EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 3

1385994_461881337264445_136227669_n

Chapter 1 | Chapter 2 |

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Luhan | Xiao Lu | Xi Luhan

– Kim Nana | OC | as Trainee SM (fiction)

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Suho – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Xing Zhaolin | Real SM Trainee

–      Wang / Wu Lian | as Kris’s brother

–      Lee Ho Won | Hoya Infinite

–      Another BB / GB SM / Real Trainee  & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Family –  Comedy – Friendship – Sad / Hurt / Comfort – Romance
  • Rating                         : R – Restricted
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

***

OST – FT ISLAND _ AFTER LOVE

Modu da geojitmariya da geojitmariya

Its all lies. All lies

Semuanya adalah kebohongan, semua kebohongan

Noye sarangeun da geojitmariya

Your love for me was all lies

Cintamu adalah kebohongan
Itorog apeuge haeseo

You’ve hurt me so

Karena itulah aku merasa sakit seperti ini
Nal seulpeuge haeseo ulligo gan sarangijanha

You left me crying

Karena membuatku bersedih, tidakkah kau tahu cinta yang pergi dan membuatku menangis

***

XXX

Mobil sport black metalic yang dikendarai oleh Hoya berpacu dengan kecepatan tinggi melewati Nana yang masih menautkan tangannya pada lengan Luhan sembari menyusuri jalan sepi kawasan Sungai Han. Nana  berhenti sesaat untuk memastikan mobil itu benar – benar menghilang dari pandangannya.

Nana segera melepaskan lingkaran tangannya dari lengan Luhan yang berbalutkan jaket tebal. Tanpa sepatah kata yang ia ucapkan, yeoja itu melangkah lurus kedepan meninggalkan  Luhan yang masih berdiri mematung begitu saja.

“Nana -yya..” Luhan memberanikan diri  untuk menyamakan langkah dengan Nana.

Nana justru terus melangkah santai seakan Luhan tidak ada disekitarnya.

“Kim Nana aku memanggil mu. Ya!” Teriakan Luhan membuat langkah Nana akhrinya perlahan surut. Nana berbalik, ia tidak bertanya apapun melainkan hanya menatap Luhan dengan tatapan yang mengatakan ‘ada apa?’

CKITT ~~~

Pada waktu yang bersamaan Hyundai hitam berhenti pada sisi  sebrang jalan. Luhan melindungi matanya dari sinar mobil yang begitu menyilaukan pandangannya.

Tap! Seseorang keluar dari dalam sana.

“ Luhan.. “

Deg! Suara  dan sosok itu membuat Luhan menegang. “Seunghwan hyung.. “ tidak ada celah untuk mengelak dari semua ini, terlebih Nana yang  berdiri hanya beberapa jarak dari sisinya.

Seunghwan manager keluar dari bangku penumpang yang bukanlah Van EXO ataupun mobil pribadinya. Seseorang yang duduk dibangku kemudi tidak menampakkan batang hidung sebelumnya.

Seunghwan manager hanya berdiri didepan mobil yang ia tumpangi sembari menatap Luhan dengan tatapan berbicara ‘apa yang kau lakukan disini?’

Seunghwan juga mendapati sosok Nana disana. “Kim Nana?” Seunghwan menajamkan penglihatannya untuk sekedar memastikan. Benarkah itu Kim Nana? Begitulah arti tatapannya.

“Eum.. “ Nana mendeham pelan dan membungkukkan sedikit kepalanya dari seberang sana.

“Kajja. Kita pulang.” Suara berat dan raut wajah Seunghwan mulai diselimuti hawa tidak enak. Mau tidak mau Luhan segera melangka pergi dari sana dan menyebrang menuju mobil yang ditumpangi oleh Seunghwan.

 “Deorowayo (masuklah).” Seunghwan menyuruhnya untuk segera masuk kedalam mobil. Sementara Seunghwan masih memandang Nana yang sudah lebih dulu berbalik pergi. Nana sama sekali tidak memperdulikan situasi yang terjadi, lambat laun langkah yeoja itu semakin menjauh  dan menghilang dari pandangan.

CKIT ~

Ternyata Seunghwan menghampiri Nana. Perlahan kaca mobil dari sisi pengemudi diturunkan.  “Nana -yya?” Seunghwan mengintip dari arah samping kemudi.

Nana menoleh… DEG! Tanpa aba – aba apapun, Nana reflek memegang dadanya. Ia merasakan detak jantungnya seperti terhentak oleh sebuah benda keras ketika ia melihat  Lian yang duduk dibangku kemudi terlihat jelas didepan matanya.

“Nana -yya kajja, setelah ini aku akan mengantar mu pulang. Kajja?”  Nana sama sekali tidak mendengar apa yang Seunghwan katakan, Nana justru masih terpaku menatap sosok Lian yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“Nana -yya? Nana -yya!” suara Seunghwan belum  juga membuyarkan fokusnya.

Haksaeng ? Nana haksaeng?”

“Ah! Ah ye ?!” lambaian tangan Lian akhirnya dapat menyadarkan Nana.

Dug – dug – dug – dug – dug! Nana semakin merasakan  jantung nya berdetak semakin keras ketika Lian semakin jelas terlihat dimatanya.

Nana mengerjapkan matanya agar kembali fokus. “Ye? Ah gomawoyo, tapi aku naik bis saja.”

“Gwenchaseumnida. Aku akan mengantar mu. Kau tinggal dimana haksaeng?” Lian menyambangi dengan aksen khasnya.

“Kau dengar? Tuan Li akan mengantar mu hingga dorm. Masuklah. Udara diluar sangat dingin.” Seunghwan keluar dari mobil untuk membujuk Nana.

“Piryeopsseoyo. Aku naik bis saja. Geurom.” Nana menatap Lian sekilas lalu pamit untuk pergi.

Seunghwan menatap punggung Nana sesaat, dan  kembali masuk kedalam mobil. Sementara Luhan yang duduk dibangku belakang hanya bisa berdoa agar ia tidak dihakimi oleh Seunghwan nantinya.

Tin! Suara klakson mobil menyapa Nana .

“Nde.” Nana menundukkan sedikit  kepala  ketika mobil itu  melewatinya.

Hidung Nana kian memerah karena jaket yang ia gunakan cukup tipis untuk udara malam yang sangat dingin seperti ini. Tetapi bukanlah itu yang ia pikirkan..

Tatapan sendunya masih menerawang jelas mengikuti gerak laju Hyundai hitam yang baru saja pergi.  “Kkeunamja .. nuguchi? (siapa namja itu?)” tukasnya dalam hati sembari  memegangi dadanya yang masih berdegup kencang.

***

Luhan melangkah gontai masuk kedalam kamarnya. Xiumin, Yong Min, dan Minwook manager sudah tertidur pulas. Begitu pula dengan member M lainnya. Luhan masih memikirkan tentang bagaimana nanti ia harus menjelaskan pada Seunghwan manager atas apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Karena sejak dalam perjalanan pulang hingga Seunghwan manager turun dilantai 15, Seunghwan manager sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun.

