Missing You Mini Series, ‘EOMMA ~ APPA’ – ONE SHOOT

1466144_475104352608810_208334771_n

Missing You Mini Series, ‘EOMMA ~ APPA’ – ONE SHOOT

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Luhan – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Wang  / Wu Lian | Kris brother

–      Another BB / GB SM & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Family –  Married Life
  • Rating             : PG-13  (Parents Strongly Cautioned)
  • Length             : ONE SHOOT

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

-xxx

Myeongdong – Gyeoja

Ding dong – ‘selamat datang ‘. Begitulah bunyi bel yang secara otomatis akan bergema ketika pengunjung melangkah masuk pada salah satu tempat makan terfavorit di kawasan Myeongdeong. Jelas terlihat seorang pengunjung ‘namja’ dengan setelan kemeja semi formal berwarna biru laut & jas musim dingin yang ia sangkutkan pada tangan kanan nya. Namja itu mengedarkan pemandangannya pada seluruh sudut restoran, ia seperti sedang mencari – cari keberadaan seseorang.

“ Lian –ssi! “

Suara dan lambaian tangan dari belakangnya membuat namja berperawakan ‘oriental’ itu langsung menoleh dan segera menuju meja yang di tuju.

Lian menarik bangku yang ada di depannya. “Sudah lama menunggu?”

Anyu. Aku juga ingin makan siang di sini.” Yeoja yang tak lain adalah adik iparnya sendiri, Cho Yaegi. Siang ini Yaegi membawa dua malaikat kecilnya, Geum Chan & Geum Sha. Dua bayi menggemaskan itu duduk pada dua kursi bayi yang memang telah di sediakan khusus oleh pemilik rumah makan.

“Wu Chan, Wu Sha, annyeong?” Lian tak lupa menyapa dua ponakannya itu, dan kini ia menarik selembar daftar menu yang ada, “sudah memesan?”

Yaegi mengangguk manis, “uhm.. sudah. Aku memesan menu yang sama.”

Geure. Chamkammanyo.” Lian membuka Ipad miliknya, jemari – jemari panjang dan lentur itu menekan opsi – opsi didalamnya.

“Ini.. “ Lian menyodorkan Ipadnya yang menampilkan sejenis dokumen.

Yaegi memegang Ipad itu dan mulai melihat dengan seksama, “Lian  –ssi, jadi ini – “

“Jika panggilan kakak di dalam mandarin sangatlah sulit, maka gunakan Korea mu.” Sanggah Lian cepat. Yaegi tercekat beberapa detik atas sanggahan Lian, “ah ye. Opp – oppa.” Yaegi mencoba mengulanginya.

“Hmm. Lanjutkan apa yang ingin kau katakan?”

Oppa, jadi ini isi fax dari perusahaan pusat?” raut wajah Yaegi tampak sedikit membingungkan.

“Nde. Majayo. Saham perusahaan sedikit kehilangan keseimbangan karena rumor yang mengatakan bahwa kau pewaris palsu. Kau sama sekali tidak terlibat dalam project besar KK Grup dan  Bilsun grup dua bulan lalu. Banyak investor yang menarik saham mereka.” Lian menjelaskan panjang lebar.

Eotteokhae? Aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini oppa.” Raut wajah Yaegi berubah susah.

“Keberadaan mu di kantor pusat untuk 1 bulan ke depan sangat membantu keseimbangan saham kembali membaik. Tuan Hwang sudah menyiapkan semua akomodasi untuk ini.”

Geundae.. “ Yaegi menatap sendu pada kedua buah hatinya yang tengah asik menggigit – gigit biskuit apel mereka dengan gusi yang sebentar lagi akan di tumbuhi gigi – gigi mungil.

Lian mengetahui apa maksud dari tatapan Yaegi, “nde. Kau tidak bisa membawa mereka. Putri Cho Gi Hoon belum menikah dan berkeluarga. Bagaimana? Kau akan pergi?”

Yaegi mulai merasa frustasi, “Sshhh.. tidak ada cara lain?”

Isseoyo.” Lian menjawab cepat, “naikkan saham SM menjadi 10%. Dengan begitu hasil kerja mu akan di lihat oleh pemantau kantor pusat.”

“MWO? Michi anya? Oppa! 10%? Eotteokhae! Auuwhh – “ Yaegi tidak bisa menerima begitu saja.

“Tuan Hwang memiliki anak laki – laki. Putri sulung nya Hwang Ji Ra saat ini bekerja pada cabang Shanghai. Kau hanya berdiri sendiri adik ipar. Pikirkan ini baik – baik. Tidak ada penghiatan untuk kedua kalinya kan?”

DEG! “Hwang Ji Ra?” Yaegi menatap Lian skeptis   ketika mendengar nama itu.

“Eo. Hwang Ji Ra adalah manager pemasaran  Shanghai saat ini. Bagimana? Kau harus bisa memutuskan segera.”

“Tapi kau akan terus di samping ku kan?” tanya Yaegi ragu.

Lian mengangguk kesekian kalinya, “aku menggantikan posisi sekretaris Park sepenuhnya. Ghopjeongmalhaseyo.”

Geundae oppa, 10% itu bukankah sangat tinggi? Bagaimana bisa aku mendapatkannya? Aku tidak memiliki uang pribadi untuk itu, dan aku baru dua minggu mengikuti mata kuliah bisnis intensif. Apa perusahaan itu tidak bisa di donasikan untuk yayasan saja?” ternyata kegundahan Yaegi juga belum sirna.

“Aku akan membantu dengan aset pribadi ku 4%. Bagaimana? 6% dalam satu bulan itu tidak mustahil.”

“Bisakah kita bertukar posisi?”

“Bisa. Tapi kau harus angkat kaki dan hidup di jalanan.”

“Wu Lian –ssi!” Yaegi berdecak kesal.

Lian tersenyum evil, “tawarkan mereka investasi untuk project Girl Group yang akan di debutkan, dengan begitu kau akan lebih mudah untuk bekerja. Ah, dan ini.. “ Lian mengeluarkan selembar kartu nama dari saku kemejanya.

“Ini apa?” Yaegi membaca pemilik kartu nama yang tertera.

“Dia PD dari KBS Hello Baby. Kau akan lebih mudah menaikkan saham SM jika Wu Sha & Wu Chan masuk dalam kandidat Hello Baby. Bukankah EXO akan mengisi acara itu nantinya? Ini kesempatan bagus.” Lian menunjuk ChanSha disampingnya.

Mwohae? Andwae! Anak – anak ku bukan barang yang bisa di perjual belikan. Lagipula, Kris tidak akan setuju untuk ini. Dia akan marah besar pada ku. Shireoyo, aku menolaknya.” Yaegi mengembalikan kartu nama PD tersebut.

“Geure. Kita lakukan dengan  trik lainnya. Berhati – hatilah, Lee Soo Man adalah legenda.” Lian mendekatkan kepalanya, dan berbisik jelas.

“Kim Young Min.. “ Yaegi menambahkan.

“Kau memegang setengahnya disana. Jangan terlihat lemah, kau mengerti? Ingat betapa susahnya appa mu memperjuangkan semua nya. Kekentalan darah pun tidak bisa mengukur tingkat kejujuran seseorang, adik ipar. Semoga kita menjadi tim.” Lian memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yaegi.

Yaegi langsung menerima jabatan tangan Lian, “nde. Mohon bantuan & bimbingan mu selalu kakak ipar. Hwaiting!”

Drrt – drrt – drt – “eoh? Chamkamman.” Yaegi merasakan ponselnya bergetar, ia merogoh saku blazernya dan tertera sebuah panggilan masuk. ‘Angry Bird Prince’

Lian tersenyum tipis, “cepat di angkat.”

“Eo.”  Bip. Tersambung – “yeobseyo?” Yaegi menutup sedikit ponselnya.

Eodi? Kau makan siang bersama gege ku yang tampan itu? Dimana  anak – anak?” suara ketus itu mulai menggelitik indera pendengar Yaegi.

Yaegi menjauhkan sedikit lagi ponselnya agar Lian tidak ikut mendengar ocehan Kris, “ini sudah selesai. Kau  kenapa menelfon? Nanti akan ketahuan.” Yaegi berbisik pelan.

“Segeralah pulang.”

“Eo.”

“Aku tutup.” Bip. Terputus.

Lian masih memandangi wajah Yaegi yang terlihat kusut, “wae? Dia mengatai ku tampan? Geurotji.” Lian tersenyum bangga.

Dwesseoyo. Kris fans mu .” Cibiran Yaegi terdengar halus.

“Eo, makanan nya sudah sampai. Gamshamida.” Lian membungkukkan sedikit kepalanya ketika pelayan selesai menaruh pesanan mereka.

“Nde. Selamat menikmati.” Pelayan itu santun & ramah.

“Selamat makan.” Lian sudah siap dengan sumpit dan sendok di kedua tangannya.

Eomma.. “ Geum Chan & Geum Sha mulai meminta Yaegi untuk mengambil mereka dari bangku.

