EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 8

5738_757117507648989_1240196035_n

 

Author / Script Writer : Ulfa Muriza

Poster by : Tiara / Han Jae Rin

Rate : T

Genre : Family, Friendship, romance, sad, ( – marriage life )

Cast :

– Kim Jong In / Kai

– Han Jae Rin / OC

– Lee Dae Shi / OC

– YaeFan / Cho YaeGi – Wu Yi Fan / Official Couple 😀

– Yoon Soo Hee / SM’s Model

– EXO

– Another Cast

TYPO EVERYWHERE!

***

 

***

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dua orang yang sejak sore tadi berkutat dengan tumpukan lembaran dokumen akhirnya dapat merenggangkan otot – otot leher mereka yang kaku setelah berjam – jam sebelumnya hanya terpaku pada benda segi empat di hadapan mereka.

“Minumlah.” Lian menyodorkan sekaleng kopi hangat pada gadis yang sejak tadi sore bersamanya, Lee Daeshi.

Daeshi mengangkat kepalanya yang semula ia rebahkan di sofa dan langsung meneguk kopi pemberian Lian.

“Saem, aku pulang sekarang. Jika Dr. Kim tahu aku seharian bersama pria yang tidak ia kenal, aku akan di kuliti hidup – hidup malam ini juga.” Daeshi meringsut dari atas sofa, mencari keberadaan ponselnya dan memasukkannya ke dalam handbag miliknya.

Lian terkekeh tanpa sepentahuan Daeshi, “berani sekali kau mengatai ibumu sendiri. Dasar kepribadian F.”

Mendengar itu Daeshi hanya bisa meniup sebal rambutnya yang berantakan, lalu menatap Lian sejenak dengan tatapan kesal, “kau harus bertanggung jawab jika Jay sunbaenim memarahiku setelah ini!”

“Aaahh.. takut sekali..” Lian memeletkan lidahnya.

Daeshi segera beranjak dari duduknya, ia bergegas untuk pergi. Baginya berdebat dengan Lian sama saja ia seperti sedang menguras air laut yang tidak akan pernah kering, dan berakhir dengan tekanan darah yang meningkat.

“Mau pergi kemana? Eyhhh.. kau marah ya. Kau sedang marah? Uh? Marah seperti itu? Hei .. hei..” Lian terus – terusan menggoda Daeshi yang kini sedang memakai sepatunya di depan pintu apartement.

Daeshi sama sekali tidak menggubris laki – laki yang menurutnya tidak pernah masuk dalam kategori waras itu, ia terus fokus memakai sepatunya.

“Ya! Rookie itu apa? Kenapa kau membuat tanda kurung dengan kata rookie untuk grup – grup baru ini? Apa agensi – agensi ini memiliki grup rookie yang sama? Rookie itu nama grupnya? Begitu?” Lian membongkar kembali lembaran kertas yang telah ditulis rapi oleh Daeshi.

Daeshi berbalik dengan wajah sinisnya, ia tidak menyangka betapa kolotnya seorang dosen yang pernah memberikannya nilai F itu.

“Rookie itu grup pendatang baru, Wang saem!”

Lian sama sekali tidak merubah ekspresinya, ia tetap bersikap masa bodoh, tidak peduli apa yang Daeshi pikirkan tentangnya.

“Ah seperti itu.  Tapi kenapa kau tidak menulis plus minus dari mereka? Aku meminta bantuanmu tidak gratis.” Lian menunjuk kaleng kopi miliki Daeshi di atas meja.

Daeshi merasa kepalanya akan meledak saat itu juga, tapi ia harus bisa mengontrol emosinya dengan baik. Seorang psikolog muda berbakat, tidak boleh termakan hasutan laki – laki sakit jiwa seperti Wang Lian.

“Wang saem, semua dari mereka memiliki kelebihan masing – masing. Dari awal kau tidak memintaku untuk mendeskripsikan detil dari setiap bakat yang mereka punya. Ahhh.. apa kau memang sengaja berlama – lama menahanku disini?” Daeshi balik menggoda Lian.

Lian masih dengan ekspresi yang sama, ia menaruh satu tangannya sesaat pada salah satu pinggangnya, dan satu tangannya yang lain memanggil Daeshi dari kejauhan, “cepat kemari. Deskripsikan bakat – bakat mereka. Masih ada satu kaleng kopi lagi, ayo cepat.”

Ting – tong !

“OMO!”

Suara bel membuat Daeshi terhentak hebat. Ia reflek melompat dari tempat ia berpijak.

Tanpa membuka sepatunya, Daeshi berlarian menuju Lian.

“Omo! Saem, siapa itu? Uh? Bagaimana jika ada yang mempergoki kita? Saem, bagaimana ini! Aku mau pulang!” raut wajah Daeshi berubah panik.

Lian memandangnya heran, “pakaianmu masih lengkap. Apa yang kau takutkan? Pikiranmu benar – benar F.” Lian melewati Daeshi untuk memastikan siapa yang datang.

Tanpa Daeshi sadari, pipinya berubah memerah. Ya, Lian benar, sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan? Terkadang ia sadar, ia juga suka berlebihan.

Ceklek –

Lian langsung ditodong dengan sebuah majalah bisnis ketika ia baru saja membuka pintu apartement.

Lian sudah mengetahui siapa sosok yang wajahnya tertutupi oleh majalah tersebut. Lian menggeser pelan majalah itu dari hadapannya, “kenapa tidak langsung masuk saja?” Lian berbalik masuk.

“Bagaimana bisa seperti ini oppa!”

Sosok Yaegi yang baru saja tiba langsung menghentakkan kakinya kesal. Artikel omong kosong tentang KK telah tersebar luas dalam satu hari itu.

“Masuklah dulu. Ada hal yang lebih penting untuk di perbincangkan.”

Yaegi menutup asal pintu apartement, dan mengikuti Lian masuk ke dalam.

“Jadi menurutmu ini tidak penting? Agensi – agensi itu telah mengirimkam proposal mereka ke perusahaan oppa!”

Lian menunjuk meja yang ada di depannya, “aku bahkan sudah menerima rekaman eksklusif mereka siang tadi.”

“Mwo?!” Yaegi semakin tidak percaya.

“Oh, Daeshi –ya. Kau disini?” perhatian Yaegi sejenak teralihkan pada Daeshi.

