EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 4

5738_757117507648989_1240196035_n

 

 

Author / Script Writer : Ulfa Muriza

Poster by : Tiara / Han Jae Rin

Rate : T

Genre : Family, Friendship, romance, sad, ( – marriage life )

Cast :

– Kim Jong In / Kai

– Han Jae Rin / OC

– Lee Dae Shi / OC

– YaeFan / Cho YaeGi – Wu Yi Fan / Official Couple😀

– Yoon Soo Hee / SM’s Model

– EXO

– Another Cast

TYPO EVERYWHERE!

***

“Yaegi –ya,  tidak ada hal yang ku lakukan saat ini tanpa memikirkan mu dan anak – anak. Ayolah, jangan seperti ini. Pikachu, aktifkan ponselmu.”

 

“Ck.” Yaegi menaruh kembali ponsel yang baru saja ia aktifkan ke atas meja yang ada dihadapannya. Ia menjatuhkan punggungnya untuk bersandar pada dinding sofa sambil memijat pelan pelipisnya. Kedua mata yeoja itu menerawang langit – langit apartement dengan tatapan yang penuh kejengahan. Kris sepertinya terus menghubunginya hingga berkali – kali, dan mengirimkan sebuah pesan singkat.

Yaegi paham betul bagaimana raut wajah suaminya itu saat ini. Laki – laki bersuara bass itu pasti  sedang terduduk di sisi tempat tidur, atau berdiri sambil menyandarkan pinggulnya pada sisi meja rias yang terdapat di kamar mereka saat ini.

Yaegi sendiri tidak mengerti, mengapa ia justru bersikap kekanak – kanakan seperti ini sementara Kris sedang membutuhkan dukungan penuh dari pihak keluarga, dan tentu juga dari dirinya. Namun, entahlah. Perasaan memang tidak pernah bisa berbohong. Terlebih, itu menyangkut hubungan mereka sebagai suami istri.

 

Ceklek –

Bunyi pintu kamar membuat Yaegi bangun dari sandarannya.

“Kenapa belum tidur?” Lian keluar dari dalam kamar usai mengecek ChanSha yang baru saja terlelap beberapa menit  lalu.

Yaegi mengusap wajahnya tanpa menoleh ke belakang, “hmm, aku belum mengantuk.” Tukasnya singkat.

Lian berjalan ke arahnya, dan ikut duduk pada sofa yang sama dengan Yaegi. Laki – laki berwajah asli Asia itu meraih remot TV.

“Kau mengambil penerbangan pukul berapa untuk besok? Kita ada pertemuan direksi pukul 10 pagi.” Lian mulai menghidupkan layar TV.

“Ya, aku memesan tiket untuk pukul 4 sore.” Suara Yaegi terdengar tak bersemangat.

Lian hanya memberi anggukan kecil.

 

Suara bel apartement tiba – tiba bergema, itu  membuat Lian dan Yaegi serentak melihat ke arah pintu secara bersamaan.

Lian lebih dulu bangkit dari sofa sebelum Yaegi, “kau meminta Soo Rim untuk datang?” tanya Lian sembari berjalan menuju pintu.

Yaegi menggeleng cepat, “aniyo. Coba lihat dari interkom dulu.” Yaegi ikut bangun.

Tit.

Lian menghidupkan layar interkom, dan terpampang jelas wajah seseorang disana.

“Kau membuat pesta kecil untuk perayaan apartement barumu?” Lian menoleh pada Yaegi yang masih berdiri pada sisi buffet ruang tamu.

Yaegi langsung mengernyit bingung, “ne?”

Tanpa merespon lama, Lian segera membuka kunci pintu apartement Yaegi dan…

“Selamat malam hyung.”

Seseorang yang memiliki postur tubuh sedikit lebih pendek dari Lian, langsung \membungkuk sopan ketika pintu apartement dibukakan.

Yaegi melangkah menuju pintu agar lebih bisa memastikan.

“Kai? Kaukah itu?” tanya Yaegi setengah tidak percaya.

Perlahan sosok itu mendongakkan wajahnya, “nuna.” Kai memberanikan dirinya untuk menatap Yaegi dan Lian secara bergantian.

