EXO SPECIAL SERIES ‘XingYeon’ RIDICULOUS – Chapter 2

1395382_463247257127853_117550675_n

Written By : Ulfa Muriza – @Yaegi_Cho11700 | Poster By : Juwita

Zhang Yi Xing | Lay EXO – M

Jung Woo Yeon | Pemeran Fiksi | Dokter Keluarga Cho

Jung Soo Jung | Krystal F (x)

Kyuhyun Super Junior

Wu Yi Fan | Kris EXO – M

Cho Yaegi | Pemeran Fiksi Resmi

Wu Geum Chan |  Wu Geum Sha | Pemeran Fiksi Resmi

EXO | Manajer EXO  | Staff SM  | dan beberapa pemeran pendukung fiksi / non fiksi yang akan kamu temukan dengan sendirinya😉

Rating R (Restricted) – 17 ! Di rekomendasikan untuk Xonji – Xonam yang sudah berumur 17😀

Romance – Family – Sad – Friendship

( Yang pusing dengan hal – hal percintaan anak EXO, jangan baca😀 )

Dilarang keras menjiplak! Dilarang keras copy – paste ! Jadilah pembaca cerdas, mandiri,  kreatif dan positif🙂

It’s Belong To Me

OST  ::  2AM _ I Wonder If You Hurt Like Me

Enjoy Your Reading – Sasasarangieyoooo😀

“Semua bisa saja terjadi meskipun kau sudah memutuskan hal yang tepat dalam waktu singkat. Semua hal bisa berubah menjadi tak menentu..

It’s so.. RIDICULOUS”

ooOoo

“Ne. Oraenmanida (lama tidak berjumpa).” Woo Yeon kembali menunduk sopan ketika namja yang berdiri disana mendesiskan namanya.

Namja itu ikut membalas salam Woo Yeon , “ye. Oraenmaneyo.”

Woo Yeon mengatur nafasnya agar ia bisa bersikap setenang mungkin. Ia  melangkah melewati namja yang sebenarnya adalah alasan mengapa ia tidak ingin menetap di Korea  untuk beberapa waktu, Zhang Yi Xing.

Kedua mata & gerak kepala Lay mengikuti sosok Woo Yeon yang berlalu begitu saja masuk ke dalam lift.

TING!

Lift yang di naiki Woo Yeon lebih dulu tiba di lantai dasar. Ia membenarkan letak cardigan yang dipakainya  dan berbelok menuju  gerbang belakang apartement. Disana terdapat jalan pintas  menuju  sungai Han. Woo Yeon terus berjalan tanpa menoleh ke belakang, meskipun ia mengetahui jika ada derap langkah lain yang mengikuti jejaknya. Woo Yeon dapat merasakan dengan pasti bahwa Lay lah sosok yang terus mengikutinya . Lay memakai penutup kepala yang terdapat pada jaketnya  agar tidak mudah dikenali oleh orang.

Woo Yeon berhenti pada sebuah bangku taman yang berada beberapa jarak dari tepi anak sungai Han. Ia duduk sambil menikmati gemerlapnya suasana malam kota Seoul yang jauh dari keramaian. Woo Yeon bukan tidak menyadari jika Lay juga sudah berdiri tepat dibelakangnya, namun … itulah seorang Jung Woo Yeon. Mungkin Woo Yeon tidak pernah belajar bagaimana caranya untuk berbasa – basi.  Woo Yeon merogoh saku piyama yang sengaja ia selipkan earphone bermotif ‘tweety.’ Lalu ia  menyambungkan earphone  itu pada  ponsel seri  S5 miliknya.

Sementara itu Lay, sosok yang sedari tadi terus terabaikan oleh Woo Yeon mulai tersadar. Lay mengerjap – ngerjapkan matanya kebingungan sambil melihat sekitar, “kenapa aku justru mengikutinya? Aku kan mau ke Dorm K.” Lay berbisik dalam hatinya. Akan tetapi, sosok Woo Yeon yang membelakanginya, membuat Lay enggan untuk beranjak pergi. Lay juga tidak tahu apa yang harus ia perbuat di hadapan gadis ini.  Tetapi seakan kinerja otaknya memerintahkan Lay untuk maju selangkah tepat pada bangku  yang di duduki oleh Woo Yeon.

Woo Yeon  mendongak,  dua bola mata coklat nan indah itu menatap Lay sedikit lama. Pada saat Lay hendak mengalihkan pandangannya ke arah lain…

“Duduklah.” Woo Yeon dengan santai menggeser sedikit posisinya agar Lay juga bisa duduk pada bangku yang sama.

“Ah ne.” Lay mengangguk polos. Sekali lagi, Lay tidak mengerti siapa yang menyuruhnya mengiyakan tawaran Woo Yeon untuk duduk.

Sesaat keduanya terdiam cukup lama,  terhanyut oleh pikiran masing – masing…

Woo Yeon menikmati alunan musik yang menggema pada kedua telinganya. Sedangkan Lay,  sesekali mencuri pandang melihat  wajah Woo Yeon  yang melekuk sempurna dari arah samping.

“Kenapa aku jadi duduk disini?” Lay mendesis pelan. Untuk kesekian kalinya Lay menoleh lagi pada Woo Yeon yang masih  menatap lurus ke depan sambil bersenandung kecil mengikuti setiap bait lagu yang mengalun merdu pada kedua telinganya.

“R-rambut.. rambut mu sudah panjang..”

Woo Yeon reflek menoleh pada Lay yang seperti sedang menunjuk sesuatu darinya, dengan segera ia melepas salah satu earphone yang terpasang, “ye? kau mengatakan sesuatu?”

GULP! Sangat jelas terdengar saliva yang  di teguk Lay dengan susah payah. Tatapan kedua mata coklat Woo Yeon membuat Lay susah untuk berkedip. “D-dia.. d-dia dokter di rumah sakit itu..”tatapan Woo Yeon membuat Lay mengingat lagi pada saat  pertama kali ia  dan Woo Yeon bertemu. Woo Yeon menyapanya yang sedang berdiri pada pintu ruang rawat inap Yaegi dan ketika ia berbalik… nyaris  sama dengan tatapan mata Woo Yeon seperti saat sekarang. Sorot mata yang bisa melumpuhkan sosok Yaegi dari dalam pikirannya dalam sekejap.

“Yixing –ssi? Yixing –ssi ? Zhang Yixing –ssi gwaenchana?”