Daeshi mengangguk kecil dengan raut wajah yang nyaris tak berbentuk lagi, “ye.”

“Dia yang membantuku mengelompokkan grup – grup baru itu. Aku sama sekali tidak mengerti tentang pekerjaan seorang sponsor.” Lian menghempaskan tubuhnya kembali ke atas sofa.

Yaegi perlahan juga ikut duduk di samping Daeshi, ia melihat lembaran kertas yang berisikan tulisan tangan Daeshi.

“Agensi ini, bukankah juga termasuk agensi yang besar?  Kenapa juga mengirimkan rekaman eksklusif?.” Alis Yaegi semakin mengernyit ketika ia melanjutkan membaca satu persatu rincian dari agensi – agensi tersebut.

“Kau harus memutuskan paling tidak hanya untuk dua agensi. Ini demi menjaga nama baik perusahaan.” Lian menambahkan.

“Paman Hwang meminta kita untuk mengganti kontrak kerja sama SM dengan pihak agensi lain. Tetap sebagai investor.” Yaegi tertunduk pasrah.

“Jadi maksudmu 30M itu diluar tanggung jawab perusahaan?” wajah Lian nyaris merah padam.

Yaegi mengangguk pasrah, “uhm.”

Lian merasa urat – urat sarafnya menegang, “adik ipar, ini gila. 30M itu jumlah yang besar. Bagaimana mungkin kau tidak bisa membuat perusahaan mengeluarkan nominal itu untukmu? Kau pemiliki perusahaan, bukan tuan Hwang!” Lian menuai protes keras.

Yaegi meletakkan kertas yang semula ia baca, “tapi aku tidak memiliki saudara laki – laki oppa! Nama samchon tidak ada dalam daftar ahli waris.”

“Tapi kau punya Geum Chan.”

“Oppa kau lupa? Geum Chan belum tertulis sebagai pewaris sah karena perusahaan tidak tahu pernikahanku!” Yaegi berubah kesal. Baginya, seburuk apapun hal yang terjadi saat ini, EXO tidak boleh kehilangan sponsor.

Lian mengusap kasar wajahnya, ia tak dapat lagi berkata – kata. Sementara Daeshi yang duduk di tengah – tengah dua orang yang sedang dilanda kebingungan itu hanya bisa berdiam diri, tanpa berani memberikan komentar apapun.

“Besok aku akan melelang rumah yang ada di Gangnam. Semoga itu bisa membantu menutupi hutang kita pada Woo Yeon. Untuk tabunganmu, aku akan mengusahakannya kepada sekretaris Park untuk mencairkan deposito perusahaan yang mengatasnamakan aku.”  Yaegi benar – benar tidak memiliki pilihan lain. Lian benar, bisnis itu kejam.

Lian sama sekali tidak memberikan jawaban apapun, ia kembali berkutat dengan laptopnya.

“Segera putuskan agensi mana yang akan kau pilih. Penandatangan kerjasama segera dijadwalkan esok hari.”

Yaegi sejenak hanya terdiam kaku, ia bingung bagaimana cara memulai untuk memutuskannya. “Daeshi –ya.”

“Nde?”

“Bisakah kau menjelaskannya satu persatu agar aku bisa memilih sesuai dengan potensi mereka?” pinta Yaegi dengan nada lemah. Bagaimanapun, ia harus bersikap sportif.

Daeshi mengangguk mantap, “baiklah.”

Dalam diam Daeshi terus mengelompokkan semua data grup dari masing – masing agensi yang ia ketahui. Namun batinnya ikut berseteru setelah apa yang ia rekam jelas dari pembicaraan antara Yaegi dan Lian.

“30M? apa itu untuk membayar tuntutan Luhan?” batinnya menggumam.

Dug – dug – dug

“Oh!”

Tiba – tiba Daeshi merasakan sesuatu dari dalam dadanya. Ketika mengingat nama Luhan, bagian lain dari EXO ikut terlintas di benaknya, Kai, Kim Jong In, laki – laki yang tadi siang seakan memperalatnya untuk gadis bernama Yoon Soo Hee.

Sejenak Daeshi menghentikan pekerjaannya, ia meneguk kembali minumannya. Masih merasakan hal yang sama.

“Kenapa mengingat itu aku seperti merasa sedih? Aku hanya menyukai Kai sebagai idola, kan? Oh Lee Daeshi, ayolah. Jangan seperti ini.”

 

***

Di tempat yang berbeda..

Kai sejak tadi hanya memperhatikan sosok yang duduk tepat disampingnya, sosok masih fokus menatap jalan di depannya tanpa menoleh padanya sedikitpun. Rasa shock Kai yang semula mendera perlahan lenyap setelah ia memutuskan untuk ikut bersama gadis pengendara mobil sport hitam yang mendatanginya di parkiran apartement Woo Yeon beberapa saat lalu.

“Nan ara. Aku selalu bertambah cantik di depan semua mata laki – laki. Benarkan? Nan yappeo. Uhm?” sosok itu akhirnya menoleh pada Kai, karena ia sejak tadi melihat dari ujung matanya bahwa Kai terus menatapnya dengan tatapan penuh tanya.

Kai langsung mengalihkan padangannya ke depan, “mengerikan.” Bisiknya pelan, namun masih dapat terdengar jelas oleh si pengemudi.

“Kita ke club malam ini?”

Kai langsung menoleh cepat, “mwo?”

Sosok yang tak lain adalah Kim Nana itu, terkekeh pelan melihat reaksi heran Kai.

“Wae? Kau masih di bawah umur? Cih..” Nana memutar stirnya menuju arah jalan raya yang merupakan jalan pintas keluar dari Gangnam.

“Nuna,”

“Wae?”

“Kapan kau tiba?”

“Kemarin.”

“Mwo?” Kai bangun dari sandarannya.

Nana menanggapi enteng, “tidak usah terkejut. Kau pasti mengenal paman kesayanganmu itu dengan baik Jong Jong.”

“Jangan memanggilku seperti itu.” Kai memasang wajah tidak suka.

“Jong Jong.” Nana justru mengulanginya.

Rasa kesal Kai teralihkan ketika ia mengingat berita yang baru saja ia baca beberapa saat lalu, “Nuna..”

“Mwoe?”

“Luhan hyung –“

“Sudah tau.” Potong Nana cepat.

“Dia di Beijing, lalu kenapa kau kemari? Kalian sudah putus?” Kai bertanya spontan.

