EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 4

1385994_461881337264445_136227669_n

Chapter 3 | Chapter 2 | Chapter 1

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Luhan | Xiao Lu | Xi Luhan

– Kim Nana | OC | as Trainee SM (fiction)

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Suho – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Xing Zhaolin | Real SM Trainee

–      Lee Ho Won | Hoya Infinite

–      Another BB / GB SM / Real Trainee  & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Family –  Comedy – Friendship – Sad / Hurt / Comfort – Romance
  • Rating             : R – Restricted
  • Length            : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

XXX

OST – FT ISLAND _ AFTER LOVE

Modu da geojitmariya da geojitmariya

Its all lies. All lies

Semuanya adalah kebohongan, semua kebohongan

Noye sarangeun da geojitmariya

Your love for me was all lies

Cintamu adalah kebohongan
Itorog apeuge haeseo

You’ve hurt me so

Karena itulah aku merasa sakit seperti ini
Nal seulpeuge haeseo ulligo gan sarangijanha

You left me crying

Karena membuatku bersedih, tidakkah kau tahu cinta yang pergi dan membuatku menangis

 

XXX

‘Xi Luhan kau tahu jika  Nana akan kembali ke Jepang?’

Pesan singkat yang dikirimkan oleh Soo Hee pagi tadi masih membayangi pikiran Luhan hingga saat ini. Ia tidak banyak berbicara ketika mereka masih berada di SM sejak pagi tadi hingga kini mereka sedang  dalam perjalanan pulang ke dorm. Luhan menyandarkan kepalanya pada kursi mobil dengan tatapan lurus melihat luar jendela mobil. Ia sudah mencari Nana ke seluruh pelosok gedung SM. Mulai dari kelas trainee yang berada dilantai 4, kantin, basement, dan semua tempat dimana ia pernah menemukan atau hanya sekedar melihat sosok Nana disana. Tetapi.. Luhan sama sekali tidak menemukan yeoja itu. Ia juga harus menyadari akan posisinya yang tidak mungkin melanggar peraturan begitu saja. Karena bagaimana pun ia memiliki tanggung jawab dan harus menjalani semua jadwal bersama EXO sebagaimana mestinya. Sehun yang duduk bersama Kai dan Baekhyun dibangku paling belakang celingukan melihat Luhan yang duduk didepannya. “Luhan hyung kenapa? Dia sakit?” Sehun  mengintip wajah Luhan dari bangku belakang.

“Mollayo. Mungkin dia sedang tidur, sudah jangan di ganggu.” Baekhyun yang duduk ditengah – tengah duo magnae itu menggeleng pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar smartphone yang ia pegang saat ini.

“Dia lelah karena perjalanan panjang Beijing Korea.” Kai menambahkan dengan tatapan yang juga masih fokus pada layar PSP.

“Sok tahu sekali kau Kkamjong.” Suara Sehun lebih seperti bisikan. Sehun sengaja untuk mencari gara – gara.  Kai kali ini langsung terpancing. “Aish! Yak neo .. !” Ia menunjuk Sehun dengan PSPnya.

“Aihh sudah – sudah jangan bertengkar. Sssttt..! Kalian mau ditendang keluar dari sini dan berjalan kaki eoh?” Baekhyun merentangkan kedua tangannya. Menahan kedua leher duo magnae itu agar tidak melihat wajah satu sama lain lagi.

“Apa kau lihat – lihat?” Kai masih mengintip pada arah Sehun.

“Kau yang apa! Apa? Apa?” Begitu juga dengan Sehun, seakan lengan Baekhyun yang menahan lehernya tidaklah berpengaruh.

Kris mendengar suara riuh – riuh  dari bangku belakang. Ia menoleh tanpa berkomentar apapun. “Hyung..” Kai & Sehun hanya menyeringai lepas  ketika tahu apa arti tatapan Kris.

Diam – diam Kris beralih memperhatikan Luhan yang entah sedang tertidur atau sedang melamun saat itu. Kris duduk pada sisi kiri sementara Luhan di sisi kanan dan Lay berada ditengah – tengah mereka. Kris juga memandang aSeunghwan manajer yang juga tidak banyak bicara hari ini. Sementara Yong Min manajer masih fokus menyetir.

Drt – drt. Kris menerima sebuah pesan singkat.

Flip.

“Hyung. Kau kenal  Xing Zhaolin? Trainee yang masuk tahun 2011.” Kris mengernyit ketika membaca pesan itu, ia memutar lagi kepalanya ke bangku belakang.

Orang yang mengirimkan pesan itu memang tepat berada dibelakangnya, Kai.  Kai membuat gerakan tangan seperti mengatakan  ‘Di ketik saja .. ‘

Tanpa berkomentar apapun Kris kembali menatap layar ponselnya dan membalas.

Arayo. Wae?’ Bip.

Flip.

‘Kau punya nomor Trainee itu?’

Kris perlu membaca dua kali pesan singkat dari Kai. Perlahan ia mulai bisa mencerna apa tujuan Kai yang tiba – tiba menanyakan tentang trainee SM Xing Zhaolin.

Kris menyikut lengan Lay yang duduk disebelahnya. Lay menoleh dan  hanya menatap Kris dengan tatapan seperti  menanyakan ‘kenapa?’

Tidak ada dari mereka yang banyak bicara saat ini. Baekhyun si mood maker EXO pun mungkin terlalu lelah berlatih, ditambah dengan jadwal promosi Miracle in Desember yang juga masih berlangsung.

Kris menyodorkan ponselnya pada Lay dengan sebuah pesan yang ia ketik.

‘Aku mau nomor ponsel Zhao.’

Lay tidak mengerti, ia melihat Kris dengan tatapan bingung. “Untuk apa?” bisik Lay tanpa suara.

Kris menghapus pesan yang ia ketik sebelumnya, dan mengetik ulang..

‘Ada tidak?’

Lay tidak suka mengambil pusing hal yang sama sekali ia tidak mengerti. Untuk menghemat pemikiran, Unicorn EXO itu langsung membuka daftar kontak dan mengirimkannya pada Kris.

“Sudah ku kirim.” Desis Lay pada Kris.

Drt – drt .. Kris menerima kartu nama yang bertuliskan ‘Zhao Xing’. Kris dengan segera mengirimkannya lagi pada Kai.

‘Memangnya untuk apa?’ tanya Kris melalui pesan singkatnya yang ia tujukan pada Kai.

Drt – Drt ..

‘Nanti saja.’

Kris hanya membaca pesan singkat Kai tanpa membalasnya lagi. Ia kembali melirik sekilas Luhan yang sama sekali tidak berpaling menatap luar jendela.

“Apa yang bisa ku lakukan sekarang? Ya Kim Nana!”