“Ah, kemari dengan ku saja.” Lian mengangkat Geum Chan, agar Yaegi lebih mudah menggendong Geum Sha. Kini kedua malaikat kecil itu duduk saling berhadapan dalam pangkuan Yaegi & Lian.

Appa.. “ Geum Sha mengetuk mangkuk makanan Lian dengan sendok yang ada ditangannya.

“Appa mu sedang bekerja sayang. Kyeowo.. “ Lian mengusap sayang kepala Geum Sha.

Eomma.. “ sementara Geum Chan menunjuk – nunjuk sang eomma, ia seperti ingin berpindah tempat duduk. Yaegi yang semula ingin menyuapkan sepotong ‘dumpling’ ke dalam mulutnya tiba – tiba berhenti, ia menatap kedua buah hatinya bergantian dengan tatapan yang sulit di artikan.

-xxx-

Cho Yaegi Pov

“Kita sudah sampai, ayo turun.” Suara  namja yang sudah beberapa minggu  ini terus bersama ku akhirnya membuat lamunan ku terberai. Ku buka sitbelt yang melilit tubuh ku, “eoh ye.” Aku mengangguk mengerti dan bergegas membuka pintu mobil. Ini sudah memasuki minggu ketiga aku kembali mengambil alih sebagai investor SMEnt mengatas namakan perusahan appa. Aku juga tidak mengerti, tapi ku rasa Wu Lian cukup bisa aku percaya.

“Kau segeralah ke ruang direksi. Aku ingin ke kantin.” Lian menunjuk arah kanan basement, tepatnya menunjuk sebuah tempat yang selalu di penuhi oleh beraneka ragam makanan lezat, kantin SM.

“Oppa. Aku juga ingin makan. Bisa kan?” Lian adalah sosok yang sangat cerdas, aku tidak akan bisa mengelabuinya. “Sebagai ganti nya aku akan mentraktir mu adik ipar. Cepat lah naik ke lantai 8. Lee Soo Man –nim juga sudah disana. Ini.. “ Lian menyodorkan secarik dokumen dalam amplop coklat kepada ku. Anyi, sebenarnya disini siapa yang membantu siapa? Kenapa dia terus menerus menyuruh ku sesukanya? Aku akui, dari segi visual Kris & Lian sangatlah berbeda, tetapi dari segi watak mereka sungguh bahkan sangat amat serupa, dalam hal memaksa dan itu menyebalkan!

Meninggalkan Geum Chan & Geum Sha di apartement bersama Suster Park itu membuat dada ku sesak. Aku berpikir, aku bisa menggantikan sosok Kris sekaligus ketika dia tidak dapat memainkan perannya sebagai seorang Appa yang baik, tetapi kenapa aku juga seperti ini? Geum Chan –ah.. Geum Sha –ah.. apa setelah ini kalian juga akan membenci eomma?

“Adik ipar?” Lian melambai – lambaikan tangannya didepan wajahku.

“Eoh, ye. Aku ke atas. Jangan terlalu lama di kantin. Aku tidak bisa berbicara banyak kecuali materi yang di ajarkan oleh dosen homeschooling ku. Eoh?” aku memohon padanya.

Dia menatap ku beberapa detik , “kau benar – benar pewaris palsu.” Dia menunjukku, nyaris mengenai batang hidung ku.

“Wu Lian –ssi!” Aku merasa terkena serangan jantung. Sekretaris Park, kenapa mengutus orang sepertinya? Ahhh.. kenapa aku terus mengeluh? Andwae! Hwaiting!

“Kekeke. Yasudah, aku pergi dulu — “

CKIT – Lian tak jadi melangkah pergi lebih dulu  ketika melihat dua mobil Van berwarna hitam & putih memasuki basement SM.

Tap! Tap! Suara pintu mobil yang di buka lalu di tutup kembali. Lalu munculah segerombolan namja dari dalam sana. Tidak lain adalah EXO dan termasuk Kris suami ku. Berbicara tentang kehidupan pribadi kami, aku & Kris sudah sangat jarang bisa bertemu apalagi untuk menemani anak – anak bermain, sungguh minggu – minggu yang sulit.

“Lian –ssi annyeonghaseyo. Wah kita bertemu disini.” Suara samchon busuk terdengar memenuhi gendang telinga ku. Ia lebih dulu berjalan menghampiri aku dan Lian.

“Ah ye annyeonghaseyo Tuan Lee. Lama tidak bertemu, sepertinya kau sangatlah sibuk.” Lian berbasa – basi.

“Hahaha. Bukankah kau lebih bekerja keras? Aku bangga pada mu.” Samchon menepuk – nepuk pundak Lian. Ya, memang harus seperti itu jika ingin semuanya berjalan lancar. Sempat terpikir oleh ku, kenapa Seunghwan samchon tidak mengundurkan diri saja menjadi manager EXO dan resign dari SM? Apa dia gila? Bahkan dia memiliki kedudukan yang lebih baik jika di perusahaan kami sendiri. Tetapi dia selalu mengatakan, ‘ini adalah bentuk dedikasi’.  Ku rasa, EXO membuatnya menjadi orang tua yang bertanggung jawab -_-

“Yaegi-ah, semuanya berjalan dengan baik?” senyuman dan suara yang membuat bulu kuduk ku merinding, Seunghwan samchon merangkul ku! “Nde, sesuai dengan keinginan mu Tuan” jawab ku ketus. “Aish bocah busuk..  “ Aaaak! Dia mencekik ku dengan mengeratkan rangkulannya pada leher ku. “ Aaak! Samchon!” Dia membuat rambut ku berantakan.

Melihat itu, Lian hanya terkekeh geli. “Lakukan dengan baik. Akhir minggu ini kita makan siang bersama uhm? Cho Yaegi hwaiting!” Seunghwan samchon menarik ku lebih dekat dengannya, dia sungguh memperlakukan ku seperti balita -_-

“Seunghwan –ah! Anak –  anak segera naik atau ke practice room dulu?” tiba – tiba seseorang dari segerombolan disana berteriak ke arah kami.

Practice room! Jae Won hyung masih dalam perjalanan.” Teriak samchon tak kalah lantang.

“OK. Kajja – kajja.. “ dari kejauhan ku, laki – laki yang ku kenal baik Yong Jun oppa mengomando belasan memberdeul disana untuk mengikutinya menuju pintu lobby.

“Eoh, annyeong.. “ aku melambaikan tangan ku ketika Sehun & Tao dari kejauhan juga melambai – lambaikan tangan mereka ke arah ku sebelum mereka berlalu.

“Baiklah kalau begitu. Aku tinggal dulu. Yaegi-ah, hwaiting!” Seunghwan samchon hendak bergegas pergi.

“Adik ipar. Naik lah segera. Jiayou!”

Kedua laki – laki itupun meninggalkan begitu saja. Aku menatap jengah punggung kedua nya yang berlalu dari hadapan ku. “Sssh.. semoga ini yang terakhir, “ desis ku. Aku pun berbalik arah dan berjalan menuju pintu dimana memberdeul baru saja melewatinya. Ya, aku harus melewati lobby utama untuk naik lift dan tiba di lantai 8 gedung SM. Tetapi ..

“Eomma!” DEG! Geum Chan! Geum Sha!

“Eommaaa.. aishmmama.. “

DEG! Aku berbalik kembali melihat arah belakang ku, tidak ada siapapun. Sangat mustahil jika dua buah hati ku disini. Ya Tuhan.. kenapa suara mereka begitu nyata?

***

Kris Pov

Hari ini full! Penuh. Padat. Sesak. Kami bahkan hanya dapat beristirahat 4 jam dalam sehari menjelang comeback sebentar lagi. Kini aku & memberdeul sudah tiba di practice room, tanpa sengaja aku melihat sosok Yaegi yang terlihat keluar dari dalam lift dan kembali masuk ke dalam lift disebelahnya. Pikachu itu sedang apa? Bukankah semua lift sama?

Ternyata Yaegi tidak langsung masuk begitu saja, sepertinya ia menyadari keberadaan ku yang masih berdiri didepan pintu practice room. Ia berjalan mundur beberapa langkah sebelum masuk ke dalam lift dan melambaikan tangannya ke arah ku.

“Jagiya annyeong. Hwaiting!” begitulah kira – kira kalimat yang ia bisikkan dari ujung sana, terlihat dari gestur tubuh yang ia gerakkan. Dia tersenyum ke arah ku. Dasar  genit. Apa itu cara nya juga merebut hati  – hati ahjussi di atas sana?

Aku mengibaskan tangan ku menyuruhnya untuk segera masuk kedalam lift sebelum ada yang melihat gerak – gerik kami, “cepat masuk!” bisik ku tertahan.

“Nde, arasseoyo..” dari gerak mulutnya, ia seperti sedang mengatakan kalimat tersebut, dan kini Pikachu ku benar – benar menghilang di balik pintu lift.

“Appa!” DEG! Aku reflek melihat sekitar ku. Suara putri ku, Geum Sha.