Nana berpaling sejenak menatapnya, “aku sangat merindukan Negara ini. Teman – temanku, udara sungai Han, sate telur ikan dipinggir jalan, ayam goreng dan bir. Waahh, perutku menjadi lapar.”

Kai tidak merespon apa Nana katakan, “kenapa kau bisa datang ke sana?” ia justru bertanya hal lain.

“Yaegi sedang tidak di Korea, aku menelfon Soo Rim, ia mengatakan baru saja mengantarmu dan Zitao ke apartement Ji Ah. Ji Ah memberitahuku kemarin jika dia juga sedang di Korea, niatku ingin berkunjung tapi aku justru menemukan gelandangan di parkiran apartementnya.” Nana terkekeh licik.

Kai kembali bangun dari sandarannya, “kau yang gelandangan.” Kai tidak terima.

Nana hanya mengangkat kedua bahunya, “gelandangan? Tapi aku sedang tidak merasa dicampakkan oleh kekasihku. Bagaimana denganmu tuan Kim?” Nana menyindir Kai.

Kai menghempas kasar punggungnya, ia memilih untuk diam dengan membuang tatapan keluar kaca mobil. Berdebat dengan Nana, hanya akan membuatnya semakin tidak bisa berpikir jernih.

“Han Jae Rin. Han Jae Rin. Han Jae Rin. Kalian putus lagi? Sebentar, aku akan mengeceknya, ini sudah yang keberapa kali?”

“YA!” Kai lepas kendali. Ia memelototi Nana yang berpura – pura hendak meraih ponselnya, seakan benar – benar menghitung jumlah pertengkaran antara Kai dan Jae Rin.

Nana tertawa puas. “Ah sudahlah, lupakan. Katakan suatu tempat yang bisa kita kunjungi malam ini.”

Nana sengaja tidak memberitahu siapapun akan kedatangannya ke Korea. Ia harus melakukan sesuatu esok hari.

“Antarkan aku ke dorm SHINee.” Pinta Kai lemah. Ia memang harus bertemu Taemin malam ini.

“Ahh, ide bagus.”

“Mwoya? Kau ikut masuk? Itu tempat tinggal laki – laki nuna.” Kai tidak mengizinkan Nana untuk ikut bersamanya.

“Jadi menurutmu kau laki – laki?”

“Mwo?”

Nana hanya merespon dengan tawanya. Meski saat ini pikirannya begitu sembraut, paling tidak Kai bisa menjadi bahan tertawannya saat itu.

Selang beberapa saat …

“Sudah sampai.” Nana memberhentikan mobilnya diluar pekarangan dorm SHINee.

Kai menunda untuk melepas sabuk pengamannya, “nuna kau tidak turun?”

Plak! Satu tepukan keras mendarat di bahu Kai.

“Akhh!”

Kai meremas kuat bahunya yang mungkin sudah memerah saat ini.

“Apha!” Kai membentak Nana kesal.

“Ini alasan mengapa aku bertanya kau laki – laki apa bukan.” Nana menarik kasar lengan jaket Kai.

“Arasseo, arasseo! Aish.” Kai membuka cepat sabuk pengamnnya, dan bergegas turun.

“Ah nuna,” Kai menunda membuka pintu mobil sejenak.

“Apa lagi?”

Kai menatap Nana ragu, “bisakah kau menjemputku lagi, nanti?” tanyannya penuh rasa hati – hati.

Nana menggeser posisi topi yang ia pakai menjadi terbalik, memperlihatkan wajahnya dengan jelas. “Jika aku belum tidur.”

“Nuna..” wajah Kai berubah memelas.

“Ibumu tidak akan mungkin memberiku izin untuk keluar tengah malam babo.”

“Jadi kau bermalam dirumahku?”

“Eo.” Jawab Nana singkat.

Kai berpikir sejenak, ia semakin bingung setelah mengingat Tao yang masih tertinggal di apartement Woo Yeon.

“Nuna..” panggil Kai lagi.

“Hmm.” Nana mendeham singkat, seraya berkutat dengan ponselnya.

“Bisakah kau menolongku untuk menjemput Zitao? Aku meninggalkannya disana.” Kai tidak memiliki pilihan lain.

Nana tertawa frustasi, “apa aku lebih terlihat seperti supir pribadi setelah keluar dari akademi? Berani sekali kau memerintah sersan cantik jelita ini,uh?” Nana mengarahkan kepalannya pada Kai.

Dengan cepat Kai mengangkat kedua tangannya, “ani, nuna.” Ia selalu harus berhati – hati, karena Kim Nana terkadang benar – benar akan melakukan kekerasan pada siapa saja -_-

“Arasseo. Hubungi saja aku jika sudah selesai. Cepatlah turun, cepat! Auuhh lamban sekali, dasar siput hitam. CEPAT!” Nana berpura – pura marah.

“ARA!” Kai balas berteriak.

Nana terbahak keras. Kai ikut terkekeh disela – sela rasa kesalnya.

“Sampai nanti.” Nana melambaikan tangan dari dalam mobil.

“Jangan lupa.” Kai mengingatkannya lagi.

Nana melempar sesuatu yang ia ambil dari dalam dashboardnya keluar kaca mobil, “pakai itu. Disana pasti ada fans yang menunggu.”

Kai menangkap sebuah masker. “Uhm, gomawo nuna.” Usai memasangkan masker pada wajahnya, Kai berlarian lebih dulu menuju pekarangan dorm SHINee.

“Cih, bocah bodoh itu..” Nana memastikan hingga sepupu kesayangannya itu benar – benar sudah masuk ke dalam lobi apartement. Lalu, barulah ia kembali melajukan mobilnya.

 

…….

Kai berlarian menaiki anak tangga apartement, karena dorm SHINee hanya berbeda satu lantai saja. Ia langsung menekan password dorm SHINee yang sudah ia hafal diluar kepalanya, dan langsung melangkah masuk.

Dua orang yang masih terjaga di ruang tengah dorm SHINee secara bersamaan menoleh ke arah pintu masuk, ketika Kai baru saja terlihat.

“Jong In –ah, kau kah itu?” Taemin bangun dari duduknya dengan stik PS yang masih ia pegang.

Kai membuka kedua sepatunya, dan melangkah menuju Taemin dan seseorang disana tanpa menyahut Taemin.

