Ridiculous Mini Series ‘What’s Wrong?’ Chapter 4

1888528_691949574190690_1152809380_n

Author : Ulfa Muriza | @Yaegi_cho11700

Poster : Muthia

Rating : R – 17 

Please don’t be silent reader. Be smart & creative readers. The whole story is mine!

Enjoy my story line :)

+++

“Kyaa! Astaga!” Yaegi terhentak hebat ketika pintu toilet yang hendak ia buka lebih dulu terbuka dengan gebrakan yang cukup keras.

“Yaegi –ya!”

“Kris –ah?!”

Yaegi mendapati sosok suaminya dengan raut wajah gusar, ditambah peluh keringat yang belum menetes sempurna dari dahi sosok pria tampan itu.

“Kau baik – baik saja? Apa yang terjadi? Kau kenapa?” Kris langsung melontarkan pertanyaan secara bertubi – tubi seraya meremas erat kedua sisi bahu Yaegi.

Yaegi menarik pelan cairan yang tak habis ia seka dari hidungnya. Kedua bola mata coklat Yaegi yang tampak memerah semakin meyakinkan Kris jika gadisnya itu sedang dalam keadaan yang tidak baik – baik saja.

“Kris?”

“Ada apa Kris?”

Namun suara lain menginterupsi keduanya. Dalam sekejap Kris menurunkan tangannya dari bahu Yaegi. Keduanya menoleh cepat pada sumber suara. Ya, di sana telah berdiri staff, Lian, dan memberdeul yang tengah menyaksikan kedua insan  itu dengan tatapan penuh variasi.

“Kris apa yang – “

“Sayang, apa yang terjadi?”

DEG!

Suara Lian langsung memotong cepat suara Jordan si produser musik andalan SM tersebut. Lian melangkah menghampiri Yaegi dan Kris yang nyaris membeku karena keadaan itu benar – benar sangatlah genting. Sementara Chanyeol yang berdiri di samping Jordan menghela nafas lega, seakan mengetahui apa yang akan dilakukan Lian sesaat lagi.

Lian menatap kosong Kris sekilas, dan menarik pergelangan tangan Yaegi hingga gadis itu berpindah tepat di sampingnya, “ternyata kau di sini? Aku mencari sejak tadi, istriku.”

Tanpa ada yang mengetahui, darah Yaegi maupun Kris berdesir secara bersamaan. Desiran yang sedikit membuat jantung mereka enggan untuk memompa darah agar nafas tidak berubah sesak.

“Hey? Kau menangis? Mianhae.” Lian menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah mungil Yaegi. Yaegi hanya menatapnya dengan penuh tanya. Sementara Kris masih mematung di tengah keduanya.

“Aa—ah.. Kris hyung kakak iparmu baik – baik saja kan? Ayo.” Suara Chanyeol mengalihkan tatapan Kris.

“Kakak ipar? Jadi – “

“Ne, benar.”  Tao dan Sehun mengangguk cepat, sebelum Jaewon Shim menyempurnakan pertanyaannya yang mengarah pada Kris.

Lian berbalik menghadap ke arah mereka sembari merangkul Yaegi.

“Maaf untuk ketidaknyamanan ini. Kami tidak seharusnya bertengkar di kantor.” Tukas Lian untuk meyakinkan Jordan dan Jaewon.

Lalu dengan cepat Lian juga menarik bahu Kris dan merangkul adik sematawayangnya itu dengan tangan kanannya.

“Yaegi istriku dan adikku Yifan adalah teman sejak kecil. Mereka sangatlah akrab. Bukankah begitu??” Lian menoleh pada Kris yang masih terdiam kelu.

“Hmm. Ne, masseumnida.” Meskipun getir, Kris memaksakan diri untuk dapat mengangguk dan menjawab semampunya.

Sangat jelas terlihat, bahwa dahi Jordan maupun Jaewon masih berkerut tanda mereka masih bertanya – tanya akan sikap spontan yang Kris lakukan beberapa saat lalu. Tetapi selang beberapa saat kemudian, guratan kepercayaan muncul.