“Ciyaaa! Papa Ciya!” DEG! Wu Geum Chan?! Suara itu begitu nyata di telinga. Tapi, aku tidak melihat Yaegi menurunkan kereta bayi ketika di basement. Sungguh, tidak ada staff yang membawa anaknya disini, bahkan jika pun ada suara itu hanyalah dimiliki oleh dua buah hati ku. Aku terdiam sesaat, mencoba mengatur detak jantung ku yang semula tidak beraturan. Geum Chan, Geum Sha.. ada apa ini?

“Kris!”

“Nde hyung?!” suara Jae hyung membuat ku langsung berbalik.

“Sedang apa kau disitu? Cepat masuk.” Jae hyung memanggil ku dengan lambaian tangannya.

Aku memastikan sekali lagi dan melihat sekitar, sungguh tidak ada siapapun. Masih terlalu pagi untuk ku beralasan jika ponsel ku tertinggal di dorm dan bisa melihat Geum Sha & Geum Chan sesaat di apartement. Semoga tidak terjadi apapun.

***

_Yaegi’s Apartement_

Kris terduduk di depan TV, tatapn namja itu terpaku menatap layar berukuran besar didepannya.

Blam! Dentuman pintu kamar membut ia menoleh, “mereka sudah tidur?”

Yaegi berjalan mendekat ke arahnya, “hmm. Sudah. Kau pulang lebih awal hari ini?” Yaegi memijat – mijat pelan bagian tengkuk nya sendiri yang terasa pegal.

“Hmm..” Kris menggangguk sembari menunjuk pahanya, mengisyaratkan agar Yaegi membaringkan kepalanya disana. Tanpa menunggu lama Yaegi langsung menyandarkan kepalanya di pangkuan Kris. “Kris-ah.. “ kedua bola mata indah Yaegi melihat jelas dagu lancip namja tampan itu.

“Wae?” Kris mengusap – ngusap lembut rambut Yaegi. “Tadi pagi, aku seperti merasakan hal aneh.. “ Yaegi mulai bercerita.

“Hal aneh? Maksud mu?”

“Eo. Aku seperti mendengar suara Geum Chan & Geum Sha memanggil ku, eomma eomma.. ireokhae.” Mendengar cerita Yaegi Kris langsung menggeser pangkuannya dan membuat Yaegi kembali dalam keadaan posisi duduk. “Waeyo Kris-ah?” Yaegi melihat raut wajah Kris yang berubah.

“Na do..” Kris seakan berat untuk merespon pertanyaan Yaegi.

“Aku takut  Kris-ah.. “ Yaegi tiba – tiba mencengkram erat bahu Kris, “Kris-ah, apa yang akan terjadi? Apa itu sebuah pertanda? Kris-ah.. “ Yaegi semakin cemas.

“Sstt.. anyia. Ghopjeongmalgu. Sstt.. tidak akan terjadi apapun. Sudah, jangan seperti itu.” Kris mengusap – ngusap sayang pipi Yaegi, mencoba menenangkan yeoja itu.

“Tidak akan terjadi apapun. Tenanglah.. “ chup – Kris memeluk hangat Yaegi dan mengecup puncak kepala yeoja itu. Meskipun firasatnya berkata hal yang sama, tetapi ia tidak mungkin membuat keadaan semakin keruh saat ini. Bagaimanapun, posisi Yaegi juga sangat terdesak. Kris sangat mengenal Yaegi, bahwa yeoja itu tidak akan memiliki prioritas yang lebih di utamakan selain kedua buah hatinya. Tetapi ini sungguh keadaan yang sangat membuatnya terjepit. “Kris-ah..” deru nafas Yaegi masih terdegar tidak tenang.

“Ssst.. aku disini. Sudah, tidak akan tejadi apapun. Kajja, ku temani kau tidur. Hmm?” Kris mengajak Yaegi untuk masuk ke kamar.

“Kris-ah.. “ Yaegi masih merasa cemas, pikiran hitam itu tak kunjung sirna.

“Kajja.. “

“Kau tidur disini kan?”

“Nde..”

Kris mengusap – ngusap punggung Yaegi sambil mereka melangkah masuk ke kamar, “sstt.. sudah. Ada aku akan disini?.” Melihat raut wajah Yaegi yang tak kunjung berubah Kris semakin susah untuk menyembunyikan rasa yang bergejolak di dalam hatinya, sebuah rasa yang sulit untuk di ungkapkan. Seperti sebuah rasa takut yang berwujud.

Keesokan paginya..

Seperti hari – hari sebelumnya, pagi – pagi sekali Yaegi sudah harus bersiap dengan setelan semi formalnya. Setidaknya ini hanya tertinggal untuk satu minggu kedepan, dan itu artinya ia akan segera kembali bisa melihat kedua buah hati nya itu 24 jam dalam sehari. Yaegi yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer, sesekali melihat Geum Sha & Geum Chan yang duduk di atas ranjang dari pantulan cermin rias. Entah itu hanya perasaan karena pikiran Yaegi masih terasa kacau, ataupun memang benar. Dua malaikat kecil itu tidak tampak ceria seperti biasanya. Wu Geum Chan maupun si agresif Wu Geum Sha hanya duduk manis dengan tatapan yang tertuju pada sang eomma di depan cermin rias. Mata Yaegi dan dua pasang mata mungil itu saling bertemu..

Yaegi mencoba memalingkan wajahnya dan melanjutkan mengeringkan rambutnya, tetapi..

“Ssshh.. “ Yaegi meletakkan hairdryer nya dan berbalik, “Chan-ah, Sha-ah. Jangan memandang eomma seperti itu, aro?” Yaegi sangat tidak suka dengan tatapan sayu kedua buah hatinya itu.

“Eomma.. “ Geum Chan memanggil Yaegi  dengan suara lembut nan khas dari bibir mungilnya.

“Eom – mma.. “ Geum Sha bertepuk tangan dan juga memanggil Yaegi dengan suara lembut. Seperti panggilan yang ingin menjelaskan, “eomma, kau akan pergi lagi hari ini?”

“Sigh – “ Yaegi bangkit dari kursi rias, ia berjalan menuju ranjang. Ia duduk di tepi ranjang, tangannya mengusap – ngusap sayang kepala ChanSha yang di tumbuhi rambut – rambut kecoklatan mereka yang  nan tipis. “Kalian tidak mendengarkan eomma dengan baik hmm? Sudah eomma katakan jangan memandangi eomma seperti itu kan?” Yaegi menahan cairan hangat yang mulai menumpuk di kedua pelupuk matanya.

Geum Chan & Geum Sha semakin memandanginya heran, lalu salah satu dari mereka memegangi tangan Yaegi seperti hendak meminta bantuan untuk  berdiri, Geum Chan.

“Eomma.. “ Geum Chan kecil berhasil berdiri di atas kasur dengan memegangi pundak Yaegi, di susul oleh Geum Sha yang merangkak  seakan sengaja untuk memindahkan pantat nya dan duduk di atas pangkuan Yaegi.

“Busheowomaa.. “ Geum Sha menunjuk hidungnya sendiri.

Ceklek! Kris baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit menutupi setengah badannya.

“Appa..” Geum Chan kecil menunjuk Kris yang sedang berjalan ke  arah mereka. Yaegi pun ikut menoleh, Geum Sha juga ikut mengintip.

“Kau pergi jam berapa? “ Kris memakai T-Shirt oblongnya.

“Sebentar lagi.. “ suara Yaegi terdengar lemah.

“Appa.. “ Geum Chan memanggil Kris untuk kedua kalinya.

“Nde. Appa. Putra ku tidur nyenyak tadi malam hmm?” Kris mengangkat Geum Chan ke dalam gendongannya dan ikut duduk di tepi ranjang.

Tidak biasanya Wu Geum Sha hanya duduk manis di pangkuan sang eomma ketika ada orang lain di dalam gendongan  appa kesayangannya, putri kecil itu hanya menatap Kris sayu.

“Geum Sha? Kau kenapa nak? “ Kris memegangi pipi Geum Sha, tanpa ia sadari lagi – lagi ia merasakan hal yang sama seperti Yaegi. Tatapan mereka, sungguh tidak biasa.

“Kris-ah, aku tidak ingin pergi kemanapun hari ini.” Yaegi akhirnya bersuara lebih jelas.

Kris menuntun dagu Yaegi untuk melihat pada nya, “waeyo? Kau sakit? “

Yaegi menggeleng lemah, “ChanSha tidak mengizinkan aku untuk pergi Kris-ah..”

Kris mengulum senyumannya, mengusap sayang puncak kepala Yaegi, “lakukan yang menurut mu nyaman. Mian.. aku tidak bisa membuat pilihan seperti mu. Semua yang ku lakukan saat ini adalah sebuah keharusan.”

Mendengar perkataan itu membuat Yaegi langsung mendongak, “Kris-ah, anyia. Aku tidak bermaksud seperti itu. Kau akan terlambat, kembalilah ke dorm. Jangan biarkan Suho selalu mengurus mereka sendirian. Palli khayo, nan gwenchana.”

