Ridiculous Mini Series ‘What’s Wrong?’ Chapter 7

1888528_691949574190690_1152809380_n

Author : Ulfa Muriza 

Poster : Muthia

Rating : R – 17 

Please don’t be silent reader. Be smart & creative readers. The whole story is mine! Plagiat OUT!

Typo Everywhere kkkk ~ 

Enjoy my story line :)

 

xxxxx

Ceklek –

Yaegi memutar knop pintu apartement di susul oleh Kris yang berjalan di belakangnya. Yaegi memberikan jalan pada suaminya itu untuk menuju luar apartement. Dengan kepala yang sengaja ia sandarkan pada sisi pintu, dan tatapan yang tak luput dari Kris, membuat sosok yang merasa diperhatikan terus menerus oleh dua bola mata coklat miliknya ikut menoleh, “ya tuhan.. sepertinya ketampanan ku bertambah..” Kris menyejajarkan kepalanya tepat di hadapan Yaegi sambil berpura – pura sedang bercermin pada kedua bola mata gadis itu.

“Mwoyaa.. “ Yaegi mendorong pelan bahu Kris dari hadapannya. Suara parau Yaegi yang sangat khas menambah rasa gemas Kris.

“Kenapa menatap ku seperti itu? Aku tidak nyaman.” Kris menarik pipi Yaegi.

Yaegi merubah posisinya menjadi tegap, ia mendongakkan sedikit wajahnya agar bisa melihat lekuk wajah Kris dengan jelas.

“Bolehkah aku ikut  ke dorm  ?” Yaegi memberikan tatapan penuh harap, sambil jemari – jemari lentiknya menyapu bahu Kris lembut.

“Untuk?” jemari – jemari Kris ikut menata rambut Yaegi yang tergerai.

Tanpa ragu Yaegi melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kris dan menumpukan dagunya pada dada namja itu. “Ingin saja.. boleh tidak?” suara Yaegi berubah manja.

Tidak menunggu lama Kris langsung mengangguk. “Yasudah, ayo.”

Yaegi tersenyum sumringah. Dengan langkah bersemangat ia mendorong Kris untuk keluar dari apartement dan menarik pintu apartement agar kembali tertutup rapat.

Yaegi menggandeng tangan Kris hingga menuju depan pintu dorm M yang bersebelahan dengan apartement mereka.

“Tutup mata mu. Kata sandi itu sangat rahasia. Palli.” Kris kembali berlelucon.

Dengan polosnya Yaegi menuruti perkataan Kris, “sudah. Aku tidak akan melihatnya.”

Kris terkekeh geli, “ani, aku hanya bercanda. Chajaa.. ayo masuk.” Kris menggenggam tangan Yaegi, membawa gadis itu masuk ke dalam dorm mereka.

“Oh! Annyeonghaseyoooo..”

“Yaegi –ssi annyeonghaseyo..”

Baru saja hendak melepaskan sandal masing – masing pada rak sepatu, Yaegi sudah mendapatkan sambutan ramah di pagi hari oleh lima namja tampan penghuni apartement tersebut.

Yaegi melambaikan tangannya tanpa melepas gandengan dari bahu Kris. “Ne annyeong! Boleh aku masuk?”

“Ye, tentu saja.” Xiumin yang baru saja menyeduh segelas kopi menganggukkan kepalanya tanpa ragu.

“Kalian akan ke Beijing? Hwaiting!” Yaegi melangkah menuju  ruang tengah dorm M.

“Nee kakak ipar. Tidak mau ikut bersama kami?” tanya Tao berbasa – basi seraya mengecek semua barang yang telah ia masukkan ke dalam ranselnya.

Yaegi menggeleng, tanpa di persilakan, ia lebih dulu mengambil posisi duduk pada salah satu sofa yang ada. “Aku akan menonton dari TV saja. Tao –ya, jiayou!” Yaegi balas mengangkat kepalan tangannya untuk Tao.

“Yaegi –ssi kau sudah sarapan? Manajer hyung belum datang,  ahh aku lapar.”

“Lalu kenapa kau menawarkannya untuk sarapan? Aigooo Chen Chen..”

Yaegi tersenyum geli melihat Luhan yang mengomentari pembicaraan Chen terhadapnya sambil  menggeleng frustasi.

Lay membuka sebungkus makanan ringan, ia  menyodorkan bungkusan tersebut pada Yaegi. “Yaegi –ssi kau mau ini? Ayo, di makan.”

Yaegi menggeleng pelan, “aniyo. Untuk mu saja.” Yaegi menolak makanan ringan pemberian Lay sambil tersenyum ramah.

“Kau duduk di sini saja ya. Aku mandi dulu. Ne?” Kris mengusap sekilas puncak kepala Yaegi  sebelum ia bergegas menuju kamarnya.

Yaegi mengiyakan perkataan Kris. “Ne. Bersiap – siaplah.”

Entah mengapa Yaegi merasa ada sesuatu yang kurang, atau lebih tepatnya sesuatu yang tidak biasa. Seperti atmosfer yang penuh dengan ketegangan.

Yaegi memandangi Tao, Luhan, Xiumin, Chen, dan Lay bergantian. Mereka terlihat lebih tenang dari biasanya. “Ahh.. yang paling berisik itu K. Jadi wajar saja.” Batinnya bersugesti demikian.

Sesungguhnya, atmosfer kaku itu tercipta karena mereka semua sudah mengetahui operasi yang akan di jalani Yaegi beberapa waktu ke depan. Sesungguhnya memberdeul sangat prihatin atas kondisi tersebut. Hanya saja mereka segan untuk mengungkapkan langsung pada Yaegi. Terlebih karena hal itu dapat di kategorikan sebagai permasalahan yang sangat intim.

Kris melangkah keluar dari kamar dengan handuk di bahunya. Fokus Yaegi tak luput dari gerak – gerik suaminya yang berjalan melewatinya menuju sebuah pintu yang terletak tepat lurus di depannya.

Yaegi menyeringai lebar ketika Kris juga memandangnya.

Yaegi melambaikan tangan sambil mengatakan “annyeong..” pada Kris yang hendak masuk ke kamar mandi.

“Kenapa Kris –ah? Kenapa aku merasakan kau akan pergi seperti waktu itu? Perasaan ku sungguh tidak enak.” Hati kecil Yaegi berbisik ketika Yaegi tak dapat mengalihkan pandangannya pada Kris yang tanpa ia sadari juga mengguratkan perasaan yang sama sepertinya.

Kris memandang lekat sosok Yaegi yang kini sedang tertunduk menatap layar ponsel, “kenapa kau menatap ku seperti aku tidak akan kembali? Gadis ceroboh ini, selalu membuat ku takut.” Kris menggumamkan hal yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama seperti apa yang Yaegi rasakan.

Bam –

Bunyi pintu kamar mandi yang di tutup, membuat Yaegi kembali memandang arah pintu itu sesaat. Ia memastikan jika Kris tidak lagi berdiri di sana,

“Hufh – “

Yaegi menghela nafas pendek. Energi negatif semakin bergumul merasuki pikiran dan perasaannya tanpa dapat ia kendalikan.

“Kris bukan pergi untuk menikah dengan gadis lain lagi tanpa sepengetahuan ku. Kenapa perasaan ku sama seperti waktu itu? Oh tidak. Cho Yaegi jeballl.. apa yang kau pikirkan!” Yaegi berusaha menghapus sugesti buruk yang semakin menggerayangi benaknya.

Sementara menunggu Kris mandi, Yaegi mengutat ponsel miliknya dengan melihat – lihat apa yang bisa ia lihat.

Hingga jemarinya mengetuk sebuah ikon yang bertuliskan ‘kontak.’ Sejenak Yaegi berpikir, melamunkan tentang mertuanya yang kembali ke Kanada secara mendadak. Sejak dua hari yang lalu setelah kepulangan Ibu Kris, Yaegi sama sekali belum menghubungi mertuanya itu secara personal.

Yaegi menatap lama nama kontak Ibu mertuanya dengan posisi dagu yang menumpu pada satu telapak tangannya.

Tic. Ibu jarinya reflek mengetuk opsi ‘kirim pesan.’

Yaegi memutuskan untuk memulai mengirimkan sebuah pesan singkat saja sebagai pancingan. Sejujurnya, ia sangat takut untuk menghubungi sang mertua karena kesalahpahaman atas penyakitnya yang baru diketahui oleh Ibu Kris beberapa waktu lalu.

“Ibu.

Ibu, operasi ku akan berlangsung besok.”

Pesan terkirim.

10 detik, 50 detik, 1 menit …

Bip.

Belum habis tanda pesan masuk bergetar, Yaegi sudah membukanya. Ternyata dugaannya meleset, itu bukan balasan dari Ibu Kris. Melainkan..

“Sekretaris Park.

Nona, dokumen yang anda minta sudah saya persiapkan, bersamaan dengan kuasa hukum KK. Silahkan memberitahu tempat dimana nona akan mengambilnya.”

