(Short Story) No More Mini Series – You Belong To Me – Chapter 1

1491002_496834823769096_1834077143_n

Writer – Muriza | Yaegi Cho

Poster  – Juwita

Wu Yi Fan & EXO Yaegi Chopemeran dengan nama resmi’ Twins Wu ‘pemeran dengan nama resmi’ Manajer EXO di kehidupan nyata –  dan beberapa tokoh pemain pendukung yang akan kamu temukan  nanti nya  pada FanFiction favorit mu ini😉

Dilarang keras menjiplak! Dilarang keras copy – paste ! Jadilah pembaca cerdas, kreatif dan positif :)

Untuk rating, aku kasih PG – 17 ya! Jadi, bagi pembaca yang masih di bawah 17 tahun.. disarankan menunggu satu tahun ke depan 😀

Dosa tanggung sendiri!

Kehidupan pernikahan Kris di balik layar, sedih, senang, roman, humor semuanya ada disini.  Terinspirasi dari EXO & saya sendiri😀

 “Mengklarifikasikan permasalahan / konflik yang terjadi antara Kris & Yaegi pada Serial HaNa kemarin ”

RS (Recomended Song) K.Will You Don’t Know Love

Enjoy my fanfict dears ..

xxx

“Kau mengatakan bahwa aku berubah, sikap ku dingin, pernahkah kau   berpikir mengapa  itu bisa terjadi ?”

xxx

“Kris –ssi.. “

Seseorang memanggil ku dari arah belakang. Ketika aku berbalik..

“Hey!” seorang namja yang tak lebih tampan dari ku berdiri di ujung sana sembari melambai – lambaikan tangannya kepada ku. Dia melangkah mendekat..

Aku mengernyit ketika ingatan ku tak kunjung bisa mengingat siapa namja ini. Tetapi.. selang beberapa sesaat kemudian.. Astaga! Aku tidak akan salah, dia Joon! Sahabat kecil istri ku, Cho Yaegi. Apa? Joon? Bukankah dia —

“Kris –ssi.. senang dapat melihat mu sedekat ini.” D-dia .. dia menepuk pundak ku. Ya, itu terasa sangat nyata. Ah tidak. Aku yakin ini —

“Kris –ssi, tuan putri ku hidup dengan baik saat ini?”

Tuan putri? Siapa yang dia maksud tuan putri? Pikachu ku? Cho Yaegi?

“Kris –ssi — “ blash ! Tiba – tiba saja sosok itu menghilang dari hadapan ku. Tempat ini dipenuhi dengan kabut putih dalam seketika..

Pergi kemana dia?

“GEGE BANGUNLAH, GE!”

Sial! Aku memang bermimpi. Suara cengeng  Tao membuat Joon pergi. Kenapa Joon bisa hadir di dalam mimpi ku?

xxx

Kantor SMEnt

“Kau sakit?”

“Karena mu.”

“Jangan berdalih. Itu karena kau bodoh. Sudah tahu musim dingin, kenapa menelanjangkan leher mu tanpa syal disana?”

“Whoa!  aku merasa  cinta lama bersemi kembali.”

Sret – tarikan sebuah kursi pada meja kantin yang sama membuat perdebatan konyol antara Kyuhyun & Yaegi lenyap begitu saja. Kehadiran Tuan Keripik Kentang Wang Lian membuat Kyuhyun kembali fokus pada minuman kalengnya.

“Aku tidak mengerti tentang produser musik atau apapun itu. Yaegi coba kau lihat ini.” Lian juga pantas di juluki sebagai Tuan Tanpa Babibu, karena ia akan selalu mengutarakan maksud kedatangannya dimana pun ia berada. Seperti saat sekarang. Tanpa sapaan, atau basa – basi laki – laki berwajah oriental itu langsung menyodorkan sebuah map berisi lembaran dokumen di tengah – tengah Kyuhyun dan Yaegi.

“Jadi jika aku mengeluarkan solo album,  pihak Avex akan di gantikan oleh KK?” Kyuhyun mengomentari setelah membaca satu baris pertama.

“Apa pihak pemasaran tidak salah menempatkan posisi? Kenapa artis yang terlibat juga ikut berkecimpung di proyek ini?” sanggah Yaegi.

“Kali ini kau benar.” Kata – kata Kyuhyun lebih mirip sindiran.