XXX

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tetapi, Luhan juga tak kunjung terlelap. Seisi kamar yang terasa hening dan hanya bercahayakan lampu tidur, membuat rasa hampa yang ia rasakan semakin menyeruak. Xiumin & Chen sudah lebih dulu terlelap sejak beberapa jam lalu ketika mereka tiba di dorm, dan.. satu tempat tidur yang terletak pada ujung kanan Chen juga masih kosong. Seunghwan manajer sepertinya masih berada diluar dan belum kembali.

Flash –

“Xiao Lu! Wo Ai Ni itu sama dengan saranghae tidak?”

“Eo. Tentu saja sama. Wae?”

“Xiao Lu Wo Ai Ni.. hahaha.. “

Flash –

“Kim Nana jjigeum mwoe?”

“Uhm.. aku juga tidak tahu apa yang ku lakukan saat ini. Wae? Xiao Lu jjigeum mwoe?”

“Memikirkan mu.. “

“Boooo.. “

“Oh ho! Dapat ku tebak jika pipi mu sedang merah saat ini, geutjo?”

“Anyu. Hey! Uri chingu, jangan berpikir terlalu jauh.”

“Geundae, Xi Luhan ingin melangkah lebih jauh bersama Kim Nana..”

“Kkeurokka? Jemput aku sekarang juga di Osaka.”

Flash –

Xiao Lu! Jika besok aku akan ke Korea, apa yang ingin kau lakukan?”

“Duduk di sungai Han. Geundae.. jika aku ke Osaka, apa yang ingin kau lakukan?”

“Geumanhae. Pertanyaan itu hanya akan membuat ku berkhayal dan menjadi gila.”

“Hahaha. Kim Nana gomawo..”

“Uh?”

“Membuat ku selalu tertawa setiap kali rasa lelah ku datang..”

“Uhm. Kau berhutang pada ku..”

“Ara. Aku akan membayar semuanya ketika aku berusia 30 tahun..”

Luhan tersenyum saat mengingat masa – masa itu. Meskipun tidak ada hal yang ia & Nana lalui bersama, tetapi bercengkrama melalui sambungan telfon sangat membuat hubungan mereka terasa dekat. Dari sekian percakapan yang mereka lakukan, percakapan – percakapan itulah yang masih terekam jelas dalam ingatan Luhan. Kim Nana yang ceria dan selalu mampu membuatnya terbahak meskipun itu hanya melalui sebuah pesan singkat.

“Sigh – “ Luhan merebahkan kepalanya di atas meja komputer. Ia mencoba mencari kesibukan dengan bermain game tetapi juga tidak berhasil untuk membantunya terlelap.

Tit – tit .. Luhan mengutak – atik ponselnya dalam posisi yang sama.

‘Hyung. Xing Zhaolin adalah orang terdekat Nana noona saat ini. Aku akan membantu mu jika kau menawarkan.’

Luhan membaca ulang pesan yang dikirimkan oleh Kai melalui KakaoTalk. Disana terpampang jelas nomor ponsel Zhaolin. Tetapi, Luhan tidak memiliki pemikiran apapun tentang apa yang bisa ia perbuat jika ia menghubungi Zhaolin. Zhaolin adalah orang terdekat Nana, sudah pasti ia akan berada di pihak yeoja itu.

Bip. Luhan menutup layar obrolan Kai, dan beralih melihat beberapa obrolan yang masuk sebelumnya.

Soo Hee Yoon :

Aku tidak tahu pasti kapan ia akan pergi. Hubungi saja dia.’

Membaca  pesan obrolan Soo Hee membuat hati Luhan semakin mencelos. Bagaimana bisa ia menghubungi Nana secara langsung? Sementara kedua nomor yang ia gunakan sudah sejak lama di black list dan tidak dapat masuk ke nomor yeoja itu.

“Hufh – “ Luhan bangun dari sandarannya. Ia mengusap – ngusap wajahnya frustasi. Perasaaanya sungguh kacau balau saat ini. Sempat terpikir olehnya.. ini kah yang dinamakan karma? Sesuatu yang sengaja untuk dijauhi namun membuat rasa rindu muncul secara tiba – tiba tanpa rencana dan pengharapan. Ya, itulah yang ia rasakan saat ini. Bahkan tidak pernah terpikir oleh Luhan, jika perasaan seperti ini akan datang menghampiri dan membuatnya tidak menentu. Perasaan yang sulit untuk dilukiskan, namun sangat mudah untuk dimengerti.

“Aku menyukai gadis manis dengan kepribadian yang menenangkan.. “ ia sadar jika apa yang ia katakan sangat berbanding terbalik dengan sosok yang membuatnya linglung seperti saat ini. Nana sangat jauh dari kriteria yang selalu ia katakan pada saat acara radio dan interview berlangsung.

Ceklek !

Suara pintu yang dibuka oleh seseorang membuat Luhan reflek menoleh pada pintu kamar. Ia mendapati Seunghwan manajer berdiri didepan pintu kamar dan tentu melihat padanya..

“Hyung.. “ Luhan ingin sekali berbicara langsung dengan Seunghwan atas kejadian tempo hari. Semoga ini adalah saat yang  tepat.

Tak lama setelah Seunghwan memandangnya.. “pakai jaket mu. Ikut aku.”

XXX

Di sudut malam kawasan Hongdae ..

Suasana malam yang tampak damai dan mulai sepi kini menyelimuti sepanjang jalanan Hongdae. Beberapa kedai jajanan masih terlihat ramai dengan pengunjung yang suka mencari cemilan di malam hari.

Tetapi tidak dengan dua orang yang duduk menepi didalam mobil sport black metalic yang terparkir rapi pada sudut kawasan jalan Hongdae.

Siapapun tidak akan ada yang dapat menerka, jika satu dintara dua orang itu adalah publik figur yang akan membuat semua kamera menyorotnya ketika tahu bahwa ia adalah personil dari salah satu Hallyu Star, Infinite Hoya.

“Kau mau mencobanya? Ini enak.. “ Hoya menyodorkan sepotong tteokpoki pada yeoja yang sedari tadi duduk diam disampingnya.

Yeoja itu menoleh dengan tatapan jengah, “palli marhaebwa. Aku tidak ingin makan apapun. Lee Howon cepat katakan apa yang ingin kau katakan..”

Mendengar dengusan gadis disampingnya itu, Hoya memasukkan kembali mangkuk tteokpokinya kedalam plastik. Tak lupa mengelap bibirnya yang dinodai oleh  saus  dengan tisu yang ada.

“Aku lapar. Aku hanya ingin ada yang menemani ku makan..” jelas Hoya dengan suara khasnya.

“Naega wae? Aku sangat mengantuk  Lee Howon.”

“Nana -ah.. “ tatapan Hoya berubah redup. “Uhm, wae?” Nana menatapnya jengah.

“Bolehkah aku melamar mu?”

Kalimat polos nan spontan meluncur begitu saja dari mulut Hoya. Itu membuat Nana segera bangun dari sandarannya. “Neo micheosseo? Kau mabuk? Lee Howon kau mabuk? Uh?” Nana menatap Hoya dengan alis mengernyit.