“Arasseo. Tapi kau — “

Drt – drt

Suara getar ponsel Yaegi memutus perkataan Kris. Kris bangun dan mengambil kan ponsel itu untuk Yaegi, “ Wang Lian.. “ Kris menyodorkan ponsel berwarna soft pink itu.

FLIP! Yaegi membuka pesan singkat tersebut.

‘Aku & Suster Park sudah di depan pintu.’

Yaegi kembali terduduk lemah ketika usai membaca pesan masuk tersebut, “sigh –“ hembusan nafasnya terasa berat.

“Kau akan pergi?” tanya Kris memastikan.  Yaegi mengangguk lemah, “eo. Mereka sudah di depan pintu.”

“Sshhh.. Wu Geum Chan, Wu Geum Sha jebalyo.. “ Yaegi merasakan tatapan itu lagi. Twins Wu kembali menatapnya sendu, bahkan dua malaikat kecil itu menatap Kris & Yaegi bergantian.

“Waeyo adeul? Appa & eomma harus pergi bekerja sekarang. Kita akan bermain setelah Appa pulang, hmm?” chup – chup . Kris mengecup pipi ChanSha bergantian.

“Appa.” Geum Chan meraba – raba lembut pipi Kris, tatapan jagoan kecil itu tampak kosong, mungkin jika ia sudah bisa berbicara, ia akan mengatakan.. “Appa cepatlah pulang, kami bahkan menunggu Appa hingga kami tertidur”

HUG! Kris kali ini di kalahkan oleh perasaannya, ia tiba – tiba memeluk Geum Chan erat, “Appa menyayangi Wu Geum Chan. Jangan tidur dulu sebelum Appa pulang, janji?” Kris menghirup dalam aroma khas bayi yang menyelimuti tubuh mungil itu. Geum Chan hanya diam di dalam pelukan Kris.

“Ah! Mwoyyaa?! Kris-ah!” Yaegi tak sanggup lagi menahan rasa harunya, “Kris-ah, maskara ku akan luntur!” Yaegi memegangi kedua pelupuk matanya bergantian, di ikuti dengan Geum Sha yang juga ikut mendongak memperhatikan wajahnya.

Kris tersenyum tipis, mengusap pundak Yaegi agar yeoja itu lebih tenang. “Wu Geum Chan & Wu Geum Sha anak yang pintar. Appa poppo, poppo.. “ Kris  menunjuk pipinya dengan menunduk di tengah – tengah Twins Wu.

“Muah- “ Geum Sha kecil memang sangat lihai dalam hal ini, itu terlihat dari respon yang ia berikan. Geum Sha langsung menempelkan bibirnya pada pipi Kris.

“Geum Chan, Appa poppo. Kisseu.. “

“Mmmhh.. “ Geum Chan mencium pipi Kris dengan hidungnya.

“Eomma?” kini giliran Yaegi yang masuk di tengah – tengah mereka.

Chup – chup.. Yaegi tak sanggup menunggu lama, ia lebih dulu mengecup kening kedua buah hatinya bergantian.

“Semua nya akan baik – baik saja, ChanSha eomma ghopjeongmal.. “ bisik Kris di telinga Yaegi.

***

_Gangnam – SM Building_

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Satu persatu staff yang berkerja sudah bergegas untuk pulang ke tempat tinggal nya masing – masing. Tetapi tidak dengan yeoja yang saat ini pun masih berkutat dengan tumpukan dokumen di atas meja kerja  nya.

“Eomma!”

DEG! Yaegi spontan menaruh bolpoin nya di atas meja, ia mendongak melihat ke seluruh isi ruangan. Lian yang tengah sibuk membuat laporan untuk kantor pusat pun teralihkan fokusnya, “adik ipar, waeyo?”

“Eommaaaa.. “ DEG! Yaegi kini sontak bangkit dari kursi kerjanya. “Oppa. Aku mau kita pulang sekarang, bisakan?” Yaegi menutup lembar dokumen yang ada.

Lian juga ikut bangun dari meja komputer, “waeyo? Kau sakit? Lee Soo Man –nim sebentar lagi akan keruangan kita. Semoga dia membawa kertas saham nya.”

Hidung Yaegi perlahan memerah, sorot matanya berubah nanar. “Oppa, aku keluar sebentar.” Yaegi berjalan tergesa – gesa menuju keluar ruangan.

“Cho Yaegi kau mau pergi ke—“

“Toilet.” Yaegi menjawab tanpa berbalik sama sekali.

Di luar ruangan..

Yaegi melihat setiap sudut yang terdapat pada lantai tempat ia berpijak saat ini, “apa ada orang yang membawa anak disini?” Yaegi masih saja mencari – cari sumber suara itu, meskipun sangat jelas bahwa suara itu adalah suara ChanSha.

Yaegi memegangi dadanya yang tiba – tiba terasa begitu sesak, “Ya Tuhan.. apa yang —“

Drt – drt – drt.. getar ponsel dari saku blazer Yaegi membuatnya langsung  meraih ponsel Iphone 4 miliknya. ‘Suster Park’ DEG! Dada Yaegi semakin memanas.

Bip. Tersambung.

“Nde, Suster Park yeob —“

“. . . . . . . . “ DEG! Genggaman tangan Yaegi melemah, nyaris membuat ponsel nya terjatuh.

“M—mwo —mwora—gu –gu yo?” keterbataannya segera di susul oleh air matanya yang langsung mengalir membaasahi pipinya.

***

Kris Pov

“Cukup untuk hari ini. Anak – anak kalian sudah bekerja keras! Fighting!”

“Nde. Songsaengnim fighting!”

Shim Jae Won songsaengnim selalu mengakhiri rutinitas practice dance dengan kepalan tangan yang ia angkat dan bersuara lantang untuk mengatakan “URI EXO HWAITING!”

Itu sangat membantu energi – energi yang terkuras sebelumnya menjadi bertambah. Songsaengnimdeul, Manager hyungdeul, & Manager Noonadeul memang luar biasa. Aku & semua staff yang bekerja untuk EXO saat ini masih berkumpul di ruang practice room kami, EXO. Sebentar lagi kami akan merayakan ulang tahun Happy Virus EXO Park Chanyeol. Ternyata, bukan aku saja yang tumbuh dan bertambah tua. Kekeke.

DUAR!

“AAAKK! YA! KAU MEMBUAT KU JANTUNGAN!”

Sehun meniup balon hingga meletus tepat di telinga Chen Chen, entah itu di sengaja atau tidak, tetapi itulah yang selalu magnae kami lakukan. Setiap ada member yang berulang tahun, entah bagaimana cara dan kapan balon itu di beli, yang pasti sekantung balon  warna – warni itu sudah ada di tangan Kai & Sehun. Dua magnae itu memang selalu memiliki rencana bahkan selalu mengatai ku dan Suho secara sembunyi – sembunyi.

“Kris hyung!”

“Eoh!“ Aku terkejut ketika melihat balon yang sedang ditiup oleh Sehun tiba – tiba menempel di pipi ku. Dia sengaja melakukannya.

“Kris hyung! Lari dari sana, kau akan tuli!” Chen memasang wajah histerisnya.

“Gyahaha. Hyung, kau mau pergi kemana?” Kai juga datang dari sisi kanan ku, kini dua magnae itu sudah menodongku dengan dua balon besar yang masih berada di dalam mulut mereka. “Kai, Sehunni. Ireojimma, hyung shireoyo.. “ aku mencoba memperingatkan mereka.

DUAAR! “AAAAAAAAAA!”

“BWAHAHAHAAHAHAHA.. “ tawa memberdeul dan staff  lainnya memecah ketika menyaksikan Sehun terkejut karena balon yang ia tiup meletus dengan sendirinya.

“Ya Sehunni mwoaneongeoya? Hahaahha.. “ Lay & Luhan terbahak hebat.

“Ya! Oh Sehun baboya? Hahahaha.. “ Kai sangat menikmati saat – saat seperti ini.

“Ah Reum Noona! Balon nya tipis!” Sehun berjalan mendekati Goo Ah Reum noona yang juga ikut tertawa melihatnya. Sehun berdalih bahwa itu adalah kesalah Ah Reum Noona sebagai si pembeli balon.

“Aaahh perut ku sakit..” Chanyeol sudah lebih dulu berguling – guling di lantai bersama Baekhyun dan juga Tao, karena ekspresi wajah Sehun memang sangatlah lucu.

“Sehunni. Minum air dulu.” Manager hyung memeluk magnae Sehun agar namja itu tidak akan berubah redup & menangis karena banyak yang menertawakannya. Hahaha. Tapi itu memang sangatlah lucu. Perlahan senyuman ku memudar ketika bayang – bayang Geum Sha & Geum Chan terlintas di benak ku..

“Kris-ah.. eotteokhae?” DEG! Aku jadi teringat akan ucapan Yaegi malam tadi. Ah tidak, itu pasti hanya perasaan kalut karena istri ku terlalu lelah bekerja.