“Ahh, begitukah? Jadi, kalian ini… “

“Ne. Dia adikku. Kris adikku.” Lian merangkul Kris lebih erat.

Jauh dari lubuk hatinya, Kris saat ini benar – benar tidak memperdulikan apa yang sedang di perbuat oleh Lian. Ia hanya terus memendam tanya atas tangisan Yaegi yang ia dengar beberapa saat lalu. Namun  apa daya, untuk kesekian kalinya ia menegaskan di dalam hati bahwa keadaan memaksa mereka untuk bertahan dengan kepura – puraan seperti saat sekarang.

Yaegi perlahan mendongak menatap Lian, “kita pergi sekarang.” Suara parau Yaegi jelas terdengar.

Lian mengangguk, “hmm. Ayo. Baiklah, kami permisi.” Lian dan Yaegi sedikit membungkuk dan berjalan melewati mereka yang berdiri di dekat toilet.

Kris menatap punggung Yaegi dan Lian yang perlahan menjauh dari pandangannya.

“Hyung, ayo.”

Suara Sehun membuyarkannya. “Ah hmm. Ayo.” Kris tersenyum kecut. Dengan berat hati ia harus kembali ke ruang latihan yang tentunya berlawanan arah dengan Yaegi dan Lian.

Tapi, hati kecilnya terus bertanya – tanya.

“Yaegi –ya. Apa yang terjadi? Yaegi –ya, tunggulah sebentar lagi. Aku akan tiba lebih awal di rumah hari ini.” desisnya dalam hati.

+++

Yaegi melangkah lebih cepat dan meninggalkan Lian di belakangnya. Mereka baru saja tiba di lantai 8. Langkah Yaegi terhenti ketika ia berdiri tepat di depat pintu meeting room.

“Ayo masuk.”

“Oppa.” Dengan cepat Yaegi berbalik sebelum Lian menyentuh bahunya untuk masuk ke dalam meeting room.

“Hmm. Wae?” Lian menanggapi santai.

Yaegi membuka kalung  name tag yang bertuliskan “Co – CEO” dari lehernya.

“Tolong wakilkan pertemuan ini satu kali ini saja. Aku sungguh tidak bisa masuk ke dalam.” Yaegi menyerahkan name tagnya pada Lian.

“Andwaeyo. Masuk sekarang. Kau harus masuk.” Lian kali ini bersuara tegas.

Yaegi menggeleng dengan tatapan dingin, “ini perintah Wang Lian –ssi.” Yaegi menekankan kata – katanya.

“Saham KK sedang sangat tidak stabil di sini Nona CEO.” Lian membalas profesionalisme Yaegi.

“Untuk kali ini juga, persetan dengan semua itu. Aku memiliki hal yang harus ku selesaikan.” Yaegi mulai melangkahkan kakinya.

Lian langsung berbalik ke arah Yaegi. “Begitukah sikap pewaris KK yang sebenarnya? Gadis manja yang tidak bisa apa – apa.”

Perkataan Lian membuat langkah Yaegi surut, dan kembali menoleh padanya.

“Tidak perlu khawatir. Jika saham itu benar – benar hilang, maka biarkan samchon yang menghajarku. Geokjeongma.” Mata Yaegi mulai berkaca – kaca.

“Cho Yaegi.” panggil Lian dengan nada yang ia tekankan.

“KK tidak akan mati hanya karena perusahaan yang tidak seberapa ini. KK grup selalu akan menjadi nomor satu. Tapi, biarkan aku pergi untuk hari ini saja, oppa. Aku tidak akan menghianati ayah dengan sikap manjaku.” Yaegi memotong cepat suara Lian.

Lian hanya bisa memejamkan matanya sesaat. Ia merasa setengah frustasi.

Yaegi kembali melanjutkan langkahnya, dan tanpa sengaja bahu kirinya bersentuhan keras dengan seseorang yang datang dari arah yang berlawanan dengannya.

“Akh.” Yaegi sedikit meringis. “Maaf.” Namun sedetik kemudian ia langsung membungkuk sopan pada sosok yang tidak sempat ia lihat itu. Yaegi hanya mendapati dan membaca nametag yang menempel pada dada kanan sosok tersebut yang bertuliskan ‘Eun Gi Lee,’ lalu ia bergegas pergi menuju lift.