“Wow ternyata kita bertetangga.” Lian melihat arah belakang Kai.

Kai jelas tidak menyadari jika memberdeul telah berdiri di depan apartement mereka dalam posisi yang saling berhimpitan.

Mata Kai langsung terbelalak lebar ketika ia menoleh ke belakangnya.

“Kalian?” Kai menunjuk memberdeul dengan mata yang nyaris melompat dari kelopak matanya.

Annyeonghaseyo.”

Memberdeul memberikan salam pada Lian dan Yaegi dengan suara yang begitu serempak. Itu adalah pemandangan yang begitu bodoh sekaligus menggelikan jika EXO – L melihat langsung ekspresi dari masing – masing idola mereka yang kini berdiri layaknya murid taman kanak – kanak yang ingin keluar dari kelas lebih dulu.

Ye, annyeonghaseyo. Kalian semua mau masuk?” Lian menunjuk ke dalam apartement Yaegi dengan ibu jarinya.

Memberdeul seketika termangu, tidak member  respon apapun.

“Masuklah. Hyung, masuklah. Aku hanya sebentar saja. Sudah, masuklah.” Kai berbisik dengan tangan yang sedang mencoba mengusir kesembilan memberdeul dari sisi pintu apartement mereka.

“Kalian sedang apa? Manajer kalian dimana?” Yaegi menyambangi.

“Tidur.”

“Sudah pergi.”

“Tidak ada.”

Tiga jawaban yang berbeda muncul dari segerombolan namja tampan disana, semakin membuat Yaegi dan Lian memandang mereka penuh rasa heran.

Lian mulai berinisiatif.

“Ayo, masuklah. Aku akan memesan ayam goreng dan cola. Bagaimana?”

“Ah tidak usah hyung.” Sang leader menjawab lugas.

Ada guratan kekecewaan dari raut wajah D.o, Tao dan Sehun ketika mendengar tanggapan Suho.

Lian hanya mengangguk saja, “baiklah.”

“Sudah, masuk. Ku bilang masuk.”  Kini Suho yang mendorong memberdeul untuk masuk kembali.

“Aihh jangan mendorongku!”

“Akk! Arayo hyung!”

Palli.”

“Sampai jumpa.” Suho membungkuk sopan sebelum ia ikut masuk ke dalam apartement.

Kini tinggalah Kai yang masih berdiri kaku dihadapan Lian dan Yaegi.

“Kai, apa yang terjadi? Kau memerlukan sesuatu?” tanya Yaegi seraya menatap Kai penuh tanya.

Kai sesaat hanya diam.

“Nuna, bolehkah aku masuk?” ucapnya sedikit terbata.

Tanpa mengurangi ekspresi dinginnya, Yaegi mengangguk sembari memberikan jalan untuk Kai masuk ke dalam apartementnya.

“Masuklah.” Yaegi lebih dulu berjalan didepan Kai. Setelah Kai melangkahkan kakinya, Lian kembali menutup pintu dan menyusul ke dalam.

 

***

Keesokan harinya …

SMEnt Office

 

Satu persatu investor dan jajaran direksi SM Entertainment mulai keluar dari meeting room yang terdapat di lantai 8 gedung SM. Salah satu dari mereka adalah Yaegi dan Lian.

“Akhirnya hubungan kerja kita dengan perusahaan berakhir. Investor KK, O.U.T” Lian berkomentar, wajahnya terlihat sangat antusias.

Yaegi yang membawa lembaran dokumen penting ditangannya mengangguk kecil, “hmm. Kita akan membahasnya nanti.” Raut wajah Yaegi menyiratkan keraguan.

Lian dapat menerka jika itu adalah hal yang berkaitan dengan Kai tadi malam. Tapi Lian mencoba untuk menyimpan rasa penasarannya hingga Yaegi mengatakan langsung padanya.

“Siapakah yang akan kau pilih sebagai alasan saham KK untuk menetap disini?” sosok Yoon Na Jin yang semula berjalan dibelakang mereka datang menghampiri.

Yaegi tersenyum tipis, “kau mulai menyadari jika KK bisa berkembang sejauh ini?”

Wajah Na Jin berubah kesal, namun ia kembali bersikap manis.