“Ahh hampir saja aku melupakan ini.” Decaknya pelan. Yaegi mengetik cepat sebuah balasan kepada Sekretaris Park. Lalu ia beralih menekan satu kontak yang lainnya, ‘Lian oppa.’

“Lian Oppa.

Oppa, kita bertemu di Apgujeong Selatan pukul 10 nanti. Sampai nanti.”

Tidak sampai hitungan detik, pesan singkat juga telah ia kirimkan pada Lian.

“Kakak ipar, kau mau kemana?”

Suara Tao menahan Yaegi yang hendak beranjak dari duduknya. “Aku mau kembali ke apartement. Tolong sampaikan pada Kris – “

Ceklek – dalam waktu yang bersamaan orang yang di maksud terlihat dari balik pintu kamar mandi.

“Kris –ah, aku pergi menjemput ChanSha sekarang ya? Ini sudah jam 7. Aku akan menghubungi mu nanti. ” gelagat Yaegi tergesa – gesa.

“Sepagi ini?”

Yaegi mengangguk, “hmm. Semuanya aku kembali dulu, semoga perjalanan kalian menyenangkan. Annyeong..” Yaegi berjalan menuju luar dorm.

“Nee Yaegi –ssi neomu gamshamnidaaa.. “

“Kakak ipar bye – bye!”

xxx

Shanghai _ May 11th

“Comeback Showcase 2nd Mini Album EXO” berlangsung dengan sangat baik pada hari itu. Semua dari mereka yang terlibat dalam menyukseskan Comeback Show mungkin kini sudah terlelap di kamar masing – masing. Begitu pula dengan tokoh utama dari pertunjukan tersebut, EXO / OT12. Tidak ada keributan malam itu, sepertinya energi  mereka benar – benar terkuras habis untuk “event special” tersebut. Itu terlihat dari tidak adanya  member yang masuk dan datang ke kamar member lainnya seperti yang biasa mereka lakukan.

Denting jarum jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi Cina dan sekitarnya, itu adalah kesempatan emas bagi mereka untuk beristirahat sebelum bertolak menuju bumi Seoul, esok hari. Tetapi sepertinya tidak untuk penghuni kamar ‘1009’.

Seseorang bangun, menyibakkan selimutnya dan berjalan tergesa – gesa menuju pintu keluar kamar hotel. Hal tersebut membuat seseorang yang tertidur di sampingnya ikut terbangun.

“Hyung, kau mau pergi kemana?” suara bass yang terdengar sangat khas itu menahan langkah salah satu manajer EXO yang hendak bergegas keluar kamar.

Jae manajer menoleh sambil memakai kaca matanya, “aku ke kamar Kai sebentar. Pinggangnya kembali terasa nyeri. Tidurlah, agar kondisi mu juga lebih baik.”

Kris mengangguk. Khusus malam itu di Shanghai, ia berbagi kamar dengan dua manajernya. Jae dan Im.

“Yaa. Im –ah. Im –ah, bangunlah.” Jae manajer menyikut selimut seseorang yang tertidur pada extra – bed di bawahnya.

“Ungggh… wae?” manajer Im bangun dari tidurnya.

“Kita harus mengecek anak – anak. Chanyeol dan Kai sepertinya cidera serius. Cepat hubungi Seunghwan dan lainnya. Aku ke kamar Kai sekarang, cepatlah.”

“Eo, geure.” Manajer Im segera beranjak dari kasurnya usai Jae manajer lebih dulu keluar kamar.

“Kris dada mu masih terasa nyeri tidak?” Manajer Im mengingat jika usai Showcase Kris sempat mengeluh karena dadanya yang berdenyut.

Kris menggeleng, “I’m okay, hyung.” Kris mengacungkan jempolnya.

“Hmm, kembali tidur sekarang. Aku pergi dulu.”

Bam –

Kini Kris tinggal seorang diri di dalam kamar. Ia meraih ponselnya, melihat ada beberapa panggilan tak terjawab.

Ibu

Ibu

Ibu

Ibu

Dan, satu pesan masuk.

“Ibu.

Putraku sudah tidur? Ibu mengambil pemberhentian  Shanghai. Kita bertemu di bandara esok hari. Sleep tight my lil prince.”

Terkadang membaca pesan singkat sang Ibu, nyaris membuat bulu kuduk Kris merinding . Mengingat dirinya yang semakin beranjak dewasa, tapi Ibu masih menganggapnya seperti seorang Yi Fan yang masih berumur 5 tahun. Namun Kris kembali berpikir, bahwa itulah cara sang Ibu mengungkapkan kasih sayangnya di setiap waktu tanpa bisa bertemu dengannya setiap waktu.

“Ibu sepertinya sudah baik – baik saja.” Gumamnya sambil tersenyum.

Mengingat sang Ibu yang kembali bertolak dari benua Eropa menuju Asia dalam waktu yang singkat membuat Kris mengingat akan sesuatu.

“Sudah pukul 1, dia pasti sudah tidur.“

Setelah Showcase berakhir, Kris kehilangan kesadarannya sangat cepat. Ia terlelap lebih awal hingga lupa untuk menghubungi Yaegi.

“Telfon tidak, telfon tidak, ah telfon saja? Uhm, tidak u-usah.. Hmmkkh..”

DEG!

Suara Kris tercekat, ia meremas dadanya dengan sangat kuat. Rasa sesak itu kembali menjalar, membuatnya merasakan nyeri yang luar biasa pada bagian dadanya.

Kris  meraih  botol air mineral di dekatnya,  meneguk hingga tak tersisa. Nafasnya masih tersengal, tapi ia merasa lebih baik setelah meminum air.

Kris memilih untuk berbaring, ia menarik selimut dan tidur terlentang menatap langit – langit kamar. Sejenak ia berpikir, dan kembali berkutat dengan ponselnya. Bermain game, mengecek Instagram, Weibo, semua sudah ia lakukan. Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, Kris masih belum bisa memejamkan matanya lagi.

Jemari Kris terpaku pada ikon ‘browser’ pada layar ponsel. Terlintas  untuk mencari sesuatu hal yang berhubungan dengan sosok yang sedang berdiam di dalam pikirannya malam itu, Yaegi.

Kris mengetukkan telunjuk ke bibirnya, sambil sejenak berpikir,  lalu jemarinya mulai mengetik  sesuatu yang hendak ia ketahui. Mimik wajah Kris semakin berubah serius ketika ia menemukan sebuah artikel.

Artikel yang sedang ia baca, benar – benar memiliki kesamaan dengan kondisi Yaegi saat ini.

“Pasien akan melewati masa kritis selama 3 x 24 jam. Namun yang menghawatirkan adalah apabila anastesi yang di lakukan tidak sesuai dengan cairan serum yang tertanam sebelumnya, maka akan bersifat ‘lethal.’ Positifnya, pasien akan mengalami masa koma tanpa frekuensi waktu yang dapat dijangkau.”

Kris langsung menjatuhkan ponselnya ke atas kasur. “Sigh – “ Ia menghela nafas  pasrah. Ekspresi wajah namja itu terlihat sangat datar. Tidak terkejut, ataupun berubah panik.

Kris merubah posisi tidurnya menjadi menyamping, dan mulai mencoba untuk  memejamkan mata.

1 detik, 5 detik, 10 detik..

“Ouhh.. shit– “ ia gagal menahan gemuruh itu. Bulir – bulir hangat dari kelopak matanya  menetes begitu saja meskipun matanya terpejam.

“Hufh – “ Kris menguatkan dirinya untuk tidak menangis. Tidak boleh menangis.

“Hiks.. “ tetapi logika dan hati kecilnya kembali bertentangan. Tetesan bening itu pun mulai berubah menjadi isakan.

Kris menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.

“Hmmhiks.. “ isakan demi isakan pun terus memenuhi isi kamar tersebut tanpa ada yang mengetahuinya.

xxx

Seoul International Hospital

Di malam yang sama..

Hujan lebat  mengguyur kota Seoul pada malam itu. Jalanan mulai tampak sepi dari hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang.

Yaegi masih berdiri menatap sudut kota Seoul pada malam yang basah itu melalui tirai jendela rumah sakit  lantai 4. Ia masih terpaku melihat pantulan lampu cahaya kota yang seakan terasa redup pada indera penglihatannya.Ponsel yang sejak tadi ia rapatkan pada sisi dadanya  menambah kesan bahwa yeoja itu benar – benar sedang merasakan kegusaran yang luar biasa.

Yaegi kembali merasakan hal yang ia rasakan  ketika ia berada di dorm M tempo hari. Kilasan sosok Kris yang berdiri menatapnya kembali membuatnya resah.

Yaegi menekan papan kunci pada layar ponselnya. Masih berada pada kontak yang sama. Sudah sejak beberapa jam lalu ia tidak bisa memejamkan mata, tapi juga tidak bisa melakukan hal yang sangat ingin ia lakukan, yaitu menghubungi Kris.

