EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 2

5738_757117507648989_1240196035_n

 

Author / Script Writer : Ulfa Muriza – @_choUpa 

Poster by : Tiara / Han Jae Rin 

Rate : T 

Genre : Family, Friendship, romance, sad, ( – marriage life )

Cast :

– Kim Jong In / Kai

– Han Jae Rin / OC

– Lee Dae Shi / OC

– YaeFan / Cho YaeGi – Wu Yi Fan / Official Couple :D 

– Yoon Soo Hee / SM’s Model

– EXO 

– Another Cast 

***

 

Akhir pekan yang begitu melelahkan bagi OT11.  Mereka  baru saja menyelesaikan konser perdana mereka di bumi Jakarta, Indonesia beberapa pekan lalu. Kini, kesebelas alien tampan yang disebut – sebut dari “The Lost Planet” itu kembali disibukkan dengan jadwal serta rangkaian rutinitas mereka yang tak pernah jauh dari gedung SM Entertainment. Kai yang waktu itu baru saja menyelesaikan latihan solo dance nya bersama sang koreografer Tony Testa, keluar dari ruang latihan dengan peluh yang nyaris membuat T-Shirt polos berwarna merah marun yang ia kenakan basah kuyup.

Ceklek –

Bunyi loker yang baru saja Kai buka. Dahi Kai seketika mengernyit heran ketika kedua matanya memandang ke dalam loker. Sejenak namja berkulit eksotis itu kembali menutup loker dengan kedua mata seperti sedang mengecek akan sesuatu.

“Tidak terkunci,” desisnya pelan.

Kemudian ia kembali membuka lokernya dan meraih sesuatu yang membuat dahinya sempat mengernyit heran sebelumnya.

“Yoon – Soo – Hee,” Kai menyebut satu persatu penggalan nama seorang gadis dengan sebuah minuman isotonik yang ada di dalam genggamannya. Ya, Kai masih sangat mengingat jelas, Soo Hee memberinya minuman yang sama waktu itu usai perseteruannya dengan Kim Young Min.

“Apa – apaan dia?”

Bibir sensual Kai kembali mendesis pelan, masih sangat terekam jelas di ingatannya bagaimana Soo Hee membuatnya semakin merah padam pada  hari itu.

Drt – drt – drt

Getar ponsel Kai yang masih tersimpan rapi di dalam loker membuat tatapan Kai beralih. Dengan cepat ia meraih ponsel tersebut, lalu mulai mengayunkan jemarinya pada papan layar.

“Rin –ah.

Kita bertemu sekarang.”

DEG !

Satu hentakan seolah menghujam gerak jantung Kai saat itu. Sebuah pesan singkat dari sosok yang selama ini menghilang, atau lebih tepatnya Kai yang sengaja membuat hubungan itu menggantung begitu saja.

Dengan cepat jemari Kai menekan opsi balas. Akan tetapi, ibu jari Kai berhenti begitu saja. Tiba – tiba otaknya sulit untuk berpikir perihal apa yang harus ia katakan pada sosok gadis yang begitu ia cintai itu.

“Wooghh.. daging sapi menghubungi mu?”

“Omo! Ya! Mengejutkan saja!”

Kai sontak berbalik dan nyaris menyikut wajah seseorang yang tiba – tiba datang dari belakangnya dengan suara  berbisik.

“Kekeke.” Sosok itu terkekeh renyah dengan wajah setannya. Baginya, ekspresi keterkejutan Kai adalah sebuah momen yang selalu menarik.

“Jantungku hampir copot bodoh! Kau tahu itu! UH!” dengan rahang yang mengeras, Kai meninju sosok tersebut.

“Eyh. Begitu saja marah.. kekeke.”

“Oh Sehun kau!”

“Woggh!” Sehun dengan cepat menyilangkan kedua tangannya ketika Kai hendak melayangkan sebuah tinjuan lagi.

Kai akhirnya mengurungkan niat anarkisnya, “kenapa kau bisa keluar? Kau bolos ya? Uh?” Kai menjejali Sehun dengan wajah sinis.

Sehun menggembungkan pipinya sejenak, “bolos pantatku. Aku sudah lebih mahir darimu, untuk apa latihan lagi. Mister Tony juga tidak mencariku. Hmm..” Sehun dengan bangga mengangkat kedua bahunya.