“Cih.” Na Jin mendesis pelan.

Tiba – tiba langkah Lian terhenti ketika seseorang melewati mereka dengan langkah terburu – buru.

“Dia bekerja diperusahaanmu?” tanya Lian pada Na Jin seraya menunjuk sosok yang baru saja melewati mereka dengan tatapannya.

Na Jin ikut melihat pada sosok yang hendak masuk ke dalam lift itu,

“Nona Lee Eun Gi itu maksudmu? Dia kuasa hukum dari perusahaan Yin. Kenapa? Kau tertarik?” sindir Na Jin pada Lian.

Lian hanya menatap Na Jin penuh rasa mual tanpa menanggapi perkataan Na Jin.

“Kalau begitu, kami permisi lebih dulu nona Yoon. Sampai jumpa.” Yaegi menginterupsi.

Na Jin tersenyum sinis, “ah ya. Bayi – bayi mu itu kau simpan dimana? Seandainya perusahaan ini tidak membiarkan adanya investor yang membawa – “

“Mereka tentu sangat mirip dengan ayahnya. Semakin mirip, bahkan sangat mirip. Permisi.” Potong Yaegi cepat, seraya berlalu meninggalkan Na Jin.

Wajah Na Jin seketika berubah merah padam, ditambah Lian yang mengedipkan mata ke arahnya tanda mengejek.

“Sial!”

***

Tit – tit

Seorang yeoja berpenampilan serba hitam turun dari sebuah sedang putih yang terparkir rapi dibasement SM. Sosok itu terlihat begitu elegan dengan mini dress hitam pekat yang sangat cocok ditubuh sintalnya.

“Nuna!”

Sosok itu merasa suara itu memanggilnya. Ia menoleh ke arah belakangnya, seseorang sedang berlari menghampirinya.

“Nuna sedang apa kau disini!” seorang namja juga dengan baju serba hitam berlarian menuruni tangga yang menghubungkan basement dan lobi SM.

Sosok yang dipanggil nuna tersebut seketika menunjuk namja yang baru saja menghampirinya itu.

“Taeyong –ah!”

“Daeshi nuna!”

“Kyaaaa!”

Kedua orang itu langsung berpelukan satu sama lain sambil berloncat – loncat kegirangan.

“Kyaaa uri Taeyong –ah.” yeoja bermarga Lee itu memeluk erat namja yang notabene sebagai salah satu anggota SM Rookies SMEnt saat ini.

“Nuna kau kemana saja? Sungguh aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu disini.” Taeyong menyudahi pelukannya.

Daeshi mengacak – acak rambut Taeyong, “aigoo.. adik kecilku sudah tumbuh besar. Kau tampan, kali ini nuna tidak berbohong.  Jeongmalyo!” Daeshi mengangkat kedua jempolnya.

Taeyong hanya terkekeh melihat ekspresi sepupunya itu.

“Nuna kau bekerja disini? Bukankah kau kuliah di –“

Taeyong menghentikan ocehannya ketika tangan Daeshi mengisyaratkannya untuk diam sejenak.

“Taeyong –ah, itu Kai EXO kan?” tanya Daeshi setengah ragu sambil menunjuk pada sisi Van hitam yang berada tak jauh dari mereka.

Taeyong menajamkan penglihatannya, “uhm ya. Jong In hyung.”

“Itu seperti Yoon Soo Hee..” batin Daeshi berbisik pelan.

“Ah nuna, aku akan menghubungimu nanti. Aku harus pergi sekarang. Nuna anyyeong! Sampai jumpa.” Taeyong tampak terburu – buru.

Daeshi mengeryit tak percaya, “eh? Kau mau pergi kemana? Uhm baiklah. Dasar bocah itu.” Daeshi hanya bisa mengumpat Taeyong yang sudah berlalu dari hadapannya.

Kini fokusnya kembali pada sosok Kai dengan seorang gadis yang ia yakini sebagai Yoon Soo Hee, sosok yang juga ia lihat di taman SM beberapa waktu lalu.

“Apa mereka berpacaran? Berani sekali bertemu disini..” gumam Daeshi pelan.

Praang!

“Omo!” Daeshi spontan menutup mulutnya agar tidak berteriak ketika melihat Kai melemparkan sebuah ponsel ke lantai basement.