“Oh! Ah ne? Ah aniya. Gwaenchanayo.” Lambaian tangan Woo Yeon membuat Lay tersadar. Lay berusaha mengatur detak jantungnya sebaik mungkin.

“Yixing –ssi sungguh kau baik – baik saja?” raut wajah Woo Yeon penuh tanya bercampur rasa khawatir.

Lay mengangguk cepat, “aku tidak apa – apa.  Jinjjayo ( sungguh tidak apa – apa). Itu.. rambut mu sudah panjang.. “

“Ye?” Woo Yeon mengernyit bingung.

“Yang aku katakan barusan rambut mu.. rambut mu sudah panjang..” dengan segenap kegugupan  Lay menunjuk rambut Woo Yeon sebagai alibi. -_-

Woo Yeon yang mendengar celotehan aneh Lay berusaha untuk menerimanya dengan akal sehat, ia mengangguk tanda mengerti. “Hmm.. rambut mu juga..” Woo Yeon melihat poni Lay yang sedikit terlihat.

“Ah  itu karena kami memang selalu mengganti hairstyle..” jawab Lay polos. Woo Yeon mengulum senyumannya, “ah.. geuraekhunyo (oh begitu).” Lalu.. Woo Yeon pun beralih lagi menatap lurus ke depan.

Semilir angin musim semi kembali membuat keduanya diam tak bergeming …

Lay tidak memiliki hal yang ingin ia katakan. Tetapi dia juga merasa  enggan untuk beranjak  pergi.  Ia terus memperhatikan wajah Woo Yeon dari samping.  Gadis itu sedikitpun tak berbalik menoleh padanya.

“Kenapa dia begitu dingin?” Lay  bergelut dengan batinnya. Sikap datar Woo Yeon & tak banyak bicara membuatnya ragu untuk sekedar menanyakan kabar.  Terlintas pada benak Lay bahwa perbedaan sikap  Woo Yeon sangat berkaitan dengan apa yang ia lakukan di masa itu.

Baru saja Lay memalingkan wajahnya ke sudut lain.. DEG! Lay  kembali menoleh pada sisi kirinya dimana Woo Yeon duduk. Lay merasakan bahu kirinya menopang  sebuah beban..

“Bagaimana kabar mu? Kau sehat kan?”

Lay benar – benar tidak memiliki daya apapun saat ini. Woo Yeon dengan tiba – tiba menjatuhkan kepalanya di bahu Lay dan bersuara ..

“Ne. Sehat. K-kau?” Lay merasa sekujur tubuhnya berubah kaku, ia bertahan untuk menopang kepala Woo Yeon. Rasanya tidak ingin jika Woo Yeon kembali mengangkat kepala dari pundaknya.

“Hmm. Aku sangat baik.” Woo Yeon memejamkan kedua matanya, mencoba merasakan hawa sejuk angin musim semi. Woo Yeon sangat menyadari dimana ia sedang menyandarkan kepalanya saat ini. Sebuah pundak yang pernah membuatnya terluka  di masa lalu.

“Jika mengantuk, pulanglah. Ini sudah —“

“Udara Seoul sangat sejuk.” Woo Yeon masih memejamkan matanya sambil bermeditasi pada pundak kiri Lay.

Lay mengangguk saja, “hmm. Iya, sejuk.” Tanpa sepengetahuan Woo Yeon, Lay   mengarahkan telapak tangannya sendiri tepat pada sumber detak jantung yang sedang  berdegup kencang, “jangan terlalu berisik..” ia mendengus kecil melihat arah dadanya sendiri.

“Hufh – “ Lay menghembuskan nafas sepelan mungkin agar detak jantung itu  berhenti bersuara, ia tidak ingin  Woo Yeon ikut  mendengarnya.

“Woo Yeon –ssi..” Lay menggerakkan sedikit pundaknya dan mengintip wajah Woo Yeon yang tertutupi oleh helaian rambut.

“. . . . . . “ hening,  tak ada sahutan.

Lay membenarkan sedikit posisi duduknya. “Jung Woo Yeon –ssi.. “Ia bersuara lebih jelas. Tetap tidak ada respon.

“Yeon –ah..” Lay  menggunakan panggilan informal, “Woo Yeon –ah?” ia  menepuk pelan pipi Woo Yeon. Tetap tidak ada jawaban.

DEG!

“Ya tuhan?!” Lay dengan cepat menahan kepala Woo Yeon yang merosot dari pundaknya. Itu sedikit mengejutkan.

“Dia tidur..” desis Lay pelan.  Namja itu  masih menopang kepala Woo Yeon dengan kedua tangannya.  Perlahan kedua tangan Lay membawa Woo Yeon untuk bersandar  pada dada bidanganya. Lay menjadikan dadanya tempat Woo Yeon untuk bersandar agar posisi tidur yeoja itu terasa lebih nyaman.

“Dia benar – benar tidur. “ Lay  tidak percaya jika dalam sekejap Woo Yeon sudah dapat terlelap.

“Parfum mu.. kau masih memakai parfum yang sama geutchi?”

Lay terlonjak. Ternyata ia salah. Woo Yeon tidak benar – benar tertidur, atau Woo Yeon memang tertidur lalu terbangun  karena posisinya yang di pindahkan oleh Lay.

“Hmm. Ne, masih sama.” Lay mengangguk pelan.

“Joaheyo. Aku sangat menyukai aromanya.” Woo Yeon tidak beranjak sedikitpun dari dekapan Lay.

Cukup lama Lay tidak berkutik dan membiarkan Woo Yeon  untuk berdiam lama di dalam dekapannya. Aroma lembut musk bercampur almond oil yang menyeruak dari puncak rambut Woo Yeon membuat indera penciuman Lay seakan ingin terus seperti ini, keharuman yang hanya akan   ia temukan disini. Aroma khas dari seorang Jung Woo Yeon.

Perasaan Lay lambat laun berdesir menjadi sesuatu yang sulit untuk ia lukiskan.  Lambat laun ia meletakkan satu tangannya pada puncak kepala Woo Yeon. Semuanya terjadi begitu saja. Gerakan tangan Lay menyapu lembut setiap helaian rambut Woo Yeon, ia seperti menemukan sesuatu yang disebut dengan kenyamanan yang luar biasa ketika Woo Yeon berada di dalam dekapannya.

