EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 4

970017_445389352246977_625606835_n

Chapter 1 | 2 | 3

EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 4

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Suho | Kim Joon Myun

– Park Soo Rim | Official OC

– Krystal  (Fx) | Jung Soo Jung

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Luhan – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Wang  / Wu Lian | Kris brother

–      Another BB / GB SM & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Romance – Hurt / Comfort – Comedy – Friendship – Married Life
  • Rating                         : R – Restricted  ( -17 )
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

***

“Neol gidae hajanha dashi naege wondago”

Banyak banget yang nanyain arti diatas kekeke

Itu part dari lirik lagu dibawah jagiyadeuulll..

Dan satu lagi, SuSoo .. Suho Soo Rim kagak ada Suho Soo Jung😀

SuJung nah itu baruuuu kekekeke

***

OST  – Ryeowook  & D.o  – MISSING YOU

(Lagu ini pernah di populerkan oleh BB asal Korsel Fly To The Sky )

Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing you

Please listen to my heart just once,  everyday  everynight I’ m missing you

Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini meskipun hanya sekali saja, setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu

Neol gidae hajanha dashi naege wondago

I don’t expect you to come back again

Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Nae gyeote eobseodo,  ijen beorsu eobsodo,  eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol

Even if you are not by my side, even if I can’t see you now, In my heart you are always the same

Meskipun kau tak disampingku lagi, meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang,
dihatiku kau tidak akan pernah berubah

xxx

~ Yaegi’s Apartement ~

Ceklek!

Lian baru saja keluar dari kamarnya. Pagi ini ia akan segera berbenah untuk pindah ke sebuah apartement di sisi selatan Apgujeong setelah Ibu nya bertolak ke Kanada dua hari yang lalu. Ia akan menetap di Korea untuk posisi barunya yang telah di tetapkan oleh perusahaan pusat KK Grup.

Ceklek! Soo Rim juga keluar dari kamanya, sorot mata mereka saling bertemu. “Annyeonghaseyo.. “ Soo Rim menyapa Lian lebih dulu. Yeoja itu juga sudah rapi dengan pakaian dinas hariannya. Mungkin ia telah membatalkan cuti tahunan yang hendak ia ambil beberapa pekan lalu.

Nde, annyeonghaseyo. Mau berangkat juga?” Lian tampak  menggulung lengan kemejanya.

“Nde, aku bekerja di Incheon. Lian-ssi oediggasseyo?” Soo Rim menaruh handbag nya diatas buffet yang ada.

“Mooo shhaboo.. ulchaa.. “

“Gyeoboosha.. umma.. “ tepat ditengah – tengah mereka Geum Chan & Geum Sha bermain didepan TV. Dua malaikat kecil itu sepertinya belum mandi, terlihat dari piyama mereka yang belum diganti. ChanSha merangkak kesana kemari ditengah – tengah mainan yang berserakan.

“Geum Sha, Geum Chan? Eomma mu mana nak?” Soo Rim menghampiri ChanSha yang ditinggal begitu saja oleh Yaegi.

“Mmama? Bulshiyaa.. “ Geum Chan menjawab asal.

“Imoo.. “ Geum Sha perlahan merangkak mendekati Soo Rim, ia meraih lutut Soo Rim untuk membantunya berdiri.

“Wu Sha, kemari dengan ku saja.. “ Lian mengangkat Geum Sha yang membelakanginya.

Appa.” Geum Sha menunjuk mata Lian, memanggil namja itu dengan sebutan ‘appa’.

Appa? Niga appa eodisseo hmm? “ chup – Lian mengecup gemas pipi Geum Sha.

“Chamnyo..” Geum Sha menunjuk – nunjuk arah ruang utama apartement yang berbataskan sebuah sofa besar.

“Sssh.. Kris-ah, lakukan dengan pelan. Aphoo.. “

“Menurutlah, kau tidak akan merasa sakit. Kembali ke posisi mu..”

“Ahh Kris-ah, apho..”

“Tidak akan. Ayo cepat hmm?”

“Jangan menekannya kuat – kuat.. “

Arasseo. Palli, kita selesaikan dengan cepat, aku harus ke SM sebentar lagi.”

“Jika terburu – buru — ahh aphoo!”

GLEK! Lian & Soo Rim saling bertatapan. Mereka mendengar jelas suara Yaegi & Kris dari balik sofa ruang utama.  “Ahh Kris-ah!”  Mata Lian & Soo Rim semakin terbelalak lebar, ketika suara yang lebih mirip desahan demi desahan itu kembali memenuhi ruang apartement.

“Ulchaaa kyaaa!” Geum Sha berteriak senang.

“Soo Rim-ssi, bawa anak – anak masuk ke kamar.” Lian memberikan Geum Sha pada Soo Rim. “ Geundae Lian-ssi, aku tidak bisa membawa mereka sekaligus.” Soo Rim melihat pada Geum Chan yang sama sekali tidak perduli dengan apapun yang sedang terjadi.

“Cho Yaegi, bertahanlah. Jangan cengeng!“

Apho Kris-ah..”

Lian tidak bisa menahan ini lebih lama, ia segera berjalan menuju ruang utama dan ..

“Pelan – pelan! Apho!”

“Sedikit lagi, sedikit lagi selesai. Bertahanlah, rasa sakitnya akan segera berkurang.”

“Tapi kau menekannya sangat kuat Kris —- eo Lian-ssi?” Yaegi melihat Lian yang berdiri dihadapannya. Kris yang duduk membelakangi Lian ikut menoleh,.

“Kalian sedang apa?” Lian tidak dapat melihat jelas apa yang ada ditengah – tengah Kris & Yaegi saat ini, karena tertutup oleh tubuh Kris.

“Memangnya ada apa? “ Kris balik bertanya ketus tanpa mengubah posisi duduknya.

“Anak – anak ditinggalkan seperti itu. Tidak baik jika mereka melihat adegan yang tidak – tidak. Kau ini bagaimana!”