“Kau sudah tiba?”

Suara Yaegi menginterupsi Daeshi yang semula terfokus pada pemandangan di ujung sana.

“Eoh, kau sudah selesai? Ya, kita kerumah sakit sekarang.” Daeshi terlihat kaku. Ia berdiri untuk menutupi Kai dan Soo Hee agar tidak terlihat oleh Yaegi dan Lian.

Tetapi Lian sudah mengetahuinya lebih dulu. “Kita staff disini, bukan wartawan.” Lian menggumam pelan pada Daeshi.

Yaegi sekilas melihat ke  arah Kai dan Soo Hee. Soo Hee yang juga tak sengaja memandang arah Yaegi, membungkukkan badannya sopan dari kejauhan.

Pikiran Yaegi kembali bercampur aduk setelah melihat sosok Kai di ujung sana.

Kai terlihat membuang tatapannya ketika Yaegi memandang padanya. Sepertinya ia tidak berani melihat ke arah Yaegi karena ia sedang bersama Soo Hee saat itu. Yaegi pun hanya melihat sejenak lalu ikut masuk ke dalam mobil.

Soo Hee mengikuti gerak laju sedan putih yang dinaiki oleh Yaegi barusan hingga melesat keluar dari basement.

“Bukankah yang tadi itu istri dari Kris?” tanya Soo Hee angkuh.

Kai menatapnya tajam, “aku tidak ingin berurusan lagi denganmu.” Kai berlalu pergi.

Soo Hee menatap punggung Kai sinis, “cih.. YA! KAU HARUS MENGGANTI PONSELKU! BAJINGAN!”

Kai sama sekali tidak mempedulikan Soo Hee yang meneriakinya. Ia terus berjalan menuju lobi. Langkah Kai sejenak terhenti, pada saat ia berpapasan dengan sosok Kim Young Min dan sekretarisnya yang hendak menuju arah basement.

Kim Young Min sejenak berhenti, ia menoleh pada Kai yang berdiri tepat disampingnya.

“Minggu depan kita akan bertemu dengan manajemen A-Pink. Kau dan Bomi akan – “

“Paman jangan pernah bermimpi.” Potong Kai cepat, dan segera berlalu dari sana tanpa membungkuk sedikitpun.

***

 

 

Busan International Hospital

“Aku akan pergi ke rumah ahjumma sebelum aku kembali ke Guangzhou sore ini.”

“Baiklah. Kita pergi bersama – sama.”

Lian dan Yaegi keluar dari ruangan medical check up menuju ruang tunggu pasien. Yaegi baru saja menyelesaikan check up keduanya paska operasi yang ia jalani beberapa waktu silam.

“Eomma..” ChanSha berteriak dari ruang tunggu, disana mereka ditemani oleh Woo Yeon yang kebetulan juga bertugas untuk sementara waktu dirumah sakit yang sama.

“Sudah selesai?” Woo Yeon bangun dari duduknya.

Yaegi mengangguk, “menunggu Daeshi dan Dokter Jay untuk membawa hasilnya.”

“Hmm. Sepertinya kondisimu semakin membaik. Nah, itu mereka.” Woo Yeon menunjuk arah ruangan Jay.

Lian sesaat menoleh ke belakang, “aku ke mobil duluan bersama ChanSha. Wu Chan, Wu Sha, ayo..” melihat sosok Jay dan Daeshi yang sedang berjalan ke arah mereka, Lian juga langsung beranjak dari sana.

Woo Yeon hanya bisa memberikan tatapan kosong pada Jay yang terlihat kecewa ketika Lian kembali menghindarinya.

“Semuanya semakin baik. Kau di zona aman nyonya Wu.” Jay menyodorkan hasil laboratorium pada Yaegi.

“Jangan terlalu stress. Kau perlu berlibur.” Daeshi menambahkan.

Disusul dengan anggukan kecil dari Jay, “ya. Dia benar. Kau tidak cocok menjadi workaholic.” Senyuman Jay memperlihatkan lesung pipinya yang terbntuk dalam.

“Dokter Jung, pasien bernama Han Jae Rin telah sadarkan diri.”

