EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 5

1385994_461881337264445_136227669_n

Chapter sebelumnya – KLIK

  • Authoress : Muriza a.k.a Yaegi Cho
  • Main Casts      :

– EXO Luhan | Xiao Lu | Xi Luhan

– Kim Nana | OC | as Trainee SM (fiction)

– EXO Kris | Wu Yi Fan

– Cho Yaegi | Official OC | Kris Wife

– Wu Geum Chan & Wu Geum Sha  | Official OC | Kris Children

  • Supported Casts :

–      EXO | Xiumin – Kai – Chen – Sehun – D.o – Chanyeol – Baekhyeon – Suho – Tao – Lay |

–      EXO ‘s Real Manager | Lee Seunghwan –  Heo  Jaehyuk – Noh Yong Min – Tak Young Jun  | Kim Min Wook | Im Hyunkyun

–      Xing Zhaolin | Real SM Trainee

–      Wang / Wu Lian | Kris brother

–      Yoon Soo Hee | SM’s Model

–      Another BB / GB SM / Real Trainee  & OC that you’ll find on the spot later on

  • Genre              : Family –  Comedy – Friendship – Sad / Hurt / Comfort – Romance
  • Rating                         : R – Restricted
  • Length             : Chaptered

Ideas, inspiration, characterization, official cast’s name, background, and the whole of the story is MINE, belongs to me  ~ Don’t do something plagiarize or plagiarism !! Everybody know that my XONAMS/XONJIES  are smart ~ I wanna study more with all of your comments ~  Typo everywhere.  We Are One ! Enjoy the story yeorobunnn ^_^

XXX

OST – FT ISLAND _ AFTER LOVE

Modu da geojitmariya da geojitmariya

Its all lies. All lies

Semuanya adalah kebohongan, semua kebohongan

Noye sarangeun da geojitmariya

Your love for me was all lies

Cintamu adalah kebohongan
Itorog apeuge haeseo

You’ve hurt me so

Karena itulah aku merasa sakit seperti ini
Nal seulpeuge haeseo ulligo gan sarangijanha

You left me crying

Karena membuatku bersedih, tidakkah kau tahu cinta yang pergi dan membuatku menangis

XXX

EXO – K’s Dorm

Keenam member K duduk memenuhi ruang utama dorm. Suho, Chanyeol, Baekhyun, Kai, Sehun bahkan D.o yang sudah lebih dulu terlelap pun terpaksa bangun dari alam bawah sadarnya dikarenakan duo magnae mengatakan bahwa ada hal yang sangat penting. Satu member M yang ikut bersepeda juga ada disana, Chen.

Ketujuh namja penuh kharisma itu terdiam sambil menatap seseorang yang menurut mereka masing sangatlah asing, Xing Zhaolin. Namja asal Cina yang saat ini masih dalam masa trainee dan menempuh pendidikan di SM akademi itu sekarang sedang duduk manis ditengah – tengah mereka.

“Annyeonghaseyo.. Anyyeonghaseyo sunbaenimdeul.. “ini sudah puluhan kalinya Zhaolin memberi salam pada mereka semua tanpa henti.

“Nde annyeonghaseyo..” tetapi, mereka juga tidak bosan untuk menjawab dan membalas salam Zhaolin dengan sopan, terkecuali Kai & Sehun yang sudah lebih dulu terkena senam jantung dadakan akibat ulah spontan Zhaolin yang hingga kini belum mereka tanyakan langsung. Atas motif apa bocah itu berteriak dan melarikan diri serta meninggalkan Luhan begitu saja di taman Suhyeon.

“Kai, teman mu?” D.o dengan ekspresi khasnya menunjuk Zhaolin sambil bertanya pada Kai.

Kai mengangguk cepat, “nde. Dia trainee kita. Malam ini, Zhaolin akan tidur disini. Bisa kan hyung?” Kai langsung menuju pada Suho sebagai penanggung jawab disana.

“Nde? Ah maksud ku, kenapa? Kenapa Xing Zhaolin tidur disini? Eo.. nde, boleh saja tapi –“ belum habis Suho mengutarakan kalimatnya ..

“Mianhamnida sunbaenimdeul. Aku tidak tidur disini, tapi aku hanya ingin tidur bersama D.o sunbaenim, Chen sunbaenim, Baekhyun sunbaenim. “

“MWOYA?!”

Beberapa saat setelah memberdeul juga terkena serangan jantung dadakan, usut demi usut kini Zhaolin sudah berada di salah satu kamar yang ada di dorm EXO. Atas persetujuan semua member, Zhaolin diperbolehkan untuk menginap malam ini. Terlebih karena hanya ada Jae manajer yang baik hati disini, maka semuanya sedikit lebih mudah dibandingkan Zhaolin harus tidur di lantai 17 dimana dua manager tersangar yang dimiliki EXO ada disana, Seunghwan dan Im manajer (-_- ‘)

Ternyata inilah imbalan yang Zhaolin harapkan. Dapat bertemu dan tidur bersama ketiga namja yang memiliki suara emas. D.o, Baekhyun, dan Chen.

Zhaolin sudah berganti pakaian dengan memakai sepasang piyama milik Sehun, dan sepasang kaos kaki tidur milik Kai. Bocah Chinese itu masih berdiri kaku di depan ketiga namja yang sangat ia idolakan. Chen, D.o dan Baekhyun belum habis pikir atas apa yang terjadi malam ini. Mereka masih saja menatap Zhaolin, Kai, dan Sehun dengan tatapan penuh tanya.

“Xing Zhaolin.. “ Kai memanggil Zhaolin dari luar kamar.

Zhaolin segera menoleh, “nde? hyungnim ada apa?” Zhaolin berlari kecil keluar kamar dengan segala tingkah polosnya.

“Apa – apaan ini? Kenapa dia hanya ingin tidur bersama kita?” Baekhyun mulai mendesah frustasi.

“Fans hyung. Dia penggemar kita. Kau tidak dengar tadi? Xing Zhaolin tidak tidur disini, tapi ingin tidur bersama D.o, Baekhyun dan Chen sunbaenim. Pffftt !” D.o menahan tawanya yang menggelikan.

“Dia sungguh trainee SM? Auuwhh kyeowo. Bukankah dia sangat lucu? Ya! Chen Chen!” Baekhyun menyadari jika Chen sudah lebih dulu tidur menungging di atas kasur.

Plak! D.o mendaratkan satu pukulan di pantat Chen. “Ya! Hyung wae geurae?” D.o lagi – lagi ingin tertawa karena posisi tidur Chen yang sangat menggelikan.

“Boneka bebek ku.. “ Chen menggumam dari dalam bantal.

“Ssshh.. sudah, biarkan malam ini bebek mu tidur bersama Tao. Auuwhh seperti murid taman kanak – kanak saja  kau ini hyung.“ cibir Baekhyun.

Chen bangun dari posisinya dan duduk.. “Ah shireo! Aku tidak bisa tidur tanpa bantal itu!” Chen menggerutu kesal.

Baekhyun merangkul bahu Chen dan menunjuk luar kamar, “tenang hyung. Kau memiliki boneka baru malam ini.. “

“Pffftt …!” untuk kesekian kalinya D.o ingin terbahak saat menyadari jika yang dimaksud oleh Baekhyun adalah Zhaolin.

Bip.

“Eoh?” Sebuah pesan masuk menghiasi layar ponsel Baekhyun yang tergeletak di atas tempat tidur.

Flip.

‘Yeol Park :

Byun Baek, haruskah malam ini aku hanya tidur bersama diri ku sendiri?’

Baekhyun membaca pesan singkat itu dengan segala ekspresi mualnya (-_-)

“Nugu?” D.o & Chen merasa penasaran. Baekhyun menekan opsi ‘kembali’. “Chanyeol, kekasih ku .. “ jawab Baekhyun enteng.

Blam! Blam ! “AUWHHHH.. Tidak waras.. “ Chen & D.o melemparkan dua buah bantal bersamaan ke  wajah Baekhyun.

Sementara itu di dapur ..

“Anjyo.” Kai menarik satu kursi didepannya.

“Nde sunbaenim.” Zhaolin mengangguk cepat dan segera duduk.

“Panggil hyung saja.” Sehun kembali mengingatkan.

Zhaolin lagi – lagi mengangguk cepat, “nde hyungnim.”

“Zhaolin –ah, kenapa tadi kau berteriak lalu pergi? Jika Nana — anyi maksud ku Nana jiejie menyangka  bahwa Luhan hyung sungguh membully mu bagaimana?” Kai mempertanyakan panjang lebar.

Zhaolin memandangi kedua sunbae nya itu bergantian, “itu satu – satu nya cara agar Na jiejie datang.” Zhaolin berkata polos.

“Lalu kenapa kau langsung pergi? Kenapa tidak menunggu hingga ia datang?” Sehun ikut menyambangi.

“Aku yang akan di hajar oleh jiejie jika aku masih disana hyung. Aku sudah berbohong dan menghianatinya. Nana jiejie pasti akan sangat membenci ku setelah ini.. “ Zhaolin tertunduk lemah.