Hoya menggeleng, “anyi. Nan jinshimnya  (aku serius). Sudah lama aku mengatakan Kim Nana joahe.”

“Sudah lama juga kau tahu apa jawaban ku.” Nana menjawab lugas.

“Tapi aku belum tahu jawaban mu sekarang.”

“Sama.” Tegas Nana.

“. . . . . . . “ tidak ada respon apapun dari Hoya, namja itu justru kembali menatap lurus jalan sambil memegangi stir didepannya.

Nana mulai merasa bosan, “ssshh.. Lee Howon geumnhaeyo. Aku tidak memiliki ketertarikan dalam menjalani sebuah hubungan saat ini. Aku akan naik bis — “

“Kim Nana chamkamman. “ tangan Hoya lekas menahan Nana yang hendak membuka pintu mobil.  “Hmm?” Nana mengurungkan niatnya sejenak.

“Kau & Luhan hyungie — “

“Eo.” Nana memotong sebelum Hoya menyempurnakan kalimatnya.

“Jadi kau memiliki hubungan dengannya?” tatapan Hoya semakin penasaran.

Nana merasa kepalanya semakin berdenyut karena semua ini, “Ck. Dwesseoyo Lee Howon. Hidup ku sudah sangat sulit, jika kau  tidak bisa menjadi teman ku maka menjauhlah. Khanda — “

“Nana-ah!” Hoya menggenggam kuat lengan Nana.

Untuk kedua kalinya Nana masih bersabar dan bersedia untuk tetap tinggal, “singkirkan tangan mu.” Nana menatap  dingin cengkraman tangan Hoya.

“Mian.. “ Hoya segera melepasnya.

“Nana –ah, wae? Appa masih meminta mu untuk masuk akademi militer? Jika memang itu alasan yang menurut mu sulit, gwenchana.. aku bisa menunggu mu.”

Nana memejamkan matanya frustasi, “mulai sekarang menjauhlah dari hidup ku Lee Howon. Aku tidak memiliki hal yang dapat ku katakan pada mu.”

“Kau tidak menjawab ku tentang Luhan hyung.. “

“Aku tidak menyukai namja manapun. Naneun yeoja joaheyo, eotte? (aku menyukai seorang yeoja)  Kau masih ingin melamar ku? Eoh?” Nana memilih untuk membual agar Hoya segera membiarkannya pergi.

“Ya! Kim Nana jangan gila.”

“Eo. Aku memang sudah gila. Apa kau di rugikan jika ada penyuka sesama  jenis seperti ku?”

“Lalu untuk apa kau menarik Luhan hyung malam itu? Membuat ku cemburu? Untuk apa? Bukankah kau tidak menyukai ku? Untuk apa kau lakukan itu?” Hoya menghujamnya dengan pertanyaan bertubi – tubi.

Nana memalingkan pandangannya keluar kaca mobil, “kau tidak akan mengerti Lee Howon.” Tek! Nana mulai membuka pintu mobil tetapi .. HUG! Hoya kali ini menahannya dengan sebuah pelukan hangat. Hoya memeluk yeoja itu erat dari belakang dan menyandarkan dagunya pada bahu Nana.. “Sedikit saja. Berbagilah sedikit saja apa yang kau rasakan Nana-ah.. meskipun ini karena Luhan hyung, aku sungguh tidak keberatan.”

Nana membeku pada posisinya, kedutan seolah mengirisnya perih..

“Luhan hyung.. Xi Luhan hyung yang membuat mu seperti ini uh?” bisikan hangat Hoya menyelinap masuk ke indera pendengar Nana.

Nana menyingkirkan rasa kelu yang nyaris ia rasakan, “beraninya kau menyentuh ku Lee Howon. Lepas, atau aku akan menghajar mu.” Nana berkata dingin.

“Kau pemegang sabuk hitam taekwondo putri, dan aku di kelas putra. Kau masih ingat? Kita memiliki sabuk hitam yang sama. Aku tidak akan kalah.“ Hoya mengeratkan pelukannya.

“Ku pikir kau adalah sosok pengganti oppa ku yang dibuang oleh appa di panti asuhan. Ternyata aku salah, kau hanya menyulitkan hidup ku Lee Howon.” Nana menarik kasar tangan Hoya yang melingkar pada tubuhnya.

Hoya masih bertahan di posisinya, ia bahkan semakin mengeratkan pelukan itu. “Saranghae Kim Nana.. “

“Lepaskan. Atau aku benar – benar akan menghajar mu.” Nana mengerahkan seluruh tenaganya untuk menggeser tangan Hoya yang perlahan memerah karena cengkraman tangannya. Nana tidak memiliki pilihan lain. Duk! Ia memundurkan sikunya dan menubruk keras bagian lengan Hoya.

“Akh..!” dalam satu hentakan Hoya meringis dan pelukannya terlepas begitu saja.

Tap! Nana menutup kasar pintu mobil, yeoja itu kini  melangkah pergi. Hoya hanya bisa menatap sosok itu dari dalam mobilnya..

XXX

_Sungai Han_

“Minumlah.. “

“Ah ye, gomawoyo hyung. Slurrpp – “

Luhan menyesap sedikit kopi hangat yang diberikan oleh Seunghwan manajer. Mereka saat ini tengah menikmati udara malam yang begitu sejuk dan menenangkan meskipun kala musim dingin seperti ini. Nyaris tidak terdengar lagi hiruk pikuk kota Seoul dimalam hari. Terlebih sungai Han yang memang tampak sangat sepi karena  pengunjung akan sangat jarang kemari ketika musim dingin tiba.

“Hufh – “ Luhan menghembuskan uap hangat yang keluar dari mulutnya. Ia menggenggam kaleng kopi dengan kedua tangan agar rasa hangat dari kopi tersebut sedikit menjalar dan menghangatkan kedua telapak tangannya. Ia menatap lurus ke depan..

Geuyeojaneun (gadis itu).. naege joahaeseo (aku pernah menyukainya), anjoahaeseo (pernah tidak menyukainya), jjigeum dashi joahanda (kini menyukainya lagi).” Luhan mengutarakan isi hatinya dengan suara lirih tanpa mengalihkan pandangan yang tetap lurus kedepan.

Seunghwan manajer berhenti meneguk kopinya, ia menoleh pada Luhan. Memandang namja itu, ia tahu apa yang sedang Luhan utarakan.

Seunghwan mengangguk pelan, ia ikut menatap lurus kedepan.. “kalian bukan lagi sekedar lahan agar aku dapat bertahan hidup, kalian EXO.. sudah seperti bagian dari diri ku, nideul dongsaengi-yya.. “

Luhan mengalihkan pandangannya menatap Seunghwan, “uh?”

“Aku seakan memiliki tanggung jawab besar lebih dari seorang manajer. Aku .. aku tidak ingin  kalian menyerah begitu saja setelah kalian banyak terluka untuk sebuah mimpi. Kkeuronikka Xi Luhan.. apapun yang terjadi pada mu atau yang lain, beritahu aku. Nan hyung-yya..”

