EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 1

5738_757117507648989_1240196035_n

Author / Script Writer : Ulfa Muriza – @_choUpa 

Poster by : Tiara / Han Jae Rin 

Rate : T 

Genre : Family, Friendship, romance, sad, ( – marriage life )

Cast :

– Kim Jong In / Kai

– Han Jae Rin / OC

– YaeFan / Cho YaeGi – Wu Yi Fan / Official Couple :D 

– Yoon Soo Hee / SM’s Model

– EXO 

– Another Cast 

***

Brak!

Pintu ruangan CEO utama dibuka kasar oleh seseorang yang melangkah masuk ke dalamnya. Kim Young Min yang saat itu sedang  duduk pada meja kerjanya dengan beberapa lembaran dokumen ikut terhenyak, ia  sontak berdiri dan  melihat pada sosok yang kini sudah berada dihadapannya.

“Sudah berapa kali aku katakan pada paman bahwa aku tidak akan melakukan hal konyol itu!” seorang pemuda berkulit sawo matang berbicara padanya dengan tatapan berapi – api.

Young Min justru masih bisa bersikap tenang, ia   menatap sosok pemuda tanggung dihadapannya itu dengan tatapan datar.

“Tutup pintunya Jong In –ah.” Young Min bertitah tenang.

Pemuda yang memiliki nama panggung Kai itu sesaat hanya menoleh pada pintu masuk, dan seseorang dari arah luar muncul untuk menarik pintu agar kembali tertutup rapat. Seunghwan manajer  dapat membaca keadaan saat itu, ia yang mengikuti Kai dari ruang latihan menuju ruangan Young Min, memilih untuk menunggu di luar.

Setelah memastikan pintu telah tertutup rapat, Young Min berpindah dari meja kerjanya, hendak merangkul Kai untuk duduk pada sofa yang terdapat ditengah ruang kerja tersebut.

“Ck!” Kai menolak kasar rangkulan pria  yang bernotabene adalah saudara kandung dari ayahnya itu.

“Ada apa denganmu Jong In –ah? Ayolah nak.” Young Min masih bersikap tenang untuk meredam amarah Kai yang sebenarnya sudah dapat ia terka atas perihal apa yang membawa Kai ke ruangannya.

Kai berbalik ke samping, tepat dimana Young Min berdiri. Mata Kai memandang sang paman tajam, “tidak cukupkah dengan aku mengakhirinya begitu saja?”

Seketika wajah Young Min berubah lebih serius, “kau berbohong.”

Kai berusaha untuk tidak memperlihatkan keterkejutannya, “paman – “

“Lupakan gadis itu. Bomi akan membuat semuanya menjadi lebih baik sebelum kasus Kris terselesaikan.” Young Min memotong ucapan Kai.

“Tidak cukupkah dengan Baekhyun saja? Paman! Ini semua hanya membuat kami hancur!” suara Kai sedikit meninggi, matanya perlahan berubah memerah.

Young Min yang semula membuang tatapannya keluar jendela kaca besar yang menghadap ke pusat kota Seoul, kembali menatap Kai.

“Menurutlah padaku.” Young Min menepuk pundak Kai pelan.

“Aku tidak akan melakukan itu. Bomi atau siapapun, aku tidak bisa melakukannya.” Kai menekankan kata – katanya.

Young Min mengangguk – angguk kecil, “baiklah. Jadi kau ingin melihat agensi ini terus kehilangan investor yang hanya berdiri demi Kris? Justru jika kau seperti ini kau akan hancur Jong In.”

“Lantas mengapa paman memberikan  Jae Rin untuk memilih YG? Bukankah jika Jae Rin didebutkan pada agensi yang sama seperti ku itu lebih menguntungkan? Baekhyun hyung – Taeyon Nuna. Paman yang membuatnya menjadi sulit!”  Kai mengeluarkan argumennya panjang lebar.

Young Min tersenyum tipis, “kau tidak mengerti maksudku nak. Ayolah, ini bukan drama cinta remaja.”

“Cukup dengan aku mengatakan padamu bahwa aku dan Jae Rin tidak memiliki hubungan apapun. Apa hanya sekedar berteman saja tetap tidak bisa!” mata Kai mulai berkaca – kaca. Bibirnya  bergetar, kesedihan yang sebenarnya sangatlah berat untuk ia lalui, akhirnya membuncah pada saat itu. Baginya semua ini sudah melampaui batas.

