EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 1

Gambar

 

EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 1

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Suho | Kim Joon Myun

– Park Soo Rim | Official OC

– Krystal  (Fx) | Jung Soo Jung

            – EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Luhan – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan – Im Jaehyuk – Noh Young Min – Tak Young Jun – Noh Min Woo |

–      Kim Nana | as SM Trainee | Yaegi’s Friend

–      Another BB / GB SM & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Romance – Hurt / Comfort – Comedy – Friendship – Married Life
  • Rating                         : R – Restricted  ( -17 ) 
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

***

Annyeonghasseyo  Xonjideul & Xonamdeul  ^_^.  Author kembali lagi  dengan Couple yang sepertinya udah ditunggu – tunggu oleh banyak readerdeul, SUSOO ~ Semakin hari semakin banyak SUSOO Shipper disini ya, kekeke. Uhm .. ceritanya berawal dan berakhir bahagia atau menyakitkan, biarkan SuSoo dan Tuhan yang tahu *plak

Sebelum terlambat ga ada salah nya untuk baca list di atas yak, biar paham terutama untuk RATING ! Dosa tanggung sendiri  #Ace angkat banner

Kritik , saran, dan masukan lainnya selalu aku tunggu melalui komentar kalian, tanpa readerdeul semua FF ku bukan apa – apa, tapi aku bakal terus belajar supaya typo, dan semua keabal – abalan pada FF ku setidaknya berkurang  #deep bow  

Sekian😀 capcussssss ~

***

OST  – Ryeowook  & D.o  – MISSING YOU

(Lagu ini pernah di populerkan oleh BB asal Korsel Fly To The Sky )

Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing you

Please listen to my heart just once,  everyday  everynight I’ m missing you

Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini meskipun hanya sekali saja, setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu

Neol gidae hajanha dashi naege wondago

I don’t expect you to come back again

Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Nae gyeote eobseodo,  ijen beorsu eobsodo,  eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol

Even if you are not by my side, even if I can’t see you now, In my heart you are always the same

Meskipun kau tak disampingku lagi, meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang,
dihatiku kau tidak akan pernah berubah

***

~ Yaegi’s Apartement ~

Musim gugur akan segera berganti menjadi musim semi. Dimana bunga – bunga akan bermekaran indah, menghiasi setiap taman dengan warna & harum nya yang semerbak. Pohon mapel yang tadinya berguguran, juga mulai mengeluarkan pucuk – pucuk daun yang akan tumbuh menjadi sebuah pohon nan rindang. Akankah musim semi kali ini juga mampu membuat senyuman indah dari  seorang gadis bermarga ‘Park’ itu ikut mengembang ? Entahlah, hingga saat ini wajah oval berparas anggun itu masih saja mengguratkan keredupan seperti tiada ujung. Sorot mata yang dahulunya selalu bersinar tetapi kini cahaya itu hilang entah kemana. Meskipun ia menyadari bahwa semua hal yang ia lakukan ini hanya akan merugikan waktu dan hidupnya tapi Soo Rim tidak dapat memungkiri bahwa bayang – bayang namja bernama lengkap Kim Joon Myun selalu berkelebat hingga menekan sistim limbik otaknya. Tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi tangis, dan tidak ada lagi rasa penyesalan atas semua hal yang terjadi, hanya saja saat ini.. ia sangat amat merindukan sosok dan masa – masa itu..

 

“Hmm.. “ senyuman tipis Soo Rim mengembang saat ia meraih kalender pada sudut meja kerjanya, ia mengambil spidol bertinta merah dan melingkari salah satu angka. Lalu kini jemari – jemari lentik nan indah itu beralih mengambil sebuah buku catatan kecil berwarna pink yang terdapat pada laci didekatnya. Soo Rim perlahan membuka lembaran buku catatan tersebut, ia mulai menggoreskan tinta penanya ..

 

Neol gidae hajanha dashi naege wondago, Kim Joon Myun.. ”

Kedua matanya melengkung membentuk senyuman ketika ia selesai menuliskan sesuatu yang ia pun tidak mengerti untuk apa ia menulisnya. Soo Rim membalikkan lembaran berikutnya, terpampang jelas selembar potret namja dengan senyuman yang menurut Soo Rim nyaris bahkan persis sama seperti malaikat, namja itu tidak lain adalah Suho.

“Sigh ~ “ Soo Rim menghembuskan nafasnya kasar, jemari – jemarinya meraba potret Suho. Yeoja itu menjangkau dari mata hingga bibir Suho serta mengikuti garis senyuman guardian angel EXO itu..

Tanpa terasa bulir – bulir hangat kembali berjatuhan membasahi pipinya, “hiks.. “ isakan pertama untuk hari ini kembali menyesakkan dada putri bungsu dari keluarga Park itu.

Pada waktu yang sama..

Terdengar seseorang membuka knop pintu, ceklek ! “Soo Rim-ah.. “ suara khas menggemaskan menginterupsi Soo Rim dari arah pintu. Yaegi menyembulkan kepalanya dari luar kamar .. “Soo Rim-ah, ayo kita makan malam.. “ yeoja bertubuh mungil itu kini berpose layaknya seorang model amatir didepan pintu kamar.

“Ah ye, ah maksud ku nde. Nde kajja .. “ Soo Rim dengan cepat menyeka titik – titik air mata yang tersisa, menutup buku catatannya, dan beranjak dari kursi untuk menghampiri Yaegi yang sudah sejak kecil hidup bersama – sama dengannya.

Yaegi memiliki postur tubuh lebih pendek dibandingkan Soo Rim, ia dapat menangkap sesuatu hal berbeda dari mata yeoja didepannya saat ini, “Soo Rim-ah, kau menangis?” bola mata Yaegi menatapnya skeptis.

Soo Rim terlonjak, “Nde? Anyia, wae? Tidak, sama sekali tidak.” Meskipun berkata tidak tetapi kedua tangannya sibuk mengusap wajahnya seperti hendak menghapus sesuatu.

“Soo Rim-ah.. “ suara Yaegi berubah khawatir.

Soo Rim menarik senyum simpul, ia membalikkan tubuh Yaegi dan merangkul yeoja yang lebih muda setahun darinya itu menuju meja makan, “kenapa tidak bilang sudah selesai dari tadi?”

“Aku pikir kau sedang tidur, kau lelah sekali bekerja hari ini.” Yaegi menjelaskan.

“Aku justru menunggu mu, aku pikir kau masih dikamar. Hahaha.. “

“Banyak sekali berpikir.. “

“Hahaha.. “

Appa.. “

Yaegi & Soo Rim menghentikan langkahnya ketika melewati ruang TV dimana ChanSha kecil sedang bermain – main dengan lautan mainannya..

“Kris-ah.. “ Yaegi melihat sosok suaminya yang baru saja tiba.

Appa, appa.. “ Geum Sha merangkak mendekati kaki Kris, ia tahu bahwa Kris datang untuk menggendongnya.

