EXO SPECIAL SERIES ‘XingYeon’ RIDICULOUS – Chapter 1

1395382_463247257127853_117550675_n

Written By : Ulfa Muriza – @Yaegi_Cho11700 | Poster By : Juwita

Zhang Yi Xing | Lay EXO – M

Jung Woo Yeon | Pemeran Fiksi | Dokter Keluarga Cho

Jung Soo Jung | Krystal F (x)

Kyuhyun Super Junior

Wu Yi Fan | Kris EXO – M

Cho Yaegi | Pemeran Fiksi Resmi

Wu Geum Chan |  Wu Geum Sha | Pemeran Fiksi Resmi

EXO | Manajer EXO  | Staff SM  | dan beberapa pemeran pendukung fiksi / non fiksi yang akan kamu temukan dengan sendirinya😉

Rating R (Restricted) – 17 ! Di rekomendasikan untuk Xonji – Xonam yang sudah berumur 17😀

Romance – Family – Sad – Friendship – Comedy

( Yang pusing dengan hal – hal percintaan anak EXO, jangan baca😀 )

Dilarang keras menjiplak! Dilarang keras copy – paste ! Jadilah pembaca cerdas, mandiri,  kreatif dan positif🙂

It’s Belong To Me

“Terkadang semua kehidupan drama tidak selamanya terlahir oleh seorang sutradara handal. Bahkan kenyataan sudah membuktikan bahwa sesuatu yang menyedihkan sekalipun, bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

It’s so… RIDICULOUS”

OST  ::  2AM _ I Wonder If You Hurt Like Me

Enjoy Your Reading – Sasasarangieyoooo😀

ooOoo

Rumah Sakit Farfield _ Sydney

Seorang  perawat rumah sakit memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan ‘Ruang Tim Dokter Spesialis Bedah.  Perawat tersebut melangkah masuk dan menyapa orang yang ia tuju di dalam sana, “selamat siang.” ucap perawat itu sopan.

Sosok berbalutkan jas putih yang sedang memandangi pelataran Sydney kala pagi hari melalui kaca besar pada ruangan tersebut berbalik ke sumber suara. “Ya, siang.” Ia tersenyum ramah pada perawat yang bername tag ‘Marie’ itu.

“Ini hasil CT – Scan terakhir dari pasien yang bernama Kyubin Cho.” Perawat Marie  meletakkan lembaran amplop besar  pada meja yang bertuliskan nama Dr. Woo Yeon Jung, FACS (Fellow of the American College of Surgeons).’

Pemilik dari meja tersebut mengangguk kecil dengan senyum yang terukir jelita. “Thank you. Ah ya, apakah Dr. Jay sudah kembali dari makan siangnya? Aku memerlukan hasil diagnosa akhir yang ia janjikan.” Dokter muda nan cantik berkebangsaan Korea itu melirik arlojinya, mengingat bahwa ia harus segera bertolak menuju Korea dalam hitungan jam ke depan.

Perawat Marie  mengangguk sopan. “Sudah Dok. Tapi Dr. Jay  sedang di ruangan radiologi saat ini.”

“Maaf, aku terlambat.” Orang yang di maksud muncul.

“Nah .. itu dia.” Perawat Marie menunjuk arah pintu. “Kalau begitu aku permisi.” Perawat Marie bergegas keluar dari ruangan.

“Baiklah. Terimakasih atas bantuan mu.” Woo Yeon menyungingkan senyum ramahnya untuk kesekian kali.

Laki – laki berwajah oriental Jay Wang,  melangkah masuk dan langsung duduk pada sofa hitam yang terdapat di tengah ruangan. “Maaf, aku belum mengecek hasil diagnosa akhir itu.” Jay melipat kakinya santai, mata dan tangannya mulai memilih aneka majalah yang terdapat di rak buku. Terlihat dari gelagat keduanya, mereka ada rekan kerja yang terhitung akrab. Ya, Jay & Woo Yeon sudah mengenal satu sama lain sejak mereka duduk pada semester pertama bangku perkuliahan. Jay adalah satu – satu nya dokter pria  berdarah Asia yang menetap di rumah sakit tersebut. Kelihaiannya dalam anastesi membuat Jay susah untuk mengajukan permohonan mutasi dinas.

“Apa? Jay, ini sudah hari kesepuluh. Bagaimana mungkin kau tidak mengeceknya? Aku akan kembali ke Korea hari ini juga Jay.” Woo Yeon mulai berdecak kesal. Satu hal terburuk Jay yaitu sangat suka menunda sesuatu jika itu bersangkutan dengan permintaan Woo Yeon yang satu ini.

Jay menutup majalah yang baru saja ia buka, “aku akan mengirimkan semua hasilnya melalui email. Oh ya, Kyubin bagaimana? Jangan lupa vaksin yang sudah disiapkan oleh pihak laboratium kemarin.”

“Aku melihat banyak perubahan dari meningitis (radang otak) yang di deritanya. Jadi aku hanya memberikan Kyubin vaksin PCV7. Kau pintar sekali mengalihkan pembicaraan Jay.” Woo Yeon tahu jika itu adalah akal – akalan Jay agar ia tidak menanyakan lagi masalah diagnosa.

“Hey! Ada apa dengan mu? Itu hanyalah hasil print out yang dapat ku kirim kapan saja.” Jay mengernyit. Woo Yeon selalu sensitif jika mengenai hal itu.

“Tapi aku harus segera  memasukkan  diagnosa mu pada laboratorium rumah sakit Korea sebagai data yang ku rekomendasikan, Jay.” Woo Yeon beralih duduk pada kursi kerjanya.

“Jadi, pasien itu menetap di Korea?” suara Jay terbilang menyelidik. Ini bukan pertama kali Woo Yeon memintanya untuk melakukan hal tersebut.

Pertanyaan Jay membuat Woo Yeon beralih pada hasil CT – Scan akhir milik Kyubin. Yeoja itu tidak menggubris pertanyaan Jay.

Jay melihat gerak – gerik Woo Yeon yang beberapa hari terakhir ini terkesan mengganjal baginya. Woo Yeon memang gadis dingin yang sangat tertutup tetapi memiliki nilai plus tersendiri jika di mata semua pasien. Woo Yeon terkenal sebagai dokter dengan pribadi yang hangat. Tetapi bukan itu yang Jay maksud, melainkan sikap Woo Yeon yang terkesan menghindari jika Jay sudah mempertanyakan ‘untuk apa diagnosa tersebut dilakukan.’

