(Short Story) No More Mini Series – You Belong To Me – Chapter 2

1491002_496834823769096_1834077143_n

| 1 |

Writer – Muriza | Yaegi Cho

Poster  – Juwita

Wu Yi Fan & EXO – Yaegi Cho ‘pemeran dengan nama resmi  Twins Wu ‘pemeran dengan nama resmi’  – Manajer EXO di kehidupan nyata –  dan beberapa tokoh pemain pendukung yang akan kamu temukan  nanti nya  pada FanFiction favorit mu ini😉

Dilarang keras menjiplak! Dilarang copy – paste ! Jadilah pembaca cerdas, kreatif dan positif :)

Rating turun😀 PG – 15

Terinspirasi dari EXO & saya sendiri 

Sad – Romance – Happy – Family – Kris Married Life

RS (Recomended Song)  K.Will You Don’t Know Love

Enjoy my fanfict dears ..

xxx

“Teruslah hanya memikirkan diri mu sendiri.. hingga rasa lelah itu datang menemani ku tanpa harus ada kau disini ..”

xxx

Malhaejwo meri meri keuriseumaseu, annyeong jal jinaeneungeoji..

Kris ikut melantunkan lagu ‘The First Snow’ versi K pada saat pemutar musik di dalam mobilnya memutar  lagu tersebut.

“Kau berkebangsaan Cina atau Korea? Kenapa hanya membeli album Korea saja?” Kris membongkar dashboard mobil. Ia menemukan semua album EXO tetapi hanya dalam versi K. Lagi – lagi namja itu menuai protes berkepanjangan.

Lian yang sedang fokus menyetir menoleh, “itu agar bahasa Korea ku semakin bagus.” Jawabnya santai.

“Tetap saja buruk.” Sanggah Kris ketus. Kris tidak membenci Lian seperti dulu, tetapi ia selalu merasa jengkel ketika harus bersuara dan melayangkan kalimat apapun pada kakak tirinya itu.

“Aku akan ke Kanada menjemput Ibu, lalu  pergi bersama ke L.A”

Shenma?” Kris bangun dari sandarannya, memiringkan posisi menghadap Lian. Lian menjawab dengan anggukan kecil.

“Ibu baik – baik saja kan? Untuk apa ke L.A? Putra nya kan di Korea.” Celoteh Kris.

“Aku ingin menemui Nana sebelum ia masuk akademi.”

“Kau memiliki  hubungan apa dengan gadis itu? Kau tahu kan dia itu sudah  bertunangan dengan teman ku.” Nada bicara Kris dapat memicu tensi darah siapa saja yang mendengarnya saat ini. Tetapi tidak untuk Lian. Laki – laki yang berselisih umur 6 tahun lebih tua darinya  itu menanggapi dengan tenang.

“Kau mau membeli sesuatu? Di ujung sana ada sandwich yang sangat enak.” Lian mengalihkan pembicaraan.

“Kenapa? Kau sudah  keracunan keripik kentang?” tukas Kris ketus.

“Karena adik ku menyukai sandwich.” Lesung pipi Lian terlihat jelas ketika senyumannya melengkung.

Jawaban Lian membuat Kris berhenti berkoar. Namja itu menghadap lurus ke depan seperti semula. Ia selalu gagal untuk memancing amarah Lian. Lian memutar stir mobil ke kanan. Mereka berbelok pada sebuah kedai makanan 24 jam.

“Aku akan ke Busan hari ini bersama istri mu.” Jelas Lian lagi membuka suara.

“Oh jadi pergi dengan mu juga.” Kris menanggapi santai. Ia berhenti membuka kotak album growl yang ada di tangannya ketika mengingat sesuatu. “Cho Kyuhyun. Kalian saling mengenal?” Kris kembali duduk menyamping.

“Hmm. Kenapa? Dia mantan kekasih istri mu kan?”

“Apa benar kalian sedang mengerjakan sebuah  proyek? ” tanya Kris retoris.

Lian mengangguk kecil, “apa aku terlihat sedang menjodohkan mereka?”

“Wang Lian!” Kris memekik.

“Hari ini hari peringatan  kepergian mertua mu.”

“Aku tahu.”

“Sekedar mengingatkan.”

Mereka sudah tiba pada kedai yang di tuju. Lian  mematikan mesin mobil. Ia bergegas turun. “Isi daging seperti biasa kan?”

“Tidak. Aku kenyang.”  Tukas Kris galak.

“Tidak selamanya cemburu itu menjadi simbol karena kau terlalu mencintai seseorang. Itu bisa berubah petaka.” Tek – Lian mencabut sabuk pengamannya.

“Kau bilang apa barusan?” Kris bergerak maju ingin menarik Lian.

“Jangan mengenggam erat sesuatu hal yang paling kau sukai. Jika benda itu hancur, tidak ada gunanya lagi. Yasudah, aku beli untuk ku saja ya.” Tap! Lian berlalu turun dari mobil seiringan dengan kalimat terakhir yang menohok bagi Kris.

“Menyebalkan sekali gege itu! Ouuuhh!”

xxx

Dorm EXO – M

“Chen – Chen kau sedang apa?” Xiumin bertelungkup ria di samping Chen yang asik berkutat dengan gadget nya.

“Sedang melihat ini.. “ Chen mendekat pada Xiumin.

“SJM sunbaenim?” Xiumin berkomentar. Chen memperlihatkan sebuah gambar dimana mereka berfoto bersama sunbae besar mereka SJM pada saat konser Shanghai malam lalu.

“Kalian sedang apa?” Tao si bayi panda datang ikut mengintip.

“Tapi, kenapa dengan foto ini?” Xiumin tidak menemukan sesuatu hal yang menarik disana.

“Ayo di tebak.. “ Chen menopang dagunya dengan pose imut.

Xiumin & Tao sama – sama berpikir. Mereka terus memandangi foto tersebut.

“Apa ya?”

“Ouuhh.. Jong Dae pasti berbohong lagi.” Xiumin menimpali.

Chen menggeleng ringan, “ oww.. oww.. tidak begitu Seoki hyung. Ayolah. Ah kalian ini payah sekali.. “ tawa cempreng Chen bergema.

“Tangan Kyuhyun hyung bertumpu pada bahu Duizang. Begitu kan?”

