kau ingin makan apa?” Yaegi akhirnya beranjak bangun dari duduknya.

“Uhm apa saja. Bibi A Mei sudah menaruh semua belanjaannya didapur, kau bisa memilih bahannya disana.”

“Mwo?” Yaegi mencium sesuatu yang tidak beres dari penghuni rumah, terutama sosok yang  kini tengah berbaring santai dilantai beralaskan permadani, “Ahh anyi, maksud ku — biasanya kan didapur memang sudah ada bahan makanan, tinggal diolah saja. Matjo?” Kris tampak berpikir untuk menutupi kecurigaan Yaegi.

Yaegi yang sudah berdiri, sejenak melipat kedua tangannya, ia memicingkan mata melihat Kris, “Apa ini kau yang merencanakan?”

“NDE?” Kris sontak terbangun dari rebahannya.

Yaegi berdiri layaknya seorang investigator, “Ibu pergi ke pusat perbelanjaan juga membawa Suster Park dan Bibi A Mei, lalu Lian-ssi juga pergi. Eoh?”

“Keugeyo — keuge— “ Kris bingung  untuk menjelaskannya, “ Kau bilang Ibu pergi bersama teman – temannya, tapi kenapa Lian-ssi mengatakan Bibi A Mei dan Suster Park juga ikut pergi bersama Ibu? Kau mencurigakan.. “ Yaegi membuat Kris tak berkutik.

Kris meraih kembali ponselnya untuk berpura – pura sedang melihat sesuatu, “Wahh sebentar lagi SMTOWN  World Tour Nyonya Wu, kau lihat?” Kris mengangkat ponselnya agar Yaegi dapat melihatnya. “Aratjo, Beijing telah diputuskan untuk menjadi tempat pertama.”

“Nde? Ahh ye ye, Beijing kau benar.” Kris gagal untuk mengalihkan perhatian Yaegi.

“Yeah! Yaegi-ah, akhirnya manager hyung sudah mentransfernya. Lihatlah, deposit ku bertambah.. “ Kris membuka aplikasi E-Banking yang ada diponselnya.

Yaegi sama sekali tidak tertarik akan hal itu, ia masih menatap Kris penuh kecurigaan..

“Dwesseo, aku bisa  delivery. Tidak perlu memasak.” Kris berubah kesal.

Yaegi seketika berubah panik , “Ye? Ahh Kris-ah, keuge anyira.. aku akan memasak untuk mu. Eyyh kenapa cepat sekali marah, aku kan hanya bertanya.. “ Yaegi menahan Kris yang hendak bangun dari duduknya.

“Sudah, jika memang tidak mau tidak apa – apa. Aku mau memakai telfon rumah saja untuk delivery.”

“Ahh Kris-ah.. “ Yaegi menarik lengan Kris agar namja itu tidak langsung pergi.

“Ah shireo, memasak saja apa susahnya, aku kan bersedia membantu mu. Kenapa harus mencurigai ku seperti itu. Lepaskan.. “ Kris sepertinya sengaja mendramatisir suasana, tercermin jelas dari eksperesi wajahnya bahwa ia sedang mengecoh Yaegi.

Raut wajah Yaegi  semakin susah, “Anyia Kris-ah, aku mau, aku bersedia. Jeongmalyo, tadi itu aku hanya — “

“Kau tega sekali pada ku, padahal ini kesempatan langka kita untuk berlibur, besok aku sudah harus  kembali bekerja. Sudah, aku tidak mau. Aku delivery saja, Nyonya Wu lepaskan.. “

“Ahh Kris-ah, jebalyo.. tidak seperti itu maksud ku. Kajja ~ ikut aku ke dapur.. “ Yaegi menarik – narik tangan Kris, ia mirip seperti bocah berusia 5 tahun.

“Ssshh auwhh aku tidak mau.. shireo.. “ Kris masih mempertahankan aktingnya, ia sesekali tersenyum evil dibelakang Yaegi.

“Ayo… ahh Kris-ah, ayoo.. ayooo .. “ Yaegi terus merengek membujuknya.

“Arasseo, baiklah jika kau memang memaksa ku. “ Kris tersenyum penuh kemenangan, ia kini menemukan jurus jitu terampuh untuk mengeceoh Yaegi.

“ChanSha..  Eomma dan Appa disana, kalian main disini nde? Kris-ah, mereka tidak apa – apa jika ditinggal seperti ini?” Yaegi nyaris melupakan ChanSha yang masih asik meremas – remas Fan Bobo.

“Gwenchana, kita memakai dapur yang disini saja, jika dapur induk mereka tidak akan kelihatan.” Kris menunjuk dapur kedua dari rumahnya, dapur yang didesaign khusus untuk memasak tanpa menggunakan banyak peralatan dan macam makanan.

Gambar

“Eum kajja ~ tapi kau tahu yang mana pisau, microwave, bawang dan yang lainnya kan?” Yaegi menghitung dengan jarinya.

“Aish kau ini cerewet sekali, tentu saja aku tahu. Setiap malam Tao membangunkan ku untuk membuatnya ramyun.” Kris berbicara penuh percaya diri.

“Cih.. bukankah kau yang selalu menyuapnya dengan semangkuk ramyun jika dia memilih mu  ketika reality show sedang berlangsung?” Yaegi tidak mau kalah.

“Aigoo Nyonya Wu, kau sungguh telah menjadi Fans ku sekarang. Omo! Jangan – jangan BeiBei itu fandome yang kau bentuk eoh?”

PLAK !

“AKH ~ “ Kris meringis memegangi bahunya.

“Jadi ternyata benar selama ini kau selalu melakukan eye contact dengannya?” Yaegi mendadak merah padam.