Kai berkacak pinggang, ketika menyadari sesuatu yang terdapat pada salah satu kaki Sehun,”mahir dalam hal cidera? Cih.. “

Sehun memicingkan matanya sejenak, sepersekian detika kemudian ia kembali tersenyum penuh misteri sambil mendekatkan wajahnya pada Kai, “perlu bantuanku?” tanyanya dengan penuh percaya diri bercampur aura mistis seorang magnae.

Kai bungkam sesaat.

“Hun.”

“Ya?” Sehun menjawab cepat.

Dengan penuh guratan ragu, Kai menyodorkan ponselnya pada Sehun.

Sehun mengernyit ringan usai ia membaca pesan singkat yang Jae Rin kirimkan.

“Kau mau pergi sekarang? Tidak takut mati?” tanya Sehun dengan kepolosannya yang lebih sering menyebalkan itu.

Mata Kai kembali melotot sempurna, “kau sepertinya yang tidak takut mati.” Kai merapatkan rahangnya.

Sehun mengangkat telapak tangannya ke hadapan Kai, “sebentar aku pikirkan.”

“Bagaimana ini? kita pasti pulang jam 10.” Kai bergidik khawatir.

Sehun menggigit ujung jarinya, sebuah tanda bahwa seorang Oh Sehun memang sedang berpikir.

“Wu Geum Sha! Wu Geum Sha jangan berlari, kau bisa jatuh. Wu Geum Sha!”

Tatapan Sehun dan Kai menoleh pada sumber suara secara bersamaan. Dalam waktu itu juga seakan sebuah lampu menyala di atas kepala Sehun.

“Ikut noona saja!Uh?” Sehun menepuk pundak Kai bersemangat seraya menunjuk arah Yaegi yang baru saja keluar dari dalam lift.

Bruk –

“Omo!”

“Aigo!”

Kai dan Sehun terlonjak ketika sosok yang baru saja diteriakkan oleh Yaegi tersungkur di hadapan mereka.

“Mmm.. MAMAMAAAAAAA!”

Tangisan pun memecah.

Yaegi segera melepas tangannya yang menggandeng Geum Chan dan berlarian menuju arah Geum Sha yang sudah berteriak histeris.

“Aigo – aigo, sudah tidak apa – apa kan?” Kai langsung mengangkat Geum Sha agar balita menggemaskan itu kembali berdiri.

“Mmamaaaaa.. hmm.. wo de papa, wo de papaa.. hik..” Geum Sha terus meracau dengan suara tangis yang mulai sesenggukan.

“Cha – tidak sakitkan? Anak pintar, hey? Geum Sha annyeong! Anyyeong!” Sehun juga ikut menghibur peri kecil tersebut dengan melambai – lambaikan tangannya di hadapan Geum Sha.

“Ssst.. anak manis..” Kai terus menyapu bulir – bulir air mata Geum Sha yang menangis.

Yaegi yang datang menghampiri langsung ikut berjongkok, “Geum Sha tidak pernah mendengarkan eomma. Dimana yang sakit nak? Aigo.. putriku kasihan.” Ia memeluk putrinya sambil terus mengusap – usap punggung Geum Sha, agar peri kecil itu berhenti menangis.

“Sudah, tidak apa – apa ya? Wu Geum Sha anak pintar, kan?” Sehun menepuk – nepuk pelan pundak Geum Sha.

Yaegi tersenyum sekilas pada keduanya, “gomawoyo.”

“Hyuuuungggg…”

Belum sempat Kai menoleh sepenuhnya pada suara tersebut, sepasang tangan kecil telah melingkar memeluk lengannya.

“Hyung, hyung..” suara lembut Geum Chan menelusuk lembut di antara ketiga orang dewasa yang tengah berjongkok itu.

Sesaat, Kai dan Sehun masih berkedip – kedip tak percaya.

“Dia mengenalimu Jong In –ah..” Sehun tampak takjub.

“Geum Chan sangat senang ketika melihatmu dilayar TV.” Yaegi menyambangi, sambil mengangkat Geum Sha ke dalam gendongannya.

“Hyung.. “ Geum Chan seakan enggan mengangkat sandaran kepalanya dari lengan Kai.

Kai tersenyum lebar melihat tingkah Geum Chan yang tidak ia sangka – sangka itu, Kai langsung berdiri dan menggendong Geum Chan.

“Noona, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu noona?”

Seketika atmosfer canggung bercampur haru menyelimuti Yaegi ketika mendengar hal itu dari bibir mungil Sehun.

“Ah ye, aku baik. Bagaimana dengan kalian?” sahut Yaegi dengan sedikit terbata.