“Eh?” Yaegi & Kris terheran – heran dengan ucapan Lian. Kris lalu bangkit dari duduknya, “ini.. “ Kris memperlihatkan kotak P3K pada Lian -_-

Lian masih mengernyit. Yaegi ikut bangun dari duduknya dan menghampiri kakak beradik itu, “Lian-ssi, apa kau sudah sarapan? Kepala tidak sengaja terbentur dengan lemari baju.” Yaegi menyeringai dengan polosnya.

WUSH! -___-

Saat  ini ingin sekali rasanya Lian terjun dari lantai teratas dan terpental ke lantai dasar karena spekulasi konyolnya. Kris terkekeh, “apa kau pikir aku sudah tidak waras? Cih.. “ Kris tahu bahwa Lian telah salah menerka apa yang ia & Yaegi perbuat.

“Kris-ah, plester nya mana?”

“Eoh, ini pakailah. Sudah ku bilang, lama – kelamaan tidak akan sakit lagi. Jangan manja!” Kris menempelkan sebuah plester pada sudut dahi Yaegi.  “Akh! Jangan ditekan! Apho!” Yaegi kembali meringis.  “Cha~ sudah selesai. Aku harus pergi sekarang. “ Kris menaruh kembali kotak P3K di atas meja.

Appa..

“Waa.. putri ku.. “ Kris mengambil Geum Sha dari gendongan Soo Rim yang ternyata juga sudah sejak tadi berdiri dibelakang Lian. Raut wajah Soo Rim  seperti ingin tertawa.

Appa.. “ Geum Chan kecil juga muncul, ia merangkak  dari ruang TV seperti  ingin tahu apa yang dilakukan oleh sekumpulan orang dewasa itu hingga mengabaikannya.

“Kya! Geum Chan ku. Kita mandi sekarang eum? “ chup – Yaegi menggendong putra nya dan mencium singkat pipi Geum Chan.

“Hmm.. geurom, aku pindah hari ini.” Lian berusaha menetralisir rasa malu nya.

Nde? Pindah kemana? Bukankah kau akan tinggal di apartement ini juga?” tanya Yaegi tidak mengerti. “Perusahaan sudah menyewa  sebuah apartemet di kawasan Apgujeong. Jadi akan lebih dekat dengan kantor.”

“Mwo? Kau bekerja disini?” Kris belum tahu sama sekali. Lian mengangguk pasti, “eo. Wae? Kita bisa bertemu setiap hari di SM.”

“MWOHAE?!” Kris terperanjat tidak percaya. “Apa maksud mu? Yaegi-ah! Jelaskan apa maksud nya bertemu setiap hari dengan ku!” Kris mulai histeris.

“Kris-ah.. “ Yaegi menyenggol tubuh Kris pelan, agar mengecilkan volume suaranya.

“Aku akan menggantikan Sekretaris Park.” Lian menyambangi.

Kris melirik jam dinding apartement, ia tidak memiliki banyak waktu untuk sekarang ini, “kau masih berhutang penjelasan pada ku Cho Yaegi. “ Kris memberikan Geum Sha kembali ke gendongan Soo Rim dan melangkah keluar apartement. Blam! Dentuman pintu sedikit membuat mereka berjengit.  Yaegi melihat raut wajah Lian yang masih mengernyit menatap pintu apartement, “Sudah tidak apa – apa, Kris akan baik – baik saja.” Yaegi membuyarkan tatapan itu. “Ah nde. Geurom, aku pergi sekarang. “ Lian mengangguk mengiyakan.

“Yaegi-ah. Aku juga pergi sekarang.“ Soo Rim melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi. “Geure, taruh Geum Sha disini saja. “ Yaegi menunjuk sofa.

Imoo annyeong ~ bye – bye imoo..” Yaegi mengangkat tangan Geum Chan.

Bye – bye.. “ Soo Rim ikut melambaikan tangannya sembari berjalan menuju pintu bersama Lian. Blam! Kini kedua orang itu juga sudah berlalu.

Sigh~” Yaegi melengos pelan, “apa lagi setelah ini?”

***

Diluar ..

TING! Pintu lift terbuka. Soo Rim dan Lian melangkah masuk bersamaan. “Kau sudah sembuh?” suara Lian memecah keheningan. “Aku tidak sakit.” Soo Rim menggeleng polos dengan sorot mata yang bertanya ‘memangnya aku kenapa?’

“Umm.. itu bagus. “ Lian mengangguk seadanya, ia kembali menatap lurus kedepan pintu lift. Akan tetapi sekejap kemudian..

TING! Pintu lift yang mereka naiki berhenti dilantai 17. Happy virus  EXO muncul dihadapan mereka. “Annyeonghaseyo..” Chanyeol memberikan salam formalitas sebagai sesama penghuni apartement. “Ah ye annyeonghaseyo.” Soo Rim & Lian pun begitu.

TING! Ternyata Chanyeol turun dilantai 15. “Eo? Suho hyung!”  DEG! Jantung Soo Rim berdegup keras ketika mendengar nama serta sosok itu. Suho berdiri tepat didepan pintu lift berlawanan dengan Chanyeol yang hendak melangkah keluar.

“Sudah selesai?  Yang lain dimana?” Suho tampak menanyakan sesuatu pada Chanyeol sembari melangkah masuk kedalam lift.

“Tao belum selesai mandi hyung.”

“Yasudah, aku turun sebentar. “

Arasseo hyung.”

“Jangan lama.”

“OKAY!” TING! Pintu lift kembali tertutup. Suho berdiri ditengah – tengah Soo Rim dan Lian. Ia sempat tersenyum kaku ketika Lian juga tersenyum padanya. “Kau leader Suho?” Lian menepuk pelan punggung Suho. “Ah ye — h—yung.” Suho baru mengingat jika Lian lebih tua darinya.  “Hmm.” Lian mengangguk, lalu .. TING!  Lian menekan pintu keluar lift. Ia turun dilantai 13.

