EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 5

970017_445389352246977_625606835_n

 

Chapter 1 2 3


 

EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 5

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Suho | Kim Joon Myun

– Park Soo Rim | Official OC

– Krystal  (Fx) | Jung Soo Jung

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Luhan – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Wang  / Wu Lian | Kris brother

–      Another BB / GB SM & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Romance – Hurt / Comfort – Comedy – Friendship – Married Life
  • Rating                         : NC-17 !! ( – No One 17 and Under Admitted )
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

***

Sebelum di baca tolong perhatikan RATING ya! ^_^

***

OST  – Ryeowook  & D.o  – MISSING YOU

(Lagu ini pernah di populerkan oleh BB asal Korsel Fly To The Sky )

Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing you

Please listen to my heart just once,  everyday  everynight I’ m missing you

Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini meskipun hanya sekali saja, setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu

Neol gidae hajanha dashi naege wondago

I don’t expect you to come back again

Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Nae gyeote eobseodo,  ijen beorsu eobsodo,  eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol

Even if you are not by my side, even if I can’t see you now, In my heart you are always the same

Meskipun kau tak disampingku lagi, meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang,
dihatiku kau tidak akan pernah berubah

 

xxx

 

_131116 – 10 P.M KST_

Malam semakin larut, satu persatu penghuni dorm EXO kini sudah terlelap ke alam mimpi mereka masing – masing. Itu terlihat dari ruang tengah dorm yang sepi serta lampu – lampu kamar yang sudah di padamkan oleh memberdeul. Meskipun tidak ada jadwal yang melelahkan tetapi recording pertama untuk EXO SHOWTIME di hari ini cukup menguras energi dan membuat memberdeul segera berlabuh menuju alam mimpi lebih awal. Tetapi, ada satu kamar yang tampak masih terang benderang menandakan masih ada tanda – tanda kehidupan disana. Kamar KaiSoo & Guardian Suho. Ketiga namja tampan itu belum ada yang memejamkan matanya, padahal bisa di katakan yang mengambil full take untuk recording di hari ini adalah Kai, tetapi namja berusia 20 tahun usia Korea itu masih saja asik dengan PSP nya. Suho yang tidur pada kasur ditengah – tengah namdongsaeng nya itu merasa penasaran dengan bunyi tembakan yang berasal dari game yang sedang Kai mainkan saat ini, “Kyuhyun hyung sudah mengirim game nya?”  Suho mengintip dari atas tempat tidur. Kai membenarkan posisi bantal yang menumpu dagunya, “eo. Baru saja. Kyu hyung tidak mengirimnya pada mu?” Kai balik bertanya.

Suho menggeleng, “anyo. Sama sekali tidak ada pemberitahuan apapun.” Suho memastikan lagi dengan mengecek smartphone nya.

“ Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing you .. “

Sementara D.o saat ini tengah menikmati alunan musik pengantar tidur  yang ia dengarkan melalui headphone kesayangannya.

“ Nae gyeote eobseodo, ijen beorsu eobsodo Eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol.. “

Sesekali namja bermata bulat sempurna itu ikut melantunkan bait demi bait lagu yang saat ini tengah mengalun indah pada indera pendengarnya. Sebuah lagu yang juga melibatkan suara emasnya bersama salah satu sunbae yang sangat D.o hormati Kim Ryeowook SJ.

Aigoo.. D.o hyung moshine.. ” Kai mengomentari sekaligus mencoba menggoda D.o diseberang sana. D.o ternyata tidak mendengarnya, namja itu justru masih bernyanyi dengan posisi tidurnya yang menyamping membelakangi tempat tidur Suho.

“ Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing — “ D.o merasa ada yang menarik headphone nya, ketika ia berbalik, “Suho hyung?”

“ Besok tidak ada latihan vokal kan? Segeralah tidur.” Suho  melepaskan salah satu headphone  D.o tanpa alasan. “Suho hyung wae iraeyo? Aku kan memang selalu seperti ini sebelum tidur. Wae? Ada nada yang salah eoh?” wajah D.o berubah khawatir, tersirat rasa takut jika karakter vokal seorang Do Kyungsoo mulai berbeda.

Suho tersenyum tipis, “anyia. Tidurlah. Kau terlalu lelah hari ini.” Suho menaruh bantal hingga menutupi wajah D.o.

D.o segera memindahkan bantal dari wajahnya, “kenapa aku saja? Jong In juga masih bermain game.” D.o menunjuk arah Kai diseberang sana.

Suho menoleh sekilas pada tempat tidur Kai, “Kai, sudah cukup. Waktunya tidur.”

Tit. Suara PSP dimatikan . “Arasseo hyung. Jaljja ~ “ Kai langsung mengambil ancang – ancang, ia membenarkan posisi bantalnya dan menarik selimut.

Suho menoleh lagi  pada D.o, “sudah kan?” D.o menatap Suho  sedikit heran, “arasseo. Hyung jaljja.. “ dengan terpaksa D.o menggeser headphone nya ke sisi tempat tidur dan menarik selimut. Lampu kamar pun di padamkan .

Kini hanya gerak jarum jam yang bergema memenuhi isi ruangan menemani Suho yang belum juga bisa terlelap.  Kejadian satu malam yang lalu itu masih saja terbayang olehnya.

“Sungguh semuanya sudah berubah? Jeongmalyo?” Suho membatin sembari menatap langit – langit kamar. Pikirannya jauh menerawang hingga menemukan sosok bayangan Soo Rim disana. “Ssshh.. “ Suho merasa gelisah dengan posisinya, namja itu pun merubah posisi tidurnya menjadi menyamping. Suho meraih ponselnya dari bawah bantal, entah apa yang sedang ia lihat kini hingga jemari – jemari lenturnya menuju pada sebuah ikon kontak.

“Soo” ibu jarinya berhenti pada satu nama kontak yang kembali memacu denyut nadi serta degup jantungnya. Perlahan tapi pasti jempol Suho memilih salah satu opsi untuk mengirim sebuah pesan singkat pada kontak tersebut.

“To : Soo

Eonje mannal ju innayo (kapan kita bisa bertemu) ?”

Suho memandang lama pada layar ponselnya, pesan singkat yang sudah terketik sempurna tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk memutuskan mengirimnya atau tidak.

“Ah andwae andwae.. “ Suho mendesis pelan, ia menghapus kembali pesan singkat itu.

“To : Soo

Jeonhwa haeda dwaeyo (bolehkan aku menelfon mu) ?”

“Kim Joon Myun jeballl! “ Suho kembali merasa frustasi terhadap dirinya sendiri. “Sigh ~ “ ia memijat – mijat pelan pelipisnya. Ia memutuskan untuk tidak mengirimkan pesan singkat apapun. Suho kembali tidur terlentang, sepersekian detik kemudian ia kembali meraih ponselnya, mencari sebuah nama kontak dan ..

“To : Yaegi Cho

Sudah tidur?” Bip. Pesan terkirim.

Tidak sampai hitungan menit.. Bip.

“From : Yaegi Cho

Eo, oppa waeyo?”

Suho melihat kiri dan kanannya sesaat setelah ia mengirimkan pesan balasan. Namja itu beranjak dari kasurnya dan berjalan keluar kamar .

***

Di waktu yang sama  –  Sungai Han ..

Semilir angin yang berhembus menerpa helaian rambut yeoja yang kini tengah duduk pada sebuah bangku kayu yang terdapat pada bibir sungai Han. Yeoja dengan sorot mata kosong, bahkan  ia nyaris  tidak merasakan lagi udara dingin kian menusuk tulang – tulangnya saat ini.

“Soo-ah.. “ DEG! Yeoja itu langsung memalingkan pandangan pada sebuah suara yang seperti sedang memanggil ke arahnya.  “Joon Myun — “ ia tidak jadi bangkit dari duduknya setelah menyadari bahwa itu hanya halusinasinya saja. Tidak ada Suho, bahkan suara itu cukup jauh untuk ia jangkau. Ya, ia kembali memutar bayang – bayang masa lalu ketika mereka masih bersama. Dikarenakan posisi Suho yang tidak memungkinkan untuk menggenggam tangan Soo Rim dan bepergian didepan orang banyak, maka Sungai Han adalah tempat yang selalu Suho & Soo Rim kunjungi jika lelah mulai mendera dan segera ingin bertemu untuk berbagi cerita satu sama lain.