Suara halus dancing machine M membuat ketiga namja disana mendongak ke arah sofa.

“Oh?! Lay hyung kau tahu? Whoa daebak!” Chen takjub.

Lay mengangkat sesuatu yang tak terlihat sebelumnya. “Foto yang ini kan?” Lay mengangkat I-phone nya.

“Booo.. kau juga melihat nya ternyata.” Chen berubah cengo.

“Memangnya kenapa jika mereka seperti itu? Ada yang aneh?” raut wajah Xiumin masih berkerut.

“Tentu saja. Kau lupa? Kris akan selalu merasa tersaingi selama laki – laki itu adalah Kyuhyun hyung.” Luhan terbahak keras.

Noye sarangeun da geojitmariya Nana –ya..

“YA!” tawa Luhan langsung surut.   Lay menirukan lagi kata – katanya ketika kegalauan kemarin datang mendera.

“Hahaha. Noye sarangeun da geojitmariya…” Chen, Tao, Xiumin ikut tertawa. Kalimat itu sangat manjur untuk menampar keras seorang Xi Luhan.

“Ya! Kau ingin mati huh?” Luhan menarik  baju bagian leher Lay dengan guratan canda. Ia berpura – pura marah pada saat partnernya itu mulai berlelucon.

BRAK!

“Astaga!”

“Siapa itu?”

“Ouh jinjja!”

Mereka semua memejamkan mata frustasi ketika  suara pintu berdebam  keras.

“Jong Dae –ya! Jong Dae –ya!”

Chen dapat menebak siapa yang datang. Byun Baekhyun dan Do Kyung Soo.

“Kau sudah lihat?” Baekhyun menarik note yang di pegang D.o. Namja berparas imut itu berlarian masuk ke tengah – tengah Chen & Xiumin.

“Kau lihat? Kyuhyun hyung memegang pundak Kris hyung. HEOL!” Baekhyun semakin heboh.

“Sudah.” Angguk Chen malas.

“Aku sudah mengirimkan  pada nya.” Tukas D.o santai.

“Kenapa tidak memberitahu ku!” Baekhyun berkacak pinggang.

“Kau tidak bertanya.” D.o menjawab enteng.

“Kalian membicarakan ku? Seperti ada yang menyebut nama ku.” Tak disangka – sangka sosok Kris muncul di hadapan mereka semua.

“Tadi malam Kris tidur di apartement Lian.” Seunghwan manajer merangkul hangat bahu Kris. “Kau tidak tersesat ke kawasan Gangnam kan Kris?” pertanyaan Seunghwan manajer menuai perkara -_- . Gangnam juga termasuk kawasan rumah keluarga kecil Wu.

Semua member yang ada disana saling menatap satu sama lain. Setengah atau bahkan kebanyakan dari mereka tidak percaya jika Kris benar – benar menginap di apartement ‘kakak tiri’ nya, Wang Lian.

Ye? Gangnam? Tadi malam kita ada latihan?” Kris memasang wajah sepolos mungkin.

“Latihan di kamar.”

Duar! Letupan kembang api mengisi rongga dada Kris. Kalimat spontan  Lay menampar nya keras.

“Apa maksud bocah itu?” sungut Kris dalam hati.

Lay memandang Kris dengan tatapan usil, ia seperti akan tertawa. “Aigoo.. pinggang ku masih terasa sakit. Aigoo.. aku ke kamar dulu.” Lay bergaya seperti orang kesakitan agar ia dengan cepat masuk ke kamar dan melepas tawanya.

Hyung, aku masuk dulu. Badan ku gerah.” Kris berjalan  masuk ke kamar.

Mereka semua memperhatikan Kris heran. “Musim dingin seperti ini, kenapa bisa gerah?”

xxx

“Hufh – “ Kris menghempaskan tubuh nya ke atas kasur empuk. Ia tidak langsung mengambil handuk dan pergi mandi. Lay  duduk di tempat tidur yang sama dengan sebuah gitar. Ia  menggeser kepala Kris agar tidak mengenai pahanya.

“Pinggang mu bagaimana?” Kris melihat Lay yang duduk di atas kepalanya.

“Baik – baik saja.” Lay mulai memetik senar gitar. Beberapa hari ini namja yang sangat sensitif pada bagian leher itu tidak terlalu banyak bercengkrama satu sama lain. Namja bernama lengkap Zhang Yi Xing itu lebih banyak berdiam diri di kamar dan bermalas – malasan ketika mereka memiliki waktu luang seperti saat sekarang.

“Kau merindukan nenek mu?” Kris membalikkan badan dan telungkup. “Tadi malam aku sudah menelfon keluarga ku.”  sahut  Lay.

Kris memutar bola mata sejenak. Terlintas  untuk bertanya satu hal yang berkaitan dengan mimpinya malam lalu. “Dokter cantik mu itu, memiliki kembaran kan? Namanya Jung Woo Joon, benar tidak?”

Pertanyaan Kris membuat Lay menoleh padanya. Lay tidak langsung menjawab Kris, atau ia memang tidak akan menjawab Kris. Jemari – jemari lentik Lay berhenti menari lepas pada senar gitar. Ia memindahkan gitar itu dari pangkuannya dan menaruh tepat pada sudut kamar.

“Hey.. “ Kris melempar Lay dengan bantal bola milik Luhan dan mengenai punggungnya.

Lay kembali duduk di sudut ranjang, ia mengangkat kakinya. “Bisa jadi.” Jawaban macam apa itu? Bahkan tidak bisa di katakan sebagai sebuah jawaban. Kris meringsut dari pembaringan  dan ikut duduk bersandar di kepala tempat tidur.

“Kau .. sungguh tidak memiliki hubungan lagi?” tanya Kris hati – hati. Rasanya sudah lama kisah asmara seorang Zhang Yi Xing tidak terekspos.

Lay memberikan tatapan datar, “iya, benar. Jung Woo Yeon & Jung Woo Joon,  mereka kembar.” Ia merasa sudah melunasi hutang atas pertanyaan Kris. Lay meringsut berbaring.

“Aku bermimpi tentang Jung Woo Joon.”

“Mungkin dia merindukan mu.”