“Aku sempat menduga jika diagnosa kelainan pada darah itu adalah seorang pasien spesial bagi mu.”

DEG! Jantung Woo Yeon sontak berdetak keras. Tetapi ia mencoba  bersikap biasa saja. “Semua pasien tentu spesial untuk ku.” Woo Yeon menanggapi santai.

Toraks kardiovaskuler bukanlah bidang mu. Kenapa kau begitu bersikeras?” pertanyaan Jay mulai retoris. Semua dari mereka pastinya juga pernah mempelajari ilmu Psikologi untuk memahami seorang pasien.

Woo Yeon memasukkan kembali hasil CT – Scan yang belum sepenuhnya ia lihat ke dalam amplop semula. “Segera kirimkan hasil tipe hemofilia yang kau teliti.  As soon as possible.”  Woo Yeon bangun dari duduknya. Ia seperti hendak bergegas keluar.

“Yeon.. “

Jay & Woo Yeon sama – sama menoleh ke arah pintu ketika suara itu menginterupsi masuk ke dalam ruangan..

“Aegi –ya..” Woo Yeon langsung menyambut bocah berusia 5 tahun yang sedang melangkah masuk itu. Cho Kyubin pasien yang satu tahun terakhir banyak menghabiskan waktu bersamanya. Kyubin susah untuk mengingat nama Woo Yeon, dan bukan masalah bagi Woo Yeon  jika balita yang sudah beranjak menjadi anak – anak itu memanggilnya hanya dengan ‘Yeon’ tanpa embel – embel ‘noona‘ ataupun semacamnya.

“Hey! Ada Kyubin Cho .. “ Jay menarik tangan Kyubin sebelum Kyubin  tiba di sisi Woo Yeon.

“Ah.. tidak mau. Yeon aku tidak mau..” Kyubin menghentakkan tangannya yang di pegang oleh Jay. Wajahnya yang semula berkerut langsung sirna ketika Woo Yeon datang meraih tangan kecil Kyubin.  Woo Yeon mengusap sayang puncak kepala Kyubin, “kita akan terbang sebentar lagi. Kau siap?” Woo Yeon berjongkok di depan Kyubin.

Kyubin mengangguk antusias sambil mengalungkan kedua tangan pada leher Woo Yeon. “Kita.. ke tempat eomma ku dulu kan? Eomma –ga neomu bogoshipda..” Kyubin bergelayut manja.

“Mmm. Ke tempat eomma.” Woo Yeon mengangguk mantap. Kyubin selalu harus di paksa untuk minum obat. Tetapi ketika Woo Yeon memberikan iming – iming sebuah janji untuk bertemu orang yang Kyubin panggil dengan sebutan ‘ibu’, Kyubin langsung mengiyakan dan menurut pada Woo Yeon. Sejak setahun terakhir Kyubin di titipkan oleh keluarga Kyuhyun untuk perawatan intensif, rumah sakit sudah menjadi rumah tersendiri bagi namja kecil itu. Terkadang kehidupan Kyubin mengingatkan Woo Yeon pada masa kecilnya. Ia juga dibesarkan dalam lingkungan rumah sakit, sejak  seorang ketua yayasan bernama Jung Woo Ram mengadopsinya sebagai anak.  Sedikit perbedaan, Kyubin masih memiliki orang – orang yang mengharapkannya untuk pulang ketika ia sembuh. Tetapi tidak dengan Woo Yeon & Woo Joon. Bahkan mereka tidak mengenal rupa orang yang telah memberikan mereka kelahiran sejak 23 tahun silam.

“Kau tidak ingin ke tempat ayah mu?” Jay mencubit pelan  pipi Kyubin.

“Tadi appa sudah menelfon ku. Appa sibuk. Appa tidak bisa menjemput ku. Ahra imo juga sibuk.” Kyubin menatap Jay tidak suka. Jay seringkali menjahilinya sehingga Kyubin kurang tertarik untuk bermain dengan Jay.

“Benarkah? Ayah mu berkata begitu? Ayah yang mana?” Jay menekankan kata ‘ayah.’

“Jay!” Woo Yeon segera mencekal omongan Jay. Woo Yeon tahu apa yang hendak di katakan oleh rekan kerja nya itu.

Jay tersenyum geli. Ia tidak bermaksud melakukan apa yang di maksud oleh Woo Yeon.

“Appa ku hanya dua uncle Jay.” Kyubin mengernyit bingung. Dalam ingatannya, dua namja yang ia sebut appa hanyalah Kyuhyun & Kris.

Jay menggeleng seduktif, “Tidak. Ayah mu ada 3.” Jay bersmirk ria.

“Jay Wang!” Woo Yeon menekankan intonasi suaranya. Ia kembali berdiri dan memelototi Jay.

What’s wrong?  Aku hanya bercanda.” Jay terkikik karena wajah Woo Yeon berubah panik. Mereka menyimpan sebuah rahasia besar yang menurut Woo Yeon itu tidak patut untuk diperbincangkan pada saat seperti ini. Terlebih Kyubin masih terlalu kecil untuk mengetahui hal rumit orang dewasa.

“Yeon, ayo kita pergi sekarang, ayo..” Kyubin menarik – narik lengan Woo Yeon untuk segera bergegas.

“Pergilah bermain bersama perawat Marie. Aku akan keluar sebentar lagi. Okay?” Woo Yeon menyapu lembut permukaan wajah Kyubin. Rasa bahagia selalu terpancar ketika mengingat bahwa Kyubin sudah berada di tahap akhir dari serangkain pengobatan yang selama ini menjadi tanggung jawabnya.

“Jinnie tidak pergi?” yang Kyubin maksud adalah Ji Ah.

“Jinnie akan tinggal bersama ku disini. Kau kan sudah ada  Queen Yeon. Jadi Princess Jinnie untuk ku saja ya?” Jay lagi – lagi menggoda telak.

Andwaeyo.” Kyubin menatap Jay kesal. Bibirnya  mengerucut. “ Yeon kau liat uncle itu.. Jinnie tidak boleh tinggal disini.” Kyubin mencoba memukul tangan Jay, tetapi Jay lebih dulu memindahkan tangannya dan tertawa.

“Memangnya kenapa? Aku dan Jinnie akan segera menikah.” Jay terus menggoda Kyubin.

“Jay.. ini anak kecil!” Woo Yeon melempar Jay dengan bantal yang terdapat di sofa.

Dengan lugas Jay menangkap bantal tersebut, “Jiji sudah menyelesaikan study nya? Aku akan segera bertemu dengan  tuan Jung untuk proses lamaran.”