“Mianhaeyo..” satu kata  terucap dari bibir namja berlesung pipi itu. Tiba – tiba saja gambaran masa lalu melintas di benak Lay. Rasa bersalah yang mulai menjelma menjadi rasa takut. Rasa takut jika Woo Yeon benar – benar tidak lagi melihat padanya. Rasa yang Lay sendiri menyebutnya dengan hal yang sangatlah tidak masuk akal. Karena hampir genap satu tahun ia tidak lagi mendengar kabar tentang dokter cantiknya itu. Dan… ketika sosok itu kembali, hingga tanpa alasan berada di dalam dekapannya saat ini… rasa yang sempat goyah itu seakan kini kembali menyeruak menyusup pada relung hati seorang Zhang Yi Xing.

“Untuk hari itu, aku sungguh bersalah. Mianhanda.. ” Lay berbisik lembut.  Woo Yeon diam tak bergeming, mungkin yeoja itu kembali melanjutkan tidurnya.

“Maafkan aku. Saat itu — “

“Kita baru saja bertemu disini. Apa yang perlu di maafkan?” ternyata Woo Yeon tidak benar – benar terlelap kembali. Ia menyanggah cepat apa yang hendak Lay utarakan.

“Kau mengganti nomor ponsel mu?”

“Ani.” Woo Yeon menggeleng dari dalam pelukan Lay.

“Kau tidak bisa di hubungi..”

“Aku sibuk.” Sahut Woo Yeon lirih.

Lay berhenti mengusap  puncak kepala Woo Yeon, “hmm.. ne.” Ia mengangguk mengerti.

Woo Yeon akhirnya beranjak bangun dari sana. Ia menata rambutnya yang sedikit  berantakan, “gomawo..” Woo Yeon menunjuk dada Lay mengisyaratkan bahwa ia berterima kasih untuk sandaran  yang di berikan Lay barusan.

Lay mengangguk dan lebih dulu berdiri. “Ayo. Kita pulang.”

“Hmm.” Woo Yeon ikut bangun. Ia memasukkan kembali ponsel dan earphonenya ke saku piyama. Woo Yeon  menggerakkan tangannya untuk  membenarkan posisi penutup kepala Lay agar kepala namja itu tidak terjamah oleh embun malam.

“Tetaplah sehat seperti ini. Jangan pernah jatuh sakit. Arachi?”   sentuhan hangat tangan Woo Yeon  menyapu lembut pipi namja bermarga Zhang itu. Ada sedikit rasa sesak yang Woo Yeon rasakan ketika ia harus mengingat bahwa namja di hadapannya itu menderita suatu penyakit yang cukup serius. Woo Yeon sebisa mungkin menahan getaran kesedihannya ketika ia mengucapkan kalimat itu.

“Ne. Kau memang dokter sungguhan.” Lay hanya berpikir bahwa itu hanyalah perkataan dokter kepada pasiennya. Sentuhan tangan Woo Yeon lagi – lagi membuat darahnya berdesir. “Kau juga. Meskipun kau seorang dokter, bukan berarti kau akan sehat selalu kan?”

Woo Yeon menarik seulas senyum, “ne, arasseo.”

“Yeon –ah. Bisakah seperti itu?” Lay meninggalkan satu kata dalam kalimatnya. Woo Yeon mengerti dengan bahasa Korea Lay yang sedikit masih kurang sempurna itu, “hmm. Panggil aku bagaimanapun  yang kau ingin. Buat diri mu senyaman mungkin ketika memanggil ku.”

Lay ikut menarik ulasan senyuman. “Yasudah, ayo.”

Mereka menapaki jalan yang penuh dengan kerikil – kerikil kecil untuk  menuju apartement. Seolah semua bersitan masa lalu sirna begitu saja. Seperti malam yang akan segera di gantikan oleh siang.

Apakah itu sebuah pertanda bahwa mereka  masih berharap masa itu kembali lagi dan menggantungkan harapan satu sama lain? Entahlah, terkadang waktu sukar untuk menjawab semuanya dalam waktu yang singkat. Ya, Lay maupun Woo Yeon belum dapat mendeskripsikan arti dari semua yang mereka lewati beberapa saat lalu. Bisa saja… itu hanyalah perasaan  sesaat karena  terbawa oleh suasana malam  yang kian larut.

ooOoo

Keesokan paginya..

“Ny. Wu, aku bisa terlambat. Hey.. kau kenapa?”

“Ah sebentar lagi saja. Tidak mau. Kenapa kau pelit sekali? Sebentar lagi.”

Geuge aniya. Aku harus ke SM, lalu  siang ini kami akan ke Cina. Besok aku juga sudah kembali. Lepas ya?” Kris sudah berkali – kali mencoba menggeser lingkaran tangan Yaegi yang  sejak tadi memeluk dan bersandar di dadanya. Kris sengaja bangun lebih awal agar dapat bertemu dengan Yaegi lebih lama  sebelum mereka  bertolak menuju Beijing siang ini.

Yaegi terus menggeleng, ia  tidak mendengarkan Kris. Yaegi masih saja memeluk erat suaminya itu. Tidak perduli jika Jiji ataupun Woo Yeon bangun dan melihat mereka yang masih berpelukan di depan pintu apartement.

“Kris –ah.. jika tidak pergi tidak bisa ya?” Yaegi menenggelamkan wajahnya pada dada Kris. Ia sangat menyukai parfum elixir ice yang selalu menjadi aroma khas dari tubuh Kris.

Kris tertawa karena pertanyaan itu. “Ny. Wu kau ini kenapa? Aigo.. istri ku mimpi berjalan ternyata.” Kris meraba dahi Yaegi untuk mengecek suhu tubuhnya.

“Aku serius Kris –ah..” Yaegi mulai  merengek. Sikapnya semakin berubah manja tanpa alasan.

“Pikachu aku tidak akan lama.” Kris melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 7.

“Pulang nanti sore saja apa tidak bisa? Wu Yi Fan.. “ Yaegi mengeratkan lingkaran tangannya.

Meskipun mulai terasa sesak, Kris masih menahannya. Ada rasa bahagia terselip di benaknya ketika Yaegi bersikap seperti ini.

“Kris –ah..”

“Hmm. Wae?”

“Kau selalu mengatai ku jelek, pendek, ceroboh, babo,  lalu apa mereka diluar sana —“

Suara  Yaegi terputus ketika Kris dengan cepat mendorong tubuh Yaegi  agar terlepas dari pelukannya, dan ..  chu ~ Kris mengecup lembut bibir Yaegi. Ia menatap intense dua bola mata Yaegi, “itu tidak benar.”