“Seunghwan hyung. “ perkataan Seunghwan manajer sangat menyentuh bagi Luhan.

Seunghwan manajer menoleh padanya, “Kim Nana-gga.. dia adalah anak kakak pertama dari Kim Young Min-nim. Satu – satunya putra dari keluarga Kim yang memilih untuk masuk dunia militer. Kim Nana appa-gga.. adalah seorang polisi yang menjabat dengan pangkat tertinggi saat ini di Jepang.”

“Ye?” Luhan benar – benar terlonjak mendengar hal yang belum ia ketahui sebelumnya.

“Wae? Kau tidak berani berhadapan dengan seorang komandan besar?” Seunghwan manajer melemparkan leluconnya.

Luhan menunduk dan menarik senyumannya, “anyia hyung..”

“Jika Nana adalah keponakan ku yang mewariskan perusahaan appa nya, mungkin aku akan menentang kalian di awal, tetapi .. aku juga akan memikirkan kebahagiaan keponakan ku yang ku miliki satu – satunya..” Seunghwan manajer memberi gambaran seakan Nana adalah sosok Yaegi saat ini.

Luhan masih terdiam mendengarkan Seunghwan ..

“Jika Kris harus berhadapan dengan ku, maka kau akan berhadapan dengan CEO utama SM.”

“Nde?” Luhan lagi – lagi terlonjak. “Kau akan terluka Lulu-yya.. “ Seunghwan menggantung kalimatnya, dan melanjutkan .. “kau akan terluka jika mereka tahu hubungan antara kau & Nana. Kim Young Min-nim.. tidak akan tinggal diam begitu —“

“Aku sangat menyukainya hyung. Walau aku sempat ragu dan memilih karir ku, tapi aku sangat yakin, bahwa — bahwa sekarang aku menyukainya hyung. Eo.. aku menyukainya lagi..” Luhan memotong pembicaraan Seunghwan manajer.

Mendengar argumen Luhan yang membara Seunghwan manajer hanya mengangguk saja, seakan ia mengerti akan hal yang saat ini Luhan rasakan.

“Kau sudah dewasa, kau bisa memilih jalan hidup mu sendiri Xi Luhan. Nana akan kembali ke Jepang dalam waktu dekat ini. Seunghwan menepuk punggung Luhan, merangkul namja itu untuk mengalirkan ketenangan. “Na ije eotteokhaji hyung? “ suara dan raut wajah Luhan terkesan pasrah. “Naneun geurom bonjo jjalmutaejjana (ini semua salah ku, aku yang memulainya) .. eotteokhae hyung?” Luhan mengusap wajahnya, ia tertunduk frustasi. Tidak ada yang dapat ia lakukan dengan posisinya saat ini.

Seunghwan manajer kembali memindahkan tangannya dari  bahu Luhan ke posisi semula, “aku sungguh tidak memiliki hal apapun yang dapat ku katakan untuk ini. Mianata..”

Luhan mengetuk – ngetuk pelan tulang dahinya dengan kepalan tangannya. Baru kali ini Seunghwan melihat langsung bagaimana kondisi seorang Xi Luhan ketika sedang di rundung masalah yang tak pernah terbayangkan olehnya jika Luhan juga akan mengalaminya.

“Tidak ada yang dapat ku lakukan hyung. Tidak tahu bagaimana caranya agar aku dapat menemukan keberadaannya saat ini.. “  Luhan menggeleng pasrah.

Seunghwan menunjuk arah saku celana Luhan yang terdapat ponsel didalamnya.

Luhan mengerti apa yang dimaksud oleh Seunghwan.  “Dia sudah membuang ku jauh sejak hari itu..”

Seunghwan manajer menghembuskan nafasnya perlahan, “aku juga tidak tahu Lulu-yya. Aku hanya bertemu satu wanita pada saat pertama dan juga yang terakhir hingga saat ini.. “

Luhan memandang Seunghwan dengan senyum sumringah, “kau beruntung hyung.. “

“Gheopjeongmal. Kau juga akan menjadi laki – laki yang paling beruntung kelak. Roda hidup tidak hanya menetap pada porosnya, itu akan terus berputar.. “ Seunghwan kembali merangkul bahu Luhan.

“Mmm.. kau benar hyung.” Luhan mengangguk setuju.

“Cha- kajja. Kris tidak boleh terlalu lama disana. Bila perlu, kita harus menyeretnya jika dia berpura – pura tertidur. Kajja.. “ Seunghwan bangun dari duduknya. Tetapi tidak dengan Luhan..

Luhan hanya mendongakkan kepalanya.. “hyung.. bisakah aku tinggal disini saja?”

“Orang akan mengenali — “

“Gheopjeongmal..” Luhan menutup kepalanya dengan penutup kepala yang terdapat pada jaket tebalnya. Memberikan isyarat pada Seunghwan manajer bahwa orang tidak akan mudah mengenalnya.

Seunghwan tidak ingin berdebat lama, “jangan pergi kemanapun. Hyung akan kembali menjemput mu disini.”

“Nde. Algaeseumnida.” Anggukan Luhan mencoba meyakinkan Seunghwan.

Meskipun merasa sedikit kesal, Seunghwan akhirnya memberikan Luhan kesempatan. “Geure. Aku akan kembali dalam waktu 30 menit..”

“Shi.” Luhan mengangguk mengerti. Seunghwan manajer berbalik pergi dari hadapannya.

Senyuman yang semula menandakan ia baik – baik saja ketika Seunghwan pergi meninggalkannya sebentar, kini lambat laun memudar dari wajahnya..

“Hufh – Kim Nana eodisseo?”

XXX

_ Yaegi’s House _

“ Appa.. Appa igeoyo appa.. APPA!”

“Papamastha boo.. “

“Sssh.. Wu Geum Chan – Wu Geum Sha.. tidurlah. Ini sudah malam..” Kris membaringkan tubuhnya ditengah – tengah ChanSha yang masih duduk di sisi kanan & kirinya. Dua malaikat kecil itu tidak memperlihatkan tanda – tanda mereka akan mengantuk.

“Cho Yaegi! Mwoaneongeoya? Palli, suruh mereka tidur.” Kris mengangkat sedikit kepalanya, ia melihat Yaegi  masih berkutat dimeja belajar.

“Dwesseoyo. ChanSha akan tidur setelah kau pulang. Tidak tahu kah kau betapa mereka merindukan mu Fan appa?” Yaegi berbicara tanpa berhenti menulis catatan yang harus ia perlihatkan pada dosen homeschooling nya esok hari.

“Seharusnya kau lebih dulu menidurkan mereka. Ahh.. menyebalkan! Sebentar lagi Seunghwan hyung akan menjemput ku. Cho Yaegi!” Kris bangun dari tidurnya, ia menggerutu kesal.