Appa.” Tak disangka – sangka Geum Chan hari ini juga ikut ceria menyambut kedatangan sang appa. Kris memutuskan untuk tidak menggendong salah satu dari mereka, ia memilih untuk ikut duduk ditengah – tengah mainan yang berserakan bersama dua malaikat kecilnya.

“Kau merindukan appa? Kiss me, ChanSha kiss me juseyo.. “ Kris menunjuk kedua pipinya dengan dua telunjuknya.

“Muah – “ Geum Sha lebih dulu menempelkan bibir mungilnya pada hidung Kris.

“Muah – muah – muah..”

“Haha. Geum Chan, yeogisseo (disini).. “ Kris menunjuk pipinya sekaligus tergelak melihat tingkah lucu Geum Chan yang justru hanya mencium telapak tangannya sendiri berulang – ulang.

“Shitaa.. “ Geum Chan menggeleng dengan membuat wajah jeleknya, “hum.. shita papa..” Geum Chan menggeleng memberi penolakan, bisa dikatakan bahwa bocah laki – laki  berusia 9 bulan itu sedang memberikan harapan palsu untuk Kris.

Appa igoo ..” Geum Sha menyodorkan boneka hello kitty kecil kesayangannya pada Kris.

“Untuk appa? Gomawoyo.. “ chup – Kris mencium lembut kening putri kecilnya.

Yaegi & Soo Rim ikut tertawa kecil melihat tingkah ChanSha yang semakin hari semakin bertambah.

“Kris-ah, kau sudah makan malam?” suara Yaegi menengahkan fokus Kris bersama ChanSha.

“Uhm, sudah. Tadi aku makan malam di Dorm bersama manager hyung. Aku akan ke SM sebentar lagi. “ Kris mengangguk.

“Tidak istirahat dulu? “ raut wajah Yaegi langsung berubah.

“Malam ini Halloween Party.. “ Kris menanggapi pertanyaan Yaegi tanpa melihat Yaegi, ia masih asik bercengkrama dengan Geum Sha & Geum Chan.

“Ah geurekuna.” Yaegi mengangguk mengerti.

“Yaegi-ah, kesini sebentar .. “ tiba – tiba Kris bangun dari duduknya, ia mengajak Yaegi untuk mengikutinya ke kamar.

“Eh? Tapi — tapi Kris-ah.. “ Yaegi menunjuk dirinya sendiri dan Soo Rim bergantian.

 “Aih sudah, pergilah. Kau ini.. “ Soo Rim yang sudah sangat amat mengerti situasi mendorong Yaegi untuk melangkah maju dan mengikuti suaminya ke kamar.

“Soo Rim-ah.. “ Yaegi masih merasa tidak enak.

“Soo Rim-ssi, sebentar saja.” Kris juga tak lupa menyapa Soo Rim yang berada didepannya, “Ah ye Kris, gwenchana. Ck ~ Cho Yaegi sudah masuklah!” Soo Rim melangkah maju dan lagi – lagi mendorong Yaegi yang masih ragu – ragu untuk mengikuti Kris.

Kris tidak memiliki banyak waktu, ia menarik lengan Yaegi, “Aih palli.. “ dan Blam ~ suara pintu yang tertutup rapat.

“Kris-ah, kau ini apa – apaan? Kenapa menarik ku masuk ke dalam? Kau tidak lihat — “ sekejap  ucapan Yaegi terhenti ketika ia melihat Kris yang mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.

Raut wajah Yaegi perlahan memucat, “Kris — Kris-ah.. “ ia melangkahkan kakinya mundur dan merapat pada dinding kamar. Melihat akan hal itu, Kris justru terus membuka kancing – kancing bajunya hingga melepas kemeja motif kotak – kotaknya dan hanya menggenakan short sleeve shirt nya saja. Tidak ada sepatah katapun yang Kris tuturkan ..

“Kris-ah.. “ Yaegi mengarahkan telapak tangannya seolah menahan Kris yang seperti ingin berbuat sesuatu terhadapnya..

Kris kini juga membuka short sleeve shirt nya dan ..

“Omo!” Yaegi menutup mulutnya tak percaya, sesuatu yang sangat sukar untuk ia mulai akan terulang lagi malam ini, pikirnya.

“Nyonya Wu, bahu ku pegal sekali. “ Kris ternyata meminta tolong Yaegi untuk memijat bahunya yang terasa pegal karena posisi tidurnya yang salah ketika didalam pesawat.

WUSH ~ seolah terpaan angin lalu melewati wajah bodoh Yaegi, “Eo, nde.. “ Yaegi menepuk – nepuk pipinya pelan, jika boleh jujur ia merasa sangat memalukan.

“Disebelah sini, rasanya pegal.. “ Kris memegangi bahu kanannya sambil membelakangi Yaegi.

“Disini?”

“Um.. “

Yaegi membuka penutup gel yang biasa ia gunakan untuk menghilangkan rasa pegal.

“Sepertinya tadi aku terlalu lama tertidur Yaegi-ah, leher ku sakit.. “

“Leher mu juga?” Yaegi berpindah pada tengkuk Kris.

“Tidak begitu, tapi bahu ku.. “ Kris menunjuk bahunya.

Gerakan tangan Yaegi berhenti ketika ia melihat sesuatu yang aneh pada sisi belakang bahu Kris, “Kris-ah ini — ini bekas cakaran siapa?” Yaegi memperhatikan goresan pada bahu suaminya itu.

Kris menyampingkan posisi kepalanya, “menurut mu?”

“Ah palli katakan! “ emosi Yaegi perlahan memuncak, hayalannya yang tidak – tidak mulai merasuki akal sehatnya.. “Ya! Kris-ah!”

“Lalu apa ada yeoja lain yang berani mencakar ku tanpa alasan? Jangan konyol.” Kris berdecak kesal.

Yeoja? Mwoyagu!” pekik Yaegi.

Niga (kau) ! Mollasseo? Kau mencengkram ku sangat kuat malam — “

“Ah! Jangan dilanjutkan!” Yaegi cepat – cepat memotong perkataan Kris, ia lagi – lagi melupakan sesuatu hal diluar kendalinya.

“Cih..  kau sungguh melupakannya? “ Kris mencibirnya.

“Sudah ku bilang jangan dilanjutkan! Duduklah yang benar, badan mu tinggi sekali.” Yaegi mendorong pelan tubuh Kris agar posisi namja itu sedikit lebih rendah darinya.

“Kekeke. Mau mengulanginya lagi hmm?” Kris terkekeh, hasrat untuk memancing emosi Yaegi mulai merambah ..

Yaegi berpura – pura tidak mendengar apa yang  Kris katakan, “Jika memiliki waktu kosong, lakukan massage & treatment lainnya. Otot – otot mu sudah terasa kaku Kris-ah… “ ia menekan – nekan tulang punggung Kris, merasakan otot – otot Kris yang membeku..

“Nyonya Wu, coba panggil aku oppa.. “

“Eh?” Yaegi menghentikan usapan tangannya, “Kris-ah, apa makanan di Jepang membuat mu keracunan?”