“Dia pasti lelah sekali. Kris sudah tidur. Aku tidak boleh menghubunginya sekarang. Tapi.. ah otteokhae.. “ Yaegi  berdecak frustasi. Perasaannya terus memaksa bahwa ia menginginkan namja itu berada di sisinya saat ini. Energi buruk itu semakin menjadi ketika Kris sama sekali tidak menghubunginya usai   Comeback Show selesai.

Satu hal yang kembali menyemangati Yaegi, besok EXO akan kembali ke Korea. Ya, hari dimana ia akan menjalani operasi, Kris akan kembali ke sisinya esok hari.

Trek –

Yaegi berbalik ketika suara pintu dibuka oleh seseorang.

“Kenapa belum tidur?”

Lian melangkah masuk ke dalam ruang rawat inap Yaegi dengan menenteng sebuah kantung plastik.

“Aku belum mengantuk. Soo Rim dan anak – anak sudah tiba di Busan?” Yaegi berjalan ke  arah meja kecil yang terdapat di tengah – tengah ruangan.

Lian menaruh kantung belanjaannya pada meja tersebut, “sudah. Di Busan juga sedang hujan deras.” Lian mengeluarkan satu  persatu isi dari kantung plastiknya. Banana Milk, pisang, tomat ceri, sepotong roti boy besar dan tak lupa keripik kentang dengan cita rasa original yang menjadi favorit namja berkebangsaan Cina itu.

“Oppa, aku harus berpuasa hingga esok hari. Aku tidak boleh makan karena operasi – “

Lian menunda untuk menancapkan sedotan pada tutup Banana Milk, “aku membeli semua ini untuk ku. Bukan untuk mu.” sanggah Lian polos.

Seketika wajah Yaegi berubah cengo -__-

Ia berusaha menutupi rasa malunya karena sudah salah mengartikan, “uhm, nde. Makanlah. Makan yang banyak.” Yaegi berbalik menuju tempat tidurnya.

Yaegi memandang Lian dari atas kasur, ia hendak bertanya akan sesuatu yang kemarin sempat tertunda. “Geundae oppa..”

Suara Yaegi membuat Lian tidak jadi melahap potongan pisang yang sedang ia nikmati, “waeyo?” Lian menanggapi dengan mulut penuh.

“Surat kuasa itu,  oppa sudah menandatanganinya?” Yaegi bertanya ragu.

Lian menaruh pisang yang baru ia makan setengah bagian ke atas meja, ia menyeruput Banana Milk agar ia tidak  tersedak. “Belum.” Jawab Lian singkat. Ekspresi Lian berubah dingin ketika Yaegi kembali mempertanyakan perihal surat kuasa yang Yaegi putuskan atas nama Lian  untuk sementara waktu.

Yaegi mengangguk dengan raut wajah kecewa, “hmm. Aku akan menunggu keputusan mu sampai besok pagi. Oppa, jaljja..” Yaegi menarik selimutnya, ia mulai berbaring,  tidur dengan posisi membelakangi Lian.

Lian  terpaku memikirkan hal tersebut. Semua makanan yang ada tidak lagi mengundang nafsu makannya.

 

“Adik ipar, kenapa kau melakukan ini? Bagaimana jika aku seorang pembunuh atau menghianatimu dan merampas semuanya? Kau masih memiliki orang lain yang bisa kau percaya untuk surat kuasa itu.”

 “Aku tidak memiliki banyak orang yang bisa  ku percaya. Appa, dan eomma sudah lama meninggal. Sahabat kecil ku,  Joon juga sudah pergi. Jika aku meminta samchon untuk ini, dia akan berada di dalam masalah. Kenapa aku memilih oppa? Karena oppa adalah orang yang sangat menyayangi adik mu, laki – laki yang sangat aku cintai, Wu Yi Fan. Jika oppa melakukan hal seperti yang oppa katakan, maka oppa juga akan melukai adik mu. Bukankah begitu? Oppa, aku memohon pada mu..”

“Kau akan hancur jika hanya terus mengandalkan perasaan mu, adik ipar. Ayah mu membangun perusahaan itu dengan air mata darah, bagaimana bisa kau mengatakan hal senaif ini? Aku dan Yi Fan tidak lebih dari sekedar orang asing jika harus di sangkutpautkan dengan perusahaan mu.”

“Appa sangat menyukai Kris. Eomma do (juga). Mereka selalu tersenyum ketika aku membawa Kris ke dalam mimpi ku. Oppa.. apapun yang terjadi, aku harus selalu berada di sisi adik mu. Begitulah aku mencintai namja itu.”

 

Lian merasakan tenggorokannya seperti tercekik ketika percakapan antara dirinya dan Yaegi tempo hari kembali terngiang – ngiang. Lian merasakan jika pertahanannya mulai goyah. Ya, perkataan Yaegi waktu itu sukses membuat hati namja itu terenyuh. Sosok yang dapat meleburkannya dengan ketulusan setelah Guan Shin Yi, kekasihnya.

Tatapan Lian tetap tidak luput dari punggung Yaegi yang tidur membelakanginya. Kata demi kata yang Yaegi ucapkan waktu itu semakin membuatnya luluh. Tetapi, di satu sisi ia merasa sangat tidak mungkin untuk menggantikan posisi Yaegi sebagai pemilik KK meski hanya sampai menunggu Yaegi kembali pulih.

“Sebesar itu kah kau menginginkan domba kecil (Kris) yang keras kepala dan suka membangkang itu? Jiaheng,  kau memiliki keberuntungan yang tak pernah terlihat.”

Sepertinya tutur kata Yaegi yang hanya berbentuk ketulusan, benar – benar menggerakkan hati kecil Lian untuk mengabulkan permohonan itu.

xxx

Keesokan harinya ..

Yaegi duduk di tepi ranjang rumah sakit dengan ponsel di tangannya. Sembari menunggu dokter datang untuk memberitahukan bahwa operasi akan segera berlangsung, ia yang di temani oleh Soo Rim dan Ha Sun ahjumma masih saja tidak dapat menetralisir perasaannya yang semakin gusar.

“Yaegi –ya, mertua mu tidak jadi datang? Seharusnya Nyonya Wu sudah tiba sejak dua jam yang lalu.” Soo Rim melirik arloji berdesain vintage yang bertengger manis pada lengan kirinya.

Yaegi menggeleng lemah, “aku tidak tahu Soo Rim –ah. Ah ya, Lian oppa dimana? Aku tidak melihatnya sejak tadi pagi.”

“ Molla, tidak ada siapapun di sini ketika aku dan Bibi datang.” dusta Soo Rim.

“Mungkin mertua mu sedang dalam perjalanan menuju kemari.” Ha Sun ahjumma menyambangi.

“Hmm, mollayo ahjumma.” Tukas Yaegi lemah.

Trek –

Kedatangan seseorang menginterupsi percakapan singkat mereka.

“Annyeonghaseyo. Annyeonghaseyo.”

Seseorang menggenakan jas putih lengan pendek dengan dalaman mini dress hitam pekat melangkah masuk ke dalam ruang rawat inap Yaegi. Sosok itu membungkuk sopan ketika mendapati Soo Rim dan Ha Sun ahjumma duduk pada sofa yang ia lewati.

Soo Rim dan ahjumma ikut berdiri dan membungkuk sopan, “ye, annyeonghaseyo.”

“Lee Daeshi imnida. Saya diutus oleh Dokter Kim untuk menjadi psikolog pendamping  sebelum dan paska agashi menjalani operasi.” Jelas gadis berambut panjang hitam legam itu.

“Ah ye, silahkan.” Soo Rim mempersilakan Psikolog Lee  untuk memeriksa kondisi psikis akhir dari Yaegi sebelum operasi berlangsung.

“Annyeonghaseyo, Nyonya Wu –  Yi –  Fan?”

“Ah y-ye.” Yaegi merasa sangat aneh ketika ia dipanggil dengan nama lahir Kris.

Psikolog Lee meraih lembut lengan Yaegi secara bergantian. Ia meletakkan ibu jarinya pada posisi  denyut nadi Yaegi.

“Kau berpuasa dengan baik tadi malam?” tanyanya ramah.

Yaegi mengangguk, “ne. Dokter Kim menyarankan seperti itu.”

Beberapa saat Psikolog Lee memegangi denyut nadi Yaegi, dan mengarahkan stetoskop pada dada Yaegi untuk dapat  merasakan detak jantung yeoja itu.

“Semuanya dalam kondisi yang sangat baik. Apa anda merasa gugup sekarang?” setiap kata yang terucap dari bibir psikolog muda itu terasa sejuk di telinga. Pembawaannya yang tenang, membuat siapapun tidak dapat membayangkan sosok Lee Daeshi yang  sebenarnya adalah seorang Fangirl dari  EXO, terutama dancing machine, Kai.

“Sedikit.” Yaegi menyahut pelan.

Psikolog Lee tersenyum tipis, “gwaenchanayo. Anda pasti bisa melewatinya dengan baik. Yang terpenting adalah harus selalu bersugesti positif. Algaeseoyo?”

“Nde. Gamshamnida.”

Tit. Tit.

