EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 6 END

970017_445389352246977_625606835_n

Chapter 1 2 3 4

EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 6 END

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Suho | Kim Joon Myun

– Park Soo Rim | Official OC

– Krystal  (Fx) | Jung Soo Jung

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Luhan – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Wang  / Wu Lian | Kris brother

–      Another BB / GB SM & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Romance – Hurt / Comfort – Comedy – Friendship – Married Life
  • Rating                         : R – Restricted  ( -17 )
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

***

OST  – Ryeowook  & D.o  – MISSING YOU

(Lagu ini pernah di populerkan oleh BB asal Korsel Fly To The Sky )

Hanbeonman nae mameul deurojwo, everyday  everynight  I’m missing you

Please listen to my heart just once,  everyday  everynight I’ m missing you

Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini meskipun hanya sekali saja, setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu

Neol gidae hajanha dashi naege wondago

I don’t expect you to come back again

Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Nae gyeote eobseodo,  ijen beorsu eobsodo,  eonjena nae mameun tto gateun neo ingeol

Even if you are not by my side, even if I can’t see you now, In my heart you are always the same

Meskipun kau tak disampingku lagi, meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang,
dihatiku kau tidak akan pernah berubah

 

# Flash Back

SRETT !

“ Joon Myun-ah! “

Soo Rim mendorong Suho yang nyaris menindihnya. Suho sejenak terdiam kaku setelah menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Mereka kini terduduk diam ditepi ranjang tanpa saling menatap satu sama lain. Gerak bola mata Soo Rim melihat pada lengan jaket  Suho yang tersobek karena terjepit oleh tubuhnya.

“Myun-ah?” Soo Rim memberanikan diri untuk menyentuh bahu Suho.

Mianhae, neomu mianhaesseo Soo-ah.. aku— “

Soo Rim menggeleng, ia menunjuk jaket namja itu yang sudah tersobek dengan sobekan yang besar, “ itu.. “

Suho baru menyadarinya, “eoh?” Suho seketika panik. “Soo-ah, ini jaket Kyungsoo, eotteokhae?” wajah Suho semakin gusar.

Soo Rim ikut berpikir, jaket itu sungguh tidak layak lagi untuk digunakan. “Myun-ah, eotteokhae? Tidak ada replika nya ?”

“ Mollayo. Dia membelinya ketika kami di Germany. Eotteokhae Soo-ah? “ Suho juga baru menyadari jika dia hanya memakai kaos oblong tipis tanpa lengan didalamnya.

Soo Rim bangun dan membuka lemari bajunya, “kau tidak mungkin memakai ini kan?” Soo Rim megeluarkan salah satu blazer girly nya. Rata – rata semua fashion style yang di miliki oleh Soo Rim memang terkesan sangat feminin.

“Ssshh.. manager hyung pasti sedang menonton TV saat ini, bagaimana aku pulang Soo-ah?” Suho berdecak frustasi.

“Ah! Yaegi — anyi, tapi Kris pasti masih disini, ssshh.. jadi bagaimana? “ Soo Rim juga berusaha mencari jalan keluar.

“Soo-ah, pakai baju mu.. “ Suho menunjuk Soo Rim yang masih memakai tanktop.

Soo Rim mendesis pelan sembari membuka lemari pakaiannya, “kenapa tidak menyuruh ku dari awal? Mesum!”

“Aku namja Soo-ah.. “

GLEK! Soo Rim mematung didepan lemarinya, ia tidak berani berbalik karena Suho ternyata mendengar apa yang ia katakan.

“Ahhh.. eotteokhae?” Suho menghempaskan dirinya di atas kasur, perlahan rasa kantuk mulai menyerang. “Myun-ah, kau tidak akan tidur disini kan?”

“Wae? Kau memperbolehkannya?” Suho sekejap bangun  dari rebahannya.

“Jangan gila.“ Soo Rim menatap Suho takut. “Myun-ah, pulang lah sekarang. Mungkin manager oppa belum pulang.”

Suho melihat sekitar, ia merogoh saku jaketnya, “eoh? Ponsel ku? Ponsel ku dua – dua nya diluar. Soo-ah, bisakah kau mengambilnya?”

“Chamkamman.” meskipun sedikit kesal, Soo Rim melangkah keluar kamar, dan kembali dengan sebuah ponsel ditangannya. “Ini.. “

“Satu nya lagi?”

“Ahhh shireo! “ Soo Rim enggan untuk keluar lagi. Suho mengecek ponselnya, dan.. satu pesan singkat yang langsung membuatnya kecut. “Soo-ah, kau lihat ini?”

“From : Jae Hyung

Suho-ah, kau sudah tidur? Kami di luar sedang menonton TV.. “

“Ssshh, jika manager hyung sampai mengecek kamar satu persatu, eotteokhae? Ahh Soo-ah aku juga tidak mungkin pulang dengan baju seperti ini.. ” Suho merasa frustasi.

“Tidak ada member lain yang bisa di ajak menonton TV?”

“Dorm M di lantai 17. Jadi tidak ada Luhan hyung ataupun Xiumin hyung yang menggantikan ku. Kenapa juga harus menonton di dorm kami? Ahhh Soo-ah, aku harus bagaimana sekarang? “ Suho mengusap – ngusap wajahnya gusar.

Soo Rim berdiri dihadapan Suho, ia terus memperhatikan namja yang selama ini ia pikir sangat lah dewasa ternyata sifatnya juga tidak lebih dari murid taman kanak – kanak.  “Geure, tidurlah disini.”

“Mwo?” Suho terkejut tak percaya. “Jangan berbuat yang tidak – tidak. Kau namja kan?” Soo Rim mengambil satu buah bantal dan satu buah guling untuk Suho.

“Aku tidur dibawah Soo-ah?” tanya Suho penuh harap.

“Anyu, tidurlah disamping ku. Udara sedang sangat dingin, kau akan sakit jika tidur dilantai. Cha~ tidurlah.” Soo Rim membentangkan selimut dan mulai membaringkan tubuhnya.

Suho masih terduduk disisi ranjang, dan masih  terus memandangnya. Soo Rim menyadari akan tatapan itu, “jangan menatap ku seperti itu Myun-ah” cetus Soo Rim pasrah.

“Ah anyia, mian. Nde, kita tidur. Soo-ah, bangunkan aku pukul 5 eoh? Aku harus kembali ke dorm sebelum D.o bangun. Jika tidak bisa gawat. Kau akan bangun kan?”

“Nde, aku akan berangkat pukul 6 esok hari. Jaljja.. “ Soo Rim ingin segera masuk kedalam selimut dan berbalik membelakangi Suho, ia tidak bisa menahan lebih lama lagi untuk menyembunyikan pipinya yang semakin memerah karena mengingat apa yang hampir saja terjadi pada mereka beberapa saat yang lalu.