“Jong In –ah, wae? Terjadi sesuatu?” namja yang semula masih fokus dengan layar TV di depannya ikut bangun.

Kai menatap dua sahabatnya itu bergantian, perlahan butiran hangat mulai menumpuk di kedua matanya.

Taemin dan namja yang berdiri di sampingnya saling bertatapan sejenak.

“Han Jae Rin?” tanya Taemin memastikan. Kai tetap bungkam.

“Waeyo? Kalian bertengkar lagi?” namja yang berprofesi dengan Taemin dan Kai itu menambahkan.

“Wonshik –ah,” Taemin menyenggol pelan namja bernama lengkap Kim Wonshik disampingnya, atau lebih dikenal dengan Ravi, salah satu personil boy group yang debut pada tahun yang sama dengan EXO, VIXX.

Ravi mengangkat kedua bahunya, tanda tidak mengerti. Namun sejenak kemudian, Ravi perlahan berjalan mendekati Kai, “Lu – Luhan h-hyung?” tanyanya ragu.

Mendengar pertanyaan Ravi, membuat Kai langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.

Taemin menaruh stik PSnya, dan Ravi menghentikan permainan mereke sejenak. Mereka ikut duduk disamping Kai.

“Kalian sudah mengetahuinya juga?” tanya Kai dengan suara parau.

“Uhm.” Ravi mendeham ringan.

Ravi dan Taemin sudah sangat mengerti. Kai akan selalu berlari kemari jika ia sedang dirundung masalah yang tidak dapat ia temukan jalan keluarnya sendiri. Pertengkarannya dan Jae Rin, bahkan ia juga datang kemari ketika Kris menyatakan resmi hengkang dari aktivitas EXO.

“Tenangkan dirimu. Jong In –ah..” Taemin mengusap pundak Kai.

“Ayolah,” Ravi ikut merangkul Kai.

“Wajah memberdeul pasti sama seperti Kris hyung waktu itu.” suara Kai semakin lama semakin melemah.

Taemin dan Ravi, kembali saling bertatapan. Mereka seakan ikut merasakan kegusaran Kai saat itu.

“Luhan hyung pasti sudah melakukan yang terbaik. Jangan menyerah, hei..” Taemin menepuk – nepuk pelan punggung Kai.

“Mau bermain PS?” Ravi menunjuk stik PS yang tergeletak di lantai.

Perlahan Kai mengangkat wajahnya, memandang Ravi dengan senyuman kecil yang membentuk di bibirnya, “inikah yang kau lakukan di sela – sela comeback mu? Bermain PS.” Cibir Kai pelan.

Ravi terkekeh aneh, “sebentar lagi manajer hyung juga akan menjemputku. Ayolah, sebelum manajer hyung datang.”

“Dimana hyungdeul?” Kai tidak melihat member SHINee yang lain disana.

“Sudah tidur.” Jawab Taemin singkat.

“Ya Kim Wonshik kau sungguh pergi kemari bersama manajermu?” Taemin memastikan.

Ravi mengangguk polos, “eo. Waeyo?”

Taemin dan Kai, sejenak bertatapan. Terkadang, tebersit rasa yang bisa diartikan dengan kata ‘iri’ ketika melihat teman bermain mereka yang satu itu, selalu memiliki kebebasan yang lebih meski di sela – sela kesibukan grup.

“Sepertinya kau memang dibuang oleh memberdeul.” Taemin dan Kai mulai mencerca Ravi.

“YA! Aniya! Aku kemari karena kau yang memintaku! Taemin –ah neo!” Ravi melempar bantal tweety ke wajah Taemin.

Kai ikut tertawa, karena Ravi sangat mudah untuk terpancing.

“Mau ku tuangkan cola?” Taemin beranjak dari duduknya.

Ravi merasakan sesuatu yang terus bergetar dari tempat duduknya, “uh? Taemin –ah, ponselmu.”

“Siapa?” Taemin tidak langsung mengambil ponselnya dari tangan Ravi.

“Jae Rin.” Ravi membaca nama kontak yang terlihat jelas dari layar ponsel Taemin.

Taemin dan Ravi kembali menatap Kai. Ya, itulah yang selalu terjadi. 6 tahun pertengkaran, Taemin adalah tempat Jae Rin ataupun Kai mengadu, lalu kembali berbaikan.

“Jangan.” Suara Kai menahan Taemin yang hendak menjawab telfon.

“Wae?” Taemin merasa heran dengan respon Kai kali ini.

Kai diam sejenak. “Ravi –ya,”

“Uhm?”

“Katakan jika Taemin sudah tidur. Kau saja yang menjawabnya.” Pinta Kai.

Ravi hanya mengiyakannya, dan …

Belum sempat Ravi mengatakan hal yang seperti Kai katakan, Ravi memandang Kai dan Taemin bergantian, “dia sudah di depan pintu..”

“Hufh –“ Kai mendesar frustasi. Tepat seperti dugannya. Han Jae Rin selalu keras kepala.

“Cepat, temui dia.” Taemin menunjuk pintu dengan pandangannya.

Dengan segala keterpaksaan Kai beranjak dari duduknya.

Taemin dan Ravi ikut berdiri, meskipun sudah hampir sering melihat pemandangan itu, tapi rasa perasaan selalu menghinggapi.

“Taemin –ah,”

“Uh?”

“Menurutmu, kali ini mereka benar – benar putus?”

“Molla. Wae? Kau tertarik?”

Ravi langsung berhenti memanjangkan lehernya yang semula hendak melihat jelas arah depan pintu, “aniyo. Cinta itu no 3.”

Taemin terkekeh geli, ia merangkul Ravi, “lalu apa no 1?”

“Tidur.”

“Kedua?”

“Ayam goreng.”

“Geuretji! Hahaha.” Taemin melayangkan high – fivenya pada Ravi.

“Yeah, love is a nightmare..”

“Hahaha.”

Sementara itu tepat di depan pintu dorm SHINee …

Kai memandang lurus gadis di depannya itu. Han Jae Rin. Seperti yang Kai duga sebelumnya, gadis ini pasti akan datang kemari. Kai sejenak melirik kaki Jae Rin yang terbalut oleh perban, tanpa menanyakan keadaannya dan bagaimana bisa ia pergi dengan kondisi seperti itu.