“Anya, kau tenang saja. Itu tidak akan terjadi. Tenanglah.” Kai menyentuh  pundak Zhaolin.

“Kau yakin dia akan datang kesana? Lalu jika Luhan hyung yang dihajar bagaimana?”

Pletak! Kai reflek menepuk bahu Sehun, “aish! Pertanyaan macam apa itu!”

Sehun menggeser sedikit tubuhnya, “aku kan hanya bertanya saja.”

Zhaolin sesaat tercengang melihat perdebatan konyol KaiHun.  “Xiao Lu gege, dia orang yang sangat di sukai oleh Na jiejie.” Pernyataan Zhaolin mampu  membuat kedua magnae itu menoleh padanya lagi. “Jinjja? Hingga saat ini? Jeongmal?” Kai terbelalak tak percaya.

“Jinshimnya? Eonje? Kapan Na jiejie mu berkata seperti itu?” tanya Sehun mendetil.

Zhaolin berpikir sejenak, “mmm.. ku rasa ketika dia baru saja menjadi trainee.. “

WUSH ~ angin lalu berhembus dan membuat wajah Kai & Sehun kembali cengo (-_-) untuk kedua kalinya.

“Sunbaenim waeyo?” melihat Kai & Sehun menatapnya tanpa ekspresi menimbulkan tanya dari diri namja Chinese itu.

Kai kembali ke raut wajahnya semula, “Xing Zhaolin.. “

“Nde?” jawab Zhaolin tanpa beban apapun. “Bisakah memberikan pernyataan yang sedikit lebih serius?” wajah Kai tampak serius.

“Mianhamnida sunbaenim. Semua yang ku katakan itu memang benar. Tapi setiap kali aku menyinggung tentang Luhan ge, Na jiejie tidak pernah lagi merespon nya sekarang. Molla, mungkin Na jiejie sudah menerima lamaran Lee Howon.”

“MWOHAE?!” Kai & Sehun terlonjak bersamaan. “Si—sia—siapa? Ho –?”

“Mmm.. Lee Howon. Hoya Infinite.” Zhaolin mengangguk kecil.

“MWOYA?” lagi – lagi Zhaolin terkena jipratan hujan kecil dari KaiHun.

“Anyieyo. Mungkin juga seperti itu. Hyugnim.. apa — apa aku sudah boleh tidur sekarang? Mianhanmida, tapi aku sungguh mengantuk.” Zhaolin membungkuk sopan.

Kai & Sehun menatap pasrah bocah Chinese itu. “Eo. Geure. Tidurlah. Gomawoyo sudah membantu kami.”

“Sungguh hanya itu yang kau inginkan?”

Kai langsung melemparkan tatapan mautnya pada Sehun ketika Sehun melontarkan jenis pertanyaan yang hanya akan merugikan mereka.

“Nde. Aku hanya ingin tidur bersama hyungnim yang ada disana. Suara mereka sangatlah bagus.” Zhaolin mengangguk mantap.

“Lalu bagaimana dengan kami?” Kai menyambangi. Tanpa berpikir panjang Zhaolin menjawab, “nde? Aku belum pernah mendengar suara hyungnim sama sekali.”

Kai & Sehun kembali cengo. “Geure. Masuklah ke kamar. Palli kha.“ Kai mengibaskan tangannya menyuruh  Zhaolin agar  segera enyah dari hadapan mereka.

“Nde. Selamat malam hyungnim. Neomu gamshaeyo. Annyeonghaseyo.”

Setelah melihat Zhaolin yang berbalik pergi dan masuk ke kamar. Duo magnae itu meneguk segelas air untuk melegakan tenggorokan masing – masing.

“Auuwhh aku bisa gila.. !!“ KaiHun berdecak frustasi bersamaan -_-

XXX

Sudah lebih dari lima belas menit Luhan menduduki bangku taman Suhyeon yang berada dikawasan sungai Han. Jika sebelumnya ia duduk untuk sekedar menenangkan pikiran dan perasaannya yang berkecamuk, tetapi sekarang adalah kebalikannya. Namja yang sangat tidak suka disebut cantik itu berpikir dan berusaha bagaimana caranya agar ia dapat segera melarikan diri dari sana. Sudah berkali – kali Luhan bangun & berdiri karena ia merasa seseorang itu sudah membuat jiwanya terancam saat ini, Xing Zhaolin. (-_- ‘)

Setelah Zhaolin berteriak dan memastikan bahwa Nana akan datang, tanpa aba – aba apapun Zhaolin langsung menarik Kai & Sehun untuk segera enyah dari tempat itu. Zhaolin hanya menitipkan pesan terakhir, “jika kau lari, maka aku akan benar – benar mengatakan bahwa kau baru saja menghajar ku Ge. Atas sikap ku yang tidak pantas ini, aku ucapkan mianhamnida Luhan gege”. Zhaolin mengucapkan kalimat itu dalam satu nafas dan segera  pergi mengayuh sepedanya bersama KaiHun.

Hingga saat ini, belum terpikirkan oleh Luhan apa yang membuat Zhaolin berteriak dan menjadikannya kambing hitam tanpa sesuatu yang ia sendiri tidak melakukannya. Yang jelas saat ini Luhan tidak memiliki pilihan lain, lebih tepatnya ia memilih untuk tinggal. Berandai – andai bahwa Nana memang akan datang meskipun bukan karena nya.

Bip.

Luhan menggerakkan jemarinya cepat ketika satu pesan masuk menghiasi layar ponselnya.

‘Jong Innie :

Hyung. Kau masih disana eo? Jangan berpindah tempat satu langkah pun. Ara?!’

Bip. Pesan berikutnya.

‘Sehunnie :

Hyung. Kekeke. Asuransi mu sudah ku claim, jika terjadi sesuatu pada mu.’

“Ya! Bocah – bocah ini — aaaiish!” Luhan berdecak kesal membaca dua pesan singkat tersebut.

Bip. Satu pesan masuk lagi. Tetapi raut wajah Luhan kali ini sedikit berbeda.. Gulp – Ia lebih dulu menelan salivanya dengan susah payah ketika baru menyadari jika pesan masuk itu adalah seseorang yang sudah memblack list nomor ponselnya sejak lama.

‘Nana Kim :

Dasar pengecut!’

GULP – bunyi saliva Luhan bersuara lebih keras dari sebelumnya. Tak disangka – sangka, aksi Zhaolin yang hanya berlangsung sepersekian detik mampu membuat Nana segera menghapusanya dari daftar black list.

Drt – drt – drt ..

DEG! Mata Luhan malam ini benar – benar akan keluar dari kelopaknya. Bagaimana tidak, setelah beberapa serangan jantung dadakan yang ia alami, kali ini giliran Nana menghubunginya..

Drt – drt – drt .. Luhan terus memandangi layar ponselnya. Sungguh seperti sebuah mimpi yang tak ia harapkan untuk ia mimpikan. Dug dug dug dug – Begitulah suara detak jantungnya saat ini. Otot – otot tangan Luhan seakan mengeras tidak dapat digerakkan sama sekali. Ia tetap tidak menekan tombol ‘angkat’.

“Eoh!” Luhan mendongakkan kepalanya, dan melihat sekeliling. Bisa saja Nana sudah berada ditempat yang sama dengannya atau akan segera tiba.

“Ssshh.. tidak bisa! Aku harus pergi dari — “

Baru saja ia bangun dan hendak melangkahkan kaki untuk berlari ..

“YA! XIAO LU !” DEG! Luhan merasakan jika sebentar lagi dirinya akan menjadi butiran debu – debu halus yang tertiup angin musim dingin (-.- ‘)

Ya, sosok itu adalah orang yang sangat ingin ia temukan sekaligus ingin ia hindari karena sosok  itu muncul dengan cara yang tidak wajar (-.- ‘), Kim Nana.

Luhan memberanikan dirinya untuk berbalik, dan … benar saja, Nana sudah lebih dulu berada tepat dibelakangnya.

“Dimana dia? Marhaebwa palli.” Nada Nana terdengar ketus dan terkesan to the point.

Luhan memandangi Nana sejenak. Yeoja itu tampak manis dengan balutan hoodie tebal tanpa motif dipadu dengan skinny jeans hitam serta kunciran rambut yang tertutup oleh topinya. Tatanan Nana yang terkesan sederhana nan simple membuat Luhan sedikit tertegun memandangnya..

Tap! Nana menepuk keras bahu kanan Luhan. “Apa kau tuli? Dimana Zhaolin?! Apa maksud mu memperalatnya? Neo micheosseo? Apa kau sungguh sudah berubah menjadi rusa yang licik eoh? Cepat katakan dimana dia!!” Nana terus menghujam Luhan dengan pertanyaan yang bertubi – tubi dan diakhiri dengan kalimat bentakan.

“Eobseo. Zhaolin eobseo.” Lirih suara Luhan terdengar. “Mwo?” respon Nana tak percaya.