Young Min hanya menatapnya tanpa berucap satu patah katapun.

“Apakah karena Kris hyung berbeda? Karena Kris hyung mendapatkan seorang pewaris? Ah.. aku  mengerti sekarang.” Kai tertawa getir.

Young Min tampak menahan kepalanya yang berdenyut karena emosi yang ia tahan sejak tadi, ia  mengeraskan rahangnya ketika mendengar ucapan Kai.

Young Min menghadap pada Kai sepenuhnya dengan kedua tangan yang ia selipkan pada kedua saku celanannya, “tidak ada gunanya bersikap keras kepala seperti ini nak. Aku bisa melakukan apapun untuk menyingkirkan orang lain, hingga kau  mendapatkan posisi ini. Kai, visualisasi terbaik EXO.” Bisik Young Min dengan suara tegas.

Nafas Kai semakin memburu, ia merapatkan giginya dengan tangan yang terkepal. “Lakukan hal yang sama padanya. Jangan lagi bekerja sama dengan perusahannya. Apa paman bisa melakukan itu? Jika ya, aku akan berkencan dengan Bomi.”

Mata Young Min melotot sempurna.

“Kenapa? Bukankah Kris hyung tidak akan kembali lagi? Tidakkah paman berpikir jika ini adalah satu cara agar Kris hyung  bisa mempublikasikan pernikahannya tanpa ada peraturan ini itu? Paman kau curang!  Kau hanya berpihak pada hal yang menguntungkanmu!”

“Kim Jong In!”

“Apa!” Kai balik membentak Young Min. “Kau tidak melakukan ini pada Luhan hyung, karena ada Kim Nana dibalik ini. Begitu juga dengan Kris hyung, benarkan? Sementara, aku! Chanyeol hyung! Baekhyun hyung!”

“HENTIKAN!” suara Young Min menggelegar.

Namun itu tidak berefek apapun pada seorang Kai, “PAMAN BISA MELAKUKAN INI KARENA KAMI TIDAK MEMILIKI KEKUATAN APAPUN!” Kai  berteriak lantang.

“KIM JONG IN!” Young Min berteriak hingga memperlihatkan urat – urat nadi yang terbentuk jelas pada bagian dahinya. Pria paruh baya itu kini tidak dapat lagi mengendalikan amarahnya.

Kai menyeka kasar air mata yang tak dapat ia kendalikan tumpah begitu saja, “jangan lakukan ini pada teman – temanku yang lain.”

“Keluar.” Young Min menunjuk arah pintu.

Kai tidak menggubrisnya, ia masih menatap sosok sang paman. Bahkan semakin mendekat pada Young Min, untuk berbisik, “aku akan menepati kata – kata ku barusan. Jika paman mencabut investor yang ku maksud, aku dan Bomi akan segera berkencan.” Usai berkata demikian, Kai langsung berjalan menuju pintu.

BRAK! Suara dentuman pintu yang ditutup kasar membuat Young Min sedikit terhentak.

***

Seunghwan langsung bangkit dari duduknya ketika melihat Kai keluar dari ruangan CEO.

“Jong In –ah.”

“Aku tidak akan latihan sore ini.” Kai memotong cepat, ia lebih dulu berjalan menyusuri koridor tanpa menghiraukan Seunghwan di belakangnya. Kai yang terkesan  pemalu dan memiliki sifat penyayang itu, akan berubah menjadi seorang Kim Jong In yang teramat dingin jika sesuatu membuat hatinya terasa sangat sakit. Kai bisa membuat orang lain terkagum – kagum dengan kemampuan dancenya yang energik. Ia juga bisa menunjukkan sisi lembutnya ketika orang mengenalnya sebagai Kim Jong In, namun tidak ada yang pernah tahu jika Kai atau Kim Jong In memiliki hal yang tidak pernah dapat ia perjuangkan bahkan sampai  ia memiliki nama besar seperti saat sekarang.

Tiba – tiba sesuatu menahan langkah Kai yang hendak berjalan menuju lift.

“Nona Cho kau ini sebenarnya bodoh atau apa? Kau bekerja untuk suamimu atau-“

“Untuk perusahaanku.”

“Cih.. tidak dapat dipercaya.”