“Hiks..” isakan Jae Rin terdengar jelas. Maka itu ia sengaja menundukkan wajahnya.

Kai sama sekali enggan untuk memulai pembicaraan.

“Jong In – “

“Pulanglah.”

Namun ketika Jae Rin baru saja hendak memanggil namanya, Kai langsung berucap cepat. Satu kalimat yang menyayat hati.

Jae Rin memandang namja di depannya itu dengan mata sembabnya.

“Ini sudah malam, pulanglah.” Ucap Kai lembut.

Jae Rin masih tak bergeming.

“Ayo, aku akan mengantarmu.” Kai bergegas untuk menarik pintu.

Jae Rin mengeraskan langkahnya, ketika Kai mencoba menarik lengannya yang berbalut sweater tebal.

“Comeback ku sebentar lagi. Banyak koreografi yang akan diubah karena Luhan hyung pergi. Sponsor sudah berkurang, dan rumor tentang Tao yang berciuman sedang beredar. Aku benar – benar selesai dengan semua ini, Rin –ah, ku mohon .. pulanglah.”

Kai menahan getirnya saliva yang ia telan, bahkan untuk menghembuskan nafas saja ia merasa sulit saat ini. Ia baru menyadari betapa banyak hal yang harus ia lalui setelah hari ini.

“Hiks.. “ Jae Rin masih terus menangis.

Kai tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan, ia memilih untuk bungkam.

“Jong In –ah..” tangan Jae Rin mencoba meraih lengannya. Kai membiarkan gadis itu memegang lengannya.

Perlahan Jae Rin mendekat padanya, masih dengan isakan yang sama.

“M-minhaeyo.. hiks. Aku tidak mau berpisah, aku tidak mau Jong In –ah, hiks.. nan shireo..” suara Jae Rin nyaris menghilang, ketika ia mencoba meredam tangisnya.

Kai menahan nafasnya dalam, melihat pemandangan seperti ini membuatnya semakin tidak bisa berpikir jernih.

“Pulanglah.” Pintanya lagi.

Jae Rin menggeleng dengan air mata yang terus mengalir deras.

Kai melepas genggaman tangan Jae Rin dari lengannya secara perlahan, “Rin –ah..”

“Tidak mau, hiks.. aku tidak mau Jong In –ah..” tangisan Jae Rin berubah memohon.

Sejenak Kai memejamkan matanya, mencoba meredam rasa penat yang telah ia tahan sejak lama. “Kita bicarakan ini setelah comeback stage selesai, bisa kan?” Kai masih memintanya secara baik – baik.

“Jong In –ah..” Jae Rin kembali meremas kuat lengan Kai, rasa takut mulai menyergapnya. Ia sangat takut jika Kai benar – benar mengindahkan pertengkaran mereka sesaat lalu.

“Bisa kan?” Kai mengulangi pertanyaannya, berharap Jae Rin bisa mengerti bahasa yang ia gunakan.

“Jong In –ah jebal – “

“Han Jae Rin, bisakah?” Kai menekankan kalimat yang sama.

Jae Rin terus menangis, ia akhirnya melepas lengan Kai.

“Pulanglah, aku tahu seseorang pasti menunggumu di bawah. Ah sebentar.” Kai membuka kembali pintu dorm yang semula setengah tertutup, hingga terbuka lebar. Memperlihatkan dua orang yang sedang konsentrasi dengan layar TV dan stik PS di tangannya.

“Itu Lee Taemin dan Ravi. Tidak ada seorang gadispun disini.” Kai menyindir halus Jae Rin yang selalu melayangkan tuduhan yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya.

Mendengar itu Jae Rin hanya bisa tertunduk malu. Tanpa menjawab apapun lagi, Jae Rin mulai melangkahkan kakinya dari hadapan Kai, ia beranjak pergi.

Sejenak Kai masih berdiri di depan pintu, menatap lurus punggung Jae Rin hingga gadis itu masuk ke dalam lift.

“Aku menyuruhmu menunggu, karena aku mulai tidak mengerti dengan perasannku Rin –ah, mianhae..”

***

Keesokan harinya..

Pintu ruang rapat direksi terbuka lebar, usai pemilik resmi SM Lee Soo Man menyatakan bahwa SM harus segera mengeluarkan konfirmasi resmi atas semua berita yang selama ini belum terkuak kepada publik. Begitu pula dengan para investor, dan para sponsor yang hendak melanjutkan atau memutuskan kerjasama. Hari itu seluruh permasalahan diselesaikan dalam kurun waktu 2 jam lebih di ruang aula khusus SM pada lantai 8.

Beberapa di antara mereka telah lebih dulu keluar dari ruang rapat.

“Nana –yaaaa… gomawo, neomu gomawo..” Yaegi langsung berhamburan memeluk Nana yang saat itu keluar setelah ia dan Lian.

Nana membalas pelukan Yaegi, lalu melepasnya. “Hmm, sekarang kau bisa hidup tenang nona CEO.”

Nana bersedia membangun kerjasama pribadi antara dirinya dan Yaegi dalam jumlah nominal sponsor yang fantastis sepanjang SM berdiri, 30 Milyar Won. Jika sang ayah bersikeras untuk memaksa Young Min untuk mencabut kontrak Luhan karena akan melangsungkan pernikahan, maka hanya ini yang bisa Nana lakukan untuk mereka (EXO). Meskipun ia tidak mengatakan secara langsung pada anak – anak itu, tetapi ia seperti sudah menjadi penyebab semua ini. Sekeras apapun seorang Kim Nana, tetap tidak akan bisa mengubah keputusan sang ayah.

“Dia bukan lagi CEO disini.” Lian menyambangi.

Nana mengangguk seraya menggembungkan pipinya, “yaah.. nona sponsor mungkin? Apapun itu, aku sangat berterima kasih kau sudah bertahan disini meski paman ku sering bertindak seperti bukan manusia.” Nana menepuk bahu Yaegi.

“Eyhh.. suaramu.” Yaegi melirik ke dalam aula.

Nana sama sekali tidak merasa terganggu, “apa yang kau takutkan? Paman Young Min bisa melakukan apa jika ada Lee Soo Man disini?” Nana justru sengaja meninggikan suaranya.

Nana tanpa sengaja berhadapan dengan Na Jin yang juga baru saja keluar dari ruang rapat, dan itu adalah hal yang sudah lama ia tunggu – tunggu semenjak ia kembali dari akademi militernya.