Sosok bernama Lee Eun Gi itu menyibakkan tatanan rambutnya dan melihat pada sosok Yaegi yang baru saja menghilang di balik pintu lift. Lalu, ia pun kembali melangkahkan kakinya menuju meeting room.

“Kau?”

Suara Lian menghentikan langkahnya. Lian dengan spontan menunjuk sosok itu.

Sosok tersebut justru hanya menatap datar Lian, sembari membungkukkan badannya dan berlalu masuk menuju pintu meeting room.

Lian setengah berkacak pinggang, memperhatikan sosok itu.

“Lee Eun Gi? Jadi si bangsat Jay Wang juga sudah menetap di Korea?” tutur Lian dalam batinnya.

+++

Yaegi berjalan lurus menuju parkiran. Ia tak henti – hentinya menyeka bulir hangat yang kian menetes membentuk sungai kecil pada wajah oval nan mungilnya itu. Ketika ia hendak berbelok menuju pintu lobi, ia mendapati dua orang yang dengan mudah ia kenali.

“Kris? Bukankah dia di atas?” Yaegi menggumam pelan. Ia melihat sosok suaminya yang seakan benar – benar meminjam kekuatan teleportasi milik sang alien tampan Do Min Joon  hingga dalam sekejap dapat berada di basement.

“Kris.”

Sosok yang di maksud oleh Yaegi langsung berbalik ke arahnya. “Yaegi –ya?” Kris langsung menaiki anak tangga dan menuju Yaegi.

“Kau tidak jadi ikut pertemuan itu?” Kris langsung menggenggam tangannya.

Tatapan Yaegi berubah sedikit sengit, ketika menyadari sosok yang berada di basement bersama Kris. “Bukankah kau juga di ruang latihan? Apa Kai meminjamkan kekuatannya pada mu?” tanya Yaegi skeptis.

“Aku meninggalkan ini di Van. Sudah, tidak perlu cemburu seperti itu.” Kris menyikut kecil ujung hidung Yaegi dengan telunjuknya.

Yaegi mengelak pelan, “aku tidak enak badan. Ingin pulang saja.”

“Enak sekali menjadi CEO muda seperti mu.” Sosok Najin menyusul Kris menuju tangga lobi.

Kris dan Yaegi melihatnya bersamaan. Tak lama, Yaegi hanya memberikan tatapan malasnya dan hendak segera ingin berlalu dari sana.

Tangan Kris menahannya cepat, “hubungi aku jika terjadi sesuatu, kau mengerti?” tangan Kris yang satunya lagi mengusap sayang puncak kepala Yaegi. Saat ini Kris terbilang  cukup agresif di depan orang – orang terdekatnya. Ia tak segan – segan untuk melakukan ‘skinship’ kecil terhadap istrinya .

Yaegi mengangguk kecil, “hmm. Nona Yoon, aku permisi. Selamat tinggal.” Yaegi tak lupa membungkuk kecil pada Najin yang melipat kedua tangannya sambil menatap jengah Yaegi dan Kris.

Kedua mata Kris terus memperhatikan Yaegi hingga mobil Jaguar hitam di sana melesat keluar dari basement.

“Kau sangat blak – blakan Yi Fan.” Suara lembut Najin membuat Kris menoleh.

Kris melihat Najin sesaat. “Jadi kau hanya ingin mengikuti ku?” Kris menyadari jika alasan Najin yang juga meninggalkan sesuatu di mobil itu hanyalah tipu daya belaka.

Najin menurunkan lipatan tangannya, “apa kau melupakan semuanya begitu saja? Bahkan belum genap tiga tahun kita berpisah, Yi – “

“Aku harus kembali ke ruang latihan ku. Aku permisi.” Potong Kris cepat. Terlihat dari gelagatnya, Kris sedang sangat tidak memiliki mood untuk merespon apapun dari gadis yang  bernama Yoon Najin.

“Sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi Wu Yi Fan.”