Kris membalikkan posisi duduknya berhadapan dengan Yaegi yang masih berdiri dihadapannya, “Yaegi-ah.. “

Mwol?” Yaegi merespon ketus.

Kris menyunggingkan senyuman khasnya, “aku sangat menyukai ketika kau memanggil ku oppa.. “

Eonje (kapan)?” Yaegi mengangkat kedua alisnya, ia tahu arah pembicaraan Kris.

“Kau berulang kali memanggil ku oppa, aigoo kau juga melupakannya?” Kris menunjuk Yaegi tak percaya.

“Wu Yi Fan geumanhaejwo (hentikan).. sigh ~ “ Yaegi menghembuskan nafasnya pasrah.

Wae? Disini tidak ada siapapun. Niga molla (tahukah kau) ? Kau malam itu sangat—“

“Yak!”

“Ah wae? Ya! Cho Yaegi! Hahaha, yak yak.. “

“Geumanhae, geumanhae, geumanhae, geumanhae, geumanhaeraguuu!! “ Yaegi memukul – mukul Kris dengan gemas. Ia berusaha untuk meraih kedua bibir Kris dan ingin meremasnya agar namja itu berhenti berkata yang tidak – tidak.

“Hahaha, Cho Yaegi.. gyahaha.. “ Kris sangat menyukai akan hal seperti ini, wajah Yaegi yang mulai memerah membuat yeoja itu semakin menggemaskan..

“Jangan katakan hal itu lagi!” deru nafas Yaegi terengah – engah, tenaganya tidak cukup kuat untuk memberikan perlawanan terhadap Kris.

Kris meraih kedua tangan Yaegi , “waeyo? Kau istri ku. Disini hanya ada kita hmm?” chup –

lalu mengecup tangan Yaegi  hangat.

Gomawoyo.. “ Kris juga memeluknya dengan menyandarkan kepalanya pada perut Yaegi, ia memejamkan matanya sesaat.. “aku harap kita akan terus seperti ini Yaegi-ah..”

“Nde, tapi tidak perlu diingat lagi. Aku malu Kris-ah.. “

Kris menyudahi sandarannya, ia mendongak memandangi wajah yeoja nya itu, “eum, arasseo. Geundae, aku tidak perlu memaksa mu lagi kan?”

“Eo. Tapi perhatikan juga berat badan mu. Kau ingat kan dokter Kim pernah mengatakan —“

“Iya, aku mengingatnya. Aku juga selalu berolahraga, tidak akan terlihat. Tidak perlu khawatir, ara?” Kris berusaha meyakinkan Yaegi.

“Wajah mu lelah sekali. Jika dibolehkan pulang lebih awal, istirahatlah yang cukup. Aku tidak mau merawat mu Kris-ah.. “ Yaegi menempelkan kedua tangan hangatnya pada pipi Kris.

Kris ikut memegangi kedua tangan Yaegi, “arasseo. I got it baby.”

“Aih kenapa beradegan romantis seperti ini? Cepat balikkan badan mu. Anak – anak belum minum susu.” Ruh seorang Cho Yaegi telah kembali pada raganya -_-

“Kris oppa – Kris oppa – kyaa Kris op—“ Kris ternyata tidak mendengarkan Yaegi dengan baik, ia justru mencoba menyerupai suara Yaegi..

Plak ! “Sudah ku katakan jangan mengulanginya! Ya! Wu Yi Fan!”

“Gyahaha.. aku menyukainya. Ah wae! “ Kris kembali tergelak, “aku baru menyadari jika istri ku ini cantik sekali, neomu yappeunji.. “

“Berhenti berkata yang tidak – tidak Kris-ah.. “ desah nafas Yaegi terdengar pasrah.

“Cho Yaegi saranghae.. “ Kris menautkan kedua tangannya membetuk sebuah hati.

Yaegi yang berdiri dibelakangnya, diam – diam tersenyum melihat tingkah Kris yang terkadang dapat membuatnya ingin sekali tertawa hingga terpingkal.

“Kapan home schooling mu dimulai?”

Naeil (besok).. “ Yaegi meratakan gel pada seluruh bagian punggung Kris.

“Jangan – jangan dosen mu sungguhan Wang Lian” sanggah Kris.

Gerakan tangan Yaegi berhenti ketika ia mendengar ucapan Kris, “anyi, tentu saja bukan.”

“Wu Lian, apa ada orang yang memiliki nama serupa seperti itu?”

“Sudah diganti. Tuan Lian Wu itu diganti dengan dosen yang lain.”

Kris langsung membalikkan badannya, “jinjjayo?”

“Eo.”

Yeojaeoyo?” tanya Kris penuh harap.

Namja.” Yaegi menekankan intonasinya.

Wajah Kris berubah seperti semula, “yeoja saja. Apa kau tidak bisa mengatakannya pada Seunghwan hyung?”

“Kau mau memintanya untuk ku? Lakukanlah.” Yaegi balik mencerca Kris.

Anyi.” Kris tidak akan berani untuk melakukannya, karena manager hyung adalah orang yang paling ia takuti, lebih tepatnya ia segani.

Tip! Yaegi menekan penutup botol gel, ia sudah selesai. “Sudah, pakai baju mu.”

“Pakaikan untuk ku?” malam ini sepertinya Kris kembali kerasukan ruh halus -_- , sikapnya terasa begitu berbeda, sikap yang manis tetapi tidak pantas.

“Kris-ah.. “ Yaegi kembali melengos pasrah.

“Eyh ~ “ Kris meninju pelan lengan Yaegi, ia akhirnya menggenakan kembali bajunya seperti semula.

“Aku tinggal du —- “ HUG! Sebuah pelukan melingkar pada pinggang yeoja itu ketika ia hendak berbalik pergi.

“Kris-ah.. “

“Sebentar saja.” Kris menyandarkan kepalanya pada punggung kecil yeoja itu.

Nde, tapi aku — “

“Aku takut tidak bisa memeluk mu untuk waktu yang lama.. “ Kris mengeratkan lingkaran tangannya, menghirup aroma shampoo yang sudah terhafal oleh indera penciumannya.

“Maksud mu?” Yaegi memiringkan kepalanya berusaha untuk melihat Kris yang masih bersandar pada punggungnya.

“Untuk beberapa waktu ke depan EXO mungkin atau bahkan tidak memiliki waktu senggang seperti ini lagi. Jadi biarkan seperti ini sebentar saja. “ Suara berat Kris menelusuk lembut.

“Kris-ah.. “ perasaan & hati Yaegi mulai tidak enak jika Kris sudah mengatakan hal demikian, ia memaksa kedua tangan Kris untuk terlepas dari pinggangnya, lalu ia berbalik menatap Kris.. “Kau lelah?” Yaegi menatap kedua manik mata Kris.

Kris menarik senyum simpulnya. “Sedikit..”

Yaegi berdiam diri menatap suaminya, ia menaruh kedua tangannya pada sisi wajah Kris, “apapun yang kau rasakan, aku tidak memiliki hal lain kecuali ‘kau pasti bisa’ hwaiting!” chu- Yaegi mengecup singkat bibir namja itu.