Sesuatu berdering dari balik saku jas putih Psikolog Lee. “Chamkanmanyo agashi.” Sesaat psikolog muda itu berbalik untuk mengecek ponselnya.

“EXO Kris tidak terlihat di bandara?”

“Ye?” Yaegi reflek bersuara setelah dapat mendengar jelas Psikolog Lee menggumamkan sesuatu.

Soo Rim sontak bangun dari duduknya. Tatapannya ikut berubah panik, “ahh.. psikolog Lee.”

 

#Flashback

Beberapa jam sebelum

“Kau mau pergi kemana?”

Soo Rim dan Hasun ahjumma yang baru saja tiba dari Busan,  berpapasan dengan Lian yang juga hendak keluar dari pintu ruangan dimana Yaegi bermalam.

“Ibu menyuruh ku ke Shanghai.”

“Ye? Shanghai?” Soo Rim terhenyak.

Lian tampak sangat terburu – buru. Ia melihat sosok Yaegi yang masih terlelap sebelum ia pergi, “jangan mengatakan apapun padanya, katakan saja kau tidak melihat ku. Algaetchi?”

“Apa terjadi sesuatu?” Soo Rim menatap Lian skeptis.

Lian tidak mengangguk ataupun menggeleng, tetapi mimik wajahnya menyiratkan sesuatu yang diterka oleh Soo Rim.

“Putuskan koneksi internet dari ponselnya. Jangan mengatakan apapun pada Yaegi, ara? Aku pergi dulu. Bibi, aku pamit.”

#Flashbcak End

xxx

Shanghai Hospital, May 12th _ 10 A.M

Trek –

Seseorang masuk dengan langkah tergesa – gesa ke dalam ruang perawatan kelas I.

“Ibu.”

Wanita setengah baya yang merasa dirinya di panggil itu menoleh ke arah pintu.

“Li.” sosok yang  di panggil Ibu oleh Lian itu segera beranjak dari duduknya dan berhamburan memeluk Lian.

“Apa yang terjadi? Kenapa dia?” Lian melihat seseorang yang terkulai lemah di atas ranjang pasien dengan alat bantu pernafasan terpasang pada hidungnya.

“Kita masih harus menunggu hasil lab. YiFan demam tinggi dan dadanya terasa nyeri.” Jelas Ibu Kris dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.

Lian yang masih belum sepenuhnya mengerti atas situasi yang terjadi, hanya bisa memandang Kris yang masih terpejam dengan tatapan penuh tanya. Begitu pula dengan kehadiran sang Ibu.

“Ibu bagaimana bisa kau berada di Shanghai? Bukankah Ibu mengambil penerbangan Seoul?”

Nyonya Wu menggeleng, “Ibu berencana untuk mengambil penerbangan yang sama dengan adik mu. Entah kenapa, Ibu bersikeras untuk mengambil pemberhentian Shanghai dan singgah ke hotel tempat mereka bermalam. Lian, kau bekerja di SM kan? Kenapa kau tidak  mengawasi adik mu! Dia sangat kesakitan ketika Ibu datang tadi pagi.”

Lian mulai berjaga – jaga. Jika sudah seperti ini, siapapun bisa menjadi sasaran amukan  sang Ibu, terutama.. Ya, dirinya. Tidak salah memang jika dirinya yang di salahkan. Karena ia bekerja pada atap yang sama dengan Kris, SMEnt.

“Siapa yang membawanya kemari?” Lian mengalihkan pembicaraan.

“Manajer Im dan seorang staff yang Ibu tidak tahu siapa namanya. Mereka sedang di bawah untuk menunggu hasil lab.”

Perlahan Lian bisa meresapi keadaan, ia merangkul sang Ibu dan menuntun wanita itu untuk kembali duduk  di sofa. “Ibu tenanglah. Semuanya akan baik – baik saja.”

“Sudah berulang kali Ibu mengatakan jika Ibu tidak suka dengan kesibukannya yang seperti itu. Adik mu sangat keras kepala.”

Lian memejamkan matanya sesaat, memupuk kesabaran untuk menghadapi sang Ibu yang mulai berapi – api.

“Ibu, Yifan hanya kelelahan karena jadwalnya yang padat. Itu tidak jarang terjadi pada anak – anak yang lain. Ibu, tenanglah.”

“Bagaimana aku bisa tenang? Manajer Im baru mengatakannya pada ku jika Yi Fan sudah merasakan nyeri pada dadanya sejak sepekan terakhir. Apa mereka tidak memperdulikan kesehatan anak – anak ? Kenapa baru memberitahu ku sekarang!”

“Ibu.” Lian menggenggam kedua tangan Ibunya, juga mengusap hangat punggung sang Ibu agar perasaannya terasa lebih baik.

Nyonya Wu menyeka air matanya yang sejak tadi tumpah, rasa khawatirnya terhadap putra kecilnya itu tidak dapat terelakkan lagi. “Lian.”

“Iya ibu.”

“Tolong hubungi mereka untuk segera mengeluarkan hasil lab.”

“Ibu bersabarlah. Sebentar lagi  akan keluar. Hmm?”

Nyonya Wu tidak merespon kata – kata Lian. Ia beranjak dari sofa, dan berjalan  ke arah Kris yang masih tertidur pulas. Tangan hangatnya membelai setiap inci dahi Kris yang masih bersuhu sedikit tinggi, ia pun semakin menangis sedih ketika menyadari bahwa Kris tidak pernah sakit seperti ini.

Melihat itu Lian yang masih terduduk di sofa menanamkan keyakinan yang kuat di dalam dirinya, bahwa ia tidak boleh bermimpi jika suatu saat nanti dia yang akan berbaring di sana seperti Kris. Kejadian tujuh belas tahun silam masih sangat membekas di kepalanya. Ketika ia jatuh dan perutnya tertancap besi pilar bangunan tetangga kala ia bermain, sang Ibu justru menanggapi bahwa yang menelfon bukanlah pihak rumah sakit  untuk memberitahukan keadaan Lian, melainkan hanya orang yang sedang berlelucon untuk mengerjai orang lain dengan telfon genggam.

Ia nyaris terkekeh geli dengan sendirinya. Tapi karena dia adalah seorang Wang Lian, maka itu bukanlah masalah baginya. Hingga saat ini ia terkadang masih tidak mengerti, mengapa ia begitu menyayangi keluarga palsunya itu seperti ia melindungi nyawanya sendiri. Bahkan terhadap ayah dan adik kandungnya, Kim Nana, Lian tidak yakin jika dia memiliki perasaan yang sama besar pada mereka. Menjadi boneka keluarga Wu  lebih baik dibandingkan harus  hidup dengan ingatan bahwa ia adalah anak yang dibuang oleh orang tua kandungnya.

“Li.”

Suara sang Ibu memanggilnya lirih, Lian segera beranjak dari sofa, “ya Ibu?”

“Hasil lab sudah keluar. Bisakah kau meminta dokter untuk segera naik ke atas? Ibu tidak bisa pergi meninggalkan adik mu.” Nyonya Wu menyodorkan ponselnya pada Lian, usai menerima pesan singkat dari manajer Im yang berada di bawah.

Tanpa pikir panjang, Lian langsung turun ke bawah untuk meminta secara langsung.

Selang beberapa saat …

Lian kembali bersama seorang dokter, manajer Im dan satu staff SM lainnya.

“Nyonya Wu.”

“Ya, silahkan duduk.” Ibu Kris berbicara to the point.

Dokter yang bername tag ‘Kwon Liu’ itu mulai membuka amplop yang berisi hasil pengecekan kesehatan Kris secara menyeluruh.

“Ada beberapa cidera ringan yang tertulis di sini. Namun yang sedikit menghawatirkan adalah –“

“Apa ini?! Anak ku tidak pernah memiliki riwayat penyakit  sebelumnya.” Ibu Kris memotong cepat perkataan sang dokter setelah ia membaca sendiri hasil check up tersebut.

“Ibu.” Lian menekankan pelan pada sang Ibu untuk tetap bersikap tenang.

“Kakak Wu jangan khawatir. Kami akan menyampaikan ini pada pihak agensi.”Manajer Im yang sudah mengetahui lebih awal, menimpali.

Nyonya Wu terduduk frustasi. Ia menutup wajahnya sejenak. “Baiklah.” Ucapnya tenang.

“Im manajer, bagaimana caranya aku bisa mengecek ulang kontrak tertulis putra ku?”

DEG!

“Ibu.”

“Kakak Wu…”

Lian dan dua pihak SM di sana langsung tercengang mendengar pertanyaan yang terlontar dari Ibu Kris.

Wanita berpenampilan elegan itu mulai berubah tenang, ia menatap teduh Im manajer dan staff SM itu menunggu jawaban mereka.

“Dengan k-kuasa h-hukum.” Jawab Im manajer dengan nada ragu.

                                                                        xxx

May 13th _ Seoul International Hospital

Seunghwan memandang lekat Yaegi yang hingga kini masih terpejam setelah operasi siang kemarin. Ia baru bisa datang ke rumah sakit malam itu karena EXO sedang memiliki jadwal latihan di gedung SM, maka ia bisa menggunakan waktu kosong untuk bepergian.