“Sigh ~ “ Suho menghembuskan nafasnya lega. Duk duk duk! Ia menepuk – nepuk dadanya beberapa kali, “hufh! Kim Joon Myun hampir saja kau mendapat tiket liburan ke neraka! Hufh! Eomma.. Joon Myun-gga, mianhae. EXO hwaiting!” Suho memantapkan batinnya agar nalurinya sebagai lelaki tetap dapat terjaga malam ini, ia masuk kedalam selimut dan ikut berbalik membelakangi Soo Rim.

 

Keesokan pagi nya..

“Aish! Aku terlambat! “  Soo Rim semakin kebingungan ketika menyadari Suho masih disini bersamanya sejak tadi malam. Ia tidak memiliki waktu banyak saat ini, “Myun-ah! Myun-ah, Joon Myun bangunlah, aku sudah terlambat. Joon Myun!” Slap! Soo Rim menyibakkan selimut yang masih menutupi Suho. Tetapi namja itu sedikitpun tidak berkutik, tidak ada tanda – tanda ia akan segera bangun dari alam sadarnya.

“Myun-ah.. Myun-ah, ireona palli.. “ Soo Rim mencoba menggoyangkan bahu Suho agar namja itu tersadar. Pada akhirnya Suho tak kunjung bergerak ataupun memberi respon, sepertinya semua member EXO memiliki kebiasaan tidur yang nyaris serupa dan dapat merugikan orang banyak -_-

Tit. Bunyi jam tangan Soo Rim menunjukkan pukul 7 pagi, “aaahh! Ssshh.. “ Soo Rim kalang kabut mencari handbagnya, dan langsung berlarian keluar dari kamar tanpa memperdulikan Suho yang masih tertidur pulas. Blam! Suara pintu menandakan Soo Rim sudah lebih dulu berlalu..

#Flash Back End

 

Beberapa hari berikutnya..

~ SMEnt Building ~

Director’s Room

 

“Baiklah. Untuk waktu kalian aku ucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya. Semoga MAMA kali ini berjalan lancar. Gamshamida. “

“Ye ye, Tuan Berg sangat senang bisa bekerja sama dengan anda.”

“Geure – geure, aku yakin penampilan EXO akan sangat memukau. Yoon Soo Hee, Xi Luhan, Kim Jong In, kalian sudah bekerja keras. Tetap semangat.“

“Nde Tuan, gamshamida. “

“Kalau begitu, aku pamit sekarang.”

“Ah ye ye, mari ku antar Tuan.. “

Seusai saling berjabat tangan atas kerja sama yang sudah disetujui, Yong Min manager mengantar PD Mnet Berg Kwok untuk keluar dari ruangan direktor SM. Pihak Mnet bekerja sama dengan SM untuk special stage EXO bersama model wanita yang akan segera didebutkan oleh SM mendatang, Yoon Soo Hee. Yeoja yang menjadi bintang music video EXO untuk dua waktu terakhir. Kai & Luhan adalah dua member EXO yang berperan penuh dalam hal ini, karena agensi telah menetapkan mereka sebagai visual grup.

“Nona Yoon, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.” Shim Jae Won & Seunghwan manager berjabat tangan dengan Soo Hee.

“Ye, aku akan berkerja keras untuk ini. Untuk kepercayaan kalian aku ucapkan terimakasih” Soo Hee membungkuk sopan.

“Cha .. mulai sekarang kita adalah tim, ayo juga berjabat tangan.. “ Seunghwan manager menunjuk Kai & Luhan, mengisyaratkan agar mereka juga berjabat tangan dengan Soo Hee.

Kai yang saat itu berhadapan langsung dengan Soo Hee, tampak memandangi Soo Hee sejenak sebelum mengangkat tangannya, akan tetapi..

“Xi Luhan-ssi, senang bekerja sama dengan mu.” Soo Hee  memilih untuk lebih dulu berjabat tangan dengan Luhan yang berdiri disamping Kai, dan hanya menatap Kai dingin.

Koreografer Shim Jae Won & Seunghwan manager sedikit tidak mengerti akan situasi ini. Soo He kembali menatap Kai sekilas, dan beralih pada Seunghwan & Jae Won. “Kim Jong In-ssi gga.. bukankah tangannya sedang sakit? Jadi tidak bisa berjabat tangan.” Soo Hee melihat Kai dengan ujung matanya.  Kai hanya membalas tatapan itu tak kalah dingin.

“Ahh.. hahaha. Geure – geure, nona Yoon kau sangatlah perhatian, kau partner yang hebat.” Seunghwan mencoba mencairkan suasana.

Soo Hee tersenyum tipis, “ini karena profesionalisme Tuan. Bukankah begitu Kim Jong In-ssi?” Soo Hee menekankan kata – katanya ketika menyebut nama asli Kai.

“Geure, kau memang sangat professional Yoon Soo Hee-ssi. “ Kai kali ini angkat bicara.

“Hmm.. ah, hyung.. sekarang waktunya latihan kan? Memberdeul sudah lama menunggu.” Luhan ingin segera keluar dari ruangan yang terasa hampa udara itu.

“Baiklah. Kajja – kajja.. “ Seunghwan merangkul pundak Kai dan mereka keluar bersamaan tanpa Shim Jae Won, dikarenakan pria itu masih sibuk dalam segala hal yang berkaitan untuk special stage EXO mendatang.

Ketika pintu kaca di dorong oleh Luhan.. “HYAAA!” Luhan spontan beteriak.

“Nana-ah!” raut wajah Soo Hee berubah sumringah ketika menyadari sosok yang berdiri tepat didepan pintu kaca ruang direktor,  Kim Nana.

“Mengejutkan saja.. “ Luhan mendesis pelan, sembari mengusap – ngusap dadanya.

“Ya Soo He-ah, gyahahaha..  “ Nana langsung memeluk Soo He, dan berloncat – loncat kegirangan.

“Ya ya ya! Kim Nana bukankah kau sedang dalam proses karantina? Kenapa bisa lepas?” Seunghwan berkacak pinggang, memandangi Nana yang tiba – tiba selalu bisa muncul dimana saja.

“Eoh, ahjussi. Aku mau menjemput chingu ku, Yoon Soo Hee. Wae? Omo! Yaaa.. kau akan segera debut eoh? Chukkkaeyo.. “ Nana kembali memeluk Soo Hee.

“Hmm, bukankah kau juga sama?” Soo Hee balas tersenyum.

“Geurotjiii.. aku akan lebih cepat berlari dan mengalahkan Wooolllff.. Awoooo.. “  Nana membuat cakaran dengan kedua tangannya dan mempelihatkannya tepat didepan wajah Luhan.