Big no Jay.” Woo Yeon menegaskan suaranya.

“Yeon, jangan terlalu lama dengan uncle ini. Aku ingin segera bertemu appa..”

Appa?” Woo Yeon menutkan alisnya. “Ani. Eomma.. “ Kyubin menyeringai malu ketika ia menyadari jika ia salah bicara.

Woo Yeon ikut tersenyum. “Yasudah. Jangan lupa pakai topi mu ya.”

Ne. Bye – bye Yeon.. “ Kyubin berlari kecil ke arah pintu keluar. Kyubin sedikit berjinjit untuk meraih knop pintu  dan menghilang di baliknya.

“Jadi bagaimana dengan pasien spesial mu yang berinisial ‘YX’ itu?” Jika ada spesialis ‘membangkitkan emosi seorang pasien’ mungkin Jay adalah dokter terbaik di bidang tersebut. (-_-)

Woo Yeon melemparkan death glare nya. “Lebih baik kau mengurus rangkaian anastesi mu. Aku harus ke bagian radiologi.” Woo Yeon menggulung stetoskop nya dan bergegas melangkah keluar.

“Aku semakin penasaran dengan ‘YX’ dan hasil tipe hemofilia itu.” Perkataan Jay membuat langkah Woo Yeon surut. Woo Yeon berhenti dan berbalik, “Jay Wang ini rumah sakit. Cepat keluar dari sini.” Woo Yeon menarik paksa tangan Jay.

“Aku sangat iri dengan pasien itu.” Jay berbisik usil.

“Jay Wang!”

Jay menahan tawanya. Sejak ia berteman dengan Woo Yeon, tidak pernah sekalipun ia berhasil menguak kehidupan asmara yeoja berumur 23 tahun itu. “Yeah, aku keluar. Sampaikan salam ku pada Lian. Katakan pada tuan licik itu, aku nyaris mati karena terlalu merindukan keripik kentangnya.” Jay menepuk bahu Woo Yeon dan melangkah keluar ruangan lebih dulu.

“Sigh – “ Woo Yeon melepas udara sesak yang bergumul pada rongga dadanya sejak tadi. Beberapa perkataan Jay kembali membuat nya kacau. Di tambah lagi ia harus pindah dan menetap di Korea untuk menggantikan posisi Woo Ram sang ayah, yang baru saja pensiun sebagai ketua yayasan rumah sakit Internasional Seoul. Woo Yeon sempat berpikir ini sangatlah sulit baginya. Sejak saat itu Korea adalah bumi yang sukar untuknya memijakkan kaki. Tetapi.. profesionalisme mulai berbicara. Ia tidak sedang di hadapkan oleh pilihan, melainkan… sebuah keharusan.

Woo Yeon membuang jauh klise masa lalu yang nyaris menyelinap ke dalam pikirannya lagi. Ia menarik nafas lalu menghembuskan perlahan. “Fiuh! Halsuisseo (aku pasti bisa)..” satu kalimat yang selalu ia ucapkan sebagai penyemangat baginya.

ooOoo

Bandara Incheon _ 07 PM

“Whoaa.. “

“Kyubin. Cho Kyubin.. “ Woo Yeon menarik cepat lengan Kyubin  sebelum anak itu berlari  jauh dari sisinya.

“Yeon, tidak ada yang menjemput kita..”  Guratan kecewa bercampur bingung mulai memenuhi raut wajah Kyubin. Kedua mata kecil Kyubin belum menemukan sosok yang ia kenal dari kerumunan orang pada ruang tunggu bandara.

Woo Yeon tersenyum kecil melihat Kyubin yang nyaris kecewa. “Itu disana.. “ Kyubin melihat arah telunjuk Woo Yeon..

“Kyubin –ah! CHO KYUBIN! “

Mata Kyubin langsung membulat sempurna.“EOMMA! EOMMAAAAAA…“ Kyubin berteriak kegirangan. Woo Yeon melepaskan genggamannya dari tangan Kyubin. Membiarkan  anak  itu berlari menuju Yaegi di ujung sana.

“Kyaa!”

Kyubin berhamburan memeluk erat orang yang ia sebut dengan ‘eomma’ itu. Yaegi mendekap erat tubuh kecil Kyubin masuk ke dalam pelukannya.

Eomma..” Kyubin  mengeratkan pelukannya.

“Putra ku sudah kembali.” Chup – Yaegi memeluk Kyubin lebih erat. Ia juga berkali – kali mengecup pipi & puncak kepala Kyubin dengan mata yang terus memanas. Rasa rindu & haru bercampur jadi satu.

Eomma bogoshipda…” Kyubin melepaskan pelukannya. Jemari – jemari hangat Kyubin mengusap titik air mata yang menetes pada kedua pipi Yaegi.

Eomma do. Neomu.” Yaegi   tak dapat melukiskan rasa bahagianya. Kyubin kembali dengan kondisi yang jauh lebih baik.

“Aku kembali lagi Yaegi –ya.” Woo Yeon menghampiri mereka.

Yaegi yang semula berjongkok, bangun untuk menyambut Woo Yeon. “Woo Yeon –ah..” Yaegi memeluk Woo Yeon layaknya sudah lama tidak bertemu. Meskipun beberapa waktu lalu Woo Yeon juga pernah datang untuk pengobatan ChanSha.

“Ayo. Mobil kita di sebelah sana..” Yaegi menggandeng tangan Kyubin sepanjang koridor bandara. Sementara Woo Yeon mengikuti mereka dari belakang dengan senyuman melengkung di bibirnya.  Namun tiba – tiba langkah Woo Yeon surut pada saat  ia melihat sesuatu dari balik  kaca mata hitamnya..

Seorang penumpang bandara yang berjalan di sampingnya dengan sebuah bantal bergambarkan sosok yang tak asing bagi Woo Yeon.  Cukup lama mata Woo Yeon terpaku pada benda  yang di pegang oleh gadis remaja di dekatnya itu. Hingga pandangan Woo Yeon teralihkan ketika orang tersebut menyadari bahwa Woo Yeon terus melihat sesuatu darinya.  Bantal leher yang bergambarkan salah satu member dari sebuah boy group, EXO. Mungkin gadis itu adalah penggemar dari dancing machine Lay. Woo Yeon sengaja menghentikan langkahnya sejenak agar yeoja itu lebih dulu berjalan melewatinya. Lagi – lagi.. pikiran dokter cantik  itu  memutar  balik hal yang pernah terjadi beberapa waktu silam.