Tit – tit – tit

EKG dan alat bantu pernafasan serta selang infus yang melekat pada keponakannya itu semakin menambah perasaan remuk redam pada hatinya. Yaegi belum mengetahui sama sekali apa yang juga sedang terjadi pada Kris saat ini.

“Yaegi –ya, kau harus segera bangun.” bisiknya lirih. Seunghwan dan yang lainnya memiliki harapan penuh atas apa yang akan terjadi dua hari kedepan. Sesuai yang telah diasumsikan, Yaegi akan melewati masa kritisnya dalam kurun waktu 3×24 jam untuk tersadar dari komanya. Tim dokter bersama ahli anastesi terbaik sudah berusaha keras untuk semua itu. Mereka hanya perlu untuk menunggu hasil dua hari ke depan.

“Oppa, ponsel mu berdering.”

Suara nan lembut yang tak lain adalah milik kekasihnya Park Soo Ra, membuyarkan fokus Seunghwan.

“Gomawo.” Seunghwan menerima ponselnya yang diberikan oleh Soo Ra. Ia  memilih bangun dan berbicara di luar ruangan.

Dalam waktu yang bersamaan, Soo Rim yang baru saja pulang bekerja berpapasan dengan Seunghwan di depan pintu masuk.

Soo Rim sedikit menunduk, isyarat sebuah tegur sapa.

“Magnae –ya, kau sudah pulang?” Soo Ra melihat adik sematawayangnya itu.

Soo Rim meletakkan tas kerjanya di atas meja. “Uhm. Aku juga sudah mengantar ChanSha ke tempat ahjumma. Eonni, ini kunci mobil mu. Aku akan bermalam di sini. Gomawo, sudah menggantikan ku sebentar untuk menjaga Yaegi.” Soo Rim memberikan sebuah kunci dengan gantungan boneka lucu kepada Soo Ra.

“Aku  membawakan mu baju ganti. Jangan lupa untuk membersihkan badan mu.”

“Ne. Eonni, apa Yaegi mengalami perkembangan?” Soo Rim mulai melepas high heels yang ia kenakan sambil memijat pelan betisnya sendiri.

Soo Ra yang berdiri di sudut kaki Yaegi, menggeleng lemah. “Belum. Tim dokter belum mengatakan apapun. Aku merasa kasihan padanya magnae –ya.”

“Nado eonni. Berita bahwa Kris menggugat pihak SMEnt karena kontrak kerja dan sebagainya juga sudah menyebar luas.”  Soo Rim berkomentar.

Soo Ra lebih dulu mengetahui hal itu dari Seunghwan. “Dia juga sedang dalam masa pemulihan. Entahlah, aku tidak begitu mengerti dengan permasalahan mereka.” Soo Ra mengangkat bahunya.

“Eonni, kau mengatakan apa barusan?” Soo Rim bangun menghampiri sang kakak.

Dahi Soo Ra mengernyit, “Yang mana?”

“Barusan eonni mengatakan, dia sedang dalam masa pemulihan. Geusaram nuguchi (siapa yang kau maksud?)”

“Krisseu –gga.” Jawab Soo Ra singkat.

“Mworagu?!” raut wajah Soo Rim langsung berubah shock. “Eonni –ya, jinjja? Siapa yang memberitahu mu? Jun Myun tidak mengatakan apapun pada ku.” Soo Rim memegang kedua sisi bahu Soo Ra.

“Seunghwan oppa. Kris tidak muncul di Incheon karena dia drop dan dilarikan ke rumah sakit Shanghai.”

Seketika Soo Rim langsung terduduk, ia memandang prihatin sahabat kecilnya yang masih terkulai lemah tak berdaya itu.

“Eonni, apakah dua orang ini memiliki hubungan emosional yang begitu kuat?” Soo Rim meraih lengan Yaegi dan menggenggamnya lembut.

Soo Ra berdecak bingung, “siapa yang kau maksud?”

“Uri Yaegi –gga, Krisseu rang.. “ tukas Soo Rim lirih. Ya, setelah melihat semua yang terjadi dari waktu ke waktu, Soo Rim dapat menyimpulkan demikian. Guratan kekhawatiran wajah Yaegi yang terekam jelas di ingatannya, sebelum yeoja itu menjalani operasi, apakah itu adalah wujud dari firasat buruk Yaegi terhadap Kris yang pada kenyataannya saat ini juga sedang terbaring lemah di sana?

“Yaegi ku yang malang.. “ desah Soo Rim pelan sembari mengusap lembut telapak tangan Yaegi berulang kali.

Entah mereka menyaksikan atau melihat dengan jelas atau tidak, pada waktu yang bersamaan , setetes cairan bening keluar dari sudut mata Yaegi yang masih terpejam. Mungkin  ia dapat merasakan semua itu, namun Yaegi belum memiliki kekuatan untuk terbangun dari masa kritisnya.

“Kris –ah.. kenapa kau belum juga pulang?Apa aku melakukan sebuah kesalahan lagi?”

xxx

SM Office _ Manager’s Room

Seunghwan baru saja kembali dari rumah sakit. Ia kembali ke kantor lebih awal karena Minwook manajer menelfonnya.

“Kenapa banyak sekali ponsel di sini?” Seunghwan menemukan setumpuk ponsel berbeda seri pada meja yang berpapasan dengan pintu masuk.

Yongmin manajer yang sedang bersantai pada bangku kerjanya pun menoleh, “ponsel anak – anak.”

“Mereka dilarang  pihak staff  untuk menggunakan ponsel hingga konfirmasi yang akan di sampaikan oleh agensi besok pagi.” Jae menyambangi.

Manajer Im sesaat menyeruput café mocca yang ia seduh sendiri di pantry, “anak – anak memposting berita hingga ke sosial media. Salah satunya Zitao.” Jelasnya singkat.

“Dan rumor semakin menyebar.” Sahut Yongjun.

Mendengar berita terbaru yang kian memanas itu membuat Seunghwan terduduk lemah pada bangku kerjanya. “Apalagi sekarang?” ia memijat pelipisnya frustasi.

“Pihak pengacara akan tiba di kantor besok siang.” Minwook menambahkan.

“Seperti sebuah tradisi yang harus ada setiap selang beberapa tahun.” Manajer Im terkekeh.

Yongmin memutar kursi kerjanya dan menghadap para manajer lainnya, “mari bertaruh. Siapa yang akan menang kali ini?”

“Ya! Bisakah kau sedikit serius dalam situasi ini!” Seunghwan melempar gulungan kertas ke  arah Yongmin.

Mereka hanya tergelak melihat Seunghwan yang sangat cepat emosi.

“Lalu kita bisa apa? Kalian masih ingin mengetahui siapa yang aku pilih jika aku memiliki wewenang lebih? Tentu YiFan.” Yongmin bertepuk tangan.

“Chaa.. daftar jadwal anak – anak sudah di perbarui oleh Ah Reum. Saatnya mencetak.” Jae manajer mengarahkan USB nya pada PC kerja di sudut ruangan.

“Krisseu akan benar – benar absen untuk sementara waktu. Tapi tidak menutup kemungkinan jika kontrak baru bersedia diperbarui, maka semua kembali seperti semula. Itu hanya asumsi ku saja.” Manajer Im berkomentar berdasarkan apa yang ia dengar dari pihak staff tertinggi.

Manajerdeul yang lainnya ikut mengangguk setuju, “geure. Let’s see..”

Minwook beranjak dari duduknya, “sudah sangat larut. Yongjun-ah, kajja kita harus mengantar  anak – anak pulang. Mereka akan menghadiri acara musik esok hari.”

“Geure.” Manajer Yongjun langsung bergegas bangun.

 

Sementara itu di ruang latihan dance EXO.

Untuk pertama kalinya tercatat dalam sejarah EXO pada saat berkumpul di ruang latihan mereka yang benar – benar sunyi senyap seperti tak berpenghuni. Kesebelas dari mereka larut dalam pikiran masing – masing. Semuanya duduk dalam jarak terpisah. Ada yang bersandar pada pendingin ruangan, tertidur di atas sofa, tergeletak di lantai dengan posisi telungkup, dan sebagainya. Ini adalah masa – masa yang mungkin lebih berat di bandingkan pengukuhan kandidat OT12 dua tahun silam. Tatapan dari 11 pasang mata itu tampak kosong.