“Appa..” Geum Sha kecil memukul lengan Kris pelan, memperhatikan sang Appa yang sedang mendengus pada sang eomma.

“Eomma.. “ Geum Chan justru memanggil Yaegi dengan suara lembutnya.

“Nde? ChanSha –gga.. ChanSha –gga tidak mengantuk? Kita tidur ya? Uhm? Mau kan?” Kris berbicara pada kedua buah hatinya bergantian.

“Uhm.. ciya.” Geum Chan lebih dulu menggeleng.

Kris memejamkan matanya frustasi, “ayolah.. kalian besok tidak berangkat sekolah eoh? Chan & Sha akan terlambat dan di hukum oleh Ibu guru jika kalian terlambat masuk sekolah. Semua tugas sekolah sudah kalian kerjakan kan? Cha – sekarang kita tidur, nde?” Kris mulai dikuasai oleh khayalan sintingnya  -_-

Geum Sha & Geum Chan menatap Kris heran, tidak mengerti apa yang sedang dikatakan oleh Kris.

“Dasar tidak waras.. “ Yaegi merespon percakapan Kris & ChanSha tanpa berbalik dari kursi belajarnya.

BLAM! Boneka angry bird Geum Chan mendarat bebas dan mengenai kepala Yaegi. Yaegi terdiam sejenak, mengontrol emosinya agar tidak meledak. Tanpa melihat pun, ia tahu siapa pelakunya.  Tap! Yaegi menaruh bolpoin dan berbalik..

“Ya!” Yaegi bangun dari kursinya, ia bergidik kesal memandang Kris.

Kris tak kalah sengit, “mwol?” ia tahu jika Yaegi marah karena boneka yang ia layangkan ke kepala yeoja itu.

Yaegi menatap Kris geram, “hufh – “ ia meniup poninya pasrah. Yaegi tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan apa yang Kris perintahkan, membawa ChanSha tidur.

Beberapa waktu berselang..

Dua malaikat kecil Wu kini sudah tertidur damai. Geum Chan & Geum Sha sudah terlelap dengan posisi yang menyamping dan saling berhadapan. Dapat terlihat jelas jika dari ke hari pipi mereka tampak semakin menggemaskan..

“Kyeowo..” sejak tadi Kris hanya memperhatikan dua malaikat kecil itu bergantian.

Sementara Yaegi berkali – kali mengintip dari balik gorden, menunggu seseorang yang datang.. “Sssh.. kenapa samchon lama sekali menjemput namja sinting ini? Ssshh.. samchon kau dimana?” desis Yaegi pelan. Ia tidak akan bisa mengerjakan tugasnya dengan cepat jika Geum Sha & Geum Chan sudah tertidur, karena.. Kris akan berubah menjadi bayi yang lebih menjengkelkan dari Geum Sha yang cengeng.

HUG! Seperti apa yang ia duga sebelumnya. Dua tangan kini melingkar memeluknya dari belakang. “Mwoeyeyo?” chup – suara lembut & sebuah kecupan hangat pada bahu Yaegi membuatnya menggelijang.

“Kris-ah.. “ Yaegi mencoba menggeser bahunya agar Kris melepaskan pelukannya.

Kkeurokka?” tanya Kris seduktif pada telinga Yaegi.

Yaegi memejamkan matanya sesaat, bersiap member penolakan.. “Kris-ah.. aku harus menyelesaikan tugas kuliah — “

“Aku akan mengerjakannya sebagian di dorm.. “ potong Kris cepat.

Yaegi memutar bola matanya, berusaha mencari celah lain..

“Yaegi-ah.. “  suara Kris semakin menelusuk indera pendengarnya.

“Tulisan mu jelek.. “

“Aku akan menyuruh D.o .. “

Yaegi tidak memiliki alasan lagi untuk mengelak. “Jagiya.. “ Kris membalikkan posisi Yaegi agar berbalik menghadapnya. Ia menatap lekat manik mata yeoja dihadapannya itu.

Gulp – Yaegi berusaha meredam bunyi saliva yang ia telan agar tidak terdengar.

“SMTown Weekly sebentar lagi. Aku takut jika untuk beberapa minggu ke depan tidak bisa kemari. “ tangan Kris berpindah memegangi kedua sisi wajah Yaegi.

“Uhm.. gwenchana. “ Yaegi mengangguk pelan.

“Kenapa selalu mengatakan tidak apa – apa? Apa kau merasa baik – baik saja jika aku tidak berada didekat mu?” Kris bertanya retoris.

“Kris-ah mwoya?!. “ Yaegi mendorong pelan dada Kris.

“Pergilah ke Busan malam natal nanti agar kau tidak kesepian. “ Kris mengusap rambut Yaegi dengan sentuhan hangatnya. “Uhm. Kau akan banyak menghabiskan waktu mu bersama Amber.. “

“Kenapa Amber? Kau cemburu?” Kris menundukkan  sedikit kepalanya agar dapat melihat lekukan wajah Yaegi.

HUG! Yaegi bergantian memeluknya. Yeoja menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kris, “anyu. Menerka saja.. “

“Kenapa dengan Amber? Dia sangat mengenal siapa diri mu. F(x)deul.. mengetahui semua tentang kita.“ Kris membalas pelukan Yaegi.

“Arayo. Mian.. aku sudah berpikir jelek.” Jelas Yaegi yang masih mendekap Kris.

Kris menyudahi pelukannya, ia memegangi kedua bahu Yaegi dan mendekatkan wajahnya. “Seunghwan hyung akan segera tiba.. “

Yaegi tahu apa yang akan dilakukan Kris selanjutnya. “Kris –ah.. ku sarankan jangan sekarang.. “

Kris berhenti sesaat ketika ia hendak mengecup bibir istrinya itu.. hembusan nafas mereka sangat terdengar jelas dan dapat dirasakan oleh satu sama lain.

Yaegi menjaga keseimbangannya agar ia tidak oleng dan terpelanting ke belakang karena menahan wajahnya yang ia mundurkan agar sedikit menyisakan jarak dari sisi wajah Kris.

“Uhm.. Kim Nana.. Kim Nana akan ke Jepang, Luhan-ssi sudah mengetahuinya?” Yaegi berupaya mengalihkan topik pembicaraan.

“Mungkin saat ini mereka sedang bersama.” Kris tidak bergeser dari posisinya sedikitpun.

Yaegi tidak memiliki hal lain yang dapat ia katakan, “ah geureyo? Ah.. Eo, nde.. “ wajah Yaegi memerah karena menahan nafasnya sejak tadi.

Chu –

Satu kecupan lembut berhasil menempel pada bibir mungil Yaegi..

Chu –

Kali ini Kris tidak melepaskan pangutannya, perlahan tangannya berpindah mengusap lembut pipi Yaegi hingga benar – benar membuat mereka semakin larut.

Ting tong! Ting tong! Tepat, dan tidak meleset. Suara bel membuyarkan segalanya. Kris melihat kesal ke arah pintu.