“Gyahahaha.. “ Soo Hee tertawa lepas melihat tingkah lucu Nana, sementara itu Luhan hanya bisa memundurkan sedikit wajahnya agar tidak benar – benar terkena cakaran Kim Nana -_-

“Tuan Lee, jadwal untuk  ku ada 15 menit lagi kan? Aku ingin ke kantin bersama Nana.” Soo Hee  bertanya pada Seunghwan.

“Baiklah. Mereka akan latihan personal, lalu 15 menit setelahnya akan disusul untuk special stage. Segeralah kembali nona Yoon. “ Seunghwan mengangguk mengiyakan.

“Ahjussi. Katakan pada Yaegi, aku merindukannya. Tapi aku sangat sibuk. Ahjussi bye – bye!” Nana merangkul Soo Hee dan  segera berbalik pergi. Tetapi ketika mereka berbalik, kedua yeoja cantik itu berpapasan langsung dengan salah satu leader EXO, Kris.

Tatapan Soo Hee & Kris saling bertemu..

“Soo Hee-ah?” Kris memanggilnya informal. Soo Hee menatap Kris sesaat, “Fan gege lama tidak berjumpa.. “ Soo Hee hanya merespon seadanya dan melanjutkan langkahnya untuk pergi bersama Nana.

“Eo! Kris … jangan bilang dia.. “ Luhan seperti mengetahui akan sesuatu hal pada saat menyadari Kris & Soo Hee sudah saling mengenal satu sama lain.

Kris mengangguk ringan, “nde.. neo majayo.”

Seunghwan manager juga angkat bicara sembari memperhatikan Nana & Soo Hee yang sudah menuruni tangga.. “jadi dia adik tiri  nona Yoon Na Jin? Pantas saja.. “ Seunghwan juga seperti memahami sesuatu.

“Yoon Soo Hee menyebalkan! ” gumam Kai dalam hatinya.

 

***

~ EXO’s practice room ~

Suho terduduk pada salah satu pojok ruangan, ia sedang sibuk berkutat dengan  smartphone nya, tersirat raut wajah yang sedikit mengernyit disana..

“Sssh, kenapa dia tidak bisa dihubungi?” Suho mendesis pelan, ia kembali mengetik sebuah pesan singkat.

“To : Soo

Soo-ah, apa kau begitu sibuk? Aku akan ke Hongkong besok.” Bip. Pesan terkirim.

Hingga beberapa menit lamanya tak kunjung ada pesan balasan dari nomor yang di tuju.

Suho bersandar pada dinding, ia kembali merasa frustasi. “Kenapa dia meninggalkan ku di kamar? Ssshh.. kenapa jadi seperti ini? Auuwh jinjja .. “ Suho memutuskan untuk bangun dan pergi ke toilet.

“SUHO HYUNG EODI?” Sehun berteriak dari depan cermin.

“Toilet.” Suho menjawab singkat dan keluar dari practice room. Tetapi seperempat perjalannya, ia merasa ada seseorang yang juga keluar dari practice room dan mengikutinya dari belakang. Suho menoleh, “Kris hyung.. “ sejak  Kris menemukannya tertidur di kamar Soo Rim, Kris jarang melakukan kontak dengannya.

“Uhm.. “ Kris hanya mendeham dan terus berjalan disampingnya, ternyata mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu toilet.

Di toilet, Kris & Suho masih saling diam. Suho mencuri – curi pandang ke arah Kris, ia ingin sekali menanyakan akan sikap Kris yang berubah dingin terhadapnya..

“Hyung.. “ Suho memberanikan diri untuk membuka suara.

Kris menoleh, “wae?”

GULP! Suho menelan saliva nya dengan susah payah, “hyung, kau masih marah pada ku?”

“Wae? Marah kenapa? Apa kau melakukan sesuatu yang tidak sewajarnya? Bukankah kau bilang kau tidak melakukan apapun? “ Kris langsung menghujamnya dengan pertanyaan yang bertubi – tubi. Suho cepat – cepat menarik kembali resleting celananya, “hyung, amuri eobseomida  jinjja (sungguh tidak terjadi apapun). Aku sungguh — “

“Aratta. Keep calm. Jika memang tidak berbuat apapun kenapa kau takut?” Kris juga sudah menyudahi buang air kecilnya.

Suho kembali terdiam, lalu ia mendongak, “Soo Rim tidak menghubungi ku sejak hari itu hyung, eotteokhanya?” tanya Suho polos.

“Mungkin dia sedang di klinik saat ini.”

“Mwo? Klinik? Kli — Ya! Kris Hyung!” Suho baru menyadari bahwa Kris sedang melontarkan kalimat sindiran untuknya.

“Hahaha..” tiba – tiba Kris tertawa.

“Kris hyung.. “ Suho semakin terheran – heran. Apakah itu tawa yang tulus karena sebuah lelucon atau…

“Suho-ah, apa yang terjadi uhm? Kenapa kau tampak masih mempermasalahkannya? Tidak ada yeoja yang melarikan diri setelah di tiduri oleh kekasihnya. Apa kau bodoh? Hahaha.. justru sebaliknya. Aigoo Kim Joon Myun neo jinjja.. “ Kris menepuk – nepuk bahu Suho yang masih mematung bodoh.

“Anyi! Aku sama sekali tidak melakukan apapun hyung! Demi tuhan!” Suho berupaya keras menghapus sugesti negatif Kris.

“Demi tuhan kata mu? Demi tuhan kau sama sekali tidak melakukan apapun?” Kris mendekatkan wajahnya pada Suho.

“N—nd—nde hyung..” Suho mulai bercucuran keringat dingin, “demi tuhan?” Kris mengulangi kalimatnya dengan berbisik seduktif.

Suho mengangguk pelan, “eo.. jeongmalyo..”

“French Kiss?”

“Isseoyo!” Suho spontan menjawab layaknya menjawab sebuah ‘speed quiz ‘ pada sebuah acara radio. Kris memamerkan smirknya, “lalu apanya yang demi tuhan? Jangan membawa – bawa nama tuhan.” Kris menepuk – nepuk pundak Suho.

“Hyung, jangan katakan pada siapapun. Aku sungguh tidak sengaja hyung.. Kris hyung.. “ Suho terlihat bukan seperti dirinya, ia terkesan seperti seorang anak yang sedang membujuk orang tuanya untuk membelinya akan sesuatu.

“Kenapa kau tidak langsung pulang malam itu? Aku sudah menyuruh mu kan?”

“Tapi hyung aku tidak memiliki banyak waktu.”

“Tidak ada hal yang lebih romantis selain menerobos masuk ke dalam kamar?”

“Kris hyung.. “ Suho menatap Kris dengan tatapan memelasnya.