Plak! Tepukan tangan Kris menyapu lengan Lay. “Kenapa aku?” raut wajah Kris merinding.

Lay mulai memejamkan mata dengan lengan yang ia tumpukan pada dahinya. “Mungkin kau berbuat salah Duizang.”

“Salah? Tapi, apa?” Kris semakin mengernyit bingung.

“Mungkin karena mu dia pergi dengan cara yang tidak wajar.”

“Zhang Yi Xing hentikan!” Kris menekan wajah Lay dengan bantal. Lay tergelak. Ia dapat menebak  bahwa Kris sedang ketakutan saat ini.

Kris kembali duduk lurus. “Dia tampan Yi Xing.. “

“Kau sudah mengakuinya.”

“Itu karena di dalam mimpi.” Elak Kris.

Lay memiringkan posisi tidurnya dan menghadap Kris. “Segera  sampaikan  pada istri mu. Mitos Cina mengatakan, jika seseorang yang sudah tidak ada datang ke dalam mimpi itu tandanya kau akan mengikutinya.”

“Kau mendoakan ku!”

“Tidak. Luhan yang mengatakannya.”

“Masih saja mendengarkan rusa itu. Karangannya terlalu mudah untuk mengelabui ku.” Kris beranjak turun dari ranjang.

“Lebih baik kau lihat ini.. “ Lay melemparkan ponsel pada Kris,  dan spontan Kris menangkapnya.

“Apa?” Kris menghidupkan  layar ponsel milik Lay. Ia melihat sebuah foto yang baru saja di perbincangkan oleh para member lain diluar sepengetahuannya.

“Kenapa dengan foto ini?”

“Kyuhyun hyung menaruh kedua lengannya di pundak mu.”

“Oh.. “ Kris melempar kembali ponsel itu ke tempat tidur. Ia tidak merasa ada hal penting menyangkut disana.

“Jika tidak ada kamera yang menyorot, pasti bahu mu sedang cidera sekarang.” Lay tertawa keras.

“Bisakah tidak membuat ku marah? Keluar!” Kris sesungutan. Ia melempari Lay dengan semua bantal yang ada didekatnya.

“Jadi benar? Kau cemburu karena melihat istri mu duduk di kantin waktu itu? Wow.. Duizang kau tidak juga berubah.. “ Lay membalas lemparan Kris.

“Ugh!” Kris melempar lagi  bantal yang ia terima. “Seharusnya Joon itu datang di mimpi mu karena kau sudah menyakiti kembarannya!”

Itu terasa menohok bagi Lay. “Ouuhh.. sembarangan sekali kalau  bicara!” Lay juga bisa meletus -_-

“Apa? Apa kau? Mau berkelahi? Ayo sini.. sini.. “ Kris sudah bersiap menggulung lengan jaketnya.

“Kau membiarkan begitu saja gadis lain merobek bajunya didepan mu.” Wow! Lay juga mengetahui tentang drama singkat antara San A & Kris di parkiran SM beberapa waktu silam.

Shenma?”

“Kau juga pengecut. Kau tidak bisa menentang pernikahan mu dengan Nona Yoon  itu.” Lay menambahkan.

“Kau juga mempermainkan perasaan dua wanita sekaligus. Sebenarnya kau memilih Soo Jung atau Woo Yeon!” Kris balas menunjuk Lay. Hanya ranjang segi empat yang menjadi pemisah mereka saat ini.

“Sebentar. Dari mana kau bisa tahu semuanya?” raut wajah Kris berubah heran.

Lay melewati tempat tidur dan menghampiri Kris, “aku pernah menceritakannya pada mu?” tanya Lay heran.

Kris langsung menggeleng. “Tidak.”

“Lalu bagaimana kau tahu?”

“Kau juga kenapa bisa tahu?”

Lay ikut menggeleng, “yasudah. Ini rahasia.” Dancing machine itu justru mengangkat kelingkingnya. -_-

Kris yang semula berapi – api pun segera menyetujuinya. “Uhm. Rahasia ya?” pertengkaran yang nyaris menimbulkan korban jiwa itu berakhir  dengan sebuah pelukan. Dua namja Chinese itu kini saling berpelukan. -_-

xxx

Pemakaman Bukit Ilsan

Imoo.. haahh.. imoo.. “

“Iya sayang. Aigoo.. apa ahjussi ini mencubit mu?” chup – Soo Rim mengambil Geum Chan dari gendongan Lian. Sementara putri  cantik Wu Geum Sha masih tertidur dengan damainya di dalam kereta bayi. Lian dengan sabar menunggui upacara peringatan itu dengan dua ponakan lucunya, ChanSha. Laki – laki yang hari ini memakai pakaian serba hitam itu tampak sangat maskulin di tambah dengan kaca mata hitam yang melindungi kedua matanya dari cahaya musim dingin.

Imoo.. eomma ku.. “ Geum Chan menunjuk Yaegi dari kejauhan.

Eomma sedang melihat halmoeni & haraboeji. Geum Channie mau kesana?” Soo Rim memeluk sayang Geum Chan.

“Kenapa mereka tidak di bawa juga kesana?” Lian menunjuk arah pemakaman.

“Itu acara sakral. Beberapa pejabat KK juga ada disana. Kau kenapa tidak pergi?” Soo Rim balik bertanya.

“Aku di utus sebagai supir dan penjaga bayi.” Jawab Lian enteng. Soo Rim akan selalu naik darah jika berhadapan dengan laki – laki itu.

“Oh ya. Baju pengantin mu sudah selesai.”

“Segera aku transfer.”

“Kau sungguh akan menikah?”

Lian membuka kaca mata hitamnya, ia menyuguhkan wajah menawan pada yeoja itu. “Wae? Hati mu sudah terbuka untuk ku?” Lagi – lagi cassanova Wang Lian beraksi.

Soo Rim berubah cengo, “jangan gila.”

“Aku sungguh gila karena mu nona Park.”

“Apa seumur hidup mu hanya untuk merayu wanita?”

“Tentu. Karena aku seorang laki – laki.”

Soo Rim kehabisan kata – kata. “Ah yasudah. Segera transfer uang sisa nya. Jangan coba – coba menipu ku.”

Soo Rim mengeluarkan ponselnya. “Nomor rekening kakak ku sudah ku kirimkan.”