“Waaahh nona penyebar isu omong kosong ada disini.” Nana sengaja mengeraskan suaranya ketika Na Jin melewati mereka. Ya, Na Jin adalah dalang di balik berita yang mengatasnamakan KK sedang membuka sponsor besar – besaran untuk semua agensi di Korea Selatan.

Na Jin berbalik dengan wajah sebalnya, “kau bilang apa barusan?” Na Jin mendekat pada Nana.

Nana ikut memajukan wajahnya, “kau cantik, tapi kenapa tuli?” Nana menatap Na Jin sinis.

“Kim Nana, hentikan.” Lian reflek menarik bahu Nana, ia sedikit tidak nyaman jika melihat pemandangan seperti itu.

Yaegi sedikit bingung dengan sikap Lian yang tiba – tiba merespon demikian.

“Kalian saling mengenal?” tanya Yaegi menunjuk Nana dan Lian.

“Itu tidak penting. Yaegi –ya, aku harus bertemu seseorang. Aku duluan.” Nana beranjak pergi, tanpa lupa menyenggol keras bahu Na Jin yang masih berdiri bodoh disana.

“Aish! YA!” Na Jin berteriak kesal.

Yaegi dan Lian pun bergegas turun menuju lantai dasar, karena waktu terus berjalan.

 

Sementara itu, di sisi lain SMEnt ..

Nana melenggang santai mengintip satu persatu ruang trainee, sebelum ia berbelok menuju kantin.

“Nuna!”

Seseorang dari dalam ruang trainee berteriak ke arahnya. Nana hanya melambaikan tangannya, seraya membuat bahasa isyarat ‘kita akan bertemu nanti, oke?’

Kini gadis berambut sebahu itu sudah tiba di kantin yang sudah sangat lama tidak ia datangi, ia celingukan kesana – kemari seperti sedang mencari akan sesuatu.

“Nana –ya!”

Seseorang melambaikan tangan ke arahnya.

Nana bergegas menghampiri sosok tersebut, dan meraik kursi untuk duduk.

“Nana –ya, ini sudah lama sekali.. kenapa tidak mengabariku? Uh?” yeoja bernama Yoon Soo Hee meraih tangannya.

Nana justru melepas gandengan Soo Hee, “Soo Hee –ya.”

Wajah Soo Hee yang semula ceria, berubah heran. “Waeyo?”

Nana membenarkan posisi duduknya,  ia meneguk minuman milik Soo Hee sejenak.

“Kau tau jika Kim Jong In adalah sepupu Kim Nana, uhm?”

Soo Hee langsung mengerti arah pembicaraan Nana, “jadi dia menceritakannya padamu? Cih.. benar – benar!”

“Ani. Kau lupa? Aku Kim Nana. Sekalipun aku di planet Mars, aku tahu semuanya. Naneun, Kim Na – Na.” Nana mengeja penggalan namanya sendiri.

“Lalu?” Soo Hee mulai memasang wajah tidak sukanya.

“Kenapa kau terlihat murahan?”

“Mwo?” Soo Hee tampak tidak terima.

“Berhenti mengusiknya. Aku sangat membenci jika teman menjadi musuh, kau mengertikan?” Nana kembali meneguk latte milik Soo Hee.

Soo Hee beranjak dari duduknya, “hanya itukah yang ingin kau katakan dan mengajak ku bertemu disini? Ya!”

Nana ikut bangun dari duduknya, “kenapa berubah tempramen? Aku hanya mengingatkan.”

“Tapi ini buka urusan – “

“Tentu urusanku. Aku bahkan bisa memanggil ayah anak itu dengan sebutan ayah. Kau, gadis bermarga Yoon. Ku mohon kau bisa menjaga hubungan baik kita, kau paham? Ganda, (aku pergi).” Nana menepuk bahu Soo Hee dan beranjak pergi.

Soo Hee hanya bisa meredam amarahnya, jauh dari pada itu, rasa takut sedikit menguasainya, karena Kim Nana yang berbicara.

 

Di waktu yang bersamaan..

Yaegi melangkahkan kakinya dengan sangat tergesa – gesa menuju basement, disusul Lian dibelakangnya. Namun, langkahnya langsung surut ketika melihat memberdeul yang baru saja tiba, dan sedang keluar satu persatu dari dalam Van.

Atmosfer canggung kembali mengisi, memberdeul menatap Yaegi dan hanya tersenyum kaku seraya sedikit menundukkan kepalanya.

“Annyeonghaseyo.” Memberdeul menyapa Yaegi dengan suara pelan.

Yaegi ikut mengangguk seadanya, “ne, annyeonghaseyo.”

“Ayo, pihak manajemen itu sudah menunggu. Kita terlambat 10 menit, adik ipar.”

“Ah ye.” Perkataan Lian membuat Yaegi tidak sempat menyapa kesepuluh memberdeul lebih lama lagi.

Entah Yaegi mengetahuinya atau tidak, beberapa dari memberdeul ikut melihat Yaegi hingga mobil yang dikemudikan oleh Lian melesat menuju keluar basement.

“Ayo masuk.” Hingga suara manajer Im membuyarkan mereka semua.

“Ah ye hyung.”

Memberdeul berjalan dibelakang manajer Im dengan raut wajah yang kurang bersemangat. Ya, lagi – lagi kerja tim EXO kembali di uji dengan mundurnya Luhan dari segala aktifitas yang akan dilakukan bersama EXO dimasa yang akan datang.

“Yaegi –ssi pasti sudah memiliki anak asuh baru dibawah naungannya.”

“Uhm, aku juga sempat membaca artikel terkait tentang itu.”

“Sudahlah, tidak ada Kris hyung disini. Itu haknya.”

Kai memilih untuk tidak berkomentar apapun ketika mendengar memberdeul memperbincangkan Yaegi saat itu. Ia justru merasa sangat bersalah karena hingga saat ini belum memberitahukan pada mereka semua, siapa yang hingga saat ini berdiri di belakang EXO.

***

Pukul 08 malam KST

 

Hening. Satu kata yang sangat tepat untuk mendeskripsikan ruang latihan EXO pada malam itu. Semua dari memberdeul larut dalam pikirannya masing – masing. Mereka baru saja menerima pernyataan resmi bahwa satu lagi anggota tertua, memilih hengkang dari grup tanpa pernah mendengarkan alasan dari mereka langsung. Itu mereka simpulkan setelah melihat postingan terakhir Luhan pada akun instagramnya.