“Lian-ssi eodigga?” Soo Rim reflek bertanya, “aku melupakan sesuatu. Duluan saja. Kita bertemu dibawah. Suho-ah, aku permisi.” Lian dengan segala sikap cool nya. TING! Kini pintu lift kembali tertutup menuju lantai dasar.

Sunyi..

Senyap ..

Tidak ada satupun dari mereka yang bersuara, bahkan enggan  rasanya  untuk melihat sekilas ke sisi samping satu sama lain. Suho memupuk segenap keberaniannya untuk menoleh, “kau dinas pagi hari ini?”

“Uhm.” Soo Rim sedikit berdeham merespon pertanyaan Suho.  “Aku juga akan ke SM sebentar lagi. Cuaca diluar sangatlah dingin .. “

Soo Rim memalingkan kepalanya menatap heran  Suho, namja itu berbicara seperti tidak memiliki masalah apapun. “Kau menyetir sendiri?” Suho kembali bertanya.

Soo Rim semakin terheran – heran, “nde. Memang selalu menyetir sendiri.”

“Eo. Sebentar lagi akan turun salju.” Suho lagi – lag berkomentar. “November belum berlalu.. “ Soo Rim menambahkan.

“Tutup mata mu, lalu Desember akan datang ketika kau terbangun. Bukankah begitu hmm?” senyuman yang tidak dapat mentolerir hati Soo Rim untuk kembali berdesir, guardian Suho dan sorot matanya yang menenangkan. Soo Rim mengangguk kaku, “uhm. Ye.”  Tiba – tiba, rasa penasaran Soo Rim terhadap cincin yang bergelinding jatuh seminggu lalu kembali memenuhi pikirannya..

Flash!

“Ah!”

“Maksud ku jangan!”  Flash!

Jelas terbayang kepanikan Suho saat ia hendak mencegah tangan Soo Rim yang akan mengambil benda bundar berwarna perak keemasan pada lantai basement apartement. Soo Rim memandangi Suho yang kini sudah kembali menatap lurus kedepan, “cincin? Kenapa membawa cincin didalam saku celana?” batinnya.

TING! Tak terasa lift sudah terbuka dilnati dasar, keduanya sama – sama hendak menuju basement. Derap langkah kaki mereka beriringan bersamaan. Keduanya saling menatap lurus kedepan, seakan mencoba menutupi getaran yang mereka rasakan.

“Apa lebih baik aku melangkah pergi lebih dulu?” Suho membatin.

“Kenapa dia masih berjalan disamping ku? Aku bisa terlambat.” Soo Rim tak kalah berbeda.

Hingga..

“Soo-ah.”

“Myun-ah.”

Suho & Soo Rim menghentikan langkahnya dan saling memanggil nama satu sama lain bersamaan.   “Waeyo?” Lagi – lagi mereka bertanya dalam satu waktu.

Soo Rim menghapus rasa gugupnya, “hmm, kenapa?”. Suho menggeleng cepat, “tidak. Kau yang kenapa?”

Soo Rim mengernyit heran, “kau ingin mengatakan sesuatu?”. Suho kembali menggeleng, “tidak. Kau?”. Tak kalah berbeda, “aku juga tidak.” Soo Rim menggeleng pelan.

Suho mengangguk mengiyakan, “geure. Aku dulu—“

“Ah chamkamman!” Suara Soo Rim menahan langkah Suho, “waeyo?” Suho menoleh padanya. “Biarkan aku yang pergi duluan. Annyeonghaseyo.” Soo Rim membungkukkan badannya sopan, dan melangkah cepat untuk pergi dari hadapan Suho.

Tap! Soo Rim masuk kedalam mobilnya dengan menutup pintu sedikit kasar. Puk! Puk! Puk! “Sigh .. “ Soo Rim memukuli dadanya berkali – kali, agar rasa sesak itu berangsur hilang. “Park Soo Rim apa yang kau lakukan? Kenapa tidak langsung bertanya? Bukankah kau sudah bisa melupakannya? Kenapa gugup? Kenapa bingung mau mengatakan apa? Kyaaa!” Soo Rim memukul – mukul stir mobilnya frustasi. “Ahh! Eomma .. !” Soo Rim menggelengkan kepalanya kesana kemari, berusaha menghapus sosok Suho dari pikirannya. “Eoh! Omo!” Soo Rim meringsut  menyembunyikan kepalanya ketika Suho lewat didepan mobilnya, namja itu menuju sebuah Van yang terparkir di ujung sana. “Huh! Syukurlah.. “ Soo Rim kembali bernafas lega setelah memastikan bahwa Suho tidak melihat ke arah mobilnya.

Sementara itu masih ditempat yang sama…

Suho berjalan cepat menuju Van EXO, ia terus berjalan tanpa melihat sekitar. “Ya! Kim Joon Myun niga namjaeyo? Namjakunna? Jinjjayo? Neo jinjja namjaya? Eoh! Ya! Kim Joon Myun nuguchi ?! Boo!” Suho terus berbicara seorang diri tanpa orang disekitarnya. Ia lebih mirip seseorang dengan kadar kewarasan yang menurun. “Sssh.. dimana buku agendanya? Kenapa berantakan seperti ini? Sudah ku duga, selama aku & Kris hyung disana mereka tidak pernah menaruh barang pada tempatnya!” Suho masuk kedalam Van, ia mencari sesuatu sambil sesekali mendesis kesal. Suasana Van sangat  berantakan selama ia bepergian ke benua Eropa bersama Kris -_-

“Xiumin hyung kenapa tidak merapikannya? Ahh.. dimana?” Suho terduduk jengah pada bangku tengah Van, ia mengeluarkan ponselnya dan..

“HYYAA!” Suho berteriak keras. “Hyung! Kau mengejutkan saja! Aaah!” Suho mendengus kesal ketika ia menyadari bahwa itu adalah sosok Kris.

Kris ikut masuk kedalam Van, dan duduk disamping Suho. “Buku agendanya sudah ada. Terselip di ruang wardrobe.” Kris menutup rapat pintu Van.

