EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 2

970017_445389352246977_625606835_n

Chapter 1

EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 2

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Suho | Kim Joon Myun

– Park Soo Rim | Official OC

– Krystal  (Fx) | Jung Soo Jung

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Luhan – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Kim Nana | as SM Trainee | Yaegi’s Friend

–      Another BB / GB SM & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Romance – Hurt / Comfort – Comedy – Friendship – Married Life
  • Rating              : R – Restricted  ( -17 )
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

***

“Neol gidae hajanha dashi naege wondago”

Banyak banget yang nanyain arti diatas kekeke

Itu part dari lirik lagu dibawah jagiyadeuulll..

Dan satu lagi, SuSoo .. Suho Soo Rim kagak ada Suho Soo Jung😀

SuJung nah itu baruuuu kekekeke

***

OST  – Ryeowook  & D.o  – MISSING YOU

(Lagu ini pernah di populerkan oleh BB asal Korsel Fly To The Sky )

Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing you

Please listen to my heart just once,  everyday  everynight I’ m missing you

Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini meskipun hanya sekali saja, setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu

Neol gidae hajanha dashi naege wondago

I don’t expect you to come back again

Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Nae gyeote eobseodo,  ijen beorsu eobsodo,  eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol

Even if you are not by my side, even if I can’t see you now, In my heart you are always the same

Meskipun kau tak disampingku lagi, meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang,
dihatiku kau tidak akan pernah berubah

***

Deras hujan yang tadinya mengguyur kota Seoul hingga sepanjang perjalanan menuju Busan, kini lambat laun mulai reda. Tap! Dua orang keluar dari dalam mobil Hyundai, Seunghwan & calon adik iparnya Park Soo Rim.

“Ini pakai payung nya.” Seunghwan berlarian menghampiri Soo Rim dan menyodorkan sebuah payung. Soo Rim menariknya pelan, “gomawoyo.” Yeoja itu tidak memindahkan payungnya terlebih dahulu karena Seunghwan akan  basah kuyup.

Ckiitt ..

Bunyi decitan rem dari sebuah mobil yang baru saja tiba mengalihkan pandangan Soo Rim & Seunghwan. Itu adalah Min Wook yang juga mengikuti Seunghwan hingga Busan, demi mengantarkan Soo Rim yang nyaris tidak mungkin dapat meyetir ditengah – tengah hujan badai.

“Teman mu sudah sampai. Pergilah.” Soo Rim tidak ingin Min Wook menunggu lama.

“Masuklah lebih dulu, kau akan sakit.” Seunghwan mengusap hangat bahu Soo Rim.

Soo Rim mengikuti gerak tangan Seunghwan dibahunya, “tanpa kau bersikap baik pada ku, kau  tetap akan diterima menjadi menantu keluarga Park. Tidak perlu berlebihan oppa.”

Magnae-ah ..”Seunghwan semakin heran melihat sikap Soo Rim yang tampak berubah. Gadis itu tidak mengeluarkan sepatah katapun sepanjang  perjalanan mereka menuju Busan.

Soo Rim mengalihkan pandangan pada lantai dua rumahnya, “Soo Ra eonni sepertinya belum tidur. Kau mau bertemu dengannya?”

Magnae-ah.. “ tiba – tiba suara lembut  menginterupsi keduanya..

Soo Rim & Seunghwan lagi – lagi menoleh bersamaan. Sosok yeoja yang memiliki postur tubuh hampir sama seperti Soo Rim melangkah mendekat ke arah mereka dengan sebuah payung yang melindunginya dari rintik hujan.  “Magnae-ah kau kah itu?” sosok yang tak lain adalah saudara perempuan Soo Rim, Park Soo Ra.

“Ra eonni.” Soo Rim memanggil saudara sematawayang nya itu.

Oppa.. “ Soo Ra baru menyadari jika sosok kekasihnya juga berada disana.

Jagiya kenapa kau keluar malam – malam seperti ini?” Seunghwan manager sangat berbeda dari kehidupan sehari – hari jika sedang berada di hadapan Soo Ra.

“Aku melihat dua mobil terparkir sekaligus didepan  rumah. Magnae-ah, apa kau sakit?” Soo Ra mengusap lembut pipi yeodongsaeng nya.

Soo Rim menggeleng pelan, “anyia eonni. Oppa memaksa ku untuk mau diantarkan olehnya.”

“Di Seoul hujannya sangat deras. Tidak baik jika dia menyetir sendirian.” Seunghwan mengklarifikasi niat baiknya agar tidak di anggap hanya alasan semata untuk melihat Soo Ra disela – sela kesibukannya mengurus EXO -_-

Soo Ra menatap keduanya bergantian. Tatapan yang begitu tenang, “geure, oppa gomawoyo. Kau pulang sekarang?”

Nde, aku masih memiliki beberapa urusan yang harus ku selesaikan. Masuklah lebih dulu, jalgayo.”

Nde, magnae-ah kajja. Oppa, jaga kesehatan mu.”

“Uhm, kau juga. Aku akan mengabari mu secepatnya.” Seunghwan mengangguk sambil tersenyum.

Geurom. Kami masuk dulu” Soo Ra menggandeng lengan Soo Rim dan lebih dulu melangkah masuk kedalam rumah mereka tanpa menunggu Seunghwan berlalu.

Dua yeoja cantik bersaudara itu menyusuri susunan bebatuan bundar yang terdapat pada halaman rumah kediaman keluarga Park..

Magnae-ah, kenapa kau pulang malam – malam seperti ini? Musseonseorinya (apa yang terjadi)?” Soo Ra memecah keheningan.

Soo Rim menaruh payungnya ketika mereka tiba diteras rumah,”aku akan dinas keluar kota eonni.” Soo Rim mengusap titik – titik hujan yang membasahi blazernya.

“Dinas? Eonje?” Soo Ra selesai menggulung kembali kedua payung yang mereka pakai.

“Besok.” Soo Rim tampak mulai kedinginan. Soo Ra memutar knop pintu dan mempersilahkan yeodongsaeng nya untuk lebih dulu masuk kedalam.

Appa & eomma sudah tidur?” Soo Rim melihat seisi rumah yang sudah gelap gulita.

Nde. Ini sudah pukul 11 malam. Magnae-ah, kau meninggalkan ponsel mu diapartetemnt Yaegi?”. Soo Rim segera merogoh handbagnya , “anyu. Ini .. “ ia memperlihatkan ponselnya. “Waeyo eonni?”

“Tadi Joon Myun menelfon ku..” DEG!  Denyut jantung Soo Rim kembali melemah ..

“J – Joo – Joon – Joon Myun?” Soo Rim tergagap, ia memastikan bahwa pendengarannya masih berfungsi dengan baik.

Soo Ra menanggapi tanpa guratan ragu sedikitpun, “hmm.. tadi dia menanyakan keberadaan Seunghwan oppa. Sepertinya dia membutuhkan sesuatu.”

Soo Rim berdecak dalam batinnya, “menanyakan Seunghwan oppa? Dia? Untuk apa sampai menelfon eonni?”

Magnae-ah? Magnae-ah?”