“Omo!” Yaegi tiba – tiba menutup mulutnya. Itu membuat Kris mengernyit heran, “wae?”

“Mulut mu bau sereal.” Yaegi menunjuk bibir Kris. Akhir – akhir ini indera penciuman Yaegi  juga lebih peka dari biasanya.

“Memangnya kenapa?” Kris kembali berdecak heran, rasa curiga akan pertanda Yaegi benar – benar sedang mengandung kembali terlintas di benaknya.

“Ani. Aku bisa merasakannya.”

Kris melihat layar ponselnya yang berkedap – kedip. “Pikachu  nanti aku akan menghubungi mu lagi. Ah reum noona sudah menelfon ku.” Kris benar – benar harus bergegas pergi.

“Kau tega sekali..” tatapan Yaegi kembali memelas.

“Cho Yaegi hentikan.” Kris  menutup  mata Yaegi dengan telapak tangannya. Tatapan memelas Yaegi akan membuatnya bertahan lebih lama disini.

“Kenapa menutup mata ku?” Yaegi membiarkan tangan Kris menutupi matanya.

“Jangan menatap ku seperti itu Pikachu.”

Yaegi memajukan bibirnya, “araa.. “

“Cha – jika seperti ini istri ku terlihat cantik..” Kris menangkup gemas wajah Yaegi.

Yaegi dengan cepat menepis tangan Kris, “cih.. kau hanya mengatakan itu setiap kali kau akan pergi.”

“Tentu. Jika aku mengatakannya setiap hari  kau pasti menuduh ku berbohong.”

“Itu kenyataannya.”

Ceklek –

Suara pintu kamar membuat perdebatan konyol yang nyaris terpecah itu terhenti.

“Yeon –ah..” Yaegi melihat Woo Yeon  keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah sangat rapi,  tak lupa jas putih yang merupakan ciri khas dari profesinya sebagai dokter.

“Yaegi –ya. Aku harus pergi sekarang. Mianhae,  kita tidak jadi ke Lotte World. Ada beberapa pasien yang akan menjalani operasi  hari ini. Lalu aku akan bertemu dengan  teman lama ku. Mungkin aku juga langsung pulang ke apartement ku. Jiji akan segera menyusul.” Terlihat dari gelagatnya, Woo Yeon memang  sangat terburu – buru.

“Lalu Kyubin bagaimana?” kalimat itu tercetus begitu saja dari bibir Kris.

Yaegi menyikut pelan perut Kris, “aish kau ini!”

“Nyonya Cho akan menjemputnya sore nanti. Kyubin akan segera masuk asrama.”

“Jeongmal?” Yaegi benar – benar tidak mengetahui sebelumnya.

Woo Yeon mengangguk seduktif, “ne majayo. Geurom aku permisi.” Woo Yeon melirik arlojinya dan bergegas berjalan menuju pintu.

“Ah Woo Yeon –ah kau pergi bersama siapa? Pakai saja mobil ku.”

Woo Yeon berbalik sejenak, “teman ku sudah menunggu di bawah.”

“Eyh.. jinjja? Namjachingu?” tanya Yaegi dengan nada  menggoda. Woo Yeon hanya tersenyum tipis, “aku permisi. Kris, Yaegi..”

“Ah ne ne.” Kris mengangguk pelan.

“Woo Yeon –ah kau tidak sarapan dulu?”

“Aku bisa sarapan di kantin rumah sakit. Ganda.” Woo Yeon memutar knop pintu dan menghilang di baliknya.

“Dia sungguh wanita karir.” Kris berkomentar.

Yaegi yang masih berbalutkan piyama winnie the pooh mendongak melihat suaminya yang  berkacak pinggang menghadap pintu keluar apartement, “aku juga wanita karir jika perusahaan appa itu adalah pabrik makanan.”

“Haha.” Kris terbahak. “Ani.Sebaiknya kau tetap seperti ini. Menjadi wanita karir itu berbahaya. Aku bukan laki – laki yang suka dengan kesibukan.” Kris mulai bertitah seperti seorang raja.

“Itu karena kau pemalas.” Yaegi mengerucutkan bibirnya.

Kris sudah di ujung waktu. Ponselnya masih saja berkedap – kedip menandakan panggilan masuk. “OK. Berikan aku morning kiss . Aku harus segera pergi.” Kris mendekatkan wajahnya.

Chup – tanpa menunggu lama Yaegi langsung  menempelkan bibirnya. Ia melayangkan   satu kecupan pada pipi kanan Kris. “Sudah kan? ChanSha appa hwai — “ Yaegi yang ingin  mengangkat tangannya untuk menyemangati Kris  tiba – tiba berhenti karena kedua tangan Kris sudah memegang kendali kedua tangannya.

Chu ~ Kris  mengunci bibir Yaegi dalam sekejap.  “Hmmph..” Yaegi membelalakkan matanya di sela – sela ciuman mereka, Kris memberikan French kiss di pagi hari.  Tangan Yaegi meremas kedua bahu Kris mengisyaratkan agar Kris segera menghentikannya, namun… itu tidaklah bekerja. Kris masih memiliki banyak oksigen yang membuatnya bertahan lebih lama.

Yaegi berhasil melepas pangutan itu.. “Kris –ah..” nafas Yaegi terengah – engah.

“Waeyo? ” suara lembut Kris menelusuk lembut ke telinga.

“Sudah cukup. Kau sudah terhmmp..” Kris kembali mengunci bibir Yaegi dan melanjutkan ciuman panas mereka. Tetapi baru saja berselang beberapa detik…

“Eomma.”

DEG!

Kris & Yaegi sama – sama  menolak satu sama lain dan melepaskan ciuman mereka secepat kilat ketika suara kecil itu terdengar. Geum Sha? Geum Chan? Ataukah anak sulung mereka yang baru saja kembali ? Yaegi & Kris sama – sama menoleh ke sumber suara.

“Kyubin?” Yaegi semakin tampak gugup. Wajahnya memerah. Jika ChanSha masih mudah untuk di kelabui tapi tidak dengan Kyubin yang sudah berumur 5 tahun itu.

“Eomma. Apa yang eomma lakukan dengan ahjussi ini?”