Suara Najin yang bergetar membuat Kris menunda langkahnya dan berbalik kembali menatap gadis itu. Kris menatap Najin sedikit lama dan semakin tajam, hingga tak lama berselang di susul dengan sebuah anggukan kecil, “ya, kau benar. Matahari dan denyut nadiku baru saja pergi beberapa saat lalu.” mata Kris menunjuk arah dimana mobil jaguar hitam membawa Yaegi pergi beberapa saat lalu.

“Shenme?” hati Najin kembali berkedut.

“Aku muak dengan mu Lily.” Untuk pertama kalinya Kris kembali menyebut nama kecil Najin setelah sekian tahun mereka berpisah.

“Kau bahkan masih mengingat nama itu Yi Fan.”

“Ya, aku mengingat semua tentang mu. Aku mengingatnya agar aku dapat membedakan seorang Yoon Na Jin dan Cho Yaegi istri ku.”

“Cukup. Hentikan. Hentikan!” Najin menutup rapat kedua telinganya. Ia selalu memanas ketika mendengar Kris menyebutkan nama Yaegi.

“Jangan mengatakan hal apapun yang dapat menyakiti Yaegi ku.” Kris memperingatkan untuk pertama kalinya.

“Dia bukan seorang wanita oppa. Ibu mengatakan langsung pada ku bahwa – “

Lagi – lagi Kris menyanggah cepat, “it’s none your business Lily.”

“Seharusnya aku yang ada di sana. Aku yang memakai gaun itu. Aku yang melahirkan kedua anak kembar itu. Kau jahat Yi Fan.”

Kris memejamkan matanya frustasi sesaat, “apapun itu, kau benar – benar bukan Yoon Najin yang ku kenal.” Kris melangkah pergi.

Ting! Dalam waktu yang bersamaan, lift yang hendak di naiki oleh Kris ikut terbuka dengan seseorang di dalamnya.

“Dimana dia?” sosok Lian yang keluar dari dalam lift langsung bertanya pada Kris.

“Sudah pulang.” Kris menjawab datar sambil melangkah masuk ke dalam lift.

Lian merogoh saku celananya sambil keluar dari dalam lift, “dia tidak boleh melakukan ini. KK tidak akan selamat.”

“Ge.”

Lian langsung tercekat, dan tidak jadi menempelkan ponsel pada telinganya ketika tangan dan suara Kris bersamaan menyapanya. Terlebih ia masih sangat asing ketika Kris memanggilnya dengan sebutan demikian.

“Gege, biarkan dia.  Jangan menyuruhnya untuk kembali kemari.” Tangan Kris masih memegang lengan Lian.

Lian sesaat hanya menatap Kris dengan dahi berkerut.

“Dia harus menghadapi hari – hari yang sangat berat beberapa waktu ke depan, aku meminta bantuan mu untuk tidak memaksanya untuk ini… Gege.”

Lian tampak benar – benar tidak jadi menghubungi Yaegi. Ia justru berbalik dan masuk kembali ke dalam lift bersama Kris.

Lian berkutat sesaat dengan ponselnya, lalu menyodorkan pada Kris.

Kris sesaat bergidik bingung ketika Lian memperlihatkan layar ponselnya. Ia melihat halaman akun twitter Lian yang sedang terbuka saat itu.

“Yang ini..  ketahuan sekali, kau tidak mengerti apapun tentang sosial media.” Lian masih sempat mengumpat adik sematawayangnya itu sambil meng –zoom layar ponselnya.

@Yaegi_Cho11700

“bahkan aku belum dinyatakan gugur, tapi sudah ada yang menggantikan. Dunia ini menggelikan.”

Hati Kris langsung terenyuh usai melihat postingan Yaegi beberapa menit yang lalu. Dengan segera ia merogoh ponselnya, dan membuka opsi pesan.

“Aku mencintamu. Kau hanya harus menunggu ku pulang. Tidak ada yang tergantikan Pikachu bodoh. Apa kau ingin mempublikasikan pernikahan kita? Ayo, upload selca terbaru kita ketika di kamar mandi kemarin. Lakukan sekarang! Bodoh sekali. Awas kau Cho Yaegi. Bodoh! Kau itu bodoh!”