“Sigh – “ Woo Yeon menghembuskan nafas pelan. Itu berhasil membuat ia  kembali dapat menyeimbangkan pikirannya dan merasa lebih baik.

ooOoo

Pong Pyu Apartement

Tap!

Audy A6 yang di kendarai oleh Yaegi sudah tiba  pada parkiran bawah tanah apartement Pong Pyu. Yaegi turun dan langsung membawa Kyubin ke dalam gendongannya.

Eomma.. adik bayi eomma ada disini juga?”

“Kau masih mengingat nya?” Yaegi tampak tak percaya. Kyubin mengangguk kecil, “Kyu appa, Kyu appa –ga.. selalu menceritakan tentang adik bayi itu..”

“Jeongmalyo? Kyu appa mengatakan seperti itu?”

“Uhm. Aku ingin melihatnya lagi..” Kyubin memajukan bibir merah nya tanda mengiyakan pertanyaan Yaegi.

“Besok Kyubin akan melihat mereka. Karena mereka pasti sudah tidur sekarang.”

Kyubin menurut, “ne eomma.”

Dan.. Yaegi baru menyadari jika seseorang yang juga ikut bersamanya belum turun dari dalam sana.

“Woo Yeon –ah?”  tok – tok .. “ Woo Yeon –ah?” Yaegi mengetuk – ngetuk kecil pintu kaca mobil pada bangku samping pengemudi.

“Ah ye?!” Woo Yeon terhenyak dari dalam sana. Woo Yeon berinisiatif untuk mempelihatkan ponselnya dari dalam mobil pada Yaegi. Mengisyaratkan bahwa ia sedang menerima sebuah panggilan.

Yaegi yang semula sedikit membungkuk kembali tegap, “kunci nya masih di dalam ya.” Yaegi menunjuk arah stir.

Woo Yeon menurunkan kaca mobil, “ye. Kalian duluan saja. Aku akan membawa kopernya.”

“Baiklah. Nanti kau bisa meminta security disana untuk membantu mu.” Yaegi bergegas pergi.

Geurae. Aku juga akan segera naik.” Melihat Yaegi & Kyubin yang sudah berbalik pergi , Woo Yeon kembali menaikkan kaca mobil seperti semula. Ia  memutar kunci mobil ke titik  ‘on’ agar pendingin mobil dapat hidup secara otomatis. “Hufh – “ Woo Yeon mendesah pelan sembari menyandarkan kepalanya pada bangku mobil. Tatapan dari kedua bola matanya berubah kosong..

Hal terpenting saat ini adalah karena ia berbohong. Ya, Woo Yeon berbohong dengan mengatakan jika ia sedang menerima sebuah panggilan dari seseorang. Woo Yeon merogoh satu ponsel lagi dari dalam handbag nya. Ponsel tersebut  dalam keadaan mati. Woo Yeon memandangi ponsel berwarna biru tosca itu sedikit lama..

“Jung Woo Yeon -ssi mianhae (maaf) , urineun geumanhaja (kita hentikan sampai disini).”

“Ne, majayo (iya, benar). Apa yang ku katakan tadi itu benar, itu bukan salah sambung.”

Dua penggalan  kalimat yang seringkali terlintas dari benak Woo Yeon setiap kali ia memandang layar ponsel tersebut. Woo Yeon sempat berpikir bahwa jika saja ia tidak memiliki ponsel itu, mungkin Lay tidak akan pernah mengakhiri semua apa yang baru saja mereka mulai dengan sungai Han yang menjadi saksi bisu.

Bukan rasa trauma, atau kesedihan berkepanjangan yang Woo Yeon rasakan saat ini. Melainkan ia sedang memikirkan cara agar ia bisa tetap nyaman   menjalani hidup di bumi Seoul  untuk beberapa waktu ke depan.  Sejak Lay menghubungi nya dan mengatakan untuk segera mengakhiri semua, Woo Yeon tidak pernah lagi menggunakan ponsel tersebut. Ia tidak mengganti sim card  dengan yang baru, yeoja itu justru hanya menjadikan ponsel itu sejenis barang antik yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.

Woo Yeon menggaruk kecil sisi samping dahinya dengan telunjuk. Ia tampak berpikir akan sesuatu. Keraguan dari wajahnya mewakili perasaan hati yang tidak ingin turun dan naik ke apartement ini. Namun sekian detik berselang, “baiklah.” Satu kata yang terucap begitu saja dari bibir ranum nya. Woo Yeon pun bergegas turun dari dalam mobil.

Tap!

Woo Yeon menutup pintu depan dan beralih pada pintu belakang. Ia hendak menurunkan koper miliknya.

Pada waktu yang bersamaan dua mobil Van EXO ikut melintas masuk pada basement yang sama. Tidak sampai hitungan menit kedua Van tersebut terparkir rapi.  Penumpang dari dalam Van  turun dan menampakkan batang hidung mereka satu persatu.

Woo Yeon langsung memutar pandangan ketika seseorang dari kerumunan disana  turun dari dalam Van dan seperti menemukan sosoknya. Woo Yeon bergegas menurunkan koper yang di taruh pada bangku belakang.

“Dokter  Jung  kau kah disana?!”Suara berat milik Seunghwan manajer menginterupsi gerakan tangan Woo Yeon yang hendak langsung berbalik pergi.

Mau tidak mau ia harus berbalik, “ye, annyeonghaseyo Seunghwan -ssi.” Woo Yeon menunduk kecil.

“Kita bertemu di atas.” Seunghwan mengacungkan jempolnya. Woo Yeon menjawab dengan anggukan.

DEG!

“Yeon –ssi..” Lay spontan mendesis halus dari balik masker motif leopard yang ia kenakan. Belum sempat ia mengedipkan matanya, Woo Yeon lebih dulu berbalik pergi. Jantung namja bermarga Zhang itu tiba – tiba berdegup keras. Sudah sangat lama sosok itu tak terlihat dan kini muncul secara tiba – tiba di hadapannya.

“Whoa. Aku mencium getaran cinta disini..” Lay sontak terkejut ketika sebuah bisikan menyelinap di telinganya. Ia  membalas orang itu dengan mata  melotot.

“Kekeke.” Kris terkekeh. Ia sangat menikmati eskpresi shock  Lay.

Lay balas mendekat pada telinga Kris.. “ berhati – hatilah, kau baru memimpikan Joon sekali..”

“Yak!” Kris reflek berteriak. Itu membuat mereka semua melihat pada keduanya.