Luhan  berdiri menghadap Nana sepenuhnya, “dia tidak ada disini.” Luhan memperjelas.

“Sigh – “ Nana mendesah kasar, membuat uap hangat keluar dari dalam mulutnya. Yeoja itu baru menyadari akan suatu hal yang tak terpikir olehnya sebelum ia benar – benar datang kesini. Ya, Nana baru menyadari jika Zhaolin telah mengelabuinya habis – habisan.

“Sial! “ desis Nana pelan. Tanpa banyak bicara ia langsung berbalik untuk segera meninggalkan tempat ini. Tetapi..

“Kim Nana cham — “

“Nggh!” Nana menghentakkan tangan Luhan yang baru saja meraih pergelangan tangannya.

Luhan kali ini tidak menyerah begitu saja, “ku bilang tunggu sebentar!” Luhan kembali meraih pergelangan tangan yeoja itu dan benar – benar menggenggamnya erat.

“Ya! “ Nana berusaha keras untuk melepaskan pergelangan tangannya.

“Sebentar saja.” Luhan bernegosiasi lebih dulu sebelum Nana mengiyakan permintaannya, maka ia juga tidak akan melepaskan yeoja itu begitu saja.

“Ngggh! Lepas! Ya! Ya Xi Luhan chugollae (kau mau mati) ?! Eoh!” Nana memberontak semakin kuat.

Begitu juga dengan Luhan, ia semakin mencengkram kuat pergelangan tangan Nana. Hingga..

Tap! Tangan kiri Nana menarik jaket bagian leher Luhan. “Kau ingin mati sekarang? Uh?” Nana mencengram kuat kerah Luhan, ia berbicara dengan rahang yang mengeras.

“Na namja-yya. Sekuat apapun tenaga mu, aku tidak akan kalah. Naega namja ttemune (karena aku adalah laki – laki).” Bisik Luhan jelas dihadapan wajah Nana.

Tatapan Nana semakin mematikan. Terpancar sejuta kebencian dari kedua bola mata indah itu.. “geurekuna? Kau pikir kau siapa?” DEG! Cengkraman tangan Luhan perlahan melemah setelah kalimat itu Nana lontarkan.

Nana segera menarik tangannya lugas dari genggamana tangan Luhan. Ia benar – benar berbalik pergi.

“WAE?!”

Teriakan Luhan menginterupsi langkahnya. Nana berdiri membelakangi Luhan dengan jarak yang hanya beberapa langkah saja.

“Geundae wae? Kenapa kau masih memakai kalung itu? Wae? Kenapa kau — “ Tap! Belum selesai Luhan menyempurnakan kalimatnya, benda yang ia maksud baru saja terlempar mengenai dadanya dan jatuh ke tanah. Nana menarik kalung itu dari lehernya dan melemparkan ke arah  Luhan. “Sudah kan?” Malam ini sosok Nana memang terlihat sangat berbeda. Ini adalah sosok yang Luhan temukan  di restoran ayam goreng waktu itu. Tatapan beku, sorot mata yang nanar, dan .. suara yang seperti sedang memaksakan diri untuk di anggap kuat.

“Ya Kim Nana.. “ Luhan memanggil nama itu tak percaya atas apa yang baru saja Nana lakukan padanya. Tetapi, tanpa menunggu lama Nana kembali berbalik pergi.

“Ya Kim Nana!” Luhan mencoba memanggilnya. Percuma.. langkah Nana tidak akan dapat terhentikan lagi. “YA!” Luhan berteriak sembari ikut melangkah mengikuti yeoja itu.

Nana sama sekali tidak berbalik meskipun ia tahu bahwa Luhan juga mengikutinya dari belakang. “Nana-yya! Nana-yya!” Luhan mencoba meraih apa saja yang dapat ia raih dari sosok Nana agar ia berhenti dan diam di tempatnya.

“Sigh – “ Luhan lebih dulu menghentikan langkahnya dan hanya menatap Nana yang nyaris semakin jauh dari pandangan. Saat ini Luhan sedang mengalami dilemma yang sangat membuatnya kalut. Gerak kakinya seakan ragu untuk melangkah, tetapi juga enggan untuk tetap diam disana. “Sshhh.. !“ Luhan memejamkan matanya sejenak, dan memutuskan..

HUG! Luhan berlari beberapa langkah dan meraih punggung Nana. Ya, namja itu melingkarkan kedua tangannya erat pada tubuh Nana. Luhan memeluk Nana dengan segala spontanitas yang terjadi begitu saja.

Deru nafas Luhan sulit untuk dirasakan oleh Nana, karena hatinya terlalu beku untuk semua ini. Nana sama sekali tidak memberikan respon apapun, selain hanya berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun.

“Kajima.. “ kata pertama yang meluncur mulus dari bibir tipis Luhan.

“. . . . . . “ hening.. masih tetap sama. Tak ada respon apapun.

“Kajima. Kim Nana kajima.. jjalmutaesseo..” Luhan berbisik lirih. Dapat ia rasakan suhu tubuh Nana yang benar – benar sangat dingin. Yeoja itu masih juga tidak berbalik.

Tidak peduli meskipun kelak ada yang melihat serta menyaksikan ini semua, Luhan kembali berseru tepat pada telinga kiri Nana, “arayo. Karena aku mengetahui semuanya, maka itu aku ingin kembali.. “

“. . . . . . “

“Arayo. Semua ini terlalu banyak menyakiti mu.. tetaplah tinggal meskipun kau akan berubah semakin idiot Nana-ah.. “

“. . . . . “ tetap hening..

“Geurigo arayo. Malam itu — kau sedang tidur bersama Chorong. Mm.. Chorong yang mengatakan —“

Pada saat yang bersamaan Nana berbalik dan memotong cepat perkataan Luhan. “Kau pikir siapa? Neo nuguya? Niga mwonde? Uh?” Nana menolak kasar tubuh Luhan dari hadapannya.

Luhan terlihat tidak gentar sedikitpun. Ia terdorong dan tetap berdiri layaknya seorang laki – laki. Luhan terus memandangi Nana tanpa sepatah katapun..

Lambat laun sorot mata Nana berubah nanar dan nyaris berkaca – kaca. “Eobseo. Eobneunde. Piryeobseo. Piryeopchana Xiao Lu. Geuneunda. (Tidak akan ada lagi. Tidak perlu lagi. Semuanya selesai).”

Perasaan Luhan terasa kian berkedut ketika mendengar  kalimat yang sangat menyayat baginya. Ia tahu jika Nana seperti ini karenanya, ia  tahu jika tentangnya dan Nana tidak akan  ada lagi juga karenanya.. namun inilah kehidupan, penyesalan akan selalu mengejar ketika hati mulai lengah.

“Aku akan baik – baik saja dan bahkan hidup dengan sangat baik tanpa melihat mu. Kkeuronikka.. pergilah. Geuneunda.” Nana memperjelas dengan menekankan setiap intonasi bicaranya.

Luhan menelan salivanya yang seolah nyaris membuatnya tercekik karena mendengar kalimat demi kalimat yang sangat mengiris hatinya..

“Tetaplah diam ketika aku berbalik pergi. Jika kau tetap mengikutiku maka — “ kalimat Nana terpotong karena Luhan memajukan satu langkahnya. Saat itu juga mata Nana membulat sempurna.  “Apa kau tuli?” Nana mendesis geram.

Luhan menjawab dengan maju satu langkah lagi ke  arah Nana.

Nana semakin di ubun – ubun. “Kau akan mati jika kau mendekat!”

Luhan justru memajukan dua langkahnya. “Ya!” Nana mengancamnya dengan nada tinggi sambil mundur selangkah agar jarak antara ia dan Luhan tidak akan bertemu.

Tetapi justru sebaliknya. Luhan semakin melangkah mendekat ketika Nana mencoba mengambil langkah mundur. Hingga.. jarak mereka hanya tertinggal beberapa ukuran jengkal. Nana merasakan kegugupan yang luar biasa ketika aroma parfum diamond air milik Luhan tercium hingga sangat melekat pada indera penciumannya. Luhan benar, walau bagaimanapun ia adalah namja dan Nana tentulah yeoja. Nana melihat ke bawah sekilas, lalu kembali mendongak. “Maju satu langkah lagi maka kau akan ma — “ CHU –

Nana gagal menyempurnakan ancamannya ketika bibir Luhan sedikit lebih cepat menempel pada bibir merah muda itu. Luhan mengecup singkat bibir Nana lalu ia segera menyudahinya..

“Bunuh aku sekarang.“ PLAK! Luhan memejamkan matanya sesaat. Meresapi kedutan hatinya yang kini telah berpindah pada pipi kanannya. Nana secara spontan melayangkan sebuah tamparan.

Luhan menarik seulas senyuman. “Itu cukup?”

“. . . . . . “ Nana tetap bungkam. Ia hanya menatap Luhan murka.

Luhan mencari keberadaan tangan Nana. “Hmm.. lakukanlah lagi. Lakukan hingga sakit hati mu terbayarkan. Ayo.. aku yakin itu belum cukup. Hmm? Lakukanlah.” Luhan menarik lengan Nana pelan, menuntun  untuk  kembali menamparnya. Namun sesaat berselang ..