“Sigh – “ Luhan membuka jaket tebal yang membalut tubunya. Ia tertunduk lemah disisi ranjang.

“Bagaimana ini?” bukan tentang hubungan yang terjalin antara Hoya & Nana yang ada dibenaknya, melainkan Seunghwan manager. Entah apa yang akan terjadi padanya esok hari.

Luhan mengecek ponselnya, ia mendapati pesan lagi melalui aplikasi KakaoTalk.

‘Aku lupa mengatakan jika Lee Ho Won akan selalu berada disekitarnya ketika malam hari’

Pesan dari Soo Hee membuatnya kembali memikirkan hal yang terjadi beberapa saat lalu. Bayang – bayang Nana & Hoya berkelebat dipikirannya.

“Ssshh.. “ Luhan mengusap – ngusap dadanya pelan. Entah apa yang ia rasakan, ketika ia memikirkan apa yang terjadi antara Hoya & Nana, jantungnya seakan menciut diiringi dengan hati yang berkedut. Lebih seperti rasa takut yang akan menjelma menjadi sebuah rasa kehilangan.

“Benarkah? Benarkah aku menyukainya lagi?”

 

#FLASHBACK

LiQian Yuan

Akun ku baru ku aktifkan lagi. Aku mencintai mu ^^

Luhan mendekatkan layar ponsel agar dapat melihat lebih jelas pesan pribadi yang dikirim melalui akun weibo lamanya. Sore itu Luhan terpikir untuk membuka akun lamanya. Ternyata benar, sosok yang sangat lama menghilang sejak ia pergi ke Korea untuk menjadi Trainee kini tiba – tiba membalas pesan yang sudah sejak satu tahun lalu ia kirimkan. Lebih tepatnya, sosok itu muncul ketika Luhan sudah memiliki nama sebagai EXO.

LiQian Yuan

Luhan? Kau sedang aktif saat ini? Aku merindukan mu ~

Satu pesan kembali masuk kedalam kotak obrolan. Luhan sudah menaruh jemarinya pada papan tombol untuk mengetik sebuah balasan,  akan tetapi..

“Tidak boleh. Nana akan kecewa karena ini” desisnya pelan. Setelah kepergian Nana seminggu yang lalu ke Jepang, komunikasi mereka berjalan dengan baik. Luhan mengakui jika dia memiliki masa lalu yang sangat sulit untuk ia lupakan. Tetapi, seiring waktu ia mengenal Nana, lambat laun sosok Liqian dapat terhapuskan dari ingatannya.

Hingga pada suatu malam pada saat EXO baru saja kembali dari Cina.. (Something Precious)

Bip. Sebuah pesan masuk menghiasi layar ponsel Luhan ketika ia baru saja ingin memejamkan matanya dan beristirahat.

Nana Kim :

 Xiao Lu. Angkat video call ku’

Luhan memaksakan untuk membuka matanya dan membalas..

‘Besok pagi saja ya? Mata ku sudah tidak bisa terbuka lagi Nana -ah.’

Bip.

Nana Kim:

 Liqian Yuan nuguchi?

DEG! Rasa kantuk yang semula tak tertahankan hilang dalam sekejap. Luhan terduduk diranjangnya.

Plak! Ia menepuk jidadnya sendiri. “Ahh! Nana mengetahui akun lama ku. Xi Luhan bodoh!” Luhan mengerang frustasi. Tidak sampai hitungan menit, dering menandakan sebuah video call masuk pun bergema..

“Ssshh.. “ Luhan merasa serba salah ketika melihat video call dari Nana.

Bip. Tersambung.

“Uhm..” Luhan mengarahkan ponsel ke depan wajahnya.

“Rusa. Dia siapa?” Nana memperlihatkan foto seorang yeoja yang pasti sangat dikenali oleh Luhan.

Perasaan Luhan semakin berkecamuk, “Nana-ah.. jaringannya sedikit terganggu. Chamkamman, aku keluar dulu.” Luhan keluar kamar dengan langkah tergesa – gesa.

Kini ia sudah berada di halaman belakang dorm ..

Video call masih juga tersendat, Luhan melihat sekitar dan melangkah naik pada sebuah akar pohon bonsai besar yang tumbuh dan menjalar di halaman belakang dorm.

“Nana.. “ Luhan kembali melihat video call nya.

“Dia mantan kekasih mu itu kan?” sosok Nana bertanya langsung.

“Nde. Dia mantan kekasih ku. Dwesseoyo, kami hanya berteman saja. Disana sudah pukul berapa?” Luhan berbasa – basi.

“Bisakah kau mengatakan padanya jika aku adalah yeoja yang sedang dekat dengan mu saat ini?”

“Kim Nana -yya.. “

“Wae? Kau masih menyukainya kan?”

“Nana -yya, aku lelah sekali. Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini? Aku sungguh tidak memiliki hubungan apapun dengannya.” Luhan menjelaskan dengan segala kepasrahannya.

“Ah matna! Aku lupa jika kau sedang terkenal saat ini. Anyi, bukankah dia juga menghubungi mu setelah kau didebutkan?”

“Kim Nana!”

“Out!”

“Terserah kau saja. Yasudah Out!”

“OUT OUT!”

“OU — AAAAAA!” Bip. Sambungan terputus begitu saja dan di akhiri dengan sebuah teriakan Luhan. Nana mencoba menghubunginya kembali tetapi ponsel Luhan tak kunjung aktif.

Keesokan harinya..

Luhan mencoba kembali menghubungi yeoja yang masih memiliki hubungan dengannya itu.

Bip. Tersambung.

“Eo.”

“Nana-yya, mian tadi malam aku — “

 “Liqian itu siapa? Kenapa tidak menjawab ku Xiao Lu!” Nana ternyata masih menanyakan hal yang sama.

“Ya! Kim Nana bisakah kau selalu tidak berteriak – terika saat menelfon ku?”

“Jawab aku!”

“Dia mantan kekasih ku!”

“Geurekuna?”

“Itu semua masa lalu ku, Hanya masa lalu ku!”

“Bohong!”

“Memangnya kau siapa?” DEG!

Luhan menunggu lama untuk  Nana menjawabnya dari seberang sana. Yeoja itu tak kunjung bersuara ketika Luhan balik mencercanya karena emosi yang memuncak.

“Kim Nana. Waktu ku tidak banyak. Benar apa yang selama ini kau katakan.”

“Xi Luhan.. “ suara itu terdengar lemah.

“Mian, sudah membuat ketidakjelasan tentang hubungan kita. Ku rasa hanya berteman itu tidak akan membuat hubungan kita menjadi baik.” Entah apa yang ada dipikiran Luhan saat ini, rasa jenuh akan sifat Nana tak dapat lagi untuk ia bendung.

“Geure.” Suara Nana berubah drastis. Ia hanya menjawab satu patah kata setiap kali  merespon pembicaraan Luhan.

“Cukup sampai disini. Jangan lupa untuk menyapa ku jika kau kembali ke Korea.”

“Kau — kau menikmati hal seperti ini?” suara Nana semakin lirih.