Kris mengangguk singkat, ia berpikir bahwa masa pembullyan terhadap leader Suho ia cukupkan sampai disini, “ dwesseoyo. Kau sudah dewasa.. “

“Kris hyung.. “

“Mwoe? Sebelum bertindak maka berpikir lebih dulu. Jika pagi itu manager hyung yang datang bagaimana? Auuwhh Kim JoonMa. Dwesseo, ini rahasia sesama namja.. algaetjo?” Kris mengangkat kepalan tangannya.

Suho ikut mengangkat kepalan tangan, dan meninju pelan kepalan tangan Kris, “ we are one hyung.. “

“Yeay ! Kajja.. “ Kris merangkul Suho untuk melangkah keluar dari kamar mandi.

***

Gangnam _ 131122

~ M Boutique ~

Sudah sejak tadi pagi Soo Rim hanya bermalas – malasan dan tidur – tiduran di meja kerja Soo Ra. Yeoja itu sepertinya lebih buruk dari keadaan sebelumnya. Soo Rim menjatuhkan kepalanya pada meja kerja Soo Ra dengan tangan yang mencoret – coret kertas yang ada.

“Magnae-ah? Ayo kita pergi makan siang.” Suara Soo Ra membuyarkan Soo Rim.

Soo Rim bangun dari dengkurannya, “eoh pelanggan mu sudah pergi eonni? Eonni, badan ku lemas sekali. Tidak bisakah delivery saja?” Soo Rim kembali menjatuhkan kepalanya.

Soo Ra menatap adik semata wayangnya itu dengan tatapan sedikit gemas, “magnae-ah, cepat bangun. “ Tetapi, Soo Rim tak kunjung bangki dari posisinya.

“ Sekarang jawab aku. Kalian sudah berpisah? Eomma juga tidak mengatakan apapun dengan ku. Ayo jawab aku Magnae-ah!”

Sepertinya, pertanyaan itu dapat memancing Soo Rim untuk bangun,  “anya! Aku dan Joon Myun baik – baik saja. Aku tidak menyembunyikan apapun. Eo, kami pernah berpisah karena kesibukan, geundae — sshhh.. “ Soo Rim menggantungkan kalimatnya.

Ia menggerutu dalam hati, “aku harus menjawab apa? Aku bahkan meninggalkannya begitu saja pagi itu. Ahh eotteokhae? Apa dia tidak memutuskan ku secara sepihak pagi itu juga? Ahh eotteokhae!”

“Magnae? Geundae wae?” Soo Ra  masih menunggu jawaban Soo Rim selanjutya.

“Ah!” Soo Rim mengingat sesuatu, ia merogoh handbag dan mengeluarkan ponselnya dari dalam sana. Ia memejamkan mata frustasi seakan mengutuk dirinya sendiri didalam hati setelah menyadari bahwa sudah sejak seminggu yang lalu ia benar – benar belum mengaktifkan kembali ponselnya.

Soo Ra dapat melihat jelas pada layar ponsel Soo Rim yang mati, “kau sungguh tidak sedang membohongi eonni mu magnae?”

“Eoh, eonni. Chamkamman.. “ Soo Rim segera menghidupkan ponselnya dan menekan sebuah nomor. Tut tut tut. Tidak dapat dihubungi. Soo Rim tidak berani untuk menatap Soo Ra lebih dulu, “ Joon Myun juga mematikan ponselnya? Dia sungguh membenci ku.. “ tukasnya dalam hati.

Sesaat kemudian, “Ah!” Soo Rim kembali histeris tertahan, ia menggeser posisi layar komputer didepannya, dan membuka situs internet.

“Eonni, lihatlah. Joon Myun sedang di HK saat ini. Jadi dia tidak mungkin menghubungi ku kan? Dia pasti akan — “ bip. Bip. Bip. Begitu banyak pesan suara & pesan singkat yang masuk ke ponsel yeoja berdagu manis itu. Soo Rim memandangi Soo Ra sejenak, mau tidak mau ia harus mengeceknya segera. 90% itu adalah pesan yang ia terima dari kontak yang bernama  “Myun-ah”.

“Lihatlah, kau bahkan masih begitu keras kepala magnae-ah. Apa kau tidak akan menyesal jika namja sebaik Joon Myun benar – benar menghilang dan melupakan mu?”

Soo Rim tercekat, “eo—eon—eonni.. “

“Anyia, eonni tidak ingin kau terus bermain – main dan hanya mencari uang. Pikirkan tentang masa depan mu. Menikah.. “

“Menikah? Bahkan arti apa itu pernikahan saja aku tidak yakin jika namja itu mengetahuinya.” Soo Rim kembali menggumam pelan, ia melemparkan tatapannya pada layar komputer yang ada. Jelas terlihat sosok Suho dan member EXO yang lainnya, mereka tampak dalam sebuah acara semi formal, konferensi  pers.

“Geure. Kita delivery. Pesan apa yang ingin kau makan. Aku akan menyelesaikan design untuk gaun Ny. Goo yang akan di ambil bulan depan. “ Soo Ra berbalik pergi dan masuk keruangan khususya.

Sementara Soo Rim tidak langsung menelfon restoran ayam ataupun sejenisnya, yeoja itu justru kini terfokus pada layar komputer, ia memperhatikan satu persatu  potret namja yang satu pekan lalu nyaris membuatnya gila. Namja yang selalu ia pikir sangatlah keras kepala dan tidak setia. Namja yang selalu mementingkan egonya sendiri demi sebuah mimpi. Namja yang mungkin masih membutuhkan kehadirannya untuk selalu tetap berada disisi seorang publick figur dengan berbagai macam Fans fanatik.

Tiba – tiba peristiwa malam itu kembali terbayang olehnya. Flash! Peristiwa yang sungguh berada diluar akal sehatnya. “Sssh.. !” Soo Rim menggeleng – gelengkan kepalanya berusaha menghapus bayang – bayang itu. “Apa jika kami melakukannya malam itu, maka sekarang aku sudah menyandang status sebagai Ny. Kim? Omo! Astaga Park Soo Rim apa yang kau pikirkan? Hufh! “  Soo Rim tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Ia nyaris melupakan tumpukan pesan masuk yang ada diponselnya, ia membuka tombol kunci ponsel nya ragu dan..

‘Soo-ah .. kenapa kau meninggalkan ku? Kris hyung mengetahuinya’

‘Soo-ah, jika kau melihat nya balas panggilan ku.”

‘Park Soo Rim eodigga? Gwenchana? ’

‘ Aku besok akan ke HK. ‘

Hingga ia membuka salah satu pesan suara..

‘ Soo-ah, na-ya. Eodigga? Aku akan ke HK besok. Mian.. telah menyusahkan mu. Aku akan menghubungi mu ketika aku tiba di hotel.’