“Kami juga baik. Noona, kau tinggal dimana ?” Sehun seakan tidak menyianyiakan kesempatan untuk terus dapat membuat Yaegi berada lebih lama disana.

“Ye? Ah di rumah temanku.” Yaegi masih bersikap canggung.

“Kau tidak – “

“Aku kembali ke Guangzhou seminggu sekali.” Jelas Yaegi cepat, memotong kata – kata Kai.

“Ooh begitu.” Kai dan Sehun mengangguk kaku. Ya, sudah lama sekali mereka tidak berbicara seperti ini. Mungkin banyak kesalahpahaman yang terjadi, sehingga membuat semuanya tidak menyapa satu sama lain.

“Wo de papa.. wo de papa..”

Sehun mengernyit melihat Geum Sha yang kembali merengek menunjuk pintu lift.

“Dia bilang apa?”

“Geunyo appa, (ayahnya).” Jawab Yaegi singkat.

“Ahhh..” Sehun mengangguk mengerti. Ia nyaris melupakan jika Geum Sha dan Kris sulit untuk dipisahkan.

Lagi – lagi atmosfer penuh kecanggunan kembali menyeruak.

“Ayo katakan.”

“Apa?”

“Sudah, cepaatt..”

“Aish, Oh Sehun kau ini kenapa?!”

“Ayo, cepat.”

“Tidak usah.”

“Cepat.”

“Tidak mau.”

Yaegi, Geum Sha serta Geum Chan yang berada di dalam gendongan Kai ikut memperhatikan dirinya dan Sehun yang berbisik akan sesuatu hal sambil menyenggol satu sama lain.

“Kai –ya, turunkan saja dia.” Suara Yaegi menginterupsi.

“Ah ye noona.” Kai langsung menurunka Geum Chan.

“Sudah cepat. Ikut saja. Noona pasti mau.” Sehun berbisik jelas.

“Mau apa?” Yaegi mendengarnya.

Kai spontan memandang Yaegi dengan ekspresi terkejut, “ eobseo noona.”

“Liiaaaannn..” Geum Sha berteriak kegirangan ketika pintu lift tepat dibelakang Yaegi terbuka. Geum Sha meminta Yaegi untuk menurunkannya dengan terus memerosotkan tubuhnya ke bawah.

“Hati – hati, nanti kau jatuh lagi sayang.”

“Liaannn..”

Geum Chan dan Geum Sha berlarian ke arah Wang Lian yang juga sedang berjalan  ke arah mereka.

“Kalian disini ternyata, uh?” Lian menggunakan mandarinnya pada kedua malaikat kecil itu.

“Kalian barusan mengatakan apa? Apa ada hal yang dapat ku bantu?” Yaegi masih merasa penasaran.

“Ah tidak. Tidak ada apa – apa noona.” Kai menggeleng cepat.

“Sudah lama menunggu?”

Sebuah suara menginterupsi Yaegi yang semula masih mengernyit memperhatikan gerak – gerik Kai dan Sehun dihadapannya.

“Uhm, samchon. Tidak juga.” Yaegi balik menyapa sosok yang muncul  dari belakang Kai dan Sehun itu.

Sosok yang tak lain adalah Seunghwan, langsung berjalan mendekat. “Kau sudah bisa tidur di apartement baru mu malam ini, kita kesana sekarang ya? Kau bisa kan?” Seunghwan menghampiri ponakan sematawayangnya itu.

Yaegi berpikir sejenak, “malam ini? Samchon sudah menemukan apartement untukku? Tapi aku pergi bersama Daeshi. Lian oppa harus ke Suwon malam ini.” Yaegi menunjuk arah Lian yang masih  asik bersama duo Wu.

Seunghwan melirik Geum Sha, Geum Chan yang terlihat sedang sibuk menarik – narik tangan Lian, mengajak pergi laki – laki yang mereka panggil dengan sebutan paman itu.

“Tidak masalahkan jika Daeshi ikut?” Yaegi membuyarkan  tatapan Seunghwan.

“Oh tidak. Tidak masalah. Kai, Sehun kita pulang lebih awal malam ini.”

“Aku?”

“Aku?”

KaiHun serentak menunjuk diri mereka masing – masing dengan mata yang berbinar.

“Semunya.” Suho tiba – tiba datang menyambangi.

“JoonMyun hyung kau sudah selesai?” Sehun balik menyambangi.

Suho mengangguk sambil merangkul kedua magnae itu, “hmm. Luhan sepertinya sedang tidak fit. Yasudah, ayo kita turun. Yang lain sudah menunggu di basement.”