Luhan menghembuskan nafasnya sejenak, “mianhae Nana-yya, aku tidak bisa menjalani sesuatu jika itu membuat ku tidak nyaman.”

“Liqian Yuan ttemune ?”

“Aku harus kembali ke ruang latihan. Ku tutup.”

“Tapi Xi Lu—“ Bip.

Sejak malam itu, Nana tidak pernah lagi menghubungi Luhan dalam jangka  waktu yang lama. Begitu juga dengan Luhan, ia merasa hubungannya dan Nana selama ini terjalin sangatlah konyol. Apa itu karena kehadiran Liqian yang kembali mengisi hari – hari nya? Ditambah kepribadian Liqian yang benar – benar sangat membuat Luhan nyaman jika berbicara dengan yeoja itu. Sejak malam itu juga, Luhan memutuskan untuk menganggap hubungannya dan Nana sudah berakhir sesuai dengan apa yang pernah  Nana katakan ‘OUT’.  Baginya sifat kekanak – kanakan Nana hanya akan menyakiti satu sama lain, dan itu akan menghambat karirnya yang baru saja terthitung dalam hitungan bulan.

#FLASHBACK END

“Sigh – “ Luhan menghempaskan dirinya ke atas kasur. Ia membaringkan tubuhnya terlentang menerawang langit – langit kamar dengan tatapan kosong.

“Seharusnya aku tahu jika Nana ingin mengatakan bahwa Liqian tidak lebih tulus dari yang aku pikirkan.. “ gumamnya dalam hati.

Apakah ini yang dikatakan sebuah penyesalan? Nana-yya..

***

Sudah lebih dari satu jam Nana berada dihalte bis. Tanpa terasa malam semakin larut, jalanan Seoul mulai tampak sepi. Hanya ada beberapa kendaraan  yang masih berlalu lalang keluar dari sebuah swalayan 24 jam yang  berjarak beberapa meter dari halte bis.

Flash!

“Nana -yya. Aku sedang memanggil mu. Ya!”

Bayang – bayang  Luhan kembali terlintas.

“Cih.. Ige mwoya? “ Nana terkadang ingin terbahak jika mengingat kenyataan yang seakan perlahan berbalik memihak padanya.

#FLASHBACK

“Eyhh – kau sedang dekat dengan seseorang saat ini?” Nana menyikut Chorong yang sedang duduk diatas tempat tidur. Malam ini Nana diundang untuk pajamas party bersama sahabatnya Chorong dan member Apink yang lainnya.

“Igeon .. kau kenal kan? “ Chorong tanpa ragu memperlihatkan gambar seseorang dari layar smartphone nya.

“Itu juga akan menjadi sunbae mu Nana -yya.. “ Eunji berbicara dari pantulan cermin rias.

Nana menajamkan penglihatannya dan meraih smartphone Chorong, “DIA?” ekspresi Nana sontak terkejut.

“Wae? Ada apa dengan Luhan?” Bomi & Nam Joo ikut penasaran.

“Kau mengenalnya? Jinjja? Kau juga dekat dengan Luhan?” Chorong berubah penasaran.

“Anya, bukan begitu. Tentu saja aku pernah melihatnya. Eo.. ini.. “ Nana yang semula bersemangat akan pajamas party, tiba – tiba tertunduk lesu, hatinya  terasa berkedut..

“Ah chamkamman, aku belum memakai krim malam ku.” Chorong turun dari ranjangnya.

“Choco-ah, aku pinjam ponsel mu nde?” Nana meraih kembali smartphone Chorong yang tergeletak di atas bantal.

“Ndeee.. “ Chorong berteriak dari arah kamar mandi.

Nana memberanikan dirinya membuka ‘online chat’ antara Chorong & seseorang yang baru saja diperlihatkan oleh Chorong sebagai namja yang saat ini tengah menjalin hubungan dengan leader Apink itu.

Nana dengan lancang mengunggah salah satu potret dirinya yang terdapat  pada koleksi foto Chorong. Tit. Pengunggahan selesai.

Nana memilih salah satu foto yang sengaja memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin dilupakan oleh namja itu.

223848_120485371423062_440995641_n

(Itu kalung yang dikasih Luhan😀 )

‘Itu Kim Nana. Dia teman ku yang saat ini masih menjadi Trainee SM, kau kenal?^^’

Tidak sampai belasan detik..

Bip. Nana cepat – cepat membuka pesan chat tersebut agar Chorong tidak mengetahuinya.

‘Jinjja? Aku belum pernah melihatnya sama sekali. Waeyo?’

Daebak! Satu kata yang langsung tercetus dari batin Nana. Luhan bahkan tidak menunggu lama untuk membalas pesan Chorong dan dengan lugas menjawab

‘aku tidak mengenal Kim Nana.’ Lalu, apakah Luhan juga melupakan kalung pemberiannya sendiri?  Yang jelas – jelas menggantung pada leher Nana didalam foto itu. Mungkinkah, jadwal EXO yang begitu padat menuntutnya untuk menjadi seorang penderita amnesia?

#FLASHBACK END

“Hhh.. bukankah semua itu hanya sampah? hufh – “ Nana kembali terkekeh geli dengan sendirinya. Hingga saat ini, ia belum bisa mencerna dengan akal sehatnya atas apa yang sudah terjadi antara dia & Luhan. Ini seperti sebuah settingan drama yang dipaksakan dalam kenyataan hidup.

“Ssshh.. kenapa tidak ada bis yang lewat sama —“ Nana berhenti menggerutu ketika tanpa sengaja pandangannya menoleh pada swalayan diujung sana.

“Namja itu.. “ Nana bangun dari duduknya, ia lagi – lagi terkesiap melihat sosok yang baru beberapa saat lalu bertemu dengannya.

Orang yang dimaksud oleh Nana juga tanpa sengaja memandang ke arahnya..

“Eoh! Dia menyapa ku?” Nana memalingkan wajahnya ketika menyadari namja itu melambaikan tangan ke arahnya. Pada saat Nana hendak berbalik lagi untuk melihatnya..

“OMO!” Nana sontak berteriak. Jantunya benar – benar nyaris berhenti berdetak karena sosok itu kini sudah beradap didepannya.

“Nana haksaeng ?” lebih tepatnya sebuah pertanyaan yang ingin memastikan.

“Ye.” Nana menjawab canggung.

“Sedang apa disini? Tidak ada ada bis lagi?” namja yang tak lain adalah  Wu / Wang  Lian terkesan sangat ramah terhadapnya. Padahal beberapa saat lalu mereka baru saja bertemu.

“Nde? Ah isseoyo, geundae — “

“Kau tinggal di dormitory SM? Apartement ku juga ke arah sana. Ikut dengan ku?” tanya Lian menawarkan.

“Nde? Ah anyimida. Piryeopsseoyo.” Nana menolak sopan.

“Aku membeli banyak keripik kentang. Kau mau?” Lian memperlihatkan isi kantong plastik  yang ia bawa.

“Gwenchaseumnida. Gamshamida.” Nana kembali tersadar bahwa hingga detik ini tidak ada lagi bis yang datang. Ia masih celingukan melihat sudut jalan raya, berharap ada bis yang bisa mengatarnya hingga dorm.