“Ku bilang juga apa? Samchon tidak akan mudah tertidur begitu saja jika belum membawa mu kembali ke dorm. Haha.. wajah mu jelek sekali Kris-ah.. “ Yaegi justru terkekeh geli.

“Ck. Yang benar saja! Hmm sekali lagi.. “ chu –

“Tidurlah yang nyenyak. Aku pulang dulu.” Kris mengusap puncak kepala Yaegi, lalu memakai jas tebalnya.

“Ah Kris-ah chamkamman!” Yaegi menahan lengan Kris yang hendak lebih dulu keluar kamar. “Wae?” Kris memandang Yaegi heran.

Yaegi menggerakkan tangannya pada sudut bibir Kris, “samchon akan mengetahuinya jika kau keluar seperti ini. Cha – sudah.” Yaegi menyeka bibir Kris yang basah dengan ibu jarinya.

“Kau sudah pintar sekarang.. “ Kris sedikit malu karena hal itu. “Kkeurotji.. kajja.. “ Yaegi menarik tangan Kris dan menuju keluar kamar.

Ceklek! Yaegi membuka pintu rumahnya.

Sosok Seunghwan manajer sudah sejak tadi berdiri didepan pintu rumah Yaegi dengan topi hitam yang menutupi bagian wajahnya.

“Aigoo.. apa aku sudah tertinggal banyak ronde? Auwhhh.. lama sekali kau membukakan pintunya bocah busuk. “ Seunghwan langsung berkacak pinggang ketika melihat sosok Yaegi yang lebih dulu terlihat.

“Samchon wae geurae!” Yaegi sesungutan. “Cih… mana suami mu? Waktu berkunjung sudah habis.” Seunghwan melihat jam tangannya. Ia persis terlihat seperti petugas penjara yang menginterupsi pengunjung tahanan -_-

“Hyung.. “ Kris muncul dari belakang Yaegi. Seunghwan memandangi mereka bergantian. “Kekeke. Apa aku merusaknya? Eoh?” Seunghwan tersenyum  setan.

“Apa kau buta?” Kris menjawab dalam hatinya -_-

“Geure. Kunci semua pintu yang ada dirumah. Besok aku akan kemari lagi. Masuklah. Kris, geumbang khayo (ayo kita pulang).” Seunghwan mengajak Kris untuk segera beranjak pergi.

“Arasseo. Samchon gomawo.. Bye – bye.” Yaegi melambaikan tangannya sebelum ia kembali masuk kedalam rumah.

Blam!

XXX

Modu da geojitmariya da geojitmariya

Noye sarangeun da geojitmariya

Itorog apeuge haeseo

Nal seulpeuge haeseo ulligo gan sarangijanha

TIT –

Luhan menekan opsi ’stop’ pada pemutar mp3,  lalu mencabut kedua earphone yang semula terpasang pada kedua telinganya.

“Auuwhh.. kenapa lagu ini ada di ponsel ku? Ya! Kau mau mengatai ku eoh? Ya! Aish !” Luhan berbicara pada layar ponselnya yang terpampang jelas playlist lagu yang berjudul ‘After Love’.

“SIGH – “ Luhan menghembuskan nafasnya kasar. Ia menggembungkan pipinya dan melihat sekitar. Hanya cahaya lampu – lampu taman yang bercahaya menemaninya dalam gelap malam. Dari kejauhan Luhan menemukan dua orang yang menggayuh sepeda. Sepertinya  menuju ke arah dimana ia sedang berada saat ini..

Luhan sesaat menegang, berniat untuk berpindah dari sana karena merasa was – was orang akan mengenalinya..

SREEETTT —- dua orang itu benar – benar mengerem sepedanya tepat di samping Luhan.

“Eoh.. “ Luhan berbalik memandangi keduanya.

Salah satu dari dua orang itu membuka penutup kepala. “Hyung.. “ sama sekali bukan makhluk asing bagi Luhan -_-

Luhan sontak terkejut dan bangun dari duduknya. “Sehunnie? Jong Innie?“

“Hyung, kau sedang apa?” Kai memarkirkan sepedanya sejajar dengan sepeda Sehun.

“Bagaimana kalian bisa keluar? Manajer hyung eodisseo?” Luhan masih merasa shock dengan kemunculan KaiHun.

“Besok pagi kita kosong, jadi Jae hyung mengijinkan untuk bersepeda..” Sehun meraih kantong plastik yang ia gantungkan pada sepedanya. “Hyung.. aku membeli makanan. Kau mau?” duo magnae itu menarik Luhan untuk duduk ditengah – tengah mereka.

“Anyi chamkkaman. Mana yang lain? Kenapa hanya kalian berdua saja?” Luhan masih bertanya – tanya.

“Baek, Chanyeol, Suho, Chen, Lay hyung-gga.. mereka semua sedang berkeliling.. “ Kai membuka satu bungkusan roti dan melahapnya.

“Umin hyung, Tao-gga dan D.o hyung. .mereka tidur di dorm.” Lanjut Sehun.

“Kris hyung dirumah Yaegi noona..” Kai menambahkan.

“Araa. Seunghwan hyung sedang pergi menjemputnya.” Luhan mengambil sedikit roti yang dimakan oleh Kai.

“Jadi kau kemari sendirian hyung?” Sehun membuka bungkusan ayam goreng yang ia beli dan mengigit ujung kemasan saus tomat yang ada didalamnya.

“Anya. Aku kemari dengan Seunghwan hyung.. “ Luhan tampak lebih baik dengan dua penggangu yang datang itu -_-

Boiji anhdeon ge boigo deulliji anhdeon ge deullyeo
neo nareul ddeonan dwiro naegen eobtdeon himi saenggyeosseo”
Kai bersenandung kecil menyanyikan bagian Baekhyun pada lagu baru  mereka, Miracle in December.

“Yaa.. aku sangat menyukai suara Baek hyung pada bagian itu. Dia sungguh keren.. “ Kai mengangkat sebelah kaki sambil melahap habis potongan terakhir roti sosisnya.

“Eo.. makna liriknya juga sangat menyayat hati. Kekhilafan meninggalkan seseorang lalu berubah jadi penyesalan —- Aaak! Kkamjong!” suara Sehun berubah menjadi teriakan.

Kai memundurkan kepalanya melihat Sehun dari belakang Luhan, “neo micheosseo? Jaga bicara mu babo! Auuwhh.. cadel busuk.. “ meskipun tidak bersuara, tetapi sangat jelas dapat dilihat  apa yang dikatakan oleh Kai dengan bibirnya yang komat – kamit.

“Tidak perlu menarik rambut ku! Awas kau!” Sehun juga berbicara tanpa suara, ia mengangkat kepalan tangannya.

“Ingin mati eoh? Ingin di hajar?Geezhh.. “

Kai dan Sehun seperti orang yang sedang melenturkan otot – otot wajah -_-

“Kalian sedang apa?” Luhan melihat kedua magnae itu saling berbicara dibelakang punggungnya.