“Ck ~ anyia, siapa yang berkata seperti itu? Bagi ku itu wajar, jika ada kamera yang akan memotret ku. Lagi pula bukan aku saja, Baekhyun juga seperti itu jika Polar light mengambil gambarnya, Tao dan Panda Noona, member yang lain juga seperti itu. Bukan aku saja.. “ Kris mencoba membela dirinya, ia masih memegangi bahunya.

“Lantas kenapa kalian bisa menghafal nama – nama fandome itu? Booo.. omong kosong.” Yaegi berkacak pinggang.

“Tentu saja tahu babo! Kau ini bagaimana, setiap hadiah yang masuk itu selalu dari mereka. KrisMe Darling, Krissing, Polaright, Tik Tak Tao, Panda Noona, Yours Truly, dan masih banyak lagi, mereka semua yang sering memberikan banyak hadiah.” Kris menyebutkan satu persatu semua nama fandome yang sudah ia hafal diluar kepalanya.

Yaegi menatapnya sedikit tajam, “Geureyo? Sepengetahuan ku, Bei Bei itu bukan sebuah fandome.. “

“Ya Tuhan Cho Yaegi kau ini ..  ahh sudah! Kenapa jadi membahas soal itu? Bei Bei atau siapapun dia memangnya ada masalah apa dengan mu? Aku hanya berusaha memberikan fan service yang baik. Itu saja. “

Yaegi menatap polos Kris yang mulai berapi – api, “ Aku hanya bertanya, kenapa marah – marah? Tidak mau dijawab juga tidak apa – apa.” Yaegi berbalik dan berjalan santai menuju dapur.

“Cho Yaegi, Nyonya Wu.. “ Kris berlari – lari kecil menyusulnya dari belakang, “Aih jangan menarik baju ku seperti itu Kris-ah.. “

“Yaegi-ah, aku ingin montreal-style smoked meat.. “

“Aku baru mendengarnya.. “

“Aku tahu cara membuatnya.. “

“Uhm arasseo.. “

“Poutine juga.. “

“Eh? Itu fast food.. “

“Jika dimasak sendiri kan lebih sehat, cha ~ ini pakailah… “ Kris membuka sebuah laci dan mengambil dua buah apron.

“Aku yang merah muda.. Yaegi begitu antusias ketika melihat apron yang berwarna merah muda favoritnya, ia langsung memasangkan pada tubuhnya.

“Sini aku bantu.. “ Kris membalikkan tubuh Yaegi agar ia lebih mudah untuk mengaitkan kedua sisi tali apron Yaegi , “Cha ~ sudah selesai, sekarang aku. .” Kris memberikan apron berwarna dongker kepada Yaegi agar dipakaikan untuknya.

“Kris-ah, kau yakin bisa memasaknya? Aku tidak mau keracunan.. “ Yaegi berbicara sambil mengikat apron pada pinggang Kris.

“Aish kau ini tidak percaya sekali pada ku, aku selalu memasak itu bersama Ibu jika aku pulang ke kanada. Itu disana, semua bahannya ada disana.. “ Kris menunjuk lemari es.

Yaegi berjalan menuju lemari es, ia mulai mengeluarkan satu persatu bahan yang akan diperlukan, “Yang ini dipakai tidak?”

“Eo, yang itu juga. Kemarikan.. “ Kris membantu Yaegi untuk membawakan beberapa bahan baku yang ia perlukan untuk memasak hidangan ala kanada itu.

“Aigoo banyak juga bahannya, kenapa tidak memakai dapur induk saja Kris-ah? Jika Ibu tahu pasti akan dimarahi, dapur ini kan hanya untuk membuat cake atau memanaskan makanan.” Yaegi menaruh semua bahan diatas meja dapur, ia melihat berbagai macam bumbu dapur disana.

“Jika didapur induk lalu ChanSha bagaimana? Sudahlah, ayo kita mulai.. “ Kris membuka semua laci dapur yang ada, ia tampak mencari sesuatu.

“Ini.. “

“EOH !! “ Kris terhentak hebat ketika Yaegi menyodorkan sebilah pisau tajam ke arah nya.

“Kau kenapa? Ini pisau.. ini namanya pisau.” Yaegi tersenyum evil, ia sangat ingin tertawa saat itu.

“Kau ini berbahaya sekali, jika tadi aku tertusuk bagaimana?!” Kris mengusap – ngusap dadanya pelan, raut wajahnya saat ini nyaris persis sama seperti boneka angry bird.

“Gyahaha.  Aigoo suami ku ini berlebihan sekali, jika kau tertusuk tentu saja aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Kyaa ~ michikanda (aku bisa gila).. “ Yaegi memperagakan dengan ekspresinya yang berlebihan.

“Akting mu buruk. Cih.. “

“Eyyh ~ banyak yang menawari ku untuk menjadi ulzzang.. “

“Cih omong kosong.. “ Kris mencibirnya habis – habisan, “Aisshh ~ kau tidak percaya? Geure, lihat saja nanti.”

“Kekeke, arasseo. Nan midweo (aku percaya), istri ku ini cantik.. “ Kris menyenggol tubuh Yaegi dengan sengaja.

“Aah Kris-ah.. “ Yaegi balik menyenggol Kris, “Gyahaha..kita mengiris bawang  bombay nya dulu.” Kris memberikan sebuah bawang  bombay pada Yaegi. Sementara itu, ia sudah lebih dulu mengupasnya, “Aihh bukan seperti itu cara mengirisnya Tuan Wu.. kau mau memakan bawangnya saja atau bagaimana? Ckckck skill memasak mu payah. Kemarikan biar aku saja. Kau kupas kentang dan wortel nya saja.” Yaegi menggeser posisi Kris dari hadapan bawang bombay.