“Aku juga bekerja di SM. Ghopjeongmalhaseyo, aku bukan orang jahat.” Lian membuka resleting jaketnya, ia memperlihatkan sebuah bed nama sebagai identitas diri.

“Nde? Anyi.. keugon anyiraguyo..” Nana mengibaskan tangannya cepat, “sebentar lagi bisnya pasti akan — “

“Ini kartu nama ku.” Lian menyodorkan secarik kertas dari saku kemejanya.

“Ye?” Nana  menerima kartu nama itu.  “Chamkamman!” ekspresi Nana berubah  shock, “KK grup? Ini perusahaan chingu ku!” Nana berkata spontan setelah melihat keterangan dari kartu nama Lian yang menerangkan bahwa ia menjabat sebagai sekretaris utama perusahaan tersebut.

“Jeongmalyo?” Lian balik bertanya.

“Eo. Cho Yaegi! Dia satu – satunya putri tunggal dari KK grup.Geutji? Jadi kau bekerja disana?”

Lian mengangguk.  “Hmm, dia adik ipar ku.”

“MWOYA?” Nana nyaris tersedak karena  pengakuan Lian.

“Ssstt.. ini rahasia kita berdua. Aratji?” Lian memberikan kelingkingnya seraya tersenyum hangat. Hal yang juga tidak pernah ia lakukan kecuali pada Ibunya.

Nana memundurkan sedikit kepalanya, menatap Lian semakin heran, “nde.. “ Nana hanya mengangguk tanpa ikut menautkan kelingkingnya.

Lian tersenyum ketika menyadari sosoknya semakin tampak asing dimata Nana. “Kau boleh menelfon adik ipar ku terlebih dahulu jika kau masih tidak percaya.”

“Jadi kau kakak dari tower EXO — “Nana segera meralat kata – katanya, “anyi maksud ku jadi kau dan Kris — ”

Lian terkekeh geli, “haha. Majayo. Naneun Kris hyung-gga. Geundae, ssstt.. ini hanya rahasia kita, kau ingatkan?”

Nana mengangguk pelan, “nde..”

“Geure, kajja.” Nana akhirnya bersedia diantarkan oleh namja asing yang baru saja dikenalnya itu. Nana terus memperhatikan punggung Lian yang berjalan didepannya..

“Dia — dia .. seperti bukan orang asing untuk ku.. “

“Eoh!” Nana mengerem langkahnya ketika Lian berbalik melihatnya dan membukakan pintu mobil, “masuklah.. “

“Ye.”Nana mengangguk cepat dan langsung masuk kedalam mobil.

Tap! Lian menutup kembali pintu mobilnya. Sesaat ia menoleh pada sosok Nana yang sudah berada didalam mobilnya.. “perasaan apa ini? Hufh – entahlah.” Lian memilih untuk mengabaikannya dan segera masuk kedalam mobil.

***

The next day ..

SRET –

Kai menarik sebuah kursi yang ada didekatnya, setelah  melihat seisi kantin sejenak.

“Noona..” Kai memberanikan diri memnaggil yeoja yang tengah asik menghisap lolipop didepannya saat ini.

“Mwoe?” Nana menatapnya galak.

“Keuge — keugeyo.. “ Kai mengusap – ngusap tengkuknya, “Noona, kau sungguh akan berhenti menjadi trainee? Jeongmal? Aku mendengarnya dari eomma. Jinjja? Apa ini ada hubungannya dengan Luhan hyung? Ah! Yong Min samchon-gga.. mengetahui hubungan kalian? Jinjja? Eonje? Bagaimana — “

Nana berhenti menghisap lolipopnya, “ya! Apa kau sedang ingin mempromosikan album kalian? Pertanyaan mu tidak enak untuk didengar. Persingkat! ” Perintah Nana ketus.

Raut wajah Kai semakin berubah tidak mengenakkan, “noona.. “

“Eo. Wae? Kau merasa di rugikan?”

“Kenapa kau melakukan itu noona? Itu kesempatan yang sangat lang— “

Nana menyanggah cepat kalimat Kai, “kenapa kau mendadak berubah menjadi seperti ini? Kau demam tinggi? Eoh? Tidak panas.. “ Nana meraba – raba wajah Kai seenaknya.

“Ah noona!” Kai menepis kesal tangan Nana.

“Kekeke. Auuwhh aigoo.. sepupu ku ini ternyata lebih menggemaskan dari bongsam si hamster eoh? Kyeoptta!” Nana mencubit – cubit pipi Kai. Ia tidak pernah merasa sedekat ini  sebelumnya. Nana adalah sosok yang sangat penyayang.

“Aish geumanhae!” Kai semakin kesal diperlakukan seperti itu.

“Ya! Bukankah kau baru saja comeback? Kenapa datang kesini?”

“Hari ini ada acara penghargaan di Beijing. Hanya 4 member saja yang pergi, lalu selebihnya berlatih di atas.” Jelas Kai singkat.

“Lalu kau berlatih di kantin? Sudah berani memanfaatkan posisi samchon mu yang menjabat sebagai CEO disini?” Nana sengaja memancing amarah Kai yang menurutnya itu sangat menggemaskan.

“JIEJIE!” seseorang berteriak dan  melangkah masuk ke dalam kantin. Zhaolin sedang berlari ke arahnya..

“Jiejie. Aku sudah selesai. Kajja?” Zhaolin menarik tangan Nana, ia tidak menyadari keberadaan Kai disana.

Kai bangun dari duduknya ketika kedua orang itu akan segera beranjak pergi. “Aku duluan.” Kai menginterupsi.

“Eoh! Jong In sunbaenim annyeonghaseyo. Mianhamnida, aku sungguh tidak tahu. Annyeonghaseyo.” Zhaolin berkali – kali membungkuk sopan.

“Nde, nde anyyeonghaseyo. Bangaptta.” Kai tersenyum ramah. Baru pertama kali ia mendengar  ada yang memanggilnya dengan sebutan senior.

“Olin -ah.. kajja. Noona memiliki dua tiket menonton gratis. Kau mau menonton apa?” Nana memakai ranselnya, ia bangun dari kursi kantin seraya merangkul Zhaolin untuk melangkah keluar kantin tanpa berpamitan pada Kai.

“Eoh, sunbaenim aku permisi. Annyeonghaseyo ~ “ Zhaolin tak lupa berpamitan meskipun rangkulan Nana menarik lehernya.

Kai melihat dua sosok itu menghilang dibalik pintu kantin. “Ah.. “ seolah ada lampu terang baru saja menyala pada kepala Kai. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat untuk seseorang..

‘Hyung. Sepertinya aku memiliki sebuah cara yang sangat maksimal.’ Bip. Pesan terkirim.

Bip.  Basalan diterima..

‘Geure. Aku sedang dihotel.’

Kai mengetik cepat dengan jemarinya.

‘Jangan melupakan janji mu hyung.’

Bip. Satu pesan diterima.

‘Arasseo.’