Lian mengeluarkan bolpoin dan memberikan pada Yaegi. “pilih salah satu saja. Tanda tangani proyek solo album atau SM Rookies” tukas Lian tanpa jeda.

Yaegi memandang Kyuhyun sekilas, “tidak yang ini.” Yaegi mengembalikan map berisi dokumen proyek solo album pada Lian. Hal itu membuat Kyuhyun terkekeh. Namja berkulit putih susu itu bergegas bangun dari kursinya. Kyuhyun merasa ia boleh pergi sekarang.  “Kyubin akan tiba bulan depan.” Kalimat akhir Kyuhyun membuat Lian spontan mendongak padanya.

Ara.” Sahut Yaegi singkat. Raut wajah yeoja itu tidak memperlihatkan bahwa dia sedang memiliki mood yang baik saat ini. Buruk. Kacau. Dua kata yang mampu mewakili perasaan tak tersirat Yaegi setelah seminggu lama nya Kris tidak menjawab telfon atau sekedar membalas pesan singkatnya. Atau  mengetik satu suku kata saja disana.

Kyuhyun melenggang pergi melalui pintu keluar kantin. Yaegi  mengubah posisi duduk dengan menopang dagu.

“Ku lihat  samchon mu sudah kembali dari Shanghai.”

Suara Lian membuat Yaegi menggeser topangan tangannya. “Jeongmal?” tersirat kelegaan di wajah mungil itu.  Anggukan Lian semakin membuat energi positif Yaegi seolah kembali. Tangan Yaegi  langsung berpindah pada ponsel berwarna dongker miliknya.

‘Kris –ah. Aku di kantin. Kau dimana?’ bip. Pesan terkirim.

1 detik .. 1 menit .. 10 menit .. tidak ada tanda – tanda pesan masuk.

“Hufh – “ guratan lesu kembali membingkai wajahnya.

“Pulanglah. Wu Sha & Wu Chan tidak baik jika terlalu lama berada di tempat penitipan.” Lian bangkit dari duduknya. Namja workaholic itu bergegas untuk kembali ke ruangannya.

“Ah geurae.” Yaegi memasukkan ponsel dan note miliknya ke dalam tas. Ia mengikuti langkah Lian keluar kantin.

“Aku duluan ya.” Mereka berpisah pada lobi utama ketika Lian masuk ke dalam lift. Yaegi memutar arah untuk melangkah ke parkiran SM. Tetapi..

“Senang bertemu dengan mu disini.”

“Hmm. Kapan kau tiba?”

“Tadi malam. Oppa kau pasti sangat sibuk.”

“Bisa di katakan seperti i-itu.” Nada bicara Kris tercekat ketika dua anak matanya menemukan sosok Yaegi yang berdiri tidak jauh dari sisinya dan seseorang yang pernah memiliki arti dalam hidupnya, Yoon Na Jin. Yaegi seperti sedang mereka ulang semua tarik ulur masa lalu.

“Yaegi –ssi, lama tidak berjumpa.” Na Jin mengangkat satu tangan tanda menyapa.

Yaegi membalas dengan sekulum senyum.  Sementara matanya tertuju tepat pada tangan kanan Kris yang menggenggam sebuah benda yang ia yakini itu adalah Iphone 5 yang sangat privasi bagi Kris. Itu satu – satu nya ponsel yang dikhususkan Kris hanya untuk keluarga terdekat, termasuk dirinya.

“Aku duluan.” Ia membungkuk sopan dan   berbalik pergi. Melihat sorot mata Kris  mengikuti punggung Yaegi yang baru saja berbelok menuju parkiran SM, membuat Na Jin sedikit bisa membaca situasi. “Aku terlihat sedang menggoda mu oppa?” senyuman Na Jin seakan mengolok sikap Yaegi yang baru saja ia lihat.  “Tidak.” Jawabnya dengan iringan senyum tipis.

Na Jin melirik arlojinya. Terlihat dari penampilan gadis cantik itu, ia akan menghadiri sebuah pertemuan formal. Mengingat perusahaannya juga memiliki relasi dengan SM beberapa waktu lalu. Murni ikatan bisnis. “Aku duluan.” Na Jin berbalik menekan tombol pintu lift.