HUG! Sebuah pelukan mendekap hangat tubuh Luhan yang berbalutkan mantel tebal.

“Aku akan membunuh mu ketika aku siap. “ Nana membenamkan wajahnya didalam dada Luhan. Aroma parfum diamond air itu semakin dapat ia rasakan.

Seulas senyum bahagia terpahat jelas pada garis bibir namja berkebangsaan Cina itu. Tanpa ragu Luhan membalas pelukan Nana, bahkan  lebih erat dari apa yang Nana lakukan..

“Ara.. aku bahkan sudah lebih dulu siap untuk mati ditangan mu.”

“Xiao Lu.. “ Nana memanggilnya tanpa mendongak dari dalam benaman dada Luhan.

“Mmm?”

“Ije wassneunde. (Aku sudah kembali)“ Nana tidak memiliki kalimat lanjutan yang lebih panjang untuk ia utarakan.

Luhan menumpukan dagunya pada puncak kepala Nana. “Nde.. eoseo-oseyo Kim Nana-yya (selamat datang)”.

XXX

Sementara itu …

‘Jika kau masih berani memperlihatkan batang leher mu didepan ku. TAK! Kepala mu akan terpisah dari … lengkapi sendiri dengan kata – kata mu! Teganya kau menghianati ku Xing Zhaolin!’

Ketiga main vocal EXO sudah lama terlelap. Tetapi tidak dengan Zhaolin. Namja itu masih saja dihantui oleh bayang – bayang Nana yang sedang mematahkan lehernya seperti pesan singkat yang ia dapat dari Nana beberapa saat lalu.

“Hufh – “ Zhaolin berbaring terlentang ditengah – tengah D.o, Chen, dan Baekhyun. Ia menatap langit – langit kamar yang sangatlah berbeda dengan langit – langit pada asrama huniannya bersama trainee SM yang lain. “Sigh – “ Zhaolin kali ini menarik nafas sembari memindahkan salah satu tangannya lalu ia selipkan di antara kepala dan bantal.

“Hanya ingin berbuat baik kenapa susah sekali?” Raut wajah Zhaolin terbilang susah. Ia melihat sekitarnya, mengintip satu persatu wajah memberdeul yang tidur bersamanya malam ini. Seulas senyum polos nan berkharisma tiba – tiba melengkung dari bibirnya, “persetan dengan semua itu. Meskipun esok aku akan mati ditangan Na jiejie, paling tidak aku sudah menghabiskan malam dengan ketiga hyung tampan ini. Kyaahaha.. “ Zhaolin tertawa berbisik. Ia ingin memeluk Baekhyun yang tidur tepat disampingnya, akan tetapi.. “eoh! Tidak boleh. Aku laki – laki normal. Aku sudah berjanji pada Xiu Pu Tao untuk menikahinya kelak.. Jiayou!” Zhaolin kembali berinteraksi dengan dirinya sendiri.

“Kai & Sehun sunbaenim memang sangat baik hati. Hyungnim.. selamat malam semuanya. Wo Ai Ni Men.. “  Zhaolin memberi ucapan selamat tidur pada Baekhyun, D.o & Chen yang sudah tidak sadarakan diri.  Ia kembali berbaring, menarik selimut, dan memejamkan mata dengan wajah yang penuh sukacita.

Disisi lain..

Tidak tahu asal muasal bahkan tanpa direncakan. Kai, Sehun, & Chanyeol malam ini tidur dalam satu kamar yang sama. Sementara leader Suho lebih dulu terlelap bersama Jae manajer dan Yong Min manajer dikamar yang lain. Chanyeol sudah lebih dulu terkapar dengan menutupi seluruh permukaan tubuhnya menggunakan selimut tebal. Sementara Kai & Sehun yang tidur bersebelahan memilih untuk menaruh sebuah bantal guling ditengah – tengah mereka dan tidur dalam posisi saling membelakangi satu sama lain.

Drt – drt – drt ..

Sehun sudah merasakan adanya getaran tersebut sudah sejak beberapa saat yang lalu. Getaran yang berasal tepat dari belakangnya. Bisa dikatakan, getaran itu berasal dari samping bantal yang ditiduri oleh Kai.

Drt – drt – drt ..

“Ssshh.. ponsel sialan!” dengus Sehun dalam hatinya. Namja berwajah oval itu pun berbalik untuk memastikan suara tersebut. Sehun sedikit mengangkat kepalanya. “Ssshh.. kenapa tidak di angkat?” desis Sehun pelan. Ponsel Kai terus berkedap – kedip menandakan sebuah panggilan masuk. “Kai.. Kai.. Jong In.. Kim Jong In! “ Sehun menepuk – nepuk pelan bahu Kai, tetapi Kai tak kunjung memberi respon apapun. Mungkin ia benar – benar sudah tertidur pulas.

“Aish.. “ Sehun menggerutu kesal melihat panggilan itu tak kunjung berhenti. Ketika tangannya mencoba meraih ponsel Kai ..

“Jangan. Biarkan saja.” Suara Kai menginterupsi gerakan tangan Sehun yang memang akan meraih ponsel itu. Kai berbicara tanpa berbalik sedikitpun.

“Eungg?” Sehun memang tidak mengambilnya, tetapi cukup jelas membaca nama si pemanggil. “Jae Rin”

Setelah mengetahui jelas nama si pemanggil Sehun kembali bergumam, “Kai .. tapi itu — “

Perkataan Sehun terpotong ketika tangan Kai dengan cepat meraih ponselnya dan membawa benda itu ke depannya. “Tidurlah. Tidak akan ada KyungSoo ataupun Luhan hyung yang akan membela mu.” Kai menarik selimut hingga menutupi seluruh permukaan tubuhnya.

Sehun menatap sosok Kai penuh rasa tanya. “Cinta orang dewasa rumit sekali.. cih.. “ Sehun mendesis kesal, ia kembali berbaring dan juga menarik selimutnya.

Ternyata Kai sama sekali belum benar – benar tertidur. Dibalik selimut yang menutupi tubuhnya, Kai terus memandangi layar ponsel yang masih saja berkedap – kedip. Hingga … bip. Ibu jari Kai menyentuh opsi ‘tolak’.

Drt – bip. Satu pesan masuk segera dibaca oleh Kai.

‘Kau puas? Hentikan semua sampai disini. Aku muak!’

Kai membaca pesan singkat itu tanpa bergidik sedikit pun. Ia hanya memandangi rangkaian kalimat singkat itu sesaat. Kai memejamkan matanya sejenak untuk berpikir dan ..

‘Geure. Ayo berhenti disini. Lakukan sesuka mu.’ Bip. Setelah memastikan pesan yang ia kirimkan berhasil sampai pada si pengirim, Kai menonaktifkan ponselnya dan lanjut memejamkan mata.

XXX

Masih pada malam & waktu yang sama..

Jam sudah menunjukkan pukul 2 dinihari. Salju pertama di bulan Desember mulai berjatuhan ke permukaan bumi. Meskipun butir – butir  putih itu nyaris tenggelam di pekatnya malam menjelang pagi tetapi.. itu tidak dapat mengurangi keindahannya. Luhan belum juga melepaskan genggaman hangatnya dari tangan Nana. Bahkan ini sudah lebih dari satu jam mereka duduk dengan hanya beralaskan kerikil – kerikil kecil tanpa melepaskan genggaman satu sama lain. Nana yang semula mendongak menatap langit untuk menyaksikan salju yang turun mengalihkan fokusnya pada namja yang duduk diam disampingnya. “Sampai kapan kau akan mengenggam tangan ku seperti ini?” Nana memasang wajah galaknya.

Luhan kembali tersenyum hangat, “aku tidak akan melepaskannya.” Luhan menindih tangan Nana dengan tangannya yang lain. Memberikan rasa hangat pada seluruh permukaan tangan yeoja itu..

“Sshhh.. hentikan. Aku tidak suka.” Nana bergidik ngeri melihat sosok Luhan yang ada dihadapannya saat ini.

“Hmm.. “ Luhan menggeleng pelan. Ia tetap menolak untuk melepaskan genggamannya.

“Ini sudah pagi Xiao Lu. Kau harus pulang. Disini juga sangat dingin.. “ Nana berdecak kesal.  “Mendekatlah.. aku akan menghangatkan mu.” Luhan tersenyum evil.

Nana segera menegakkan posisinya, “ku rasa aku sudah siap untuk membunuh mu.”

“Hahaha..” Luhan justru tertawa mendengar penyataan Nana.

Nana semakin kesal dibuatnya. “Sshh..! Lepas.. denyut nadi ku bisa berhenti jika kau terus mengenggam ku seperti ini. Xiao Lu! Ya rusa bodoh! “

“Berjanjilah untuk berada ditempat yang dapat aku temui dengan mudah jika aku melepas tangan mu sekarang.”