“Kekeke. Kenapa tidak pernah terpikirkan oleh ku? Ah.. aku saja baru mengetahuinya sekarang… “ Kai tersenyum dengan smirknya sambil melangkah keluar kantin.

***

Beijing _ EXO in Hotel

“Aaahhh .. aku gerah sekali..”

“Jangan mengeram dikamar mandi Kungfu panda.” Lay melemparkan handuk hingga menutup wajah Tao.

“Eo. Cerewet sekali.” Blam! Tao masuk ke kamar mandi.

EXO  baru saja kembali dari sebuah acara award  yang berlangsung beberapa saat lalu. Kini mereka sudah kembali ke hotel untuk beristirahat.

“Xiao Lu, kau tidak mandi?” Kris melihat Luhan yang tidur membelakangi dirinya. Sepulang dari rumah makan, Luhan langsung mencari kasur untuk menghempaskan kepalanya yang terasa teramat berat. Mungkin itu juga karena pengaruh minuman beralkohol yang sedikit banyak ia teguk.

“Sebentar lagi. Kamar mandi hanya satu.” Luhan merespon dengan nada mengantuk.

Kris dan Lay saling bertatapan, “ada apa? Cinta mu ditolak?” Kris menahan tawanya.

Plak! Tangan Luhan mendarat asal dan mengenai bahu Kris, “jangan banyak bicara.” Luhan masih juga tidak berbalik.

“Kau harus minta maaf pada Seunghwan hyung.. “ Lay menambahkan.

“Cih.. yasudah. Yixing, kita mandi dikamar manager hyung saja.”

“Hmm, ayo.” Kris & Lay tidak  dapat menunggu  Tao yang akan tinggal lama dikamar mandi. Mereka memutuskan untuk berbenah dan membersihkan diri pada  kamar managerdeul yang berada tepat disebelah kamar mereka.

Ceklek – blam! Terdengar pintu kamar yang ditutup.

“Ssshh.. “ Luhan akhirnya merubah posisinya menjadi terlentang.

“Hufffhhh .. !” Ia menghembuskan nafas melalui mulutnya sembari menatap langit – langut kamar hotel yang ia tempati saat ini.

 “Nana adalah cinta pertama bagi Howon. Mereka sudah  saling mengenal sejak lama.”

Pesan singkat Soo Hee kembali terbayang – bayang olehnya, Luhan kembali merubah posisinya menjadi menyamping.

 “Mollayo. Ku rasa Nana adalah sosok kekasih bagi Howon.”

Ia semakin tidak mengerti atas apa yang sedang dialaminya saat ini. Sejenis perasaan melankolis yang tidak masuk akal. Sungguh perasaan yang sulit untuk dilukiskan.

Kau merusak semuanya Nana-yya..

***

_Yaegi’s new house_

Slap! Yaegi membentangkan seprei, tak lupa bed cover bermotif polkadot yang kini juga ia bentangkan di atas ranjangnya. Tenanganya  sedikit terkuras karena ini adalah hari pertama dan juga malam pertama ia  tidur di tempat huniannya yang baru. Ia lebih dulu menata baby box dan keperluan ChanSha karena dua malaikat kecil itu akan  segera terlelap.

Geum Sha dan Geum Chan tampak sedang memperebutkan sesuattu dibawah sana. “Anyiaaaa! Chiitaaaboo! Aaaa! Chiiittaa!” Geum Sha menarik – narik boneka hello kitty yang ditarik oleh Geum Chan. Dua bayi lucu itu terus melakukan aksi tarik menarik.

“Geum Chan, Geum Sha ireojimmarayo aegi.. jangan bertengkar. Kalian dengar eomma?” Yaegi berbicara dari atas ranjang sambil merapikan seprei yang baru saja ia bentangkan.

Plak! Sekejap ketika Yaegi berbalik membelakangi mereka, tangan Geum Chan melayang bebas pada pipi kembarannya Geum Sha.

“CIYAAA!” Geum Sha memekik keras. Ia berusaha menarik boneka miliknya dari tangan sang oppa.

“Wu Geum Chan, Wu Geum—“

Plak! Plak ! Plak!

“HOOAAAAAAAAA … “

“Ya tuhan! Wu Geum Chan apa yang kau lakukan ?” Yaegi nyaris melompat dari ranjang ketika melihat Geum Chan yang berkali – kali memukul wajah Geum Sha dengan tangannya.

“Uhmmm..uhmmama.. mama .. umamama..“ wajah Geum Sha memerah, ia merangkak mendekati Yaegi seolah ingin mengatakan ‘eomma, oppa memukul ku’.

“Ssshh.. Wu Geum Chan kau tidak boleh seperti itu. Ara? Kau lihat, adik mu kesakitan. Sssstt.. uljimma – uljimma. Cup – cup.. sayang.” Yaegi menggendong Geum Sha, mengusap – ngusap punggung putri kecil itu agar Geum Sha segera berhenti menangis.

“Geum Chan oppa kenapa menjadi nakal?” Yaegi berjongkok memegangi tangan Geum Chan. Jagoan kecil itu justru hanya menunduk dengan boneka hello kitty yang ia tekan – tekan dengan telunjuknya. Geum Chan seakan mengerti jika Yaegi sedang memarahinya.

“Appa.. hoaa – Appa – hkk – appa.. “ Geum Sha mulai menunjuk  – nunjuk pintu kamar. Jika sudah menangis seperti ini, orang yang pertama ia cari adalah Kris.

“Cup – cup sayang. Disini eomma, Wu Geum Sha.. ini eomma.. “ Yaegi kembali berdiri, berjalan mondar – mandir didalam kamar agar Geum Sha berhenti menangis.

“Ciyaa – hooaaa – appa mmm hooa appa.. “ Geum Sha masih menggumam menyebut sang Appa.

Yaegi memejamkan matanya frustasi, “appa eobseo. appa sedang pergi bekerja. Ssstt.. Ah igeo mwoya? Waaahh itu apa? Itu diatas sana.. “ Yaegi menunjuk asal pada salah satu sudut atap kamar berupaya agar Geum Sha berhenti menangis.

“Eomma..” Geum Chan kecil tiba – tiba menarik celana tidur yang Yaegi kenakan.

“Eungg?” Yaegi menunduk melihat malaikat kecilnya.

“Eomma.. “ Geum Chan menahan lututnya, ia berusaha untuk berdiri dengan menyodorkan boneka anak ayam pada Yaegi.

Yaegi yang melihat itu merasa tersentuh akan sikap polos  bayi berusia 10 bulan itu, ia kembali berjongkok.. “ini untuk adik mu?” Yaegi mengambil boneka anak ayam dari tangan Geum Chan.

Geum Chan tidak meresponnya, tetapi perlahan tangannya justru meraba – raba tangan Geum Sha, dan itu membuat Geum Sha berhenti menangis karena merasa heran dengan Geum Chan yang memegangnya..

“Eomma.. “ Geum Chan menarik baju bagian bahu Yaegi, ia meminta Yaegi juga untuk menggendongnya.