Ekspresi Suho terlihat mencuri pandang ke  arah Yaegi yang jelas – jelas  ingin menyapanya. Lagi – lagi, kecanggungan yang entah darimana dan entah apa penyebabnya itu kembali muncul.

“Ah hyung, sebentar.” Sehun menahan langkah  Suho.

Tatapan Suho menatapnya seperti mengatakan, “kenapa lagi?”

Sehun melirik Kai, lalu berpindah pada Seunghwan, dan Yaegi. “Hyung, aku naik bersama noona, boleh kan?” Sehun berucap dengan sangat hati – hati, namun dengan tatapan yang memaksa.

Suho, Seunghwan, dan Kai mengernyit bingung.

“Ayolah. Bukankah noona tinggal diapartement yang sama dengan kita? Uh?” Sehun bertanya pada orang – orang yang ada disekitarnya.

“Ye? Samchon, benar yang dikatakan Sehun?” bola mata Yaegi nyaris terbelalak lebar.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Seunghwan nyaris tidak percaya.

Sehun hanya mengangkat kedua bahunya dengan tersenyum penuh kemenangan.

Mau tidak mau, Seunghwan harus mengakuinya. “Uhm, paling tidak aku bisa menjangkau kalian dengan mudah. L:agipula, apartement disana juga tersedia fasilitas utuk balita. Jadi kau bisa menitipkan mereka disana jika kau pergi bekerja.” Jelas Seunghwan panjang lebar sambil menunjuk Geum Sha dan Geum Chan.

Tak ada yang menyadari jika wajah Suho menyiratkan kebahagiaan ketika mendengar hal itu.

“Baiklah. Ayo.” Seunghwan merangkul Sehun yang begitu bersemangat.

“Kalau begitu hyung, aku juga bersama noona ya?” Kai tiba – tiba ikut bersuara. Sehun menatapnya penuh arti, sepertinya dua magne itu kembali merencanakan sesuatu tanpa memikirkan dampak dan akibat yang akan terjadi.

“Uhm, tidak masalah.” Seunghwan mungkin saat itu sudah terlalu lelah bekerja, dan langsung mengiyakannya.

“Yesseu!” KaiHun berbisik kegirangan.

***

                Sepanjang perjalanan, tidak ada satupun dari penghuni mobil yang bersuara. Geum Chan tertidur pulas dipangkuan Kai, dan Geum Sha dipangkuan sang eomma. Kai dan Sehun sesekali melirik dua orang yeoja yang duduk dibangku depan dengan tatapan penuh tanya. Ya, mereka sangat merasakan jika Yaegi berubah sedikit dingin, dan Lee Daeshi yang belum mereka kenal sama sekali.

Daeshi yang saat itu sedang fokus mengemudi, sesaat juga ikut melirik dari kaca spion ke arah belakang.

Ketika tatapannya dan Kai bertemu, Kai sontak membatin, “yeoja ini.. “

Kai masih mengingat tatapan Daeshi yang  juga menatapanya seperti itu di taman belakang SM beberapa  waktu lalu.

“Ya tuhan, dia benar – benar tampan. Apa aku bisa pulang dengan selamat jika namja ini duduk dibelakangku? Aish Lee Daeshi jangan bodoh!”  Daeshi terus – menerus berteriak di dalam hatinya.

Hingga..

Drt – drt – drt …

Sebuah ponsel terus bergetar dari bangku belakang. Semula Sehun menerka itu adalah ponsel Kai.  Namun Kai pun ikut mencari – cari sumber getar tersebut.

“Noona, ponsel mu..” Sehun menemukan ponsel itu dari box kecil yang terdapat di sisi kirinya.

Yaegi memalingkan kepalanya ke belakang, “ah ye, gomawo.”

Meskipun tidak melihat secara langsung, namun Kai, Sehun dan Daeshi dapat merasakan bahwa Yaegi menolak panggilan tersebut.

“Noona, itu Kris hyung kan?”

Plak! Sehun terhentak ketika Kai menepuk pahanya secara tiba – tiba.

“Shhh..!” Kai memperingatkannya.

Sehun menatap Kai dengan tatapan, “ah wae?”

Yaegi hanya tersenyum dari kaca spion. Lagi – lagi panggilan tersebut membuat layar ponselnya berkedap – kedip. Hingga pada akhirnya Daeshi melihat dengan ujung matanya, Yaegi membuka penutup ponselnya dan mencabut baterai yang ada didalamnya.

Suasana semakin canggung, tak ada dari mereka yang bersuara lagi.