“Uhm. Aku juga mau ke atas.” Na Jin mengira bahwa mantan kekasih nya itu bersedia menaiki lift yang sama dengannya. Tetapi, kenangan tetaplah kenangan. Kris menekan tombol lift kedua dan lebih dulu masuk ke dalam. TING!

xxx

Yaegi memarkirkan sedan biru metalik nya pada garasi rumah. Ia turun membuka pintu belakang. Terlihat lah dua malaikat kecil, Geum Chan & Geum Sha.

“Kita sudah sampai sayang.” Yaegi menggendong kedua buah hatinya itu dengan sedikit kesusahan. Kedua tangannya tidak dapat lagi ia fungsikan untuk menutup kembali pintu mobil, maka bagian pinggangnya menjadi alternatif untuk mendorong pintu mobil agar  kembali tertutup rapat.

“Whoa – “ telunjuk mungil Geum Sha menunjuk asal ke arah langit merah menjelang malam.

Chup – satu kecupan menempel pada pipi Geum Chan & Geum Sha bergantian, “kau lihat apa nak? Kyaa .. dingin.. ayo kita masuk.” Gerakan Yaegi yang lebih mirip sedang berusaha berlari masuk ke dalam membuat dua malaikat kecil itu tergelak menggemaskan.

Usai Yaegi memastikan pintu sudah tertutup dan terkunci rapat, ia memboyong dua buah hatinya menuju kamar.

Appa.. “ suara Geum Sha menghentikan langkah Yaegi yang hendak membuka knop pintu kamar.

Seseorang duduk di ruang TV dengan posisi membelakangi mereka. Pada awal nya Ibu dua anak itu ragu untuk menerka, tetapi pada saat sosok yang di panggil oleh Geum Sha itu menoleh..

“Sudah pulang? Aku baru saja tiba.” Kris memegang kunci serap rumah sederhana mereka. Setelah kepulangan EXO – M dari Shanghai pagi tadi, malam ini mereka terbebaskan sementara waktu  dari serangkaian aktifitas.

Appa.. “ Geum Sha kecil sudah tidak sabaran untuk berhambur ke pelukan sang appa. Bayi cantik itu terus menerus merosotkan tubuh nya dari gendongan Yaegi, meminta sang eomma untuk melepasnya.

“Ah Geum Sha jangan seperti itu nak.” Yaegi menurunkan Geum Sha perlahan. Geum Sha yang berdiri langsung  berjalan selangkah demi selangkah menuju Kris.

“K-kau.. “ Kris menunjuk Geum Sha tidak percaya. Ya, putri kecil kesayangannya sudah mulai dapat menyeimbangkan badan dan belajar berjalan.

“Ambil dia. Lutut nya belum terlalu kuat.” Yaegi membenarkan posisi Geum Chan dalam gendongannya.

“Kyaaa.. “ Geum Sha berteriak senang ketika Kris mengangkatnya.

Chup – Kris mencium lembut pipi gempal Geum Sha. “Geum Sha sudah pintar ya? Chan oppa juga bisa uhm?” Kris memandang jagoan kecil Geum Chan  yang hanya menatapnya  & Geum Sha dari gendongan Yaegi.

“Tadi aku di antar oleh Wang— “

Yaegi lebih dulu masuk ke kamar sebelum Kris menyempurnakan kalimatnya. Kris menatap pintu kamar mereka sesaat, ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Dua jam berselang ..

Usai menidurkan Geum Chan & Geum Sha serta membersihkan tubuh nya yang lengket, Yaegi keluar kamar. Yeoja itu menggenakan piyama berwarna coklat muda tanpa lengan serta rambut basah yang tergerai. Ia berjalan ke dapur tanpa menoleh pada Kris yang ternyata masih duduk di depan TV.

Ting – ting – ting. Dentuman sendok dan cangkir bergema pelan pada saat Yaegi melarutkan gula pasir yang ia tuangkan ke dalam teh mapel kesukaannya. Yeoja itu memilih untuk menikmati teh sebelum tidur, agar suhu dingin pada tubuh nya sedikit berkurang. Bagaimana tidak, seharian ini ia keluar bersama dosen homescholling nya untuk terjun langsung ke lapangan demi mendapat pengesahan sebagai bukti bahwa ia telah melewati pelajaran bisnis yang di berikan dengan baik. Kemudian, ia  pergi  ke SM untuk beberapa kepentingan perusahaan yang telah ia sepakati bersama sekretaris pribadi nya, Wang Lian.