“Eoh! Nde  eonni?” lambaian tangan Soo Ra didepan matanya membuat Soo Rim terhenyak. “Eonni,  kemarikan ponsel mu.” Soo Rim menadahkan tangan.

Yeoja berprofesi sebagai designer itu menanggapi Soo Rim tanpa kecurigaan sedikitpun. Soo Ra merogoh saku jaketnya dan memberikan apa yang Soo Rim pinta, “ini..“ galaxy note 2 berwarna dongker.

Soo Rim menariknya lugas. Tit tit tit —- jemari – jemari indah yeoja itu tampak menari cepat menekan papan tombol yang ada. Flip – Bip. Setelah memastikan nama kontak yang tersimpan pada ponsel Soo Ra, Soo Rim mencari nama yang semula muncul tersebut ..

“JoonMa dongsaeng” tit – bip. ‘nama terhapus dari kontak’.

Eonni, igeo.. “ Soo Rim mengembalikannya pada Soo Ra dan ia bergegas naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada.

Soo Ra mengecek kembali kontak ponselnya, “Kenapa dia menghapusnya? Apa yang terjadi?” penuh tanya terlintas dibenak yeoja berusia 27  tahun itu. Sikap Soo Rim yang lebih tertutup dari biasanya, perlahan mengundang banyak tanya.

***

Hari berikutnya di kediaman  Dorm EXO..

“Panda Queen .. hanbammal. Satu kali saja.. disini.. ayolah.. “

“Tao Huang .. “

“Palli.. berikan aku energi setelah aktifitas ku yang panjang. Kau tidak tahu? Aku berlatih hingga pukul 2 pagi kemarin, lalu pukul 4 subuh menuju bandara dan malam harinya perform di Nanjing. Dan harus kembali lagi pagi hari. Setelah ini aku akan pergi lagi.. Ya! Jiji Jung!” Tao mendengus kesal menatap layar Ipadnya. Tampak didalam sana seorang yeoja yang sedang duduk disebuah tempat yang penuh dengan buku – buku tertata rapi..

“Tao Huang ireojimmarayo (jangan bersikap seperti itu).. “ Ji Ah bekali – kali menolak untuk menempelkan bibirnya pada kamera Ipad. Ia tidak bisa melakukan hal itu.

“Ini hanya pura – pura. Ayolah.. disini.. “ Tao bersikeras memaksa yeojachingunya untuk menciumnya di bibir.

“Tao Huang, aku harus menyelesaikan laporan hasil penelitian ku.. “ Ji Ah menggunakan seribu alasan untuk mengalihkan perhatian Tao.

Tao membalikkan posisi tidurnya menjadi terlentang, “Jiji Jung kau selingkuh dari ku?” Tao mengangkat layar Ipadnya.

“Tao Huang tidak bisakah nanti saja menelfon ku?” suara dan tatapan Ji Ah mulai memelas.

“Maka itu, cepat berikan aku kisseu disini.. palli.. “ Tao kembali berbalik dan menelungkupkan badannya.

“Ssshh Tao Hu —ang.. “

“Hmm wae? Kau merindukan ku? Kau tahu? Ketika perform aku terpleset jagiya.. “

Raut wajah Ji Ah mulai berubah pucat pasi .. “Tao — hu – Huang.. “

“Nde? Jiji-ah, palli.. aku harus mandi sekarang. Ayolah.. “ Tao merengek kesal.

“Tao Huang —  “ Ji Ah seperti menunjuk – nunjuk arah belakang Tao.

“Aku hitung sampai 5 eo? Disini tidak ada siapapun. Memberdeul semuanya masih diruang TV. Baby Panda—.. “  kalimat Tao terpotong karena seseorang yang ia rasa bukanlah suara Ji Ah menginterupsi .. “Bagaimana kalau aku saja yang mencium mu Kung Fu panda?”

“EOH! GEGE!” Tao sontak terlonjak dari dengkurannya hingga Ipad yang ia pegang terpental. Kris kini berdiri didepannya sambil  berkacak pinggang.

“Ge – Duizang .. “ Tao berharap seringaiannya mampu menghapus raut wajah Kris yang seakan ingin menelannya hidup – hidup saat ini.

“Kemari, aku akan mencium mu.. cepat kemari.. “ Kris menarik tangan Tao paksa.

“Gege.. ah Ge!” Tao enggan untuk turun dari kasur, ia mengeras di posisinya.

“Tadi ku dengar kau ingin di cium kan? Ayo kemari, aku akan mencium mu sebanyak yang kau inginkan.. cepat turun!” Kris semakin memperkuat tarikannya.

“GEGE! AAAAA SUHO HYUNG !! XING GE!! TOLONG AKUU.. AAAA ! AKU TIDAK MAU! DUIZAAANG !!”

“Aku sudah memberikan mu kesempatan, tetapi bukan untuk melakukan hal – hal mesum! Mengerti!” Kris kini beralih menarik kaki Tao.

“SUHO HYUNGGGGGG ! XING GEGEEEE !! AAAA FAN GEGE AKU TIDAK MAU! AH AMPUNNN ! HIKS.. GE! GEGE AAAAK! APA YANG KAU LAKUKAN! AAAAAA”

BRAK ! Suara pintu kamar yang dibuka paksa..

“OMO! Kris hyung! “

“TAO ! TAO! “ Sehun & Baekhyun berlarian masuk kedalam untuk melerai keduanya.

“Kris hyung apa yang kau lakukan? Ireojimma.. “ Baekhyun berusaha untuk melepaskan tangan Kris dari kaki Tao.

“Tao-ah, Tao-ah.. “ Sehun naik ke atas ranjang, ia menarik kaki Tao agar terlepas dari tangan Kris. “Bocah ini! Ukh! Sudah ku beritahu ughh ! Kau itu belum dewasa ARA!! Sehunni, Baekhyun-ah menyingkir. Ini urusan ku dengan panda busuk ini! UGH! “ Kris tidak melepaskan Tao begitu saja.

“Kris hyung andwaeyo.. “ Sehun ikut panik.

“Aaaakk ! Oh Sehun tidak perlu juga menduduki tubuh ku! SUHO HYUNGGGG !! XING GEGE!! XIUMIN HYUNGG… “

“Kris hyung. Kris hyung geumanhaeyo.. Kris hyung nanti kaki Tao bisa cidera lagi. Kris hyung.. Krisseu hyung!”

“AISH!” berkat perkataan Baekhyun Kris akhirnya berhenti melakukan aksi konyolnya.

“Hiks.. “ Tao duduk ditepi kasur bersama Sehun.

“Cengeng! Tidak ada yang menyuruh mu menangis!” Kris lebih mirip seorang ‘eomma’ yang sedang mengomeli putranya.

“Tapi itu hanya melalui — “

“SAMA SAJA! Langsung atau tidak langsung tetap saja kau mesum!” Kris menyanggah cepat apa yang hendak Tao katakan.

“Kau payah Ge! Aku ini sudah dewasa! Kau sudah mempermalukan ku didepan Jiji! Huaaaaaaa… “ tangis romantic Kung Fu panda akhirnya memecah -_-

“Yak yak! Ada apa ini? Sehunni apa yang kau perbuat eoh?” Chen masuk dengan gaya sok tahunya.