 

“Aku tidak mengerti. Hanya itu yang dapat ku katakan.” – Chen _ Kim Jongdae –

 

“Apa aku bercanda begitu keterlaluan terhadapnya? Hyung itu.. padahal aku sangat menyukainya. Dan hari ini, ia melakukan hal yang sangat tidak ku sukai.” – Park Chanyeol –

 

“Tidak peduli apa yang akan orang lihat dan orang dengar kelak tentang diri ku, saat ini yang terpenting adalah, apakah angka 1 itu hanya akan berdiri sendiri tanpa 00 dan tidak lagi menjadi 100? Kita selalu meminta pendapat satu sama lain ketika ingin  menghukum member lain, lantas kenapa kau tidak meminta pendapat ku terlebih dahulu untuk ini? Apa karena kau lebih tampan dari ku dan kau bisa bersikap egois seperti itu? Inikah style yang kau maksud?” – Suho _ Kim Jun Myun –

 

“Benarkah? Benarkah itu Wu Yi Fan yang ku kenal? Ini masih terasa seperti kita baru saja di debutkan. Tapi entah mengapa, ini terasa lebih berat.” – Xiumin _ Kim Min Seok –

 

“Hyung itu sungguh mengerikan. Apa dia marah karena aku mengatakan tidak ingin memiliki Fans sepertinya ketika di Hello Japan waktu itu? Aku sangat menyukai hyung itu.. eotteokhae? Otteokhae? Eotteokhae!” – Byun Baekhyun –

 

“Laki – laki gila itu, dia selalu mengingatkan ku untuk mengkonsumsi vitamin agar aku tidak menjadi pelupa. Lalu kenapa dia melupakan ku begitu saja? Menghadapi anak – anak badung ini tidaklah mudah.” – Lay _ Zhang Yixing –

 

“Kita yang berada di sini adalah orang yang benar – benar memiliki mimpi. Tetap tinggal atau memilih pergi, kau pasti mengambil langkah yang terbaik. Aku sangat yakin dengan keputusan mu.” – Xi Luhan –

 

“Aku tidak melihat Kris hyung sejak Showcase berakhir. Apa yang terjadi? O_O” – D.o _ Do Kyungsoo –

 

“Tidak ada hal yang dapat ku katakan. Semuanya terlalu tiba – tiba. Untuk di masa yang akan datang, aku harus mengurangi porsi tidur ku agar selalu mengetahui apa yang terjadi.” – Kai _ Kim Jong In –

 

“Benar, ketakutan yang selama ini ku bayangkan. Akhirnya menjadi nyata.” – Oh Sehun –

 

“. Aku sangat menyayangi Yi Fan ge, sehingga sekarang aku memiliki alasan untuk tidak lagi percaya padanya.” – Huang Zi Tao –

xxx

Guangzhou _ May 15th

Sinar matahari pagi yang masuk melalui celah ventilasi sebuah kamar yang terletak pada lantai dua kediaman keluarga Wu,  tidak juga membuat namja bertubuh jangkung itu bergerak dari alam bawah sadarnya. Kris masih meringkuk di balik selimut dengan posisi yang nyaris tidak berubah sejak ia tidur tadi malam.

Seseorang melangkah masuk dengan membuka pintu kamar Kris perlahan, berupaya untuk tidak menimbulkan bunyi decitan sedikitpun. Orang itu melangkah pelan menuju jendela kamar yang menghadap ke sisi utara bumi Guangzhou. Suara tirai jendela yang di tarik dan sinar matahari yang menyilaukan juga tidak memberi efek apapun bagi namja itu.

Sosok yang tak lain adalah Ibu Kris sendiri, ia  duduk di tepi ranjang dan mencoba menyibakkan selimut yang menutupi tubuh putranya itu secara perlahan.

“Yi – “ kata – kata sang Ibu menggantung begitu saja ketika  memanggil nama putranya. Kris menahan selimut yang hendak di tarik oleh sang Ibu tanpa berkata apapun.

Nyonya Wu menghela nafas sejenak, ini memang membutuhkan kesabaran lebih. Sejak dua hari yang lalu Kris diizinkan pulang dan melakukan rawat jalan, tidak lebih dari kata ‘Ya’, atau ‘tidak’ yang keluar dari mulutnya.

“Yi Fan.” Nyonya Wu membujuk untuk kesekian kalinya. Akhirnya Kris membiarkan selimut yang menutupinya terbuka begitu saja. Posisi Kris tak sedikitpun berubah, ia masih tidur menyamping membelakangi sang Ibu.

“Kita sarapan dulu, hmm?” tangan hangat sang Ibu mengusap lembut puncak kepalanya.

Hening. Tak ada respon apapun dari Kris. Ia masih dalam posisi yang sama dengan mata yang menerawang lurus ke depan.

“Yi Fan jangan kerasa kepala.” Sang Ibu sedikit meninggikan suara untuk memancing Kris berbicara.

Tetap  tidak ada jawaban apapun.

Nyonya Wu akhirnya berpindah tempat ke sisi dimana Kris menghadap. Sesaat tatapan sang Ibu berubah terkejut, “sayang?! Jangan katakan jika kau tidak tidur semalaman, hmm? YiFan,jawab Ibu!” Nyonya Wu mendorong pelan bahu kanan Kris untuk melihat wajah putranya yang tampak sangat pucat itu dengan lebih jelas.

“Ck.” Sang Ibu berdecak kesal. Kris masih tetap bungkam.

“Baiklah. Jika kau mati setelah ini juga tidak ada yang dirugikan. Jangan makan apapun, jangan minum obat mu.” Nyonya Wu menggunakan trik pamungkas. Biasanya Kris akan segera merespon jika ia mengatakan hal seperti itu. Tetapi trik itu sama sekali tidak bekerja.

Sejenak Nyonya Wu menatap wajah lemah putranya itu pasrah. “Sigh – “ ia menghela nafas berat. Sikap Kris benar – benar membuatnya  frustasi.

“Ibu akan ke Seoul untuk menemui pihak agensi siang ini.”

Seketika dua bola mata Kris langsung bergerak menatap sang Ibu. Ia menatap lekat Ibunya hingga matanya tampak seperti berkaca – kaca. Kris menahan bibirnya yang bergetar. “Apakah .. Ibu hanya akan melakukan keinginan Ibu saja?”

Akhirnya sepenggal kalimat terlontar meskipun tidak begitu jelas. Nyonya Wu hanya bisa memandang  putra sematawayangnya itu dengan tatapan pasrah. Ia memilih untuk tidak berkomentar apapun atas pertanyaan Kris.

“Ibu tinggal dulu. Bila kau memerlukan sesuatu, panggil saja kakak mu.” Nyonya Wu beranjak dari kamar Kris dan keluar.

Bam – pintu kamar tertutup rapat.

Kris merubah posisinya menjadi terlentang. Ia menatap langit – langit kamar dengan tatapan hampa. Ia berbalik melihat meja samping kanannya dengan sebuah map yang berisikan daftar agensi yang bersedia menerimanya jika ia benar – benar memutuskan kontrak dengan SMEnt. Kris memejamkan matanya sesaat, meresapi atas apa yang telah terjadi padanya sejak beberapa hari terakhir. Tidak ada yang dapat ia lakukan saat ini. Dengan kondisinya yang masih terasa sangat lemah, dan tanpa sebuah ponsel di sana, Kris hanya bisa berbaring di atas ranjangnya.

Kris memperhatikan kalender yang  terletak pada meja yang sama. Ia tiba – tiba saja bangun dari tidurnya setelah melihat tanggal yang tercantum pada hari itu.

“Hmmkhh…” Kris memegangi perutnya yang terasa berdenyut pelan. Ia memaksakan dirinya agar bisa berdiri. Dengan langkah lunglai ia berjalan menuju lemari besar yang terdapat pada sudut kamar. Kris membuka lemari yang berisikan baju – bajunya dan meraih salah satu blazer berwarna abu – abu gelap untuk ia kenakan, lalu berjalan menuju laci yang terdapat di meja tempat ia menaruh buku – buku bacaannya.

Kris tampak mencari – cari sesuatu pada setiap laci yang ia buka.

Dalam waktu yang bersamaan, seseorang kembali masuk ke kamarnya.

“Kau cari apa?”

“Tiket ku. Tiket penerbangan Seoul.” Tanpa menoleh ke sumber suara Kris menyahut suara itu.

“Ibu sudah merobeknya.”

Jawaban singkat itu membuat Kris berbalik seketika. “Kau bilang apa barusan? Hari ini sudah tanggal 15, aku harus kembali hari ini.” Mata Kris kembali berkaca – kaca.

Sosok yang semula hanya berdiri di depan pintu kamar, kini melangkah untuk menghampirinya. “Ini ponsel mu. Sebelum Ibu kembali, serahkan lagi pada ku.”

Kris mengambil ponselnya tanpa mengucapkan apapun. Ia masih terdiam dengan tubuh yang ia sandarakan pada sisi meja bacanya.

“Kau belum makan apapun sejak tadi — “

“Wang Lian.” Panggil Kris cepat.

Orang yang berdiri di depannya itu menanggapi santai, “kenapa?”

“Yaegi,  apa dia sudah siuman?” tanya Kris ragu.

Lian menggeleng, “aku tidak tahu. Sudah hari ketiga, seharusnya begitu.” Lian menambahkan.

“Aku, aku hanya mengatakan bahwa aku tidak sanggup untuk berjalan waktu itu..” tatapan Kris menerawang lurus ke luar jendela kamarnya.