“Aku merasa lebih baik, jauh lebih baik. Cho Yaegi xie xie.. “ Kris menarik Yaegi masuk kedalam pelukannya. Yaegi benar, apapun itu dia ataupun Kris tidak memiliki hal lain yang bisa dikatakan melainkan tetap & terus mendukung satu sama lain. Sekali lagi mereka mengingat bahwa ini adalah ‘konsekuensi’.

 

Diluar kamar ..

Imoo .. “

“Nde? Untuk Imo? Ah gomawoyo.. “

Igeo imo.. “

“Chan do gomawoyo.. “

Soo Rim duduk ditengah – tengah ChanSha. Dua malaikat kecil itu sepertinya sedang mengajaknya bermain.

Ting tong – ting tong ..

“Eung?” suara bel membuatnya melihat pada pintu apartement.

Ting  tong – ting tong..

Soo Rim melihat pintu kamar Kris & Yaegi sesaat, hingga ia memutuskan untuk bangun dan membukakan pintu.

“ChanSha. Chamkammanyo.. Imo buka pintu sebentar. Kalian main disini saja nde?” Soo Rim mengelus kepala ChanSha bergantian.

Ting tong – ting tong ..

Nde chamkamanyo.. “ Soo Rim mempercepat langkahnya menuju arah pintu. Ia bahkan lupa untuk lebih dulu melihat pada layar interkom siapakah tamu yang datang pada malam hari seperti ini.

Ting – tong —  Ceklek! “Nde nugusse — “ pencetan suara bel & suara Soo Rim sama – sama terhenti ketika ia membuka knop pintu dan melihat siapa yang saat ini berdiri didepannya, Suho. Namja yang membuatnya masih sulit untuk bernafas hingga saat ini.

Suho mengurungkan niatnya untuk menempelkan ponsel pada telinganya ketika pintu lebih dulu dibukakan, “Soo-ah.. “ Suho spontan menyapa Soo Rim tanpa rasa ragu sedikitpun.

Tidak tahu apa yang dirasakan oleh Soo Rim saat ini, ia hanya mencoba bersikap layaknya seseorang yang saling mengenal satu sama lain .. “Suho-ssi annyeonghaseyo.. “

DEG! Ada rasa tidak percaya yang terbersit dari benak Suho, itu bukanlah nama panggilannya jika dihadapan Soo Rim. Tapi Suho sangat menyadari akan hal yang telah lama berlalu, desiran hatinya kembali normal .. “Ah ye annyonghaseyo. Jaljinaeyo (bagaimana kabar mu) ?” Suho tersenyum ramah.

 “Uhm, bagaimana dengan mu? Ah ye deorowagaseyo (silahkan masuk).” Soo Rim tak lupa menggeser sedikit badannya untuk memberikan jalan pada Suho.

“Nde, aku juga baik – baik saja. Uhm.. Kris hyung-gga ada didalam?” Suho menunjuk arah dalam apartement.

Soo Rim mengangguk, “Eo, ada. Masuklah. Akan ku panggilkan.” Senyuman Soo Rim mengembang begitu saja, tidak tersirat kegetiran disana.

“Ah ye.” Suho pun mengikutinya dari belakang dan masuk kedalam.

Appa.. “ Wu Geum Sha yang melihat keberadaan Suho langsung menunjuk namja itu.

“Anak manis, apa kabar mu? Annyeong ~ ChanSha annyeong.. “ Suho berjalan mendekati ChanSha yang sedang bermain, ia berjongkok dan mencubit pelan satu persatu pipi twins Wu.

Appa. Pappa.” Geum Sha berusaha menggapai lutut Suho untuk membantunya berdiri.

Aigoo aigoo.. kau mau kemana hmm? Geum Chan-ah, kemari.. “ Suho memegangi kedua tangan mungil Geum Sha karena takut putri kecil itu tidak kuat untuk menumpu badannya sendiri.

“Chiya. “ Geum Chan yang duduk diujung sana merespon Suho dengan satu patah kata tanpa melihat Suho, ia asik dengan bola karet bergambar angry bird favoritnya.

Appa.. appa.. “ sementara Geum Sha terus berloncat – loncat senang didepannya.

Kyeowo. Appa mu dimana sayang hmm? “ Suho menarik hidung mungil Geum Sha.

Ceklek! Suara pintu kamar yang terbuka ..

“Suho-ah?”

“AH APPA!” Geum Sha memekik ketika melihat Kris yang keluar dari dalam kamar.

“Nah.. itu appa mu.. Cha ~ duduklah disini nde.” Suho hendak bangun dan melepaskan genggaman tangan Geum Sha.

“Chiyya.. chiyya.. “ Geum Sha tiba – tiba berontak tidak ingin dilepaskan oleh Suho.

Suho mulai panik, jika Geum Sha akan terpelanting.. “Eoh eotteokhae? Wu Geum Sha. Eoh, Soo-ah tolong aku .. “ Suho meminta Soo Rim untuk menggendong Geum Sha.

“Ah nde. Geum Sha sini, cha ~ imo..  kau dengan imo saja.. “ Soo Rim segera mengangkat Geum Sha dan menggendongnya.

“Kau dengan siapa kemari?”

“Wah.. ada Suho.. “ Yaegi yang berjalan dibelakang Kris menyapa Suho ramah.

“Yaegi-ah anyyeong. Manager hyung sudah selesai, kita pergi sekarang hyung.”

Yaegi melirik Soo Rim sekilas, tetapi yeoja itu sama sekali tidak menangkap ekspresi Yaegi. Soo Rim justru sibuk bermain bersama ChanSha tanpa menghiraukan tiga orang yang berdiri disana.

“Kau tidak pergi ke acara Halloween malam ini?”

Yaegi menggeleng, “aku tidak pernah merayakannya. Lalu, dimana kostum mu oppa?” Yaegi melihat Suho yang hanya menggenakan kemeja dan celana hitam polos tanpa kesan menyeramkan.

“Aku juga tidak pernah merayakannya. Hahaha.” Suho tertawa renyah.

“Kau dirumah saja.” Kris menengahi keduanya.

Arasseo.” Yaegi menggembungkan pipinya,memberi isyarat pada Suho atas perkataan Kris.

Suho mengerti akan hal itu, “Hmm, geure. Yaegi-ah, kami pergi sekarang. Hyung kajja ~ “ Suho segera ingin beranjak pergi.

“Aku belum mengganti baju ku. Kau punya blazer hitam? “ Kris menunjuk busana yang masih berbalut ditubuhnya.

“Uhm ada hyung.”

“D.o jadi membeli topeng hulk itu?”

“Haha. Jadi. Sedikit mirip dengan bentuk wajahnya. Haha.” Suho kembali tertawa.

“Kris-ah kau tidak perlu memakai topeng apapun.. “

Perkataan Yaegi membuat Kris berpikir heran, “memangnya kenapa?”