“Naega wae hyung? Mereka.. “ wajah Sehun langsung tertekuk ketika nama ‘tersangka’ ditujukan padanya -_-

“Kris hyung?” Chen mengintip wajah Kris yang merah padam.

“Omona – omona.. ada apa ini?” tak lama berselang D.o dan Luhan juga ikut masuk ke kamar.

Baekhyun dan Sehun menunjuk Kris & Tao dengan tatapan..

“Tao-ah uljimma.. “ Chen berusaha untuk menenangkan Tao yang masih menutup wajahnya.

“Tadi aku mendengar ada yang memanggi ku. Nugu?” Lay si pahlawan kesiangan berjalan mendekati memberdeul yang nyaris membentuk kerumunan disana.

“Duizang, apa yang kau lakukan?” Lay langsung mengetahui titik permasalahan.

Kris memilih untuk bungkam, sedikitnya ia menyadari bahwa ia sudah menjadi panutan yang tidak baik bagi member yang lebih muda darinya.. “ Sehunni, bangunkan Kai. Dia pagi ini akan latihan tambahan .. “ Kris mengalihkan fokus mereka.

“Eo hyung.” Sehun akan segera mengiyakan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Kris, bocah itu perlahan turun dari kasur.

“Eeh? Tidak usah. Biar aku saja.” D.o menahan Sehun yang hendak keluar.

“Yasudah, aku ke kamar Xiumin hyung saja.. “ Sehun melenggang santai keluar dari kamar.

“Omo! Aku lupa menelfon Yeol! Aigoo Yeol sedang apa dihutan saat ini?” Baekhyun tiba – tiba juga berlarian keluar kamar.

“Kris. Kenapa sampai seperti itu? Tidak baik.“ Luhan merenggangkan atmosfer yang terasa amat canggung.

“Sudah berapa kali ku katakan aku tidak suka jika ada hal – hal seperti itu.” Kris masih menatap Tao kesal.

“Tapi kau berlebihan Kris.. “ Luhan menekankan argumennya.

Kris menarik selimut Tao, “Huang Zhi Tao pergi mandi sekarang.” Tidak menunggu lama, Tao segera beranjak dari duduknya untuk lekas keluar kamar  bersama Chen.

Kini dua tertua, dan Lay  yang tertinggal ..

“Duizang, sikap mu tadi berlebihan.” Lay berpikiran sama dengan Luhan.

“Seharusnya kau mengarahkannya, bukan memarahinya.. “ Luhan menambahkan.

Kris memilih untuk bungkam, ia tidak akan banyak bicara lagi jika itu hanya akan memperkeruh keadaan.  Sementara itu diluar ..

“Pfffttt ! “

“Eung?” Tao yang baru melangkahkan kakinya dari dalam kamar bersama Chen memandang heran sekitar.

D.o, Sehun,  dan Baekhyun ternyata menunggu Tao keluar dari dalam kamar ..

“Pfftt ! Sudah ku ingatkan, jangan mesum.” Sehun berbisik jelas disela – sela tawanya yang akan segera memecah.

“Gyahaha.. perut ku sakit.. “ D.o memegangi perutnya, ia nyaris terpingkal.

“Pfftt!”

“Eung?” Tao menoleh pada sosok disampingnya. Chen juga tak kuasa menahan tawanya. “Tao —  Tao-gga.. pffftt !” Chen menutup mulutnya agar tawanya tidak memecah.

“Sudah berapa kali aku ajarkan teknik untuk berkencan? Ini jam sibuk.. babo! Pfttt !” Baekhyun ternyata juga berbohong ingin menelfon Chanyeol. Mereka keluar kamar karena tidak sanggup lagi menahan tawa.

Hingga..

“PFFFFTTT ! “ sosok Luhan & Lay yang baru saja keluar kamar juga ikut menahan hasrat ingin segera terbahak.

“Luhan hyung, gyahahaha.. “ Baekhyun tahu pasti bahwa Luhan akan segera meledak.

“BWAHAHAAHAHAHA.. “ bingo! Tidak sampai hitungan detik tawa Luhan memecah.

“Gyahahah.. Ya! Babo anya? Hahaha. Kalian semua tidak melihatnya kan? Ketika Kris hyung menarik kaki Tao gyahaha.. “ Sehun menepuk – nepuk lantai akibat rasa gelinya yang memuncak.

“Eo. Aku mengira Kris hyung sedang menarik celana mu Tao.. Hahahaha.. “ wajah Baekhyun memerah.

“BWAHAHAHA.. AHH PERUT KU ..  GYAHAHA.. “ Luhan dan Chen terbahak bersamaan.

“Tao-ah.. “ Lay mengusap – ngusap tengkuk Tao, ia juga tidak bisa menahannya karena itu memang   konyol.

“Gyahaha.. Tao apa tadi kau sudah memutuskan sambungan mu dengan Nona Jung itu? Pfftt!”

“Eo majayo! Sudah belum? Gyahahahaha.. “

Tao melemparkan death glare nya pada satu persatu memberdeul yang saat ini tengah terpingkal karenanya..

“Aigoo aigoo.. perut ku sakit .. “

“Gyahaha.. “

Ceklek! Bam!

“Eoh?” sesaat tawa mereka terhenti ketika mendapati Suho yang baru saja keluar dari kamar mandi. “Suho hyung.. “ memberdeul memandang ke arah  nya ..

“Hyung! Kau lihat mereka! Mereka menertawakan ku hyung!” Tao melayangkan pengaduannya pada sang guardian.

Suho menarik senyum tipis yang menyuguhkan ketenangan bagi siapa saja yang memandangnya, “hmm, segeralah mandi. Manager hyung dan Ah Reum Noona hanya menunggu dibawah .. “

“EH?” memberdeul berdecak heran .

“Hyung.. kontes Love up itu kan?” tanya Baekhyun memastikan.

Suho mengangguk pelan, “eo.. bergegaslah. Jangan selalu harus dimarahi. “ Suho melangkah menuju kamar dengan sesekali mengusap – ngusap rambut basahnya dengan handuk.

“Eh? Suho hyung ini masih pukul 8 pagi.” D.o melihat jam dinding.

Suho kembali berbalik melihat mereka, “eoh nde, tidak ada salahnya langsung bersiap – siap kan?” Suho tersenyum tenang.

“Ah ye hyung.” Meskipun membingungkan tetapi memberdeul memilih untuk mengiyakan.

Blam ~ Suho kini menghilamg dibalik pintu kamar.

“Suho hyung kenapa?”

“Eo, dia aneh sekali .. “

“Ini kan masih jam 8. Acaranya jam11.. “

“Iya aneh sekali.. “

“Kenapa masih disini?” suara Kris mengintreupsi fokus memberdeul.

“Kris hyung, Suho hyung kenapa? Dia aneh sekali.. “

Kris menoleh sesaat pada pintu kamar Suho, “dia mulai pusing karena kalian terlalu nakal. Ayo ayo mandi. Lalu kita sarapan. “ Kris menggiring bocah – bocah exo planet itu.

Sekali lagi Kris mengintai pintu kamar Suho , “Soo Rim? Soo Jung? Rumit sekali .. “

Dikamar ..

