(Short Story) No More Mini Series ‘You Belong To Me’ – Chapter 3 END

1491002_496834823769096_1834077143_n

Wu Yi Fan & EXO – Yaegi Cho ‘pemeran dengan nama resmi’  Twins Wu ‘pemeran dengan nama resmi’  – Manajer EXO di kehidupan nyata –  dan beberapa tokoh pemain pendukung yang akan kamu temukan  nanti nya  pada FanFiction favorit mu ini😉

Dilarang keras menjiplak! Dilarang copy – paste ! Jadilah pembaca cerdas, kreatif dan positif :)

Rating  PG 15

Terinspirasi dari EXO & saya sendiri😀

Sad – Romance – Happy – Family – Kris Married Life

RS (Recomended Song)  K.Will You Don’t Know Love

Enjoy my fanfict dears ..

 

xxx

“Tidak tahukah kau jika ketakutan itu sebagian besar adalah karena mu? Tidak peduli sekecil apapun celah  agar selalu dapat berada di sisi mu.. karena kau satu satu nya yang selalu terlihat oleh ku..”

xxx

Eomma.. eomma .. “

Tepukan tangan mungil Geum Sha membuat Yaegi terbangun dari tidurnya. Malam ini Geum Chan & Geum Sha menemaninya tidur di ranjang. Yaegi perlahan mengangkat kepala dalam keadaan setengah sadar. Yaegi melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Eomma.. “ Geum Chan memberikan botol susu kosong pada Yaegi. Dua malaikat kecil itu sepertinya terbangun karena haus.

“Minum susu?” Yaegi bertanya pada kedua buah hatinya. ChanSha hanya memandang sendu sang Ibu.

“Yasudah, sebentar ya. ChanSha tetap duduk disini, aro? Kalau tidak, nanti bisa jatuh. Eomma pergi membuat susu dulu.” Yaegi menguncir rambut nya yang tergerai. Ia turun dari ranjang untuk pergi ke dapur.

Drt – drt – drt .. tatapannya teralihkan pada benda yang terus saja bergetar sejak ia pulang dari dorm EXO. Baik itu getar karena pesan masuk, ataupun sebuah panggilan. Yaegi hanya memandangi layar ponselnya yang bertuliskan nama si pemanggil ‘Angry Bird Prince.’ Tidak ada sedikitpun niat hati untuk menggubris panggilan itu. Ia langsung melangkah keluar kamar untuk membuat susu dua buah hatinya.

Mata coklat Geum Chan & Geum Sha mengikuti gerak langkah sang Ibu yang sudah menghilang di balik pintu kamar. Kini gerak mata mereka seperti sedang mencari sumber getar tersebut. Tangan mungil Geum Chan menarik bantal yang ada di dekatnya.

“Huh?” bibir kedua malaikat kecil itu spontan bersuara pada saat mereka menemukan benda yang terus berkedap – kedip. Ya, itu adalah benda yang menimbulkan sumber getar sejak tadi.

Geum Sha lebih dulu merangkak mendekat pada ponsel Yaegi. Ia terus memandangi layar tersebut. “Appa.. “ Geum Sha menunjuk layar ponsel yang menampilkan foto Kris.

“Uh?” Geum Chan ikut merangkak ke dekat Geum Sha. Keduanya kini terus memandangi layar ponsel Yaegi.

Appa.. appa moolshitta..” Geum Sha mengetukkan telunjuknya pada layar ponsel berkali – kali.

Aniyo aniyoooo..” Geum Chan ikut menekan – nekan layar ponsel tersebut.

Bip. Suara panggilan tersambung tiba – tiba terdengar. Tangan ChanSha tanpa sengaja bergerak dan menekan tombol ‘angkat’ pada ponsel layar sentuh itu.

“Yaegi?” volum maksimal dari ponsel membuat ChanSha dapat mendengar jelas seseorang disana.

“Yaegi –ya.. aku – “

Appa!” Geum Sha mengangkat ponsel itu ke depan wajahnya dan berteriak.

“Papaaa.. papa?” Geum Chan tidak mau kalah.

“Geum Sha? Geum Chan?” suara di seberang sana terdengar heran.

Appa. Appa.. “ Geum Sha menggoyang – goyangkan tubuh gempalnya karena sangat senang mendengar suara sang ayah. Geum Chan mendekatkan wajahnya pada Geum Sha yang memegang ponsel.

“ChanSha kenapa belum tidur? Eomma eodisseo?” Kris masih tidak mengerti mengapa ponsel Yaegi bisa berada di tangan kedua buah hatinya itu.

Eomma neun —“

Eomma neungoya?”

Geum Chan & Geum Sha mengeluarkan bahasa burung mereka. Sepasang bayi kembar itu masih saja memandangi layar ponsel Yaegi. Mereka tidak mengerti dari mana suara Kris muncul. Itu terlihat dari keduanya yang terus membolak – balikkan ponsel Yaegi demi menemukan sosok Kris.

“Geum Chan –ah.. Geum Sha –ya.. eomma eodisseo?” suara itu lagi – lagi bertanya pada keduanya.

Appa eodiya?” suara lembut Geum Chan spontan balik bertanya.

“ChanSha?!”

Tiba – tiba sebuah suara menginterupsi. ChanSha reflek berbalik melihat ke belakang mereka.

Yaegi yang baru saja masuk kembali ke kamar mengernyit bingung atas apa yang sedang dilakukan oleh ChanSha. “Kalian sedang apa nak?” Yaegi membawa dua botol susu hangat ke atas ranjang.

Appa.. “ Geum Sha memberikan ponsel yang ia pegang pada Yaegi.

“Ung?” Yaegi mengambilnya. Ia melihat sebuah panggilan yang sedang tersambung.

“Yaegi –ya kau kah — “ Bip. Yaegi langsung memutuskan panggilan tersebut dan mencampakkan kembali ponselnya ke atas tempat tidur.

“Ini susu nya.. cha.. ayo kita tidur lagi.. “ Yaegi  menuntun dua buah hatinya untuk kembali berbaring.

Appa.. “ Geum Sha tidak mengambil botol susunya, ia justru menunjuk ponsel Yaegi.

Appa eobseo. Ini susu mu.. “ Yaegi mengusap sayang kepala ChanSha.

Aniyo.. igeoyo appa.. “ Geum Chan menghentikan sesaat susu yang sedang ia nikmati. Bayi laki – laki itu juga ikut menunjuk ponsel Yaegi.

Yaegi mengulum senyumannya. “Ini sudah malam. Kita tidur ya? Ayo.. tidur disini.” Yaegi merapatkan dua bantal kecil ke sampingnya.

“Chiya. Appa.” Geum Sha menggeleng.

Appa .. igeotjiii..” Geum Chan merangkak dan meraih ponsel itu lagi.

Yaegi segera merampas ponselnya. “Appa eobseo. Dengarkan eomma. Kita ti — “

“CHIYA!”

TAK! Sesuatu jatuh dan berdentum ke lantai.

“Geum Chan?!” Yaegi tidak percaya apa yang baru saja dilihatnya. Geum Chan dengan gamblang melempar botol susunya sambil berteriak.

Appa.. appa.. “ Geum Sha masih menunjuk – nunjuk ponsel yang sudah di pindahkan oleh Yaegi ke meja tempat tidur.

APPA EOBSEO! EOBDAGO!”

“HOOOOAAAAA… “

Pekikan Yaegi spontan membuat Geum Sha menangis lebih dulu. Bayi cantik itu melepas botol susu dari mulutnya.

“Geum Chan. Tidur disini nak.” Yaegi mengangkat putranya untuk kembali ke posisi semula. Akan tetapi …

“AAAAA SHITTA CHIYAAA CHIYAAA!” Geum Chan ikut memberikan penolakan. Ia menghentakkan tubuhnya ke belakang sehingga membuat Yaegi kesusahan untuk menjangkau tubuh kecilnya.

“HOOAAAA APPA.. HOOOAA.. APPATJOO.. APPA.. HOOAA.. “ Geum Sha yang masih terduduk di posisi yang sama, terus menangis kencang.

“Wu Geum Chan dengarkan eomma!”  Yaegi mulai kewalahan.

“HOOOOAAAA.. APPA.. “Geum Chan juga ikut menangis. Seisi kamar penuh dengan tangisan kedua bayi kembar itu.

APPA KALIAN TIDAK ADA DISINI! KENAPA TIDAK PERNAH MAU MENDENGARKAN EOMMA!”

“HOOOAAA…. HOOOOAAAA.. HMPPAPA.. “ Geum Chan menghentakkan tubuhnya ke kasur. Ia juga menghentak – hentakan kakinya dan berguling kesana kemari sambil terus menangis. Baru kali ini Geum Chan menjadi keras kepala.

Appa.. hikkkyaaaa appa.. “ Geum Sha sudah tersedu – sedu.

Melihat pemandangan itu Yaegi terduduk lemah di tepi ranjang. Ia merasa bersalah atas sikapnya. “Sayang.. ssstt.. Geum Chan –ah, Geum Sha –ya..  kemari nak.” Yaegi mendekatkan posisinya pada ChanSha. Ia mendekap kepala keduanya.

“Ssst.. mianhae.Eeomma mianhae.”

Appa.. hmmpapa..” mereka masih saja menunjuk ponsel miliknya. Yaegi kini mengerti apa yang kedua buah hatinya maksud. Meski bagaimanapun, darah lebih kental daripada air. Meskipun kedua malaikat kecil itu belum dapat mendengar atau berbicara dengan baik, tetapi.. Kris adalah sosok yang mereka sebut dengan ‘appa.’ Sosok yang sudah terekam sangat baik pada kepala keduanya. Tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan dua orang dewasa yang telah memberikan mereka kelahiran itu, ChanSha hanya berfirasat bahwa eomma & appa sedang tidak dalam keadaan yang baik saat ini.

“Besok kita bertemu appa. Um? Sekarang.. ChanSha tidur ya?”

Yaegi menepuk – nepuk pelan badan kedua buah hatinya. Perlahan tangisan mereka juga ikut mereda. Lambat laun ChanSha mulai memejamkan mata & tertidur. Yaegi membenarkan posisi tidur keduanya, dan tak lupa menarik selimut. Matanya kembali menitikkan bulir – bulir hangat.

“Hiks.. “ Yaegi menyeka titik – titik air mata yang lolos dari pelupuk matanya. Hingga saat ini ia belum juga tergerak untuk mengangkat panggilan dari Kris yang masih tetap menghubunginya..

xxx

“Kita tidak boleh ceroboh lagi atas ini. Kalian mengerti? Banyak pertanyaan masuk dan terus menuju pada mu Kris.”