“Hiks.. “ Soo Rim tak dapat menahan tangisnya, meskipun ia tidak tahu pasti apa yang ia lihat tempo hari di basement SMEnt, akan tetapi itu cukup menyakitkan. Gelutan klasik pada perasaaannya kembali terulang. Ia menyangka ini semua semudah apa yang ia ucapkan beberapa hari lalu, tetapi inilah kenyataan yang harus ia hadapi.

“Kau mau kopi?” DEG! Benarkan ini tangan Suho? Namja yang ia harapkan bisa muncul secara tiba – tiba layaknya sebuah skenario drama yang ditulis apik oleh seolah sutradara handal? Soo Rim mendongakkan kepalanya, menatap sosok yang bukan hanya halusinasi semata. “Hmm? Ini masih hangat.. “ Tatapan Soo Rim kembali melemah ketika ia tahu bahwa itu bukanlah Joon Myun nya. Soo Rim menggeser duduknya pelan, “dari mana kau tahu aku disini?”. Sosok yang tak lain adalah namja aneh yang selama ini terus mengikutinya itu,  Wang Lian.

Lian menyeruput  kopi miliknya, “aku suka tempat ini.”

Soo Rim menoleh pada namja berlekuk wajah sempurna itu, “kau mengikuti ku lagi?”. Lian menggeleng cepat, “anyo.” Lian menjawab lugas, “seseorang memberitahu ku akan tempat ini. Sungai Han adalah sejarah untuk ku.” Lian tersenyum miris.

Soo Rim mengernyit heran, “seseorang? Yeoja?”

Lian ikut menoleh padanya, “ayo di minumlah.. “ namja itu justru mendorong tangan Soo Rim untuk segera menyesap kopi hangat yang ia berikan.

“Eo.. “ slurp ~ Soo Rim menyeruput sedikit. Setidaknya kopi itu membuat rasa sesak didadanya berkurang. “Mian.. “ suara Lian lembut menelusuk.  “Eung?” Soo Rim tidak mengerti.  Lian membenarkan posisi duduknya, namja yang memakai blazer hitam pekat itu sedikit memiringkan tubuhnya agar dapat melihat Soo Rim dengan jelas, “berapa banyak janji yang pernah kau dengar?”

“Nde?” Soo Rim kembali terperangah.  “Dia. Namja yang membuat mu seperti ini. Berapa banyak janji yang pernah dia katakan pada mu?”

Musseonseorieyo (apa maksud mu) ?” Soo Rim mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Janji tanpa sebuah pembuktian itu hal yang paling menyakitkan, anyitji?” Lian tersenyum tipis. Soo Rim tertunduk lemah, “geumanhaeyo (hentikan)..” suara paraunya menyuruh Lian untuk tidak melanjutkannya lagi.

“Berapa banyak?” Lian tetap menanyakan hal yang sama.

“Sigh ~” Slurp ~ mata Soo Rim kian memanas, tumpukan kristal bening di kedua pelupuk matanya terus memaksa untuk segera keluar.  Soo Rim sengaja menyesap lagi kopi hangatnya, berupaya agar cairan bening itu dapat ia tahan. Soo Rim mendongak mencoba melihat sudut lain dari Sungai Han..

Mollayo. Aku sungguh tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan Lian-ssi.  “ Soo Rim menyeka cepat titik kristal yang jatuh dari pipinya, ia mencoba tersenyum.

“Kau merindukannya?” Lian bangun dari sandarannya untuk melihat lekuk wajah Soo Rim.

Soo Rim menarik sisi jaketnya dan menggeleng, “bukankah membiasakan diri terhadap sesuatu yang baru saja pergi itu wajar hmm?”

“Cari dia, dan katakan bahwa kau kehilangannya.. “ Lain menyambangi.

Mwo?” Soo Rim kembali terhenyak, “Lian-ssi geumanhaeyo. Palli khayo..”  Soo Rim memberanikan diri untuk mengusir Lian dari sini. Ia tidak tahu jika namja yang ada didekatnya saat ini bahkan lebih keras kepala darinya, “perasaan itu bukan keripik kentang yang memiliki aneka rasa. Hanya ada sakit atau bahagia. Kau pilih yang mana?” Lian sedikit berlelucon ria agar suasana tidak terlalu tegang.

“Park Soo Rim-ssi, seharusnya — “

Soo Rim meyanggah perkataan Lian, “DIA BAHKAN MUAK DENGAN SEMUA KELEMAH KU AROO! HIKS”. Intonasi suara Soo Rim kian meninggi, tangisnya pun memecah.  Lian menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Soo Rim,  perlahan tangan besarnya berpindah dan mengusap puncak kepala Soo Rim. Lian menuntun Soo Rim untuk bersandar dibahunya, “jangan menangis.” Lian seperti bisa merasakan kedutan itu..

“Hiks.. hmmpkss.. Dia — aku tanpa Joon Myun hiks — andwaeyo Lian-ssi hiks.. hmmpks.. “ Soo Rim menangis sesenggukan, ia menumpahkan rasa sesak yang sudah sejak lama ia tahan, hingga kemeja tipis Lian basah karena air matanya yang terus mengalir  deras.

“Pergi dan katakan padanya. Beritahu dia bahwa Park Soo Rim masih ada disini., kau mau kan? Hmm?” Lian mencoba mengangkat wajah Soo Rim. Tetapi yeoja itu enggan untuk mendongak, “hiks. Andwaeyo Lian-ssi. Aku tidak mungkin — hiks, andwaeyo  hmmpks.. “ Soo Rim terus menggeleng didalam pelukan Lian, tangisannya semakin menjadi.

Lian mengusap – ngusap puncak kepala Soo Rim mencoba mengalirkan rasa tenang pada yeoja itu, “geure, menangislah..  “

 

***

~ Yaegi’s Apartement ~

Ting tong ting — ceklek! “Oppa?” Yaegi menyembulkan kepalanya melalui pintu dengan penampilannya yang sangat membuat Suho shock. “Omo! Neo Cho Yaegi matjo?” Suho menunjuk wajah Yaegi dengan ekspresi takutnya.   Sesaat Yaegi memandangnya cengo, “masuklah” Yaegi  mempersilahkan Suho untuk masuk.

Oppa, waeyo? Mian, berantakan sekali.  Aku seharian hanya mengerjakan tugas dari dosen homeschooling ku.” Yaegi sibuk merapikan semua buku – buku serta alat tulis yang berserakan memenuhi meja ruang utama apartement. “Kekeke. Lepas kaca mata mu, kau seperti Pikachu. Hahaha.. “ Suho masih tertarik pada kaca mata yang bertengger manis pada mata Yaegi.

“Sssh, ini kaca mata biasa. Mata ku sakit jika terus melihat layar komputer.” Yaegi akhirnya melepaskan kaca matanya.

“Kau mau minum apa?”

“Tidak usah. Aku bisa mengambilnya sendiri. Kau sibuk?” Suho langsung menolak.

Yaegi menggeleng santai, “tidak begitu. Wae?”

Suho terdiam sesaat, ia bingung harus memulai dari mana, hingga ia memutuskan untuk menunggu Yaegi selesai merapikan peralatan kuliahnya. “Oppa, kenapa kau diam saja? Musseonseorinya (ada apa) ?” Yaegi yang duduk dilantai  mendongak.

“Selesaikan tugas mu. Mau dikumpul kapan?” tanya Suho mengalihkan pembicaraan.

“Jangan berbasi – basi. Langsung saja. “ Yaegi merespon ketus.

Suho tampak melihat sekitar apartement, “kau sendirian?”

Yaegi kembali mendongak dan menatap Suho yang duduk diatas sofa, “eo.  Kris sudah dua hari marah pada ku.”

“Pfft! Waeyo?” Suho nyaris terbahak. “Mollayo. Mungkin dia sedang datang bulan.” Yaegi menjawab asal.  “Pffft ! Ya! Dia itu suami mu, kenapa berkata seperti itu?” Suho menoel bahu Yaegi, ia masih menahan tawanya. “Anyia, aku bercanda saja.”

“Kalian bertengkar lagi?” wajah Suho seketika berubah serius, Yaegi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “anyia. Ah sudahlah, kenapa jadi membahas tentang ku? Oppa, kau sebenarnya mau apa datang kemanri?” Yaegi mulai frustasi, terkadang Suho sangat bertele – tele. “Soo-gga.. isseoyo?” Suho bertanya ragu.