Suho berdiri cukup lama pada cermin yang ada didepannya saat ini. Ia memandangi gambar dirinya yang memantul dari dalam cermin. Tatapan sejuk dari seorang Kim Joon Myun berubah nanar ketika semakin lama ia menatap pantulan dirinya..

Drrrt – drrtt .. suara getar yang begitu keras berasal dari ponselnya yang ia taruh diatas meja.

FLIP

“From : Uri Eomma

Aga (bayi). Niga bappayo (kau sibuk)?”

Suho tidak membalas pesan singkat tersebut, tetapi namja itu langsung menekan papan ‘panggil’ dari layar ponselnya.

Tersambung ..

“Aga.. “ suara yang selalu ia rindukan terdengar menyejukkan hati.

Suho berpindah duduk ke  tepi kasur,  “eomma.”

“Ireonasseoyo (kau sudah bangun) ? Putra ku sehat?”

“Hmm, aku sudah bangun. Aku sehat. Eomma juga kan?”

“Geurotji. Jika putra ku sehat, eomma bahkan lebih dari itu. Aga-ah.. “

“Nde eomma?” Suho menaikkan kakinya ke atas kasur.

“Kau sedang ada masalah dengan Soo Rim?”

DEG! Sebuah anak panah menancap tepat pada titik denyut jantung Suho. Matanya nyaris tak berkedip. Saliva yang seolah menjadi gundukan batu kecil pada batang kerongkongannya, itulah yang ia rasakan saat ini.

“Eomma.. wae— eomma waeyo?” Suho berusaha mengatur nafasnya sebaik mungkin.

“Anyia. Eomma hanya menanyakan saja. Kau sudah sarapan sayang?”

“Jogeum itta (sebentar lagi) eomma. Eomma tidak ke sekolah?”

“Murid – murid sedang berlibur bersama, maka sekolah diliburkan. Eomma merindukan mu..” Seulas senyum terpatri pada wajah Suho, “aku lebih dari itu eomma. Eomma saranghae.. “

“Aigoo.. niga nugu adeul (kau putra siapa) ?” pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh Nyonya Kim pada saat berbicara dengan putra kesayangannya.

“Eomma adeul (putra eomma).. “

“Nugu adeul (putra siapa)?”

“Uri eomma adeul (putra eomma ku) “ Suho tersenyum tipis menanggapi pertanyaan sang eomma. “Poppo ?”

“Muah – “ Suho tidak menunggu lama untuk mengecup layar ponselnya.

“Aigoo.. bayi Joon Myun ku..  “

“Eo. Noona-gga, noona selalu menemani eomma kan?”

“Geurom. Noona mu selalu menemani eomma. Aga-ah, kau pasti sibuk sekali. Nanti eomma hubungi lagi nde? Salam untuk semua anak – anak tampan disana. “

“Ah eomma, anyia eomma. Aku tidak sibuk. Eomma waeyo? Kenapa cepat sekali menutup telfonnya? Eommaaa ~  “ sosok asli Kim Joon Myun terlihat. Suho akan selalu merasa bahkan tidak menyadari jika kini ia mulai beranjak dewasa. Karena jika  sedang berada didekat sang Ibu, ia selalu merasa bahwa umurnya tidak akan pernah beranjak dari seorang putra kecil kesayangan keluarga Kim.

“Eomma sedang membuat cake bersama noona. Nanti cake nya kempis jika terus berbicara dengan mu..”

“Lalu eomma lebih menghawatirkan cake itu dibandingkan Joon Myun mu?” bibir Suho mulai mengerucut.

“Hahaha. Aigo aigo.. bayi Joon Myun ku, anyia adeul-ah.. “

Suho berhasil memancing rasa panik Ibunya.. “arasseo eomma. Jangan terlalu sering membuat cake. Gunakan waktu senggang eomma untuk beristirahat hmm?”

“Alganhae adeul (iya nak).”

“Eomma annyeong.. “ Bip. Perasaan leader Suho kini terasa sedikit lebih baik, bahkan sangat baik. Suho tak henti – hentinya tersenyum memandangi layar ponselnya, “eomma..”

Akan tetapi …

Seketika itu juga raut wajahnya kembali dirundung tanya. “Kenapa eomma menanyakan tentang nya? “ bayang – bayang yeoja yang pernah menjadi kekasihnya itu kembali berkelebat.

Flash ! “Neo nuguya?” Flash! “Neo nuguya? Kenapa terus mengikuti ku?” Flash!

Suho menekan – nekan pelipisnya, mengusap dahinya yang terasa pusing ..

“Ssshh.. “ Suho beralih membuka ponselnya. Mengecek pesan masuk & daftar panggilan. Terselip sebuah pesan singkat yang ia terima dua hari yang lalu. Perlahan tapi pasti, ibu jari Suho bergerak untuk membaca ulang pesan singkat tersebut.

“From : Soo

Berhenti menghubungi eonni ku. Neo namjaga (kau itu namja).”

Jika Suho amat memahami kalimat pertama, tetapi pada kalimat kedua Suho kembali mengambang. “Kau salah paham Soo-ah.. “ Suho membatin dalam hatinya sembari masih memandangi isi pesan singkat itu.

Flash! Lagi – lagi lekuk wajah sembab Soo Rim malam itu terlintas dibenaknya..

“Dia sakit? Wajahnya —.. “Ceklek!

Suara pintu membuat lamunan Suho terberai,  “hyung..”

Sosok Kris melangkah masuk kedalam kamarnya, “ mwoe? (sedang apa).  Aku lupa menaruh sisir ku dimana. Pinjam eo?” Kris mengambil sebuah sisir dari dalam laci.

“Nde hyung. Kau tidak jadi rehearsal untuk MC?”

“Anyu. Im hyung mengatakan kita tidak punya banyak waktu.” Kris menyisipkan rambutnya, agar terlihat lebih rapi.

Suho mengangguk mengerti , “Um.. aku akan ikut di kontes itu hyung.”

Kris sudah selesai menyisir rambutnya, ia ikut duduk disamping Suho.. “Kau mau sarapan dumpling lagi atau sushi?”

“Apa saja. Manager hyung delivery lagi?”

“Tidak. Aku yang memesan.” Gerak – gerik Kris tampak seperti sedang mencari celah untuk suatu hal.

“Hyung, kita masih memiliki waktu dua jam lagi. Kau tidak ke atas?” Suho sama sekali tidak peka akan gerak – gerik Kris.

Kris menggeleng, “tidak. Yaegi sudah pergi membawa anak – anak untuk imunisasi.”

“Jinjja? Aigoo.. seharusnya kau bisa pergi untuk itu hyung. Bukankah Twins Wu sedang dalam masa pertumbuhannya?” fokus Suho teralihkan.

“Sayangnya aku tidak bisa pergi karena sebuah keharusan. Sigh ~ hooammhh.. aku masih mengantuk.” Kris merebahkan dirinya ke atas kasur.

“Kau harus bersabar hyung. 12 tahun itu jika dinikmati tidak akan lama.. “ Suho menghitung masa kontrak yang diberikan SM pada Kris & EXO terhitung dari masa debut mereka.