“Kris oppa. Apa dia sedang berkencan saat ini? Siapa member EXO yang sudah berkencan?”

“Jangan ulangi lagi hal seperti ini.”

Ye hyung. Algaeseumnida.”

“Kris?”

Ye hyung.”

Saat ini member EXO & kelima manajer mereka tengah duduk dan berkumpul pada ruang TV dorm M. Mereka baru saja mendapat kabar yang sedikit tidak mengenakkan. Atau lebih tepatnya, kabar itu sangat memojokkan Kris. Beberapa netizen menangkap sesuatu yang ganjil pada saat EXO Showtime yang ke 6 kembali di tayangkan. Pihak kru juga sempat berpendapat sama halnya seperti pertanyaan – pertanyaan yang masuk pada site mereka. Kris tampak tidak fokus dan terkesan monoton pada saat menjalani syuting. Beberapa bagian gambar Kris juga ikut disertakan pada pesan multimedia yang dikirimkan oleh pihak yang bekerja sama di balik layar reality show tersebut.

Memberdeul sudah diperbolehkan bubar dan kembali ke dorm masing – masing. Kini hanya tinggal Kris, Jae manajer, dan Seunghwan manajer yang berada disana.

Seunghwan & Jae saling bertatapan sesaat ketika melihat Kris yang tidak banyak berkutik seperti biasa. Bahkan ia hanya melakukan satu kali anggukan pada saat mereka semua berkumpul.

“Tidak perlu khawatir. Ini sudah di back up oleh pihak kita. Jangan mengulanginya lagi, kau mengerti?” Jae manajer menepuk pundak Kris.

Ye hyung. Jwoseonghago.” Kris mengangguk kecil. Ia tidak mengerti apa yang diperbincangkan sejak tadi karena pikirannya masih terpecah akan Yaegi.

“Tidak apa – apa jika yang sedang kau hubungi itu Ibu atau saudara mu pada saat syuting berlangsung. Tetapi jika itu menyangkut masalah pribadi, lebih baik jangan terlalu kontras.” Seunghwan manajer menimpali.

Kris lagi – lagi hanya mengangguk kecil. “Ye hyung. Jwoseonghago.”

“Oh Sehun akan di racuni oleh sasaeng fans? Ouhh.. ada – ada saja.” Jae melihat layar gadgetnya tak percaya.

Mereka  semakin tak habis pikir dengan semua berita palsu  yang beredar belakangan ini.

Hyung. Aku masuk ke kamar. Sampai besok.” Kris bangkit dari duduknya.

“Ah ye. Istirahatlah. Tidak perlu di pikirkan.”

Bukan hanya tidak terpikirkan, tetapi Kris sama sekali memang  tidak menangkap apapun dari pembicaraan kedua manajernya itu. Pikirannya masih sangat buntu.

xxx

Kris terduduk ditepi ranjang dengan ponsel yang tak lepas dari genggamannya. Yaegi masih juga belum mau menjawab panggilannya. Penyesalan begitu menyeruak pada dada laki – laki berdarah Cina – Kanada itu. Kris berpaling sejenak melihat Lay & Tao yang sudah terlelap. Tidak ada yang bisa dia ajak bicara. Walaupun Lay seringkali membuatnya mendidih, tetapi namja itu adalah penasihat yang tidah buruk untuknya.

“Sigh – “

Kris baru saja hendak merebahkan tubuh jangkungnya ke ranjang. Tetapi sebuah pesan masuk membuat Kris berhenti. Jemarinya dengan cepat membuka pesan tersebut. Ia sangat berharap itu adalah Yaegi.

‘Turun. Aku di parkiran. Cepat.’

Kris mengernyit. Orang yang sama sekali tidak ia harapkan saat ini. Orang yang hanya akan memicu kadar emosinya, Wang Lian.

“Ck!” Baru saja Kris hendak mencampak ponselnya ..

‘Aku naik ke atas.’

Kris spontan bangun dari duduknya dan melangkah keluar kamar setelah pesan singkat kedua itu ia baca.

xxx

Kris berdiri malas dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku jaketnya. “Ada apa?”

Lian yang saat itu hanya berlapiskan sebuah cardigan hitam untuk menutupi piyamanya terus memandangi Kris dengan tatapan sulit di artikan.

Kris memperhatikan Lian dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namja itu benar – benar aneh, pikirnya.

“Kau menelfon Ibu?” Lian bertanya.

“Memangnya kenapa?” Kris balik bertanya.

Lian merogoh ponselnya dari dalam saku cardigan. Ia membuka sebuah pesan masuk dan menunjukkan tepat di hadapan wajah Kris.

‘Lian. Kau sudah tidur nak? Temui adik mu. Ibu harus menghubungi Yaegi.”

Kris membuang pandangannya. Rasa malu mulai menyergap. Dalam hatinya ia menggerutu kesal karena sang Ibu mengatakan pada Lian bahwa ia baru saja menelfonnya beberapa saat lalu.

“Kau mengadu pada Ibu?” Lian berdecak bingung. Terkadang sifat manja Kris sedikit keterlaluan.

“Bukan urusan mu.”

“Tentu urusan ku. Kau meminta Ibu untuk menghubungi istri mu? Kau sudah dewasa.” Nada suara Lian mulai menceramahi Kris.

Kris mulai gugup. Lebih tepatnya ia sangat malu saat itu. “Pulanglah. Aku tidak perlu bantuan mu. Ibu kenapa berlebihan seperti ini?!” Kris berdecak kesal.

“Kau yang berlebihan. Kau itu seorang kepala rumah tangga. Bagaimana bisa kau mengadu pada Ibu mu uh? Sifat manja mu sudah keterlaluan.”

“Sudah ku katakan ini bukan urusan mu !” Kris mulai naik darah.

“Ibu meminta ku untuk menemui mu!”

“Tidak perlu. Pulang sekarang!”

“Dasar kekanak – kanakan!”

“Wang Lian!”

“Apa?”

“Ku bilang pergi dari sini!”

“Bocah ingusan.”

“CEPAT PERGI!”

Dua kakak beradik itu kini bertengkar konyol pada basement Pongpyu. Keduanya tampak sengit satu sama lain. Kris yang sudah berapi – api langsung menekan sebuah nomor dari ponselnya.

“Ibu! Apa yang ibu lakukan!”

“Katakan semuanya pada kakak mu nak. Ibu sedang bersama teman – teman. Bye sayang. Nanti Ibu akan menelfon Yaegi. Love you my son.” Bip.

Kris mengerang kesal memandangi layar ponselnya yang kembali seperti semula.

Sementara itu Lian tersenyum geli melihat raut wajah Kris. “Ku bilang juga apa. Ibu meminta ku untuk membantu mu. Sebenarnya kau kenapa?”

“Ah tidak tau. Aku tidak tau.” Kris berbalik pergi.

“Tidurlah yang nyenyak. Besok aku akan memarahi Yaegi.”

Perkataan Lian membuat Kris langsung berbalik. “Awas saja kalau berani!” Kris melayangkan telunjuknya.

“Aku akan menghajarnya bila perlu.” Lian mengangkat kepalan  tangannya. Ia semakin senang menggoda Kris jika sedang seperti saat sekarang.

“Wang Lian!”

“Hahaha.” Lian terbahak. Kris memandangnya murka. “Awas kau!”

Lian menghentikan tawanya. “ Besok pagi Yaegi akan ke SM bersama ku. Aku akan mengatur semuanya. Tenang saja.” Lian mengacungkan  jempolnya.

“Ck!” tanpa respon yang lebih baik, Kris langsung berbalik pergi meninggalkan basement.

Lian menggeleng – geleng pelan memandangi punggung Kris yang baru saja menghilang dibalik pintu lobi. “Ada – ada saja bocah itu.. “

xxx

Blam!

Kris menutup kasar pintu dorm. Ia melempar topinya ke sembarang tempat. Rasa kesal yang meluap – luap membuatnya ingin berteriak saat ini. Tetapi ia masih memiliki akal sehat untuk mengontrol semuanya. Suasana dorm yang sepi semakin memicu titik jenuh yang ia rasakan saat ini. Pikirannya semakin buntu karena Yaegi tak kunjung bisa ia hubungi. Ditambah dengan memberdeul yang tentunya sudah terlelap sejak beberapa saat lalu. Mereka akan berlatih  esok hari sebelum 12 dari mereka akan bertolak ke Taipei untuk sebuah acara.  EXO akan segera memulai comeback mereka sebentar lagi, bulan ke tiga di tahun 2014. Jika tidak ada kendala apapun, EXO akan kembali melakukan comeback stage Maret mendatang.

“HUFH – “ Kris menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Ia meraih remote TV dan menghidupkan layar segi empat yang berada beberapa jarak darinya.

Kris meraba tengkuknya yang seperti di tiup oleh sesuatu yang berhembus hangat. Ia mengernyit bingung sesaat, karena layar TV tidak sedang menyuguhkan film horror ataupun sejenisnya.

“Ung — AAAAA!”

Kris spontan berteriak nyaring ketika ia menoleh ke belakang. Seseorang kini tengah terkikik karena ekspresi shock wajah Kris.

“Kekeke. Kris hyung.. “

“Sehunie mwoanya!” Kris berdecak frustasi. Jantungnya nyaris copot detik itu juga. Sehun dengan tiba – tiba bisa berada dibelakangnya dengan topeng ‘pokemon’ yang masih tertanggal di kepala bocah itu.

“Kekeke. Hyung, topengnya bagus kan? Kyungsoo hyung menggambarnya untuk ku.” Sehun memutar arah dan ikut duduk di sofa.

“Kau kenapa bisa disini? Kapan kau kemari Oh Sehun?” Kris masih bergidik heran.

Tanpa pikir panjang Sehun dengan santainya menjatuhkan kepalanya tepat pada pangkuan Kris. Magnae EXO itu dengan santainya memainkan PSP sambil bertumpu ria pada pangkuan orang yang ia panggil dengan sebutan ‘hyung’ itu.

“Aku kalah lagi.” Sehun mengerucutkan bibirnya.

Mendengar kalimat Sehun, Kris langsung mengerti. “Jadi kalian bertanding game itu lagi?”

“Eo. Chen & Lu hyung curang. Kai juga payah. Cih.. berjanji saja. Buktinya dia lebih dulu tidur.” Sehun terus berceloteh tanpa memalingkan matanya dari layar PSP.

“Kembalilah ke dorm. Nanti kau di cari Im hyung.”

“Sebentar lagi. Hyungdeul semuanya sudah tidur. Aku bosaaaan hyung.” Sehun memiringkan posisinya menghadap bagian perut Kris.