Lian hanya terkekeh.

Kriiingg ..

Nada dering yang di gunakan oleh Lian untuk sebuah panggilan video kini berbunyi nyaring dari saku blazer hitam nya.

Soo Rim menyipitkan mata untuk mengintip nama si pemanggil. Lian yang menyadari itu langsung memundurkan badannya.. “kau sungguh tertarik dengan kehidupan pribadi ku nona?”

“Cih.. “ Soo Rim langsung bergeser menjauh.

“Kekeke.” Lian terkikik pelan. Ia membalikkan posisinya membelakangi Soo Rim, dan.. bip. Lian menerima panggilan video itu.

“Ada apa?” Lian menatap layar ponselnya dengan senyuman. Tetapi berbeda dari sosok yang saat ini tengah muncul pada layar ponselnya.

“Bagaimana upacaranya?” suara dan wajah itu terkesan malas.

“Sedang berlangsung.”

“Kau kenapa bisa mengangkat panggilan ku?”

“Karena kau menghubungi ku.”

“Wang Lian aku tidak sedang bercanda!”

“Aku tidak pernah bercanda dengan seorang Wu Yi Fan.”

“Dibelakang mu siapa?” Kris menangkap sosok Soo Rim. Lian membalikkan badan dan mengedepan kan layar ponselnya pada wajah Soo Rim.

“Hai Kris.” Soo Rim tersenyum ramah.

“Papa.. “ Geum Chan mengenali sosok Kris yang masih memakai bundalan handuk dikepalanya.

Hi son.. “ Kris menyapa hangat jagoan kecilnya. “Satu lagi dimana?” lebih tepatnya Kris sedang bertanya pada Soo Rim.

“Putri kecil Wu sedang tidur siang.. “ Lian menggeser ponselnya ke arah kereta bayi, kemudian kembali menghadap seperti semula.

“Kalian akan kembali — “

“Ung.. ? “ Lian menunggu lanjutan kalimat Kris yang terpotong, dahinya mengernyit. “Kau mau mengatakan a—“ kalimat Lian juga berhenti pada saat ia menyadari bahwa Kris melihat arah belakangnya. Bukan keberadaan Soo Rim, melainkan seseorang yang di yakini Lian akan membuat adik  nya itu meledak dalam seketika.

Yap.  Kyuhyun berada tepat di belakang Lian. Namja itu memegang sebuket bunga lili putih di tangannya dengan penampilan yang sangat tertutup. Jika saja Kyuhyun tidak langsung membuka maskernya mungkin Kris tidak akan dapat mengenali sosok itu  dengan mudah. Kyuhyun tidak tahu menahu akan hal tersebut. Dia tidak tahu jika Lian ada disana, dia juga tidak tahu kapan dan dimana Lian akan menerima panggilan video dari Kris. Ia hanya datang dengan supir pribadinya untuk sebuah acara yang menurutnya sangat penting. Ya, meskipun Super Junior dan dunia  entertain menyita banyak waktunya, bagi Kyuhyun upacara peringatan ini tidak boleh ia lewatkan meskipun tour dunia sedang berlangsung seperti waktu yang sudah – sudah. Bukan hanya sekedar rasa bersalah yang mewakili kedua orang tuanya, tetapi.. putra tunggal keluarga Cho itu memiliki sebuah dorongan besar untuk selalu dapat hadir di acara sakral ini.

Lian menyunggingkan senyum tipis pada Kyuhyun sebelum ia kembali menatap layar ponselnya.

“Wang Lian kau — “

Lian segera menyanggah perkataan Kris  sebelum semuanya pecah disini. “Jordan si produser musik memberitahu ku bahwa kalian akan comeback sebentar lagi. Jiayou!” Bip. Lian menekan tombol ‘akhiri’ dan sambungan pun terputus.

“Selamat datang saudara Cho.” Lian membungkuk sopan.

Kyuhyun membalas salamnya tak kalah sopan. Diliriknya sekilas yeoja yang sempat memiliki jalinan kasih dengannya dahulu , Park Soo Rim.

“Hmm.. “ Soo Rim mendeham sembari membungkuk sopan.

“Upacara nya sudah selesai? “ Kyuhyun tidak banyak berbasa – basi.

“Sebentar lagi akan selesai.” Soo Rim melihat beberapa mobil pejabat tinggi KK mulai melintas  keluar area pemakaman.

“Bibi.. “ Kyuhyun melangkah maju ketika Ha Sun ahjumma terlihat di depan mereka. Ia menghampiri wanita tua yang pernah sangat dekat dengannya.

“Bibi apa kabar mu?”

“Kyu –ya. Kau juga datang nak?  Aku sehat, bagaimana dengan mu?” tangan hangat Ha Sun menyapu lembut pipi Kyuhyun.

“Aku baik Bi. Bibi, kau mau pulang sekarang? Mari ku antarkan.”

Ha Sun ahjumma  menahan Kyuhyun, “aku akan pulang bersama mereka. Pergilah menaruh bunga lili ini disana Kyu –ya. Yaegi juga masih disana.”

Mendengar perkataan Ha Sun ahjumma, Lian langsung memutar bola matanya menghadap Soo Rim. “Aku yakin kau pengemudi yang handal. Ini.. “ Lian memberikan kunci mobil pada Soo Rim.

“Eh?“

“Tidak  masalah jika kau menjadi supir antar jemput sehari ini saja kan?” Lian mengangkat satu alisnya.

“Tapi Lian — “

“Kim Jun Myun adalah namja yang murah hati. Aku yakin dia juga akan memilih gadis yang memiliki sifat sama dengannya. Bukankah begitu?” Lian lagi – lagi menyanggah cepat.

“Aish. Ara!” Soo Rim berdecak kesal. Ia mendudukkan Geum Chan pada kereta bayi.

“Bibi, aku akan menunggu Yaegi disini. Pulanglah dengan selamat.” Lian menuntun Ha Sun ahjumma untuk masuk ke dalam mobil.

“Lalu bagaimana kalian pulang? Tempat ini sangat jauh dari pusat kota nak.” Ha Sun ahjumma merasa khawatir.

“Nona Park ini bersedia menjemput kami Bi.” Lian mengedipkan sebelah mata pada Soo Rim.