Bip. Pesan terkirim.

Kris bahkan tidak mengerti apa yang baru saja ia kirimkan pada Yaegi. Emosinya kian memuncak ketika tahu bahwa Yaegi sedang berpikir tidak waras saat ini.

“Wow. Kamar mandi? Woaahh.. pipi ku memerah.”

Kris  terhentak hebat ketika ia menyadari jika Lian ternyata sempat membaca sekilas ketika ia sedang mengetik pesan singkatnya.

“Apa yang kau lihat Wang Lian?!” ekspresi angry bird langsung jelas terpatri dari wajah namja bermarga Wu itu.

Lian hanya terkekeh dengan evil smirk yang menghiasi wajah maskulinnya. “Ahh syukurlah, demam mu sudah turun.” Lian menghembuskan nafas lega. Kris sudah kembali.

Kris semakin bergidik kesal, “cih.. tidak waras.”

Bip. Satu pesan singkat membuat perhatian Kris langsung terlalihkan.

“OMONA! Kau menggunakan twitter sekarang?”

Sebuah balasan dalam bentuk pertanyaan yang nyaris membuat Kris tersedak kini sedang menghiasi layar ponselnya. Kris hanya bisa mengusap pelan dadanya. Ia memilih untuk tidak membalas balasan konyol Yaegi.

Satu pesan berikutnya.

“HEY! SIAPA YANG BERSELCA DENGAN MU DI KAMAR MANDI! NAGA MESUM! KAU ITU MESUM! DASAR MESUM!”

“Pffft…!” Kris nyaris terbahak. Seakan pesan singkat yang sedang ia baca saat itu  benar – benar dalam bentuk suara Yaegi yang  sedang meneriakinya.

Kris berusaha mengendalikan rasa gelinya dan memilih opsi ‘balas.’

“Ah molla! Pikachu love ya!”

Bip. Pesan terkirim.

Kris nyaris melupakan sosok sang kakak, Wang Lian yang bersebelahan dengannya.

“Operasi itu.. pengangkatan rahim, kapan akan di lakukan?”

Pertanyaan Lian  menutup rekah senyuman Kris yang semula mengembang. Kris menoleh kaku, “lusa.” Sahutnya singkat.

Lian mengangguk pelan, “aku akan mengurus semuanya.”

“Hmm. Xiexie.” Angguk Kris setengah berbisik.

“Ibu baru tiba di Vancouver 15 menit yang lalu.”

“Apa?” Kris setengah terhentak.

Lian melirik sekilas arloji yang tersemat pada lengannya, seraya menatap Kris. “Keberangakatan Ibu memang sangatlah mendadak. Kau tahu kan? No one can stop her.”

Kris langsung memicingkan matanya ke  arah Lian, “ternyata kau lebih dulu terkena wabah overdose..”

“Siapa itu overdose? Kau bicara apa Jiaheng?” Lian masih terbiasa dengan panggilan kecil Kris.

Kris menggeleng cepat, “tidak. Lupakan.” Ia memilih untuk berhenti menjelaskan, karena ia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa menang dari Lian.

“Setelah aktivitasmu selesai hari ini, pulanglah dan hubungi Ibu. Dia harus mendengar suaramu agar rasa sedihnya berkurang.” Lian menepuk bahu Kris.

“Ibu mengatakan sesuatu?  tentang Yaegi?”

Ting! Pintu lift terbuka dalam waktu yang bersamaan.

Lian lebih dulu melangkah keluar lift sembari mengangkat pelan kedua bahunya, “aku tidak suka dengan hal yang berbau mencari kesalahan ini itu. Aku duluan ya, jangan lupa hubungi Ibu setelah ini.” Lian berbalik pada Kris sejenak, lalu ia melangkah pergi.

Bip. Suara pesan masuk dari ponselnya membuat ibu jari Kris spontan membuka pesan tersebut. Sesaat Kris kembali menatap punggung Lian dari kejauhan sebelum laki – laki itu menghilang dari pandangannya, “apa – apaan dia?” Kris mendesis pelan, ketika membaca nama si pengirim pesan yang tertera jelas dengan nama kontak ‘Wang Lian.’