“Cha – kita duduk disini saja ya?” Yaegi memilih untuk duduk agar dapat memangku kedua buah hatinya.

“Shittaboo..” Geum Sha yang sudah berhenti menangis kini mengarahkan telunjuknya ke hidung Geum Chan.

“Shomamama.. boolmama..” ChanSha kembali akur. Yaegi melihat pemandangan itu dengan tersenyum lebar. “Kalian harus akur, ara? Geum Chan harus menyayangi Geum Sha, begitu juga dengan Geum Sha. Kalian dengar eomma kan?” Yaegi membuat interaksi dengan kedua buah hatinya. Meskipun mereka tidak dapat menjawab atau memberikan respon yang baik, tetapi  secara alamiah ChanSha dapat memahami jika orang tuanya sedang berkata hal yang baik saat ini.

Drt – drt. Ponsel Yaegi bergetar dari atas meja. “Chamkkaman. Eomma melihat dulu siapa yang menelfon nde?” Yaegi mendudukkan ChanSha dilantai beralaskan permadani yang secara khusus ia taruh ditengah – tenagh ruang kamar.

Senyuman tipis langsung terpahat pada wajah manisnya ketika melihat nama si penelfon.

Bip. Tersambung.

“Yeobseyo?” Yaegi memulai percakapan dengan senyuman lebar.

“Jiggeum mwoeyeyo? Sudah selesai? Siapa yang membantu mu?” suara itu terdengar sangat berbeda. Lebih terdengar seperti suara yang manja.

“Uhm. Hampir selesai. Cepatlah pulang dan datang kemari.” Yaegi berbicara sambil mengusap – ngusap kepala ChanSha bergantian.

“Besok malam aku akan kesana. ChanSha eodisseo?”

“ChanSha Yeogisseo. Cha- appa.. appa menelfon.. “ Yaegi mendekatkan ponselnya pada ChanSha dengan menghidupkan loudspeaker.

“Wu Geum Chan .. Wu Geum Sha.. “ suara Kris sangat terdengar jelas.

“Appaaaaa.. “ Geum Sha berteriak ke arah ponsel ketika mendengar suara bass milik sang appa.

“Yay! Wu Geum Sha matji? Wu Geum Chan eodiya?” Kris tertawa renyah ketika mendengar suara buah hatinya.

“Chan oppa. Ini appa sedang menelfon. Ayo bicara.. “ Yaegi mendekatkan pada Geum Chan.

“Apppaaaa.. “ justru Geum Sha kecil yang tetap berteriak senang.

“Hahaha. Nde, ini appa. ChanSha kenapa belum juga tidur? Eomma mengajak kalian untuk menonton pertandingan bola?”

“Ya!” Yaegi langsung mematikan loudspeaker dan  menempelkan kembali  ponsel pada kedua telinganya

“Hahaha. Wae geure? “ Kris tertawa geli.

“Eo. Aku sedang mengajak ChanSha minum soju dan memanggang daging. Wae? Kau tidak suka? Cih.. “ Yaegi berdecak kesal.

“Eyh – itu saja marah. Istri ku sedang datang bulan?”

“Anyu.”

“Aku jadi tidak sabar ingin segera melihat rumah baru kita.”

“Hmm.. segeralah pulang.” Yaegi berpindah duduk ke kursi rias.

“Arasseo. Besok setelah dari SM aku akan segera kesana. Udara di Beijing cukup dingin..”

“Eo, disini juga. Chukkaeyo untuk award yang kalian dapatkan.”

“Uhm. Juga berkat doa mu.  Wang Lian tidak datang membantu ?”

“Dia sudah sangat sibuk dengan semua pekerjaannya.”

“Kau jadi menjemput Kyubin esok hari?”

“Anya. Woo Yeon tidak jadi ke Korea, ia menunda keberangkatannya hingga awal tahun ini.” Yaegi memasang wajah kecewa.

“Jinjja? Nyonya Wu, apa Kyubin akan tinggal bersama kita jika dia pulang?” suara Kris terdengar ragu.

“Waeyo? Kau tidak mau? Tidak suka?”

“Anya. Anyia. Keugo anyia.. “ Kris terlihat panik, ia takut jika Yaegi akan salah paham terhadapnya.

“Tentu saja tidak. Kyuhyun eomma tidak akan mengizinkannya.”

“Eo, joah.”

“Mwo?” Yaegi dapat mendengar jelas meskipun itu hanya terdengar seperti desisan.

“Kekeke. Tidak, aku bercanda saja. Anak itu sudah berusia berapa tahun sekarang? Dia masih mengenaliku tidak ? Cho Kyubin..”

“Mollayo. Mungkin dia juga tidak akan mengenaliku lagi Kris-ah.. “ Yaegi tertunduk lemah. Mengingat sudah dalam waktu yang lama Kyubin tidak pernah berkomunikasi dan bertatap muka dengannya, membuat kemungkinan besar bocah berumur 5 tahun itu susah mengingat akan sosoknya.

“Tidak mungkin dia sama sekali tidak mengingat mu. Kau adalah wanita yang ia lihat sejak ia lahir. Jangan seperti itu. Lihat wajah mu didepan cermin, pasti jelek sekali.”

“Semoga saja. Ah .. Kris-ah, kenapa kau bisa menelfon selama ini? Managerdeul eodigga?”

“Mereka semua sudah di kamar. Kami minum sedikit.”

“Kau mabuk?” Yaegi bertanya retoris.

“Anyia. Ah nde, Nyonya Wu.. Kim Nana-gga.. “ Kris menggantungkan kalimatnya.

“Kim Nana? Wae? Ada apa dengan Nana Kris-ah??” Yaegi balik bertanya, suaranya  terdengar penasaran.

“Kim Nana –gga namja chingu isseoyo? Kenapa semua teman mu membuat mereka kacau?”

“Mwo? Kacau? Siapa yang kacau? Anyi, apa yang sedang kau bicarakan sekarang Kris-ah? Aku tidak mengerti.” Yaegi mengubah posisi duduknya menjadi menyamping agar dapat menjangkau ChanSha yang masih bermain.

“Kemarin malam Luhan menemui Nana dan bertemu dengan Seunghwan hyung.”

“Jinjja? Eonje? Lalu samchon memarahinya?” Yaegi sontak terbangun dari duduknya.

“Mollayo. Isseoyo (ada tidak)?” Kris balik ke pertanyaannya semula.

“Aku tidak tahu pasti. Kedekatan ku antara  Nana & Soo Rim sedikit berbeda. Nana memiliki banyak teman dekat Kris-ah. Dia bahkan banyak berteman dengan personil girl group. Dulu aku pernah di ajak olehnya ke dorm Apink. Ah nde, dia bersahabat dengan Park Chorong. Kau kenal?”

“Eo. Aku mengenalnya ketika WGM  Taemin. Uhm.. Jia & Fei juga pernah berselca dengan Nana. Yoona sunbaenim do. Dia bahkan lebih terkenal dari Luhan hahaha..” Kris tertawa puas -_-

“Kalau aku tidak salah, Soo Jung juga sangat akrab dengannya. Geundae, kenapa jadi membahas Nana?”