“Nde? Ah anyia hyung.. hahaha.. “ Kai merangkul Luhan demi mengikis rasa curiga namja itu.  “Hyung.. gwenchana?” Sehun bertanya hati – hati, ia takut jika pertanyaannya akan menyinggung perasaan Luhan.

Luhan menghentikan suapan roti ke dalam mulutnya, “hmm.. memangnya hyung kenapa?” Luhan mengangguk mantap.

Kai dan Sehun sejenak saling betatapan satu sama lain. “Hyung.. yang waktu itu aku katakan melalui pesan singkat ketika kau di Beijing.. “ Kai menggantung kalimatnya.

“Hmm, wae? Apa yang ingin kau katakan?” Luhan menunggu kalimat Kai selanjutnya.

“Kami meminjam nama mu sebagai misi pertama. Boleh tidak?” Sehun mendekatkan posisinya agar merapat pada sosok Luhan & Kai.

Luhan yang dikelilingi oleh dua magnae itu tampak semakin bingung, “nama ku? Misi bagaimana?”

“Aku pinjam ponsel mu hyung.. “ Kai menadahkan tangannya. Tanpa menunggu lama karena nyaris mati penasaran, Luhan langsung memberikan ponselnya. “Ini.. “

Kai menggenggam ponsel Luhan dengan tersenyum tipis. “Sehunnie.. bagaimana? Ada balasan tidak?” Kai bertanya pada Sehun yang berselang satu bangku darinya.

Sehun mengecek ponselnya, “tidak ada balasan Kai. Obrolannya mati.”

“Jinjja? Sssh.. chamkamman.” Kai bergantian merogoh saku jaketnya, dan mengeluarkan sebuah ponsel. Beberapa saat ia sibuk berkutat dengan benda itu..

“Kalian sebenarnya ingin melakukan apa?” Luhan masih tampak bingung, ia tak henti – hentinya bergantian menatap dua magnae yang hanya membuat hati was was -_-

“Cha – selesai. OK!” Kai bertepuk tangan, ia memasukkan kembali ponselnya ke tempat semula.

“Hyung, aku pinjam nama mu ya?” Kai sudah lebih dulu menyalin nama kontak yang ia ambil dari ponselnya dan memindahkan ke ponsel Luhan.

“Untuk apa? Siapa yang mau kau hubungi?” Luhan semakin penasaran.

“Hyung, habiskan roti mu.. “ Sehun justru mendorong potongan roti yang ada ditangan Luhan agar namja itu melahapnya hingga habis.

Bip. Kai menghidupkan loudspeaker ponsel Luhan yang saat ini ia pinjam untuk menghubungi seseorang.

Bip. Tersambung.

“Yeobseyo?” terdengar suara namja dari ujung sana.

“Eoh! Nugu?” Luhan terlonjak, ia berbisik menunjuk layar ponsel.

“Ssstt..” Sehun mengisyaratkan agar tetap diam.

Kai mulai memainkan peran. “Yeobseyo? Xing Zhaolin matji?”

“N—nd –nde.. nu—nuguseyo?”

Kai menatap Luhan dan Sehun sesaat, “Zhaolin-ah. Ini Lu ge. Xi Luhan gege. Kau kenal aku kan?”

“Yaaa!” Luhan semakin shock dibuatnya, ia mencengkram bahu Kai dan berteriak tanpa suara.  Kai menaruh telunjuk pada bibirnya, mengisyaratkan agar Luhan tetap tenang.

“Lu – Luhan ge? Xi Luhan ge? EXO?” suara itu berubah gugup.

“Eo. Luhan gege. Zhaolin-ah, jjigeum eodisseoyo? Sedang di gedung?” Kai gencar memainkan perannya.

“Nde majayo. Aku baru saja selesai latihan di gedung. Sun—sunbaenim.. waeyo?”

Kai bersuaha menutup mulutnya yang  ingin sekali tertawa keras saat itu juga.

“Zhaolin-ah.. bisakah kita bertemu?”

“Ye? Mannayo (bertemu)? Eonje (kapan)? Ah nde.. isseoyo..”

“Hangang. Sekarang. Bisa kan?”

“Sekarang? Ah jeogi — aku — aku sedang menunggu Nana Jiejie. Sunbaenim-gga — bisakah menunggu sebentar?”

Mata Luhan membulat sempurna ketika mendengar nama Nana. Ia kali ini mencengkram kuat bahu Kai sambil berbisik tanpa suara. “Yaa! Andwae andwae! Ya Kim Jong In! Jangan berbuat yang tidak – tidak!“ Luhan bergidik geram.

“Hyung.. sstt.. !” Sehun menutup mulut Luhan dengan cepat.

Kai kembali beralih pada sambungan telfon. “Geurekuna?”

“Ah mianhamnida sunbaenim. Ye, aku akan kesana sekarang. Nana jiejie tidak jadi kemari. Sunbaenim  kau duduk dimana?”

Kai melihat sekitar untuk dapat menjelaskan keberadaan mereka saat ini. “Sebelah selatan jembatan kayu. Disini tidak ada orang lain. Aku tunggu ya?”

“Suhyeon? Taman Suhyeon?” suara Zhaolin memastikan.

“Ah ye ye. Suhyeon.” Kai mengangguk cepat.

“Nde, gidarilkkaeyo sunbaenim. Aku tutup eo?”

“Ye. Xing Zhaolin sampai bertemu.” Bip.

“HAHAHAHAHAHA.. “ itulah yang dilakukan oleh Kai setelah menutup telfon Zhaolin. Ia terbahak lepas tanpa menyadari dimana mereka sedang berada saat ini.

Plak! Luhan mendaratkan pukulan pada bahu Kai. “Ya! Jjigeum mwoe? Xing siapa itu? Kenapa dengannya? Kenapa menyuruhnya kemari?” Luhan terlihat panik.

“Dia tidak akan kemari bersama Nana hyung. “ Sehun memperlihatkan layar ponselnya yang terpampang jelas pesan balasan dari Nana yang mengatakan bahwa yeoja itu sedang di dorm saat ini.

“Ya.. bukankah dia sangat polos? HAHAHAHA.. Auwwhhh perut ku sakit. BWAHAHAHA.. “ Kai memegangi perutnya.

“Kau menyuruh trainee Chinese malam – malam pergi kemari, jika terjadi sesuatu padanya kau mau bertanggung jawab eoh?” Luhan masih tidak terima.

“Itu ide Sehun hyung.. “ Kai menunjuk Sehun.

Luhan menoleh menatap Sehun. “Hee.. bahasa Korea nya menurut ku sudah sangat bagus. Dia tidak akan di bully oleh orang asing.” Sehun mengangkat tangannya membuat tanda V.

Selang beberapa saat berlalu..

SREEETTT —- Begitulah seorang Xing Zhaolin menghentikan sepedanya setelah ia mengebut di perjalanan.