“Mollayo. Ini hidup ku Suho-ah.. “ Kris menjadikan kedua tangannya sebagai  tumpuan kepalanya.

“Kau berani mengambil resiko hyung. Aku sepertinya tidak mungkin bisa seperti mu. Hyung moshtta (kau keren). “ Suho menepuk – nepuk bahu Kris yang saat ini sedang menerawang langit – langit kamar.

Kris mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping dan  menghadap Suho, “jika kau mau pasti kau bisa. Mau mencoba nya? Menikah itu menyenangkan.. “

“Omo hyung.. pft !“ Suho kembali terkekeh .

“Wae? Aku serius. Memiliki istri, anak, itu hal yang tidak terduga. Bahkan tidak ada yang menyadarinya kan?”

“Hyung jangan membawa ku ke ajaran yang sesat.. haha.” Suho tertawa renyah.

Tap! Kris menepuk lengan Suho,  “Eyh ~ siapa yang sesat? Kau bebas melakukan apapun dengan hal yang sudah menjadi milik mu, dan itu menyenangkan.”

“Tapi aku tidak yakin dengan jadwal EXO seperti saat ini.” Suho tidak seargumen dengan ChanSha Appa.  Kris menopang kepalanya dengan sebelah tangan, ia masih dalam posisi menyamping. “Nah.. itu yang namanya konsekuensi, komitmen, dan konsisten.” Kris memiliki beribu jawaban untuk menangkis semua prasangka Suho

“Booo.. apa kau sedang mencoba memamerkan kehidupan pernikahan mu?” Suho mencibir Kris. “Haha. Anyiranikka. Booo..  kau iri eoh? Ya ya! Hahaha.. “ Kris ikut tertawa ketika Suho hendak menimpanya dengan sebuah bantal.

“Aku iri karena kenapa Yaegi harus menikahi mu?”

Kris bangkit dari tidurnya, “apa maksud mu?” raut wajah Kris langsung berubah.

“Gyahaha. Khoba (lihatlah). Kau cemburu hyung? Haha. Aigo Kris hyung.. hahaha.. ya! Aku bercanda.” Suho meninju – ninju pelan lengan Kris.

“Lalu kapan kau akan menikahi Soo Jung?”

GLEK! Wajah Suho seketika langsung membeku, tawanya berhenti begitu saja setelah pertanyaan tidak waras  terlontarkan dari bibir namja berperawakan Chinese – Kanadian itu.

“Kk—kenapa Soo Jung?” Suho tergagap sempurna. Wajahnya lebih dari sebuah kata ‘heran’.

Kris memutar bola matanya sejenak untuk berpikir. “Ah Soo Rim? Eo, kapan?”

“Eh? Kenapa Soo Rim?” Suho lagi – lagi terhenyak.

“Lalu siapa? Ada Soo lain lagi? Apa kau sekarang mencoba menjadi seorang player?” detektif Kris mulai beraksi. Suho mulai peka akan situasi, ia sedikit demi sedikit menyadari akan kehadiran Kris, “hyung, wae iraeyo (apa – apaan kau ini) . Jangan membahas itu.” Dibandingkan memberdeul lainnya, Suho termasuk salah satu member yang sulit untuk diterka setelah Kris.

“Waeyo? Soo Rim atau Soo Jung? Atau tidak dua – duanya?” tanya Kris retoris.

Tap! “hyung!” Suho lagi – lagi memukul lengan Kris.

Kris menemukan sedikit titik temu disana. “Suho-ah, masalah tidak akan selesai jika hanya dibiarkan begitu saja.”

“Eobsseotjo hyung.” Suho menggeleng cepat, berusaha meyakinkan Kris bahwa ia baik – baik saja dan tidak sedang hidup didalam masalah.

“Jinjja eobdago (sungguh tidak ada) ?”

“Eobneunde.” Suho mengangguk mantap.

“Suho-ah.. “ Kris menaruh tangannya pada pundak Suho. “Kris hyung, aku tidak bisa memaksakan keadaan terlebih jika  itu hanya akan menyakitinya.” Suho memotong  cepat.

“Nugu? Siapa yang merasa akan kau sakiti?”

“Sigh ~ “ Suho mengatur deru nafasnya. “Hyung, aku tidak sedang didalam kondisi ingin membicarakannya. Pyeonghae (aku lelah).. “

“Eo tapi kau — “ Brak! Kris memejamkan matanya sesaat ketika suara pintu yang berdentum keras nyaris membuat jantungnya berhenti. “Sssh !” Kris melihat ke sumber suara dengan tatapan geram.

“Suho hyung. Aku pakai hairspray mu sedikit eo? Punya ku sepertinya sudah habis.” Baby magnae Oh Sehun dengan segala kebrutalannya melenggang masuk dan menjamah seluruh peralatan mandi Suho yang ada diatas meja kamar.

Suho & Kris saling bertatapan satu sama lain mengisyaratkan untuk tidak meneruskan pembicaraan mereka terlebih dahulu ..

“Geurae wolf naega wolf auuu- saranghaeyooo. Nan neukdaego neon minyeo! Na na na na.. “ Sehun menggunakan jemari – jemarinya untuk merapikan rambutnya. “Saranghaeyo — “ magnae Sehun berhenti melantunkan lirik lagu setelah menyadari jika kedua namja dibelakangnya saling terdiam satu sama lain. “Cih.. cinta orang dewasa rumit sekali.” Sehun mencibir dalam hatinya, ia memberi sentuhan terakhir pada rambutnya dan sempurna!

Sehun sudah selesai, dan berbalik, “hyung. Lebih baik menunggu seseorang yang tepat dari pada kau harus menghabiskan waktu mu bersama orang yang salah.”

GLEK ! “Mwo?” Kris & Suho terhenyak bersamaan.

Sehun memeletkan lidahnya sesaat, “tapi berhubung kita adalah namja. Memastikan sesuatu yang tepat itu lebih baik dari pada kau berdiam diri dan terus hidup dalam kesalahpahaman. Tugas namja adalah memastikan, bukan menunggu kepastian.  Ingat baik – baik pesan ku. Hyung haispray nya gomawo!”  Blam! Sehun menghilang dibalik pintu kamar.

Suho & Kris masih tidak mengedipkan matanya. GLEK! Seolah ruh & raga mereka terpisah ketika menyaksikan sekaligus mendengarkan apa yang terucap dari baby magnae barusan.

“Suho-ah. Dosis vitamin Sehunni pas kan?”

“Eo. Mungkin tadi malam dia meminum obat demam karena kehujanan hyung.”

Kris & Suho masih terpaku pada pintu kamar dimana Sehun baru saja berlalu.  “Bocah itu..”

***

Busan – 2 P.M KST

Sudah sejak pagi tadi Soo Rim belum juga beranjak dari depan komputer yang ada dikamarnya. Ia seakan melupakan bahwa kamar minimalis bernuansa merah muda yang ia tempati saat ini masih berantakan sejak malam tadi.

400829457_147

Sepasang mata indah itu tak luput sedikitpun dari layar komputer yang saat ini tengah menyuguhkan sederet berita dari sekumpulan blog yang ia ikuti. Klik! Jemari yeoja itu mulai membuka beberapa tab baru pada layar komputernya. Hingga pandangannya tersorot pada sebuah halaman Fan Page yang sebagian besar adalah EXO fanbase.