“Enak saja.” Soo Rim mendesis geram, ia memelototi Lian.

Aigoo.. aku hampir melupakan cucu ku disini. Soo Rim –ah. Ayo kita pulang sekarang.”

Usai memastikan Hyundai hitam yang di kendarai oleh Soo Rim melintas keluar area makam, Lian mempersilahkan Kyuhyun untuk turun menuju pemakaman di bawah sana.

Kyuhyun melirik aneh Lian yang berjalan disampinganya. Sempat terngiang pada benak Kyuhyun pada saat laki – laki itu memperkenalkan diri sebagai ‘kakak ipar Yaegi.’ Tidak aneh, ataupun heran karena ternyata Lian tidak memiliki sifat yang berbanding jauh dari Kris. Bagi Kyuhyun, Lian ataupun Kris hanyalah dua kakak beradik yang berbeda visual namun memiliki keanehan dengan  tingkatan yang sama.

“Kenapa tidak mengabari jika ingin kesini? Kita bisa pergi bersama – sama.” Lian memulai percakapan.

Senyum sinis Kyuhyun melengkung tanpa sepengetahuan Lian. “Kau akan di musuhi oleh adik mu jika kita berada didalam mobil yang sama tuan Li. “

“Syukurlah jika saudara Cho sangat pengertian.”

Hidung Kyuhyun mulai kembang kempis, lawannya kali ini ia akui tidak mudah. “tuan Li, bukankah kau bagian dari keluarga besar KK? Tentu nya kau sudah mengikuti upacara   kan?” secara tidak langsung Kyuhyun ingin mengatakan ‘tidak perlu  mengantar ku.’

“Seorang gadis yang sedang rapuh dan bersedih akan mencari seseorang untuk bersandar.”

Mwo?” langkah Kyuhyun terhenti. Benarkah Lian sedang menyindir nya saat ini? Sepertinya begitu.

Kedua namja yang memiliki postur tubuh hampir sama itu kini tiba dibelakang Yaegi. Kyuhyun maju untuk menaruh bunga lili yang ia bawa pada pusara kedua orang tua Yaegi.

Aboenim, eomonim.. annyeonghaseyo.” Kyuhyun memberi salam sopan pada kedua batu yang terdapat sepasang foto itu.

Kyuhyun memandangi Yaegi yang tak kunjung mendongak. Pada saat tangan Kyuhyun hendak menyentuh pundak Yaegi…

“Adik ipar kau baik – baik saja?” Lian melangkah maju dan berdiri di tengah – tengah Kyuhyun & Yaegi -_-

Ia melemparkan senyum penuh kemenangan pada Kyuhyun yang nyaris mendidih karenanya.

“Ah ye oppa.” Yaegi baru menyadari jika Kyuhyun juga hadir.

“Saudara Cho, kau masih ingin disini? Aku akan menjemput mu usai mengantarkan adik ipar ku.”

“Aku pergi bersama supir ku tuan.” Kyuhyun merapatkan giginya dengan seulas senyum yang di paksakan.

“Baiklah. Adik ipar, ayo.” Lian menuntun bahu Yaegi untuk berbalik.

“Kyu. Aku duluan.” Sapa Yaegi lirih.

Kyuhyun mengangguk pelan. “Uhm. Disini banyak hewan buas. Berhati – hatilah.” Kyuhyun menujukan itu untuk Lian.

“Aku akan menghajar hewan buas itu untuk mu adik ipar.” Balas Lian dengan senyum mematikan.

xxx

Pukul 4 sore Yaegi, Soo Rim dan Lian baru memasuki jalan utama menuju Seoul. Ia merogoh tas nya untuk mengecek ponsel yang sudah berjam – jam lamanya  tidak  ia lihat.

Omo!”

Suara shock Yaegi membuat Lian yang sedang mengemudi serta  Soo Rim yang duduk di kursi belakang melihat padanya.

Waeyo?” Soo Rim mencondongkan kepala ke depan.

“Kris. Kris menghubungi ku 88  kali. Eotteokhae? “ gerak ibu jari Yaegi yang menari lepas pada layar ponselnya mewakili segenap rasa takut yeoja itu.

Soo Rim mengernyit. “Dia tahu kan jika kau ke Busan?”

Yaegi mengangguk kecil. “Uhm.. “

“Kita putar ke kiri.” Suara Soo Rim seirama dengan stir yang Lian putar habis melewati belokan patah pada lajur kiri jalan utama Busan – Seoul.

“Hey! Kita mau ke — “Ucapan Yaegi terputus. “PongPyu.  Mereka sedang tidak memiliki jadwal yang padat untuk beberapa hari ini.” Soo Rim menambahkan.

“Anak – anak bagaimana?” Yaegi  menunjuk ChanSha yang tertidur dibelakang.

“Jangan ragukan aku.” Soo Rim menepuk dadanya.

Yaegi menoleh ke belakang, “tapi kau dan Suho kan — “

Soo Rim mengangkat ponselnya, “Jun Myun tidak akan keberatan hanya karena ini. Aku tinggal mengirimkan pesan singkat padanya.”

Yaegi memejamkan mata frutasi, ia harus berpikir cepat. “Baiklah.”

Xxx

Dorm EXO – M

Ceklek – seseorang datang membuka pintu yang baru saja di pencet bel nya oleh Yaegi.

Annyeong..” Yaegi menyapa suaminya dengan penuh rasa  was – was. Ya, orang yang membuka pintu adalah Kris sendiri. Kris tak banyak bicara, ia membiarkan pintu terbuka begitu saja dan kembali masuk ke dalam. Yaegi menarik nafas nya sebelum ia ikut melangkah masuk. Setibanya di ruang utama..

“Member lain dimana?” seisi dorm tampak sepi.

“Di bawah.” Kris berjalan ke dapur untuk  meneguk segelas air putih. Terlihat dari lekuk wajah namja itu, ia baru saja menghabiskan waktu untuk tidur seharian penuh.

“Uhm.. “ Yaegi mengangguk kecil, ia memilih untuk duduk di sofa.

Yaegi melihat Kris sudah keluar dari dapur. Ia mengira bahwa Kris juga akan ikut duduk bersamanya. “Mian.. tadi ponsel ku – “ BLAM!