Nana tertegun sesaat mendengar persyaratan Luhan. “Eo. Lepas. Auuwhh ini seperti bukan diri mu. Auuwh jinjja!” Nana akhirnya berhasil melepaskan pergelangan tangannya.

Luhan kini kembali ke posisi semula, ia menatap lurus hamparan kelap – kelip lampu kota Seoul pada malam hari..

“Nana-yya.. “

“Wae?” Nana sedang sibuk memasang sarung tangan pada dua tangannya.

“Tidak ada yang ingin kau tanyakan?” Luhan menoleh pada Nana.

Nana menggeleng, “apakah harus?”

Luhan mengeluarkan kedua tangannya yang membeku dari saku pada mantel tebalnya. Ia menggeser posisi duduknya sedikit lebih rapat dengan Nana. Hug – Luhan melingkarkan kedua tangan pada pinggang Nana dengan posisi menyamping. Namja itu juga perlahan menjatuhkan kepalanya pada bahu Nana..

Nana yang mendapat perlakuan seperti justru membeku. Ia perlu menyesuaikan gejolak yang ia rasakan saat ini. Karena ini adalah pertama kalinya mereka sedekat ini.

“Jika dulu aku tahu bahwa akan senyaman ini bersandar di bahu mu.. aku akan membiarkan mu terus memarahi ku ketika aku tidak menjawab telfon mu Nana-yya.. “

Nana semakin membeku. Bibir merah mudanya terkatup rapat, ia juga merasakan kelu pada lidahnya. Pada saat ia menginngat sesuatu yang baru saja ia putuskan..

Flash –

“Appa tidak pernah memaksa mu. Hajiman.. Kim Nana putri ku harus diakui oleh dunia ketika ia berpijak dimana pun.”

“Arasseo appa. Naega halkke (aku akan melakukannya).”

“Dunia ku atau dunia mu sendiri. Appa hanya akan mendukung hal yang tidak membuat mu terluka Nana-yya.. “

“Arasseo appa. Aku tidak akan terluka jika aku hidup di dunia mu.”

Gulp – Nana menelan pahit salivanya ketika percakapan singkat antara ia dan orang yang sangat berarti dalam hidupnya kembali terngiang. Lamunan Nana terberai saat  ia menyadari bahwa Luhan masih bersandar di bahunya..

Perlahan Nana menggerakkan tangannya, dan melepaskan lingkaran tangan Luhan, “kita bertukar posisi. Ayo bangun. “ bisikan lembut Nana membuat Luhan langsung kembali ke posisi semula.

Tatapan Luhan seakan mempertanyakan sikap Nana yang tiba – tiba berubah manis. Nana membalas itu dengan senyuman yang juga baru pertama kali dilihat langsung oleh Luhan setelah sekian lama. “Wae? Kau lebih menyukai jika aku selalu berteriak ketika menyuruh mu melakukan sesuatu?”

“Nde? Ah anya. Ini seperti bukan diri mu.. “ Luhan tiba – tiba merasakan perasaan lain dari dalam hatinya.

Tanpa menunggu lama Nana kini berbalik menyandarkan kepalanya pada bahu Luhan. “Apa yang ingin kau lakukan ketika aku di Korea Xiao Lu?“ Nana memejamkan matanya. Ia mengulangi kalimat yang dulu hanyalah untaian kata melalui pesan singkat.

“Menggenggam tangan mu.. “ Luhan kembali meraih salah satu tangan Nana.

“Hmm.. kau bisa melakukannya sekarang.”

Hati Luhan justru berdesir ketika ia semakin merasakan ini bukanlah aura seorang Kim Nana. “Nana –yya?”

“Hmm. Wae?” Nana menyahut dengan mata yang masih ia pejamkan.

Luhan berusaha menepis semua rasa gusar itu dan membiarkan Nana bersandar dibahunya. “Benarkah — benarkah kau akan pergi ke — “

“Kenapa kau melakukan hal itu pada ku Xiao Lu?” potong Nana cepat. Seakan tidak bisa membiarkan Luhan menanyakan hal tidak ingin ia dengar.

“Uh?” Luhan merespon tak mengerti.

“Wae? Kenapa tidak menjawab ku ketika aku menanyakan Nona Yuan itu?”

Luhan tertunduk kaku, “itu salah ku. Mianhae.. “

“Uhm. Gwaenchana. Aku memaafkan mu.. “

“Nana-yya, benarkah kau akan —-“

“Wae? Kenapa kau tidak mengakui jika kau mengenal ku?” Nana lagi – lagi menghentikan pertanyaan Luhan dengan pertanyaan yang ia miliki.

“Aku sudah mengetahuinya, jika itu bukanlah Chorong. Hanya Kim Nana yang akan bertingkah seperti murid taman kanak – kanak.”

Pernyataan Luhan kali itu membuat Nana mengangkat kepalanya untuk kembali tegak. “Mworagu? Ya!” nada bicara Nana terdengar sengit, ia menatap Luhan sesungutan.

“Wae? Bukankah Kim Nana memang seperti itu?” Luhan mengacak – ngacak puncak kepala Nana.

“Aish! Ireojimma!” Nana menepis tangan Luhan dari kepalanya. “Nana –yya. Kenapa selalu memotong pembicaraan ku setiap kali aku bertanya? Benarkah kau akan kembali ke Jepang?”

Nana tidak langsung menjawab, ia justru kini membuka ransel bermotif kepala rusa yang selalu ia bawa kemanapun. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam sana..

“Igeo.. “ Nana memberikan sebuah benda  berbetuk balok kecil pada Luhan.

“Rubik? Untuk apa?” Luhan mengernyit. “Susun dalam 1 menit, maka aku akan tetap tinggal.” Tegas Nana.

“Mwo? Jadi kau sungguh akan pergi?”

“Wae? Bukannya aku juga pernah pergi?”

“Ya Kim Nana!” Luhan berubah kesal.

“Eotte? Bisa tidak? 1 menit. Auuwhh ternyata kau semakin payah.”

“Lalu jika aku tidak berhasil menyusunnya dalam satu menit?”

Nana tersenyum tenang, “aku juga akan tetap tinggal”. HUG! Luhan lagi – lagi menarik Nana cepat kedalam pelukannya. “Jangan menakuti ku Nana-yya!” Luhan memegang erat puncak kepala Nana.

Hanya kedua mata Nana yang terlihat, sementara setengah wajahnya kini terbenam didalam dekapan Luhan. “Ya Xiao Lu. Sudah berapa kali kau memeluk ku dengan cara membabi buta seperti ini? Kau mau jika besok gambar kita tersebar di situs internet? Sasaeng berada disekitar mu.”

“Itu tidak akan terjadi. Kau lupa? Kekasih ku seorang preman.” Tukas Luhan cepat.

Mendengar Luhan menyebutnya dengan kata ‘kekasih’ membuat Nana ingin tersedak. “Jinjja? Waahh.. berani sekali kau berpacaran dengan seorang preman?”

“Uhm. Aku akan meminta SM untuk menjadikan Kim Nana salah satu bodyguard EXO.”

DUK! Nana meninju keras punggung Luhan. “Ya! Bagaimanapun aku ini yeoja!”

“Hahaha. Araa. Tapi, bukankah kau sangat menguntungkan?”

“Eo. Kau beruntung. Xi Luhan sangat beruntung karena yeoja itu adalah Kim Nana.”

“Cih.. “ Luhan menyudahi pelukannya dan menatap Nana penuh cibiran.

“Wae? Baru menyadari jika aku lebih cantik dibandingkan Nona Yuan mu?”

Luhan spontan memelototi Nana. “Chugollae?”

“Pulanglah. Sebentar lagi matahari akan terbit.” Nana memandangi Luhan dengan menopang dagunya.

“Aku akan tampil perdana di MCD.”

“OK. Aku akan datang.” Nana segera mengangguk mengiyakan.

“Jeongmal?” tanya Luhan tak pecaya. “Eo. Aku akan datang lebih awal ketika kalian sedang rehearsal. Aku akan membawa sebuah banner dan menuliskan ‘Xiao Lu Jiayou!.” Nana membuat gerakan dengan kedua tangannya.

“Ahh! Kenapa aku tidak merekam pembicaraan mu?” Luhan berpura – pura frustasi.

“Aihh kau cerewet sekali. Pulang sekarang! Suara mu akan beku jika kau terus berdiam di udara dingin.”

“Lalu bagaimana dengan mu?” Luhan menyadari jika tidak akan ada lagi bis yang akan berhenti.

“Pulanglah. Seunghwan oppa akan mengutuk ku habis – habisan karena mu. Apa kau selalu akan membuat ku hidup penuh dengan penderitaan?” Nana mencerca Luhan habis – habisan.

Sorot mata Luhan melemah, “jangan bicara seperti itu. Tidak, aku tidak ingin membuat mu menderita.” Luhan bangun dari duduknya.

Nana mengangguk enteng, “geure. Pulanglah.”

“Lalu kenapa kau masih duduk disini? Ya ige andwae! Seharusnya aku yang menunggu mu hingga kau pergi. Kenapa jadi terbalik seperti ini?”