“Eh! Kau mau apa?!” Kris menahan dahi Sehun  yang hampir mengenai bagian sensitifnya.

Sehun mendongak menatap Kris  “Aku masih menyukai yeoja hyung.”

Mendengar suara Sehun yang terkesan lucu, Kris menahan senyumnya. “Jadi mereka dimana?” yang Kris maksud adalah Chen & Luhan.

“Sudah tidur. Aku kalah, dan ditinggal begitu saja. Kalian terkadang suka sekali seenaknya terhadap ku.” Sehun masih berkutat dengan PSP nya.

“Itu karena kau suka sekali menjahili mereka.” Kris menolak dahi Sehun dengan telunjuknya.

“Hyung. Kau dari mana?” Sehun kembali tidur terlentang. Ia melihat topi Kris yang tergeletak pada meja didekatnya.

“Tadi hyung ku datang kemari.”

“Eo. Geuraekuna.” Sehun memajukan bibirnya. Kris memperhatikan Sehun sedikit lebih heran. Baru terlintas di benaknya bahwa bocah yang sedang meminjam paha nya untuk bersandar seringkali muncul di saat – saat genting.

“Sehun –ah?”

“Eo. Wae?”

“Kau mengetahui sesuatu?” tanya Kris penuh selidik. Terkadang Kris percaya bahwa Lay & Sehun memliki kekuatan supranatural yang tidak di miliki oleh member lain -_- atau lebih tepatnya, tebakan Sehun & Lay sangat jarang meleset.

Tit. Sehun menekan tombol ‘pause’ pada layar PSP nya. Ia kembali mendongak, “tahu apa? Yang tadi itu?”

“Yang tadi yang mana?” virus Kris bodoh mulai berjangkit -_-

“Noona marah – marah.” Jelas Sehun singkat.

Kris mengangguk ragu. “Um, ya. Yang itu.”

“Lalu memangnya kenapa?” Sehun mengambil pasta coklat Tao yang tersisa di atas meja dan menghisapnya.

“Kau masih sering berbicara dengannya melalui Kakao?” suara Kris terdengar sungkan.

Sehun mengangguk kecil. “Uhm. Tentu saja. Kau kenapa hyung? Perlu bantuan ku?” Sehun bangkit dan duduk seperti Kris.

Kris menggaruk kecil kepalanya yang tidak gatal. “Ah tidak. Bertanya saja.”

Sehun memutar bola matanya, “kau masih cemburu dengan Kyuhyun hyung?”

Kris langsung duduk tegap, “kau tahu darimana?” ia terlonjak.

“Bukan hanya aku. Kami semua mendengarnya. Suara noona sangat besar. Yeheey.. apa kau di hajar olehnya? Eoh? Kekekek.” Sehun melihat wajah Kris dari jarak dekat.

“Yak menyingkir. Kau seperti mau mencium ku !” Kris mendorong wajah Sehun menjauh darinya.

Tatapan evil Sehun mulai terpancar. Ia tersenyum memandangi wajah Kris yang demikian tertekuk. “Cinta orang dewasa itu lebih rumit dari apa yang pernah ku bayangkan..”

“Mwo?” Kris mengernyit heran dengan pernyataan Sehun.

Sehun menghabiskan pasta coklatnya. “Uhm.. kalian suka sekali bermain dengan hal yang bisa membuat kepala kalian botak. Bertengkar itu bisa membuat kulit mu berubah keriput hyung.”

“Kau bicara apa ? Kau itu sudah dewasa. Kau juga akan mengalami cinta orang dewasa seperti yang kau katakan barusan.”

Sehun menggeleng cepat. “Aniyo. Aku ingin memiliki cinta yang dewasa dengan semangat ku yang terus muda. Yehey! Bagus tidak semboyan ku hyung?”

“Hahaha.” Kris melepas tawanya. Sehun cukup menghibur. “Kau sungguh tidak memiliki yeoja yang kau sukai?”

Kris tidak menyadari jika pertanyaan yang ia lontarkan salah. Karena..

“Molla. Cinta pertama ku belum berakhir.” Sehun menjawab cuek. Ia kembali tidur di pangkuan Kris. Dan kembali melanjutkan game pada PSPnya.

DEG!  Seketika tubuh Kris seperti di sengat oleh tegangan listrik. Ia baru menyadari akan sesuatu. “Ah ye. Uhm.. “ Kris berusaha untuk menutupi perasaannya.

“Hyung..”

“Ah ye?” Kris terlonjak ketika Sehun memanggilnya.

“Yang melahirkan ChanSha itu siapa? Kau atau noona?”

Kris mengernyit bingung. “Tentu saja dia. Pertanyaan mu aneh Sehunnie.”

“Lalu kenapa kau bersikeras menganggap noona akan meninggalkan mu karena hyung itu?”

DEG! Walaupun Kris tidak tahu persis arti pertanyaan Sehun, tetapi kalimat itu cukup membuat tenggorokannya tercekat.

“Noona tidak akan tetap tinggal jika dia tidak benar – benar mengerti posisi mu hyung.” Klik. Terdengar suara PSP yang dimatikan. Sehun bangkit dari rebahannya seraya menguap lebar. “Hyung aku turun dulu. Titip ini buat Geum Chan. Kekeke.” Sehun mencopot topeng pokemon dari kepalanya dan memberikannya  pada Kris. Namja itu melangkah menuju arah pintu dan segera menghilang dibaliknya. Sehun jarang berpikir atas apa yang telah terucap dari mulutnya. Kini.. itu juga berlaku bagi Kris. Kris masih tidak berkutik, kata – kata Sehun masih terngiang – ngiang dibenaknya..

Drt – drt .. hingga sebuah pesan masuk menghiasi layar I-phone nya.

Flip. Kris langsung membuka pesan tersebut.

‘Istri mu sepertinya sudah tidur. Ibu akan menghubunginya besok. Kendalikan diri mu sayang. Dia adalah orang yang melahirkan dua darah daging mu. Jangan pernah melupakan jika gadis itu juga yang membuat mu berani menentang wanita yang sudah melahirkan mu ini. Yaegi orang yang membuat hati mu terbagi untuk Ibu. Hubungi kakak mu jika terjadi  sesuatu. Dia bisa di andalkan. Love you son.’

Kris mengusap kasar permukaan wajahnya. Ada bagian dimana pesan singkat sang Ibu juga terasa sangat menohok baginya.

“Ibu bicara apa? Sshh.. apa yang salah dengan ku.. ” gumamnya pelan.

“TIDAK BISAKAH KAU MENGERTI KETAKUTAN KU JIKA KAU TIDAK LAGI MELIHAT PADA KU! “

“Naega pigonhae..”

“Jika benda itu hancur, tidak ada gunanya lagi.”

“Noona tidak akan tetap tinggal jika dia tidak benar – benar mengerti posisi mu hyung.”

“Dia adalah wanita yang melahirkan dua darah daging mu.”

Kalimat demi kalimat itu terus berputar memenuhi pikiran Kris. Semua itu membuatnya semakin bingung atas apa yang sedang terjadi padanya saat ini.

“Gadis bodoh. Seharusnya aku yang mengatakan itu pada mu.”

xxx

Keesokan harinya..

Kedai Kopi Cheondamdong

Lian terus memperhatikan yeoja yang duduk berhadapan dengannya saat ini, Yaegi. Sebelum menuju kantor SM, mereka sepakat untuk sarapan bersama pada sebuah kedai kopi yang terletak hanya beberapa blok dari kantor. Lian sudah menghabiskan dua potong sandwich yang mereka pesan sebelumnya, tetapi tidak dengan Yaegi. Gadis itu masih saja menyesap sedikit demi sedikit coklat panas miliknya tanpa menghabiskan lembaran roti yang tersaji .

“Kau tidak biasa makan roti ya?” Lian mendekatkan piring berisi sandwich ke dekat Yaegi.

Yaegi membuyarkan lamunannya. Ia hanya melihat sekilas pada piring didepannya.

“Oppa. Bisakah jadwal magang ku di tunda menjadi esok hari? Aku tidak yakin aku bisa menghadiri rapat direksi itu hari ini. Aku belum membaca dokumen yang kau berikan ” Yaegi mencoba bernegosiasi.

Tanpa pikir panjang, Lian langsung menggeleng. “Aku hanya bekerja untuk saham perusahaan.  Aku sudah terlalu tua untuk menjadi mahasiswa  magang.”

Yaegi memandang kesal kakak iparnya itu. “Besok juga ada rapat direksi kan? Besok saja eo? Dosen ku mengizinkannya.”

“Jika bisa dilakukan secepatnya kenapa harus menunggu besok?”

“Ahh.. aku tidak enak badan.. “ Yaegi menjatuhkan kepalanya pada permukaan meja. Suaranya memelas. Ia sedang tidak ada mood untuk melakukan aktivitas hari ini.

“Rapat direksi di lantai 8, suami mu dilantai 3. Itu sangat jauh.”

Mendengar akan hal itu, Yaegi kembali tegap. “SM itu terasa sangat sempit jika Kris ada disana. Aku belum pernah tidak bertemu dengannya jika aku disana oppa. Oppa tolonglah.. aku sungguh tidak memiliki persiapan apapun.”

“Jadi benar alasannya karena bocah itu ?” Lian tersenyum simpul.

Yaegi mengangguk lemah, tidak ada yang harus ia sembunyikan saat ini. “Aku —“

“Dia seperti itu karena kau adalah wanitanya. Dia sosok yang banyak di sorot oleh kaum wanita diluar sana. Bukankah sulit bagi kaum pria jika melihat banyak pilihan disekitarnya? Dia bisa menceraikan mu lalu berkencan dengan gadis manapun yang  ia mau.”

“Ani. Kris bukan namja seperti itu.” Yaegi menjawab cepat.

“Kenapa kau bisa yakin? Pria itu jahat. Kami bahkan bisa lebih sadis di bandingkan serigala yang membunuh anaknya sendiri.” Lian semakin menakuti Yaegi.

“Oppa kau bicara apa? Kita sudah terlambat. Ayo cepat.” Yaegi langsung berubah pikiran. Ia meraih tas nya dan lebih dulu melangkah keluar dari kedai kopi. Lian yang mengikutinya dari belakang, hanya bisa menahan senyum nya karena semudah itu Yaegi dapat dikelabui olehnya. Yap, Yaegi benar – benar sudah terpengaruh oleh semua perkataan Lian. Niat hati yang semula sama sekali tidak ingin untuk memijakkan kaki pada kantor SM hari ini, seketika berubah dan ingin segera tiba disana.

“LIAN OPPA PALLI!”