“Appa!”

“Eomma!”

“Eomma, Appaaaa!”  DEG! DEG! Suara itu.. aku bahkan dapat mendengar jelas Geum Sha & Geum Chan memanggilku di dalam keramaian. Apa dari salah satu staff ada yang membawa anak mereka kemari?

“Kris? Kris kau kenapa?” Yong Min hyung datang menghampiri ku. Aku berbalik,”ah anyi hyung. Hyung, kita akan pulang jam berapa?” tiba – tiba pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut ku.

“Sebentar lagi. Wardrobe untuk Fansigning sebentar lagi selesai. Kenapa berdiri disini?”

“KRIS HYUUUUNGGG.. “

“GE! GEGE!”

“Kris hyung apa yang kau lakukan disana?!” ku lihat memberdeul juga melambai – lambaikan tangannya pada ku. Mereka memanggil ku dengan beraneka macam pose aneh, menggelikan, bahkan ada juga yang menjijik kan. Seperti Baekhyun yang membuat gaya seperti wanita penggoda -_-

“Appa!!” DEG! Ku rasakan dada ku penuh dengan rasa sesak, semuanya secara tiba – tiba.

“Kris? Kau sakit?” Yong Min hyung semakin mengernyit.

“Appa! Appa! APPA!” DEG! Ini tidak mungkin. Aku segera keluar dari practice room secara membabi buta tanpa mengatakan pada Yong Min hyung kemana aku akan pergi.“

Appa! Eomma! “

“Ciyaaa! Ciyaaa!”

Geum Sha, Geum Chan? Aku keluar dari practice room untuk memastikan kedua malaikat kecil ku memang ada disini. Ku lihat setiap sudut lantai 3 ini, tetapi tidak ada siapapun. Bahkan tidak ada salah satu dari sunbaenimdeul yang sedang mengikuti acara KBS Hello Baby dan kini sedang syuting di SM. Ini tidak mungkin.

“Aaaa ciya! Ciya! Hmmmapppa.. “

Geum Sha? Wu Geum Sha! Aku reflek memanggil Geum Sha. Putri kecil yang selalu dekat dengan ku. Ya Tuhan, dada ku sungguh terasa sesak. Ada apa ini? Aku berjalan menyusuri koridor untuk benar – benar memastikan suara itu. Nihil, lantai 3 ini benar – benar sepi.

Aku berlari menuju arah lift, apa mungkin Geum Sha & Geum Chan ataupun anak – anak itu ada di lantai 4?

TING! Pintu lift terbuka, tetapi ku surutkan langkah ku untuk masuk kedalam nya ketika aku menangkap Jae hyung yang berlarian keluar dari practice room.

Dada ku terasa semakin panas. Apa yang terjadi? Jae hyung kenapa tampak sangat terburu – buru?

Selang beberepa detik setelahnya, Seunghwan hyung juga ikut keluar dari practice room. Ia seperti ingin berlari, tetapi gerak kakinya berhenti ketika ia menangkap keberadaan ku beberapa meter di depannya. Sangat bisa ku bedakan raut wajah yang panik seketika di rubah untuk menjadi setenang mungkin.

“Kris! Eodigga? Ayo cepat masuk, palli?” Seunghwan hyung memanggil ku dengan menepuk – nepukkan tangannya. Ia sekilas melihat ke  arah pergi nya Jae hyung.

Yaegi! Aku harus menelfonnya. Ah! Sial! Ponsel kami semua nya di dalam loker!

“KRIS!” Seunghwan hyung masih berteriak ke arah ku.

“Ye hyung!” Aku pun berlari – lari kecil ke  arahnya. Apakah ada yang mereka sembunyikan lagi dari ku?

Kris Pov End

***

_Seoul Intenational Hospital_

Yaegi terduduk pasrah pada salah satu bangku ruang tunggu rumah sakit.  Ia masih menunggu seseorang keluar dari dalam sana dengan kabar yang akan membuatnya lebih baik. Tatapan matanya demikian kosong, “ternyata firasat ku benar.” Tukasnya dalam hati.

Lian yang duduk di sampingnya juga hanya bisa terdiam karena Yaegi sama sekali tidak mengeluarkan satu patah katapun setelah mendengar kabar bahwa Geum Chan & Geum Sha demam tinggi dan sudah di larikan ke rumah sakit oleh Suster Park. Sementara itu Jae manager berdiri tepat di depan ruang ICCU disana, raut wajahnya juga tampak khawatir.

“Nyonya, ini semua salah ku. Mianhamnida, mianhamnida Nyonya Wu.. hiks.” Suster Park tak henti – hentinya meminta maaf kepada Yaegi. Wanita paruh baya itu merasa dia adalah penyebab dari semua ini.

“Aku tidak seharusnya meninggalkan mereka sendirian dan pergi ke dapur. Aku, aku sungguh tidak tahu jika mereka tiba – tiba demam tinggi. Hiks.. “

Yaegi mendongakkan kepalanya, ia meraih lengan Suster Park, “anyimida. Kau tidak salah. Anja. Duduklah disini. Gwenchanayo, sungguh tidak apa – apa. Justru aku  harus berterima kasih pada mu Suster Park. Duduklah.. “ tangan Yaegi menuntun Suster Park untuk duduk dan berhenti mengutuk dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi.

“Yaegi-ah.. “ Soo Rim berlarian dari arah lift, yeoja itu masih menggenakan pakaian dinas hariannya. Ia segera melesat dari Incheon menuju Seoul setelah mendapat kabar bahwa Geum Sha & Geum Chan masuk rumah sakit.

“Yaegi-ah, gwenchana? Bagaimana? Dokter sudah mengatakan apa?” Soo Rim berjongkok di depan Yaegi, ia merapikan rambut Yaegi yang berantakan.

“Soo Rim-ah, hiks.. “ Yaegi tak kuasa menahan tangisnya, ia memeluk Soo Rim dan mulai sesenggukan.

“Ssstt.. mereka akan baik – baik saja. Tenanglah. Mereka anak yang kuat.” Soo Rim mengusap – ngusap pelan punggung Yaegi.

“Jangan beritahu ahjumma tentang ini Soo Rim-ah, aku tidak ingin ahjumma khawatir hiks.. “

Soo Rim mengangguk, “arasseo. Aku tidak akan mengatakannya. Uljimma.“

Kenapa Kim uisanim lama sekali keluar nya? Hiks.. “ Yaegi berdecak kesal dalam emosi nya yang berkecamuk.

“Bersabarlah. Anak – anak mu pasti baik – baik saja.” Lian angkat bicara.

“Hiks.. “ Yaegi sama sekali tidak menggubris perkataan Lian sama sekali. Hingga..

TREK! Kim uisanim dan seseorang perawat keluar dari ruang ICCU.  Kim uisanim melepas masker yang menutupi setengah wajahnya, saat itu juga mereka yang tadinya menunggu kini datang menghampiri Kim uisanim.

“Uisanim.. “ Yaegi berjalan lebih dulu dengan segala kekalutan terpatri di wajahnya.

“Nyonya Wu.. “

“Nde?” Yaegi tidak yakin dengan respon Kim uisanim yang tampak tidak bersemangat itu.

“Bagaimana keponakan ku? “ Jae manager menyambangi.

“Suhu tubuh mereka sudah stabil, tetapi sayang sekali —“ DEG! Mata Yaegi membulat sempurna, “nde? Uisanim.. “ suaranya bergetar memotong perkataan Kim uisanim.

“Wu Geum Chan & Wu Geum Sha, mereka  beresiko akan mengalami gangguan pada  penyampaian informasi yang diterima oleh otak setelah kondisi mereka berangsur pulih.” DEG!

“MWO? Uisanim kau bilang apa barusan? Uisanim.. “ air mata Yaegi semakin mengalir deras. “Hiks.. ma—maksud mu, anak – anak ku akan bisu? Mereka tidak akan bisa berbicara? Begitu, uhm?”

Kim uisanim tertunduk lemah, dengan sangat menyesal ia harus mengangguk mengiyakan.

“Mereka terlambat mendapat penanganan dini ketika suhu tubuh mereka sangat panas, oleh karena itu Twins baby kemungkinan besar akan terkena retardasi mental.“

“Jadi anak ku akan cacat  seumur hidup? Tidak bisa berbicara?” Yaegi masih tidak percaya.

“Yaegi-ah, tenanglah. Kita bisa — “

“BAGAIMANA AKU BISA BERSIKAP TENANG OPPA! ANAK – ANAK KU TIDAK BISA BERBICARA LAGI! ARAAA! HIKS!” Yaegi secara membabi buta berteriak pada Jae manager yang berusaha untuk menenangkannya.

“Yaegi-ah, ssstt.. Yaegi-ah, tenanglah.” Soo Rim memeluknya agar suara tangis Yaegi bisa diredam.