“Kau lupa? Aku preman.” Nana mengibaskan rambutnya yang terkuncir.

Apa yang baru saja ia perbuat sukses membuat Luhan tersenyum geli, “cih.. araa. Geure. Segeralah kembali ke dorm. Aku akan menemukan mu di kerumunan Fans ketika acara  berlangsung.” Luhan menunjuk wajah Nana.

“Eo. Palli kha.” Nana mengibaskan tangan agar Luhan segera pergi dari hadapannya. Luhan mulai berjalan mundur dan melangkah pergi dari sana. “Bye – bye.. “ Luhan melambai – lambaikan tangan.

“Hmm.. Bye – bye.” Nana juga melambaikan tangannya. “JAM 4 SORE.. “ teriak Luhan seiring langkahnya semakin menjauh.

Nana mengacungkan jempolnya. “ARAA! TIDURLAH YANG NYENYAK MESKIPUN HANYA SEBENTAR, NDE?!” Nana balas berteriak.

“NDEEEE!”

Setelah memastikan Luhan sudah berbalik dan semakin melangkah jauh, Nana menarik nafas lega. “Sigh – “ Ia pun bergegas untuk pergi dari sana. Nana menyusuri jalan setapak menuju jalan raya. Ia melewati jembatan kayu yang menghubungkan taman Suhyeon dan anak sungai Han. Salju turun semakin lebat, itu terlihat dari tumpukan seperti kapas putih pada topi yang ia kenakan. Nana menadahkan tangannya untuk menampung salju yang turun.. “Yappeuda.. “ butiran putih itu kembali membuat senyuman khasnya mengembang. Tanpa terasa ia sudah sampai di ujung jalan setapak yang memakan jarak sekitar 100 meter untuk menuju jalan raya. Nana memasukkan kedua tangannya pada kedua saku hoodie yang ia kenakan. Hidungnya mulai memerah karena ia tidak menyangka jika salju pertama akan turun malam ini..

“Ssshh.. kenapa Gangnam sangat jauh? Aish jinjja! Aku tidak membawa dompet ku. Zhaolin, kau dimana?” Nana menekan – nekan layar ponselnya. Ia sesekali mendengus kesal karena orang yang sedikitnya bisa  membantu juga tidak ada disana. Jika dulu masih ada Yaegi yang tinggal di apartement terdekat, maka kini Nana sepertinya memang harus langsung kembali ke asrama. Nana berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pada pilar jembatan. Suasana yang lebih dari kata sunyi. Hingga ia menemukan sebuah kontak yang baru saja tersimpan di daftar ponselnya beberapa waktu lalu.. “Lian Wu”

Flash –

“Apartement ku tidak jauh dari dorm EXO. Jika kau pergi ke sekitar sini, hubungi saja aku.”

Jemari Nana masih ragu untuk menujukan panggilan pada nomor Lian. Ia masih berpikir dua kali. Terlebih ini sudah lewat tengah malam dan ia juga baru mengenal Lian beberapa waktu lalu. “Hufh – “ Nana juga menyandarkan kepalanya pada pilar jembatan.

Drt – drt .. “Eoh!” Nana sedikit terkejut ketika ponselnya menandakan sebuah panggilan masuk. Ia 100% bersugesti jika itu adalah Zhaolin, tetapi.. sugestinya salah total. Itu adalah orang yang baru saja pergi meninggalkannya..

Bip. “Eo wae?”

“Kau sudah naik bis?”

“Eo. Aku sudah didalam bis.”

“Kenapa aku tidak mendengar suara apapun?”

“Aku memilih untuk naik taxi.” Dusta Nana.

“Uhm. Segera hangatkan tubuh mu.”

“Eo.”

“Jangan beralasan kau jatuh sakit ketika aku perform esok hari.”

“ARA!” Nana memekik tertahan. Lambat laun Luhan memancing emosinya.

“Hahaha.”

“OUT!”

“Geure. Nona Out jaljjayo ~ “

Bip. Nana lebih dulu memutuskan sambungan telfon. Tanpa sengaja matanya menemukan sebuah mobil sport black metalic yang berada tak jauh darinya. “Aish.. benar – benar!” Nana berdecak kesal, ketika menyadari jika itu adalah sosok Hoya yang duduk didalam mobil. Meskipun samar – samar terlihat, dapat Nana pastikan bahwa Hoya sedang memandang ke arahnya saat ini.

Nana melihat sekitarnya. Sunyi. Seperti tidak ada kehidupan. Dan satu hal yang terpenting.. walau bagaimanapun ia adalah seorang yeoja. Ia segera berbalik membelakangi mobil Hoya dan mengontak seseorang melalui ponselnya.

Bip. Tersambung.

“Op—opp —oppa. Ini Kim Nana. Aku berdiri pada sisi jembatan waktu itu.”

“. . . . . “

“Gamshaeyo. Gidarilkke.” Bip.

Nana merasa tidak memiliki pilihan lain saat ini. Hingga  pilihannya jatuh pada sosok Lian yang mungkin bisa membawanya pergi segera dari sana.

XXX

131212 _ M-Countdown

“Eodi?”

“Aku di parkiran gedung M-net. Aku bersama Nana.”

“Eh? Aku tidak ada disana. Kenapa kau kesana?”

“Tapi EXO ada disini Myunnie. Anyi, Nana mengajak ku untuk menonton live perform hari ini.”

“Aku juga EXO.. “

“Arasseo. Aku akan menelfon mu nanti malam. Ah nde, bukankah kau sedang promosi Saving Santa itu?”

“Sedikit menyisihkan waktu agar Eunji tidak menjadi kambing hitam.”

“Ya! Myunnie! Jadi kau membelanya?”

“Eunji tidak menyukai namja. Tenanglah.”

“Yasudah. Ku tutup.”

“Saranghae .. “

“Umm.”

“Kenapa tidak membalas ku Soo-yya?”

Tiba – tiba sebuah tangan yang berasal dari bangku samping kemudi menarik ponsel yang sedang menempel ditelinga Soo Rim. “TUAN MALAIKAT BISAKAH UNTUK TIDAK BERTELE – TELE! EOH?! AUUUWHH JINJJA!” mungkin saat ini Suho sudah melempar jauh – jauh ponselnya jika ia tidak ingin telinganya mengalami pendarahan hebat karena suara Nana yang menggelegar (-_- ‘ )

“Myunnie. Aku tutup.” Bip. Soo Rim benar – benar memutuskan sambungannya lebih dulu.

“Auuwhh.. menyebalkan sekali!” Nana menghempaskan kepalanya pada bangku mobil. Ia mendengus kesal karena sudah hampir setengah jam mereka tiba di depan gedung M-net tetapi mereka belum juga turun dari dalam mobil karena Soo Rim yang masih sibuk melayani Suho yang sedang menelfonnya.

“Eyh – mianhae. Kajja.” Soo Rim membuka sabuk pengamannya dan lekas turun dari mobil.

Tap! Tap! Dua yeoja itu kini keluar dari dalam mobil. Langsung terlihat kerumunan fans yang sudah berbaris untuk menunggu antrian agar dapat masuk kedalam studio demi menyaksikan langsung idola mereka yang akan perform hari ini.

Setelah bersabar menunggu antrian, Nana & Soo Rim akhirnya dapat masuk kedalam studio. Mereka mencari dua bangku kosong, dan menemukannya pada baris ketiga dari bangku utama.

“Waah.. hari ini ramai sekali.. “ Nana celingukan melihat sekelilingnya yang didominasi oleh yeoja yang tentunya adalah Fans Girl dari Boy Group yang akan tampil sesaat lagi.

“Sayang sekali Yaegi tidak bisa ikut.. “ Soo Rim baru saja saling berkirim pesan singkat dengan Yaegi.

Nana mengeluarkan sebungkus keripik kentang pemberian Lian tadi malam dari dalam tas nya. “Dia tidak mungkin membawa ChanSha kemari. Kau mau? Ini.. “ Nana menyodorkan bungkusan keripik kentang pada Soo Rim

“KYAAAAAA!!” teriakan Fans terdengar memenuhi seisi studio ketika 4 orang namja berkostum serba putih naik ke atas panggung.

“LUHAN OPPA WO AI NI!”

“CHEN CHEN KYAAAA!”

“YIXING YIXING !”

“BAEKHYUNNA! BAEKHYUNNA!”

“SUHO OPPA- KRISSEU OPPA! SUHO OPPA SARANGHAEYOOO.. “

Baik Nana maupun Soo Rim seketika mematung saat melihat beberapa yeoja yang sepertinya berstatus sebagai pelajar didepan mereka.

“Apa dia buta? Suho & Kris sama sekali tidak ada.” Nana berbisik jelas pada telinga Soo Rim yang hidungnya sudah lebih dulu kembang kempis karena namja chingunya disebut – sebut.

“KYAAAAAA!!” Lagi – lagi suara teriakan bergema ketika Luhan dan Lay melambai – lambaikan tangannya ke arah Fans.