“ ARA. AKU BAYAR DULU.. “

xxx

Tap! Tap!

Baru saja Yaegi turun dan menutup pintu mobil, ia berpapasan dengan Kris yang berada tepat pada Van EXO yang terparkir di sebelah mobilnya. Tatapan mereka saling bertemu. Beberapa detik kemudian tatapan itu kembali teralihkan. Kris terlihat membawa dua buah earphone dari dalam Van, mereka sudah berada di SM sejak pukul 7 pagi tadi.

“Adik ipar. Berikan aku kunci rumah.” Suara Lian membuat pandangan Yaegi beralih membelakangi Kris.

“Oh ini.” Yaegi melemparkan sebuah kunci yang ia ambil dari dalam tasnya.  Usai menangkap kunci yang ia inginkan, Lian lebih dulu bergegas pergi dari parkiran. Disusul oleh Kris dibelakangnya dan Yaegi adalah orang terakhir yang mengikuti langkah kedua namja itu. Ia melihat Kris sama sekali tidak bertegur sapa dengannya. Yaegi memilih untuk berbuat hal sama. Ia melewati Kris dan berjalan didepannya untuk lebih tiba di pintu lobi.

TING! Mereka menaiki lift yang sama. Sementara Lian berbelok ke kantin untuk sebungkus keripik kentang yang akan menemani segudang pekerjaannya hari ini.

“Ah chamkanmanyo!” seseorang dari luar sana menahan pintu lift yang baru saja akan tertutup.

DEG! Jantung Yaegi memberi satu detakan ketika ia tahu siapa yang ikut masuk bersama mereka. Yoon Na Jin. Seseorang yang bisa membuatnya bahkan lebih mendidih dari Kris yang meletus karena melihatnya bersama Kyuhyun -_-

Yaegi spontan menarik lengan Kris ke dekatnya. Na Jin menarik senyuman yang ia paksakan dan berdiri tepat disisi kanan Kris. Kris tidak mengerti dengan Yaegi yang  mengalungkan tangan pada lengannya. Kris juga tidak mungkin melepasnya begitu saja. Pantulan mereka terlihat jelas dari dinding lift, itu membuat Najin membuka suara.

“Apa kalian sudah membuka hubungan kalian kepada publik?” suara lembut Na Jin menambah kesan anggun yang melekat pada dirinya. Yeoja itu bertanya karena ia melihat pantulan lengan Yaegi yang mengalung pada lengan Kris.

“Ne? Ah tidak — “

“Tentu saja.” Tidak disangka – sangka oleh Kris. Yaegi memotong cepat percakapan antara dirinya dan Na Jin. Yaegi menyembulkan kepalanya dari sisi kiri Kris dan tersenyum pada Na Jin.

“Oppa, aku sudah menyiapkan semua keperluan mu untuk ke Taipei esok hari. Ada lagi yang butuhkan hmm?” Yaegi bersandar mesra pada bahu Kris.

Na Jin tersenyum sinis, merasa tak percaya. “Oppa?”

Yaegi kembali menyembulkan kepalanya, dan mengangguk cepat. “Uhm. Wae? Bukankah itu sangat mesra? Kris oppa –gga.. dia laki – laki yang penuh dengan kejutan.”

Kris merasakan bulu kuduknya merinding seketika. Itu bukanlah sosok Yaegi.

“Ah.. geurae geurae.” Na Jin hanya mengangguk mengiyakan. Perasaannya sudah sangat kembang kempis menaiki satu lift yang sama dengan sepasang suami istri yang tidak pernah ia inginkan itu.

“Ah ye, kapan kau akan menikah dengan Henry oppa? Kalian sangat cocok.” Yaegi menekankan kata – katanya.

Na Jin menghembuskan nafas berat, emosinya nyaris terpancing. Ia mencoba untuk tersenyum sebaik mungkin. “Aku akan mengantarkan langsung undangan pernikahan ku  ketika waktunya tiba Nona Cho.. “

“Nyonya Wu..” Yaegi membantah dengan senyuman evil yang melengkung disudut bibirnya.

Kris tidak dapat berkutik. Ia hanya berdoa agar lift segera terbuka di lantai 3.

TING! Tuhan mendengarkan doanya. Akan tetapi.. seseorang juga berpas – pasan dengannya dari luar lift. Orang itu terlihat akan masuk ke dalam lift bersama Yaegi & Na Jin. Kris tidak jadi melangkah keluar lift, ia justru berbalik menghadap Yaegi..

“Jagiya.. buatkan sesuatu yang spesial malam ini. Uhm? Aku akan pulang lebih awal.” Chup-

DEG! Tidak hanya Yaegi yang nyaris kehilangan detak jantung. Tetapi Na Jin & Kyuhyun yang berada dibelakang Kris ikut terbelalak lebar pada saat Kris mengecup singkat pipi Yaegi.

“Gulp – “ Yaegi menelan salivanya dengan susah payah. Ia memandangi Na Jin dan Kyuhyun secara bergantian.

“Eh?” Yaegi terhentak ketika tangan Kris mengenggam erat tangannya. “Kau bilang kau akan turun dilantai tiga kan istri ku?” Kris mengeraskan rahangnya sembari meremas tangan Yaegi.

Yaegi berpikir cepat. Yap, itu karena Kyuhyun. “Ah ye. Aku akan turun disini. Oppa kajja.” Yaegi lebih dulu berjalan melewati ketiga orang itu. Ia meremas kuat baju bagian dadanya.

“Ssshh.. kenapa mencium ku didepan CCTV? Aakk..!”  Yaegi mengutuk dalam batinnya.

“Sayang! Tunggu sebentar.. “

Yaegi memejamkan matanya frustasi ketika mendengar suara Kris yang mendekat ke arahnya. “Ouhh… suara mu besar sekali Kris.. “ Yaegi semakin mempercepat langkahnya agar Kris tidak dapat mengejarnya. Ia melewati tangga darurat untuk tiba dilantai 4 dan menaiki lift dari lantai yang sama menuju lantai 8.

Na Jin & Kyuhyun masih berdiri didepan lift yang sama. Mereka masih tidak habis pikir dengan sikap kedua orang yang baru saja  berlalu dari hadapan mereka itu..

“Ya.. apa kau terlalu banyak memberi  obat perangsang ketika kau masih berpacaran dengannya?” Kyuhyun mencolek lengan Na Jin dengan gaya berkacak pinggang.

Plak! Tangan Na Jin spontan memukul bahu Kyuhyun. “Sembarangan sekali kau bicara!”

Kyuhyun menoleh pada Na Jin. “Jangan melakukan apapun pada Henry ku..” ia menunjuk Na Jin dengan nada peringatan.

“Seharusnya aku yang bertanya pada mu. Apa kau mewarisi semua virus sinting mu padanya ketika kalian masih berpacaran? Eoh!” Keanggunan Na Jin hilang begitu saja.

“Gadis anggun seperti mu sungguh mengerikan.. “ Kyuhyun bergidik ngeri menatap Na Jin.

“Kau pikir aura setan mu itu tidak menakutkan!” Na Jin nyaris memekik.

“HEOL!”

“WHOA!”

Dua suara dan tepukan tangan mengalihkan pandangan keduanya. Kyuhyun & Na Jin menemukan dua sosok pria yang berdiri pada koridor yang berseberangan dengan mereka.

“Heechul hyung?” Kyuhyun menemukan sosok Heechul disana.

“Lian oppa?” Na Jin mendapati wujud Lian yang berangkulan dengan Heechul disana.

“Transfer biaya kompensasi untuk menutup mulut pihak keamanan secepat mungkin. Aro?” Heechul menunjuk arah CCTV.

“Dengan kerjasama semuanya terasa lebih mudah kan?” Lian yang memegang bungkusan keripik kentang ikut menimpali.

“Hyung!” Kyuhyun berdecak kesal.

“Lian oppa!” Na Jin tak kalah sesungutan.

“Kekeke. Kajja.” Heechul balas merangkul Lian. Dua namja itu melenggang pergi begitu saja. -_-

xxx

Meeting Room

Yaegi baru saja tiba diruang rapat. Pagi ini seluruh pemegang saham inti akan mengikuti rapat revisi keuangan & modal yang selama ini telah bekerjasama  dengan agensi besar Korea, SM entertainment. Belum ada seorangpun disana. Yaegi memilih untuk menunggu diruangan saja hingga satu persatu orang – orang penting itu tiba. Ini tidaklah terlambat, hanya saja ia yang terlalu cepat tiba disana.

“Hmm.. “ Yaegi mengeluarkan ponselnya. Ia memilih untuk berkutat dengan benda berwarna dongker tersebut. Sesekali senyum kecil terlihat dari sudut bibirnya ketika ia melihat selca ChanSha yang sangat menggemaskan.

Bunyi pintu yang terdorong oleh tangan seseorang membuat Yaegi mendongak. Tidak mengerti apakah itu sebuah kebetulan ataupun memang disangaja, Na Jin adalah pemegang saham kedua yang sudah tiba. Yeoja itu dengan anggunnya menarik bangku yang benar – benar berpas – pasan dengan Yaegi. Rambut berwarna cola panjang dan tergerai tergerai, mini dress biru tosca lembut dan hand bag berpadu batu – batu mutiara menambah kesan elegan Na Jin yang memang terkenal dengan selera fashion terbaik itu.

1395897_569723786427965_2070198913_n

Yaegi kembali menatap layar ponselnya tanpa berbasa basi sedikitpun pada Na Jin. Ia lagi – lagi tersenyum sendirinya karena foto – foto yang sedang ia lihat.

“Nona Cho..”

“Ye?” Yaegi mendongak ketika merasa panggilan itu tertuju padanya.

Na Jin memperhatikan Yaegi dari ujung rambut hingga sebatas meja yang menutup setengah bagian tubuh gadis mungil itu. “Bukankah penampilan juga akan menarik perhatian para investor?” Na Jin menujukan itu untuk tatanan rambut Yaegi yang dibiarkan tergerai. Penampilan Yaegi memang jauh dari kesan elegan. Yeoja itu lebih suka berpenampilan casual seperti biasanya. Yaegi memang sengaja memilih busana ‘office style’ yang memang sesuai dan nyaman ditubuhnya.

Picture1

Yaegi berhenti berkutat dengan ponselnya. “Benarkah? Tapi aku sangat nyaman dengan pakaian tertutup seperti ini.”

Na Jin mengigit keras kedua rahangnya yang terkatup rapat.  Yaegi seperti sedang menyindir pakaiannya yang memang terbuka. “Casual style terkadang terkesan old fashion..” Na Jin tersenyum manis.