“Arasseo.”

ChanSha masih lalai oleh puppy bernama Fan Bobo, sementara sang Appa dan sang Eomma saat ini terhanyut dengan aktifitas mereka didapur..

Sejauh ini semua proses memasak berjalan lancar, hingga kentang goreng sudah ditiriskan dari penggorengan..

“Wu Geum Sha, Wu Geum Chan.. “ Yaegi sesekali sengaja memanggil nama mereka agar dapat memastikan keberadaan dua malaikat kecil itu.

“EOMMAAA.. “ entah suara siapa yang menyahut, tetapi dengan begitu perasaan Yaegi kembali  tenang..

Dalam waktu yang bersamaan..

Kris merasakan sesuatu yang menyentuh kakinya, “Eunng?”

“Papa.. papa.. Apapapa papa.. “

“Ya Tuhan Wu Geum Sha kenapa kau kemari nak?” Kris cepat – cepat mencuci tangannya pada westafel dan tak lupa untuk mengeringkannya lebih dulu, “Geum Sha kenapa disini eum?” Kris mengangkat putri kecilnya itu kedalam gendongannya.

“Igeoooo..  igeoo.. “ Geum Sha menunjuk – nunjuk kentang goreng yang masih panas.

“Andwaeyo, Geum Sha tidak bisa makan itu. Ah Kris-ah, ini waktunya mereka makan sereal buah, eotteokhae? Di kulkas ada apel tidak?” Yaegi baru mengingatnya.

“Sereal buah itu bagaimana? Tidak ada, sepertinya hanya tertinggal beberapa buah strawberry.” Kris berjalan menuju lemari es untuk memastikan, “Yaegi-ah, hanya strawberry.. “ Kris mengeluarkan sekotak strawberry.

Yaegi tampak berpikir sejenak, “Uhm.. gwenchana, itu juga bisa. Aku akan mencampurnya dengan biskuit mereka dan susu. Kris-ah, bisakah kau mengambilkan biskuit mereka dikamar?” Yaegi mengambil Geum Sha dari gendongan Kris.

“Aish, kenapa jadi seperti ini.” Kris membatin.

“Kris-ah.. “ Yaegi membuyarkan lamunannya, “Arasseo, aku akan mengambilnya.” Kris berbalik pergi.

Selang beberapa saat ia kembali bersama Geum Chan digendongannya, “Yaegi-ah, igeoyo?” Kris memperlihatkan sekotak biskuit.

“Eo. Bisakah kau menolong ku untuk melunakkannya dengan air panas? Aku harus mencuci buahnya dulu.”

“Eo.” Kris mendudukkan Geum Chan di atas meja dapur,  ia membelakangi Yaegi lalu mengeluarkan ponselnya..

“ To : Wo De Mama

Ibu kenapa Suster Park juga dibawa? Aku jadi kerepotan. Ibu tolong katakan pada Suster Park untuk lebih dulu pulang.”

Tak lama kemudian..

FLIP ~

“From : Wo De Mama

No no no. Kesepakatan tetap kesepakatan, nikmati liburan bersama keluarga kecil mu sayang. Ahh iya, tadi Ibu mengambil sedikit dari kartu kredit mu. Love you son.. “

“GEZH ! “ Kris reflek bersuara.

“Kris-ah?”

“Eh? Ah ye, nde Yaegi-ah waeyo?” Kris berbalik seraya tersenyum, “Waeyo? Geum Chan kenapa?” Yaegi berpikir bahwa Kris mendengus pada Geum Chan.

“Ah anyia, eobtta. Hahaha.. “ Kris tertawa bodoh, ia tidak ingin Yaegi mengetahui semua rencana yang sudah ia atur sedemikian rupa sejak tadi malam setelah acara BBQ yang menyayat hati itu berakhir.

“Mencurigakan.. “ Yaegi berbisik jelas dalam hatinya, ia memperhatikan gerak – gerak Kris yang sangat amat menyimpan sebuah tanya yang besar.

Tanpa terasa sudah lebih dari dua jam sepasang suami istri itu masih berkutat pada aktifitas dapur mereka, setelah mengurus ChanSha lalu membawa mereka tidur, Yaegi & Kris kembali ke dapur untuk melanjutkan masakan yang demikian rumit dan banyak memakan waktu tersebut .. ‘montreal-style smoked meat’.

Kris melihat  jam dinding dari arah dapur tempat ia berada saat ini, “Sudah pukul 3 sore Yaegi-ah, apa saja yang kita lakukan hingga saat ini? Aigoo.. “ Kris mengiris – ngiris halus daun bawang yang akan dicampur oleh salad pendamping hidangan mereka.

“Sudah ku katakan berulang kali, ini rumit Tuan Wu. Kenapa tidak memasak Beef steak biasa saja? Sudah tahu dua anak mu itu suka membuat onar.. “ mata Yaegi tidak berlalih kemanapun, ia konsentrasi ketika sedang mengiris tipis daging sapi wagyu yang ada dihadapannya saat ini.

“Kekeke. Sama seperti ku anyitji?”

“Eo, kau master si pembuat onar. Aih jangan menyenggol  ku terus menerus, daging wagyu ini jika urat – uratnya terputus tidak akan terasa di lidah.. “ Yaegi merasa kesusahan setiap kali Kris datang mengganggunya.

“Rambut mu sudah terlihat panjang Yaegi-ah, aku menyukai rambut mu seperti kemarin..”