Yaegi berjalan mendekati wajah Kris, “alis mu, lalu pasang wajah angry bird mu. Cha ~ sempurna.. “ Yaegi menarik garis mata & garis mulut Kris hingga menyerupai wajah yang aneh.

“Aish Cho Yaegi!” Kris menepis tangan Yaegi dengan segera.

“Ah wae? Kris-ah, kau tidak— “

“Kau mau mengataiku mirip angry bird kan? Eoh?” Kris langsung mencerca tingkah Yaegi yang terkadang polos berlebihan, tidak mengenal situasi & kondisi -_-

“Pppfftt ! “

“Apa yang kau tertawakan?” tatapan Kris beralih pada Suho yang mati – matian sedang menahan tawanya.

“Eoh, anya hyung. Kajja~ “ Suho berupaya untuk tidak memecah tawanya disini. Baginya Kris & Yaegi seperti sebuah tontonan komedi untuknya.

Drrtt – drtt .. “Hyung chamkamman, Soo Jung — “ Suho menahan suaranya ketika menyebut nama Krystal, ia memicingkan matanya pada sosok Soo Rim diujung sana..

“Wae?” Kris melihat layar ponsel Suho yang terus berkedap – kedip.

“Ah hmm.. Soo Jung menelfon ku.” Suho reflek menyebut nama itu lantang karena pertanyaan Kris.

“Yasudah di angkat dulu.” Kris menjawab santai.

Mata Suho masih menatap ragu pada yeoja diujung sana yang sama sekali tidak melihat ke arah mereka. Apa Soo Rim sungguh tidak mendengarnya? Entahlah, jarak mereka begitu dekat.

“Uhmm.. hyung, kajja ~ “ Suho seperti menghindari sesuatu hal, gerak Suho berubah canggung.

Drrt – drrt .. ponsel Suho terus bergetar  karena Krystal terus memanggilnya. EXO & F(x) telah berjanji untuk pergi ke Halloween party bersama – sama.

“Suho-ah? Soo Jung menelfon mu.. “ Lagi – lagi suara Kris membuat Suho membuyarkan lamunannya. Yaegi yang berdiri dibelakang Kris mengetahui akan hal itu, “sssh! Namja busuk ini tidak peka sekali!” Yaegi mendengus dalam hatinya, ingin sekali rasanya ia memukul kepala Kris yang selalu sulit untuk peka akan sesuatu.

Anyi hyung, kajja ~ manager hyung sudah menunggu. Yaegi-ah, aku permisi.” Suho menarik lengan Kris agar segera pergi dari apartement Yaegi.

“ChanSha bye – bye.. “ Kris tak lupa berpamitan pada kedua buah hatinya.

Bye – bye.. anyyeong ~ “ Suho ikut melihat ke arah ChanSha, lebih tepatnya melihat pada sosok yang duduk ditengah – tengah ChanSha.

 “Nyonya Wu aku pergi.” Kris mengusap wajah Yaegi lembut, dan melangkah menuju pintu keluar apartement.

“Hmm, bersenang – senanglah. Katakan pada memberdeul, aku merindukan mereka. Sudah lama tidak berjumpa.. “ Yaegi mengantarkan mereka hingga depan pintu.

“Eo akan ku sampaikan. Yaegi-ah sampai nanti. “

Nde oppa, annyeong ~ “ Blam! Yaegi menutup kembali pintu apartement ketika Kris & Suho sudah berlalu.

 

Sementara itu didalam sana..

Neol gidae hajanha dashi naege wondago, Kim Joon Myun.. ” hati Soo Rim kembali berkedut pelan. Ia memilih untuk berpura – pura tuli, meskipun dengan jelas ia mendengar nama yeoja bernama ‘Jung Soo Jung’. Tidakkah Suho merasakan hal  seperti yang ia rasakan saat ini?

“Dia terlihat baik – baik saja. Bahkan dia menyapa ku dengan sangat baik. Park Soo Rim kau bodoh.. “

 

xxx

“Tonight is just one night noreul irhgi jeon cheoreom..”

“Hanbaeonman nae mameul deurojwo—“ Flip. Soo Rim menekan opsi ‘pause’ pada layar Mp3 player nya. “Hufh ~ “ yeoja itu kini merebahkan dirinya di atas ranjang. Matanya menerawang lurus langit – langit kamar, kosong.. hampa.. itu yang ia rasakan saat ini.

“Eung.. hujan?” Soo Rim mengangkat sedikit kepalanya, ia melihat percikan air hujan yang mulai membasahi jendela kamar. Lalu ia kembali berbaring ..

FLASH ~ “Kita — kita menikah saja — Soo — Jung-ah.. “

FLASH ~ “ Soo Jung-ah, uri kyeorohae.. “

“Ssshh…!” Soo Rim sontak terbangun dari tidurnya. Bayangan itu kembali berkelebat, kalimat itu .. kalimat yang Suho katakan secara langsung untuk seorang yeoja yang bukan dirinya tetapi terang – terangan dihadapannya.

“Kita lebih baik seperti ini Soo-ah, perpisahan itu lebih baik.. “ Flash ~

Flash ~ “Soo-ah .. “ suara yang sangat ia kenali juga kembali terngiang – ngiang ..

“Joon Myun-ah jebalyo.. “ Soo Rim mengusap kasar wajahnya, seolah tangannya dapat menghapus bayang – bayang Suho yang terus menghantuinya. “Hiks.. geumanhae jebal.. “ Soo Rim meringsut dari atas kasurnya dan kini terduduk dilantai. Ia menyibakkan poni – poninya yang berjatuhan, “hiks.. nan miweoyo.. hiks.. “ Ia hanya berusaha untuk tidak lagi menitikkan air matanya. Tetapi, rasa sesak yang lagi – lagi bergumul memenuhi hatinya kembali memaksanya untuk terisak ..

Rinai hujan yang turun meredam suara tangisnya yang perlahan berubah menjadi sebuah isakan .. “Aku — aku tidak boleh terus hidup seperti ini, hiks.. “ Soo Rim berusaha keras menahan tangisnya, meskipun ia sadar air matanya terus tumpah membasahi wajah cantiknya..

“Hiks.. hmmhiks.. “ tangannya mencengkram kuat baju bagian dadanya, rasa sesak itu tak kunjung reda seperti hujan yang sedang membasahi belahan bumi Seoul saat ini.

Drt – drrt – drrt ..

“Hiks.” Getar ponsel membuat Soo Rim berhenti terisak, matanya yang nyaris sembab mencari – cari dimana sumber getar itu berada..

Drt – drt – drt .. Soo Rim meraih ponselnya yang terselip dibawah bantal, tetapi ..

Drt – drt – drt .. ia terus memandangi layar ponselnya. Bukan karena tidak tertera nama si pemanggil, tetapi justru ia dapat membaca jelas nama si pemanggil, “Joon Myun Eomma

Drt – drt – drt .. panggilan itu kembali memanggil untuk kedua kalinya.