“Sigh – “ Soo Rim meletakkan ponselnya begitu saja, ia mengusap – ngusap kasar wajahnya karena rasa frustasi yang kian mendera. “Kenapa dia berubah seperti puppy? Aku semakin tidak tega.. Aaaahhhh michikanda .. “ Soo Rim mengacak – ngacak rambutnya sendiri. Perasaan yang semula membuat nya terasa kian begitu sesak kini tiba – tiba berubah menjadi rasa yang aneh baginya. “Eung?” pandangan Soo Rim tiba – tiba tertarik pada salah satu sepasang baju pengantin yang didesaign sendiri oleh kakak perempuannya Park Soo Ra.

Soo Rim bangun dari kursinya , perlahan mendekat pada dua patung baju pengantin disana..

“Soo Ra eonni kenapa memakai jasa designer lain untuk pernikahannya? Padahal karya nya cukup bagus. Yappeunji.. “ Soo Rim menyentuh gaun pengantin berwarna putih yang berhiaskan mutiara – mutiara kecil nan indah. Hingga tatapannya juga  beralih pada tuxedo pengantin pria disampingnya.  Perlahan tangan Soo Rim meraba lembut  tuxedo hitam itu, ia tersenyum manis ketika mendapati dasi kupu – kupu yang tersemat lucu. “Joon Myun-gga, apakah dia — OMO! Kau membayang apa lagi Park Soo Rim? Kyaa! Andwae. Anhae. Tidak akan ada yang namanya pernikahan. 10 tahun itu sangat lama, andwae. “

“Jika aku yang memakainya apakah akan terlihat lebih tampan?”

“EOH! “ Soo Rim terhentak hebat ketika mendengar suara itu dibelakangnya, ia langsung menoleh dengan mata membulat sempurna. “Kk—ka—kau?” Soo Rim menunjuk sosok yang tiba – tiba muncul didepannya dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.

Sosok itu tersenyum dengan gaya khasnya, “ aku bosan sekali. Ternyata hidup tanpa banyak teman itu tidak enak.  Aku tadi makan di kedai jajangmyun didepan sana.”

“Lian-ssi eotteokhae yeogi aranya (bagaimana kau tahu aku disini)?” Soo Rim masih merasa sangat shock berat.

“Tidak ada keripik kentang disini?” Lian justru menanyakan kekasihnya, keripik kentang -_-

Pertanyaan itu nyaris membuat Soo Rim cengo berkepanjangan, “ kau tidak lihat ini toko apa?”

Lian menarik satu bangku yang ada didepan meja kerja Soo Ra, “Ini butik. Tapi nama butik ini mirip dengan kedai keripik kentang langganan ku di Cina. M potato chips. Sshhh.. disini keripik kentangnya tidak ada yang home made. Semuanya berbentuk makanan ringan. Kau tahu dimana ada kedai keripik kentang?”

“M-o-l-l-a.” Soo Rim menjawab ketus, ia terkadang merasa Lian sedikit menjengkelkan.

Lian mengubah posisi duduknya, menumpukan siku tangan kanannya pada meja dan terus memandangi Soo Rim sambil tersenyum.

“Wae?” Soo Rim menyadari jika Lian terus memperhatikannya.

“Bibir mu.. “ Lian menunjuk bibir nya sendiri.

Soo Rim juga  ikut memegang bibirnya sendiri, “wae? Kenapa? Ada apa dengan bibir ku?”

“Pakailah pelembab yang rutin setelah kau melakukannya.”

“MWO? Ahh anyi, apa maksud mu?” Soo Rim merasa seperti tersengat listrik.

Lian mengubah lagi posisi duduknya, ia bersandar pada bangku dengan melipat kedua tangannya, “ tidak pergi ke klinik?”

“Ya! Anyia! Aku tidak melakukan apa— sssh.. ssst! Eonni ku ada didalam.” Soo Rim berbisik tertahan. Soo Ra tidak boleh mendengar semua ini.

“Bibir pecah – pecah sungguh tidak seksi. Pergilah ke klinik kecantikan. Cih.. kau berpikir lebih.. “ Lian terkekeh meremehkan.

Soo Rim semakin tidak tahan dengan semua ini, “Lian-ssi, apa kau tidak memiliki pekerjaan lain? Butik ini akan tutup lebih awal di hari ini.”

Lian menggeleng santai, “adik ipar ku belum mendapatkan panggilan untuk sebuah rapat direksi. Wae? Kau mau menunjukkan ku kedai keripik kentang? “ tanya Lian bersemangat.

Soo Rim bergidik gemas, seakan ia tidak memperdulikan lagi sikapnya yang selama ini terkesan anggun itu, “Lian-ssi, eonni ku sedang bekerja. Dia tidak akan bisa mendesign dengan baik jika ada keributan. Pergilah, eoh?”

“Jinjjayo? Eonni mu seorang designer? Dimana dia sekarang?” Lian bangkit dari duduknya, ia melihat keseluruh isi butik.

“Sssh.. memangnya kenapa? Kau tidak bisa menemuinya.”

“Aku ingin memesan sepasang baju pengantin.”

“Mwo?”

Lian menoleh padanya, “hmm.. wae? Kebetulan sekali. Ternyata chingu ku adalah adik dari seorang designer. Bukankah nanti akan ada potongan harga?”

“Kau mau menikah?” tanya Soo Rim tak percaya.

Lian mengangguk santai , “wae? Kau mau?”

“Lian-ssi geumanhae (hentikan). “ Soo Rim nyaris tak bisa berkata – kata.

“Kau sudah tampak lebih baik sekarang. Geure, aku harus pergi. Katakan pada eonni mu aku ingin desaign yang seperti itu. Jika sudah selesai segera hubungi aku.” Lian bergegas untuk meninggalkan butik.

“Jinjja? Kau sungguh – sungguh?”

Lian menunda langkahnya, “tidak cukup kah kau bersama dengan bocah itu saja? Kenapa juga menggoda ku?” Lian berbinar dengan penuh percaya diri.

Soo Rim bergidik gemas melihat tingkah namja itu, “ geure – geure. Pergilah. Kau harus membayar mahal eonni ku. Dia designer terbaik yang di miliki Korea aro? Kemarikan uang panjar nya.” Soo Rim menadahkan tangan.

“ Aku akan menitipkannya pada adik ipar ku. Bisa kan?”

“Kau meminta Yaegi membayar nya untuk mu?”

“Wae? Urusan mu? Kekasih mu bahkan lebih banyak menghasilkan uang. Kenapa begitu perhitungan? Ah matna! Adik ku tidak kalah hebat darinya. ”

Soo Rim semakin mendidih di buatnya, “ palli kha. “Soo Rim mengibaskan tangannya agar Lian segera enyah dari hadapannya.