“Kau bisa menikahi seorang wanita karena kau terlahir dari seorang wanita. Aku tidak dapat memahami apa yang di rasakan oleh istrimu, tapi jangan melupakan jika Ibu juga sangat menyayangimu.”

Sekilas pesan singkat Lian membuat Kris berpikir keras, namun beberapa saat berlalu ia mulai memahami arah pembicaraan Lian yang terkesan abstrak itu.

“Sigh – “ Kris menghela nafas singkat. Pikiran kalut tidak boleh dengan mudah menguasainya saat ini. Ia melanjutkan langkahnya menuju ruang latihan dan memilih untuk tetap berusaha fokus hingga jadwal hari ini berakhir.

+++

Di sudut lain kota Seoul…

Gemerlap lampu kota Seoul di malam hari memantul indah hingga mengenai salah satu mobil yang saat itu juga tengah melintas pada jalan utama pusat kota Seoul. Seseorang yang berada di dalam Jaguar hitam tersebut tampak menurunkan kaca mobil secara perlahan, seakan ingin ikut merasakan secara langsung hiruk pikuk kota Seoul di malam hari yang basah itu.

Bip.

Sebuah nada yang langsung mengalihkan kedua bola mata sembab itu dalam seketika.

“Ah molla! Pikachu love ya!”

Sebuah pesan singkat yang sukses mengukir seulas senyuman khas dari seorang Cho Yaegi.

Yaegi menyapu pelan sisa – sisa titik air matanya karena senyumannya begitu jelas mengembang. Ia tersenyum geli melihat balasan dari Kris yang begitu singkat namun selalu berhasil membuatnya tersipu. Namun sedikit berbeda dengan keadaan saat sekarang. Rasa sedih, senang, kalut, maupun tersipu, Yaegi tidak dapat membedakan semua itu saat ini.

Hati kecilnya terus menerus berbisik bahwa ia sangatlah membutuhkan sosok Kris saat ini hingga hari dimana ia dinyatakan  tidak lagi memiliki segenggam rahim di dalam dirinya, akan tetapi kenyataan tetaplah kenyataan. Berpura – pura tegar, dan baik – baik saja adalah hal yang tepat agar dapat melihat Kris selalu hidup dengan baik.

Ketika ia merasa terpuruk, ia mulai merasakan sepertinya semua hal begitu gencar untuk memojokkanny.  Keluarga, perusahaan, dan semua hal yang selama ini hidup di sekelilingnya. Kecuali Kris, laki – laki yang sangat ia butuhkan di sisinya saat ini. Satu – satunya orang yang tidak akan pernah menuai protes akan keadaaannya saat ini.

“Apa yang salah dengan ku? Kris –ah.. apa kau juga akan berubah seperti mereka esok atau lusa?” suara hati Yaegi membuat bibir gadis itu kembali bergetar menahan tangis. Ketakutan mulai merasuki pikirannya. Hal – hal buruk terus menguasai akal sehatnya.

Kris. Wu Yi Fan. Atau siapapun namanya, ingin sekali ia memeluk erat sosok itu ketika sosok itu terlihat di depannya beberapa saat lalu. Tapi, jika Yaegi melakukan itu, Kris tidak akan bisa berada di SM dan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Untuk kesekian kalinya konsekuensi mulai berbicara.

Tit. Tit. Tit.

Yaegi mendapati daftar panggilan yang ternyata belum ia buka sejak tadi ia berkutat dengan ponselnya. Dahinya mulai berkerut bingung ketika membaca nama si pemanggil.

“Soorim?”

Yaegi melihat sederet panggilan tak terjawab yang masuk, dan hampir semuanya dari sahabat kecilnya, Park Soo Rim.

“Kenapa dia? Apa dia tidak ada yang menjemput —“

DEG! Ponsel yang hendak ia tempelkan ke telinganya demi menghubungi Soo Rim kembali nyaris terlepas dari genggamannya.

“G-geum Sha.. G-geum Chan..” air mata Yaegi kembali menetes, dan semakin bercucuran.