“EXO – Leader Suho in Love Up Contest”

1381307_468999396546615_189745042_n 1384211_469004293212792_1331205678_n

Tangan Soo Rim berhenti menggerakkan pointer mouse ketika dua potret Suho terpampang jelas pada layar komputernya. Untuk kesekian kali, senyuman itu melengkung pada bibir tipisnya. Soo Rim memandangi lekuk wajah Suho, sorot mata namja itu, hidung membentuk lurus, dan semua hal yang selalu ia rindukan dari sosok itu.

Sulit untuk ia kendalikan rasa sesak yang mulai menjalar di dadanya, hingga setitik bulir hangat menghiasi senyuman indah Soo Rim saat ini. “Hiks.. “ ia terisak disela – sela senyumanya, hanya mencoba tegar untuk tidak menangisinya lagi. Meskipun Soo Rim tahu bahwa ia telah gagal lagi untuk kesekian kalinya.

“Neol gidae hajanha dashi naege wondago Kim Joon Myun.. “ kalimat itu kembali ia ucapkan untuk menjadi pelipur lara.

“Magnae-ah?”

Sebuah suara menginterupsi Soo Rim dari balik pintu kamar. “Eoh, nde!” Soo Rim cepat – cepat menyeka air mata nya. Ia segera menutup semua tab yang menampilkan potret Suho.

“Magnae-ah.. “ ceklek! Seorang wanita paruh baya muncul dari balik pintu kamarnya.

“Eomma, waeyo?” Soo Rim segera bangkit dari kursi, ia berjalan menghampiri Ibu nya.

“Putri ku sedang apa hmm? Kau tidak pergi bekerja? Soo Ra bilang kau akan keluar kota lagi.” Sentuhan sang Ibu terasa hangat saat tangan Ibu nya mengusap pelan setiap inci wajah Soo Rim.

“Aku mengambil cuti tahunan eomma. Anyi, dinas luar kotanya tidak jadi. “ Soo Rim menyeringai.

Ibu nya menarik Soo Rim pelan untuk duduk di tepi kasur, “hari ini Seunghwan akan melihat hasil desaign baju pengantin . Kau mau menemaninya kan?”

“Mwo? Naega wae eomma?” Soo Rim menunjuk dirinya sendiri tidak percaya.

Ibu nya tersenyum hangat, “Soo Ra tidak bisa menemani Seunghwan, lagi pula bukankah kalian memiliki selera yang sama? Ayolah, ini untuk eonni mu. Soo Ra meminta pada eomma agar kau bersedia untuk menemani calon kakak ipar mu. Kau mau kan nak?”

“Anyi eomma. Tapi aku — “

“Eomma tidak tega mengecewakan Seunghwan & Soo Ra. Apa kau tega?”

“Anyia, geundae eomma —“

“Sebentar lagi kau susul Seunghwan ke Seoul. Ah nde, kau bisa mengajak Yaegi untuk itu. Matji?”

“Andwaeyo eomma. Mertua Yaegi dari Kanada sedang datang berkunjung.” Soo Rim menggeleng cepat. Ia baru saja menerima pesan singkat dari Yaegi bahwa Ibu Kris sudah berada di Korea sejak pagi tadi.

“Jeongmalyo? Kau tidak ingin seperti Yaegi hmm?” sorot mata & suara Ibu nya terdengar seperti ingin  menggodanya.

“Eomma waegeurayo? Aku masih sangatlah muda eomma. Aku masih ingin berkarir.” Soo Rim berkata sambil mengerucutkan bibirnya.

“Lalu Joon Myun tidak pernah menyinggung akan hal itu?” DEG! Kedutan itu kembali menusuk – nusuk rongga hatinya..

Soo Rim berdiam diri sesaat, “uri kkeunnesseo (kami sudah selesai) eomma.” Soo Rim tertunduk lemah.

“Magnae-ah.. “ Ibu nya terkejut seakan tidak percaya.

Soo Rim langsung mendongakkan wajahnya dan tersenyum, “gwenchana. Ini semua karena kami memang tidak memiliki waktu sama sekali. Eomma, aku ikut eomma & appa ke Jepang eoh? Aku sudah lama tidak pergi berlibur. Boleh kan eomma?” Soo Rim menyandarkan kepalanya pada pundak sang Ibu.

“Aigoo magnae-ah. Eomma — eomma masih ingin mendengarkan hal — “

“Aku & Joon Myun sungguh tidak memiliki masalah apapun. Nan gwenchana eomma.” Soo Rim mengacungkan jempolnya demi membuktikan bahwa ia baik – baik saja.

“Tapi kenapa Joon Myun tidak memberitahu langsung?”

“Eomma wae geurae? Joon Myun sibuk eomma. Dia bahkan tidak memiliki waktu untuk melihat pantulan dirinya sendiri dicermin.”

Nyonya Park masih juga mengernyit tak percaya, “geureyo? Jinjjakuna (sungguh seperti itu)? Algaesseo magnae-ah. Eomma hanya ingin yang terbaik.”

“Geureyo eomma. Asalkan eomma memberiku tiket gratis ke Jepang, aku akan baik – baik saja.. “ Soo Rim melingkarkan kedua tangannya pada tubuh sang Ibu.

“Aigoo.. kau ini.. “

“Gyahaha.. eomma, tiket gratis untuk tahun ini eo? Eo?”

“Minta pada Appa.. “

“Eomma saja yang meminta untuk ku. Eotteo?”

“Arasseo .. arasseo.. “

“Kya! Eomma gomawoyo.. gyahaha.. “ Soo Rim mengeratkan pelukannya.

“Aigoo aigoo.. yasudah, bersiaplah sekarang. Karena jadwal nya itu pukul 5 sore, Soo Ra & Seunghwan mendapat nomor urut kedua.”

Soo Rim menyahut lantang, “Arasseo eomma! “ setidaknya, candaan itu mampu meredam rasa sakit yang kini masih bergumul pada perasaannya saat ini.

xxx

~ SMEnt Building ~

“Annyeonghaseyo .. “

“Ah ye annyeonghaseyo.”

“Eo, Cho Yaegi-ssi annyeonghaseyo..”

“Ah ye annyeonghaseyo. Nde nde.. “

Yaegi tampak tergesa – gesa menyusuri koridor lantai satu SM. Dengan setelan casualnya yang hanya menggenakan T-Shirt besar, skinny jeans, dan tas samping  Yaegi terus berjalan menuju sebuah ruangan yang ia tuju.

Yaegi fashion

Sesekali beberapa staff yang mengenalnya bertegur sapa, dan ia pun membalasnya dengan tersenyum ramah serta membungkukkan badan.

TING! Pintu lift yang hendak Yaegi tekan terbuka dengan sendirinya..

Munculah sosok Kris dari dalam dengan setelan formal untuk acara Youtube Music Award malam ini. “Eoh?” Yaegi menunjuk bodoh suaminya itu.

“Sedang apa kau disini?” Kris melirik  arah CCTV dan sekitar.

Yaegi membenarkan posisi tasnya, “ada perlu.” Jawabnya asal.