“Ouhh.. ya tuhan, suami ku.” Yaegi sontak terkejut pada saat  Kris kembali masuk ke kamar dengan debaman pintu yang cukup keras.

“SIGH – “ Yaegi menghembuskan nafas berat. Ia tahu jika ini akan berbuah masalah. Lagi – lagi masalah.

Yaegi menyusul Kris ke kamar. Ia melihat namja itu sedang memakaikan  jaket pada tubuh jangkungnya. Kris bercermin sesaat untuk  menata rambut. Lalu ia meraih topi dan earphone. Seperti ingin beranjak pergi.

Yaegi memandang Kris penuh tatapan sabar, meskipun Kris hanya diam dan kembali tidak menggubrisnya. Yaegi melangkah mendekat.

“Apa yang membuat mu marah seperti ini. Hmm?” Yaegi meletakkan telapak tangan hangatnya pada punggung Kris.

Hening. Namja itu masih sibuk menata rambut nya denga hair spray.

“Yi Fan.. “ Yaegi mengalungkan tangannya pada lengan Kris untuk membuat namja itu berbalik.

“Aku mau turun ke bawah.” Satu kalimat memperjelas.

“Tapi aku sedang disini Kris –ah.”

“Uhm.. kau disini saja.”

“Kris –”

“Ck!” Kris melepas kasar lingkaran tangan Yaegi pada lengannya. Namja itu mengernyit kesal.

“Aku tidak mengecek ponsel ku. Aku sudah mengatakan jika aku ke Busan kan? Lian & Soo Rim juga ada disana.” Yaegi mulai tidak nyaman dengan perlakuan Kris.

Kris akhirnya mau berbalik. “Beri – tahu – aku.” Kris menekankan setiap kata – katanya.

“Kyuhyun maksud mu? Aku tidak tahu jika dia juga datang. Sungguh.” Yaegi yakin jika itu yang menjadi sumber masalah. Meski ia hanya sekedar menerka.

Kris membuang pandangannya ke sudut lain. Rasa amarah mulai menguasai. Sementara Yaegi masih menatapnya penuh tanya. Kenapa laki – laki ini tidak pernah bisa menyesuaikan keadaan? Bahkan Kris tidak bisa merasakan hawa duka yang masih tinggal di benak Yaegi hingga kini, usai upacara peringatan itu berlangsung.

“Apa kau tahu bagaimana rasa nya kehilangan sesuatu karena penghianatan dan kematian?”

DEG! Kris langsung mengembalikan tatapannya pada Yaegi.

“Kyuhyun.. Cho Kyuhyun.. aku tidak pernah menyuruh laki – laki itu untuk mengingat hari kematian orang tua ku.” Suara Yaegi  mulai bergetar.

“Tidak tahukah kau rasanya ketika posisi ku tergantikan begitu saja? Bahkan selalu.” Suara serak Kris bergema.

“Posisi seperti apa yang tergantikan? Aku tidak pernah menyamakan posisi mu dengan siapapun Kris –ah.” Segenap kesabaran Yaegi masih bertahan. Itu terlihat dari nada bicaranya yang kian lemah.

“Ck !” Kris lagi – lagi membuang pandangannya.

“Kau kekanak – “

“BERHENTI MENGATAKAN HAL ITU! APA KAU TIDAK TAHU BETAPA EGOIS NYA DIRIMU! HAH!”

Hati Yaegi langsung tersayat ketika laki – laki di depannya itu membentaknya kasar pada saat yang tidak ia terka – terka.

“Itu karena pekerjaan Kris. Aku, Lian & Kyu — “

“BERI TAHU AKU! KATAKAN SEMUA NYA PADA KU! HANYA ITU”

“CUKUP! HENTIKAN!” pekikan suara Yaegi mengalahkan intonasi suara berat Kris. Deru nafas keduanya terengah – engah. Kilatan amarah terpancar dari mata keduanya.

“HARUS BERAPA KALI KU KATAKAN JIKA SEMUA BEBAN ITU ADA DI PUNDAK KU! AKU HANYA MEMPERTAHANKAN APA YANG TELAH DI MILIKI OLEH AYAH KU!”

“TERUS BERTERIAK! TERUSLAH KAU MENERIAKI LAKI – LAKI TIDAK BERGUNA SEPERTI KU!”

DUK! Satu pukulan menghujam dada Kris. Yaegi mulai geram. “SIAPA YANG MENGANGGAP MU TIDAK BERGUNA!”

“JAWAAAAB!”

Kris bungkam. Emosi yang memuncak membuatnya takut jika ia tidak dapat mengontrol amarah yang tengah bergumul.  Ia tidak ingin sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi. Ia berusaha keras untuk menahan gerak tubuhnya untuk tidak menyakiti Yaegi. Kris memilih diam.

“Wu Yi Fan jawab aku.. jawab!” Yaegi memegang kedua sisi wajah Kris agar berpaling padanya.

Kris memberanikan diri untuk membalas tatapan Yaegi. “Apa kau tidak pernah merasa malu ketika aku tidak ada di tengah – tengah keluarga mu? Dia. Hyung itu. Laki – laki itu selalu berada di tengah – tengah keluarga mu. Bahkan ia selalu meletakkan bunga di pusara kedua orang tua mu. Ayah & ibu mu tidak pernah melihat ku Cho Yaegi!” mata Kris perlahan berair. Suaranya seperti tercekat akan sesuatu.

Yaegi mengigit bibir bawahnya, ia menahan emosi yang akan segera meluap menjadi uraian air mata semampunya. “Baiklah. Jika ini yang kau maksud. Kau masih saja melihatnya sebagai masa lalu ku? Lalu bagaimana jika aku juga melihat Na Jin masih sebagai masa lalu mu? KAU MENYUKAI HAL SEPERTI INI ?”

“SEMUANYA TIDAK AKAN PERNAH SAMA CHO YAEGI!”

“SIAPA YANG MENGATAKAN INI BERBEDA!” teriakan Yaegi menguasai seisi kamar.

“Hyung itu. Hyung itu memiliki semua yang kau butuhkan. Dia dapat menemukan mu dimana saja. Hyung itu — “

“Lantas Na Jin tidak seperti itu? Tidak tahu kah kau betapa takut nya aku ketika kau tidak  mengakui aku dan anak – anak didepan teman – teman mu di Kanada?  Apa kau tidak pernah melihat semua ketakutan yang ku alami selama ini. Uh?”