Hyung, kenapa di tutup? Pengap hyung..” Suho mengipas – ngipas tangannya.

“Suho-ah..” tatapan Kris seketika menajam. “Eh? Kris hyung?” Suho dengan tatapan malaikatnya. “Suho-ah, jawab aku.. “ Kris memutar posisi duduk agar lebih mudah menatap wajah Suho. “Kris hyung, musseonseorinya?” Suho semakin tidak mengerti, ia juga berubah serius.

“Kau dekat dengan Yaegi kan?”

“Eo.”

“Dia mengatakan sesuatu?” tanya Kris menyelidik.

“Sesuatu? Yang mana? Itu banyak sekali hyung.” Suho sangat dipercaya jika menjadi tempat menyimpan rahasia.  “SM.. “ Kris mendekatkan wajahnya ke arah Suho. “Kris hyung.. “ bulu kuduk Suho seketika berdiri, ia memundurkan kepalanya perlahan.

“SM. Dia pernah bercerita sesuatu tentang SM? Kau tahu KK grup kan?” Kris memicingkan matanya. “Eum, Yaegi pewaris tunggal KK grup. Lantas kenapa? Kau juga sudah tahu kan?” Suho balik bertanya.

Anyimida (bukan itu). SM saat ini. Apa kau mengetahui sesuatu yang sama sekali tidak diketahui oleh ku? Suho-ah, jawab aku Suho-ah.. “ suara Kris kian membuat Suho merinding. “Aku & Yaegi sudah lama tidak bercerita satu sama lain hyung. Sungguh.. “ Suho mengangkat kedua tangannya dengan V sign.

Jeongmalyo?” Kris masih menatap Suho dengan penuh kecurigaan.

Jeongmalyo hyung. Aku tidak memiliki kesempatan untuk berbohong, dosa ku sudah begitu banyak di dunia ini. Mungkin untuk menebusnya saja aku akan terlambat.” Suho justru merangkai kalimat di luar kendalinya.

“Eh?” Kris tiba – tiba mengernyit bodoh ketika mendengar suara pasrah Suho. “ Suho-ah? Di Amsterdam kita juga makan hidangan Korea kan? Kau sakit? Apa kau ada mencoba hidangan asing?” Kris memegangi dahi  Suho yang lebar itu.

Suho menggeser pelan tangan Kris, “hidup ini menyenangkan hyung, tapi untuk bisa mempertahankan hidup itu membingungkan..” Suho tertunduk lemah, ia menatap kosong layar ponselnya.

“Sudah ku duga bocah ini pasti salah memakan sesuatu disana.” Kris berdecak dalam hatinya.

Hyung, aku kembali ke atas sekarang. Rambut ku masih berantakan.” Suho membuka pintu Van. Tap! Ia turun dari Van dengan langkah gontai. Musim dingin yang rumit, begitulah kira – kira bayangan yang ada di benak seorang Kim Joon Myun saat ini.

Sebuah mobil baru saja melesat  dan melewatinya.. DEG! Meskipun sudah berlalu dari pandangan, Suho dapat menangkap jelas siapa dua sosok di dalam mobil itu. Suho kembali merasa kerongkonganya seolah tercekik oleh duri – duri,  ia masih menatap nanar pintu basement. Lalu  ia berlalih merogoh saku celananya..

Sebuah cincin yang masih ia bawa kemanapun ia pergi selama ini, benda berbentuk lingkaran yang melambangkan sebuah kesungguhannya dahulu terhadap suatu hal yang pernah ia yakini. Suho menatap cincin itu sedikit lebih lama, “sudah berkali – kali cincin ini gagal bertemu dengan pemiliknya. Atau memang tidak ada yang memilikinya? Sshh.. Kim Joon Myun betapa rumitnya diri mu..” Suho mengutuk dirinya sendiri.

Flash! Lagi – lagi..

Neol gidae hajanha dashi naege wondago Kim Joon Myun.. “ Flash! Kalimat itu membuat langkah Suho surut ditempat, namja itu seolah enggan untuk melangkahkan kakinya.

Sigh .. “ nafas Suho berhembus kasar, “Hmm.. nado, neol gidae hajanha dashi naege wondago Soo-ah.  Mungkin ini hanya sekedar merindukan mu.. “

***

~ Dua hari berikutnya, Busan ~

“Omo! Hahaha. Ya! Ya! Kyaa! Daging nya hahaha.. “

Aigoo..  aigoo.. perut ku sakit. Hahaha. Pffft! Hahaha.. Gary Oppa mwoaneongeoya! Hahaha..”  Tak henti – hentinya Soo Rim terbahak didepan layar kaca, hingga wajah nya kian memerah. Saat ini tayangan ulang Running Man sedang berlangsung, dan itu adalah salah satu acara favoritnya sejak lama. Soo Rim selalu menantikan setiap episode dari acara tersebut. Raut wajah yeoja itu lambat laun terlihat lebih berseri seperti dulu, tidak ada guratan kepedihan disana. Apakah.. sosok Suho sungguh telah terhapuskan? Atau bahkan telah tergantikan? Tidak ada yang bisa menerka.

Magnae-ah..” Soo Rim tidak menyadari jika Soo Ra sedari tadi duduk di sofa dan terus memperhatikannya. “Eo, waeyo eonni?” Soo Rim menoleh ke belakang. “Malam ini kau akan tidur dirumah kan?” Soo Ra melipat kembali majalah yang telah ia baca.

Soo Rim menaruh remote TV di atas bantal  dan berbalik sepenuhnya menghadap Soo Ra, “eo, waeyo eonni? Appa akan mengajak kita makan malam?” keluarga Park akan selalu pergi makan malam diluar sebelum Appa & Eomma Soo Rim kembali ke Jepang.

Soo Ra tesenyum tipis, “eum. Tapi dirumah saja.”

“Eh? Kenapa dirumah? Ada jamuan makan malam?”