Zhaolin memarkirkan sepedanya dan berlari kecil menuju sebuah kursi taman yang ia yakini adalah orang yang menelfonnya beberapa saat lalu. Betapa polosnya namja itu, bahkan ia mungkin tetap akan pergi jika yang menelfonnya adalah orang jahat sungguhan.

“Sunbaenim — ah sunbaenimdeul annyeonghaseyo.. “ Zhaolin meralat cepat kalimatnya ketika menyadari disitu ada 3 orang namja yang ia kenal sebagai seniornya.

Luhan menatap Kai dan Sehun bergantian, ia bingung harus mengatakan apa. “Ah ye annyeonghaseyo. Kim Jong In imnida..” Kai lebih dulu bangun dan membalas salam Zhaolin.

“Ye annyeonghaseyo.. “

“Oh Sehun imnida.. “

“Ah ye, Oh Sehun sunbaenim annyeonghaseyo. Luhan sunbaenim annyeonghasseyo..” entah sudah berapa kali Zhaolin terus membungkukkan badannya. Tetapi yang jelas itulah yang terus ia lakukan sebagai seorang calon hoobae yang baik.

“Panggil hyung saja. Tidak perlu terlalu formal seperti itu. Duduklah.. “ Luhan bergeser sedikit menyuruh Zhaolin untuk duduk.

“Luhan hyung, Kai hyung, Sehun hyung.. “ Kai menjelaskan lebih rinci.

“Nde, algaeseumnida hyungdeul.” Zhaolin menunduk sopan.

Kai menaruh satu telapak tangannya pada pudak Zhaolin, “Zhaolin-ah mianhasseo. Hyung membohongi mu.. “

“Ye?” Zhaolin masih merasa sangat asing berada ditengah – tengah mereka.

“Bisakah kau membawa Nana datang kemari?”

“Oh Sehun. Ya!” Luhan langsung menyembur Sehun ketika Sehun mulai berbicara yang tidak – tidak pada Zhaolin.

“Na Jiejie? Untuk apa hyung?” tanya Zhaolin polos.

“Kau kenal hyung ini kan?” Kai menunjuk Luhan. Zhaolin mengangguk polos, “nde. Xiao Lu gege.. “

“Omo mo mo.. dari mana kau tahu panggilan itu?” tanya Kai tak percaya.

“Na jiejie. Na jiejie pernah bercerita tentang Xiao Lu gege.”

“Jinjja? Tentang ku? Eonje? Sungguh?” Luhan spontan menunjuk dirinya bersemangat.

Zhaolin lagi – lagi mengangguk, “uhm. Sudah lama sekali.”

“Lama itu kapan? Satu minggu yang lalu? Satu bulan? Dua bulan?” kali ini Luhan lepas kendali, ia merasa sangat penasaran.

“Mianhamnida. Aku lupa.. “ Zhaolin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum aneh.

“Zhaolin. Bisa kan membawa Nana noona — ah Na jiejie datang kemari? Uhm?” Kai balik ke pertanyaannya semula.

“Untuk apa hyung?” Zhaolin juga masih bertanya hal yang sama.

“Bocah Chinese ini ingin sekali ku telan.” Suara hati Kai bergema -_- . Tetapi pada kenyataannya, Kai berusaha untuk bersabar menghadapi namja yang tiga tahun lebih muda darinya itu, “tentu saja untuk hyung yang ini. Eotte? Ah.. kau memiliki keinginan yang belum terpenuhi?” Kai menambahkan embel – embel imbalan.

“Makanan? Game? Komik? PSP? Katakan saja.. “ Sehun sepertinya juga bersedia mendonasikan sebagian uang sakunya -_-

Luhan sangat tidak setuju dengan semua ini, “aihh apa yang kalian katakan? Zhaolin-ah.. hyung — “ tetapi Kai memotong cepat  pembicaraanya, “Zhaolin-ah.. ayo katakan saja.. hmm?”

Sashireunyo (sebenarnya).. Aku —  D.o sunbaenim-gga.. Baekhyun sunbaenim –gga, geurigo Chen sunbaenim –gga.. neomu joaheyo.” Meskipun ragu untuk menjawab, tetapi Zhaolin berusaha untuk mengutarakannya.. “aku sangat menyukai ketiga hyung itu.. “

“Ah! Call call. Bisa diatur.” Kai langsung mengiyakan, begitu juga dengan Sehun.

“Ayo ditelfon.. “ Sehun tidak ingin menunggu lama lagi, ia menyuruh Zhaolin agar segera melakukan apa yang mereka tunggu.

“Mmm.. “ Zhaolin membuka ranselnya ragu, ia memandangi satu persatu Luhan, Kai dan Sehun bergantian.

“Kenapa lagi Zhaolin-ah?” Sehun mulai tidak sabar.

Zhaolin sudah mengeluarkan ponsel dari dalam ranselnya, tetapi .. “keugeyo hyung.. aku — aku belum memperpanjang pascabayar ku bulan ini..”

Plak! Kai dan Sehun spontan menepuk jidad mereka masing masing secara bersamaan. Dua magnae itu lebih tampak frustasi dibandingkan Luhan..

“Geure – geure. Ayo perpanjang sekarang. Palli, hyung akan membayar untuk bulan ini. Lakukanlah.. “ Kai menyuruh Zhaolin dengan ekspresi pasrahnya.

“Jeongmalyo? Waa.. Jong In hyung gamshaeyo.” Raut wajah Zhaolin seketika berubah bercahaya dan berbinar. Namja itu cepat – cepat mengetik sesuatu pada layar ponselnya dan.. “Hyung sudah.” Zhaolin selesai memperpanjang telfon pascabayarnya.

“Hyung.. dua kali lipat!” Kai berbisik pada Luhan.

“Eo, telfon sekarang.. “ Sehun mengangguk merespon perkataan Zhaolin.

“Nde.” Zhaolin mengangguk cepat. Lalu ia menekan sebuah kontak yang terdapat pada ponselnya.

Beberapa detik kemudian..

“Eoh! Diangkat!” Kai, Luhan, dan Sehun merapatkan posisi mereka ke sisi Zhaolin agar dapat mendengar jelas suara Nana.

“Na Jiejie!”

Melihat ekspresi Zhaolin yang berubah seperti orang panik membuat ketiga namja tampan itu bertanya – tanya dengan tatapan heran.

“NA JIEJIE TOLONG AKU!”

“NA JIEJIE LUHAN GEGE MEMBULLY KU DI SUNGAI HAN!”

Mata Luhan, Kai, dan Sehun membulat sempurna.  Ketiga namja itu berteriak bersamaan. “YAAA! MWONEONGEOYA!”

To Be Co

113 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 4

  1. Hwahahaha…baca tingkah lakunya Kaihun bwat ngakak,,,gilaaaa…..
    Btw, si Zhaolin mw bantu apa nmbah malapetaka tu….kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s