“Eum, nanti aku akan pergi  ke salon bersama Nana ketika aku sudah tiba di Korea. Sudah selesai mengiris daun bawangnya? Jika sudah, kau masukkan semua sayurannya dan campur jadi satu. Ah nde, paprikanya di bakar sedikit agar aromanya tercium.” Yaegi menyuruhnya ini itu hingga membuat namja beralis tebal itu bingung untuk  melakukan langkah yang mana terlebih dahulu.

“Auuwhh ini semua karena D.o! Memasak bersama itu romantis? romantis apanya. Awas saja bocah itu ! “ Kris lagi – lagi menggerutu didalam hatinya.

“Tuan Wu kenapa diam saja? Palli, cepat sedikit. Aku juga mau memanggang dagingnya.” Yaegi menunjuk alat pemanggangan.

“Kenapa tidak memakai microwave saja? Cepat dan langsung beres.” Kris menunjuk microwave.

“Kau ini bagaimana? Jika memasak itu harus sepenuh hati. Jika tidak mau, kau duduk saja.”

Kris dengan cepat menahan tangan Yaegi yang hendak mengambil alih paprikanya, “Anyia anyia.. halkkaeyo, halsuisseo (aku akan melakukannya, aku bisa melakukannya). Ara – ara.”

Mereka kembali disibukkan dengan aktifitas masing – masing, masih dalam hal yang sama yaitu mengiris serta memotong semua bahan yang ada.

Tap ~ tap .. bunyi pisau yang disematkan ditengah – tengah paprika hijau yang sedang dipotong oleh Kris, “Cho Yaegi.. “

“Eum.. “ Yaegi mulai mengolesi butter pada setia sisi daging yang akan ia panggang.

“Naneun namja-gga.. geutjo?” Kris mengangkat sebelah alisnya.

“Eung?” Yaegi mengernyit sesaat, ia belum menangkap apa maksud perkataan Kris.

Kris tidak menghentikkan kegiatannya sekalipun ia sedang berbicara saat ini,” Kkeuteun (waktu itu) — pada waktu pertama kali kau datang ke Dorm kami, ketika pertama kali aku mendatangi mu ke dapur, kau mengingatnya?”

“Eo.” Yaegi mengangguk.

“Aku sengaja masuk ke dapur setelah Lay dan D.o keluar meninggalkan mu didapur sendirian kekeke.. “ Kris menggantung ceritanya dikarenakan kekehan konyolnya -_-

“Aku tahu apa misi mu, kau hanya ingin membuat ku marah. Geuretji?” Yaegi mengayun –ngayunkan sendok yang ia pegang.

“Aku hanya ingin melihat mu lebih dekat, aku ingin memastikan wajahmu plastik atau memang sungguhan.” Kris menyentuh pipi Yaegi dengan satu telunjuknya.

“Aku sudah ditinggal oleh Appa dan Eomma sejak umur ku 5 tahun, darimana Ahjumma, Samchon dan Oppa mendapatkan uang untuk melakukan bedah plastik ku Kris-ah? Biaya pengobatan ku saja sudah sangat menyiksa.. “

Perkataan Yaegi membuat Kris sempat terenyuh hatinya, “Eum, aku lebih menyukai orang yang mensyukuri apa yang telah dianugerahkan oleh tuhan, dan aku mendapatkan mu.. “ Kris mencoba menghibur istrinya itu.

“Gomawoyo. Bagi ku bedah plastik itu tidak ada salahnya jika memang diperlukan, kalian ada yang melakukannya?” Yaegi balik bertanya.

Kris menggeleng cepat, “Eobdago. Hingga saat ini aku dan anak – anak lainnya hanya memakai serum pencerah. Dulu ketika sebelum didebutkan kami semua memakai kawat gigi untuk mempercepat perubahan bentuk rahang. Tao, Tao sangat rajin mengganti kawat giginya, kau lihat kan? Rahangnya yang terlihat sangat bagus.. “

“Jinjjayo? Jinjjayo ebseotjo?” Yaegi terpana tidak percaya.

“Eo. Waktu itu Lay nyaris melakukannya, tapi dia berubah pikiran dan menolak tawaran itu. Dia secara terang – terangan mengatakan pada Lee Soo Man-nim, ‘jika aku merubah bentuk hidung ku, itu sama saja aku menghianati ayah dan ibu ku yang telah membawa ku kedunia ini hingga aku bertemu dengan mu Tuan’. GYAHAHA.. aku sama sekali tidak bisa menahan tawa ku Yaegi-ah jika mengingat akan hal itu. Gyahaha.. “ tawa Kris memecah seisi ruangan.

“Haha, ada – ada saja. Dia memang polos sekali.. “ Yaegi ikut tertawa pelan.

“Waeyo? Apakah aku perlu melakukan bedah plastik agar terlihat lebih tampan?” Kris berpose bebas.

Yaegi melihatnya sekilas, “Kau mau membedah apa lagi Tuan Wu? Jika kau mengalami kecelakaan itu tidak masalah —“

“Yak kau menyumpahiku ! “

“Eoh anyia,keuge anya Kris-ah. Aku hanya berkata seandainya.” Yaegi meralat kembali kata – katanya.

“Kau tega sekali berbicara seperti itu.”  Kris mengerucutkan bibirnya.

“Mianhae.. aku sama sekali tidak pernah berpikir akan hal itu.”

“Eo, gwenchana. Ah Yaegi-ah, aku namja kan? Kau belum menjawabnya.. “

“Eh? Tentu saja kau namja, menjawab apa?” Yaegi kembali merujuk bingung.