Lian tersenyum geli untuk kesekian kali,  “ jika kau terlalu banyak menyimpan stok air mata. Aku masih membutuhkannya. Datanglah. Uri chingu.. bye!” Lian kini benar – benar menghilang di balik pintu butik.

Samar – samar senyuman Soo Rim mengembang ketika menatap punggung Lian yang tengah menyebrang jalan, “ bahasa koreanya sangat bagus. Dia sungguh Chinese? “

“Eoh?”  tiba – tiba suara dering ponsel membuyarkannya, Soo Rim segera meraih ponselnya dan melihat jelas nama si pemanggil .. “Myun-ah”

Jantung nya  kini kembali berpacu, Soo Rim memegangi dadanya yang kian terasa sesak.

“Sigh – “ ia menarik nafas sejenak, dan..  Bip.

“Nde? Yeobseyo?”

 

***

131124 _ Sungai Han

“Hyung.. Suho hyung kau sungguh tidak pergi ke minimarket?”

“Suho hyung! Gyahaha.” Dua magnae K & M terus membuntuti sang leader yang saat ini  tengah menyusuri jalan setapak menuju sungai Han. Mereka melewati gerbang belakang apartement agar lebih cepat tiba.

Sehun & Tao masih saja mengikutinya meskipun Suho sudah tidak menoleh sama sekali, “hyung, kami tunggu dimana? Eyh ~ tidak tahu balas budi.” Sehun mencibir lepas namja yang berjalan didepannya.

Langkah Suho terhenti dan ia pun berbalik, “Tao-ah, Sehunni. Gomawo sudah menolong hyung, tapi tidak bisakah kalian duduk disana saja?” Suho menunjuk taman belakang apartement.

“ Lalu apa yang akan kau perbuat disana hyung? Jika kami pulang —“

“Ah tidak – tidak. Andwae. Jebalyo, kalian tidak boleh pulang. Setelah ini hyung akan membelikan kalian banyak makanan ringan, eotteo? Hmm? Deal?” Suho menghampri kedua bocah itu dan memegang lengan TaoHun.

Tao & Sehun tersenyum sangat manis, “geure, jika Suho hyung sudah memaksa, aku tidak bisa berbuat apapun.” Sehun bergaya pasrah -_-

Suho menatap mereka bergantian, mau tidak mau dia harus mengeluarkan uang sedikitnya 300 ribu won untuk malam ini. Bisa dikatakan ini adalah aksi penyuapan yang dilakukan oleh guardian EXO agar dua evil magnae itu tidak akan membuka mulut mereka,  bahwa sebelum ke minimarket mereka harus menunggui Leader Suho berkencan -_-

“Hyung, apa kami tidak merepotkan mu? Aku tulus membantu mu hyung.. “ Tao menepuk – nepuk pundak Suho, magnae panda berubah seperti serigala berbulu domba.

“Kekeke. Tao-ah, kajja.. “ Sehun menggandeng tangan Tao untuk segera pergi dan duduk manis ditaman apartement sembari menunggu hyung tercinta selesai berkencan.

Suho memastikan jika duo magnae itu benar – benar hilang di balik pintu gerbang, “syukurlah. Kai malam ini tidur lebih awal.” Gumamnya.

Suho berbalik dan melanjutkan langkahnya dimalam yang cukup dingin ini. Ia sesekali melihat layar ponselnya, tidak ada pesan atau panggilan dari Soo Rim. Tetapi ia tetap terus berjalan hingga tiba ditempat yang ia tuju..

Suho melihat sekelilingnya, tidak ada seorangpun disana. “Sssh.. kemana dia? “ Suho melihat jam digital pada layar ponselnya, waktunya sangatlah terbatas dikarenakan semua menagerdeul malam ini berada di dorm karena D.o sedang sedikit mengalami cidera pada kakinya.

Tap!

Suho spontan berbalik ketika sebuah tepukan mendarat di bahunya. “Mian, tadi aku harus mengantar eonni dulu. “

Suho tersenyum lega ketika memastikan bahwa itu adalah sosok yang sudah ia tunggu – tunggu, “ nde, gwenchana.  Kau sudah makan malam?”

Soo Rim mengangguk pelan, “ sudah. Anja (duduklah). “ Soo Rim menunjuk bangku yang ada didekat mereka.  “Bagaimana kabar mu?” Suho memulai pembicaraan, meskipun ia menyadari bahwa ini terkesan sangatlah canggung. “Eum, sangat baik. Chukkaeyo, atas kemenangan EXO album of the year. Kalian sudah bekerja keras.” Soo Rim mengacungkan jempolnya.

“Nde. EXO semakin berkembang. Ingin makan sesuatu?”

Soo Rim tersenyum geli, “ kau sudah menanyakannya dengan pertanyaan yang berbeda di awal Myun-ah.. “

“Ah nde, mian.. “ Suho seketika menjadi merah padam, bukan karena amarah yang memuncak, melainkan rasa malu yang menyelimuti.

“ Ini kencan?”

“Nde?” Suho mendongak.

“ Mengapa mengajak ku bertemu disini? Bukankah sungai Han ini tempat untuk berkencan?” Soo Rim mengedarkan pandangannya pada hamparan sungai Han yang sangat indah dimalam hari.  “Mian, tidak ada tempat lain yang bisa kita kunjungi.” Suara Suho melemah.

“ Anyi. Keuge anya.. “ Soo Rim cepat – cepat menggeleng.

“Geure, anggap saja kita sedang berkencan.”

“Mwo? Jadi kau hanya — “ Soo Rim nyaris mendidih seketika, “ wae? Bukankah kita sudah berkencan lebih dari satu kali? Kita bukan baru berpacaran kan?” Suho menyanggah cepat.

Emosi Soo Rim perlahan mereda, “ eo. “

“Kau marah? Batu ku tidak berubah ternyata hmm?” Suho berusaha menggoda yeoja keras kepala dihadapannya saat ini.

“Myun-ah.. “

“Nde?” Suho menjawab lembut. “ Sashireun (sebenarnya) — sashireunyo— “ Soo Rim susah untuk berkata – kata.

“Sebenarnya apa? Sebenarnya aku menyukai Park Soo Rim? Tentu saja. Wae? Itu yang ingin kau tanyakan?” Suho sudah memiliki jawabannya.

BLUSH ! Ternyata perkataan Suho membuat pipi Soo Rim perlahan memanas, ia terkesiap akan pernyataan Suho.

Suho tersenyum tipis, “ gomapta, karena kau sudah kembali. “ Suho tak segan – segan menyandarkan kepalanya pada salah satu pundak Soo Rim.