Kai melihat jelas percakapan yang lebih mirip perdebatan antara dua orang wanita yang tidak jauh darinya itu. Cho Yaegi dan satu orang yang sedikit membekas  pada ingatan Kai, Yoon Na Jin. Kai memperhatikan sosok Yaegi begitu lekat, setelah beberapa bulan lamanya mereka tidak bertemu paska pembedahan yang Yaegi jalani, serta kasus Kris beberapa waktu silam.  Dan, ini adalah hari pertama dimana Yaegi kembali ke Seoul untuk pekerjaannya.

Kai melihat Najin lebih dulu berlalu menuju lift. Tampak dari wajah sosok jelita itu, perkataan Yaegi membuatnya begitu diubun – ubun.

Oppa, tarik semua dokumen KK tanpa tersisa hari ini juga.” Yaegi  yang sejak tadi menjadi pusat perhatian Kai, seketika suaranya menjadi  tercekat ketika ia  menyadari keberadaan Kai di dekatnya.

“Kai?” desis Yaegi pelan.

Kai tidak mendengarnya, ia justru melihat bahwa Yaegi hanya menatap ke arahnya tanpa sepatah katapun.

“Hmm, lama tidak bertemu.” Kai menyapa sosok Yaegi  dengan sedikit kikuk, sebelum ia  berbelok menuju lift.

Seunghwan yang sejak  tadi berjalan di belakang Kai, menghampiri dua orang yang sangat ia kenal itu. “Kita makan malam bersama. Ada hal yang ingin ku sampaikan. Oke, aku tinggal dulu.” Seunghwan menepuk hangat pundak Yaegi dan Lian secara bergantian.

“Baiklah.” Yaegi langsung mengiyakan. Seunghwan pun berlalu.

Lian yang  berdiri tepat disamping Yaegi, memandang lift sesaat. “Sepertinya kau harus kembali memperkenalkan dirimu sebagai orang asing kepada anak – anak itu.” tukas Lian dengan gaya santainya.

Yaegi menyikut pelan tangan Lian, “omong kosong apa yang kau katakan.”

Lian mengangkat kedua bahunya seraya menyeringai lepas, “baiklah. Aku akan menjemput ChanSha di taman bermain dan kita  pergi makan siang.”

Yaegi membenarkan lembaran dokumen yang ia pegang sejak tadi, “kalian duluan saja. Aku akan menyusul setelah bertemu dengan dokter Jay. Hari ini check up pertamaku.”

Lian langsung membuang tatapannya ketika mendengar nama Jay. Ia mengangguk, “baiklah. Aku akan memberitahumu setelah kami menemukan restauran yang cocok.” Lian merangkul Yaegi sejenak.

“Ah.. adik ipar,” Lian menunda langkahnya, ia kembali berbalik.

Yaegi hanya menatapnya dengan tatapan, “kenapa?”

Lian menyodorkan ponsel miliknya pada Yaegi. Sebuah panggilan membuat layar ponsel Lian berkedap – kedip sejak tadi, “dia nyaris menghabiskan waktu istirahatnya untuk menghubungimu. Bicaralah.” Lian menunjuk nama si pemanggil dengan kedua matanya.

Yaegi melihat sekilas nama si pemanggil, ia mendorong tangan Lian sebagai tanda penolakan. “Aku tidak memiliki hal yang dapat ku katakan saat ini.”

“Kau berani menolak anak ini di depan kakaknya?” Lian setengah mengancam seraya memandang layar ponselnya.

Yaegi menatap Lian jengah, “kau berani membantah atasanmu?” Yaegi balik mengancam.

Lian akhirnya terkekeh, “hmm, sudah banyak perubahan. Aku bahkan tidak tahu serum apa yang dimasukkan ke dalam kepalamu oleh dokter brengsek itu.” Lian mendesis pelan.

Yaegi maju satu langkah agar ia dapat mendekatkan wajahnya pada Lian, “lihatlah. Aku hanya orang yang tidak mengetahui apapun disini. Kontrak yang tidak sesuai, kencan demi popularitas, dokter brengsek, lalu apa lagi?” Yaegi berbisik tepat pada wajah Lian, lalu bergegas pergi dari sana.