“Nde, akan ada tamu yang datang. “ Soo Ra mengangguk. “Nuguyeyo eonni?” Soo Rim merasa ada yang tidak beres. “Joon Myun.” Binggo! Soo Rim tepat sasaran. “Mwo? J—Joo—Joon Myunnigga?” Soo Rim terbata.

“Nde. Eomma sudah menelfonnya dan kebetulan sekali dia sedang dalam masa istirahat menjelang comebacknya.” Soo Ra menanggapi begitu santai.

Eonni..” guaratan keraguan kembali terpatri. “Waeyo magnae? Eomma sudah lama ingin bertemu lagi dengan Joon Myun. Bukankah ini saat yang tepat?”

Soo Rim memalingkan wajahnya, “jadi Seunghwan oppa sungguh tidak membocorkan rahasia ku pada eonni & eomma? Daebak.. “ pikirnya.

Magnae-ah.. “

“Ah ye eonni?” Soo Rim terhentak, “sungguh tidak ada masalah apapun di antara kau dan Joon Myun?” tanya Soo Ra menyelidik.

Eonni, malam ini EXO akan menghadiri Melon Music Award. Dia tidak mungkin bisa kemari. Ah nde, Joon Myun mengatakannya langsung pada ku.” Soo Rim bersiasat, ia memperlihatkan ponselnya pada Soo Ra.

Jinjjayo? Lalu mengapa dia mengatakan bisa pada eomma? Aku juga tidak tahu pasti magnae-ah.” Soo Ra mulai mengambang.  Soo Rim seperti menyembunyikan hal lain, ia kembali mengecek pesan masuk pada layar ponselnya.

“From : Joon Myun Eomma

Soo-ah, malam ini datanglah.  Eomma membuatkan sup musim dingin kesukaan mu.

Eomma akan sangat sedih jika kau tidak datang. Joon Myun juga berada di rumah malam ini ^_^” Soo Rim mengernyit, rasa bingung mulai menghampiri..

“Kenapa bisa bersamaan seperti ini? Apa aku menghubungi nya saja?” gumamnya dalam hati.  “Magnae-ah?”  suara Soo Ra berhasil membuyarkan lamunannya, “ah eonni. Aku ke atas, chingu ku meminta data tahunan kantor. Eonni, jangan diganti siarannya aro?” Soo Rim berlarian menaiki tangga lantai dua menuju kamarnya.

Blam! Soo Rim menutup pintu dengan terburu – buru. Ia duduk di bibir ranjang dan langsung menekan kontak pada layar ponselnya.

Tut – tut – tut..

“Sssh, kenapa tidak bisa dihubungi? Ah! Jae Oppa!” Soo Rim beralih menekan nama kontak yang lain. Tut – tut – tut. Nihil, juga  tidak dapat dihubungi.

“Seunghwan & Jae Oppa kenapa tidak bisa dihubungi? Ahh eotteokhae? Etteokhanya? Sigh~” Soo Rim terbaring frustasi di atas ranjangnya. Tatapan yang menerawang  langit – langit kamar mencerminkan rasa bimbang yang mulai membuatnya kembali merasakan dilemma.

“Ah!” seakan ada cahaya lampu yang menyala pada kepalanya, “aku tidak perlu menghadiri keduanya. Yaegi! Matna! Aku akan ke apartement saja. Kyaa!” Soo Rim bangkit dari tidurnya, ia berjalan menuju lemari untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan ia pakai saat bepergian, dan  langsung melesat menuju kamar mandi.

Selang beberapa saat..

Yeoja berparas anggun itu kini sudah terlihat rapi dengan outfit pilihannya, ia sengaja menguncir rambut agar penampilannya terkesan lebih casual. Tak lupa handbag coklat muda yang menjadi favoritnya, Soo Rim bergegas bertolak menuju Seoul.

Derap langkah kaki yeoja itu tampak terburu – buru ketika ia menuruni anak tangga.

Magnae-ah? Eodiggaseyo?” sang eomma yang tengah menyusun piring – piring di atas meja makan mendongak melihat ke  arah putri bungsunya itu.

“Eo, eomma. Bos ku menelfon, aku dinas luar kota. Eomma, aku sungguh sudah terlambat. Khanda eomma!” Soo Rim berlarian menuju rak sepatu.

Magnae-ah? Magnae Soo?! “ sang eomma mencoba menyusulnya menuju rak sepatu.

Eomma, di kantor terjadi sedikit masalah. Aku sudah mengatakan pada Joon Myun bahwa aku akan keluar kota. Eomma, aku pergi.” Chup – sebuah kecupan singkat di pipi sang eomma menandakan yeoja berambut panjang itu  sudah berlalu menuju garasi rumah.

Magnae-ah kau tidak sedang berbohong anyitji!?” suara Nyonya Park bergema.

ANYO EOMMA.. JINJJAYO~ “ Soo Rim ikut berteriak dari arah bagasi.

Sesaat kemudian, suara mesin mobil pun terdengar dan menjauh dari pekarangan rumah keluarga Park.  “Eomma, magnae pergi kemana?” Soo Ra datang menghampiri. “Mollayo, dia sepertinya tidak akan pernah berpikir tentang sebuah pernikahan.”

“Hmm, biarkan saja. Mungkin pekerjaannya memang sangat sibuk.” Soo Ra berusaha meyakinkan sang eomma.

Nde, eomma berharap seperti itu Soo Ra-ah.. “

***

Pada hari yang sama, Seoul 09 P.M

~ EXO’s waiting room _ Melon Music Award ~

“Cham – cham – cham.. kita pulang sekarang.” Im manager mengomando memberdeul untuk segera bergegas menuju basement yang terdapat di gedung tempat terselenggaranya Melon Music Award 2013. Serangkaian acara telah selesai, dan kini tiba waktunya bagi managerdeul untuk menepati janji mereka untuk berparty bersama demi merayakan kemenangan EXO kesekian kalinya pada ajang bergengsi seperti beberapa saat lalu. EXO memang patut di acungi jempol karena dalam kurun waktu 1 tahun, kedua belas namja berkharisma itu mampu mencuri setengah bahkan seluruh perhatian Fans Asia & dunia. Mungkin ini saatnya kerja keras mereka terbayarkan secara bertahap..