Kris memperhatikan penampilan Yaegi sedikit lama, hanya untuk memastikan bahwa Yaegi tidak akan berdandan dan terlihat cantik jika bepergian dibelakangnya -_- “anak – anak dimana?” Kris setengah berbisik.

“Di apartement. Ibu & Lian-ssi ada di apartement.”

“MWO?”

“Aish! Suara  mu! Ssstt … !!” Yaegi berdecak gemas sambil  menempelkan telunjuk pada bibirnya.  Kris kembali melihat sekitar, “kenapa Ibu tidak mengabari ku? Lalu kenapa Wang Lian juga pergi?” Kris mendekatkan sedikit kepalanya pada telinga Yaegi.

“Mana aku tahu. Yasudah aku buru – “ GREP! Tangan Kris menahannya.

“Sssh, apa lagi?” Yaegi nyaris dibuat mendidih oleh Kris.

“Pikachu ku, doakan agar penampilan ku sebagai MC malam ini berjalan lancar..”

“Sudah berapa kali ku katakan jangan panggil aku Pikachu!!” rasa kesal Yaegi kian memuncak.

“Kekeke. Kau Pikachu ku.”  Wink ~ Kris mengedipkan sebelah matanya.

“Wu Yi Fan awas kau!” Yaegi mengeraskan rahangnya, ia mengangkat kepalan tangan ke depan wajahnya.

Kris lagi – legi melihat sekitar, “kau mau memukul ku? Aigoo.. galak sekali Nona cantik ini. Yaegi-ah, aku pergi dulu. Aku mencintai mu.  “ bisikan Kris membuat Yaegi blushing seketika..

Yaegi berbalik dan melihat kemana arah perginya Kris. Ia melihat sosok yang sudah berjalan melewatinya itu.. “namja itu, apa dia sama sekali tidak ingat jika lusa adalah ulang tahun nya? Angry bird babo! Tapi, suami ku tampan sekali tuhan.. “ Yaegi masih larut dalam keterpanaannya yang terlambat itu..

1461117_550046841731739_486240753_n

Tap! “EOH!” sebuah tepukan di bahunya tiba – tiba membuat ia  terkejut  dan berbalik.

“Kekeke. Sedang apa kau disini?” Kim Nana si Trainee brutal -_-

“Nana-ah.. eoh aku ada keperluan sedikit dengan pihak pemasaran. Aigoo, kau kemana saja? Kenapa tidak pernah main ke apartement lagi?” Yaegi mengusap dadanya pelan.

“Mollasseo? Aku mau didebutkan.” Nana mengibaskan rambutnya yang tergerai dengan penuh percaya diri.

“Jinjjayo? Wooahh chukkaeyo.. “ Yaegi bertepuk tangan gembira.

“Tapi sebagai Girl group. Cih..” Nana tampaknya tidak begitu antusias.

“Waeyo? Kenapa tidak jadi model?”

“Nona Song mengundurkan diri dan pulang ke Cina. Visualisasi berpindah pada ku. Auwhh aku malas sekali jika harus terus bertemu dengan rusa bodoh itu Yaegi-ah. Mollasseo? Jika EXO ada jadwal latihan, aku bahkan nyaris memuntahkan isi perutku karena hanya wajahnya yang ada didepan ku.” Jelas Nana panjang lebar.

“Eyh ~ mana boleh seperti itu. Kau harus professional.” Yaegi menyikut lengan Nana.

“Maka itu, tidak bisakah kau menolong ku untuk tetap mendebutkan ku sebagai model saja eoh? Cho Yaegi, kau Co – CEO. Nama mu juga ada dalam daftar pengurus project girl group kan?”

“Eh? Jinjja? “ Yaegi bahkan tidak mengetahui akan hal itu.

“Kau sungguh tidak mengetahuinya? Sssh, aih pokok nya seperti itu. Jadi kau sekarang mau kemana?” tidak pernah terbayangkan jika Nana akan debut sebagai leader sekaligus visual dari upcoming girl group SM kelak  dengan segala sikap konyolnya.

“Aku mau bertemu pihak pemasaran.” Suara Yaegi memelas.

“Kekeke. Eo, kau sudah mengatakannya tadi. Geure, aku juga ada latihan tambahan. Yaegi-ah, kau harus berjuang untuk anak – anak mu. Hwaiting !“ Nana memberikan sebuah pelukan sebelum ia beranjak pergi.

“Eh?” Yaegi semakin heran dibuatnya.

Nana melepaskan pelukannya, “jadi kau tidak tahu jika Kris terlibat sebuah skandal?”

“Skandal apa?” Yaegi semakin mengambang.

“Aku akan mengirimkan tweet ke akun mu. Cek saja nanti. Aku buru – buru annyeong!” Nana membenarkan posisi topinya dan segera melangkah pergi.

Yaegi melihat Nana yang berlarian meninggalkannya, “skandal? Kris berskandal dengan siapa? Amber eonni? Sshh.. mollayo.”Yaegi mengangkat bahunya tak mengerti , ia terus berpikir akan perkataan Kim Nana barusan hingga menunggu pintu lift kembali terbuka. TING!

***

Tanpa terasa hari mulai petang, sudah lebih dari dua jam Soo Rim menunggui calon kakak iparnya Seunghwan yang tak kunjung menampakkan batang hidung setelah Seunghwan mengiriminya pesan singkat bahwa ia akan segera tiba di SM pukul 4 sore.

Soo Rim berulang kali melihat jam pada layar ponselnya. Pinggangnya mulai terasa sedikit pegal karena sedari tadi terus duduk pada sebuah bangku yang terdapat di koridor lantai 3 SM yang berpas – pasan dengan ruang latihan EXO.

“Sssh! Kemana dia? “ Soo Rim mulai merasa bosan, ia memilih untuk keluar dan turun untuk menunggu Seunghwan di lobby utama.

Tetapi ia menguurngkan niatnya  setelah suara gaduh dari lift diujung sana perlahan mendekat.

“Ireokhae, ireokhae? Hahaha.. “

“Hyung, Chanyeol kapan pulang? Kenapa acara itu lama sekali?”

“Chanyeol hyung tidak akan pulang lagi gyahaha.. “

“Aih jangan berisik. Disana sedang ada rapat rutin para manager. Kalian ini!” Seunghwan yang berjalan di antara kerumunan makhluk EXO planet berkali – kali merasa frustasi akan ulah yang mereka perbuat.

“Eoh annyeonghaseyo.. “ Chen lebih dulu menyadari keberadaan Soo Rim.

“Nde annyeonghaseyo. “ Soo Rim tersenyum dan juga membungkukkan badannya pada memberdeul.

“Magnae-ah, kau sudah lama  menunggu ku ? Mianhaesseo. Tadi ada sedikit keperluan.” Seunghwan langsung menghampiri Soo Rim.

“Gwenchana. Oppa, apa disini ada toilet? “ Soo Rim bertanya pelan.

“Ah nde, disana. Perlu ku antarkan?”  Seunghwna menunjuk tepat pada sisi lorong yang bersampingan dengan ruang managerdeul.

Suho yang sedari tadi menatap lekat sosok Soo Rim, membatin .. “baju nya pendek sekali..”