Yaegi nyaris terkejut ketika mendengarkan nama itu pada saat seorang suster menghampiri mereka.

“Baiklah. Aku akan segera mengecek keadannya.” Woo Yeon bersiap dengan stetoskop yang semua ia kantongi.

“Han Jae Rin? Pasienmu Yeon?” tanya Yaegi setengah penasaran.

Woo Yeon mengangguk jelas, “dia menderita pembengkakan pada tulang keringnya. Anak itu masih terlalu muda jika harus melakukan amputasi.” Woo Yeon menjelaskan singkat.

“Amputasi?” Yaegi semakin penasaran. Sempat terlintas dibenaknya jika Han Jae Rin yang dimaksud adalah Han Jae Rin yang juga dimaksud oleh Kai. Namun, sesaat kemudian, Yaegi menghapus sugestinya itu.

“Aku tinggal duluan, tidak masalahkan? Istriku sudah menunggu sejak tadi.” Dokter Jay menginterupsi.

“Ah ye. Aku juga permisi sekarang.” Yaegi ikut beranjak darisana.

“Yaegi –ya, aku ke UGD ya. Sampai jumpa.”

Woo Yeon dan Jay lebih dulu berlalu dari sana. Yaegi dan Daeshi berbelok menuju pintu keluar rumah sakit.

“Jadi dokter Jay sudah menikah? Dia terlihat masih sangat muda.” Yaegi berkomentar.

Daeshi mengangguk kecil, “sebentar lagi akan bercerai.”

“Kau tahu darimana?” Yaegi berhenti seketika.

Daeshi baru menyadari hal yang ia katakan barusan, “ah maksudku sepertinya akan bercerai.”

“Kalian sepertinya teman akrab.”

“Bisa dikatakan seperti itu.”

***

Guangzhou – 07 P.M

 

Dengan langkah terburu – buru Kris turun dari mobilnya yang sudah terparkir rapi di garasi rumah. Ia terlihat sangat tergesa – gesa untuk masuk ke dalam rumah, karena mengingat ini sudah lewat dari pukul 6. Itu artinya, Yaegi dan ChanSha sudah tiba sejak dua jam yang lalu. Jadwal pemotretan majalah, membuatnya tidak bisa menunggu Yaegi pulang. Lagipula Yaegi sama sekali tidak menghubunginya ataupun menjawab telfonnya sama sekali.

“Appaaaaa.. “

“Wo de papa .. wo de papa..”

ChanSha kecil langsung berhamburan menuju arah Kris yang baru saja muncul dari balik pintu. Dua malaikat kecil itu memeluk erat kaki sang ayah dengan tersenyum sumringah

“Kau sudah pulang sayang, bagaimana pemotretanmu? Kau menyetir sendiri? Dimana Ray?” Nyonya Wu besar datang menghampiri.

Kris berjongkok didepan ChanSha, dan mengangkat mereka ke dalam gendongannya.

“Ray sedang mengurus hal penting. Hmm, semuanya baik. Yaegi dimana, bu?” Kris tidak menemukan keberadaan istrinya.

“Sepertinya dia tidur. Dia terlihat sangat lelah. Kau sudah makan nak?” Ibu Kris mengambil Geum Sha dari gendongan Kris, agar Kris tidak begitu kerepotan untuk menggendong keduanya.

“Sudah. Ibu, aku ke kamar dulu.” Kris buru – buru menurunkan Geum Chan, mengecup singkat pipi ChanSha bergantian, dan langsung berlarian menuju kamar.

Melihat tingkah putra sematawayangnya itu, ibu Kris hanya bisa menggelengkan kepala. Sudah nyaris berjalan 3 tahun pernikahan Kris dan Yaegi, tetapi Kris masih saja memperlakukan hubungannya seperti sepasang kekasih yang baru saja menikah.

“Nanny.. wo de papa..” Geum Sha mulai merengek. Ia menunjuk sosok Kris yang baru saja menghilang dibalik pintu kamar.

“Kita makan pudding ya. Makan pudding.. nanny sudah membuat pudding untuk ChanSha. Ayo kemari, Chan..” Ibu Kris mencoba mengalihkan pembicaraan agar Geum Sha berhenti merengek. Ia menggandeng tangan Geum Chan dan membawa kedua cucunya itu menuju dapur.