“Mungkin karena aku sudah menjadi seorang Ibu. Maka style seperti ini terasa sangat cocok untuk ku..” Yaegi menanggapi santai.

“Ah ya. Aku hampir melupakannya jika kau memiliki dua anak.” Na Jin tertawa pelan.

“Tentu. Aku tidak mungkin mencontohkan hal yang tidak baik pada putri ku dengan perpenampilan terbuka.”

“Percayalah Nona Cho.. saham mu akan merosot setelah ini.” Na Jin menyisipkan rambutnya kebelakang.

“Paling tidak KK adalah kolega yang bertahan cukup lama sejak SM didirikan.” Yaegi tersenyum sangat manis.

“Pejabat – pejabat tinggi itu lebih menyukai CEO yang terlihat segar dan berkepribadian.”

“Waktu ku sudah banyak tersita untuk menggoda suami ku dirumah. Jadi, aku tidak memiliki waktu lagi untuk melakukan hal yang sama dengan para investor yang secara tidak langsung kau bilang tua itu.”

Na Jin melipatkan kedua tangannya dan ikut tersenyum. “Ternyata kau juga orang yang suka pamer. Oppa pasti sangat gerah dengan perlakuan yang seperti itu. Ku pikir selera fashion mu akan berubah ketika oppa menikahi mu. ”

“Oppa? Siapa yang kau maksud dengan oppa? Suami ku?” Yaegi masih menandang Na Jin dengan tatapan tersenyum.

“Jangan pernah melupakan jika kau meminjam gaun pengantin ku.” Na Jin mulai terpancing.

“Tentu saja. Aku bahkan susah untuk melupakannya ketika Yi Fan oppa merobek gaun itu dan membawa ku ke atas ranjang kami nona Yoon.” Yaegi menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas. Ia sudah menciptakan banyak omong kosong hari ini. Mulai dari memanggil Kris dengan sebutan oppa, hingga gaun pengantin yang di robek oleh Kris ketika malam pertama mereka berlangsung. Kenyataannya, gaun pengantin itu sudah di lepasnya setelah Kris mengucapkan sumpah di atas altar -_-

“Mworaguyo?!” Na Jin sontak bangun dari sandarannya.

Yaegi hanya mengangkat satu alisnya untuk menanggapi keterkejutan Na Jin.  “Hmm?”

“Bahasa mu sangat vulgar nona Cho. Ah ya, aku melupakan lagi jika pendidikan mu tidak tinggi.”

“Kau melupakan banyak hal penting hanya karena terus memikirkan suami orang Yoon Na Jin –ssi.”

Brak! Na Jin spontan menggebrak meja didepannya. Yaegi semakin membuatnya mendidih.

Yaegi menahan ekspresi terkejutnya. Ia hanya menatap polos Na Jin dengan senyuman yang ditahan.

“Sigh – kau membuat dandanan ku rusak Nona Cho.” Na Jin bangun dari kursi dan berbalik pergi meninggalkan ruangan untuk pendinginan diri -_-

Yaegi memastikan  gerak langkah Na Jin benar – benar sudah lenyap di balik pintu. Sesaat kemudian..

“HAH! Ouhhh.. jinjja! Ouuuh.. Hah! Apa yang kau lakukan Cho Yaegi?” Duk – duk – duk. Yaegi berteriak lepas, menghembuskan nafas sesak yang sejak tadi bergumul. Ia juga menepuk – nepuk dadanya sekuat mungkin. Wajahnya berubah frustasi. Yaegi menarik kancing tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.

“HUFH!” Ia meniup poninya ke atas. Ia memandangi sebuah buku yang telah mengajarinya menjadi seperti tadi pada saat di depan Na Jin.

’88 CARA SEORANG KEKASIH MENGHADAPI SOSOK MANTAN KEKASIH DARI KEKASIHNYA’

Yaegi membaca ulang judul besar dari buku tersebut. Buku yang diwariskan oleh Kim Nana sebelum yeoja itu bertolak ke Jepang beberapa minggu lalu -_-

“Kim Nana.. kau sungguh pahlwan ku..” Yaegi memeluk buku itu.

Semua yang Yaegi ucapkan didepan Na Jin adalah ilmu yang ia dapatkan dari dalam buku tersebut -_-. Segala antagonisme, frontalisme, hingga vulgarisme yang ia cetuskan tadi semuanya berasal dari dalam buku tersebut. Yaegi hanya ingin Kris melihat padanya. Sebesar apapun amarah yang meluap tidak akan pernah bisa mengurangi keberadaan Kris dihati kecilnya.

                                                             xxx

Di waktu yang sama..

“Annyeonghaseyo.. “ seseorang menyembulkan kepala dari balik pintu ruang latihan EXO. Para member yang sedang latihan menoleh ke arah pintu.

“Eoh.. Kyuhyun hyung.. “ Kai orang yang lebih dulu mengenali sosok itu.

“Kyuhyun –ah.. ada apa?” Seunghwan yang duduk pada sofa yang berada didekat pintu langsung bangun dan menghampiri Kyuhyun.

“Seunghwan hyung annyeonghaseyo.” Kyuhyun menyapa ramah namja yang dulu pernah menjadi manajaer nya & SJ.

“Kenapa Kyu? Kau mencari siapa?” Seunghwan ikut melihat pada member EXO yang kini menjadi perhatian mata Kyuhyun.

“Kris.”

“Ye?” Seunghwan manajer terlonjak tak percaya dengan apa yang didengarnya. Begitu juga dengan memberdeul. Mereka memasang wajah heran ketika Kyuhyun mengucapkan nama Kris. Kecuali staff yang duduk di sudut ruangan, mereka masih sibuk untuk mempersiapkan jadwal EXO yang akan datang.

Kris yang merasa namanya disebut segera keluar dari formasi dan menghampiri Kyuhyun.

“Ada apa?”

Kyuhyun menarik tangan Kris pelan, “hyung, aku ada perlu sebentar saja. Boleh kan?”

“Dengan Kris?” Seunghwan memastikan.

Kyuhyun mengangguk ringan. “Ne.”

Seunghwan sesaat memperhatikan keduanya. Ia tidak merasa terjadi sesuatu yang tidak beres, maka ia mengizinkan Kris untuk keluar sebentar.  “Hmm, baiklah.”

“Gomawo hyung. Ayo.” Kris menyeret lengan Kris dan menutup kembali pintu ruang latihan.

Kyuhyun mengajak Kris duduk pada bangku yang terdapat di sepanjang koridor. Kyuhyun juga menggeser sedikit kursi tersebut agar tidak terlalu condong mengarah pada CCTV.

“Duduklah.”

Kris menurut begitu saja. “Ada apa?” Kris tidak berbasa – basi.

Kyuhyun menadahkan tangannya tanpa melihat Kris. “Berikan aku 500 ribu won.”

“Mwohae?!” Kris langsung terhentak seketika.

Kyuhyun menoleh, “kita bagi dua. Biaya kompensasi ah tidak maksud ku biaya untuk menyuap pihak keamanan dan dua hyung busuk disana. Cepat, kemarikan 500 ribu won.” Kyuhyun tidka memiliki banyak waktu.

Kris masih tidak mengerti dengan apa yang Kyuhyun katakan. “Kau mau memeras ku hyung? Untuk apa 500 ribu? Aku tidak punya uang.”

“Ya! Kau jelas – jelas mencium istri mu di depan CCTV, dan aku juga terlibat disana. Ah.. apa kau tidak tahu jika kakak mu juga adalah oknum suap menyuap bersama Kim Heechul? Cepat 500 ribu won. ” Kyuhyun masih menadahkan tangannya.

“Wang Lian? Kim Heechul? Lalu kenapa jika aku mencium istri ku sendiri?” suara Kris mulai ketus.

“Jangan berpura – pura bodoh. Atau kau mau besok berita mu tersebar begitu saja eoh? Wu Yi Fan aku tidak memiliki banyak waktu. Aku tidak akan mengeluarkan uang ku hanya untuk kepentingan mu.”

“Hyung kau sungguh sedang memerasku.”

Kyuhyun  menatap geram Kris didepannya. “Jika tidak ada ciuman konyol itu harganya tidak akan semahal ini. Itu salah mu!”

“Aku tidak punya uang.“ Kris tetap bersikeras.

Kyuhyun menggeser duduknya hingga benar – benar berdekatan dengan posisi duduk Kris. “Harus memiliki uang.” Kyuhyun mendekatkan mulutnya pada pendengaran Kris.

Kris mulai mengenyit kesal, ditambah dengan raut wajahnya yang selalu terkesan seperti orang kesal -_- “Tidak. Itu pemerasan. Lagipula tidak ada yang meminta uang pada ku. Mereka tidak mengatakan apapun pada ku.”

“Tapi kau mencium Yaegi karena aku berada disana. Benar kan? Sekarang aku tanya alasan mu, kenapa kau melakukan itu?”

“Itu .. uhm itu.. “ Kris terbata.

“Karena kau cemburu pada ku. Benarkan?” Kyuhyun menaruh tangannya pada pundak Kris. Hoobae nya masih terlihat gugup.

Kris menggeleng cepat. “Tidak. Bukan.. tapi .. itu.. “

“Tidak. Bukan. Tapi. Itu?” Kyuhyun menghitung dengan jari tangannya. Ia mengulangi semua kata yang Kris cetuskan.

Beberapa detik berlalu. Kyuhyun bukanlah seorang yang setia dalam hal menunggu sesama jenis. Kyuhyun menggaruk dahinya dengan satu telunjuk. “Dengarkan aku. Anggap saja 500 ribu won itu adalah bukti pengorbanan mu sebagai seorang suami. Bagaimana?”

“Omong kosong apa itu?”

“Kau bilang apa?!”

“Ah tidak. Maaf hyung.” Kris hampir melupakan posisinya sebagai hoobae.

Kris merasa heran dengan Kyuhyun. Sejujurnya jauh dilubuk hati terdalam ia masih saja bertanya – tanya akan perasaan Kyuhyun yang kian mengusik kepercayaannya terhadap Yaegi. Jika ia bertanya, Kyuhyun pasti menertawakannya. Karena kadar ‘evil’ Kyuhyun jauh di atasnya. Kris masih mencoba menahan semua itu. Kris memandangi Kyuhyun sejenak, ia memutar bola matanya untuk mencari solusi selain 500 ribu won.

“Ah hyung!”

“Hmm. Mwo?”

“Aku tidak percaya jika mereka tega melakukan itu.”

Kyuhyun langsung menoleh pada Kris. “Maksud mu?”

“500 ribu atau bukan 500 ribu mereka tetap akan menghapus data rekaman itu dari pihak keamanan. Aku yakin.” Kris menegaskan.