“Ah anyi tidak usah. Oppa, aku ke toilet sebentar eoh? Hmm, aku permisi.” Yeoja yang memakai mini dress soft yellow itu kini berlalu dari hadapan memberdeul.

1001646_515465965187081_1000342352_n

“Eyh ~ “ Kai menyenggol lengan Suho sengaja.

“Masuk – masuk sekarang. Setelah latihan untuk hari ini selesai, kita akan makan malam diluar.” Seunghwan merangkul Sehun dan Xiumin yang ada disampingnya serta memberdeul yang lain untuk masuk kedalam.

“Aigoo hyung jangan bohong. Kau akan pergi bersama Nona Park itu kan? Booo.. “ Tao berjalan masuk kedalam practice room.

“Ada Jae, dan yang lainnya. Wae? Kau tidak bisa jauh dari ku Zhi Tao? Hahaha.. “ Seunghwan berlelucon.

“Gyahaha. Auuwhh Seunghwan hyung berbinar sekali.. “

“Anyia.. menurut ku Suho hyung lebih berbinar.. “

“Yak yak! Bocah nakal masuk!” Seunghwan menutup pintu practice room agar suara memberdeul tidak terus menggangu rapat yang sedang berlangsung.

xxx

Soo Rim melangkahkan kakinya cepat menuju toilet agar Seunghwan tidak menunggunya lebih lama, karena mereka telah sangat terlambat atas janji yang telah disepakati oleh pihak desaigner.

Soo Rim melihat pada papan toilet yang bertulisan “female”. Pada saat hendak memasuki pintu toilet, seseorang dibelakangnya juga ikut masuk ke toilet yang sama. Soo Rim yang tidak begitu mengetahui tentang perkembangan Girl group nyaris tidak mengenali sosok yang kini juga berada didalam toilet bersamanya itu.

Sementara sosok yang kini tengah bercermin pada kaca toilet, matanya mengikuti gerak langkah Soo Rim hingga Soo Rim menutup  salah satu pintu yang ada dialam toilet. “Dia bukan kah yeoja yang ada didompet Suho oppa? Hmm.. mungkin saja hanya mirip.” Yeoja yang tak lain adalah Krystal melanjutkan untuk membasuh wajahnya yang dibasahi oleh keringat seusai ia latihan bersama partner f(x) nya yang lain.

Ceklek! tak lama berselang Soo Rim keluar. Ia menuju  kran air untuk mencuci tangannya. Kini dua yeoja itu berdiri sejajar menghadap kaca toilet..

Soo Rim sepertinya juga merasakan hal yang sama seperti apa yang Krsytal rasakan. Sesekali ia melihat sosok Krystal dengan ujung matanya..

“Jeogiyo.. “ Krystal lebih dulu menyapanya.

“Nde?” Soo Rim balik merespon ramah.

“Kita — kita pernah bertemu sebelumnya, matji?” Krystal bertanya dengan sangat berhati – hati. Soo Rim memandangi Krystal sesaat, “eoh, ku rasa begitu. Annyeonghaseyo, Park Soo Rim imnida. Bwangapseumnida.” Soo Rim tidak memiliki waktu untuk berpikir panjang.

“Ah ye, Krystal imnida. Bwangapseumnida.” Krystal ikut membungkuk sopan.

“Geurom, aku duluan ya.” Soo Rim menunjuk pintu keluar.

“Ah ye, aku juga sama. Kajja. “ Krystal mengikuti Soo Rim yang berjalan didepannya.

“Eonni, kau sedang bertemu seseorang disini?”

“Uhm? Bagaimana bisa kau tahu aku lebih tua dari mu?”

“Aku pernah melihat mu menggenakan baju dinas bandara.”

“Geureyo? Haha. Uhm, majayo. Ah aku sedikit ada —- “ DEG! Denyut jantung Soo Rim saat ini lebih dari sekedar melemah. Suho juga berada disana..

Krystal dapat merasakan hawa canggung disekitarnya setelah mengingat jelas apa yang terjadi diantara dirinya  , Soo Rim & juga Suho..

Suho yang sepertinya juga baru keluar dari pintu toilet namja, ikut berhenti didepan kedua yeoja itu..

“Uhm — Suho-ssi annyeonghaseyo.” Soo Rim menyapa Suho lebih dulu sebagai sebuah formalitas. Tetapi anehnya Suho masih tetap membeku..

Krystal melihat keduanya bergantian, dan .. “Uhm – kalau begitu, aku – aku duluan. Eonni aku duluan. “ Krystal hendak beranjak pergi tanpa menyapa Suho yang jelas – jelas berdiri disampingnya.

“Ah ye aku juga. Suho-ssi, silyehamnida (aku permisi).” Soo Rim ikut berpamitan.

GREP ! tangan Suho menahan salah satu lengan yang hendak beranjak pergi itu.. “Chamkammanyo.. “

DEG! Darah Soo Rim berdesir, matanya kian memanas..

“Chamkammanyo. Marhae julkka isseo (ada yang ingin ku bicarakan).. “

“Oppa.. “

TBC

FACTS >>

– Suho adalah member kedua setelah Kris yang juga sangat amat terselubung alias sangat tertutup akan masalah keluarganya

– Ibu Suho adalah seorang guru & ayahnya adalah seorang professor

– Ibu Kris saat ini sedang berada di Korea bersama Kris. Sore tadi mereka habis jalan bersama😀 mungkin mau ngerayain ultah nya kali yak

1459722_407305729395728_469235591_n

Kekeke.😀 *apasih -_-

Ah nde, untuk semua komentar readerdeul jangan khawatir , masuk kok. Justru author ini yang khawatir, balasan ku ke kalian sering kali error gegara modem abal – abal ku. HUH!

Keep spirit! Saranghaeyooo .. jangan lupa, kirim kado untuk Upan ku yak, kan bentar lagi ultah. Yang banyak! Yang keceh! Galaxy note 3 ? *kedip kedip #kena tendang -_-

Untuk Upan’s birthday bakalan author masukin, tapi entaran dong tunggu ultahnya dulu. Kan aku Yaegi nya, jadi belum tahu apa yang terjadi hahahha *dilempar bom -_-

See u soon ^o^ *deep bow

199 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 2

  1. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 6 END | EXO & Prince WuFan

  2. eomma~ aku harus komen apa ? *masang muka polos* *eomma cengo* kkkkk. tp serius eomma aku ga tau harus komen apa~ wkwkwkw
    oh mian aja deng karna beneran baru baca sekarang. wkwkwk

  3. eomma~ aku harus komen apa ? *masang muka polos* *eomma cengo* kkkkk. tp serius eomma aku ga tau harus komen apa~ wkwkwkw
    oh mian aja deng karna beneran baru baca sekarang. hihihi

  4. kasian soorim..
    hukshuks suho knpa gantungin trus..
    padahal msh slalu merhatiin soo pi knpa gag jdan lg aja..
    aigoo tumben2an sich abang kris peka n mau2 ny mancing2 suho..
    penasaran sama sekandal jepit ny abang naga ni d epep..
    gmana reaksi ny yaegi ntr..
    lanjuutt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s