“AKU SELALU BERADA DISANA KETIKA KAU DATANG! AKU MENUNGGU MU DISANA HINGGA KAU DATANG! HINGGA AKU TAHU KAU TIDAK AKAN DATANG AKU TETAP DISANA! AKU TETAP DISANA DENGAN SEMUA RASA TAKUT YANG MENEMANI KU! NA JIN, SAN A, SEMUA WANITA – WANITA ITU MEMBUAT KU GILA! TIDAK BISAKAH KAU MENGERTI KETAKUTAN KU JIKA KAU TIDAK LAGI MELIHAT PADA KU! “ Yaegi melepaskan segala keluh kesah yang ia pendam selama ini. Dalam diam hatinya selalu berkabut saat mengingat siapa sosok suaminya. Dalam diam rasa takut selalu menguasai Yaegi. Dalam diam Yaegi selalu berusaha menepis segala kegundahan itu karena Kris adalah sosok yang patut ia percaya setelah semua penghianatan yang ia peroleh di masa lalu. Sosok Yaegi berubah liar. Yeoja itu seakan tidak lagi memperdulikan jika pita suaranya bisa saja berhenti bekerja karena nada nyaring tak berarutan terus ia tuturkan.

DUK ! DUK ! Yaegi memukul Kris dengan tas miliknya sekuat yang ia bisa. Kris justru diam tanpa melakukan pemberontakan apapun.

“SIAPA YANG MENGATAKAN JIKA KAU TIDAK BERGUNA? APA KAU BERPIKIR AKU AKAN MENJADI ORANG YANG HIDUP DI DALAM KEBAHAGIAAN JIKA KAU TIDAK DATANG KE DALAM HIDUP KU? AYAH & IBU KU PERGI KARENA SEBUAH KECELAKAAN! AKU BERPISAH DENGAN KYUHYUN KARENA PENGHIATAN! DAN TUHAN MEMBUAT INGATAN KU HILANG HINGGA KEMATIAN LEBIH DULU MEMBAWA JOON PERGI AGAR KAU TETAP BERSAMA KU!” Yaegi menjerit sejadi – jadinya.

“PERNAHKAH KAU BERPIKIR BAHWA KAU TELAH MENYELAMAT KAN HIDUP KU KRIS? AKU TIDAK MEMILIKI ALASAN APAPUN UNTUK MENINGGALKAN MU! KYUHYUN, SIAPAPUN ITU.. KARENA KAU ORANG YANG MEMBERIKAN KEHIDUPAN ITU KEMBALI PADA KU! AKU — “ HUG! teriakan, pekikan, jeritan kepedihan Yaegi lenyap ketika sepasang tangan mendorongnya masuk ke dalam sebuah dekapan erat. Tetapi, tidak sampai hitungan detik.. kedua tangan Yaegi mendorong tubuh Kris menjauh darinya. Kris terperangah hebat. Kilatan amarah masih sangat ia rasakan pada kedua mata istrinya itu.

“Hiks.. “ Yaegi menyeka kasar air matanya. “Selama ini hanya omong kosong!”

DEG! Kris memahami arti dari kata – kata itu. Ia menyadari sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan selama ini. Ia terlalu egois untuk seorang gadis yang di tinggalkan oleh penghianatan dan kematian. Selama ini, Kris selalu berpikir bahwa tidak ada yang lebih menyakitkan dari perjalanan hidupnya. Ternyata, tidak perlu jauh mencari hingga kebelahan dunia manapun.. Cho Yaegi, gadis yang telah menjadi bagian hidupnya sejak dua tahun terakhir adalah kenyataan yang tidak dapat dibandingkan dengan pahit & getir kehidupannya selama ini.

“Yaegi –ya.. “ Kris meraih lengan Yaegi. “Nggh!” Yaegi menepisnya  kasar.

“Kau masih ingin hidup dengan bayang – bayang masa lalu atau ingin bergerak maju satu langkah ke depan, aku tidak akan mempertanyakannya lagi. Kau juga seorang ayah Kris. “ Yaegi berbalik pergi. Yeoja itu menuju pintu keluar kamar.

“Cho Yaegi aku — “

BLAM! “Cho Yaegi!” Kris segera menyusulnya.

Yaegi yang pertama kali keluar kamar, mendapati para member yang berdiri di kedua sisi pintu kamar. Yaegi yang biasanya menyapa ramah mereka setiap kali bertatap muka, kini hanya menatap mereka dingin. Yaegi  berjalan lurus menuju pintu keluar dorm tanpa satu patah katapun.

“Yaegi –ya!” tokoh kedua ikut menyusul keluar. Kris tidak memperdulikan para member yang berdiri disana. Ia segera berlari menuju arah pintu.

“Mereka bertengkar lagi..”

“Suara Yaegi –ssi mengerikan..”

“Iya. Kakak ipar menakutkan..”

“Dia  sepertinya marah sekali.”

“Apa lagi yang di lakukan hyung itu?”

Beberapa dari mereka saling berkomentar. Karena ini adalah pemandangan langka yang terjadi sejak setahun terakhir.

DWESSEOYO!” teriakan Yaegi membuat mereka semua terperanjat.

Omo!” Baekhyun menutup mulutnya.

“Dia bahkan lebih mengerikan dari Nona Park..”

“Eyh!” Suho langsung menyikut lengan Sehun yang berkata demikian -_-

“Nyaris serupa dengan Kim Nana.. “

“Ya!” Luhan bersiap menarik kerah baju Kai -_-

Sementara itu di depan sana..

“Yaegi –ya. Sebentar sa — “

“Ck. Lepas!” Yaegi mencari – cari sepatunya yang telah tertimbun oleh 12 pasang sandal yang ada disana -_-

“Nyonya Wu aku — “

“Apa kau akan tetap menahan ku jika aku memberitahu mu sesuatu? Pigonhae (aku lelah).”

DEG! Cengkraman tangan Kris melemah.  “Biarkan aku bernafas Wu Yi Fan. Naega pigonhada.” Yaegi menyempurnakan kalimatnya.