“Kris? Kau kenapa?” Im manajer mengernyit bingung.

Kris menggeleng cepat. “Ahh.. aniya hyung.”

ooOoo

11 PM KST

Usai makan malam, apartement Yaegi langsung sepi seperti tanpa penghuni. Rasa lelah yang menyeruak membuat mereka semua   tertidur  lebih awal sejak beberapa jam lalu. Apartement yang Yaegi tempati kali ini hanya terdiri dari dua kamar. Kyubin dan Jiji tidur bersama di kamar tamu. Sementara ChanSha, Woo Yeon, dan Yaegi tidur di kamar utama.

Lampu ruang tengah, dapur, dan kamar Jiji sudah padam sejak beberapa saat lalu. Tetapi tidak dengan kamar utama yang di tempati oleh dokter & pasien itu. Yaegi masih sibuk berkutat dengan semua dokumen yang harus ia pelajari. Sementara Woo Yeon sedari tadi tak luput dari layar netbooknya.

Woo Yeon memilih duduk di depan meja rias karena hanya ada satu meja belajar disana. Jemari indah Woo Yeon menari cepat pada papan keyboard. Alunan musik yang mengalun dari headphone yang ia kenakan juga membuatnya semakin terhanyut dengan segudang laporan yang harus  ia serahkan secepatnya. Woo Yeon sesekali ikut melantunkan lagu yang sedang ia dengarkan, dan sebagian besar itu adalah musik Western.

“Hoamh..” sepertinya mata Yaegi tak sanggup lagi untuk membaca tumpukan dokumen di atas meja belajarnya. Yaegi membereskan semua peralatan yang ada di meja belajar dan bergegas menuju tempat tidur.

“Yeon –ah, kau pindah kemari saja..” Yaegi berniat untuk menyuruh Woo Yeon pindah ke meja belajar saja.

“And this is when the feeling sinks in…”

Sepertinya Woo Yeon mendengarkan musik dengan volum maksimal. Ia sama sekali tidak menoleh pada Yaegi. Lekuk wajah nyaris sempurna itu membuat Yaegi sesaat tertegun menatap wajah Woo Yeon dari arah samping.

Yaepeunji..” Yaegi  terkagum – kagum dengan kecantikan Woo Yeon yang baru ia sadari saat itu. Ya, Woo Yeon tergolong gadis yang mendekati  sempurna. Wajah cantik, kepribadian yang sangat terjaga, serta pekerja keras. Siapapun akan menyadari semua itu jika sudah mengenal sosok Woo Yeon lebih jauh. Namun sedikit perbedaan kontras yang akan diketahui oleh siapapun yang sudah lebih dulu mengenalnya, yaitu.. aura dingin Woo Yeon  terasa lebih kuat .

Woo Yeon menyadari jika Yaegi tengah melihat ke arahnya, dengan cepat ia melepas headphone dan menoleh.. “mianhae.. kau mengatakan sesuatu?”

Suara Woo Yeon membuat lamunan Yaegi terpecah, “ah ye. Kau duduk disini saja. Aku sudah selesai.” Yaegi bangun dari kursi belajarnya.

“Kau mau tidur? Aku bisa bekerja di luar.” Woo Yeon bangun  mengangkat netbook nya.

“Ah aniya. Aku bisa tidur dengan lampu yang menyala. Gwaenchana.” Yaegi menggeleng cepat.

Woo Yeon bukanlah orang yang suka terlalu banyak berbasa – basi. Ia langsung mengangguk dan berpindah ke meja belajar.

“Aku ingin ke Lotte World besok , kau ikut kan?”

Yaegi langsung mengangguk, “tentu saja. Aku sedang free. Kau jadi menetap disini?”

“Sepertinya begitu.”

Jawaban singkat Woo Yeon membuat Yaegi tidak tahu harus menanyakan apalagi. Ia memilih untuk segera merebahkan diri ke atas kasur empuknya.

“Yeon –ah.. jalja.” Yaegi bersiap untu menarik selimut.

“Ye, jaljayo..”

Namun tidak sampai hitungan detik Yaegi merebahkan tubuhnya, ponsel yang ia taruh pada meja kecil di sisi kanannya berbunyi menandakan sebuah pesan. Dengan sigap tangan Yaegi membuka pesan tersebut.

Flip.

‘Aku di luar.’

Pesan singkat itu membuat Yaegi kembali bangkit. “Yeon –ah. Aku keluar sebentar .” Yaegi beranjak turun dari tempat tidur.

Woo Yeon menoleh, “ hmm. Suami mu pulang?” Woo Yeon seperti ingin kembali bangun dari duduknya.

Yaegi menahan cepat, “ye. tapi kau tidak perlu kemana – mana. Kris  tidur di dorm. Tempat kita bersebelahan. Jadi kau tenang saja.”

DEG! Satu hal yang baru Woo Yeon ketahui setelah beberapa jam ia berada di kediaman Yaegi.

“Yasudah, aku tinggal dulu ya.” Yaegi menguncir asal rambutnya dan berjalan keluar kamar.

Gerakan jemari Woo Yeon yang semula dengan cepat berkutat pada keyboard netbook, mendadak berhenti. Woo Yeon terpaku untuk beberapa saat..

“Bersebelahan?” gumam batinnya  pelan.

Woo Yeon memejamkan matanya sesaat, mencoba menepis hal – hal yang baginya tidaklah penting saat ini. “Entahlah.. “ Woo Yeon kembali memasang headphone dan melanjutkan aktivitas seakan tidak terjadi hal serius.

ooOoo

“Dari mana coklat – coklat ini? Aku sudah sikat gigi.”

“Yasudah kemarikan.” Kris merampas bungkusan coklat almond dari pangkuan Yaegi.

Yaegi merampas balik , “andwaeyo..” Meskipun terus menolak dan protes sejak tadi, tapi Yaegi terus mengunyah coklat – coklat tersebut tanpa henti.

Kris tertawa kecil. “Kau bilang sudah sikat gigi, kenapa masih di makan juga? Cih..”

“Nanti kan bisa gosok gigi lagi..” kedua mata Yaegi membentuk lengkungan senyum, ia menyeringai lebar.

Kris kembali menatap layar TV, sementara Yaegi mulai menjatuhkan kepalanya di pangkuan Kris dengan terus menikmati sebungkus coklat yang di bawa oleh suaminya itu

“Ahh.. ini kado ulang tahun Kai?” Yaegi melihat tulisan yang tersemat pada bungkusan tersebut.