“Jadi perusahaan yang menjadi sponsor itu adalah milik Yaegi –ssi? Heol.” Baekhyun tak henti – hentinya terkekeh tak percaya.

Semua memberdeul masih tetap diam tak berucap satu patah katapun.

“Siapapun itu, hubungan kita hanya sebagai sponsor dan grup yang disponsori.” Suho menambahkan.

“Wae? Apa nuna salah melakukan itu? kita justru berterimakasih karena – “

“Oh Sehun kali ini ku minta kau diam.” Baekhyun memotong cepat.

“Sudah, sudah.” Xiumin menengahkan.

Kai merasa ini memang sudah waktunya ia angkat bicara, “hyungdeul..”

“Ini semua karena aku yang memintanya.”

Pertanyaan Kai sontak membuat memberdeul memandangnya.

“Mwoya? Kau sedang bercanda Jong In –ah? Cih..” Baekhyun kembali terkekeh frustasi.

“ByunBaek bisakah kau bersikap sedikit serius?” Chanyeol balik menuding Baekhyun.

Baekhyun mengangguk jelas, “arasseo. Aku minta maaf.” Ucapnya tegas.

“Tidak ada yang mau ikut ke ruang vokal bersamaku? Apa aku sekarang menjadi vokal tunggal ketika di Cina?” Chen yang tidak pernah sekalipun membuka suara, kali ini angkat bicara.

Itu sangat membuat memberdeul sedikit tidak percaya.

“Jongdae –ya.” Xiumin lagi – lagi mencoba menenangkan.

Kali ini juga, Chen tidak menggubris Xiumin ataupun Suho yang memandangnya, mengisyaratkan untuk bersikap semestinya. Ia justru memutuskan untuk pergi ke ruang vokal seorang diri.

“Hyung! Kim Jongdae hyung!”

Bahkan teriakan D.o yang memanggil di anggap angin lalu oleh Chen.

“Biarkan dia. Kalian semua, kita tidak boleh larut dalam masalah ini.” Suho meminta D.o untuk kembali duduk.

Namun tiba – tiba, tatapan D.o menangkap seseorang yang berdiri tepat didepan pintu ruang latihan mereka.

“Kyungsoo-ya, duduklah.” Suho menarik D.o pelan.

“Ani hyung, sepertinya ada seseorang yang datang.” D.o menunjuk arah pintu.

Semua memberdeul ikut menajamkan penghilatan mereka,

“Siapa?”

“Entahlah.”

“Seperti seorang yeoja.”

“Siapa disana?”

To Be Co

Fakta disini😀

“Kai, Taemin dan Ravi VIXX adalah teman dekat” ^^

Part ChanSha dan Kris di ‘miss’ dulu ya yeorobun. Sekali lagi, aku sampaikan, story Kai kali ini lebih mengusung brothership dan masalah yang sedang ada saat ini. KaiRin hanya bunga – bunga *elaahh

Sampai jumpa di chapter akhir! *XOXO*

 

Note : bagi xonji / xonam yang suka baca fanfict diluar EXO, ayo like RealVIXXfanficts ^^ dan visit worpress nya juga di realvixxfanfiction.wordpress.com :D

45 thoughts on “EXO SPECIAL SERIES – KaiRin “I am Jong In, I am Kai” Chapter 8

  1. Semakin penasaran.
    Gatau harus bilang apa ttg jiwa keSMstans-an saya. Good to u made this story and lighten our burden. Keep writing saeng.
    Cuma bisa berharap, Semoga segera ada kejelasan ditengah huru hara ini.

  2. astagaaa eonni, aku jadi ikutan mumet mikirin masalah perusahaannya, untung ada Nana yg bantuin, 30M itu banyakkkk sekaliiiii, uhm Nana em mirip gangster yaa, rada ngeri ancamannya ke Soo Hee, itu trainee yg nyapa dia pasti yg deket sama dia dlu, aduh aku ampe lupa namanyaa😀 uhm ada VIXX jg nih, eonni suka sama mrk?😀 penasaran sama lanjutannya, keep writing! ^^ saranghaeyoo♥♥

  3. Konflik makin menjadi dan jongdae berubah jdi jonglau alias jongdae galau.. Cup cup.. Joyful jongdae dan uri EXO members fighting. Time boils the rain eh salah maksud barbie time will heal every pain :** daeshi kenapa selalu diungkit2 dengan kepribadian F nya :((( kan kasian partnerku hikssss.. Akkk itu siapa gadis yang dilihat kyungsoo? Bukan delusi kyungsoo kan? Hahahah.. Keep writing dear ^^

  4. ehh si jaerinn plin plannn yyak -,-. msalah mreka (kairin) .mbulet di plin plannya.
    sedihh sihh pass.luhann dsini jga ikutan kluar dri exo tp.entah knapa pass baca alasannya senyum2 sndiriii😀
    luhaann mau nikah sama nanaa??!! Aaaaaaa
    sukaa banget sama karakter nana dsiniii!!!
    next series ditunggu kakkkkk^^

  5. suka deh sm tema ff yg skr….🙂

    jd penasaran gmn keadaan member exo yg sebenarnya skr.. penasaran bgt pengen tw persaan mrk….🙂

    hwaiting!! keep health!🙂

  6. eonni annyeong^^
    bisa nih eonni jadi lu ge out itu karna pengen nyusul yaegifan gitu kkkk
    itu kim nana gimana ceritanya kenal sama yoon na jin? Kenapa sm ga debutin yoon sisters aja ganti jung sisters?*salah fokus*
    aku ga tau loh eon wonkyu itu ravi vixx haha maklum cuma fokus ke eksoh aja. Aku nanti baca fanfic vixx eonni pasti sekalian kenalan. Tunggu aku disa yah, eon😉
    itu d.o-ssi akhirnya ikut nyempil biar dikit aja kkkk chapt 7 kemarin ga muncul masa-,-
    Lanjut terus ya, eon. We are one!!!