“Aku pernah berjanji pada mu untuk membawa mu dan ChanSha berlibur bersama setelah goodbye stage ku meskipun itu hanya dirumah.. anyitji?” mata Kris berbinar – binar ketika ia mengatakan hal itu.

“Eum, Neo namjaeyo.. “ Yaegi tersenyum hangat padanya.

“Joaheyo?”

“Tentu. Tentu saja aku menyukainya. Kris-ah gomapta.. “

“Arasseo.. cha ~ wooahh tidak terasa sudah hampir selesai. Nyonya Wu aku ambilkan piring dulu.. “ Kris berjalan menuju rak piring untuk mengambil piring saji.

Mata Yaegi mengikuti arah kemana namja itu berjalan, “Dia aneh sekali. Eoh, apa dia tidak ingat jika tadi malam dia mau mengajak ku ke suatu tempat? Ahh ku tanyakan saja, aih tapi … “

“Sayang, ini piringnya.. “

Hati dan telinga Yaegi selalu akan memanas dan memerah setiap kali mendengar panggilan itu dari bibir Kris, “Eo. Taruh disitu saja. Saladnya kau campur dengan  minyak zaitun kan?” Yaegi mencicipi sedikit saus yang sedang ia masak saat ini.

“Eo, minyak zaitun yang ini. “ Kris mengangkat sebotol minyak zaitun dari sisinya.

“Kris-ah.. “ Yaegi sepertinya ingin menanyakan akan suatu hal.

“Nde? “ intonasi suara Kris tedengar begitu lembut.

“Tadi malam — tadi malam kau — kau mengatakan — ah maksud ku, kita tidak jadi pergi? “

“Pergi kemana?” JEBLEB ~ respon Kris membuat Yaegi mencelos seketika.

“Ah anyia, lupakan.” Yaegi menggeleng cepat.

Kris ternyata mengetahui apa yang dimaksud oleh gadisnya itu, “Tentu saja aku mengingatnya. Kau ingin pergi kemana?”

“Pantai Jericho.” Yaegi menjawab spontan.

“Lalu?”

“Terserah kau saja.  Kris-ah, apa aku terlalu menuntut mu? Jika tidak jadi pergi juga tidak apa – apa, aku sama sekali tidak memaksa mu.” Wajah Yaegi tampak memelas.

“Setelah ini kita makan. Lalu berbenahlah, kita akan pergi pukul 7 — ah anyi pukul 8, nde pukul 8.” Seketika bayang – bayang memberdeul berkelebat pada pikiran Kris..

FLASH ~

“Hyung, pukul 8.  Pukul  7 itu disini masih pukul 4 pagi. Auwhhh sangat menyiksa.. “

“Jika kau tetap menelfon kami pukul 4 pagi, mianhae hyung.. bukan tidak ingin berkorban untuk mu, tapi waktu istirahat itu lebih dari sosok seorang kekasih.. “ FLASH ~

“Kris-ah.. Kris-ah.. ?”

“Ah ye?” Lagi – lagi Yaegi membuyarkan lamunan Kris.

“Kau kenapa? Kau sakit?” Yaegi meraba dahi Kris.

“Anyu. Ah eotteo? Kkeunesseoseo (sudah selesai) ?” Kris mengalihkan pembicaraan pada hidangan montrealnya.

“Eoh sudah, ini. Kita mau makan dimana?” Yaegi membawa dua piring hidangan yang berbeda.

“Disini saja. Eoh yang disana untuk siapa?” Kris menunjuk daging yang tersisa pada panggangan.

“Untuk yang lainnya. Itu belum aku panggang sepenuhnya, nanti ketika Ibu dan yang lainnya pulang, dagingnya akan tetap terasa juicy.. Cha ~ selamat makan. Aku ambilkan minum dulu.. “

“Selamat makan ~ Waaahh mashketta Nyonya Wu.. “

“Enak tidak?”

“Hmm.. mashtta… coba ini.. Aaaa .. “ Kris menyuapkan sepotong daging wagyu kedalam mulut Yaegi.

“Wooahh kau benar, enak sekali.. “

Siang yang terasa kian berbeda bagi Kris & Yaegi, menikmati santap siang dengan senyum dan tawa yang sesekali mengiringi suapan demi suapan yang tengah mereka santap..

***

Vancuver _ Pukul 09 P.M

Yaegi sudah berkali – kali melihat jam tangan  berwarna coklat muda yang bertengger manis pada pergelangan tangannya, “Ck ~ kenapa dia lama sekali? Aish ! “ Yaegi sudah lebih dari 10  kali bangun dari berdiri serta berjalan kesana – kemari demi menunggu Kris yang masih berbenah diri didalam sana.

“Adik Ipar, kau bisa duduk sebentar? TV nya tidak kelihatan.. “ suara Lian bercampur suara renyah dari keripik kentang yang ia nikmati bercampur jadi satu menginterupsi Yaegi yang saat ini sedang berdiri.

“Eoh ye, mianhaesseo Lian-ssi.” Yaegi memilih untuk duduk dilantai beralaskan permadani bersama sang mertua.

“Kalian mau pergi kemana? Tunggu sebentar lagi, Yi Fan tidak akan lama.” Ibu Kris yang sedang mengupas buah jeruk kembali menenangkannya.

“Iya Ibu. Aku juga tidak tahu. Tapi ini nyaris larut malam.. “ Yaegi lagi – lagi melihat jam tangannya.

“Kenapa tidak menyusul saja ke kamar? “ Ibu Kris juga terlihat sangat mencurigakan, ia sekilas melirik Lian yang sangat menguasai aktingnya.

“Aku sudah menunggunya sejak 2 jam yang lalu, tapi dia lama sekali berdiam diri dikamar mandi Ibu.. “ Yaegi mendengus kesal.