Chup – sebuah kecupan hangat tiba – tiba ia rasakan pada bahu kanannya. Di susul dua tangan jenjang melingkar lumayan erat pada bagian perutnya. “Kau tadi juga ke SM?” hembusan nafas Kris terasa begitu melekat pada lehernya.

Yaegi berhenti mengaduk teh nya sejenak. Ia hanya diam tanpa menyahut pertanyaan Kris. Kenapa menanyakan hal yang tentunya sudah ia ketahui?

Kris melepas pelukannya setelah mendapatkan respon yang demikian. Yaegi berbalik menaruh saringan teh pada westafel dapur. Meskipun tak melihat langsung, dapat ia rasakan dari ujung matanya bahwa Kris sedang mencoba menghubungi seseorang saat ini.

“Aku sudah selesai. Ye, jemput aku sekarang.”

Demikianlah percakapan singkat Kris dengan seseorang yang di yakini Yaegi adalah kakak iparnya sendiri, Wang Lian.

Brak! Tidak tahu di sengaja atau tidak, Kris berjalan keluar dapur dengan menyenggol nampan di atas meja dapur, hingga benda itu terpental jatuh ke lantai.

Yaegi menatap tajam  punggung jangkung itu. Perang dingin lambat laun berubah memanas.

Sejujurnya, Yaegi juga tidak tahu apa pemicu dari semua ini. Berawal dari sikap Kris yang berubah mengabaikannya tanpa alasan. Ia tidak dapat mengelak, jika rasa kesal mulai membuncah sejak kepulangannya dari SM sore tadi. Kembalinya Na Jin hanya unsur kebetulan semata. Meskipun Yaegi tak memungkuri itu, tetapi hatinya masih saja bergejolak. Kris mengabaikannya berhari – hari bahkan berubah menjadi minggu. Tetapi.. ia memergoki Kris berbicara dengan mimik wajah yang senantiasa ramah nan teduh bersama seseorang yang sangat berpengaruh di masa lalunya. Apakah hal seperti itu tidak pantas untuk memancing segala amarah yang bergumul selama sepekan ini?

Yaegi membawa teh seduhannya ke dalam kamar. Ia kembali melewati Kris yang sedang menunggu kedatangan Lian untuk menjemputnya di ruang TV. Tanpa seruan apapun, Yaegi berjalan lurus  begitu saja seperti sama halnya yang ia lakukan di awal.

Blam! Kali ini Yaegi membalas nampan yang di senggol oleh Kris di dapur tadi dengan menutup keras pintu kamar. Tatapan Kris yang semula mengacu pada layar TV, sontak menoleh pada pintu yang baru saja berdebam..

“Ssshh..!” Kris memijat pelipisnya geram. Dalam hitungan sepersekian detik, ia bangun dari duduknya dan melangkah ke kamar. Sebelum ia memutar knop pintu, Kris menempelkan ponsel pada telinganya.

‘Tidak jadi. Nanti ku hubungi lagi. Uhm’

Ceklek –

Kris mendapati Yaegi sedang duduk di bawah cahaya lampu belajar dengan beberapa buku disana. Meskipun ia bukanlah seorang pelajar lagi, cukup jelas bagi Kris bahwa Yaegi terlihat sedang berkutat dengan tugas – tugas kuliahnya. Mustahil jika Yaegi sama sekali tidak mengetahui bahwa ia juga ikut masuk ke kamar.

“Kau kenapa?” tanya Kris dengan suara berubah lembut. Ia menghampiri istrinya yang sama sekali tak bergeming.

Respon yang di berikan Yaegi masih tetap sama. Yeoja itu terus  menggerakkan bolpoin pada lembaran buku catatannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Cho Yaegi.. “ Kris berjongkok di samping kursi yang di duduki oleh Yaegi. Bola mata coklatnya menatap lekat wajah Yaegi yang menyampinginya.

“Hey.. “ Kris mengelus lembut pipi Yaegi dengan punggung telunjuknya. Hening. Yaegi tetap bungkam.

“Kau berubah..”

Tap! Ucapan Kris seirama dengan bolpoin yang di letakkan kasar oleh Yaegi. Ia berhenti menulis dan menoleh pada suaminya.  “Aku?” Yaegi menekankan kata – katanya.

Tatapan Kris berubah  menusuk. “Semua nya beku seperti es.” Tukas Kris dingin.

Yaegi bangun dari duduknya, begitu juga dengan Kris yang kembali berdiri.