***

Kai berjalan cepat menuju tangga darurat yang terdapat dilantai 2 gedung SM. Ia memilih untuk tidak turun ke lantai dasar menggunakan lift. Kai semakin mempercepat langkahnya ketika rasa sesak itu semakin membuat dadanya penuh akan perasaan yang terus berkecamuk. Bahkan ia tidak dapat mengendalikan pikirannya saat ini, karena semua terjadi secara tiba – tiba. Ia merasa kehidupan SM akhir – akhir ini seperti  teka – teki yang harus mereka ungkap satu persatu tanpa tahu siapa yang akan menjadi sasaran selanjutnya.

Kai sempat merasa sangat bersyukur ketika Baekhyun ditunjuk untuk melakukan sandiwara konyol agar mengalihkan perhatian publik dari masalah yang sedang dialami oleh EXO. Namun, dalam sekejap ia berubah menjadi mengutuk semua itu ketika ia mengetahui jika ia akan terlibat lagi dalam hal seperti ini.

Kai mendorong kasar pintu menuju tangga darurat, ia terus menuruni satu persatu anak tangga dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Ia sangat membenci hal ini, sesuatu yang membuatnya harus menjadi laki – laki yang melankolis, menangisi sesuatu  karena tidak ada hal yang dapat ia perbuat.

“Jae Rin –ah, apa kau akan mendengarkan aku setelah ini? Bisakah kau memberiku kesempatan untukku  mengatakan ini Rin –ah?” suara batin Kai terus berteriak. Bayang – bayang Han Jae Rin, gadis yang telah 6 tahun lebih menjadi seseorang yang terhitung memiliki arti dalam hari – harinya kini kembali menggerayangi pikirannya.

Kai telah sampai di lantai dasar. Ia berlari menyusuri koridor menuju area belakang SM. Sepertinya dancing machine EXO itu melangkah menuju sebuah tempat yang telah sangat lama tak terjamah olehnya.  Sejak ia pertama kali didebutkan bersama OT12, beranda belakang SM. Sebuah tempat yang bisa dikatakan juga memiliki banyak gambaran masa lalu bagi Kai. Ketika laki – laki penyuka puppy itu menarik gagang pintu yang menghubungkan koridor ke beranda tersebut, klise  masa lalu serta gambaran akan dirinya dengan  seseorang kembali berputar memenuhi pikirannya.

“Tunggu aku disini, kita akan pulang dan naik bis bersama – sama.”

“Baiklah.”

“Hmm, aku kembali ke ruang latihan dulu.”

“Jong In –ah!”

“Ya, kenapa Rin –ah?”

“Aku pasti menunggumu  disini.”

“Itu harus.”

Kai diam sesaat ketika suara dan bayang – bayang itu seakan menjelma menjadi nyata dan sedang ia saksikan saat ini. Dia dan Jae Rin pernah berada di beranda yang terlihat seperti taman kecil itu, setiap kali mereka sedang memiliki waktu untuk beristirahat di sela – sela latihan paska terpilih menjadi trainee yang akan segera didebutkan. Terekam jelas pada ingatan Kai, hari itu  hari dimana terakhir kali Jae Rin bisa menunggunya untuk pulang bersama sebelum Jae Rin tidak lagi menjadi trainee SM.

Terekam jelas dalam benak Kai, betapa khawatirnya raut wajah gadis yang ia sebut sebagai cinta pertamanya itu pada saat ia bergegas untuk kembali ke ruang latihan. Guratan ketakutan sebenarnya tampak terlihat jelas, namun Kai berusaha untuk tetap bersikap biasa saja, seakan itu tidak akan terjadi. Ya, Kai pernah memiliki keinginan untuk melindungi Jae Rin nya dan mimpi mereka, 6 tahun silam.

Tetapi semua itu   hanyalah klise masa lalu yang kini layaknya debu yang beterbangan kala musim panas datang. Bahkan Kai tidak dapat mengingat hal itu dengan baik, semuanya hancur perlahan.

Kai melangkah masuk menuju beranda, aroma  khas teratai yang terkena percikan air mancur dari kolam ikan yang dikelilingi oleh bebatuan mulai tercium. Suasana alam yang didesain khusus tersebut, sangatlah cocok untuk semua penghuni  SM yang ingin melepaskan penat dari permasalahan publik.