“Hiks.. Soo Rim-ah eotteokhae? Geum Sha & Geum Chan-gga, hiks.. mereka tidak akan bisa memanggil ku lagi, hiks.. “ Yaegi menangis terisak didalam pelukan Soo Rim, jiwanya terguncang hebat. Ini lebih dari sekedar mimpi buruk baginya.

“Nyonya Wu, kita masih memiliki 50% nya lagi. 50%  itu akan mustahil jika Tuhan memberikan ke ajaiban. Geurom, mohon ke ruangan ku untuk keterangan lebih lanjut. Aku permisi. Nyonya Wu, kuatkan diri mu.” Kim uisanim membungkukkan badannya sopan.

“Baiklah. Aku akan ikut dengan mu.” Jae manager angkat bicara, dan mengikuti Kim uisanim menuju ruangannya.

“Nyonya, kau sudah boleh  melihat anak – anak mu di ruang rawat inap. Jangan lupa menggenakan masker kalian. Geurom.” Suster yang mendampingin Kim uisanim pun ikut berlalu.

“Gamshamida.” Lian mewakili untuk mengucapkan terima kasih.

“Hiks.. “ Yaegi melangkah gontai dan masuk kedalam ruang dimana Geum Sha & Geum Chan ada di dalam nya.

Yaegi perlahan membuka pintu ruangan tersebut dan.. terdapatlah sepasang malaikat kecil yang kini berbaring lemah dengan selang infus yang menempel pada tangan mereka masing – masing. Geum Sha & Geum Chan tampak baik – baik saja, mereka terlihat seperti tidak sedang sakit sama sekali. Twins Wu melihat Lian, Soo Rim, dan Yaegi bergantian, tatapan yang meneduhkan.

“Geum Chan-ah, Geum Sha-ah.. eomma wasseo.” Yaegi menyeka kasar air matanya, berusaha untuk tersenyum ketika menyapa kedua buah hati nya.

Geum Sha & Geum Chan hanya terus menatapnya tanpa bersuara sama sekali, mereka sesekali memegangi selang infus yang ada didekat mereka.

“Kau lihat kan? Mereka baik – baik saja. ChanSha annyeong.. “ Soo Rim mencoba memberikan sugesti positif.

“Hmm.. tapi mereka tidak akan memanggil ku lagi Soo Rim-ah.. “ suara Yaegi kembali bergetar.

“ChanSha hanya butuh istirahat eomma, mereka pasti kelelahan karena terus berteriak memanggil nama mu. Bukankah begitu ChanSha-ah?” Soo Rim mengelus lembut pipi ChanSha bergantian. Dua malaikat kecil itu memang sama sekali tidak bersuara.

“Hikk.. hmmm.. “ tiba – tiba Geum Sha menangis, tetapi dengan suara yang sangat serak.

“Geum Sha-ah, uljimma. Suara mu akan habis nak, eomma disini. Jangan menangis.”

“Hikk.. hmmma.. “ suara Geum Sha berangsur hilang.

“Hiks. Wu Geum Sha, kenapa kau tega sekali pada ku? Kenapa selalu tidak mau mendengarkan eomma! JANGAN MENANGIS! YA!” Yaegi tidak sanggup lagi menahan rasa sesaknya. Kini dadanya semakin penuh ketika menyaksikan kedua buah hatinya menangis tanpa suara.

“Hiks.. hmmppksss.. “ Yaegi menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, ia menangis tesedu, sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati.

“Lian-ssi, aku akan menyusul Jae oppa ke ruangannya Kim uisanim.”

“Oh geure, aku akan disini.” Lian mengangguk pada Soo Rim.

“Suster Park ayo.” Soo Rim melangkah keluar ruangan bersama Suster Park.

Kini hanya tinggal Yaegi, Lian & twins Wu..

Yaegi masih menangis sesenggukan, kenyataan yang sangat sulit untuk ia terima. “Hiks .. “

“Adik ipar.. “ Lian menggeser kursi duduknya untuk sedikit lebih dekat dengan Yaegi.

“Seharus nya aku tidak pergi hari ini oppa. Hiks.. “ Yaegi berbicara di sela – sela tangisnya.

Drrt – drt.. getar ponsel nya  membuat tangisnya berhenti sejenak. Yaegi meraih ponselnya, dan kemudian menatap Lian.

“Nugu?” Lian bertanya hati – hati. Yaegi menghapus sisa – sisa air matanya, menunjukkan nama pemanggil yang tertera, ‘Ibu’

Lian memejamkan matanya sejenak, ia tahu ini akan sangatlah sulit untuk menyembunyikan semuanya. “Gwenchana?” Lian memastikan Yaegi akan baik – baik saja jika mengangkatnya.

“Uhm.” Yaegi mengangguk mantap.

Bip, tersambung.

“Ibu.. “ Yaegi memulai sandiwaranya.

“Sayang, kau sedang dimana? Tiba – tiba Ibu merindukan mu.”

Yaegi dengan matanya yang berair memandangi ChanSha sekilas, “aku di rumah bu. Sedang – aku sedang menjaga Geum Chan & Geum Sha yang sedang tertidur. Hmmpks.. “ Yaegi menutup mulutnya paksa, isakannya nyaris tedengar.

“Yaegi? Kau kenapa nak?”

“Tidak bu. Aku tadi tersedak kimchi. Ibu kau sehat?” wajah Yaegi kian memerah ketika menahan tangis nya dengan susah payah. Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, jika pun mungkin itu memerlukan waktu yang tepat.

“Jadi cucu – cucu ku sedang tidur? Sayang sekali, padahal Ibu sangat ingin mendengar suara mereka. “

“Hmm, mereka baru saja tertidur bu.” Dusta Yaegi.

“Baiklah, Ibu akan menghubungi mu lagi nanti. Bye sayang.”

“Nde, Ibu. Bye. “ Bip.

“Hmmppks.. “ Yaegi kembali menangis terisak setelah memastikan sambungan telfon benar – benar terputus.

“Tenangkan diri mu adik ipar.” Lian mengusap – ngusap bahu Yaegi, mencoba mengalirkan ketenangan disana.

“Jika kau adalah aku, apa kau bisa bersikap tenang oppa?” Yaegi balik menyanggah.

“Soo Rim-ssi benar, Geum Sha & Geum Chan hanya terlalu lelah untuk berteriak. Mereka akan sembuh. Kita masih memiliki banyak harapan. Uljimma.. “

“Hiks.. seharusnya aku ada di apartement ketika mereka memanggil ku oppa. Seharusnya aku mengerti tatapan itu bahwa mereka tidak memperbolehkan aku pergi. Hiks.. “

Lian hanya bisa mengangguk tanpa banyak berkomentar, karena ini memang sangatlah sulit ketika berbicara tentang hubungan antara orang tua & anak. Tanpa ia sadari, hatinya ikut berkedut, terlebih ia mengingat dalam hatinya, “apa putra ku baik  – baik saja?”

***

_Yaegi’s Apartement_

Kim uisanim mengatakan bahwa ChanSha sudah dapat diperbolehkan pulang tanpa harus bermalam di rumah sakit. Sedikit hal yang membuat Yaegi tenang yaitu suntikkan kedua sebelum mereka kembali kerumah kemungkinan besar  akan bereaksi dalam beberapa jam kedepan dan membuat ChanSha kembali dapat bersuara, meskipun dalam persentase yang cukup kecil. Yaegi tak kunjung beranjak dari hadapan kedua buah hatinya yang kini sudah terlelap di dalam baby box. Matanya masih saja mengeluarkan bulir – bulir hangat tak luput sedikit pun dari wajah ChanSha yang kian damai.

Ceklek! Suara pintu kamar yang terbuka pun tidak membuat Yaegi menoleh.

“Yaegi-ah.. “ suara bass itu perlahan datang dan mendekat ke arahnya. Kris baru saja pulang dan mengetahui semuanya. Seperti biasa, Seunghwan & Jae manager harus mengambil resiko besar jika suatu waktu Kris akan mengutuk mereka habis – habisan karena selalu menyembunyikan sesuatu yang terjadi oleh tiga sosok yang sangat berarti dalam hidupnya itu.  “Geum Sha — Geum Sha tidak akan pernah memanggil  mu lagi Kris-ah.. “

Kris tahu apa yang di maksud oleh Yaegi, ia perlahan meletakkan kedua tangannya pada kedua pundak Yaegi, “waeyo? Geum Sha marah pada ku? Apa karena aku selalu mengingkari janji untuk bermain bersama mereka?”

“Eo. Sangat marah.  ChanSha-gga, bahkan tidak mau lagi memanggil appa & eomma Kris-ah, mereka sangat marah pada kita. Hiks.. “

“Ssstt.. apa yang kau katakan hmm? Jangan berbicara yang tidak – tidak.“ Kris membungkukkan sedikit badannya, melingkarkan tangan pada leher Yaegi, serta menaruh dagunya untuk bertumpu pada puncak kepala Yaegi.

“Hiks.. ini salah ku Kris-ah.. hiks.. “ Yaegi mulai terisak.