“Biasakan untuk memberi alasan mengapa sikap kekanak – kanakan mu muncul. Kau paham!” intonasi Yaegi mulai tidak nyaman untuk di dengar. Kris hanya  memandangi Yaegi yang baru saja mencercanya halus.

“Pulanglah. Pigeonhae ( aku lelah ).” Yaegi melewati Kris. Ia membuka sandal Winnie The Pooh nya dan naik ke atas ranjang. Yeoja itu mulai mengambil ancang – ancang untuk tidur. Kris berjalan  ke sisi ranjang.

“Berikan aku alasan mengapa kau selalu tidak memberi tahu ku jika itu menyangkut tentangnya!”

Yaegi berhenti merapikan selimut. “Mwo? Tentangnya?”

“Kau selalu melakukan hal yang aku tidak suka Yaegi!” pekik Kris kesal dengan suara yang tidak ia nyaringkan. Karena itu dapat membuat anak – anak terbangun.

“Jadi kau mempermasalah kan hal sepele lagi?”

“Apa Na Jin juga terlihat sepele untuk mu?” Kris mulai berdalih.

“Itu semua karena pekerjaan Wu Yi Fan!”

“Beritahu aku! Apapun itu katakan pada ku Cho Yaegi!”

Yaegi menoleh pada baby box sesaat. Ia tidak ingin Geum Sha ataupun Geum Chan terbangun karena hal ini. Yaegi turun dari ranjang , dan menyeret Kris keluar kamar.

“Nggh!” Kris menepis kasar tangan Yaegi ketika Yaegi baru saja menutup pintu kamar mereka.

“Apa mau mu!” sekarang Yaegi bebas berteriak.

“Kau kira kau saja yang merasa lelah?” suara Kris merendah.

“Kau kekanak – kanak — “

Chu – suara Yaegi tercekat ketika Kris mengunci bibirnya dengan sebuah ciuman panas. Kris menyudahi nya dalam sekejap. Yaegi bungkam seribu bahasa dengan saliva Kris yang masih membekas pada bibirnya.

Kris menarik Yaegi ke dalam pelukannya. “Beritahu aku apapun itu. Hanya itu.” Bisik Kris lembut. Sesaat kemudian Yaegi menyudahi pelukan itu. “Mian, aku salah.” Tukas Yaegi datar.

“Hmm. Aku juga .” Kris perlahan kembali mendekatkan wajahnya. Hingga pada saat bibir mereka akan bertemu …

Kris merasakan perasaan itu lagi. Dingin. “Mmm… “ Kris mengurungkan niatnya.

Yaegi menatap Kris jengah. “Aku ingin istira — kyaaa!” suara datar Yaegi berubah menjadi pekikan pada saat ia tahu bahwa kini tubuh mungilnya telah berada didalam gendongan Kris.

“Turunkan aku! Kyaaa!” Yaegi meronta agar Kris mendengarkannya.

Ceklek – Kris justru memutar knop pintu kamar tanpa menggubris teriakan Yaegi. Blam! Dentuman pintu mengiringi keduanya yang kembali lenyap di balik pintu kamar.

xxx

Suara alarm membangunkan Yaegi dari tidur nyenyak nya. Ia meraba permukaan meja kecil yang terdapat di sisi sampingnya untuk menghentikan bunyi alarm tersebut yang berasal dari ponselnya. Yaegi berhenti menggosok – gosok matanya ketika menyadari sebuah tangan masih menindih tubuh nya dari balik selimut. Ia menoleh ke samping kanan, sosok Kris masih tertidur pulas dengan jarak wajah yang begitu dekat. Namja yang sudah ia miliki sepenuh nya itu tampak tertidur  begitu damai.

“Kris.. bangunlah. Ini sudah pukul 4 — “ suara nya tercekat ketika Kris semakin mendekatkan posisi kepalanya. “Sebentar lagi.” Bisik Kris di telinganya.

Yaegi dapat merasakan kulit mereka yang bersentuhan secara langsung karena tidak ada sehelai benang pun disana. “Kris, ayolah. Jika anak – anak bangun bisa gawat.” Yaegi berusaha menggeser tangan besar Kris.

“Tidak mau.”

Urat saraf Yaegi menegang pada saat ia menyadari  tangan Kris berpindah pada  dadanya.  “Kris –ah!” kali ini Yaegi benar – benar menolak Kris menjauh. Itu membuat Kris membuka matanya. “Kau ini kenapa?!” erangnya kesal.