“Eo. Tapi dia belum mengabari ku jika dia pulang atau tidak malam ini. Waeyo?  Kalian masih bertengkar?” Yaegi seolah tidak mengetahui apapun.

Suho menggeleng cepat. “Memangnya kami kenapa? Anyu. Aku & Soo Rim baik – baik saja.” Yaegi memutar posisi duduknya, “oppa,  kalian masih berhubungan atau sudah berakhir? Aku sungguh tidak mengerti.”

Suho memandangi Yaegi sesaat, pertanyaan Yaegi sedikit mendesaknya, “Yaegi-ah..”

“Eum, mwol? Kris tau kau disini?” Yaegi menghidupkan TV dengan remote di dekatnya.

Suho lagi – lagi menggeleng, “Kris hyung sudah tidur. Waeyo? Dia akan marah?”

Anyu. Bertanya saja. Eoh oppa, anak – anak ku baru saja di imunisasi, jadi jika mereka terbangun dan aku harus ke kamar, kau tidak apa – apa kan?” Yaegi mengintip ke arah pintu kamarnya, berjaga – jaga jika ChanSha tiba – tiba terbangun mencarinya.

“Eo, gwenchana. Mereka demam? Aigoo Kris hyung tahu tidak?” Suho ikut melihat ke arah pintu kamar.

Gwenchana. Dokter bilang gigi mereka akan segera tumbuh. Kyaa! ChanSha ku tumbuh besar oppa. Kyaa!” Yaegi bertepuk tangan antusias, seakan membayangkan dua buah hatinya yang sebentar lagi akan tumbuh menjadi sepasang balita kembar.

“Eyhh ~ “ Suho kembali menoel bahu Yaegi, senang rasanya jika melihat yeoja yang sudah ia anggap seperti yeodongsaeng nya sendiri itu kini tengah tersenyum sumringah.

Oppa kau tidak mau menikah? Neomu cemikkae (itu menyenangkan) .. “ Yaegi mengacungkan jempolnya.

Geureyo? Lalu dengan siapa?” Suho balik bertanya. Yaegi tersenyum menggodanya, “eyyhh ~ kau meminta ku untuk mengatakannya? Park Soo Rim. Geureomyeon, lalu siapa lagi? Omo! Soo Jung — “

“Aish! Anya!” Suho membekap mulut Yaegi pelan, “anyia, aku dan Soo Jung tidak ada hubungan apapun. Jinjja eobttagu. Niga aro? Soo Jung sudah lama menyukai Yi Xing.”

Yaegi sontak tak percaya, “JINJJA? OMO!”

“Suara mu! Ssstt … !” Suho menaruh  telunjuk pada bibirnya sendiri.

“Ah matna! Kalau tidak salah, aku sudah mengetahui ini sebelum nya. Kekeke.” Yaegi menyeringai bodoh.

“Lalu kenapa terkejut seperti itu?”

“Melatih ekspresi oppa kekeke.” Yaegi berkata asal.

Raut wajah Suho tiba – tiba kembali berubah serius, “Yaegi-ah.. “

“Eum, wae? Marhaebwa.. “ Yaegi mengerti, ia mengambil ancang – ancang demi menjadi pendengar setia sang guardian oppa.

 

Pada waktu yang bersamaan..

TING ! Kris keluar dari lift, ia tampak celingukan melihat sekitarnya. Namja itu sepertinya lagi – lagi ketiduran di dorm hingga lupa untuk naik ke lantai 20. Itu terlihat dari celana tidur yang ia kenakan. Kris hanya memakai T-Shirt polos longgar dan celana kain yang biasa ia pakai ketika tidur di malam hari. “Ssshh.. malam ini dingin sekali. Hoaaamhh — “ TING! Ia cepat – cepat berhenti menguap lebar ketika lift di sampingnya juga ikut terbuka menandakan seseorang akan keluar dari dalam sana.

“Kris?”

Kris langsung mengenali sosok itu, “Soo Rim-ssi? “

Soo Rim melangkah keluar lift, matanya terlihat sangat sembab. “Kau mau ke apartement?” Soo Rim berbasa – basi sambil berjalan bersebelahan dengan Kris. Mereka menuju apartement yang sama. “Eo. Suho juga sudah pulang?”

Mwo?” pertanyaan Kris membingungkan Soo Rim. Saat itu juga langkah Kris terhenti, “JoonMyun. Kau pergi dengan Joon Myun kan?” Kris berpikir nama Suho terasa asing bagi Soo Rim.

Soo Rim menggeleng cepat, “anyu. Memangnya Joon Myun kenapa? Aku pergi sendiri.” Soo Rim memandang Kris heran. Kris langsung mempercepat langkahnya untuk segera tiba diapartemennt, disusul oleh Soo Rim dibelakangnya.

Tit – tit – tit .. Ceklek!

Kris berjalan cepat masuk kedalam apartement tanpa menghiraukan Soo Rim yang ada dibelakangnya.  “Oppa, kau sungguh tidak ingin minum sesu — eo! Kris-ah.. “ pandangan dua orang yang sedang duduk di ruang utama apartement langsung tertuju padanya.

“Suho-ah, mwoeji?” tatapan Kris langsung tertuju pada partner nya disana.

GULP! Suho  berubah pucat, ia membohongi Kris dengan mengatakan ia sedang bersama Soo Rim saat itu.. “hh— hyung — Kris hyung..” Suho bangkit dari duduknya, ia berusaha bersikap sebiasa mungkin meskipun ia tahu situasi ini cukup genting.

“Kris-ah, kajja.. “ Yaegi bangun dan menghampiri suaminya itu, mencoba menarik lengan Kris untuk masuk ke kamar.

Sementara itu Soo Rim yang berdiri dibelakang Kris, masih tidak bisa menetralisir akal sehatnya. Sungguhkah itu Suho? Kim Joon Myun? Apa dia tidak sedang larut dalam mimpi? Beribu pertanyaan menghujam pikiran Soo Rim bertubi – tubi.

“Kris-ah?” raut wajah Yaegi berubah was – was, Kris mengeraskan tangannya, ia enggan untuk di tarik oleh Yaegi.

Hyung.. “ Suho nyaris kehilangan setengah nyawanya ketika membalas  tatapan maut Kris yang seolah ingin menerkamnya hidup – hidup.

“Kris-ah?” Yaegi menggoyang – goyangkan lengan Kris manja, berusaha untuk mendapatkan perhatian namja itu. Kris melirik Soo Rim dan Suho secara bergantian, dan terakhir melihat pada yeoja yang berstatus sebagai istrinya, Cho Yaegi.

“Sudah malam. Tidak pulang?” Kris menatap Suho datar. Ini bukan sebuah pemikiran akan sebuah kecurigaannya terhadap Suho & Yaegi, tetapi melainkan Kris berpikir, apakah tidak memiliki cara lain untuk mengelabuinya? Jelas – jelas, Suho tahu bahwa Kris akan setiap malam pulang dan tidur di apartement. Kenapa dia merasa seperti orang bodoh?

“Kris hyung..” Suho mulai takut, ia sama sekali tidak memperdulikan sosok Soo Rim. Rasa gugupnya terhadap Soo Rim seakan sirna karena aura Kris yang sungguh tidak mengenakkan baginya. “Manager hyung akan pulang malam ini. Kembalilah ke dorm.” Intonasi suara Kris mulai  normal, tidak terselip amarah disana.

“HMMMAMAMAMA … HHHOOOAAA.. “

“HHHHOOOAAA.. “ tiba – tiba suara ChanSha memecah menembus kamar. Suara tangisan mereka semakin menjadi..

“ChanSha? NDE… NDE EOMMA.. “ tanpa menunggu lama, Yaegi langsung berlari kecil untuk masuk ke kamarnya. Blam!

Kris berbalik dan menatap Soo Rim yang ada dibelakangnya, “kau mau istirahatkan?”

“Nde? Ah ye .. “ Soo Rim mengangguk ragu, ia mulai melangkahkan kakinya menuju kamar, akan tetapi..

Ceklek! “Kris-ah, palli.. anak mu menangis dua – duanya!” Yaegi menyembulkan kepala dari dalam kamar dengan raut wajah yang susah.