“Ternyata kau bukan suami yang baik, Kris.”

“Justru itu aku tidak akan membuang 500 ribu won begitu saja. Itu bisa membeli sekaleng susu buat anak – anak ku.” Kris mengecilkan suaranya.

“Apa? Sekaleng susu 500 ribu won? Anak mu meminum susu berlian?” Kyuhyun nyaris kelepasan bicara. Dia ikut mengecilkan volum suaranya ketika menyadari mereka ada dimana.

“Kakak ku tidak mungkin melakukan itu.” Kris meyakinkan. Ia sangat yakin jika Lian tidak akan melakukan itu terhadapnya. Tidak tahu berasal darimana keyakinan itu, tetapi sejak kecil Lian memang tidak pernah berbuat seperti itu  padanya.

Kyuhyun berpikir sejenak. “Hyung ku seseorang yang tega dalam hal apapun.” Sekilas bayang – bayang Heechul melintas pada pikiran Kyuhyun.

Drt – drt  – drt..

“Oh?!”

Kyuhyun & Kris  sama – sama merogoh ponsel masing – masing dari saku celana mereka.

“Kris..”

“Hyung.”

Mereka memanggil satu sama lain secara bersamaan.

“Kau menerima sebuah pesan?” Kyuhyun masih terfokus pada ponselnya.

Kris yang masih menatap layar ponsel mengangguk cepat. “Uhm. Kau juga sama?”

“Apa isinya?” Kyuhyun menyodorkan ponselnya agar Kris dapat melihat pesan masuk yang baru saja ia terima.

Kris melalukan hal yang sama.

‘Kami sedang berbaik hati. Tetaplah seperti itu untuk sebuah gambar yang manis.Kekeke’

“EOH!” Sesaat kemudian Kris & Kyuhyun mendongak bersamaan. Mereka baru menyadari arti pesan singkat tersebut. Mata mereka mulai bergerilya memantau setiap sudut lantai 3, dan…

“HOY!” seseorang berteriak dari sudut tangga. Kyuhyun & Kris bangkit bersamaan.

“KIMCHI!” seseorang satunya lagi berteriak dengan sebuah kamera di tangannya.

Dalam seketika kilatan kamera menyapu keduanya. Kyuhyun & Kris menajamkan penglihatan mereka.

“HYUNG!”

“WANG LIAN!” Mereka berdua berteriak mengutuk kedua orang dewasa disana.

“TENANG SAJA.. “ Lian melambai – lambaikan sebuah benda segi empat tipis yang diyakini sebagai rekaman CCTV.

“INI BUAT KALIAN.. “ Heechul membuang flying kiss nya. Lalu kedua orang itu kembali melenggang pergi menuju lift -_-

“Sial.” Kyuhyun berkacak pinggang. Ia baru menyadari jika ini hanyalah keusilan seorang Kim Heechul. Sementara hidung Kris masih kembang kempis karena rasa jengkelnya terhadap Lian. Bagaimana bisa ia terseret oleh semua ini.

“Auwhhh hampir saja 500 ribu won..” Kyuhyun berbalik merangkul Kris. Mungkin itu sebuah gerakan yang belum disadari olehnya.

Kris mematung sesaat sebelum ia membuka suara. “Hyung tangan mu kenapa?” Kris merasa sangat aneh dengan rangkulan itu.

“Ini untuk 500 ribu won yang tidak jadi.” Kyuhyun mengeratkan rangkulannya.

“Aak hyung.” Kris merasa itu bukanlan sebuah rangkulan yang tulus.

“Wae? Kau masih cemburu pada  ku? Kekasih ku bahkan tidak mempermasalahkan ini. Kenapa kau begitu sensitif dibandingkan wanita?”

“Mwo? Kekasih?” Kris terperanjat.

Kyuhyun melepaskan rangkulannya. “Wae? Apa aku tidak boleh melupakan istri mu?”

“Ah tentu boleh, ah bukan hyung. Tidak seperti itu.”

“Cih.. Kau ini. Sudah, ayo. Aku harus mengantarmu dengan selamat hingga ruang latihan.” Kyuhyun kembali merangkul Kris dan menyeret namja itu untuk melangkah.

“Hyung kau — “

“Aku keren? Tentu. Namja tampan seperti ku tidak boleh hanya mencintai seorang wanita saja seumur hidup. Benar tidak? Tentu saja.” Kyuhyun berkata bangga.

Mendengar perkataan Kyuhyun, Kris mengulas senyuman tipis tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Dalam hatinya ia berbisik, bahwa ia harus segera menyelesaikan ini semua. Bahwa.. Kyuhyun tidaklah lagi hidup sebagai masa lalu yang akan terus mengusiknya. Keinginan Kris saat ini hanya satu. Pulang & bertemu Yaegi.

xxx

PongPyu apartement _ 09 P.M

TING!

Sebuah  lift terbuka pada  lantai 17. Member EXO baru saja menyelesaikan serangkaian jadwal mereka dan kembali ke dorm. Usai melakukan latihan untuk persiapan comeback yang ditetapkan  sementara bertajuk ‘cosmic girl’ setengah hari penuh, mereka juga menyelesaikan setengah bagian akhir dari EXO Showtime yang akan ditayangkan minggu mendatang. Member M berjalan gontai ditemani oleh Im & Yong Min manajer. Satu persatu dari mereka masuk ke dalam dorm. Luhan adalah member terakhir yang berjalan masuk. Tetapi satu langkah sebelum ia melangkahkan kakinya, Luhan berhenti didepan pintu.

“Ung?” Luhan menyipitkan matanya pada pintu apartement yang bersebelahan dengan dorm mereka.

“Eoh?” bibir Luhan membulat sempurna ketika sebuah balon kecil dan seorang bayi merangkak keluar bersamaan dari dalam apartement tersebut.

Luhan memajukan satu langkahnya untuk dapat memastikan dengan jelas. Bayi itu memakai bando berwarna pink serta baju tidur mungil yang menggemaskan di tubuh gempalnya.

“Kya – kya!” Bayi itu terduduk di lantai dan berteriak memeluk balon yang dapat ia raih.

“Seperti Geum Sha.. “ Luhan masih tetap di posisinya. Rasa kantuk membuatnya sulit membedakan hal nyata dan halusinasi.

“Molshaaayooo.. “

“Eoh! Ada dua?!” Luhan kembali menunjuk arah bayi disana. Seorang bayi lagi dengan baju tidur bermotif sama tetapi berwarna putih ikut merangkak keluar. Luhan semakin tercengang di posisinya.

“Wu Geum Chan.. Wu Geum Sha kenapa kalian keluar. Kyaa! Andwaeyo aegi.. “

“EOH!” keterkejutan Luhan semakin menaiki level tinggi ketika sosok yeoja yang sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal baik juga ikut melangkah keluar.

“Luhan –ssi annyeonghaseyo.. “ yeoja itu menyadari akan keberadaan Luhan. Ia memberi  salam sopan.

“Sayang. Jangan diluar. Ayo kita masuk.. kemari. Cha .. ayo.. “ sosok yeoja itu menggiring kedua bayi disana  untuk merangkak masuk ke dalam.

Luhan mengangguk dengan sendirinya pada saat pintu apartement itu kembali tertutup rapat.

“Aku harus mengatakan pada Suho. Vitamin pemberian D.o itu membuat halusinasi ku semakin tinggi. Ckckck. Hooooammmhhh.. “ Rusa Cina itu menguap lebar dan mendorong knop pintu dorm. Ia melangkah masuk ke dalam.

Luhan membuka sepatunya satu persatu. “Wu Geum Sha? Wu Geum Chan? Lalu, gadis itu siapa? Cho Yaegi? Cih.. aku benar – benar gila.” Luhan hendak menaruh sepasang sepatunya pada rak yang terdapat di sudut pintu, tetapi..

“Eoh! Sebentar.” Ia menetap pada duduknya. Luhan seperti menyadari sesuatu hal. “Wu Geum Sha? Wu Geum Chan? Cho – Cho.. Ah!”

Dalam seketika Luhan berteriak dan terpental berlari menuju kamar.

“KRISSSSSSS!!”

xxx

Ini sudah menit kesepuluh Kris  mematung di depan pintu apartement yang bertuliskan angka ‘11700’, apartement yang bersebelahan tepat dengan dorm mereka. Luhan tiba – tiba masuk ke kamar dan menyeret nya keluar dengan terus mengatakan bahwa Yaegi dan ChanSha ada disana. Didalam apartement tersebut. Meskipun Luhan seringkali mengelabuinya, tetapi kali ini Kris tidak mendapati seringaian Luhan yang tersembunyi pada saat melakukan aksinya seperti biasa. Kris memiliki insting bahwa Rusa Cina itu tidak sedang berbohong.

Sudah berkali – kali juga Kris menhubungi kontak yang sama melalui ponselnya. Tetapi tak kunjung ada jawaban. Yaegi tidak mengangkat telfonnya.

Tanpa Kris sadari, seseorang dari balik pintu apartement terus memantaunya dari layar interkom.

“Cih.. kenapa tidak menekan bel nya? Ouhh.. suami ku benar – be — “ Ting tong!

“Omo!” yeoja itu reflek menutup mulutnya ketika hal yang baru saja ia tuturkan terjadi. Kris mulai memencet bel.

“Hmm.. hmm.” Yeoja itu menarik nafas dan menghembuskannya kembali sebelum ia menyentuh knop pintu.

Ceklek! Ia perlahan membuka pintu dan..

“Ka-u.” Kris menunjuknya tak percaya. “Kau mencari seseorang Tuan?” Yaegi berpura – pura sedang menghadapi orang asing.

Sorot mata Kris berubah murka. Tanpa kata namja itu menerobos masuk tanpa memperdulikan Yaegi.

Kris melihat seisi apartement yang tidak jauh berbeda dengan luas dorm mereka.

“Kau orang asing. Kenapa masuk seenaknya?” Yaegi berkacak pinggang.

Kris berbalik ke belakang. “Kenapa kau bisa disini? Ini apartement siapa?” tanya Kris retoris.

“APPAAAAAAAAA.. “

“Eoh.. “ Kris spontan berbalik. Munculah sepasang bayi kembar yang berteriak memanggilnnya bersamaan.

“Appa .. “ Geum Sha memeluk kaki Kris dengan wajah sumringah.

“Papa.. papa.. “ kali ini Geum Chan juga ikut melakukan hal sama. Kini kedua kaki Kris sudah di peluk oleh dua malaikat kecil itu.

“Eomma sudah menepati janji kan? Itu.. appa kalian.” Yaegi menatap malas ChanSha yang masih bergelayut senang pada kaki Kris. Dua malaikat kecil itu sama sekali tidak menggubrisnya.