Kini  Kris  hanya bisa membiarkan  gadis itu pergi dan menghilang di balik pintu dorm. Blam!

“Ego yang tidak pernah berakhir membuat ku harus mengatakan ‘uhm.. ya, aku benar – benar lelah’ ..

To Be Continued …

Yeheyyyy😀

Sehun : Yehett!

Suka – suka gue dongs *dijambak Sehun -_-

Aloha.. sudah baca yang chapter ini? Emmm… ini sebenarnya permasalah klasik. Wupan suka banget sih gethem – getheman ama Kyuhyun. Padalah Kyuhyun itu kurang baik apa yak an? Dasar bocah #gosong kena semburan naga # :3

Ituuu bermula dariiiiii…… tetotttttttt! masa gada yang tau sih?  pasti efek fokus ke HaNa ni! *emot murka*

Itu lohhhh waktu Kyu, Lian, dan Yaegi duduk di kantin. Yang pak haji Siwon gendong ChanSha -____-

Jadiii… short story ini bisa di katakan adalah ENCORE dari sifat cemburu unyu – unyu gaje nya mereka😀 ini kan udah 2014 kan ya, masa sih.. cemburu itu – itu mulu. #nunjuk lubang hidung YaeKris#

Nantikan akhir ceritanya ya.. Bye – bye! WUSSSHHHHH.. *ngilang  ._.

192 thoughts on “(Short Story) No More Mini Series – You Belong To Me – Chapter 2

  1. Uhh Yifan aneh” aj deh gtu doang mrah” –”
    Dtnggu next chapnya😉
    Oh iya eonn kmrin ak dnger ayah, nenek sma kakek LeeTeuk leader suju meninggal gara” kcelakaan T,T

  2. omomooooo kenapa tengkar gak usah ngerebutin aku😀
    kai sama sehun ati ati kalo ngomong digampar lu gege sama suho oppa mpuss lo😀

  3. Omo yaegi eonni celem baget >< penasaran itu yaeginya kyk gtu diajarin evil kyu + changmin + kaihun? Ckck wkwkwk
    Jgn lama ya eonni *chuu* *dibunuh kris*–"

  4. yaampun yaegi marah-marah
    semua marah-maraaaah! (?)
    Kris masih aja mempermasalahkan Kyuhyun ini-_- beribet
    oya thor, kl baca lian mesti jadi keinget pemainnya Gentleman Dignity
    karakternya hampir sm, nggemesin pengen ngerokotin jadinya(?)
    Ditunggu nextnya, btw dapet ide dari mana sih thor?

  5. Ngakak liat tanggapan kai sama sehun buat yaegi. Kekeke.
    Suka bgt sama lian yg ngejailin kyuhyun, trnyata kyuhyun dapat lawan yg sebanding,
    Upa makin lama crita.nya makin asik aja, lanjutkan upa. Hwaiting

  6. Yaegi ngamuk *kabuuuuur*
    serem bgt yaegi marah y, ,, bertengkar hebat deh mereka…
    seru sejarang bertengkar y tingkat ti.ghi nih….
    kris egiis nih ngak percaya ma yaegi cemburu mulu sama masa lalu y yaegi slalu….slalu….n slalu klo ada nama kyuhyun ke sebut langsung ngomel…
    inilah akhir y kemarahan yaegi memuncak samoe kata2 ” Naega pigonhada ”
    uhhhhhhh kena batu y deh kris td ydia yg marah sekarang malah yaegi yg marah besar…

  7. Waaaah… Yaegi meledak juga. Emang yah, kehidupan cinta org dewasa tuh ribet. Ckckckckck..
    Eon, kalo dipikir lagi, si Lian tu kaya malaikat loh. Selalu muncul disaat siapapun memerlukan bantuan. Hahaha,,,😄. Btw, joon ngapain dateng ke mimpinya kris? Hayoloh, ketahuan kris takut. Bwahahahahaha😄

  8. haduh haduh baru tadi di chapter 1 baikan tapi kok skrg malah brantem lagi. nah loh jadi yaegi yg skrg murka deh, serem banget….. *ngumpet diblkgnya yeol*
    si kris cembokor banget sih abisnya -____-” kenapa harus cembokor? padahal yaegi kan udah jadi istrimu, nak upan *eleh bahasanya*
    penasaran yaegi bakalan reda smp kapan uhumm~

  9. Ah aku telat bacax sunbae,pdahal ff yaekris yg aku tunggu. Huwee masa tengkar tok mreka,yg akur kasihan twins wu. Fighting sunbae ^^

  10. anneyong haseyo, readers baru imnida
    maaf ya, eonni author kalo sebelumnya ak prnh baca ff ini tp ga komen, dan baru skrg bs buka ff ini lg maklum tugas2 menggila akhir2 ini…hehehe
    ak suka deh sama cerita yaekris disini, dan bagian yg plg ak suka itu bagian kyu sm lian, sumpah deh ngebayangin kyu yg mulutnya tajem bs pnya lawan jg..mana sm sm tajemnya lagi, ak jd pengen lian ada bagian sendiri nih, eon…hehehe
    trs yg bagian yae-kris..duh..kalian ini kan udh tmbh dewasa, udh pnya babies lg, tp ego msh aja kyk anak abg*sok tua*
    segini dlu aja ya, eon, komennya nanti di part selanjutnya komen lg
    gomawo, mian klo komen ak kepanjangan

  11. Wah wah ketinggal banyak chapter nih
    Mian ku baru like doang d fb karna baru sempet baca😀
    Selalu keren pokoknya hahaha
    Sebulan ga buka google jd ketinggalan dh

  12. grate tis is so good!
    haduh!!! betapa tertinggalnya diriku -__-”
    kece kece kece
    ceritanya makin interesting kekeke~ lanjut terus fighting

  13. g tw knp aku malah ingetnya pas lian sama kyuhyun lg saling ejek sambil nyamperin yaegi…konyol bgt…hehehe..
    Pdhl jarang ketemu tp berantem g pernah absen y..smoga mereka baikan lg..

  14. halloww…. aku new readers nih…
    boleh nanya gak? gimana sih caranya nulis biar feelnya dapet kek begono? resepnya apa? bole donk di bagi2,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s