Kris merasa bingung di awal, ia ingin memastikan bahwa kedua sosok didepannya saat ini segera kembali ke habitat asalnya masing – masing, akan tetapi suara tangis ChanSha mengganggu fokusnya. “Ck!” Kris berdecak kesal, ia terpaksa lebih dulu untuk masuk ke kamar. Blam! Dentuman pintu sekaligus menghilangnya tubuh jangkung itu dibalik pintu kamar.  Tanpa menunggu lama, Soo Rim segera ingin melangkahkan kakinya juga melewati Suho untuk masuk ke kamarnya. Posisi mereka kini berlawanan arah..

“Soo-ah.. “ suara Suho membuat Soo Rim yang berpas – pasan di samping Suho berhenti. Suho pun berbalik, “gwenchana?” pertanyaan itu sangat menyayat hati Soo Rim saat ini, “gwenchana, jeongmal. Niga eottemyeon (bagaimana dengan mu) ?” Soo Rim menoleh dan balik bertanya.

Suho mengangguk pelan,”hmm.. syukurlah. Jaljjayo.” Suho tersenyum tipis dan  beranjak melangkah menuju pintu keluar. Soo Rim masih membeku ditempatnya, yeoja itu memejamkan matanya sesaat demi menahan kedutan yang kembali mendera batinnya, “sigh~” Soo Rim merasa sangat putus asa dengan sikap Suho terhadapnya, sikap yang selamanya akan membuat ia  merasa terus hidup dalam sebuah ketidakpastian. Diam – diam Soo Rim memalingkan penglihatannya untuk  melihat sosok Suho yang belum sepenuhnya melangkah menuju ke depan pintu. Soo Rim dapat melihat Suho dengan ujung matanya..

“Sigh ~ “ hembusan nafas kali ini mendorong Soo Rim untuk segera melangkah pergi dan berlalu. Ceklek! Soo Rim baru saja membuka pintu kamarnya dan hendak masuk tetapi, “Soo-ah.. “ suara itu kembali menginterupsinya..

Soo Rim sengaja untuk tidak berbalik, melainkan hanya mematung menunggu ucapan Suho selanjutnya..

5 detik .. 10 detik, Suho tak kunjung bersuara  .. 20 detik..  Blam! Soo Rim benar – benar menghilang dibalik pintu kamar.

“Ssshh.. Kim Joon Myun  neo.. “ Suho mengusap kasar permukaan wajahnya sendiri, ini adalah dilemma terberat sepanjang umurnya. Bahkan lebih sulit dari saat pemilihan kandidat ketika ia akan  didebutkan sebagai OT12 dahulu -_-

“Sigh ~ “ Suho berbalik menatap nanar pintu kamar Soo Rim. Mustahil rasanya jika ia harus menerobos masuk begitu saja kedalam ke kamar seorang yeoja. Tapi bukankah ini waktu yang sangat tepat? Sampai kapan ia terus bermain dengan waktu yang perlahan bisa menjerumuskannya ke dalam lubang penyesalan? Andwaeyo..

10 detik .. 1 menit .. 5 menit .. namja itu masih mematung didepan pintu apartement, ia juga harus menghargai keberadaan Kris disini. Tetapi,  akal sehat berkata lain..

“Sigh ~ “ Puk! Puk ! Puk ! Suho menepuk – nepuk dadanya , “apapun yang terjadi, aku adalah namja. Kim Joon Myun, jebaalll.. “ Suho melangkah cepat menuju sebuah kamar dan..  Ceklek!

DEG! Seseorang didalam sana terperanjat hebat, “Jjj—oo –n – Joon — Myun-ah.. “

 

~ YaeKris Room ~

“Wooah.. akhirnya .. hufh!” Yaegi terduduk di bibir tempat tidur setelah menenangkan ChanSha yang semula menangis tak henti – hentinya. Tatapannya beralih pada namja yang kini tengah membersihkan wajah didepan cermin rias.

“Kris-ah, Suho sudah pulang?”

Kris mengganti kapas pembersihnya, tanpa menoleh ke  arah Yaegi, “sepertinya.” Namja itu menjangkau setiap inci dari  wajah mulusnya.

Yaegi mengangguk mengiyakan, “eo, tadi dia belum sempat bercerita apapun.”

“Dia membohongi ku.” Kris kini mulai menepuk – nepuk wajahnya perlahan setelah memakai cleanser nya. Yaegi menaikkan kaki  ke atas tempat tidur, “bohong? Bohong bagaimana?” tanyanya tak mengerti.

“Dia bilang  dia akan bertemu Soo Rim-ssi. Apa dia sedang mimpi berjalan hingga tidak bisa membedakan kau dan Soo Rim?” Kris menekankan kata – katanya.

“Eyhh ~ Kris-ah, ireojimmalgu. Suho mungkin hanya ingin bercerita saja.”

Kris sudah selesai mengoleskan krim wajahnya, ia melangkah menuju baby box. “bercerita kata mu? Niga wae (kenapa dengan mu) ?” Kris berbicara sambil mengelus pipi ChanSha bergantian, sudah  dua hari lebih ia tidak dapat melihat kedua buah hatinya itu.

“Kris-ah wae geuraeyo? Kau kan tahu aku dan Suho sedekat apa, geumnahaejwo.. jangan konyol.” Yaegi mendengus kesal, ia menarik selimut dan mulai membaringkan tubuhnya.

Eomma memperlakukan kalian dengan baik? Mian.. Appa tidak bisa menemani kalian bermain. I Love My ChanSha..  “ chup – chup – Kris mendaratkan kecupan di kening Geum Sha & Geum Chan bergantian. Tersirat sedikit perasaan bersalah ketika ia tahu bahwa dua malaikat kecil itu kini sedang sakit karena imunisasi yang mereka alami  kemarin.

“Ya! Apa maksud mu? Aku seharian di rumah saja!  “ Yaegi tidak terima dengan kalimat Kris di awal.

“Kau terkadang lupa diri jika sudah memiliki bayi. Anyitji?” Kris mencibir Yaegi sambil berjalan menuju tempat tidur.

“Cih.. anyigodeun! Bukankah kau yang lebih pantas disebut seperti itu? Apa kau pernah membawa mereka pergi ke taman bermain— “ Yaegi langsung menghentikan ucapannya ketika ia menyadari bahwa ia sudah kelepasn berbicara.

Kris hanya menatapnya sayu, “halsuisseo. Gidarikkae (aku pasti bisa melakukannya, tunggu saja . Bila perlu seluruh hidup ku akan ku habiskan hanya untuk bermain dengan mereka. Just wait.. “  Kris mulai berbaring dan menarik selimutnya, terbersit rasa sesak setiap kali mengingat keluarga kecilnya yang abnormal dikarenakan posisinya sendiri.

Mian.. “ Yaegi yang duduk disampingnya mencoba menyentuh lengan Kris.

Kris menoleh, “waeyo? Nan gwenchana. Tidurlah.. “ Kris menepuk – nepuk bantal Yaegi, menyuruh yeoja itu untuk ikut berbaring disampingnya.

Yaegi perlahan kembali berbaring, dan masuk kedalam selimut. Kris memiringkan posisi tidurnya dan menghadap istrinya itu, “tadi kami recording perdana untuk reality show.” Kris bercerita sambil  sesekali menjamah puncak kepala Yaegi, ia membelai lembut setiap helaian rambut Yaegi..

“Eo. Tadi aku melihat kau & Tao  pergi ke toko diseberang sana. Geum Sha menunjuk ke arah mu, tapi aku segera membekap mulutnya, sebelum dia histeris hahaha.. “ Yaegi tertawa seraya menatap langit – langit kamar.

Bogoshippeo.. “ sorot mata Kris menjangkau setiap lekuk wajah Yaegi dengan terus mengusap lembut kepala yeoja itu..

Yaegi berbalik menatap Kris, “nado. EXO-gga, hwaiting!” Yaegi menyemangati.

“Gomawo.. “ senyuman langka dari seorang Wu Yi Fan kembali terpatri jelas, senyuman yang seolah menggambarkan bahwa rasa lelahnya sudah terbayarkan berkat yeoja yang bernama Cho Yaegi ada disini bersamanya.

“Kris-ah, kalian di berikan waktu libur ketika natal tahun ini? Salju di Busan sangat indah. Aku ingin sekali membuat snowman disana.. “ Yaegi bercerita antusias.