“Uhm. Fans memberinya banyak hadiah dalam bentuk makanan.” Kris mengangguk tanpa mengalihkan tatapannya dari layar kaca.

Yaegi mendongak melihat wajah Kris yang ada di atasnya, “jadi kau mengambilnya?”

“Di dorm juga tidak akan ada yang menghabiskan.”

“Kau mau? Aaaaa.. “ tangan Yaegi menyodorkan sebutir coklat ke mulut Kris.

Kris menggeleng pelan, “aku sudah makan banyak.”

“Jadi kau memberi ku sisa? Suami macam apa kau ini.” Yaegi menolak dagu Kris dengan telunjuknya.

“Suami tampan dan baik hati.” Chup – Kris menundukkan kepalanya dan mengecup singkat kening Yaegi.

Yaegi tersenyum menggoda, “eyh.. kau menginginkan sesuatu?” Yaegi mencubit dagu Kris.

“Jangan memancing.” Sepertinya Kris sangat tertarik dengan film aksi yang saat ini sedang tayang hingga ia hanya menjawab pertanyaan emas Yaegi seadanya -_-

Yaegi terkekeh geli. “yasudah.” Yeoja itu lanjut membuka bungkusan coklat berikutnya.

“Kris –ah aku bisa gendut..” Yaegi berbicara dengan mulut penuh.

Kris hanya mengusap rambut Yaegi tanpa berkomentar apapun. Matanya masih terpaku pada layar TV.

“Ah ye. Besok aku ke Lotte World bersama Woo Yeon. Aku juga ingin membeli piyama baru. Piyama ku selalu hilang tidak tahu dimana.”

“Kyubin sudah sembuh total?  Jangan terlalu banyak mengajaknya bepergian dulu.” Tangan Kris masih bergerilya di sekitar puncak kepala Yaegi.

“Woo Yeon mengatakan Kyubin sudah jauh lebih baik.”

Kris mengangguk kecil, “ kalau begitu pergilah.”

Plak!

Tepukan tangan Yaegi pada dagu Kris membuat namja itu terlonjak hebat. “Nyonya Wu!” Kris mendengus kesal, ia sangat terkejut.

Yaegi yang masih tidur di pangkuannya membalas tatapan Kris tak kalah kesal, “kenapa mengabaikan ku!”

“Siapa yang mengabaikan mu? Aku hanya menonton Tv..” Kris menunjuk arah TV. Yaegi menoleh ke atas meja, ia memiringkan sedikit kepalanya dan meraih remote TV.

Bip. Yaegi menekan tombol ‘off’.

“Kenapa di matikan!” Kris merampas remote  TV dengan cepat.

Yaegi akhirnya bangun dari pangkuan Kris, “wae?! Karena artis itu mirip dengan Nona Yoon mu!” Yaegi menunjuk layar TV yang sudah tidak menyala.

Kris langsung menautkan alisnya, ia berdecak bingung. “Nona Yoon siapa? Itu film aksi. Tidak ada peran yeoja nyonya Wu!” Kris menghidupkan kembali layar TV.

“Ah mollayo! Kau setiap hari bertemu dengannya kan! Ayo mengaku saja!” Yaegi tiba – tiba sesungutan tanpa alasan.

Kris hanya menatapnya heran. Emosi Yaegi beberapa hari terakhir sering meledak – ledak. Mereka seakan bertukar posisi yang dahulu.

“Kau kenapa hmm? Sedang datang bulan?” Kris menanggapi Yaegi dengan sabar. Perlahan ia menggeser duduknya agar dapat menangkup wajah Yaegi dengan kedua tangannya.

“Lupakan.” Yaegi membuang pandangannya dan kembali membuka bungkusan coklat.

“Hey..” Kris membalikkan lagi wajah Yaegi agar menghadap kepadanya.

Yaegi yang sedang mengunyah kembali bersuara dengan mulutnya yang penuh, “jangan terlalu dekat, Woo Yeon bisa saja keluar.”

Kris memperhatikan Yaegi & bungkusan coklat pemberiannya secara bergantian. Yaegi hampir menghabiskan sebungkus besar coklat tersebut. “Yaegi –ya..” panggil Kris pelan.

“Wae?” Yaegi masih asik menikmati coklatnya.

“Kau hamil sungguhan?”

Saat itu juga Yaegi menghentikan kunyahannya. Ia menoleh pada Kris dengan tatapan kesal, “itu testpack baru. Kau bisa lihat garisnya hanya ada satu. Bukan dua. Jika hamil itu dua. Aku sudah menjelaskannya berkali – kali Wu Yi Fan! Kenapa terus bertanya — “

“Kenapa marah – marah!” satu pekikan Kris membuat Yaegi terdiam.

“Gulp – “ Yaegi menelan semua coklat yang di dalam mulutnya dalam satu waktu. Ia mulai khawatir jika Kris berbalik marah padanya.

Ceklek –

Suara pintu membuat keduanya menoleh ke belakang. “Yeon –ah..” Yaegi langsung bangun dari sofa ketika melihat Woo Yeon melangkah keluar kamar dengan cardigan hitam membalut piyama tidurnya.

“Boleh aku tahu password apartement mu? Aku ingin keluar sebentar.” Woo Yeon menghampiri keduanya.

“Kau mau kemana malam – malam seperti ini?” Yaegi tidak langsung mengiyakan. Sementara Kris masih tetap di posisinya, namja itu justru kembali larut dengan tayangan film aksi.

“Aku ingin mencari udara segar. Mata ku sulit sekali ku pejamkan.” Woo Yeon mengutarakan alasannya. Ya, itu adalah kebiasaan aneh yang seringkali ia lakukan sejak menetap di Ausi. Berjalan dan menghabiskan waktu sendiri di malam hari, dan akan pulang ketika rasa kantuk mulai menyergap.

“Tapi udara di luar sangat dingin Jung Woo Yeon –ssi.” Kris akhirnya ikut menoleh.

“Gwaenchaseumnida.” Tukas Woo Yeon singkat.

“Passwordnya sama dengan nomor apartement.” Yaegi menunjuk arah pintu.

Kris mendongak menatap Yaegi. “Mwo? jadi kau belum menggantinya? “

Woo Yeon tersenyum kecil karena melihat Yaegi shock karena Kris.

“Belum. Aku tidak memiliki ide untuk passwordnya.” Yaegi menggeleng santai.

“Tanggal lahir ku saja.” Kris menunjuk dirinya sendiri.

Yaegi langsung menggeleng. “Itu terlalu mudah.”