“ChanSha bisa saja bangun Kris –ah. Kau mau mereka melihat kita seperti ini? Kemarikan selimutnya.” Yaegi menarik habis selimut agar dapat membalut tubuhnya.

“Eh? Kau mau apa? Aku bagaimana?” Kris menahan selimut yang di tarik oleh Yaegi.

“Aku mau memakai baju ku.”

“Aku juga tidak memakai apapun Pikachu!” Kris masih meremas selimut yang sama. Sepertinya perang dingin yang nyaris mengendap malam tadi berangsur lenyap.

“Kenapa melempar baju ku jauh sekali!” Yaegi mendadak ketus.

“Siapa yang melemparnya? Kau juga kenapa membuang celana ku ke ujung sana!” Kris menunjuk sudut jendela kamar. Mereka  duduk di atas ranjang dengan perdebatan konyol.

“Ambil baju ku..” Yaegi menutupi bagian dadanya dengan bantal. Ia menunjuk piyamanya yang tergeletak di dekat lemari.

“Yasudah, selimutnya kemarikan.”

Andwae!” Yaegi menahan cepat. “ Aku tidak memakai apapun Yi Fan!” wajah Yaegi mulai memerah.

Kris memandang istrinya penuh rasa aneh, “kita melakukannya bukankah sama – sama terbuka? Kenapa justru sekarang saling menutupi? babo aniya?”

“Itu karena kau akan mengulangi nya lagi setelah ini!” Yaegi melempar boneka angry bird Geum Chan ke arah Kris.

“Benarkah? Kau mau ?” Kris tidak jadi turun dari tempat tidur, binaran cahaya  justru mencuat dari kedua manik mata namja itu.

“Aiih.. Wu Yi Fan jangan seperti itu!” Yaegi mendorong wajah Kris agar menyingkir dari hadapannya.

“Kekeke. Kenapa tadi malam marah – marah?” raut wajah Kris tampak lebih baik di pagi ini.

“Ah molla!” Yaegi memilih untuk tidak banyak berkomentar. Pipi nya semakin memanas.

“Nyonya Wu.. “ Tangan Kris mencoba menarik bantal yang di pegang oleh Yaegi. Ia sengaja menggoda Yaegi.

“Aak! Jangan!” Plak! Yaegi memukul tangan Kris.

“Kekeke. Yasudah, kita tidak perlu berpindah tempat. Tetap di tempat tidur saja.” Kris kembali merebahkan dirinya ke atas kasur.

Appa.. “

“OH!” Kris sontak terbangun ketika suara Geum Sha memanggilnya. Geum Sha sudah berdiri dari dalam baby box.

“Geum Sha?” Yaegi terbelalak panik. “Kris –ah.. eotteokhae? Dia akan berloncat – loncat disana. Eotteokhae!”

Appa.. kya – kya!” Putri kecil itu benar – benar melakukan hal yang baru saja di katakan oleh Yaegi.

“G-Geum Sha jangan s-seperti itu nak.. “ Kris ikut panik.

“Hik .. eommaaaaaa.. “ kali ini tangisan Geum Chan beriringan dengan kepalanya yang juga muncul dari dalam baby box.

“Kris –ah eotteokhae!”

“Aish.. kenapa lemarinya jauh sekali!” Kris mengerang frustasi. Tidak ada satu pun di antara mereka  mau mengalah dan  turun dari ranjang. Keduanya berpikir, ChanSha tidak pantas untuk melihat pemandangan yang tidak senonoh seperti saat sekarang -_-

EOMMA.. HUAA!”

“Kris!” Yaegi meminta Kris melakukan sesuatu. Tangisan Geum Chan semakin menjadi.

“Kya – kya – kya!”

“Geum Sha andwaeyo aegi!” Yaegi merasa  jantungan dengan lompatan – lompatan kecil yang di lakukan oleh Geum Sha. Bayi perempuan itu bisa saja jatuh dan tersungkur ke bawah.

Drt – drt – drt ..

Di tambah getaran yang berasal dari I-Phone 5 milik Kris. “Wang Lian datang menjemput ku.” Kris melihat ‘gege’ sematayang nya terus memanggil dari layar ponsel.

Jinjja? Ahh eotteokhae!” keduanya semakin panik.