Kai berjalan  menuju bebatuan yang terdapat pada sudut taman, ia perlahan menjatuhkan badannya dan duduk dengan kaki bersila  pada  batu besar disana. Sorot mata Kai menerawang kosong ke dalam kolam ikan yang ada dihadapannya. Tangannya berpindah untuk merogoh sesuatu yang ia simpan pada saku sweater yang ia kenakan. Sebuah ponsel berwarna hitam. Jemari Kai dengan lincah menyentuh layar ponsel tersebut, dan berhenti ketika ibu jarinya mengetuk ikon pesan masuk.

“Semuanya selesai.”

Pesan terakhir yang ia terima sejak beberapa bulan lalu dari gadis yang bernama Han Jae Rin. Gadis tempramen yang akan meledak – ledak dalam seketika, ketika ia mengetahui jika kekasihnya memiliki hubungan khusus  dengan gadis lain. Tapi  itu bukanlah sesuatu hal yang dapat disebut sebagai masalah bagi Kai. Justru, Kai menganggap itu semua karena Jae Rin sangat menyukainya, tidak, mencintainya.

Kai menghela nafas kasar, memasukkan kembali benda tipis ke dalam saku sweater. Ia mengangkat kedua kakinya, dan membenamkan wajahnya di sana. Kepenatan yang mendera benar – benar membuat Kai tidak merasakan apapun saat ini, bahkan seseorang yang sejak tadi memperhatikannya dari sudut taman yang berlawananpun tak terjamah oleh indra penglihatannya sama sekali.

“Dia Kai. Ya, aku sangat yakin dia Kai.”

Seorang gadis muda dengan penampilan yang terkesan cukup elegan,  mini dress hitam yang membalut tubuh rampingnya,  serta rambut panjang hitam legam yang tergerai, terus mengucapkan kalimat yang sama ketika ia mendapati sosok Kai di sana.

“Ya Tuhan, dia Kai.” Gadis itu berbalik membelakangi Kai ketika Kai mengangkat wajahnya dan mencoba melihat sekitar.

Suara dering ponsel dari dalam handbag kecil yang ia pegang, membuat gadis itu sedikit terhenyak. Dengan segenap  ketergesaan, ia membuka handbagnya, dan..

“Ah, Yaegi –ya. Aku di taman belakang. Sepertinya satu – satunya taman disini. Kau dimana?”

“… “

“Ah, baiklah. Aku menuju parkiran sekarang. Oke.”

Gadis itupun segera berbalik, hendak beranjak pergi dari sana. Tetapi, keberadaan Kai lagi – lagi menyurutkan langkahnya.

“Daeshi, ini kesempatan untukmu. Kapan lagi kau akan bertemu dengan sosoknya ditempat seperti ini?”

“Daeshi, ini keberuntungan! Ya, keberuntungan!”

“Ya! Lee Daeshi cepat datangi dia dan katakan jika kau adalah penggemarnya. Cepat!”

Telinga gadis itu seakan penuh dengan bisikan – bisikan akan dirinya sendiri. Ia kembali memberanikan diri untuk memandang Kai yang kini juga semakin jelas melihat ke arahnya.

Gadis bernama lengkap Lee Daeshi itu  menarik nafas sesaat,  ia memutuskan untuk berbalik ke arah Kai.

Namun, pada saat ia hendak melangkahkan kaki menuju sosok yang membuatnya larut dalam dunia khayalan selama ini,  itupun surut. Langkah Daeshi tercekat, ketika seseorang melangkah masuk ke area beranda yang sama. Seseorang yang berjalan lurus menuju Kai disana.

“Untuk mu…”

Daeshi semakin menajamkan penglihatannya padatsosok yang sedang  menyodorkan sebuah kaleng minuman pada Kai. Tetapi  ia melihat sesuatu yang sedikit terkesan ganjil. Kai tidak langsung mengambil minuman kaleng tersebut.

Kai yang semula sibuk memastikan sosok Daeshi, raut wajahnya berubah semakin mengernyit pada saat sosok yang juga dilihat oleh Daeshi itu kini tiba dihadapannya dengan dua kaleng minuman isotonik.

“Ayo, diminum. Kau pasti membutuhkan ini.” Sosok itu dengan akrab mengulangi ucapannya pada Kai.

“Kau?”

 

To Be Co

Hiiiii! Long no see you guys! Bogoshipdagooo neomuuuu kkkk😀

Yap, akhirnya kita balik lagi dengan series yang sudah seperti aku janjikan sebelumnya yak. Jeng – jeng…. Kai Series, no! KaiRin series.