  7. Haiii..
    Wah, udah lama nggak main kesini ternyata udah ada ff baru. Udah chap 8 lagi.. Aku belum baca dari awal -.-” Tapi nggak papa ya, tinggalin jejak dulu. Aku mau baca dari awal dulu..
    Author-nim, aku penggemarmu..
    Semangat bikin cerita lainnya ya.. Hwaiting!!! ^^

  8. Haii..
    Udah lama nggak mampir kesini. Eh ternyata udah ada ff baru lagi. Udah chap 8 lagi.. Belum baca dari chap1 z.z
    Aku chap ini juga belum baca. Tapi aku udah tinggal jejak.
    Author-nim, aku penggemarmu..
    Aku mau baca ceritanya dulu..
    Semangat ya bikin cerita lainnya.
    Hwaiting.

  9. Annyeong…
    Blm ad komen,tp blm tntu jd yg prtama coz blm d moderasi.
    Yg namany yeoja emg gtu egois.kra emosi trs mnta putus padahl msh cnta.ujung2ny takut sndiri n mhon2 mnta balik.(pengalaman pribadi…wkwkwk)
    Tp klo mpe kai bnran mutusin jaerin krn ragu ma hatinya sndiri ksian banget jaerin dah khilangan mimpi,khilangan cinta n mungkin hrua khilangan kaki.trus deh dia nyanyi ‘sakitnya tu disini/sambil tunjuk kaki/wkwkwkwk’
    Nana datang sbgai pnyelamat.suka tu momen Nana ma duo Yoon.moga ada lagi partny d next chap.
    Sapa tu ce ny d akhir.blm dpt clueny…
    Next chap palli juseyo…😀
    Last,keep health n keep writting dongsaengie…
    UPA HWAITING ♥♥♥
    :-*

  10. Penyindiran demi penyindiran terlontarkan dari beberapa mulut anak manusia. Lian utk daeshi, nana utk jongin, jongin utk jaerin, nana utk sohee. Nikmatnya sindir menyindir yaa ~
    Tao apa kabar Tao ? :3
    Jadi HanNa beneran mau married ? :v ciyeee ~
    Kwkwkwk akhirnya ada part genk TaeKaiVi wuhuuuuu. Kapan ni gua ketemu Ravi ? ;;) ㅋㅋㅋ
    Yoon sohee hayolo kan Kim Nana itu bodyguardnya Jongin makanya jangan macam2 sm si butek, letnan cantik itu noh yg jd tamengnya xD
    Part najin juga unyu unyu mengenaskan yabkl jadi najin :v
    Itu di ending siapa ya ? Udh kayak suzanna minta sate aja ya cwe misterius itu, bkin penasaran dan geregetan sambil deg2 serrr.

  11. Sempat2nya mia baca diangkot abis uts wkwkwkwk abis penasaran banget kelanjutannya kak hehehe… :-p
    Wah bahaya ni kim nana kalo udah datang wahahahaha😀
    Siapa yg datang tu *penasaran.
    Tapi kak kenapa memberdeul jadi kaku ya ketemu yaegi apa karena masalah kris?
    Semangat lanjutinnya

  12. kak…
    moment exo nya ditmbahin lgi ya,,,
    sekai terutama… hehehe
    plis…..
    ya intinya, moment exo bnyakin…

    trus, dsini.. anak” exo blom pda tau, klo kai itu msh ponakan kan young min ???? eh ?? bnerkan kai dsini pnakan nya young min ??

  13. Jaerin plinplan banget. Kan dia yang meminta putus dan sekarang Kai udah mengiyakan eh dia minta balik lagi haha.. Eh apakah itu nana? Yang muncul di ruang latihan exo?

  14. Siapa yg dtang ya Nana???…sneng bnget waktu Yoon Na jin dtang paz ada Nana jdi ga berkutik dia rasain lo sapa suruh nyari gara2 ma Yaegi.haha..

  15. Jaerin kenapa plinplan gt kasian jongin kan lagi ada masalah dlm grop…penasaran ma alur brothershipnya nie…keren istri dan calon istri ex-exo kolaborasi meyokong grop exo…*tepoktangan*

  16. Pgn nangis masa baca yg dr kabarnya luhan hengkang :3
    Jaerin ini plinplan sama egois ya -_-
    Setelah minta putus sama kai eh malah nyusulin k dorm shinee bilang ogah putus -_-
    Kan kasian kai nya d tarik ulur gt -_-
    Bikin kai berhasil move on dongs thor , sama lee daeshi aj move on nya😀
    Suka tuh kayanya sama kai .
    Ini d sini kim nana itu anak nya siapa ?
    Kim young min kah ?
    Naah 1 hal ini yg ttg rumor kalo KYM itu paman nya kai beneran yak min ?

  17. waaahhh..daebaakk eon…ff mu keren….kasin liat jae rin…siapa yg ngantrin dy smpai ke dorm nya shinee? Kai kok jadi dngiiin bangeet..aahh…lanjut chapt nya eon…ditunggu….annyeeong *lambai tangan bareng Kai *plak ditampar sama fans kai…haha

  18. Upa eonni annyeong! Mian, komentnya baru sempat di chapter ini. Hmm gimana yah mau ngomel2 nih soal najin si mak lampir paling ngga bisa liat orang lain seneng, sama aja ama soo hee, ih pengen disentil. KaiRin balikan yah jangan sampai kai kepincut ama sohee atopun daeshi maldo andwaeeeeee

  19. Maaf eom baru bisa baca chap 8
    kairin gantung banget
    jae rin plin plan
    bikin greget
    akhirnya ada part cast paling ditunggu*Nana* wkwk
    next series punya siapa eom?
    Penasaran ih
    Figthing nulisnya eom!!

  20. Mslah d EXO bnr2 bkin q drop…
    Abis kris, luhan, skandal tao…help me god
    Tp keren deh, smw mslah d EXO bisa d sangkut-pautin ma cerita ini…wlopun q berharap smwnya cma mimpi😦
    Oh ya q baca ff d wp sebelah yg km tulis, sumpah q nangis2 bacanya kasian bong ㅠㅠㅠㅠ
    Btw q kangen bgt ma cerita yaekris+malaikat kembar mereka

  21. Hahhhhh jaerin plinplanx udah kelewatan..entah knp aq jd suka kai yg sikapx jd dingin gtu ke jaerin…kai mulai ragu skrg..

    Auhhhh nona out luar biasa…udh lama ga nongol…eh sekalix nongol bw duit 30M…eh eh it pernikahan?jd nana mw dinikahin sma luhan…ouhhhh akhirx

    Ditungguuu nextx ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s