“Kemari, mendekatlah.” Kris menarik Yaegi ke sisinya.

“Kris –ah, jangan gila. Anak – anak melihat  kita!” Yaegi enggan untuk mendekat.

“Jangan mesum! Aku tidak berniat lagi melakukannya.”

“Kau bilang apa!”

“Maksud ku tidak sekarang ini.” -_-

Kris & Yaegi akhirnya sepakat  membalut tubuh mereka dalam satu selimut untuk dapat meraih salah satu pakaian satu sama lain. Keduanya berjalan menuju sisi depan lemari lebih dulu.

“Berbalik. Ku bilang berbalik!” Yaegi mengambil piyamanya dan segera memakai dalam sekejap. Kris yang berbalik membelakanginya menjadi sebuah bilik agar ChanSha tidak melihat sang eomma.

“Selesai.” Yaegi tersenyum puas. Ia melewati Kris menuju arah baby box. Sementara Kris berjalan susah payah dengan selimut yang melilit tubuhnya.

“Yay! Anak eomma cepat sekali bangun. Kita ke Busan hari ini.” Yaegi mengangkat ChanSha satu persatu dan menaruh mereka di atas permadani yang terdapat di tengah – tengah ruangan kamar.

“Apa? Busan? Kau mau ke Busan? Eonje?” Kris yang baru saja mau menarik resleting jaketnya,  menoleh pada ke belakang.

“Uhm. Hari ini peringatan kepergian appa & eomma.” Yaegi mengusap – ngusap sayang kepala ChanSha.

“Uhm.” Kris mengangguk saja tanpa berkomentar. Tidak ada yang perlu ia katakan lagi karena ia tidak akan bisa pergi kesana.

“Kau tidak mandi dulu? Jorok sekali.” Yaegi melihat Kris sudah berpakaian lengkap seperti tadi malam.

“Di dorm saja. Kau pergi bersama siapa?”

“Kyuhyun.”

MWO?!”

Melihat ekspresi Kris yang kian terhenyak, Yaegi meralat kata – katanya. “Tentu saja dengan Soo Rim. Kau ini bagaimana?” Yaegi menahan tawanya. Respon Kris sungguh sangat menggelikan.

“Begitu banyak nama yang bisa kau sebut, kenapa harus nama hyung itu?!” Kris kembali menuai protes. Dia lagi – lagi terbakar api cemburu.

Yaegi bangun dan berjalan mendekat pada Kris. “Aku bercanda.” Yaegi tersenyum geli.

Drt – drt ..

Yaegi & Kris bersamaan menoleh pada ponsel Kris yang tergeletak di atas meja kecil tempat tidur. Meskipun dari kejauhan, Yaegi dapat membaca huruf awal si pengirim pesan.

“Ah biar aku saja.” Yaegi menyerobot tangan Kris yang baru saja hendak meraih ponselnya.

Flip.

‘Oppa. Ingin makan sesuatu? Aku sedang di kawasan Pong Pyu.’

Tatapan tajam Yaegi langsung mencuat pada saat ia membaca jelas nama si pengirim ‘Yoon Na Jin’

“Siapa?” Kris bertanya polos.

“Kekasih mu.” Yaegi menyodorkan malas ponsel itu pada pemiliknya. Kris membaca pesan singkat tersebut. “Aniya. Aku tidak akan melakukannya.” Kris tersenyum tipis. Ia tahu jika Yaegi sedang cemburu saat ini.

“Aku bermimpi kau pergi bersama San A.”

“Apa lagi itu Pikachu?”

“Ah molla!” Yaegi menolak Kris dari hadapannya.

“Bagaimana bisa kau memimpikan ku dengan gadis lain sementara tadi malam kita baru saja bercin — hmmph.. “

Tangan Yaegi membekap mulut Kris ketika sampai pada sebuah kata yang menurutnya sangat intim untuk di dengar oleh ChanSha. “Jaga bicara mu Tuan Wu!”  Yaegi memelototi Kris. Kris menyadari akan hal itu, “oh.. uhm.” Kris melambaikan tangan kepada ChanSha yang sedang berguling kesana kemari di atas pemadani lembut.

Drt – drt .. Flip.

‘Aku di luar Raja Wu.’

Kris mendengus kecil ketika pesan kedua masuk. Yaegi berjinjit untuk mengintip, “kenapa? Dia merayu mu?” sindir Yaegi.