Kris tersenyum tenang, “hmm.. ku usahakan.”

Gomawoyo.. “ Yaegi juga memegangi tangan Kris yang masih menempel pada pipinya.

“Serum — serum mu, ah maksud ku serum yang ada dikepala mu, baik – baik saja kan?” entah kenapa tiba – tiba Kris memikirkan akan hal itu.

Yaegi mengangguk tenang, “umm.. Woo Yeon bilang semuanya akan baik – baik saja. Waeyo?”

“Museowo (aku takut) .. “ Kris mengusap lembut kening Yaegi, raut wajahnya berubah muram. “Waeyo? Aku baik – baik saja. Museowo wae? Apa terjadi sesuatu?”

“Kau akan pergi ke Cina untuk  perusahaan?”

Yaegi semakin mengernyit, “kau membaca artikel tentang KK grup yang akan segera bangkrut? Itu tidak benar. Hwang ahjussi sangat bisa di andalkan.. “ Yaegi berusaha memberikan sugesti positif pada Kris.

“Kau akan pergi ke Cina?” Kris masih menunggu jawaban atas pertanyaanya, Yaegi terdiam sejenak, menatap kedua manik mata Kris yang menusuk. “Lalu jika aku pergi, bagaimana dengan Wu Fan ku? Hmm?” Yaegi menggeleng, tangannya kini juga ikut mengusap setiap sudut  wajah Kris.

“ Appa mu berjuang keras untuk perusahaan itu Yaegi-ah..”

“Kris-ah.. “ lambat laun Yaegi mengetahui arah pembicaraan Kris.

Gwenchana. Aku sungguh tidak mempermasalahkannya. Jika itu sebuah keharusan, maka kau harus pergi. Kau sudah dewasa Cho Yaegi..  “

Yaegi memindahkan bantal guling yang membuat jarak di antara mereka, lalu ia perlahan menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Kris, “kau kenapa? Aku tidak akan pergi kemanapun Kris-ah.. “

Kris mendekatkan wajahnya, hingga hembusan nafasnya dapat terdengar, “ jinjja? Sungguh kau tidak akan pergi?”. Yaegi mengangguk cepat, “eo. Aku tidak akan pergi.”

“Apapun yang terjadi?”

“Eo. Apapun yang terjadi. Ahh Kris-ah wae geuraeyo? Kenapa membuat ku sedih? Ya!” Yaegi sulit untuk menahan rasa harunya yang segera membuncah pada saat – saat seperti ini.

“Naega wae?  Apa aku salah merasa takut karena kehilangan sesuatu yang sudah menjadi milik ku?”

“Milik mu? Nugu?” Yaegi balik bertanya.

“Ya!” Kris berdecak kesal.

“Aku milik Appa & Eomma ku. Cih.. “ Yaegi sengaja membuat atsmosfer kembali stabil.

“Ahh matna! “ Kris tersenyum seraya memamerkan smirknya. Wajah Yaegi seketika itu memerah, “mwol? Jangan berbuat yang tidak – tidak. ChanSha sedang sakit. Mereka bisa terbangun kapan saja.” Yaegi berusaha keras menahan rasa gugupnya ketika ia menyadari wajah Kris kian mendekat padanya hingga kedua ujung hidung mereka saling bertemu., “memangnya aku mengatakan apa Nyonya Wu?”

“Kris-ah.. ireojimma..” Yaegi berusaha mendorong tubuh Kris menjauh darinya. Kris mengeratkan pelukannya, “kau sendiri yang mendekat Nyonya Wu.. bukankah begitu?” ~Wink .. Kris mengedipkan sebelah matanya.

“Kris-ah, kau yakin Suho sudah pulang?” Yaegi menahan dada bidang Kris, ia mencari celah untuk mengulur waktu selama yang ia bisa. “Kau yakin? Mungkin mereka masih diluar. Eotteokhae?” Yaegi mengintip arah pintu.

Kris ikut melihat arah pintu, “geureyo? Tapi tidak mungkin.” Kris kembali ke posisinya, ia masih memegangi lengan Yaegi agar yeoja itu sulit bergerak.

“Kris-ah..” Yaegi menggeser posisinya agar sedikit menjauh dari Kris. Tetapi namja itu mengubah posisinya agar semakin mendekat, “kau ku liburkan untuk sementara waktu. Hoaamhh.. “

“Mwo?” Yaegi tak mengerti. Kris kembali ke posisinya, ia bersiap untuk tidur. “Untuk beberapa hari kedepan, jadwal ku padat sekali. Aku tidak akan meminta mu untuk melakukannya..”

“Melakukan apa?”

SLAP ~ Kris membuka selimutnya dan kembali mendekat ke  arah Yaegi, “kau mau memancing ku Pikachu? Eoh?” Kris berbisik seduktif.

“Gyahaha. Anyia, arasseo. Cha cha .. tidurlah.” Yaegi mendorong  wajah Kris dari hadapannya. “Shireo. Aku berubah pikiran. Kekeke.. “

“Ya! Hahaha.. Kris-ah mwoanya?! Ya! Hahaha. Yak menyingkir… “ Yaegi terus mendorong wajah dan tubuh Kris secara bergantian. Yaegi tidak bisa menahan tawanya jika sudah seperti ini, “Kris-ah! Hahaha.. Ya! Aaak geli gyahaha.. kyaa!”

“Sssttt.. ChanSha bisa bangun, jangan bersuara jagiya.. “

“Ya! Hahahaha.. A—w—as.. awas! Gyahaha.. Kris-ah geumanhae.. “

Chup – sebuah kecupan di kening, “hanya kecupan sebelum tidur. Jaljjayo Pikachu.. “ Kris menyudahi pertempuran konyol mereka, kini namja itu berbalik membelakangi Yaegi dan untuk segera  masuk ke alam mimpi.

Yaegi masih menatap punggung Kris yang membelakanginya itu, “sekalipun aku akan pergi, itu karena mu. Wu Yi Fan saranghae.. “ bisiknya dalam hati.

 

In the other room..

Kamar yang jauh berbanding terbalik dengan Yaegi & Kris. Meskipun ada dua orang disana, tetapi seperti tidak ada tanda – tanda kehidupan..

Hingga salah satu dari sepasang insan itu bersuara, “nawayo (keluarlah) .. “ Soo Rim  masih mematung didepan meja rias karena sangat terkejut dengan kehadiran Suho yang secara tiba – tiba. Soo Rim masih menutupi tanktop nya dengan sebuah handuk.

Suho sama sekali tidak bereaksi, ia justru perlahan melangkahkan kakinya mendekat..

“J—Joon —Joon Myun –Myun-ah.. “ Soo Rim juga mundur beberapa langkah.

Saranghae.. “ DEG! Soo Rim semakin terperanjat ketika kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir tipis namja dihadapannya saat ini.

“Mwo? Joon Myun-ah palli nawayo.. “ Soo Rim menunjuk arah pintu, ia merasa semakin was – was, tatapannya tak luput dari handuk yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya.

“Kita hentikan semua ini. Soo-ah, urineun —- “

“Joon Myun-ah, palli nawayo jebal.. ini sudah malam, aku tidak ingin ada keributan disini. Palli khayo.. “ Soo Rim memotong ucapan Suho. Entah setan apa yang  merasuki namja itu, ia  masih tetap berdiri bahkan semakin mendekat ke arah Soo Rim.

“Ya! Palli kha—-  kyaaa! Anha!” Soo Rim menarik lengannya yang tiba – tiba di genggam oleh Suho. “Joon Myun-ah, ireojimma jebalyo.. “

“Ttarawajo (ikut aku) .. “ Suho berkata penuh harap. “Shireo. Andwaeyo.” Soo Rim menolak cepat, ia tidak ingin membicarakan apapun karena itu hanya akan membuatnya semakin mengambang.

“Sebentar saja. Berikan aku waktu sebentar saja untuk mengatakan semuanya, Soo-ah.” Bagi Suho hidup atau mati, malam ini adalah penentuannya. Ia tidak perduli lagi dimana ia sedang berada saat ini,  “Park Soo Rim.. “

“Ugh! Neo nuguya? Niga nuguyagu!” Soo Rim menghentakkan tangan Suho yang menggenggamnya erat, “keluar dari sini. Aku akan pergi bekerja esok hari. Nawayo.. “

“Shireo.”