 

Dalam waktu yang bersamaan..

“Ya, halo.” Yaegi segera beranjak dari tempat tidur ketika mendengar suara sekretaris Park dari ponselnya.

Ia melangkah cepat menuju meja komputer, dan menarik kursi yang ada disana.

“Terimakasih sudah membantuku tuan Park. Ne, baiklah. Selamat malam.”

Bip. Sambungan terputus.

Dengan lincahnya jemari – jemari Yaegi langsung menari di atas papan keyboard. Ia membuka website pribadi KK yang bernaung dibawah domain SMEnt.

Yaegi mulai meng-klik satu persatu dokumen lama yang tidak pernah ia akses sejak ia bergabung menjadi investor SM secara langsung.

“Han Jae Rin, Han Jae Rin..” Yaegi berbisik dengan sendirinya sembari terus mengabsen satu persatu daftar nama trainee yang saat ini tengah terpampang jelas dilayar komputer.

“Oh, ini dia.”

Klik.

Yaegi memilih tampilan nama Han Jae Rin, dan terlihatlah serangkaian biodata serta foto milik sosok yang bersangkutan.

“Shhh.. ini Han Jae Rin. Di transfer kepada YG pada tahun 2012? Benar – benar licik.” Bibir mungil Yaegi kembali mendesis.

Ia beralih lagi pada ponselnya, namun sesaat ia berpikir..

“Bagaimana caranya aku meminta Woo Yeon untuk mengirim foto gadis patah tulang itu? Shhh..” Yaegi mengigit ujung kukunya, ia kembali memikirkan hal yang sebenarnya jauh dari prioritas.

 

“Jika KK grup tetap ingin menjadi bagian dari SM, maka KK harus mengeluarkan modal yang besar untuk project SM yang akan datang.”

 

Suara Kim Young Min diruang rapat pagi tadi kembali terngiang ditelinga Yaegi.

Kepalanya mulai berkedut pelan, ketika memikirkan hal itu. Seharusnya ia sudah menyelesaikan penanaman sahamnya di SM pada rapat pagi tadi, dan sepenuhnya menetap di Beijing.

Namun sesuatu terus menganggu pikirannya. Kelemahan seorang Cho Yaegi yang sulit untuk menolak hal yang berkaitan dengan orang – orang yang telah ia anggap bagian dari dirinya. Meskipun di sisi lain, sang mertua bersikeras memintanya untuk memutuskan hubungan kerja dengan pihak SM. Tetapi sepertinya Yaegi harus kembali ke SM demi hal sepele. Ya, sepele bagi orang – orang tua yang tidak mengerti, namun sebuah masalah yang membuat Yaegi tergerak untuk memutuskan agar tetap menjadi investor di SM. Masalah yang mungkin juga pernah dirasakan oleh Yaegi, meskipun dalam intensitas yang berbeda.

 

“Nuna, ku mohon..”

Suara Kai kembali menjelma memenuhi rongga pikirannya. Yaegi memejamkan matanya frustasi. Apa yang harus ia lakukan setelah ini? Meminta negosiasi dari Lian juga akan berakhir nihil.

 

DEG!

“Astaga!”

Yaegi nyaris terlonjak dari duduknya ketika sebuah tangan tiba – tiba melingkar di lehernya.

“Kau belum tidur?” suara bass yang sudah lama tidak ia dengar, dan sebuah kecupan hangat menyapu pipinya sekilas. Yaegi bahkan tidak menyadari jika Kris sudah masuk ke kamar.

Yaegi mencoba menggeser tangan Kris, “hmm.” Dehaman yang menyiratkan rasa malasnya untuk berinteraksi dengan Kris saat itu.

Yaegi beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju kamar mandi.

Tetapi tangan Kris dengan cepat menarik pergelangan tangannya, “hey..” panggil Kris seduktif, setengah berbisik di telinga Yaegi.

Yaegi yang membelakangi Kris hanya memutar malas kedua bola matanya, ia enggan untuk berbalik.

Namun sesaat berselang, Kris menarik tubuh mungil itu, dan memeluk erat Yaegi dari belakang.