“Anya. Ini bukan salah siapa pun. Geum Sha & Geum Chan hanya marah sebentar. Lalu besok pagi mereka akan bangun dan berteriak memanggil mu. Kau percayakan?” Kris berusaha keras menahan bulir – bulir hangat yang juga mulai memupuk pada kedua matanya. Ia tidak mungkin ikut menjatuhkan air matanya, karena itu akan membuat Yaegi semakin menyedihkan. Yaegi memutar posisi duduknya untuk memeluk Kris. Yeoja itu bersandar memeluk Kris dalam posisi duduk, “Kris-ah.. apa yang harus aku lakukan jika besok Ibu kembali menelfon ku? Hiks.. apa yang harus aku katakan pada Ibu? Hmmpks.. bagaimana jika — bagaimana jika ChanSha juga belum mau bersuara Kris-ah? Eotteokhae! Nan eotteokhae Kris-ah! Hiks –hiks.. “ tangis Yaegi memecah, ia menenggelamkan wajahnya pada perut Kris. Yeoja itu menangis sejadi – jadinya.

Kris membiarkan Yaegi untuk sesaat, sementara pandangannya terus melihat pada dua bayi kecil di dalam baby box, “Geum Chan-ah, Geum Sha-ah.. kalian sungguh marah karena Appa selalu tidak bisa menepati janji?” bisik Kris dalam hatinya.

“Hiks.. Nan napeun eomma.. hiks.. napeun eomma! hiks.. “ Yaegi tak kunjung berhenti terisak, perasaannya sangat tersayat ketika mengingat kemungkinan besar dua buah hatinya tidak akan bisa berbicara normal untuk selamanya. Bukan karena dia tidak percaya akan sebuah keajaiban, tetapi tidak selamanya keajaiban itu akan memilihnya.

“Pikachu.. “ Kris mencoba mengangkat kepala Yaegi, “Cho Yaegi.. “ Kris perlahan berojongkok di depan istrinya agar dapat melihat wajah istrinya lebih jelas.

“Hmmpks.. “ Yaegi masih tertunduk dan terus menangis sesenggukan.

Kris menatap lekat wajah Yaegi, ia berusaha mengatur nafasnya agar ia tidak menjadi lemah. “Kau menangis karena kekurangan itu yang menjadi penyebabnya?”

“Hiks.” Yaegi berhenti terisak setelah mendengar pertanyaan Kris. “Kris-ah, apa maksud mu?” mata sembab yeoja itu penuh tanya.

“Jika ChanSha memang terlahir dengan keterbelakangan fisik & mental, kau akan terus menangis seumur hidup mu? Terus mengutuk diri mu sendiri karena melahirkan sepasang anak cacat? Begitu kah yang kau maksud Yaegi-ah?”

Apa yang di katakan oleh Kris sangat membuat Yaegi mencelos seketika, yeoja itu mematung sesaat, mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Kris memang sedikit masuk akal.

“Nan eomma-ya Kris-ah. Aku orang yang selalu berada disamping mereka, tidak peduli kapanpun itu. Bagaimana bisa aku tidak merasa bersalah Wu Yi Fan? Hiks.. “ Dug! Sebuah tumbukan keras mendarat di bahu Kris, ya.. Yaegi sengaja meninju keras bahu Kris karena ia merasa sangat marah saat ini.

“Jawab aku Yaegi-ah. Kau tidak bisa menerima kekurangan mereka kelak uhm?” suara bass Kris mulai bergetar.

“Kau hanya memeluk mereka ketika mereka sudah tertidur Kris-ah. Kau — “

“Jika aku juga terus menangis seperti mu, lalu siapa yang akan kuat disini? Kau bisa mengajak ku menangis kapan pun & dimana pun. Geundae, mianhae.. aku tidak akan pernah menangis jika itu hanya karena darah daging ku yang tidak bisa berbicara.” DEG! Kali ini perkataan Kris benar – benar menusuk.

Mungkin karena emosi yang sangat memuncak, Yaegi masih tetap menyangkal. “Kau tidak akan pernah merasakan bagaimana menjadi aku Kris-ah. Nan eomma-ya.”

“Na do appa-ya.” Potong Kris cepat. “Darah itu lebih kental dari air. Mereka darah daging ku Cho Yaegi. Apapun yang terjadi, meskipun mereka tidak akan pernah memanggil ku lagi dengan sebutan ‘Appa’, mereka tetap darah daging ku. Wu Geum Chan, Wu Geum Sha, aku tidak akan pernah menyesali atas semua ini. Mereka membutuhkan kita Yaegi-ah.. “

“Hiks.. geundae, eottokhae Kris-ah? Bagaimana bisa kita melihat mereka tumbuh seperti itu? Apa hati mu tidak sakit? Kau tidak sakit Wu Yi Fan? Naega! Naega gaseumi apha (aku merasa sakit)! Hiks.. hmpks.. hhhmmks.. “ Yaegi tidak kuat untuk berlama – lama menangis dengan wajah yang terbuka, ia langsung berhamburan memeluk erat Kris dan menenggelamkan lagi wajahnya pada dada bidang Kris.

“Naneun aphayo Kris-ah.. Uri Geum Sha Geum Chan rang hiks.”

“Ghopjeongmal, kita akan menghadapi nya bersama. Ssstt.. aku disini.. “ Chup – Meskipun sulit untuk menenangkan Yaegi yang sedang sangat kalap saat ini, tetapi Kris terus berusaha.

“Hikk.. “ DEG!

Yaegi menghentikan isakannya, ia seperti mendengar sesuatu.

“Hikk..mamma.. “ DEG! Yaegi langsung melepas pelukannya, “Geum Sha! Geum Chan!” saat itu juga Yaegi bangkit dan berdiri di depan baby box.

“Hiikk.. mamaaaaa.. hhik. Hoooaaaaa.. “ satu tangis memecah, Geum Chan kecil benar – benar  bersuara.

“Hmmhik.. hhhoooaaa.. “

“Hoooa – hoooaa.. “ Mungkin karena terkejut dengan suara sang oppa, Geum Sha kecil pun terkejut dan ikut menangis.

“Yaegi-ah.. “ Kris melotot tidak percaya.

“Kris-ah, mereka menangis. Kris-ah.. hiks.. “ kali ini isakan Yaegi berubah menjadi rasa haru yang luar biasa. Ia memeluk Kris erat ketika tahu bahwa ini bukanlah sekedar mimpi.

“Hooa – hoooa – hooa- mamamaaa –hhoooa.. “ ChanSha terus menangis hingga seisi kamar penuh dengan pekikan suara mereka.

“Nde, jagiya. Kau percayakan? Mereka sudah tidak marah lagi.” Chup – Kris memejamkan matanya sesaat ketika mengucap rasa syukurnya yang begitu mendalam. Keajaiban memilih mereka.

Yaegi mengangguk cepat, “hmm.. Geum Sha & Geum Chan hanya marah sebentar, hiks.. “

“Yaegi-ah, pampers mereka sudah penuh.” Kris menerka apa penyebab dua malaikat kecil itu menangis.

“Andwae. Jangan menggendong mereka Kris-ah, biarkan seperti ini beberapa saat lagi. Aku sangat merindukan tangisan mereka Kris-ah.. “ Yaegi menahan tangan Kris yang hendak menggendong salah satu buah hatinya.

Kris tersenyum simpul, “ah nde, aku akan menelfon Kim uisanim sekarang.”

“Ah matna Kris-ah. Cepat kau telfon Kim uisanim sekarang, katakan ChanSha sudah bisa menangis lagi.

OoOoO

“Hik – mamaa.. “

“Appaaa.. hik.. hmpapa.. “

“Chamkammanyo. Wu Geum Sha, Wu Geum Chan, sebentar aku akan memeriksa kalian. Anak pintar.”

ChanSha berguling kesana kemari ketika Kim uisanim memeriksa suhu tubuh  mereka, dan juga mengarahkan stetoskop pada tubuh mungil mereka. Sementara itu Yaegi & Kris hanya berdiri di belakang Kim uisanim dengan raut wajah cemas.

Kim uisanim akhirnya selesai, ia mulai membereskan semua peralatan yang ia bawa untuk di masukkan kembali kedalam tasnya.

“Kim uisanim. Bagaimana?”  Yaegi lebih dulu bertanya.

Kali ini respon Kim uisanim di awali dengan seulas senyuman, “ini sulit untuk di percaya. Twins baby akan berangsur pulih. Diagnosa retardasi mental sepertinya juga dapat kita atasi jika kalian rutin membawa mereka  untuk berkonsultasi. Ini gejala yang masih bisa di tangani Tuan, Nyonya.”

“Jeongmalyo? Tidak perlu penanganan lebih lanjut?” Yaegi menambahkan.

“Nde, masseumnida Nyonya Wu. Twins baby akan baik – baik saja. Jika nanti mereka kembali demam tinggi, lakukan penanganan seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Diagnosa akhir menyatakan ini adalah efek dari imunisasi mereka beberapa hari yang lalu & juga gigi yang akan segera tumbuh. Geurom, ghopjeongmalhaseyo.” Kim uisanim menjelaskan panjang lebar.