Soo Rim masih enggan untuk mengangkatnya, “eomonim? “ ia berpikir keras untuk menerka apa tujuan Ibu Suho menelfonnya malam hari seperti ini .

Drrtt – drt – Tak! Soo Rim membuka penutup belakang layar ponsel dan mencabut baterai ponselnya.  Menurutnya ini juga salah satu cara agar ia benar – benar dapat melupakan & menjauh dari semua hal yang berkaitan dengan Suho.

Soo Rim beranjak dari kekalutannya. Ia melangkah menuju lemari pakaian, dan meraih blazer yang tergantung rapi. Dan tak lupa handbag miliknya..

Ia mulai memasukkan semua barang – barang yang biasanya ia butuhkan kedalam handbag, termasuk buku catatan miliknya. Soo Rim merapikan tatanan rambutnya didepan meja rias, dan beranjak keluar dari kamar.

Ceklek !

“Soo Rim-ah?” pada saat itu juga sosok Yaegi yang masih menikmati acara TV mendapatinya yang baru saja muncul dari balik pintu kamar.

Soo Rim menurunkan poni – poninya agar Yaegi tidak bisa menjangkau bagian matanya..

“Soo Rim-ah kau mau pergi kemana?”

“Yaegi-ah aku — aku akan pulang ke Busan.”

Nde?” Yaegi langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Soo Rim.

Yaegi memperhatikan sahabatnya itu lekat – lekat, “Soo Rim-ah neo gwenchana?”

Soo Rim memberanikan diri untuk mendongakkan wajahnya, “Uhm, nan gwenchana. Aku akan akan berdinas keluar kota, jadi aku harus pulang untuk member  tahu appa & eomma ku.”

Jinjja? Malam – malam seperti ini? Diluar hujan Soo Rim-ah.. “ Yaegi menanyakan dengan polos, tidak terlintas sama sekali dibenaknya bahwa Soo Rim memiliki alasan lain.

“Eum. Aku akan mengendarai mobil dengan hati – hati. Kau tidak apa – apa kan?” Soo Rim menyentuh pundak Yaegi.

Yaegi mulai mencium sesuatu yang tidak beres, “Soo Rim-ah.. “ ia mulai mengerti bahwa ini masih permasalahan yang sudah ia tahu sebelumnya..

Soo Rim menyunggingkan senyuman hangatnya, “aku sungguh baik – baik saja. Mungkin untuk beberapa hari kedepan aku tidak bisa mengunjungi mu. Aku akan menetap di Busan.”

“Soo Rim-ah, apa tadi itu — “

Soo Rim menggeleng cepat, “anyia Yaegi-ah,. Ini sungguh karena pekerjaan ku. Jeongmalyo.”

“Benarkah?” Yaegi masih menatapnya.

“Eo. Wae? Kau menganggap ku gadis cengeng? Ya!”  Soo Rim menyikut lengan Yaegi, ia mencoba melemparkan candaannya.

“Eeh?”

“Omomo.. “ Soo Rim dengan segera menangkap lengan Yaegi, “Gyahaha.. kau kenapa Yaegi-ah? “ Soo Rim kini malah menertawakan Yaegi yang tampak seperti orang bodoh.

“Soo Rim-ah, aku ikut.. “

“Eh? Cho Yaegi jangan berkata  yang tidak – tidak.” Soo Rim menekan hidung Yaegi dengan telunjuknya.

“Kau sungguh akan pergi? Soo Rim-ah.. “ Yaegi mulai menampakkan sifat manjanya terhadap Soo Rim, ia memeluk Soo Rim & merengek.

“Aigoo aigoo aegi ku ini.. Ya! Kau ini kenapa? Nana pasti akan datang dan menemani mu. Omona! Nafasku sesak.. “ Soo Rim berusaha untuk melepas pelukan erat Yaegi.

“Ah shireo. Katakan sebenarnya apa yang terjadi Park Soo Rim? Ahh jebalyo.. “ Yaegi menggoyang – goyangkan tubuh Soo Rim diiringi dengan rengekannya.

“Cho Yaegi kau itu sudah menikah. Apa  kau tidak malu jika ChanSha melihat mu merengek seperti ini? Aigoo .. sudah, nanti aku akan terlambat sampai di Busan.” Soo Rim memaksa Yaegi untuk melepas pelukannya.

“Soo Jung & Suho tidak ada hubungan apapun. Kau bisa memotong lidah ku jika mereka memiliki hubungan sebagai kekasih.”

Perkataan Yaegi membuat Soo Rim nyaris terhenyak, “Yaegi-ah, kau kenapa?” Soo Rim berpura – pura tidak mengerti.

“Kau masih menyukai nya kan? Anyi, kau belum bisa melupakannya. Lalu kenapa tidak berterus terang saja? “ Yaegi tidak memperdulikan lagi apa yang akan terjadi setelah ini.

“Cho Yaegi aku — “

Mwol? Apa kau pikir aku tidak tahu? Kau selalu menangis setiap malam hingga kau lelah dan tertidur. Lalu untuk apa ada aku? Untuk apa kau menganggap ku sebagai saudara perempuan mu jika kau selalu menyembunyikan semua kesedihan mu! Naega mwonde (aku siapa)  eoh!” tidak disangka – sangka kini justru Yaegi yang mulai meledak – ledak.

“Yaegi-ah.. “ Soo Rim terperangah melihat sosok yeoja mungil didepannya itu..

“Eo, kau mau pergi? Kau mau menenangkan diri mu dengan alasan dinas luar kota? Begitu? Geure, pergi sekarang! Kha ! Kha! Palli kha! “ Yaegi menarik lengan Soo Rim paksa. Ia menyeret langkah Soo Rim agar segera pergi dari hadapannya.

“Cho Yaegi, Yaegi-ah aku – Yaegi-ah, ah tidak begitu..”

“Lebih baik kau tidak kembali sama sekali. Pergilah menangisi semuanya sendiri! Tidak perlu berbagi dengan ku! Aku ini hanya orang asing bagi mu. Teruslah menyiksa dirimu sendiri bodoh! Kau bodoh! KAU BO—  “

“CHO YAEGI GEUMANHAEJWO!!” pekikan Soo Rim nyaris membuat gendang telinga Yaegi  pecah.

“Hosh – hosh – hosh.. “ Yaegi terdiam seketika. Deru nafasnya tidak beraturan, wajahnya mulai merah padam.

HUG – Soo Rim tidak mampu menahan air matanya yang kembali tumpah, kini ia berbalik memeluk erat sahabatnya itu.. “Hiks. Mianhae Yaegi-ah.. Hiks.. “ yeoja bertubuh ramping itu mulai nangis terisak dipelukan Yaegi.

“Hiks.. neomu mianhaesseo. Yaegi-ah, aku —- hiks.. keuge anyiranikka jinjja.. hiks.. “ bibir Soo Rim bergetar menahan tangisnya yang kian menjadi, baru kali ini ia meluapkan semua kesedihannya pada orang lain, ia bahkan tidak pernah mengatakan akan isi hatinya pada siapapun termasuk eomma & saudara perempuannya Park Soo Ra.