“Geurom. Aku permisi dulu.” Suara Woo Yeon membuat fokus Yaegi & Kris kembali.

“Yeon –ah, pakailah sesuatu yang tebal.” Yaegi memandangi cardigan Woo Yeon yang mungkin tidak dapat menahan hawa dingin di luar sana.

Woo Yeon melihat penampilannya sesaat, “tidak masalah. Aku mungkin hanya berkeliling di sekitar sini.”

Yaegi mengangguk kecil, “baiklah. ”

Woo Yeon segera melangkah menuju pintu keluar dan..  Blam!

“Dia aneh juga..” Kris melihat ke arah pintu yang baru saja kembali tertutup rapat.

“Dia cantik, bukan aneh.”

Kris langsung menoleh pada Yaegi yang kembali duduk disebelahnya, “kau kenapa Nyonya Wu? Haha.” Kris mencubit pipi Yaegi gemas.

“Aak! Jangan sentuh aku!”

Sementara itu ..

Blam! Dalam waktu yang sama dua pintu tertutup dari arah luar secara bersamaan. Woo Yeon yang baru saja hendak melangkah  dari depan pintu apartement tiba – tiba mengeras pada posisinya..

Seseorang  dari apartement yang bersebelahan dengan apartement Yaegi membuat Woo Yeon tidak ingin bergeming lebih dulu.

DEG! Sosok itu juga melihatnya. Woo Yeon reflek membungkuk pelan tanpa bersuara.

“Woo Yeon –ssi..”

To Be Continue ..

Aloha !😀

Long time no see long time no see \ala TOP/😀

Yehey ~ Series yang sepertinya banyak di nanti – nanti akhirnya muncul juga. \kecup ace/

Sedikit pencerahan untuk judul yang aku angkat kali ini..

RIDICULOUS .. kenapa menggelikan? Karena kisah mereka memang akan sangat sulit di terima oleh kenyataan. Mungkin bisa di katakan complicated bercampur absurd -_-

Happy Reading :*

Semua komentar akan selalu aku usahakan untuk di balas satu persatu. Muaaahh😀

284 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES ‘XingYeon’ RIDICULOUS – Chapter 1

  1. long time no see… long time no see.. long long time no see ^_^..
    kembali lagi dengan han jaerin disini /plak/ reader dn komentator sekalian mc disni -_-
    eung…. /mikir dlu/

    Yeeehhheeeyyyy… kyubin muncul… aaaaaaaaaa…. long time no see ><.
    next chap…. fighting

  2. Akhirnyaaaaa layeon keluar jugak… Agak bingung sih ama kapel yang ini. Lay terlalu aLAY #ditusukLay
    Pokoknya aku harap mereka bakalan balikan secepatnya deh… Next chapter ditunggu eon😀

  3. itu pasti lay, gak salah lagi *sotau* jay itu sifatnya kurang lebih kaya lian, mungkin kebanyakan makan kripik kentang ya -_-
    di chap selanjutnya bikin adegan kyubin main sama chansha pasti lucu. kris sama yaegi selalu gaje bin absurb tapi lucu gitu wkwk. gak sabar nunggu next chapnya😀

  4. yeaaaayyy!! Xingyeon series akhirnya ada lagi>< udah lama penasaran sama kelanjutan hubungan mereka^^ Please hubungan mereka dibikin happy ending ya thor😀 ㅋㅋㅋㅋㅋ~
    Next chapter ditunggu ya thor^^ Fighting!!!!

  5. Waaah dah lama bnget g buka blok ni dh banyak ja critanya q jd ketinggalan bnyak nh,mian thor q bru komen d sini critanya mkin bgus ga bsa bilang apa2 lg dh.udah ah bingung mo bilAng aapa.q mo bca yg trtinggal dlu ja dh

  6. aaaa akhirmya series baru, tp blm baca yg part akhir no more gegara jd mahasiswa tingkat akhir nih.hehehe *curhat* * msalah buat L*.haha

    chiyaaa, couple complicated unicorn ama dokter cantik beredar jg. sejujurnya couple paling nyelekit ya mereka ini, terus susoo, baru hanna couple. sukasukasuka. abis mereka ni kisahnya bikin greget. lay yg suka plin plan, yeon yg suka pasrahan orangnya.haha tp bikin mereka jgn jadian pleaseeee.wuahahahaha *jahat* abis menurutku keadaan mereka bagus kaya gini, saling nyakitin tp ngangenin, bikin greget gt. pernah baca yg lay nyakitin yeon gitudeh lupa, dan itu feel nya dapet bgt, sampe nangis beneran. beda sama yg pernah baca, lay sempet jadian ama yeon itu yaa, malah seneng biasa aia gt, ga greget.haha tp bikin lay nyesel jg bisalah disini.haha
    okeee itu review lay.

    buat yaekris couple. wisssss sakarepmu lah~ hahaha
    mau “baju piyama ilang terus gatau kemana”, mau “pengen sesuatu lah”, mau “pertanyaan emas lah”, mau colek colekan boleh deh boleh, serah deh serah dah. hmmmmm gemesssss. yg penting rated nya 17.wuahahahaha *jedotin kepala gue skrg juga* haha

    ngomong2, kyubin itu umurnya berapa ya? terus mau protes sama yg punya apartemen, kenaa kamarnya cuma dua hah?wkwkwk jadi kan kris…..ya gitu…..gabisa…..ada woo yeon.hahahahaha
    oya buat istilah2 yg tdk umum, bener juga sih di italic aja, ato ksh penjelasannya di bawah. sama…. sekarang asajarang nyempil fakta exo di ceritanya ya. biasanya kan….hehehe

    well jiayou~

    • sukses ya buat kuliah kamu hwaiting dear!🙂🙂
      Gahahhahah Lay emang cocok sendiri *digampar*
      Kyubin itu umur 5 tahun😀
      jiaaahhh kagak tau siapa yang bikin apartementnya -_- hhahahahah
      iyaaa Fakta EXO aku masukin tapi udah ga pernah aku bikin keterangan lagi. Tapi kalo buat fakta permanen aku tandain kok😀
      gomawoooo :* :*

  7. Lanjut eon…jangan lama2, buat critanya yg panjaaaaaaaaaaang ya hehe…mkin dibanyakin member exo moment,,,gomawo eon

  8. kyubiiiiin bogoshipo #kecup
    jay??wah kyanya jd saingan lay.
    tp.tp.tp..kok jay knal lian yah? O.o
    krystal disini blm muncul ya?
    aku ksian sm krystal nih,ksh dia pasangan..😉