Kini kedua pasang mata itu memandang tenang pada permukaan sungai Han. Hawa dingin yang menusuk tulang seolah kini terasa seperti udara di musim panas pada malam hari yang sungguh menghangatkan..

“Myun-ah.. “

“Hmm, waeyo?” Suho tidak bangkit dari posisinya.

“Kau malaikat, dan aku batu. Bagaimana bisa kau membawa ku? Sayap mu akan patah, anyitji?”  Soo Rim mengulangi perkataan yang pernah Suho layangkan padanya dahulu, sebuah pernyataan yang hanya memiliki kesalahan dalam kemungkinan yang sangat kecil.

Suho perlahan bangun dari sandarannya, ia menarik salah satu tangan Soo Rim dan menggenggamnya..

“ Batu itu akan menjadi tempat ku bersandar ketika menunggu sayap ku sembuh. Bukankah itu adil? Bersandarlah pada ku ketika kau lelah, dan jadilah tempat ku bersandar ketika hidup membuat kita semakin sulit Soo-ah.. “

“Joon Myun-ah.. “ Soo Rim semakin tidak bisa berkata – kata, bulir air mata siap menetes.

Suho menarik tangan Soo Rim satunya lagi, “ tinggalah disini bersama ku, selamanya.. Park Soo Rim. Jangan melarikan diri lagi. Miweoyo.”

Plak! Sebuah pukulan mendarat pada dada Suho, “ kau  yang melarikan diri!” Soo Rim tak kuasa menahan air matanya.

“Neol gidae hajanha dashi naege wondago, geunyang bogoshiptta.. begitu kan?” Suho menyeka bulir – bulir hangat gadis nya itu dengan jemari lembutnya.

Soo Rim menggangguk cepat, “ hmm .. hiks.. “

“Anyu. Aku merasakan keduanya. Aku merasa kehilangan, maka itu aku merindukan mu  Soo-ah.. “ Suho meralat kata – katanya cepat.

Soo Rim menyeka air matanya perlahan, “ aku merindukan mu, karena aku kehilangan mu Joon Myun-ah. Kajima.. yeongwonhi kkajima Myun-ah hiks.. “

“Ssttt.. apakah dengan adanya keberadaan ku atau tidak kau akan terus menangis seperti ini?”

Soo Rim menggeleng cepat, “anyia. Anyia. Aku — aku tidak akan menangis lagi. Hiks.. “ Soo Rim menghapus kasar wajahnya, ia benar – benar berusaha berhenti menangis.

Suho merogoh saku jaketnya, ia mengeluarkan cincin itu lagi..

“Myun-ah.. “ Soo Rim menajamkan penglihatannya pada cincin yang masih berada di telapak tangan Suho. “Myun-ah, ini.. “ Soo Rim baru kali ini dapat melihat jelas benda yang sempat membuatnya penasaran waktu itu.

Suho mengangguk mengiyakan, “hmm.. ini cincin yang kau buang ketika kau marah. Cincin yang ingin kau ambil tapi aku menahannya. Wae? Kau mengenal cincin ini?”

“Mianhae.. “ Soo Rim tertunduk lemah. Suho tersenyum kecil melihat yeojachingunya yang mulai kembali redup itu, “ cha – ambilah. Ini untuk mu.” Suho meraih tangan kanan Soo Rim dan menaruh cincin itu dalam genggaman Soo Rim.

“Eh? Joon Myun-ah.. “ Soo Rim mendongak heran.

“Wae?”

“Anyi, aku bukan ingin mengatakan cincin ini jelek geundae.. ke – kena —kenapa kau tidak memakaikannya?” Soo Rim bertanya dengan sangat hati – hati. Rasa malu dan takutnya campur aduk. Malu karena Suho bukanlah sosok yang ia kenal sebagai namja yang dramatik, dan takut karena Suho akan berubah menjadi namja yang sangat pesimis dalam seketika.

Suho mengusap lembut puncak kepala Soo Rim, “ ini kenyataan Soo-ah. Tidak ada kamera sama sekali. Aku belum mengasah kemampuan akting ku Soo-ah, ini kenyataan.”

“Mwo? Ma — maksud – maksud mu ?”

“ Simpan cincin ini hingga kita benar – benar siap untuk mengucap sumpah seumur hidup. Algaesseo?” Suho menggenggam kedua tangan Soo Rim dengan tangannya.

“Myun-ah.. “ Soo Rim bahkan semakin merasakan bahwa ia tidak sedang bermimpi saat ini, ia dapat merasakan genggaman hangat seorang Kim Joon Myun benar – benar menyelimutinya saat ini, “ gomapta. Kim Joon Myun gomapta.. “ Soo Rim berbicara sambil mengangkat wajahnya agar air matanya tidak kembali jatuh.

Suho menatap lekat wajah yeoja yang sangat ia cintai itu, “mian, jika aku  sangat terlambat.“

Soo Rim menggeleng cepat, “ anyi.  Bukankan terlambat itu lebih baik dari sebuah penyesalan? Hmmh?” Soo Rim merapatkan giginya, berusaha menahan tangis semampunya.

“Geure,  ayo berdiri.. “ Suho menarik tangan Soo Rim untuk berdiri bersamanya.

“ Myun-ah, kajja. Kita harus mempersiapkan diri untuk hari – hari yang akan datang agar perpisahan tidak kembali terjadi. Kajja?  “ Soo Rim menoleh dan tersenyum padanya. Suho berjalan satu langkah ke sisi belakang Soo Rim dan..HUG!  dua tangan melingkar hangat pada tubuh ramping yeoja itu. Suho memeluknya dari belakang.

“ Eo, kajja. Ayo selalu dan akan terus merindukan satu sama lain hingga hari – hari itu tidak akan datang lagi. Park Soo Rim kajja.. “ Suho menyandarkan kepalanya pada punggung Soo Rim, hingga indera penciumannya dapat mencium aroma khas dari sosok yang sudah lama ia rindukan itu. Soo Rim melihat kedua tangan Suho yang saling bertemu, perlahan kedua tangannya ikut mengenggam dan mengeratkan lingkaran tangan Suho .

“Geure, kajja. Agar kita tidak akan lagi merasakan sebuah  kehilangan. Uri Joon Myunnie kajja.. “ Soo Rim tersenyum lega, seolah semua luka & beban yang selama ini bergumul didalam hatinya hilang begitu saja. Sesuatu itu telah kembali, sesuatu yang ternyata masih patut untuk ia perjuangkan, sesuatu yang menambah alasan untuk apa yang ia terlahir ke dunia ini, Kim Joon Myun.

“ Aku merindukan panggilan itu. Aku ingin mendengarnya lagi.. “

“Myunnie.. “

“Eo, kyeopta.”