“Mwo?” Soo Rim berjengit tak percaya, “shireo. Kenapa hanya kau saja yang selalu bisa menolak ku?” DEG! GULP ! Sekujur tubuh Soo Rim mendadak membeku ketika mendengar ucapan yang menurutnya bukan dari seorang Kim Joon Myun.

“Ttarawa— “

“LEPAS!” Kali ini Soo Rim benar – benar sudah di ubun – ubun. Duk ! Duk! Duk! “Lepas!” Soo Rim memukuli bahu Suho agar namja itu kembali melepaskan tangannya.

“Hanbammal.. “ Suho berucap pasrah, “uri kkeunesseo (kita sudah selesai). Kkeuneunda Joon Myun-ah. Palli khayo.. hiks.. “ Soo Rim mulai menitikkan air matanya.

“Soo-ah, igeuneun andwaeyo.. aku hanya ingin—“

“Eobneunde Joon Myun-ah, urineun hyeojeosseo (kita sudah berpisah) . Lebih baik seperti ini.. lepaskan, jebalyo..” Soo Rim tak kuat lagi menahan air matanya yang sudah  menumpuk pada kedua kelopak matanya, “hiks.. ku mohon, biarkan seperti ini.. uhm? Hiks.. Urineun — hiks.. urineun.. dashi meolshi maljja hiks (kita tidak perlu bertemu lagi).. “

“Kkeurojimma Soo-ah.. “ suara Suho juga ikut bergetar, ini bukan pemandangan yang ia harapkan. Melihat gadis yang ternyata masih benar – benar melekat direlung hatinya menangis karenanya, itu lebih dari kata menyakitkan.

“Soo-ah.. “

“Naneun — neoreul dashibogo shipchianha (aku tidak ingin melihat mu lagi) .. hiks.. “ Soo Rim terus berbicara dalam tangisnya, ia tidak lagi berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Suho.

Suho sengaja melihat ke sudut lain pada kamar tersebut, mencoba menelan pahitnya saliva yang tersangkut di tenggorokannya, lalu ia kembali memandangi Soo Rim, “jeongmal geusaram jonni (kau sungguh menyukai nya) ?”

“Hiksmmpks.. “ Soo Rim berhenti terisak, mencoba mencerna apa maksud dari pertanyaan Suho, sesaat kemudian ia mengangguk pelan, “nde, nae maeumi — piryeotagu (perasaan ku memang sudah berubah).. “ DEG! Genggaman tangan Suho melemah, lambat laun ia melepaskan cengkramannya.. “Soo-ah, geotjimalgu (jangan berbohong).”  Air mata sang guardian perlahan membentuk sungai – sungai kecil di pipinya, “katakan jika kau sedang berbohong. Kau berbohong kan ? Soo-ah, geotjimalgu.. hhm?” meskipun nada itu terdengar putus asa, Suho berusaha untuk menutupi getaran yang semakin membuatnya ingin terisak hebat saat itu juga.

“Hiks.. hmmpkss.. “ Soo Rim menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tangisnya tidak begitu terdengar, ia berusaha keras untuk meredam isakannya yang semakin menjadi. “Hmmpks.. “

Suho masih mematung menunggu jawaban yang sebenarnya tidak perlu ia dengar lagi, “Soo-ah.. katakan yang sebenarnya, palli marhaebwa.. Park Soo Rim.. “

“Hiks.. Neol gidae hajanha dashi naege wondago Joon Myun-ah, hiks.. “ Soo Rim meringsut dan terduduk pada kursi didekatnya, ia menangis sejadi – jadinya. “Hiks.. hmmpks.. khayo, khayo.. Kim Joon Myun khayo.. “ Soo Rim menutupi wajahnya.

“Sigh ~ “ Suho menarik nafasnya yang terasa amat berat, mendongakkan sedikit wajahnya agar bulir – bulir hangat itu tidak terus tumpah. “Arasseo. Hmm.. neomu aratta ije.” Suho mengangguk seraya menyungingkan senyumannya, “neo matnayo Soo-ah, urineun yeongwonhi kkeunesseo (kita selamanya sudah berakhir). “ perlahan namja itu memutar balik langkahnya, ia berbalik membelakangi Soo Rim, semuanya benar – benar berakhir. Ternyata Lian benar – benar sudah menggantikan tempatnya..

Suho merogoh sesuatu daru saku jaketnya, sebuah cincin yang sama. Ia menggenggam sesaat cincin itu, sungguh  cincin tak bertuan. Dalam hitungan detik Suho  melangkahkan kakinya tanpa kembali menoleh. Ceklek! Suho memupuk segala keberaniannya untuk segera keluar dari kamar itu, ia masih memegangi knop pintu tanpa bergerak melangkah keluar sedikitpun, hatinya masih terasa berat. Tetapi..  ini bukan pilihan tapi sebuah keharusan..

HUG!

DEG! Darah Suho berdesir, denyut jantungnya seakan berhenti berdegup pada saat ia menyadari sesuatu memeluknya erat dari arah belakang.

“Hiks.. aku berbohong Myun-ah, hiks, kajima.. jebalyo, kajimalgu, hiks.. Joon Myun-ah kajima.. “

“Eomma.. “ satu kata terucap  didalam hatinya -_-.  Suho masih tidak berbalik, ia takut jika semua ini hanyalah mimpi yang akan membuatnya kembali terjatuh..

“Nan..  niga eobsi andwaeyo Joon Myun-ah hiks (aku tidak bisa hidup tanpa mu).. hmmpks.. “ suara itu terasa sangat nyata baginya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, tetapi yang terpenting itu adalah lingkaran hangat kedua tangan Soo Rim dan suara tangis itu..

Suho langsung berbalik, “Soo-ah.. “ ia masih tidak percaya. HUG! Soo Rim langsung berhamburan  memeluknya  erat, “saranghae  hiks..  nan niga eobsi andwaeyo Joon Myun-ah.. hiks.. kajima, jebaalll.. hmpks.. “ Soo Rim semakin mengeratkan pelukannya, ia menangis terisak didalam dekapan namja yang selama ini nyaris membuatnya gila. Namja yang hanya bisa membuatnya merasa nyaman, selalu bersabar akan sifatnya yang keras kepala, ya.. Soo Rim merindukan semua itu, lebih tepatnya Soo Rim pernah merasakan kehilangan karena Suho meninggalkannya..

“Neol gidae hajanha dashi naege wondago Joon Myun-ah.. “ DEG! Suho yang semula hendak membalas pelukan itu kembali surut..

“Geunyang — geunyang bogoshiptta (hanya merindukan mu).. “ HUG! Seiring dengan lanjutan kalimat Soo Rim, Suho langsung membalas erat pelukan yeoja itu.. “Nado – nado neomu bogoshippeo  Soo-ah.. “ chup – Suho mengecup puncak kepala Soo Rim, rasa yang tidak dapat ia lukiskan dengan apapun. “Ini — ini bukan mimpi kan?” tanya Suho memastikan.

Soo Rim yang mendengar itu langsung menyudahi pelukannya, dan mengusap lembut kedua pipi Suho,  “kau bisa merasakannya?”.

“Bisakah kau membuat sebuah janji saat ini juga?” Soo Rim melanjutkan kata – katanya, sambil menyeka sisa – sisa air mata.

“Mwoeyo?” Suho mengusap lembut wajah Soo Rim, menepikan rambut yeoja itu yang berantakan.

“Hiks.. jangan meninggalkan ku lagi.. hiks.. “ Soo Rim tak kuasa menahan rasa harunya ketika harus mengutarakan hal yang paling ia takutkan akan kembali terulang.

Tanpa menunggu lama, Suho mengangguk .. “meskipun kau meminta ku untuk pergi, maka aku akan terus tetap tinggal. Nae gyeote eobseodo,  eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol Park Soo Rim.. “ Suho mendekatkan wajahnya, hingga deru nafas mereka saling bertemu..

“Yakshokhae (kau berjanji) ?”  Soo Rim mengangkat kelingkingnya di tengah – tengah mereka, Suho menyunggingkan senyuman malaikatnya, ia justru menurunkan tangan Soo Rim dan tidak ikut menautkan kelingkingnya..

“Yeongwonhi yakshokhae (selamanya aku berjanji).. “ chu – Suho mendaratkan  sebuah ciuman lembut di bibir Soo Rim..