“XIAO LU! XIAO LU JIAYOU!” Nana meperlihatkan jika dia juga pernah menjadi seorang Fans Girl yang sangat gila. “XIAO LU! YA XIAO LU! AKU DISINI!” Nana melambai – lambaikan tangannya. Ketika ia merasa jika Luhan juga melihat padanya, Nana cepat – cepat mengeluarkan gulungan kertas dari dalam tas dan menulis sesuatu disana. Sesaat kemudian Nana kembali berteriak dengan banner sederhana yang ia buat.. “XIAO LU!” Nana berteriak memanggil Luhan.

Msekipun belum tentu Luhan benar – benar menemukan sosoknya, tetapi Nana dapat merasakan tatapan Luhan seperti sedang memberi  jawaban atas banner kertasnya.

‘Uhm Tidak apa – apa’

XXX

SM – Office _ 08 KST

Seusai berpencar seharian penuh untuk melakukan  promosi pada tempat – tempat yang berbeda. Kini EXO kembali berkumpul. Beberapa memberdeul sudah lebih dulu naik ke ruang practice Room. Baekhyun, Luhan, D.o, Chen dan Lay tiba diakhir karena M- Countdown sore tadi. Mereka  baru saja masuk melalui pintu utama bersama kedua manajer Seunghwan & Yong Min.

“Hari ini terasa lebih luar biasa.. “ Lay berkali – kali mengulangi perkataannya sejak dalam perjalanan pulang menuju SM.

“Itu karena hari ini adalah salju pertama. “ Baekhyun menyambangi.

“D.o-yya.. D.o-yya.. Gyahahaha..”

“Ah Chen hyung ireojimma!” D.o merasa risih melihat Chen yang terus berusaha untuk menggapai pundaknya.

“Annyeonghaseyo.. “ seseorang yang berlawanan arah keluar dari lift dan menyapa mereka.

“Yoon Soo Hee -ssi? Aigoo.. kita bertemu lagi disini.” Seunghwan manajer langsung balik menyapa ramah gadis berambut panjang itu.

“Nde, tuan Lee.” Soo Hee menundukkan kepalanya sopan.

“Kau memerankan sebuah music video lagi?” tanya Yong Min manajer berbasa – basi.

“Anyimida. Aku — aku kemari.. “ Soo Hee menggantungkan kalimatnya sembari melihat satu persatu namja yang masih memakai outfit serba putih didepannya. “Aku kemari mencari Xi Luhan-ssi.”

“Nde?” Luhan terkejut tak percaya. Baekhyun, Chen, Lay & D.o saling menatap satu sama lain. Terkesan aneh rasanya jika Soo Hee mencari Luhan secara individual saja.

“Hmm?” Seunghwan & Yong Min manajer ikut  mengernyit.

“Chamkanmanyo.” Soo Hee membuka handbag merah muda yang menggantung manis pada lengan kirinya. “Ini.. “ Soo Hee mengeluarkan sebuah amplop bermotif santa.

Luhan menerimanya dengan gerakan ragu.  “Aku berpikir jika kau juga ada diparctice room..” Jelas Soo Hee dengan senyumannya yang terkadang terkesan misterius.

Menyadari akan tatapan kedua majaner EXO padanya, Soo Hee beralih berbicara pada kedua manajer tersebut. “Mianhamnida manajer -nim. Aku rasa akan sangat percuma jika aku menjadi bagian dari SM tetapi tidak bisa menyampaikan surat dari salah satu kerabat ku yang sangat mengidolakan EXO. Ini tidak akan menimbulkan masalah kan?” kata – kata Soo Hee hampir selalu terdengar menyelengit bagi siapa saja yang mendengarnya.

“Ah ye. Gwaenchaseumnida.” Seunghwan manajer mengangguk lugas.

“Geurom.” Soo Hee membungkukkan badannya untuk  segera pamit dari hadapan mereka semua.

“Waahh.. menyenangkan sekali menjadi idola dari kerabat model bertalenta seperti dia eoh? Boooo.. “ Chen mulai ricuh.

“Geumanhae. Jangan bicara yang — “ DEG! Luhan tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Seketika bayang – bayang kertas Nana berkelebat, “Fans?”

Flash –

XIAO LU DEBUQI ^_^

To Be Co

Buat YaeKris & ChanSha shipper. Aku nemu foto – foto rumah baru mereka ni.😀 ga ada mereka di cerita tapi taraaaaa! Author berhasil nge-STALK rumahnya😀 kkkk

Nah … ini adalah pintu depan rumah YaeKris😀 Nohhh.. keliatan Hyundai hitam Kris yang sekarang sering di pake ama Lian😀

Ini fotonya diambil pas mau menjelang magrib *plak

rumah YaeKris bagian depan

Walaupun dari luar keliatan kecil & simple tapiiii.. didalamnya punya ruang utama yang cukup luas. Kan Geum Chan ama Geum Sha pasti makin kayak ulat bulu entar kalo udah bisa jalan😀. Jadi Yaegi milih rumah yang lebih luas n simple.

YaeKris living Room

Ruang utama & ruang TV wajib dipisahin. Karena ga mungkin dong ChanSha gegulingan kalo tamu penting KK grup datang hahahaha

Ini ni ruang TV lesehan buat Kris bergelinding ria dengan anak – anaknya😀

Ruang TV

Ini dapurrrr😀. Yaegi sengaja milih nuansa putih karena kalo jorok cepet ketahuannya. Nah itu ada jeruknya si ChanSha yang mau dicampur ke sereal sorenya mereka ama sisa orange Jus yang diminum Yaegi tapi apa siapa ? Haks! Jangan – jangan … abaikan -_-

YaeKris kitchen

Daaann.. ehem ehem. Yang mau tahu kamarnya YaeKris… Chajaaaaa..

Keliatan kemeja Kris dari dalam lemari kkk

YaeKris bedroom

Disudut ruangan masih dikamar yang sama… tempat bobonya ChanSha😀 jadi ChanSha belum bisa bobo sendiriaan😀

Itu tuuuu.. boneka domba kado dari Suho ahjussi pas pulang dari Germany😀

ChanSha bedroom

Untuk kamar mandi.. nothing spesial

ahda

Nahhh yang terakhir. Hal terpenting untuk ChanSha, chaaaajjaaa.. taman belakang rumah. ChanSha kalo sore – sore mainnya disini😀

udara sejuk, aman, bebas polusi😀

home-garden-

Sekian. Bagi XONJI / XONAM yang penasaran, udah terjawabkan? Ah iya. Yaegi tinggal dikawasan Gangnam. Cuma beberapa jarak dari kantor SM😀

94 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES ‘HanNa’ NO MORE – CHAPTER 5

  1. akhirnyaaaaaaa balikan lg tuch s nana sma luhan… huft stelah bbrapa part sbelumnya yg buat otakku bkerja extra buat mncoba mmahami critanya… *maklum lah dgn IQ kurang ini sulit buat mmahami crita yg rumit… PART SELANJUTNYA GAK SABAR PNGEN BACA… AKU TUNGGU!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. jangan blg nana pergi ke jepang g blg2 sama luhan. o.0
    senangnya, akhirnya nana balikan sama luhan.
    rumahnya bgus thor, suka sama desainnya.
    pasti chansa betah main drmh. hoho

  3. jangan blg nana pergi ke jepang g blg2 sama luhan. o.0
    senangnya, akhirnya nana balikan sama luhan.
    rumahnya bgus thor, suka sama desainnya.
    pasti chansa betah main drmh. hoho
    lanjut thor

  4. jangan blg nana pergi ke jepang g blg2 sama luhan. o.0
    senangnya, akhirnya nana balikan sama luhan.
    rumahnya bgus thor, suka sama desainnya.
    pasti chansa betah main drmh. hoho
    lanjut thor ^^

  5. akhirnya hanna balikan lagi.. Senengnyaaaaa…
    Tp aku mau komplain chingu, baekhyun sama chen kan seumuran.. Knp baek manggil chen hyung ? Lagian masih tua’an baek dr chen.
    Tapi overall aku suka bnget sama ff mu. Lanjutkan !

  6. akhirnyaaaaa
    tapi nana gak jadi ke jepang kan eon
    jangan buat mereka pisah lagi dong😀
    itu luhan baca apaan eon?
    ditunggu next chapnya jjang! hwaiting!!!