“Jadi kau pindah kesini?” Kris dapat langsung menyimpulkan.

“Lian oppa bersedia menempati rumah dan membayar uang mukanya.” Yaegi melanjutkan aktifitasnya. Seisi apartement masih tampak berantakan dengan beberapa barang yang ia bawa dari rumahnya. Yaegi memutuskan untuk kembali pindah ke apartement yang sama kerana berbagai alasan. Dan ia juga memutuskan untuk mengambil tempat yang bersebelahan dengan dorm M juga karena berbagai alasan.

Kris berjongkok didepan ChanSha. “Geum Chan, Geum Sha. Kenapa eomma bisa pindah kemari?”

“Itu eomma.. “ Geum Chan menunjuk Yaegi yang sedang sibuk membereskan apartement.

“Oh god! Kau bicara nak?” raut wajah Kris tercengang sempurna.

“Appa.. “ Geum Sha menunjuk Kris sambil mengeluarkan lidahnya.

“Daddy.” Kris menunjuk dirinya.

ChanSha tiba – tiba diam tak bergeming. “Coba panggil daddy. Ayo?” Kris mengulanginya.

“Dadtti..”

“Yay! Ma son good job.” Kris mengusap – ngusap gemas kepala Geum Chan. Putranya dengan cepat memberikan respon meskipun dengan pengucapan yang tidak sempurna.

“Mommy. Geum Sha, coba panggil mom — “

“Shireo! Panggil eomma saja. Wu Geum Sha eomma.. “ Yaegi berteriak memotong.

“Eomma.. “ Geum Sha langsung menunjuk Yaegi.

“Yay! Putri ku akhirnya berpihak pada ku.” Yaegi tertawa senang.

Ceklek – salah satu pintu kamar dibuka oleh seseorang.

“Kau?!” Kris spontan berdiri dan menunjuk sosok yang baru saja menunjukkan batang hidungnya dari balik pintu kamar.

Yaegi berbalik menoleh. “Jiji.. kau sudah bangun?”

“Eonni kenapa tidak membangunkan ku? Ah annyeonghaseyo. Senang bertemu dengan mu lagi op – oppa.” Yeoja yang di kenal  Kris sebagai marabahaya untuk  kejiwaan Tao kini muncul lagi di hadapannya. Meskipun sungkan, Jiji tetap menyapa Kris.

“JIJIIIIII.. “ Geum Sha & Geum Chan secara bersamaan merangkak menuju Jiji.

“Kyaaa.. kita tidur ya? Ayo tidur dengan Jiji .. cha – cha .. masuk kesini.. “ Jiji mengiring ChanSha untuk mengikuti gerak tangannya masuk ke kamar.

Kris masih tidak dapat berpikir jernih atas apa yang ia lihat barusan. Hingga setelah ChanSha menghilang di balik pintu kamar bersama yeoja ynag bernama lengkap Jung Ji Ah itu, ia masih terdiam heran.

“Jiji baru saja tiba tadi sore. “ Yaegi menaruh kardus berisi pakaian ChanSha pada meja ruang tamu. Ia duduk dan mulai melipat rapi satu persatu baju – baju mungil di dalam sana.

Suara Yaegi membuat Kris terbuyarkan, namja itu ikut duduk pada sofa yang sama.

“Apa yang kau lakukan?” Kris menatap Yaegi penuh tanda tanya.

Yaegi menghentikan aktiftasnya sejenak, “kau tidak mengajukan permintaan maaf?”

“Ah iya. Aku minta maaf.” Kris baru mengingat kesalahan yang ia perbuat -_-

“Jika aku tidak mengatakannya kau pasti sudah lupa.” Yaegi menimpali.

Kris menggeleng cepat. “Tidak. Aku salah. Aku yang salah. Maafkan aku.”

“Tidak. Aku tidak percaya.”

“Nyonya Wu.. “ Kris memberanikan diri untuk mencolek lengan Yaegi.

“Siapa yang menyuruh mu menyentuh ku?”

“Ahh wae geurae jinjja.. Nyonya Wu mianhae.. “ Kris mulai merengek.

“Geurae. Tapi jawab dulu pertanyaan ku.”

“Pertanyaan apa?”

“Kenapa aku bisa pindah kesini?”

“Mollayo. Memangnya kenapa?”

PLETAK!

“AAK!” Kris meremas bahunya yang terkena celana ChanSha yang Yaegi gunakan untuk memukulnya.

“Perih!” Kris mendadak kesal. Ia sangat benci ketika Yaegi mulai menganiaya dirinya sesuka hati.

PLETAK! Satu pukulan lagi.

“Cho Yaegi hentikan!”

Yaegi menghentikan aksinya. Kini ia memandang Kris dengan tatapan kesal seperti ingin menangis.

“Aku kembali kesini agar lebih mudah bertemu dengan mu. Kau puas!” Yaegi memekik.

Segurat senyuman mengembang pada wajah Kris. “Jadi.. Ibu menyuruh mu kembali kemari? Sungguh? Kau langsung mengiyakannya?”

“Lain kali jangan membawa Ibu dalam masalah rumah tangga kita. Kau namja atau bukan!”

“Siapa yang menyuruh mu tidak mengangkat telfon ku!”

“Kau itu seorang ayah! Kenapa kau justru lebih manja dibandingkan anak – anak mu!”

“Karena istri ku itu mengerikan!”

“MWO!”

“Kekeke.”

Yaegi sudah di ubun – ubun. Jika ia bisa, atau lebih tepatnya jika ia tega.. ingin sekali rasanya ia menghajar Kris hingga babak belur. Seringain Kris membuatnya sungguh berapi – api.

Kris meraih cepat kedua tangan Yaegi. Chup – ia mengecupnya cepat. “Gomawo.”

“Aish!” Yaegi menarik lugas tangannya. Rasa kesal masih bergumul.

“Mian.. aku berjanji tidak akan bersikap bodoh seperti kemarin.. “ Kris menyandarkan manja kepalanya pada bahu Yaegi.

“Molla.” Yaegi menyahut singkat. Ia melanjutkan kembali untuk melipat helaian baju ChanSha.

“Aku bermimpi tentang Joon.. “

“Ibu sudah menceritakannya pada ku.”

Kris mengangkat kembali kepalanya. “Sungguh? Ibu menceritakannya juga?”

“Ibu bahkan mengirimkan rekaman suara mu ketika kau sedang menelfonnya.”

“MWOYA!”

Yaegi menoleh dan tersenyum. “Aku tidak percaya jika kau begitu takut kehilangan ku Tuan..” Yaegi menjiplak kata – kata Kris selama ini.

Plak!

“APHA!” Yaegi langsung menggeser posisi duduknya ketika satu pukulan kecil mendarat di bahunya.

“Ternyata aku sungguh sedang tidak bermimpi. Cho Yaegi ku ada disini.. “ Kris menopag kepalanya dengan tangan yang ia tumpukan ke sofa. Ia terus memandangi Yaegi kini sudah berada dihadapnnya.

“Yaegi –ya.. “

“Uhm.” Yaegi meneruskan melipat baju ChanSha tanpa mendongak pada Kris.

“Mianhae..”

“Aku membutuhkan jaminan agar hal kemarin tidak terulang lagi..”

“Bunuh aku.”

“Omong kosong.”

“Gantung aku.”

“Omong kosong.”

“Tiduri  ak—hmmp..”

Yaegi membekap cepat mulut Kris.  “Berhenti mengatakan hal yang  tidak – tidak. Geurae, aku memaafkan mu.”

“Kekeke. Ternyata tahun sudah berganti tapi jurus lama ku masih sangat ampuh.” Kris tersenyum bangga.

“Hmmphh.. hoek..”

DEG! Wajah Kris yang semula penuh kemenangan kini mendadak beku karena Yaegi tampak menahan rasa mual. Hal yang sudah sangat lama tidak ia lihat.

“Yae – gi? Yaegi –ya?” Kris melihat Yaegi menutup mulutnya. Wajah Yaegi berubah tidak enak, “aku mual Kris.. “

“Ka –u.. “ Kris semakin terbata. Bisa ia pastikan jika tebakannya tidak salah ketika Yaegi memberikan anggukan kecil.. “Uhm.. aku tidak datang bulan.”

“SUNGGUH?” Kris sontak terbangun dari sandarannya. “Cho – Ch-o Yaegi.. k-au.. ka –u ..”

“Uhm. Bagaimana ini Kris-ah?” Yaegi meremas pelan lengan Kris.

“Gulp – “ dapat terdengar jelas ketika Kris susah payah menelan salivanya. “Kau yakin? Su –sudah positif?”

“Hmm.” Yaegi mengangguk mantap.

Kris mengubah posisi duduknya menjadi terlentang. “Hmm. Baiklah.” Anggukan Kris  terlihat pasrah.

Yaegi tersenyum kecil, ia mendekatkan wajah pada telinga Kris dan berbisik.. “positif aku berbohong.. “

“YA CHO YAEGI NEO ! “ Kris spontan memekik. Yaegi terbahak.

“Ouhh.. jantung ku.” Kris menepuk – nepuk dadanya. Hampir saja ia berpikir jauh. Tidak dapat ia bayangkan bagaimana jika Yaegi akan kembali mengandung dan bagaimana nasib ChanSha  yang masih begitu kecil.

“Wae? Kau tidak mau punya anak lagi? Jadi kau sudah berubah pikiran sekarang?” Yaegi berpura – pura kesal.

“Bukan. Tidak seperti itu.” Kris berusaha mengembalikan separuh oksigennya yang tiba – tiba habis karena gurauan konyol Yaegi.  “Dokter Kim menyarankan agar kau tidak hamil lagi kan?”

“Aku pikir kau melupakannya.” Yaegi masih mempertahankan ekspresi dinginnya.

“Bagaimana bisa aku melupakan semua tentang istri ku? Mianhae. Aku sungguh bersalah. Aku tidak tahu berapa banyak janji yang sudah ku ucapkan begitu saja. Tapi tidak untuk kali ini. Cho Yaegi.. “ Kris menuntun dagu Yaegi untuk mendongak melihatnya.

“Hmm?” Yaegi tidak bisa untuk berlama – lama menatap Kris seperti itu.

“Mianhae. Semua kebodohan ku.. semua hal konyol yang sudah ku lakukan, aku akan membayar semuanya di mulai dengan hari ini.. “

“Kau selalu mengatakan hal yang sama Wu Yi Fan.”