“Mwo? Ahjussi?” suara Kris nyaris meninggi. Ia hampir tesedak dengan salivanya sendiri ketika mendengar Kyubin menyebutnya ahjussi.

“Kyubin –ah. Dia Kris, Kris appa. Kau masih mengingatnya kan? Kris appa.” Yaegi mulai berjaga – jaga karena hidung Kris seperti akan mengeluarkan asap.

Kyubin yang masih berdiri di pinggir sofa memandang lama sosok Kris dengan sesekali mengerjap – ngerjapkan matanya. “Krisseu appa?” tanya Kyubin  polos. Kyubin melangkah mendekat, bocah itu  ingin memastikan. Kyubin mendongakkan wajahnya untuk melihat menara hidup yang juga menunduk melihat padanya..

“Kris –ah..” Yaegi mulai was – was. Ia memperhatikan Kris & Kyubin bergantian. Kyubin menarik satu tangan Kris lalu mencium dengan hidungnya. Lebih tepatnya Kyubin sedang mengendus akan sesuatu dari telapak tangan Kris.

“Appa..” sesaat kemudian  Kyubin berhamburan memeluk kaki Kris. “Kris appa.. “ Kyubin mengeratkan pelukannya.

Kris merasa aneh bercampur heran. Ia ikut mencium tangannya yang tadi di cium oleh Kyubin. “Memangnya tangan ku kenapa?”

Yaegi hanya mengangkat  bahu tanda tak mengerti. Ia juga merasa bingung dengan tingkah  Kyubin.

“Tangan appa yang ini seperti coklat. Jika Kyu appa bau  strawberry.”

“Eh?”  Yaegi dan Kris terperangah bersamaan. Kris melepaskan lingkaran tangan Kyubin dan berjongkok .. “lama tidak berjumpa. Hmm.. ini Kris appa.” Kris mengusap sayang puncak kepala Kyubin.

“Appa kenapa mencium eomma ku?” wajah Kyubin penuh tanya.  Yaegi kembali was – was, “Kris –ah..” Yaegi takut jika Kris berbicara yang tidak – tidak.

“Mencium? Eonje? Aigo.. Kyubin pasti sedang bermimpi.” Kris mengakali Kyubin.

Kyubin menggerakkan telunjuknya dan mencolek bibir Kris yang masih basah, lalu ia mencium telunjuknya. “Geotjimal (jangan bohong)  appa. Ini bau pasta gigi eomma. Pasta gigi yang aku belikan untuk eomma.  Benar kan eomma? Ini bau strawberry..” Kyubin masih menempelkan telunjuk pada salah satu lubang hidungnya sembari menatap Yaegi & Kris bergantian, ia seperti meminta penjelasan.

Kris & Yaegi hanya membalas tatapan Kyubin dengan tatapan berpura – pura tidak mengerti. Mereka tidak memiliki hal yang bisa di katakan pada Kyubin. “Semoga bocah ini cepat di jemput oleh keluarga Cho.” gumam Kris di dalam hatinya.

ooOoo

Pada waktu yang bersamaan..

TING! Baru saja Woo Yeon keluar dan melangkahkan kaki  dari dalam lift, seseorang telah menyambutnya dari depan lobi. Orang yang semula duduk pada kursi lobi itu berjalan mendekat ke arahnya. Seketika mata Woo Yeon terbelalak lebar, ia tidak percaya jika  sosok itu bisa muncul di hadapannya saat ini.

“Begitukah seorang teman? Kenapa tidak memberi tahu ku jika kau juga disini?”

“Li..” begitulah Woo Yeon memanggil namja yang sudah sejak beberapa tahun lalu menjadi sahabatnya, Wang Lian.

Lian memandangi Woo Yeon dengan raut wajah yang sedikit kecewa, “mungkin jika aku tidak membuka akun twitter dan melihat postingan Jiji, aku tidak akan mengetahui apapun.”

“Jay sudah berkali – kali menghubungi mu Li, tapi kau —“

“Dokter penghianat itu maksud mu?”

“Lian.” Woo Yeon sangat tidak suka dengan sikap Lian yang satu itu.

Lian menyadari jika Woo Yeon hanya turun sendiri, “dimana putra ku?” desaknya lagi.

“Berhenti menganggap nya sebagai darah daging mu . Kyubin akan segera kembali pada keluarga yang telah mengadopsinya.”

“Kau masih menganggap ku teman kan?” pertanyaan Lian membuat Woo Yeon mencelos. Tentu saja Lian tetap menjadi sahabat terbaik yang ia miliki selama ini.

“Wang Lian sudahlah.” Woo Yeon menarik nafas frustasi. Ia tidak ingin berdebat lebih lama. Karena kemenangan memang akan selalu berpihak pada laki – laki itu.

Lian melirik arlojinya, “jika kau tidak keberatan , kita bisa berangkat bersama.  Yi Fan sebentar lagi akan  turun.”

“Apa kau gila? Adik mu tidak tahu siapa aku, Li.   Kita bertemu sore nanti, aku sangat terburu – buru sekarang.” Woo Yeon bergegas pergi.

Lian menahan lengan Woo Yeon, “Jadi kau sungguh menjalin hubungan dengannya?” tatapan Lian berubah skeptis.

Lian menunjuk arah basement dengan sorot matanya, “Hyundai silver sudah menunggu mu disana. Itu mobil yang di kendarai nya, benarkan?”

Woo Yeon membuang pandangan ke sudut lain. Tatapan Lian bisa membuat amarahnya bergejolak.

“Jangan pernah melupakan jika orang yang melahirkan anak itu  adalah wanita yang sangat ku cintai, Yeon.” Suara Lian berubah berbisik.

“Ugh!” Woo Yeon menghentakkan tangan Lian sekeras mungkin. “Shin Yi juga tidak menyukai jika kau terus hidup seperti ini.  Back to your sense  Li.”

“Joon & Shin Yi, kita sama – sama  — “

“Ini tidak ada kaitannya dengan kakak ku!”  suara Woo Yeon mulai bergetar. Ia sangat membenci siapapun yang mengingatkannya pada kematian Joon .  Lian terdiam. Ia tidak bermaksud untuk mengungkit kesedihan masa lalu Woo Yeon.

Ada sedikit rasa bersalah di benak Woo Yeon karena sudah bersikap kasar terhadap sahabatnya itu. “Rumah makan tradisional Myeongdong, pukul 3. Ganda.” Woo Yeon berbalik pergi.