“Apa yang kau lakukan? Aku mau ke kamar mandi.” Yaegi menolak pelukan itu. Jujur, ia masih merasa sangat kecewa sejak Kris bertolak menuju Prague beberapa waktu silam.

“Kalau begitu aku ikut. Aku juga belum mandi.” Kris menjatuhkan dagunya pada salah satu sisi pundak istrinya itu. Ia tidak bisa menyianyiakan kesempatan ini, setelah sebulan penuh tidak bertemu dan mencium aroma khas blossom lembut  yang selalu membuatnya merasa candu itu.

Yaegi menyikut pelan perut Kris agar namja itu mau melepaskan pelukannya.

Kris justru bertahan di posisinya, dan kini malah membalikkan posisi Yaegi hingga berhadapan dengannya.

Chu –

Satu kecupan lagi mendarat pada dahi yeoja berkulit susu itu. Sesungguhnya Yaegi juga tidak bisa berbohong jika ia sangat merindukan sosok tiang listrik dihadapannya saat ini.

“Apa yang terjadi dengan Pikachu ku? Hey..” Kris menyentuh dagu Yaegi agar bersedia mendongakkan wajah untuk menatapnya.

“Aku marah.” Kalimat singkat dari bibir Yaegi membuat Kris diam sesaat sebelum ia memberi anggukan kecil.

“I got it.” Sahut Kris singkat sambil mengenggam kedua tangan Yaegi.

Kris mendekatkan wajahnya dengan setengah membungkuk hingga ujung hidung mereka bertemu.

“Aku mencintaimu.” Bisik Kris lembut tanpa mengubah posisi mereka. Kris menempelkan dahinya ke dahi Yaegi, seakan mencoba supaya Yaegi dapat membaca pikirannya.

“Kenapa tidak memberitahu ku lebih dulu?” tukas Yaegi lirih.

Kini Kris melingkarkan kedua tangannya pada pinggul Yaegi, “karena aku tahu kau mempercayaiku, apapun itu.” Kris menarik lembut Yaegi ke dalam pelukannya, mengusap rambut Yaegi tanpa meninggalkan sehelai pun.

“Kehidupan kita tidak akan pernah berubah.” Suara Yaegi melemah dari dalam dekapan Kris.

Kris tersenyum getir, ia mengerti apa yang  dimaksud oleh Yaegi.

“Suatu saat nanti,  suatu saat nanti pasti akan berubah.” Hanya itu yang dapat Kris katakan.

Peralahan Yaegi menggerakkan tangannya untuk memeluk erat pinggul Kris, rasanya ia sangat takut jika kehidupannya dan Kris tidak akan pernah berubah seperti apa yang pernah Kris katakan.

Drt – drt

Getar ponsel dari saku celana Kris membuat momen manis itu sejenak harus terhenti. Yaegi menyudahi pelukannya, sementara  Kris merogoh ponselnya.

Sejenak Yaegi menatap heran Kris yang hanya memandangi layar ponsel yang terus berkedap – kedip menandakan sebuah panggilan masuk.

“Siapa?” tanya Yaegi penuh rasa penasaran.

“Nama ini, coba kau lihat. Aku tidak salah membaca nama kontak ini kan?”

Kris memperlihatkan layar ponselnya pada Yaegi.

“Kim – Jong – Kai”

Nama kontak Kai yang tersimpan di ponsel Kris.

DEG!

Jantung Yaegi langsung berdetak cepat. Kai benar – benar menghubungi Kris..

 

To Be Co

 

Untuk di chapter KaiRin ini harus sedikit extra bersabar. Karena mencakup banyak hal. Perusahaan, perasaan, dan galaulisasi tentunya. Kkkk

See ya!