Kris menggeleng cepat. “Ani. Kali ini aku mengutarakannya sebagai seorang ayah, dan juga… sebagai seseorang yang bisa kau andalkan dikemudian hari. Bergantunglah pada ku Yaegi –ya..”  sorot mata Kris berubah serius.

Yaegi bungkam. Ia tidak memiliki kalimat apapun yang dapat ia utarakan saat ini. Berulang kali Kris mengucapkan maksud yang sama dengan kalimat berbeda setiap akhir dari pertengkaran mereka selama ini. Apakah kali ini  Kris benar – benar dapat memegang kata – katanya? Entahlah. Seakan semua perkataan Kris menjelma layaknya sebuah trauma bagi Yaegi .

“Cho Yaegi.. “

Yaegi masih tetap bungkam. Ia diam tak bergeming. Perasaannya mulai kembali bergemuruh. Semua teriakan Kris yang mengacu padanya, kembali terngiang – ngiang.

“Yaegi –ya.. “ Kris meraih kedua tangan Yaegi dan menangkupnya erat. “Apapun yang kau  hadapi di luar sana.. meksipun aku tidak mengerti seberapa besar beban yang ada di pundak mu.. ayo kita rasakan bersama. Walaupun aku tidak akan sempurna untuk menjadi sosok appa yang selalu bisa memberikan mu jalan keluar, aku akan berusaha.”

“Kumpul semua air mata mu. Semua rasa kesal yang kau dapatkan di luar sana. Lalu ayo bercerita satu sama lain ketika aku pulang. Ibu banyak mengajarkan tentang kasih sayang, walaupun semua hal yang ku dapatkan dari Ibu tidak akan pernah sesempurna sosok eomma yang selalu memeluk mu ketika berada dirumah. Tapi aku akan melakukannya.”

“Jika Joon kembali ketika ingatan mu memudar, maka aku akan tetap tinggal meskipun ingatan mu pergi. Kau mengingat ku atau tidak mengingat ku, aku akan tetap berada disini.Kita lakukan semua hal yang ingin kau lakukan bersama – sama. Walaupun aku tidak bisa selalu memberikan punggung  ku seperti Joon yang selalu menggendong mu tapi.. aku akan mencobanya. Bukankah persembunyian kita adalah yang terbaik?”

Yaegi meresapi setiap kalimat yang Kris ucapkan .  Ia memejamkan mata sesaat lalu membukanya dengan iringan desahan nafas yang ia hembuskan..

“Baiklah. Aku akan mencoba nya.” Yaegi akhirnya mengiyakan semua perkataan Kris.

“Mencoba apa? Aku sedang tidak meminta mu untuk menjadi kekasih ku.” Kris menolak bahu Yaegi pelan.

Yaegi membalas tolakan Kris. “Memangnya kenapa ? Jangan mendorong ku!”

“Kekeke. Yasudah, ayo.”

Yaegi menahan tarikan tangan Kris, “membantu ku bersih – bersih kan?” tanya nya memastikan.

“Lalu?  Ah.. jadi kau — “

“Geurae. Kita lakukan sekarang. Ini.. “ Yaegi langsung menaruh sekotak pakaian baju ChanSha pada Kris.

“Aak! Berat!” Kris meringis sambil menahan beban kotak tersebut.

“Yasudah. Aku ke kamar dulu.” Yaegi melenggang pergi.

“Nyonya Wu tapi ini bagaimana? Apa yang harus ku lakukan dengan baju – baju kecil ini?” Kris menoleh ke belakang. Ia berteriak pada Yaegi yang sudah melangkah hingga pintu kamar.

“Lipat kembali seperti semula.” Yaegi berbalik sejenak.

Tap! Kris menaruh kembali kotak tersebut di atas meja. Ia mulai mengeluarkan semua baju dan melipat ulang. Pada saat ia mengeluarkan beberapa baju, ia merasakan benda yang lebih mirip plastik dari dalam kotak tersebut.

“Eoh!” Kris mengangkat benda tersebut yang masih terbungkus dalam kemasannya. Sebuah benda sepanjang kelingking dan berbentuk pipih .

“Yaegi –ya! Yaegi –ya!” Kris berteriak memanggil Yaegi yang sudah masuk ke kamar.

“Aihh.. ada apa? Kenapa berteriak — OMO!” Yaegi langsung berlarian menghampiri Kris ketika benda yang ia yakini sebagai ‘testpack’ sudah bergelantungan ditangan Kris.

“Ini apa?” Kris menunjukkan benda itu didepannya.

“Kemarikan!” Yaegi mencoba merampasnya.

“Whoa.. jadi kau tidak berbohong?!”

“WU YI FAN!”

END

148 thoughts on “(Short Story) No More Mini Series ‘You Belong To Me’ – Chapter 3 END

  1. WUAA!! Itu Endingnya…. T,T
    Bikin greget Eonnie!!! :&
    Itu beneran atau Kris yang lagi iseng –”
    Ini cuma 3 part tapi seru…😉
    Aku kira bakalan panjang kayak HaNa Series…

  2. eonni ini ada lanjutan kisahnya kan ? akhirnya baikan lagi juga. jiji.comeback kyaaa tao …. testpack ? yaegi hamil lagi kah ? duhh kenapa end eon… mau sequelnya hihi

  3. Hahaha itu si kris di suruh jadi babu sementara ya??hahaha😀 *mianhae kris,just kidd😀 itu si na jin mending buang aj kah,merusak :3 si jiji comeback😀 next ya thor😉

  4. ‎​=DĦªªĦªªĦªªĦªª=D
    Psangan suami isti yang somplak cetar membahan badai

    Aduhh..” Sumpah. Thor aku ngakat sma yeakris. Pas Di lift’y ” yng sii yeagii mnas”in na jin trus kris yng mnas”in kyuhyun oppa ‎​=DĦªªĦªªĦªªĦªª=D
    Summpah bikin perut ku skit sndri klo ngebayangin’y .

    Aigoo..” Jiji combek again. Thor biki ff tentang jiji sma tao dung, jebal…” Pingin bnget kisah cinta baby panda sma jiji flastback lgii thor🙂

    Thor tetap semangatt…”
    MeSkipun lgi musim ujan FIGHTING ne thor
    Jiayo thor🙂

  5. omo yaegi hamil? #shock
    aaaakh chansa bkal punya adek. ><
    it sejak kpn lian berkomplot sm heecul?kekeke duo kocak.😀
    Next series ditnggu.

  6. yeheeyyyy……*sehun style*
    akhirnya damai dengan cara yg tidak lazim eomma-__-, wkwkwkwkkwk

    Ternyata heechul oppa sama lian oppa, sama” ga warasnya eomma, kkkk~

    Kyaaaa chansa uda bisa ngomong ternyata,,aduhhh pinternyaaa,

    /emot shock/ eomma hamil?? enelan?? ciyuss?? miapah??? *kepo mode on*

    Next seriess eomma,,
    Hwaitinggg
    Saranghaeyooo bbuing,

  7. cieee~
    eomma uda baikan nih ma appa…
    tp lucu pas scene ny appa ma kyuhyun..wkwkwkwk…uang jd permasalahan atas kejailan heenim ma lian..wkwkwk
    hyaaaaa…kejutan…yeyeyeye..eomma plg ke apartemen eoh??wkwkwkwk
    dan…
    eomma, are you relally pregnant??0__0
    hyaaaa….akhirny dpt dedek baru…wkwkwk
    next ff dtunggu eomma😀

  8. syukurlah mereka udah baikan ya😀 lebih bagus kl akur begitu jangan kyk tom and jerry -_- *pletak
    duh jadi yaegi beneran positif hamil tu? walah walah jadi penasaran hahaha.

  9. emang lah ya si naga itu kalo ngambek mengerikan -__- giliran yaegi yg ngambek ngadu2 ke mamanya kwkwkwkwkwk
    endingnya itu ambigu ihh –” ckckck /bacok Lian pake cinta/
    semangat terus upa mwah mwah :* :*

  10. Wooaahh~~
    Keluarga kecil Wu pindah lagi di apartemen.. Yeheett..!!
    Apalagi skarang bersebelahan dgn dorm M.. Waaahh~~ bakal ketemu trus nih tiap hari… Hihihi..
    Next series di tunggu yaa~~

  11. Yeeaayyy ..
    JIJI is Back !!!!!
    hahhahaah …

    LDR aja tao udah mesum banget, gmna kalau ketemu langsung sama jiji !
    hahahaha …

    Hancuurkan Najiin eomma biar dia tau rasaa ! lama lama makin kesel aja sama najiinn !
    sehuunn kapan ya punya pacar ? pengen tau siapa yg bakalan jadi pacarnya sehun. kekeeke😀

  12. halo, eonni, readers baru ini komen lg…hehehe
    wahh…wah..itu si yaegi beneran hamil lg, eon ?????*penasaran mode on*
    trs yg bagian heechul-lian itu kocak bgt deh, eon, lama2 ak jd tergila-gila sm lian drpd kris nih, kris opaa, mian, soalnya gege mu lebih keren dr kmu*digetok sm kris*
    waktu yaegi ngadepin na jin ak jg suka,eon,pikirku yaegi keren bgt deh, ternyata nana yg ngajarin…hahaha…pokoknya keren bgt deh, eon, hwaiting

  13. Wah.. Yaegi pnya anak lagi wkwwk hebat juga si kris wkwk .. Ditunggu ff series.nya ya min🙂

    Oh iya min , ff nyonya wu I’m sorry itu kok masih diproteksi ya? Aku mnta PW.nya dong min?

  14. asik!!!! heppy gini kalau dah gabung lagi
    ntah kenapa aku exited banget kalo ada yang sudah gabung lagi
    itu yaegi prenagen again?
    loncat!!! bukan lajut kekeke~

  15. Wwkkwkwk, lucuu bangett sihh merekaa,, wkwkkwkw apalagi chansha… Wkwkkwkwk ,
    Woa,,, yaegi hamil lg? Omooo,, g kebayang jd apa apartemen mreka,, ckckck
    Wkwkkwkwk
    Kereenn kerenn thorr ,, daebakk !!!

  16. Chansa mw pnya adik lgi??
    jgn,,,ckup twins wu aja,,yaegi ma kris b’tengkar mulu..ntr ksian ankny…hehehe
    Euy..saeng..keep writing ya…Hwaiting…🙂🙂

  17. konyol bgt dh itu adegan dlift..apalagi pas tinggal kyuhyun n najin..beneran dh ketawa mulu..apalagi pas muncul lian n heechul..wkwkwkwk..
    Akhirnya baikan jg eomma appa twins wu..apalagi ji ji udh dtg..kyaaa bakal rame lg..
    Ffnya lucu n seruuu..chingu jjang..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s