“Hahaha. Bersabarlah sayang, Yi Fan memang seperti itu.”

“Hmm, Iya Ibu. “

Sementara itu dikamar..

“Ah hyung! Kenapa lamban sekali? Auuwhh jinjja ~ jika tahu seperti ini kami tidak akan bangun lebih awal!” Seseorang dari layar Ipad Kris berteriak.

“Aish kenapa kau cerewet sekali Chen Chen. Sebentar, aku sedang memilih baju yang sesuai.” Kris berbicara dengan sebelas makhluk EXO planet sambil membelakangi mereka, ia masih sibuk memilih baju – baju didalam lemarinya.

“Aigooo kau Kris, sudah pakai saja apa yang ada.”

“Duizang palli ~ palli ..  HOOAMMHH ~ “

“Hooammhh ~ aku tidur saja lagi, nanti bangunkan aku jika sudah selesai— “

“Yak yak Kai mau pergi kemana eoh! Andwae – andwae !”

“Aakkk Baek Hyung kenapa menarik celana ku ! “

“Omo! Yaegi-ssi ada disitu tidak? Gyahaha apa dia melihat pakaian dalam Kai? Gyahaha..” Tawa D.o bergema.

“Aih kau ini babo sekali, tentu saja tidak ada. Kau tidak lihat Kris hyung hanya memakai boxernya saja.” Chanyeol berkomentar.

“Lalu apa maksud perkataan mu yeol?” Baekhyun bertanya menyelidik.

“Aiggooo PARK CHANYEOL, kau sudah dewasa.. gyahahaha.. “

“YAK YAK ! AAHH KRIS HYUNG ! “ Chanyeol berteriak frustasi meminta pembelaan Kris.

“Omonaa.. kamar mu besar sekali ge. “ Tao tiba – tiba berdiri paling depan.

“Kamar pengantin baru kekekek.” Luhan menyambangi.

“Sehunni ! “

“Aish kenapa membentak ku ! Suho hyung, Lay hyung memarahi ku.. “

“Aih sudah – sudah.. “ Suho kembali bersandar di bantalnya.

Meskipun itu hanya melalui sebuah video call, akan tetapi sosok kesebelas namja tampan itu terasa amat nyata, mereka seolah ikut berlibur bersama Kris dan kini tengah memenuhi ruang kamar Kris -_-

“Cha ~ bagaimana dengan yang ini?” Kris memakai setelan  kemeja berwarna merah muda.

“Auuwhh pinky boy. Eo sudah tampan. “ Memberdeul langsung mengiyakan agar mereka dapat segera menyelesaikan tugas mereka.

“Geure, sekarang —- “

TOK — TOK — DEG !

“OMO HYUNG !” Kris maupun memberdeul dibalik layar kaca Ipad kini membeku setelah mendengar ketukan pintu.

TOK – TOK —

“Eoh hyung eotteokhae? Itu Yaegi-ssi.. ”

“. . . . . . “ Kris tidak bisa lagi berkata – kata ..

Hingga CEKLEK ~

DEG ! Mata Kris membulat sempurna, jantungnya memompa lebih cepat saat ini.

“Kau gagal Kris hyung.. “

TBC

FACTS >>>

–      Di kehidupan nyata, Kris dipanggil dengan nama JiaHeng oleh sang Ibu, meskipun nama dan marganya yang telah diganti karena sesuatu dan lain hal yang terjadi antara kedua orangtuanya.

–      Kris pernah memposting pada akun RenRen/Weibo ketika ia belum didebutkan “Cukup aku bersama Ibu”

–      Polaright, Panda Noona, Yours Truly, Krissing, KrisMe darling adalah Fansite/fandome yang sering menghadiahkan member EXO sesuatu yang mahal. E.g : IPHONE 5, dll.

–      Salah satu member dari Fandome POLAR LIGHT sangat sering mendapatkan eye contact dari Byun Baekhyun.

–      Kris DULU nya juga sering melakukan eye contact pada Bei bei. Tapi author gatau Bei Bei itu Fansite atau fandome ataupun personal, tapi menurut sumber Bei Bei itu adalah personal nickname seseorang, Ini foto yeoja yang sering melakukan eye contact dengan Kris (BEI BEI)

Gambar

–      Lay menolak langsung tawaran bedah plastik  yang ditujukan padanya ketika menjelang debutnya.

–      Kris pernah mengatakan ‘Aku akan membuat kan mu ramyun malam nanti” dalam sebuah reality show ketika Tao melakukan kebaikan untuknya.

–      montreal-style smoked meat & Poutine itu makanan khas Kanada

–      Hingga saat ini masih dikonfirmasi, Kris tidak melakukan oplas pada wajahnya, selama menjadi Trainee SM ia hanya menggenakan kawat gigi untuk membentuk rahangnya.