“Myun-ah.. “ Soo Rim tampak terkejut. Suho memandanginya,  “ saranghae Park Soo Rim.. “ chu – ia kembali menempelkan bibirnya perlahan, Suho menyentuh lembut kedua sisi wajah Soo Rim dengan kedua tangannya tanpa melepaskan ciuman mereka.

Diam – diam tangan Suho mendorong pelan pintu kamar yang tadinya sedikit terbuka. Dum! Pintu itu kembali tertutup rapat.

Deru nafas mereka berubah terengah – engah ketika ciuman itu menyita oksigen yang ada.

“Myun-ah.. “ Soo Rim menahan dada Suho ketika namja itu hendak kembali menciumnya.

“Wae?” suara lembut Suho membuat sistim limbik pada otak Soo Rim berhenti bekerja, Soo Rim menggeleng ragu , ”anyi.. “

Suho berbalik sesaat, dan ceklek! Tangannya dengan cekatan memutar knop pintu dan terkunci. Senyuman kian menghanyutkan itu kini semakin membuat akal sehat Soo Rim semakin tidak bisa bekerja dengan baik..

Chu – untuk kesekian kalinya  mereka kembali terbawa suasana malam yang kian larut..

“Ah Myun-ah!” dengan cepat Soo Rim menahan tangan Suho yang hendak berpindah menuju bagian yang lebih sensitif.

“Hmm, wae?” chu –  Suho tidak menunggu lama untuk itu. Lambat laun Soo Rim juga ikut terbawa olehnya. Tanpa keduanya menyadari, kini mereka telah terduduk di tepi ranjang..

“Myun-ah.. “ Soo Rim baru menyadari bahwa handuk yang ia gunakan untuk menutupi tubunya yang hanya berbalut tanktop sudah terjatuh didepan pintu. Ia cepat – cepat mengambil sebuah bantal untuk kembali menutupinya..

Suho masih terus memandangi setiap lekuk wajah Soo Rim sebelum ia kembali mendekat,

Chup – Suho mengecup hangat kening Soo Rim, “mian.. terlalu banyak menyakiti mu..”

Mata Soo Rim kembali berkaca – kaca, “anyia.. naneun — aku — aku yang — hmmpp..” Suho sudah lebih dulu membungkam bibir Soo Rim dengan sebuah kecupan lagi, dan semakin berubah liar ..

“My—Myun— Myun-ah.. “ Soo Rim semakin terdorong oleh tubuh Suho hingga  membuat tubuhnya ambruk di atas tempat tidur dan ..  SRET ! Suara sobekan bergema..

“Joon Myun-ah!”

 

Keesokan harinya..

Yaegi  berlarian kesana – kemari di kamarnya, yeoja itu sangatlah terburu – buru pagi ini.

“Ya! Kris-ah palli ireona! Kris-ah! KRIS!” Yaegi menarik kaki Kris yang masih bergumul didalam selimut.

“Ssssh… Cho Yaegi apa yang kau lakukan disini? Nawayo.. ssshh aish!” Kris menarik kembali selimutnya.

“Auuwhh! WU YI FAN ! IREONNA! Yak yak! “ Yaegi kali ini mencoba cara yang lebih frontal, ia naik ke atas ranjang dan berusaha keras mendorong tubuh Kris agar menggelinding ke bawah, karena itu satu – satunya cara agar namja itu segera tersadar -_-

“Nggghhh.. Kris-ah.. Yak!”

Sementara itu ChanSha yang sudah lebih dulu terbangun, hanya berdiri di dalam baby box memandangi Appa & Eomma mereka yang hampir selalu berkelakuan tidak waras.

“Omm..aaa”

“PAPAPAAAA!!!”

“Brrrmmmm… Appppaaaaa.. “

“Kris-ah, bangun! Kau  bisa terlambat! Yak! Wu Yi Fan nggghhh… “ Yaegi masih mendorong tubuh Kris sekuat tenaganya.

“Ireona!” Yaegi nyaris kehabisan tenaga.

“Lonaa Appa.. “ Geum Chan tidak menyadari jika ia sudah bisa menirukan beberapa kata yang sering ia dengarkan. “Yeona  papa yeona… “ Geum Sha ikut berloncat – loncat dari dalam baby box, pengucapan Geum Sha lebih baik dari sang oppa -_-

“Kyaa! Geum Sha andwae! Wu Geum Sha jangan berloncat – loncat seperti itu nak! Nanti kau jatuh.. Omo! “ Yaegi berlarian turun dari tempat tidur untuk menganmankan Twins Wu dan memindahkan mereka ke atas tempat tidur.

Geum Chan & Geum Sha langsung merangkak menaiki tubuh Kris yang masih tertutup selimut. “Papaappa.. “ Geum Chan memukul – mukul kepala Kris.

“Yeoonnayoo.. PAPAAAA!” Geum Sha memiliki hobi baru dalam mengasah kemampuan vocal nya -_-

“Pukul, pukul Appa mu.. di pukul saja. Biar dia bangun.. Cepat di pukul.” Yaegi memperagakan seperti orang yang sedang meninju -_-

“Ciya.” Geum Chan menjawab lugas. Geum Sha melihat kembarannya sesaat, lalu putri kecil itu ikut menggeleng, “hum mama ciyaaa.. ciyaaa shitttaaaaaa..”

“Eungggsshhhh.. “ Kris perlahan membalikkan posisi tidurnya yang semula terlungkup, ia mencoba membuka matanya dan melihat sekitar..

“Appa.. “ Geum Sha kecil langsung menjatuhkan badannya di atas tubuh Kris.

“Eoh! Nuguya!” Kris sontak terbangun dari tidurnya hingga membuat Geum Sha terguling ke kasur disampingnya..

“HIKKK! HOOOOAAAAAA.. “ saat itu juga tangisan  Geum Sha memecah isi kamar, ia merasa terkejut ketika tubunya terpental begitu saja.

Plak! “Mwoanya! Dia anak mu!” Yaegi berdecak geram, “sayang.. aigoo.. eomma – eomma” Yaegi mencoba mengambil Geum Sha yang ada diseberangnya.

“Ya Tuhan! Geum Sha-ah mianhae, appa mollaseo.. mianhae.  “ Kris lebih dulu tersadar dan langsung memeluk putri  kecilnya itu.

“Hmmpk.. hmmappa.. “ Geum Sha masih sesenggukan, mata dan hidungya memerah.

“Iyeona!” Plak! Tiba – tiba tangan Geum Chan menampar pipi Kris tanpa sengaja.

“Geum Chan-ah.. “ Kris nyaris tak percaya, “Wu Geum Chan?” Kris memegangi tangan Geum Chan, “CIYAAAAAA!!” Geum Chan berteriak seperti memperlihatkan bahwa adik perempuannya tidak boleh menangis karena siapapun.

“Rasakan! Hahahaha.. “ Yaegi justru tertawa penuh kemenangan.

Plak! “Eoh Wu Geum Sha!” Tangan Kris terlambat menahan tangan Geum Sha yang cekatan melayangkan tepukan tangannya pada wajah Geum Chan -___-. Mungkin ia berpikir, “jangan menyakiri Appa ku!”

“Hmmh.. hmmh… HOAAAAAAAA…. “ Akhirnya tangis  Geum Chan ikut memecah -_-

“Ya! Igeo andwaeyo Geum Sha-ah, Wu Geum Sha apa yang kau lakukan? Kau nakal. Yaegi, ini.. “ Kris memberikan Geum Sha pada Yaegi, dan membawa Geum Chan kedalam pelukannya. “Ssstt.. uljimma, Chan oppa uljimma.. “

“Hoooa — hoaa.. hmmmpapa.. “ Geum Chan masih menangis tersedu. “Ara – ara, eodisseo? Hmm, kajja – kajja.. kita pergi, uljimma.. “ Kris menyibakkan selimutnya dan turun dari kasur. Ia masih menepuk – nepuk punggung Geum Chan agar jagoan kecil nya itu segera berhenti menangis.

“Hmmmappa.. “ Geum Chan menunjuk pintu kamar disela – sela tangisannya. “Keluar? Arasseo, kita keluar.. ssst uljimma.. “ Ceklek! Kris membuka pintu kamar dan membawa Geum Chan keluar kamar tanpa membasuh wajahnya terlebih dahulu.