Hyung, malam ini free matjo?” Chen member pertama yang datang menghampiri Im manager. “Jangan lamban, galbi akan segera tiba di Dorm..”  Yong Min manager semakin menambah atmosfer positif.

“Wohhhoooo! Yeay! Galbi – galbi.. “

Hyung, tidak ada  soju?”

“Ya! Lalu anak – anak yang masih di bawah umur ini mau di apakan?” Yong Jung manager berkacak pinggang.

Nugu? Naega? Aku sudah dewasa hyung! Aku 20 tahun..” Sehun menunjuk dirinya sendiri.

“Aku 21, mencicipi sedikit tidak ada salahnya gyahahaha..” Tao berbangga hati.

“Yak yak! Bisakah sedikit menjaga image kalian?”” Im manager melengos frustasi setiap melihat kericuhan yang selalu tidak ada habisnya.

“Kai dimana? “ Yong Jun manager melihat satu member lagi belum muncul dari ruang ganti.

“KAIIIII.. PALLI… “ Sehun berteriak.

“Chamkamman, biar aku panggilkan hyung.” Kris berbalik masuk ke dalam ruang ganti.

“Kai?”

“Eo Kris hyung.. “ Kai tengah memakai cardigan rajutnya.

“Kita pulang sekarang. Tangan mu sakit lagi?” Kris melihat Kai yang memegangi jari – jari tangannya yang cidera tempo hari.

Kai menggeleng, “anyu hyung. Kajja.. “

“Ponsel mu..” Kris menyodorkan ponsel Kai yang masih tergeletak di atas meja rias.

“Eoh ye.” Meskipun samar – sama, Kris dapat melihat jelas sebuah panggilan yang tertera dari layar ponsel magnae kedua itu, dan Kai mereject secara langsung.

“Rin-ah?” Kris meggumam dalam batinnya.

Hyung, kajja.. “ Kai menggandeng mesra tangan Kris dan keluar dari ruang ganti.

Aigooo.. tuan muda Kim apa yang lakukan didalam sana eoh?” ternyata semua managerdeul sudah berkumpul termasuk Seunghwan yang seharian sangat amat disibukkan dengan segala pertemuan bersama crew yang akan menayangkan acara personal EXO.

“Kai, kau sakit?” D.o melihat raut wajah Kai yang tampak lunglai dari biasanya.

“Efek karena adegan di VCR terulang hyung gyahahaha.. “ Baekhyun tertawa jahil.

“Omo mo mo! Ya ya! Kau pilih Nona Soo Hee atau Nona twilight itu eoh? Aigoo.. aku iri sekali .. “ Chanyeol ikut menggoda Kai.

Hyung mwoanya? Kajja.. “ Kai meninju pelan satu persatu bahu Baekyeol dan ikut berjalan keluar waiting room.

“Besok SM full.. A-yo..”

“Waaahh natal datang sebentar lagi.. “

“Masih lama.”

“Anyu, sebentar lagi.”

“Tidak! Masih sangat lama babo!”

“Kau babo!”

“Enak saja! Kau babo!”

“Yak! “

“Oh Sehun ! Huang Zhi Tao!”

“Gyahahha.. Tao-ah, kita lariiiii… “

Beruntunglah karena disetiap acara jalan pintas menuju basement selalu sepi dari kerumunan fans hingga tidak ada yang dapat menjangkau betapa konyol nya 12 serigala titisan EXO planet itu -_-

“Kau jadi pergi?”

“Eoh hyung.. “ Suho sedikit terkejut ketika Seunghwan manager muncul dan  berjalan disampingnya. “Aku akan mengantar mu. Tadi eomma mu menghubungi ku lagi.” Seunghwan merangkul pundak anak asuhnya itu. “Hyung..” Suho menatap Seunghwan ragu. “Hmm wae?” Seunghwan merespon santai. “Aku — tidak pergi saja.” Tutur Suho ragu.

“Eungg?” langkah Seunghwan terhenti. “Hyung, Aku ingin buang air kecil sebentar saja..” Suho memberanikan dirinya untuk bernegosiasi, setelah memastikan Kris dan managerdeul sudah mengiring memberdeul masuk kedalam Van.

“Yasudah, aku tunggu disini.” Seunghwan menunjuk toilet VIP yang terdapat di ujung selatan. “ Nde hyung. Aku akan segera kembali.” Suho berbalik dan berjalan cepat menuju toilet.

Eomma..”

Aga-ah.. kau sudah selesai? Sudah sampai dimana? Aigoo.. cepatlah pulang.”

Suho menutup sedikit speaker ponselnya, “eomma, mianhae.”

Aga-ah?”

Eomma, aku tidak bisa pulang malam ini. Mianhaeyo eomma.. “

Aegi-ah wae geuraeyo? Apa yang terjadi sayang? Joon Myun ku kenapa?” suara itu mulai berubah khawatir.

Eomma, neomu mianhaesseo. Aku lupa jika malam ini akan ada latihan tambahan. Aku tidak mungkin pulang eomma. Besok, aku berjanji besok malam. Eoh?” Suho tidak memiliki waktu banyak. “Aegi-ah..

Eomma, mianhae.. aku sungguh tidak bermaksud mengecewakan eomma. Mianhae.” Raut wajah Suho tampak bersalah. “Hahaha. Gwenchana adeul-ah, eomma mengerti.”

“Eomma?” tawa renyah itu membuat Suho heran tidak percaya.

Waeyo adeul? Jangan membohongi eomma, apa karena Soo Rim  tidak jadi datang maka kau juga tidak pulang hmm?”

“Eomma.. “ Suho semakin mengambang,  “Soo Rim sudah mengatakan pada mu bahwa dia keluar kota? Gwenchana, eomma gwenchana. Aigoo.. anak – anak ku sibuk semuanya. Katakan pada Soo Rim, setelah pulang langsung berkunjung kerumah ara? Bila perlu ketika kau juga memiliki waktu kosong.”