SELEBIHNYA FIKSI ~ jangan sampai keliru kekekeke ~

Nantikan chapter  akhir dari series ini. Hwaiting ! ^_^

Semua komentar yang sedang menunggu moderasi, bakal aku balas satu – satu. Saranghaeyooo ~

126 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 4

  1. kekekekekekeke *ngakak guling2
    mereka berdua beneran kaya bocah itu,, di suruh bersih2,, kalo ga mau di jewer si emak gyahahahahah
    mas2..sekalian itu cucian piring punyaq di cuciin yakk,,halamannya juga di sapu kekekeke
    itu berti saran si do? ajaran sesat dari do,, bikin rempong mah kkekekek,,,,
    fan bobo nya kasihan,,d bully guca sama gusa,,, kalo fanbo nya jadi kriting gmna tuh? lian ntar nangis jejeritan di pojokan sambil guling2…
    ternyata si emak juga doyan blnja,,persisi kaya anaknya kekekek,,,
    uhmmm,,,, apa lgi yak?
    q jadi kangen sama baekhyuuuuuuuuuuunnnnnnnn #ga nyambung,, abaikan kekekek

  2. Yaaa eon mau abis aja ni series yaa padahal kurang liburannya xD

    Wu family momentnya kurang masa xD ini keluarga impian banget dahh emang…
    Di next exo series nya bikin Lay ama woo yeon dulu eon plisssss ini udah ngebet..bet..bet..bet pakek banget ama ni kapel😀 eonni jjang ^^

  3. Enak banget tuh yeoja bisa eye contact dengan Kris!
    Lay kan udah bener” ganteng nah ngapain juga Oplas
    Moga aja Member exo Wajahx Asli!

    haeyo..,>.<

    Tapi Kan Tuh fakta!

    LiFan moment😀
    Jiah…Wang Lian Aku Padamu Ge
    hahaha

    Nah bener" Wu family Moment!
    So sweetx Ga berdampak diabetes Lho!

    Gilaaa…Segitux Ngasih Hadiah Yang Mahal"!

    Lanjutt ne eon!
    Jiayou ^_^

    ah iya ,Mo Tanya
    eon Ga pernah Post lagi Ff di Exo Fanfiction Indonesia?

  4. Yaegi eonni , FF nya dari hari ke hari makin bagus saja kekekkek , eonni , minta foto chansa dong , kangen😀 di chap selanjutnya di selipin ya😀 고마워요

  5. beibei itu beruntung ya bisa eyecontact sm kris hikkkkss ㅠㅠㅠㅠ
    itu kris mencurigakan deh, mau rencanain apa dia ya? hahaha yaegi nyusul ya itu ke kamar xD

  6. gak tau mau bilang apa yang aku tau cuma ini cerita sangat sangat daebak!^^
    mana memberdeul muncul lagi, kyaaaa seneng nyaa.
    next chap nya ditunggu thor,^^ jjang! hwaiting!

  7. wah seneng banyak informasi fakta makasih
    ternyata ada juga fanbase kayak gitu beru tahu
    fanbase esklusif keren
    akhirnya dua bersaudara mulai akur
    kangen moment yaegi sama adik2 dan kakak iparnya semua di exo
    buat moment chansa sama paman pamanya donk
    ada visualisasi rumah dan foto prewed keren jd lebih gampang ngebayangin
    KERENnnnnnnn😀

  8. aaa terharu bgt pas wang lian jelasin semuanya :3 eh thor kris lg ngerencanain apasih suer ga ngerti hehe -_- oh ya itu beibei siapa ga? !!!! aku kurang ngerti fandom – fandoman *nyengir*

  9. Aishhhhh eommmmmmaaaa knapa harus ada tbc sih,,, ihhhhhhh sebel ih sama tbc,, (˘̀^˘́҂)

    Eiyyhhhhh lupa
    Eommmaaa annyeonggggggggg mwahhhhhhhh (っ˘з(˘⌣˘c)
    Huwaaaa layge,, daebak !!! Kekekekkeke
    Eommaaa aku bingung ♍ãů komen apa,, kekekke yg pasti ini tuh keren seru menarik daebak luar biasa good job I like it hmmmmmm apa lagi Ɣå媪 ???? Bntar Ɣå媪 eomma aku mikir dulu (•͡˘˛˘ •͡) AMAZING dehhhhh intinya kekekekkekeke,,,
    Tpi eomma aku masih bingung sama wu lian (⌣̩̩́_⌣̩̩̀) ,,, bingung knapa ??? Ɣå媪 pkoknya bingung (◦’ںˉ◦) ,,, wu lian itu ???? Ahhhh akuu bingung kekekkekekekek hihihiihihi
    Eommmmaaaaa moment yaekrisnya bnyakin scene romantisnya dong,,, eeeeeeeaaaaaaa みaみaみa
    Tpi kyanya di chap end bnyak moment romantisnya eeeeeeaaaa #MengarangBebas ˆ⌣ˆ
    Eommaaa kumen ku panjang bgt Ɣå媪 ??? Atuhh ♍ãů gimana Ɣå媪 emang ini yang pengen aku ungkapkan,, hihiihihih
    Eitssss ada yg lupa, hehehhe
    Kyanya chap ini pnjang bgt Ɣå媪 eommaa, kekekkekeke tapi gk papa malah seru,, klo perlu pnjangin lagi eomaaa,, ehehehhehehehehehehe
    Mian eomma aku baru sempet baca (⌣̩̩́_⌣̩̩̀)
    Eooommmmaaa saranghaaaaeeeeeee (っ˘з(˘⌣˘c) fighting fighting fighting fighting (҂’̀O’́)9 (っ˘з(˘⌣˘c)

  10. Hahahaha xD aigoo~ Kris aneh aneh aja, kkk~ xD
    Itu, itu.. rencananya Kris beneran gagal kah?? :-O
    Hahaha xD #pukpuk Kris

    Eonnie, sekarang ada gambarnya😀
    Jadi lebih nyata bayangin ceritanya😀
    Aku suka🙂

    Ok eon, aku tunggu chap akhirnya😀
    FIGHTING!!

  11. Eonni kyaaaa~~^^
    Setelah sekian lama*apaseh-,-*
    Kris ge mencoba romantis hihi tapi kenapa D.O oppa pengen dimarain? Aihh gege ini-___- jangan gitu ge!
    Memberdeul tambah kocak aja lama ga muncul. ChanSha juga tambah bawel aja hihi.
    Next chapter itu udah endingnya yah, eon? Ga kerasa mereka udah seminggu di Kanada.
    Lanjut terus, eonni! Hwaiting! We are one!!!