“Geum Sha, tidak boleh nakal lagi aro?  Kau dengar eomma eoh?”

“Ulchi.. “ Geum Sha justru menarik – narik kalung Yaegi, malaikat kecil itu seperti tidak mau mendengar apa yang eomma nya katakan.

“Wu Geum Sha!” Yaegi berpura – pura marah. “Eomma?” Geum Sha memandang Yaegi dengan mata coklatnya, bayi mungil itu mengedip – ngedipkan matanya hingga membuat Yaegi tidak bisa menahan rasa gemasnya, “kyeowo.. nngggngg.. “ Yaegi mengigit pelan tangan Geum Sha, ia benar – benar gemas.

“Eomma.. “ Geum Sha tiba – tiba memeluk Yaegi dan menyandarkan kepalanya dibahu sang eomma. Ia mungkin berpikir  bahwa eommanya sedang memarahinya saat ini..

“Aigoo.. Geum Sham mau merayu eomma hmm? Shhh.. anyia, eomma tidak marah. Kajja – kajja.. Appa eodisseo?” Yaegi beranjak turun dari kasur menuju ruang tengah apartement.

 

“Cha ~ kalian main disini dulu nde? Eomma mau membangunkan imoo… “ Yaegi menaruh Geum Sha didepan TV bersama Geum Chan.

“Yaegi-ah, aku mau sarapan dengan sereal.. “ Kris mengusap – ngusap wajahnya yang masih mengantuk.

“Geure, chamkkaman..  aku bangunkan Soo Rim dulu. Dia dinas pagi hari ini. “ Yaegi melangkahkan kakinya menuju pintu kamar yang tak jauh dari Kris & ChanSha.

“Soo Rim-ah.. “ tok – tok – tok .. “Soo Rim-ah ireonasseo? PARK SOO RIM.. “

Tok – tok – tok.

“Di buka saja, suara mu Nyonya Wu!” Kris sesungutan.

“Eo kekeke.” Yaegi terkekeh, ia mengiyakan perkataan Kris.. Ceklek! “Soo Rim-ah, ireonaseo — OMO! “ Blam! Yaegi kembali menutup rapat pintu kamar Soo Rim. Ia tampak shock sambil memegangi dadanya.

“Eung? Nyonya Wu?”  Kris menghampiri Yaegi yang masih bersandar pada pintu kamar Soo Rim. “Kau kenapa?” Kris memperhatikan raut wajah Yaegi yang mendadak pucat.

“Kris-ah.. “ Yaegi memegangi lengan Kris, ia ingin menjauhkan Kris dari sini.

“Yaegi-ah?” Kris semakin bersugesti negatif. Dalam waktu yang bersamaan, sebuah dering ponsel menggema..

“EOH!” Yaegi menoleh pada meja ruang tengah. Kris mengerutkan keningnya, suara ponsel itu.. DEG! Suara ponsel milik Suho.

“Cho Yaegi.. “

“Kris-ah.. berjanjilah untuk— “

“Pikyeo (minggir) .. “ Kris mencoba menggeser Yaegi yang berdiri didepannya.

“Kris-ah, jebaall.. “

“Cho Yaegi pikyeohae!” Kris berhasil meraih knop pintu dan.. Ceklek! BRAKKK !

“Kris-ah!”

TBC

 

Semua komentar yang masih termoderasi segera aku accept yah. Dan aku akan membalas semua komentar chingudeul di Chapter ini. Tugas kuliah on fire kekeke.

Hwaiting ! Saranghae..

 

 

 

151 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 5

  1. what the????! Beneran itu Suho0 eonni?! Gak salahkan?! Sumah gk nyangka bgt si angel se ‘anu’ itu eon O.o

    kyaa! ChanSa udh makin gede yak. Tapi orang tuanya yg berubah jadi anak kecil ckckk -_-”

    aku comment sekaligus sama yg chapter sebelumnya ya eon. Baru update soalnya ._.

    Lanjutkan eonni~😉
    i’m first?

  2. yak it susoo (/\)
    omona suho ap yg kau lkukan? O.O
    fiuh~ psti bkal d mrhin kris ini nnti -_-
    eonnie pnasaran :3 chaa~ kajja d lnjut..!!^^

  3. OMO!!!! apa yg mereka lakuin sekamar????? o___O
    jangan jangan suho nanggepi omongan yaegi ‘kalo nikah itu enak’ o___O jadi mereka SuSoo eumm——itu—-nglakuin—-eummm *aduh gakuat* /tarik nafas/

  4. ;AAAAAA; unniii ditunggu kelanjutannyaaaaa..,
    sumpah penasaran bangett ><
    ga keduga bgt ceritanya.
    SUKAAAAA. AAAAAAAAA GEMESSSHH /brb gigit bantal/

  5. apa yg susoo lalukukan?? masa suho oppa diam2 menghanyutkan melebihi kris ,kris kan udh pernah ngasih tau rambu2 apa aja yg boleh&tdk pasangan lakukan. tp kata ku susoo ini complicated bgt deh emng hubungannya. nextnextnext”!!!!!!

  6. Gilaaaaaa gilaaaa gilaaaa apa yg terjadi dgn SuSoo paraaah >< penasaran abis apa yg akan slanjutnya terjadi , lanjutt thor!! Keren abiss , HWAITING!!

  7. Part ini lucu, bikin cekikikan, chansha-nya gemesin>///< ketauan dah hayoloh $uho ;3 tanggung jawab loh waqs
    NC17 ya untungnya hehe kirain NC20 kalo 21 gue belum cukup << ignore this
    Kirain yang nc itu KrisYaegi eh .__. Hahaha
    oKAI dah part yang ini banyak scene lucunya /i think/
    Kip writing, hwaiting! Wish u luck. Semoga cepet selese tugas kulnya ya nn fighting

  8. aigoo eonni maaf baru sempet terkirim komen… waktu baca di hp soalnya hehehe
    tapi waktu di hp aku udah komen kok eonn.. tapi kok ga ada ya? yasudah deh …
    eonni itu sobek apa?? suho nyangkut di ranjang? mereke ‘begitu’? atau gimana?? ahh tapi jangan sampai ‘begitu’. ntar exo nikah semua dong hehehe

  9. Eommaaa jinjja., hahaha, pembukaannya,, rating : nc-17 kekeke~ aigooo, chansha eommaaa,,😀

    Itu soo kasian nangis mulu,,.
    Kasiannya soorim,..

    Hohoho~ mian baru koment yg di sini..

  10. Eommaaa jinjja., hahaha, pembukaannya,, rating : nc-17 kekeke~ aigooo, chansha eommaaa,,😀

    Itu soo kasian nangis mulu,,.
    Kasiannya soorim,..

    Hohoho~ mian baru koment yg di sini..

    Itu nanti soo nya hamil ya??

  11. Eonni daebak…
    Aigoo.. Aigoo..
    SuSoo pa yg klian lkkan???
    Qu pkir tdi YaeKris yang adegan ‘itu’..
    Eh taunya SuSoo..
    Eonni ni hri k 4 ya MISSING YOU blm di post..
    Eonni qu mau nanya nih, chapter 6 bsa gk mlm ni di post??? Soalny gratisan internetny hbs mlm nih..
    Hehe.. Hehe..
    Blh ya thor..

    Figthing Eonni..

  12. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 6 END | EXO & Prince WuFan

  13. Aaa…. Susoo Daebak…
    Alurnya g’ ketebak
    sungguh bwt pnsrn….
    Susoo~ apa yng klian lkukan? Kris marah..? Omo!
    Next eonni….hwaiting..

  14. tuh kan eomma makin sini makin yadong. kkkk~ eomma jangan nistakan suho ahjussi~ kkkkk~ cukup kris aja yg eomma buat nista *tp papa upan kan uda nikah, oh aku ralat papa upan ga nista XD* eomma tp aku ga kebayang adegan ehem nya s suho ahjussi ga ke mukaan (?).
    eh eomma, aku lupa aku baca ahh tidak *gaje* gpp yaa eomma. jangan bilang2 ke twin aku~ ntar aku ga d bolehin bareng yeol lagi😄

  15. waduh itu sorim sm suho ga ngpn” kan? *eh -_-
    kris bakalan marah besar duh gaswat deh~
    kenapa sekarang komenmu termoderasi ya? km ganti settingannya ya?
    aku baru mampir ke blogmu lagi, mian u.u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s