FF berikutnya akan diprotek jika silent reader tak kunjung bertaubat😀

 

 

 

 

84 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 4

  1. Kai ngrengek ke yaegi kah? Ahh kai kejam bgt ke so hee
    Geli ngebayangin pas anak exo di depan apt yaegi
    kai knp tlfon kris? Kangen? Semoga sih kangen bneran amin
    yoohoo next kapan lg eom ?
    Di protect mau engga ttep harus bisa baca ff eomma deh pokoknya :*

  2. Keren tapi, kurang panjang hehehe:D eonni Fighting!! Maaf aku gak bisa komen satu2 soalnya aku gak ngikutin dari awal, mian eon, keep writing

  3. setelah liat hubungan yaekris yag (menurut aku) baik baik aja. aku jadi inget sama akte cerai yg didudukin kai waktu di mobil itu ka. itu disinggung lagi ga nanti?, oiya ka jujur aku agak gak ngeh sama jalan ceritanya, butuh konsentrasi extra buat pahaminnya dan gak jarang aku harus throwback buat ngingetinnya lagi, soalnya tiap chapter konfliknya muncul baru lg, hehe maaf ya ka kritiknya panjang^^, karna aku suka banget sama fanfic ka muriza. fighting ka!~❤

  4. Ah seneng liat krisge Its okay!
    Hmm..cansha bikin gemes aja

    ckckck soo hee ma kai perang mulu…

    Kangen mOment kris ma EXO
    -_-

    Love exo,kris and wu family

  5. Aih itu Han Jaerin pacar Kai atau sekarang yang udah jadi mantan? Dia Trainee juga? O.o tak di sangka. Dulu dia Trainee SM ya? Dan di transfer ke YG? Eh Yoon Soo hee kenapa sifatnya seperti itu sih? -_-

    apakah Kai meminta tolong ke Yaegi untuk transfer jaerin kembali?

    Tapi Jaerin nya sepertinya emang sengaja ya minta putus dari Kai, karena penyakit dia. Benar gak?

  6. yeayy , finally ada kris di sini . kangen pke bngt sama dia . kai knpa telpon kris? apa yg di omongin kai sama yagi wktu itu? trus penulisann ff eonni mkin daebak! hwaiting eonni! jangan bertengkar mulu sama Kris wkwk .

  7. Eonni, maaf -kalo ga salah di chapter 3 aku ga komen *digamparchansa. Email aku bermasalah dan akhirnya aku buat email baru, ditambah aku lupa kalo ngomen diblog eonni namanya apa entah itu baekki, my baekki, mochi atau apalah aku lupa, ini epek suka gunta ganti user name buat ngomen –‘ jangan sampe aku dikira new reader~ adakah nama itu nyempil di komenan ff mu sebelum2nya eon?

  8. Aku telat lagiiiiii!!!
    Eonni maaf yah hp ngadat+kuota abis jadi belum comment 2 chap sebelumnya😦 tapi nanti comment kalo udah baca chap 5 ..
    Eeeh kenapa ceritanya makin galau badai(?) kayak gini? Apa coba masalah sebenarnya Yoon Sohee sama Kai? Aah masih blur belum bisa ketebak. Meskipun gitu overall udah bagus kok, ciri khas ff Eonni menegangkan, bikin penasaran, dan gregetan(?) sama main cast nya ..
    Aja! Aja! Hwaiting! Jiayou!

  9. waaah itu jae rin knp unni??O.o amputasi…duh kai bisa tewas (?) hehehe duh kris oppa sama yaegi unni baikan doong ‘3’)
    ditunggu next chapter unni :3
    Hwaiting ‘-‘)o0o0o9

  10. Eonniiiii yaampun ff nya makin kesini makin rumit. Tapi eon aku paling suka tipe ff yg kyk gini. Bahasa baku,alur yg gk bisa ditebak. Bagus banget. Eon gk ada kepikiran bikin novel? Aku yakin jdi bestseller nnti!
    POKOKNYA EONNI JJANG!

  11. oh skrg aku mengerti kenapa yaegi marah sm fanfan. oh gara” itu ya.
    cerita ini makin lama makin seru dan bikin dag dig dug ><

  12. Aku yakin deh itu han jae rin nya kai. Trus apa isi pembicaraan yaegi dg kai. Emh apa kai mengancam yaegi buat nolongin dia? Ah kai pasti ga sejahat itu

  13. eonni, twitter+gmail aku ga bsa kebuka, jadi susah kalo mau nyari password. Jdi tlong jngn dipassword.
    Aku bru pulang dri pesantren eon, jdi banyak ff yg blom aku baca. Trus gmail+twitter eror krna lama ga dibuka *curhat ;-(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s