Lidah Suho terasa kelu sesaat, ia memutar  otaknya, “ah ye eomma. Nde majayo, Soo sangat sibuk.” Dia juga tidak mengerti apa yang tengah ia coba katakan saat ini.

Arasseoyo adeul-ah. Jaga kesehatan mu nak. Eomma saranghaeyo..”

Nde eomma, Joon Myun saranghanda.. “ Bip.

“SIGH ~ “Ia menghidupkan kran air toilet dan mulai membasuh wajahnya yang terlihat begitu frustasi. Rasa bersalah mulai menyelimutinya. Suho menatap pantulan dirinya didepan kaca besar toilet sedikit lama, “eomma.. aku — aku berbohong.. Kim Joon Myun tempat mu di neraka.. “

***

~ Pong Pyu  Apartement ~

Drrtt – Drrt ..

“Eoh!” Soo Rim terbangun dari sandarannya, ia kembali menatap layar ponsel.

“Wae? Suho Noona menghubungi mu lagi?” Yaegi ikut mengintip dari samping Soo Rim. Hari ini dapat dikatakan bahwa Soo Rim menjadi buronan sehari keluarga Kim. Saudara perempuan Suho sejak tadi terus menghubunginya. Meskipun Soo Rim sudah mengatakan secara langsung melalui telfon bahwa ia akan dinas luar kota, tetapi sepertinya saudara perempuan Suho tidak menyerah begitu saja, karena bagaimanapun mereka masih menganggap bahwa antara Suho & Soo Rim masih memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih.  Yaegi menajamkan penglihatannya, “tidak ada nama si pemanggil.. “ desisnya.

Soo Rim ikut mengernyit, “nugu?” kini mereka saling bertatapan.

“Di angkat saja. Mungkin itu sungguh teman kantor mu.” Yaegi mendorong tangan Soo Rim untuk mengangkat panggilan itu.

Soo Rim enggan untuk menggerakkan ibu jarinya, “sssh.. mana ada urusan kantor malam – malam seperti ini? Tidak mau.” Soo Rim kembali menaruh ponselnya.

Drrt – drttt .. lagi – lagi.. nomor yang sama.

“Kemarikan..” Yaegi mengambil alih ponsel Soo Rim yang tergeletak di atas meja dan langsung menjawb panggilan masuk tersebut, “yeobseyo?” sesekali Yaegi  dan Soo Rim saling bertatapan.

“Eo, adik ipar?”

“Nde?” Yaegi seperti tidak asing dengan suara itu.  “Lian-ssi?” Yaegi sedikit tidak percaya. “Mwo?” Soo Rim berbisik tertahan.

“Lian-ssi. Ini..  “ Yaegi balas berbisik sambil menempelkan ponsel ke telinga Soo Rim.

Soo Rim menatap Yaegi ragu, “uhm.. nde?” ia tetap menjawab telfon dari namja aneh itu.  “Soo Rim-ssi, bisakah kau menjemput ku disini?”

Ye?” Soo Rim terhenyak tak percaya, “eo. Aku belum memiliki kendaraan pribadi. Tuan Lee tidak bisa dihubungi.” Lian berceloteh tanpa rasa berdosa ataupun rasa sungkan.

“Eo—eo—diyeyo? Taxi eobseoyo? (tidak ada taksi?) ” Soo Rim bertanya ragu.

“SM.” Lian menjawab lugas tanpa memberikan alasan.

“Jigeumnyo (sekarang) ?”

“Eo, Udaranya dingin sekali. Palli chaja.. “  Bip.

“Eh? Yeobseyo? Yeobseyo? Yeobseyo?! Aish.. “ Soo Rim menggeurtu kesal menatap layar ponselnya.

“Kakak Ipar ku kenapa?” Yaegi yang dirundung rasa penasaran langsung bertanya. “Dia menyuruh ku untuk menjemputnya. Michi anya?” Soo Rim masih tak habis pikir akan sikap Lian yang dari hari ke hari tampak ingin mengakrabkan diri dengannya.

Khayo..” Yaegi mengangguk santai, “mungkin dia sudah menganggap mu seperti teman dekatnya disini. Kau membawa mobil mu kan?” Yaegi mulai mengunyah biskuit yang tersaji di atas meja.

“Ssshh, kenapa harus aku?” Soo Rim melempar bantal kecil di pangkuannya, dan bergegas untuk pergi. “Park Soo Rim hwaiting!” Yaegi menyemangati.

Bam~ Soo Rim melayangkan bantal ke wajah Yaegi, “jangan mengatakan yang tidak – tidak. Dia hanya teman bagi ku!” Soo Rim berkata ketus.

“Omo mo mo.. memangnya aku mengatakan apa? Wu Lian-ssi belum memiliki teman disini, mungkin ia merasa nyaman jika bersama mu. “ Yaegi hanya mencoba untuk memberikan sugesti positifnya.

“Apa kau mencoba menjadi cupid eoh!” Soo Rim mulai sesungutan, “anyigodeun! Ya! Naega ara! Suho-gga, Suho ttemnunya (semua ini karena Suho). Eoh? hahaha.. “ Yaegi mencolek perut Soo Rim.

“Aku pergi.” Soo Rim meraih kunci mobil nya yang ada diatas meja dan langsung melesat keluar apartement. Blam!

Sementara itu..

~ EXO’s Dorm ~

“Tao-ah, mata mu masih sembab.. jangan lupa di kompres. “

“Arasseo. Ah daging .. daging, aku mau daging. Chen hyung, aku yang itu.. “

“Ya! Ya! Itu punya ku! Andwae!” Lay menarik piringnya.

“Ini punya ku saja, jangan bertengkar.” Xiumin berbaik hati.