Tak ada yang bisa Lian komentari atas  hal yang Kris coba katakan. Ia sendiri sudah sangat dibingungkan dengan pengalihan surat kuasa dan sebagainya. Ditambah dengan permasalahan tuntutan ini itu.

“ Aku keluar dulu.”

“Wang Lian.”

Lian menyahut cepat, “jika kau ingin mengetahui semuanya, kau bisa menggunakan ponsel itu. Itu alasan  kenapa aku memberikannya pada mu.” Tanpa menunggu jawaban Kris selanjutnya, Lian lebih dulu keluar dari kamar.

Kris menarik kursi yang terdapat di sebelahnya, ia mulai membuka papan layar ponsel yang sudah tiga hari terakhir tidak terjamah olehnya. Ya, sang Ibu melarangnya untuk memegang benda tersebut usai seorang staff mengirimkan pesan singkat yang hanya berisi jadwal perform tanpa mempertanyakan kondisinya saat itu.

Dengan tangan yang sedikit bergetar Kris mulai mengetuk papan layar. Tujuan utamanya adalah ikon ‘browser.’

Setelah beberapa saat melihat semua hal yang beberapa hari ini tak terjangkau olehnya, seulas senyum kecil melengkung dari wajah pucatnya. Kris menaruh kembali benda pipih tersebut ke atas meja, ia sudah  merasa cukup untuk melihat semua itu. Rumor atau fakta telah menyebar tanpa mempertanyakan lagi sumber sebenarnya.  Lambat laun apa yang Ibu nya lakukan menjadi mungkin baginya ketika mengingat hari dimana ia menahan rasa sakit yang luar biasa tanpa ada yang menganggapnya sedang tidak bercanda waktu itu.

Ia membuka kembali blazer yang semula membalut T-shirt hitamnya, dan kembali ke tempat tidur. Tak ada hal menarik baginya saat itu. Bahkan setiap saliva yang ia telan terasa  begitu pahit. Sarat akan kekecewaan, ketakutan, kegusaran, bercampur menjadi satu pada ekspresi wajahnya saat itu. Hingga, rasa kantuk mulai menyerang, perlahan dua bola mata coklat yang sinarnya sedang meredup itu pun terpejam.

 

Berjam – jam kemudian…

“Appa.. “

“Appa ileona.. ileona papaa..”

Sayup – sayup suara ChanSha kecil menjelma menjadi nyata hingga membuat Kris beranjak dari alam bawah sadarnya.

“Papp-paa..” suara itu semakin berdengung.

Kris sangat mengenal suara itu. Suara yang hanya akan ia dengar ketika ia pulang ke apartement. Kris berusaha membuka matanya untuk kedua kali, meyakinkan dirinya bahwa ia memang belum sepenuhnya terbangun dari alam mimpi.

Plak –

Satu tepukan menyentuh wajahnya, Kris sontak menoleh ke samping kirinya.

DEG!

“Appa.” malaikat kecil Wu Geum Sha jelas terlihat berdiri tepat di samping kepalanya, dengan kedua tangan memegang erat tepi ranjang.

“Appa iloena..” tangan mungil itu terus memukul – mukul pelan wajah Kris. Tidak ada respon apapun yang namja itu berikan. Ia hanya terus memandang sosok kecil itu hingga sosok itu benar – benar hilang dari pandangannya.  Dan, Kris berharap  bisa segera terbangun dari mimpinya. Ya, Kris merasa ia telah bertahan dalam ilusi cukup lama.  Sosok kecil Wu Geum Sha tidak juga lenyap dari pandangannya.

DEG!

“Geum Sha!” Kris sontak terbangun  ketika menyadari sosok kecil itu benar – benar bukan sebuah khayalan.

“Wu Geum Sha..” dengan gerakan ragu – ragu Kris mengangkat putri kecil itu ke dalam gendongannya.

“Appa.” Tangan mungil Geum Sha menyentuh lembut kedua pipi Kris dan menatap Kris dengan matanya yang kebiruan.

“Sha – ya..” mata Kris kembali berkaca – kaca, hidungnya mulai memerah ketika sosok Geum Sha benar – benar dapat ia rasakan.

“Ini Wu Geum Sha putri ku, benar kan?” Kris masih tidak percaya akan semua itu.

“Uri eomma.” Geum Sha menunjuk sesuatu dengan telunjuknya, itu mengarah pada sesuatu di belakang Kris.

Dengan rasa haru yang masih  kian membuncah, Kris memberanikan diri untuk melihat arah telunjuk Geum Sha. Itu sangat menakutkan baginya jika semua ini adalah mimpi. Perlahan Kris mencoba menoleh …

DEG! Setetes air matanya langsung tumpah dalam seketika.

“Ini yang kau maksud dengan keinginan mu Yi Fan ?”

To Be Co

 

Aloha! Kayaknya Mini Series ini di tambah satu chapter lagi gapapa ya?😀

Soalnya aku sedang menjadi idola dari para ‘tugas – tugas’ kampus -_-

Sumpah ga maksud buat para readers ku galau atau mau begimana yak. Tapi yah, nasib orang suka menghayal ._. *sungkem atu – atu*

Yang perlu di INGAT! Semua yang ada di dalam cerita ini adalah FIKSI!

Hanya ada dua FAKTA di chapter kali ini!

Satu! Kuasa Hukum yang di kirimkan pihak Kris. (Kuasa Hukum utk pengecekan kontrak / pembatalan kontrak, hanya paman Omin dan paman Oman yang tau. Kita hanya bisa berasumsi)

Dua! Penerbangan Kris menuju Seoul pada tanggal 15 di batalkan. (alasannya, molla kkk)

Tiga! *tadi katanya dua thor -_-* / eh iya O_O\

Untuk yang lainnya aku hanya bisa mengatakan BE POSITIVE sajaaaaa ya :* :* :*

EXO SARANGHAJA! WU YI FAN ALWAYS BE HERE ~ YAEKRIS TIDAK AKAN PERNAH PUNAH😀

Sasasarangieyoooooo

 

Ayo kita chit chat di twitter😀 , mian… masih belum bisa ngebalas komentar kalian u_U

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

96 thoughts on “Ridiculous Mini Series ‘What’s Wrong?’ Chapter 7

  1. Lanjut eon,,,msih galau ama britantya ‘Bang Galaxy’, smga mslahnya cepet kelar n smua bisa kmbali normal. Ttp smngat tuk oennie:):):)

  2. oenni~~ aku nyesek bcanya, yaegi sma kris pnya ikatan batin ne, sama” lagi sakit😦 …
    aku jdi inget britanya lgi, tpi gk nangis aku udh lelah makan rumor dan hoax gk ada yg bisa d.prcya, hnya bisa nunggu konfirmasi SM. …
    itu kris mimpi atau knyataan?? trus yg nanya itu sypa?? aish pasti epep eonni ps TBC slalu bikin penasaran deh…
    aku tunggu next chap eonni fighting and keep writing😉😉 , , love ya . . .

  3. Wuahh….
    Kesini”nya ff ya makin bikin orang penasaran, bikin orang ketagihan baca’y / makankali wkwk….😄
    Sumpah eon aku ga bohong. Klo aku baca nii ff. Aku selalu brasa ada ditenga” rutinitas exo yng eon buat🙂

    Aduhhh… mian eon, aku engga bisa berkata tentang ff ini. Pokok’y ff eon kren , debak deh🙂 .
    Oy….maksih udah nyelip” rumor kris exo.

    Ydh eon yang semangat ya eon.
    Eon daebak, ff jjang🙂
    Faighting eon
    Bye eon

    Saranghayo eon :*❤

  4. huaaaaaa nangisss TT—TT
    kris oppa……
    hiks hwaiting T-T)9
    #WeBelieveInYou KRIS OPPA !!!
    SARANGHAJAAAAA
    unni ya hwaiting !!! ;-;)9

  5. Sedih banget, kasian ChanSa kedua orangtuanya sakitT,T GWS buat YaeKris. Lanjut eon jangan lama2, ditunggu secepatnya, keep writing. Fighting!!

  6. nyesek banget bacanya , andaikan ini bnar oh’ 😥

    Di next yah thorr

    (gag sanggup lgi ngomong apaan ‘ )

    #Keep spirit For KRIS

  7. setuju sma kta” soo rim yaekris punya ikatan batin yg kuat,,:-(
    itu yg terakhir beneran chansa plus yaegi yg dateng??berharap chapt ending bakal bisa liat kluarga ini lg,,,udah lama gak liat kluarga kecil wu kumpul lg:-D
    nice story next chapt d’tunggu^^

  8. sedih sih baca nya. apalagi ttg kris yg ono
    tapi apapun yang kris lakukan sebagai fans harus tetep mendukung dan mendoakannya bukan menjadi hatersnya. naga kris fighting !!!
    buat ff always laah. dan jgn lama2 next chapnya yaaa

  9. part ini ada juga soal yifan gugat SM,,,walauoun ini cuma ff tapi se enggak y ini ff bisa biluat nipu diri sendiri yg slama ini galau sama kasus y wu yifan,,, ff ini bisa nipu diri klo semua yg terjadi n alasan yifan gugat ya ini,,, menghibur dirilah gt…..
    yaegi y gmn dah bangin pa blm????? n kno geumsha bisa disana??? si kembar,,, pa jangan2 yaegi dibawa sama ibu y yifan biar bisa sama2 walau dlm keadaan ngak sadar??? penasaran ma yaegi gm???
    kris hwaiting apapun keputusan mu slalalu dukung n klo bisa berharap sih ya jgn keluar dr EXO…
    cukuo ngerasain pa yg terjadi sama Hangeng oopa dr SJ n sampe sekarang aja masih berharao bakal balik….