Yaegi hanya diam pada posisinya, ia tidak membalas memeluk Soo Rim. Yeoja bermarga Cho itu juga berusaha untuk menahan air mata yang sudah memupuk pada kedua kelopak matanya.

“Yaegi-ah.. hiks.. kau— kau lebih dari sesuatu yang berharga untuk ku. Jebal .. marhaehajima jebalyo (ku mohon jangan berkata seperti itu lagi).. hiks. Aku — aku — hiks.. aku tidak ingin lagi merasakan rasa sakit yang berlebihan. Hiks.. jebalyo.. “ air mata Soo Rim mulai jatuh membasahi T-Shirt putih yang Yaegi kenakan.

“Aku — aku tidak mau terus seperti ini Yaegi-ah.. hiks..”

Yaegi mulai menggerakkan tangannya, ia perlahan memeluk Soo Rim.. “Soo Rim-ah.. “ suaranya juga mulai bergetar.

“Hiks.. gwenchana. Jinjja gwenchana. Kau benar, aku yang bersalah Yaegi-ah. Hmmphiks..“ Soo Rim segera memotong apa yang hendak Yaegi katakan.

“Soo Rim-ah aku menyayangi mu.. hiks.” Akhirnya Yaegi juga gagal untuk menahan rasa harunya.

Soo Rim menyudahi pelukannya. Ia mencoba menyeka sisa – sisa air mata yang tadinya membentuk sungai – sungai kecil dipipinya. “Hiks. Hmm.. Yaegi-ah, aku pergi sekarang.” Soo Rim tersenyum tipis, mencoba memperlihatkan bahwa ia sudah lebih baik saat ini.

“Hmm.. hiks.. “ Yaegi masih menangis, ia hanya menganggukan kepalanya.

“Yaegi-ah.. uljimma.. “ Soo Rim mengusap sayang pucak kepala Yaegi.

“Soo Rim-ah hiks! Huaaaa —– hiks.. Soo Rim-ah huuaaaa… “ Yaegi tidak kuasa menahan semuanya, ia kembali memeluk Soo Rim erat.

“Eeh? Yaegi-ah.. “ Soo Rim juga ikut memeluknya. Merasakan bahwa Yaegi benar – benar menyayanginya.

“Aku berjanji Yaegi-ah. Ini tidak akan lama. Aku — Aku Park Soo Rim. Ini tidak akan lama” suara hatinya terus bergema.

 

xxx

CKIT ~

Dua mobil Van hitam & putih meluncur masuk kedalam basement. Usai dua Van itu terparkir rapi, satu persatu orang yang berada didalamnya turun ..

“Yeay ..  kita sudah sampai.. “

“Hooammhhh.. “

“Aaakk Sehun-ah! Tangan ku ! “

“Kasur ku .. tiduri aku kasur ku gyahaha.. “

“Gyahaha.. dasar mesum!”

“Yak yak. Tidak bisakan satu waktu saja kalian berhenti membuat telinga ku tuli? Palli turun!” Seunghwan manager memukul memberdeul yang sedang turun dari dalam Van dengan bantal pokemon yang ada ditangannya.

“Gyahaha. Seunghwan hyung kau kenapa? Hooammhh.. “

“HALLO HALLO PARTY.. WEENHALLO PARTY.. “

“PARTY HALLO HALLO.. “

“GYAHAHA.. “

“Chanyeol! Kai! Luhan! Sssssttt … !!” Minwook manager pada Van satunya lagi berdecak geram pada ketiga bocah yang sedari tadi terus membuat keributan itu.

“Gyahaha. Kkamjong dimarahi manager hyung gyahaha.. “ Magnae Oh Sehun tampak sangat bahagia.

Pletak! Sebuah pukulan mendarat dikepala Sehun.

“Aaaaakk ! Kkamjong!”  

“CEPAT NAIK DAN TIDURRR !! “ saat itu juga tensi darah sang manager naik & nyaris meletus.

“Aish kalian ini! “ Xiumin menarik paksa Sehun untuk ikut dengannya.

“Dia yang salah hyung!” Sehun masih mengeras di posisinya.

“Sudah! Sudah! Sehunni palli!” Luhan ikut mendorongnya dari belakang. Memberdeul tidak ada lagi yang berani berkomentar.

“Kekeke. Rasakan. Apa? Lihat apa kau? Cadel busuk.. wuuek!” Kai memelet – meletkan lidahnya ke arah Sehun yang masih melotot padanya.

“Kim Jong In.. “ suara yang dapat membuat bulu kuduk Kai berdiri seketika.

Kai menoleh ke sumber suara.. “ Hyung.. “ Kai menyengir kuda ketika mendapati Seunghwan manager yang berdiri dibelakangnya.

“Jong In kau ini, aish! Palli!”  D.o menyeret Kai segera pergi dari sana.

Hingga tinggalah duo leader yang selalu sabar menunggu antrian untuk turun dari dalam Van -_-

“Kris, Suho. Jangan lupa, besok kita akan recording running man. Jangan sampai anak – anak terlambat bangun.”

“Eo nde hyung.” Kris mengangguk mengerti.

“Anyi, kalian malam ini tidak tidur di dorm hyung?” Suho memastikan.

Mata Seunghwan & Minwook tampak melirik sekilas ke arah tangga basement, dan ternyata benar. Disana Kai, Chen, Baekhyun, dan Sehun masih berdiri demi menunggu kabar berita bahwa malam ini mereka terbebas dari manager hyung.

“Yak yak! Apa kalian pikir kami tidak melihat kalian! OH SEHUN!  KIM  JONG DAE ! BYUN BAEKHYUN!  KIM JONG IN!”

“HUANG ZHI TAO!” Seunghwan menambahkan.

“Eh? Tao? Dimana?” Minwook memperhatikan dengan seksama bahwa tidak ada sosok Tao disana.

“Dia penguping yang handal. Sepatunya terlihat.. “ Seunghwan menunjuk sepatu bermotif leopard yang terlihat diantara Kai & Baekhyun.

“SAMPAI KAPAN MAU BERDIRI DISANA!!”

Brak bruk brak bruk .. suara ricuh terdengar jelas.

“Kyaa! Manager hyung mengetahuinya. Kyaaa! Gyahahah.. “ TRING! Suara pintu lift yang tertutup menandakan mereka sudah benar – benar menghilang dari balik dinding basement.

Seunghwan melanjutkan pembicaraannya, “jangan ada yang masih menonton TV atau bermain game. Usahakan mereka semua tidur lebih awal malam ini. Aku & Minwook masih mau menyelesaikan persoalan tentang EXO Showtime, pihak crew meminta untuk bertemu mala mini.”

“Sekedar minum kopi bersama, agar kalian juga mudah beradaptasi ketika acara akan mulai tayang. “ Minwook  menimpali.

Algaesseo hyung. Aku akan memastikan sebisa ku. Mereka sedikit susah untuk di ingatkan.” Suho mengangguk mengiyakan.