  7. aaaaaah akhirnya mereka baikan ><
    aduh itu xing zhaolin aiih no komwn deh polosnya .___.
    author daebbaaakkkk !!!!!
    Hwaiting thor '-')9
    ditunggu next chapter

  8. aaaaaah akhirnya mereka baikan ><
    aduh itu xing zhaolin aiih no komen deh polosnya .___.
    author daebbaaakkkk !!!!!
    Hwaiting thor '-')9
    ditunggu next chapter

  9. kyaaaa luhan sama nana romantis bgt >_< seneng bgt mereka balikan lagi. nah itu kenapa juga ada sohee muncul2 gak jelas ? kai kenapa juga itu? palli eon lanjutkan😀

  10. Nana garang banget ya eon, aku jadi serem sama nana, habis mirip sama preman ._. *digampar Nana
    Tapi gk apa” sih, kan jarang” cewe kaya Nana😀

    nah loh itu Kai kenapa lagi sama Jae rin ?
    ntar Baekhyun sama Moon ri gak bakal ada apa” kan eon ? ._.

    aaaaaaaahhhhh Yeol kamu ngapain ngaku” Baekhyun itu pacar kamu hah ? Baekhyun kan pacar aku ! eh bukan deh, suami aku😀 *digampar Moonri *ngadu ke Baek

    uwaaaaa itu rumahnya YaeKris kayanya cozy banget ya eon ^^
    Ntar ChanSha tambah bebas bergerak kesana kemari😀

    aku seneng deh baca yang series HanNa ini eon, aku kira tadinya HanNa gak bakal balikan loh gara” Nana nya kaya begitu -_-
    tapi untungnya mereka balikan😀

    next next next eon~ ! eh ? itu Lulu kenapa ?
    gak sabar baca lanjutannya~😀

    eonnie saranghaeyo~ *tebar bunga bareng Ace sama Dino😀

  11. Annyeong eomma🙂

    Ahahahha zhaolinnya lucuuuuu + kocak wakakakkakaka
    Hah ??? Zhaolin janji mau nikahin tao ????????? ヾ(×× ) ツ

    Hemmmmm HanNa comeback eciyeeee ahahahah,, Nana cepet bgt luluhnya yaa,,, ehehhh
    Eomma di tunggu chap selanjutnya
    Annyeong

  12. ,, Huaaaa ud publish jJa chap 5’na aq jJa blm smpet bca chap 4’na …
    , lg sibuk kejar target nih brg yeol oppa byar bsa nyusul yaekris*ga nNya ..
    ,, wuuiiih luhan oppa untung cuma d’tampar pas nyium nana,,untung ga lngsung d’smekdown..hihihihi
    ,, ni chansha pada kmn eonn ???
    , aku kgn nih sama chansha *v chansha’na ga kgn …
    ,, ok deh ttep nNgguin klnjutanya jJa …
    , aq mw bca chap 4’na dlu ..
    .. eonni annyeooooong …hwaitiiiing eonni …

  13. AIGOO OMOO YAAMPUN ASTAGANAGA KYAAAAAAA *histeris gak karuan* -_-

    Akhirnya di rusa cina itu gak akan galau lagi xD aisss lulu kenapa bisa romantis gitu eomma? Lulu makan apa? Minum apa? Sedang apa? Lagi sama siapa? *ini sebenernya apa*-__- #plak

  14. Haks haks.. Olin kecee bisa buat cengo KaiHun seketika.😄

    Terus itu So Hee ngasih apa? Dari siapa? Nana? Di akhir itu aku kurang ‘ngeh’ sama Nana eon._.

    Next, Jiayou!😉

  15. Zhaolin thu emank polos banget apa sengaja buat ngetes duo magnae???, untung duo magnae punya stok kesabaran yang banyak jadi g emosi # sok tau
    akhirnya mereka balikan juga, huft
    jadi inget SuSoo, mirip oen crita balikannyaso sweet, tpi luhan ga separah Suho -_-
    apakah itu Nana yang kirim, jadi penasaran,
    Nana kembali ke jepang?

    chansha nya g ad kabar, kemana???
    ditunggu next chapternya😀

  16. kyaaa~ seneng’y leat Hanna balikan lg ^o^
    smua ini brkat zaolin kkkkk~ walau tngkah’y rada2 yaa? ^o^a kaihun jg brjasa.. ^^d

    slanjut’y pnasaran sma ksah.y bang KAI :3

    waaah rmah’y yaekris bgus bgt.. chansha kpn2 ak maen bolekn?😉

    eonnie mian bru coment kekeke~
    tp tnang eon, ak slalu bca kok!! next chap d tnggu yah😀
    Fighting~!!

  17. finally, setelah ujian bisa baca eps.fav~
    Nana-ya!!! kecee
    penasaran nih sama kelanjutan mereka
    oiya mobilnya Kris difoto
    ngakak😀
    dan akhir2 ini ngebaca sinyal2 eps.Kai nih.
    cewe nya kai ada sohee sm pacarnya.. hemm
    ditunggu next chapthernya!

  18. Akhirnya Luhan balik sama Nana lagi..
    Nana bener2 ga pergi ke Jepang kan??
    Jangan tinggalin Luhan lagi deh..
    Part ini ga ada YaeKris sama ChanSha,,
    Tp liat rumahnya aja jd pengen tinggal bareng mereka🙂
    ChanSha butuh baby sitter ga???
    Aku siap😀 hahahhaha
    Nexttttt !!

  19. kaihun punya saingan..yeeeeeeyyyyyyyyyyyyyyy….
    olim..selain polos kau juga lucu,,, olin olin bikin ngakak dah bacanya..

    cieee banana balikan sama lulu,,assekkk,,,tp bntr lagi d tnggal,,ntr mwek lagi… kasian bgt deh…

    mb soimah ada lagi? mb soimah ngeksisi trs nih,, udah sgt dulu yak,,mau ngeles anak orng nih paipai

    tnggu kumen risa berikutnya yg kece membahana

  20. sudah kuduga😦
    pasti si nana balik ke jepang .. trus gimana kabar si luhan ??
    nanti luhan jadi menjiwai lagunya miracle in december dong..
    huks T.T kasian cinta mereka sulit sekali bersatu..
    gpp deh kalo emang nana dan luhan bisa bahagia dengan jalan seperti ini.

    eh cingu, nanya dong si jongin itu emang ponakanya young min yah ?

  21. Etjiyeee Luhan sama Nana romantis tis tis >///< rumah idaman aku sama krease nih QAQ ; nice picture!
    AAAA penasaran sama yang ngirim surat, kalo itu kerabat sohee, ngga jauh2 sama nana sih, tapi gatau juga ding kan nana sempet nnton performnya si rusa yah, ah ga ketebak nih alurnya ;u; ditunggu lanjutannya ya cantik😀 mangat '-')9
    d0h coment aku panjang, gaje lagi, efek kebawa suasana :'''3 maaf ya authornim :')

    -wida-

  22. Ahhh udah lama gak buka blog ini dan pas buka banyak banget uang udah keluar…
    ahh hanna aku suka banget couple ini…
    So sweet deh mereka tapi pas bagian terakhir jangan bilang nana mau pergi ke jepang….Aaaaaa jangan pergi kasian luhannya nanti, nanti dia galau…
    Next eonn aku penasaran nih >..<)
    Doain ya eonn semoga nilai UAS nya bagus bagus amiiinnnn #Curhat

  23. OHMY……………. LUHAAAAAAAAAAANNNNN!!!!!! *imagine scene Luhan sama Nana di sungai Han* Wkwkwkwkwkwk
    Akhirnya Luhan Nana baikan juga😄
    Ahh, tapi pleaseeeeeeeee Nana ga usah balik ke Jepang deh T^T
    Itu Luhan nya udh berubah kok, surat yang dianterin Soo Hee bukan dari Nana kan?😦
    Si Kai kasian amat sih, galau begitu sama pacarnya haha ribet kayaknya ni anak😄
    Btw si Hoya kenapa jadi creepy gitu sih :3 hehe
    Good story as always, ending nya bikin penasaran juga duh >< haha
    Keep writing, dear!! ^^

  24. Couple yang aku tunggu… mian eon baru comment di part 5 dan ini aja baca nya ngebut -,-
    Jangan lama2 publish nya ne udah ga sabar eonnie…😦
    Btw moment nya hanna banyakin/? Wkwkwk:mrgreen:

  25. Aaaaaaaaaaaaa……… Eonniiiiiiiiiiiiiiii#sotoy -_-
    eonni nana gk kn prgikn? Truss srt tu dri spa? Truss klu nana prgi luhan glau lgi gk ya? Trus eonni chapter 6 nya kpan eon?
    Hehehheh.. Mianhae jika banyak nanyak habis kepo ku lagi datang nie..

    Jngn lma2 ya eonni.. Fighting!!! ^_^

  26. Eonni~ jeongmal mianhae… lagi lagi telat baca sama kasih review gara gara sibuk akhir akhir ini #curhat
    Zhaolin nih anak kenapa terlampau polos sihhh jadi orang-_- pengen aku cubiiit gara gara kepolosannya kkkk
    Yeay yeaaaay akhirnya Luhan-Nana balikan juga :’) walaupun habis balikan Nana tetep galak sama si rusa kkkk

    Okeee lanjut baca chap 6~
    Fighting eonni!!

  27. Permintaan olin bgs bgt ketemu baekhyun, DO, chen n sampe tidur bersamaa. Mau bgt dech disebelah baekhyun, olin mau peluk baekhyun..andwae hehehe.
    Nana mau ninggalin luhan kan, luhan dh sangat mencintai nana. Lanjut lg ah bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s