  10. Ige mwoyaaaaaa!?
    Damn, love you sooooooooo much muriza, your ff makes me cry. I realize 100% this romance romance story is only a fiction, but still, you know very well how to touch the reader’s feeling.

    I’m so sorry, I used to be sider, but honestly, I am proud of you. Keep writing chigu, see you on June 5th in the class.

  11. Ige mwoyaaaaaa!?
    Damn, love you sooooooooo much muriza, your ff makes me cry. I realize 100% this romance story is only a fiction, but still, you know very well how to touch the reader’s feeling.

    I’m so sorry, I used to be sider, but honestly, I am proud of you. Keep writing chigu, see you on June 5th in the class.

  12. Kok kyknya rumit bnget jdi yaegi sma kris kan ksian tuh yaegi sma kris trus ChanSha gmna? :”
    EXO Always OT12 EXO Saranghajaaa! WeAreOne😉
    Ttp smngat ngelanjutin fanficnya eonn :))

  13. Gereget gue gereget!!!!! Ahhh Eonnie ottokhe??
    Huhuhu PR dan ulangan di mana-mana jadi aku baru buka ini blog!!
    Kris itu anak ‘mami’ banget yakk, sedikit membangkang kek,.. Hahahaha😀 /jangandicontoh/

  14. Mga ff nya lanjut terus ya…
    Upa smangat y buat lanjutin ffnya…
    Mga yg terbaik buat smuanya wu yi fan n exo…

  15. Sedih banget aku lihat nasib yaegi dan kris….
    Udah dong min…. endingkan aja yang bahagia yeee
    Sedih lah bacanya mesti ini hanya ff tapi kayak beneran apalagi kasus kris di sm. Oalaah sedih aku… :’-(

  16. syukur alhamdulillah thor low YaeKris gk akan punah wlw Kris oppax cndri gk tw kabarnya,
    author knpa bza pnter bgt sih bwt ide kyk gni,
    Kris oppa tu emg idolq yg no 1,
    n q gk akan bza nglupain dy wlw ntix dy dah keluar dr EXO n tetep support Kris oppa #CauseImKrisFans
    jg member EXO lainya,
    q jd mkir low posisis kris oppa skrng jg kyk gni,
    dya lg sakit n mw kmbali gk bza krna terlalu bxknya comentar negatif n bxk yg terlanjur bnci ke dy termasuk EXO oppa cndri,
    GWS buat oppa #WeBeliveYouKris cma #StrongManEXO
    d tunggu lanjutannya ne moga” d cni Kris oppa bza lekas sembuh n comeback to EXO wlau cuma ada di ffa qm aja,
    gumawo geurigo fighting

  17. syukur alhamdulillah thor low YaeKris gk akan punah wlw Kris oppax cndri gk tw kabarnya,
    author knpa bza pnter bgt sih bwt ide kyk gni,
    Kris oppa tu emg idolq yg no 1,
    n q gk akan bza nglupain dy wlw ntix dy dah keluar dr EXO n tetep support Kris oppa #CauseImKrisFans
    jg member EXO lainya,
    q jd mkir low posisis kris oppa skrng jg kyk gni,
    dya lg sakit n mw kmbali gk bza krna terlalu bxknya comentar negatif n bxk yg terlanjur bnci ke dy termasuk EXO oppa cndri,
    GWS buat oppa #WeBeliveYouKris cma #StrongManEXO
    d tunggu lanjutannya ne moga” d cni Kris oppa bza lekas sembuh n comeback to EXO wlau cuma ada di ffa qm aja,
    gumawo geurigo fighting

  18. Eomma, mianhae aku bru baca
    Aku kelupaan trus mau baca ff nya eomma.. Hehehehehe😀
    Jdi baru semalem deh bacanya ..

    Eomma knpa cerita yg eomma buat ini, selalu buat aku nangis ?
    Kata”nya itu daebak eomma (y)

    Eomma jjangieyo (y)

    Keep writing ya ! Eomma fighting !! YaeKris fighting !! EXO fighting !!

  19. Eonni ~ pada tanggal 24 mei ini aku datang lagi /? Oh god, itu yang ditunjuk ama geumsha siapa ? Yaegi kah ? Gue kah ? *maksud -_- eonni.. Cepet” dilanjut ngapa ? Udah kaga sabar ini -_____- aih, itu sajalah yang ingin kukatakan *balik ke kolor junmyun* /?

  20. sedih baca ff ini karena keinget mr galaxy. kangen banget sama dia😥
    tapi moga” dia baik” aja sama berharap yang terbaik untuk dia dan anak” exo. always support them and fighting!

  21. Aelah hampir nangis bcanya sumpah.. Yaegi belom sadar, kris juga sakit,, *sigh*
    Ff nya berasa kaya nyata banget, dapet banget feelnya..
    Yaelah itu kta2nya tao ko kek gitu sihh..
    Kenapa pada kaya nyalahin kris semua coba,, tau ahh mudahan wu yi fan bisa kembali ke jalan yg benar *nahlohh,wkwkw*
    Eon, fighting!!
    And for kris wu yang terbaik aja deh😥🙂

  22. syukur alhamdulillah thor low YaeKris gk akan punah wlw Kris oppax cndri gk tw kabarnya,
    author knpa bza pnter bgt sih bwt ide kyk gni,
    Kris oppa tu emg idolq yg no 1,
    n q gk akan bza nglupain dy wlw ntix dy dah keluar dr EXO n tetep support Kris oppa #CauseImKrisFans
    jg member EXO lainya,
    q jd mkir low posisis kris oppa skrng jg kyk gni,
    dya lg sakit n mw kmbali gk bza krna terlalu bxknya comentar negatif n bxk yg terlanjur bnci ke dy termasuk EXO oppa cndri,
    GWS buat oppa #WeBeliveYouKris cma #StrongManEXO
    d tunggu lanjutannya ne moga” d cni Kris oppa bza lekas sembuh n comeback to EXO wlau cuma ada di ffa qm aja,
    gumawo geurigo fighting

  23. hai kaaaak bener bener telat nih baca+review nya huhuhuhu mianhae T..T)
    ini kenapa Yaegi sakit terus Kris nya juga ikut sakit😦 kayak sakit berjamaah, tapi miris lihat keadaan nih couple yg lagi anget anget nya dilanda masalah. kasihan juga kan kris di china dikurung sama emaknya kayak mau dipingit gitu😥 semoga Yaegi juga ngga kenapa kenapa hiks

    EXO fighting!! Kak Upa Fighting!!

  24. Apa yaegi sdh sadar dan dia menyusul yifan di shanghai . Bener thor be positive apapun yg dia ambik mungkin itu yg terbaik ,

  25. Awesome…aww semua jadi galau begini..Krisss hanya berhalusinasi kan??
    Berharap Yi Fan tetap bersama..ahh apapun itu kita tunggu keputusan resminya tgl 25..

  26. ul..maapkan aku..salah satu alasan dr waktu itu belum baca dan belum komen adalah…..takut…
    takut bgt sekarang baca tentang Kris. takut rapuh. takut krekkk. takut jlebbb. dan bener sekarang…kembali..lagi..lagi..netes lagi baca tentang dia T_T
    masih ga ngerti kenapa…ada apa…yang jelas…aku ga benci dia…aku dukung dia…tapi gatau rasanya masih sakitttt bgt kalo baca tentang dia. rasanya pengen balik ke tanggal sebelum 15 Mei.

    maap aku ga review ff kamu yg ini. karna gabisa bilang apa-apa. masih…terlalu sakitttt…hikssss

  27. kalo aku bilang aku nangis wkt denger beritanya bang naga aku dikatain lebay ngga? Kalo iya ngga jadi deh-__-
    Aku shock berat sama kata2nya Tao deh… Yang diatas itu semua boongkan? Karangan author aja kan yaa? Aduuh, sekarang bang naga bener2 OUT dr EXO :'((( *nangis*
    Dia berencana hidup bahagia sama aku.
    Keep Galaxy😀 keren thor, next cepet publish yeee ,

  28. Huaaaah, baca chapter ini jadi sedih gegara kerisseu😦 ceritanya kayak nyata. Walopun kris emg keluar dri exo😦 next aja eon :’)

  29. Lama ga baca ff . Tepat nya gak lama stelah kasus yg menerpa kris. Dan skg mungkin luhan. Ff serasa sprti fakta. Apa yaegi yah yang datang terakhir itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s