“Luhan.. Itu seperti bukan dirinya. Dia hanya akan tampak tenang ketika kamera sedang menyorotnya, tetapi setelah itu  wajahnya yang polos terlihat semakin bodoh.” Jelas Kris panjang lebar.

“Jadi yang kau maksud kacau itu, Nana? Ahh.. aku tidak tahu Kris-ah. Aku tidak begitu mengenal latar belakang Nana.”

“Lalu jika dia itu pembunuh bayaran bagaimana? Jadi selama ini kau suka menerima orang asing begitu saja ketika aku tidak ada? Auuwhh Nyonya Wu neo jinjja..” Kris mulai mencari masalah -_-

Yaegi menjauhkan ponsel dari telinganya, suara Kris sangat tidak enak untuk didengar. “Dia orang yang baik. Dia sangat setia kawan. Hanya saja hubungan kami tidak terlalu dekat. Ssshh.. sepertinya Jiji mengenal baik Nana. Kenapa tidak bertanya pada Tao saja?” Yaegi menyarankan hal yang sudah jelas akan berbuah penolakan -_-

“Piryeopchi!” benar. Kris menolak dengan nada ketus.

“Kris-ah, ini waktunya ChanSha minum susu. Nanti aku akan mengubungi mu lagi nde?”

“Shireo! Biarkan ponsel mu tetap hidup. Kau bisa saja membawa orang asing diam – diam kerumah ketika aku tidak ada.”

“Eoh.. Oppa wasseo?” DEG!  Mendengar suara Yaegi yang berubah manja, jantung Kris seakan mau copot. “Nyonya Wu!”

“Mwo? Kau lupa aku tinggal bersama siapa?”

“Nugu? Bersama siapa? Jangan mengtakan jika Wang Lian—“

“Wu Geum Chan oppa, Wu Geum Sha eonnie. Hahaha..” Yaegi terbahak  ketika menyebut ChanSha dengan sebutan itu.

“Cho Yaegi sungguh tidak lucu.” Suara Kris terdengar datar.

“Rambut Geum Sha mulai tumbuh panjang. Aku menguncirnya seperti pohon kelapa. Kyeopta.. “ Yaegi memandangi putri kecilnya diujung sana.

“Jinjja? Ayo kirim sekarang. Jangan membuat hal aneh pada anak – anak ku Cho Yaegi. Haha.” Kris ikut tertawa renyah.

“Araaa. Eoh! Kris-ah!” Yaegi mengingat sesuatu hal.

“Wae?”

“Xing — Xing Zhaolin. Kau kenal? Sepertinya namja itu dekat dengan Nana. Nana bahkan memanggilnya sangat mesra. Olin-ah ~  ireokhae (seperti itu). Oh ho! Xing Zhaolin, bisa jadi kan?” Yaegi tidak menyadari jika sugestinya hanyalah kesalahpahaman semata.

“Zhao? Zhao adik kelas Yi Xing?”

“Eh?” Yaegi terperangah.

“Xing Zhaolin trainee SM maksud mu? Iya. Itu Zhao, dia adik kelas Yi Xing semasa sekolah. Kau yakin? Tidak salah?”

Yaegi mengerutkan keningnya sejenak, “tidak tahu pasti. Tapi juga tidak menutup kemungkinan kan?”

“Nyonya Wu. Nanti ku telfon lagi, manager hyung datang. Gomawo. Neomu neomu neomu neomu neomu neomu Wo Ai Ni.” Kris berbicara cepat dan .. Bip. Sambungan terputus.

***

131207 _ SM Office _ 10 A.M

Van putih EXO kembali terlihat setelah beberapa saat lalu bertolak menuju bandara Gimpo  untuk menjemput empat member M yang baru saja kembali dari Beijing. Sesuai  yang diharapkan, EXO kembali memperoleh sebuah award pada acara penghragaan 6th Music billboard malam tadi.  Kini Satu persatu dari mereka lebih dulu turun didepan pintu utama SM. Pagi ini tampak sepi, hanya ada beberapa fans yang mengambil gambar mereka dari seberang jalan. Luhan, Lay, Kris & Tao berjalan lurus menuju lift untuk segera tiba dilantai 3.

“Ssshh.. aku ke toilet dulu. Tidak tahan lagi.. “ Luhan menyodorkan tas ransel miliknya   begitu saja pada Lay yang berdiri disebelahnya. Namja itu berlarian menyusuri koridor yang mengarah  pada tempat dimana toilet berada.

Luhan menghidupkan kran air untuk membasuh wajah dan mencuci tangannya. Kedua mata rusa tampan itu tampak sedikit sembab dikarenakan ia terus tertidur ketika didalam pesawat.

Drt – drt – drt .. sebuah getar yang bersumber dari saku celananya.

Luhan mengeringkan tangan terlebih dahulu sebelum ia meraih ponselnya.

Flip. Luhan mengernyit ketika membuka pesan masuk yang kini tengah ia baca.

“Xi Luhan kau tahu jika — “ DEG! Luhan berhenti membaca pesan singkat tersebut, ia reflek memandangi pantulan dirinya melalui cermin toilet.

“Sungguh?” Luhan bertanya pada dirinya sendiri. DEG! Ia mengingat akan sesuatu dan segera berlarian keluar dari toilet. Luhan mempercepat langkahnya menuju lobi tempat dimana memberdeul masih menunggunya.

“Xiaou Lu kau —- “ suara Im manager terputus ketika Luhan hanya melewati mereka begitu saja.

Tit – tit – tit. Luhan menekan – nekan pintu lift agar segera terbuka. “Aish !” baru kali ini Lay, Kris, Tao dan Im manager melihat Luhan yang sama sekali tidak merespon orang dengan baik.

“Xi Luhan apa yang terjadi?”

“Apa terjadi sesuatu ge?” Tao ikut bertanya mewakili Kris & Lay yang sudah lebih dulu memandangi Luhan dengan ekspresi bingung.

Luhan masih tak menggubris, “aahh.. jebaall.. “ Luhan justru bergidik frustasi melihat lift yang masih berjalan turun dari lantai 8.

Luhan memperhatikan sekitar sejenak, ketika matanya tertuju pada arah tangga…

“Hyung, Chamkamman!” hanya kalimat itu yang ia ucapakan pada Im manager. Lalu ia berlarian menaiki tangga tanpa menoleh sedikitpun.

“Ya! Xi Luhan!”