  9. weyeyeye akhirnya mrk keluar hampir terlupakan couple ini hehe
    eh kok ada kyuhyun di poster??? jgn2 cewek move on-nan kyuhyun si yeon lg!???! kalo bnrn iya kesian kyuhyun keserobot anak EXO trs hahaha

  10. Eonniiiiii! Kau membuatku ingin memakan laptop ini! (?) Greget abis pas liat TBC ><

    Kyubin-a! Aku merindukanmu! Kyubin masih ingat sama Appa Kris, terharu jadinya. Heuw T.T

    Jay Wang? Wang Lian? Mereka sodaraan? Tapi Lian kakaknya Nana.. Sampe di Ausi aja Lian dikenal orang. Salut lah keripik kentang! 'o')bbbb

    next, jiayou eonni~

  11. wah…kayaknya di series bakal rame deh ada yae-kris, su-soo, ji-tao, trs sm xing-yeon…
    sayang nana udh ke jepang coba kalo blm bakalan tmbah rame deh kayaknya…hehehe
    itu kayaknya lay ya yg ktemuan d dpn sm woo yeon?
    duh ak ga pngen mereka sad ending soalnya woo yeon baek bgt selalu bantuin yaegi di saat yg ga terduga selama ini,mana pas putus dlu nyesek bgt lg
    please bgt bikin mereka balikan, eon …

  12. eonni, annyeong:))
    komen-komen aku sebelumnya masuk semua kan? Ntar disangkain sider lagi-,-

    akhirnya couple XingYeon:)) tapi jiji ngapain ke korea, eon? Dia kerja sama Yeon?

    Jangan bilang Yeon itu cewe yang dimaksud Kyu oppa waktu ngobrol sama Kris ge? Aduh plis deh oppa, jangan ganggu kisah asmara yang rumit ini-____-

    kyubin~aaa, nunado bogoshippo:*{} lama ga muncul tambah ngegemesin aja nih.

    Oh iya eonni, Lian ge sodaraan yah sama Jay Wang?

    Lanjut terus, eonni. We are one!!!

  13. Annyeong eomma! Udh lama bgt rasanya kta ga ngobrol-_-. Mian eomma, aku jrang muncul ya? Tenang aja aku msh d sini kok😉. Cepetan apdet eomma. Penasaran ih,, lgi asik bca tobeco nyangkut terus-,-. Jia you eomma,, anak mu mendoakanmu:*

      • Kekeke😀. Sibuk sekolah mak. Bntr lgi mau UN and UAS. Aak! Masak aku ga ada d grub lagi-_-. Udh ya mak? Eoh oke oke aku baca dlu. Doakan aku eomma :*

  14. Asik akan kah kisah bang lay berakhir bahagia kaya si bang luludan bang lay.siap2 dikecengin sama si rusa ganteng kekeke.keep writing thor

  15. .eaaaaa , sape tuh ??
    .aaaaaaa .. anak kesayanganku muncul >.< *cipok kyubin !! tapi duo gembul mana ya ?? namanya doang yang muncul ..
    .eh eh napa orang yang bermarga wang gila semua ya ?? -_- tuh orang juga nyebelin – nyebelin gimana gitu macem lakik saya *hug lian ..
    .lanjutlah .. emang judulnya cocok .. gila stress oon konyol .. lay bgt tuh …😀

  16. Eonni >< yeheet~~ bru buka wordpress eonni udh ad chappie bru~ kyubin-ahh sini ke nuna yg yeppeo ini jodohin nuna sama appamu yg evil doong *diglaresamakyu* *pingsan*
    Kris mau aegi lagi?😐
    eonni lanjutnya jgn lama yaa FIGHTING YAEGI EONNI (9^▽^)9

    • Yeheeetttt kemana aja? kkkk😀
      Gahahahah ini modus amat. Kybin ga bakal mau, pasti ini ibu tiri cuma mau ama babenya doang *plak😀
      Kagak. Kris ogah aegi lagi. ENtar pajak negara naik -_-
      Ndeee jagi. muahhh

  17. Syukurlah kyubin udah hampir sembuh… Hmmmm.. Kasian woo yeon.. Woo yeon-ah, fighting.. Jgn galau mulu yaaa… Kkkkk… Kyaknya bakalan panjang ni critanya.. Penasaran.. Pake banget.. Hehehe..

  18. anneyonghaseyo…rui lee imnida..
    rui pengunjung baru nih ^^
    ga nyangka rui kesasar di blog ini. nemu fanfict Lay pula ^^ senengnya…..kkkk…
    rui ijin gabung, ne??? hehehe..btw ini rui manggilnya apa, nih? eonni?

  19. kyubin muncuuull yeay! kangen sama bocah ini, dia masih nelum sembuh?
    “yx” itu Lay ya? trus yg keluar dari dorm yg samaan sama woo yeon juga lay ya
    semoga lay sma wooyeon bersatu lagi

  20. eiiihhhhhh…. kakak kece balik lagi..
    kyubiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn… kangeeeeeennnn…bibin sekarang dah besar ya? hayooo ngaku,,kamu dsana dah naksir sama yeoja ya?
    yeon is back… kok ada si kripik juga? gmana dia kenal sama si kripik?
    ahhhh..ini q yg lemot apa pikun ya? ahahhaha
    yeye…mau dong coklatnya yak..lagi laper ini,,tak ada makanan di rumah…
    jiji balik lagi? hadeeeehhh,,,ji mana itu utang nya?katanya mau bawain ikan tuna sebagor?
    q mau baca lagiiiiiii

  21. hihihi heppy gini sama cerita cinta yang menggenaskan(?)
    eon eon usul ntar sehunnya tiba” muncul supaya cetar ngasih penceraan” gitu
    ya walau aku gak yakin itu sehun ngeri gak yang dia omongin
    kyubin balik lagi kekeke~ fighting eon

  22. jgn bilang woo yeon papasan sama Lay,,,,, lay kan yg manggil????
    akhir y Cho Kyubin muncul… kasian bgr sih dia sakit parah gt to seneng dia busa kumpul sama yaegi lagi n semoga selama y tinggal ma yaegi cho kyubin y….

  23. aku penasaran sama jay wang..knp dia punya marga yg sama dgn lian..trus siapa pasien inisial YX? Apa bnrn dia sakit? Jd rada rumit..

  24. Mereka sehati sekali ya
    keluar pun sama walau tanpa pemberitahuan
    akankah nasibnya sama seperti susoo hanna yg balikan lagi???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s