  12. HUAAAAAAAA
    so sweeeeeet :3

    hmm Cho Agashi,
    kok Lian baik banget yaaaaa :’)

    HAHAHA
    kasiahn Kris, niat mau romantis-romantisan sama istri malah jadi begitu..
    Sabar yaaa Kris.. *kekekkee

    DOHH,
    itu 11member BAEK BANGET ampe bela-belain teleponan di subuh hari cuma buat nyocokin baju Kris doang?
    JEBAAAAAL, BIG TUMB buat para 11member *cipoksatu-satu

    OKESIPPP
    ini makin lama makin geregeeeeeet beuuud
    NEXT STORY ASAP Cho Agashi..

  13. Fan Bobo~ nama puppy nya lucu😄
    tapi aku terharu sama Lian, Kris baik dikit dong sama Lian~ :’D
    eheeyyy yang lagi bulan madu, Kris semangat amat eon😀

    Ya ampun eonnie itu kamar apa kamar luas amat -_-
    Aduh aduh~ aku jadi pingin ketemu sama ChanSha deh eon, mereka bikin aku gemes terus😀
    ntar lama” aku sama Baekhyun bisa culik itu anak berdua, kekekeke~

    Ah eonnie, itu yang suka ngambil fotonya Baek di polarlight suka pas deh pose nya baekyun -_-
    Kayanya mereka emang bener sering eyecontact deh eon, ah eonnie mah bikin aku galau -,-

    gak perlu aku tulis pasti eonnie tau kan kalimat terakhir yang suka aku tulis ?😀
    eonnie annyeong~ ;D

  14. Heh!! Kris selalu eye contact sma bei bei? Yg buat bei bei itu yeoja? Knpa kris slalu bsa nemuin bei bei itu,jgan jgan… Ah ANDWAE ANDWAE. Tarik nafas hembuskn fuihhh. Semoga ndak benar. Next chapter sunbae ^^

  15. Lanjut Eonnie,,ceritanya bener2 jjang, dri awal ampek skarang hnya ad satu kata ‘JJANG’…cba bsa di filmkan pasti rettingnya tinggi deh…

  16. mau apa coba itu ??
    dasar .. laki aja dandan sebegitu lama ..
    eh ya ampun lian .. lama2 aku naksir dah .. cowok china itu bener2 menggoda ya .. dari han gege, xiaoLu terus lian >..<
    eh .. kyubin gtu aja .. jauh2 ke kanada gg ktm gtu ??😦
    kyubin jadiin anak aku maluhan aja dah ..

  17. Hohohoho ini chapter yg bikin ngakak sumpah._.
    Jadi kris 2jam skype an sm member exo yg jauh disana selama 2jamm?!?! Berapa kuota yg diabisinnya yaampunnn-_- its so rempong-_-/?
    Ngakak ya pas lay bilang ke lee soo man ajusshi pas dia gamau operasi omg kiuttttkiutttt:3

  18. DAEBAK
    JJANG
    AMAZING
    VERY GOOD
    COOL

    END~ UDAH-___-

    iya udah gitu aja unn, aku angkat tangan ngomentari ff unni. LENGKAP BGT, BAHASANYA MUDAH DIPAHAMI, KLIMAKS MASALAH DARI CERITANYA bener bener. AKKHH ><
    *ku bersimpuh..

  19. kyaaaaaa mau next chapternya… ahh thor daebak ceritanya… apalagi dikshtau fakta2 juga… aduuhh cwe yg beruntung bis dapet eye contact dari baekhyun siapa yaaaaa….. huhu pasti dia bahagia bangeettt…. ahhh baekhyuunnnn…. heheh mian jadi curhat…😛

  20. hahahaha…. g tau mau komen apa?
    tp jjang bngt dach…
    # hebat sekarang ada gambarnya…
    ahhhhh.. mantafffff….
    apa lg ada beberapa fact dari exo keren bngt
    1000 jempol y…

  21. FF yang ini kocak ya -_-” pas member EXO Video Call sama Kris apa lagi =)) gak di Dorm gak di video call hebohnya kayak di pasar… ‘-‘

  22. Haduh ini nona Yaegi sama abang Kris bikin iri bener >,<.
    tapi eonni ak rada bingung ama chapter ini kayak'nya, fufuufu –,–.
    tapi pas rada chapter terakhir dari ini lumayan ngerti maksdunya, aduh akunya yang bingung berrarti kekeke😀
    Lanjut eonni biar gak bingung ..

  23. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – FANTASTIC CANADA CHAPTER 5 END | EXO & Prince WuFan

  24. “pampers itu yg bagaimana?” hahaaa Kris, udh berapa lama punya Chansha masih blom tau apa itu pampers…
    sumpah ini cerita seru banget..tp ttp lebih kepo sama ceerita keluarga Kris-Lian…
    next chap~~

  25. kris mau buat kejutan apa sih bikin penasaran sampe video call gt sama semua member…
    seneng hubungan kris n Lian jd lebih akut walaupun ngak seara gamblang tp kris ngak sebenci dulu sama Lian n ngak salah paham lagi setelah Lian.ngeluarin semua yg dia pendam slama ini……
    geum sha geum chan ngegemesin bgt……

  26. Aigoo jinjja neomu daebakkk.. Hehehe, mian eon, bru coment.. Sbner’y ini jga bru dibca, soal’y trlalu sibuk ma tgs skolah #curhat ^_^ kekeke..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s