To Be Co

Uhm.. Lee Howon a.k.a Hoya, ga akan terlalu ekspose disini yak. Bisa dikatakan Hoya hanya support cast disini kekeke😀

153 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 3

  1. Eonni….
    Daebak !!! GeumChan auhh neo jeongmal kyeowo ! Bayangin mereka berdua bikin … gemes >.<

    Next !!
    Ditunggu kelanjutannya !!
    Hwaiting !! ^^

  2. Lian berasa jadi ‘anu'(?) sama setiap pasangan ye..ckck. Tapi aku rela kok si Tuan Keripik bersama Nyonya Galak😄

    di sini sehun kaga keliatan ya eon, jadi kurang srek. Tapi tetep kece kok ada Kai dengan sejuta ide gilanya😄

    next, figthing eonni~😉

  3. Terima kasih sudah membuat saya galau hahahaha /nangismeringisbarengjongin/ /pukpukluhan/
    Wu Lian tolong jangan tebar pesona ke nana, dia udh jadi miliknya Luhan T.T saya masih sanggup menerima pesona kamu huaaaa T.T /ditepokjongin/
    Hoya, coba jangan lirik2 nana, kamu fokus ke Seo Inguk aja, dia kan gebetan kamu di Reply 1997 T.T
    Intinya Nana cUm4 bu4t Luh4n cHeLamanY4 ~~~
    kkk

    • Hey hey anda dapat salam itu dari Wang Lian :p
      wkwkkwkw ini lagi, sama aja kayak Jiji. saranin nya ke Inguk wkwkwk LOL
      jadi kok tulisannya semacam alay? entar ga masuk surga loh kak, tapi masuk Churg4 -_-

      • Lian ketuaan, maunya sama yang itu tuuuu~~ yang masih seger itu lhoooo /kedipkedipmatasamasiitutuu/
        itulah yang namanya ikatan batin istri2 maknae Line, kwkwkwk
        kali aja yang ngerasa istrinya sehun juga ngasi ide kekgtu :O
        9a ApH4 aPh4 d0nG sKaL! k4Li 4L4Y ~~~~
        yang penting si item ttep c!n+4 sama saya /nariperutbarengjongin/

  4. Awuhhh >,<
    aku ketinggalan beberapa chapter masaaa T_T
    mianhae baru muncul Cho Agashi, banyak tugas kuliah jadi jarang ol *hiks

    aku baca seri HanNa nya ngebut dari 1-3 masaaa (-,-) *heuhh
    Tingkah Luhan dichapter ini bikin penasaran bingit sumveeh
    Nana juga ngegemesin bingit :3
    jangan bilang dia punya perasaan sama Kak Lian? *uhhuuk

    OKEH
    selalu DAEBAK Cho Agashi mah !! (Y)
    LANJUUUT yuhuuuuuu

  5. luhan gege kenapa panik banget habis terima sms itu??? 0_0 kyubin beneran akan kembali? kira2 dia masih kenal nggak ya sama appa tiangnya? ah…, penasaran banget sama ceritanya >3< dan ceritanya keren seperti biasa♥_♥ I waiting for the next chapter. Eonni fighting😀

  6. huah thor hubungan hana ini memang sulit dan rumit tapi justru bikin penasaran. itu si chansa tambah gede tambah bikin gemes, kapan aku punya ade kaya mereka T-T aku aja bacanya teriak2 sama ketawa2 gak jelas persis psikopat yg kehilangan emasnya (?) eon apa sih rahasianya bikin ff sebagus ini, sumpah eonni ini kreatif bgt *acungin jempol* kasi rahasianya dong eon sesama author eon *kedip2*
    oke eon lanjuttttttt

    • HaNa suka yang ribet2, lebih challenging kkkk
      ayo minta ama papa ama mama *plak -_-
      Ahahaha, aduuh ngeri juga ya hahahaha. uhmm rahasia? cintai EXO & Kris sepenuh hati, itu rahasianya😀
      Waaahh aku jadi pengen baca FF kamu, pasti ga kalah seruuuuuuu :*

  7. aQ ktinggaln…
    mkin bnyak org nich,mkin seru dong:-) wach kyubin muncul lgi,,psti kyuhyun jg ada kn eonni..??
    gmna nich nsib HanNa slnjut_y?? next chap_y d tuggu y eonni…

  8. Ping-balik: EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 4 | We Are One ! Wo Ai Kris Wu

  9. ada apa itu? knp xiaolu? duh makin penasaran aja deh~ u.u tapi aku bacanya smp disini dlu aja ya, aku pngn tidur *ga ada yg tanya* soalnya disini udah hmpr jam stgh 12 malem~
    kris bener” konyol ya hahaha😀

  10. Wah….namja potato Cinta cinta ke Nana???
    Jgn deh…kim na na sama Lu han saja…

    Sulit ditebak (-_-)

    Wah..jiejie,Rumah Baru napa kgk undang Xonjimen and Xonammen??????

    Kyubin?dah lama ga denger kabarx…
    Cukkae buat Uri EXO,terutama Suho
    hakhakhak

  11. eomma >.<
    kenapa tambah rumit eo???
    nana ska ma lian??
    trus hoya ska nana??
    lah luhan apa???
    aigoo…ini masalahny muter2…bikin pucing…kacian rusa *peluk luhan*
    mian bru bsa comment eomma😦

  12. Ahhhhhhhhhhh Luhan knp sikapnya jadi begitu pas Nana kirim selca dia pake handphone Chorong?😦
    By the way, Luhan beneran deket ama Chorong?? :3
    Aduuuuhhh Nana suka Lian? >////<
    Complicated banget sih ini Luhan-Nana wkwkwkwkwkwk *nonton bareng Kyuhyun XD*
    Lanjut part selanjutnya yaaa😄 hehe
    Keep writing, dear❤

  13. q udah baca part yg ini blm ya?? lupa kekekekek
    lian selalu eksis dengan kripik kntangnya… dia brand ambassador nya ya? ahahah
    aku tau loh..lian sama nana ada hubungan apa?? hayooooo…mau q bocorin ga? kalo ga mau bayar uang pangkal dulu ya sama q.. ayoooo bisa di nego loh… ahahhaha

    guca gusa,,, gemes2.. pngen gigit ahahah,,, kamu lucu bgt nak,,beda jauh dari eomma mu ahahahahah….
    eih…eih…banana bnyak tmennya eoh… mulai dari mbak chor,, mak nji,, mak mi… de el el
    kamu ga lupa kan banana kalo qt bff..best friend forever kekekek
    orng kmaren kamu ngutang nasi jngkol di warteg nya mbok darmi aja q yg bayarin… hayooo jngan pura2 lupa lohh…

    lulu sih suka demen ama cew2 imut,, q tau lu q terlalu imut,,tapi q dah milik baekhyun.. kekekek…

    laaahhh mas hoya nya cm nyempil,, ngintip doang,,mas jngan suka ngintip ntar matanya bintitan ahahahah

    banana… selamat berjuang untuk cintamu,,semoga kamu mndpatkan yg terbaik

  14. Nana dan kai sepupu… Ternyata authornya pinter bgt memberitahukan hal2 yang terduga hehehe.. Kai takut sama nana, nana benar yeoja preman hehe. Sehun n kai moment dh mulai byk…kangen sama kekocakan mrka. Next dlu ah

  15. Fanfict Fanfict yg eoniee buat memang selalu buat aku penasaran…
    Knp klo waktu pas seru-serunya pasti ada TBC… Huh…😦
    Tp gpp eoniee,,
    Mm,, Kyubin itu yg sakit radang otak itu y???
    Aku tunggu Fanfict Fanfict selanjutnya y..
    Aku suka YaeKris coupel… :{}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s