Belum satu langkah Woo Yeon bergerak … DEG! Kedua mata Woo Yeon membulat sempurna ketika  berpapasan dengan salah tertua EXO, Xi Luhan.

Lian yang juga melihat sosok Luhan tak kalah terlonjak hebat. Woo Yeon tidak berani untuk menatap Luhan. Ia langsung berjalan lurus menuju basement tanpa peduli apa yang akan terjadi di belakangnya.

“Annyeognhaseyo.” Luhan memberikan salam sopan pada laki – laki  yang bernotabene adalah calon kakak iparnya sendiri. Raut wajah Lian yang terkenal cool dan santai kini berubah drastis  menjadi kaku. Lian yakin bahwa Luhan pasti mendengar semuanya.  “Xi Luhan tadi kau – “

“Tidak. Itu cukup untuk ku dengar saja, hyung.” Luhan membungkuk sopan.

Lian yakin bahwa Luhan benar – benar dapat dipercaya. Paling tidak itu dapat ia simpulkan dari Kris yang sama sekali tidak mengetahui apa yang telah Luhan ketahui selama ini. Lian dan Nana adalah saudara kandung, hingga saat ini pun Luhan masih menyimpan rapi semua itu.

“Bisakah kau menyuruh Yi Fan untuk sedikit lebih cepat? Katakan aku sudah menunggunya sejak tadi .” Lian mencoba mencairkan suasana.

Luhan mengagguk seadanya, “ye, baiklah.” Ia pun melangkah masuk ke dalam lift.

TING! Pintu lift tertutup bersama Luhan di dalamnya. Tak sampai hitungan detik seseorang lagi terlihat dari arah koridor basement.

“Aish Lu hyung kenapa tidak menunggu ku! Kenapa dia — “ dancing machine K yang tadinya berceloteh kesal karena Luhan  meninggalkannya langsung berhenti berdecak ketika berpapasan dengan Lian di depan pintu lift.

“Annyeonghaseyo.” Lian lebih dulu menyapa Kai. Kai  membalas salam seadanya. “Ne annyeonghaseyo.” Kai akan selalu bersikap seperti itu pada siapapun yang belum terlalu ia kenal. Kai hanya mengenal Lian sebagai kakak dari Kris. Kai tidak pernah menyadari atau lebih tepatnya belum mengetahui bahwa sosok yang berdiri di hadapannya itu adalah putra  tertua dari keluarga besar Kim yang sebenarnya.

TING! Kai juga masuk ke dalam pintu lift dan berlalu.

Lian meraba permukaan wajah dan melihat lengannya bergantian, “ternyata kulit eksotis ini memang ada di keluarga Kim. Ku pikir aku saja yang memiliki kulit seperti ini. “

ooOoo

SM Office

11  A.M KST

Tao masih celingukan memandang ke arah meja tersudut yang terdapat pada kantin mereka. Hingga ia tidak menyadari jika ice cream yang ia beli sudah mulai meleleh.

“Kau kenapa?” Sehun yang masih sibuk menjilati ice cream milik Luhan ikut melihat ke belakang. Kai dan Luhan juga ikut – ikutan melihat  dua yeoja yang sejak tadi menyita perhatian Tao.

“Aku seperti pernah melihat orang itu..” Tao menunjuk   dua orang  disudut sana.

“Dia kan Irene. Kandidat SM Rookie. Buka situs resmi kita, jangan terlalu sering membuka akun weibo mu.” Sehun menarik cone Luhan dan kini  sudah berada di gengamannya.

“Cih… kau ini kenapa iri sekali?” perkataan Kai membuat Sehun berhenti menjilati ice cream green tea nya. “Iri kenapa? Apa maksud mu? Kau pikir mandarin ku buruk?” Sehun mendengus pada Kai.

“Lihatlah dongsaeng ini. Aku tidak mengatakan apapun kenapa dia marah – marah? Aigo.. Oh Sehun  sedang datang bulan..” Kai balas mencibir Sehun.

“Eyh!  Cepat habiskan ice cream kalian. Tao cepat  habiskan . Kita sebentar lagi akan ke bandara.” Luhan menaruh kedua tangannya di tengah – tengah meja demi melerai trio magnae yang memaksanya untuk pergi ke kantin itu  -_-

“Sebentar ge. Aihh.. kenapa aku bisa lupa? Bukan. Bukan Irene. Tapi yang duduk di depan Irene.” Tao menunjuk seorang yeoja yang duduk berhadapan dengan Irene di ujung sana. Seorang gadis yang memakai blouse  hijau muda, dan rambut berwarna cola yang terkuncir rapi.

“Yang mana? Itu kan dokter Jung. Dokter keluarga Yaegi noona. Kakak dari Jung Ji Ah Fantastik Rusia mu.” Sehun menjawab santai.

Plak!

“AAK!” Sehun terlonjak ketika satu pukulan mendarat di bahunya. “YA ZITAO!” Sehun berdecak kesal menahan rasa perih yang di torehkan oleh Tao.

“Oh Sehun kau memang pintar. Eoh.. kau benar, dia dokter Jung. Ouuhh.. kenapa aku bisa lupa. Dia kan saudara perempuan Jiji..” Tao bersorak kegirangan -_-

“Tao –ya, apa Jiji mu itu akan menjadi trainee juga? Kenapa nona Jung itu pergi kemari?” Kai meneguk habis ice cream nya yang sudah mencair.

Tao beralih menatap Kai, “enak saja! Jiji tidak boleh masuk kemari. Sangat berbahaya. No no no.”

“Haish! Suara mu!” Luhan mendorong mangkuk ice cream ke mulut Tao. Ia mulai geram.

“Ah chamkan.” Tao cepat – cepat membuka ponselnya, dan .. “ah aku tahu sekarang. Irene itu sepupunya. Ini.. “ Tao memperlihatkan selca Jiji dan Irene yang pernah di kirimkan beberapa waktu lalu.

Sehun menarik paksa ponsel Tao agar ia dapat melihat dengan jelas. “Tapi ku rasa Irene tidak bermarga Jung..” Sehun berkomentar.

“Jung Jung Jung.. banyak sekali orang bermarga Jung yang ku kenal.” Kai menggumam asal.

“ Apakah Jung Jae Rin juga termasuk?  hmmpfh!” Sehun menahan tawanya.

“Haha. Jung Jae Rin mwoya?!” Tao ikut terbahak.