Meskipun beberapa dari mereka masih terlihat sembab paska menerima penghargaan pada Melon Music Award, tetapi sepertinya daging dapat menghapus semua itu -_-

“Kau tidak makan?” Kris menghampiri Suho & Kai yang masih terduduk di atas sofa. Ia sengaja duduk di tengah – tengah kedua partnernya itu.

“Jong In-ah, chicken, ini chicken mu..” Jae manager mengangkat sepotong paha ayam goreng yang menjadi favorit Kai.

“Aku kenyang hyung.  Hyung.. “

“Eum mwoe?” Jae manager merespon panggilan Kai tanpa melihat ke arah bocah itu, sepertinya sang manager juga terhanyut dengan lautan makanan yang ada.

“Bolehkan aku latihan tambahan besok saja? Ah Reum noona bilang, tidak  masalah.”

“Eung?” sesaat belasan pasang mata yang memenuhi ruangan  beralih menatap Kai.

“Kai? Kau sakit?” Sehun mengahampiri Kai dan memegangi dahi nya.  “Ssh, anyia. Aku mengantuk.” Kai menyingkirkan tangan Sehun.

“Aigoo.. Uri Suho hyung-gga, Kai do.. sepertinya masih sangat terharu eoh? Kalian sudah melakukan yang terbaik. Hwaiting!” Seunghwan manager menyemangati.

“EXO HWAITING!” Yong Jun manager berteriak.

“HWAITING!”

“EXO SARANGHAJA!” Min Wook & Yong Min manager tak kalah bersemangat.

“SARANGHAJA!”

“Kai, ini.. “ Sehun tak segan – segan menyodorkan potongan ayam goreng  ke mulut Kai.

“Aish! Sehunni!” Kai terpaksa untuk menerimanya.

“Mau saus nya? Ini aku bukakan..” Sehun penuh dengan ketidakberesan -_-

Luhan memicingkan matanya, “Sehunni kau sudah minum vitamin?”

“Ku rasa dosis nya berlebihan gyahaha.. “ Tao tahu apa yang di maksud oleh Luhan.

“Eoh, pantas saja vitamin ku cepat habis.” Lay masih tetap berkutat dengan potongan daging yang ada, tak perduli betapa cengonya wajah memberdeul saat ini.

“Lay hyung mwoya!”

Senyuman guardian Suho saat itu mengembang.  Memberdeul penuh kejutan disetiap harinya. Mungkin mereka adalah obat penawar ketika ia berada di tengah – tengah masalah yang kian mengambang, dengan kehadiran kesebelas partnernya itu, Suho terkadang merasa tidak kurang satu apapun. Dan itulah EXO.

“Jadi malam ini aku latihan sendiri? Arasseo.” Lay menatap Kai dengan tatapan memelas.

Mianhae hyung, tapi aku sudah mengatakan pada Ah Reum Noona.” Kai tahu jika Lay sedikit kecewa karena harus berlatih sendiri malam ini.

“Tangan mu bagaimana Kai?” Seunghwan menyambangi. “Tidak sakit lagi hyung.”

Hyung, aku ikut.” Suho tiba – tiba bangkut dari duduknya. “Suho hyung.. “ D.o mendongak menatap Suho.  Seunghwan memperhatikan Kris sekilas, “Kris, kau tidur di dorm malam ini. Suho ikut dengan kami. “Geure geure.” Kris mengangguk santai.

“Besok sore kita kembali beraktifitas.”

“Jadi setengah hari kosong?”

“Eo.”

“YEAY! AZAAA !!”

***

~ SM Building ~

Ckiit ~ Hyundai pink metalic melesat masuk kedalam basement SM, tampak dari kejauhan seorang namja berpakaian formal sudah berdiri..

“Masuklah.” Soo Rim menurunkan kaca mobilnya.

Lian menunduk melihat ke dalam mobil, “biar aku yang menyetir . Turunlah.. “

Tap! Tanpa menunggu lama Soo Rim segera turun dari bangku pengemudi untuk berpindah tempat duduk.  Tetapi dalam waktu yang bersamaan ..

“Hahaha. Oppa kau mau? Tadi sepertinya manager oppa membelikan kami banyak sekali. “

“Jinjjayo? Ambil secukupnya saja. Dimana Van kalian?”

“It —u ..” suara yeoja berwajah mungil di ujung sana terbata setelah  ia menyadari dua orang yang saat ini tengah berdiri menghadap mereka.

Krsytal langsung beralih menatap Suho yang berada disampingnya..  DEG! Suho menyadari akan tatapan Krystal, ya.. Soo Rim ada dihadapannya saat ini.

Eonni annyeonghaseyo.. “ Krystal melambai – lambaikan tangannya ke arah Soo Rim.

Nde, annyeonghaseyo Soo Jung-ssi.. “ Soo sengaja untuk tidak berkontak mata pada namja yang masih terdiam disamping Kystal.

“Soo Rim-ssi, masuklah.” Lian yang memang sukar untuk peka terhadap keadaan langsung membukakan pintu mempersilahkan Soo Rim untuk masuk kedalam mobil.

DEG! Sesuatu yang berkedut kembali Suho rasakan..

Tap! Lian menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke bangku kemudi.

Mata Suho  mengikuti gerak laju mobil yang kini mulai melesat keluar dari basement … “Geure, geunyang bogoshiptta (benar, aku hanya merindukan mu).. “

TBC

Annyeong ^_^

Chukkaeyo! EXO menang di Melon Music Award. Keep support EXO yeorobun. We Are One! XONJI XONAM saranghaeyo.. nantikan chapter – chapter akhir dari kisah SuSoo Couple. Keep stay as always ^_^

Mianhae, author sudah sangat terlambat untuk memposting kelanjutan chapter 4 ini. Semoga kalian tidak bosan menunggu story  EXO selanjutnya. Sukses selalu, Hwaiting ! ^o^

110 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 4

  1. hahaha..sehun-tao g bisa diem kayanya..ribut mulu..
    Kai knp murung..aneh..suho malah kaya orang bodoh n pasrah..pdhl saran sehun wkt itu bagus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s