“Bukan sedikit tapi berlebihan.” Kris meyambangi.

“Kris. Tidur di dorm malam ini. Aku tidak yakin jam weaker Yaegi dapat menolong kalian untuk bangun.”

“Pffftt !” Lagi – lagi Suho menahan tawanya.

Kris melihat Suho dengan ujung matanya, “apa yang kau tertawakan eoh?” Kris menyikut lengan Suho.

“Kris aku berbicara dengan  mu.” Intonasi suara Seunghwan mulai berubah.

“Eo. Ah maksud ku nde hyung. Nde.” Kris mengangguk berkali – kali.

“Uhm yasudah, segera naik ke atas. “

“Nde hyung.”

Pada waktu yang bersamaan, seseorang juga muncul menuruni tangga basement. Sosok itu keluar dari arah lobby apartement..

“Magnae-ah? Benarkah itu magnae Soo ?” Seunghwan menajamkan penglihatannya.

“Oppa..” suara itu..

“Eoh, kau mau kemana malam – malam seperti ini?” Seunghwan melihat Soo Rim yang berbalutkan blazer panjangnya.

Soo Rim melihat pada dua sosok disampingnya. Setelah ia melihat dengan jelas sosok yang berdiri disamping Kris, ia segera memutar pandangannya. “Uhm.. aku harus kembali ke Busan.”

“Mwo? Malam – malam seperti ini?” Minwook ikut mengernyit, mengingat hujan yang belum juga reda.

“Aku akan dinas keluar kota oppa.” Soo Rim mulai merasa risih karena entah itu benar atau tidak, tetapi yang ia rasakan bahwa sepasang mata disampingnya terus menatapnya lekat.

“Kris, Suho. Apa yang kalian tunggu? Khayo.. “ Seunghwan menyuruh mereka pergi.

“Ah ye hyung. Suho-ah kajja.” Kris berjalan lebih dulu, ia mendahului Suho yang masih berdiri dibelakangnya.

Soo Rim juga tidak ingin berlama – lama berdiri disana, karena antara dirinya dan Suho sudah tidak ada Kris yang menghalangi tatapan Suho yang terus mengacu pada wajahnya.

“Oppa. Aku akan terlambat. Aku pergi sekarang. Annyeonghaseyo.” Soo Rim membungkukkan  badannya sopan, dan segera melangkah pergi dari hadapan mereka.

“Suho-ah? Ya Kim Joon Myun!” Tap!

“NDE? Ah ye maksud ku hyung.” Suho terlonjak ketika sebuah tepukan medarat dibahunya.

“Kenapa masih disini? Kris sudah pergi.. “ Seunghwan menunjuk Kris yang sudah berlalu.

Suho masih mencuri – curi pandang ke arah kemana perginya Soo Rim, “Uhm.. nde hyung.” Langkah kakinya seakan mengeras pada posisinya.

“Seunghwan-ah kajja.. “ Minwook merangkul Seunghwan untuk segera pergi.

“Apa dia baik – baik saja? Wajahnya sembab .. “ Suho tidak menyadari bahwa dirinya kini tengah menghawatirkan seorang Park Soo Rim dari ujung sini.

Sementara itu ..

“Sigh~ “ Soo Rim bersandar tepat pada badan Audy pink metalik miliknya.

Tatapan itu.. tatapan itu kembali mememuhi pikirannya, “Andwae. Aku tidak bisa jika terus berdiam diri disini. Sigh ~ andwae.. “ terdengar jelas hembusan nafas yang mulai terasa lelah itu.

Bip. Soo Rim menekan tombol pada kunci mobilnya, ia membuka pintu mobil dan lebih dulu melemparkan handbagnya pada bangku belakang mobil.

“Hufh ~ “ sekali lagi ia memandang pada sudut basement yang mungkin masih terdapat sosok Suho disana..

Soo Rim membuka pintu bangku kemudi, dan segera masuk kedalamnya ..

Tetapi .. DEG! Sebuah tangan menahan lengannya..

“Chamkammanyo.” DEG!

“Aku akan mengantar mu.. “

TBC

 

 

208 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 1

  1. Yaegi soorim eonni, kalian membuat ku sedih,,,, krisppa suka bnget tuh godain yaegi eonni. Kyaaaa suka bnget ama ceritanya…

    Sbelumnya aku minta maaf eonn baru komen skarang, karna bnyak tugas yg numpuk!
    Ok deh fighting buat eonni!🙂

  2. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 3 | EXO & Prince WuFan

  3. q dataaaaaaaaaannnnnnggggggggg…
    haaaahhh?? *emot shock.. ituhhh emg kemaren si yeye sama kris ngapain? ayo d flash back lagi runtutan kejadiannya yak,,, kekekek… q pngen tau inihhh penasarannn mereka ngapain? ahahahah….

    itu pasti yang mau nganterin si soimah paman busuk ya? kalo si suho kaga mngkin deh kayannya,,dia kannnn plin plan getooohhh *sotoy deh akunya ahahahah

    guca gusa ngegemesin bgt,, pngen q karungin trs bawa pulang deh ahahaha,,,
    lah..lah.. mbak krystal knapa itu? kok tilpun2 mas suho trs?? masih kepo yak??
    ini pada mewek2 trs yahhh,,q jadi syedih juga,,, next chap,,ngebut wuzzzzzzzzzhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

  4. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 4 | EXO & Prince WuFan

  5. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 5 | EXO & Prince WuFan

  6. itu siapa??? auho kah yg mau ngqntar soorim???
    nyesek baca y kasian ma pasangan ini ngak bahagia2,,,, suho mau y gmb sih bener2 ngelepasi. soo rim pa gmn….
    kasian soorim y…
    untung ada scene yaegi-kris + si kembar chansha yg ngebuat suasana agak ngak terlalu menyesihkan…

  7. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 6 END | EXO & Prince WuFan

  8. eomma~ wakakaka aku lawak banget. yadong gila. masa yaa pas baca part nya yekris yg d kamar pas papa upan ngomong “yeoja mana lagi yg berani mencakarku” dan seterusnya dengan topic itu, aku jadi keinget lagu gorilla yg aku kirim itu eomma. wkwkwk adoh~ *tutup muka*

  9. aigooooo akhir nya muncul juga nie series susoo…
    gemes banget sama pasangan nie..
    padahal masih saling suka kenapa saling menyakiti…
    akhhhh lanjuuttt ke chapter berikut nyaaa…
    unni mianhae slama nie jadi reader gelap karna baca nya dr hp jd gag bisa komen nunggu ol lewat pc dulu #curhat
    mianhae, jeongmal mianhae unni…
    mulai sekarang usakan komen karna sukaaaaaaaaaaa sekali epep nya unni..
    akuu sekarang jadi yaekris shipper unni..
    kekekke
    akuu lanjuttt yaaa unn…
    ^^

  10. kasian soorim..pasti sakit bgt hatinya..tp knp eomma suho nelpon dia.
    Chansa jg makin ngegemesin aja..pengen nyubit mereka..hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s