“Mwo?”

“Aku ini menggemaskan. Anyitji?”

“Ya!” Soo Rim memukul tangan Suho, ia menolehkan kepalanya, “jangan bergerak. Biarkan seperti ini ketika hari gelap.” Suho semakin mengeratkan pelukannya.

“Myunnie, kau tidak takut jika ada sasaeng disini?”

“Siapa yang akan mengenali ku dengan blazer besar seperti ini? Aku meminjam milik Seunghwan hyung kekeke. “

“Cih.. dasar.. “

Suho tidak memperdulikan apapun yang Soo Rim katakan saat ini, ia masih saja tetap di posisinya yang menurutnya sangatlah nyaman. “Park Soo Rim saranghae.. “

Sangat disayangkan, Suho sama sekali tidak menyadari jika disana ada dua sasaeng yang sedari tadi mengamati semua kegiatan mereka dari jarak beberapa meter darinya. Sasaeng tanpa peralatan apapun, lebih tepatnya hanya bekerja sebagai penguntit -_-

“Omo – omo – omo – omo! Tao-ah, itu.. sungguh Suho hyung? Omo – omo.. “ jika biasanya Sehun akan melakukan pengintaian konyol bersama Kkamjong kesayangannya, maka kini Kung Fu panda Tao lah yang benar – benar pantas untuk menggantikan posisi Kai untuk sementara waktu. Mereka sama sekali tidak betah untuk duduk berlama – lama pada beranda apartement, dan mungkin ini adalah yang lebih menyenangkan untuk mendapatkan snack gratis dalam satu malam.

“Ssshh, bukankah itu romantis? Love shot! “ Tao berbanding terbalik dengan ekspresi Sehun, ia justru sangat menikmati setiap tontonannya.

Sehun menyikut lengannya sedikit keras, “ Love shot apanya? Jika belum menikah mana ada hal seperti itu! Anyi, chamkkaman! “ Sehun dapat menerka sesuatu, ia memandangi Tao lekat. Tao pun menoleh, “wae? Ada apa?”

“Kau  juga melakukannya dengan Nona Jung ? Omo! Ya Tao-ah!” Sehun benar – benar menyimpulkan hal yang sama.

Plak! Tao memukul lengan Sehun, “ melakukan apa? Anyia! Saenggakhaebwa (berpikirlah). Kanada dan Korea itu sangatlah jauh. Oh Sehun jangan berbicara yang tidak – tidak!”  Tao tampak kalap.

Sehun menatap Tao polos tanpa berdosa, “ memangnya aku mengatakan apa? Kenapa marah – marah? Auuwhh aneh sekali.” Sehun kembali menyingkap rerumputan panjang didepannya, ia kembali melihat ke arah Suho & Soo Rim.

“Ssshh.. berapa lama lagi Suho hyung akan memeluk Nona Park itu? Apa tidak terasa pegal eoh?” Sehun kembali bertanya polos pada Tao -_-

Tao merasa tontonannya sangat terganggu, “ kau tidak pernah menyukai seorang yeoja?” Tao sesungutan.

“eo. Isseo (Ada) . Geundae najongae (tapi nanti). “Sehun mengangguk santai tanpa beralih menatap Tao, ia berharap Suho segera berbalik dan membawa mereka ke minimarket.

“Najongaeyo (nanti) ? Ya! Sehunni! Kau sama sekali tidak pernah menyukai yeoja? Noona? Ahjumma?” Tao mulai frustasi.

Sehun menggaruk wajahnya yang terkena gigitan nyamuk, “ sshh.. wae? Ada yang salah? Aku akan menyukai seorang yeoja, tapi nanti. Kau akan tersungkur lalu kehilangan kedua lubang hidung mu jika kau tergesa – gesa menjalani hidup. Algaetchi (kau mengerti)?” Sehun menekan batang hidung Tao sambil bergaya seperti sedang menggurui.

“Aih!” Tao menepis cepat tangan Sehun, “ aigoo.. apa maksud mu itu Krystal sunbaenim?”

“Mwo?” Sehun seolah ingin tersedak dalam satu tarikan nafas.

“Yeoja itu,  Krsytal sunbaenim? Lee Bo Na? Eyh Sehunni ireojimma, Lee Bo Na itu hanya untuk Yoon Chan Young. Geutji?” Tao si penikmat drama untuk meningkatkan kemampuan berbahasa korea.

Sehun menatap Tao gemas, “ jadi kau sekarang sedang mengikuti drama nenek sihir?”

Tao langsung mengangguk mengiyakan, “eo, wae? Uri SM Family bukankah begitu? ”

Sehun membenarkan topi yang ia pakai, “ anyi. Lanjutkan saja.”

“Eyh ~ beginikah jika magnae kita sedang cemburu? “ Tao semakin gencar melakukan aksinya.

Sehun menarik nafas pelan,  ia tersenyum sangat manis pada Tao, “ kau sudah melakukan sesuatu yang mesum bersama Nona Jung. “

Pernyataan Sehun membuat Tao ingin tersedak lebih parah, “Mwo? Sehunni, anyia. Aku dan jiji sama sekali tidak — “

Sehun menarik nafasnya lagi, dan.. “aku akan mengarang bebas dengan mengatakan kau dan Nona Jung berciuman dibawah tangga darurat waktu itu, dan karangan ku akan bernilai tinggi ketika Kris hyung mendengarnya. Keren kan?” Sehun benar – benar menyelesaikan kalimat ancamannya dalam satu tarikan nafas, ia mengatakan itu dalam intonasi yang sangat cepat.

“Oh Sehun, kau mengancam ku?” Tao mengeraskan rahangnya, dua magnae itu seakan saling mengeluarkan tanduknya.

“Kekeke. Anyu, aku magnae yang akan selalu berkata jujur. Gyahahahaha.. “ Sehun berbalik dan berlari dari menuju gerbang apartement.

“YA! OH SEHUN!”

“GYAHAHAHA.. “

 

 

–          Alasan mengapa kau merindukannya, itu karena kau pernah memilikinya. Dan alasan mengapa kau kehilangannya, itu karena kau tidak pernah berhenti dan terus merindukannya. Bukankah dunia ini sangat adil? Batu & Malaikat dapat bersatu ^_^

Kim Joon Myun _ Park Soo Rim –

END

SuSoo _ Missing You End. Disini berfokus pada “Missing” nya itu kekeke. Dan untuk bagian pertama dan terakhir itu hanya untuk hiburan semata sekaligus clue selanjutnya.

Mianhae, belum nge- balas komentar kalian satu persatu *deep bow* T_T

I’ll comeback soon. Saranghae ^_^

We Are One!

 

 

116 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – SuSoo ‘MISSING YOU’ – Chapter 6 END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s