Tersirat ketenangan serta rasa lega dari wajah ChanSha  appa &  ChanSha eomma.

“Neomu neumo gamshamnida uisanim. Kami telah merepotkan mu hingga kau harus datang malam – malam seperti ini.” Kris membungkuk sopan.

“Anyimida. Gwenchaseumnida. Jung uisanim juga ikut membantu dari semua ini.”

“Nde? Jung uisanim? Ah Jung Woo Yeon?” Yaegi hanya mengingat satu nama dokter bermarga Jung, yaitu Jung Woo  Yeon. Kembaran dari sahabat kecil nya Jung Woo Joon sekaligus  kakak dari yeojachingu Tao, Jung Ji Ah.

Kim uisanim mengangguk, “nde. Jung uisanim yang mengirim langsung antibiotik retardasi mental. Saat ini, laboratorium unit hanya ada di Ausi. Mendengar akan hal ini, Jung uisanim langsung mengirimkannya melalui penerbangan sore tadi.”

Yaegi & Kris saling bertatapan satu sama lain, “itu Woo Yeon Kris-ah.. dia yang sudah menyelamatkan ChanSha.” Tukas Yaegi.

“Geurom. Aku memiliki jadwal piket malam ini, aku harus segera kembali ke rumah sakit. Suhu badan keduanya belum begitu stabil, mohon untuk tidak meninggalkan mereka berdua, dan juga rongga pernapasan mereka sedikit terganggu karena terus menangis sejak tadi. Aku permisi.” Kim uisanim bergegas untuk pergi.

“Gamshamida uisanim. Gamsahmida. “ Yaegi & Kris berkali – kali mengucapkan terimakasih.

“Lian oppa, gomawoyo.. “ Yaegi hampir melupakan bahwa Lian juga berjasa. Namja itu segera melesat untuk menjemput Kim Uisanim ke rumah sakit ketika Yaegi meminta bantuannya.

“Eo. Aku mengantar Uisanim dulu. Mari .. “ Lian dengan mata yang setengah terbuka serta baju piyama yang masih lengkap, memutar posisinya untuk mencari pintu keluar apartement. Sepertinya ia nyaris kehilangan kesadaran, wajar  saja karena saat ini jam sudah menujukkan pukul 1 pagi.

“Nde, berhati – hati — “ BRAK!

“Omo!”

“Akhh! Ssshh..!” Lian meringis  keras ketika ia tanpa sengaja menabrak dinding pembatas ruang tengah.

Kim uisanim juga ikut terkejut, “anda baik – baik saja tuan?”

“Ah ye ye. Gwenchaseumnida.” Lian sepertinya benar – benar sudah sangat mengantuk.

“Cih.. dasar babo.” Kris diam – diam juga ikut menertawakan Lian.

Setelah kedua orang itu berlalu dan menghilang di balik pintu apartement. Kini Yaegi & Kris melihat kedua buah hatinya yang sudah mulai aktif kembali. ChanSha duduk menghadap layar TV yang menyala.

“ChanSha-ah.. “  Yaegi berlari kecil untuk mengangkat mereka masuk ke kamar.

“Ahh ciya – ciya!” meskipun suara Geum Sha masih terdengar parau dan suhu badannya masih terasa hangat, tetapi Geum Sha yang keras kepala tidak dapat di kalahkan.

“Eomma..” Yaegi menunjuk diri nya sendiri, menyuruh Geum Sha agar memanggilnya.

“Appa.” Geum Sha justru menunjuk Kris dengan telunjuk mungilnya sembari memelet – meletkan lidahnya.

“Yaegi-ah, aku mengantuk sekali. Hoaamhh.. “ Kris sudah menguap berkali – kali.

“Mereka tidak bisa tidur Kris-ah, hidung mereka sepertinya tersumbat.” Yaegi menyeka cairan yang keluar dari hidung Geum Chan & Geum Sha bergantian dengan tisu yang ada.

“Geum Sha, Geum Chan kita tidur ?”

“Ciya.” Geum Chan menjawab lugas. Ia sibuk menekan – nekan remote TV tanpa mengalihkan pandangannya.

“Kris-ah.. “

“Mmm.. wae?”

“Aku lebih senang mendengar ketika mereka selalu membantah ku seperti ini. Bahkan ini jauh lebih baik. Aku tidak ingin hal itu terjadi lagi Kris-ah.. “

“Eo. Katakan pada Ibu bahwa kau sudah memakai alat kontrasepsi.”

“Eh? Apa hubungannya?”

Kris menoleh, “apa kau berniat untuk memiliki bayi lagi Nyonya Wu?”

“Anyu. Mereka sudah cukup. ChanSha tidak akan punya adik.” Yaegi menggeleng cepat.

“Geurotjii. Ku rasa juga begitu. Maka itu, katakan pada Ibu, berhenti untuk meminta cucu perempuan lagi.”

“Kenapa kau tidak mengatakannya sendiri saja?”

“Jika Ibu akan mendengarkan ku, aku akan mengatakannya sendiri.”

“Shireo. Memalukan.”

Kris tersenyum geli melihat wajah Yaegi yang mulai memerah, “Geum Sha-ah, Geum Chan-ah.. kalian ingin seorang teman lagi?”

“Eo.” Geum Sha reflek membulatkan mulutnya.

“Eoh! Ya! Kau lihat, Geum Sha menjawab dia mau. Hahaha.. Yaegi-ah!” Kris tampak bersemangat.

“Anyia! Geum Sha sedang bermain dengan bonekanya. Anyia! Jinjja anyia!” Yaegi memukul – mukul lengan Kris.

“Geum Chan-ah, kau mau memiliki adik?” Kris mengajukan pertanyaan yang sama.

“Eomma.. “ Geum Chan justru menjawab lain.

“Hahaha. Geum Chan memilih ku.” Yaegi tertawa puas.

Tiba – tiba dua malaikat kecil itu memandangi Kris & Yaegi bergantian, tatapan yang nyaris sama seperti tadi pagi..

Yaegi kembali di selimuti perasaan was – was, “sayang? ChanSha jangan menatap eomma seperti itu nak.. Wu Geum Chan, Wu Geum Sha?” Yaegi melambai – lambaikan tangannya di depan wajah ChanSha.

“Eomma.. “

“Appa.. “ dalam waktu yang bersamaan dua malaikat kecil itu memanggil dua orang yang berbeda dan perlahan merangkak  menuju Kris & Yaegi yang memang masih berjongkok di depan mereka.

“Nde, eomma. Ini eomma.. “

“Appa..  kemari, appa.. “

“Kyaaaahhak!” Geum Sha lebih dulu tiba di dalam pelukan sang eomma, ia seperti tertawa geli dan memeluk Yaegi erat.

“Yay! My son.. “ chup – Kris mengangkat Geum Chan tinggi.

“Kyaaa!” Geum Chan tersenyum lebar.

“ChanSha saranghaeyo.. “ Yaegi berseru pada keduanya.

“Saranghaeyo, eomma appa.. “ Kris menambahkan.

“Mamapa ndeyo appa.. “

“Naeyo papa eomma.. “

“Hahaha. Kyeowo! “ Yaegi & Kris tertawa bahagia setelah mendengar ChanSha yang benar – benar berusaha keras untuk menirukan apa yang baru saja mereka ucapkan.

“Kau lihatkan? Mereka akan tumbuh dan semakin pintar Yaegi-ah.. “

“Eo. Uri aegideul.. “ Yaegi menepuk – nepuk punggung Geum Sha yang kini mulai menyandarkan kepalanya di bahu Yaegi. Mereka bergegas untuk masuk ke kamar.

“Na do. Uri ChanSha. Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan mu sendiri Yaegi-ah, kita akan menghadapi semuanya bersama – sama. Ara?” tangan kanan Kris merangkul pundak Yaegi dan satunya lagi menggendong Geum Chan yang juga mulai mengantuk.

Malam ini Twins Baby akan tidur bersama eomma & appa nya di atas tempat tidur. Mereka berada di tengah – tengah Kris & Yaegi.

“Eomma.“

“Appa. “

“Nde.. eomma, appa yeogisseo.. “ Kris & Yaegi menjawab bersamaan.

–          Eomma, Appa.. berjanjilah untuk selalu menjawab kami ketika kami memanggil kalian, Eomma, Appa.. saranghaeyo.. –

END

Series serenyah keripik kentang ini akhirnya END. Ekekeke. Ini hanya ulasan / gambaran baby ChanSha yang di tinggal pergi ama Eomma & Appanya. Selanjutnya, kita bakal masuk ke long series lagi.. ^^

Sampai jumpa di series selanjutnya. RCL as always. Gomawoyo ^^ *deep bow*

I’ll back soon after my final test in campus done, reply your comments, chit chat also :*

 

103 thoughts on “Missing You Mini Series, ‘EOMMA ~ APPA’ – ONE SHOOT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s