Soo Rim bertugas di bandara Internasional Incheon, dan ia baru mengingat jika sang mertua secara mendadak bertolak menuju bumi Kanada.

“Hiks..” Yaegi mulai panik. Ia menutup mulutnya menahan tangis. Ia berusaha untuk tetap tenang dan terus menghubungi Soo Rim.

“Hiks.. andwaeyo.. hiks.. “ Yaegi menjambak pelan rambutnya sendiri.

“Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat di hubungi”

“ Tuan! bisakah kau memutar arah menuju Busan?”

To Be Co

 

Hi! Author’s back😀

Long time no see, no kiss, no hug yeah kkkk *digampar

Mianhanda yeorobunnnn…. lagi sok sibuk ini. Tapi tenang, aku ga kemana – mana kok. Paling entar waktu KKN ngilang dua bulanan ahahahahaha

Keep stay ~ Love yaaaa!

162 thoughts on “Ridiculous Mini Series ‘What’s Wrong?’ Chapter 4

  1. kyaaaa itu ada apa sebenernya ???? haduh ini ceritanya makin bikin penasaran… frustasi banget deh jadi yaegi…itu lagi eommanya kris knapa gitu siii… aahhh g sayang menantu niii… T_T ditunggu next chapternya yaa…😀

  2. Anyeonghaseyo oenni.. perkenalkan aku reader baru disini, namaku Dira..hehehehe mian baru komen di part yang ke 4, ffnya keren oenni!! Ditunggu lanjutannya ya.. makin penasaran aja nih sama kelanjutannya, oenni kalau update setiap hari apa aja? Aku sering nungguin oenni update ff ini tapi lama bangey._. hehehe
    Ditunggu part 5nya ya eonni!! fighthing!!

  3. kak upa, annyeong ^^
    aku reader baru disini, salam kenal ^^
    aku udah baca semua ff kakak, keren banget ^^
    pokoknya kak upa jjang !! ^^
    keep writing !! ^^

  4. Si kembar knp? Mudah2an gak trjadi sesuatu yg serius. Yaegi kasihan bgt. Lg dilanda masalah tp harus ngurusin perusahaan jg.

  5. halooo kak upa udah hampir 1bulan nunggu kelanjutannya akhirnya muncul juga chap 4
    haaah lama lama jengkel juga nih ama nenek nenek rempong satu ini (baca: yoon na jin). ga ada puasnya apa merecoki (?) rumah tangga yaekris?? pengen jambak juga deh tuh rambut nenek lampir wkwkwkwk
    kenapa ibunya kris tiba tiba pulang ke kanada? ada apa?? kasihan yaegi😦

    tetep semangat ya kak upa. love ya ❤

    • Hai hai Shim😀
      Iya ni, baru bisa update kemarin huhuhuhu
      ahahaha, kalo gada orang orang rempong entar neraka kosong dong wk
      Ibu nya kudu narik arisan, jadi pulang buru2😀
      love ya too ?:*

  6. lama banget eon ngepostnya….
    setiap minggi au selalu ngecek apa sudah ngepost apa belum??
    dan ternyata baru ngepost sekarang….
    .
    daebak eonn…
    tambah bagus ceritanya… (y)

  7. huwaaaa yaaaa aigooo kasihan yaeginya😦
    wu kembar kemane yaa dibawa soorim apa dibawa neneknya ?
    aigoo penasaran next thorrr🙂

  8. omo ketika aq bca part ni eon bru dger kbr tentang kris v eon percya semua aln bk2 saja…eon kgn bgt sosok kris ampe lma bgt nunggu ff saeng v trnyata udh ketinggalan….seandaix kris pny kk d dunia nyata ky lian ….

  9. aaaa pengen punya kakak kyk wang lian.
    entah kenapa suka banget c ama karakter lian hehheeh…
    si kembar dibawa neneknya ya?

  10. tumben bingit Kriss panggil Gege ke Lian…ahh ada maunya tuh…
    aduh ibunya Kriss ga bertanggung jwb bgt massa ChanSa ditinggal gitu aja,,,ck ck anak satu-satunya tuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s