Uhm… seperti biasa, konflik dan clue yang ada, kalian temuin sendiri ya.😀

Author hanya menuangkan khayalan somplak seperti biasa, yang akan kita kaitkan dengan EXO di dunia nyata😀

Untuk yang nyata sih sejauh ini, baruuuu kasus Kris, Baek – Tae, dan kedekatakan Kai – Bomi Apink. Selebihnya kita lihat nanti ya Xonji / Xonam :*

Enjoy! Comments! Like! Comments! Like! As usual

Semoga cepat bertemu lagi. Bye – bye! Love ya!

Promote niii.

LINE : ulfamuriza117

Let’s join our group reader LINE😀

 

132 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 1

  1. Eonnie, ya ampun udah lama bangetttt aku gak baca ff eonnie :((
    Eonnie masih inget sama aku gk?😦

    Ada kali ya 5 bulan lebih aku gk baca ff, pas aku mampir ke sini gak tau nya eonnie udah post ff banyak banget, aku ketinggalan banyak ff eonnie😦
    Maaf banget aku baru bisa komen disini , habis aku pikir lebih baik aku rampungin disini semuanya biar eonnie gk ribet bales satu” -__- *kegeeran bakal dibales* *mudah-mudahan emang dibales* */plak

    Ah iya, SM banyak kasus ya -_-
    Sedih kalo inget masalah itu lagi, kadang suka mikir kenapa ini harus terjadi sama kita😦
    Ya mudah-mudahan buat ke depannya kita gk akan ngalamin hal yang sama

    Eonnie, aku seneng deh ff eonnie sekarang semakin berkembang ^^
    Story nya jadi semakin well-written, terus konflik nya juga semakin complicated jadi bikin penasaran ;D

    Udah dulu aja ya eon, kayaknya komen aku panjang banget huehehehe
    Di tunggu update’an selanjutnya ya eonnie ~
    Oh iya eonnie, I miss you ~😀

  2. wahhh lama gak mampir ke page ini ternyta udah ada ff yg baru😀
    assiikkk kali ini gilirannya kai :*
    duuh bner yaa SM akhir2 ini penuh dgn teka teki

  3. kai , akhirnya ada juga kisah kai. thot ga ada kisah kocak and lucunya anak2 exo kaya biasa. tp tetap asik ko ceritanya…, moga kai… bisa mengatasi masalhnya

  4. ya ampun udh lma bnget gag mampir ke sni, trnyta udh ad ff bru, skrang wktuny bwat si jong
    Knpa hdupmu ribet bnget sih jong?
    Aq tunggu lnjutanny say
    Fighting!!

  5. eonni annyeong….
    haduh udah lama gk baca ff, pas buka wp ini eh udah penuh aja
    eonni maaf baru bisa coment cz kelas XII lagi sibuk2nya nih
    eonni ff uni emang yang paling keren deh, seriusan🙂 konfiknya itu bikan pnasaran trus
    keep writing eonni😀

  6. annyeong~ kakaaak udah lama banget ga mampir sini tau-tau udah nongol aja series baru ehhh udah jalan sampe 4 chapter lagi bener-bener telat apdet nih aku nya *readergataudiri
    akhirnya series si kkamjong juga nih yg dibikin kekekekeke, udah lama nunggu+penasaran sama kisah cintanya nih visualnya exo-k bakal kek gimana jadinya. Dan ternyataaaa *jrengjrengjreeeng* bikin gregeeet, lebih greget dr ggs sama manusia harimau #abaikan
    lanjut baca next chapter~~ wuuushhhh….

  7. Huaaaah akhirnya kebaca juga ini FF..
    Dr pertama publish udh pengen lgsg baca tp karna takut matu penasaran sama next nya ya jd ditunggu sampe hampir end.. Tp syg gagal.. Akhirnya kebaca jg meski baru 5chap😀

    Waah konflik si kai nampaknya banyak dipenuhi sama perempuan yaah.. Emmm penasaran sama cinta pertama dia.. Pindah agensi gt ya??? Nextt baca^^

  8. hello yaegi-ahh. wah udah lama banget aku udah ga mampir ke blogmu ya, udah ada 3 bulan hiksss. maafkan aku ya? jeongmal mianhae ;;;;;;;;;;;;
    kuliah semakin berat dan jadwalku gaenak *kok malah curcol*
    SME makin berantakan dengan situasi yg skrg ini ckckck -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s