Sehun merasa duduknya menjadi sedikit kurang nyaman, ia mendengar bunyi krasak – krusuk dari tempat duduknya.

“Kau ini bisa tenang tidak? Geum Chan sedang tidur!” Kai sudah berkali – kali menahan rasa geramnya.

“Iya iya, aku tahu! Tapi sepertinya aku menduduki sesuatu.” Sehun balas berbisik.

“Itu itu..” Kai membantu menarik sebuah kertas dari bawah pantat Sehun.

“Apa itu?” Kai dan Sehun mengernyit sesaat, mencoba melihat lembaran kertas yang berubah hangat itu -_-

“Ah sudahlah.” Kai hendak menyimpannya kembali.

Sehun menahan tangan Kai cepat, “aih sebentar. Aku seperti melihat sesuatu.” Rasa penasaran Sehun semakin berkelebat ketika lampu jalan yang mereka lewati sepintas menyinari ke dalam mobil.

Sehun meraih ponselnya dan mengarahkan pada lembaran kertas tersebut.

“Kau ini, aish benar – benar!” Kai nyaris pasrah dengan tingkah laku Sehun.

“Omo!” Sehun menutup mulutnya cepat.

“Lihat!” Sehun menunjuk kertas yang ia pegang.

Kai yang semula malas, kini menjadi shock dalam sekejap.

“Surat permohonan gugatan cerai..” .Mereka bertatapa satu sama lain, diam sesaat agar kedua yeoja yang berada di depan mereka tidak mendengar kericuhan mereka.

***

20 menit berselang…

Sedan putih yang dikemudikan oleh Daeshi mulai berbelok melewati jembatan Sungai Han.

“Tidak jadi bertemu dengan daging sapi? Aku sedang berbaik hati.” Sehun menganggu fokus Kai yang menatap jalanan basah dari balik kaca mobil.

Kai menoleh pada Sehun, “tidak usah.” Sahut Kai datar.

Sehun kembali menyikut partnernya itu, “kau yakin? Bisa ku pastikan, jika manajer hyung dan hyungdeul akan tiba 10 menit lagi. Uh?” Sehun mencoba meyakinkan Kai.

Kai menatap horor Yaegi dan Daeshi sejenak. Rasanya ia enggan untuk meminta turun di jembatan ini, ditambah dengan sosok Yaegi yang berubah menjadi sedikit mengerikan.

Tetapi …

Pesan singkat Jae Rin membuatnya kembali berpikir. Kai harus memutuskan dengan cepat sebelum Daeshi memutar stir mobilnya menuju jalan tol. Karena apartement mereka yang sekarang terhitung sedikit berjarak dengan sungai Han.

Drt – drt

Pesan singkat dari ponsel yang di genggam oleh Kai, membuat Kai terhenyak.

So Hee Yoon

Aku di sungai Han.”

Kai hanya membaca pesan singkat itu sejenak. Ia menatap malas pesan singkat tersebut.

Sepersekian detik kemudian ..

 

“Han Jae Rin. Aku akan menemukan gadis itu.”

“Jangan menyentuhnya.”

“Dia yang mengusikku!”

 

DEG! Kai kembali terhenyak ketika percakapan antara ia dan Soo Hee tempo hari kembali terngiang.

Dengan cepat ia mengetuk papan tombol ponselnya.

“Rin –ah, kau dimana? Ya, kita bertemu.”

Sesaat kemudian..

“Rin –ah

Sungai Han.”

DEG! Wajah Kai langsung menegang.

“Ah, agasshi bisakah kau menurunkan ku disini? Noona, aku turun disini.”

To Be Co

 

Karena keterlambatan author dalam nge – post

ni aku kasih bonus. CHAJAAAA!

Foto eksklusif, Miss Canada 2030😀

Wu Geum Sha

6948_543745972329952_1873746785_n

Ini foto Geum Sha yag sekarang imo – deul😀

Geum Chan kurang suka di foto, soalnya dia tahu kalo dia kece haha

tapi ini ada foto Geum Chan beberapa bulan lalu waktu di ajak ke museum teddy bear sama Lian😀

문메이슨_04

 

 

 

66 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 2

  1. siapa yang mau cerai? cukan YaeKris kan?? tapi yang sudah nikah kan cuma mereka, auhhhh -__-
    Ciee Kai,,, masih diingat saja sama geum chan😀
    Sha unyu-unyu!! matanya besar mirip boneka yang ada didepannya. itu mata warisan dari yaegi yaa!??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s