“Sudah cukup! Ya! Manajer hyung sudah di basement. Tao –ya, kita pergi sekarang.”

“Pergi? Luhan hyung kau mau kemana?” Sehun  ikut bangun.

Kai menarik cepat tangannya, “kau mau kemana  baby Hunnie? Disini saja dengan ku?” Kai mengedipkan matanya.

Sehun seketika merinding hebat, “kau makhluk terhitam yang paling menakutkan Kim Jong —  AAAK!” Sehun berteriak.

“Kau bilang apa barusan? Tidak ada siapapun disini.” Kai melilit leher Sehun dengan tangannya. “AAK! LU HYUUUNGG!”

ooOoo

Woo Yeon berjalan menuju parkiran SM. Ia mengeluarkan kunci mobil dari dalam handbag merah maroonnya. Ia berniat untuk mengembalikan kunci tersebut pada sang pemilik. Seseorang yang ia cari ternyata sudah menunggunya sejak tadi tepat di depan Hyundai silver yang terparkir  disana.

“Sudah lama menunggu?” suara Woo Yeon membuat sosok itu berbalik.

“Ani. Aku juga baru saja selesai makan siang bersama hyungdeul.” Sosok itu menadahkan tangannya. Woo Yeon memberikan kunci mobil yang di maksud, “gomapta. Tadi aku bertemu Irene. Dia  semakin cantik.”

“Kau yakin jika supir rumah sakit akan menjemput mu? Pakailah mobil ku dulu. Aku akan pulang ke dorm bersama manajer hyung.” Sosok itu kembali menyodorkan kunci mobil.

“Ah tidak. Aku akan pulang bersama Lian.”

Sosok itu langsung mengangguk, “hmm. Baiklah. Jaga diri mu.”  Tangannya mengusap lembut puncak kepala Woo Yeon.

“Kau juga jangan terlalu —  “ HUG! Woo Yeon tidak sempat menyempurnakan kalimatnya karena sosok itu terlanjur menariknya  ke dalam sebuah pelukan hangat.  “Jung Woo Yeon gomapta.”

Woo Yeon mencoba menyeimbangkan rasa shock yang semula menyergapnya. Mencoba membiasakan diri dengan pelukan itu. “hmm. Kembalilah ke ruang latihan mu. Tidak baik jika ada orang yang melihat.” Woo Yeon ingin segera menyudahi pelukan itu.

“Pihak agensi sudah bersedia menyembunyikan hubungan kita, geokjeongma..”

“Ne. Syukur — ”  DEG! Jantung  Woo Yeon akan benar – benar berhenti bekerja jika ia menetap di Korea dalam waktu yang lama. Kali ini sepasang mata yang sedang memandang ke arahnya membuat gadis itu membelalak lebar. Ya, karena sepasang mata sedang  melihatnya yang sedang berada di dalam pelukan seorang namja.

“Yi Xing –ssi..”

To Be Continued ..

Yehey😀

Gimana – gimana? Apakah ada menimbulkan pertanyaan lagi? Kekeke. Keep stay ya. Ah iya. Komentar di Chapter 1 udah aku bales semua lohhhhhh di wp… -_-

Aku engga balas bukan berarti aku ga baca tapi terkadang komentar kalian udah kelelep :3

Uhm… bagi yang belum tahu. FAKTA! Zhang Yi Xing a.k.a Lay, dia adalah member EXO yang memiliki penyakit  kelainan darah yang cukup serius, yaitu HEMOFILIA. Jadi penyakit Lay disini itu FAKTA loh Xonji / Xonamdeul..🙂

Lay harus sangat menjaga kondisi tubuhnya dan juga menjaga tubuhnya agar tidak terluka atau lebih tepatnya ‘berdarah.

Sekian Fakta permanen yang aku berikan kali ini. Untuk Fakta permanen lainnya segera aku kabarkan *eaaaakkk

Terkadang di dalam cerita aku udah menyelipkan fakta tapi aku ga menggaris bawahinya *plak

Jadiiii… untuk sekarang ini aku sangat berhati – hati dalam menulis fakta karena banyak beredar FAKE NEWS EXO. Dan itu buat mendidih *sembelih Ace*

Yay! Sekian dulu capcus dari aku.. see you in the next😀😀😀

Sssasarangieyoooo..

150 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES ‘XingYeon’ RIDICULOUS – Chapter 2

  1. Waaah itu siapa yg peluk2 dr.jung? Jangan bilang itu Kyuhyun..
    Horeee yaegi positif hamil itu mah, bagus deh, suka lucu klo yaegi lg ngidam+mnja, sklian aja ntr dbikin berantem2 lg ama abang Kris ny tor, kaya dlu itu.. Dapet bgt nyeseknya klo lg hamil kya gitu, hehe

  2. Anneyonghaseyo….
    rui muncul lagi setelah muncul di chapter sebelumnya..kkkk..
    ga papa kan yah??? #puppy eyes ke author
    hehehe…maaf, rui manggilnya author. soalnya rui bingung, author maunya dipanggil gimana.
    btw…ini rui agak bingung sama hubungan Lay sama dokter jung. apa ini berhubungan sama fiction sebelum-sebelumnya? maklum…rui pembaca baru dan punya sdikit kbiasaan aneh: baca dari belakang.. hehehehe..
    maaf, ya author…rui kelewat cerewet #pasang muka polos

  3. Tenangin diri dulu,,
    ini beneran series yang bikin Jantung bisa berhentik berdetak >///<
    Lian ,, ngasih sisi lain nya,,
    Nah ,, itu yang pelukan ama Dr. Jung siapa ???
    KYUHYUN???? pasti KYUHYUN ,,
    Andweee,,, Hwang JIRA kemana ???
    aduuh kyu,,, hidup mu rumit banget ,,
    semoga chapter besok,, bisa baca dengan tenang..
    Beneran,, ini deg-degan baca chapter yang ini ,,,
    Fighting buat kyubin dan imo ya ^^

  4. anneyoung aku reader baru eon..
    comentnya ceritanya asiiik., dan menegangkan..
    eon.. chapter 3 nya jangan lama lama ya..
    Fighting..!

  5. Aak! Itu siapa yg di peluk ama Woo Yeon? Aih eomma suka bgt bikin aku penasaran. Eomma masukin aku grup lagi :”(. Kangen ama klian :”(. Jia You deh eomma..