Kris memajukan layar ponselnya ke depan wajah Yaegi. “Kakak ipar kebanggan mu!” wajah Kris  tertekuk.

Yaegi tersenyum kecil. “Geurae. Pulanglah sekarang.” Sentuhan lembut menempel di pipi Kris.

Chup – Kris mengecup puncak kepala Yaegi sebelum ia melangkah keluar kamar. “Beritahu aku apapun yang terjadi. Aku tidak sedang memperingatkan, tapi mengancam.”

“Hmm..” anggukan kecil Yaegi mewakili jawabannya.

“ChanSha.. bye – bye.” Kris hanya melambaikan tangannya pada saat ia ingin keluar dari dalam kamar. Ia sengaja tidak menghampiri ChanSha karena Geum Sha akan menangis histeris ketika Kris mendekat lalu pergi dari hadapannya.

“Udara di luar sangat dingin. Tidak perlu mengantar ku. Aku pergi dulu Pikachu.” Yaegi hanya mengantarkan Kris hingga pintu depan.

“Hmm. Jaga kesehatan mu. Selamat natal & tahun baru.” Yaegi baru bisa mengucapkannya sekarang. Mengingat pertengkaran dingin yang tanpa alasan  beberapa hari lalu.

“Uhm. Gomawo, aku sudah menerima kado nya.”

Yaegi mengernyit tak mengerti. Kris mengeluarkan smirk nya, “tadi malam..” bisik nya penuh hasrat.

Plak! “Mwoya?!” Yaegi menepuk keras bahunya. Kris terbahak.

Ganda.” Kris memberikan senyuman terbaik sebelum ia menutup pintu dan menghilang di baliknya.

Eo. Anyyeong.. “ Yaegi melambaikan tangan.

“ChanSha eomma saranghae.. “ Ceklek –

Yaegi melihat punggung Kris yang berlari kecil menuju  gerbang belakang rumah melalui jendela minimalis yang mengapit pintu rumahnya. Disana terlihat sebuah Hyundai hitam telah menunggu Kris  sejak tadi. Senyum simpul melengkung indah pada bibir yeoja itu  pada saat menyaksikan Kris yang kini sudah masuk ke dalam mobil.

“Mencoba memahami sikap kekanak – kanakan yang menyebalkan itu, karena aku mencintai seorang Wu Yi Fan..”

To Be Continued … 

Hai hai😀

Kembali lagi dengan keluarga gaje yang hampir di depak ama HaNa \belum ilang dendam rupanya/ -_-

Yay! Di mini series ini empat orang yang ada di belakang YaeKris itu ga bakalan ngerusuh akut kok #plak😀

Mereka hanya sebagai pelengkap kericuhan YaeKris \bahasanya -_-/

Ini hanya Short Story tanpa menguras apa – apa😀 \sering baca dari komen reader. Katanya ada yang nguras sumur, kantong *ewww -_-/

Siapa yang salah, siapa yang ngajak ribut, siapa yang main api, kalian simpulin sendiri aja entar yak😀

Seperti biasa, aku tetap akan berusaha membalas komentar kalian satu persatu. Jangan panik dan jangan risau.. Komentar kalian semua masuk kok. \nari ubur – ubur/

Sampai jumpa di episode berikutnya.. WUSSSSSHHH #ngilang!

303 thoughts on “(Short Story) No More Mini Series – You Belong To Me – Chapter 1

  1. Seneng banget baca crita FF ttg yaekris…hehehe
    Kris ppa mesum…haha
    Sllu ad phak ketiga yg muncul…entah dri sisi yaegi atopun kris….
    Nguji cinta yaekris….🙂🙂

  2. Gyaaaaa eonniee .. ud lama ga mampir dsini x.x maklum super sibuk gra”tugas skolah yg numpuk bgt(?)
    Tp nae senang krna bsa bca ff family wu lg ^^
    Kkkk .. saranghae tao !! Ups salah xD
    Saranghae eonnie !!!

  3. whoaa..akhirnya ada chansha lg..aku kgn sama mereka..makin ngegemesin..apalagi chansha udh bisa jln..tp kasian jg mereka g bisa tiap hari ketemu appanya kaya d dorm dlu..

  4. aku cuma bisa pasang tampang cengo sama kelakuan yeagi kris tapi aku girang plus tepok tangan buat ChanSa🙂 gwiyowo *cubit pipi ChanSa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s