  6. kerennn oenn,,, dah lama nunggu nie,, hbs g ad kabr -_-
    beda ya ma couple sebelumnya yang lebih rumit,,, ?.?
    tpi kyk nya nie lebih nyakitin dech #sok tau
    kok kyknya kyuhyun jdi org ketiga??? Lian juga di setiap couple ad dan selalu ada rahasia yang belum terungkap,,, tapi bikin makin seru

    di tunggu next chapternya😀

  7. maen tebak-tebakan yuuuu…. kata aku sekarang woo yeon udh jadian ama kyuhyun. itu yg lg teletubies-an peluk-pelukan kyuhyun kan?hayolooooo lay…hayoloooo galau….eeeaaaaa.hahahaha

    ini susunan keluarga Lian ama Woo Yeon belibet bener ya.wkwkwwk
    Lian juga semua org kenal gitusih kayanya…wkwkwk cuma Kris yg polos kaya surabi gatau apa2.hahaha
    Lian –> Nana –> Sunny –> Jongin
    Lian –> Shin Yi
    Lian –> Woo Yeon –> Jay
    ada yg belum aku sebutin yg hubungannya ama si om keripik kentang ini?hahha
    Joon –> Woo Yeon –> Jiji –> Irene
    siapa siapa siapa lg ntar yg sodaraan?wkwkwk

    chiyaaaaaa, chansa appa ini nasibnya paling tragis. udh dikata angry bird, tiang berjalan, sekarang tambah menara idup. apa lagi ha? apalagi?wkwkwk

    yessss chapter ini bikin lay galau yes.hahahaha sukasuka, seperti biasa bikin greget.

    oya titip buat yaegi, jangan hamil dulu gitu….jebal…wkwkwk liat chansa itu baru umur berapa?

    keut~ Jiayou~

  8. Jadi kyubin anak siapa? Itu yg meluk dokter jung siapa? Kyuhyun? Agak punyeng ngubungin masalah satu dgn yg lain /plak/ kyu semua nya dicobain nih /tripleplak/ gamsa^^

  9. “… bersama hyungdeul” bearti dia maknae, jangan2 kyuhyun kalo gak salah kan di part yang lalu dia bilang udah punya
    kalo bener buat mereka putus aja dong eonni, biar wooyeon bisa sama lay

  10. heem iya aku jg tau Lay mengidap hemofili,,
    eung…siapa namja yg bersama Yeon??ahh sepertinya Lay cemburu.
    traine-kah? atau boy band?

  11. itu siapa yg meluk wo yeon? member suju kah? yaegi hamil tuh kayanya, ah tau deh mudahan aja iya pasti lucu bgt tuh kalo chansha punya ade😀

  12. Ternyata wang lian appa kndungnya kyubin? Ternyata wang lian shabatnya dr.jung?kenyataan smakin trungkap crita mkin seru…lanjut eon,sehat sllu ya:);)

  13. Ternyata wang lian appa kndungnya kyubin? Ternyata wang lian shabatnya dr.jung?ternyata trio maknae semakin gila?hehe…kenyataan smakin trungkap crita mkin seru…lanjut eon,sehat sllu ya:);)

  14. eon, ak selesai baca part ini dgn penuh pertanyaan di kepalaku..???
    banyak banget rahasia yg blm disebut terutama ttg masa lalu lian yg kompleks dan kayaknya woo yeon jg punya masa lalu kyk gtu
    itu yg sama woo yeon kyu kah ?
    trs yaegi itu beneran hamil ga sih, eon, katanya ga hamil tp kok tanda2 nya kyk org hamil gtu, tp gpp deh yaegi hamil lg, biar bikin tmbh rame wu family…hehehe

  15. issshhhh… kris yadong akut…ahaha…knapa jadi itu fokusnya? salah
    jadi si wowo itu gmana sama kulay? masih pada cintrong2an ya? wowo ga pake gengsi2an ya… langsung tap tap tap…berubah jadi ultraman..ahahah
    kyubinnya masih dikiiiiitttt….guca gusa q mana? ahahahah
    banyak tanyaaaaaaaaaaaaaaa

    tapi2 si lili alias lian…sahabatan ya? brti wowo setua lili dong… aaapppaaaahhhhh!!!

  16. ye? siapa yang sama woo yeon?
    siapa ibu kandung kyubin?
    siapa yang membuat trio maknae semakin gila?
    kekeke~ bingung eon lanjut!!!!!!!

  17. q ngak kykbybketinggalan deh q ngak tau nih ada sesuatu tentang cho kyubin nih anak siapa???
    n yg tau itu cuma woo yeon n lian yg tahu.krn.kyk y.mereka yg bersangkutan sama masa lalu sampe ada kyubin…
    pa di cerita Nana – luhan udah kebongkar soal y kyk y q blm tamain cerita bagian luhan….
    lian sodara kandung sama Nana aja bikin shock n yg tau cuma luhan sementara kris ngak tau…
    siapa sih cwo yg sama woo yeon???? mana papasan sama yixing lagi…

  18. Q bru tw low Lay bneran pnya pnyakit yg ckup seriuz…😦 moga bz sembuh y.. berhrap bnget pnyakitny g ganggu kgiatanny slma ni…
    btw,, tuk crita ffny, yg da hub ma dkter cntik itu kyuhyun kah??
    pnasaran,,trus gmna dgn Lay?ap Lay udah tw pnykitny…
    lanjuut dulu deh,,:)

  19. ceritanya makin rumit bnyk yg tiba2 muncul k permukaan..kyubin sebenernya anak kandung siapa? Apa hubungan kyubin dgn shin li n lian? Trus siapa yg jemput n meluk woo yeon? Org yg samakah? Apa kyuhyun, karena mereka kn knal pas kyubin berobat k ausy..tp lay kasian jg..dkehidupan nyata dia msti extra jaga kondisinya..apalagi bb/gb kn latihannya berat n melelahkan..tp aku salut bgt..hebat..

  20. busyeeett itu bang Lian semua orang yang berkaitan sama exo berkaitan juga sama Lian weleh weleh dunia emang cuma selebar daun kelor nih ckck *manggut manggut sama Oh Se oppa🙂

  21. Jgn bilang yg meluk dr jung itu kyu
    coz ada d gambarnya
    aigooo
    kasihan bgt kyu kalo sampai untuk ke 3 kalinya di kalahkan oleh exo member dlm hal percintaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s